As-Sa'diAt‑Tur · 52:1–28

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

الطور

At-Tur

The Mount · Meccan · 49 ayahs

52:1–16Page 523

وَٱلطُّورِ ١

By the mount

وَكِتَٰبٖ مَّسۡطُورٖ ٢

And [by] a Book inscribed1

فِي رَقّٖ مَّنشُورٖ ٣

In parchment spread open

وَٱلۡبَيۡتِ ٱلۡمَعۡمُورِ ٤

And [by] the frequented House1

وَٱلسَّقۡفِ ٱلۡمَرۡفُوعِ ٥

And [by] the ceiling [i.e., heaven] raised high

وَٱلۡبَحۡرِ ٱلۡمَسۡجُورِ ٦

And [by] the sea set on fire,1

إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَٰقِعٞ ٧

Indeed, the punishment of your Lord will occur.

مَّا لَهُۥ مِن دَافِعٖ ٨

Of it there is no preventer.

يَوۡمَ تَمُورُ ٱلسَّمَآءُ مَوۡرٗا ٩

On the Day the heaven will sway with circular motion

وَتَسِيرُ ٱلۡجِبَالُ سَيۡرٗا ١٠

And the mountains will pass on, departing1 -

فَوَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ١١

Then woe, that Day, to the deniers,

ٱلَّذِينَ هُمۡ فِي خَوۡضٖ يَلۡعَبُونَ ١٢

Who are in [empty] discourse amusing themselves.

يَوۡمَ يُدَعُّونَ إِلَىٰ نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا ١٣

The Day they are thrust toward the fire of Hell with a [violent] thrust, [its angels will say],

هَٰذِهِ ٱلنَّارُ ٱلَّتِي كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ ١٤

"This is the Fire which you used to deny.

أَفَسِحۡرٌ هَٰذَآ أَمۡ أَنتُمۡ لَا تُبۡصِرُونَ ١٥

Then is this magic, or do you not see?

ٱصۡلَوۡهَا فَٱصۡبِرُوٓاْ أَوۡ لَا تَصۡبِرُواْ سَوَآءٌ عَلَيۡكُمۡۖ إِنَّمَا تُجۡزَوۡنَ مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ١٦

[Enter to] burn therein; then be patient or impatient - it is all the same for you. You are only being recompensed [for] what you used to do."

"Demi bukit Thursina, dan kitab yang ditulis, pada lembaran yang terbuka, dan demi al-Bait al-Ma'mur, dan atap yang diting-gikan (langit), dan laut yang diluapkan api. Sesungguhnya azab Rabbmu pasti terjadi, tidak seorang pun yang dapat menolaknya, pada hari ketika langit benar-benar bergoncang, dan gunung benar-benar berjalan. Maka kecelakaan yang besarlah di hari itu bagi orang-orang yang mendustakan, (yaitu) orang-orang yang ber-main-main dalam kebatilan, pada hari mereka didorong ke Neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya. (Dikatakan kepada mereka), 'Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya. Maka apakah ini sihir ataukah kamu tidak melihat? Masuklah kamu ke dalamnya (rasakanlah panas apinya); maka baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu, kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan'." (Ath-Thur: 1-16).

Makkiyah

"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."

(1) Allah سبحانه وتعالى bersumpah dengan berbagai hal agung yang mencakup berbagai hikmah tinggi atas adanya hari kebangkitan, Hari Pembalasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang mendustakan. Allah سبحانه وتعالى bersumpah demi bukit Thursina, itulah bukit yang di atasnya Allah سبحانه وتعالى berbicara dengan Nabi Musa عليه السلام bin Imran عليه السلام serta diberi wahyu berbagai hukum. Dalam hal itu terdapat karunia Allah سبحانه وتعالى terhadap Muhammad a dan umatnya berupa tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى serta nikmatNya yang tidak bisa dihitung dan dinilai oleh manusia.

(2) ﴾ وَكِتَٰبٖ مَّسۡطُورٖ ﴿ "Dan kitab yang ditulis." Kemungkinan bahwa yang dimaksudkan adalah al-Lauh al-Mahfuzh, di situlah Allah سبحانه وتعالى menulis ketetapan segala sesuatu, dan kemungkinan juga yang dimaksudkan adalah al-Qur`an yang mulia yang merupakan kitab terbaik yang diturunkan oleh Allah سبحانه وتعالى yang berisi kisah tentang orang-orang terdahulu dan belakangan serta ilmu orang-orang terdahulu dan yang datang kemudian.

(3) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فِي رَقّٖ ﴿ "pada lembaran," yakni, kertas, ﴾ مَّنشُورٖ ﴿ "yang terbuka," yang ditulis secara nyata dan tidak samar, kondisinya tidaklah samar bagi orang yang berakal dan memiliki pandangan.

(4) ﴾ وَٱلۡبَيۡتِ ٱلۡمَعۡمُورِ ﴿ "Dan demi al-Bait al-Ma'mur," yaitu rumah yang berada di atas langit ketujuh yang dimakmurkan sepanjang waktu oleh para malaikat yang mulia, yang setiap harinya dimasuki sejumlah tujuh puluh ribu malaikat, di tempat itu mereka menyem-bah Rabb mereka kemudian tidak keluar lagi hingga Hari Kiamat. Ada yang mengatakan bahwa al-Bait al-Ma'mur adalah rumah Allah سبحانه وتعالى yang dimakmurkan oleh para malaikat yang berthawaf, shalat dan berdzikir di setiap waktu, mereka mendatangi rumah itu untuk berhaji dan berumrah, sebagaimana halnya sumpah Allah سبحانه وتعالى yang terdapat dalam FirmanNya, ﴾ وَهَٰذَا ٱلۡبَلَدِ ٱلۡأَمِينِ 3 ﴿ "Dan negeri yang aman ini." (At-Tin: 4). Rumah Allah سبحانه وتعالى yang ada di bumi adalah rumah terbaik. Di situlah para manusia datang berhaji dan berumrah yang merupa-kan salah satu rukun dan bangunan Islam yang terbesar. Tanpa haji, Islam seseorang belum sempurna, itulah rumah yang dibangun oleh Ibrahim عليه السلام dan dijadikan sebagai tempat berlindung dan keamanan bagi manusia. Allah سبحانه وتعالى bersumpah atas rumah itu serta menjelaskan keagungannya yang layak untuk dimuliakan.

(5) ﴾ وَٱلسَّقۡفِ ٱلۡمَرۡفُوعِ ﴿ "Dan atap yang ditinggikan (langit)," yakni, langit yang dijadikan Allah سبحانه وتعالى sebagai atap bagi semua makhluk dan sebagai bangunan bagi bumi, dari situlah cahaya dipancarkan ke bumi yang tanda-tandanya dijadikan petunjuk. Dari situlah Allah سبحانه وتعالى menurunkan hujan, rahmat, dan berbagai macam rizki.

(6) ﴾ وَٱلۡبَحۡرِ ٱلۡمَسۡجُورِ ﴿ "Dan lautan yang diluapkan api"[105], yakni, pe-nuh air. Allah سبحانه وتعالى menahannya agar tidak meluap ke dataran bumi, meski secara alamiah, air bisa menutupi permukaan bumi, namun hikmah dan kebijaksanaan Allah سبحانه وتعالى mengharuskan air tersebut tertahan dan tidak bisa menggenangi seluruh permukaan bumi, agar berbagai jenis hewan bisa hidup. Ada yang menyatakan bahwa maksud dari kata اَلْمَسْجُوْرُ adalah dinyalakan, yakni, apa yang akan dinyalakan pada Hari Kiamat sehingga lautan menjadi lautan membara yang penuh dengan berbagai macam siksa.

(7) Seluruh yang dijadikan obyek sumpah oleh Allah سبحانه وتعالى ter-sebut menunjukkan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى, petunjuk atas keesaanNya serta sebagai bukti jelas atas KuasaNya untuk mem-bangkitkan manusia yang sudah mati, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَٰقِعٞ ﴿ "Sesungguhnya azab Rabbmu pasti terjadi," yakni, pasti akan terjadi dan Allah سبحانه وتعالى tidak akan mengingkari janji dan FirmanNya.

(8) ﴾ مَّا لَهُۥ مِن دَافِعٖ ﴿ "Tidak seorang pun yang dapat menolaknya," dan tidak ada yang dapat mencegahnya, karena Kuasa Allah سبحانه وتعالى tidak bisa dikalahkan oleh siapa pun, tidak akan bisa luput dari orang yang lari sekali pun.

(9) Kemudian Allah menyebutkan suasana di Hari Kiamat itu, di mana azab akan melanda, maka Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ يَوۡمَ تَمُورُ ٱلسَّمَآءُ مَوۡرٗا ﴿ "Pada hari ketika langit benar-benar bergoncang," artinya, langit berputar dan bergoncang, gerakan itu tetap bertahan lama dan tidak bisa tenang.

(10) ﴾ وَتَسِيرُ ٱلۡجِبَالُ سَيۡرٗا ﴿ "Dan gunung benar-benar berjalan," arti-nya lenyap dari tempatnya dan berjalan layaknya awan dan me-ngeluarkan warna laksana debu-debu yang dihamburkan kemudian setelah itu berhamburan hingga menjadi seperti debu. Semua itu menunjukkan dahsyatnya huru-hara pada Hari Kiamat dengan berbagai hal yang mengusik serta goncangan meresahkan yang mengguncang planet besar ini; lantas bagaimana dengan manusia yang lemah?

(11) ﴾ فَوَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Maka kecelakaan yang besarlah di hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." اَلْوَيْلُ adalah kata menyeluruh yang mencakup berbagai macam siksaan, kesedihan, azab, dan rasa takut.

(12) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan dan menggolong-kan orang-orang yang mendustakan yang berhak mendapatkan kecelakaan (وَيْل) tersebut, ﴾ ٱلَّذِينَ هُمۡ فِي خَوۡضٖ يَلۡعَبُونَ ﴿ "(yaitu) orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan," yaitu orang yang berada dalam kebatilan dan bermain-main dengan kebatilan itu; semua ilmu dan penelitian mereka terhadap hal-hal yang membahayakan, men-cakup sikap pendustaan terhadap kebenaran serta membenarkan kebatilan. Perbuatan mereka sama seperti tindakan orang-orang bodoh, tolol dan orang yang suka bermain-main. Berbeda dengan orang-orang yang membenarkan serta beriman yang memiliki ilmu yang bermanfaat dan amal shalih.

(13-14) ﴾ يَوۡمَ يُدَعُّونَ إِلَىٰ نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا ﴿ "Pada hari mereka didorong ke Neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya," yaitu pada hari mereka didorong menuju Neraka Jahanam, mereka digiring menuju Neraka Jahanam secara sadis, mereka diseret dengan kepala di bawah dan kaki di atas dan dikatakan kepada mereka dengan celaan dan hina-an, ﴾ هَٰذِهِ ٱلنَّارُ ٱلَّتِي كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ ﴿ "Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya," pada hari ini rasakanlah azab yang kekal yang dahsyatnya tidak bisa dijangkau akal dan kepedihannya tidak bisa digambarkan.

(15) ﴾ أَفَسِحۡرٌ هَٰذَآ أَمۡ أَنتُمۡ لَا تُبۡصِرُونَ ﴿ "Maka apakah ini sihir ataukah kamu tidak melihat?" Kemungkinan yang diisyaratkan dalam ayat ini adalah neraka atau azab, sebagaimana yang ditunjukkan oleh redaksi ayat, yakni, ketika mereka melihat azab dan neraka. Dikata-kan kepada mereka dengan nada penghinaan, "Apakah ini sihir dan tidak nyata, kini kalian melihatnya? Ataukah karena pada saat di dunia kalian tidak melihatnya? Artinya, kalian tidak memiliki pandangan dan ilmu, kalian bodoh dan tidak mengetahui hal ini dan tidak ada hujjah yang ditegakkan pada kalian? Jawabannya adalah, keduanya tidak ada: Bahwa siksa atau neraka itu sihir, maka saat itu telah nampak bagi mereka bahwa siksa atau neraka itu benar adanya yang menafikan sihir dari berbagai hal, ada kalanya mereka tidak melihat padahal tidak demikian halnya, para rasul menyeru mereka untuk beriman pada hal itu, berbagai dalil dan bukti nyata akan hal itu telah ditegakkan. Berita tentang azab dan neraka dijadikan sebagai hal terbesar yang jelas dan nyata. Kemung-kinan lain dari isyarat yang terdapat dalam Firman Allah سبحانه وتعالى,﴾ أَفَسِحۡرٌ هَٰذَآ أَمۡ أَنتُمۡ لَا تُبۡصِرُونَ ﴿ "Maka apakah ini sihir ataukah kamu tidak melihat?" adalah, kebenaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad a serta jalan yang lurus. Artinya, apakah orang yang berakal menganggap kebenaran serta jalan yang lurus itu sebagai sihir padahal kebenaran dan jalan yang lurus itu adalah kebenaran terbesar dan teragung, hanya saja karena mereka tidak memiliki bashirah sehingga mereka mengatakan seperti itu?[106]

(16) ﴾ ٱصۡلَوۡهَا ﴿ "Masuklah kamu ke dalamnya," masuklah kalian ke dalam neraka yang meliputi kalian dan mencakup seluruh raga kalian hingga ke hati kalian, ﴾ فَٱصۡبِرُوٓاْ أَوۡ لَا تَصۡبِرُواْ سَوَآءٌ عَلَيۡكُمۡۖ ﴿ "maka baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu," kesabaran kalian ter-hadap api neraka tidak berguna sama sekali untuk kalian, kalian tidak akan saling berempati satu sama lain, dan siksaan tidak akan diringankan dari kalian. Siksa neraka bukanlah termasuk hal di mana jika seseorang bersabar, maka bebannya akan terasa ringan dan kerasnya akan hilang, hal itu diperlakukan pada mereka ka-rena perbuatan serta tindakan keji mereka, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّمَا تُجۡزَوۡنَ مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "Kamu hanya diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan."

52:17–20Page 524

إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِي جَنَّٰتٖ وَنَعِيمٖ ١٧

Indeed, the righteous will be in gardens and pleasure,

فَٰكِهِينَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡ وَوَقَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡ عَذَابَ ٱلۡجَحِيمِ ١٨

Enjoying what their Lord has given them, and their Lord protected them from the punishment of Hellfire.

كُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ هَنِيٓـَٔۢا بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ١٩

[They will be told], "Eat and drink in satisfaction for what you used to do."

مُتَّكِـِٔينَ عَلَىٰ سُرُرٖ مَّصۡفُوفَةٖۖ وَزَوَّجۡنَٰهُم بِحُورٍ عِينٖ ٢٠

They will be reclining on thrones lined up, and We will marry them to fair women with large, [beautiful] eyes.

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan, mereka bersuka ria dengan apa yang dibe-rikan kepada mereka oleh Rabb mereka dan Rabb mereka memeli-hara mereka dari azab neraka. (Dikatakan kepada mereka), 'Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan,' mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli." (Ath-Thur: 17-20).

(17) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan hukuman bagi orang-orang yang zhalim, selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kenikmatan orang-orang yang bertakwa supaya terangkum antara berita gem-bira dan ancaman sehingga hati manusia akan berada di antara rasa takut dan pengharapan. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesung-guhnya orang-orang yang bertakwa," yakni, kepada Rabb mereka, mereka yang takut akan murka dan azabNya yang mengerjakan sebab-sebabnya dengan mengerjakan segala perintah dan menjauhi segala laranganNya, ﴾ فِي جَنَّٰتٖ ﴿ "berada dalam surga," yakni, taman-taman yang di dalamnya terdapat pohon rindang, sungai dengan air yang memancar, istana yang dikelilingi taman dan rumah yang dihiasi ﴾ وَنَعِيمٖ ﴿ "dan kenikmatan," yang mencakup kenikmatan hati, ruh, dan raga.

(18) ﴾ فَٰكِهِينَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡ ﴿ "Mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Rabb mereka." Artinya mereka merasa takjub terhadap semua pemberian Rabb seraya menikmatinya de-ngan gembira dan suka cita terhadap kenikmatan yang diberikan yang tidak mungkin bisa digambarkan, dan ﴾ فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٞ مَّآ أُخۡفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعۡيُنٖ ﴿ "Jiwa tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka (berupa bidadari yang) menyejukkan mata." (As-Sajdah: 17). ﴾ وَوَقَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡ عَذَابَ ٱلۡجَحِيمِ ﴿ "Dan Rabb mereka memelihara mereka dari azab neraka." Mereka diberi apa-apa yang disenangi dan diselamat-kan dari apa-apa yang ditakuti, karena mereka mengerjakan yang dicintai Allah سبحانه وتعالى dan menjauhi perbuatan yang bisa mendatangkan murkaNya.

(19) ﴾ كُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ ﴿ "(Dikatakan kepada mereka), 'Makan dan mi-numlah'," apa pun yang diinginkan oleh jiwa kalian berupa ber-bagai jenis makanan dan minuman yang nikmat, ﴾ هَنِيٓـَٔۢا ﴿ "dengan enak." Artinya seraya leluasa terhadap semua itu dengan penuh kebahagiaan dan kesenangan, ﴾ بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan." Artinya, kalian mendapatkan semua itu dikarenakan perbuatan dan perkataan kalian yang baik.

(20) ﴾ مُتَّكِـِٔينَ عَلَىٰ سُرُرٖ مَّصۡفُوفَةٖۖ ﴿ "Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan." Bertelekan adalah duduk secara nyaman, enak dan tegak, sedangkan dipan yang dimaksud adalah bantal-bantal yang berhias dengan berbagai hiasan berupa kain mewah dan kasur yang mengembang. Allah سبحانه وتعالى menggambarkan dipan-dipan berderetan sebagai petunjuk akan banyaknya, penataannya yang rapi serta kebersamaan penghuninya serta kegembiraan mereka dengan per-gaulan mereka yang baik serta saling beramah-tamah satu sama lain. Setelah kenikmatan hati, ruh, dan raga bersatu yang belum pernah terlintas di benak dan belum pernah ada dalam khayalan berupa makanan dan minuman lezat serta tempat tinggal yang indah, maka tidak ada yang tersisa selain bersenang-senang dengan wanita sebagai pelengkap kegembiraan. Allah سبحانه وتعالى menyebutkan, para penduduk surga memiliki pasangan istri-istri yang sifat, bentuk tubuh, serta akhlak mereka paling sempurna, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَزَوَّجۡنَٰهُم بِحُورٍ عِينٖ ﴿ "Dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli." Mereka adalah wanita-wanita yang memiliki kecantikan wujud nyata disertai akhlak yang baik sehingga siapa pun yang memandangnya akan terlena, mereka bisa menarik hati seluruh alam. Seluruh hati se-olah terbang karena merindukan mereka serta keinginan agar bisa sampai pada mereka. Bermata jeli adalah bermata indah kelabu yang bening berwarna putih dan hitam.

52:21–28Page 524

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱتَّبَعَتۡهُمۡ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلۡحَقۡنَا بِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَمَآ أَلَتۡنَٰهُم مِّنۡ عَمَلِهِم مِّن شَيۡءٖۚ كُلُّ ٱمۡرِيِٕۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٞ ٢١

And those who believed and whose descendants followed them in faith - We will join with them their descendants, and We will not deprive them of anything of their deeds.1 Every person, for what he earned, is retained.2

وَأَمۡدَدۡنَٰهُم بِفَٰكِهَةٖ وَلَحۡمٖ مِّمَّا يَشۡتَهُونَ ٢٢

And We will provide them with fruit and meat from whatever they desire.

يَتَنَٰزَعُونَ فِيهَا كَأۡسٗا لَّا لَغۡوٞ فِيهَا وَلَا تَأۡثِيمٞ ٢٣

They will exchange with one another a cup [of wine] wherein [results] no ill speech or commission of sin.

۞ وَيَطُوفُ عَلَيۡهِمۡ غِلۡمَانٞ لَّهُمۡ كَأَنَّهُمۡ لُؤۡلُؤٞ مَّكۡنُونٞ ٢٤

There will circulate among them [servant] boys [especially] for them, as if they were pearls well-protected.

وَأَقۡبَلَ بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ يَتَسَآءَلُونَ ٢٥

And they will approach one another, inquiring of each other.

قَالُوٓاْ إِنَّا كُنَّا قَبۡلُ فِيٓ أَهۡلِنَا مُشۡفِقِينَ ٢٦

They will say, "Indeed, we were previously among our people fearful [of displeasing Allāh].

فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيۡنَا وَوَقَىٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ ٢٧

So Allāh conferred favor upon us and protected us from the punishment of the Scorching Fire.

إِنَّا كُنَّا مِن قَبۡلُ نَدۡعُوهُۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡبَرُّ ٱلرَّحِيمُ ٢٨

Indeed, we used to supplicate1 Him before. Indeed, it is He who is the Beneficent, the Merciful."

"Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini. Di dalam surga mereka saling memperebutkan piala (gelas) yang isinya tidak (menimbulkan) kata-kata yang tidak berfaidah dan tiada pula perbuatan dosa. Dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu seperti mutiara yang tersimpan. Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling tanya-menanya. Mereka berkata, 'Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab). Maka Allah memberi-kan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. Sesungguhnya kami dahulu memohon padaNya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang'." (Ath-Thur: 21-28).

(21) Inilah di antara penyempurna kenikmatan penduduk surga, yakni, Allah سبحانه وتعالى mempertemukan mereka dengan keturunan mereka yang seiman, mereka dipertemukan karena keimanan dari ayah-ayah mereka sehingga keturunan mereka menjadi pengikut ayah-ayah mereka karena keimanan. Lebih dari itu, karena ketu-runan mereka ikut serta karena keimanan mereka, maka keturunan mereka itu dipertemukan dengan ayah-ayah mereka di surga oleh Allah سبحانه وتعالى meski amalan mereka tidak setara dengan amalan orang tua mereka sebagai balasan baik untuk orang tua mereka dan sebagai tambahan atas pahala mereka. Meski demikian, Allah سبحانه وتعالى tidak mengurangi sama sekali amalan orang tua mereka. Dari sini mungkin saja orang yang salah memahami bahwa penduduk ne-raka akan dipertemukan Allah سبحانه وتعالى dengan keturunan mereka, Allah سبحانه وتعالى menyebutkan bahwa hukum kedua tempat (surga dan neraka) tidak sama. Neraka adalah tempat keadilan dan di antara keadilan Allah سبحانه وتعالى tidak menyiksa seorang pun kecuali karena dosa, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ كُلُّ ٱمۡرِيِٕۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٞ ﴿ "Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya," artinya tergadai dengan amalannya. Orang tidak akan menanggung beban dosa orang lain dan sese-orang tidak akan diberi tanggungan dosa orang lain. Paparan ini berguna untuk menghilangkan dugaan keliru di atas.

(22) Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَأَمۡدَدۡنَٰهُم ﴿ "Dan Kami beri mereka tam-bahan," artinya, Kami memberi penduduk surga karena karunia Kami yang luas dan rizki Kami yang banyak, ﴾ بِفَٰكِهَةٖ ﴿ "dengan buah-buahan," berupa anggur, delima, jeruk dan berbagai macam buah-buahan lezat lainnya melebihi yang mereka butuhkan, ﴾ وَلَحۡمٖ مِّمَّا يَشۡتَهُونَ ﴿ "dan daging dari segala jenis yang mereka ingini," semua da-ging yang mereka inginkan, baik berupa daging burung maupun lainnya.

(23) ﴾ يَتَنَٰزَعُونَ فِيهَا كَأۡسٗا ﴿ "Di dalam surga mereka saling memperebut-kan piala (gelas)," artinya, gelas-gelas piala serta arak berputar me-ngelilingi mereka, penduduk surga saling memberi satu sama lain, anak-anak kecil mengelilingi mereka dengan membawa gelas dan ceret, ﴾ لَّا لَغۡوٞ فِيهَا وَلَا تَأۡثِيمٞ ﴿ "yang isinya tidak (menimbulkan) kata-kata yang tidak berfaidah dan tiada pula perbuatan dosa." Artinya tidak ada kata sia-sia di dalam surga yaitu kata-kata yang tidak berguna dan dosa yang bisa mendatangkan dosa dan maksiat. Karena dua hal ter-sebut tidak ada (perkataan tiada guna dan dosa), maka yang ada adalah perkataan salam, baik, suci, yang membuat hati bahagia, penduduk surga saling bergaul dengan baik, saling memberi mi-num satu sama lain dengan baik. Mereka tidak mendengar Firman Rabb mereka kecuali yang meneduhkan mata mereka, yang menun-jukkan keridhaanNya terhadap mereka dan kecintaanNya kepada mereka.

(24) ﴾ وَيَطُوفُ عَلَيۡهِمۡ غِلۡمَانٞ لَّهُمۡ ﴿ "Dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk (melayani) mereka," yakni, pelayan-pelayan muda, ﴾ كَأَنَّهُمۡ لُؤۡلُؤٞ مَّكۡنُونٞ ﴿ "seakan-akan mereka itu seperti mutiara yang tersimpan," karena indah dan rapinya mereka, mereka mengelilingi penduduk surga untuk melayani mereka dan memenuhi keinginan mereka, ini menunjukkan banyaknya kenikmatan mereka serta luas dan sempurnanya kesenangan.

(25) ﴾ وَأَقۡبَلَ بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ يَتَسَآءَلُونَ ﴿ "Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling tanya-menanya," tentang masalah dan kondisi pada saat di dunia.

(26) ﴾ قَالُوٓاْ ﴿ "Mereka berkata," menjelaskan penyebab yang membuat mereka sampai ke surga berupa berbagai pengalaman serta kesenangan, ﴾ إِنَّا كُنَّا قَبۡلُ ﴿ "sesungguhnya kami dahulu," ketika berada di dunia, ﴾ فِيٓ أَهۡلِنَا مُشۡفِقِينَ ﴿ "sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)," artinya, kami merasa takut sehingga kami meninggalkan berbagai dosa dan karena rasa takut itu pun kami memperbaiki aib-aib kami.

(27) ﴾ فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيۡنَا ﴿ "Maka Allah memberikan karunia kepada kami," dengan hidayah dan pertolongan, ﴾ وَوَقَىٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ ﴿ "dan memelihara kami dari azab neraka," azab yang amat sangat panas.

(28) ﴾ إِنَّا كُنَّا مِن قَبۡلُ نَدۡعُوهُۖ ﴿ "Sesungguhnya kami dahulu memo-hon padaNya," agar kami dijaga dari siksaan yang membara serta agar kami disampaikan pada kenikmatan. Permintaan tersebut mencakup doa ibadah dan doa meminta. Kami sewaktu di dunia menyembahNya di segala waktu. ﴾ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡبَرُّ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang," dan di antara kebaikan dan rahmatNya kepada kami adalah kami men-dapatkan ridha dan surgaNya serta menjaga kami dari kemurkaan dan nerakaNya.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском