Al-IsraJuz 15 · Page 286

Al-Isra 17:44

The Night Journey · Juz 15 · Page 286

تُسَبِّحُ لَهُ ٱلسَّمَٰوَٰتُ ٱلسَّبۡعُ وَٱلۡأَرۡضُ وَمَن فِيهِنَّۚ وَإِن مِّن شَيۡءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمۡدِهِۦ وَلَٰكِن لَّا تَفۡقَهُونَ تَسۡبِيحَهُمۡۚ إِنَّهُۥ كَانَ حَلِيمًا غَفُورٗا ٤٤

The seven heavens and the earth and whatever is in them exalt Him. And there is not a thing except that it exalts [Allāh] by His praise, but you do not understand their [way of] exalting. Indeed, He is ever Forbearing1 and Forgiving.

1 translator’s note
  1. Refer to footnote in 2:225. ↩

Tafsir · in Indonesian

As-Sa'di

Medium · Clear and to the point: what to take from each passage.

Whole surah

Change

Commentary on 17:41–44

"Dan sesungguhnya dalam al-Qur`an ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan), agar mereka selalu ingat. Dan tidaklah ulangan peringatan itu melainkan (menambah) mereka lari (dari kebenaran). Katakanlah, 'Jikalau ada tuhan-tuhan di sampingNya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Rabb yang mempunyai 'Arasy'. Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka katakan de-ngan ketinggian yang sebesar-besarnya. Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memujiNya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun." (Al-Isra`: 41-44).

(41) Allah تعالى mengabarkan bahwasanya Dia telah mengulang-ulang (peringatan) dalam al-Qur`an. Maksudnya, Dia telah mem-variasikan hukum-hukum dan menjelaskannya, memperbanyak kuantitas dalil dan bukti-bukti nyata untuk risalah yang Allah seru-kan. Dia terus mewanti-wanti dan memperingatkan supaya mereka mengingat-ingat hal-hal yang bermanfaat sehingga mereka menger-jakannya, dan mengingatkan sesuatu yang membahayakan sehingga dihindari. Akan tetapi, kebanyakan manusia enggan (menerima peringatan) ﴾ إِلَّا نُفُورٗا ﴿ "melainkan (menambah) mereka lari," dari ayat-ayat Allah, karena kebencian mereka terhadap kebenaran dan ke-cintaan mereka terhadap kebatilan yang mereka gelayuti (sebelum-nya), sampai mengakibatkan mereka fanatik buta terhadap kebatil-an mereka, tidak sudi mendengarkan ayat-ayat Allah, dan tidak pula memberikan perhatian kepadanya.

(42) Di antara topik paling agung yang Allah mengulang-ulanginya adalah ayat-ayat dan petunjuk-petunjuk tentang tauhid yang merupakan inti dari semua perkara yang penting. Karenanya, Allah memerintahkannya dan melarang dari lawannya (syirik), dan telah menegakkan keterangan-keterangan yang banyak berupa hujjah 'aqliyah dan naqliyah untuknya, hingga siapa saja yang bersungguh-sungguh menyimak sebagiannya saja, niscaya tidak akan membe-kaskan keraguan atau sangsi di hatinya. Di antara dalil-dalil itu, dalil logika yang Allah sebutkan di sini. Allah berfirman, ﴾ قُل ﴿ "Katakanlah," kepada kaum musyrikin yang mengangkat sesembahan selain Allah. ﴾ لَّوۡ كَانَ مَعَهُۥٓ ءَالِهَةٞ كَمَا يَقُولُونَ ﴿ "Jika-lau ada tuhan-tuhan di sampingNya, sebagaimana yang mereka katakan," yaitu sebagai konsekuensi persangkaan dan tuduhan mereka ﴾ إِذٗا لَّٱبۡتَغَوۡاْ إِلَىٰ ذِي ٱلۡعَرۡشِ سَبِيلٗا ﴿ "niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Rabb yang mempunyai 'Arasy," maksudnya, pasti mereka akan mencari jalan menuju kepada Allah dengan cara beribadah dan kembali ke-padaNya, mendekatkan diri dan mencari perantaraan (yang disya-riatkan) kepadaNya. Maka bagaimana bisa (terjadi) seorang manu-sia -yang serba kekurangan, yang mengetahui betapa besarnya ke-tergantungannya untuk beribadah kepada Rabbnya- menjadikan sesembahan lain beserta Allah? Tidaklah tindakan ini melainkan termasuk kezhaliman yang paling parah dan bentuk kebodohan yang paling dungu. Berdasarkan makna ini, ayat ini menjadi selaras dengan Firman تعالى, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ يَبۡتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ ٱلۡوَسِيلَةَ أَيُّهُمۡ أَقۡرَبُ ﴿ "Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah)." (Al-Isra`: 57). Dan juga Firman Allah, ﴾ وَيَوۡمَ يَحۡشُرُهُمۡ وَمَا يَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ فَيَقُولُ ءَأَنتُمۡ أَضۡلَلۡتُمۡ عِبَادِي هَٰٓؤُلَآءِ أَمۡ هُمۡ ضَلُّواْ ٱلسَّبِيلَ 17 قَالُواْ سُبۡحَٰنَكَ مَا كَانَ يَنۢبَغِي لَنَآ أَن نَّتَّخِذَ مِن دُونِكَ مِنۡ أَوۡلِيَآءَ ﴿ "Dan (ingatlah) suatu hari (ketika) Allah menghimpunkan mereka beserta sesuatu yang mereka sembah selain Allah, lalu Allah berkata (ke-pada yang disembah), 'Apakah kamu yang menyesatkan hamba-hambaKu itu, atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar)?' Mereka (yang disembah itu) menjawab, 'Mahasuci Engkau, tidaklah patut bagi kami mengambil selainMu sebagai pelindung'." (Al- Furqan: 17). Ada kemungkinan bahwa Firman Allah, ﴾ قُل لَّوۡ كَانَ مَعَهُۥٓ ءَالِهَةٞ كَمَا يَقُولُونَ إِذٗا لَّٱبۡتَغَوۡاْ إِلَىٰ ذِي ٱلۡعَرۡشِ سَبِيلٗا ﴿ "Katakanlah, 'Jikalau ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu men-cari jalan kepada Tuhan yang mempunyai 'Arasy'," mengarah pada pengertian, pastilah mereka akan mencari jalan dan berupaya untuk mengalahkan Allah تعالى, baik ia akan mengalahkanNya (atau tidak), sehingga barangsiapa menang dan mengalahkan (yang lain), maka dialah yang akan menjadi rabb yang disembah. Padahal sungguh orang-orang itu meyakini bahwa mereka akan mengakui kalau para sesembahan mereka yang mereka seru selain Allah adalah kalah lagi terpecundangi, tidak memiliki wewenang apa pun, lalu menga-pa orang-orang itu masih mengangkatnya sebagai sesembahan, padahal kondisinya demikian (buruk)? Maka, penafsiran ini se-makna dengan Firman Allah, ﴾ مَا ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ مِن وَلَدٖ وَمَا كَانَ مَعَهُۥ مِنۡ إِلَٰهٍۚ إِذٗا لَّذَهَبَ كُلُّ إِلَٰهِۭ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖۚ ﴿ "Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) besertaNya, kalau ada tuhan besertaNya, masing-ma-sing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain." (Al-Mu`mi-nun: 91).

(43) ﴾ سُبۡحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ ﴿ "Mahasuci dan Mahatinggi Dia," maksudnya Allah Mahasuci, murni dan tinggi sifat-sifatNya ﴾ عَمَّا يَقُولُونَ ﴿ "dari apa yang mereka katakan," berupa kesyirikan dan pendaulatan tandingan-tandingan bagi Allah ﴾ عُلُوّٗا كَبِيرٗا ﴿ "dengan ketinggian yang sebesar-besar-nya." Sungguh tinggi dan agung kedudukanNya, besar kesombo-nganNya, yang tidak bisa diperbandingkan kebersamaan wujud sesembahan denganNya. Sungguh telah tersesat orang yang menga-takan itu dengan kesesatan yang nyata, dan telah berbuat kezhalim-an dengan kezhaliman yang besar. Sungguh makhluk-makhluk Allah yang besar itu merunduk di hadapan keagungan Allah. Langit yang tujuh beserta penghuni-nya dan bumi yang tujuh beserta penghuninya terlampau kecil di hadapan kesombongan Allah. Seluruh bumi ini kelak pada Hari Kiamat akan berada dalam genggamanNya dan langit-langit digu-lung dengan Tangan kananNya. Semua alam (ciptaan selain Allah) yang berada di atas dan di bawah sangat membutuhkanNya di se-tiap waktu, (dalam rupa kekurangan) pada dzat mereka yang tidak mungkin terlepas (dari rasa butuh) meski hanya sekejap. Aspek kebutuhan (kepada Allah) ini adalah dari segala sisinya. Kebutuhan dari sudut penciptaan, rizki, dan pengaturan. Kebutuhan (kepada Allah) dari sisi keharusan memposisikan Allah sebagai sesembah-an dan Dzat yang dicintai yang mana kepadaNya mereka mendekat-kan diri dan tempat untuk mengeluh dalam setiap keadaan.

(44) Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ تُسَبِّحُ لَهُ ٱلسَّمَٰوَٰتُ ٱلسَّبۡعُ وَٱلۡأَرۡضُ وَمَن فِيهِنَّۚ وَإِن مِّن شَيۡءٍ ﴿ "Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalam-nya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun," dari manusia, he-wan, pepohonan, tumbuhan dan benda padat, yang hidup maupun yang mati ﴾ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمۡدِهِۦ ﴿ "melainkan bertasbih dengan memujiNya," de-ngan bahasa lisan dan bahasa tubuh ﴾ وَلَٰكِن لَّا تَفۡقَهُونَ تَسۡبِيحَهُمۡۚ ﴿ "tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka," maksudnya tasbih makhluk lain yang tidak berkomunikasi dengan bahasa kalian. Akan tetapi, semuanya dimengerti oleh Allah, Dzat Yang Maha Mengetahui perkara-perkara ghaib. ﴾ إِنَّهُۥ كَانَ حَلِيمًا غَفُورٗا ﴿ "Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun," lantaran Allah tidak menyegera-kan (hukuman) azab atas orang yang berkomentar tentangNya dengan komentar (miring) yang hampir-hampir langit-langit dan bumi pecah, gunung-gunung ikut runtuh menyungkur (karena ucapan itu). Tetapi, Dia memberi penangguhan bagi mereka, men-curahkan nikmat, memberi rizki dan menyeru mereka ke pintu taubat, supaya mereka bertaubat dari dosa yang besar ini. Dan berikutnya Allah memberi mereka pahala yang melimpah dan meng-ampuni dosa-dosa mereka. Seandainya bukan karena santunan dan ampunan Allah, tentulah langit-langit itu akan dirobohkan hingga tidak menyisakan satu pun dari binatang melata (yang hi-dup) di muka bumi ini.

Saheeh International · As-Sa'di · Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api · Quran Foundation

Page 286

Al-IsraJuz 15 · Page 286

17:39

ذَٰلِكَ مِمَّآ أَوۡحَىٰٓ إِلَيۡكَ رَبُّكَ مِنَ ٱلۡحِكۡمَةِۗ وَلَا تَجۡعَلۡ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ فَتُلۡقَىٰ فِي جَهَنَّمَ مَلُومٗا مَّدۡحُورًا ٣٩

That is from what your Lord has revealed to you, [O Muḥammad], of wisdom. And, [O mankind], do not make [as equal] with Allāh another deity, lest you be thrown into Hell, blamed and banished.

17:40

أَفَأَصۡفَىٰكُمۡ رَبُّكُم بِٱلۡبَنِينَ وَٱتَّخَذَ مِنَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنَٰثًاۚ إِنَّكُمۡ لَتَقُولُونَ قَوۡلًا عَظِيمٗا ٤٠

Then, has your Lord chosen you for [having] sons and taken [i.e., adopted] from among the angels daughters? Indeed, you say a grave saying.

17:41

وَلَقَدۡ صَرَّفۡنَا فِي هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ لِيَذَّكَّرُواْ وَمَا يَزِيدُهُمۡ إِلَّا نُفُورٗا ٤١

And We have certainly diversified [the contents] in this Qur’ān that they [i.e., mankind] may be reminded, but it does not increase them [i.e., the disbelievers] except in aversion.

17:42

قُل لَّوۡ كَانَ مَعَهُۥٓ ءَالِهَةٞ كَمَا يَقُولُونَ إِذٗا لَّٱبۡتَغَوۡاْ إِلَىٰ ذِي ٱلۡعَرۡشِ سَبِيلٗا ٤٢

Say, [O Muḥammad], "If there had been with Him [other] gods, as they say, then they [each] would have sought to the Owner of the Throne a way."1

1 translator’s note
  1. To please Him, recognizing His superiority. Another interpretation is "...they would seek a way" to depose Him (subḥānahu wa taʿālā) and take over His Throne. ↩

17:43

سُبۡحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يَقُولُونَ عُلُوّٗا كَبِيرٗا ٤٣

Exalted is He and high above what they say by great sublimity.

17:44

تُسَبِّحُ لَهُ ٱلسَّمَٰوَٰتُ ٱلسَّبۡعُ وَٱلۡأَرۡضُ وَمَن فِيهِنَّۚ وَإِن مِّن شَيۡءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمۡدِهِۦ وَلَٰكِن لَّا تَفۡقَهُونَ تَسۡبِيحَهُمۡۚ إِنَّهُۥ كَانَ حَلِيمًا غَفُورٗا ٤٤

The seven heavens and the earth and whatever is in them exalt Him. And there is not a thing except that it exalts [Allāh] by His praise, but you do not understand their [way of] exalting. Indeed, He is ever Forbearing1 and Forgiving.

1 translator’s note
  1. Refer to footnote in 2:225. ↩

17:45

وَإِذَا قَرَأۡتَ ٱلۡقُرۡءَانَ جَعَلۡنَا بَيۡنَكَ وَبَيۡنَ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ حِجَابٗا مَّسۡتُورٗا ٤٥

And when you recite the Qur’ān, We put between you and those who do not believe in the Hereafter a concealed partition.1

1 translator’s note
  1. Preventing guidance from reaching them. ↩

17:46

وَجَعَلۡنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ أَكِنَّةً أَن يَفۡقَهُوهُ وَفِيٓ ءَاذَانِهِمۡ وَقۡرٗاۚ وَإِذَا ذَكَرۡتَ رَبَّكَ فِي ٱلۡقُرۡءَانِ وَحۡدَهُۥ وَلَّوۡاْ عَلَىٰٓ أَدۡبَٰرِهِمۡ نُفُورٗا ٤٦

And We have placed over their hearts coverings, lest they understand it, and in their ears deafness. And when you mention your Lord alone in the Qur’ān, they turn back in aversion.

17:47

نَّحۡنُ أَعۡلَمُ بِمَا يَسۡتَمِعُونَ بِهِۦٓ إِذۡ يَسۡتَمِعُونَ إِلَيۡكَ وَإِذۡ هُمۡ نَجۡوَىٰٓ إِذۡ يَقُولُ ٱلظَّٰلِمُونَ إِن تَتَّبِعُونَ إِلَّا رَجُلٗا مَّسۡحُورًا ٤٧

We are most knowing of how they listen to it when they listen to you and [of] when they are in private conversation, when the wrongdoers say, "You follow not but a man affected by magic."

17:48

ٱنظُرۡ كَيۡفَ ضَرَبُواْ لَكَ ٱلۡأَمۡثَالَ فَضَلُّواْ فَلَا يَسۡتَطِيعُونَ سَبِيلٗا ٤٨

Look how they strike for you comparisons;1 but they have strayed, so they cannot [find] a way.

1 translator’s note
  1. Describing the Prophet (ﷺ) as a poet, a madman or one under the influence of sorcery. ↩

17:49

وَقَالُوٓاْ أَءِذَا كُنَّا عِظَٰمٗا وَرُفَٰتًا أَءِنَّا لَمَبۡعُوثُونَ خَلۡقٗا جَدِيدٗا ٤٩

And they say, "When we are bones and crumbled particles, will we [truly] be resurrected as a new creation?"

As-Sa'diTafsir · 17:44

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
View

Читать на русском