An-NamlJuz 19 · Page 380

An-Naml 27:36

The Ant · Juz 19 · Page 380

فَلَمَّا جَآءَ سُلَيۡمَٰنَ قَالَ أَتُمِدُّونَنِ بِمَالٖ فَمَآ ءَاتَىٰنِۦَ ٱللَّهُ خَيۡرٞ مِّمَّآ ءَاتَىٰكُمۚ بَلۡ أَنتُم بِهَدِيَّتِكُمۡ تَفۡرَحُونَ ٣٦

So when they came to Solomon, he said, "Do you provide me with wealth? But what Allāh has given me is better than what He has given you. Rather, it is you who rejoice in your gift.

Tafsir · in Indonesian

As-Sa'di

Medium · Clear and to the point: what to take from each passage.

Whole surah

Change

Commentary on 27:15–44

"Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Dawud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan, 'Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambaNya yang beriman.' Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud, dan dia berkata, 'Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata.' Dan dihimpunkan untuk Sulai-man tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, 'Hai semut-semut, ma-suklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari,' maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, 'Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau anugerahkan ke-padaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang shalih.' Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, 'Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras, atau benar-benar aku menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang.' Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata, 'Aku telah menge-tahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan aku membawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini, sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai sing-gasana yang besar. Aku mendapatinya dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan setan telah menjadikan mereka me-mandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak mendapat pe-tunjuk, agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan sesuatu yang terpendam di langit dan bumi, dan Yang mengetahui sesuatu yang kamu sembunyikan dan sesuatu yang kamu nyata-kan. Allah, tiada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai Arasy yang besar.' Berkatalah Sulaiman, 'Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta. Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuh-kanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan.' Berkata ia (Balqis), 'Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia. Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi)nya, 'Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku, dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang berserah diri.' Berkata dia (Balqis), 'Hai para pembesar, berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini), aku ti-dak pernah memutuskan sesuatu persoalan sehingga kalian berada dalam majelis(ku).' Mereka menjawab, 'Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan.' Dia berkata, 'Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat. Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu.' Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata, 'Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? Maka sesuatu yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada sesuatu yang diberi-kanNya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiah-mu. Kembalilah kepada mereka, sungguh kami akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dalam keadaan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina.' Sulaiman berkata, 'Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri?' Berkatalah 'Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin, 'Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.' Ber-katalah seorang yang mempunyai ilmu dari al-Kitab, 'Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.' Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hada-pannya, dia pun berkata, 'Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya lagi Mahamulia.' Dia berkata, 'Rubahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya).' Dan ketika Balqis datang, ditanya-kanlah kepadanya, 'Serupa inikah singgasanamu?' Dia menjawab, 'Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pe-ngetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri.' Dan sesuatu yang disembahnya selama ini selain Allah, men-cegahnya (untuk melahirkan keislamannya), karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir. Dikatakan ke-padanya, 'Masuklah ke dalam istana.' Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkap-kannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman, 'Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca.' Berkatalah Balqis, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat lalim terhadap diriku, dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam'." (An-Naml: 15-44).

(15) Allah mengingatkan di dalam al-Qur`an ini dan memuji karuniaNya kepada Dawud dan putranya, Sulaiman yaitu berupa ilmu pengetahuan yang luas lagi banyak, dengan bukti (ungkapan) nakirah (kata indefinite), sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَدَاوُۥدَ وَسُلَيۡمَٰنَ إِذۡ يَحۡكُمَانِ فِي ٱلۡحَرۡثِ إِذۡ نَفَشَتۡ فِيهِ غَنَمُ ٱلۡقَوۡمِ وَكُنَّا لِحُكۡمِهِمۡ شَٰهِدِينَ 78 فَفَهَّمۡنَٰهَا سُلَيۡمَٰنَۚ وَكُلًّا ءَاتَيۡنَا حُكۡمٗا وَعِلۡمٗاۚ ﴿ "Dan (ingatlah kisah) Dawud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu, maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat), dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu." (Al-Anbiya`: 78-79). Dan keduanya pun berkata seraya bersyukur kepada Tuhan-nya atas karuniaNya yang sangat besar, yaitu atas pengajaran untuk keduanya, ﴾ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي فَضَّلَنَا عَلَىٰ كَثِيرٖ مِّنۡ عِبَادِهِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambaNya yang beriman.' Maka keduanya memuji Allah karena telah menjadikan keduanya termasuk orang-orang yang beriman, manusia yang mendapat kebahagiaan, dan mereka adalah orang-orang yang spesial. Sudah tidak sak lagi bahwa orang-orang yang beriman itu ada empat derajat, yaitu orang-orang shalih, lalu di atasnya adalah para syuhada`, dan di atasnya lagi adalah para shiddiqin dan yang paling atas adalah para nabi. Dawud dan Sulaiman adalah termasuk dalam kategori elitnya para rasul, sekalipun mereka masih berada di bawah derajat (tingkatan) ulul 'azmi yang berjumlah lima rasul. Akan tetapi mereka tetap termasuk golongan para rasul yang paling utama lagi mulia; yaitu mereka yang dipuji oleh Allah di dalam al-Qur`an dengan pujian yang sangat besar. Maka dari itu mereka memuji Allah atas kedudukan yang mereka capai ini. Ini adalah tanda kebahagiaan seorang hamba, yaitu dia bersyukur kepada Allah atas berbagai nikmatNya yang bersifat religi dan duniawi, dan kalau dia melihat (merasakan) bahwa seluruh nikmat adalah berasal dari Rabbnya, maka dia tidak akan berbangga diri karenanya dan tidak menjadi sombong dengannya, bahkan dia melihat bahwa kenikmatan-kenikmatan tersebut sangat berhak untuk disyukuri sebanyak-banyaknya.

(16) Setelah Allah memuji keduanya secara bersamaan, maka Dia menyebut Sulaiman secara khusus karena keistimewaan yang diberikan kepadanya. Sebab Allah telah menganugerahkan kepadanya suatu kerajaan yang sangat besar hingga memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki ayahnya عليهما السلام. Maka Dia berfirman, ﴾ وَوَرِثَ سُلَيۡمَٰنُ دَاوُۥدَۖ ﴿ "Sulaiman telah mewarisi Dawud." Mak-sudnya, Sulaiman telah mewarisi ilmu dan kenabian ayahnya, dan ilmu ayahnya telah tergabung dalam ilmunya. Bisa jadi Sulaiman telah mempelajari ilmu yang dimiliki ayahnya dan ditambah dengan ilmunya sendiri yang sudah ada pada waktu ayahnya masih ada, sebagaimana telah disebutkan dahulu Firman Allah, ﴾ فَفَهَّمۡنَٰهَا سُلَيۡمَٰنَۚ ﴿ "Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat)." (Al-Anbiya`: 79). ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan ia berkata," sebagai rasa syukurnya kepada Allah dan mengingat karunia dan nikmatNya, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمۡنَا مَنطِقَ ٱلطَّيۡرِ ﴿ "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung." Nabi Sulaiman عليه السلام mengerti dan memahami apa yang dikatakan dan dibicarakan oleh burung-burung, sebagaimana dia telah berdialog dengan burung hud-hud, dan hud-hud pun menjawabnya, dan sebagaimana dia paham perkataan ratu semut kepada para pasu-kannya, sebagaimana akan dijelaskan nanti. Derajat ini tidak pernah dimiliki oleh siapa pun selain nabi Sulaiman عليه السلام, ﴾ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَيۡءٍۖ ﴿ "dan kami diberi segala sesuatu." Maksudnya, kami telah dikaruniai Allah berbagai nikmat dan berbagai fasilitas kerajaan dan kekuasa-an yang belum pernah Dia berikan kepada seorang pun dari anak cucu Adam ini. Oleh karena itu, ia berdoa kepada Rabbnya, ﴾ رَبِّ ٱغۡفِرۡ لِي وَهَبۡ لِي مُلۡكٗا لَّا يَنۢبَغِي لِأَحَدٖ مِّنۢ بَعۡدِيٓۖ ﴿ "Ya Rabbku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku." (Shad: 35). Lalu Allah سبحانه وتعالى menundukkan seluruh setan (jin) kepadanya, yang mana mereka dapat mengerjakan untuknya pekerjaan apa saja yang dikehendakinya, yang tidak sanggup dilakukan oleh selain mereka. Dan Allah menundukkan angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan. ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya (semua) ini," yang diberikan Allah kepada kami ini, diutamakan dan diistimewakannya kepada kami, ﴾ لَهُوَ ٱلۡفَضۡلُ ٱلۡمُبِينُ ﴿ "benar-benar suatu karunia yang nyata," jelas lagi gamblang. Maka dia mengakui dengan sesempurna pengakuan tentang kenikmatan Allah تعالى.

(17) ﴾ وَحُشِرَ لِسُلَيۡمَٰنَ جُنُودُهُۥ مِنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ وَٱلطَّيۡرِ فَهُمۡ يُوزَعُونَ ﴿ "Dan dihimpun-kan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia, dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib." Maksudnya, bala tentaranya yang berjum-lah sangat besar dan bermacam-macam dari bangsa manusia, jin, setan dan burung-burung dikumpulkan. ﴾ فَهُمۡ يُوزَعُونَ ﴿ "Lalu mereka itu diatur dengan tertib," mereka diatur dan dirapikan serapi-rapinya dari yang awal hingga yang terakhir, dan mereka ditertibkan de-ngan sangat rapi dalam perjalanan, dalam waktu singgah dan dalam waktu ada di tempat tinggal serta waktu bepergian. Sulaiman sudah siap untuk itu dan telah mempersiapkan segalanya. Semua tentara tersebut tunduk kepada perintahnya, tidak mampu mendurhakai atau membangkang terhadapnya, sebagaimana dijelaskan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ هَٰذَا عَطَآؤُنَا فَٱمۡنُنۡ أَوۡ أَمۡسِكۡ بِغَيۡرِ حِسَابٖ 39 ﴿ "Inilah anugerah Kami; maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) dengan tiada pertanggungan jawab." (Shad: 39).

(18) Maka berangkatlah pasukan tentara yang sangat besar tersebut di dalam salah satu perjalanannya, ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَوۡاْ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمۡلِ قَالَتۡ نَمۡلَةٞ ﴿ "hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut," maksudnya, ia mengingatkan kawan-kawan dan keluarga besarnya, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمۡلُ ٱدۡخُلُواْ مَسَٰكِنَكُمۡ لَا يَحۡطِمَنَّكُمۡ سُلَيۡمَٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak di-injak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari." Semut itu memberi nasihat dan memperdengarkan (ucapannya) kepada semut-semut lainnya, baik dengan sendirinya di mana Allah سبحانه وتعالى telah menganugerahkan kepada semut-semut itu kemampuan untuk mendengar yang di luar dari kebiasaan, karena peringatan kepada seluruh semut yang memenuhi lembah dengan suara se-ekor semut merupakan suatu keajaiban luar biasa; atau (kemung-kinan kedua) semut itu memberitahu kepada semut-semut yang ada di sekitarnya lalu berita menyebar dari satu kepada yang lainnya hingga sampai kepada seluruhnya, dan semut itu memerintahkan kepada mereka supaya berhati-hati dan berjalan menuju sarang-sarangnya. Semut itu mengetahui kondisi Sulaiman dan bala ten-taranya serta keagungan kekuasaannya; dan semut itu memberi-tahu seluruh rekan-rekannya bahwasanya bala tentara tersebut, jika menginjak kalian, maka hal itu terjadi bukan karena kesengajaan atau kesadaran mereka.

Continue in the whole surah's tafsir

Saheeh International · As-Sa'di · Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api · Quran Foundation

Page 380

An-NamlJuz 19 · Page 380

27:36

فَلَمَّا جَآءَ سُلَيۡمَٰنَ قَالَ أَتُمِدُّونَنِ بِمَالٖ فَمَآ ءَاتَىٰنِۦَ ٱللَّهُ خَيۡرٞ مِّمَّآ ءَاتَىٰكُمۚ بَلۡ أَنتُم بِهَدِيَّتِكُمۡ تَفۡرَحُونَ ٣٦

So when they came to Solomon, he said, "Do you provide me with wealth? But what Allāh has given me is better than what He has given you. Rather, it is you who rejoice in your gift.

27:37

ٱرۡجِعۡ إِلَيۡهِمۡ فَلَنَأۡتِيَنَّهُم بِجُنُودٖ لَّا قِبَلَ لَهُم بِهَا وَلَنُخۡرِجَنَّهُم مِّنۡهَآ أَذِلَّةٗ وَهُمۡ صَٰغِرُونَ ٣٧

Return to them, for we will surely come to them with soldiers that they will be powerless to encounter, and we will surely expel them therefrom in humiliation, and they will be debased."

27:38

قَالَ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمَلَؤُاْ أَيُّكُمۡ يَأۡتِينِي بِعَرۡشِهَا قَبۡلَ أَن يَأۡتُونِي مُسۡلِمِينَ ٣٨

[Solomon] said, "O assembly [of jinn], which of you will bring me her throne before they come to me in submission?"

27:39

قَالَ عِفۡرِيتٞ مِّنَ ٱلۡجِنِّ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبۡلَ أَن تَقُومَ مِن مَّقَامِكَۖ وَإِنِّي عَلَيۡهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٞ ٣٩

A powerful one from among the jinn said, "I will bring it to you before you rise from your place, and indeed, I am for this [task] strong and trustworthy."

27:40

قَالَ ٱلَّذِي عِندَهُۥ عِلۡمٞ مِّنَ ٱلۡكِتَٰبِ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبۡلَ أَن يَرۡتَدَّ إِلَيۡكَ طَرۡفُكَۚ فَلَمَّا رَءَاهُ مُسۡتَقِرًّا عِندَهُۥ قَالَ هَٰذَا مِن فَضۡلِ رَبِّي لِيَبۡلُوَنِيٓ ءَأَشۡكُرُ أَمۡ أَكۡفُرُۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهِۦۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيّٞ كَرِيمٞ ٤٠

Said one who had knowledge from the Scripture, "I will bring it to you before your glance returns to you." And when [Solomon] saw it placed before him, he said, "This is from the favor of my Lord to test me whether I will be grateful or ungrateful. And whoever is grateful - his gratitude is only for [the benefit of] himself. And whoever is ungrateful - then indeed, my Lord is Free of need and Generous."

27:41

قَالَ نَكِّرُواْ لَهَا عَرۡشَهَا نَنظُرۡ أَتَهۡتَدِيٓ أَمۡ تَكُونُ مِنَ ٱلَّذِينَ لَا يَهۡتَدُونَ ٤١

He said, "Disguise for her her throne; we will see whether she will be guided [to truth] or will be of those who is not guided."

27:42

فَلَمَّا جَآءَتۡ قِيلَ أَهَٰكَذَا عَرۡشُكِۖ قَالَتۡ كَأَنَّهُۥ هُوَۚ وَأُوتِينَا ٱلۡعِلۡمَ مِن قَبۡلِهَا وَكُنَّا مُسۡلِمِينَ ٤٢

So when she arrived, it was said [to her], "Is your throne like this?" She said, "[It is] as though it was it." [Solomon said], "And we were given knowledge before her, and we have been Muslims [in submission to Allāh].

27:43

وَصَدَّهَا مَا كَانَت تَّعۡبُدُ مِن دُونِ ٱللَّهِۖ إِنَّهَا كَانَتۡ مِن قَوۡمٖ كَٰفِرِينَ ٤٣

And that which she was worshipping other than Allāh had averted her [from submission to Him]. Indeed, she was from a disbelieving people."

27:44

قِيلَ لَهَا ٱدۡخُلِي ٱلصَّرۡحَۖ فَلَمَّا رَأَتۡهُ حَسِبَتۡهُ لُجَّةٗ وَكَشَفَتۡ عَن سَاقَيۡهَاۚ قَالَ إِنَّهُۥ صَرۡحٞ مُّمَرَّدٞ مِّن قَوَارِيرَۗ قَالَتۡ رَبِّ إِنِّي ظَلَمۡتُ نَفۡسِي وَأَسۡلَمۡتُ مَعَ سُلَيۡمَٰنَ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٤٤

She was told, "Enter the palace." But when she saw it, she thought it was a body of water1 and uncovered her shins [to wade through]. He said, "Indeed, it is a palace [whose floor is] made smooth with glass." She said, "My Lord, indeed I have wronged myself, and I submit with Solomon to Allāh, Lord of the worlds."

1 translator’s note
  1. The floor was transparent, and beneath it was flowing water. ↩
As-Sa'diTafsir · 27:36

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
View

Читать на русском