Taha 20:10
Ta-Ha · Juz 16 · Page 312
إِذۡ رَءَا نَارٗا فَقَالَ لِأَهۡلِهِ ٱمۡكُثُوٓاْ إِنِّيٓ ءَانَسۡتُ نَارٗا لَّعَلِّيٓ ءَاتِيكُم مِّنۡهَا بِقَبَسٍ أَوۡ أَجِدُ عَلَى ٱلنَّارِ هُدٗى ١٠
When he saw a fire and said to his family, "Stay here; indeed, I have perceived a fire; perhaps I can bring you a torch or find at the fire some guidance."
Tafsir · in Indonesian
As-Sa'di
Medium · Clear and to the point: what to take from each passage.
Change
Commentary on 20:9–15
"Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa? Ketika dia melihat api, lalu berkatalah dia kepada keluarganya, 'Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit darinya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu.' Maka ketika dia datang ke tempat api itu dia dipanggil, 'Hai Musa, sesungguhnya Aku ini adalah Rabbmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu, sesung-guhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa. Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu). Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan (yang hak) kecuali Aku, maka sembahlah Aku, dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. Sesungguhnya Hari Kiamat itu akan datang, (hampir saja) Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan amal yang dia usahakan." (Thaha: 9-15).
(9-10) Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad da-lam bentuk pertanyaan yang bersifat penetapan dan pengagungan serta membesarkan kisah ini ﴾ هَلۡ أَتَىٰكَ حَدِيثُ مُوسَىٰٓ 9 ﴿ "Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?" Mengenai keadaannya yang meru-pakan pangkal kebahagiaan dan tempat penetapan kenabiannya, beliau melihat api dari kejauhan. Sebelumnya beliau pernah tersesat dalam perjalanannya, kemudian didera oleh hawa dingin, tanpa memiliki sesuatu pun yang dapat menghangatkan tubuhnya dalam perjalanan. Maka beliau berkata kepada istrinya, ﴾ إِنِّيٓ ءَانَسۡتُ ﴿ "Sesung-guhnya aku melihat," aku menyaksikan ﴾ نَارٗا ﴿ "api." Peristiwa ini ter-jadi di bagian kanan gunung Thur. ﴾ لَّعَلِّيٓ ءَاتِيكُم مِّنۡهَا بِقَبَسٍ ﴿ "Mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit darinya kepadamu," untuk menghangatkan diri dengannya ﴾ أَوۡ أَجِدُ عَلَى ٱلنَّارِ هُدٗى 10 ﴿ "atau aku akan mendapat petun-juk di tempat api itu," maksudnya orang yang menunjukkan jalan kepada kita. Yang beliau cari adalah cahaya yang bersifat inderawi dan petunjuk biasa. Akan tetapi, beliau menjumpai cahaya makna-wi, cahaya wahyu yang akan membuat jiwa-jiwa dan hati bersinar karenanya, serta hidayah yang sejati. Yaitu petunjuk menuju shirath al-Mustaqim yang mengantarkan ke Surga Na'im. Terjadilah peris-tiwa yang tidak pernah beliau perhitungkan dan tak pernah terbetik di benak beliau.
(11) ﴾ فَلَمَّآ أَتَىٰهَا ﴿ "Maka ketika dia datang ke tempat itu," yaitu api yang beliau saksikan dari kejauhan. Sebenarnya, api itu berupa cahaya, ia dapat membakar dan tersulut. Indikasinya adalah sabda Nabi, حِجَابُهُ النُّوْرُ أَوِ النَّارُ، لَوْ كَشَفَهُ لَأَحْرَقَتْ سُبُحَاتُ وَجْهِهِ مَا انْتَهَى إِلَيْهِ بَصَرُهُ [مِنْ خَلْقِهِ]. "PenutupNya adalah cahaya atau api. Seandainya Allah menyibak-nya, niscaya pancaran WajahNya akan membakar apa saja [dari makhluk-nya] sampai sejauh jarak pandanganNya."[30] Sesampainya di sana, beliau dipanggil. Maksudnya, Allah memanggilnya. Sebagaimana FirmanNya, ﴾ وَنَٰدَيۡنَٰهُ مِن جَانِبِ ٱلطُّورِ ٱلۡأَيۡمَنِ وَقَرَّبۡنَٰهُ نَجِيّٗا 52 ﴿ "Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung Thur, dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia bermunajat." (Maryam: 52).
(12) ﴾ إِنِّيٓ أَنَا۠ رَبُّكَ فَٱخۡلَعۡ نَعۡلَيۡكَ إِنَّكَ بِٱلۡوَادِ ٱلۡمُقَدَّسِ طُوٗى 12 ﴿ "Sesungguhnya Aku ini adalah Rabbmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu, sesung-guhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa." Allah mengabarkan kepada beliau bahwa Dia adalah Rabbnya, dan memerintahkan beliau untuk bersiap sedia melakukan munajat kepadaNya dan memperhatikannya. Beliau melepaskan dua sandalnya, karena berada di lembah yang disucikan, bersih lagi diagungkan. Sean-dainya tidak ada (petunjuk) tentang (keharusan) menyucikan lembah itu kecuali (petunjuk) bahwa Allah memilihnya untuk tempat bermunajat dengan Musa, KalimNya, maka sudahlah cukup (sebagai tanda kesuciannya). Banyak ahli tafsir mengatakan, "Sesungguhnya Allah memerintahkan beliau untuk melepaskan dua sandalnya. Karena keduanya terbuat dari kulit keledai."[31] Wal-lahu a'lam.
(13) ﴾ وَأَنَا ٱخۡتَرۡتُكَ ﴿ "Dan Aku telah memilihmu," maksudnya Aku telah memilih dan menyeleksimu dari orang-orang. Ini merupakan kenikmatan dan karunia paling besar yang Allah curahkan kepada-nya, yang menuntut untuk disyukuri dengan semestinya. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ فَٱسۡتَمِعۡ لِمَا يُوحَىٰٓ 13 ﴿ "Maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu)," maksudnya, arahkan pende-ngaranmu kepada wahyu yang disampaikan kepadamu. Sesung-guhnya sikap itu sudah sepantasnya. Sebab, ia merupakan prinsip agama dan landasannya, serta tiang dakwah Islamiyah.
(14) Kemudian Allah menjelaskan wahyu yang disampai-kan kepadanya dengan FirmanNya, ﴾ إِنَّنِيٓ أَنَا ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ ﴿ "Sesungguh-nya Aku ini adalah Allah, tidak ada sesembahan (yang berhak disembah) kecuali Aku," maksudnya Allah-lah yang berhak untuk diibadahi, dan Dzat yang melekat padaNya sifat tersebut. Sebab, Dia yang Mahasempurna dalam nama-nama dan sifat-sifatNya, Esa dengan perbuatan-perbuatanNya, tidak ada sekutu bagiNya, tidak ada bandingan, padanan, dan dzat yang sama denganNya. ﴾ فَٱعۡبُدۡنِي ﴿ "Maka sembahlah Aku," dalam segala macam ibadah, yang zahir maupun yang batin, ibadah yang prinsip ataupun yang bersifat sekunder. Selanjutnya, Allah menyebutkan shalat secara khusus, meskipun sudah termasuk dalam bingkai ibadah, karena ke-utamaan dan kemuliaannya serta muatannya yang mengandung penghambaan hati, lisan dan anggota tubuh lainnya. Firman Allah, ﴾ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكۡرِيٓ 14 ﴿ "Dan dirikanlah shalat untuk mengingatKu," huruf lam berfungsi sebagai ta'lil (penyebutan sebab). Maksudnya, tegakkanlah shalat untuk tujuan mengingat-Ku. Sebab mengingat nama Allah merupakan tujuan yang paling agung. Dengan itulah hati menghambakan diri kepada Allah. De-ngan itu pula, kebahagiaan tergapai. Hati yang kosong dari dzikir kepada Allah, niscaya akan menjadi kosong dari segala kebaikan. Ia benar-benar telah mengalami kerusakan yang parah, maka Allah menggariskan berbagai macam ibadah yang ditujukan untuk meng-ingatNya, terutama pada shalat. Allah تعالى berfirman, ﴾ ٱتۡلُ مَآ أُوحِيَ إِلَيۡكَ مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ ﴿ "Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (al-Qur`an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain)." (Al-Ankabut: 45), maksudnya, kandungannya berupa dzikrullah lebih besar daripada (fungsinya) mencegah dari perbuatan keji dan kemungkaran. Jenis ini, disebut tauhid ilahiyah (uluhiyah) dan tauhid ibadah. Uluhiyah (hak disembah) merupakan sifat Allah تعالى. Sementara ubudiyah (menghambakan diri) merupakan sifat makhlukNya.
(15) ﴾ إِنَّ ٱلسَّاعَةَ ءَاتِيَةٌ ﴿ "Sesungguhnya Hari Kiamat itu akan datang," maksudnya pasti terjadi ﴾ أَكَادُ أُخۡفِيهَا ﴿ "(hampir saja) Aku merahasiakan (waktu)nya," yaitu dari diriKu Sendiri, sebagaimana termaktub pada salah satu versi qira`ah. Seperti Firman Allah, ﴾ يَسۡـَٔلُكَ ٱلنَّاسُ عَنِ ٱلسَّاعَةِۖ قُلۡ إِنَّمَا عِلۡمُهَا عِندَ ٱللَّهِۚ ﴿ "Manusia bertanya kepadamu tentang Hari Berbangkit. Katakanlah, 'Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Berbangkit itu hanya di sisi Allah'." (Al-Ahzab: 63). Allah تعالى berfirman, ﴾ وَعِندَهُۥ عِلۡمُ ٱلسَّاعَةِ ﴿ "Dan di sisiNya-lah pengetahuan tentang Hari Kiamat." (Az- Zukhruf: 85). Pengetahuan mengenai waktu terjadinya sudah Allah sembu-nyikan dari para makhluk semuanya. Malaikat yang dekat dengan Allah dan nabi yang diutus pun tidak mengetahuinya. Hikmah di-hadirkannya Hari Kiamat ﴾ لِتُجۡزَىٰ كُلُّ نَفۡسِۭ بِمَا تَسۡعَىٰ ﴿ "supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan amal yang dia usahakan," yang baik ataupun yang buruk. Hari Kiamat adalah pintu menuju akhirat, ﴾ لِيَجۡزِيَ ٱلَّذِينَ أَسَٰٓـُٔواْ بِمَا عَمِلُواْ وَيَجۡزِيَ ٱلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ بِٱلۡحُسۡنَى 31 ﴿ "Supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap amal yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga)." (An-Najm: 31).
Page 312
19:96
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ سَيَجۡعَلُ لَهُمُ ٱلرَّحۡمَٰنُ وُدّٗا ٩٦
Indeed, those who have believed and done righteous deeds - the Most Merciful will appoint for them affection.1
1 translator’s note
- From Himself and from among each other. ↩
19:97
فَإِنَّمَا يَسَّرۡنَٰهُ بِلِسَانِكَ لِتُبَشِّرَ بِهِ ٱلۡمُتَّقِينَ وَتُنذِرَ بِهِۦ قَوۡمٗا لُّدّٗا ٩٧
So, [O Muḥammad], We have only made it [i.e., the Qur’ān] easy in your tongue [i.e., the Arabic language] that you may give good tidings thereby to the righteous and warn thereby a hostile people.
19:98
وَكَمۡ أَهۡلَكۡنَا قَبۡلَهُم مِّن قَرۡنٍ هَلۡ تُحِسُّ مِنۡهُم مِّنۡ أَحَدٍ أَوۡ تَسۡمَعُ لَهُمۡ رِكۡزَۢا ٩٨
And how many have We destroyed before them of generations? Do you perceive of them anyone or hear from them a sound?
سورة طه
Taha
Ta-Ha · Meccan · 135 ayahs
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
20:1
طه ١
Ṭā, Hā.1
1 translator’s note
- See footnote to 2:1. ↩
20:2
مَآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡقُرۡءَانَ لِتَشۡقَىٰٓ ٢
We have not sent down to you the Qur’ān that you be distressed
20:3
إِلَّا تَذۡكِرَةٗ لِّمَن يَخۡشَىٰ ٣
But only as a reminder for those who fear [Allāh] -
20:4
تَنزِيلٗا مِّمَّنۡ خَلَقَ ٱلۡأَرۡضَ وَٱلسَّمَٰوَٰتِ ٱلۡعُلَى ٤
A revelation from He who created the earth and highest heavens,
20:5
ٱلرَّحۡمَٰنُ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ ٱسۡتَوَىٰ ٥
The Most Merciful [who is] above the Throne established.1
1 translator’s note
- i.e., having ascendancy over all creation. See footnotes to 2:19 and 7:54. ↩
20:6
لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا وَمَا تَحۡتَ ٱلثَّرَىٰ ٦
To Him belongs what is in the heavens and what is on the earth and what is between them and what is under the soil.
20:7
وَإِن تَجۡهَرۡ بِٱلۡقَوۡلِ فَإِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلسِّرَّ وَأَخۡفَى ٧
And if you speak aloud - then indeed, He knows the secret and what is [even] more hidden.
20:8
ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ لَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ ٨
Allāh - there is no deity except Him. To Him belong the best names.
20:9
وَهَلۡ أَتَىٰكَ حَدِيثُ مُوسَىٰٓ ٩
And has the story of Moses reached you? -
20:10
إِذۡ رَءَا نَارٗا فَقَالَ لِأَهۡلِهِ ٱمۡكُثُوٓاْ إِنِّيٓ ءَانَسۡتُ نَارٗا لَّعَلِّيٓ ءَاتِيكُم مِّنۡهَا بِقَبَسٍ أَوۡ أَجِدُ عَلَى ٱلنَّارِ هُدٗى ١٠
When he saw a fire and said to his family, "Stay here; indeed, I have perceived a fire; perhaps I can bring you a torch or find at the fire some guidance."
20:11
فَلَمَّآ أَتَىٰهَا نُودِيَ يَٰمُوسَىٰٓ ١١
And when he came to it, he was called, "O Moses,
20:12
إِنِّيٓ أَنَا۠ رَبُّكَ فَٱخۡلَعۡ نَعۡلَيۡكَ إِنَّكَ بِٱلۡوَادِ ٱلۡمُقَدَّسِ طُوٗى ١٢
Indeed, I am your Lord, so remove your sandals. Indeed, you are in the blessed valley of Ṭuwā.