As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
الصف
As-Saf
The Ranks · Medinan · 14 ayahs
61:1–3Page 551
سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۖ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ١
Whatever is in the heavens and whatever is on the earth exalts Allāh,1 and He is the Exalted in Might, the Wise.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفۡعَلُونَ ٢
O you who have believed, why do you say what you do not do?
كَبُرَ مَقۡتًا عِندَ ٱللَّهِ أَن تَقُولُواْ مَا لَا تَفۡعَلُونَ ٣
Greatly hateful in the sight of Allāh is that you say what you do not do.
"Bertasbih bagi Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha-bijaksana. Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu menga-takan apa yang tidak kamu perbuat. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerja-kan." (Ash-Shaf: 1-3).
Madaniyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1) Ini adalah penjelasan tentang keagungan dan keperka-saan Allah سبحانه وتعالى, segala sesuatu tunduk padaNya. Seluruh yang ada di langit dan di bumi bertasbih dengan memuji, menyembah, dan meminta segala kebutuhan kepada Rabb mereka. ﴾ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa," Yang memaksa segala sesuatu dengan keperkasaan dan KuasaNya, ﴾ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "lagi Mahabijaksana," dalam penciptaan dan perintahNya.
(2-3) ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفۡعَلُونَ ﴿ "Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat," mak-sudnya, mengapa kalian mengatakan kebaikan dan mendorongnya, dan boleh jadi kalian memuji-muji kebaikan itu namun tidak kalian lakukan? Mengapa kalian melarang keburukan, boleh jadi kalian sucikan diri kalian dari keburukan tersebut namun kalian lakukan bahkan menjadi sifat kalian? Lantas apakah kondisi tercela seperti ini pantas bagi orang-orang yang beriman? Bukankah amat besar murka Allah سبحانه وتعالى pada orang yang mengatakan sesuatu namun tidak dikerjakan? Karena itu, orang yang memerintahkan berbuat baik seharusnya menjadi orang pertama yang melakukannya. Dan orang yang melarang keburukan seharusnya menjadi orang yang paling jauh darinya. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَتَأۡمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلۡبِرِّ وَتَنسَوۡنَ أَنفُسَكُمۡ وَأَنتُمۡ تَتۡلُونَ ٱلۡكِتَٰبَۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ 44 ﴿ "Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca al-Kitab, maka tidakkah kamu berpikir?" (Al-Baqarah: 44). Nabi Syu'aib عليه السلام berkata kepada kaumnya, ﴾ وَمَآ أُرِيدُ أَنۡ أُخَالِفَكُمۡ إِلَىٰ مَآ أَنۡهَىٰكُمۡ عَنۡهُۚ ﴿ "Dan aku tidak berkehendak mengerjakan apa yang aku larang kamu darinya." (Hud: 88).
61:4Page 551
إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلَّذِينَ يُقَٰتِلُونَ فِي سَبِيلِهِۦ صَفّٗا كَأَنَّهُم بُنۡيَٰنٞ مَّرۡصُوصٞ ٤
Indeed, Allāh loves those who fight in His cause in a row as though they are a [single] structure joined firmly.
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalanNya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka se-perti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (Ash-Shaf: 4).
(4) Ini merupakan dorongan motivasi dari Allah سبحانه وتعالى untuk hamba-hambaNya agar berjihad di jalanNya dan sebagai penga-jaran bagi mereka apa yang harus dikerjakan. Yaitu, mereka harus berbaris dalam jihad secara sejajar dan lurus tanpa adanya celah dalam barisan. Barisan-barisan mereka harus teratur sehingga akan tercapai kesetaraan di antara mujahidin, saling memperkuat dan menimbulkan rasa takut bagi musuh serta saling menggiatkan satu sama lain. Karena itu, ketika Rasulullah a menghadiri peperangan, beliau menata para sahabat dalam beberapa barisan serta mengatur mereka dalam berbagai posisi, agar masing-masing tidak mengan-dalkan pada yang lain, tapi masing-masing kelompok berkonsen-trasi di posisinya dan menunaikan tugasnya. Dengan cara seperti ini, pekerjaan bisa tuntas dan kesempurnaan bisa didapatkan.
61:5Page 551
وَإِذۡ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوۡمِهِۦ يَٰقَوۡمِ لِمَ تُؤۡذُونَنِي وَقَد تَّعۡلَمُونَ أَنِّي رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيۡكُمۡۖ فَلَمَّا زَاغُوٓاْ أَزَاغَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُمۡۚ وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡفَٰسِقِينَ ٥
And [mention, O Muḥammad], when Moses said to his people, "O my people, why do you harm me while you certainly know that I am the messenger of Allāh to you?" And when they deviated, Allāh caused their hearts to deviate. And Allāh does not guide the defiantly disobedient people.
"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, 'Hai kaumku, mengapa kamu menyakitiku, sedang kamu mengetahui bahwa aku adalah utusan Allah kepadamu?' Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik." (Ash-Shaf: 5).
(5) ﴾ وَإِذۡ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوۡمِهِۦ ﴿ "Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya," seraya mencela mereka atas perbuatan yang mereka lakukan dan menegur dengan keras atas penyiksaan yang mereka lakukan padahal mereka mengetahui bahwa Nabi Musa عليه السلام adalah utusan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَٰقَوۡمِ لِمَ تُؤۡذُونَنِي ﴿ "Hai kaumku, mengapa kamu menyakitiku," dengan perkataan dan perbuatan, ﴾ وَقَد تَّعۡلَمُونَ أَنِّي رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيۡكُمۡۖ ﴿ "sedang kamu mengetahui bahwa aku adalah utusan Allah kepadamu?" Hak seorang rasul adalah dimuliakan, diagungkan dan semua perintah dan hukumnya dilaksanakan segera. Adapun menyakiti utusan Allah سبحانه وتعالى yang kebaikannya terhadap manusia melebihi segala bentuk kebaikan setelah kebaikan Allah سبحانه وتعالى, adalah puncak sikap tidak tahu malu, sembrono dan menyimpang dari jalan yang lurus yang telah mereka ketahui dan mereka tinggalkan. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَلَمَّا زَاغُوٓاْ ﴿ "Maka tatkala mereka ber-paling," maksudnya, berpaling dari kebenaran sesuai keinginan mereka, ﴾ أَزَاغَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُمۡۚ ﴿ "Allah memalingkan hati mereka," sebagai hu-kuman bagi mereka atas penyimpangan yang mereka pilih untuk diri mereka dan keridhaan mereka pada penyimpangan itu. Allah سبحانه وتعالى tidak memberi pertolongan pada mereka untuk mendapatkan petunjuk, karena mereka tidak layak mendapatkan kebaikan. Yang layak bagi mereka hanyalah keburukan. ﴾ وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡفَٰسِقِينَ ﴿ "Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik." Maksudnya, orang-orang yang sifat kefasikan terus menempel pada dirinya, dan mereka tidak memiliki niat untuk mencari petunjuk. Ayat mulia ini menunjukkan bahwa kesesatan manusia yang digariskan Allah سبحانه وتعالى bukanlah suatu kezhaliman Allah سبحانه وتعالى dan bukan hujjah manusia atas Allah سبحانه وتعالى. Kesesatan itu timbul disebabkan oleh mereka sendiri. Mereka menutup diri dari pintu hidayah, padahal sebenarnya mereka mengetahui. Allah سبحانه وتعالى pun membalas mereka dengan kesesatan dan penyimpangan, serta dirubah-rubahnya hati mereka, sebagai hukuman bagi mereka dan sebagai keadilan Allah سبحانه وتعالى terhadap mereka. Ini semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَنُقَلِّبُ أَفۡـِٔدَتَهُمۡ وَأَبۡصَٰرَهُمۡ كَمَا لَمۡ يُؤۡمِنُواْ بِهِۦٓ أَوَّلَ مَرَّةٖ وَنَذَرُهُمۡ فِي طُغۡيَٰنِهِمۡ يَعۡمَهُونَ 110 ﴿ "Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (al-Qur`an) pada per-mulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat." (Al-An'am: 110).
61:6–9Page 552
وَإِذۡ قَالَ عِيسَى ٱبۡنُ مَرۡيَمَ يَٰبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ إِنِّي رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيۡكُم مُّصَدِّقٗا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيَّ مِنَ ٱلتَّوۡرَىٰةِ وَمُبَشِّرَۢا بِرَسُولٖ يَأۡتِي مِنۢ بَعۡدِي ٱسۡمُهُۥٓ أَحۡمَدُۖ فَلَمَّا جَآءَهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ قَالُواْ هَٰذَا سِحۡرٞ مُّبِينٞ ٦
And [mention] when Jesus, the son of Mary, said, "O Children of Israel, indeed I am the messenger of Allāh to you confirming what came before me of the Torah and bringing good tidings of a messenger to come after me, whose name is Aḥmad."1 But when he came to them with clear evidences, they said, "This is obvious magic."2
وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ وَهُوَ يُدۡعَىٰٓ إِلَى ٱلۡإِسۡلَٰمِۚ وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ٧
And who is more unjust than one who invents about Allāh untruth while he is being invited to Islām. And Allāh does not guide the wrongdoing people.
يُرِيدُونَ لِيُطۡفِـُٔواْ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفۡوَٰهِهِمۡ وَٱللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡكَٰفِرُونَ ٨
They want to extinguish the light of Allāh with their mouths, but Allāh will perfect His light, although the disbelievers dislike it.
هُوَ ٱلَّذِيٓ أَرۡسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلۡهُدَىٰ وَدِينِ ٱلۡحَقِّ لِيُظۡهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡمُشۡرِكُونَ ٩
It is He who sent His Messenger with guidance and the religion of truth to manifest it over all religion, although those who associate others with Allāh dislike it.
"Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, 'Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membe-narkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan aku juga memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).' Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, 'Ini adalah sihir yang nyata.' Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang meng-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Agama Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim. Mereka ingin memadamkan cahaya (Agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyem-purnakan cahayaNya meskipun orang-orang kafir benci. Dia-lah yang mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan Agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama, meskipun orang-orang musyrik benci." (Ash-Shaf: 6-9).
(6) Allah سبحانه وتعالى berfirman mengabarkan pembangkangan Bani Israil dahulu yang diseru oleh Nabi Isa bin Maryam عليه السلام. Isa berkata pada mereka, ﴾ يَٰبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ إِنِّي رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيۡكُم ﴿ "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu," maksudnya, Allah سبحانه وتعالى mengutus-ku untuk menyeru kalian pada kebaikan dan melarang kalian dari keburukan, dan Allah سبحانه وتعالى mengukuhkanku dengan berbagai bukti nyata yang menunjukkan kebenaran kerasulanku. ﴾ مُّصَدِّقٗا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيَّ مِنَ ٱلتَّوۡرَىٰةِ ﴿ "Membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat," mak-sudnya, aku datang membawa kitab seperti yang pernah dibawa Nabi Musa yaitu kitab Taurat dan berbagai syariat-syariat samawi. Andai aku hanya mengaku-aku sebagai nabi, tentu aku tidak membawa seperti yang dibawa para rasul. ﴾ مُّصَدِّقٗا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيَّ مِنَ ٱلتَّوۡرَىٰةِ ﴿ "Mem-benarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat," di samping itu kitab Taurat juga telah memberitahukan kabar gembira tentangku dan aku pun datang dan diutus sebagai pembenar Taurat, ﴾ وَمُبَشِّرَۢا بِرَسُولٖ يَأۡتِي مِنۢ بَعۡدِي ٱسۡمُهُۥٓ أَحۡمَدُۖ ﴿ "dan aku juga memberi kabar gembira dengan (datang-nya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)," yaitu Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththa-lib, nabi dari keturunan Bani Hasyim. Nabi Isa عليه السلام adalah seorang nabi layaknya nabi-nabi lain, membenarkan nabi sebelumnya dan memberi kabar gembira akan kedatangan nabi berikutnya. Tidak seperti orang-orang yang berdusta yang amat menentang para nabi dari segi sifat, akhlak, perintah dan larangan. ﴾ فَلَمَّا جَآءَهُم ﴿ "Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka," yakni Nabi Muhammad a yang diberitakan oleh Isa عليه السلام sebelumnya, ﴾ بِٱلۡبَيِّنَٰتِ ﴿ "dengan mem-bawa bukti-bukti yang nyata," yaitu bukti-bukti jelas yang menunjuk-kan bahwa dialah yang diberitakan oleh Nabi Isa عليه السلام dan dialah utusan Allah سبحانه وتعالى sebenarnya, ﴾ قَالُواْ ﴿ "mereka berkata," menentang dan mendustakan kebenaran, ﴾ هَٰذَا سِحۡرٞ مُّبِينٞ ﴿ "Ini adalah sihir yang nyata." Ini benar-benar aneh. Seorang rasul yang kerasulannya telah di-ketahui dengan jelas melebihi terangnya matahari di siang hari dianggap sebagai seorang penyihir yang nyata sihirnya. Apakah ada kehinaan yang lebih besar dari ini? Dan apakah ada kedustaan yang lebih besar dari ini yang menafikan berita kerasulan dan me-negaskan sesuatu yang amat mustahil bagi Nabi Muhammad a?
(7) ﴾ وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ ﴿ "Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengadakan dusta terhadap Allah," dengan pen-dustaan seperti ini atau sikap lainnya yang tidak ada udzurnya dan hujjahnya telah runtuh, karena ﴾ وَهُوَ يُدۡعَىٰٓ إِلَى ٱلۡإِسۡلَٰمِۚ ﴿ "dia diajak kepada agama Islam," dan berbagai bukti nyata telah dijelaskan padanya. ﴾ وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim," yang senantiasa tegak berada dalam kezhaliman. Nasihat dan bukti nyata tidak bisa menyelamatkan mereka, khu-susnya mereka yang menentang kebenaran untuk ditolak demi memenangkan kebatilan.
(8) Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang mereka, ﴾ يُرِيدُونَ لِيُطۡفِـُٔواْ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفۡوَٰهِهِمۡ ﴿ "Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka," maksudnya, dengan berbagai per-kataan busuk yang mereka kemukakan yang menolak kebenaran yang sebenarnya tidak ada wujudnya, namun semakin membuat orang yang tahu lebih memahami bahwa ia berada di atas kebatilan. ﴾ وَٱللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡكَٰفِرُونَ ﴿ "Dan Allah tetap menyempurnakan cahayaNya meskipun orang-orang kafir benci." Maksudnya, Allah سبحانه وتعالى menjamin akan memenangkan AgamaNya, menyempurnakan kebenaran yang dibawa oleh para rasulNya, dan menampakkan cahayaNya di berbagai penjuru, meski orang-orang kafir membencinya. Karena kebencian, mereka mencurahkan segala daya upaya agar bisa me-madamkan cahaya Allah سبحانه وتعالى, tapi mereka pasti kalah. Mereka tidak ubahnya seperti orang yang ingin memadamkan matahari dengan cara meniup dengan mulutnya. Tujuan mereka tidak tercapai dan akal mereka tidak terbebas dari kekurangan dan celaan.
(9) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan sebab muncul dan menangnya agama Islam, baik secara indrawi (konkret) maupun maknawi, seraya berfirman, ﴾ هُوَ ٱلَّذِيٓ أَرۡسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلۡهُدَىٰ وَدِينِ ٱلۡحَقِّ ﴿ "Dia-lah yang mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan Agama yang benar," yakni, dengan ilmu yang bermanfaat dan amal shalih, dengan ilmu yang menunjukkan kepada Allah سبحانه وتعالى dan kepada tempat kemulia-anNya dan menunjukkan kepada amal dan akhlak yang baik serta kebaikan dunia dan akhirat, ﴾ وَدِينِ ٱلۡحَقِّ ﴿ "dan Agama yang benar," yaitu agama yang dipeluk dan dipakai untuk menyembah Rabb semesta alam. Itulah agama kebenaran dan kejujuran yang tidak terdapat kekurangan dan aib yang bisa menyebabkannya dicela. Perintah-perintah agama Islam merupakan hidangan hati, ruh, dan kenya-manan raga. Meninggalkan larangan-larangan agama adalah keselamatan dari keburukan dan kerusakan. Petunjuk dan agama kebenaran yang dibawa oleh Nabi a merupakan bukti terbesar atas kebenarannya. Agama itu adalah bukti nyata yang tetap bertahan selama waktu masih ada. Orang berakal yang semakin memikirkan agama Islam akan semakin berbahagia dan mengetahui. ﴾ لِيُظۡهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ ﴿ "Agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama," mak-sudnya, agar Islam mengungguli seluruh agama dengan berbagai hujjah dan bukti nyata dan memenangkan para penegak Islam, baik dengan pedang maupun tombak. Sifat ini tetap lekat dalam agama Islam di segala waktu. Tidak bisa dikalahkan dan diban-tah oleh siapa pun, sehingga Islam tetap mendapatkan keme-nangan dan keperkasaan. Adapun para pemeluknya, jika mereka menegakkannya dan menjadikannya sebagai lentera dan petunjuk dalam berbagai kepentingan mereka, baik kepentingan dunia mau-pun akhirat, maka tidak ada yang dapat menentangnya, mereka pasti menang di atas para pemeluk agama-agama lain. Namun jika mereka menyia-nyiakan Islam dan hanya sekedar memeluk saja, maka hal itu tidak berguna bagi mereka. Tindakan mereka yang menyia-nyiakan agama Islam ini menjadi penyebab musuh mampu menguasai mereka. Siapa pun yang banyak mempelajari sejarah dan merenungkan kondisi awal kaum Muslimin dan juga lainnya pasti tahu. 9
61:10–14Page 552
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ هَلۡ أَدُلُّكُمۡ عَلَىٰ تِجَٰرَةٖ تُنجِيكُم مِّنۡ عَذَابٍ أَلِيمٖ ١٠
O you who have believed, shall I guide you to a transaction that will save you from a painful punishment?
تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتُجَٰهِدُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمۡوَٰلِكُمۡ وَأَنفُسِكُمۡۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ١١
[It is that] you believe in Allāh and His Messenger and strive in the cause of Allāh with your wealth and your lives. That is best for you, if you only knew.
يَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡ وَيُدۡخِلۡكُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ وَمَسَٰكِنَ طَيِّبَةٗ فِي جَنَّٰتِ عَدۡنٖۚ ذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ١٢
He will forgive for you your sins and admit you to gardens beneath which rivers flow and pleasant dwellings in gardens of perpetual residence. That is the great attainment.
وَأُخۡرَىٰ تُحِبُّونَهَاۖ نَصۡرٞ مِّنَ ٱللَّهِ وَفَتۡحٞ قَرِيبٞۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١٣
And [you will obtain] another [favor] that you love - victory from Allāh and an imminent conquest; and give good tidings to the believers.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُوٓاْ أَنصَارَ ٱللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ٱبۡنُ مَرۡيَمَ لِلۡحَوَارِيِّـۧنَ مَنۡ أَنصَارِيٓ إِلَى ٱللَّهِۖ قَالَ ٱلۡحَوَارِيُّونَ نَحۡنُ أَنصَارُ ٱللَّهِۖ فَـَٔامَنَت طَّآئِفَةٞ مِّنۢ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَكَفَرَت طَّآئِفَةٞۖ فَأَيَّدۡنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ عَلَىٰ عَدُوِّهِمۡ فَأَصۡبَحُواْ ظَٰهِرِينَ ١٤
O you who have believed, be supporters of Allāh, as when Jesus, the son of Mary, said to the disciples, "Who are my supporters for Allāh?" The disciples said, "We are supporters of Allāh." And a faction of the Children of Israel believed and a faction disbelieved. So We supported those who believed against their enemy, and they became dominant.
"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjuk-kan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di surga 'Adn. Itulah keberun-tungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (wak-tunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman. Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah, sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, 'Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?' Pengikut-pengikut yang setia itu berkata, 'Kamilah peno-long penolong agama Allah!,' lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; maka Kami berikan ke-kuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang." (Ash-Shaf: 10-14).
(10) Ini adalah wasiat, petunjuk, dan arahan dari Allah سبحانه وتعالى Yang Maha Pemurah di antara para pemurah terhadap para hamba-hambaNya yang beriman, kepada bisnis terbesar, tuntutan paling luhur dan tujuan paling tinggi, yang jika didapat, akan menyela-matkan dari azab yang pedih dan mendapatkan kenikmatan abadi. Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kata penawaran yang menunjukkan bahwa hal ini adalah sesuatu yang diinginkan oleh orang yang bersabar dan yang berakal.
(11) Seolah-olah ada yang bertanya, "Transaksi apa yang ni-lainya sedemikian besar?" Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ﴿ "(Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya," sebagaimana diketahui bahwa keimanan yang sempurna adalah membenarkan dengan bulat terhadap perintah Allah سبحانه وتعالى dengan cara membenarkannya yang mengharuskan untuk diamalkan oleh anggota badan. Dan yang paling utama adalah berjihad di jalanNya, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَتُجَٰهِدُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمۡوَٰلِكُمۡ وَأَنفُسِكُمۡۚ ﴿ "Dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu," dengan mencurahkan diri dan nyawa kalian untuk menyerang musuh Islam dengan maksud untuk menolong agama Allah سبحانه وتعالى dan meninggikan kalimatNya. Kalian mengeluarkan dana semampu kalian untuk tujuan itu meski hal itu tidak disukai dan terasa berat bagi jiwa, tapi jihad ﴾ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ﴿ "itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya." Dalam jihad terdapat kebaikan dunia seperti kemenangan dari musuh, kemuliaan yang menafikan kerendahan, keleluasaan rizki, dan ke-lapangan dada. Sedangkan kebaikan akhirat adalah mendapatkan pahala Allah سبحانه وتعالى dan selamat dari siksaNya.
(12) Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyebutkan pahala di akhirat seraya berfirman, ﴾ يَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡ ﴿ "Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu," mencakup dosa-dosa kecil dan dosa-dosa besar, karena beriman kepada Allah سبحانه وتعالى dan berjihad di jalanNya bisa menghapus dosa meski dosa besar. ﴾ وَيُدۡخِلۡكُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ ﴿ "Dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai," mak-sudnya, di bawah tempat tinggal, istana, ruangan kamar, dan pe-pohonannya mengalir sungai-sungai yang bersumber dari air yang rasa, aroma, dan warnanya tidak berubah, sungai-sungai dari susu yang rasanya tidak berubah, sungai dari khamar nikmat untuk me-reka yang meminumnya, dan sungai dari madu murni, dan mereka mendapatkan berbagai macam buah-buahan. ﴾ وَمَسَٰكِنَ طَيِّبَةٗ فِي جَنَّٰتِ عَدۡنٖۚ ﴿ "Dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di Surga 'Adn." Maksudnya, mencakup segala kebaikan berupa ketinggian, indah-nya bangunan dan perhiasan, hingga para penghuni kamar peng-huni surga tertinggi dapat dilihat oleh seluruh penduduk surga, laksana bintang gemerlap yang dapat dilihat di ufuk langit timur dan barat. Bahkan bangunan surga ada yang berasal dari batu bata emas, ada juga yang berbatu bata perak dan marmernya terbuat dari mutiara dan mutu manikam. Sebagian rumah di surga terbuat dari mutiara dengan berbagai warna-warni. Karena begitu cerah-nya, sisi dalam dapat dilihat dari luar dan sebaliknya. Di dalam surga terdapat kebaikan dan keindahan yang tidak dapat dilukis-kan oleh siapa pun dan tidak pernah terlintas di hati satu makhluk pun dari seluruh alam. Mereka tidak akan bisa mengangankannya hingga mereka melihatnya, menikmati keindahannya, dan menye-jukkan mata mereka. Dalam kondisi seperti itu andai Allah سبحانه وتعالى tidak menciptakan penghuni surga secara sempurna dan tidak kekal, tentu hampir saja mereka mati karena terlalu bahagia. Mahasuci Dzat yang tidak ada satu pun makhlukNya yang bisa menghitung pujian untukNya. Tapi Dia adalah seperti yang Dia puji DiriNya sendiri dan di atas pu-jian seluruh makhluk. Mahasuci Allah Yang Mahaluhur lagi Indah yang menciptakan tempat kenikmatan. Menciptakan keluhuran dan keindahan di dalamnya yang membuat akal semua makhluk terpana dan tertarik hatinya. Mahatinggi Allah Yang bagiNya hikmah sempurna yang seandainya memperlihatkan surga pada para hambaNya hingga mereka melihat apa saja yang terdapat di dalamnya, tentu tidak ada seorang pun yang akan ketinggalan dan tentu tidak ada seorang pun yang mau hidup di dunia yang kenikmatannya dicampuri kepedihan dan kesenangannya dicam-puri kesengsaraan. Surga tersebut dinamakan 'Adn karena peng-huninya menempatinya dan tidak keluar selamanya, serta tidak ingin mencari ganti. Itulah balasan besar dan pahala yang indah yang merupakan suatu keberuntungan besar tanpa tandingan. Dan inilah balasan akhirat.
(13) Adapun pahala duniawi untuk transaksi ini disebutkan oleh Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ وَأُخۡرَىٰ تُحِبُّونَهَاۖ ﴿ "Dan (ada lagi) karunia lain yang kamu sukai," yakni, terdapat hal lain yang kalian peroleh yang kalian sukai yaitu, ﴾ نَصۡرٞ مِّنَ ٱللَّهِ ﴿ "pertolongan dari Allah" untuk kalian atas musuh-musuh kalian. Dengan kemenangan itu kalian mendapatkan kejayaan dan kesenangan, ﴾ وَفَتۡحٞ قَرِيبٞۗ ﴿ "dan kemenangan yang dekat (waktunya)." Dengan kemenangan ini kawasan Islam se-makin meluas dan rizki yang luas pun didapat. Ini adalah balasan bagi orang-orang Mukmin yang berjihad. Adapun kaum Mukminin yang tidak berjihad manakala yang lainnya berjihad, Allah سبحانه وتعالى tidak membuat mereka berputus asa dari karunia dan kebaikanNya, tapi Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَبَشِّرِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman." Maksudnya, dengan pahala yang langsung di dunia dan tertunda di akhirat. Masing-masing men-dapatkan pahala berdasarkan keimanannya, meski mereka tidak mencapai tingkatan para mujahid yang berjuang di jalan Allah سبحانه وتعالى, sebagaimana yang disabdakan Nabi a, مَنْ رَضِيَ بِاللّٰهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُوْلًا، وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ. فَعَجِبَ لَهَا أَبُوْ سَعِيْدٍ فَقَالَ: أَعِدْهَا عَلَيَّ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ، فَأَعَادَهَا مَا عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ: وَأُخْرَى يُرْفَعُ بِهَا الْعَبْدُ مِائَةَ دَرَجَةٍ فِي الْجَنَّةِ، مَا بَيْنَ كُلِّ دَرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، قَالَ: وَمَا هِيَ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ؟ قَالَ: الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ، الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ. "Barangsiapa yang rela Allah menjadi Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai rasul, maka wajib baginya surga." Abu Sa'id al-Khudri (perawi hadits ini) merasa takjub seraya berkata, "Ulangi lagi untukku wahai Rasulullah!" Rasulullah a pun mengulanginya untuknya kemudian bersabda, "Dan lainnya, seorang hamba diangkat dengannya seratus tingkat di surga, antara masing-masing tingkatan sejarak antara langit dan bumi." Abu Sa'id bertanya, "Apa itu wahai Rasulullah?" Rasulullah a menjawab, "Jihad di jalan Allah, jihad di jalan Allah." (HR. Muslim).[119]
(14) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُوٓاْ أَنصَارَ ٱللَّهِ ﴿ "Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah," yaitu dengan perkataan dan perbuatan dengan cara mene-gakkan agama Allah سبحانه وتعالى serta gigih dalam menyebarkannya pada orang lain dan memerangi mereka yang menentang dan menolak-nya dengan raga dan harta. Memerangi orang yang menolong kebatilan yang dikiranya sebagai ilmu dan menolak kebenaran dengan cara meruntuhkan hujjahnya dan waspada terhadapnya. Termasuk menolong agama Allah سبحانه وتعالى adalah mempelajari kitab Allah سبحانه وتعالى dan Sunnah RasulNya serta mengajarkannya dan mendorong orang lain untuk mempelajari kitab Allah سبحانه وتعالى dan Sunnah RasulNya serta mengajarkannya serta memerintahkan kebaikan dan men-cegah kemungkaran. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى mendorong orang-orang yang beriman agar meneladani orang-orang shalih sebelumnya seraya berfirman, ﴾ كَمَا قَالَ عِيسَى ٱبۡنُ مَرۡيَمَ لِلۡحَوَارِيِّـۧنَ مَنۡ أَنصَارِيٓ إِلَى ٱللَّهِۖ ﴿ "Sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, 'Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?'" Mak-sudnya, Nabi Isa عليه السلام berkata kepada mereka seraya mengingatkan siapa yang menolongnya dan tegak bersamanya untuk menolong agama Allah سبحانه وتعالى, masuk dan keluar bersamaku. Para pengikut-pengikutnya yang setia bersegera dan berkata, ﴾ نَحۡنُ أَنصَارُ ٱللَّهِۖ ﴿ "Kamilah penolong-penolong agama Allah!" Nabi Isa عليه السلام pun menunaikan pe-rintah Allah سبحانه وتعالى dan menolong agamaNya bersama penolong-peno-longnya yang setia. ﴾ فَـَٔامَنَت طَّآئِفَةٞ مِّنۢ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "Maka segolongan dari Bani Israil beriman," karena seruan Nabi Isa dan penolong-penolongnya yang setia, ﴾ وَكَفَرَت طَّآئِفَةٞۖ ﴿ "dan segolongan (yang lain) kafir," dari kalangan mereka dengan tidak tunduk pada seruan Isa dan para penolong-nya. Kemudian orang-orang Mukmin memerangi orang-orang kafir, ﴾ فَأَيَّدۡنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ عَلَىٰ عَدُوِّهِمۡ ﴿ "maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka," maksudnya, Kami kuatkan mereka dan Kami memberikan kemenangan bagi mereka atas musuh-musuh mereka, ﴾ فَأَصۡبَحُواْ ظَٰهِرِينَ ﴿ "lalu mereka menjadi orang-orang yang menang" atas mereka dan menundukkan mereka. Dan kalian wahai umat Muhammad! Jadilah penolong Allah سبحانه وتعالى dan penyeru agamaNya, niscaya Allah سبحانه وتعالى akan menolong kalian seba-gaimana Allah سبحانه وتعالى menolong orang-orang sebelum kalian dan me-menangkan kalian dari musuh-musuh kalian.
Selesailah tafsir Surat ash-Shaf. Segala puji bagi Allah سبحانه وتعالى se-mata, Rabb semesta alam.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences