As-Sa'diAl‑Baqarah · 2:49–74

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Al-Baqarah 2:49–74

2:49–57Page 8

وَإِذۡ نَجَّيۡنَٰكُم مِّنۡ ءَالِ فِرۡعَوۡنَ يَسُومُونَكُمۡ سُوٓءَ ٱلۡعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبۡنَآءَكُمۡ وَيَسۡتَحۡيُونَ نِسَآءَكُمۡۚ وَفِي ذَٰلِكُم بَلَآءٞ مِّن رَّبِّكُمۡ عَظِيمٞ ٤٩

And [recall] when We saved you [i.e., your forefathers] from the people of Pharaoh, who afflicted you with the worst torment, slaughtering your [newborn] sons and keeping your females alive. And in that was a great trial from your Lord.

وَإِذۡ فَرَقۡنَا بِكُمُ ٱلۡبَحۡرَ فَأَنجَيۡنَٰكُمۡ وَأَغۡرَقۡنَآ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ وَأَنتُمۡ تَنظُرُونَ ٥٠

And [recall] when We parted the sea for you and saved you and drowned the people of Pharaoh while you were looking on.

وَإِذۡ وَٰعَدۡنَا مُوسَىٰٓ أَرۡبَعِينَ لَيۡلَةٗ ثُمَّ ٱتَّخَذۡتُمُ ٱلۡعِجۡلَ مِنۢ بَعۡدِهِۦ وَأَنتُمۡ ظَٰلِمُونَ ٥١

And [recall] when We made an appointment with Moses for forty nights. Then you took [for worship] the calf after him [i.e., his departure], while you were wrongdoers.

ثُمَّ عَفَوۡنَا عَنكُم مِّنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ٥٢

Then We forgave you after that so perhaps you would be grateful.

وَإِذۡ ءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡفُرۡقَانَ لَعَلَّكُمۡ تَهۡتَدُونَ ٥٣

And [recall] when We gave Moses the Scripture and criterion1 that perhaps you would be guided.

وَإِذۡ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوۡمِهِۦ يَٰقَوۡمِ إِنَّكُمۡ ظَلَمۡتُمۡ أَنفُسَكُم بِٱتِّخَاذِكُمُ ٱلۡعِجۡلَ فَتُوبُوٓاْ إِلَىٰ بَارِئِكُمۡ فَٱقۡتُلُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ عِندَ بَارِئِكُمۡ فَتَابَ عَلَيۡكُمۡۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ ٥٤

And [recall] when Moses said to his people, "O my people, indeed you have wronged yourselves by your taking of the calf [for worship]. So repent to your Creator and kill yourselves [i.e., the guilty among you]. That is best for [all of] you in the sight of your Creator." Then He accepted your repentance; indeed, He is the Accepting of Repentance, the Merciful.

وَإِذۡ قُلۡتُمۡ يَٰمُوسَىٰ لَن نُّؤۡمِنَ لَكَ حَتَّىٰ نَرَى ٱللَّهَ جَهۡرَةٗ فَأَخَذَتۡكُمُ ٱلصَّٰعِقَةُ وَأَنتُمۡ تَنظُرُونَ ٥٥

And [recall] when you said, "O Moses, we will never believe you until we see Allāh outright"; so the thunderbolt took you while you were looking on.

ثُمَّ بَعَثۡنَٰكُم مِّنۢ بَعۡدِ مَوۡتِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ٥٦

Then We revived you after your death that perhaps you would be grateful.

وَظَلَّلۡنَا عَلَيۡكُمُ ٱلۡغَمَامَ وَأَنزَلۡنَا عَلَيۡكُمُ ٱلۡمَنَّ وَٱلسَّلۡوَىٰۖ كُلُواْ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقۡنَٰكُمۡۚ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ يَظۡلِمُونَ ٥٧

And We shaded you with clouds and sent down to you manna and quails, [saying], "Eat from the good things with which We have provided you." And they wronged Us not - but they were [only] wronging themselves.

"Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu. Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan. Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah) empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu (sembahan) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang zhalim. Kemudian sesudah itu Kami maafkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur. Dan (ingatlah), ketika Kami berikan kepada Musa al-Kitab (Taurat) dan keterangan yang membedakan antara yang benar dan yang salah, agar kamu mendapat petunjuk. Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya, 'Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu, dan bunuhlah dirimu. Hal itu lebih baik bagimu di sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.' Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, 'Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang,' karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya. Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyu-kur. Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu manna dan salwa. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka menganiaya Kami; akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri." (Al-Baqarah: 49-57).

(49-54) Ini adalah awal dari penyebutan satu persatu nikmat-nikmatNya terhadap Bani Israil dengan suatu perincian. Allah berfirman, ﴾ وَإِذۡ نَجَّيۡنَٰكُم مِّنۡ ءَالِ فِرۡعَوۡنَ ﴿ "Dan ingatlah ketika Kami menyelamatkan kamu dari Fir'aun," maksudnya, dari Fir'aun, pe-ngikut-pengikutnya dan bala tentaranya, sedangkan sebelum itu, ﴾ يَسُومُونَكُمۡ ﴿ "mereka menimpakan kepadamu," maksudnya menyiksa Bani Israil dan menimpakan kepada mereka, ﴾ سُوٓءَ ٱلۡعَذَابِ ﴿ "siksaan yang seberat-beratnya," yaitu siksaan paling keras dengan cara ﴾ يُذَبِّحُونَ أَبۡنَآءَكُمۡ ﴿ "mereka menyembelih anak-anak kamu yang laki-laki," karena khawatir akan kebangkitan kalian, ﴾ وَيَسۡتَحۡيُونَ نِسَآءَكُمۡۚ ﴿ "dan membiarkan hidup anak-anak kamu yang perempuan." Maksudnya mereka tidak membunuhnya, maka kamu sekalian dalam kondisi antara terbu-nuh dan terhina dengan pekerjaan-pekerjaan yang berat, yaitu dibiarkan hidup karena suatu pemberian dan kesombongannya, dan inilah puncak dari keterhinaan. Akhirnya Allah memberikan karunia kepada mereka dengan keselamatan yang sempurna dan menenggelamkan musuh-musuh mereka sedang mereka melihat hal itu dengan nyata, agar hati mereka tenteram. ﴾ وَفِي ذَٰلِكُم ﴿ "Dan pada yang demikian itu," yaitu pemberian keselamatan, ﴾ بَلَآءٞ ﴿ "ada ujian-ujian," yaitu perbuatan baik ﴾ مِّن رَّبِّكُمۡ عَظِيمٞ ﴿ "yang besar dari Tuhanmu," di mana hal yang seperti ini mengharuskan kalian untuk bersyukur dan mengerjakan perintah-perintahNya. Kemudian Allah menyebutkan karuniaNya yang lain kepada mereka dengan janjiNya kepada Nabi Musa عليه السلام selama empat puluh hari, untuk menurunkan bagi mereka Taurat yang termasuk suatu karunia yang besar dan kemaslahatan yang menyeluruh. Tapi mereka tidak bersabar sebelum masa janji tersebut selesai, hingga akhirnya mereka menyembah anak hewan setelah itu, yaitu setelah kepergian Nabi Musa, ﴾ وَأَنتُمۡ ظَٰلِمُونَ ﴿ "dan kamu adalah orang-orang yang zhalim," kalian mengetahui kezhaliman kalian, di mana hujjah telah tegak atas kalian, maka itu merupakan kejahatan dan dosa yang paling besar. Lalu Allah memerintahkan kepada kalian untuk bertaubat lewat lisan NabiNya, Musa عليه السلام, yaitu dengan cara sebagian kalian membunuh sebagian lainnya, hingga Allah memaafkan kalian oleh sebab itu, ﴾ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ﴿ "agar kamu bersyukur" kepada Allah.

(55) ﴾ وَإِذۡ قُلۡتُمۡ يَٰمُوسَىٰ لَن نُّؤۡمِنَ لَكَ حَتَّىٰ نَرَى ٱللَّهَ جَهۡرَةٗ ﴿ "Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, 'Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang'." Ini merupakan puncak kelan-cangan terhadap Allah تعالى dan terhadap RasulNya, ﴾ فَأَخَذَتۡكُمُ ٱلصَّٰعِقَةُ ﴿ "karena itu kamu disambar petir," baik meninggal atau pingsan yang parah, ﴾ وَأَنتُمۡ تَنظُرُونَ ﴿ "sedang kamu menyaksikan" terjadinya hal itu, di mana setiap mereka menyaksikan yang lainnya.

(56) ﴾ ثُمَّ بَعَثۡنَٰكُم مِّنۢ بَعۡدِ مَوۡتِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ﴿ "Setelah itu Kami bang-kitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur." Kemudian Allah menyebutkan tentang nikmatNya kepada mereka pada padang sahara dan daratan yang kosong di mana mereka tersesat tetapi rizki melimpah seraya berfirman,

(57) ﴾ وَظَلَّلۡنَا عَلَيۡكُمُ ٱلۡغَمَامَ وَأَنزَلۡنَا عَلَيۡكُمُ ٱلۡمَنَّ ﴿ "Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu manna," yaitu sebuah kata yang mencakup setiap rizki atau kebaikan yang dihasilkan tanpa keringat, di antaranya, jahe, cendawan dan roti, dan sebagainya, ﴾ وَٱلسَّلۡوَىٰۖ ﴿ "dan salwa," berupa burung kecil yang disebut "as-Samany," suatu nama burung yang dagingnya sangat lezat, dan kepada mereka diturunkan hal-hal tersebut, berupa Manna dan Salwa yang mencukupi kebutuhan mereka dan menjadi makanan pokok mereka. ﴾ كُلُواْ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقۡنَٰكُمۡۚ ﴿ "Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu," yaitu rizki yang tidak ada ban-dingannya bagi penduduk kota yang telah hidup mewah. Namun mereka tidak mensyukuri nikmat tersebut dan mereka selalu ber-ada dalam kekerasan hati dan kemaksiatan mereka yang banyak, ﴾ وَمَا ظَلَمُونَا ﴿ "dan tidaklah mereka menganiaya Kami," maksudnya tidak-lah mereka menganiaya Kami dengan perbuatan yang bertentangan dengan apa yang telah Kami perintahkan, karena Allah تعالى tidak-lah mendapatkan mudarat dari kemaksiatan pelaku maksiat seba-gaimana juga tidak bermanfaatnya ketaatan seseorang yang mela-kukan ketaatan kepadaNya, ﴾ وَلَٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ يَظۡلِمُونَ ﴿ "akan tetapi mere-kalah yang menganiaya diri mereka sendiri," maka kemudaratannya kembali kepada mereka sendiri.

2:58–59Page 9

وَإِذۡ قُلۡنَا ٱدۡخُلُواْ هَٰذِهِ ٱلۡقَرۡيَةَ فَكُلُواْ مِنۡهَا حَيۡثُ شِئۡتُمۡ رَغَدٗا وَٱدۡخُلُواْ ٱلۡبَابَ سُجَّدٗا وَقُولُواْ حِطَّةٞ نَّغۡفِرۡ لَكُمۡ خَطَٰيَٰكُمۡۚ وَسَنَزِيدُ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٥٨

And [recall] when We said, "Enter this city [i.e., Jerusalem] and eat from it wherever you will in [ease and] abundance, and enter the gate bowing humbly1 and say, 'Relieve us of our burdens [i.e., sins].' We will [then] forgive your sins for you, and We will increase the doers of good [in goodness and reward]."

فَبَدَّلَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ قَوۡلًا غَيۡرَ ٱلَّذِي قِيلَ لَهُمۡ فَأَنزَلۡنَا عَلَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ رِجۡزٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ بِمَا كَانُواْ يَفۡسُقُونَ ٥٩

But those who wronged changed [those words] to a statement other than that which had been said to them, so We sent down upon those who wronged a punishment [i.e., plague] from the sky because they were defiantly disobeying.

"Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman, 'Masuklah kamu ke negeri ini (Baitul Maqdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak di mana saja kamu suka, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan katakanlah, 'Bebaskanlah kami dari dosa,' niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu, dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik.' Lalu orang-orang yang zhalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zhalim itu hukuman dari langit, karena mereka berbuat fasik." (Al-Baqa-rah: 58-59).

(58) Ini juga termasuk di antara nikmat Allah terhadap mereka setelah kemaksiatan mereka kepadaNya, lalu Allah meme-rintahkan kepada mereka untuk memasuki suatu kampung yang menjadi sebuah negeri dan tempat menetap, serta kemuliaan bagi mereka (kala itu), dan mereka akan memperoleh rizki yang melim-pah, dan agar jalan mereka memasukinya harus dengan rasa tunduk patuh kepada Allah dengan perbuatan, yaitu memasuki pintu ger-bang sambil bersujud, artinya tunduk dan patuh, dan juga dengan perkataan yaitu agar mereka berkata, ﴾ حِطَّةٞ ﴿ "Bebaskanlah kami dari dosa," yakni menghapus dosa dan kesalahan mereka dengan per-mohonan mereka atas ampunanNya kepadaNya, ﴾ نَّغۡفِرۡ لَكُمۡ خَطَٰيَٰكُمۡۚ ﴿ "niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu" dengan adanya permo-honan kalian atas ampunanNya, ﴾ وَسَنَزِيدُ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ﴿ "dan kelak Kami akan menambah pemberian Kami kepada orang-orang yang berbuat baik," dengan perbuatan-perbuatan mereka, yaitu balasan yang segera maupun yang tertunda.

(59) ﴾ فَبَدَّلَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ ﴿ "Lalu orang-orang yang zhalim meng-ganti," yakni yang zhalim di antara mereka. Allah tidak berkata lalu mereka mengganti, karena tidak semua dari mereka itu mengganti ﴾ قَوۡلًا غَيۡرَ ٱلَّذِي قِيلَ لَهُمۡ ﴿ "perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperin-tahkan kepada mereka," dan mereka berkata, gantikanlah kata حِطَّةٌ (bebaskanlah kami dari dosa) dengan kata حِنْطَةٌ (yang berarti se-buah biji dari gandum) dengan maksud penghinaan atas perintah Allah dan olok-olokan. Ketika mereka mengganti perkataan itu padahal sangatlah ringan, maka penggantian mereka terhadap perbuatan adalah lebih patut dan utama. Oleh karena itu mereka memasukinya dengan merangkak dengan pantat mereka, dan ketika kezhaliman ini merupakan penyebab terbesar akan azab Allah terhadap mereka, Allah berfirman, ﴾ فَأَنزَلۡنَا عَلَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ ﴿ "Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zhalim itu," di antara mereka ﴾ رِجۡزٗا ﴿ "hukuman," yaitu azab ﴾ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ﴿ "dari langit," disebabkan karena kefasikan dan kezhaliman mereka.

2:60Page 9

۞ وَإِذِ ٱسۡتَسۡقَىٰ مُوسَىٰ لِقَوۡمِهِۦ فَقُلۡنَا ٱضۡرِب بِّعَصَاكَ ٱلۡحَجَرَۖ فَٱنفَجَرَتۡ مِنۡهُ ٱثۡنَتَا عَشۡرَةَ عَيۡنٗاۖ قَدۡ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٖ مَّشۡرَبَهُمۡۖ كُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ مِن رِّزۡقِ ٱللَّهِ وَلَا تَعۡثَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُفۡسِدِينَ ٦٠

And [recall] when Moses prayed for water for his people, so We said, "Strike with your staff the stone." And there gushed forth from it twelve springs, and every people [i.e., tribe] knew its watering place. "Eat and drink from the provision of Allāh, and do not commit abuse on the earth, spreading corruption."

"Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan tongkatmu.' Lalu memancarlah dari padanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rizki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan." (Al-Baqa-rah: 60).

(60) ﴾ ٱسۡتَسۡقَىٰ ﴿ "Memohon air," yakni meminta air buat mereka untuk mereka minum, ﴾ فَقُلۡنَا ٱضۡرِب بِّعَصَاكَ ٱلۡحَجَرَۖ ﴿ "lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan tongkatmu'," baik sebuah batu yang khusus yang hanya diketahui oleh Allah atau sebuah nama jenis (yang berarti batu apa saja), ﴾ فَٱنفَجَرَتۡ مِنۡهُ ٱثۡنَتَا عَشۡرَةَ عَيۡنٗاۖ ﴿ "lalu memancarlah dari padanya dua belas mata air," dan suku dari Bani Israil ada dua belas suku, ﴾ قَدۡ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٖ ﴿ "sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui" di antara mereka, ﴾ مَّشۡرَبَهُمۡۖ ﴿ "tempat minumnya (masing-masing)," yaitu tempat mereka yang menjadi tempat minum mereka dari mata air tersebut, sehingga sebagian mereka tidak (perlu) mendesak seba-gian lainnya, akan tetapi agar mereka minum dengan tenang dan tidak tergesa-gesa. Oleh karena itu Allah berfirman,﴾ كُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ مِن رِّزۡقِ ٱللَّهِ ﴿ "Makan dan minumlah rizki (yang diberikan) Allah," yaitu yang telah dihadirkan buat kalian tanpa usaha dan keringat, ﴾ وَلَا تَعۡثَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi," maksudnya, merubuhkan dengan tujuan merusak.

2:61Page 9

وَإِذۡ قُلۡتُمۡ يَٰمُوسَىٰ لَن نَّصۡبِرَ عَلَىٰ طَعَامٖ وَٰحِدٖ فَٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ يُخۡرِجۡ لَنَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلۡأَرۡضُ مِنۢ بَقۡلِهَا وَقِثَّآئِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَاۖ قَالَ أَتَسۡتَبۡدِلُونَ ٱلَّذِي هُوَ أَدۡنَىٰ بِٱلَّذِي هُوَ خَيۡرٌۚ ٱهۡبِطُواْ مِصۡرٗا فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلۡتُمۡۗ وَضُرِبَتۡ عَلَيۡهِمُ ٱلذِّلَّةُ وَٱلۡمَسۡكَنَةُ وَبَآءُو بِغَضَبٖ مِّنَ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ كَانُواْ يَكۡفُرُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَيَقۡتُلُونَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَواْ وَّكَانُواْ يَعۡتَدُونَ ٦١

And [recall] when you said, "O Moses, we can never endure one [kind of] food. So call upon your Lord to bring forth for us from the earth its green herbs and its cucumbers and its garlic and its lentils and its onions." [Moses] said, "Would you exchange what is better for what is less? Go into [any] settlement and indeed, you will have what you have asked." And they were covered with humiliation and poverty and returned with anger from Allāh [upon them]. That was because they [repeatedly] disbelieved in the signs of Allāh and killed the prophets without right. That was because they disobeyed and were [habitually] transgressing.

"Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, 'Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluar-kan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, berupa sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya.' Musa berkata, 'Apakah kamu meminta yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta.' Lalu ditim-pakanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka men-dapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi tanpa hak (alasan yang benar). Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas." (Al-Baqarah: 61).

(61) Maksudnya, dan ingatlah kalian (wahai Bani Israil), ﴾ إِذۡ قُلۡتُمۡ ﴿ "ketika kamu berkata" kepada Nabi Musa عليه السلام tentang pera-saan bosan mereka terhadap nikmat-nikmat Allah dan penghinaan mereka terhadapnya, ﴾ لَن نَّصۡبِرَ عَلَىٰ طَعَامٖ وَٰحِدٖ ﴿ "Kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja," maksudnya satu jenis makanan saja walaupun sebenarnya seperti yang telah lewat bahwa maka-nannya bermacam-macam namun tidak berubah, ﴾ فَٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ يُخۡرِجۡ لَنَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلۡأَرۡضُ مِنۢ بَقۡلِهَا ﴿ "sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhan-mu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, berupa sayur-mayurnya," maksudnya tumbuh-tumbuhannya yang bukan pepohonan yang tegak di atas kakinya, ﴾ وَقِثَّآئِهَا ﴿ "ketimun-nya," yaitu buah mentimun, ﴾ وَفُومِهَا ﴿ "dan bawangnya," yaitu bawang, baik putih maupun merah yang telah diketahui. Maka Musa ber-kata kepada mereka, ﴾ أَتَسۡتَبۡدِلُونَ ٱلَّذِي هُوَ أَدۡنَىٰ ﴿ "Apakah kamu meminta yang rendah," yaitu makanan yang disebutkan, ﴾ بِٱلَّذِي هُوَ خَيۡرٌۚ ﴿ "sebagai pengganti yang lebih baik?" Yaitu Manna dan Salwa? Karena yang ini tidaklah cocok dengan kalian, makanan yang kalian minta itu terdapat pada suatu kota yang kalian temui dan kalian dapatkan, adapun makanan yang telah Allah anugerahkan kepada kalian merupakan sebaik-baik makanan dan semulia-mulianya, maka bagaimana kalian bisa meminta penggantinya? Dan ketika apa yang terjadi pada mereka itu adalah sebuah isyarat terbesar tentang sedikitnya kesabaran mereka dan penghi-naan mereka terhadap perintah-perintah Allah dan nikmat-nikmat-Nya, maka Allah membalas mereka sesuai dengan perbuatan me-reka seraya berfirman, ﴾ وَضُرِبَتۡ عَلَيۡهِمُ ٱلذِّلَّةُ ﴿ "Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista," yang terlihat pada tubuh-tubuh mereka, ﴾ وَٱلۡمَسۡكَنَةُ ﴿ "dan kehinaan" pada hati mereka, hingga diri mereka tidak lagi mulia dan tidak pula memiliki cita-cita yang tinggi, akan tetapi jiwa mereka adalah jiwa yang terhina dan cita-cita mereka adalah cita-cita yang paling buruk, ﴾ وَبَآءُو بِغَضَبٖ مِّنَ ٱللَّهِۚ ﴿ "serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah," maksudnya, bukan hasil baik dan kemenangan yang mereka bawa pulang, tetapi mereka pulang dengan menda-patkan kemurkaan Allah atas mereka, maka sangat jeleklah hasil mereka itu, dan sangat jeleklah kondisi mereka itu. ﴾ ذَٰلِكَ ﴿ "Hal itu terjadi," maksudnya, yang membuat murka Allah atas mereka, adalah ﴾ كَانُواْ يَكۡفُرُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ ﴿ "karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah" yang menunjukkan kepada kebenaran dan yang men-jelaskannya kepada mereka, dan ketika mereka mengingkarinya, maka Allah menghukum mereka dengan kemurkaanNya atas mereka, dan juga disebabkan karena mereka ﴾ وَيَقۡتُلُونَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّۚ ﴿ "membunuh para Nabi tanpa hak (alasan yang benar)." FirmanNya, ﴾ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّۚ ﴿ "tanpa hak (alasan yang benar)" merupakan tambahan cela-an, dan bila tidak demikian pun, maka sudah dimaklumi bahwa membunuh para Nabi tidak akan terjadi dengan suatu kebenaran, akan tetapi hal itu agar kebodohan dan ketidaktahuan mereka tidak menduga-duga. ﴾ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَواْ ﴿ "Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka," dengan berbuat kemaksiatan kepada Allah, ﴾ وَّكَانُواْ يَعۡتَدُونَ ﴿ "dan mereka melampaui batas" terhadap hamba-hamba Allah, karena kemaksiatan itu sebagiannya akan menarik sebagian yang lain, kelalaian dapat menimbulkan dosa kecil kemu-dian tumbuh darinya dosa yang besar kemudian tumbuh lagi dari-nya berbagai macam bid'ah, kekufuran, dan lain-lainnya. Maka kita memohon kepada Allah keselamatan dari setiap malapetaka. Ketahuilah, bahwasanya titah dalam ayat-ayat ini ditujukan kepada umat Bani Israil yang ada saat turunnya al-Qur`an, dan perbuatan-perbuatan yang disebutkan di atas juga dijelaskan kepada mereka karena ia adalah perbuatan-perbuatan para pendahulu mereka, dan disandarkan kepada mereka juga, untuk faidah dan manfaatnya yang beragam. Di antaranya: Bahwasanya mereka meminta untuk dipuji dan disucikan serta mengira bahwa mereka lebih utama atas Nabi Muhammad ﷺ dan orang-orang yang beriman kepada beliau ﷺ, kemudian Allah menjelaskan kepada mereka tentang kondisi para pendahulu mereka yang telah jelas bagi mereka untuk menjelaskan kepada setiap orang dari mereka bahwasanya mereka itu bukan orang-orang yang sabar, tidak berakhlak mulia, dan tidak beramal shalih, maka apabila para pendahulu mereka saja kondisinya se-perti itu -padahal kesan yang ada bahwa para pendahulu itu lebih utama dan lebih mulia kondisinya daripada orang-orang yang se-telah mereka- lalu bagaimanakah persepsi untuk Bani Israil yang mana pesan ayat ini dialamatkan kepada mereka (sejak ayat ini turun hingga sekarang)? Di antara faidahnya, bahwasanya nikmat Allah atas orang-orang terdahulu di antara mereka adalah nikmat yang berkesinam-bungan hingga generasi yang datang kemudian, nikmat atas para orang tua adalah nikmat atas anak-anak, maka pesan ayat ini di-arahkan kepada mereka (yang hidup di zaman Nabi hingga seka-rang), karena hal itu adalah nikmat-nikmat yang mencakup dan meliputi mereka juga. Di antaranya adalah, bahwasanya pesan ini untuk mereka dengan perbuatan-perbuatan selain mereka, di mana hal ini me-nunjukkan bahwa suatu umat yang berkumpul dalam suatu agama akan saling menanggung dan saling membantu dalam kemaslahat-an mereka semua, hingga seolah-olah para pendahulu mereka dan orang-orang yang datang belakangan berada dalam satu waktu, dan seolah-olah kejadian dari sebagian mereka itu adalah kejadian dari semuanya; karena kebaikan yang dilakukan oleh sebagian mereka akan kembali dengan semua kemaslahatan dan kejahatan yang dilakukan oleh sebagian mereka akan kembali dengan semua kemudaratannya. Dan di antaranya adalah, bahwasanya perbuatan-perbuatan mereka kebanyakan tidak mereka ingkari, maka orang yang ridha terhadap suatu kemaksiatan adalah penolong bagi pelaku kemak-siatan itu, dan lain sebagainya dari hikmah-hikmah yang tidak kita ketahui, kecuali Allah saja (yang mengetahuinya).

Kemudian Allah تعالى berfirman sebagai pemutus perkara antara kelompok-kelompok yang telah diberi kitab suci,

2:62Page 10

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱلَّذِينَ هَادُواْ وَٱلنَّصَٰرَىٰ وَٱلصَّٰبِـِٔينَ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَعَمِلَ صَٰلِحٗا فَلَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ وَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ٦٢

Indeed, those who believed and those who were Jews or Christians or Sabeans [before Prophet Muḥammad (ﷺ)] - those [among them] who believed in Allāh and the Last Day and did righteousness - will have their reward with their Lord, and no fear will there be concerning them, nor will they grieve1.

"Sesungguhnya orang-orang Mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabi`in; siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian serta beramal shalih, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Al-Baqarah: 62).

(62) Hukum ini khusus untuk ahli kitab, karena pada haki-katnya orang-orang shabi`in yang sebenarnya termasuk dari kelom-pok-kelompok Nasrani. Allah mengabarkan bahwasanya kaum Mukminin dari umat ini, Yahudi, Nasrani dan orang-orang shabi`in yang beriman kepada Allah di antara mereka, juga kepada Hari Akhir, dan mempercayai Rasul-rasul mereka; maka bagi mereka ganjaran yang besar, rasa aman dan tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Adapun orang yang kafir di antara mereka kepada Allah, Rasul-rasulNya dan Hari Akhir, tentu berbeda dengan kondisi yang pertama, maka dia di-timpa rasa kekhawatiran dan kesedihan. Yang benar adalah bahwasanya hukum ini adalah antara kelompok-kelompok tersebut menurut latar belakang mereka, dan bukan menurut keimanan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Ini adalah kabar tentang mereka sebelum diutusnya Nabi Muhammad ﷺ, dan ini adalah kandungan dari kondisi mereka, dan inilah metode al-Qur`an apabila terjadi pada beberapa orang -menurut konteks ayat- beberapa kesamaran, maka sudah seharusnya ada hal yang mampu menghilangkan kesamaran tersebut darinya, karena al-Qur`an itu diturunkan oleh Tuhan Yang mengetahui sesuatu sebelum terjadi, dan rahmatNya mencakup segala sesuatu, hal itu -Allah lebih mengetahui- bahwasanya ketika Allah menyebutkan Bani Israil lalu mencela mereka, dan Dia mengungkapkan kemak-siatan-kemaksiatan dan kejahatan-kejahatan mereka akan terjadi kesamaran pada jiwa beberapa orang yang semuanya termasuk dalam celaan tersebut, maka Allah sang Pencipta menghendaki untuk menjelaskan orang-orang yang tidak termasuk dalam celaan tersebut di antara mereka dengan menyebutkan sifatnya, dan juga ketika Allah menyebutkan Bani Israil secara khusus, maka hal itu membuat kesamaran akan kekhususan mereka, lalu Allah menye-butkan suatu hukum yang bersifat umum yang mencakup seluruh kelompok-kelompok, agar jelaslah kebenaran itu dan hilanglah kesamaran dan kemusykilan tersebut. Mahasuci Allah yang mene-tapkan dalam kitabNya hal-hal yang membuat akal-akal makhluk terpana.

Kemudian Allah تعالى menyebutkan kembali hinaan terhadap Bani Israil karena apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu mereka,

2:63–64Page 10

وَإِذۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَكُمۡ وَرَفَعۡنَا فَوۡقَكُمُ ٱلطُّورَ خُذُواْ مَآ ءَاتَيۡنَٰكُم بِقُوَّةٖ وَٱذۡكُرُواْ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ٦٣

And [recall] when We took your covenant, [O Children of Israel, to abide by the Torah] and We raised over you the mount, [saying], "Take what We have given you with determination and remember what is in it that perhaps you may become righteous."

ثُمَّ تَوَلَّيۡتُم مِّنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَۖ فَلَوۡلَا فَضۡلُ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ وَرَحۡمَتُهُۥ لَكُنتُم مِّنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٦٤

Then you turned away after that. And if not for the favor of Allāh upon you and His mercy, you would have been among the losers.

"Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji darimu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami ber-firman), 'Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertak-wa.' Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmatNya atasmu, nis-caya kamu tergolong orang-orang yang rugi." (Al-Baqarah: 63-64).

(63) Maksudnya, dan ingatlah kalian, ﴾ وَإِذۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَكُمۡ ﴿ "ketika Kami mengambil janji darimu," yakni janji yang kuat lagi kokoh de-ngan menakut-nakuti mereka dengan mengangkat gunung di atas mereka, dan dikatakan kepada mereka, ﴾ خُذُواْ مَآ ءَاتَيۡنَٰكُم ﴿ "peganglah apa yang Kami berikan kepadamu" dari Taurat ﴾ بِقُوَّةٖ ﴿ "dengan teguh," yaitu dengan semangat dan usaha yang kuat serta kesabaran atas perintah-perintah Allah, ﴾ وَٱذۡكُرُواْ مَا فِيهِ ﴿ "dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya," yaitu apa yang ada di dalam kitab suci kalian de-ngan cara membaca dan mempelajarinya, ﴾ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ﴿ "agar kamu bertakwa" pada azab Allah dan murkaNya atau agar kalian menjadi golongan orang-orang yang bertakwa.

(64) Dan setelah penegasan yang kuat ini, ﴾ تَوَلَّيۡتُم ﴿ "kemudian kamu berpaling" dan kalian meninggalkan hal itu, padahal ia meng-akibatkan kalian tertimpa hukuman yang paling berat, akan tetapi ﴾ فَلَوۡلَا فَضۡلُ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ وَرَحۡمَتُهُۥ لَكُنتُم مِّنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ﴿ "kalau tidak ada karunia Allah dan rahmatNya atasmu, niscaya kamu tergolong orang-orang yang rugi."

2:65–66Page 10

وَلَقَدۡ عَلِمۡتُمُ ٱلَّذِينَ ٱعۡتَدَوۡاْ مِنكُمۡ فِي ٱلسَّبۡتِ فَقُلۡنَا لَهُمۡ كُونُواْ قِرَدَةً خَٰسِـِٔينَ ٦٥

And you had already known about those who transgressed among you concerning the sabbath, and We said to them, "Be apes, despised."

فَجَعَلۡنَٰهَا نَكَٰلٗا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهَا وَمَا خَلۡفَهَا وَمَوۡعِظَةٗ لِّلۡمُتَّقِينَ ٦٦

And We made it a deterrent punishment for those who were present and those who succeeded [them] and a lesson for those who fear Allāh.

"Dan sungguh telah kamu ketahui orang-orang yang melang-gar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka, 'Jadilah kamu kera yang hina.' Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang di masa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa." (Al-Baqarah: 65-66).

(65) Maksudnya, sungguh telah jelas bagi kalian sebuah kondisi, ﴾ ٱلَّذِينَ ٱعۡتَدَوۡاْ مِنكُمۡ فِي ٱلسَّبۡتِ ﴿ "orang-orang yang melanggar di antara-mu pada hari Sabtu," dan mereka itulah yang disebutkan oleh Allah tentang kisah mereka secara terbuka dalam surat al-A'raf dalam FirmanNya, ﴾ وَسۡـَٔلۡهُمۡ عَنِ ٱلۡقَرۡيَةِ ٱلَّتِي كَانَتۡ حَاضِرَةَ ٱلۡبَحۡرِ إِذۡ يَعۡدُونَ فِي ٱلسَّبۡتِ ﴿ "Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu." (Al-A'raf: 163). Lalu dosa besar itu berkonsekuensi mendatangkan murka Allah atas mereka dan Allah menjadikan mereka, ﴾ قِرَدَةً خَٰسِـِٔينَ ﴿ "kera yang hina" dina dan tercela, dan Allah menjadikan hukuman ini,

(66) ﴾ نَكَٰلٗا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهَا ﴿ "peringatan bagi orang-orang di masa itu," yaitu bagi orang yang ada di antara umat-umat itu, dan sampai kabar tentang mereka kepadanya di antara orang yang ada pada masa itu, ﴾ وَمَا خَلۡفَهَا ﴿ "dan bagi mereka yang datang kemudian," mak-sudnya, orang yang setelahnya, hingga tegaklah hujjah Allah atas hamba-hambaNya, dan agar mereka menghindari kemaksiatan kepadaNya, akan tetapi hal ini bukanlah merupakan suatu nasihat yang berguna kecuali bagi orang-orang yang bertakwa. Adapun orang-orang yang selain mereka, maka mereka tidak mengambil manfaat dari ayat-ayat tersebut.

2:67–74Page 10

وَإِذۡ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوۡمِهِۦٓ إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تَذۡبَحُواْ بَقَرَةٗۖ قَالُوٓاْ أَتَتَّخِذُنَا هُزُوٗاۖ قَالَ أَعُوذُ بِٱللَّهِ أَنۡ أَكُونَ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ٦٧

And [recall] when Moses said to his people, "Indeed, Allāh commands you to slaughter a cow." They said, "Do you take us in ridicule?" He said, "I seek refuge in Allāh from being among the ignorant."

قَالُواْ ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا هِيَۚ قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٞ لَّا فَارِضٞ وَلَا بِكۡرٌ عَوَانُۢ بَيۡنَ ذَٰلِكَۖ فَٱفۡعَلُواْ مَا تُؤۡمَرُونَ ٦٨

They said, "Call upon your Lord to make clear to us what it is." [Moses] said, "[Allāh] says, 'It is a cow which is neither old nor virgin, but median between that,' so do what you are commanded."

قَالُواْ ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا لَوۡنُهَاۚ قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٞ صَفۡرَآءُ فَاقِعٞ لَّوۡنُهَا تَسُرُّ ٱلنَّٰظِرِينَ ٦٩

They said, "Call upon your Lord to show us what is her color." He said, "He says, 'It is a yellow cow, bright in color - pleasing to the observers.'"

قَالُواْ ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا هِيَ إِنَّ ٱلۡبَقَرَ تَشَٰبَهَ عَلَيۡنَا وَإِنَّآ إِن شَآءَ ٱللَّهُ لَمُهۡتَدُونَ ٧٠

They said, "Call upon your Lord to make clear to us what it is. Indeed, [all] cows look alike to us. And indeed we, if Allāh wills, will be guided."

قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٞ لَّا ذَلُولٞ تُثِيرُ ٱلۡأَرۡضَ وَلَا تَسۡقِي ٱلۡحَرۡثَ مُسَلَّمَةٞ لَّا شِيَةَ فِيهَاۚ قَالُواْ ٱلۡـَٰٔنَ جِئۡتَ بِٱلۡحَقِّۚ فَذَبَحُوهَا وَمَا كَادُواْ يَفۡعَلُونَ ٧١

He said, "He says, 'It is a cow neither trained to plow the earth nor to irrigate the field, one free from fault with no spot upon her.'" They said, "Now you have come with the truth." So they slaughtered her, but they could hardly do it.

وَإِذۡ قَتَلۡتُمۡ نَفۡسٗا فَٱدَّٰرَٰءۡتُمۡ فِيهَاۖ وَٱللَّهُ مُخۡرِجٞ مَّا كُنتُمۡ تَكۡتُمُونَ ٧٢

And [recall] when you slew a man and disputed1 over it, but Allāh was to bring out that which you were concealing.

فَقُلۡنَا ٱضۡرِبُوهُ بِبَعۡضِهَاۚ كَذَٰلِكَ يُحۡيِ ٱللَّهُ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَيُرِيكُمۡ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ ٧٣

So We said, "Strike him [i.e., the slain man] with part of it."1 Thus does Allāh bring the dead to life, and He shows you His signs that you might reason.

ثُمَّ قَسَتۡ قُلُوبُكُم مِّنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَٱلۡحِجَارَةِ أَوۡ أَشَدُّ قَسۡوَةٗۚ وَإِنَّ مِنَ ٱلۡحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنۡهُ ٱلۡأَنۡهَٰرُۚ وَإِنَّ مِنۡهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخۡرُجُ مِنۡهُ ٱلۡمَآءُۚ وَإِنَّ مِنۡهَا لَمَا يَهۡبِطُ مِنۡ خَشۡيَةِ ٱللَّهِۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعۡمَلُونَ ٧٤

Then your hearts became hardened after that, being like stones or even harder. For indeed, there are stones from which rivers burst forth, and there are some of them that split open and water comes out, and there are some of them that fall down for fear of Allāh. And Allāh is not unaware of what you do.

"Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya, 'Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina.' Mereka berkata, 'Apakah kamu hendak menjadikan kami bahan ejekan?' Musa menjawab, 'Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil.' Mereka menjawab, 'Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami, sapi betina apakah itu.' Musa menjawab, 'Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu.' Mereka berkata, 'Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya.' Musa menjawab, 'Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenang-kan orang-orang yang memandangnya.' Mereka berkata, 'Mohon-kanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu).' Musa berkata, 'Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya.' Mereka berkata, 'Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya.' Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksana-kan perintah itu. Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan. Lalu Kami berfirman, 'Pukullah mayat itu dengan sebagian ang-gota sapi betina itu!' Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaanNya agar kamu mengerti. Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, atau lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan." (Al-Baqarah: 67-74).

(67) Maksudnya, dan ingatlah kalian apa yang terjadi pada kalian bersama Musa عليه السلام ketika kalian membunuh seseorang lalu kalian saling tuduh menuduh tentang itu, maksudnya, kalian saling mengingkari dan saling berselisih tentang pembunuhnya hingga perkara itu menjadi rumit di antara kalian, dan hampir saja -sekiranya Allah tidak menjelaskannya untuk kalian- terjadi suatu keburukan yang dahsyat di antara kalian. Lalu Nabi Musa عليه السلام ber-kata kepada kalian untuk mengungkap pelaku pembunuhannya, "Kalian sembelihlah seekor sapi," dan yang wajib adalah bersegera dalam menaati perintahnya tanpa ada sanggahan atasnya. Akan tetapi mereka enggan melakukannya kecuali dengan memberikan sanggahan seraya mereka berkata, ﴾ أَتَتَّخِذُنَا هُزُوٗاۖ ﴿ "Apakah kamu hendak menjadikan kami bahan ejekan?" Nabi Allah Musa menjawab, ﴾ أَعُوذُ بِٱللَّهِ أَنۡ أَكُونَ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ﴿ "Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil," karena orang yang jahil itu ada-lah orang yang berbicara dengan perkataan yang tidak ada guna-nya dan orang bodoh seperti itulah yang mengejek orang. Adapun orang yang berakal, maka pastilah dia akan meya-kini bahwa sebesar-besarnya aib yang mengurangi derajat agama dan akal, adalah olok-olokannya terhadap orang yang mana dia adalah sama manusianya seperti dirinya, walaupun (memang) dia lebih utama daripada orang yang dihinanya, karena keutamaan itu menuntutnya bersyukur kepada Allah dan berlaku kasih sayang terhadap sesama makhluk. Dan ketika Nabi Musa عليه السلام mengata-kan hal itu kepada mereka, maka mereka mengetahui bahwa itu benar, lalu mereka berkata,

(68) ﴾ ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا هِيَۚ ﴿ "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami; sapi betina apakah itu?" Yakni, berapa umurnya? ﴾ قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٞ لَّا فَارِضٞ ﴿ "Musa menjawab, 'Sesung-guhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua'," yakni tidak terlalu dewasa, besar, ﴾ وَلَا بِكۡرٌ عَوَانُۢ ﴿ "dan tidak muda," yakni, bukan yang masih kecil, ﴾ عَوَانُۢ بَيۡنَ ذَٰلِكَۖ فَٱفۡعَلُواْ مَا تُؤۡمَرُونَ ﴿ "pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepa-damu," dan tinggalkanlah bersikap keras dan berlebih-lebihan.

(69) ﴾ قَالُواْ ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا لَوۡنُهَاۚ قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٞ صَفۡرَآءُ فَاقِعٞ لَّوۡنُهَا ﴿ "Mereka berkata, 'Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya.' Musa menjawab, 'Sesungguh-nya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya'." yakni yang sangat, ﴾ تَسُرُّ ٱلنَّٰظِرِينَ ﴿ "lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya," karena bagusnya.

(70) ﴾ قَالُواْ ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا هِيَ إِنَّ ٱلۡبَقَرَ تَشَٰبَهَ عَلَيۡنَا ﴿ "Mereka berkata, 'Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sapi itu (masih) samar bagi kami'." Artinya, kami belum paham apa yang kamu inginkan, ﴾ وَإِنَّآ إِن شَآءَ ٱللَّهُ لَمُهۡتَدُونَ ﴿ "dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu)."

(71) ﴾ قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٞ لَّا ذَلُولٞ ﴿ "Musa berkata, 'Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai'." Yakni belum pernah dimanfaatkan untuk bekerja, baik ﴾ تُثِيرُ ٱلۡأَرۡضَ ﴿ "membajak tanah" dengan bercocok tanam, ﴾ وَلَا تَسۡقِي ٱلۡحَرۡثَ ﴿ "dan tidak pula untuk mengairi tanaman," yakni, bukan dari hewan untuk bekerja, ﴾ مُسَلَّمَةٞ ﴿ "tidak bercacat" dari aib atau dari bekerja, dan ﴾ لَّا شِيَةَ فِيهَاۚ ﴿ "tidak ada belangnya," yakni tidak ada warna padanya selain warna yang telah disebutkan sebelumnya. ﴾ قَالُواْ ٱلۡـَٰٔنَ جِئۡتَ بِٱلۡحَقِّۚ ﴿ "Mereka berkata, 'Sekarang barulah kamu me-nerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya'." Yakni dengan penje-lasan yang sempurna, dan ini merupakan kejahilan mereka, kalau tidak demikian, niscaya dia telah membawakan mereka suatu ke-benaran sejak semula. Sekiranya mereka tidak menyanggah sapi yang mana niscaya terlaksanalah yang dimaksud dengan sapi apa saja, akan tetapi mereka ngeyel dengan memperbanyak pertanyaan, maka Allah memperlakukan mereka juga dengan keras, dan sekiranya mereka tidak mengatakan insya Allah, niscaya mereka pun tidak akan di-bimbing untuk mendapatkannya. ﴾ فَذَبَحُوهَا ﴿ "Kemudian mereka me-nyembelihnya," yaitu sapi yang telah dijelaskan dengan sifat-sifat tersebut, ﴾ وَمَا كَادُواْ يَفۡعَلُونَ ﴿ "dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu" disebabkan sikap keras kepala yang terjadi dari mereka.

(72-73) Dan ketika mereka menyembelihnya, Kami ber-kata kepada mereka; pukullah yang terbunuh itu dengan sebagian dari sembelihan tersebut, maksudnya dengan salah satu organ tubuhnya, organ tertentu ataupun organ mana saja darinya, karena dalam penentuannya juga tidak ada gunanya. Lalu mereka memu-kulnya dengan sebagiannya kemudian Allah menghidupkannya kembali, dan mengemukakan apa yang mereka sembunyikan, lalu Allah mengabarkan tentang pelaku pembunuhan, dan dalam tindakan Allah menghidupkannya -sedang mereka menyaksikan- adalah suatu dalil bahwa Allah itu menghidupkan yang mati agar kalian berpikir hingga kalian menghindari segala yang memuda-ratkan diri kalian.

(74) ﴾ ثُمَّ قَسَتۡ قُلُوبُكُم ﴿ "Kemudian hatimu menjadi keras," maksud-nya mengeras dan menebal hingga nasihat tidak mampu berpe-ngaruh padanya ﴾ مِّنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ ﴿ "setelah itu," maksudnya, setelah Allah memberikan nikmat atas kalian dengan nikmat-nikmat yang besar dan memperlihatkan kepada kalian ayat-ayatNya, dan seharusnya tidaklah patut hati-hati kalian menjadi keras, karena apa yang kalian saksikan sendiri seharusnya menimbulkan kelembutan hati dan ketundukannya. Kemudian Allah menerangkan tentang kekerasan hati mereka yaitu bahwasanya ia, ﴾ كَٱلۡحِجَارَةِ ﴿ "seperti batu" daripada besi, karena besi dan timah apabila dibakar dalam api, niscaya akan meleleh, berbeda dengan batu. Dan FirmanNya, ﴾ أَوۡ أَشَدُّ قَسۡوَةٗۚ ﴿ "Atau lebih keras lagi," maksudnya bahwa ia tidaklah terbatas hanya sekeras batu, dan أَوْ (atau) di sini tidaklah bermakna بَلْ (bahkan). Kemudian Allah menyebutkan tentang keutamaan batu atas hati mereka seraya berfirman, ﴾ وَإِنَّ مِنَ ٱلۡحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنۡهُ ٱلۡأَنۡهَٰرُۚ وَإِنَّ مِنۡهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخۡرُجُ مِنۡهُ ٱلۡمَآءُۚ وَإِنَّ مِنۡهَا لَمَا يَهۡبِطُ مِنۡ خَشۡيَةِ ٱللَّهِۗ ﴿ "Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan di antara-nya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah." Maka dengan sifat-sifat itu, batu itu melebihi keutamaan hati mereka. Kemudian Allah تعالى mengancam mereka dengan ancaman yang paling keras seraya berfirman, ﴾ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعۡمَلُونَ ﴿ "Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan," bahkan Allah sangat mengetahuinya, menghafalnya, baik kecil maupun besar, dan kalian akan diberi balasan atas perbuatan kalian dengan balasan yang paling sempurna dan paling penuh. Ketahuilah bahwasanya kebanyakan para ahli tafsir  telah memperbanyak penyisipan cerita-cerita Bani Israil dalam tafsir mereka, dan memaknai ayat-ayat al-Qur`an menurut cerita-cerita tersebut, mereka menjadikan cerita-cerita tersebut sebagai tafsir bagi kitabullah dengan dalih sabda Nabi ﷺ, حَدِّثُوْا عَنْ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ وَلَا حَرَجَ. "Sampaikanlah dari Bani Israil dan tidak masalah."[7] Dan menurut hemat saya adalah bahwasanya bila pun boleh meriwayatkan cerita-cerita mereka adalah dalam bentuk dialo-kasikan tersendiri tanpa dikaitkan dan tidak pula menjadi makna dasar atas kitabullah, karena sesungguhnya menjadikannya seba-gai tafsir bagi kitabullah tidaklah boleh sama sekali apabila tidak shahih kabarnya dari Rasulullah ﷺ, hal tersebut dikarenakan bahwa derajat cerita-cerita tersebut adalah seperti sabda beliau ﷺ, لَا تُصَدِّقُوْا أَهْلَ الْكِتَابِ وَلَا تُكَذِّبُوْهُمْ. "Janganlah kalian membenarkan ahli Kitab dan jangan pula men-dustakannya."[8] Apabila derajatnya diragukan, dan suatu hal yang pasti dike-tahui dalam agama Islam bahwasanya al-Qur`an itu wajib diimani dengan keyakinan bulat, baik kata-katanya maupun makna-makna-nya, oleh karena itu tidak boleh menjadikan cerita-cerita tersebut yang diriwayatkan secara majhul (tidak diketahui) yang kemung-kinan besar menurut akal adalah cerita dusta atau mayoritasnya adalah dusta, sebagai makna-makna al-Qur`an sebagai suatu yang pasti dan tidak ada seorang pun yang meragukannya, akan tetapi karena kelalaian terhadap hal ini akhirnya terjadilah apa yang ter-jadi. Hanya Allah sajalah Dzat yang membimbing.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском