At-Taghabun 64:11
The Mutual Disillusion · Juz 28 · Page 557
مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۗ وَمَن يُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ يَهۡدِ قَلۡبَهُۥۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ ١١
No disaster strikes except by permission of Allāh. And whoever believes in Allāh - He will guide his heart. And Allāh is Knowing of all things.
Tafsir · in Indonesian
As-Sa'di
Medium · Clear and to the point: what to take from each passage.
Change
Commentary on 64:11–13
"Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, jika kamu berpaling, maka sesungguh-nya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. (Dia-lah) Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Dia. Dan hendaklah orang-orang yang Muk-min bertawakal kepada Allah saja." (At-Taghabun: 11-13).
(11) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۗ ﴿ "Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah." Ini berlaku secara umum untuk berbagai musibah yang menimpa diri, harta, anak, orang-orang tercinta, dan lainnya. Semua yang menimpa manusia berdasarkan Qadha` dan Qadar Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى telah mengetahui hal itu sebelumnya, penaNya telah menulis semua takdir dan ketentuan. Dengan pena itu, kehendak dan hik-mahNya berlaku. Namun yang amat penting adalah apakah ma-nusia menunaikan tugasnya dalam hal Qadha` dan Qadar ataukah tidak? Jika ia menunaikannya, maka ia akan mendapatkan pahala yang besar dan indah, baik di dunia maupun di akhirat. Jika per-caya bahwa semua yang menimpanya berasal dari sisi Allah سبحانه وتعالى, merelakannya, dan menyerahkan masalahnya, maka Allah سبحانه وتعالى akan menunjukkan hatinya sehingga ia akan merasa tenang dan tidak gentar ketika tertimpa berbagai musibah, tidak seperti yang terjadi pada orang yang hatinya tidak diberi petunjuk oleh Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى memberikan keteguhan pada orang yang hatinya diberi petun-juk ketika musibah datang serta bersikap sabar. Dengan demikian, ia mendapatkan pahala besar di samping pahala besar yang disim-pan Allah سبحانه وتعالى pada Hari Pembalasan kelak. Ini sejalan dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجۡرَهُم بِغَيۡرِ حِسَابٖ 10 ﴿ "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicu-kupkan pahala mereka tanpa batas." (Az-Zumar: 10). Dari sini dapat diketahui, bahwa orang yang tidak beriman kepada Allah سبحانه وتعالى pada saat tertimpa musibah karena tidak mema-hami takdir dan ketentuan Allah سبحانه وتعالى namun hanya terbatas pada sebab-sebabnya saja, maka ia telah dihinakan, dan Allah-pun me-nyerahkan urusannya itu pada dirinya sendiri. Apabila seorang hamba telah diserahkan pada dirinya sendiri padahal jiwa manusia itu hanya bisa berkeluh kesah dan bersedih, maka hal itu merupa-kan siksaan yang disegerakan bagi seorang hamba sebelum siksaan akhirat nanti karena tidak menunaikan kewajiban bersabar. Inilah yang berkaitan dengan Firman Allah تعالى, ﴾ وَمَن يُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ يَهۡدِ قَلۡبَهُۥۚ ﴿ "Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya," yakni ketika tertimpa musibah. Adapun yang berkaitan dengan keumuman tekstual ayat, Allah سبحانه وتعالى membe-ritahukan bahwa setiap orang yang beriman (maksudnya, dengan keimanan sesuai yang diperintahkan yaitu beriman kepada Allah سبحانه وتعالى, malaikat, kitab, rasul, Hari Akhir, dan takdir, baik dan buruk-nya) dan membuktikan kebenaran imannya dengan menunaikan tuntutan-tuntutan serta kewajiban-kewajiban iman, faktor yang dilakukan oleh seorang hamba seperti ini merupakan faktor ter-besar hidayah Allah سبحانه وتعالى dalam perkataan, perbuatan, dan di segala halnya, dan juga dalam ilmu dan amalnya. Ini adalah balasan ter-baik yang diberikan Allah bagi orang-orang yang beriman. Seba-gaimana yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى ketika memberi-tahukan bahwa Dia meneguhkan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan di akhirat. Asal mula keteguhan adalah keteguhan hati, kesabaran, dan keyakinannya ketika tertimpa berbagai musibah. Firman Allah سبحانه وتعالى yang dimaksud adalah, ﴾ يُثَبِّتُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱلۡقَوۡلِ ٱلثَّابِتِ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۖ ﴿ "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat." (Ibra-him: 27). Orang yang beriman adalah orang yang hatinya mendapatkan hidayah dan paling kuat ketika tertimpa berbagai musibah yang merisaukan. Hal itu dikarenakan keimanan yang tertanam pada diri mereka.
(12) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَۚ ﴿ "Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul," maksudnya, dalam menunai-kan perintah dan menjauhi larangan keduanya. Karena menaati perintah Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya adalah pusat kebahagiaan dan tanda-tanda keberuntungan. ﴾ فَإِن تَوَلَّيۡتُمۡ ﴿ "Jika kamu berpaling," dari menaati Allah سبحانه وتعالى dan menaati Rasul, ﴾ فَإِنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا ٱلۡبَلَٰغُ ٱلۡمُبِينُ ﴿ "maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang." Maksudnya, menyampaikan apa yang diutus-kan untuk kalian secara jelas dan gamblang sehingga hujjah telah tegak untuk kalian. Rasul tidak berkuasa memberikan petunjuk pada kalian dan sama sekali tidak berkuasa menghisab amal kalian. Perhitungan amal kalian atas ketaatan kalian terhadap Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya, apakah kalian menunaikan hal itu atau tidak, sepenuh-nya dilakukan oleh Allah Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata.
(13) ﴾ ٱللَّهُ ﴿ "(Dia-lah) Allah," Yang ﴾ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۚ ﴿ "tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Dia." Maksudnya, Dia-lah yang berhak disembah dan dituhankan. Semua sesembahan selainNya adalah batil. ﴾ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ﴿ "Dan hendaklah orang-orang yang Mukmin bertawakal kepada Allah saja." Maksudnya, hendaklah orang-orang yang beriman bergantung pada Allah سبحانه وتعالى dalam segala hal yang menimpa mereka dan apa pun yang ingin mereka laku-kan, karena tidak ada satu pun hal yang berlaku kecuali atas izin Allah سبحانه وتعالى dan tidak ada cara untuk itu kecuali dengan bergantung pada Allah سبحانه وتعالى. Ketergantungan seseorang terhadap Allah سبحانه وتعالى tidak berlaku secara sempurna hingga ia memperbaiki sangkaannya ter-hadap Rabbnya serta percaya sepenuh hati bahwa Allah-lah yang akan mencukupi urusan yang disandarkan padaNya. Ukuran lemah dan kuatnya tawakal seorang hamba ditentukan oleh kadar keimanannya.
Page 557
64:10
وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَآ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِ خَٰلِدِينَ فِيهَاۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ ١٠
But the ones who disbelieved and denied Our verses - those are the companions of the Fire, abiding eternally therein; and wretched is the destination.
64:11
مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۗ وَمَن يُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ يَهۡدِ قَلۡبَهُۥۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ ١١
No disaster strikes except by permission of Allāh. And whoever believes in Allāh - He will guide his heart. And Allāh is Knowing of all things.
64:12
وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَۚ فَإِن تَوَلَّيۡتُمۡ فَإِنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا ٱلۡبَلَٰغُ ٱلۡمُبِينُ ١٢
And obey Allāh and obey the Messenger; but if you turn away - then upon Our Messenger is only [the duty of] clear notification.
64:13
ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ١٣
Allāh - there is no deity except Him. And upon Allāh let the believers rely.
64:14
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّ مِنۡ أَزۡوَٰجِكُمۡ وَأَوۡلَٰدِكُمۡ عَدُوّٗا لَّكُمۡ فَٱحۡذَرُوهُمۡۚ وَإِن تَعۡفُواْ وَتَصۡفَحُواْ وَتَغۡفِرُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمٌ ١٤
O you who have believed, indeed, among your spouses and your children are enemies to you, so beware of them. But if you pardon and overlook and forgive - then indeed, Allāh is Forgiving and Merciful.
64:15
إِنَّمَآ أَمۡوَٰلُكُمۡ وَأَوۡلَٰدُكُمۡ فِتۡنَةٞۚ وَٱللَّهُ عِندَهُۥٓ أَجۡرٌ عَظِيمٞ ١٥
Your wealth and your children are but a trial, and Allāh has with Him a great reward.
64:16
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ مَا ٱسۡتَطَعۡتُمۡ وَٱسۡمَعُواْ وَأَطِيعُواْ وَأَنفِقُواْ خَيۡرٗا لِّأَنفُسِكُمۡۗ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفۡسِهِۦ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ ١٦
So fear Allāh as much as you are able and listen and obey and spend [in the way of Allāh]; it is better for your selves. And whoever is protected from the stinginess of his soul - it is those who will be the successful.
64:17
إِن تُقۡرِضُواْ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا يُضَٰعِفۡهُ لَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡۚ وَٱللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ ١٧
If you loan Allāh a goodly loan, He will multiply it for you and forgive you. And Allāh is [most] Appreciative1 and Forbearing,2
64:18
عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ١٨
Knower of the unseen and the witnessed, the Exalted in Might, the Wise.