As-Sa'diSaba · 34:1–21

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

سبإ

Saba

Sheba · Meccan · 54 ayahs

34:1–2Page 428

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَهُ ٱلۡحَمۡدُ فِي ٱلۡأٓخِرَةِۚ وَهُوَ ٱلۡحَكِيمُ ٱلۡخَبِيرُ ١

[All] praise is [due] to Allāh, to whom belongs whatever is in the heavens and whatever is in the earth, and to Him belongs [all] praise in the Hereafter. And He is the Wise, the Aware.

يَعۡلَمُ مَا يَلِجُ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَمَا يَخۡرُجُ مِنۡهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا يَعۡرُجُ فِيهَاۚ وَهُوَ ٱلرَّحِيمُ ٱلۡغَفُورُ ٢

He knows what penetrates into the earth and what emerges from it and what descends from the heaven and what ascends therein. And He is the Merciful, the Forgiving.

"Segala puji bagi Allah yang milikNya-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagiNya pula segala puji di akhirat. Dan Dia-lah Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar dari-nya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia-lah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun." (Saba`: 1-2).

Makkiyah

"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."

(1) ﴾ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ﴿ "Segala puji," menyanjung dengan sifat-sifat yang terpuji dan perbuatan-perbuatan yang baik. Maka milik Allah-lah segala puji, karena semua sifat-sifatNya terpuji, karena keberadaannya sebagai sifat-sifat kesempurnaan, dan perbuatan-perbuatanNya pun terpuji, karena semuanya berkisar pada karunia yang terpuji dan disyukuri, dan pada keadilan yang terpuji dan diakui kebijaksanaanNya padanya. Di sini Allah memuji diriNya, karena ﴾ لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "milikNya-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi," baik raja atau-pun budak sahaya; Dia berbuat terhadap mereka dengan pujian-Nya, ﴾ وَلَهُ ٱلۡحَمۡدُ فِي ٱلۡأٓخِرَةِۚ ﴿ "dan bagiNya pula segala puji di akhirat," karena di akhirat nanti akan tampak pujian dan sanjungan kepadaNya yang tidak tampak di dunia. Apabila Allah سبحانه وتعالى telah selesai mem-berikan keputusan di antara manusia semuanya, dan semua manu-sia melihat apa yang diputuskanNya, kesempurnaan keadilanNya dan kebijaksanaanNya di dalamnya, maka mereka semua pun memujiNya atas hal ini, sampai orang-orang yang mendapat siksa, tidaklah mereka masuk neraka melainkan hati mereka penuh de-ngan pujian kepadaNya, dan (mereka mengakui) bahwa sesungguh-nya siksaan ini adalah akibat dari amal perbuatan mereka sendiri, dan bahwa sesungguhnya Allah Mahaadil dalam keputusanNya menyiksa mereka. Adapun tampaknya pujian kepadaNya di dalam negeri yang penuh nikmat dan pahala (surga), maka hal ini sudah sangat banyak diberitakan oleh nash-nash mutawatir dan dibuktikan oleh dalil sam'i (wahyu) dan aqli. Sebab, mereka di surga melihat lim-pahan nikmat Allah, curahan kebaikanNya, banyaknya berkahNya dan sangat luasnya pemberianNya yang mana tidak ada satu impian pun dan tidak pula suatu keinginan pun yang tersisa melainkan pasti telah diberi melebihi dari apa yang diimpikan dan diinginkan-nya. Bahkan mereka diberi kebaikan yang belum pernah terbetik dalam angan-angan mereka dan belum pernah terlintas di dalam hati mereka. Lalu bagaimana menurut Anda dengan pujian mereka kepada Rabbnya dalam kondisi seperti ini, di samping di dalam surga itu pun, semua penghalang dan rintangan yang bisa meng-halangi manusia untuk mengenal Allah, mencintai dan memujiNya menjadi sirna, dan hal ini menjadi yang paling disukai oleh para penghuninya daripada segala kenikmatan, dan terasa lebih lezat bagi mereka daripada segala kelezatan? Maka dari itu, apabila mereka melihat Allah سبحانه وتعالى dan mende-ngar ucapanNya di saat Dia berbicara kepada mereka, maka hal ini membuat mereka lupa terhadap segala kenikmatan, dan dzikir mereka di dalam surga seperti nafas, terus mengalir sepanjang waktu. Apalagi kalau Anda diberi tambahan nikmat yaitu Allah menampakkan setiap saat bagian dari keagungan Allah, kebesaran, keindahan dan keluasan kesempurnaanNya bagi ahli surga di dalam surga, hal yang mewajibkan mereka makin memuji dan menyanjungNya. ﴾ وَهُوَ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "Dan Dia-lah Yang Mahabijaksana," di dalam ke-kuasaan dan wewenangNya, Mahabijaksana dalam perintah dan laranganNya, ﴾ ٱلۡخَبِيرُ ﴿ "lagi Maha Mengetahui" rahasia segala perkara.

(2) Maka dari itu Allah memperincikan ilmuNya dengan FirmanNya, ﴾ يَعۡلَمُ مَا يَلِجُ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi" maksudnya, seperti hujan, benih dan hewan, ﴾ وَمَا يَخۡرُجُ مِنۡهَا ﴿ "dan apa yang keluar darinya," seperti berbagai macam tumbuh-tumbuhan dan beraneka jenis hewan, ﴾ وَمَا يَنزِلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ ﴿ "dan apa yang turun dari langit," seperti kekayaan, rizki dan takdir, ﴾ وَمَا يَعۡرُجُ فِيهَاۚ ﴿ "dan apa yang naik kepadanya" seperti para malaikat, ruh dan lain-lain. Ketika Allah menjelaskan bermacam-macam makhluk-Nya dan kebijaksanaanNya di dalamnya dan ilmuNya mengenai keadaannya, maka Dia menyebutkan ampunan dan rahmatNya kepadanya, seraya berfirman, ﴾ وَهُوَ ٱلرَّحِيمُ ٱلۡغَفُورُ ﴿ "Dan Dia-lah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun," maksudnya, yang rahmat (sifat berbelas kasih) dan mengampuni menjadi sifatNya. Efek dari dua sifat ini terus mengucur kepada hamba-hambaNya setiap saat sesuai dengan amal yang telah mereka kerjakan dari tuntutan-tuntutannya.

34:3–5Page 428

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَا تَأۡتِينَا ٱلسَّاعَةُۖ قُلۡ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتَأۡتِيَنَّكُمۡ عَٰلِمِ ٱلۡغَيۡبِۖ لَا يَعۡزُبُ عَنۡهُ مِثۡقَالُ ذَرَّةٖ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَلَا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَآ أَصۡغَرُ مِن ذَٰلِكَ وَلَآ أَكۡبَرُ إِلَّا فِي كِتَٰبٖ مُّبِينٖ ٣

But those who disbelieve say, "The Hour will not come to us." Say, "Yes, by my Lord, it will surely come to you. [Allāh is] the Knower of the unseen." Not absent from Him is an atom's weight1 within the heavens or within the earth or [what is] smaller than that or greater, except that it is in a clear register -

لِّيَجۡزِيَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِۚ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُم مَّغۡفِرَةٞ وَرِزۡقٞ كَرِيمٞ ٤

That He may reward those who believe and do righteous deeds. Those will have forgiveness and noble provision.

وَٱلَّذِينَ سَعَوۡ فِيٓ ءَايَٰتِنَا مُعَٰجِزِينَ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ عَذَابٞ مِّن رِّجۡزٍ أَلِيمٞ ٥

But those who strive against Our verses [seeking] to cause failure1 - for them will be a painful punishment of foul nature.

"Dan orang-orang yang kafir berkata, 'Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami.' Katakanlah, 'Bahkan pasti da-tang, demi Rabbku yang mengetahui yang ghaib, sungguh kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada yang tersembunyi dariNya seberat biji sawi pun yang ada di langit dan yang ada di bumi, dan tidak ada pula yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata,' supaya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerja-kan amal yang shalih. Mereka itu adalah orang-orang yang men-dapatkan ampunan dan rizki yang mulia. Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka itu memperoleh azab, yaitu azab yang pedih." (Saba`: 3-5).

(3) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan keagunganNya melalui sifat-sifat yang Dia sandangkan pada diriNya; dan hal ini mengha-ruskan mengagungkan dan menyucikanNya serta beriman kepada-Nya, maka Dia menyebutkan bahwa di antara golongan-golongan manusia ada sekelompok manusia yang tidak menghargai Rabbnya dengan sebenar-benarnya dan tidak mengagungkanNya dengan pengagungan yang sebenarnya, malah mereka kafir kepadaNya dan mengingkari kekuasaanNya untuk menghidupkan kembali orang-orang yang sudah mati dan adanya kiamat, dan dengan itu mereka menentang Rasul-rasulNya, seraya berfirman, ﴾ وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ﴿ "Dan orang-orang yang kafir berkata," maksudnya, kafir kepada Allah, rasul-rasulNya dan ajaran yang mereka bawa. Maka disebabkan kekafiran itu, mereka berkata, ﴾ لَا تَأۡتِينَا ٱلسَّاعَةُۖ ﴿ "Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami." Maksudnya, tidaklah kiamat itu melain-kan kehidupan dunia ini saja, kami mati dan hidup! Lalu Allah memerintah RasulNya untuk membantah per-kataan mereka dan mematahkannya serta bersumpah tentang kebangkitan, bahwa kebangkitan itu pasti akan datang kepada mereka. Dan untuk hal itu Dia berdalil (berargumen) dengan dalil bahwa siapa yang membenarkannya, maka dia harus membenar-kan kebangkitan dengan pasti, yaitu ilmu Allah سبحانه وتعالى yang Mahaluas lagi meliputi segala sesuatu, seraya berfirman, ﴾ عَٰلِمِ ٱلۡغَيۡبِۖ ﴿ "yang mengetahui yang ghaib," maksudnya, perkara-perkara yang ghaib dari pandangan mata kita dan dari pengetahuan kita, maka bagai-mana dengan yang nampak? (Tentu Dia lebih mengetahuinya) kemudian Dia mengukuhkan ilmuNya serya berfirman, ﴾ لَا يَعۡزُبُ ﴿ "Tidak ada yang tersembunyi," maksudnya, tidak ada yang lepas dari pengetahuan Allah, ﴾ مِثۡقَالُ ذَرَّةٖ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَلَا فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "seberat biji sawi pun yang ada di langit dan yang ada di bumi," maksudnya, segala sesuatu dengan raga dan bagian-bagiannya, hingga bagian yang terkecil dari bagian-bagian tersebut, yaitu serpihan-serpihannya, ﴾ وَلَآ أَصۡغَرُ مِن ذَٰلِكَ وَلَآ أَكۡبَرُ إِلَّا فِي كِتَٰبٖ مُّبِينٖ ﴿ "dan tidak ada pula yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata." Maksudnya, semua telah diliputi oleh ilmuNya, telah dicatat oleh penaNya dan telah termuat di dalam KitabNya yang nyata, yaitu Lauh Mahfuzh. Maka, Tuhan yang tidak ada yang tersembunyi dari ilmuNya sebesar atom pun lalu yang lebih kecil darinya dalam sepanjang waktu, dan mengetahui yang berkurang dari bumi berupa mayat dan apa-apa yang tersisa dari jasad mereka itu Kuasa menghidup-kan kembali mereka adalah tentu lebih pasti, dan kebangkitan me-reka tidak lebih aneh daripada ilmu yang meliputi segala sesuatu ini.

(4) Kemudian Allah menjelaskan tujuan dari kebangkitan itu, seraya berfirman, ﴾ لِّيَجۡزِيَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "Supaya Allah memberi bala-san kepada orang-orang yang beriman," dengan hati mereka, meyakini Allah dan meyakini rasul-rasulNya dengan keyakinan yang teguh, ﴾ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِۚ ﴿ "dan mengerjakan amal yang shalih," sebagai pembe-naran bagi iman mereka. ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُم مَّغۡفِرَةٞ ﴿ "Mereka itu adalah orang-orang yang mendapatkan ampunan," terhadap dosa-dosa mereka disebabkan iman dan amal shalih mereka. Semua keburukan dan siksa tertolak karenanya, ﴾ وَرِزۡقٞ كَرِيمٞ ﴿ "dan rizki yang mulia," karena ihsan yang mereka lakukan, yang dengannya mereka memperoleh segala yang didambakan, diinginkan dan diangan-angankan.

(5) ﴾ وَٱلَّذِينَ سَعَوۡ فِيٓ ءَايَٰتِنَا مُعَٰجِزِينَ ﴿ "Dan orang-orang yang berusaha untuk menentang ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat mele-mahkan," maksudnya, mereka berupaya menentangnya karena kafir kepadanya dan untuk melemahkan orang yang datang membawa-nya dan melemahkan Tuhan yang menurunkannya, sebagaimana mereka telah berupaya melemahkanNya dalam penghidupan kem-bali orang-orang yang telah mati, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ عَذَابٞ مِّن رِّجۡزٍ أَلِيمٞ ﴿ "mereka itu memperoleh azab, yaitu azab yang pedih," yakni sangat menyakitkan badan dan hati mereka.

34:6–9Page 428

وَيَرَى ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَ هُوَ ٱلۡحَقَّ وَيَهۡدِيٓ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَمِيدِ ٦

And those who have been given knowledge see that what is revealed to you from your Lord is the truth, and it guides to the path of the Exalted in Might, the Praiseworthy.

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ هَلۡ نَدُلُّكُمۡ عَلَىٰ رَجُلٖ يُنَبِّئُكُمۡ إِذَا مُزِّقۡتُمۡ كُلَّ مُمَزَّقٍ إِنَّكُمۡ لَفِي خَلۡقٖ جَدِيدٍ ٧

But those who disbelieve say, "Shall we direct you to a man who will inform you [that] when you have disintegrated in complete disintegration, you will [then] be [recreated] in a new creation?

أَفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَم بِهِۦ جِنَّةُۢۗ بَلِ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ فِي ٱلۡعَذَابِ وَٱلضَّلَٰلِ ٱلۡبَعِيدِ ٨

Has he invented about Allāh a lie or is there in him madness?" Rather, they who do not believe in the Hereafter will be in the punishment and [are in] extreme error.

أَفَلَمۡ يَرَوۡاْ إِلَىٰ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِۚ إِن نَّشَأۡ نَخۡسِفۡ بِهِمُ ٱلۡأَرۡضَ أَوۡ نُسۡقِطۡ عَلَيۡهِمۡ كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لِّكُلِّ عَبۡدٖ مُّنِيبٖ ٩

Then, do they not look at what is before them and what is behind them of the heaven and earth? If We should will, We could cause the earth to swallow them or [could] let fall upon them fragments from the sky. Indeed in that is a sign for every servant turning back [to Allāh].

"Dan orang-orang kafir berkata, 'Maukah kamu agar kami tunjukkan seorang laki-laki yang memberitakan kepadamu bahwa apabila badanmu telah hancur sehancur-hancurnya, sesungguhnya kamu benar-benar dalam ciptaan yang baru? Apakah dia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah ataukah ada padanya penyakit gila?' Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat berada dalam siksaan dan kesesatan yang jauh. Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi setiap hamba yang kembali." (Saba`: 7-9).

(7) Maksudnya ﴾ وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ﴿ "dan orang-orang kafir berkata," dengan maksud mendustakan, memperolok-olok dan menganggap tidak mungkin, serta menyebutkan sisi ketidak-mungkinannya. Sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain, ﴾ هَلۡ نَدُلُّكُمۡ عَلَىٰ رَجُلٖ يُنَبِّئُكُمۡ إِذَا مُزِّقۡتُمۡ كُلَّ مُمَزَّقٍ إِنَّكُمۡ لَفِي خَلۡقٖ جَدِيدٍ ﴿ "Maukah kamu agar kami tunjukkan seorang laki-laki yang memberitakan kepadamu bahwa apabila badanmu telah hancur sehancur-hancurnya, sesungguhnya kamu benar-benar dalam ciptaan yang baru?" Yang mereka maksud orang laki-laki itu adalah Rasulullah a. Beliau dianggap orang laki-laki yang mem-bawa sesuatu yang sangat aneh, hingga (menurut anggapan me-reka), beliau menjadi tontonan yang mereka tonton dan keanehan yang mereka perolok-olokkan; dan bahwa bagaimana mungkin dia mengatakan, "Sesungguhnya kalian pasti akan dihidupkan kembali setelah kalian hancur lebur dan tulang-belulang kalian telah tercerai-berai dan sudah sirna seluruh anggota badan kalian."

(8) Orang laki-laki ini yang datang dengan membawa berita seperti itu, apakah dia mengada-adakan ﴾ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا ﴿ "kebohongan terhadap Allah" sehingga dia lancang kepadaNya, lalu mengatakan apa yang telah ia katakan itu, ﴾ أَم بِهِۦ جِنَّةُۢۗ ﴿ "ataukah ada padanya penya-kit gila?" (Kalau demikian), maka tidak perlu merasa aneh dengan-nya, karena kegilaan itu seni! Semua (sikap mereka) ini dengan nada keras kepala dan zhalim. Padahal sebenarnya mereka sudah mengetahui bahwasa-nya beliau adalah makhluk Allah yang paling jujur dan paling ber-akal. Di antara (bukti) pengetahuan mereka adalah bahwa mereka menampakkan dan mengulangi permusuhannya, mereka mengor-bankan diri dan harta benda mereka untuk menghalang-halangi manusia dari Rasulullah a. Maka, kalau sekiranya rasul itu dusta dan gila, tentu sangat tidak pantas bagi kalian, wahai orang-orang yang mempunyai akal tidak sehat, tidak pantas kalau kalian men-dengarkan perkataan yang dia katakan atau mengerumuni dakwah-nya. Sebab, orang gila itu sangat tidak pantas kalau orang yang ber-akal memperhatikannya, atau perkataannya sampai (ke telinganya). Kalau saja bukan karena sikap keras kepala dan kezhaliman kalian, tentu kalian segera memenuhi seruannya dan niscaya kalian menyambut dakwahnya dengan senang. Akan tetapi ayat-ayat (mukjizat-mukjizat) dan para rasul sama sekali sudah tidak berguna bagi orang-orang yang tidak beriman. Maka dari itu Allah سبحانه وتعالى ber-firman, ﴾ بَلِ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat." Dan di antara mereka adalah orang-orang yang mengatakan perkataan di atas, ﴾ فِي ٱلۡعَذَابِ وَٱلضَّلَٰلِ ٱلۡبَعِيدِ ﴿ "ber-ada dalam siksaan dan kesesatan yang jauh." Maksudnya, di dalam kesengsaraan yang sangat dahsyat dan kesesatan yang sangat jauh, yang sangat tidak dekat kepada yang benar. Kesengsaraan dan kesesatan apa yang lebih dahsyat daripada keingkaran mereka terhadap kekuasaan Allah untuk menghidupkan kembali? Dan kesengsaraan dan kesesatan apa yang lebih dahsyat daripada pen-dustaan mereka terhadap RasulNya yang datang dengan membawa berita kebangkitan serta ejekan mereka terhadapnya dan keteguhan pendirian mereka bahwa ajaran yang mereka anutlah yang benar? Jadi, mereka melihat yang benar sebagai kebatilan, dan kebatilan sebagai kebenaran dan petunjuk.

(9) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengingatkan mereka kepada dalil aqli (rasio) yang membuktikan tidak adanya kemustahilan bagi "kebangkitan" yang mereka anggap mustahil. Dan sesungguhnya kalau saja mereka mau memperhatikan kepada apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, berupa langit dan bumi, kemudian mereka melihat sebagian dari kekuasaan Allah di dalamnya yang mencengangkan akal, dan sebagian dari keagungannya yang membuat para ilmuan terperangah, dan bahwa sesungguhnya penciptaan keduanya dan segala apa yang ada di dalamnya berupa berbagai macam makhluk itu jauh lebih besar daripada sekedar menghidupkan kembali manusia dari dalam kubur sesudah kematian mereka, maka apa gerangan yang men-dorong mereka untuk melakukan pendustaan itu, padahal mereka meyakini apa yang lebih agung (hebat, besar dan luar biasa. Pent.) daripadanya? Ya, memang itu adalah berita ghaib, hingga sekarang mereka belum menyaksikannya, maka dari itu mereka mendusta-kannya. Allah berfirman, ﴾ إِن نَّشَأۡ نَخۡسِفۡ بِهِمُ ٱلۡأَرۡضَ أَوۡ نُسۡقِطۡ عَلَيۡهِمۡ كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِۚ ﴿ "Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit," maksudnya, se-bagai azab. Sebab langit dan bumi berada di bawah kendali Kami. Maka jika Kami memerintah keduanya, niscaya keduanya tidak akan mendurhakai perintah Kami, maka waspadalah atas sikap kalian yang terus melakukan pendustaan, karena kami akan meng-hukum kalian dengan hukuman (siksaan) yang paling berat. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu" maksudnya, pada penciptaan langit dan bumi serta apa-apa yang ada pada ke-duanya berupa berbagai macam makhluk, ﴾ لَأٓيَةٗ لِّكُلِّ عَبۡدٖ مُّنِيبٖ ﴿ "benar-benar terdapat tanda bagi setiap hamba yang kembali." Semakin besar inabah seorang hamba kepada Allah, maka semakin besar pula pelajaran-pelajaran yang dia dapat dari ayat-ayat itu. Sebab orang yang kembali (berinabah) kepada Allah itu tulus menghadap ke-pada Rabbnya, keinginan dan kemauannya sudah terfokus kepada Rabbnya, dan dia selalu kembali kepadaNya dalam setiap urusan-nya, sehingga dia menjadi dekat kepada Rabbnya, dia sama sekali tidak mempunyai keinginan kecuali sibuk mencari keridhaanNya. Maka pengamatannya terhadap semua makhluk (ciptaan) adalah pengamatan yang penuh perenungan dan pelajaran, bukan peng-lihatan kelalaian yang tidak bermanfaat.

34:10–11Page 429

۞ وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا دَاوُۥدَ مِنَّا فَضۡلٗاۖ يَٰجِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُۥ وَٱلطَّيۡرَۖ وَأَلَنَّا لَهُ ٱلۡحَدِيدَ ١٠

And We certainly gave David from Us bounty. [We said], "O mountains, repeat [Our] praises with him, and the birds [as well]." And We made pliable for him iron,

أَنِ ٱعۡمَلۡ سَٰبِغَٰتٖ وَقَدِّرۡ فِي ٱلسَّرۡدِۖ وَٱعۡمَلُواْ صَٰلِحًاۖ إِنِّي بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ١١

[Commanding him], "Make full coats of mail and calculate [precisely] the links, and work [all of you] righteousness. Indeed I, of what you do, am Seeing."

"Dan sungguh telah Kami berikan kepada Dawud karunia dari Kami. Kami berfirman, 'Hai gunung-gunung dan burung-burung, ber-tasbihlah berulang-ulang bersamanya,' dan Kami telah melunakkan besi untuknya, yaitu buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyaman-nya; dan kerjakanlah amalan yang shalih. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan." (Saba`: 10-11).

(10-11) Kami telah memberikan nikmat kepada hamba dan Rasul Kami, Dawud عليه السلام, dan Kami memberikan karunia kepada-nya berupa ilmu yang bermanfaat, amal shalih, dan berbagai nikmat agama dan dunia. Dan di antara nikmatNya kepadanya adalah: 1. Allah سبحانه وتعالى mengistimewakannya dengan memerintah benda-benda mati seperti gunung-gunung dan hewan-hewan dari jenis burung untuk bertasbih berulang-ulang bersamanya memuji Tuhan-nya sebagai (bentuk) kepatuhan kepadaNya. Ini merupakan nikmat kepada Dawud عليه السلام, karena hal itu menjadi salah satu keistimewa-annya yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelumnya dan sesudahnya; dan hal ini menjadi pembangkit baginya dan bagi yang lain untuk bertasbih kepada Allah apabila mereka melihat benda-benda mati dan berbagai hewan merespons sesuatu dengan bertasbih kepada Rabbnya, mengagungkan, mem-besarkan dan memujiNya. Hal ini termasuk hal yang membangkit-kan semangat berdzikir kepada Allah سبحانه وتعالى. 2. Sesungguhnya hal itu terjadi, (sebagaimana pendapat ke-banyakan ulama), adalah karena kemerduan suara Dawud. Sebab Allah سبحانه وتعالى telah mengaruniakan kepadanya suara yang sangat indah yang mengungguli manusia lainnya. Dan apabila dia mengulang-ulang tasbih, tahlil dan tamjîj[63] dengan suara yang sangat merdu lagi indah itu, maka setiap orang yang mendengarnya, dari bangsa jin dan manusia hingga burung-burung dan gunung-gunung ter-tarik padanya dan ikut bertasbih memuji Rabbnya. 3. Dan bahwa bisa jadi Nabi Dawud mendapat pahala tasbih mereka, karena dia telah menjadi sebabnya, mereka bertasbih meng-ikutinya. Di antara karunia Allah سبحانه وتعالى kepadaNya adalah Allah melu-nakkan besi untuknya untuk membuat baju besi yang sempurna, dan Allah mengajarkan kepadanya cara membuatnya, yaitu meng-ukurnya dalam ﴾ ٱلسَّرۡدِۖ ﴿ "anyamannya." Maksudnya, dia mengukur-nya seukuran lingkaran dan membuatnya, lalu menganyamkannya. Allah berfirman, ﴾ وَعَلَّمۡنَٰهُ صَنۡعَةَ لَبُوسٖ لَّكُمۡ لِتُحۡصِنَكُم مِّنۢ بَأۡسِكُمۡۖ فَهَلۡ أَنتُمۡ شَٰكِرُونَ 80 ﴿ "Dan telah Kami ajarkan kepada Dawud (cara) membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperangan; maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah)." (Al-Anbiya`: 80). Ketika Allah menjelaskan apa yang dikaruniakanNya kepada-nya dan kepada keluarganya, maka Dia memerintahkannya supaya bersyukur kepadaNya dan beramal shalih serta selalu merasa di-awasi oleh Allah سبحانه وتعالى di dalamnya di mana Allah telah memperbaiki keadaannya dan menjaganya dari segala hal yang merusak. Sebab, sesungguhnya Allah Maha Melihat semua perbuatan mereka dan mengetahuinya, tidak ada sesuatu apa pun yang tersembunyi dariNya.

34:12–14Page 429

وَلِسُلَيۡمَٰنَ ٱلرِّيحَ غُدُوُّهَا شَهۡرٞ وَرَوَاحُهَا شَهۡرٞۖ وَأَسَلۡنَا لَهُۥ عَيۡنَ ٱلۡقِطۡرِۖ وَمِنَ ٱلۡجِنِّ مَن يَعۡمَلُ بَيۡنَ يَدَيۡهِ بِإِذۡنِ رَبِّهِۦۖ وَمَن يَزِغۡ مِنۡهُمۡ عَنۡ أَمۡرِنَا نُذِقۡهُ مِنۡ عَذَابِ ٱلسَّعِيرِ ١٢

And to Solomon [We subjected] the wind - its morning [journey was that of] a month - and its afternoon [journey was that of] a month, and We made flow for him a spring of [liquid] copper. And among the jinn were those who worked for him by the permission of his Lord. And whoever deviated among them from Our command - We will make him taste of the punishment of the Blaze.

يَعۡمَلُونَ لَهُۥ مَا يَشَآءُ مِن مَّحَٰرِيبَ وَتَمَٰثِيلَ وَجِفَانٖ كَٱلۡجَوَابِ وَقُدُورٖ رَّاسِيَٰتٍۚ ٱعۡمَلُوٓاْ ءَالَ دَاوُۥدَ شُكۡرٗاۚ وَقَلِيلٞ مِّنۡ عِبَادِيَ ٱلشَّكُورُ ١٣

They made for him what he willed of elevated chambers,1 statues,2 bowls like reservoirs, and stationary kettles. [We said], "Work, O family of David, in gratitude." And few of My servants are grateful.

فَلَمَّا قَضَيۡنَا عَلَيۡهِ ٱلۡمَوۡتَ مَا دَلَّهُمۡ عَلَىٰ مَوۡتِهِۦٓ إِلَّا دَآبَّةُ ٱلۡأَرۡضِ تَأۡكُلُ مِنسَأَتَهُۥۖ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ ٱلۡجِنُّ أَن لَّوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ ٱلۡغَيۡبَ مَا لَبِثُواْ فِي ٱلۡعَذَابِ ٱلۡمُهِينِ ١٤

And when We decreed for him [i.e., Solomon] death, nothing indicated to them [i.e., the jinn] his death except a creature of the earth eating his staff.1 But when he fell, it became clear to the jinn that if they had known the unseen, they would not have remained in humiliating punishment.2

"Dan Sulaiman memiliki angin yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan, dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan pula, dan Kami mengalirkan cairan tembaga baginya. Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya dengan izin Rabbnya. Dan siapa yang menyimpang dari kalangan mereka dari perintah Kami, niscaya Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. Para jin itu membuat untuk Sulaiman sesuatu yang dikehendakinya dari bangunan-bangunan yang tinggi dan patung-patung, dan piring-piring seperti kolam dan periuk yang tetap kokoh. Bekerjalah hai keluarga Dawud untuk bersyukur. Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih. Maka tatkala Kami telah mene-tapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala dia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak tetap (senantiasa) dalam siksa yang menghinakan." (Saba`: 12-14).

(12) Ketika Allah menjelaskan karuniaNya kepada Dawud عليه السلام maka Dia menyebutkan karuniaNya kepada putranya, Sulaiman عليه السلام, dan bahwasanya Allah سبحانه وتعالى telah menundukkan angin kepada-nya yang bertiup menurut perintahnya, membawanya dan mem-bawa segala sesuatu yang dibawa Sulaiman, dan ia menempuh jarak yang sangat jauh sekali dalam waktu yang sangat singkat, sehingga dalam satu hari ia dapat menempuh perjalanan dua bulan, ﴾ غُدُوُّهَا شَهۡرٞ ﴿ "yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan." Maksudnya, dari pagi hingga matahari condong ke barat, ﴾ وَرَوَاحُهَا شَهۡرٞۖ ﴿ "dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan pula," maksudnya, dari senja hingga akhir malam, ﴾ وَأَسَلۡنَا لَهُۥ عَيۡنَ ٱلۡقِطۡرِۖ ﴿ "dan Kami mengalirkan cairan tembaga baginya," maksudnya, Kami menundukkan kepadanya cairan tembaga dan memudah-kan sarana pembuatan berbagai bejana dan lain-lainnya darinya. Dan demikian pula, Allah menundukkan setan-setan dan jin-jin kepadanya, mereka sama sekali tidak mampu untuk menghindari perintahnya. ﴾ وَمَن يَزِغۡ مِنۡهُمۡ عَنۡ أَمۡرِنَا نُذِقۡهُ مِنۡ عَذَابِ ٱلسَّعِيرِ ﴿ "Dan siapa yang me-nyimpang dari kalangan mereka dari perintah Kami, niscaya Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala."

(13) Dan pekerjaan mereka adalah melakukan segala sesuatu yang dikehendaki oleh Sulaiman, maka mereka mengerjakannya, ﴾ مِن مَّحَٰرِيبَ ﴿ "dari bangunan-bangunan yang tinggi" maksudnya, setiap bangunan yang dibangun yang dengannya gedung-gedung men-jadi kokoh. Keterangan ini menginformasikan tentang gedung-gedung raksasa, ﴾ وَتَمَٰثِيلَ ﴿ "dan patung-patung," maksudnya, gambar-gambar berbagai hewan[64] dan benda-benda mati dari kecanggihan buatan mereka dan kemampuan mereka melakukan hal itu, dan mereka bekerja untuk Sulaiman, ﴾ وَجِفَانٖ كَٱلۡجَوَابِ ﴿ "dan piring-piring seperti kolam," yaitu seperti kolam-kolam besar yang mereka kerja-kan untuk Sulaiman sebagai tempat makanan, sebab dia membutuh-kan sesuatu yang tidak dibutuhkan oleh orang lainnya, ﴾ وَ﴿ "dan" mereka juga membuatkan untuknya periuk ﴾ رَّاسِيَٰتٍۚ ﴿ "yang tetap kokoh" tidak bisa dipindah dari tempatnya karena sangat besar. Setelah Allah mengingatkan karuniaNya kepada mereka, maka Dia memerintah mereka untuk mensyukurinya, seraya berfirman, ﴾ ٱعۡمَلُوٓاْ ءَالَ دَاوُۥدَ ﴿ "Bekerjalah, hai keluarga Dawud." Mereka adalah Dawud, anak-anaknya dan keluarganya. Sebab karunia itu diberikan kepada mereka semua; dan kebanyakan maslahatnya kembali kepada mereka semua, ﴾ شُكۡرٗاۚ ﴿ "untuk bersyukur," kepada Allah atas apa yang telah dikaruniakanNya kepada mereka sebagai timbal balik dari apa yang telah dianugerahkanNya. ﴾ وَقَلِيلٞ مِّنۡ عِبَادِيَ ٱلشَّكُورُ ﴿ "Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih," jadi keba-nyakan mereka tidak bersyukur kepada Allah سبحانه وتعالى atas karunia yang dianugerahkanNya kepada mereka, berupa berbagai nikmat dan mencegah berbagai bencana dari mereka. Dan syukur adalah me-ngakui dengan hati akan karunia Allah سبحانه وتعالى dan menerimanya dengan penuh rasa butuh kepadanya serta menggunakannya dalam rangka ketaatan kepada Allah سبحانه وتعالى dan memeliharanya dari penggunaan dalam kemaksiatan.

(14) Setan-setan pun terus bekerja untuk Sulaiman عليه السلام (membuat) segala macam bangunan. Dan mereka sebelumnya selalu mengecoh manusia, dan mereka memberitakan kepada ma-nusia bahwa mereka mengetahui hal-hal yang ghaib dan mereka mengetahui rahasia-rahasianya. Lalu Allah berkehendak menam-pakkan kepada manusia tentang kedustaan setan-setan itu dalam klaim mereka. Mereka pun terus mengerjakan pekerjaan mereka, sementara itu Allah menetapkan kematian atas Sulaiman عليه السلام, yang sedang bersandar kepada tongkatnya. Setan-setan itu, apabila lewat di hadapannya, sedangkan dia bersandar pada tongkatnya, maka mereka mengiranya masih hidup dan mereka pun sangat segan (takut) kepadanya. Maka mereka terus melakukan pekerjaan mereka seperti itu selama satu tahun lamanya, menurut yang di-kisahkan, hingga akhirnya rayap-yarap tanah memakan tongkatnya hingga rapuh dan jatuh, maka Sulaiman pun jatuh dan setan-setan itu pun berpencar-pencar. Semenjak itu manusia tahu bahwa se-sungguhnya jin, ﴾ لَّوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ ٱلۡغَيۡبَ مَا لَبِثُواْ فِي ٱلۡعَذَابِ ٱلۡمُهِينِ ﴿ "kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak tetap (senantiasa) dalam siksa yang menghinakan," maksudnya, dalam pekerjaan yang sangat berat bagi mereka. Kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentu mereka mengetahui kematian Sulaiman عليه السلام yang sangat mereka inginkan untuk bisa terbebas dari beban pekerjaan yang sedang mereka derita.

34:15–21Page 430

لَقَدۡ كَانَ لِسَبَإٖ فِي مَسۡكَنِهِمۡ ءَايَةٞۖ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٖ وَشِمَالٖۖ كُلُواْ مِن رِّزۡقِ رَبِّكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لَهُۥۚ بَلۡدَةٞ طَيِّبَةٞ وَرَبٌّ غَفُورٞ ١٥

There was for [the tribe of] Saba’ in their dwelling place a sign: two [fields of] gardens on the right and on the left. [They were told], "Eat from the provisions of your Lord and be grateful to Him. A good land [have you], and a forgiving Lord."

فَأَعۡرَضُواْ فَأَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ سَيۡلَ ٱلۡعَرِمِ وَبَدَّلۡنَٰهُم بِجَنَّتَيۡهِمۡ جَنَّتَيۡنِ ذَوَاتَيۡ أُكُلٍ خَمۡطٖ وَأَثۡلٖ وَشَيۡءٖ مِّن سِدۡرٖ قَلِيلٖ ١٦

But they turned away [refusing], so We sent upon them the flood of the dam,1 and We replaced their two [fields of] gardens with gardens of bitter fruit, tamarisks and something of sparse lote trees.

ذَٰلِكَ جَزَيۡنَٰهُم بِمَا كَفَرُواْۖ وَهَلۡ نُجَٰزِيٓ إِلَّا ٱلۡكَفُورَ ١٧

[By] that We repaid them because they disbelieved. And do We [thus] repay except the ungrateful?

وَجَعَلۡنَا بَيۡنَهُمۡ وَبَيۡنَ ٱلۡقُرَى ٱلَّتِي بَٰرَكۡنَا فِيهَا قُرٗى ظَٰهِرَةٗ وَقَدَّرۡنَا فِيهَا ٱلسَّيۡرَۖ سِيرُواْ فِيهَا لَيَالِيَ وَأَيَّامًا ءَامِنِينَ ١٨

And We placed between them and the cities which We had blessed1 [many] visible cities. And We determined between them the [distances of] journey,2 [saying], "Travel between them by night or by day in safety."

فَقَالُواْ رَبَّنَا بَٰعِدۡ بَيۡنَ أَسۡفَارِنَا وَظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ فَجَعَلۡنَٰهُمۡ أَحَادِيثَ وَمَزَّقۡنَٰهُمۡ كُلَّ مُمَزَّقٍۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّكُلِّ صَبَّارٖ شَكُورٖ ١٩

But [insolently] they said, "Our Lord, lengthen the distance between our journeys," and wronged themselves, so We made them narrations1 and dispersed them in total dispersion. Indeed in that are signs for everyone patient and grateful.

وَلَقَدۡ صَدَّقَ عَلَيۡهِمۡ إِبۡلِيسُ ظَنَّهُۥ فَٱتَّبَعُوهُ إِلَّا فَرِيقٗا مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٢٠

And Iblees had already confirmed through them1 his assumption,2 so they followed him, except for a party of believers.

وَمَا كَانَ لَهُۥ عَلَيۡهِم مِّن سُلۡطَٰنٍ إِلَّا لِنَعۡلَمَ مَن يُؤۡمِنُ بِٱلۡأٓخِرَةِ مِمَّنۡ هُوَ مِنۡهَا فِي شَكّٖۗ وَرَبُّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ حَفِيظٞ ٢١

And he had over them no authority except [it was decreed] that We might make evident who believes in the Hereafter from who is thereof in doubt. And your Lord, over all things, is Guardian.1

"Sungguh bagi kaum Saba` ada tanda (kekuasaan Allah) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Dikatakanlah kepada mereka), 'Makanlah olehmu dari rizki Rabbmu dan bersyukurlah kamu kepadaNya. (Negerimu) adalah negeri yang baik, dan (Rabbmu) adalah Rabb Yang Maha Pengampun.' Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir bandang dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi tumbuhan yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. Demikian-lah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran me-reka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab, melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir. Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan padanya perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman. Maka mereka berkata, 'Ya Rabb kami, jauhkanlah jarak perjalanan kami,' dan mereka menganiaya diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur. Dan sungguh iblis telah dapat mem-buktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian orang-orang yang beriman. Dan tidak ada kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Rabbmu Maha Memelihara segala sesuatu." (Saba`: 15-21).

(15-19) Saba` adalah satu kabilah (suku bangsa) yang sangat populer yang terletak di pesisir negeri Yaman, dan daerah tempat tinggal mereka disebut Ma'rib. Di antara karunia Allah dan kemurahanNya kepada manusia secara umum dan kepada bangsa Arab khususnya adalah bahwasanya Allah سبحانه وتعالى menceritakan di dalam al-Qur`an sejarah-sejarah orang-orang yang dibinasakan dan diazab dari kalangan penduduk yang bertetangga dengan bangsa Arab, dan sisa-sisanya masih bisa disaksikan dan sejarahnya di-pindah dari mulut ke mulut agar hal itu lebih mudah untuk mem-benarkan dan mudah untuk menerima nasihat, seraya berfirman, ﴾ لَقَدۡ كَانَ لِسَبَإٖ فِي مَسۡكَنِهِمۡ ﴿ "Sungguh bagi kaum Saba`, di tempat kediaman mereka" maksudnya, di daerah tempat mereka tinggal ﴾ ءَايَةٞۖ ﴿ "ada tanda." Tanda di sini adalah nikmat yang berlimpah ruah yang Allah limpahkan kepada mereka, dan dijauhkannya mereka dari berbagai bencana, yang sebenarnya (hal ini) menuntut mereka untuk beribadah kepada Allah dan bersyukur kepadaNya. Kemudian ayat ini dijelaskan dengan FirmanNya, ﴾ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٖ وَشِمَالٖۖ ﴿ "Yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri." Me-reka memiliki lembah air yang sangat besar yang selalu dialiri air hujan, dan mereka membuat bendungan yang sangat kuat yang menjadi tempat penampungan air. Aliran air hujan selalu mengalir kepadanya hingga terbendunglah di sana air yang sangat besar. Dari bendungan itu mereka mengalirkannya ke kebun-kebun yang berada di sebelah kanan dan kiri bendungan itu; dan kebun-kebun ini mendatangkan buah-buahan yang mencukupi kebutuhan me-reka sehingga mereka merasa senang dan bahagia. Kemudian Allah memerintahkan kepada mereka untuk mensyukuri nikmatNya yang telah Dia limpahkan kepada mereka dari berbagai sisi: 1. Kedua kebun itulah yang menjadi pokok mata pencaharian mereka. 2. Allah سبحانه وتعالى menjadikan negeri (daerah) mereka sebagai negeri yang baik karena cuacanya yang sangat baik, minimnya area per-kebunan yang jelek dan berlimpah-ruahnya rizki di dalamnya. 3. Allah سبحانه وتعالى menjanjikan kepada mereka jika mereka bersyukur kepadaNya, bahwa Dia akan mengampuni dan merahmati mereka; maka dari itu Allah berfirman, ﴾ بَلۡدَةٞ طَيِّبَةٞ وَرَبٌّ غَفُورٞ ﴿ "(Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Rabbmu) adalah Rabb Yang Maha Pengampun." 4. Ketika Allah سبحانه وتعالى mengetahui kebutuhan mereka kepada tanah (negeri) yang diberkahi dalam perniagaan dan usaha mereka, (secara zahir bahwa negeri ini adalah kota di Shan'a`, sebagaimana dikatakan oleh banyak kaum Salaf. Ada yang berpendapat bahwa negeri tersebut adalah negeri Syam), maka Allah menyediakan untuk mereka segala fasilitas yang dengannya mereka mudah untuk sampai kepadanya dengan sangat mudah, seperti adanya rasa aman, tidak ada rasa takut dan berentetannya perkampungan penghubung antara mereka dengan negeri tersebut sehingga me-reka tidak merasakan adanya kesulitan dalam membawa bekal dan barang-barang perniagaan. Maka dari itu Allah berfirman,﴾ وَجَعَلۡنَا بَيۡنَهُمۡ وَبَيۡنَ ٱلۡقُرَى ٱلَّتِي بَٰرَكۡنَا فِيهَا قُرٗى ظَٰهِرَةٗ وَقَدَّرۡنَا فِيهَا ٱلسَّيۡرَۖ ﴿ "Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan padanya perjalanan," maksudnya, per-jalanan yang bisa diprediksikan kadarnya, mereka mengenalnya dan menguasainya hingga mereka tidak tersesat darinya, siang dan malam hari. ﴾ ءَامِنِينَ ﴿ "Dengan aman," maksudnya dengan tenang dalam perjalanan pada malam dan siang hari tanpa ada rasa takut. Ini merupakan kesempurnaan nikmat Allah terhadap mereka, yaitu Allah memberikan rasa aman dari rasa takut. Namun kemudian mereka berpaling dari Sang Pemberi nikmat dan dari beribadah kepadaNya, mereka mengingkari nikmat dan merasa jemu hingga mereka menuntut dan berangan-angan agar perjalanan-perjalanan jauh (safar) mereka menjadi semakin jauh dari perkampungan-per-kampungan yang di sana sebenarnya perjalanan sudah menjadi mudah; ﴾ وَظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ ﴿ "dan mereka menganiaya diri mereka sendiri," dengan mengingkari Allah سبحانه وتعالى dan nikmatNya. Oleh karena itu, mereka disiksa oleh Allah سبحانه وتعالى karena nikmat yang telah membuat mereka congkak ini. Maka Allah membinasa-kan mereka dan menimpakan terhadap mereka ﴾ سَيۡلَ ٱلۡعَرِمِ ﴿ "banjir bandang." Maksudnya, banjir bandang yang sangat kuat yang mem-porak-porandakan bendungan mereka dan merusak kebun-kebun dan menghancurkan ladang-ladang mereka. Berubahlah kebun-kebun yang penuh dengan tanaman yang sangat menakjubkan dan pohon-pohon yang berbuah, dan sebagai gantinya adalah pohon-pohon yang tidak ada gunanya. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ وَبَدَّلۡنَٰهُم بِجَنَّتَيۡهِمۡ جَنَّتَيۡنِ ذَوَاتَيۡ أُكُلٍ ﴿ "Dan Kami ganti kedua kebun mereka de-ngan dua kebun yang ditumbuhi tumbuhan yang berbuah," maksudnya, sesuatu yang sedikit dari makanan yang tidak menggembirakan mereka, yaitu ﴾ خَمۡطٖ وَأَثۡلٖ وَشَيۡءٖ مِّن سِدۡرٖ قَلِيلٖ ﴿ "(tumbuhan yang berbuah) pahit, pohon Atsl (sejenis cemara), dan sedikit pohon Sidr (sejenis bidara)." Ini semua adalah pohon yang sudah dikenal; dan ini berasal dari salah satu jenis perbuatan mereka, sebagaimana mereka menukar kesyukuran yang baik dengan kekufuran yang busuk; maka mereka mengganti kenikmatan tersebut dengan apa yang disebutkan tadi. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ ذَٰلِكَ جَزَيۡنَٰهُم بِمَا كَفَرُواْۖ وَهَلۡ نُجَٰزِيٓ إِلَّا ٱلۡكَفُورَ ﴿ "Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka, dan Kami tidak menjatuhkan azab, melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir." Maksudnya, tidaklah Kami membalas dengan balasan siksaan –berdasarkan susunan kalimat– kecuali kepada orang yang kafir kepada Allah dan mengingkari nikmat. Setelah musibah melanda mereka, maka mereka tercerai-berai dan tercabik-cabik setelah dahulu mereka bersatu, dan Allah menjadi-kan mereka sebagai bahan pembicaraan yang dibicarakan manusia dan menjadi dongeng masyarakat di malam hari, dan mereka di-jadikan pribahasa: "Bercerai-berailah seperti tangan-tangan kaum Saba`." Jadi, setiap orang membicarakan apa yang terjadi terhadap mereka, akan tetapi tidaklah mengambil pelajarannya dari mereka kecuali orang yang dikatakan oleh Allah, ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّكُلِّ صَبَّارٖ شَكُورٖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur," sabar dalam menghadapi hal-hal yang dibenci dan berbagai cobaan, ia mengembannya untuk mendapat ridha Allah, tidak menggerutu karenanya, akan tetapi dia sabar menghadapinya; lagi bersyukur atas nikmat Allah سبحانه وتعالى dan mengakuinya, dan memuji Allah yang telah mengarunia-kannya, serta menggunakannya dalam ketaatan kepadaNya. Orang seperti itu, apabila dia mendengar sejarah mereka dan apa yang mereka lakukan dan apa yang menimpa mereka, maka ia tahu bahwa siksaan (hukuman) itu adalah sebagai balasan atas kekafiran mereka terhadap nikmat Allah; dan siapa saja yang ber-buat seperti perbuatan mereka, niscaya akan diperlakukan seperti apa yang diperlakukan terhadap mereka, dan bahwa bersyukur kepada Allah سبحانه وتعالى itu memelihara nikmat dan menolak bencana, serta bahwa para utusan Allah itu benar dalam apa yang mereka sampaikan, dan bahwa sesungguhnya balasan itu adalah haq seba-gaimana dia telah melihat contohnya di dunia ini.

(20) Kemudian Allah menjelaskan bahwa kaum Saba` ter-masuk orang-orang yang mana iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka, yang mana ia berkata kepada Allah, ﴾ قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ 82 إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ 83 ﴿ "Demi kekuasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlas dari mereka." (Shad: 37-83). Ini adalah prasangka iblis, bukan keyakinannya, sebab dia tidak mengetahui yang ghaib dan dia tidak pernah menerima khabar dari Allah bahwasanya ia akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali orang yang dikecualikan. Jadi, mereka dan orang-orang yang semisal mereka adalah termasuk orang yang mana iblis mem-buktikan sangkaannya terhadapnya, ia mengajak dan menyesatkan mereka, ﴾ فَٱتَّبَعُوهُ إِلَّا فَرِيقٗا مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian orang-orang yang beriman," yang tidak kafir kepada nikmat Allah. Orang seperti ini tidak termasuk dalam sangkaan iblis. Boleh jadi kisah kaum Saba` sudah habis pada Firman Allah سبحانه وتعالى,﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّكُلِّ صَبَّارٖ شَكُورٖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur." Kemudian Allah memulai hal baru, seraya berfirman,﴾ وَلَقَدۡ صَدَّقَ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka" yaitu terhadap jenis manusia. Jika demikian, maka ayat tersebut bermakna umum, meliputi setiap orang yang mengikuti iblis.

(21) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَا كَانَ لَهُۥ ﴿ "Dan tidak ada baginya" maksudnya, bagi iblis ﴾ عَلَيۡهِم مِّن سُلۡطَٰنٍ ﴿ "sedikit pun ke-kuasaan terhadap mereka" maksudnya, pengendalian penguasaan dan pemaksaan terhadap apa yang dikehendakinya dari mereka; namun hikmah (kebijaksanaan) Allah سبحانه وتعالى menuntut penguasaan iblis dan bujukannya terhadap manusia, ﴾ لِنَعۡلَمَ مَن يُؤۡمِنُ بِٱلۡأٓخِرَةِ مِمَّنۡ هُوَ مِنۡهَا فِي شَكّٖۗ ﴿ "agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu," maksudnya, agar terjadi proses pengujian, dan dengannya dapat diketahui orang yang jujur dan yang dusta, serta dapat dibedakan siapa yang imannya benar-benar tetap teguh dalam menghadapi ujian, cobaan dan menghadapi syubhat-syubhat (pemikiran rancu) setan dari orang yang imannya tidak kokoh lagi mudah goncang dengan (ujian) syubhat yang sangat sepele, dan (imannya) mudah terkikis disebabkan faktor yang sangat sederhana yang mengajaknya ke-pada lawan iman. Jadi, Allah سبحانه وتعالى menjadikan iblis sebagai ujian untuk menguji hamba-hambaNya dan menampakkan mana yang busuk dan mana yang baik, ﴾ وَرَبُّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ حَفِيظٞ ﴿ "Dan Rabbmu Maha Memelihara segala sesuatu," memelihara hamba-hambaNya dan men-jaga amal perbuatan mereka serta memelihara balasannya, dan Dia akan memberikannya kepada mereka secara sempurna.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском