HudJuz 12 · Page 232

Hud 11:91

Hud · Juz 12 · Page 232

قَالُواْ يَٰشُعَيۡبُ مَا نَفۡقَهُ كَثِيرٗا مِّمَّا تَقُولُ وَإِنَّا لَنَرَىٰكَ فِينَا ضَعِيفٗاۖ وَلَوۡلَا رَهۡطُكَ لَرَجَمۡنَٰكَۖ وَمَآ أَنتَ عَلَيۡنَا بِعَزِيزٖ ٩١

They said, "O Shuʿayb, we do not understand much of what you say, and indeed, we consider you among us as weak. And if not for your family, we would have stoned you [to death]; and you are not to us one respected."

Tafsir · in Indonesian

As-Sa'di

Medium · Clear and to the point: what to take from each passage.

Whole surah

Change

Commentary on 11:84–95

"Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara me-reka, Syu'aib. Dia berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Ilah bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan. Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu), dan sesungguhnya aku khawatir terha-dapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat).' (Dan Syu'aib berkata), 'Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan. Sisa (keuntungan) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang-orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu.' Mereka berkata, 'Hai Syu'aib, apakah shalatmu menyuruh kamu agar kami meninggalkan tuhan yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami mem-perbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguh-nya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal'." (Hud: 84-87) "Syu'aib berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku dan Dia menganu-gerahiku dari padaNya rizki yang baik (patutkah aku menyalahi perintahNya). Dan aku tidak berkehendak menyalahimu (dengan mengerjakan) sesuatu yang aku larangkan untukmu. Tidaklah aku bermaksud melainkan (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal, dan hanya kepadaNya-lah aku kembali. Hai kaumku, janganlah per-tentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nuh atau kaum Hud atau kaum Shaleh, sedang kaum Luth tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kamu. Dan mohonlah ampun kepada Rabb-mu kemudian bertaubatlah kepadaNya. Sesungguhnya Rabbku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.' Mereka berkata, 'Hai Syu'aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu, dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau tidaklah karena keluargamu, tentu-lah kami telah merajammu, sedang kamu pun bukanlah seorang yang berwibawa di sisi kami'." (Hud: 88-91). "Syu'aib menjawab, 'Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, sedang Allah kamu jadikan sesuatu yang terbuang di belakangmu? Sesungguhnya (pengetahuan) Rabbku meliputi apa yang kamu kerjakan.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesung-guhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang ber-dusta. Dan tunggulah azab (Rabb), sesungguhnya aku pun menunggu bersama kamu.' Dan tatkala datang azab Kami, maka Kami se-lamatkan Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengannya dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zhalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka bergelimpangan di tempat tinggalnya. Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, kebinasaanlah bagi pen-duduk Madyan sebagaimana kaum Tsamud telah binasa." (Hud: 92:95)

(84)(وَ) "Dan" Kami utus ﴾ إِلَىٰ مَدۡيَنَ ﴿ "kepada (penduduk) Mad-yan", Madyan adalah kabilah yang terkenal yang tinggal di Madyan, dekat Palestina, ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka", senasab, yaitu ﴾ شُعَيۡبٗاۚ ﴿ "Syu'aib." Karena mereka mengenalnya dan bisa mengambil agama darinya. Syu'aib berkata kepada mereka, ﴾ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥۖ ﴿ "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada tuhan bagimu selain Dia." Maksudnya, ikhlaskanlah ibadah kepadaNya, karena mereka ketika itu menyekutukanNya dengan sesuatu, di samping itu me-reka berlaku culas dalam timbangan dan takaran. Oleh karena itu, Syu'aib melarang mereka melakukan itu, dia berkata,﴾ وَلَا تَنقُصُواْ ٱلۡمِكۡيَالَ وَٱلۡمِيزَانَۖ ﴿ "Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan", akan tetapi penuhilah timbangan dan takaran dengan adil. ﴾ إِنِّيٓ أَرَىٰكُم بِخَيۡرٖ ﴿ "Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu)." Maksudnya, berada dalam kenikmatan yang melimpah, kesehatan dan harta serta anak-anak, maka bersyukurlah kepada Allah atas pemberianNya kepadamu. Jangan kufur terhadap nikmat Allah karena Dia bisa mencabutnya darimu. ﴾ وَإِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٖ مُّحِيطٖ ﴿ "Dan sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang mem-binasakan (Kiamat)." Yakni azab yang mengelilingimu dan tidak menyisakan apa pun.

(85) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ أَوۡفُواْ ٱلۡمِكۡيَالَ وَٱلۡمِيزَانَ بِٱلۡقِسۡطِۖ ﴿ "Hai kaumku, cukupkan-lah takaran dan timbangan dengan adil", yang mana kamu rela agar diperlakukan demikian. ﴾ وَلَا تَبۡخَسُواْ ٱلنَّاسَ أَشۡيَآءَهُمۡ ﴿ "Dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka." Maksudnya, janganlah mengurangi hak-hak manusia dengan melakukan kecurangan de-ngan mengurangi timbangan dan takaran. ﴾ وَلَا تَعۡثَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُفۡسِدِينَ ﴿ "Dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat ke-rusakan." Karena terus-menerus berbuat maksiat akan merusak agama, akidah, dunia, dan membinasakan tanaman dan ternak.

(86) ﴾ بَقِيَّتُ ٱللَّهِ خَيۡرٞ لَّكُمۡ ﴿ "Sisa (keuntungan) dari Allah adalah lebih baik bagimu." Maksudnya, sesuatu yang disisakan untukmu dari kebaikan dan sesuatu yang ada padamu adalah cukup bagimu. Ja-ngan tamak kepada sesuatu yang kamu tidak memerlukannya dan justru merugikanmu. ﴾ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَۚ ﴿ "Jika kamu orang-orang yang beriman," maka lakukanlah sesuai dengan tuntutan iman. ﴾ وَمَآ أَنَا۠ عَلَيۡكُم بِحَفِيظٖ ﴿ "Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu." Aku bukanlah penjaga dan penanggung jawab amalmu. Yang menjaganya adalah Allah, aku cuma menyampaikan risalah yang diamanatkan kepa-daku.

(87) ﴾ قَالُوٓاْ يَٰشُعَيۡبُ أَصَلَوٰتُكَ تَأۡمُرُكَ أَن نَّتۡرُكَ مَا يَعۡبُدُ ءَابَآؤُنَآ ﴿ "Mereka berkata, 'Hai Syu'aib, apakah shalatmu menyuruhmu agar kami meninggalkan tuhan yang disembah oleh bapak-bapak kami." Maksudnya, mereka mengatakan itu sebagai ejekan terhadap nabi mereka dan ketidak-mungkinan mengikutinya. Makna dari apa yang mereka katakan adalah bahwa laranganmu untuk kami, hanyalah mewajibkan agar kamu shalat dan beribadah kepada Allah (semata), jika kamu me-mang demikian maka apakah itu mengharuskan kami meninggal-kan tuhan yang disembah oleh nenek moyang kami karena suatu ucapan yang tak berdalil, melainkan hanya karena ia sesuai dengan-mu? Bagaimana kami mengikutimu dan meninggalkan nenek mo-yang kami orang-orang yang berakal dan berpemikiran? Begitu pula kata-katamu kepada kami, tidak mengharuskan kami melakukan pada harta kami seperti apa yang kamu katakan kepada kami berupa memenuhi takaran timbangan dan menunaikan hak-hak yang wajib padanya, akan tetapi kami tetap melakukan apa yang kami kehen-daki karena ia adalah harta kami, kamu tak memiliki hak apa pun. Oleh karena itu, mereka mengejeknya dengan berkata, ﴾ إِنَّكَ لَأَنتَ ٱلۡحَلِيمُ ٱلرَّشِيدُ ﴿ "Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal." Maksudnya, bukankah kamu adalah orang dengan kelembutan, kasih sayang dan ketenangan yang telah menjadi sifat dan pembawaaanmu, tidak ada yang kamu lakukan kecuali kebaik-an, kamu tidak memerintahkan kecuali kebaikan dan kamu tidak melarang kecuali keburukan? Yakni perkaranya tidak begitu, mak-sud mereka adalah bahwa Syu'aib memiliki sifat yang bertentangan dengan dua sifat tersebut yaitu kebodohan dan kesesatan, jadi mak-sudnya adalah: bagaimana kamu menjadi orang yang penyantun lagi berakal sedangkan nenek moyang kami adalah orang-orang bodoh yang sesat? Kata-kata yang mereka lontarkan adalah dengan nada mengejek dan bahwa perkaranya adalah sebaliknya, tidaklah seperti yang mereka kira, justru perkaranya seperti yang mereka katakan bahwa shalatnya memintanya melarang kaumnya menyem-bah tuhan yang disembah oleh nenek moyang mereka yang sesat dan (melarang) memperbuat apa yang mereka inginkan pada harta mereka karena shalat melarang perbuatan keji dan mungkar. Ada-kah kemungkaran dan perbuatan keji yang lebih besar daripada penyembahan kepada selain Allah dan daripada mencurangi hak hamba-hamba Allah atau mencurinya dengan timbangan dan ta-karan. Syu'aiblah orang yang penyantun lagi berakal.

(88) ﴾ قَالَ ﴿ "Syu'aib berkata", kepada mereka,﴾ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Yakni keyakinan dan ketenangan ten-tang kebenaran agama yang aku bawakan, ﴾ وَرَزَقَنِي مِنۡهُ رِزۡقًا حَسَنٗاۚ ﴿ "dan Dia menganugerahiku dari padaNya rizki yang baik (patutkah aku menya-lahi perintahNya)?" Yakni Allah memberiku berbagai macam harta kekayaan. ﴾ و َ ﴿ "Dan" aku tidak ﴾ أُرِيدُ أَنۡ أُخَالِفَكُمۡ إِلَىٰ مَآ أَنۡهَىٰكُمۡ عَنۡهُۚ ﴿ "berke-hendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larangkan untukmu." Aku tidak ingin melarangmu dari perbuatan curang da-lam timbangan dan takaran sedangkan aku melakukannya sehingga akibatnya adalah aku dituduh dalam hal itu, justru tidaklah aku melarang suatu perkara melainkan akulah orang pertama yang meninggalkannya. ﴾ إِنۡ أُرِيدُ إِلَّا ٱلۡإِصۡلَٰحَ مَا ٱسۡتَطَعۡتُۚ ﴿ "Tidaklah aku bermaksud melainkan (men-datangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan." Aku tidak me-miliki tujuan melainkan agar keadaanmu baik dan kemanfaatanmu lurus, aku tidak memiliki sedikit tujuan pribadi menurut kesang-gupanku. Ketika ini mengandung pujian terhadap diri sendiri maka dia menepisnya dengan ucapan, ﴾ وَمَا تَوۡفِيقِيٓ إِلَّا بِٱللَّهِۚ ﴿ "Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah." Maksudnya, taufik yang aku dapatkan untuk melakukan kebaikan dan menghindari keja-hatan, tidak lain kecuali dari Allah, bukan karena daya dan kekuat-anku. ﴾ عَلَيۡهِ تَوَكَّلۡتُ ﴿ "Hanya kepada Allah aku bertawakal." Aku bersandar kepadaNya dalam urusanku, dan aku percaya dengan jaminanNya. ﴾ وَإِلَيۡهِ أُنِيبُ ﴿ "Dan hanya kepadaNya-lah aku kembali," dalam menunaikan ibadah yang Dia perintahkan kepadaku. Dalam hal ini terdapat makna usaha mendekatkan diri kepadaNya dengan perbuatan-perbuatan baik. Dengan dua perkara ini, segala urusan seorang hamba menjadi lurus yaitu meminta pertolongan kepada Allah dan kembali kepadaNya sebagaimana FirmanNya, ﴾ فَٱعۡبُدۡهُ وَتَوَكَّلۡ عَلَيۡهِۚ ﴿ "Maka sembahlah Dia, dan bertawakallah kepadaNya."(Hud: 123), Dan Dia berfirman, ﴾ إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ 5 ﴿ "Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah, dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan." (Al-Fatihah: 5).

(89) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ لَا يَجۡرِمَنَّكُمۡ شِقَاقِيٓ ﴿ "Hai kaumku, janganlah pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat." Yakni, pertentangan dan perselisihan antara kita, jangan memicumu ber-laku tidak baik ﴾ أَن يُصِيبَكُم ﴿ "hingga kamu ditimpa" azab,﴾ مِّثۡلُ مَآ أَصَابَ قَوۡمَ نُوحٍ أَوۡ قَوۡمَ هُودٍ أَوۡ قَوۡمَ صَٰلِحٖۚ وَمَا قَوۡمُ لُوطٖ مِّنكُم بِبَعِيدٖ ﴿ "seperti yang menimpa kaum Nuh atau kaum Hud atau kaum Shaleh, sedang kaum Luth tidak (pula) jauh (tem-patnya) dari kamu." Tidak jauh tempatnya dan tidak pula masanya.

(90) ﴾ وَٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ﴿ "Dan mohonlah ampun kepada Rabbmu", dari dosa-dosa yang kamu lakukan, ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِۚ ﴿ "kemudian bertaubat-lah kepadaNya," dalam sisa umurmu dengan taubat nasuhah, kembali kepadaNya dengan menaatiNya dan tidak menyelisihiNya.﴾ إِنَّ رَبِّي رَحِيمٞ وَدُودٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih," bagi yang bertaubat dan kembali kepadaNya, Dia merahmatinya, mengampuninya, mencintainya dan menerima taubatnya. Al-Wadud adalah Nama Allah. Makna wadud adalah bahwa Allah mencintai hamba-hamba yang beriman, dan mereka pun men-cintaiNya. Ia adalah bentuk فَعُوْلٌ dengan makna فَاعِلٌ dan مَفْعُوْلٌ.

(91) ﴾ قَالُواْ يَٰشُعَيۡبُ مَا نَفۡقَهُ كَثِيرٗا مِّمَّا تَقُولُ ﴿ "Mereka berkata, 'Hai Syu'aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu." Mereka gerah dengan nasihat-nasihat dan wejangan-wejangannya kepada mereka, mereka pun berkata, "Kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan." Itu karena kebencian mereka dan ketidak-senangannya terhadap kata-kata Syu'aib. ﴾ وَإِنَّا لَنَرَىٰكَ فِينَا ضَعِيفٗاۖ ﴿ "Dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami", kamu bukan seorang pemimpin besar, kamu hanya-lah orang rendahan. ﴾ وَلَوۡلَا رَهۡطُكَ ﴿ "Kalau tidaklah karena keluargamu." Yakni kabilahmu dan orang-orangmu ﴾ لَرَجَمۡنَٰكَۖ وَمَآ أَنتَ عَلَيۡنَا بِعَزِيزٖ ﴿ "tentulah kami telah merajammu, sedang kamu pun bukanlah seorang yang berwi-bawa di sisi kami." Kamu tidak memiliki harga di hati kami dan ke-hormatan pada diri kami, kami membiarkanmu karena kami me-mandang kabilahmu.

(92) ﴾ قَالَ ﴿ "Syu'aib menjawab", kepada mereka dengan lem-but, ﴾ يَٰقَوۡمِ أَرَهۡطِيٓ أَعَزُّ عَلَيۡكُم مِّنَ ٱللَّهِ ﴿ "Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah." Yakni, bagaimana bisa kamu memperhatikanku demi kaumku dan bukan memperha-tikanku demi Allah sehingga kaumku lebih mulia daripada Allah. ﴾ وَٱتَّخَذۡتُمُوهُ وَرَآءَكُمۡ ظِهۡرِيًّاۖ ﴿ "Sedang Allah kamu jadikan sesuatu yang terbuang di belakangmu?" Yakni kamu membuang perintah Allah di belakang punggungmu, tak mempedulikannya dan kamu tidak takut kepa-daNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي بِمَا تَعۡمَلُونَ مُحِيطٞ ﴿ "Sesungguhnya (pengetahuan) Rabbku meliputi apa yang kamu kerjakan." Tidak ada sekecil pun amalmu yang di langit dan di bumi yang samar dariNya, sehingga Dia akan mem-balasmu sesuai dengan perbuatanmu dengan sempurna.

(93) Manakala mereka membuatnya lelah dan dia pun ber-putus asa dari mereka, maka Syu'aib berkata kepada mereka,﴾ وَيَٰقَوۡمِ ٱعۡمَلُواْ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمۡ ﴿ "Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu." Yakni sesuai dengan keadaan dan keyakinanmu. ﴾ إِنِّي عَٰمِلٞۖ سَوۡفَ تَعۡلَمُونَ مَن يَأۡتِيهِ عَذَابٞ يُخۡزِيهِ ﴿ "Sesungguhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya", azab yang kekal menimpanya, apakah aku atau kamu. Mereka me-ngetahui itu ketika azab benar-benar menimpa mereka. ﴾ وَٱرۡتَقِبُوٓاْ ﴿ "Dan tunggulah azab (Rabb)", yang akan menimpaku. ﴾ إِنِّي مَعَكُمۡ رَقِيبٞ ﴿ "Sesungguhnya aku pun menunggu bersama kamu," apa yang akan menimpamu.

Continue in the whole surah's tafsir

Saheeh International · As-Sa'di · Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api · Quran Foundation

Page 232

HudJuz 12 · Page 232

11:89

وَيَٰقَوۡمِ لَا يَجۡرِمَنَّكُمۡ شِقَاقِيٓ أَن يُصِيبَكُم مِّثۡلُ مَآ أَصَابَ قَوۡمَ نُوحٍ أَوۡ قَوۡمَ هُودٍ أَوۡ قَوۡمَ صَٰلِحٖۚ وَمَا قَوۡمُ لُوطٖ مِّنكُم بِبَعِيدٖ ٨٩

And O my people, let not [your] dissension from me cause you to be struck by that similar to what struck the people of Noah or the people of Hūd or the people of Ṣāliḥ. And the people of Lot are not from you far away.

11:90

وَٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِۚ إِنَّ رَبِّي رَحِيمٞ وَدُودٞ ٩٠

And ask forgiveness of your Lord and then repent to Him. Indeed, my Lord is Merciful and Affectionate."

11:91

قَالُواْ يَٰشُعَيۡبُ مَا نَفۡقَهُ كَثِيرٗا مِّمَّا تَقُولُ وَإِنَّا لَنَرَىٰكَ فِينَا ضَعِيفٗاۖ وَلَوۡلَا رَهۡطُكَ لَرَجَمۡنَٰكَۖ وَمَآ أَنتَ عَلَيۡنَا بِعَزِيزٖ ٩١

They said, "O Shuʿayb, we do not understand much of what you say, and indeed, we consider you among us as weak. And if not for your family, we would have stoned you [to death]; and you are not to us one respected."

11:92

قَالَ يَٰقَوۡمِ أَرَهۡطِيٓ أَعَزُّ عَلَيۡكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَٱتَّخَذۡتُمُوهُ وَرَآءَكُمۡ ظِهۡرِيًّاۖ إِنَّ رَبِّي بِمَا تَعۡمَلُونَ مُحِيطٞ ٩٢

He said, "O my people, is my family more respected for power by you than Allāh? But you put Him behind your backs [in neglect]. Indeed, my Lord is encompassing of what you do.

11:93

وَيَٰقَوۡمِ ٱعۡمَلُواْ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمۡ إِنِّي عَٰمِلٞۖ سَوۡفَ تَعۡلَمُونَ مَن يَأۡتِيهِ عَذَابٞ يُخۡزِيهِ وَمَنۡ هُوَ كَٰذِبٞۖ وَٱرۡتَقِبُوٓاْ إِنِّي مَعَكُمۡ رَقِيبٞ ٩٣

And O my people, work according to your position; indeed, I am working. You are going to know to whom will come a punishment that will disgrace him and who is a liar. So watch; indeed, I am with you a watcher, [awaiting the outcome]."

11:94

وَلَمَّا جَآءَ أَمۡرُنَا نَجَّيۡنَا شُعَيۡبٗا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا وَأَخَذَتِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ ٱلصَّيۡحَةُ فَأَصۡبَحُواْ فِي دِيَٰرِهِمۡ جَٰثِمِينَ ٩٤

And when Our command came, We saved Shuʿayb and those who believed with him, by mercy from Us. And the shriek seized those who had wronged, and they became within their homes [corpses] fallen prone

11:95

كَأَن لَّمۡ يَغۡنَوۡاْ فِيهَآۗ أَلَا بُعۡدٗا لِّمَدۡيَنَ كَمَا بَعِدَتۡ ثَمُودُ ٩٥

As if they had never prospered therein. Then, away with Madyan as Thamūd was taken away.

11:96

وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا مُوسَىٰ بِـَٔايَٰتِنَا وَسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٍ ٩٦

And We did certainly send Moses with Our signs and a clear authority1

1 translator’s note
  1. i.e., evidences from Allāh. ↩

11:97

إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ وَمَلَإِيْهِۦ فَٱتَّبَعُوٓاْ أَمۡرَ فِرۡعَوۡنَۖ وَمَآ أَمۡرُ فِرۡعَوۡنَ بِرَشِيدٖ ٩٧

To Pharaoh and his establishment, but they followed the command of Pharaoh, and the command of Pharaoh was not [at all] discerning.

As-Sa'diTafsir · 11:91

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
View

Читать на русском