As-Sa'diAl‑Mu'minun · 23:1–22

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

المؤمنون

Al-Mu'minun

The Believers · Meccan · 118 ayahs

23:1–11Page 342

قَدۡ أَفۡلَحَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ١

Certainly will the believers have succeeded:

ٱلَّذِينَ هُمۡ فِي صَلَاتِهِمۡ خَٰشِعُونَ ٢

They who are during their prayer humbly intent

وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَنِ ٱللَّغۡوِ مُعۡرِضُونَ ٣

And they who turn away from ill speech

وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِلزَّكَوٰةِ فَٰعِلُونَ ٤

And they who are observant of zakāh

وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِفُرُوجِهِمۡ حَٰفِظُونَ ٥

And they who guard their private parts

إِلَّا عَلَىٰٓ أَزۡوَٰجِهِمۡ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُمۡ فَإِنَّهُمۡ غَيۡرُ مَلُومِينَ ٦

Except from their wives or those their right hands possess,1 for indeed, they will not be blamed -

فَمَنِ ٱبۡتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡعَادُونَ ٧

But whoever seeks beyond that, then those are the transgressors -

وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِأَمَٰنَٰتِهِمۡ وَعَهۡدِهِمۡ رَٰعُونَ ٨

And they who are to their trusts and their promises attentive

وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَلَىٰ صَلَوَٰتِهِمۡ يُحَافِظُونَ ٩

And they who carefully maintain their prayers -

أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡوَٰرِثُونَ ١٠

Those are the inheritors

ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلۡفِرۡدَوۡسَ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ١١

Who will inherit al-Firdaus.1 They will abide therein eternally.

"Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman itu. (Yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada ber-guna. Dan orang-orang yang menunaikan zakat. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara shalatnya, mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. (Yakni) yang akan mewa-risi Surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya." (Al-Mu`minun: 1-11).

Makkiyah

Ini merupakan sanjungan dari Allah, dengan menyebutkan hamba-hambaNya yang beriman dan menceritakan keberuntung-an dan kebahagiaan mereka serta cara yang menyebabkan mereka memperolehnya. Termasuk dalam hal itu adalah anjuran untuk menyerupakan diri dengan sifat-sifat mereka dan pengarahan untuk menyukainya. Hendaknya, seorang hamba dan orang lain memban-dingkan dirinya dengan kandungan ayat-ayat ini. Melalui metode ini, akan terdeteksi sejauh mana keimanan yang menyertai dirinya dan orang lain, dari sisi peningkatan maupun pengenduran, sema-kin berat maupun semakin ringan.

(1) Firman Allah تعالى, ﴾ قَدۡ أَفۡلَحَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ﴿ "Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman itu," maksudnya mereka telah memperoleh kemenangan, kebahagiaan dan keberuntungan serta telah berhasil menggapai apa yang dicita-citakan. Mereka adalah kaum Mukminin yang telah beriman kepada Allah dan membenarkan para utusan Allah.

(2) Orang-orang yang sebagian kesempurnaan sifat mereka, adalah bahwa mereka ﴾ ٱلَّذِينَ هُمۡ فِي صَلَاتِهِمۡ خَٰشِعُونَ ﴿ "(yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya." Khusyu' dalam shalat, hakikatnya ialah hadirnya hati di hadapan Allah, berusaha hadir untuk men-dekatiNya sehingga dengan itu, hati menjadi tenang, jiwanya me-rengkuh ketentraman, gerakan-gerakannya menjadi tenang serta keberpalingannya berkurang, untuk menjaga kesopanan di hadapan Rabbnya dan menghayati setiap ucapan dan gerakan shalatnya, dari awal sampai selesai. Berkat itu, bisikan-bisikan setan dan pi-kiran-pikiran yang hina lenyap. Inilah ruh (substansi) shalat yang menjadi tujuan pelaksanaannya. Itulah yang diwajibkan untuk hamba. Shalat yang tidak memuat unsur kekhusyu'an sama sekali, dan tanpa penghayatan hati, kendatipun sudah cukup menggugur-kan kewajiban dan mendatangkan pahala, namun sungguh besar-kecilnya pahala tergantung dengan sejauh mana hati menghayati shalatnya.

(3) ﴾ وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَنِ ٱللَّغۡوِ ﴿ "Dan orang-orang yang dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna," yaitu perbincangan yang tidak ada muatan kebaikan dan kegunaannya sama sekali, ﴾ مُعۡرِضُونَ ﴿ "mereka menjauhkan diri," karena kebencian dan ingin menjaga diri serta ke-engganan. Bila mendapati tindakan sia-sia, mereka sekedar mele-watinya dengan menjaga kehormatan diri. Jika mereka berpaling dari tindakan yang sia-sia, maka sudah semestinya mereka lebih menjauhi dari perkara-perkara yang diharamkan. Kalau seorang hamba mampu menguasai lisannya dan menyimpannya kecuali dalam kebaikan, maka dia akan berhasil mengendalikan perkara (agamanya). Seperti kandungan hadits yang disampaikan oleh Rasulullah kepada sahabat Mu'adz bin Jabal manakala beliau ber-pesan kepada sahabat itu dengan beberapa wasiat. Beliau bersabda, أَلَا أُخْبِرُكَ بِمَلَاكِ ذٰلِكَ كُلِّهِ؟ قُلْتُ: بَلَى يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ، قَالَ: فَأَخَذَ بِلِسَانِ نَفْسِهِ وَقَالَ: كُفَّ عَلَيْكَ هٰذَا. "Tidakkah kamu mau aku mengabarimu dengan pengendali perkara itu semuanya?" Aku menjawab, "Sudah tentu wahai Rasulullah." Maka beliau memegang lisan sendiri seraya berkata, "Kamu tahanlah ini." (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi). Kaum Mukminin, sebagian dari ciri mereka yang terpuji, ada-lah mengekang lisan-lisan mereka dari ucapan sia-sia dan omongan haram.

(4) ﴾ وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِلزَّكَوٰةِ فَٰعِلُونَ ﴿ "Dan orang-orang yang menunaikan zakat," melaksanakan pembayaran zakat harta mereka, sesuai jenis harta mereka, guna menyucikan jiwa-jiwa mereka dari noda-noda yang berasal dari tingkah laku dan keburukan-keburukan amal perbuatan, yang jiwa seseorang akan menjadi bersih dengan me-ninggalkan dan menjauhinya. Maka, perbaikilah ibadah kalian ke-pada Pencipta kalian dengan khusyu' di dalam shalat, dan berbuat baiklah kepada para hambaNya dengan menunaikan zakat.

(5) ﴾ وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِفُرُوجِهِمۡ حَٰفِظُونَ ﴿ "Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya," dari praktik perzinaan. Termasuk bagian kesempur-naan pemeliharaan kemaluan adalah menjauhi perkara-perkara yang menuntun kepada perzinaan. Misalnya, memandang dan me-nyentuh (yang bukan mahramnya) dan tindakan lain yang serupa. Maka, mereka telah memelihara kemaluan mereka dari setiap orang.

(6) ﴾ إِلَّا عَلَىٰٓ أَزۡوَٰجِهِمۡ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُمۡ ﴿ "Kecuali terhadap istri-istri me-reka atau budak yang mereka miliki" berupa budak-budaknya yang ia miliki. ﴾ فَإِنَّهُمۡ غَيۡرُ مَلُومِينَ ﴿ "Maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela," saat mendekati keduanya. Karena Allah menghalalkan keduanya.

(7) ﴾ فَمَنِ ٱبۡتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ ﴿ "Barangsiapa mencari yang di balik itu," selain istri dan budak wanita, ﴾ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡعَادُونَ ﴿ "maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas," yang telah melewati batasan yang sudah Allah halalkan menuju tindakan yang diharamkan, yang nekad melanggar larangan-larangan Allah. Muatan umum ayat ini, menandakan tentang pengharaman [pernikahan] mut'ah. Sesung-guhnya si wanita (dalam pernikahan mut'ah) bukan istri (si lelaki) dengan sebenarnya, yang ditujukan untuk hidup bersama dan juga bukan budak yang dimiliki, serta menunjukkan pengharaman per-nikahan untuk menghalalkan (istri yang sudah ditalak tiga). Sedangkan Firman Allah, ﴾ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُمۡ ﴿ "Atau budak yang mereka miliki," menunjukkan bahwa disyaratkan dalam penghalalan budak wanita, yaitu hendaknya budak itu merupakan hak miliknya secara utuh. Jika hak kepemilikannya atas budak tersebut hanya separuh, maka belum halal (baginya). Wanita itu (masih) bukan termasuk yang berada dalam kepemilikannya, akan tetapi ia ber-ada di bawah hak kepemilikan lelaki itu dan orang lain. Maka itu sebagaimana tidak diperbolehkan adanya seorang wanita merdeka yang dimiliki oleh dua orang lelaki secara bersama. Demikian pula, seorang budak wanita tidak boleh dimiliki oleh dua majikan secara bersamaan.

(8) ﴾ وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِأَمَٰنَٰتِهِمۡ وَعَهۡدِهِمۡ رَٰعُونَ ﴿ "Dan orang-orang yang memeli-hara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya," maksudnya mereka memperhatikan, menjaga lagi memeliharanya, sangat bergelora semangatnya untuk menjalankan dan menegakkannya. Keterangan ini bersifat umum berlaku pada seluruh amanah yang merupakan hak Allah, dan hak para hamba. Allah تعالى berfirman, ﴾ إِنَّا عَرَضۡنَا ٱلۡأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱلۡجِبَالِ فَأَبَيۡنَ أَن يَحۡمِلۡنَهَا وَأَشۡفَقۡنَ مِنۡهَا وَحَمَلَهَا ٱلۡإِنسَٰنُۖ ﴿ "Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul ama-nat itu dan merasa khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia." (Al-Ahzab: 72). Seluruh kewajiban yang ditetapkan oleh Allah kepada para hambaNya merupakan amanah bagi seorang hamba. Dia berkewa-jiban menjaganya dengan mengaplikasikannya sebaik-baiknya. Begitu pula, seluruh amanah yang terjalin antar manusia masuk dalam konteks ini, misalnya, titipan harta, perkara-perkara rahasia dan lain-lainnya. Kewajiban seseorang, adalah memberikan perha-tiannya ke arah dua perkara itu dan dua amanah tersebut. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تُؤَدُّواْ ٱلۡأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهۡلِهَا ﴿ "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat ke-pada yang berhak menerimanya." (An-Nisa`: 58). Demikian pula ikatan janji, mencakup janji mereka dengan Rabb mereka dan janji mereka dengan sesama, yang berbentuk, kon-sekuensi-konsekuensi dan akad yang telah dibuat oleh seseorang. Dia harus mempedulikan dan menepatinya. Dia haram menyia-nyiakannya atau mengenyampingkannya.

(9) ﴾ وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَلَىٰ صَلَوَٰتِهِمۡ يُحَافِظُونَ ﴿ "Dan orang-orang yang memelihara shalatnya," maksudnya yang menegakkannya secara tekun pada waktu-waktunya, sesuai aturan-aturan, syarat-syarat dan rukun-rukunnya. Allah menyanjung mereka karena tingkat kekhusyu'an mereka dan ketekunan mereka. Pasalnya, urusan shalat mereka menjadi sempurna berkat dua hal itu. Barangsiapa yang menekuni pelaksanaan shalat tanpa khusyu' atau menunaikannya dengan khusyu' tapi tanpa dibarengi dengan ketekunan, maka ia tercela lagi kurang.

(10) ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ﴿ "Mereka itulah," orang-orang yang bercirikan dengan sifat-sifat tersebut adalah ﴾ هُمُ ٱلۡوَٰرِثُونَ ﴿ "orang-orang yang akan mewarisi."

(11) ﴾ ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلۡفِرۡدَوۡسَ ﴿ "(Yakni) orang-orang yang akan mewa-risi Surga Firdaus," yang merupakan tingkatan surga paling tinggi, berada di tengah dan paling utama. Lantaran mereka terhiasi oleh sifat-sifat kebaikan pada tingkat paling tinggi. Atau maksudnya adalah seluruh surga, agar kaum Muslimin pada umumnya dapat memasuki surga sesuai dengan tingkatan (amalan) mereka. Masing-masing tergantung kondisinya. ﴾ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ﴿ "Mereka kekal di dalam-nya," mereka tidak beranjak pindah darinya dan tidak berminat mencari tempat ganti, lantaran berisi kenikmatan yang paling sem-purna dan terbaik lagi terlengkap, tanpa ada yang menodai dan membuat susah.

Pada ayat-ayat ini, Allah menguraikan tahapan seorang manu-sia dan pertumbuhannya sejak pertama kali penciptaannya sampai ke perwujudan terakhir.

23:12–16Page 342

وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ مِن سُلَٰلَةٖ مِّن طِينٖ ١٢

And certainly did We create man from an extract of clay.

ثُمَّ جَعَلۡنَٰهُ نُطۡفَةٗ فِي قَرَارٖ مَّكِينٖ ١٣

Then We placed him as a sperm-drop1 in a firm lodging [i.e., the womb].

ثُمَّ خَلَقۡنَا ٱلنُّطۡفَةَ عَلَقَةٗ فَخَلَقۡنَا ٱلۡعَلَقَةَ مُضۡغَةٗ فَخَلَقۡنَا ٱلۡمُضۡغَةَ عِظَٰمٗا فَكَسَوۡنَا ٱلۡعِظَٰمَ لَحۡمٗا ثُمَّ أَنشَأۡنَٰهُ خَلۡقًا ءَاخَرَۚ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحۡسَنُ ٱلۡخَٰلِقِينَ ١٤

Then We made the sperm-drop into a clinging clot, and We made the clot into a lump [of flesh], and We made [from] the lump, bones, and We covered the bones with flesh; then We developed him into another creation. So blessed is Allāh, the best of creators.1

ثُمَّ إِنَّكُم بَعۡدَ ذَٰلِكَ لَمَيِّتُونَ ١٥

Then indeed, after that you are to die.

ثُمَّ إِنَّكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ تُبۡعَثُونَ ١٦

Then indeed you, on the Day of Resurrection, will be resurrected.

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan sari-pati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segum-pal darah itu Kami jadikan segumpal daging lalu segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Mahasucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di Hari Kiamat." (Al-Mu`minun: 12-16).

(12) Allah menyebutkan awal penciptaan moyang manusia, Adam عليه السلام, bahwa beliau berasal ﴾ مِن سُلَٰلَةٖ مِّن طِينٖ ﴿ "dari suatu saripati dari tanah," maksudnya dihasilkan dan diambil dari seluruh jenis tanah. Oleh karena itu, keturunannya lahir dalam warna seperti warna tanah. Ada yang baik, buruk dan sedang-sedang saja, ada yang mudah, sulit dan yang bersifat antara keduanya.

(13) ﴾ ثُمَّ جَعَلۡنَٰهُ ﴿ "Kemudian Kami jadikan saripati itu," yaitu (saripati) bangsa manusia ﴾ نُطۡفَةٗ ﴿ "air mani," yang keluar dari tu-lang sulbi dan tulang dada lalu selanjutnya menetap ﴾ فِي قَرَارٖ مَّكِينٖ ﴿ "di tempat yang kokoh," yaitu rahim wanita, terjaga dari kerusakan, bau dan lain sebagainya.

(14) ﴾ ثُمَّ خَلَقۡنَا ٱلنُّطۡفَةَ ﴿ "Kemudian Kami jadikan air mani itu," yang telah menetap sebelumnya menjadi ﴾ عَلَقَةٗ ﴿ "segumpal darah," yaitu darah merah setelah melewati empat puluh hari sejak menjadi nutfah. Kemudian ﴾ فَخَلَقۡنَا ٱلۡعَلَقَةَ ﴿ "Kami jadikan segumpal darah itu," sesudah empat puluh hari berikutnya ﴾ مُضۡغَةٗ ﴿ "segumpal daging," yaitu sepotong daging kecil sebesar satu kali kunyahan, karena ben-tuknya yang kecil. ﴾ فَخَلَقۡنَا ٱلۡمُضۡغَةَ ﴿ "Kemudian Kami jadikan segumpal daging itu," yang lunak s e b a g a i ﴾ عِظَٰمٗا ﴿ "tulang belulang," yang keras yang mana daging sudah mengisi celah-celahnya sesuai dengan kebutuhan badan terhadapnya. ﴾ فَكَسَوۡنَا ٱلۡعِظَٰمَ لَحۡمٗا ﴿ "Lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging," maksudnya, Kami menjadikan daging sebagai pembungkus tulang-belulang itu, sebagaimana Kami menjadikan tulang-belulang sebagai penyangga daging. Proses ini terjadi pada usia empat puluh hari yang ketiga. ﴾ ثُمَّ أَنشَأۡنَٰهُ خَلۡقًا ءَاخَرَۚ ﴿ "Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain," ditiupkan padanya ruh, hingga beralih dari kondisi sebagai benda mati ke benda yang hidup. ﴾ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ ﴿ "Maka Mahasucilah Allah," Mahatinggi, Mahabesar dan banyak curahan kebaikanNya, dan Dia adalah ﴾ أَحۡسَنُ ٱلۡخَٰلِقِينَ ﴿ "Pencipta Yang Paling Baik." ﴾ ٱلَّذِيٓ أَحۡسَنَ كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقَهُۥۖ وَبَدَأَ خَلۡقَ ٱلۡإِنسَٰنِ مِن طِينٖ 7 ثُمَّ جَعَلَ نَسۡلَهُۥ مِن سُلَٰلَةٖ مِّن مَّآءٖ مَّهِينٖ 8 ثُمَّ سَوَّىٰهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِۦۖ وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَٰرَ وَٱلۡأَفۡـِٔدَةَۚ قَلِيلٗا مَّا تَشۡكُرُونَ 9 ﴿ "Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan dengan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). Ke-mudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya ruh (ciptaan)Nya, dan Dia menjadikan bagimu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali yang bersyukur." (As-Sajdah: 7-9). Jadi, semua penciptaanNya baik. Manusia termasuk makhluk ciptaan Allah yang terbaik, bahkan merupakan makhluk terbaik secara mutlak, seperti kandungan Firman Allah, ﴾ لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ فِيٓ أَحۡسَنِ تَقۡوِيمٖ 4 ﴿ "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (At-Tin: 4). Oleh karena itu, orang-orang pilihan dari kalangan manusia, menjadi makhluk yang paling utama.

(15) ﴾ ثُمَّ إِنَّكُم بَعۡدَ ذَٰلِكَ ﴿ "Kemudian, sesungguhnya kamu sesudah itu," yaitu (sesudah) penciptaan dan tiupan ruh, ﴾ لَمَيِّتُونَ ﴿ "benar-benar akan mati," di salah satu fase pertumbuhan dan perkembangan kalian.

(16) ﴾ ثُمَّ إِنَّكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ تُبۡعَثُونَ 16 ﴿ "Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di Hari Kiamat," maka kalian akan menerima balasan amalan kalian, yang baik dan yang buruk. Allah berfirman, ﴾ أَيَحۡسَبُ ٱلۡإِنسَٰنُ أَن يُتۡرَكَ سُدًى 36 أَلَمۡ يَكُ نُطۡفَةٗ مِّن مَّنِيّٖ يُمۡنَىٰ 37 ثُمَّ كَانَ عَلَقَةٗ فَخَلَقَ فَسَوَّىٰ 38 فَجَعَلَ مِنۡهُ ٱلزَّوۡجَيۡنِ ٱلذَّكَرَ وَٱلۡأُنثَىٰٓ 39 أَلَيۡسَ ذَٰلِكَ بِقَٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يُحۡـِۧيَ ٱلۡمَوۡتَىٰ 40 ﴿ "Apakah manusia mengira, bahwa dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban). Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim). Kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya lalu menyempurnakannya. Lalu Allah menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan. Bukankah (Allah) yang berbuat demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang yang mati?" (Al-Qiyamah: 36-40).

23:17–20Page 342

وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا فَوۡقَكُمۡ سَبۡعَ طَرَآئِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ ٱلۡخَلۡقِ غَٰفِلِينَ ١٧

And We have created above you seven layered heavens, and never have We been of [Our] creation unaware.

وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءَۢ بِقَدَرٖ فَأَسۡكَنَّٰهُ فِي ٱلۡأَرۡضِۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابِۭ بِهِۦ لَقَٰدِرُونَ ١٨

And We have sent down rain from the sky in a measured amount and settled it in the earth. And indeed, We are Able to take it away.

فَأَنشَأۡنَا لَكُم بِهِۦ جَنَّٰتٖ مِّن نَّخِيلٖ وَأَعۡنَٰبٖ لَّكُمۡ فِيهَا فَوَٰكِهُ كَثِيرَةٞ وَمِنۡهَا تَأۡكُلُونَ ١٩

And We brought forth for you thereby gardens of palm trees and grapevines in which for you are abundant fruits and from which you eat.

وَشَجَرَةٗ تَخۡرُجُ مِن طُورِ سَيۡنَآءَ تَنۢبُتُ بِٱلدُّهۡنِ وَصِبۡغٖ لِّلۡأٓكِلِينَ ٢٠

And [We brought forth] a tree issuing from Mount Sinai which produces oil and food [i.e., olives] for those who eat.

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atasmu tujuh buah jalan (tujuh buah langit), dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami). Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguh-nya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya. Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untukmu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu kamu memperoleh buah-buahan yang banyak, dan sebagian dari buah-buahan itu kamu makan, dan pohon kayu yang keluar dari Thursina (pohon zaitun), yang meng-hasilkan minyak, dan menjadi kuah bagi orang-orang yang makan." (Al-Mu`minun: 17-20).

(17) Ketika Allah تعالى menyebutkan penciptaan anak Adam, maka Dia menyebutkan tempat tinggalnya, serta melimpahnya kenikmatan yang tercurahkan padanya dari segala sisi, Allah ber-firman, ﴾ وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا فَوۡقَكُمۡ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atasmu," atap bagi bumi dan kebaikan bagi umat manusia, ﴾ سَبۡعَ طَرَآئِقَ ﴿ "tujuh buah jalan (tujuh buah langit)," maksudnya, maksudnya tujuh langit yang bertingkat-tingkat. Setiap tingkatan berada di atas tingkatan lainnya. Langit itu telah dihiasi dengan bintang-bintang, matahari dan bulan dan Allah meletakkan kemaslahatan-kemaslahatan di dalamnya. ﴾ وَمَا كُنَّا عَنِ ٱلۡخَلۡقِ غَٰفِلِينَ ﴿ "Dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami)," sebagaimana penciptaan Kami men-cakup seluruh makhluk, begitu pula ilmu Kami meliputi segala yang Kami ciptakan. Kami tidak melalaikan seorang makhluk pun, dan tidak pula melupakannya. Kami tidaklah menciptakan suatu ciptaan, lantas Kami menjadikannya terbengkalai. Kami tidak me-lupakan langit, hingga berakibat ia roboh ke bumi. Kami tidak me-lupakan partikel kecil yang berada di gulungan ombak lautan dan permukaan padang yang tandus, dan tidak (pula) binatang melata, melainkan (pasti) Kami menganugerahkan rizki baginya, ﴾ وَمَا مِن دَآبَّةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزۡقُهَا وَيَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَاۚ ﴿ "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiamnya bina-tang itu dan tempat penyimpanannya." (Hud: 6). Kerap kali Allah تعالى memadukan antara sifat penciptaan de-ngan ilmuNya. Misalnya Firman Allah, ﴾ أَلَا يَعۡلَمُ مَنۡ خَلَقَ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلۡخَبِيرُ 14 ﴿ "Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu tampakkan dan rahasiakan). Dan Dia Mahahalus lagi Maha Mengetahui." (Al-Mulk: 14). ﴾ بَلَىٰ وَهُوَ ٱلۡخَلَّٰقُ ٱلۡعَلِيمُ 81 ﴿ "Benar, Dia Berkuasa. Dan Dia-lah Maha Pencipta lagi Maha Me-ngetahui." (Yasin: 81). Karena, penciptaan seluruh makhluk merupakan bukti logis terkuat yang menunjukkan keluasan ilmu dan hikmah Penciptanya.

(18) ﴾ وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءَۢ ﴿ "Dan Kami turunkan air dari langit," yang menjadi sumber rizki bagi kalian dan binatang-binatang piaraan kalian sesuai dengan ukuran yang memadai bagi kalian. Dia tidak menguranginya [di mana tidak mencukupi bagi tanah dan pepo-honan. Akibatnya, tujuannya tidak terwujud, dan tidak pula me-nambahi dengan kadar yang tidak bisa tertampung], sampai melu-luhlantakkan pemukiman, lalu tumbuh-tumbuhan dan pepohonan pun tidak bisa hidup. Bahkan Allah menurunkannya pada waktu yang diperlukan dan kemudian mengalihkannya manakala timbul gangguan akibat kontinyuitasnya. ﴾ فَأَسۡكَنَّٰهُ فِي ٱلۡأَرۡضِۖ ﴿ "Lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi," maksudnya, Kami menurunkannya di per-mukaan bumi, lalu air itu diam dan menetap, mengeluarkan ber-bagai pasangan tanaman dengan kekuasaan Dzat Yang menurun-kannya. Allah juga mendiamkannya untuk dipersiapkan menjadi simpanan air tanah, tidak menggelontor ke bawah hingga tidak bisa dicapai dan tidak bisa dijangkau dasarnya. ﴾ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابِۭ بِهِۦ لَقَٰدِرُونَ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya," baik dengan cara Kami tidak menurunkannya atau menurunkannya kemudian langsung lenyap ke tempat yang tidak bisa dicapai, mau-pun tidak terwujud tujuan penurunannya. Ini merupakan peringatan dariNya kepada para hambaNya, supaya mereka bersyukur atas nikmat-nikmatNya dan membayang-kan musibah apa yang terjadi bila tidak ada, seperti Firman Allah, ﴾ قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِنۡ أَصۡبَحَ مَآؤُكُمۡ غَوۡرٗا فَمَن يَأۡتِيكُم بِمَآءٖ مَّعِينِۭ 30 ﴿ "Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku jika sumber air kalian menjadi kering, maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagi kalian?'" (Al-Mulk: 30).

(19) ﴾ فَأَنشَأۡنَا لَكُم بِهِۦ ﴿ "Lalu dengannya, Kami tumbuhkan untuk kamu ," yakni dengan air itu ﴾ جَنَّٰتٖ ﴿ "kebun-kebun," maksudnya per-kebunan ﴾ مِّن نَّخِيلٖ وَأَعۡنَٰبٖ ﴿ "kurma dan anggur," Allah menyebut dua jenis tanaman ini secara khusus, padahal air itu menumbuhkan pohon-pohon selain dua pohon itu lantaran keunggulan dan man-faat-manfaat keduanya (yang banyak) yang mengalahkan tanaman-tanaman lainnya. Karena itu, Allah menyebutkan lafazh umum dalam FirmanNya, ﴾ لَّكُمۡ ﴿ "untuk kamu," maksudnya di dalam kebun-kebun itu terdapat berbagai macam buah. Sebagiannya kalian makan, seperti buah tin, utruj, delima, apel dan lainnya.

(20) ﴾ وَشَجَرَةٗ تَخۡرُجُ مِن طُورِ ﴿ "Dan pohon kayu yang keluar dari Thur-sina," yaitu pohon zaitun. Maksudnya yaitu jenis tumbuhan ini. Pohon ini disinggung secara khusus karena hanya tumbuh di wila-yah Syam, dan lantaran kegunaan-kegunaannya yang sebagiannya tertuang pada Firman Allah, ﴾ تَنۢبُتُ بِٱلدُّهۡنِ وَصِبۡغٖ لِّلۡأٓكِلِينَ ﴿ "Yang menghasil-kan minyak, dan menjadi kuah bagi orang-orang yang makan," maksud-nya di dalamnya terdapat az-zait yang artinya minyak, dipakai untuk penerangan dan campuran bagi orang-orang yang makan. Maksudnya menjadi lauk bagi orang-orang yang makan dan ke-gunaan-kegunaan lainnya.

23:21–22Page 343

وَإِنَّ لَكُمۡ فِي ٱلۡأَنۡعَٰمِ لَعِبۡرَةٗۖ نُّسۡقِيكُم مِّمَّا فِي بُطُونِهَا وَلَكُمۡ فِيهَا مَنَٰفِعُ كَثِيرَةٞ وَمِنۡهَا تَأۡكُلُونَ ٢١

And indeed, for you in livestock is a lesson. We give you drink from that which is in their bellies, and for you in them are numerous benefits, and from them you eat.

وَعَلَيۡهَا وَعَلَى ٱلۡفُلۡكِ تُحۡمَلُونَ ٢٢

And upon them and on ships you are carried.

"Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran (yang penting) bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faidah yang banyak untuk kamu, dan sebagian darinya kamu makan, dan di atas pung-gung binatang-binatang ternak itu dan (juga) di atas perahu-perahu kamu diangkut." (Al-Mu`minun: 21-22).

(21) Di antara kenikmatanNya bagi kalian adalah, Dia me-ngerahkan binatang-binatang ternak bagi kalian; unta, sapi dan kambing. Padanya terdapat pelajaran bagi orang yang mau memetik pelajaran dan kegunaan-kegunaan bagi orang yang ingin meman-faatkannya. ﴾ نُّسۡقِيكُم مِّمَّا فِي بُطُونِهَا ﴿ "Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya," berupa air susu yang keluar dari tempat antara kotoran dan darah murni, yang menyegarkan bagi orang-orang yang meminumnya ﴾ وَلَكُمۡ فِيهَا مَنَٰفِعُ كَثِيرَةٞ ﴿ "dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faidah yang banyak untuk kamu," yang berasal dari bulu-bulu binatang-binatang ternak tersebut. Dan Dia menjadikan dari kulit-kulit binatang ternak itu bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) yang kalian merasa ringan (untuk mem-bawa)nya di waktu kalian dalam perjalanan dan waktu kalian ber-mukim ﴾ وَمِنۡهَا تَأۡكُلُونَ ﴿ "dan sebagian darinya kamu makan," makanan terbaik, berupa daging dan lemak.

(22) ﴾ وَعَلَيۡهَا وَعَلَى ٱلۡفُلۡكِ تُحۡمَلُونَ ﴿ "Dan di atas punggung binatang-bina-tang ternak itu dan (juga) di atas perahu-perahu kamu diangkut," mak-sudnya Dia menjadikannya tunggangan di daratan. Kalian mele-takkan barang-barang berat kalian di atasnya ke negeri yang tidak dapat kalian tempuh kecuali dengan kepayahan, sebagaimana Allah menjadikan kapal-kapal bagi kalian di laut, yang membawa kalian dan barang-barang perbekalan kalian, sedikit atau banyak. Dzat Yang memberikan kenikmatan-kenikmatan ini dan mem-variasikan bentuk-bentuk kebaikanNya serta yang mencurahkan kebaikan yang melimpah, Dia-lah Dzat yang berhak atas kesempur-naan rasa syukur, sanjungan dan ketekunan dalam menghamba-kan diri kepadaNya, serta tidak boleh menjadikan kenikmatanNya untuk mendukung maksiat kepadaNya.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском