Al-Ma'idah 5:78
The Table Spread · Juz 6 · Page 121
لُعِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۢ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُۥدَ وَعِيسَى ٱبۡنِ مَرۡيَمَۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَواْ وَّكَانُواْ يَعۡتَدُونَ ٧٨
Cursed were those who disbelieved among the Children of Israel by the tongue of David and of Jesus, the son of Mary. That was because they disobeyed and [habitually] transgressed.
Tafsir · in Indonesian
As-Sa'di
Medium · Clear and to the point: what to take from each passage.
Change
Commentary on 5:77–81
"Katakanlah, 'Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agama-mu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.' Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil melalui lisan Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka, dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa), dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan menjadikan orang-orang musyrikin itu sebagai penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik." (Al-Ma`idah: 77-81).
(77) Allah berfirman kepada NabiNya, ﴾ قُلۡ يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ لَا تَغۡلُواْ فِي دِينِكُمۡ غَيۡرَ ٱلۡحَقِّ ﴿ "Katakanlah, 'Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu'." Maksudnya, kamu jangan melampaui batas kebenaran kepada ke-batilan. Hal itu seperti ucapan mereka tentang Isa al-Masih yang telah disebutkan di atas, juga seperti sikapmu yang berlebih-lebihan pada sebagian tetua (tokoh) demi mengikuti hawa nafsu ﴾ قَوۡمٖ قَدۡ ضَلُّواْ مِن قَبۡلُ ﴿ "orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad), artinya, kesesatan mereka memang telah ada sebelum-nya, ﴾ وَأَضَلُّواْ كَثِيرٗا ﴿ "dan mereka telah menyesatkan kebanyakan" ma-nusia dengan mengajak mereka kepada agama yang mereka anut. ﴾ وَضَلُّواْ عَن سَوَآءِ ٱلسَّبِيلِ ﴿ "Dan mereka tersesat dari jalan yang lurus." Artinya, jalan yang benar. Maka mereka mengumpulkan antara kesesatan dan menyesatkan (orang lain). Mereka itu adalah para imam kese-satan, di mana Allah memperingatkan kita dari mereka dan dari mengikuti hawa nafsu mereka yang sesat dan pandangan mereka yang menyimpang.
(78) Kemudian Allah berfirman, ﴾ لُعِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۢ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil," maksudnya, mereka diusir dan dijauhkan dari rahmat Allah, ﴾ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُۥدَ وَعِيسَى ٱبۡنِ مَرۡيَمَۚ ﴿ "melalui lisan Dawud dan Isa putra Maryam," yaitu, dengan kesak-sian dan pengakuan mereka berdua bahwa hujjah telah tegak atas mereka dan mereka mengingkarinya. ﴾ ذَٰلِكَ ﴿ "Yang demikian itu," yakni kekufuran dan laknat ﴾ بِمَا عَصَواْ وَّكَانُواْ يَعۡتَدُونَ ﴿ "disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas." Maksudnya, karena kemaksiatan dan kezhaliman mereka terhadap hamba-hamba Allah, menjadi penyebab kekufuran dan kejauhan mereka dari rahmat Allah, karena dosa dan kezhaliman memiliki akibat buruk.
(79) Di antara kedurhakaan mereka yang menjadi penyebab turunnya azab dan terjadinya hukuman adalah b a h w a ﴾ كَانُواْ لَا يَتَنَاهَوۡنَ عَن مُّنكَرٖ فَعَلُوهُۚ ﴿ "mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat." Artinya, mereka melakukan kemungkaran tetapi sebagian dari mereka tidak melarang sebagi-an yang lain, maka pelaku dan yang lainnya yang mendiamkan kemungkaran walaupun dia mampu mengingkarinya adalah sama. Itu menunjukkan bahwa mereka meremehkan perintah Allah dan maksiat kepadaNya bagi mereka adalah sepele. Jika mereka memiliki penghormatan kepada Rabb mereka, niscaya mereka akan memiliki ghirah terhadap apa-apa yang diharamkanNya dan tentu-nya akan marah karena marahNya. Dan sesungguhnya mendiamkan kemungkaran padahal dia mampu untuk mengingkarinya dapat menimbulkan azab, karena ia mengandung dampak negatif yang besar: Di antaranya adalah, sekedar mendiamkan suatu maksiat saja, walaupun orang yang diam itu tidak melakukannya secara lang-sung, sebagaimana kemaksiatan harus dijauhi, pengingkaran ter-hadap kemaksiatan juga harus dilakukan. Di antaranya adalah apa yang telah dijelaskan yaitu bahwa itu menunjukkan rasa meremehkan terhadap kemaksiatan dan kurangnya rasa risih karenanya. Di antaranya adalah bahwa itu membuat para berandal, pelaku maksiat semakin berani memperbanyak kemaksiatan jika mereka belum jera darinya, maka keburukan meningkat, musibah dunia dan agama menjadi besar. Para pelaku kemaksiatan itu merajalela dan berkuasa, lalu setelah itu para pengikut kebaikan melemah dalam melawan para pengikut kemaksiatan, akhirnya apa yang dahulu mereka mampu lakukan, sekarang tidak lagi mampu mereka lakukan. Di antaranya adalah menjadi penyebab terkikisnya ilmu dan merajalelanya kebodohan. Jika kemaksiatan diulang-ulang dan dilakukan oleh banyak orang lalu para ulama tidak ada yang meng-ingkarinya, maka akan dikira bahwa ia bukanlah kemaksiatan bah-kan bisa jadi orang bodoh mengiranya sebagai ibadah yang baik. Kerusakan mana lagi yang lebih besar daripada meyakini apa yang diharamkan oleh Allah sebagai sesuatu yang halal, kebenaran men-jadi jungkir balik dan yang haq terlihat sebagai suatu kebatilan? Di antaranya adalah bahwa mendiamkan kemaksiatan bisa menghiasi kemaksiatan itu di hati manusia, lalu sebagian orang mengikuti sebagian yang lain. Manusia cenderung meniru orang yang sepertinya dari kaumnya. Dan banyak lagi yang lainnya. Mendiamkan kemungkaran akan berakibat seperti ini, maka Allah menyatakan bahwa Bani Israil yang kafir dari mereka dilak-nat olehNya karena kemaksiatan dan pelanggarannya dan dikhu-suskan dari itu kemungkaran besar ini. ﴾ لَبِئۡسَ مَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ ﴿ "Se-sungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu."
(80) ﴾ تَرَىٰ كَثِيرٗا مِّنۡهُمۡ يَتَوَلَّوۡنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْۚ ﴿ "Kamu melihat keba-nyakan dari mereka tolong menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik)," dengan kecintaan, loyalitas, dan dukungan. ﴾ لَبِئۡسَ مَا قَدَّمَتۡ لَهُمۡ أَنفُسُهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka." Yaitu, barang yang tidak laku dan dagangan yang merugi ini yaitu kemurkaan Allah, yang karena murkaNya segala sesuatu ikut murka dan selama-lamanya berada di dalam azab yang besar. Mereka telah dizhalimi oleh diri mereka sendiri di mana ia memberikan mereka bagian yang tidak mulia ini, dan mereka juga menzhalimi diri mereka karena telah melenyapkan darinya nik-mat yang kekal.
(81) ﴾ وَلَوۡ كَانُواْ يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلنَّبِيِّ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِ مَا ٱتَّخَذُوهُمۡ أَوۡلِيَآءَ ﴿ "Se-kiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa), dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan men-jadikan orang-orang musyrik itu sebagai penolong-penolong," karena iman kepada Allah, kepada Nabi, dan kepada apa yang diturun-kan kepadanya menuntut seorang hamba agar memberikan wala`nya (loyalitas) kepada Allah dan kepada wali-waliNya dan memusuhi orang-orang yang kafir kepadaNya, memusuhiNya dan meneng-gelamkan diri di dalam kemaksiatan kepadaNya. Syarat perwalian Allah dan iman kepadaNya adalah hendaknya tidak mengangkat musuh-musuh Allah sebagai penolong (pemimpin). Syarat ini tidak ada pada mereka, maka akibat dari syarat itu pun juga tidak ada. ﴾ وَلَٰكِنَّ كَثِيرٗا مِّنۡهُمۡ فَٰسِقُونَ ﴿ "Tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik," artinya, menyimpang dari ketaatan kepada Allah, iman kepadaNya dan kepada Nabi. Dan di antara kefasikan mereka adalah mengangkat musuh-musuh Allah sebagai penolong (pemimpin).
Page 121
5:77
قُلۡ يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ لَا تَغۡلُواْ فِي دِينِكُمۡ غَيۡرَ ٱلۡحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوٓاْ أَهۡوَآءَ قَوۡمٖ قَدۡ ضَلُّواْ مِن قَبۡلُ وَأَضَلُّواْ كَثِيرٗا وَضَلُّواْ عَن سَوَآءِ ٱلسَّبِيلِ ٧٧
Say, "O People of the Scripture, do not exceed limits in your religion beyond the truth and do not follow the inclinations of a people who had gone astray before and misled many and have strayed from the soundness of the way."
5:78
لُعِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۢ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُۥدَ وَعِيسَى ٱبۡنِ مَرۡيَمَۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَواْ وَّكَانُواْ يَعۡتَدُونَ ٧٨
Cursed were those who disbelieved among the Children of Israel by the tongue of David and of Jesus, the son of Mary. That was because they disobeyed and [habitually] transgressed.
5:79
كَانُواْ لَا يَتَنَاهَوۡنَ عَن مُّنكَرٖ فَعَلُوهُۚ لَبِئۡسَ مَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ ٧٩
They used not to prevent one another from wrongdoing that they did. How wretched was that which they were doing.
5:80
تَرَىٰ كَثِيرٗا مِّنۡهُمۡ يَتَوَلَّوۡنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْۚ لَبِئۡسَ مَا قَدَّمَتۡ لَهُمۡ أَنفُسُهُمۡ أَن سَخِطَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِمۡ وَفِي ٱلۡعَذَابِ هُمۡ خَٰلِدُونَ ٨٠
You see many of them becoming allies of those who disbelieved [i.e., the polytheists]. How wretched is that which they have put forth for themselves in that Allāh has become angry with them, and in the punishment they will abide eternally.
5:81
وَلَوۡ كَانُواْ يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلنَّبِيِّ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِ مَا ٱتَّخَذُوهُمۡ أَوۡلِيَآءَ وَلَٰكِنَّ كَثِيرٗا مِّنۡهُمۡ فَٰسِقُونَ ٨١
And if they had believed in Allāh and the Prophet and in what was revealed to him, they would not have taken them as allies; but many of them are defiantly disobedient.
5:82
۞ لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَٰوَةٗ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقۡرَبَهُم مَّوَدَّةٗ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ إِنَّا نَصَٰرَىٰۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّ مِنۡهُمۡ قِسِّيسِينَ وَرُهۡبَانٗا وَأَنَّهُمۡ لَا يَسۡتَكۡبِرُونَ ٨٢
You will surely find the most intense of the people in animosity toward the believers [to be] the Jews and those who associate others with Allāh; and you will find the nearest of them in affection to the believers those who say, "We are Christians." That is because among them are priests and monks and because they are not arrogant.