As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
النمل
An-Naml
The Ant · Meccan · 93 ayahs
27:1–6Page 377
طسٓۚ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡقُرۡءَانِ وَكِتَابٖ مُّبِينٍ ١
Ṭā, Seen.1 These are the verses of the Qur’ān [i.e., recitation] and a clear Book
هُدٗى وَبُشۡرَىٰ لِلۡمُؤۡمِنِينَ ٢
As guidance and good tidings for the believers
ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُم بِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ ٣
Who establish prayer and give zakāh, and of the Hereafter they are certain [in faith].
إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ زَيَّنَّا لَهُمۡ أَعۡمَٰلَهُمۡ فَهُمۡ يَعۡمَهُونَ ٤
Indeed, for those who do not believe in the Hereafter, We have made pleasing to them their deeds, so they wander blindly.
أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَهُمۡ سُوٓءُ ٱلۡعَذَابِ وَهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ هُمُ ٱلۡأَخۡسَرُونَ ٥
Those are the ones for whom there will be the worst of punishment, and in the Hereafter they are the greatest losers.
وَإِنَّكَ لَتُلَقَّى ٱلۡقُرۡءَانَ مِن لَّدُنۡ حَكِيمٍ عَلِيمٍ ٦
And indeed, [O Muḥammad], you receive the Qur’ān from one Wise and Knowing.
"Tha Sin. Ini adalah ayat-ayat al-Qur`an, dan (ayat-ayat) Kitab yang menjelaskan, untuk menjadi petunjuk dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat. Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang (dalam kesesatan). Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang buruk (di dunia) dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi. Dan sesungguhnya kamu telah diberi al-Qur`an dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana lagi Maha Me-ngetahui." (An-Naml: 1-6).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1) Allah سبحانه وتعالى mengingatkan hamba-hambaNya akan keagung-an al-Qur`an, dan Dia mengisyaratkan kepada al-Qur`an dengan suatu isyarat yang bermakna "ta'zhim" (pengagungan), seraya ber-firman, ﴾ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡقُرۡءَانِ وَكِتَابٖ مُّبِينٍ ﴿ "Ini adalah ayat-ayat al-Qur`an, dan (ayat-ayat) Kitab yang menjelaskan." Maksudnya, ia adalah ayat-ayat yang tertinggi, penjelasan-penjelasan yang terkuat dan keterangan-keterangan yang terjelas dan paling nyata tentang harapan-harapan yang paling tinggi, tujuan-tujuan yang paling utama, amal-amal yang terbaik, dan akhlak yang terluhur. Ayat-ayat yang menunjukkan kepada berita-berita yang benar, perintah-perintah yang baik dan larangan dari segala perbuatan jelek dan akhlak (moral) yang tercela. Ayat-ayat yang sampai pada kejelasan dan keterangannya bagi mata hati yang bercahaya sejelas matahari bagi pandangan mata; ayat-ayat yang menunjukkan kepada iman dan mengajak untuk sampai kepada keyakinan, dan ia menginformasikan tentang perkara-perkara ghaib yang telah berlalu dan yang akan datang (sebagaimana) telah terjadi dan akan terjadi; ayat-ayat yang mengajak untuk mengenal Rabb yang Mahaagung dengan nama-namaNya yang sangat baik dan sifat-sifatNya yang tinggi dan perbuatan-perbuatanNya yang sempurna; ayat-ayat yang mengenalkan kepada kita Rasul-rasulNya, para waliNya dan sifat-sifat mereka hingga seakan-akan kita melihat mereka dengan pandangan mata kita.
(2) Akan tetapi, bersama (semua) ini kebanyakan manusia tidak mengambil pelajaran darinya, dan seluruh orang yang me-nentang tidak berpedoman kepada ayat-ayat tersebut, sebagai penjagaan terhadapnya dari orang-orang yang tidak mengandung kebaikan, dan tidak pula keshalihan ataupun kesucian di dalam hatinya. Sesungguhnya yang mau berpedoman kepadanya hanya-lah orang yang telah diistimewakan dengan iman, sehingga dengan-nya hati mereka menjadi bercahaya dan nurani mereka menjadi bersih. Maka dari itu, Dia berfirman, ﴾ هُدٗى وَبُشۡرَىٰ لِلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Sebagai pe-tunjuk dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman," maksudnya, membimbing mereka untuk menelusuri jalan yang lurus, menjelas-kan kepada mereka apa-apa yang semestinya harus mereka lakukan atau yang harus mereka tinggalkan, dan memberikan berita gembira kepada mereka akan pahala dari Allah sebagai akibat atas tindakan (menelusuri) jalan yang lurus tersebut.
(3) Barangkali ada yang mengatakan: Sudah banyak sekali orang yang mengklaim beriman. Apakah diterima dari setiap orang yang mengklaim bahwa dirinya adalah seorang Mukmin? Atau harus ada bukti yang benar? Maka dari itu, Allah سبحانه وتعالى menjelaskan sifat (ciri) orang-orang beriman, seraya berfirman, ﴾ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ ﴿ "(Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat," yang wajib dan yang sunnah. Mereka melakukannya sesuai dengan aturan-aturannya yang nampak, berupa rukun-rukun, syarat-syarat, kewajiban-ke-wajiban bahkan sunnah-sunnahnya, dan lengkap dengan amalnya yang batin, yaitu khusyu' yang merupakan jiwa dan substansinya, yaitu dengan merasakan kedekatan Allah dan menghayati apa yang dibaca dan dilakukan oleh orang yang shalat. ﴾ وَيُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ ﴿ "Dan menunaikan zakat," yang wajib kepada yang berhak menerimanya, ﴾ وَهُم بِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ ﴿ "dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat." Mak-sudnya, Keimanan mereka telah mencapai pada tingkat yakin, yaitu ilmu yang sempurna yang sampai ke dalam hati, lagi mendorong untuk beramal. Keyakinan mereka kepada akhirat mengharuskan keseriusan usaha mereka untuk menghadapinya dan mewaspadai segala hal yang bisa menjadi sebab siksaan dan hukuman. Ini ada-lah dasar segala kebaikan.
(4) ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat," dan mereka (malah) mendustakannya serta mendustakan orang yang datang dengan meyakinkannya, ﴾ زَيَّنَّا لَهُمۡ أَعۡمَٰلَهُمۡ فَهُمۡ يَعۡمَهُونَ ﴿ "Kami jadikan mereka memandang indah per-buatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang," dengan penuh rasa bimbang, bingung dan lebih mengutamakan murka Allah daripada keridhaanNya. Kenyataan-kenyataan telah terbalik bagi mereka, sehingga mereka melihat yang batil itu sebagai kebenaran, dan yang benar sebagai kebatilan.
(5) ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَهُمۡ سُوٓءُ ٱلۡعَذَابِ ﴿ "Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang buruk." Maksudnya, azab yang paling dahsyat, paling buruk dan paling besar. ﴾ وَهُمۡ ﴿ "Dan mereka," di akhirat,﴾ هُمُ ٱلۡأَخۡسَرُونَ ﴿ "adalah orang-orang yang paling merugi." Kerugian dipusat-kan kepada mereka disebabkan mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya di Hari Kiamat kelak. Dan mereka telah merugi pada iman yang telah diserukan oleh para rasul kepada mereka.
(6) ﴾ وَإِنَّكَ لَتُلَقَّى ٱلۡقُرۡءَانَ مِن لَّدُنۡ حَكِيمٍ [عَلِيمٍ]﴿ "Dan sesungguhnya kamu telah diberi al-Qur`an dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui." Maksudnya, sesungguhnya al-Qur`an yang turun kepadamu dan yang engkau terima ini adalah turun dari sisi Dzat Yang Mahabijaksana, yang meletakkan segala sesuatu tepat pada tempatnya, dan menurunkannya pada kedudukan-kedudukan-nya, ﴾ خَبِيرٍ ﴿ "Yang Maha Mengetahui" segala rahasia keadaan, yang tersembunyi dan yang tampak. Apabila ia berasal dari Yang Maha-bijaksana lagi Maha Mengetahui, maka sudah dapat dipastikan bahwasanya al-Qur`an itu semuanya adalah suatu hikmah dan kemaslahatan bagi manusia, siapakah yang lebih mengetahui akan kemaslahatan mereka daripada mereka sendiri?
27:7–14Page 377
إِذۡ قَالَ مُوسَىٰ لِأَهۡلِهِۦٓ إِنِّيٓ ءَانَسۡتُ نَارٗا سَـَٔاتِيكُم مِّنۡهَا بِخَبَرٍ أَوۡ ءَاتِيكُم بِشِهَابٖ قَبَسٖ لَّعَلَّكُمۡ تَصۡطَلُونَ ٧
[Mention] when Moses said to his family, "Indeed, I have perceived a fire. I will bring you from there information or will bring you a burning torch that you may warm yourselves."
فَلَمَّا جَآءَهَا نُودِيَ أَنۢ بُورِكَ مَن فِي ٱلنَّارِ وَمَنۡ حَوۡلَهَا وَسُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٨
But when he came to it, he was called, "Blessed is whoever is at the fire and whoever is around it. And exalted is Allāh, Lord of the worlds.
يَٰمُوسَىٰٓ إِنَّهُۥٓ أَنَا ٱللَّهُ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ٩
O Moses, indeed it is I - Allāh, the Exalted in Might, the Wise."
وَأَلۡقِ عَصَاكَۚ فَلَمَّا رَءَاهَا تَهۡتَزُّ كَأَنَّهَا جَآنّٞ وَلَّىٰ مُدۡبِرٗا وَلَمۡ يُعَقِّبۡۚ يَٰمُوسَىٰ لَا تَخَفۡ إِنِّي لَا يَخَافُ لَدَيَّ ٱلۡمُرۡسَلُونَ ١٠
And [he was told], "Throw down your staff." But when he saw it writhing as if it were a snake, he turned in flight and did not return.1 [Allāh said], "O Moses, fear not. Indeed, in My presence the messengers do not fear.
إِلَّا مَن ظَلَمَ ثُمَّ بَدَّلَ حُسۡنَۢا بَعۡدَ سُوٓءٖ فَإِنِّي غَفُورٞ رَّحِيمٞ ١١
Otherwise, he who wrongs, then substitutes good after evil - indeed, I am Forgiving and Merciful.
وَأَدۡخِلۡ يَدَكَ فِي جَيۡبِكَ تَخۡرُجۡ بَيۡضَآءَ مِنۡ غَيۡرِ سُوٓءٖۖ فِي تِسۡعِ ءَايَٰتٍ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ وَقَوۡمِهِۦٓۚ إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَوۡمٗا فَٰسِقِينَ ١٢
And put your hand into the opening of your garment [at the breast]; it will come out white without disease. [These are] among the nine signs [you will take] to Pharaoh and his people. Indeed, they have been a people defiantly disobedient."
فَلَمَّا جَآءَتۡهُمۡ ءَايَٰتُنَا مُبۡصِرَةٗ قَالُواْ هَٰذَا سِحۡرٞ مُّبِينٞ ١٣
But when there came to them Our visible signs, they said, "This is obvious magic."
وَجَحَدُواْ بِهَا وَٱسۡتَيۡقَنَتۡهَآ أَنفُسُهُمۡ ظُلۡمٗا وَعُلُوّٗاۚ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ١٤
And they rejected them, while their [inner] selves were convinced thereof, out of injustice and haughtiness. So see how was the end of the corrupters.
"(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya, 'Se-sungguhnya aku melihat api. Aku kelak akan membawa kepadamu kabar darinya, atau aku membawa kepadamu suluh api supaya kamu dapat berdiang.' Maka tatkala dia tiba di (tempat) api itu, diserulah dia, 'Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan Mahasuci Allah, Tuhan semesta Alam.' Allah berfirman, 'Hai Musa, sesungguhnya Akulah Allah, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijak-sana, dan lemparkanlah tongkatmu.' Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seakan-akan ia seekor ular yang gesit, larilah dia berbalik ke belakang tanpa menoleh. 'Hai Musa, janganlah kamu takut. Sesungguhnya Aku, tidaklah orang yang dijadikan rasul takut di hadapanKu. Tetapi orang yang berlaku lalim, kemudian ditukarnya kezhalimannya dengan kebaikan (Allah akan mengampuninya); maka sesungguh-nya Aku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan masuk-kanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan ke luar putih (bersinar) bukan karena penyakit. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan buah mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Fir'aun dan kaumnya. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.' Maka tatkala mukjizat-mukjizat Kami yang jelas itu sampai kepada mereka, berkatalah mereka, 'Ini adalah sihir yang nyata.' Dan mereka mengingkarinya karena kelaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan." (An-Naml: 7-14).
(7) Maksudnya, ingatlah kondisi yang utama lagi sangat mulia ini dari kondisi-kondisi Nabi Musa bin Imran, yaitu pada permulaan mendapat wahyu, dan terpilihnya dia menjadi Rasul-Nya, serta pembicaraan Allah secara langsung kepadanya. Yaitu, setelah dia tinggal di negeri Madyan dalam beberapa tahun lama-nya, kemudian dia berjalan bersama keluarganya dari Madyan menuju Mesir. Ketika dia di tengah perjalanan, dia tersesat, dan pada saat itu dia berada dalam kegelapan malam yang sangat dingin. Maka dia berkata kepada mereka (keluarganya),"﴾ إِنِّيٓ ءَانَسۡتُ نَارٗا ﴿ "Sesungguhnya aku melihat api." Aku melihat adanya api dari kejauhan. ﴾ سَـَٔاتِيكُم مِّنۡهَا بِخَبَرٍ ﴿ "Aku nanti akan membawa kepadamu kabar darinya," tentang jalan, ﴾ أَوۡ ءَاتِيكُم بِشِهَابٖ قَبَسٖ لَّعَلَّكُمۡ تَصۡطَلُونَ ﴿ "atau aku membawa kepadamu suluh api supaya kamu dapat berdiang.' Maksudnya, kalian dapat menghangatkan badan. Ini menunjukkan bahwa Musa ter-sesat dan sudah sangat kedinginan dan begitu pula keluarganya.
(8) ﴾ فَلَمَّا جَآءَهَا نُودِيَ أَنۢ بُورِكَ مَن فِي ٱلنَّارِ وَمَنۡ حَوۡلَهَا ﴿ "Maka tatkala dia tiba di (tempat) api itu, diserulah dia, 'Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan orang-orang yang berada di sekitarnya'." Maksudnya, dia diseru oleh Allah سبحانه وتعالى dan dikabarkan kepadanya bahwa ini adalah tempat yang suci lagi diberkati. Di antara berkat-nya adalah Allah menjadikannya sebagai tempat untuk Dia ber-bicara langsung kepada Musa, menyerunya dan mengangkatnya sebagai rasul. ﴾ وَسُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan Mahasuci Allah, Rabb semesta alam," dari segala dugaan bahwa Dia memiliki kekurangan dan kelemahan. Bahkan dia Mahasempurna dalam sifat dan perbuatan-Nya.
(9) ﴾ يَٰمُوسَىٰٓ إِنَّهُۥٓ أَنَا ٱللَّهُ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "Hai Musa, sesungguhnya, Akulah Allah, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana," maksudnya, Allah menginformasikan kepadanya bahwa Allah semata-lah yang berhak disembah, tiada sekutu bagiNya, sebagaimana disebutkan dalam ayat yang lain, ﴾ إِنَّنِيٓ أَنَا ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعۡبُدۡنِي وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكۡرِيٓ 14 ﴿ "Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada yang berhak disembah kecuali Aku, maka sembahlah Aku (semata), dan dirikanlah shalat untuk mengingatKu." (Thaha: 14). ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," Yang menundukkan segala sesuatu dan semua makhluk tunduk kepadaNya, ﴾ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "lagi Mahabijaksa-na," di dalam urusan dan penciptaanNya. Di antara kebijaksanaan-Nya adalah Dia mengangkat Musa bin Imran sebagai RasulNya, yang mana Allah telah mengetahui bahwa Musa mampu untuk mengemban kerasulan, wahyu dan pembicaraan denganNya. Dan di antara keperkasaanNya adalah Anda bersandar (pasrah) kepa-daNya dan Anda tidak merasa takut karena kesendirianmu dan banyaknya musuhmu serta keganasan mereka. Sebab ubun-ubun mereka ada di Tangan Allah, gerak-gerik dan diamnya mereka ada dalam pengendalian Allah.
(10) ﴾ وَأَلۡقِ عَصَاكَۚ ﴿ "Dan lemparkanlah tongkatmu," maka Musa pun melemparkannya. ﴾ فَلَمَّا رَءَاهَا تَهۡتَزُّ كَأَنَّهَا جَآنّٞ ﴿ "Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seakan-akan seekor ular yang gesit," ular jantan yang geraknya cepat, ﴾ وَلَّىٰ مُدۡبِرٗا وَلَمۡ يُعَقِّبۡۚ ﴿ "larilah dia berbalik ke belakang tanpa menoleh" karena ketakutan kepa-da ular yang dia lihat sesuai tuntutan tabi'at manusia. Maka Allah berkata kepadaNya, ﴾ يَٰمُوسَىٰ لَا تَخَفۡ ﴿ "Hai Musa, janganlah kamu takut." Pada ayat yang lain Dia berfirman, ﴾ يَٰمُوسَىٰٓ أَقۡبِلۡ وَلَا تَخَفۡۖ إِنَّكَ مِنَ ٱلۡأٓمِنِينَ 31 ﴿ "Hai Musa, datanglah kepadaKu dan janganlah kamu takut. Sesung-guhnya kamu termasuk orang-orang yang aman." (Al-Qashash: 31). ﴾ إِنِّي لَا يَخَافُ لَدَيَّ ٱلۡمُرۡسَلُونَ ﴿ "Sesungguhnya Aku, tidaklah orang yang dijadikan rasul takut di hadapanKu," karena seluruh hal-hal yang menakutkan sudah termuat dalam keputusan dan takdirNya dan pengendalian dan perintahNya. Maka, orang-orang yang telah diistimewakan oleh Allah dengan risalah (kerasulan)Nya dan dipi-lihNya untuk menerima wahyuNya maka tidak pantas bagi mereka untuk takut kepada selain Allah, terutama ketika Allah makin dekat kepada mereka dan selangkah akan berbicara dengannya.
(11) ﴾ إِلَّا مَن ظَلَمَ ثُمَّ بَدَّلَ حُسۡنَۢا بَعۡدَ سُوٓءٖ ﴿ "Tetapi orang yang berlaku zhalim, kemudian menukar kezhalimannya dengan kebaikan (Allah akan meng-ampuninya)." Maksudnya, inilah tempat (di mana dia layak) takut dan kesepian, disebabkan ia telah terlanjur melakukan kezhaliman dan telah melakukan perbuatan dosa. Adapun para rasul, maka mereka sama sekali tidak layak mempunyai rasa kesepian dan rasa takut. Tetapi, sekalipun demikian, siapa saja yang telah terlanjur berbuat zhalim terhadap diri sendiri dengan bermaksiat kepada Allah, lalu dia bertaubat dan kembali kepadaNya, lalu dia meng-ganti perbuatan maksiatnya itu dengan kebajikan-kebajikan, dan kemaksiatan-kemaksiatannya dengan ketaatan-ketaatan, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, maka jangan ada seseorang pun yang berputus asa dari rahmat dan ampunanNya, karena sesungguhnya Dia selalu mengampuni dosa-dosa semuanya, dan Dia lebih sayang kepada hamba-hambaNya daripada seorang ibu terhadap anaknya.
(12) ﴾ وَأَدۡخِلۡ يَدَكَ فِي جَيۡبِكَ تَخۡرُجۡ بَيۡضَآءَ مِنۡ غَيۡرِ سُوٓءٖۖ ﴿ "Dan masukkanlah tangan-mu ke leher bajumu, niscaya ia akan keluar putih (bersinar) bukan karena penyakit," bukan sopak dan bukan karena sesuatu kekurangan, bahkan ia putih yang cahayanya mengagumkan orang-orang yang memandangnya, ﴾ فِي تِسۡعِ ءَايَٰتٍ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ وَقَوۡمِهِۦٓۚ ﴿ "(kedua mukjizat ini) termasuk sembilan buah mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Fir'aun dan kaumnya." Maksudnya, dua Mukjizat ini (berubahnya tongkat men-jadi seekor ular besar dan keluarnya tangan dari dalam leher baju dengan putih bersinar) termasuk dalam sembilan mukjizat yang kamu gunakan untuk menyeru Fir'aun dan kaumnya dengannya. ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَوۡمٗا فَٰسِقِينَ ﴿ "Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik." Me-reka fasik karena kesyirikan mereka, kecongkakan, dan kesemena-menaan mereka terhadap hamba-hamba Allah dan kesombongan mereka di muka bumi ini dengan tidak benar.
(13) Maka Musa عليه السلام berangkat menuju Fir'aun dan para pembesarnya, lalu mengajak mereka kepada Allah سبحانه وتعالى dan dia mem-perlihatkan kepada mereka mukjizat-mukjizat tersebut,﴾ فَلَمَّا جَآءَتۡهُمۡ ءَايَٰتُنَا مُبۡصِرَةٗ ﴿ "maka tatkala mukjizat-mukjizat Kami itu sampai kepada mereka dengan jelas," (yaitu) dengan terang yang membuktikan kebenaran dan dengannya kebenaran menjadi sangat jelas sebagaimana pan-dangan mata melihat jelas matahari, ﴾ قَالُواْ هَٰذَا سِحۡرٞ مُّبِينٞ ﴿ "berkatalah mereka, 'Ini adalah sihir yang nyata'." Tidak cukup bagi mereka seke-dar mengatakan bahwa itu adalah sihir, bahkan mereka mengata-kan, "yang sangat nyata lagi jelas bagi setiap orang!" Ini merupakan hal yang paling mengherankan! Bukti-bukti (mukjizat-mukjizat) yang sangat jelas dan mengungkap kebenaran dianggap kejang-galan yang paling besar dan sihir yang paling nyata. Tidaklah ini melainkan sikap kecongkakan dan alasan yang paling tidak tahu malu!
(14) ﴾ وَجَحَدُواْ بِهَا ﴿ "Dan mereka mengingkarinya." Maksudnya, mereka mengingkari dan tidak mempercayai ayat-ayat Allah itu (mukjizat), ﴾ وَٱسۡتَيۡقَنَتۡهَآ أَنفُسُهُمۡ ﴿ "padahal hati mereka meyakini (kebenaran)-nya." Maksudnya, pengingkaran dan ketidakpercayaan mereka terhadapnya tidak berdasar pada keraguan dan kebimbangan, melainkan sebenarnya pengingkaran mereka itu disertai dengan rasa tahu dan yakin kepada kebenaran mukjizat-mukjizat tersebut, (hal itu) ﴾ ظُلۡمٗا ﴿ "karena kezhaliman," dari mereka terhadap hak Allah dan terhadap diri mereka sendiri, ﴾ وَعُلُوّٗاۚ ﴿ "dan (karena) kesombongan," terhadap kebenaran, terhadap manusia dan terhadap sikap patuh kepada para rasul. ﴾ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ﴿ "Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan." Yaitu seburuk-buruk kesudahan; mereka dibinasakan oleh Allah dan ditenggelamkan di lautan. Allah menjadikan mereka hina dan mewariskan tempat-tempat tinggal mereka kepada rakyat yang tertindas dari hamba-hambaNya.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences