Al-BaqarahJuz 1 · Page 11

Al-Baqarah 2:71

The Cow · Juz 1 · Page 11

قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٞ لَّا ذَلُولٞ تُثِيرُ ٱلۡأَرۡضَ وَلَا تَسۡقِي ٱلۡحَرۡثَ مُسَلَّمَةٞ لَّا شِيَةَ فِيهَاۚ قَالُواْ ٱلۡـَٰٔنَ جِئۡتَ بِٱلۡحَقِّۚ فَذَبَحُوهَا وَمَا كَادُواْ يَفۡعَلُونَ ٧١

He said, "He says, 'It is a cow neither trained to plow the earth nor to irrigate the field, one free from fault with no spot upon her.'" They said, "Now you have come with the truth." So they slaughtered her, but they could hardly do it.

Tafsir · in Indonesian

As-Sa'di

Medium · Clear and to the point: what to take from each passage.

Whole surah

Change

Commentary on 2:67–74

"Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya, 'Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina.' Mereka berkata, 'Apakah kamu hendak menjadikan kami bahan ejekan?' Musa menjawab, 'Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil.' Mereka menjawab, 'Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami, sapi betina apakah itu.' Musa menjawab, 'Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu.' Mereka berkata, 'Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya.' Musa menjawab, 'Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenang-kan orang-orang yang memandangnya.' Mereka berkata, 'Mohon-kanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu).' Musa berkata, 'Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya.' Mereka berkata, 'Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya.' Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksana-kan perintah itu. Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan. Lalu Kami berfirman, 'Pukullah mayat itu dengan sebagian ang-gota sapi betina itu!' Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaanNya agar kamu mengerti. Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, atau lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan." (Al-Baqarah: 67-74).

(67) Maksudnya, dan ingatlah kalian apa yang terjadi pada kalian bersama Musa عليه السلام ketika kalian membunuh seseorang lalu kalian saling tuduh menuduh tentang itu, maksudnya, kalian saling mengingkari dan saling berselisih tentang pembunuhnya hingga perkara itu menjadi rumit di antara kalian, dan hampir saja -sekiranya Allah tidak menjelaskannya untuk kalian- terjadi suatu keburukan yang dahsyat di antara kalian. Lalu Nabi Musa عليه السلام ber-kata kepada kalian untuk mengungkap pelaku pembunuhannya, "Kalian sembelihlah seekor sapi," dan yang wajib adalah bersegera dalam menaati perintahnya tanpa ada sanggahan atasnya. Akan tetapi mereka enggan melakukannya kecuali dengan memberikan sanggahan seraya mereka berkata, ﴾ أَتَتَّخِذُنَا هُزُوٗاۖ ﴿ "Apakah kamu hendak menjadikan kami bahan ejekan?" Nabi Allah Musa menjawab, ﴾ أَعُوذُ بِٱللَّهِ أَنۡ أَكُونَ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ﴿ "Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil," karena orang yang jahil itu ada-lah orang yang berbicara dengan perkataan yang tidak ada guna-nya dan orang bodoh seperti itulah yang mengejek orang. Adapun orang yang berakal, maka pastilah dia akan meya-kini bahwa sebesar-besarnya aib yang mengurangi derajat agama dan akal, adalah olok-olokannya terhadap orang yang mana dia adalah sama manusianya seperti dirinya, walaupun (memang) dia lebih utama daripada orang yang dihinanya, karena keutamaan itu menuntutnya bersyukur kepada Allah dan berlaku kasih sayang terhadap sesama makhluk. Dan ketika Nabi Musa عليه السلام mengata-kan hal itu kepada mereka, maka mereka mengetahui bahwa itu benar, lalu mereka berkata,

(68) ﴾ ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا هِيَۚ ﴿ "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami; sapi betina apakah itu?" Yakni, berapa umurnya? ﴾ قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٞ لَّا فَارِضٞ ﴿ "Musa menjawab, 'Sesung-guhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua'," yakni tidak terlalu dewasa, besar, ﴾ وَلَا بِكۡرٌ عَوَانُۢ ﴿ "dan tidak muda," yakni, bukan yang masih kecil, ﴾ عَوَانُۢ بَيۡنَ ذَٰلِكَۖ فَٱفۡعَلُواْ مَا تُؤۡمَرُونَ ﴿ "pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepa-damu," dan tinggalkanlah bersikap keras dan berlebih-lebihan.

(69) ﴾ قَالُواْ ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا لَوۡنُهَاۚ قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٞ صَفۡرَآءُ فَاقِعٞ لَّوۡنُهَا ﴿ "Mereka berkata, 'Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya.' Musa menjawab, 'Sesungguh-nya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya'." yakni yang sangat, ﴾ تَسُرُّ ٱلنَّٰظِرِينَ ﴿ "lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya," karena bagusnya.

(70) ﴾ قَالُواْ ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا هِيَ إِنَّ ٱلۡبَقَرَ تَشَٰبَهَ عَلَيۡنَا ﴿ "Mereka berkata, 'Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sapi itu (masih) samar bagi kami'." Artinya, kami belum paham apa yang kamu inginkan, ﴾ وَإِنَّآ إِن شَآءَ ٱللَّهُ لَمُهۡتَدُونَ ﴿ "dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu)."

(71) ﴾ قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٞ لَّا ذَلُولٞ ﴿ "Musa berkata, 'Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai'." Yakni belum pernah dimanfaatkan untuk bekerja, baik ﴾ تُثِيرُ ٱلۡأَرۡضَ ﴿ "membajak tanah" dengan bercocok tanam, ﴾ وَلَا تَسۡقِي ٱلۡحَرۡثَ ﴿ "dan tidak pula untuk mengairi tanaman," yakni, bukan dari hewan untuk bekerja, ﴾ مُسَلَّمَةٞ ﴿ "tidak bercacat" dari aib atau dari bekerja, dan ﴾ لَّا شِيَةَ فِيهَاۚ ﴿ "tidak ada belangnya," yakni tidak ada warna padanya selain warna yang telah disebutkan sebelumnya. ﴾ قَالُواْ ٱلۡـَٰٔنَ جِئۡتَ بِٱلۡحَقِّۚ ﴿ "Mereka berkata, 'Sekarang barulah kamu me-nerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya'." Yakni dengan penje-lasan yang sempurna, dan ini merupakan kejahilan mereka, kalau tidak demikian, niscaya dia telah membawakan mereka suatu ke-benaran sejak semula. Sekiranya mereka tidak menyanggah sapi yang mana niscaya terlaksanalah yang dimaksud dengan sapi apa saja, akan tetapi mereka ngeyel dengan memperbanyak pertanyaan, maka Allah memperlakukan mereka juga dengan keras, dan sekiranya mereka tidak mengatakan insya Allah, niscaya mereka pun tidak akan di-bimbing untuk mendapatkannya. ﴾ فَذَبَحُوهَا ﴿ "Kemudian mereka me-nyembelihnya," yaitu sapi yang telah dijelaskan dengan sifat-sifat tersebut, ﴾ وَمَا كَادُواْ يَفۡعَلُونَ ﴿ "dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu" disebabkan sikap keras kepala yang terjadi dari mereka.

(72-73) Dan ketika mereka menyembelihnya, Kami ber-kata kepada mereka; pukullah yang terbunuh itu dengan sebagian dari sembelihan tersebut, maksudnya dengan salah satu organ tubuhnya, organ tertentu ataupun organ mana saja darinya, karena dalam penentuannya juga tidak ada gunanya. Lalu mereka memu-kulnya dengan sebagiannya kemudian Allah menghidupkannya kembali, dan mengemukakan apa yang mereka sembunyikan, lalu Allah mengabarkan tentang pelaku pembunuhan, dan dalam tindakan Allah menghidupkannya -sedang mereka menyaksikan- adalah suatu dalil bahwa Allah itu menghidupkan yang mati agar kalian berpikir hingga kalian menghindari segala yang memuda-ratkan diri kalian.

(74) ﴾ ثُمَّ قَسَتۡ قُلُوبُكُم ﴿ "Kemudian hatimu menjadi keras," maksud-nya mengeras dan menebal hingga nasihat tidak mampu berpe-ngaruh padanya ﴾ مِّنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ ﴿ "setelah itu," maksudnya, setelah Allah memberikan nikmat atas kalian dengan nikmat-nikmat yang besar dan memperlihatkan kepada kalian ayat-ayatNya, dan seharusnya tidaklah patut hati-hati kalian menjadi keras, karena apa yang kalian saksikan sendiri seharusnya menimbulkan kelembutan hati dan ketundukannya. Kemudian Allah menerangkan tentang kekerasan hati mereka yaitu bahwasanya ia, ﴾ كَٱلۡحِجَارَةِ ﴿ "seperti batu" daripada besi, karena besi dan timah apabila dibakar dalam api, niscaya akan meleleh, berbeda dengan batu. Dan FirmanNya, ﴾ أَوۡ أَشَدُّ قَسۡوَةٗۚ ﴿ "Atau lebih keras lagi," maksudnya bahwa ia tidaklah terbatas hanya sekeras batu, dan أَوْ (atau) di sini tidaklah bermakna بَلْ (bahkan). Kemudian Allah menyebutkan tentang keutamaan batu atas hati mereka seraya berfirman, ﴾ وَإِنَّ مِنَ ٱلۡحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنۡهُ ٱلۡأَنۡهَٰرُۚ وَإِنَّ مِنۡهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخۡرُجُ مِنۡهُ ٱلۡمَآءُۚ وَإِنَّ مِنۡهَا لَمَا يَهۡبِطُ مِنۡ خَشۡيَةِ ٱللَّهِۗ ﴿ "Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan di antara-nya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah." Maka dengan sifat-sifat itu, batu itu melebihi keutamaan hati mereka. Kemudian Allah تعالى mengancam mereka dengan ancaman yang paling keras seraya berfirman, ﴾ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعۡمَلُونَ ﴿ "Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan," bahkan Allah sangat mengetahuinya, menghafalnya, baik kecil maupun besar, dan kalian akan diberi balasan atas perbuatan kalian dengan balasan yang paling sempurna dan paling penuh. Ketahuilah bahwasanya kebanyakan para ahli tafsir  telah memperbanyak penyisipan cerita-cerita Bani Israil dalam tafsir mereka, dan memaknai ayat-ayat al-Qur`an menurut cerita-cerita tersebut, mereka menjadikan cerita-cerita tersebut sebagai tafsir bagi kitabullah dengan dalih sabda Nabi ﷺ, حَدِّثُوْا عَنْ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ وَلَا حَرَجَ. "Sampaikanlah dari Bani Israil dan tidak masalah."[7] Dan menurut hemat saya adalah bahwasanya bila pun boleh meriwayatkan cerita-cerita mereka adalah dalam bentuk dialo-kasikan tersendiri tanpa dikaitkan dan tidak pula menjadi makna dasar atas kitabullah, karena sesungguhnya menjadikannya seba-gai tafsir bagi kitabullah tidaklah boleh sama sekali apabila tidak shahih kabarnya dari Rasulullah ﷺ, hal tersebut dikarenakan bahwa derajat cerita-cerita tersebut adalah seperti sabda beliau ﷺ, لَا تُصَدِّقُوْا أَهْلَ الْكِتَابِ وَلَا تُكَذِّبُوْهُمْ. "Janganlah kalian membenarkan ahli Kitab dan jangan pula men-dustakannya."[8] Apabila derajatnya diragukan, dan suatu hal yang pasti dike-tahui dalam agama Islam bahwasanya al-Qur`an itu wajib diimani dengan keyakinan bulat, baik kata-katanya maupun makna-makna-nya, oleh karena itu tidak boleh menjadikan cerita-cerita tersebut yang diriwayatkan secara majhul (tidak diketahui) yang kemung-kinan besar menurut akal adalah cerita dusta atau mayoritasnya adalah dusta, sebagai makna-makna al-Qur`an sebagai suatu yang pasti dan tidak ada seorang pun yang meragukannya, akan tetapi karena kelalaian terhadap hal ini akhirnya terjadilah apa yang ter-jadi. Hanya Allah sajalah Dzat yang membimbing.

Saheeh International · As-Sa'di · Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api · Quran Foundation

Page 11

Al-BaqarahJuz 1 · Page 11

2:70

قَالُواْ ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا هِيَ إِنَّ ٱلۡبَقَرَ تَشَٰبَهَ عَلَيۡنَا وَإِنَّآ إِن شَآءَ ٱللَّهُ لَمُهۡتَدُونَ ٧٠

They said, "Call upon your Lord to make clear to us what it is. Indeed, [all] cows look alike to us. And indeed we, if Allāh wills, will be guided."

2:71

قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٞ لَّا ذَلُولٞ تُثِيرُ ٱلۡأَرۡضَ وَلَا تَسۡقِي ٱلۡحَرۡثَ مُسَلَّمَةٞ لَّا شِيَةَ فِيهَاۚ قَالُواْ ٱلۡـَٰٔنَ جِئۡتَ بِٱلۡحَقِّۚ فَذَبَحُوهَا وَمَا كَادُواْ يَفۡعَلُونَ ٧١

He said, "He says, 'It is a cow neither trained to plow the earth nor to irrigate the field, one free from fault with no spot upon her.'" They said, "Now you have come with the truth." So they slaughtered her, but they could hardly do it.

2:72

وَإِذۡ قَتَلۡتُمۡ نَفۡسٗا فَٱدَّٰرَٰءۡتُمۡ فِيهَاۖ وَٱللَّهُ مُخۡرِجٞ مَّا كُنتُمۡ تَكۡتُمُونَ ٧٢

And [recall] when you slew a man and disputed1 over it, but Allāh was to bring out that which you were concealing.

1 translator’s note
  1. i.e., exchanged accusations and denials. ↩

2:73

فَقُلۡنَا ٱضۡرِبُوهُ بِبَعۡضِهَاۚ كَذَٰلِكَ يُحۡيِ ٱللَّهُ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَيُرِيكُمۡ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ ٧٣

So We said, "Strike him [i.e., the slain man] with part of it."1 Thus does Allāh bring the dead to life, and He shows you His signs that you might reason.

1 translator’s note
  1. i.e., the cow. Thereupon, Allāh restored life to the man, who informed them of his murderer. ↩

2:74

ثُمَّ قَسَتۡ قُلُوبُكُم مِّنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَٱلۡحِجَارَةِ أَوۡ أَشَدُّ قَسۡوَةٗۚ وَإِنَّ مِنَ ٱلۡحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنۡهُ ٱلۡأَنۡهَٰرُۚ وَإِنَّ مِنۡهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخۡرُجُ مِنۡهُ ٱلۡمَآءُۚ وَإِنَّ مِنۡهَا لَمَا يَهۡبِطُ مِنۡ خَشۡيَةِ ٱللَّهِۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعۡمَلُونَ ٧٤

Then your hearts became hardened after that, being like stones or even harder. For indeed, there are stones from which rivers burst forth, and there are some of them that split open and water comes out, and there are some of them that fall down for fear of Allāh. And Allāh is not unaware of what you do.

2:75

۞ أَفَتَطۡمَعُونَ أَن يُؤۡمِنُواْ لَكُمۡ وَقَدۡ كَانَ فَرِيقٞ مِّنۡهُمۡ يَسۡمَعُونَ كَلَٰمَ ٱللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُۥ مِنۢ بَعۡدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ ٧٥

Do you covet [the hope, O believers], that they would believe for you while a party of them used to hear the words of Allāh and then distort it [i.e., the Torah] after they had understood it while they were knowing?

2:76

وَإِذَا لَقُواْ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَا بَعۡضُهُمۡ إِلَىٰ بَعۡضٖ قَالُوٓاْ أَتُحَدِّثُونَهُم بِمَا فَتَحَ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمۡ لِيُحَآجُّوكُم بِهِۦ عِندَ رَبِّكُمۡۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ٧٦

And when they meet those who believe, they say, "We have believed"; but when they are alone with one another, they say, "Do you talk to them about what Allāh has revealed to you so they can argue with you about it before your Lord?" Then will you not reason?

As-Sa'diTafsir · 2:71

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
View

Читать на русском