As-Sa'diAl‑Qamar · 54:1–40

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

القمر

Al-Qamar

The Moon · Meccan · 55 ayahs

54:1–5Page 528

ٱقۡتَرَبَتِ ٱلسَّاعَةُ وَٱنشَقَّ ٱلۡقَمَرُ ١

The Hour has come near, and the moon has split [in two].1

وَإِن يَرَوۡاْ ءَايَةٗ يُعۡرِضُواْ وَيَقُولُواْ سِحۡرٞ مُّسۡتَمِرّٞ ٢

And if they see a sign [i.e., miracle], they turn away and say, "Passing magic."1

وَكَذَّبُواْ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَهۡوَآءَهُمۡۚ وَكُلُّ أَمۡرٖ مُّسۡتَقِرّٞ ٣

And they denied and followed their inclinations. But for every matter is a [time of] settlement.

وَلَقَدۡ جَآءَهُم مِّنَ ٱلۡأَنۢبَآءِ مَا فِيهِ مُزۡدَجَرٌ ٤

And there has already come to them of information that in which there is deterrence.

حِكۡمَةُۢ بَٰلِغَةٞۖ فَمَا تُغۡنِ ٱلنُّذُرُ ٥

Extensive wisdom - but warning does not avail [them].

"Telah dekat (datangnya) saat itu dan bulan telah terbelah. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, '(Ini adalah) sihir yang terus menerus.' Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapan-nya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran), itulah suatu hikmat yang sempurna, maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka)." (Al-Qamar: 1-5).

Makkiyah

(1) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwa kiamat telah dekat. Tanda-tandanya telah muncul dan waktu kedatangannya telah tiba. Meski demikian, mereka, orang-orang yang mendustakan itu, tetap saja mendustakan kiamat dan tidak mempersiapkan diri menghadapi kedatangannya. Allah سبحانه وتعالى mengabarkan kepada mereka berbagai tanda-tanda kebesaran yang menunjukkan kiamat pasti terjadi, yang tidak dipercayai oleh manusia. Di antara tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang paling besar yang menunjukkan kebenaran risalah Muhammad bin Abdullah a adalah, ketika ia diminta oleh orang-orang yang mendustakannya untuk menunjukkan hal-hal luar biasa pada mereka yang menun-jukkan benarnya risalah yang dibawa beliau. Rasulullah a menunjuk ke arah rembulan kemudian atas izin Allah سبحانه وتعالى bulan itu terbelah menjadi dua bagian. Orang-orang musyrik dan lainnya menyaksi-kan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang terdapat di alam atas yang tidak bisa dibayangkan oleh manusia itu. Mereka pun menyaksi-kan sesuatu yang tidak ada tandingannya, lebih dari itu mereka pun tidak pernah mendengar kejadian tersebut pernah dialami oleh salah seorang rasul sebelumnya. Mereka pun terperanjat karena pe-ristiwa itu, namun tetap saja keimanan tidak masuk ke dalam hati mereka dan Allah سبحانه وتعالى tidak menghendaki kebaikan pada mereka. Mereka terperanjat karena kedustaan dan perbuatan melampaui batas mereka sendiri. Mereka mengatakan bahwa Muhammad me-nyihir mereka. Namun kebenaran tanda-tanda dari kejadian besar itu adalah kalian menanyakan orang-orang yang datang pada kalian, andai Muhammad bin Abdullah mampu menyihir kalian, tentu tidak mampu menyihir orang yang tidak menyaksikan peristiwa itu seperti halnya kalian. Mereka bertanya pada setiap kaum yang datang, mereka memberitahukan kejadian besar itu, mereka ber-kata, itu adalah ﴾ سِحۡرٞ مُّسۡتَمِرّٞ ﴿ "sihir yang terus menerus," Muhammad telah menyihir kami dan menyihir yang lainnya. Inilah kedustaan yang tidak akan disebarkan kecuali oleh manusia paling bodoh dan paling sesat dari petunjuk dan akal.

(2) Ini bukanlah satu-satunya pengingkaran mereka terha-dap tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى, semua tanda-tanda kebesaran yang datang pada mereka, mereka selalu siap untuk mendustakan dan menolaknya, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَإِن يَرَوۡاْ ءَايَةٗ يُعۡرِضُواْ ﴿ "Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (muk-jizat), mereka berpaling," tidak disebutkan dhamir yang kembali pada terbelahnya bulan, karena dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى tidak berfirman, "Jika mereka melihat terbelahnya bulan," namun, ﴾ وَإِن يَرَوۡاْ ءَايَةٗ يُعۡرِضُواْ ﴿ "Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling," karena niat mereka bukanlah untuk mengikuti kebenaran dan petunjuk tapi mengikuti hawa nafsu.

(3) Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَكَذَّبُواْ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَهۡوَآءَهُمۡۚ ﴿ "Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka," seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَإِن لَّمۡ يَسۡتَجِيبُواْ لَكَ فَٱعۡلَمۡ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهۡوَآءَهُمۡۚ ﴿ "Maka jika mereka tidak menerima (seruan)mu, maka ketahuilah sesungguhnya mereka hanya mengikuti hawa nafsu mereka." (Al-Qashash: 55). Sebab andai saja mereka berniat untuk mengikuti petunjuk, tentu mereka pasti beriman dan mengikuti Nabi Muhammad a, karena Allah سبحانه وتعالى memperlihatkan berbagai bukti nyata dan hujjah tegas melalui tangan beliau a yang menunjukkan seluruh tuntutan ilahiah dan maksud syariat. ﴾ وَكُلُّ أَمۡرٖ مُّسۡتَقِرّٞ ﴿ "Sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya," artinya, hingga kini masalah itu belum sampai pada ambang batasnya dan akan tetap berjalan hingga pada batas akhir. Orang-orang yang membenarkan akan berada di surga yang penuh kenikmatan dan ampunan serta ridha Allah سبحانه وتعالى,, sedangkan orang yang mendustakan akan jungkir balik berada dalam kemurkaan dan azab Allah سبحانه وتعالى kekal selama-lamanya.

(4) Allah سبحانه وتعالى berfirman, menjelaskan bahwa mereka itu tidak memiliki i'tikad baik dan niat untuk mengikuti petunjuk.﴾ وَلَقَدۡ جَآءَهُم مِّنَ ٱلۡأَنۢبَآءِ ﴿ "Dan sungguh telah datang kepada mereka beberapa kisah," yaitu berita-berita sebelumnya dan yang akan datang serta berbagai mukjizat nyata, ﴾ مَا فِيهِ مُزۡدَجَرٌ ﴿ "yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran)," artinya, sesuatu yang dapat mencegah mereka dari ke-sesatan.

(5) Itulah ﴾ حِكۡمَةُۢ ﴿ "suatu hikmah," dari Allah سبحانه وتعالى yang ﴾ بَٰلِغَةٞۖ ﴿ "sempurna," agar hujjah tegak untuk seluruh alam sehingga tidak seorang pun memiliki alasan kepada Allah سبحانه وتعالى setelah diutus-nya para rasul. ﴾ فَمَا تُغۡنِ ٱلنُّذُرُ ﴿ "Maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka)." Seperti yang disebut dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَلَوۡ جَآءَتۡهُمۡ كُلُّ ءَايَةٍ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ 97 ﴿ "Dan andai seluruh tanda-tanda kebesaran (Allah) datang pada mereka, tentu mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih." (Yunus: 97).

54:6–8Page 528

فَتَوَلَّ عَنۡهُمۡۘ يَوۡمَ يَدۡعُ ٱلدَّاعِ إِلَىٰ شَيۡءٖ نُّكُرٍ ٦

So leave them, [O Muḥammad]. The Day the Caller1 calls to something forbidding,

خُشَّعًا أَبۡصَٰرُهُمۡ يَخۡرُجُونَ مِنَ ٱلۡأَجۡدَاثِ كَأَنَّهُمۡ جَرَادٞ مُّنتَشِرٞ ٧

Their eyes humbled, they will emerge from the graves as if they were locusts spreading,

مُّهۡطِعِينَ إِلَى ٱلدَّاعِۖ يَقُولُ ٱلۡكَٰفِرُونَ هَٰذَا يَوۡمٌ عَسِرٞ ٨

Racing ahead toward the Caller. The disbelievers will say, "This is a difficult Day."

"Maka berpalinglah kamu dari mereka. (Ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (Hari Pembalasan), sambil menundukkan pandang-an-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan, mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, 'Ini adalah hari yang berat'." (Al-Qamar: 6-8).

(6) Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada RasulNya bahwa telah jelas tidak ada cara untuk memberi petunjuk kepada orang-orang yang mendustakan, sehingga tidak ada yang bisa dilakukan selain ber-paling dari mereka. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَتَوَلَّ عَنۡهُمۡۘ ﴿ "Maka berpaling-lah kamu dari mereka," dan tunggulah bersama mereka akan datang-nya hari yang besar dan huru hara yang dahsyat, yaitu ketika, ﴾ يَدۡعُ ٱلدَّاعِ ﴿ "seorang penyeru (malaikat) menyeru," yaitu malaikat Israfil عليه السلام, ﴾ إِلَىٰ شَيۡءٖ نُّكُرٍ ﴿ "kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (Hari Pembalasan)," yakni, kepada sesuatu yang mengerikan yang tidak disukai oleh manusia, engkau tidak akan melihat pemandangan yang lebih mengerikan dan menyakitkan selainnya. Israfil meniup sangkakala, dengan tiupan itu manusia yang berada di kubur bangkit untuk menuju tempat pemberhentian pada Hari Kiamat.

(7) ﴾ خُشَّعًا أَبۡصَٰرُهُمۡ ﴿ "Sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka," karena huru hara dan rasa takut yang sampai di hati me-reka, pandangan mereka menunduk dan merendah serta penuh khidmat, mereka ﴾ يَخۡرُجُونَ مِنَ ٱلۡأَجۡدَاثِ كَأَنَّهُمۡ ﴿ "keluar dari kuburan seakan-akan mereka," karena banyak dan ramainya, ﴾ جَرَادٞ مُّنتَشِرٞ ﴿ "belalang yang be-terbangan," beterbangan di bumi dengan jumlah yang begitu banyak.

(8) ﴾ مُّهۡطِعِينَ إِلَى ٱلدَّاعِۖ ﴿ "Mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu." Artinya, mereka bersegera menyambut panggilan malaikat Israfil yang menyeru tersebut. Ini menunjukkan bahwa penyeru itu menyeru mereka dan memerintahkan mereka untuk mendatangi tempat pemberhentian Kiamat. Mereka memenuhi panggilannya dan bergegas datang. ﴾ يَقُولُ ٱلۡكَٰفِرُونَ ﴿ "Orang-orang kafir berkata," yakni, orang-orang yang akan tiba siksaannya, ﴾ هَٰذَا يَوۡمٌ عَسِرٞ ﴿ "Ini adalah hari yang berat," seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى yang lain, ﴾ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ غَيۡرُ يَسِيرٖ 10 ﴿ "Atas orang-orang kafir tidak mudah," (Al-Muddatstsir: 10), keba-likannya, hari itu adalah mudah bagi orang-orang yang beriman.

54:9–17Page 529

۞ كَذَّبَتۡ قَبۡلَهُمۡ قَوۡمُ نُوحٖ فَكَذَّبُواْ عَبۡدَنَا وَقَالُواْ مَجۡنُونٞ وَٱزۡدُجِرَ ٩

The people of Noah denied before them, and they denied Our servant and said, "A madman," and he was repelled.

فَدَعَا رَبَّهُۥٓ أَنِّي مَغۡلُوبٞ فَٱنتَصِرۡ ١٠

So he invoked his Lord, "Indeed, I am overpowered, so help."

فَفَتَحۡنَآ أَبۡوَٰبَ ٱلسَّمَآءِ بِمَآءٖ مُّنۡهَمِرٖ ١١

Then We opened the gates of the heaven with rain pouring down

وَفَجَّرۡنَا ٱلۡأَرۡضَ عُيُونٗا فَٱلۡتَقَى ٱلۡمَآءُ عَلَىٰٓ أَمۡرٖ قَدۡ قُدِرَ ١٢

And caused the earth to burst with springs, and the waters met for a matter already predestined.

وَحَمَلۡنَٰهُ عَلَىٰ ذَاتِ أَلۡوَٰحٖ وَدُسُرٖ ١٣

And We carried him on a [construction of] planks and nails,

تَجۡرِي بِأَعۡيُنِنَا جَزَآءٗ لِّمَن كَانَ كُفِرَ ١٤

Sailing under Our observation as reward for he who had been denied.

وَلَقَد تَّرَكۡنَٰهَآ ءَايَةٗ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ١٥

And We left it as a sign, so is there any who will remember?

فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ١٦

And how [severe] were My punishment and warning.1

وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ١٧

And We have certainly made the Qur’ān easy for remembrance, so is there any who will remember?

"Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kaum Nuh, maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, 'Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman.' Maka dia mengadu kepada Rabbnya, 'Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku).' Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka ber-temulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetap-kan. Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku, yang berlayar dengan (pengawasan) Mata Kami sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh). Dan sungguh telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Maka bagaimana-kah siksaan dan ancamanKu. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?'" (Al-Qamar: 9-17).

(9) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi orang-orang yang mendustakan RasulNya dan sesungguhnya tanda-tanda kebesaran tidak berguna bagi mereka sama sekali, Allah سبحانه وتعالى kemudian me-ngancam dan menakutkan mereka dengan berbagai siksaan yang menimpa umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul dan bagaimanakah Allah سبحانه وتعالى membinasakan mereka serta menimpakan azab pada mereka? Allah سبحانه وتعالى menyebut kaum Nuh عليه السلام. Nabi Nuh عليه السلام adalah rasul pertama yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk kaum yang menyembah berhala, Nuh عليه السلام menyerukan mereka untuk meng-esakan Allah سبحانه وتعالى dan menyembahNya semata, yang tidak ada sekutu bagiNya. Mereka enggan meninggalkan kesyirikan dan berkata, ﴾ وَقَالُواْ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمۡ وَلَا تَذَرُنَّ وَدّٗا وَلَا سُوَاعٗا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسۡرٗا 23 ﴿ "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyem-bahan) wadd, dan jangan pula suwa,' yaghuts, ya'uq dan nasr." (Nuh: 23). Meski demikian, Nabi Nuh عليه السلام tetap menyeru kepada Allah سبحانه وتعالى siang dan malam, secara rahasia dan terang-terangan. Hal itu ternyata semakin membuat mereka membangkang, melampaui batas dan mencela nabi mereka. Karena itulah dalam surat ini Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَكَذَّبُواْ عَبۡدَنَا وَقَالُواْ مَجۡنُونٞ ﴿ "Maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, 'Dia seorang gila'," karena tuduhan mereka bahwa jalan kesyirikan dan kesesatan yang mereka dan nenek moyang mereka tempuh itu ditunjukkan oleh akal sedang-kan jalan yang ditempuh oleh Nuh عليه السلام adalah kebodohan, kese-satan dan hanya berasal dari orang-orang gila. Mereka dusta dalam tuduhan itu dan memutarbalikkan kebenaran-kebenaran kokoh, baik secara syariat maupun akal. Syariat yang dibawa Nuh عليه السلام adalah benar dan kokoh, yang menunjukkan orang-orang berakal dan lurus menuju petunjuk dan cahaya, sedangkan jalan yang mereka tempuh adalah kebodohan dan kesesatan yang nyata. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱزۡدُجِرَ ﴿ "Dan dia sudah pernah diberi an-caman," artinya diancam dan diperlakukan jahat oleh kaumnya karena seruannya kepada Allah سبحانه وتعالى, belum cukup bagi mereka, semoga Allah سبحانه وتعالى memburukkan mereka, untuk tidak beriman dan mendustakan Nuh عليه السلام saja, mereka bahkan menyakiti Nuh عليه السلام semampu mereka. Memang seperti itulah musuh-musuh para rasul terhadap rasul dan nabi mereka.

(10) Pada saat itu Nabi Nuh عليه السلام berdoa kepada Rabbnya, ﴾ أَنِّي مَغۡلُوبٞ فَٱنتَصِرۡ ﴿ "Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku)," sebab hanya sedikit yang beriman dari kaumnya, mereka tidak memiliki kemampuan untuk melawan kaum mereka, ﴾ فَٱنتَصِرۡ ﴿ "maka tolonglah (aku)," dari mereka. Dalam ayat lain Nuh عليه السلام berkata, ﴾ وَقَالَ نُوحٞ رَّبِّ لَا تَذَرۡ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ دَيَّارًا 26 ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi'." (Nuh: 26).

(11) Allah سبحانه وتعالى mengabulkan doanya dan memberinya perto-longan atas kaumnya seraya berfirman, ﴾ فَفَتَحۡنَآ أَبۡوَٰبَ ٱلسَّمَآءِ بِمَآءٖ مُّنۡهَمِرٖ ﴿ "Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercu-rah," yaitu sangat lebat dan terus-menerus.

(12) ﴾ وَفَجَّرۡنَا ٱلۡأَرۡضَ عُيُونٗا ﴿ "Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air," langit pun menurunkan hujan yang tidak seperti biasanya dan seluruh bagian bumi juga memancarkan air hingga tungku pun memancarkan air yang menurut lazimnya tidak ada airnya lebih-lebih memancarkan air sebab tungku adalah tempat perapian. ﴾ فَٱلۡتَقَى ٱلۡمَآءُ ﴿ "Maka bertemulah air-air itu," air dari langit dan air dari bumi, ﴾ عَلَىٰٓ أَمۡرٖ ﴿ "untuk satu urusan," dari Allah سبحانه وتعالى untuk sesuatu ﴾ قَدۡ قُدِرَ ﴿ "yang sungguh telah ditetapkan," yaitu telah ditulis Allah سبحانه وتعالى sejak zaman azali serta ditakdirkan sebagai hukuman untuk mereka yang zhalim dan melampaui batas.

(13) ﴾ وَحَمَلۡنَٰهُ عَلَىٰ ذَاتِ أَلۡوَٰحٖ وَدُسُرٖ ﴿ "Dan Kami angkut Nuh ke atas (bah-tera) yang terbuat dari papan dan paku," artinya, dan Kami selamatkan hamba Kami, Nuh عليه السلام,, di atas perahu yang memiliki papan dan paku, paku yang dipakai untuk memaku papan dan merekatkannya.

(14) ﴾ تَجۡرِي بِأَعۡيُنِنَا ﴿ "Yang berlayar dengan (pengawasan) Mata Kami," yakni berlayar membawa Nuh عليه السلام dan orang-orang yang beriman bersama beliau serta berbagai jenis hewan yang dibawa dengan pengawasan dan penjagaan dari Allah سبحانه وتعالى agar tidak teng-gelam, serta berada di bawah pengawasan malaikat-malaikat yang ditugaskan oleh Allah سبحانه وتعالى dan Allah سبحانه وتعالى adalah sebaik-baik penjaga dan yang menangani. ﴾ جَزَآءٗ لِّمَن كَانَ كُفِرَ ﴿ "Sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh)," artinya, Kami perlakukan Nuh عليه السلام seperti yang Kami lakukan terhadap orang-orang yang selamat dari air bah sebagai balasan baginya karena didustakan dan diingkari oleh kaumnya. Nabi Nuh عليه السلام bersabar dalam menyeru mereka dan tetap berjalan di atas perintah Allah سبحانه وتعالى sehingga tidak ada yang bisa menentang dan menghalanginya dari jalan dakwah, sebagaimana yang difir-mankan Allah سبحانه وتعالى dalam ayat lain, ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ 48 ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu.' Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." (Hud: 48). Kemungkinan maksud ayat ini adalah Kami membinasakan kaum Nabi Nuh عليه السلام dan Kami timpakan azab dan penghinaan kepada mereka sebagai balasan atas kekufuran dan pembangkangan mereka. Penjelasan ini sejalan bacaan orang yang memfathah k a f ﴾ لِّمَن كَانَ ك َ ف َ ر َ ﴿.

(15) ﴾ وَلَقَد تَّرَكۡنَٰهَآ ءَايَةٗ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Artinya, Kami jadikan kisah Nabi Nuh عليه السلام dan kaum-nya sebagai tanda-tanda kebesaran yang bisa dijadikan pelajaran. Siapa saja yang durhaka serta menentang para rasul pasti akan dibinasakan oleh Allah سبحانه وتعالى dengan siksaan yang keras. Atau kata ganti dalam ayat ini kembali pada perahu dan sejenisnya. Asal mula pembuatannya adalah pengajaran dari Allah سبحانه وتعالى untuk Rasul-Nya Nuh عليه السلام, kemudian Allah سبحانه وتعالى mengabadikan perahu itu tetap ada di antara manusia, agar hal itu menunjukkan rahmat dan per-tolonganNya terhadap makhlukNya serta sempurnanya Kuasa Allah سبحانه وتعالى dan indahnya ciptaanNya. ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Artinya adakah orang yang mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى dengan menggunakan akal dan pikirannya ketika tanda-tanda kebesaran itu datang padanya di mana tanda-tanda kebesaran itu berada di atas puncak kejelasan dan kemu-dahan?

(16) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Maka betapakah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu?" Artinya, bagaimanakah engkau wahai orang yang menjadi alamat pesan ini melihat azab Allah سبحانه وتعالى yang pedih dan ancamanNya yang tidak memberikan alasan pada seorang pun?

(17) ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang meng-ambil pelajaran?" Artinya, Kami memudahkan kata-kata al-Qur`an untuk dihafal dan dijelaskan untuk dipahami dan diketahui, karena al-Qur`an adalah kata-kata terbaik, maknanya paling benar dan penjelasannya paling gamblang. Siapa saja yang mempelajarinya, maka akan diberi kemudahan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mencapai mak-sudnya secara amat mudah. Al-Qur`an adalah peringatan menye-luruh untuk semua hal yang perlu diingat oleh seluruh alam, berupa halal, haram, berbagai hukum, perintah, larangan, hukum balasan, nasihat, pelajaran, akidah yang bermanfaat dan berita-berita benar, serta paling luhur secara mutlak. Al-Qur`an adalah ilmu yang ber-manfaat yang jika dicari oleh seseorang, akan diberi pertolongan. Sebagian ulama as-Salaf mengatakan tentang ayat ini, "Tidaklah orang menuntut ilmu, melainkan pasti ditolong." Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyeru hamba-hambaNya untuk mengarah padaNya dan mengingat FirmanNya, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Maka adakah yang mau meng-ambil pelajaran?"

54:18–22Page 529

كَذَّبَتۡ عَادٞ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ١٨

ʿAad denied; and how [severe] were My punishment and warning.

إِنَّآ أَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ رِيحٗا صَرۡصَرٗا فِي يَوۡمِ نَحۡسٖ مُّسۡتَمِرّٖ ١٩

Indeed, We sent upon them a screaming wind on a day of continuous misfortune,

تَنزِعُ ٱلنَّاسَ كَأَنَّهُمۡ أَعۡجَازُ نَخۡلٖ مُّنقَعِرٖ ٢٠

Extracting the people1 as if they were trunks of palm trees uprooted.

فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ٢١

And how [severe] were My punishment and warning.

وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ٢٢

And We have certainly made the Qur’ān easy for remembrance, so is there any who will remember?

"Kaum 'Ad pun telah mendustakan (pula). Maka alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu. Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus-menerus, yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka batang pokok kurma yang tumbang. Maka betapakah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 18-22).

(18-19) 'Ad adalah kabilah terkenal di Yaman, Allah سبحانه وتعالى mengutus Nabi Hud عليه السلام kepada mereka yang menyerukan mereka untuk mengesakan dan menyembah Allah سبحانه وتعالى, mereka mendusta-kannya, kemudian Allah سبحانه وتعالى mengutus ﴾ رِيحٗا صَرۡصَرٗا ﴿ "angin yang sangat kencang," yaitu sangat kuat, ﴾ فِي يَوۡمِ نَحۡسٖ ﴿ "pada hari nahas," yakni ke-rasnya siksaan dan penderitaan begitu dahsyat menimpa mereka ﴾ مُّسۡتَمِرّٖ ﴿ "yang terus-menerus," selama tujuh malam delapan hari berturut-turut.

(20) ﴾ تَنزِعُ ٱلنَّاسَ ﴿ "Yang menggelimpangkan manusia," karena terlalu kerasnya hingga terpelanting ke atas dan terhempas ke tanah dan membinasakan mereka sehingga mereka menjadi ﴾ كَأَنَّهُمۡ أَعۡجَازُ نَخۡلٖ مُّنقَعِرٖ ﴿ "seakan-akan mereka pokok kurma yang tumbang," artinya, bang-kai mereka setelah binasa seperti pangkal kurma yang tumbang yang tercabut oleh angin kencang dan jatuh ke tanah. Alangkah hinanya makhluk jika mendurhakai perintah Allah سبحانه وتعالى.

(21) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Maka betapakah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu." Demi Allah سبحانه وتعالى, siksaNya amat pedih dan ancamanNya tidak membiarkan seorang pun memiliki alasan.

(22) ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mu-dahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" Allah سبحانه وتعالى mengulang-ulangnya sebagai rahmat bagi para hambaNya yang menyeru mereka menuju kebaikan dunia dan akhirat.

54:23–32Page 529

كَذَّبَتۡ ثَمُودُ بِٱلنُّذُرِ ٢٣

Thamūd denied the warning.

فَقَالُوٓاْ أَبَشَرٗا مِّنَّا وَٰحِدٗا نَّتَّبِعُهُۥٓ إِنَّآ إِذٗا لَّفِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٍ ٢٤

And said, "Is it one human being1 among us that we should follow? Indeed, we would then be in error and madness.

أَءُلۡقِيَ ٱلذِّكۡرُ عَلَيۡهِ مِنۢ بَيۡنِنَا بَلۡ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٞ ٢٥

Has the message been sent down upon him from among us? Rather, he is an insolent liar."

سَيَعۡلَمُونَ غَدٗا مَّنِ ٱلۡكَذَّابُ ٱلۡأَشِرُ ٢٦

They will know tomorrow who is the insolent liar.

إِنَّا مُرۡسِلُواْ ٱلنَّاقَةِ فِتۡنَةٗ لَّهُمۡ فَٱرۡتَقِبۡهُمۡ وَٱصۡطَبِرۡ ٢٧

Indeed, We are sending the she-camel as trial for them, so watch them and be patient.1

وَنَبِّئۡهُمۡ أَنَّ ٱلۡمَآءَ قِسۡمَةُۢ بَيۡنَهُمۡۖ كُلُّ شِرۡبٖ مُّحۡتَضَرٞ ٢٨

And inform them that the water is shared between them,1 each [day of] drink attended [by turn].

فَنَادَوۡاْ صَاحِبَهُمۡ فَتَعَاطَىٰ فَعَقَرَ ٢٩

But they called their companion,1 and he dared2 and hamstrung [her].

فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ٣٠

And how [severe] were My punishment and warning.

إِنَّآ أَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ صَيۡحَةٗ وَٰحِدَةٗ فَكَانُواْ كَهَشِيمِ ٱلۡمُحۡتَظِرِ ٣١

Indeed, We sent upon them one shriek [i.e., blast from the sky], and they became like the dry twig fragments of an [animal] pen.

وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ٣٢

And We have certainly made the Qur’ān easy for remembrance, so is there any who will remember?

"Kaum Tsamud pun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu). Maka mereka berkata, 'Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila. Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong.' Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong. Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina se-bagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguh-nya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu), tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran). Maka me-reka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya. Alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu. Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rum-put-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 23-32).

(23) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud pun telah mendustakan." Mereka adalah kabilah terkenal yang berada di dataran al-Hijr, nabi mereka bernama Shaleh عليه السلام. Mereka mendustakan beliau ketika menyeru mereka untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya, dan Nabi Shaleh عليه السلام menyampaikan ancaman dengan siksaan jika mereka membangkang.

(24) Mereka mendustakannya dan bersikap tinggi hati ter-hadap beliau dengan berkata seraya menyombongkan diri dan sesat, ﴾ أَبَشَرٗا مِّنَّا وَٰحِدٗا نَّتَّبِعُهُۥٓ ﴿ "Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita?" Artinya, bagaimana kita bisa meng-ikuti seorang manusia dan bukan malaikat, seorang manusia dari kalangan kita sendiri, bukan dari kalangan orang lain yang paling banyak memiliki karunia di antara sesama, sudah demikian dia juga hanya satu orang saja, ﴾ إِنَّآ إِذٗا ﴿ "Sesungguhnya kalau kita begitu," artinya, jika kita mengikutinya dalam kondisi seperti ini,﴾ لَّفِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٍ ﴿ "benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila." Artinya, tentu kami adalah orang-orang sesat dan sengsara. Ucapan mereka ini dikarenakan kesesatan dan kesengsaraan mereka, mereka enggan mengikuti rasul dari kalangan manusia, namun mereka tidak enggan menjadi pemuja pohon, batu, dan lukisan-lukisan.

(25-26) ﴾ أَءُلۡقِيَ ٱلذِّكۡرُ عَلَيۡهِ مِنۢ بَيۡنِنَا ﴿ "Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita?" Artinya, bagaimana bisa Allah سبحانه وتعالى meng-khususkan dia di antara kita semua dengan diberi peringatan (wahyu)? Apa keistimewaan dia sehingga diberi kekhususan di antara kita sekalian? Ini merupakan bantahan dari orang-orang yang mendustakan Allah سبحانه وتعالى, mereka senantiasa menjadikan per-kataan seperti itu untuk membantah seruan para rasul. Allah سبحانه وتعالى menanggapi syubhat tersebut melalui perkataan para rasul terhadap kaumnya, ﴾ قَالَتۡ لَهُمۡ رُسُلُهُمۡ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ وَمَا كَانَ لَنَآ أَن نَّأۡتِيَكُم بِسُلۡطَٰنٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ 11 ﴿ "Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, 'Kami tidak lain hanya-lah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang yang Mukmin bertawakal'." (Ibrahim: 11). Para rasul dikaruniai Allah سبحانه وتعالى sifat-sifat dan akhlak yang sem-purna, dengan sifat dan akhlak itu mereka layak menerima risalah Rabb mereka serta mendapatkan wahyu secara khusus. Di antara rahmat dan hikmah Allah سبحانه وتعالى adalah mengutus rasul dari kalangan manusia, andai para rasul berasal dari golongan malaikat, tentu manusia tidak bisa bertemu dengan mereka. Dan seandainya meng-utus para rasul dari kalangan malaikat, tentu Allah akan segera menimpakan azab bagi orang-orang yang mendustakan. Maksud dari perkataan kaum Tsamud kepada nabi mereka, Shaleh عليه السلام adalah sebagai pendustaan, karena itulah mereka diberi hukum seperti itu. Mereka berkata, ﴾ بَلۡ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٞ ﴿ "Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong." Artinya, orang yang banyak berdusta dan sombong. Semoga Allah سبحانه وتعالى memperburuk mereka; alangkah bodohnya pemikiran mereka dan alangkah zhalimnya mereka karena menanggapi orang-orang yang benar dan memberi nasihat dengan perkataan buruk.

(27) Tidak ada salahnya jika mereka disiksa oleh Allah سبحانه وتعالى ketika tindakan mereka yang melampaui batas itu semakin menjadi-jadi. Maka Allah سبحانه وتعالى mengirimkan unta yang merupakan binatang ternak terbesar kepada mereka sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah سبحانه وتعالى dan sebagai nikmat untuk mereka, di mana mereka meme-ras susu yang mencukupi mereka semua, ﴾ فِتۡنَةٗ لَّهُمۡ ﴿ "sebagai cobaan bagi mereka." Artinya, sebagai ujian dari Allah سبحانه وتعالى untuk mereka, ﴾ فَٱرۡتَقِبۡهُمۡ وَٱصۡطَبِرۡ ﴿ "maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah," artinya, bersabarlah dalam menyeru mereka dan tunggulah apa yang akan menimpa mereka, atau tunggulah apakah mereka mau beriman atau tetap kufur?

(28) ﴾ وَنَبِّئۡهُمۡ أَنَّ ٱلۡمَآءَ قِسۡمَةُۢ بَيۡنَهُمۡۖ ﴿ "Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu)." Artinya, beritahukanlah kepada mereka bahwa sumber air tempat mereka mendapatkan air adalah milik bersama di antara mereka dan unta betina itu, unta memiliki jatah minum pada hari tertentu dan mereka juga memiliki jatah minum di hari yang berbeda.﴾ كُلُّ شِرۡبٖ مُّحۡتَضَرٞ ﴿ "Tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran)," artinya, didatangi oleh orang yang memiliki gilirannya dan bagi yang bukan gilirannya tidak dibolehkan.

(29) ﴾ فَنَادَوۡاْ صَاحِبَهُمۡ ﴿ "Maka mereka memanggil kawannya," yang menyembelih unta itu, dia adalah orang yang paling celaka di ka-bilah itu, ﴾ فَتَعَاطَىٰ ﴿ "lalu kawannya menangkap (unta itu)," ia mematuhi perintah kawan-kawannya untuk menyembelih unta, ﴾ فَعَقَرَ ﴿ "dan membunuhnya."

(30-31) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu," siksaan itu benar-benar siksaan yang paling dahsyat. Allah سبحانه وتعالى mengirimkan guntur keras dan goncangan yang membinasakan mereka seluruhnya dan Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan Nabi Shaleh عليه السلام dan orang-orang yang beriman bersama beliau. ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"

54:33–40Page 530

كَذَّبَتۡ قَوۡمُ لُوطِۭ بِٱلنُّذُرِ ٣٣

The people of Lot denied the warning.

إِنَّآ أَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ حَاصِبًا إِلَّآ ءَالَ لُوطٖۖ نَّجَّيۡنَٰهُم بِسَحَرٖ ٣٤

Indeed, We sent upon them a storm of stones, except the family of Lot - We saved them before dawn.

نِّعۡمَةٗ مِّنۡ عِندِنَاۚ كَذَٰلِكَ نَجۡزِي مَن شَكَرَ ٣٥

As favor from Us. Thus do We reward he who is grateful.

وَلَقَدۡ أَنذَرَهُم بَطۡشَتَنَا فَتَمَارَوۡاْ بِٱلنُّذُرِ ٣٦

And he had already warned them of Our assault, but they disputed the warning.

وَلَقَدۡ رَٰوَدُوهُ عَن ضَيۡفِهِۦ فَطَمَسۡنَآ أَعۡيُنَهُمۡ فَذُوقُواْ عَذَابِي وَنُذُرِ ٣٧

And they had demanded from him his guests, but We obliterated their eyes, [saying], "Taste My punishment and warning."

وَلَقَدۡ صَبَّحَهُم بُكۡرَةً عَذَابٞ مُّسۡتَقِرّٞ ٣٨

And there came upon them by morning an abiding punishment.

فَذُوقُواْ عَذَابِي وَنُذُرِ ٣٩

So taste My punishment and warning.

وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ٤٠

And We have certainly made the Qur’ān easy for remembrance, so is there any who will remember?

"Kaum Luth pun telah mendustakan ancaman-ancaman (Na-binya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan di waktu sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami mem-beri balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguh-nya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu. Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab dan ancaman-ancamanKu. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal. Maka rasa-kanlah azab dan ancaman-ancamanKu. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 33-40).

(33-40) ﴾ كَذَّبَتۡ قَوۡمُ لُوطِۭ ﴿ "Kaum Luth pun telah mendustakan," Luth عليه السلام, ketika menyeru mereka untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya, ketika Luth عليه السلام melarang mereka melakukan kesyirikan dan kekejian yang belum pernah dilakukan seorang pun dari seluruh alam, mereka mendustakan Nabi Luth عليه السلام dan tetap berada dalam kesyirikan dan perbuatan keji hingga para malaikat yang datang menemui Luth عليه السلام dalam wujud tamu pun ketika berita itu terdengar oleh kaumnya, mereka segera men-datangi dan ingin melakukan kekejian terhadap mereka, semoga Allah سبحانه وتعالى melaknat dan memperburuk mereka, dan Nabi Luth عليه السلام pun menyembunyikan tamu-tamunya dari kaumnya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى memerintahkan Jibril عليه السلام, kemudian Jibril عليه السلام mencolok mata mereka dengan sayapnya dan Luth عليه السلام juga mengancam mereka akan hantaman dan siksaan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ فَتَمَارَوۡاْ بِٱلنُّذُرِ ﴿ "Maka mereka membantah ancaman-ancaman."﴾ وَلَقَدۡ صَبَّحَهُم بُكۡرَةً عَذَابٞ مُّسۡتَقِرّٞ ﴿ "Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka)," Allah سبحانه وتعالى membalik tanah mereka, yang atas dijadikan bawah dan mereka dihujani batu yang berasal dari neraka yang menyala-nyala yang diberi tanda dari sisi Rabbmu bagi orang-orang yang melampaui batas. Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan Nabi Luth عليه السلام dan keluarganya dari siksaan besar sebagai balasan bagi mereka dan rasa syukur mereka terhadap Rabb mereka serta ibadah mereka kepada Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском