As-Sa'diAt‑Tur · 52:29–49

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

At-Tur 52:29–49

52:29–43Page 524

فَذَكِّرۡ فَمَآ أَنتَ بِنِعۡمَتِ رَبِّكَ بِكَاهِنٖ وَلَا مَجۡنُونٍ ٢٩

So remind, [O Muḥammad], for you are not, by the favor of your Lord, a soothsayer or a madman.

أَمۡ يَقُولُونَ شَاعِرٞ نَّتَرَبَّصُ بِهِۦ رَيۡبَ ٱلۡمَنُونِ ٣٠

Or do they say [of you], "A poet for whom we await a misfortune of time"?1

قُلۡ تَرَبَّصُواْ فَإِنِّي مَعَكُم مِّنَ ٱلۡمُتَرَبِّصِينَ ٣١

Say, "Wait, for indeed I am, with you, among the waiters."

أَمۡ تَأۡمُرُهُمۡ أَحۡلَٰمُهُم بِهَٰذَآۚ أَمۡ هُمۡ قَوۡمٞ طَاغُونَ ٣٢

Or do their minds1 command them to [say] this, or are they a transgressing people?

أَمۡ يَقُولُونَ تَقَوَّلَهُۥۚ بَل لَّا يُؤۡمِنُونَ ٣٣

Or do they say, "He has made it up"? Rather, they do not believe.

فَلۡيَأۡتُواْ بِحَدِيثٖ مِّثۡلِهِۦٓ إِن كَانُواْ صَٰدِقِينَ ٣٤

Then let them produce a statement like it, if they should be truthful.

أَمۡ خُلِقُواْ مِنۡ غَيۡرِ شَيۡءٍ أَمۡ هُمُ ٱلۡخَٰلِقُونَ ٣٥

Or were they created by nothing, or were they the creators [of themselves]?

أَمۡ خَلَقُواْ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَۚ بَل لَّا يُوقِنُونَ ٣٦

Or did they create the heavens and the earth? Rather, they are not certain.

أَمۡ عِندَهُمۡ خَزَآئِنُ رَبِّكَ أَمۡ هُمُ ٱلۡمُصَۜيۡطِرُونَ ٣٧

Or have they the depositories [containing the provision] of your Lord? Or are they the controllers [of them]?

أَمۡ لَهُمۡ سُلَّمٞ يَسۡتَمِعُونَ فِيهِۖ فَلۡيَأۡتِ مُسۡتَمِعُهُم بِسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٍ ٣٨

Or have they a stairway [into the heaven] upon which they listen? Then let their listener produce a clear authority [i.e., proof].

أَمۡ لَهُ ٱلۡبَنَٰتُ وَلَكُمُ ٱلۡبَنُونَ ٣٩

Or has He daughters while you have sons?

أَمۡ تَسۡـَٔلُهُمۡ أَجۡرٗا فَهُم مِّن مَّغۡرَمٖ مُّثۡقَلُونَ ٤٠

Or do you, [O Muḥammad], ask of them a payment, so they are by debt burdened down?

أَمۡ عِندَهُمُ ٱلۡغَيۡبُ فَهُمۡ يَكۡتُبُونَ ٤١

Or have they [knowledge of] the unseen, so they write [it] down?

أَمۡ يُرِيدُونَ كَيۡدٗاۖ فَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ هُمُ ٱلۡمَكِيدُونَ ٤٢

Or do they intend a plan? But those who disbelieve - they are the object of a plan.

أَمۡ لَهُمۡ إِلَٰهٌ غَيۡرُ ٱللَّهِۚ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ٤٣

Or have they a deity other than Allāh? Exalted is Allāh above whatever they associate with Him.

"Maka tetaplah memberi peringatan, dan kamu, disebabkan nikmat Rabbmu bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula seorang gila. Bahkan mereka mengatakan, 'Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya.' Kata-kanlah, 'Tunggulah, maka sesungguhnya aku pun termasuk orang yang menunggu (pula) bersama kamu.' Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan ini ataukah mereka kaum yang melampaui batas. Ataukah mereka mengatakan, 'Dia (Muhammad) membuat-buatnya.' Sebenarnya mereka tidak beriman. Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal al-Qur`an itu jika mereka orang-orang yang benar. Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu; sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Rabbmu atau merekakah yang berkuasa? Atau-kah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan pada tangga itu (hal-hal yang ghaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka mendatangkan suatu keterangan yang nyata. Ataukah untuk Allah anak-anak perempuan dan untuk kamu anak-anak laki-laki. Ataukah kamu meminta upah kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan hutang. Apakah ada pada sisi mereka pengetahuan tentang yang ghaib lalu mereka menuliskannya. Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya? Maka orang-orang yang kafir itu, merekalah yang kena tipu daya. Ataukah mereka mempunyai sesembahan selain Allah? Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan." (Ath-Thur: 29-43).

(29) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan RasulNya, Muhammad a, agar tetap mengingatkan seluruh manusia, baik yang beriman maupun yang kufur agar hujjah Allah سبحانه وتعالى tegak terhadap orang-orang yang zhalim dan supaya orang-orang yang mendapat per-tolongan bisa mengambil petunjuk dari peringatan itu. Allah سبحانه وتعالى juga memerintahkan agar RasulNya a tidak mempedulikan perkataan serta gangguan orang-orang musyrik dan yang mendustakan, me-reka yang menghalang-halangi orang untuk mengikuti RasulNya padahal mereka tahu bahwa Rasulullah a adalah orang yang paling jauh dari apa yang mereka tuduhkan dan dustakan, karena itulah Allah سبحانه وتعالى menafikan semua kekurangan yang dituduhkan pada RasulNya. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَمَآ أَنتَ بِنِعۡمَتِ رَبِّكَ ﴿ "Dan kamu, di-sebabkan nikmat Rabbmu bukanlah," yakni karena karunia dan kelem-butanNya, ﴾ بِكَاهِنٖ ﴿ "seorang tukang tenung," yang memiliki khadam dari bangsa jin yang memberitahukan sebagian berita ghaib yang dicampuri seratus kebohongan, ﴾ وَلَا مَجۡنُونٍ ﴿ "dan bukan pula seorang gila," yang kehilangan akal, tapi engkau adalah orang yang paling sempurna akalnya, paling jauh dari setan, dan paling benar, engkau adalah orang yang paling mulia dan sempurna.

(30) Terkadang ﴾ يَقُولُونَ ﴿ "mereka mengatakan," tentang Nabi Muhammad a bahwa beliau adalah ﴾ شَاعِرٞ ﴿ "seorang penyair," yang bersyair dan yang dibawanyanya adalah syair, padahal Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَا عَلَّمۡنَٰهُ ٱلشِّعۡرَ وَمَا يَنۢبَغِي لَهُۥٓۚ ﴿ "Dan Kami tidak mengajarkannya syair dan tidak patut baginya." (Yasin: 69). ﴾ نَّتَرَبَّصُ بِهِۦ رَيۡبَ ٱلۡمَنُونِ ﴿ "Yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menim-panya," artinya, kami menanti kematiannya sehingga urusannya usai supaya kami merasa tenang.

(31) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," kepada mereka sebagai jawaban atas perkataan bodoh ini, ﴾ تَرَبَّصُواْ ﴿ "Tunggulah," artinya, nantikan-lah kematianku, ﴾ فَإِنِّي مَعَكُم مِّنَ ٱلۡمُتَرَبِّصِينَ ﴿ "maka sesungguhnya aku pun termasuk orang yang menunggu (pula) bersama kamu," yakni, menan-tikan kalian tertimpa azab dari sisi Allah سبحانه وتعالى atau dengan kekuatan kami.

(32) ﴾ أَمۡ تَأۡمُرُهُمۡ أَحۡلَٰمُهُم بِهَٰذَآۚ أَمۡ هُمۡ قَوۡمٞ طَاغُونَ ﴿ "Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan ini ataukah mereka kaum yang melampaui batas?" Artinya, apakah kedus-taan serta perkataan-perkataan itu berasal dari akal dan khayalan-khayalan mereka? Alangkah buruknya akal serta khayalan yang membuahkan perkataan seperti itu, karena akal-akal mereka me-nyebut orang yang paling sempurna akalnya sebagai orang gila dan menjadikan perkataan yang paling jujur serta kebenaran puncak sebagai kedustaan dan kebatilan. Sungguh itu merupakan akal yang tidak terdapat pada orang gila, ataukah karena kezhaliman serta tindakan mereka yang melampaui batas yang membuat me-reka menyatakan kekejian itu? Dan inilah nyatanya. Orang yang melampaui batas tidak lagi memiliki aturan, sehingga tidak perlu heran terhadap semua perkataan dan perbuatan yang dilakukan oleh orang yang melampaui batas.

(33) ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ تَقَوَّلَهُۥۚ ﴿ "Ataukah mereka mengatakan, 'Dia (Muham-mad) membuat-buatnya'," artinya Nabi Muhammad a yang mem-buat-buat al-Qur`an dan disampaikan dari dirinya sendiri? ﴾ بَل لَّا يُؤۡمِنُونَ ﴿ "Sebenarnya mereka tidak beriman," andai saja mereka beriman, tentu tidak mengatakan seperti itu.

(34) ﴾ فَلۡيَأۡتُواْ بِحَدِيثٖ مِّثۡلِهِۦٓ إِن كَانُواْ صَٰدِقِينَ ﴿ "Maka hendaklah mereka men-datangkan kalimat yang semisal al-Qur`an itu jika mereka orang-orang yang benar." Artinya, jika Muhammad membuat-buat al-Qur`an maka kalian wahai bangsa Arab, para orang-orang fasih, cerdas serta ahli bahasa, ia menantang kalian supaya kalian membuat yang sepertinya supaya sanggahan kalian dapat dibenarkan, atau sebaliknya kalian mengakui kebenarannya. Andai pun kalian semua mengumpulkan seluruh manusia dan jin untuk membuat seperti al-Qur`an, tentu kalian tidak akan mampu. Pada saat itu kalian berada di antara dua hal: Beriman kepada al-Qur`an dan meniti petunjuknya atau membangkang serta mengikuti kebatilan yang kalian ketahui.

(35) ﴾ أَمۡ خُلِقُواْ مِنۡ غَيۡرِ شَيۡءٍ أَمۡ هُمُ ٱلۡخَٰلِقُونَ ﴿ "Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)." Ini adalah dalil yang melawan mereka dengan sesuatu yang tidak memungkinkan bagi mereka kecuali menerima kebenaran atau (sebaliknya) melenceng dari tuntutan akal sehat dan Agama. Jelas-nya, mereka mengingkari keesaan Allah سبحانه وتعالى, mendustakan RasulNya sehingga membuat mereka mengingkari bahwa Allah سبحانه وتعالى telah men-ciptakan mereka, padahal telah tertanam dalam akal dan dikuat-kan oleh syariat bahwa hal itu tidak terlepas dari tiga hal: Karena m e r e k a ﴾ خُلِقُواْ مِنۡ غَيۡرِ شَيۡءٍ ﴿ "diciptakan tanpa sesuatu pun," artinya, tidak ada pencipta yang menciptakan mereka tapi mereka ada begitu saja tanpa ada yang mengadakannya, dan ini inti dari kemustahilan, ﴾ أَمۡ هُمُ ٱلۡخَٰلِقُونَ ﴿ "ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)," ini juga mustahil, sebab tidak bisa dibayangkan bagaimana sese-orang menciptakan dirinya sendiri. Karena dua kemungkinan ter-sebut tidak benar dan jelas-jelas mustahil, maka yang tersisa adalah kemungkinan ketiga yaitu Allah سبحانه وتعالى lah yang menciptakan mereka. Karena hal ini telah diketahui, maka jelaslah bahwa Allah سبحانه وتعالى adalah satu-satunya yang disembah, di mana tidak selayaknya ibadah diberikan kecuali hanya kepadaNya.

(36) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَمۡ خَلَقُواْ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَۚ ﴿ "Ataukah me-reka telah menciptakan langit dan bumi," pertanyaan ini berfungsi untuk menegaskan penafian, artinya, mereka tidak menciptakan langit dan bumi sehingga tidak patut menjadi sekutu Allah سبحانه وتعالى. Hal ini dapat diketahui secara jelas, ﴾ بَل ﴿ "tapi," orang-orang yang mendustakan ﴾ بَل لَّا يُوقِنُونَ ﴿ "sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan)," artinya, mereka tidak memiliki ilmu yang sempurna dan tidak pula keyakinan yang bisa menuntun mereka meman-faatkan dalil-dalil syariat dan akal.

(37) ﴾ أَمۡ عِندَهُمۡ خَزَآئِنُ رَبِّكَ أَمۡ هُمُ ٱلۡمُصَۜيۡطِرُونَ ﴿ "Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Rabbmu atau merekakah yang berkuasa?" Artinya, apakah mereka yang mendustakan itu memiliki perbendaharaan rahmat Rabbmu sehingga mereka bisa memberi siapa saja yang mereka kehendaki dan tidak memberi pada siapa saja yang mereka kehendaki? Karena itulah mereka menahan Allah سبحانه وتعالى agar tidak memberikan kenabian pada hamba dan RasulNya, Muhammad a, seolah-olah mereka adalah para wakil yang diserahi perbenda-haraan rahmat Allah سبحانه وتعالى,,, padahal sebenarnya mereka jauh lebih rendah dan hina dari hal itu, mereka sendiri tidak bisa membawa manfaat maupun bahaya pada dirinya sendiri, tidak memiliki ke-kuatan untuk menghidupkan dan tidak juga mematikan, apa lagi membangkitkan manusia, ﴾ أَهُمۡ يَقۡسِمُونَ رَحۡمَتَ رَبِّكَۚ نَحۡنُ قَسَمۡنَا بَيۡنَهُم مَّعِيشَتَهُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۚ ﴿ "Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia." (Az-Zukhruf: 32). ﴾ أَمۡ هُمُ ٱلۡمُصَۜيۡطِرُونَ ﴿ "Atau merekakah yang berkuasa?" Artinya, me-nguasai makhluk Allah سبحانه وتعالى serta memilikinya dengan paksaan dan penaklukan? Tidak seperti itu, justru mereka adalah orang-orang lemah dan memerlukan bantuan.

(38) ﴾ أَمۡ لَهُمۡ سُلَّمٞ يَسۡتَمِعُونَ فِيهِۖ ﴿ "Ataukah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan pada tangga itu," artinya, apakah mereka bisa mengetahui hal-hal ghaib serta mendengarkannya di antara malaikat yang tinggi sehingga mereka bisa memberitahukan berita yang tidak diketahui oleh yang lain? ﴾ فَلۡيَأۡتِ مُسۡتَمِعُهُم ﴿ "Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka mendatangkan," yang me-ngaku hal itu ﴾ بِسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٍ ﴿ "suatu keterangan yang nyata," dari mana mereka mendapatkan semua itu, padahal Allah سبحانه وتعالى sematalah yang mengetahui hal ghaib dan hal nyata, dan tidak menampakkan ke-ghaiban pada siapa pun kecuali orang yang diridhai dari kalangan para rasul di mana Allah memberitahukan berdasarkan kehendak dan ilmuNya, karena Nabi Muhammad a adalah rasul yang terbaik, yang paling tahu dan imam para rasul. Beliaulah yang memberi-tahukan kabar yang diberitakan kepada beliau, tentang mengesa-kan Allah سبحانه وتعالى, menyampaikan kabar gembira serta ancamanNya dan juga berita-berita benar lainnya. Sedangkan orang-orang yang mendustakan adalah mereka yang bodoh, sesat, dan membang-kang. Siapa lagi yang beritanya lebih patut diterima? Lebih-lebih Rasulullah a menegakkan berbagai dalil dan bukti nyata atas ke-benaran yang beliau sampaikan. Berita yang disampaikan beliau adalah inti dari keyakinan serta kebenaran yang paling sempurna. Adapun orang-orang yang mendustakan itu sama sekali tidak me-nyebutkan suatu keserupaan pun, lebih-lebih menegakkan hujjah.

(39) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَمۡ لَهُ ٱلۡبَنَٰتُ ﴿ "Ataukah untuk Allah anak-anak perempuan," sebagaimana yang kalian tuduhkan, ﴾ وَلَكُمُ ٱلۡبَنُونَ ﴿ "dan untuk kamu anak-anak laki-laki?" Sehingga kalian menerjang dua larangan; kalian menyatakan bahwa Allah سبحانه وتعالى memiliki anak dan pilihan yang kalian berikan pada Allah سبحانه وتعالى merupakan pilihan terjelek dari dua alternatif, lantas apakah ada ujungnya setelah celaan terhadap Rabb semesta alam ini, ataukah di bawah celaan tersebut ada batasannya?

(40) ﴾ أَمۡ تَسۡـَٔلُهُمۡ أَجۡرٗا ﴿ "Ataukah kamu meminta upah kepada mereka" wahai rasul atas penyampaian risalah, ﴾ فَهُم مِّن مَّغۡرَمٖ مُّثۡقَلُونَ ﴿ "sehingga mereka dibebani dengan hutang?" Tidak demikian halnya, tapi engkau benar-benar getol mengajar mereka secara suka rela tanpa meng-inginkan imbalan apa pun, justru engkau banyak mengorbankan harta benda untuk mereka, agar mereka bisa menerima risalahmu dan menanggapi perintah serta seruanmu, engkau jusru memberi harta pada orang yang hatinya memiliki kecenderungan pada Islam, agar ilmu dan iman menancap di hati mereka.

(41) ﴾ أَمۡ عِندَهُمُ ٱلۡغَيۡبُ فَهُمۡ يَكۡتُبُونَ ﴿ "Apakah ada pada sisi mereka pengeta-huan tentang yang ghaib lalu mereka menuliskannya?" Apakah mereka mengetahui hal itu dari alam ghaib sehingga mereka bisa melihat sesuatu yang tidak diketahui Rasulullah a? Sehingga mereka menentang dan membangkang risalah yang dibawanya dari alam ghaib. Telah sama-sama diketahui bahwa mereka adalah kaum yang tidak bisa membaca dan menulis, serta bodoh dan tersesat, sedangkan Rasulullah a lah yang memiliki ilmu yang jauh lebih luas dari yang lainnya. Allah سبحانه وتعالى memberitahukan berita yang ber-asal dari alam ghaib yang tidak diketahui oleh satu makhluk pun. Semua penjelasan tersebut melalui penalaran akal serta dalil naqli menunjukkan rusaknya perkataan dan gambaran mereka yang diketahui melalui cara yang paling jelas dan bebas dari sanggahan.

(42) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَمۡ يُرِيدُونَ ﴿ "Ataukah mereka hendak," dengan mencelamu dan mencela kebenaran yang kau bawa, ﴾ كَيۡدٗاۖ ﴿ "melakukan tipu daya," yang bisa menggugurkan agamamu dan merusak urusanmu? ﴾ فَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ هُمُ ٱلۡمَكِيدُونَ ﴿ "Maka orang-orang yang kafir itu, merekalah yang kena tipu daya," artinya, tipu daya mereka itu menimpa diri mereka sendiri, dampak bahayanya kembali pada diri mereka sendiri, Allah سبحانه وتعالى telah melakukan hal itu dan segala puji bagi Allah سبحانه وتعالى. Tidaklah tersisa kekuatan orang-orang kafir untuk menipu daya melainkan mereka pasti melakukannya, lalu Allah سبحانه وتعالى menolong nabiNya atas mereka, Allah سبحانه وتعالى memenangkan agamaNya dan merendahkan serta mengalahkan mereka.

(43) ﴾ أَمۡ لَهُمۡ إِلَٰهٌ غَيۡرُ ٱللَّهِۚ ﴿ "Ataukah mereka mempunyai sesembahan selain Allah," artinya, apakah mereka mempunyai tuhan yang disem-bah dan diharapkan bisa memberi manfaat serta siksanya ditakuti selain Allah سبحانه وتعالى? ﴾ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ﴿ "Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan." Tidak ada sekutu bagi Allah سبحانه وتعالى dalam kerajaanNya, tidak ada sekutu bagiNya dalam keesaan dan berhak diibadahi. Dan inilah tujuan dari pemaparan kata-kata dalam ayat ini. Yaitu batilnya ibadah kepada selain Allah سبحانه وتعالى serta penjelasan ketidak-benarannya dengan dalil-dalil qath'i sekaligus menjelaskan bahwa jalan yang ditempuh orang-orang musyrik adalah batil. Yang wajib disembah, dan diseru dengan doa, baik doa permohonan maupun doa ibadah dan ibadah diikhlaskan untuknya adalah Allah سبحانه وتعالى se-mata, yang dipertuhankan dan disembah. Nama-nama dan sifat-sifatNya sempurna, memiliki sifat baik dan perbuatan indah, Pe-milik keluruhan, kemuliaan, kekuatan yang tidak bisa dikalahkan, Yang Maha Esa lagi Tunggal, tempat bergantung segala sesuatu, Mahabesar, Maha Terpuji dan Luhur.

52:44–46Page 525

وَإِن يَرَوۡاْ كِسۡفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ سَاقِطٗا يَقُولُواْ سَحَابٞ مَّرۡكُومٞ ٤٤

And if they were to see a fragment from the sky falling,1 they would say, "[It is merely] clouds heaped up."

فَذَرۡهُمۡ حَتَّىٰ يُلَٰقُواْ يَوۡمَهُمُ ٱلَّذِي فِيهِ يُصۡعَقُونَ ٤٥

So leave them until they meet their Day in which they will be struck insensible -

يَوۡمَ لَا يُغۡنِي عَنۡهُمۡ كَيۡدُهُمۡ شَيۡـٔٗا وَلَا هُمۡ يُنصَرُونَ ٤٦

The Day their plan will not avail them at all, nor will they be helped.

"Jika mereka melihat sebagian dari langit gugur, mereka akan mengatakan, 'Itu adalah awan yang bertindih-tindih.' Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka yang pada hari itu mereka dibinasakan. (Yaitu) hari ketika tidak berguna bagi mereka sedikitpun tipu daya mereka dan mereka tidak ditolong'." (Ath-Thur: 44-46).

(44) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan bahwa orang-orang musyrik dan mendustakan kebenaran yang jelas itu me-nentang kebenaran dan terus berada di atas kebatilan. Andai pun semua dalil menunjukkan kebenarannya, tentu mereka tidak meng-ikutinya dan pasti mereka menentangnya. ﴾ وَإِن يَرَوۡاْ كِسۡفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ سَاقِطٗا ﴿ "Jika mereka melihat sebagian dari langit gugur," artinya, andai pun ayat-ayat jelas berupa potongan siksaan turun dari langit dan akan menimpa mereka, tentu ﴾ يَقُولُواْ سَحَابٞ مَّرۡكُومٞ ﴿ "mereka akan mengatakan, 'Itu adalah awan yang bertindih-tindih'," artinya, ini adalah mendung yang bergumpal-gumpal seperti biasanya. Mereka tidak mempe-dulikan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang mereka saksikan dan tidak mau menjadikannya sebagai pelajaran.

(45) Mereka itu tidak memiliki penawar apa pun selain azab dan siksaan, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَذَرۡهُمۡ حَتَّىٰ يُلَٰقُواْ يَوۡمَهُمُ ٱلَّذِي فِيهِ يُصۡعَقُونَ ﴿ "Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka yang pada hari itu mereka dibinasakan," yaitu pada Hari Kiamat, pada hari di mana mereka ditimpa azab yang pedihnya tidak terukur dan tergambarkan.

(46) ﴾ يَوۡمَ لَا يُغۡنِي عَنۡهُمۡ كَيۡدُهُمۡ شَيۡـٔٗا ﴿ "(Yaitu) hari ketika tidak berguna bagi mereka sedikitpun tipu daya mereka," tidak sedikit dan tidak pula banyak, meski ketika di dunia mereka hidup dengan tipu daya dalam waktu yang singkat, namun pada Hari Kiamat tipu daya mereka tidak berguna dan semua usaha mereka batil, ﴾ وَلَا هُمۡ يُنصَرُونَ ﴿ "dan mereka tidak ditolong."

52:47–49Page 525

وَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ عَذَابٗا دُونَ ذَٰلِكَ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ٤٧

And indeed, for those who have wronged is a punishment1 before that, but most of them do not know.

وَٱصۡبِرۡ لِحُكۡمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعۡيُنِنَاۖ وَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ حِينَ تَقُومُ ٤٨

And be patient, [O Muḥammad], for the decision of your Lord, for indeed, you are in Our eyes [i.e., sight]. And exalt [Allāh] with praise of your Lord when you arise

وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَسَبِّحۡهُ وَإِدۡبَٰرَ ٱلنُّجُومِ ٤٩

And in a part of the night exalt Him and after [the setting of] the stars.

"Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zhalim ada azab selain itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. Dan ber-sabarlah dalam menunggu ketetapan Rabbmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam (pengawasan) Mata Kami, dan bertasbihlah memuji Rabbmu ketika engkau bangun dan pada beberapa saat di malam hari dan di waktu bintang-bintang terbenam (di waktu fajar)." (Ath-Thur: 47-49).

(47) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan siksaan orang-orang zhalim di akhirat, selanjutnya Allah سبحانه وتعالى memberi kabar bahwa mereka itu mendapatkan siksaan sebelum siksaan Hari Kiamat, siksaan tersebut mencakup siksaan dunia dengan cara dibunuh, ditawan dan diusir dari negerinya dan siksaan kubur, ﴾ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui," artinya, karena itulah mereka melakukan perbuatan yang menyebabkan mereka mendapatkan siksaan dan azab yang keras.

(48-49) Ketika Allah سبحانه وتعالى menjelaskan berbagai hujjah dan bukti atas kebatilan perkataan orang-orang yang mendustakan, Allah سبحانه وتعالى, memerintah RasulNya agar tidak bersedih hati terhadap mereka dan agar tetap bersabar terhadap ketentuan Rabbnya, baik yang bersifat qadari maupun syar'i dengan selalu menetapi dan istiqamah di atas ketentuan Allah سبحانه وتعالى, Allah سبحانه وتعالى menjanjikan RasulNya diberi pengawasan melalui FirmanNya, ﴾ فَإِنَّكَ بِأَعۡيُنِنَاۖ ﴿ "Maka sesung-guhnya kamu berada dalam (pengawasan) Mata Kami," yakni, berada dalam pengawasan, penjagaan, serta perhatian Kami terhadap urusanmu. Allah سبحانه وتعالى juga memerintahkannya agar menjadikan ke-sabaran sebagai penolong dengan berdzikir dan beribadah. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ حِينَ تَقُومُ ﴿ "Dan bertasbihlah memuji Rabbmu ketika engkau berdiri," yakni ketika engkau bangun tidur. Dalam ayat ini terdapat perintah qiyamul lail, atau kemungkinan makna-nya adalah ketika engkau berdiri untuk shalat lima waktu, berda-sarkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَسَبِّحۡهُ وَإِدۡبَٰرَ ٱلنُّجُومِ ﴿ "Dan di waktu bintang-bintang terbenam (di waktu fajar)," artinya, pada penghujung malam di kala waktu shalat fajar masuk. Wallahu a'lam.

Akhir tafsir Surat ath-Thur, dan segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى semata.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском