LuqmanJuz 21 · Page 412

Luqman 31:13

Luqman · Juz 21 · Page 412

وَإِذۡ قَالَ لُقۡمَٰنُ لِٱبۡنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَيَّ لَا تُشۡرِكۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٞ ١٣

And [mention, O Muḥammad], when Luqmān said to his son while he was instructing him, "O my son, do not associate [anything] with Allāh. Indeed, association [with Him] is great injustice."

Tafsir · in Indonesian

As-Sa'di

Medium · Clear and to the point: what to take from each passage.

Whole surah

Change

Commentary on 31:12–19

"Dan sungguh telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, 'Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyu-kur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.' Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu dia memberi pelajaran kepadanya, 'Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya memper-sekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.' Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua ta-hun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadaKu-lah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada penge-tahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu, kemudian hanya kepadaKu-lah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu amal yang telah kamu kerjakan. (Luqman berkata), 'Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan membalasinya. Sesungguhnya Allah Mahahalus lagi Maha Mengetahui. Hai anak-ku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan ber-sabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai'." (Luqman: 12-19).

(12) Allah سبحانه وتعالى menginformasikan tentang pemberian karu-niaNya kepada seorang hambaNya yang mulia, Luqman berupa hikmah, yaitu ilmu pengetahun tentang yang haq sesuai dengan Wajah dan hikmahNya, yaitu ilmu tentang hukum-hukum dan pengetahuan tentang rahasia dan hukum-hukum yang terkandung di dalamnya. Seseorang bisa saja menjadi seorang alim (berilmu) akan tetapi belum tentu dia hakim (bijak, mendalam ilmunya). Se-bab hikmah itu pasti mengharuskan adanya ilmu, bahkan adanya amal. Maka dari itu hikmah ditafsirkan (diartikan) dengan ilmu yang bermanfaat dan amal shalih. Ketika Allah mengaruniakan kepadanya karunia yang sangat agung ini, Allah memerintahkan kepadanya untuk bersyukur (berterima kasih) atas karunia besar yang diberikan kepadanya, agar Allah memberkahinya dan me-nambah karuniaNya kepadanya. Dan Allah mengabarkan kepadanya bahwa syukurnya orang-orang yang bersyukur itu manfaatnya kembali kepada diri mereka sendiri, dan bahwa siapa saja yang ingkar, lalu tidak bersyukur kepada Allah, maka bahayanya menimpa dirinya sendiri, sedang-kan Allah Mahakaya, tidak butuh kepadanya lagi Maha Terpuji dalam apa saja yang Dia takdirkan dan Dia putuskan terhadap orang yang menyalahi perintahNya. Jadi kekayaanNya (ketidak-butuhanNya kepada hamba-hambaNya) merupakan kepastian DzatNya. Dan keberadaanNya terpuji pada sifat-sifat kesempurna-anNya di dalam kebaikan yang dilakukanNya merupakan kepas-tian DzatNya. Setiap masing-masing dari dua ungkapan ini adalah sifat kesempurnaan, dan berkumpulnya salah satu kepada yang lain adalah tambahan kesempurnaan kepada kesempurnaan. Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang apakah Luqman ini seorang nabi atau seorang hamba shalih[49] Sementara itu, Allah سبحانه وتعالى tidak menyebutkan tentangnya kecuali (penjelasan) bahwa Dia telah mengaruniakan hikmah kepadanya, dan Allah menyebutkan sebagian hal yang menunjukkan hikmahnya dalam nasihatnya kepada putranya. Allah menyebutkan dasar-dasar hikmah dan kaidah-kaidahnya yang pokok (besar) seraya berfirman,

(13) ﴾ وَإِذۡ قَالَ لُقۡمَٰنُ لِٱبۡنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ ﴿ "Dan ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya," atau dia mengata-kan perkataan kepadanya yang dengannya dia menasihatinya. Nasihat adalah perintah dan larangan yang disertai dengan targhib dan tarhib. Dia memerintahkan kepadanya untuk ikhlas (bertauhid) dan melarangnya berbuat syirik, dan dia menyebutkan sebabnya seraya berkata, ﴾ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya mempersekutu-kan adalah benar-benar kezhaliman yang besar." Sisi keberadaan syirik sebagai kezhaliman yang sangat besar adalah karena sesungguh-nya tidak ada yang lebih keji dan lebih buruk daripada orang yang menyamakan makhluk yang tercipta dari tanah dengan (Allah) Pemilik segala perkara, menyamakan manusia yang lemah lagi fakir dari segala sisinya dengan Rabb Yang Mahasempurna lagi Mahakaya dari segala sisiNya, dan menyamakan orang yang tidak bisa memberikan karunia sebesar biji sawi pun dengan Tuhan yang tidak ada suatu nikmat yang ada pada manusia dalam urusan agama, dunia, akhirat, hati dan jasad mereka melainkan pasti ber-asal dariNya, dan tidak dapat menghilangkan keburukan kecuali Dia. Apakah ada sesuatu yang lebih besar daripada hal ini? Dan apakah ada yang lebih besar kezhalimannya daripada orang yang diciptakan Allah supaya beribadah kepadaNya dan mengesakan-Nya, lalu ia pergi dengan jiwanya yang mulia itu, kemudian menem-patkannya pada martabat yang paling rendah dan menjadikannya sebagai penyembah sesuatu yang sama sekali tidak menandingi apa-apa. Oleh karena itu, dia benar-benar telah menzhalimi dirinya dengan kezhaliman yang sangat besar.

(14) Setelah Luqman memerintahkan agar menunaikan hakNya dengan cara meninggalkan perbuatan syirik yang di antara konsekuensinya adalah menegakkan tauhid, maka dia memerintah-kan kepada anaknya supaya menunaikan hak kedua orang tua. Allah berfirman, ﴾ وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ ﴿ "Dan Kami perintahkan kepada manusia," Kami wajibkan kepadanya dan Kami menjadikannya sebagai wasiat baginya, yang Kami kelak akan meminta pertang-gungjawabannya, apakah dia memeliharanya ataukah tidak? Maka Kami pesankan kepadanya ﴾ بِوَٰلِدَيۡهِ ﴿ "(berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya," dan Kami katakan kepadaNya, ﴾ ٱشۡكُرۡ لِي ﴿ "Bersyukur-lah kepadaKu" dengan melakukan ibadah kepadaku, menunaikan hak-hakKu dan tidak menggunakan nikmat-nikmatKu untuk men-durhakaiKu, ﴾ وَلِوَٰلِدَيۡكَ ﴿ "dan kepada dua orang ibu bapakmu" dengan berbuat baik kepada mereka dengan perkataan yang lembut, ucapan yang santun, perbuatan baik, bersikap rendah hati kepada mereka, memuliakan dan menghormati mereka, memberi mereka belanja (nafkah) dan menjauhi perbuatan buruk terhadap mereka dari segala sisi dengan perkataan dan perbuatan. Maka Kami wasiatkan dengan pesan ini dan Kami kabarkan kepadanya bahwa ﴾ إِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ ﴿ "hanya kepadaKu-lah kembalimu." Mak-sudnya, kalian akan kembali, wahai manusia, kepada Tuhan yang telah memberimu wasiat dan membebanimu dengan hak-hak ter-sebut. Dia akan menanyakan kepadamu: Apakah kamu telah me-laksanakannya, lalu Dia akan memberimu balasan yang berlipat ganda, ataukah kamu menyia-nyiakannya, lalu Dia akan menyiksa-mu dengan siksaan yang sangat buruk. Kemudian Allah menjelaskan sebab yang mewajibkan berbuat baik kepada kedua ibu bapak terletak pada ibu, seraya berfirman, ﴾ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٖ ﴿ "Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah" maksudnya, dalam keadaan sengsara dan makin sengsara, dan dia terus merasakan penderitaan mulai dari sejak (sang bayi) masih berbentuk sperma, seperti rasa mual, sakit, lemah, berat dan berubahnya kondisi, kemudian sakitnya melahir-kan, yaitu rasa sakit yang sangat perih, kemudian ﴾ وَفِصَٰلُهُۥ فِي عَامَيۡنِ ﴿ "menyapihnya dalam dua tahun," di mana sang anak terus berada dalam asuhan, lindungan dan susuan ibunya. Tidakkah sangat pantas sekali kalau ditekankan kepada anaknya untuk berbuat baik kepada orang yang telah menanggung penderitaan-penderitaan dengan penuh rasa kasih sayang demi dia, dan dipesankan kepada-nya agar benar-benar berbakti kepadanya?

(15) ﴾ وَإِن جَٰهَدَاكَ ﴿ "Dan jika keduanya memaksamu," Maksud-nya, kedua ibu bapakmu bersikeras ﴾ عَلَىٰٓ أَن تُشۡرِكَ بِي مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٞ فَلَا تُطِعۡهُمَاۖ ﴿ "untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengeta-huanmu tentang itu, maka janganlah kamu mematuhi keduanya," dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa yang demikian ini terma-suk berbuat baik kepada keduanya; sebab hak Allah harus lebih di-utamakan atas hak semua orang, dan tidak ada kepatuhan kepada makhluk dalam kemaksiatan terhadap sang Khaliq. Di sini Allah tidak mengatakan, "Dan jika keduanya memaksamu untuk memper-sekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka durhakailah mereka berdua," melainkan Allah mengatakan, ﴾ فَلَا تُطِعۡهُمَاۖ ﴿ "maka janganlah kamu mematuhi keduanya," yakni dalam kesyirikan. Adapun berbuat baik kepada keduanya, maka terus lakukanlah. Maka dari itu Allah berfirman sesudahnya,﴾ وَصَاحِبۡهُمَا فِي ٱلدُّنۡيَا مَعۡرُوفٗاۖ ﴿ "Dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik" maksud-nya, dengan pergaulan ihsan kepada mereka dengan cara yang baik. Adapun tentang "mengikuti keduanya", sedangkan kedua-nya dalam kondisi kafir dan maksiat, maka (dalam hal ini) jangan kamu ikuti, ﴾ وَٱتَّبِعۡ سَبِيلَ مَنۡ أَنَابَ إِلَيَّۚ ﴿ "dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu." Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah, kepada para malaikatNya, kitab-kitabNya dan para RasulNya, yang berserah diri kepada Rabb (Allah), yang kembali kepadaNya. Mengikuti jalan mereka berarti menempuh jalan mereka dalam ber-inabah kepada Allah, inabah yang merupakan ketertarikan hasrat-hasrat hati dan kemauannya kepada Allah, lalu diikuti oleh usaha dengan badan dalam hal-hal yang diridhai Allah dan mendekatkan kepadaNya. ﴾ ثُمَّ إِلَيَّ مَرۡجِعُكُمۡ ﴿ "Kemudian hanya kepadaKu-lah kembalimu," baik yang taat maupun yang durhaka, yang berinabah dan yang tidak, ﴾ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "maka Kuberitakan kepadamu amal yang telah kamu kerjakan," maka tidak ada satu pun dari amal perbuatan me-reka yang tersembunyi dari Allah.

(16) ﴾ يَٰبُنَيَّ إِنَّهَآ إِن تَكُ مِثۡقَالَ حَبَّةٖ مِّنۡ خَرۡدَلٖ ﴿ "Hai anakku, sesungguhnya jika ada satu perbuatan seberat biji sawi" yang merupakan biji yang paling kecil dan paling hina, ﴾ فَتَكُن فِي صَخۡرَةٍ ﴿ "dan berada dalam batu," di tengah-tengahnya, ﴾ أَوۡ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ أَوۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "atau di langit atau di dalam bumi," maksudnya di dalam salah satu penjurunya, ﴾ يَأۡتِ بِهَا ٱللَّهُۚ ﴿ "niscaya Allah akan membalasnya," karena betapa sangat luasnya pengetahuan Allah, kesempurnaan ilmuNya dan kesempurnaan kekuasaanNya. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٞ ﴿ "Sesungguhnya Allah Mahahalus lagi Maha Mengetahui," maksudnya, halus dalam ilmu dan pengetahuanNya sehingga Dia mengetahui segala hal yang tersembunyi, rahasia daratan dan lautan. Maksudnya adalah: Himbauan untuk bermuraqabah (mawas diri) kepada Allah dan beramal melakukan ketaatan kepadaNya semampu mungkin, dan peringatan dari melakukan perbuatan yang buruk, sedikit atau banyak.

(17) ﴾ يَٰبُنَيَّ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ﴿ "Hai anakku, dirikanlah shalat," Luqman mengajak anaknya shalat dan menganjurkannya, karena shalat merupakan ibadah badaniyah yang paling besar,﴾ وَأۡمُرۡ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَٱنۡهَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ ﴿ "dan suruhlah mengerjakan yang baik dan cegahlah dari perbuatan yang mungkar," hal ini mengharuskan adanya ilmu pengetahuan kepada yang baik untuk memerintahkan padanya, dan pengetahuan kepada yang mungkar agar ia bisa mengingkarinya, dan perintah melakukan hal-hal yang mana amar ma'ruf dan nahi mungkar tidak akan bisa dilakukan secara sempurna kecuali dengannya, seperti sikap lembut dan sabar. Sesungguhnya sabar ini telah ditegaskan dalam FirmanNya, ﴾ وَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَۖ ﴿ "Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu," dan dari keberadaannya sebagai orang yang mengerjakan apa yang diperintahkan kepadanya, menahan diri dari apa yang dilarang. Maka hal ini mencakup penyempurnaan diri dengan cara mengerjakan kebaikan dan meninggalkan keburukan dan menyempurnakan orang lain dengannya melalui perintah dan larangannya. Dan ketika sudah dimaklumi bahwa pasti akan men-dapatkan cobaan apabila dia (seseorang) melakukan amar ma'ruf dan nahi mungkar, dan bahwa dalam melakukan amar ma'ruf dan nahi mungkar itu terdapat banyak rintangan bagi jiwa, maka Allah memerintahkan kepadanya untuk bersabar dalam menghadapi semua itu, seraya berkata, ﴾ وَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَۖ إِنَّ ذَٰلِكَ ﴿ "Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu," yang diajarkan dan dinasihatkan oleh Luqman kepada anaknya di atas ﴾ مِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ ﴿ "termasuk hal-hal yang diwajibkan" maksudnya, ter-masuk perkara yang ditekankan dan diperhatikan, dan tidak ada yang dibimbing untuknya kecuali orang-orang yang mempunyai kemauan tinggi.

(18) ﴾ وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ ﴿ "Dan janganlah kamu memalingkan muka dari manusia" maksudnya, jangan kamu memalingkannya dan jangan memasamkan mukamu kepada manusia karena sombong terhadap mereka dan merasa lebih hebat. ﴾ وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ ﴿ "Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh," dengan som-bong, berbangga dengan berbagai nikmat, seraya melupakan Sang Maha Pemberi nikmat, dan bangga diri. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٖ ﴿ "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong," dalam diri dan sikapnya dan penampilannya, ﴾ فَخُورٖ ﴿ "lagi membanggakan diri" dengan ucapannya.

(19) ﴾ وَٱقۡصِدۡ فِي مَشۡيِكَ ﴿ "Dan sederhanalah kamu dalam berjalan," maksudnya, berjalanlah dengan tawadhu' (merendahkan diri) dan tenang, tidak dengan angkuh dan sombong, dan juga bukan jalan pura-pura mati, ﴾ وَٱغۡضُضۡ مِن صَوۡتِكَۚ ﴿ "dan lunakkanlah suaramu," sebagai etika terhadap orang lain dan terhadap Allah. ﴾ إِنَّ أَنكَرَ ٱلۡأَصۡوَٰتِ ﴿ "Se-sungguhnya seburuk-buruk suara," yakni, yang paling keji dan paling norak ﴾ لَصَوۡتُ ٱلۡحَمِيرِ ﴿ "ialah suara keledai," kalau seandainya dalam me-ninggikan suara itu ada faidah dan maslahatnya, tentu Allah tidak mencontohkan dengan suara keledai yang telah dimaklumi kekejian dan kedunguannya.

Continue in the whole surah's tafsir

Saheeh International · As-Sa'di · Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api · Quran Foundation

Page 412

LuqmanJuz 21 · Page 412

31:12

وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا لُقۡمَٰنَ ٱلۡحِكۡمَةَ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِلَّهِۚ وَمَن يَشۡكُرۡ فَإِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهِۦۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٞ ١٢

And We had certainly given Luqmān wisdom [and said], "Be grateful to Allāh." And whoever is grateful is grateful for [the benefit of] himself. And whoever denies [His favor] - then indeed, Allāh is Free of need and Praiseworthy.

31:13

وَإِذۡ قَالَ لُقۡمَٰنُ لِٱبۡنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَيَّ لَا تُشۡرِكۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٞ ١٣

And [mention, O Muḥammad], when Luqmān said to his son while he was instructing him, "O my son, do not associate [anything] with Allāh. Indeed, association [with Him] is great injustice."

31:14

وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٖ وَفِصَٰلُهُۥ فِي عَامَيۡنِ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيۡكَ إِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ ١٤

And We have enjoined upon man [care] for his parents. His mother carried him, [increasing her] in weakness upon weakness, and his weaning is in two years. Be grateful to Me and to your parents; to Me is the [final] destination.

31:15

وَإِن جَٰهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشۡرِكَ بِي مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٞ فَلَا تُطِعۡهُمَاۖ وَصَاحِبۡهُمَا فِي ٱلدُّنۡيَا مَعۡرُوفٗاۖ وَٱتَّبِعۡ سَبِيلَ مَنۡ أَنَابَ إِلَيَّۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرۡجِعُكُمۡ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ١٥

But if they endeavor to make you associate with Me that of which you have no knowledge,1 do not obey them but accompany them in [this] world with appropriate kindness and follow the way of those who turn back to Me [in repentance]. Then to Me will be your return, and I will inform you about what you used to do.

1 translator’s note
  1. See footnote to 29:8. ↩

31:16

يَٰبُنَيَّ إِنَّهَآ إِن تَكُ مِثۡقَالَ حَبَّةٖ مِّنۡ خَرۡدَلٖ فَتَكُن فِي صَخۡرَةٍ أَوۡ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ أَوۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ يَأۡتِ بِهَا ٱللَّهُۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٞ ١٦

[And Luqmān said], "O my son, indeed if it [i.e., a wrong] should be the weight of a mustard seed and should be within a rock or [anywhere] in the heavens or in the earth, Allāh will bring it forth. Indeed, Allāh is Subtle1 and Aware.

1 translator’s note
  1. Refer to footnote of 6:103. ↩

31:17

يَٰبُنَيَّ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَٱنۡهَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ ١٧

O my son, establish prayer, enjoin what is right, forbid what is wrong, and be patient over what befalls you. Indeed, [all] that is of the matters [requiring] resolve.1

1 translator’s note
  1. For the reason that they are enjoined by Allāh. ↩

31:18

وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٖ فَخُورٖ ١٨

And do not turn your cheek [in contempt] toward people1 and do not walk through the earth exultantly. Indeed, Allāh does not like everyone self-deluded and boastful.

1 translator’s note
  1. Rather, respect them by directing your face and attention to them. ↩

31:19

وَٱقۡصِدۡ فِي مَشۡيِكَ وَٱغۡضُضۡ مِن صَوۡتِكَۚ إِنَّ أَنكَرَ ٱلۡأَصۡوَٰتِ لَصَوۡتُ ٱلۡحَمِيرِ ١٩

And be moderate in your pace and lower your voice; indeed, the most disagreeable of sounds is the voice of donkeys."

As-Sa'diTafsir · 31:13

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
View

Читать на русском