As-Sa'diAn‑Nahl · 16:1–29

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

النحل

An-Nahl

The Bee · Meccan · 128 ayahs

16:1–2Page 267

أَتَىٰٓ أَمۡرُ ٱللَّهِ فَلَا تَسۡتَعۡجِلُوهُۚ سُبۡحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ١

The command of Allāh is coming,1 so be not impatient for it. Exalted is He and high above what they associate with Him.

يُنَزِّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ بِٱلرُّوحِ مِنۡ أَمۡرِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦٓ أَنۡ أَنذِرُوٓاْ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱتَّقُونِ ٢

He sends down the angels, with the inspiration [i.e., revelation] of His command, upon whom He wills of His servants, [telling them], "Warn that there is no deity except Me; so fear Me."

"Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta-minta agar disegerakan (datang)nya. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan. Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintahNya kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya, yaitu, 'Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Aku, maka hendak-lah kamu bertakwa kepadaKu'." (An-Nahl: 1-2).

Makkiyah

"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang"

(1) Allah تعالى berfirman dalam rangka mendekatkan (waktu) kedatangan ketetapanNya yang telah Dia janjikan dan memastikan kejadiannya, ﴾ أَتَىٰٓ أَمۡرُ ٱللَّهِ فَلَا تَسۡتَعۡجِلُوهُۚ ﴿ "Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta-minta agar disegerakan (datang)nya," sesungguhnya ia akan tiba. Dan setiap sesuatu yang pasti datang, berarti dekat. ﴾ سُبۡحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ﴿ "Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan," yang berbentuk penisbatan sekutu, anak, istri, padanan, dan lain sebagainya, yang dilekatkan oleh kaum musyrikin kepada Allah, yang tidak pantas dengan keagungan Allah dan menafikan kesempurnaanNya.

(2) Sesudah Allah menyucikan diriNya dari sifat-sifat yang disandangkan oleh para musuhNya bagiNya, maka Allah menye-butkan wahyu yang Dia turunkan kepada para nabiNya, yang mesti diikuti dalam aspek penyebutan sifat-sifat kesempurnaan yang dinisbatkan kepada Allah. Allah berfirman, ﴾ يُنَزِّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ بِٱلرُّوحِ مِنۡ أَمۡرِهِۦ ﴿ "Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan pe-rintahNya" yaitu dengan wahyu yang menjadi sumber kehidupan jiwa-jiwa manusia, ﴾ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦٓ ﴿ "kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNya," yaitu insan-insan yang Allah ketahui layak mengemban risalahNya. Dan substansi dakwah dan protes para rasul secara keseluruh-an tertuang pada FirmanNya, ﴾ أَنۡ أَنذِرُوٓاْ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ ﴿ "Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Aku," yaitu bertumpu pada ma'rifatullah (pengenalan Allah) تعالى, pengesaanNya dalam sifat-sifat keagungan yang meru-pakan sifat-sifat uluhiyah (ketuhanan), dan peribadahan kepadaNya semata tidak ada sekutu bagiNya. Inilah alasan mengapa Allah menurunkan kitab-kitabNya, mengutus para rasul dan menggaris-kan (aturan-aturan) seluruh syariat yang menyeru dan mengarah-kan kepadanya, melawan pihak-pihak yang memerangi dan melan-carkan perlawanan terhadapnya. 9

Berikutnya, Allah menerangkan bukti-bukti yang menguatkan hal itu. Allah berfirman,

Surat ini dinamakan juga dengan nama surat an-Ni'am (nikmat-nikmat). Karena Allah menyebutkan inti-inti kenikmatan dan pon-dasi-pondasinya di bagian awalnya. Sementara di penghujung surat, Dia (memerinci) pelengkap dan penyempurna kenikmatan itu.

16:3–9Page 267

خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ بِٱلۡحَقِّۚ تَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ٣

He created the heavens and earth in truth. High is He above what they associate with Him.

خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِن نُّطۡفَةٖ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٞ مُّبِينٞ ٤

He created man from a sperm-drop; then at once1 he is a clear adversary.

وَٱلۡأَنۡعَٰمَ خَلَقَهَاۖ لَكُمۡ فِيهَا دِفۡءٞ وَمَنَٰفِعُ وَمِنۡهَا تَأۡكُلُونَ ٥

And the grazing livestock He has created for you; in them is warmth1 and [numerous] benefits, and from them you eat.

وَلَكُمۡ فِيهَا جَمَالٌ حِينَ تُرِيحُونَ وَحِينَ تَسۡرَحُونَ ٦

And for you in them is [the enjoyment of] beauty when you bring them in [for the evening] and when you send them out [to pasture].

وَتَحۡمِلُ أَثۡقَالَكُمۡ إِلَىٰ بَلَدٖ لَّمۡ تَكُونُواْ بَٰلِغِيهِ إِلَّا بِشِقِّ ٱلۡأَنفُسِۚ إِنَّ رَبَّكُمۡ لَرَءُوفٞ رَّحِيمٞ ٧

And they carry your loads to a land you could not have reached except with difficulty to yourselves. Indeed, your Lord is Kind and Merciful.

وَٱلۡخَيۡلَ وَٱلۡبِغَالَ وَٱلۡحَمِيرَ لِتَرۡكَبُوهَا وَزِينَةٗۚ وَيَخۡلُقُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ٨

And [He created] the horses, mules and donkeys for you to ride and [as] adornment. And He creates that which you do not know.

وَعَلَى ٱللَّهِ قَصۡدُ ٱلسَّبِيلِ وَمِنۡهَا جَآئِرٞۚ وَلَوۡ شَآءَ لَهَدَىٰكُمۡ أَجۡمَعِينَ ٩

And upon Allāh1 is the direction of the [right] way, and among them [i.e., the various paths] are those deviating. And if He willed, He could have guided you all.

"Dia menciptakan langit dan bumi dengan haq. Mahatinggi Allah daripada sesuatu yang mereka persekutukan. Dia telah men-ciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata. Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan. Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kan-dang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan. Dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukar-an (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya Rabbmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan (Dia telah mencipta-kan) kuda, bagal, dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan sesuatu yang kamu tidak ketahui. Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus, dan di antara jalan-jalan ada yang bengkok. Dan jikalau Dia menghendaki, tentulah Dia memberi petunjuk kamu semuanya (ke-pada jalan yang benar)." (An-Nahl: 3-9).

(3) Allah memberitahukan bahwasanya, ﴾ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ بِٱلۡحَقِّۚ ﴿ "Dia menciptakan langit dan bumi dengan haq," supaya hamba-hambaNya menjadikan keduanya sebagai bukti keagungan Sang Pencipta keduanya, dan sifat-sifat kesempurnaan milikNya, serta agar mereka mengetahui bahwa Dia menciptakan keduanya untuk tempat kediaman bagi hamba-hambaNya yang menyembahNya berdasarkan sesuatu yang Allah titahkan kepada mereka, berupa aturan-aturan syariat yang Allah turunkan melalui keterangan para RasulNya. Untuk itu, Dia menyucikan diriNya dari bentuk syirik kaum yang musyrikin yang menyekutukan (sesuatu) denganNya. Allah berfirman, ﴾ تَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ﴿ "Mahatinggi Allah daripada se-suatu yang mereka persekutukan," maksudnya Allah berlepas diri dan Mahaagung dari kesyirikan mereka. Sesungguhnya Dia adalah tuhan yang sebenarnya. Tidak seyogyanya peribadahan, mahabbah (rasa kecintaan), dan ketundukan diperuntukkan melainkan kepada-Nya تعالى.

(4) Usai membicarakan penciptaan langit (dan bumi), Allah menyebutkan penciptaan segenap makhluk yang menghuni kedua-nya. Dia mengawalinya dengan ciptaan yang termulia, yaitu ma-nusia. Allah berfirman, ﴾ خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِن نُّطۡفَةٖ ﴿ "Dia telah menciptakan manusia dari mani," Allah senantiasa mengatur, menumbuhkan dan mengembangkan (nuthfah tersebut) sampai menjadi manusia yang sempurna, lengkap anggota-anggota tubuh luar ataupun dalam-nya. Dia telah memolesnya dengan beragam karunia yang melimpah. Sampai manakala ia telah menjelma manusia dewasa, maka ia mem-banggakan diri dan terpesona dengan dirinya. ﴾ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٞ مُّبِينٞ ﴿ "Tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata." Maksud ayat ini bisa meng-arah kepada pengertian, yaitu tiba-tiba ia memusuhi Rabbnya, mengingkariNya, menyanggah para RasulNya dan mendustakan ayat-ayatNya serta melupakan penciptaan dirinya pertama kali serta curahan kenikmatan Allah padanya. Ia justru memanfaatkan-nya untuk bermaksiat kepadaNya. Ayat tersebut juga mengandung pengertian makna, bahwasa-nya Allah menciptakan seorang manusia dari cairan mani. Selanjut-nya, Dia senantiasa mentransfernya dari satu fase menuju fase be-rikutnya sampai terbentuk manusia yang berakal lagi dapat berbicara, mempunyai akal dan pemikiran, yang bisa menentang dan mem-bantah. Maka hendaknya seorang hamba bersyukur kepada Rabb-nya yang telah mengantarkannya menuju kondisi demikian ini, yang sedikit pun dia tidak mempunyai kemampuan melakukan-nya sendiri.

(5) ﴾ وَٱلۡأَنۡعَٰمَ خَلَقَهَاۖ لَكُمۡ ﴿ "Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu," maksudnya bagi kalian dan untuk kemanfaatan dan kebaikan kalian. Di antara bentuk kegunaannya yang penting, ﴾ لَكُمۡ فِيهَا دِفۡءٞ ﴿ "padanya ada (bulu) yang menghangatkan," kalian mem-buat pakaian-pakaian, permadani dan rumah yang (bahan-bahan-nya) berasal dari bulu-bulu domba, kapas, rambut dan kulit-kulit-nya ﴾ و َ ﴿ "dan" bagi kalian ﴾ مَنَٰفِعَ ﴿ "berbagai jenis manfaat" yang lain-nya ﴾ وَمِنۡهَا تَأۡكُلُونَ ﴿ "dan sebagiannya kamu makan."

(6) ﴾ وَلَكُمۡ فِيهَا جَمَالٌ حِينَ تُرِيحُونَ وَحِينَ تَسۡرَحُونَ ﴿ "Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan", maksudnya pada waktu sore hari, saat istirahat dan diamnya serta waktu aktifitas dan berkeliarannya di tempat gembalaan. Lantaran pandangan yang indah itu tidak dirasakan oleh binatang tersebut sedikit pun. Kalianlah pihak yang memperindah diri dengannya sebagaimana kalian menghiasi diri dengan aneka pakaian, keber-adaan anak-anak dan harta kekayaan dan kalian terpesona dengan-nya.[14]

(7) ﴾ وَتَحۡمِلُ أَثۡقَالَكُمۡ ﴿ "Dan ia memikul beban-bebanmu," yaitu beban-beban yang berat, bahkan (juga) membawa kalian, ﴾ إِلَىٰ بَلَدٖ لَّمۡ تَكُونُواْ بَٰلِغِيهِ إِلَّا بِشِقِّ ٱلۡأَنفُسِۚ ﴿ "ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri," akan tetapi Allah menundukkan binatang-binatang tersebut bagi kalian. Di antaranya, terdapat binatang yang kalian tunggangi (sebagai kendaraan), dan ada pula yang kalian beri beban dengan barang-barang berat yang kalian inginkan, menuju negeri-negeri yang jauh dan wilayah-wilayah yang luas. ﴾ إِنَّ رَبَّكُمۡ لَرَءُوفٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang," lantaran menundukkan (fasilitas) bagi kalian yang memang sangat kalian perlukan dan butuhkan. BagiNya sanjungan, sesuai dengan keagungan WajahNya dan be-sarnya kekuasaanNya serta atas luasnya kemurahan dan kebaikan-Nya.

(8) ﴾ وَٱلۡخَيۡلَ وَٱلۡبِغَالَ وَٱلۡحَمِيرَ ﴿ "Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai," Kami menundukkannya bagi kalian ﴾ لِتَرۡكَبُوهَا وَزِينَةٗۚ ﴿ "agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan," maksudnya suatu waktu, kalian menggunakannya untuk keperluan tunggangan, kadang-kadang memfungsikannya untuk keindahan dan perhiasan. Manfaat konsumsi tidak disebutkan (oleh Allah) karena bagal (per-anakan kuda dan keledai) dan keledai haram dikonsumsi. Sedang-kan kuda, pada umumnya tidak dimanfaatkan untuk di konsumsi. Bahkan muncul larangan penyembelihannya untuk tujuan konsumsi, karena dikhawatirkan akan menyebabkan kelangkaannya. Dan bila bukan karena (alasan ini), maka sebetulnya terdapat riwayat dalam ash-Shahihain, bahwasanya Nabi mengizinkan (mengonsumsi) daging-daging kuda (sebagai dispensasi).[15] ﴾ وَيَخۡلُقُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "Dan Dia menciptakan apa yang kamu tidak ke-tahui," yang muncul setelah al-Qur`an turun, berupa jenis-jenis alat transportasi yang dikendarai manusia di daratan, lautan, dan udara, dan mereka mempergunakannya untuk kepentingan-kepentingan dan kemaslahatan mereka. Sesungguhnya, jenis-jenis alat transportasi itu belum disebutkan oleh Allah satu-persatu. Sebab, Allah hanya mengungkapkan dalam KitabNya hal-hal yang diketahui oleh para hambaNya atau mereka mengerti obyek yang serupa dengannya. Tentang obyek yang tidak ada padanannya, maka bila disampaikan, niscaya mereka tidak mengenalnya dan tidak memahami maksud yang terkandung di dalamnya. Maka, Allah menyebutkan satu kaidah dasar yang menyeluruh, sehingga tercakup di dalamnya segala yang mereka ketahui dan yang tidak mereka ketahui. Seba-gaimana Allah menyebutkan kenikmatan di surga. Dia menyebutkan –dari surga– hal-hal yang kita ketahui dan dapat menyaksikan obyek yang serupa dengannya, seperti pohon kurma, anggur dan delima. Dan Dia menyebutkan secara global obyek-obyek yang kita tidak mengenal padanannya. Hal ini tertuang pada Firman Allah, ﴾ فِيهِمَا مِن كُلِّ فَٰكِهَةٖ زَوۡجَانِ 52 ﴿ "Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasang-pasangan." (Ar-Rahman: 52). Begitu pula di sini, Allah memerinci aneka tunggangan yang kita mengenalnya, seperti kuda, bagal, keledai dan unta serta kapal laut. Dan Dia menyebutkan (alat transportasi lain) secara global dalam FirmanNya, ﴾ وَيَخۡلُقُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "Dan Dia menciptakan sesuatu yang kamu tidak ketahui."

(9) Setelah Allah menceritakan jalan hissi (inderawi) dan Dia telah menciptakan –bagi para hambaNya– sarana untuk menempuh-nya, berupa binatang unta dan hewan tunggangan lainnya, maka Dia menyebutkan jalan maknawi (abstrak), yang akan mengantar-kan kepadaNya, ﴾ وَعَلَى ٱللَّهِ قَصۡدُ ٱلسَّبِيلِ ﴿ "Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus," yaitu jalan yang lurus, yang merupakan lintasan paling pintas dan pendek, menuju kepada Allah dan ke tempat kemuliaanNya. Tentang jalan yang menyimpang dari akidah dan amalannya, maka itu adalah setiap jalan yang bertentangan dengan jalan yang lurus. Jalan ini memutuskan akses menuju kepada Allah, menyeret ke tempat kebinasaan. Orang-orang yang telah meraih hidayah, menelusuri jalan yang lurus dengan izin Rabb mereka, sementara orang-orang yang sesat mengalami salah jalan darinya dan berjalan di atas jalan-jalan yang menyimpang. ﴾ وَلَوۡ شَآءَ لَهَدَىٰكُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Dan jikalau Dia menghendaki, tentulah Dia memberi petunjunk kamu semuanya (kepada jalan yang benar)," akan tetapi, Dia hanya memberikan hidayah bagi sebagian manusia, sebagai bentuk pemuliaan dan pengutamaan (dariNya), dan tidak mencurahkan hidayah kepada sebagian lain lantaran terkandung unsur hikmah dan keadilan dariNya.

16:10–11Page 268

هُوَ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗۖ لَّكُم مِّنۡهُ شَرَابٞ وَمِنۡهُ شَجَرٞ فِيهِ تُسِيمُونَ ١٠

It is He who sends down rain from the sky; from it is drink and from it is foliage in which you pasture [animals].

يُنۢبِتُ لَكُم بِهِ ٱلزَّرۡعَ وَٱلزَّيۡتُونَ وَٱلنَّخِيلَ وَٱلۡأَعۡنَٰبَ وَمِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ ١١

He causes to grow for you thereby the crops, olives, palm trees, grapevines, and of all the fruits. Indeed in that is a sign for a people who give thought.

"Dia-lah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya menyubur-kan tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan." (An-Nahl: 10-11).

(10-11)(Kalian memikirkan) dengan itu, tentang sempurna-nya kekuasaan Allah yang telah menurunkan air ini dari awan yang tipis lagi lembut, dan (tentang sempurnanya) rahmatNya. Buktinya, Allah menjadikannya air yang tercurah banyak, mereka minum darinya, dan binatang-binatang ternak mereka pun minum darinya. Mereka mengairi tanah-tanah pertanian mereka dengan sebagian-nya. Sehingga keluarlah buah-buahan yang banyak dan kenikmatan-kenikmatan yang melimpah.

16:12Page 268

وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ وَٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَۖ وَٱلنُّجُومُ مُسَخَّرَٰتُۢ بِأَمۡرِهِۦٓۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَ ١٢

And He has subjected for you the night and day and the sun and moon, and the stars are subjected by His command. Indeed in that are signs for a people who reason.

"Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintahNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mema-hami(nya)." (An-Nahl: 12).

(12) Maksudnya, Dia menundukkan hal-hal tersebut bagi kalian, semata-mata untuk berbagai macam kepentingan dan jenis-jenis kemaslahatan kalian, yang kalian tidak mungkin mengesam-pingkannya sama sekali. Di malam hari, kalian berada dalam ke-tenangan, tidur dan beristirahat. Di siang hari, kalian bertebaran untuk mengais mata pencaharian dan kebaikan agama dan duniawi. Dan dengan keberadaan matahari dan bulan, (kalian menikmati) pancaran cahaya dan sinar, kehangatan di pagi hari, (dapat mela-kukan) reboisasi pada pohon-pohon, tanaman-tanaman dan tumbuh-tumbuhan, mengeringkan benda-benda yang basah, menghilangkan kelembaban yang membahayakan tanah dan tubuh dan lain seba-gainya, yang merupakan bagian dari kebutuhan-kebutuhan primer dan sekunder, yang tergantung sekali dengan eksistensi matahari dan bulan. Pada matahari, bulan dan bintang-bintang terdapat unsur keindahan bagi langit, petunjuk arah dalam kegelapan di daratan maupun lautan, mengetahui waktu dan perhitungan masa, yang mana kandungan petunjuk dan tanda-tandanya sangat beragam. Untuk itu, Allah menyatukannya dalam FirmanNya, ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami(nya)," yaitu bagi mereka yang mempunyai akal-akal yang mereka manfaatkan untuk merenungi dan memikirkan segala sesuatu yang telah disiap-kan untuknya, dia bisa memikirkan segala sesuatu yang dilihat dan didengarnya. Bukan seperti pandangan kaum yang lalai yang porsi analisanya adalah sebagaimana analisa hewan yang tidak berakal.

16:13Page 268

وَمَا ذَرَأَ لَكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُخۡتَلِفًا أَلۡوَٰنُهُۥٓۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لِّقَوۡمٖ يَذَّكَّرُونَ ١٣

And [He has subjected] whatever He multiplied for you on the earth of varying colors. Indeed in that is a sign for a people who remember.

"Dan Dia (menundukkan pula) sesuatu yang Dia ciptakan un-tuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguh-nya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasa-an Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran." (An-Nahl: 13).

(13) Maksudnya, pada benda-benda yang Allah ciptakan dan tebar bagi para hambaNya, berupa semua wujud yang berada di permukaan bumi, seperti binatang-binatang, pepohonan, tanam-tanaman dan lain sebagainya, yang berbeda-beda warnanya dan bervariasi kegunaannya terdapat bukti kesempurnaan kekuasaan Allah dan meratanya curahan kebaikan dan luasnya kebajikannya, dan bahwa Dia-lah Dzat yang tidak sepatutnya ibadah (dikerjakan) kecuali bagiNya semata, tiada sekutu bagiNya. ﴾ لِّقَوۡمٖ يَذَّكَّرُونَ ﴿ "Bagi kaum yang mengambil pelajaran," yaitu yang membayangkan dalam ingatan mereka hal-hal yang bermanfaat bagi mereka, berupa ilmu yang berguna dan merenungkan obyek-obyek yang Allah mengajak mereka untuk merenunginya. Dengan itu, mereka memikirkan hal-hal yang menjadi bukti tentang Allah.

16:14Page 268

وَهُوَ ٱلَّذِي سَخَّرَ ٱلۡبَحۡرَ لِتَأۡكُلُواْ مِنۡهُ لَحۡمٗا طَرِيّٗا وَتَسۡتَخۡرِجُواْ مِنۡهُ حِلۡيَةٗ تَلۡبَسُونَهَاۖ وَتَرَى ٱلۡفُلۡكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِهِۦ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ١٤

And it is He who subjected the sea for you to eat from it tender meat and to extract from it ornaments which you wear. And you see the ships plowing through it, and [He subjected it] that you may seek of His bounty; and perhaps you will be grateful.

"Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan darinya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu men-cari (keuntungan) dari karuniaNya, dan supaya kamu bersyukur." (An-Nahl: 14).

(14) Maknanya, [وَ] "Dan" Dia-lah Dzat yang sendiri, tidak ada sekutu bagiNya ﴾ ٱلَّذِي سَخَّرَ ٱلۡبَحۡرَ ﴿ "yang menundukkan lautan (untuk-mu)," dan menyediakannya demi kemanfaatan-kemanfaatan kalian yang variatif, ﴾ لِتَأۡكُلُواْ مِنۡهُ لَحۡمٗا طَرِيّٗا ﴿ "agar kamu dapat memakan dari-nya daging yang segar (ikan)," yaitu ikan-ikan dan binatang air yang kalian buru, ﴾ وَتَسۡتَخۡرِجُواْ مِنۡهُ حِلۡيَةٗ تَلۡبَسُونَهَاۖ ﴿ "dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai," sehingga menambah keindahan dan keelokan pada kalian atas pesona yang sudah melekat pada kalian. ﴾ وَتَرَى ٱلۡفُلۡكَ ﴿ "Dan kamu melihat bahtera," yaitu kapal-kapal dan perahu-perahu, ﴾ مَوَاخِرَ فِيهِ ﴿ "berlayar padanya," yaitu membelah lautan yang bergelombang lagi menakutkan, dengan moncong bagian depannya sehingga dapat berlalu di atasnya dari satu wi-layah ke tempat lain, membawa para penumpang, hasil-hasil rizki mereka, barang bawaan serta perniagaan mereka yang mereka jadi-kan sarana untuk mengais rizki-rizki dan kemurahan Allah atas mereka. ﴾ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ﴿ "Dan supaya kamu bersyukur," (kepada Dzat) yang telah memudahkan semua ini bagi kalian dan menyuguhkan-nya, dan menyanjung Allah atas karuniaNya atas kalian. Bagi Allah تعالى segala pujian, syukur dan sanjungan. Pasalnya, Allah telah mem-berikan bagi hamba-hambaNya hal-hal yang menjadi kemaslahatan dan kepentingan mereka, melebihi apa yang mereka cari dan lebih tinggi daripada sesuatu yang mereka harapkan. Dia menganugerahi mereka segala yang mereka minta. Kita tidak dapat menghitung sanjungan atasNya, akan tetapi Dia adalah sebagaimana Dia menyan-jung diriNya.

16:15–16Page 269

وَأَلۡقَىٰ فِي ٱلۡأَرۡضِ رَوَٰسِيَ أَن تَمِيدَ بِكُمۡ وَأَنۡهَٰرٗا وَسُبُلٗا لَّعَلَّكُمۡ تَهۡتَدُونَ ١٥

And He has cast into the earth firmly set mountains, lest it shift with you, and [made] rivers and roads, that you may be guided,

وَعَلَٰمَٰتٖۚ وَبِٱلنَّجۡمِ هُمۡ يَهۡتَدُونَ ١٦

And landmarks. And by the stars they are [also] guided.1

"Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk. Dan (Dia menciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah, mereka mendapat petunjuk." (An-Nahl: 15-16).

(15-16) ﴾ وَأَلۡقَىٰ ﴿ "Dan Dia menancapkan," Allah تعالى yang me-nancapkan untuk (kebaikan) para hambaNya, ﴾ فِي ٱلۡأَرۡضِ رَوَٰسِيَ ﴿"gu-nung-gunung di bumi," yaitu gunung-gunung yang besar, supaya bumi tidak bergerak-gerak dan tergoncang bersama manusia. Hingga mereka mampu bercocok tanam, membangun rumah dan berjalan di atas permukaannya. Di antara rahmat Allah تعالى, adalah Dia men-jadikan sungai-sungai yang digiring dari wilayah yang jauh menuju tanah yang membutuhkannya, sebagai minuman mereka dan bina-tang-binatang mereka serta (pengairan) tanaman-tanaman pertani-an mereka; sungai-sungai itu (ada yang berada di permukaan tanah dan (ada) sungai-sungai yang terpendam di dalamnya (artesis). Mereka mengeksplorasinya dengan menggalinya (terlebih dahulu) hingga menemukannya dengan bantuan penggerek-penggerek tim-ba dan alat-alat lainnya. Bukti rahmatNya yang lain, Allah mencipta-kan jalur-jalur di bumi, yaitu jalan-jalan yang menghubungkan ke perkampungan yang saling berjauhan, ﴾ لَّعَلَّكُمۡ تَهۡتَدُونَ ﴿ "agar kamu mendapat petunjuk," jalan menuju ke arahnya. Sampai-sampai eng-kau akan menjumpai daratan yang bergandengan dengan gunung-gunung, yang membentuk barisan padanya, dan Allah telah mem-buatkan celah-celah dan lintasan-lintasan di tengah-tengahnya bagi para peniti jalan.

16:17–23Page 269

أَفَمَن يَخۡلُقُ كَمَن لَّا يَخۡلُقُۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ١٧

Then is He who creates like one who does not create? So will you not be reminded?

وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ ١٨

And if you should count the favors of Allāh, you could not enumerate them. Indeed, Allāh is Forgiving and Merciful.

وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعۡلِنُونَ ١٩

And Allāh knows what you conceal and what you declare.

وَٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَا يَخۡلُقُونَ شَيۡـٔٗا وَهُمۡ يُخۡلَقُونَ ٢٠

And those they invoke other than Allāh create nothing, and they [themselves] are created.

أَمۡوَٰتٌ غَيۡرُ أَحۡيَآءٖۖ وَمَا يَشۡعُرُونَ أَيَّانَ يُبۡعَثُونَ ٢١

They are [in fact] dead,1 not alive, and they do not perceive when they will be resurrected.

إِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞۚ فَٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ قُلُوبُهُم مُّنكِرَةٞ وَهُم مُّسۡتَكۡبِرُونَ ٢٢

Your god is one God. But those who do not believe in the Hereafter - their hearts are disapproving, and they are arrogant.

لَا جَرَمَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعۡلِنُونَۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡتَكۡبِرِينَ ٢٣

Assuredly, Allāh knows what they conceal and what they declare. Indeed, He does not like the arrogant.

"Maka, apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa), maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan Allah mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan. Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apa pun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang. (Berhala-berhala itu) benda mati, tidak hidup, dan berhala-berhala itu tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan. Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak ber-iman kepada Hari Akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong. Tidak diragukan lagi bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong." (An-Nahl: 17-23).

(17) Setelah Allah تعالى menyampaikan tentang makhluk-makhluk ciptaanNya yang besar dan kenikmatan-kenikmatan yang Allah limpahkan, maka Dia menyebutkan bahwa tidak ada satu pun makhluk yang menyerupaiNya, tiada padanan dan tandingan bagiNya. Dia berfirman, ﴾ أَفَمَن يَخۡلُقُ ﴿ "Maka, apakah (Allah) yang men-ciptakan," seluruh makhluk ciptaan, dan Dia Mahakuasa melaksa-nakan apa yang dikehendakiNya, ﴾ كَمَن لَّا يَخۡلُقُۚ ﴿ "sama dengan yang tidak dapat menciptakan," apa pun, sedikit mau pun banyak. ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran," sehingga kalian pun menyadari bahwa satu-satunya Dzat yang menciptakan itu adalah Dzat yang paling berhak menerima seluruh ibadah. Se-bagaimana halnya Allah Maha Esa dalam penciptaan dan pengatur-an, maka Dia juga Maha Esa dalam penyembahan, pengesaan, dan peribadahan. Seperti halnya, Dia tidak memiliki sekutu, saat men-ciptakan kalian dan orang lainnya, maka jangan sekali-kali kalian menjadikan tandingan-tandingan bagiNya dalam peribadahan kepadaNya. Bahkan, murnikanlah ibadah bagiNya semata.

(18) ﴾ وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَةَ ٱللَّهِ ﴿ "Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah," (menghitung) jumlahnya tanpa disertai rasa syukur ﴾ لَا تُحۡصُوهَآۗ ﴿ "niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya" apalagi bila (ter-gerak) untuk mensyukurinya. Sungguh, nikmat-nikmatNya yang lahiriah dan batiniah bagi hamba-hambaNya adalah sebanyak jum-lah tarikan nafas dan detik-detik waktu dari segala macam kenik-matan, yang diketahui oleh mereka dan yang tidak mereka ketahui, dan keburukan-keburukan yang telah Allah singkirkan dari mereka, maka terlalu banyak bila akan diperhitungkan. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Peng-ampun lagi Maha Penyayang" Dia ridha dengan rasa syukur kalian yang sedikit, meskipun curahan nikmatNya sangat banyak.

(19-20) Sebagaimana rahmatNya luas, kebaikanNya merata, dan ampunanNya menghampiri seluruh hambaNya, maka ilmu-Nya pun meliputi mereka semua. Dia mengetahui ungkapan yang mereka sembunyikan dan ucapan yang mereka nyatakan. Berbeda halnya dengan obyek yang disembah selain Allah, sesungguhnya mereka ini, ﴾ لَا يَخۡلُقُونَ شَيۡـٔٗا ﴿ "tidak dapat membuat sesuatu apa pun," sedikit ataupun banyak. ﴾ وَهُمۡ يُخۡلَقُونَ ﴿ "Sedang berhala-berhala itu (sendiri) di-buat orang." Bagaimana mungkin mereka bisa membuat sesuatu, kalau masih membutuhkan Allah تعالى untuk mengadakan wujud mereka?

(21-22) Kendatipun demikian, tidak ada sifat kesempurnaan yang melekat pada mereka, tidak ilmu dan tidak pula sesuatu lain-nya. ﴾ أَمۡوَٰتٌ غَيۡرُ أَحۡيَآءٖۖ ﴿ "(Berhala-berhala itu) benda mati tidak hidup," tidak bisa mendengar, tidak mampu melihat dan tidak dapat memahami sedikit pun. Apakah makhluk semacam ini patut dijadikan sesem-bahan selain Rabb semesta alam? Kecelakaanlah bagi akal-akal kaum musyrikin, alangkah sesat dan rusaknya. Ia mengalami kesesatan pada masalah yang sangat nyata kepincangannya, ia menyamakan antara benda yang mempunyai kekurangan dari segala segi, tidak memiliki sifat-sifat kesempurnaan dan tidak memiliki (kemampuan) berbuat apa pun, dibandingkan dengan Yang Mahasempurna di-pandang dari segala aspek, yang mempunyai setiap sifat kesempur-naan. Dia memiliki kesempurnaan dan keagungan yang puncak pada sifat-sifat tersebut. Dia mempunyai ilmu yang meliputi segala sesuatu, kekuasaan yang merata, rahmat yang luas (yang melingkupi seluruh sisi alam semesta), pujian, kemuliaan, kesombongan dan keagungan yang tidak ada satu makhluk pun yang berkutik untuk meliputi pada sebagian sifat-sifatNya itu. Karena itu, Dia berfirman, ﴾ إِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞۚ ﴿ "Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa," Dia-lah Allah, al-Ahad (Yang Mahasatu), al-Fard (Yang Mahatunggal) lagi tempat bergantung segala sesuatu, yang tidak beranak dan tiada diperanak-kan, dan tidak ada seorang pun yang setara denganNya. Orang-orang yang beriman dan mempunyai akal-akal sehat, kalbu-kalbu mereka memuliakan dan mengagungkan Allah, serta mencintai-Nya dengan kecintaan yang besar. Mereka mengarahkan bagiNya seluruh apa yang mereka bisa lakukan, berupa ibadah-ibadah bada-niyyah (fisik) dan maliyyah (dengan pengeluaran materi), amalan-amalan hati dan anggota tubuh lainnya, dan menyanjung Allah dengan nama-namaNya yang baik dan sifat-sifatNya yang suci. ﴾ فَٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ قُلُوبُهُم مُّنكِرَةٞ ﴿ "Maka orang-orang yang tidak ber-iman kepada Hari Akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah)," untuk perkara yang besar ini, yang tidak diingkari kecuali oleh makhluk ciptaan yang paling parah kebodohan dan pertentangannya, yaitu mengenai tauhidullah (keesaan Allah). ﴾ وَهُم مُّسۡتَكۡبِرُونَ ﴿ "Sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong," untuk beribadah kepada-Nya.

(23) ﴾ لَا جَرَمَ ﴿ "Tidak diragukan lagi," dengan seyakin-yakin-nya, pasti ﴾ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعۡلِنُونَۚ ﴿ "bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan.," berupa amalan-amalan yang buruk. ﴾ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡتَكۡبِرِينَ ﴿ "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong," bahkan Dia sangat membenci mereka dan akan memberi balasan kepada mereka dengan balasan yang serupa dengan tingkah-polah mereka. (Yaitu), ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِي سَيَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ 60 ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari me-nyembahKu akan masuk Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina." (Al-Mu`min: 60).

16:24–29Page 269

وَإِذَا قِيلَ لَهُم مَّاذَآ أَنزَلَ رَبُّكُمۡ قَالُوٓاْ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ٢٤

And when it is said to them, "What has your Lord sent down?" they say, "Legends of the former peoples,"

لِيَحۡمِلُوٓاْ أَوۡزَارَهُمۡ كَامِلَةٗ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَمِنۡ أَوۡزَارِ ٱلَّذِينَ يُضِلُّونَهُم بِغَيۡرِ عِلۡمٍۗ أَلَا سَآءَ مَا يَزِرُونَ ٢٥

That they may bear their own burdens [i.e., sins] in full on the Day of Resurrection and some of the burdens of those whom they misguide without [i.e., by lack of] knowledge. Unquestionably, evil is that which they bear.

قَدۡ مَكَرَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ فَأَتَى ٱللَّهُ بُنۡيَٰنَهُم مِّنَ ٱلۡقَوَاعِدِ فَخَرَّ عَلَيۡهِمُ ٱلسَّقۡفُ مِن فَوۡقِهِمۡ وَأَتَىٰهُمُ ٱلۡعَذَابُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَشۡعُرُونَ ٢٦

Those before them had already plotted, but Allāh came at [i.e., uprooted] their building from the foundations, so the roof fell upon them from above them,1 and the punishment came to them from where they did not perceive.

ثُمَّ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يُخۡزِيهِمۡ وَيَقُولُ أَيۡنَ شُرَكَآءِيَ ٱلَّذِينَ كُنتُمۡ تُشَٰٓقُّونَ فِيهِمۡۚ قَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ إِنَّ ٱلۡخِزۡيَ ٱلۡيَوۡمَ وَٱلسُّوٓءَ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ٢٧

Then on the Day of Resurrection He will disgrace them and say, "Where are My 'partners' for whom you used to oppose [the believers]?" Those who were given knowledge will say, "Indeed disgrace, this Day, and evil are upon the disbelievers" -

ٱلَّذِينَ تَتَوَفَّىٰهُمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ ظَالِمِيٓ أَنفُسِهِمۡۖ فَأَلۡقَوُاْ ٱلسَّلَمَ مَا كُنَّا نَعۡمَلُ مِن سُوٓءِۭۚ بَلَىٰٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمُۢ بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٢٨

The ones whom the angels take in death [while] wronging themselves,1 and [who] then offer submission, [saying], "We were not doing any evil." But, yes! Indeed, Allāh is Knowing of what you used to do.

فَٱدۡخُلُوٓاْ أَبۡوَٰبَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَاۖ فَلَبِئۡسَ مَثۡوَى ٱلۡمُتَكَبِّرِينَ ٢٩

So enter the gates of Hell to abide eternally therein, and how wretched is the residence of the arrogant.

"Dan apabila dikatakan terhadap mereka 'Apakah yang telah diturunkan Rabbmu?' Mereka menjawab, 'Dongeng-dongengan orang-orang dahulu.' (Ucapan mereka) menyebabkan mereka me-mikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada Hari Kiamat, dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu. Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan makar, maka Allah meng-hancurkan rumah-rumah mereka dari pondasinya, lalu atap (rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas, dan datanglah azab itu ke-pada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari. Kemudian Allah menghinakan mereka di Hari Kiamat, dan berfirman, 'Di manakah sekutu-sekutuKu itu (yang karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang Mukmin).' Berkatalah orang-orang yang telah diberi ilmu, 'Sesungguhnya ke-hinaan dan azab hari ini ditimpakan atas orang-orang yang kafir.' (Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zhalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); 'Kami sekali-kali tidak menger-jakan suatu kejahatan pun.' (Malaikat menjawab), 'Ada, sesung-guhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan.' Maka masukilah pintu-pintu Neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyom-bongkan diri itu." (An-Nahl: 24-29).

(24) Allah تعالى berfirman untuk mengabarkan tentang dahsyat-nya pendustaan kaum musyrikin terhadap ayat-ayat Allah, ﴾ وَإِذَا قِيلَ لَهُم مَّاذَآ أَنزَلَ رَبُّكُمۡ ﴿ "Dan apabila dikatakan terhadap mereka, 'Apakah yang telah diturunkan Rabbmu'." Maksudnya, bila mereka disodori per-tanyaan mengenai al-Qur`an dan wahyu yang merupakan anugerah terbesar yang dicurahkan oleh Allah kepada para hambaNya, "Apa-kah komentar kalian tentangnya? Apakah kalian akan mensyukuri karunia ini dan mengakuinya, ataukah mengingkari dan memerangi-nya?" Ternyata, jawaban mereka merupakan respon terburuk dan paling kasar. Mereka mengatakan, ﴾ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dongeng-dongeng-an orang-orang dahulu." Maksudnya, merupakan kebohongan yang direkayasa oleh Muhammad atas nama Allah. Tidaklah al-Qur`an itu melainkan hanya kumpulan kisah orang-orang terdahulu yang tersebar di kalangan orang-orang dari generasi ke generasi, sebagian kisahnya nyata dan dan sebagian lagi (hanya) dusta.

(25) Mereka melontarkan omongan ini dan membujuk para pengikut mereka untuk membenarkannya serta (nekat) memikul dosa-dosa orang-orang yang patuh kepada mereka sampai Hari Kiamat. Firman Allah, ﴾ وَمِنۡ أَوۡزَارِ ٱلَّذِينَ يُضِلُّونَهُم بِغَيۡرِ عِلۡمٍۗ ﴿ "Dan sebagian dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan)," yaitu sebagian dosa-dosa orang-orang yang meng-ikuti mereka (muqallidin), yang tidak berbekal ilmu apa pun kecuali hanya mengikuti ajakan mereka. Akibatnya, mereka harus memikul dosa ajakan yang mereka arahkan kepada muqallidin. Adapun orang-orang yang mengetahui persoalan ini, maka masing-masing bertang-gungjawab atas kesalahannya, lantaran dia telah mengetahui apa yang mereka ketahui. ﴾ أَلَا سَآءَ مَا يَزِرُونَ ﴿ "Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu," maksudnya betapa buruknya beban dosa yang memayahkan punggung-punggung mereka yang mesti mereka pikul, yang terdiri dari dosa-dosa mereka sendiri dan dosa-dosa dari orang-orang yang telah berhasil mereka sesatkan.

(26-27) ﴾ قَدۡ مَكَرَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan makar," terhadap para rasul mereka dan ingin mengecoh dengan berbagai rekayasa untuk me-nolak risalah yang dibawa oleh para rasul kepada mereka. Di an-tara bentuk makar mereka adalah, membangun istana-istana yang luar biasa besarnya ﴾ فَأَتَى ٱللَّهُ بُنۡيَٰنَهُم مِّنَ ٱلۡقَوَاعِدِ ﴿ "maka Allah menghancur-kan rumah-rumah mereka dari pondasinya," maksudnya, Allah men-datangkan hukuman bencana yang menerjang rumah-rumah itu dari dasar dan pondasinya, ﴾ فَخَرَّ عَلَيۡهِمُ ٱلسَّقۡفُ مِن فَوۡقِهِمۡ ﴿ "lalu atap (rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas," maka gedung yang mereka bangun berubah menjadi siksaan, mereka tersiksa karenanya, ﴾ وَأَتَىٰهُمُ ٱلۡعَذَابُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "dan datanglah azab itu kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari," demikian itu, lantaran mereka menyangka bahwa bangunan itu akan bermanfaat bagi mereka dan melindungi mereka dari azab. Akhirnya, siksaan (yang menimpa) mereka bersumber dari rumah yang mereka bangun dan mereka dirikan sendiri. Ini termasuk bentuk perumpamaan terbaik perihal Allah menggugurkan makar para musuhNya. Mereka telah memeras pikiran dan memperkirakan tentang risalah yang disampaikan oleh para rasul ketika mereka mendustakannya. Untuk menghadapi para rasul, mereka membuat asas-asas dan kaidah-kaidah yang batil, yang mereka jadikan rujukan untuk menolak risalah yang dibawa oleh para rasul. Mereka juga menerapkan siasat untuk me-nimpakan hal-hal buruk dan bahaya pada para rasul dan para peng-ikut mereka. Maka, usaha makar mereka ini justru berubah menjadi bencana bagi mereka, strategi yang mereka susun menjadi sumber kehancuran mereka. Hal ini karena usaha makar mereka sungguh tidak baik, dan tidaklah tindakan makar itu melainkan akan kembali menimpa pelakunya. Ini akibat buruk mereka di dunia, dan sung-guh siksaan akhirat lebih menghinakan lagi. Untuk itu, Allah ber-firman, ﴾ ثُمَّ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يُخۡزِيهِمۡ ﴿ "Kemudian Allah menghinakan mereka di Hari Kiamat," maksudnya mempermalukan mereka di hadapan seluruh makhluk dan menjelaskan kedustaan dan kebohongan mereka yang mengatas-namakan Allah. ﴾ وَيَقُولُ أَيۡنَ شُرَكَآءِيَ ٱلَّذِينَ كُنتُمۡ تُشَٰٓقُّونَ فِيهِمۡۚ ﴿ "Dan berfirman, 'Di manakah sekutu-sekutuKu itu (yang karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang Mukmin)'," maksudnya kalian memerangi dan memusuhi Allah dan golonganNya. Karena mereka (sekutu-sekutu itu), kalian mempunyai asumsi bahwa mereka merupakan sekutu-sekutu bagi Allah. Apabila Allah menanyakan hal ini kepada mereka, niscaya mereka tidak mempunyai jawaban selain pengakuan atas kesesatan dan permusuhan mereka. Mereka mengakui, ﴾ ضَلُّواْ عَنَّا وَشَهِدُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ أَنَّهُمۡ كَانُواْ كَٰفِرِينَ 37 ﴿ "Berhala-berhala itu semuanya telah lenyap dari kami, dan mereka mengakui terhadap diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir." (Al-A'raf: 37). ﴾ قَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ ﴿ "Berkatalah orang-orang yang telah diberi ilmu," yaitu para ulama rabbani, ﴾ إِنَّ ٱلۡخِزۡيَ ٱلۡيَوۡمَ ﴿ "Sesungguhnya kehinaan pada hari ini," yaitu Hari Kiamat, ﴾ وَٱلسُّوٓءَ ﴿ "dan keburukan," yaitu azab ﴾ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "ditimpakan atas orang-orang yang kafir." Dalam ayat ini termuat keterangan tentang keutamaan para ulama, dan bahwa mereka adalah para juru bicara yang menyampaikan kebenaran di dunia ini dan pada hari ketika para saksi hadir, dan ucapan mereka memiliki tempat di sisi Allah dan para makhluk.

(28) Berikutnya, dibeberkan kejadian-kejadian yang ditimpa-kan kepada mereka di saat kematian dan Hari Kiamat ﴾ ٱلَّذِينَ تَتَوَفَّىٰهُمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ ظَالِمِيٓ أَنفُسِهِمۡۖ ﴿ "(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zhalim kepada diri mereka sendiri," maksudnya orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam kondisi ter-sebut, adalah orang yang sarat dengan tindak kezhaliman dan ke-sesatan mereka. Dan sungguh, sudah dimaklumi bersama segala sesuatu yang mendera orang-orang yang berbuat aniaya pada momen itu, berupa aneka macam bentuk siksa, kehinaan, dan kenistaan. ﴾ فَأَلۡقَوُاْ ٱلسَّلَمَ ﴿ "lalu mereka menyerah diri," maksudnya mereka ber-pasrah diri dan mengingkari sesembahan yang dahulu mereka sembah selain Allah. Mereka berkata, ﴾ مَا كُنَّا نَعۡمَلُ مِن سُوٓءِۭۚ ﴿ "Kami sekali-kali tidak mengerjakan suatu kejahatan pun." Maka dikatakan kepada mereka ﴾ بَلَىٰٓۚ ﴿ "Ya, ada," kalian memang pernah berbuat kejelekan. Maka ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمُۢ بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan," pengingkaran kalian tidak berguna sama sekali. Dialog ini terjadi pada sebagian peristiwa di Hari Kiamat, mereka tidak mengakui apa yang mereka perbuat di dunia, dengan asumsi akan bermanfaat bagi mereka. Manakala anggota-anggota tubuh bersaksi buruk atas mereka, maka menjadi jelaslah fakta tindakan mereka terdahulu. Mereka (akhirnya) meng-amini dan mengakui(nya). Oleh karena itu, mereka tidak dimasuk-kan neraka sampai mengeluarkan pengakuan atas dosa-dosa mereka.

(29) Apabila mereka memasuki pintu-pintu Neraka Jahanam, maka setiap orang yang mengamalkan suatu amalan akan mema-suki pintunya yang sesuai dengan kondisinya. Maka, itu adalah sejelek-jelek, ﴾ مَثۡوَى ٱلۡمُتَكَبِّرِينَ ﴿ "tempat orang-orang yang menyombong-kan diri," yaitu Neraka Jahanam. Sesungguhnya ia merupakan tem-pat kesedihan dan penyesalan, hunian (yang sarat) kesengsaraan dan kepedihan, sumber kegelisahan dan kerisauan, pusat kemurka-an dari Dzat Yang Mahahidup kekal lagi terus mengurusi (makhluk-Nya). Siksaan tidak dikendorkan atas mereka, dan kepedihan hu-kumannya tidak pernah dihentikan bagi mereka. Rabb yang Maha Penyayang telah berpaling dari mereka, dan menimpakan siksaan berat pada mereka.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском