Al-Mumtahanah 60:8
She that is to be examined · Juz 28 · Page 550
لَّا يَنۡهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ لَمۡ يُقَٰتِلُوكُمۡ فِي ٱلدِّينِ وَلَمۡ يُخۡرِجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمۡ أَن تَبَرُّوهُمۡ وَتُقۡسِطُوٓاْ إِلَيۡهِمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِينَ ٨
Allāh does not forbid you from those who do not fight you because of religion and do not expel you from your homes - from being righteous toward them and acting justly toward them. Indeed, Allāh loves those who act justly.
Tafsir · in Indonesian
As-Sa'di
Medium · Clear and to the point: what to take from each passage.
Change
Commentary on 60:1–9
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengam-bil musuhKu dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan juga (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Rabbmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalanKu dan mencari keridhaanKu (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barang-siapa di antara kamu yang melakukannya, maka sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus. Jika mereka menangkap kamu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu dan mengumbar tangan dan lidah mereka kepadamu dengan menyakiti(mu); dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir. Karib kerabat dan anak-anakmu sekali-kali tiada bermanfaat bagimu pada Hari Kiamat. Dia akan memisahkan antara kamu. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Sungguh telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada diri Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka, 'Sesung-guhnya kami berlepas diri (anti) dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.' Kecuali perka-taan Ibrahim kepada bapaknya, 'Sungguh aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatu pun dari (siksaan) Allah terhadapMu.' (Ibrahim berkata), 'Ya Rabb kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Rabb kami. Sesungguhnya Engkau, Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Maha-bijaksana.' Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari kemudian. Dan ba-rangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji. Mudah-mudahan Allah menimbul-kan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Mahakuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadi-kan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim." (Al-Mumtahanah: 1-9).
Madaniyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
Banyak ahli tafsir n menyebutkan bahwa sebab turunnya ayat-ayat mulia dalam surat ini berkenaan dengan kisah Hatib bin Abu Balta'ah, ketika Nabi a tengah siap berperang dalam peristiwa penaklukan Makkah.[118] Hatib mengirim surat untuk kaum musyrikin Makkah memberitahukan keberangkatan Rasulullah a ke Makkah agar dengan surat itu Hatib mendapat bantuan (bagi keluarganya) di tengah mereka, dan bukan karena keraguan dan kemunafikan. Surat itu dikirim lewat seorang wanita. Nabi a diberitahukan (melalui wahyu) perihal Hatib kemudian mengirim utusan untuk menemui wanita itu sebelum sampai ke Makkah dan suratnya diambil. Nabi a pun mencela Hatib, ia pun menyampaikan alasan yang kemudian diterima oleh Nabi a. Ayat-ayat ini berisi larangan keras untuk bersikap loyal ter-hadap orang-orang kafir dari kalangan musyrik dan lainnya serta memberikan rasa kasih sayang pada mereka. Karena hal itu mena-fikan keimanan dan berseberangan dengan Agama Nabi Ibrahim, kekasih Allah, bertentangan dengan akal yang mengharuskan benar-benar mewaspadai musuh yang sama sekali tidak menyisa-kan usaha sedikit pun dalam memusuhi serta selalu memanfaatkan kesempatan untuk mencelakai musuhnya.
(1) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "Hai orang-orang yang beriman," maksudnya, lakukanlah tuntutan keimanan kalian de-ngan bersikap loyal terhadap orang yang menunaikan keimanan dan memusuhi orang yang memusuhinya, karena sesungguhnya ia adalah musuh Allah سبحانه وتعالى dan musuh orang-orang yang beriman, ﴾ لَا تَتَّخِذُواْ عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمۡ أَوۡلِيَآءَ تُلۡقُونَ إِلَيۡهِم بِٱلۡمَوَدَّةِ ﴿ "janganlah kamu mengambil mu-suhKu dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang," maksudnya, bersegera dalam mencintai mereka dan melakukan sebab-sebabnya karena kecintaan itu jika tulus akan disertai oleh pertolongan dan sikap loyal, dengan demikian seorang hamba akan keluar dari keimanan dan termasuk dalam kalangan orang-orang kafir. Maksudnya, terpisah dari orang-orang yang beriman. Orang Mukmin yang menjadikan orang kafir sebagai penolong juga tidak memiliki harga diri, sebab bagaimana bisa menjadikan musuh se-bagai pemimpinnya yang hanya menghendaki keburukan baginya serta menentang Rabbnya dan para kekasihNya yang menghendaki kebaikan padanya dengan memerintahkan dan mendorong pada kebaikan. Di antara faktor yang menyebabkan orang Mukmin memusuhi orang-orang kafir adalah karena orang-orang kafir mengingkari kebenaran yang dibawa oleh orang-orang Mukmin. Tidak ada pembangkangan yang lebih berat dari pengingkaran seperti ini. Karena mereka telah kufur dengan pangkal agama kalian, mereka mengira bahwa kalian berada dalam kesesatan, tidak berada di atas petunjuk, padahal sebenarnya merekalah yang kafir terhadap kebenaran yang tidak ada keraguannya. Siapa pun yang menolak kebenaran, maka mustahil baginya memiliki dalil atau hujjah atas kebenaran pandangannya. Bahkan hanya dengan mengetahui ke-benaran saja sudah bisa menunjukkan batilnya pandangan orang yang menolaknya. Di antara puncak permusuhan mereka adalah ﴾ يُخۡرِجُونَ ٱلرَّسُولَ وَإِيَّاكُمۡ ﴿ "mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu," wahai orang-orang yang beriman dari kampung halaman kalian dan mengusir kalian dari negeri kalian, padahal kalian tidak bersalah selain hanya ka-rena kalian beriman ﴾ بِٱللَّهِ رَبِّكُمۡ ﴿ "kepada Allah, Rabbmu," Yang harus disembah oleh seluruh makhluk, karena Dia adalah Rabb mereka serta yang memberikan berbagai nikmat, baik yang lahir maupun yang batin. Dia-lah Allah سبحانه وتعالى. Ketika mereka berpaling dari hal ini yang merupakan kewajiban pertama dan utama sedangkan kalian menunaikannya, mereka pun memusuhi kalian dan mengusir ka-lian dari kampung halaman kalian karena keimanan. Lantas agama apa, harga diri yang mana serta akal mana yang masih tersisa bagi seorang hamba yang beriman yang menjadikan orang-orang kafir sebagai penolong, yang seperti itulah sifat mereka di setiap waktu dan tempat. Tidak ada yang menghalangi mereka dari permusuhan itu selain rasa takut atau adanya penghalang yang kuat. ﴾ إِن كُنتُمۡ خَرَجۡتُمۡ جِهَٰدٗا فِي سَبِيلِي وَٱبۡتِغَآءَ مَرۡضَاتِيۚ ﴿ "Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalanKu dan mencari keridhaanKu (janganlah kamu berbuat demikian)." Maksudnya, jika kalian pergi berniat untuk jihad di jalan Allah سبحانه وتعالى untuk menegakkan kalimat Allah سبحانه وتعالى serta mencari ridhaNya, maka ketahuilah tuntutan hal ini dengan bersikap loyal terhadap para kekasih Allah سبحانه وتعالى dan memusuhi para musuh Allah سبحانه وتعالى, karena inilah jihad di jalan Allah سبحانه وتعالى yang paling agung dan di antara salah satu amalan yang bisa mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى dan mencari keridhaanNya. ﴾ تُسِرُّونَ إِلَيۡهِم بِٱلۡمَوَدَّةِ وَأَنَا۠ أَعۡلَمُ بِمَآ أَخۡفَيۡتُمۡ وَمَآ أَعۡلَنتُمۡۚ ﴿ "Kamu memberitahukan se-cara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan." Maksudnya, mengapa kalian menyembunyikan rasa kasih sayang terhadap orang-orang kafir padahal kalian me-ngetahui bahwa Allah سبحانه وتعالى mengetahui apa yang kalian sembunyikan dan apa yang kalian nyatakan. Meskipun hal itu tidak diketahui oleh orang-orang yang beriman tapi tidak samar bagi Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى akan memberi balasan pada hamba-hambaNya berdasarkan amalan yang diperbuat, baik dan buruknya. ﴾ وَمَن يَفۡعَلۡهُ مِنكُمۡ ﴿ "Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya," yaitu loyal terhadap orang-orang kafir setelah diperingatkan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَقَدۡ ضَلَّ سَوَآءَ ٱلسَّبِيلِ ﴿ "maka sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus," karena ia me-nempuh jalan yang berseberangan dengan syariat, akal, dan harga diri kemanusiaan.
(2) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menjelaskan hebatnya permusuhan orang-orang kafir sebagai dorongan bagi orang-orang Mukmin agar memusuhi mereka. ﴾ إِن يَثۡقَفُوكُمۡ ﴿ "Jika mereka menangkap kamu," maksudnya, bertemu dengan kalian dan berkesempatan untuk mencelakai kalian, ﴾ يَكُونُواْ لَكُمۡ أَعۡدَآءٗ ﴿ "niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu" secara nyata, ﴾ وَيَبۡسُطُوٓاْ إِلَيۡكُمۡ أَيۡدِيَهُمۡ وَأَلۡسِنَتَهُم بِٱلسُّوٓءِ ﴿ "dan meng-umbar tangan dan lidah mereka kepadamu dengan menyakiti (mu)," de-ngan cara membunuh, memukul, dan lain sebagainya, serta dengan kata-kata yang menyakiti seperti celaan dan lainnya. ﴾ وَوَدُّواْ لَوۡ تَكۡفُرُونَ ﴿ "Dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir." Inilah puncak yang mereka inginkan darimu.
(3) Jika kalian beralasan bahwa kalian bersikap loyal terha-dap orang-orang kafir karena kekerabatan dan bisnis, maka ingat-lah bahwa harta dan anak-anak kalian sama sekali tidak berguna bagi kalian di hadapan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ﴿ "Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." Karena itu Allah سبحانه وتعالى memperingat-kan kalian dengan keras agar tidak bersikap loyal terhadap orang-orang kafir, karena sikap seperti ini akan membahayakan kalian.
(4) ﴾ قَدۡ كَانَتۡ لَكُمۡ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ ﴿"Sungguh telah ada suri tauladan yang baik bagimu," maksudnya, panutan yang baik dan figur yang berguna bagi kalian wahai sekalian orang-orang Mukmin, ﴾ فِيٓ إِبۡرَٰهِيمَ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ ﴿ "pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia," dari kalang-an orang-orang yang beriman, karena kalian diperintahkan untuk mengikuti agama Ibrahim عليه السلام yang lurus,﴾ إِذۡ قَالُواْ لِقَوۡمِهِمۡ إِنَّا بُرَءَٰٓؤُاْ مِنكُمۡ وَمِمَّا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ﴿ "ketika mereka berkata kepada kaum mereka, 'Sesungguh-nya kami berlepas diri (anti) dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah'," maksudnya, pada saat Nabi Ibrahim عليه السلام dan orang-orang yang beriman bersama beliau berlepas diri dari kaum mereka yang musyrik dan berlepas diri dari apa pun yang mereka sembah selain Allah سبحانه وتعالى, kemudian mereka benar-benar menegaskan sikap permusuhan mereka terhadap orang-orang kafir seraya berkata, ﴾ كَفَرۡنَا بِكُمۡ وَبَدَا بَيۡنَنَا وَبَيۡنَكُمُ ٱلۡعَدَٰوَةُ وَٱلۡبَغۡضَآءُ ﴿ "Kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian," maksudnya sikap benci di hati dan lenyapnya kasih sayang serta permusuhan dengan raga. Permusuhan dan kebencian tersebut tidak terbatas waktu, tapi berlaku ﴾ أَبَدًا ﴿ "buat selama-lamanya," selama kalian tetap berada dalam kekafiran, ﴾ حَتَّىٰ تُؤۡمِنُواْ بِٱللَّهِ وَحۡدَهُۥٓ ﴿ "sampai kamu beriman kepada Allah saja." Maksudnya, jika kalian beriman pada Allah سبحانه وتعالى yang Esa, sikap permusuhan dan kebencian hilang dan berubah menjadi kasih sayang dan saling tolong-menolong. Kalian wahai orang-orang yang beriman, memiliki teladan baik pada diri Nabi Ibrahim dan orang-orang yang beriman bersama beliau yang menu-naikan keimanan dan tauhid serta menunaikan konsekuensi-kon-sekuensi iman dan tauhid dan dalam segala hal yang dengannya mereka beribadah kepada Allah سبحانه وتعالى semata. ﴾ إِلَّا ﴿ "Kecuali," dalam satu hal, yaitu ﴾ قَوۡلَ إِبۡرَٰهِيمَ لِأَبِيهِ ﴿ "perkataan Ibrahim kepada bapaknya," Azar, si musyrik lagi kafir dan penentang, ketika diajak untuk beriman dan bertauhid namun enggan, Ibrahim berkata padanya, ﴾ لَأَسۡتَغۡفِرَنَّ لَكَ ﴿ "Sungguh aku akan memohonkan ampunan bagi kamu," namun ﴾ وَمَآ أَمۡلِكُ لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن شَيۡءٖۖ ﴿ "aku tiada dapat menolak sesuatu pun dari (siksaan) Allah terhadapmu." Akan tetapi aku berdoa pada Rabbku agar dengan doaku aku tidak menjadi orang yang sengsara. Dan Anda semua wahai orang-orang yang beriman, jangan mengikuti Ibrahim dalam hal ini yang berdoa untuk orang musyrik. Kalian tidak boleh mendoakan orang-orang musyrik dengan berkata, "Kami mengikuti agama Nabi Ibrahim dalam mendoakan orang-orang musyrik, karena Allah سبحانه وتعالى menyebutkan udzur Ibrahim dalam FirmanNya, ﴾ وَمَا كَانَ ٱسۡتِغۡفَارُ إِبۡرَٰهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَن مَّوۡعِدَةٖ وَعَدَهَآ إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُۥٓ أَنَّهُۥ عَدُوّٞ لِّلَّهِ تَبَرَّأَ مِنۡهُۚ إِنَّ إِبۡرَٰهِيمَ لَأَوَّٰهٌ حَلِيمٞ 114 ﴿ "Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapak-nya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sesungguh-nya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun." (At-Taubah: 114). Kalian juga memiliki teladan baik pada diri Nabi Ibrahim dan orang-orang yang beriman bersamanya ketika mereka berdoa pada Allah سبحانه وتعالى, bertawakal dan kembali padaNya, mereka juga mengakui kelemahan dan kurang menunaikan kewajiban dengan sempurna, mereka berkata, ﴾ رَّبَّنَا عَلَيۡكَ تَوَكَّلۡنَا ﴿ "Hanya kepada Engkaulah kami bertawakal," maksudnya, kami bergantung padaMu untuk mendapatkan apa pun yang berguna bagi kami dan menjauhi apa pun yang membahayakan kami, kami percaya padaMu wahai Rabb dalam hal itu, ﴾ وَإِلَيۡكَ أَنَبۡنَا ﴿ "dan hanya kepada Engkau-lah kami ber-taubat," maksudnya, kami kembali pada ketaatan dan ridhaMu wahai Rabb Kami dan segala sesuatu yang bisa mendekatkan kami padaMu. Kami menunaikan semua hal itu. Kami berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menunaikan segala kebaikan. Kami mengetahui bahwa kepadaMu-lah kami kembali. Untuk itu kami mempersiapkan diri untuk mendatangiMu dan kami melakukan apa pun yang mendekatkan diri kami padaMu.
Page 550
60:6
لَقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِيهِمۡ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَۚ وَمَن يَتَوَلَّ فَإِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡغَنِيُّ ٱلۡحَمِيدُ ٦
There has certainly been for you in them an excellent pattern for anyone whose hope is in Allāh and the Last Day. And whoever turns away - then indeed, Allāh is the Free of need, the Praiseworthy.
60:7
۞ عَسَى ٱللَّهُ أَن يَجۡعَلَ بَيۡنَكُمۡ وَبَيۡنَ ٱلَّذِينَ عَادَيۡتُم مِّنۡهُم مَّوَدَّةٗۚ وَٱللَّهُ قَدِيرٞۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٧
Perhaps Allāh will put, between you and those to whom you have been enemies among them, affection. And Allāh is competent,1 and Allāh is Forgiving and Merciful.
1 translator’s note
- To accomplish this or whatever He should will. ↩
60:8
لَّا يَنۡهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ لَمۡ يُقَٰتِلُوكُمۡ فِي ٱلدِّينِ وَلَمۡ يُخۡرِجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمۡ أَن تَبَرُّوهُمۡ وَتُقۡسِطُوٓاْ إِلَيۡهِمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِينَ ٨
Allāh does not forbid you from those who do not fight you because of religion and do not expel you from your homes - from being righteous toward them and acting justly toward them. Indeed, Allāh loves those who act justly.
60:9
إِنَّمَا يَنۡهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ قَٰتَلُوكُمۡ فِي ٱلدِّينِ وَأَخۡرَجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمۡ وَظَٰهَرُواْ عَلَىٰٓ إِخۡرَاجِكُمۡ أَن تَوَلَّوۡهُمۡۚ وَمَن يَتَوَلَّهُمۡ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ ٩
Allāh only forbids you from those who fight you because of religion and expel you from your homes and aid in your expulsion - [forbids] that you make allies1 of them. And whoever makes allies of them, then it is those who are the wrongdoers.
1 translator’s note
- See footnote to verse 1 of this sūrah. ↩
60:10
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا جَآءَكُمُ ٱلۡمُؤۡمِنَٰتُ مُهَٰجِرَٰتٖ فَٱمۡتَحِنُوهُنَّۖ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِإِيمَٰنِهِنَّۖ فَإِنۡ عَلِمۡتُمُوهُنَّ مُؤۡمِنَٰتٖ فَلَا تَرۡجِعُوهُنَّ إِلَى ٱلۡكُفَّارِۖ لَا هُنَّ حِلّٞ لَّهُمۡ وَلَا هُمۡ يَحِلُّونَ لَهُنَّۖ وَءَاتُوهُم مَّآ أَنفَقُواْۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيۡكُمۡ أَن تَنكِحُوهُنَّ إِذَآ ءَاتَيۡتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّۚ وَلَا تُمۡسِكُواْ بِعِصَمِ ٱلۡكَوَافِرِ وَسۡـَٔلُواْ مَآ أَنفَقۡتُمۡ وَلۡيَسۡـَٔلُواْ مَآ أَنفَقُواْۚ ذَٰلِكُمۡ حُكۡمُ ٱللَّهِ يَحۡكُمُ بَيۡنَكُمۡۖ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٞ ١٠
O you who have believed, when the believing women come to you as emigrants, examine [i.e., test] them. Allāh is most knowing as to their faith. And if you know them to be believers, then do not return them to the disbelievers; they are not lawful [wives] for them, nor are they lawful [husbands] for them. But give them [i.e., the disbelievers] what they have spent.1 And there is no blame upon you if you marry them when you have given them their due compensation [i.e., mahr]. And hold not to marriage bonds with disbelieving women, but ask for what you have spent and let them [i.e., the disbelievers] ask for what they have spent.2 That is the judgement of Allāh; He judges between you. And Allāh is Knowing and Wise.
2 translator’s notes
For marriage, i.e., compensate their loss.
[1677] When a disbelieving wife chose to join the disbelievers, a Muslim husband could demand in return the equivalent of her mahr. Likewise, the disbelievers had a similar right when a believing woman joined the Muslims. This and the following verses were revealed subsequent to the Treaty of al-Ḥudaybiyyah.
↩- ↩
60:11
وَإِن فَاتَكُمۡ شَيۡءٞ مِّنۡ أَزۡوَٰجِكُمۡ إِلَى ٱلۡكُفَّارِ فَعَاقَبۡتُمۡ فَـَٔاتُواْ ٱلَّذِينَ ذَهَبَتۡ أَزۡوَٰجُهُم مِّثۡلَ مَآ أَنفَقُواْۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِيٓ أَنتُم بِهِۦ مُؤۡمِنُونَ ١١
And if you have lost any of your wives to the disbelievers and you subsequently obtain [something],1 then give those whose wives have gone the equivalent of what they had spent. And fear Allāh, in whom you are believers.
1 translator’s note
- From the side of the disbelievers, i.e., war booty or a believing woman seeking refuge with the Muslims. ↩