As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
الحجر
Al-Hijr
The Rocky Tract · Meccan · 99 ayahs
15:1–5Page 262
الٓرۚ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ وَقُرۡءَانٖ مُّبِينٖ ١
Alif, Lām, Rā.1 These are the verses of the Book and a clear Qur’ān [i.e., recitation].
رُّبَمَا يَوَدُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَوۡ كَانُواْ مُسۡلِمِينَ ٢
Perhaps those who disbelieve will wish1 that they had been Muslims.
ذَرۡهُمۡ يَأۡكُلُواْ وَيَتَمَتَّعُواْ وَيُلۡهِهِمُ ٱلۡأَمَلُۖ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ ٣
Let them eat and enjoy themselves and be diverted by [false] hope, for they are going to know.
وَمَآ أَهۡلَكۡنَا مِن قَرۡيَةٍ إِلَّا وَلَهَا كِتَابٞ مَّعۡلُومٞ ٤
And We did not destroy any city but that for it was a known decree.
مَّا تَسۡبِقُ مِنۡ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسۡتَـٔۡخِرُونَ ٥
No nation will precede its term, nor will they remain thereafter.
"Alif, lam, ra. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat al-Kitab (yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) al-Qur`an yang mem-beri penjelasan. Orang-orang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang Muslim. Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan ber-senang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan kosong , maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka). Dan tidaklah Kami membinasakan suatu negeri pun melainkan telah ditentukan masa kebinasaannya. Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan-(nya)." (Al-Hijr: 1-5).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang"
(1) Allah سبحانه وتعالى berfirman untuk mengagungkan kitabNya lagi untuk memujinya, ﴾ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ﴿ "(Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat al-Kitab (yang sempurna)", ayat-ayat yang menunjukkan makna-makna yang paling bagus dan tuntutan yang paling mulia, ﴾ وَقُرۡءَانٖ مُّبِينٖ ﴿ "yaitu (ayat-ayat) al-Qur`an yang memberi penjelasan", untuk fakta-fakta dengan lafazh yang terindah dan paling jelas ser-ta lebih mengarah kepada maksud pembicaraan.
(2) Ini merupakan salah satu faktor yang mengharuskan para makhluk untuk tunduk patuh kepadaNya, berserah diri terhadap hukumNya, dan menanggapinya dengan tangan terbuka, riang dan gembira. Sedangkan orang yang menyikapi nikmat agung ini dengan menampik dan mengingkarinya, maka dia termasuk orang-orang yang mendustakan lagi sesat. Mereka akan kedatangan satu waktu, yang nantinya mereka akan berandai-andai untuk menjadi orang-orang Muslim. Maksudnya, tunduk patuh kepada hukum-hukum-Nya. Peristiwa itu terjadi tatkala tabir penutup tersingkap dan tan-da-tanda datangnya Hari Akhirat serta gejala-gejala permulaan tibanya ajal tampak. Saat berada dalam suasana akhirat kelak, mereka berharap menjadi orang-orang yang berserah diri, namun kesem-patan sudah hilang. Tapi memang mereka di dunia ini, tertipu.
(3) ﴾ ذَرۡهُمۡ يَأۡكُلُواْ وَيَتَمَتَّعُواْ ﴿ "Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang", dengan kelezatan-kelezatan (hidup) mereka ﴾ وَيُلۡهِهِمُ ٱلۡأَمَلُۖ ﴿ "dan dilalaikan oleh angan-angan kosong", maksudnya mengimpikan keabadian hidup di dunia sehingga melalaikan me-reka dari akhirat. ﴾ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ ﴿ "Maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka)" mereka akan mengetahui bahwa keyakin-an yang mereka pegangi adalah batil, amalan-amalan mereka akan lenyap menjelma kerugian yang mesti mereka tanggung. Janganlah mereka terperdaya dengan penangguhan tempo oleh Allah (bagi mereka). Ini sudah menjadi ketetapan Allah pada umat-umat ma-nusia.
(4) ﴾ وَمَآ أَهۡلَكۡنَا مِن قَرۡيَةٍ ﴿ "Dan tidaklah Kami membinasakan suatu negeri pun", umat manusia yang pantas untuk ditimpa siksaan, ﴾ إِلَّا وَلَهَا كِتَابٞ مَّعۡلُومٞ ﴿ "melainkan telah ditentukan masa kebinasaannya", sudah ditentukan waktu pemusnahannya.
(5) ﴾ مَّا تَسۡبِقُ مِنۡ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسۡتَـٔۡخِرُونَ ﴿ "Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan-(nya)", (semua sudah ditentukan waktunya), kalau tidak demikian, dosa-dosa pasti memperlihatkan pengaruh (buruk)nya, kendati-pun tidak langsung muncul (berupa siksaan).
15:6–9Page 262
وَقَالُواْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِي نُزِّلَ عَلَيۡهِ ٱلذِّكۡرُ إِنَّكَ لَمَجۡنُونٞ ٦
And they say, "O you upon whom the message has been sent down, indeed you are mad.1
لَّوۡمَا تَأۡتِينَا بِٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ٧
Why do you not bring us the angels, if you should be among the truthful?"
مَا نُنَزِّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ وَمَا كَانُوٓاْ إِذٗا مُّنظَرِينَ ٨
We do not send down the angels except with truth;1 and they [i.e., the disbelievers] would not then be reprieved.
إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ ٩
Indeed, it is We who sent down the message [i.e., the Qur’ān], and indeed, We will be its guardian.
"Mereka berkata, 'Hai orang yang diturunkan al-Qur`an ke-padanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila. Menga-pa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar?' Kami tidak menurunkan ma-laikat melainkan dengan benar (untuk membawa azab) dan tiada-lah mereka ketika itu diberi tangguh. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur`an dan sesungguhnya Kami benar-benar me-meliharanya." (Al-Hijr: 6-9).
(6) Maksudnya, orang-orang mukadzdzibin (yang mendusta-kan) berkata kepada Muhammad dalam rangka untuk mengejek dan memperolok beliau, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِي نُزِّلَ عَلَيۡهِ ٱلذِّكۡرُ ﴿ "Hai orang yang di-turunkan al-Qur`an kepadanya", menurut persangkaanmu, ﴾ إِنَّكَ لَمَجۡنُونٞ ﴿ "sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila", sebab engkau me-ngira kami akan mengikutimu dan menyingkirkan kebudayaan-kebudayaan nenek moyang kami hanya dengan ucapanmu saja.
(7-8) ﴾ لَّوۡ مَا تَأۡتِينَا بِٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami", yang bersaksi bagi dirimu atas kebenaran risalah yang engkau bawa, ﴾ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "jika kamu termasuk orang-orang yang benar", ketika engkau tidak bisa mendatangkan malaikat, berarti kamu bukan orang yang jujur. Ini adalah termasuk bentuk kezhaliman dan kebodohan yang parah. Tentang tindak kezhaliman (mereka), maka sudah tampak jelas. Sesungguhnya sikap itu merupakan bentuk kelancangan dan keras kepala mereka ter-hadap Allah dengan meminta datangnya tanda-tanda bukti kebe-naran (Nabi) yang mana Allah belum memilihnya (untuk diturun-kan). Padahal, tujuan dan petunjuk yang mengarah ke sana sudah tercapai tanpa menggunakannya, melalui tanda-tanda kebenaran (lain) yang banyak yang menandakan kebenaran risalah yang beliau bawa. Berkaitan dengan aspek kebodohan mereka, maka sebenarnya mereka tidak bisa membedakan maslahat bagi mereka sendiri dari bahaya. Kedatangan para malaikat kepada mereka tidak berarti kebaikan bagi mereka. Justru, Allah tidak mengirimkan malaikat kecuali dengan al-haq (siksaan) yang sudah tidak ada penundaan lagi bagi orang yang tidak mengikuti dan taat kepada beliau. ﴾ وَمَا كَانُوٓاْ إِذٗا ﴿ "Dan tiadalah mereka ketika itu", maksudnya mereka itu ke-tika para malaikat datang, bila mereka tidak beriman dan tidak akan beriman ﴾ مُّنظَرِينَ ﴿ "diberi tangguh", maksudnya mereka tidak akan mendapatkan kesempatan lagi (untuk bertaubat dan selamat). Maka, permintaan mereka agar malaikat datang, hanya akan me-nyegerakan kebinasaan dan kehancuran bagi diri mereka sendiri. Keimanan tidak berada di tangan mereka, tapi di Tangan Allah. Allah berfirman, ﴾ وَلَوۡ أَنَّنَا نَزَّلۡنَآ إِلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَحَشَرۡنَا عَلَيۡهِمۡ كُلَّ شَيۡءٖ قُبُلٗا مَّا كَانُواْ لِيُؤۡمِنُوٓاْ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ يَجۡهَلُونَ 111 ﴿ "Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka, dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka, niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (Al-An'am:111).
(9) Jika mereka jujur (dalam omongannya) cukuplah keber-adaan al-Qur`an al-Azhim sebagai tanda bukti kebenarannya bagi mereka. Oleh karena itu, Allah berfirman di sini, ﴾ إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ ﴿ "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur`an", yakni al-Qur`-an yang memuat peringatan bagi segala sesuatu yang berkaitan dengan permasalahan-permasalahan dan petunjuk-petunjuk yang jelas. Dalam al-Qur`an ini terdapat peringatan bagi orang yang menginginkan peringatan. ﴾ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya", yaitu pada waktu diturunkan dan pasca diturunkannya. Dalam masa diturunkannya, Kami menjaganya dari pencurian dengar yang dilakukan setan yang terkutuk. Pasca diturunkannya, Kami memeliharanya dengan meletakkannya di kalbu RasulNya dan menempatkannya di hati-hati umatnya. Dia memelihara lafazh-lafazhnya dari pengubahan, penambahan atau pengurangan, dan memelihara makna-maknanya dari perubahan. Sehingga tidak ada orang yang berkeinginan menyelewengkan mak-nanya, melainkan Allah pasti mengerahkan orang-orang yang akan memaparkan kebenaran yang hakiki. Ini adalah termasuk tanda kebesaran Allah dan anugerah kenikmatan yang paling agung bagi para hambaNya yang beriman. Orang yang menjaganya, niscaya Allah akan memelihara keluarganya dari musuh-musuh mereka, dan tidak akan menguasakan musuh yang membinasakan mereka.
15:10–13Page 262
وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ فِي شِيَعِ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٠
And We had certainly sent [messengers] before you, [O Muḥammad], among the sects of the former peoples.
وَمَا يَأۡتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ ١١
And no messenger would come to them except that they ridiculed him.
كَذَٰلِكَ نَسۡلُكُهُۥ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ١٢
Thus do We insert it [i.e., denial] into the hearts of the criminals.
لَا يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ وَقَدۡ خَلَتۡ سُنَّةُ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٣
They will not believe in it, while there has already occurred the precedent of the former peoples.
"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (beberapa rasul) sebelum kamu kepada umat-umat terdahulu. Dan tidak datang se-orang rasul pun kepada mereka, melainkan mereka selalu memper-olok-olokkannya. Demikianlah, Kami memasukkan (rasa ingkar dan memperolok-olokkan itu) ke dalam hati orang-orang yang berdosa (orang-orang kafir). Mereka tidak beriman kepadanya (al-Qur`an), dan sesungguhnya telah berlalu sunnatullah terhadap orang-orang dahulu." (Al-Hijr: 10-13).
(10) Allah تعالى berkata kepada NabiNya tatkala kaum musy-rikin menyatakannya dusta, "Itu merupakan kebiasaan umat-umat terdahulu dan (orang-orang di) masa-masa silam. Sungguh Kami telah mengutus ﴾ قَبۡلِكَ فِي شِيَعِ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "(beberapa rasul) sebelum kamu ke-pada umat-umat terdahulu", yaitu beberapa rasul kepada golongan dan kelompok mereka."
(11) ﴾ وَمَا يَأۡتِيهِم مِّن رَّسُولٍ ﴿ "Dan tidak datang seorang rasul pun kepada mereka", yang menyeru mereka kepada kebenaran dan hidayah ﴾ إِلَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ ﴿ "melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya."
(12-13) ﴾ كَذَٰلِكَ نَسۡلُكُهُۥ ﴿ "Demikianlah, Kami memasukkan (rasa ingkar dan memperolok-olokkan itu)", maksudnya Kami memasukkan sikap pendustaan ﴾ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "ke dalam hati orang-orang yang berdosa (orang-orang kafir )", yaitu orang-orang yang karakter khas pada mereka adalah kezhaliman dan kedustaan. Kami menghukum mereka karena hati mereka mirip dengan kekufuran dan pendusta-an, maka (respon) mereka kepada para nabi dan rasul yang diutus kepada mereka pun berujud mirip dengan ejekan dan olokan serta tidak beriman. Oleh karenanya, Allah berfirman, ﴾ لَا يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ وَقَدۡ خَلَتۡ سُنَّةُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Mereka tidak beriman kepadanya (al-Qur`an), dan sesungguh-nya telah berlalu sunnatullah terhadap orang-orang dahulu", maksud-nya ketetapan umum dari Allah berkaitan dengan mereka adalah dengan memusnahkan orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah.
15:14–15Page 262
وَلَوۡ فَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَابٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ فَظَلُّواْ فِيهِ يَعۡرُجُونَ ١٤
And [even] if We opened to them a gate from the heaven and they continued therein to ascend,
لَقَالُوٓاْ إِنَّمَا سُكِّرَتۡ أَبۡصَٰرُنَا بَلۡ نَحۡنُ قَوۡمٞ مَّسۡحُورُونَ ١٥
They would say, "Our eyes have only been dazzled. Rather, we are a people affected by magic."
"Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus-menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata, 'Sesungguhnya panda-ngan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang-orang yang kena sihir'." (Al-Hijr: 14-15).
(14-15) Maksudnya, seandainya setiap ayat (tanda kekuasa-an Allah) yang agung datang kepada mereka, niscaya mereka tetap saja enggan beriman dan malah bersikap arogan terhadapnya. Dan ﴾ لَوۡ فَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَابٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ﴿ "jika seandainya Kami membukakan kepada me-reka salah satu dari (pintu-pintu) langit", sehingga mereka bisa menaiki-nya dan menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri, niscaya mereka akan berkata atas dorongan sifat zhalim dan keras kepala mereka untuk mengingkarinya, ﴾ إِنَّمَا سُكِّرَتۡ أَبۡصَٰرُنَا ﴿ "Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan", maksudnya pandangan-pandangan mata kami tertimpa oleh kekaburan dan tabir pekat se-hingga melihat sesuatu yang tidak terlihat. ﴾ بَلۡ نَحۡنُ قَوۡمٞ مَّسۡحُورُونَ ﴿ "Bahkan kami adalah orang-orang yang kena sihir", maksudnya itu bukan realita, tapi sebuah bentuk sihir. Suatu kaum yang sudah sedemikian level pengingkaran mereka, maka sudah tentu sulit diinginkan dan di-harapkan (keimanannya).
Kemudian Allah mengetengahkan tanda-tanda kebesaran-Nya yang menunjukkan kebenaran risalah yang diemban oleh para rasul Allah.
15:16–20Page 263
وَلَقَدۡ جَعَلۡنَا فِي ٱلسَّمَآءِ بُرُوجٗا وَزَيَّنَّٰهَا لِلنَّٰظِرِينَ ١٦
And We have placed within the heaven great stars and have beautified it for the observers.
وَحَفِظۡنَٰهَا مِن كُلِّ شَيۡطَٰنٖ رَّجِيمٍ ١٧
And We have protected it from every devil expelled [from the mercy of Allāh]
إِلَّا مَنِ ٱسۡتَرَقَ ٱلسَّمۡعَ فَأَتۡبَعَهُۥ شِهَابٞ مُّبِينٞ ١٨
Except one who steals a hearing and is pursued by a clear burning flame.
وَٱلۡأَرۡضَ مَدَدۡنَٰهَا وَأَلۡقَيۡنَا فِيهَا رَوَٰسِيَ وَأَنۢبَتۡنَا فِيهَا مِن كُلِّ شَيۡءٖ مَّوۡزُونٖ ١٩
And the earth - We have spread it and cast therein firmly set mountains and caused to grow therein [something] of every well-balanced thing.
وَجَعَلۡنَا لَكُمۡ فِيهَا مَعَٰيِشَ وَمَن لَّسۡتُمۡ لَهُۥ بِرَٰزِقِينَ ٢٠
And We have made for you therein means of living and [for] those for whom you are not providers.1
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya), dan Kami menjaganya dari tiap-tiap setan yang terkutuk. Kecuali setan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar semburan api yang terang. Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rizki kepadanya. (Al-Hijr: 16-20).
(16) Allah تعالى berfirman dalam rangka menjelaskan kesem-purnaan kekuasaan dan rahmatNya kepada para makhlukNya, ﴾ وَلَقَدۡ جَعَلۡنَا فِي ٱلسَّمَآءِ بُرُوجٗا ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gu-gusan bintang-bintang (di langit)", bintang-bintang bagaikan menara dan simbol yang besar dipakai sebagai (kompas) penunjuk arah pada kegelapan di daratan dan lautan. ﴾ وَزَيَّنَّٰهَا لِلنَّٰظِرِينَ ﴿ "Dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya)", ka-rena kalau tidak ada bintang-bintang, maka langit tidak mempunyai pemandangan memikat dan bentuk yang mengagumkan. Hal ini termasuk fenomena yang mengundang perenungan bagi orang-orang yang menyaksikan dan pencermatan terhadap makna-makna yang dikandungnya serta (mengantarkannya) mencari petunjuk menuju Penciptanya.
(17) ﴾ وَحَفِظۡنَٰهَا مِن كُلِّ شَيۡطَٰنٖ رَّجِيمٍ ﴿ "Dan Kami menjaganya dari tiap-tiap setan yang terkutuk", saat dia mencuri pendengaran, niscaya sulut api yang berpijar mengejarnya. Dari luar, langit pun terlihat berhiaskan bintang-bintang yang bersinar. Dan bagian dalamnya, terpelihara dan terhindar dari berbagai kehancuran.
(18) ﴾ إِلَّا مَنِ ٱسۡتَرَقَ ٱلسَّمۡعَ ﴿ "Kecuali setan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat)", maksudnya [kecuali] pada se-bagian waktu, terkadang setan-setan berhasil mencuri-curi pende-ngaran dengan sembunyi-sembunyi dan licik, ﴾ فَأَتۡبَعَهُۥ شِهَابٞ مُّبِينٞ ﴿ "lalu ia dikejar oleh semburan api yang terang", yaitu yang terang memancar, akan membunuh atau mengikatnya. Kadang-kadang semburan api menangkapnya sebelum bisa mentransfernya ke para pemujanya, sehingga beritanya terputus dari bumi. Dan suatu waktu dia mampu menyampaikannya kepada mitranya, sebelum semburan api menge-nainya. Ia menyampaikannya dan menambahkan bersamanya seratus buah kedustaan serta menjadikan kalimat yang didengar dari langit sebagai petunjuk baginya.
(19) ﴾ وَٱلۡأَرۡضَ مَدَدۡنَٰهَا ﴿ "Dan Kami telah menghamparkan bumi", maksudnya Kami melapangkan bumi sedemikian luasnya, supaya manusia dan bangsa binatang dapat menelusuri sampai penjuru-penjurunya dan mengais rizki-rizkinya dan tinggal di sudut-sudut-nya. ﴾ وَأَلۡقَيۡنَا فِيهَا رَوَٰسِيَ ﴿ "Dan menjadikan padanya gunung-gunung", yaitu gunung-gunung yang besar yang menjaga (keseimbangan) bumi dengan izin Allah (dari goncangan) agar memancangkan dan mengo-kohkannya sehingga tidak hancur. ﴾ وَأَنۢبَتۡنَا فِيهَا مِن كُلِّ شَيۡءٖ مَّوۡزُونٖ ﴿ "Dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran", yang bermanfaat lagi berharga, (sehingga) manusia dan tanah pasti membutuhkannya berupa pohon korma, anggur, dan bermacam-macam pohon dan beraneka ragam tanaman serta bahan tambang.
(20) ﴾ وَجَعَلۡنَا لَكُمۡ فِيهَا مَعَٰيِشَ ﴿ "Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup", berupa lahan pertanian dan hewan ternak juga beragam penghidupan dan kerajinan, ﴾ وَمَن لَّسۡتُمۡ لَهُۥ بِرَٰزِقِينَ ﴿ "dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rizki kepadanya", Kami memberikan anugerah kepada kalian berupa budak belian laki-laki dan perempuan, dan binatang ternak untuk kepentingan dan kebaikan kalian. Rizki mereka bukan menjadi tanggungan kalian. Allah-lah yang menyuguhkannya ke-pada kalian dan menjamin rizki-rizkinya.
15:21Page 263
وَإِن مِّن شَيۡءٍ إِلَّا عِندَنَا خَزَآئِنُهُۥ وَمَا نُنَزِّلُهُۥٓ إِلَّا بِقَدَرٖ مَّعۡلُومٖ ٢١
And there is not a thing but that with Us are its depositories, and We do not send it down except according to a known [i.e., specified] measure.
"Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu." (Al-Hijr: 21).
(21) Maksudnya, seluruh rizki dan macam-macam takdir, tidak ada seorang pun yang mengendalikannya kecuali Allah. Per-bendaharaan kekayaan ada di TanganNya, Allah memberi kepada orang yang dikehendaki dan menahan (rizki) dari orang yang di-kehendakiNya, tergantung pada sifat hikmah dan rahmatNya yang luas. ﴾ وَمَا نُنَزِّلُهُۥٓ ﴿ "Dan Kami tidak menurunkannya", yaitu seluruh per-kara yang telah ditetapkan, misalnya hujan dan lainnya, ﴾ إِلَّا بِقَدَرٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "melainkan dengan ukuran tertentu", sehingga tidak melebihi kapasitas yang telah ditentukan Allah dan tidak pula menyusut dari-nya.
15:22Page 263
وَأَرۡسَلۡنَا ٱلرِّيَٰحَ لَوَٰقِحَ فَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَسۡقَيۡنَٰكُمُوهُ وَمَآ أَنتُمۡ لَهُۥ بِخَٰزِنِينَ ٢٢
And We have sent the fertilizing winds1 and sent down water from the sky and given you drink from it. And you are not its retainers.
"Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tum-buh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya." (Al-Hijr: 22).
(22) Maksudnya Kami menundukkan angin; angin (yang mendatangkan) rahmat yang membuahi awan sebagaimana bunga jantan membuahi bunga betina. Dari situ, muncullah air dengan izin Allah. Maka Allah memberi minum kepada manusia, binatang-binatang ternak mereka serta (menyirami) tanah-tanah mereka. Dan Dia menyisakan air dalam perut bumi sebagai simpanan untuk kebutuhan dan kepentingan mereka, sebagai implikasi kekuasaan dan rahmatNya. ﴾ وَمَآ أَنتُمۡ لَهُۥ بِخَٰزِنِينَ ﴿ "Dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya", maksudnya tidak ada kemampuan atas kalian untuk menampung dan menyimpannya. Tapi, Allah-lah yang me-nampungnya untuk kemaslahatan kalian dan memunculkan mata air-mata air di tanah sebagai cerminan rahmat dan kebaikanNya kepada kalian. 9
15:23–25Page 263
وَإِنَّا لَنَحۡنُ نُحۡيِۦ وَنُمِيتُ وَنَحۡنُ ٱلۡوَٰرِثُونَ ٢٣
And indeed, it is We who give life and cause death, and We are the Inheritor.1
وَلَقَدۡ عَلِمۡنَا ٱلۡمُسۡتَقۡدِمِينَ مِنكُمۡ وَلَقَدۡ عَلِمۡنَا ٱلۡمُسۡتَـٔۡخِرِينَ ٢٤
And We have already known the preceding [generations] among you, and We have already known the later [ones to come].
وَإِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَحۡشُرُهُمۡۚ إِنَّهُۥ حَكِيمٌ عَلِيمٞ ٢٥
And indeed, your Lord will gather them; indeed, He is Wise and Knowing.
"Dan sesungguhnya benar-benar Kami-lah yang menghidup-kan dan mematikan, dan Kami (pulalah) yang mewarisi. Dan se-sungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang terdahulu dari padamu, dan sesungguhnya Kami mengetahui pula orang-orang yang terkemudian (dari padamu). Sesungguhnya Rabbmu, Dia-lah yang akan menghimpunkan mereka. Sesungguhnya Dia Mahabijak-sana lagi Maha Mengetahui." (Al-Hijr: 23-25).
(23-25) Dia-lah, satu-satunya, tidak ada sekutu bagiNya, yang menghidupkan para makhluk dari ketiadaan wujud, setelah sebelumnya mereka bukanlah sesuatu yang bisa disebut, Dia me-wafatkan mereka sesuai dengan ajal-ajal mereka yang telah Dia tentukan. ﴾ وَنَحۡنُ ٱلۡوَٰرِثُونَ ﴿ "Dan Kami (pulalah) yang mewarisi", seperti FirmanNya, ﴾ إِنَّا نَحۡنُ نَرِثُ ٱلۡأَرۡضَ وَمَنۡ عَلَيۡهَا وَإِلَيۡنَا يُرۡجَعُونَ 40 ﴿ "Sesungguhnya Kami mewarisi bumi dan semua orang-orang yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kamilah mereka dikembalikan." (Maryam: 40). Perkara tersebut tidaklah sulit, dan tidak mustahil bagi Allah. Sesungguhnya Allah تعالى mengetahui para makhluk yang telah ber-lalu dan yang akan datang, mengetahui sesuatu yang menyusut pada mereka dan bagian tubuh mereka yang tercerai-berai oleh tanah. Dia-lah yang kekuasaanNya tidak terlumpuhkan oleh pe-milik kekuatan mana pun. Dia mampu mengembalikan para hamba-Nya dalam rupa penciptaan yang baru lagi dan menghimpun mereka semua ke hadapanNya. ﴾ إِنَّهُۥ حَكِيمٌ ﴿ "Sesungguhnya Dia Mahabijaksana", meletakkan segala sesuatu pada tempatnya dan menempatkannya pada kedudukannya, membalas setiap pelaku perbuatan dengan dasar amalannya. Jika baik, maka (balasannya) baik, bila buruk, maka (balasannya) buruk (juga).
Allah تعالى memberitahukan kenikmatan dan curahan kebaikan-Nya kepada ayah kita, Nabi Adam عليه السلام dan sepak terjang yang mun-cul dari musuhnya, iblis. Dari pemaparan ini, terselip peringatan bagi kita sekalian (untuk berhati-hati) dari kejahatan dan fitnahnya. Allah تعالى berfirman,
15:26–44Page 263
وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ مِن صَلۡصَٰلٖ مِّنۡ حَمَإٖ مَّسۡنُونٖ ٢٦
And We did certainly create man out of clay from an altered black mud.
وَٱلۡجَآنَّ خَلَقۡنَٰهُ مِن قَبۡلُ مِن نَّارِ ٱلسَّمُومِ ٢٧
And the jinn We created before from scorching fire.
وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن صَلۡصَٰلٖ مِّنۡ حَمَإٖ مَّسۡنُونٖ ٢٨
And [mention, O Muḥammad], when your Lord said to the angels, "I will create a human being out of clay from an altered black mud.
فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ٢٩
And when I have proportioned him and breathed into him of My [created] soul,1 then fall down to him in prostration."
فَسَجَدَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ ٣٠
So the angels prostrated - all of them entirely,
إِلَّآ إِبۡلِيسَ أَبَىٰٓ أَن يَكُونَ مَعَ ٱلسَّٰجِدِينَ ٣١
Except Iblees;1 he refused to be with those who prostrated.
قَالَ يَٰٓإِبۡلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ ٱلسَّٰجِدِينَ ٣٢
[Allāh] said, "O Iblees, what is [the matter] with you that you are not with those who prostrate?"
قَالَ لَمۡ أَكُن لِّأَسۡجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقۡتَهُۥ مِن صَلۡصَٰلٖ مِّنۡ حَمَإٖ مَّسۡنُونٖ ٣٣
He said, "Never would I prostrate to a human whom You created out of clay from an altered black mud."
قَالَ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ٣٤
[Allāh] said, "Then depart from it,1 for indeed, you are expelled.
وَإِنَّ عَلَيۡكَ ٱللَّعۡنَةَ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ٣٥
And indeed, upon you is the curse until the Day of Recompense."
قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ٣٦
He said, "My Lord, then reprieve me until the Day they are resurrected."
قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ ٣٧
[Allāh] said, "So indeed, you are of those reprieved
إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ ٣٨
Until the Day of the time well-known."
قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغۡوَيۡتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٣٩
[Iblees] said, "My Lord, because You have put me in error, I will surely make [disobedience] attractive to them [i.e., mankind] on earth, and I will mislead them all
إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ٤٠
Except, among them, Your chosen servants."
قَالَ هَٰذَا صِرَٰطٌ عَلَيَّ مُسۡتَقِيمٌ ٤١
[Allāh] said, "This is a path [of return] to Me [that is] straight.
إِنَّ عِبَادِي لَيۡسَ لَكَ عَلَيۡهِمۡ سُلۡطَٰنٌ إِلَّا مَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلۡغَاوِينَ ٤٢
Indeed, My servants - no authority will you have over them, except those who follow you of the deviators.
وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوۡعِدُهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٤٣
And indeed, Hell is the promised place for them all.
لَهَا سَبۡعَةُ أَبۡوَٰبٖ لِّكُلِّ بَابٖ مِّنۡهُمۡ جُزۡءٞ مَّقۡسُومٌ ٤٤
It has seven gates; for every gate is of them [i.e., Satan's followers] a portion designated."
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. Dan (ingatlah), ketika Rabbmu berfirman ke-pada para malaikat, 'Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, maka apabila Aku telah menyempurnakan ke-jadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.' Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu. Allah berfirman, 'Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu.' Iblis berkata, 'Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.' Allah berfirman, 'Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai Hari Kiamat.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan.' Allah berfirman, '(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang yang diberi tangguh sampai hari (suatu) waktu yang telah diten-tukan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, oleh sebab Engkau telah memu-tuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka meman-dang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka.' Allah berfirman, 'Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah (menjaganya). Sesungguhnya hamba-hambaKu tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang sesat. Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar tempat yang telah diancam-kan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya. Jahanam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka." (Al-Hijr: 26-44).
(26) ﴾ وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia", yaitu Adam عليه السلام, ﴾ مِن صَلۡصَٰلٖ مِّنۡ حَمَإٖ مَّسۡنُونٖ ﴿ "dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk", maksudnya dari tanah yang telah mengering setelah ditutupi, hingga memiliki bunyi dan suara bagaikan tembikar. Makna اَلْحَمَأُ الْمَسْنُوْنُ yaitu tanah yang sudah berubah warna dan baunya karena sudah terlalu lama di-endapkan.
(27) ﴾ وَٱلۡجَآنَّ ﴿ "Dan jin", dedengkot jin, yaitu iblis ﴾ خَلَقۡنَٰهُ مِن قَبۡلُ ﴿ "Kami menciptakannya sebelum (Adam)", sebelum penciptaan Adam ﴾ مِن نَّارِ ٱلسَّمُومِ ﴿ "dari api yang sangat panas", dari api yang sangat panas suhunya.
(28-29) Ketika hendak menciptakan Adam, Allah berkata kepada para malaikat, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن صَلۡصَٰلٖ مِّنۡ حَمَإٖ مَّسۡنُونٖ 28 فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Se-sungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya", dalam bentuk raga yang sem-purna, ﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud."
(30-31) Mereka menaati perintah Rabb mereka, ﴾ فَسَجَدَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ ﴿ "maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama", terdapat lafazh penguatan setelah lafazh penguatan sebelumnya, untuk menandakan bahwa tidak ada satu malaikat pun yang enggan. Hal tersebut sebagai bentuk pengagungan (mereka) kepada perintah Allah dan pemuliaan kepada Adam, karena beliau mengetahui se-suatu yang tidak diketahui oleh para malaikat. ﴾ إِلَّآ إِبۡلِيسَ أَبَىٰٓ أَن يَكُونَ مَعَ ٱلسَّٰجِدِينَ ﴿ "Kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu", ini adalah permusuhan pertamanya kepada Adam dan keturunan beliau.
(32-33) ﴾ قَالَ ﴿ "Dia berfirman", yaitu Allah yang berkata, ﴾ يَٰٓإِبۡلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ ٱلسَّٰجِدِينَ 32 قَالَ لَمۡ أَكُن لِّأَسۡجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقۡتَهُۥ مِن صَلۡصَٰلٖ مِّنۡ حَمَإٖ مَّسۡنُونٖ 33 ﴿ "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu. Iblis berkata, 'Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk", lalu dia bersikap sombong terhadap perintah Allah dan memperlihatkan permusuhannya kepada Adam dan keturunan beliau, dan mengagumi diri atas (keunggulan) unsur penciptaannya seraya berkata, "Aku lebih baik darinya."
(34-35) ﴾ قَالَ ﴿ "Allah berfirman", Allah berfirman untuk meng-hukum atas kekufuran dan kesombongannya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk", maksudnya terusir lagi dijauhkan dari segala kebaikan ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ ٱللَّعۡنَةَ ﴿ "Dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu", yaitu celaan, cercaan, dan jauh dari kebaikan ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Kiamat", pada ayat ini dan ayat-ayat lain yang semakna terdapat petunjuk bahwa iblis akan tetap berada dalam kekufuran dan jauh dari kebaikan.
(36-38) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ ﴿ "Iblis berkata, 'Ya Rabbku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku'," berilah aku kesempatan ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ 36 قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 37 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 38 ﴿ "Sampai hari (manusia) dibang-kitkan." Allah berfirman, "(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu ter-masuk orang yang diberi tangguh sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan," pengabulan Allah terhadap permintaannya bukanlah bentuk pemuliaan pada dirinya. Itu hanya sekedar ujian dan cobaan dari Allah baginya dan para hambaNya. Agar menjadi jelas siapa orang yang jujur, yang menaati Allah, bukan kepada musuhNya, dari orang yang tidak demikian. Karena itu, Allah telah memper-ingatkan kita darinya dengan peringatan yang sangat keras dan memaparkan apa saja yang iblis inginkan dari kita.
(39-40) ﴾ قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغۡوَيۡتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Iblis berkata, 'Ya Rabbku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi'," kami akan menggambarkan dunia menjadi indah pada pandangan mereka dan mengajak mereka untuk mendahulukannya dibanding-kan akhirat. Agar mereka menjadi manusia-manusia yang setia terhadap setiap kemaksiatan ﴾ وَلَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "dan pasti aku akan me-nyesatkan mereka semuanya", aku akan menghalang-halangi mereka semua dari jalan yang lurus ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka", yaitu orang-orang yang telah Engkau jadikan mereka berlaku ikhlas (kepadaMu) dan Eng-kau pilih karena keikhlasan, keimanan, dan ketakwaan mereka.
(41) Allah berfirman, ﴾ هَٰذَا صِرَٰطٌ عَلَيَّ مُسۡتَقِيمٌ ﴿ "Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah (menjaganya)", maksudnya jalan yang per-tengahan, mengantarkan kepadaKu dan menuju ke tempat kemu-liaanKu.
(42) ﴾ إِنَّ عِبَادِي لَيۡسَ لَكَ عَلَيۡهِمۡ سُلۡطَٰنٌ ﴿ "Sesungguhnya hamba-hambaKu, tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka", untuk memikat mereka kepada perkara-perkara yang engkau kehendaki, berupa berbagai macam kesesatan karena pengabdian diri mereka kepada Rabb mereka dan kepatuhan mereka kepada perintah-perintahNya. Allah telah menolong mereka dan memelihara mereka dari (jeratan) setan. ﴾ إِلَّا مَنِ ٱتَّبَعَكَ ﴿ "Kecuali orang-orang yang mengikutimu", lalu dia ridha dengan kepemimpinan, dan taat kepadamu sebagai ganti dari ke-taatan kepada ar- Rahman ﴾ مِنَ ٱلۡغَاوِينَ ﴿ "yaitu orang-orang yang sesat", kata اَلْغَاوِيْ lawan dari kataاَلرَّاشِدُ (yang mendapat petunjuk), yaitu orang yang mengetahui kebenaran tapi meninggalkannya. Semen-tara kata اَلضَّالُّ maknanya orang yang meninggalkan kebenaran tan-pa tahu sebelumnya.
(43) ﴾ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوۡعِدُهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya", yaitu iblis dan para pengikutnya.
(44) ﴾ لَهَا سَبۡعَةُ أَبۡوَٰبٖ ﴿ "Jahanam itu mempunyai tujuh pintu", setiap pintu berada di bawah pintu lainnya. ﴾ لِّكُلِّ بَابٖ مِّنۡهُمۡ ﴿ "Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) dari mereka", yaitu dari para pengikut iblis ﴾ جُزۡءٞ مَّقۡسُومٌ ﴿ "untuk golongan yang tertentu", sesuai dengan tingkatan ulah (buruknya). Allah تعالى berfirman, ﴾ فَكُبۡكِبُواْ فِيهَا هُمۡ وَٱلۡغَاوُۥنَ 94 وَجُنُودُ إِبۡلِيسَ أَجۡمَعُونَ 95 ﴿ "Hati mereka dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat, dan bala tentara iblis semuanya." (Asy-Syu'ara`:94-95).
Usai Allah menjelaskan apa yang dipersiapkanNya bagi para musuhNya, para pengikut iblis, berupa hukuman dan siksa yang dahsyat, maka Dia mengungkapkan apa saja yang Dia sediakan bagi para waliNya, berupa kemurahan yang besar dan kenikmatan yang lestari. Allah تعالى berfirman,
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences