Al-An'amJuz 7 · Page 137

Al-An'am 6:79

The Cattle · Juz 7 · Page 137

إِنِّي وَجَّهۡتُ وَجۡهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ حَنِيفٗاۖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ٧٩

Indeed, I have turned my face [i.e., self] toward He who created the heavens and the earth, inclining toward truth, and I am not of those who associate others with Allāh."

Tafsir · in Indonesian

As-Sa'di

Medium · Clear and to the point: what to take from each passage.

Whole surah

Change

Commentary on 6:74–83

"Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya (Azar), 'Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihatmu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.' Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi, dan (Kami memperlihatkannya) agar Ibrahim itu ter-masuk orang-orang yang yakin. Ketika malam menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, 'Inilah Rabbku.' Tetapi tatkala bintang itu tenggelam, dia berkata, 'Saya tidak suka ke-pada yang tenggelam.' Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit, dia berkata, 'Inilah Rabbku.' Tetapi setelah bulan itu tenggelam, dia berkata, 'Sesungguhnya jika Rabbku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat.' Kemu-dian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata, 'Inilah Rabbku, ini yang lebih besar,' maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata, 'Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. Sesungguhnya aku meng-hadapkan diriku kepada (Rabb) yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukanNya.' Dan dia di-bantah oleh kaumnya. Dia berkata, 'Apakah kamu hendak mem-bantahku tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah mem-beri petunjuk kepadaku. Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Rabbku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Pengetahuan Rabbku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (darinya)? (Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak takut mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujjah kepadamu untuk mempersekutukanNya? Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?' Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur-adukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Rabbmu Maha-bijaksana lagi Maha Mengetahui." (Al-An'am: 74-83).

(74) Di sini Allah mengatakan, Ceritakanlah kisah Ibrahim dengan menyanjung dan menghormatinya dalam kondisi di mana dia mengajak kepada tauhid dan melarang syirik.﴾ وَإِذۡ قَالَ إِبۡرَٰهِيمُ لِأَبِيهِ ءَازَرَ أَتَتَّخِذُ أَصۡنَامًا ءَالِهَةً ﴿ "Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapak-nya (Azar), 'Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan?'" Yang tidak mampu menghadirkan manfaat dan mudarat, dan yang tidak memiliki hak sedikit pun dalam segala urusan. ﴾ إِنِّيٓ أَرَىٰكَ وَقَوۡمَكَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ﴿ "Sesungguhnya aku melihatmu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata." Yang mana kamu menyembah sesuatu yang sedikit pun tidak berhak untuk disembah, sementara kamu mening-galkan penyembahan kepada penciptamu, pemberi rizkimu, dan pengaturmu.

(75) ﴾ وَكَذَٰلِكَ ﴿ "Dan demikianlah," ketika Kami memberi taufik kepadanya menuju tauhid dan dakwah kepadanya, ﴾ نُرِيٓ إِبۡرَٰهِيمَ مَلَكُوتَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi," agar dia melihat dengan bashirah dalil yang kuat dan bukti-bukti yang jelas yang dikandung-nya. ﴾ وَلِيَكُونَ مِنَ ٱلۡمُوقِنِينَ ﴿ "Dan (Kami memperlihatkannya) agar Ibrahim itu termasuk orang-orang yang yakin." Karena berdasarkan tegaknya dalil, dia mendapatkan keyakinan dan ilmu yang sempurna dengan segala tuntutan.

(76) ﴾ فَلَمَّا جَنَّ عَلَيۡهِ ٱلَّيۡلُ رَءَا كَوۡكَبٗاۖ ﴿ "Ketika malam menjadi gelap, dia me-lihat sebuah bintang." Mungkin ia bintang yang bersinar, karena peng-khususannya dalam penyebutan menunjukkan bahwa dia lebih daripada yang lain. Oleh karena itu, wallahu a'lam, ada yang menga-takan bahwa itu adalah bintang Venus. ﴾ قَالَ هَٰذَا رَبِّيۖ ﴿ "(Lalu) dia berkata, 'Inilah Tuhanku'." Maksudnya, dia berkata, "Inilah Rabbku," dengan nada merendah, namun menentang. Lalu marilah kita lihat, apakah dia berhak memperoleh rubu-biyah? Apakah kita memiliki dalil dalam hal ini? Karena seorang yang berakal tidak layak menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan tanpa bukti dan dalil. ﴾ فَلَمَّآ أَفَلَ ﴿ "Tetapi tatkala bintang itu tenggelam," maksudnya, bintang itu menghilang. ﴾ قَالَ لَآ أُحِبُّ ٱلۡأٓفِلِينَ ﴿ "Dia ber-kata, 'Saya tidak suka kepada yang tenggelam'," maksudnya, yang meng-hilang dan bersembunyi dari orang yang menyembahnya, karena yang disembah harus mengurusi kepentingan-kepentingan orang yang menyembahnya, dan harus berfungsi sebagai pengaturnya dalam segala urusannya. Adapun yang tenggelam dalam waktu yang lama, maka bagaimana mungkin dia berhak disembah? Bu-kankah menjadikannya sebagai tuhan termasuk kebodohan besar dan kebatilan yang parah?

(77) ﴾ فَلَمَّا رَءَا ٱلۡقَمَرَ بَازِغٗا ﴿ "Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit," dan dia melihatnya lebih dan berbeda dengan cahaya bintang, ﴾ قَالَ هَٰذَا رَبِّيۖ ﴿ "dia berkata, 'Inilah Tuhanku'." Dengan nada merendah. ﴾ فَلَمَّآ أَفَلَ قَالَ لَئِن لَّمۡ يَهۡدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلضَّآلِّينَ ﴿ "Tetapi setelah bulan itu ter-benam, dia berkata, 'Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat'." Maka dia benar-benar membutuhkan hidayah dari Tuhannya. Dia menya-dari jika Dia tidak memberinya petunjuk, maka tak ada yang mem-beri petunjuk kepadanya. Jika Dia tidak membantunya dalam menaatiNya, maka tiada penolong baginya.

(78) ﴾ فَلَمَّا رَءَا ٱلشَّمۡسَ بَازِغَةٗ قَالَ هَٰذَا رَبِّي هَٰذَآ أَكۡبَرُۖ ﴿ "Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata, 'Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar'," daripada bintang dan bulan. ﴾ فَلَمَّآ أَفَلَتۡ ﴿ "Maka tatkala matahari itu telah terbenam," terungkaplah petunjuk untuknya. Pada saat itu hi-langlah kebodohan. ﴾ قَالَ يَٰقَوۡمِ إِنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ ﴿ "Dia berkata, 'Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan'." Yang mana dalil yang benar dan jelas menyatakan kebatilannya.

(79) ﴾ إِنِّي وَجَّهۡتُ وَجۡهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ حَنِيفٗاۖ ﴿ "Sesungguh-nya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar," yang hanya milik Allah semata, menghadap kepadaNya dan berpaling dari selainNya. ﴾ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ﴿ "Dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukanNya." Dia berlepas diri dari kesyirikan, tunduk kepada tauhid, dan menegakkan dalil atas itu. Apa yang kami sebutkan dalam penafsiran ayat-ayat ini adalah yang benar, yakni bahwa konteksnya adalah perdebatan antara Ibrahim dengan kaumnya, dan penjelasan batilnya penuhanan terhadap planet-planet ini dan lain-lainnya. Adapun orang yang berpendapat bahwa itu terjadi pada waktu dia masih muda sebagai proses pencarian, maka pendapat ini tidak berdasar.

(80) ﴾ وَحَآجَّهُۥ قَوۡمُهُۥۚ قَالَ أَتُحَٰٓجُّوٓنِّي فِي ٱللَّهِ وَقَدۡ هَدَىٰنِۚ ﴿ "Dan dia dibantah oleh kaumnya. Dia berkata, 'Apakah kamu hendak membantahku tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku'." Apa gunanya mendebat orang yang mana petunjuk belum jelas baginya? Adapun orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan mencapai de-rajat yakin tertinggi, maka dengan sendirinya dia mengajak orang-orang kepada apa yang dipegangnya. ﴾ وَلَآ أَخَافُ مَا تُشۡرِكُونَ بِهِۦٓ ﴿ "Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sesembahan-sesembahan yang kamu persekutukan dengan Allah." Karena ia tidak akan mampu menda-tangkan mudarat dan tidak bisa menghalangi manfaat sedikit pun dariku. ﴾ إِلَّآ أَن يَشَآءَ رَبِّي شَيۡـٔٗاۚ وَسِعَ رَبِّي كُلَّ شَيۡءٍ عِلۡمًاۚ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ ﴿ "Kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat meng-ambil pelajaran (darinya)?" Maka kamu pun mengetahui bahwa Dia-lah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah.

(81) ﴾ وَكَيۡفَ أَخَافُ مَآ أَشۡرَكۡتُمۡ ﴿ "Bagaimana aku takut kepada sesembahan-sesembahan yang kamu persekutukan (dengan Allah)," se-mentara keadaannya adalah lemah dan tidak berguna. ﴾ وَلَا تَخَافُونَ أَنَّكُمۡ أَشۡرَكۡتُم بِٱللَّهِ مَا لَمۡ يُنَزِّلۡ بِهِۦ عَلَيۡكُمۡ سُلۡطَٰنٗاۚ ﴿ "Padahal kamu tidak takut mempersekutukan Allah dengan sesembahan-sesembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujjah kepadamu untuk mempersekutukan-Nya." Kecuali hanya mengikuti hawa nafsu. ﴾ فَأَيُّ ٱلۡفَرِيقَيۡنِ أَحَقُّ بِٱلۡأَمۡنِۖ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ﴿ "Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malaikat), jika kamu mengetahui?"

(82) Allah berfirman untuk memberi keputusan kepada ke-dua kelompok, ﴾ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَمۡ يَلۡبِسُوٓاْ إِيمَٰنَهُم بِظُلۡمٍ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلۡأَمۡنُ وَهُم مُّهۡتَدُونَ ﴿ "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keaman-an, dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." Aman dari ketakutan, azab, dan kesengsaraan serta mendapatkan hidayah kepada jalan yang lurus. Jika mereka tidak mencampur iman dengan kezhaliman secara mutlak, baik itu syirik dan kemaksiatan, maka mereka mendapatkan rasa aman dan hidayah yang sempurna. Jika mereka tidak mencampurnya dengan kesyirikan saja, na-mun mereka masih melakukan keburukan-keburukan, maka mereka mendapatkan pokok hidayah dan pokok rasa aman walaupun ke-sempurnaannya tidak tercapai. Pengertian dari ayat yang mulia ini adalah bahwa orang-orang yang tidak mencapai dua perkara itu, maka mereka juga tidak mendapatkan hidayah dan rasa aman. Akan tetapi bagian yang mereka dapatkan adalah kesesatan dan kesengsaraan.

(83) Manakala Allah menetapkan untuk Nabi Ibrahim de-ngan menjelaskan padanya tentang bukti-bukti yang kuat, maka Dia berfirman, ﴾ وَتِلۡكَ حُجَّتُنَآ ءَاتَيۡنَٰهَآ إِبۡرَٰهِيمَ عَلَىٰ قَوۡمِهِۦۚ ﴿ "Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya." Ibrahim mengungguli dan mengalahkan mereka dengannya. ﴾ نَرۡفَعُ دَرَجَٰتٖ مَّن نَّشَآءُۗ ﴿ "Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat," se-bagaimana Kami meninggikan derajat Ibrahim di dunia dan akhirat. Allah mengangkat pemilik ilmu beberapa derajat bagi yang beramal lagi mendidik. Allah menjadikannya sebagai pemimpin menurut keadaannya, perbuatannya dicermati, langkahnya diikuti, cahaya-nya diambil, dan ilmunya digunakan sebagai pegangan dalam ke-gelapan. Allah berfirman, ﴾ يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ ﴿ "Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa dera-jat." (Al-Mujadilah: 11). ﴾ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui." Dia tidak meletakkan ilmu dan hikmah kecuali di tempat yang sesuai dengannya, dan Dia lebih mengetahui tem-pat itu dan yang seharusnya.

Ketika Allah menyebutkan hamba dan KhalilNya, Ibrahim dan menyebutkan nikmatNya kepadanya dalam bentuk ilmu, dakwah, dan kesabaran, maka Allah menyebutkan anugerahNya kepadanya berupa anak keturunan yang shalih dan baik, dan bah-wa Allah menjadikan makhluk tersuci dari keturunannya. Alangkah utama dan mulianya dia, yang tidak ada contoh semisal yang mem-bandinginya. Dia berfirman,

Saheeh International · As-Sa'di · Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api · Quran Foundation

Page 137

Al-An'amJuz 7 · Page 137

6:74

۞ وَإِذۡ قَالَ إِبۡرَٰهِيمُ لِأَبِيهِ ءَازَرَ أَتَتَّخِذُ أَصۡنَامًا ءَالِهَةً إِنِّيٓ أَرَىٰكَ وَقَوۡمَكَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ٧٤

And [mention, O Muḥammad], when Abraham said to his father Āzar, "Do you take idols as deities? Indeed, I see you and your people to be in manifest error."

6:75

وَكَذَٰلِكَ نُرِيٓ إِبۡرَٰهِيمَ مَلَكُوتَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلِيَكُونَ مِنَ ٱلۡمُوقِنِينَ ٧٥

And thus did We show Abraham the realm of the heavens and the earth that he would be among the certain [in faith].

6:76

فَلَمَّا جَنَّ عَلَيۡهِ ٱلَّيۡلُ رَءَا كَوۡكَبٗاۖ قَالَ هَٰذَا رَبِّيۖ فَلَمَّآ أَفَلَ قَالَ لَآ أُحِبُّ ٱلۡأٓفِلِينَ ٧٦

So when the night covered him [with darkness], he saw a star. He said, "This is my lord."1 But when it set, he said, "I like not those that set [i.e., disappear]."

1 translator’s note
  1. In verses 76-79, beginning from the people's own assertions, Abraham presents a picture of his dissatisfaction as the only logical conclusion one could reach, in order to show them the futility of their false objects of worship. ↩

6:77

فَلَمَّا رَءَا ٱلۡقَمَرَ بَازِغٗا قَالَ هَٰذَا رَبِّيۖ فَلَمَّآ أَفَلَ قَالَ لَئِن لَّمۡ يَهۡدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلضَّآلِّينَ ٧٧

And when he saw the moon rising, he said, "This is my lord." But when it set, he said, "Unless my Lord guides me, I will surely be among the people gone astray."

6:78

فَلَمَّا رَءَا ٱلشَّمۡسَ بَازِغَةٗ قَالَ هَٰذَا رَبِّي هَٰذَآ أَكۡبَرُۖ فَلَمَّآ أَفَلَتۡ قَالَ يَٰقَوۡمِ إِنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ ٧٨

And when he saw the sun rising, he said, "This is my lord; this is greater." But when it set, he said, "O my people, indeed I am free from what you associate with Allāh.

6:79

إِنِّي وَجَّهۡتُ وَجۡهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ حَنِيفٗاۖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ٧٩

Indeed, I have turned my face [i.e., self] toward He who created the heavens and the earth, inclining toward truth, and I am not of those who associate others with Allāh."

6:80

وَحَآجَّهُۥ قَوۡمُهُۥۚ قَالَ أَتُحَٰٓجُّوٓنِّي فِي ٱللَّهِ وَقَدۡ هَدَىٰنِۚ وَلَآ أَخَافُ مَا تُشۡرِكُونَ بِهِۦٓ إِلَّآ أَن يَشَآءَ رَبِّي شَيۡـٔٗاۚ وَسِعَ رَبِّي كُلَّ شَيۡءٍ عِلۡمًاۚ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ ٨٠

And his people argued with him. He said, "Do you argue with me concerning Allāh while He has guided me? And I fear not what you associate with Him [and will not be harmed] unless my Lord should will something. My Lord encompasses all things in knowledge; then will you not remember?

6:81

وَكَيۡفَ أَخَافُ مَآ أَشۡرَكۡتُمۡ وَلَا تَخَافُونَ أَنَّكُمۡ أَشۡرَكۡتُم بِٱللَّهِ مَا لَمۡ يُنَزِّلۡ بِهِۦ عَلَيۡكُمۡ سُلۡطَٰنٗاۚ فَأَيُّ ٱلۡفَرِيقَيۡنِ أَحَقُّ بِٱلۡأَمۡنِۖ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ٨١

And how should I fear what you associate while you do not fear that you have associated with Allāh that for which He has not sent down to you any authority? So which of the two parties has more right to security, if you should know?"

As-Sa'diTafsir · 6:79

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
View

Читать на русском