Al-Furqan 25:69
The Criterion · Juz 19 · Page 366
يُضَٰعَفۡ لَهُ ٱلۡعَذَابُ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَيَخۡلُدۡ فِيهِۦ مُهَانًا ٦٩
Multiplied for him is the punishment on the Day of Resurrection, and he will abide therein humiliated -
Tafsir · in Indonesian
As-Sa'di
Medium · Clear and to the point: what to take from each passage.
Change
Commentary on 25:63–77
"Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penya-yang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, niscaya mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka. Dan orang-orang yang berkata, 'Ya Rabb kami, jauhkan azab Jahanam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.' Sesungguhnya Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan (pembelanjaan itu) adalah di tengah-tengah antara yang demikian. Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melaku-kan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada Hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal shalih, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaidah, mereka lalui (saja) de-ngan menjaga kehormatan dirinya. Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Rabb mereka, maka mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta. Dan orang-orang yang berkata, 'Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penye-nang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.' Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka, dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya, mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman. Katakanlah (kepada orang-orang musyrik), 'Rabbku tidak mengindahkanmu, kalau tidak karena ibadahmu (niscaya Dia tidak mengindahkanmu). (Tetapi bagaimana mungkin kamu beribadah kepadaNya), sementara kamu sungguh telah men-dustakanNya? karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu)." (Al-Furqan: 63-77).
(63) Penghambaan kepada Allah itu ada dua: Pertama, penghambaan kepada rububiyahNya. Yang ini dimiliki oleh semua manusia, baik yang Muslim maupun yang kafir, yang shalih dan yang jahat. Jadi semua mereka adalah hamba Allah yang diciptakan dan diatur; ﴾ إِن كُلُّ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ إِلَّآ ءَاتِي ٱلرَّحۡمَٰنِ عَبۡدٗا 93 ﴿ "Tidak ada seorang pun di langit dan bumi, melainkan pasti akan datang kepada Yang Maha Pemurah sebagai seorang hamba." (Maryam: 93). Yang kedua, penghambaan kepada uluhiyahNya, peribadatan kepadaNya dan rahmatNya. Ini adalah penghambaan para nabi dan para waliNya. Inilah yang dimaksud di sini. Oleh karena itu, Allah mengimbuhkannya (abd) kepada namaNya, 'ar-rahman," sebagai isyarat bahwa mereka telah mencapai kepada kedudukan ini disebabkan rahmatNya. Kemudian Dia menjelaskan [bahwa] sifat-sifat mereka merupakan sifat yang paling sempurna dan karakter-karakter mereka merupakan karakter yang paling utama. Allah menyifati mereka (dengan ungkapan) bahwasanya mereka ﴾ يَمۡشُونَ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ هَوۡنٗا ﴿ "berjalan di atas bumi dengan rendah hati," maksud-nya dengan tenang, merendahkan diri kepada Allah dan kepada manusia. Ini adalah pernyataan untuk sifat mereka, yaitu hikmat, tenang dan tawadhu' (merendahkan diri) kepada Allah dan kepada hamba-hambaNya. ﴾ وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلۡجَٰهِلُونَ ﴿ "Dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka," dengan sapaan jahil; ini berdasarkan bukti pengimbuhan kata kerja dan penyandarannya kepada sifat tersebut, ﴾ قَالُواْ سَلَٰمٗا ﴿ "niscaya mereka mengucapkan kata-kata yang mengandung keselamatan," maksudnya mereka menjawab sapaan mereka dengan sapaan yang selamat dari dosa di dalamnya, dan mereka selamat dari balasan orang jahil dengan kejahilannya. Ini adalah pujian untuk mereka karena sikap santun mereka yang luar biasa, dan membalas orang yang jahat dengan kebaikan dan pemberian maaf terhadap si jahil, dan kematangan akal mereka yang telah mengantar mereka kepada tingkatan ini.
(64) ﴾ وَٱلَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمۡ سُجَّدٗا وَقِيَٰمٗا ﴿ "Dan orang-orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka," maksudnya, mereka banyak melakukan shalat malam dengan ikhlas kepada Allah, menghinakan diri kepadaNya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمۡ عَنِ ٱلۡمَضَاجِعِ يَدۡعُونَ رَبَّهُمۡ خَوۡفٗا وَطَمَعٗا وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ 16 فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٞ مَّآ أُخۡفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعۡيُنٖ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ 17 ﴿ "Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Rabbnya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan ter-hadap apa yang telah mereka kerjakan." (As-Sajdah: 16-17).
(65) ﴾ وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱصۡرِفۡ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَۖ ﴿ "Dan orang-orang yang berkata, 'Ya Rabb kami, jauhkan azab Jahanam dari kami," maksudnya, cegahlah ia dari kami dengan cara dijaga dari segala faktor penye-babnya dan dengan ampunan dari segala dosa yang terjadi dari kami, di mana hal itu merupakan penyebab azab, ﴾ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا ﴿ "sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal" maksudnya, mengharuskan pelakunya mendapatkan azab, sebagaimana kedu-dukan orang yang berhutang kepada orang yang berpiutang.
(66) ﴾ إِنَّهَا سَآءَتۡ مُسۡتَقَرّٗا وَمُقَامٗا ﴿ "Sesungguhnya Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman." Ini adalah ungkapan doa dari mereka dengan nada mengemis kepada Allah, sebagai penjelasan betapa butuhnya mereka kepadaNya, dan pernyataan bahwa mereka tidak mempunyai kemampuan untuk menanggung azab tersebut; dan agar mereka bisa mengingat kembali karunia Allah yang telah dilimpahkan kepada mereka. Sebab, sesungguhnya tindakan (Allah) menghilangkan kedahsyatan azab sesuai dengan (kadar) kedahsyatan dan kehebatannya sangatlah menyentuh (kalbu) dan rasa gembira meluap bila kedahsyatan azab itu dijauhkan.
(67) ﴾ وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَنفَقُواْ ﴿ "Dan orang-orang yang apabila membelan-jakan," yaitu nafkah yang wajib dan yang sunnah, ﴾ لَمۡ يُسۡرِفُواْ ﴿ "mereka tidak berlebih-lebihan," tidak melebihi batas, sehingga akan berakibat akan termasuk ke dalam perbuatan tabdzir (menghambur-hambur), ﴾ وَلَمۡ يَقۡتُرُواْ ﴿ "dan tidak (pula) kikir" sehingga mengakibatkan mereka bisa terjerumus ke dalam sifat kikir dan pelit serta mengabaikan hak-hak yang wajib, ﴾ وَكَانَ ﴿ "dan ia adalah," maksudnya pembe-lanjaan itu, ﴾ بَيۡنَ ذَٰلِكَ ﴿ "antara yang demikian," antara sikap berlebih-lebihan dengan sikap kikir, ﴾ قَوَامٗا ﴿ "di tengah-tengah," mereka me-ngeluarkannya dalam hal-hal yang wajib, seperti zakat, kaffarat (bayar denda) dan berbagai belanja wajib dan dalam hal-hal yang pantas, dengan cara yang pantas pula tanpa menimbulkan bahaya bagi diri sendiri dan orang lain. Ini merupakan sikap keseimbangan dan kesederhanaan mereka.
(68) ﴾ وَٱلَّذِينَ لَا يَدۡعُونَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ ﴿ "Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah," akan tetapi hanya me-nyembahNya semata, dengan menuluskan kepatuhan kepadaNya, cenderung dan murni menghadap kepadaNya, dan berpaling dari selainNya. ﴾ وَلَا يَقۡتُلُونَ ٱلنَّفۡسَ ٱلَّتِي حَرَّمَ ٱللَّهُ ﴿ "Dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah," yaitu jiwa seorang Muslim dan orang kafir yang terikat perjanjian damai, ﴾ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ ﴿ "kecuali dengan (alasan) yang benar," seperti membunuh jiwa karena jiwa (yang lain), membunuh pezina muhshan, dan orang kafir yang halal dibunuh, ﴾ وَلَا يَزۡنُونَۚ ﴿ "dan tidak berzina," bahkan mereka selalu menjaga kemaluan mereka, kecuali terhadap istri-istri atau budak-budak sahaya mereka. ﴾ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ ﴿ "Barangsiapa yang melakukan demikian itu," yaitu memperse-kutukan Allah, atau membunuh jiwa yang tak berdosa yang Allah haramkan, kecuali dengan alasan yang benar, atau berbuat zina, ﴾ يَلۡقَ أَثَامٗا ﴿ "niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa."
(69) Kemudian Allah menguraikannya dengan FirmanNya, ﴾ يُضَٰعَفۡ لَهُ ٱلۡعَذَابُ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَيَخۡلُدۡ فِيهِۦ ﴿ "Akan dilipatgandakan azab untuknya pada Hari Kiamat dan dia akan kekal di dalamnya," maksudnya, di dalam azab t e r s e b u t ﴾ مُهَانًا ﴿ "dalam keadaan terhina." Jadi, ancaman dengan (azab) yang kekal bagi yang melakukan dosa-dosa itu ada-lah pasti, tidak dapat diragukan lagi. Dan begitu pula bagi orang yang mempersekutukan Allah. Juga ancaman dengan azab yang dahsyat bagi setiap orang yang melakukan salah satu dari tiga dosa tersebut, sebab dosa-dosa tersebut adalah dosa syirik, atau kalau tidak, maka termasuk dosa-dosa yang paling besar. Adapun tentang kekekalan bagi pembunuh dan pelaku zina di dalam azab, maka sesungguhnya "kekekalan" itu tidak menca-kupnya. Sebab banyak dalil-dalil al-Qur`an dan as-Sunnah yang menjelaskan bahwa seluruh orang-orang Mukmin akan keluar dari neraka, tidak ada seorang Mukmin pun yang kekal di dalamnya, sekalipun dia telah melakukan kemaksiatan apa saja. Allah سبحانه وتعالى men-catat tiga dosa besar tersebut adalah karena keberadaannya sebagai dosa yang paling besar. Syirik mengandung pengrusakan terhadap agama, pembunuhan mengandung pengrusakan terhadap jasad, sedangkan zina mengandung pengrusakan terhadap kehormatan.
(70) ﴾ إِلَّا مَن تَابَ ﴿ "Kecuali orang yang bertaubat," dari kemak-siatan-kemaksiatan tersebut dan lain-lainnya, dengan cara mening-galkannya sama sekali saat itu juga, menyesali perbuatannya yang telah lalu, dan bertekad dengan sungguh-sungguh untuk tidak akan mengulangi kembali, ﴾ وَءَامَنَ ﴿ "dan beriman," kepada Allah dengan iman yang benar yang menuntut untuk meninggalkan segala maksiat dan mengerjakan berbagai ketaatan, ﴾ وَعَمِلَ عَمَلٗا صَٰلِحٗا ﴿ "dan mengerjakan amal shalih," dari amal yang diperintahkan oleh asy-Syari' (Allah dan RasulNya) bila diniatkan mengharap keridhaan Allah. ﴾ فَأُوْلَٰٓئِكَ يُبَدِّلُ ٱللَّهُ سَيِّـَٔاتِهِمۡ حَسَنَٰتٖۗ ﴿ "Maka mereka itu, kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan," maksudnya segala perbuatan dan perkataan mereka yang disiapkan untuk amal keburukan akan di-ganti, yaitu diganti dengan kebajikan-kebajikan. Maka syirik me-reka berubah menjadi iman, kemaksiatan mereka diganti menjadi ketaatan, dan kejahatan-kejahatan yang sama yang pernah mereka lakukan diganti, kemudian ditumbuhkan bagi mereka satu taubat, inabat dan ketaatan untuk setiap dosa dari dosa-dosa tersebut. Yaitu diganti dengan kebajikan-kebajikan, sebagaimana tampak dari zahirnya ayat. Dalam hal ini ada sebuah hadits tentang seorang lelaki yang dihisab oleh Allah karena sebagian dosa-dosanya, lalu dihitung di hadapannya, kemudian Allah mengganti untuk setiap dosa dengan satu kebajikan. Lalu orang itu berkata, "Ya Rabbi, sesungguhnya aku mempunyai beberapa dosa lagi yang tidak aku lihat di sini."[33] Wallahu a'lam. ﴾ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا ﴿ "Dan Allah Maha Pengampun," terhadap siapa saja yang bertaubat, Dia selalu mengampuni dosa besar, ﴾ رَّحِيمٗا ﴿ "lagi Maha Penyayang," kepada hamba-hambaNya, di mana Dia mengajak mereka bertaubat setelah sebelumnya mereka menentangNya de-ngan dosa-dosa besar, lalu memberi mereka taufik untuk bertaubat, kemudian menerima taubat mereka.
(71) ﴾ وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَٰلِحٗا فَإِنَّهُۥ يَتُوبُ إِلَى ٱللَّهِ مَتَابٗا ﴿ "Dan barangsiapa yang bertaubat dan mengerjakan amal shalih, maka sesungguhnya dia bertau-bat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya," maksudnya, maka hendaklah dia mengetahui bahwa taubatnya benar-benar berada pada puncak kesempurnaan, sebab ia merupakan sikap kembali kepada jalan yang lurus yang dapat mengantarkan kepada Allah, yang merupakan inti dari kebahagiaan seseorang dan kebe-runtungannya. Maka hendaklah dia tulus dalam bertaubat, dan hendaklah dia memurnikannya dari segala noda tujuan rusak. Yang dimaksud dari ini semua adalah anjuran untuk menyempurnakan taubat dan melaksanakannya sebaik dan sesempurna mungkin, agar Dia menerima siapa saja yang bertaubat kepadaNya, kemudian membalasnya sesuai dengan kesempurnaan taubatnya.
(72) ﴾ وَٱلَّذِينَ لَا يَشۡهَدُونَ ٱلزُّورَ ﴿ "Dan orang-orang yang tidak mem-berikan persaksian palsu," maksudnya mereka tidak menghadiri ke-palsuan, yaitu perkataan dan perbuatan yang diharamkan. Mereka menghindari majelis-majelis yang banyak mengandung perkataan-perkataan atau perbuatan-perbuatan yang diharamkan, seperti mempermasalahkan ayat-ayat Allah, debat batil, menggunjing, memfitnah (adu-domba), memaki, menuduh berbuat zina, mem-perolok-olok, lagu-lagu haram, minum khamar, alas-alas yang ter-buat dari kain sutra, gambar-gambar dan lain-lain. Kalaulah mereka tidak menyaksikan kepalsuan, maka lebih utama lagi mereka tidak mengatakannya dan mengerjakannya. Kesaksian palsu masuk ke dalam kategori ucapan palsu, dan masuk ke dalam maksud ayat ini secara lebih utama. ﴾ وَإِذَا مَرُّواْ بِٱللَّغۡوِ ﴿ "Dan apabila mereka bertemu dengan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaidah," yaitu pembicaraan yang tidak me-ngandung kebaikan dan faidah religi ataupun duniawi, seperti pembicaraan orang-orang yang dungu dan yang serupa dengannya, ﴾ مَرُّواْ كِرَامٗا ﴿ "mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya." Maksudnya mereka mencegah diri mereka dan memuliakan diri-nya dari tindakan ikut serta tenggelam di dalamnya dan mereka berpendapat bahwa tindakan ikut serta tenggelam di dalamnya (meskipun tidak mengandung dosa) tetapi ia merupakan tindakan bodoh yang mencemari kemanusiaan dan kewibawaan. Mereka menjaga kesucian diri mereka darinya. Dan pada FirmanNya, ﴾ وَإِذَا مَرُّواْ بِٱللَّغۡوِ ﴿ "Dan apabila mereka bertemu dengan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaidah," terdapat sebuah isyarat bahwa mereka tidak bermaksud menghadirinya ataupun mendengarkannya, akan tetapi hal itu terjadi saat bertemu secara kebetulan tanpa kesengajaan. Mereka memuliakan diri mereka darinya.
Page 366
25:68
وَٱلَّذِينَ لَا يَدۡعُونَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ وَلَا يَقۡتُلُونَ ٱلنَّفۡسَ ٱلَّتِي حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ وَلَا يَزۡنُونَۚ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ يَلۡقَ أَثَامٗا ٦٨
And those who do not invoke1 with Allāh another deity or kill the soul which Allāh has forbidden [to be killed], except by right, and do not commit unlawful sexual intercourse. And whoever should do that will meet a penalty.
1 translator’s note
- Or "worship." ↩
25:69
يُضَٰعَفۡ لَهُ ٱلۡعَذَابُ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَيَخۡلُدۡ فِيهِۦ مُهَانًا ٦٩
Multiplied for him is the punishment on the Day of Resurrection, and he will abide therein humiliated -
25:70
إِلَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ عَمَلٗا صَٰلِحٗا فَأُوْلَٰٓئِكَ يُبَدِّلُ ٱللَّهُ سَيِّـَٔاتِهِمۡ حَسَنَٰتٖۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗا ٧٠
Except for those who repent, believe and do righteous work. For them Allāh will replace their evil deeds with good. And ever is Allāh Forgiving and Merciful.
25:71
وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَٰلِحٗا فَإِنَّهُۥ يَتُوبُ إِلَى ٱللَّهِ مَتَابٗا ٧١
And he who repents and does righteousness does indeed turn to Allāh with [accepted] repentance.
25:72
وَٱلَّذِينَ لَا يَشۡهَدُونَ ٱلزُّورَ وَإِذَا مَرُّواْ بِٱللَّغۡوِ مَرُّواْ كِرَامٗا ٧٢
And [they are] those who do not testify to falsehood, and when they pass near ill speech, they pass by with dignity.
25:73
وَٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ لَمۡ يَخِرُّواْ عَلَيۡهَا صُمّٗا وَعُمۡيَانٗا ٧٣
And those who, when reminded of the verses of their Lord, do not fall upon them deaf and blind.
25:74
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا ٧٤
And those who say, "Our Lord, grant us from among our wives and offspring comfort to our eyes1 and make us a leader [i.e., example] for the righteous."
1 translator’s note
- i.e., a source of happiness due to their righteousness. ↩
25:75
أُوْلَٰٓئِكَ يُجۡزَوۡنَ ٱلۡغُرۡفَةَ بِمَا صَبَرُواْ وَيُلَقَّوۡنَ فِيهَا تَحِيَّةٗ وَسَلَٰمًا ٧٥
Those will be awarded the Chamber1 for what they patiently endured, and they will be received therein with greetings and [words of] peace,
1 translator’s note
- The most elevated portion of Paradise. ↩
25:76
خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ حَسُنَتۡ مُسۡتَقَرّٗا وَمُقَامٗا ٧٦
Abiding eternally therein. Good is the settlement and residence.
25:77
قُلۡ مَا يَعۡبَؤُاْ بِكُمۡ رَبِّي لَوۡلَا دُعَآؤُكُمۡۖ فَقَدۡ كَذَّبۡتُمۡ فَسَوۡفَ يَكُونُ لِزَامَۢا ٧٧
Say, "What would my Lord care for you if not for your supplication?"1 For you [disbelievers] have denied, so it [i.e., your denial] is going to be adherent.2