As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
ص
Sad
The Letter "Saad" · Meccan · 88 ayahs
38:1–11Page 453
صٓۚ وَٱلۡقُرۡءَانِ ذِي ٱلذِّكۡرِ ١
Ṣād.1 By the Qur’ān containing reminder...2
بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِي عِزَّةٖ وَشِقَاقٖ ٢
But those who disbelieve are in pride and dissension.
كَمۡ أَهۡلَكۡنَا مِن قَبۡلِهِم مِّن قَرۡنٖ فَنَادَواْ وَّلَاتَ حِينَ مَنَاصٖ ٣
How many a generation have We destroyed before them, and they [then] called out; but it was not a time for escape.
وَعَجِبُوٓاْ أَن جَآءَهُم مُّنذِرٞ مِّنۡهُمۡۖ وَقَالَ ٱلۡكَٰفِرُونَ هَٰذَا سَٰحِرٞ كَذَّابٌ ٤
And they wonder that there has come to them a warner [i.e., Prophet Muḥammad (ﷺ)] from among themselves. And the disbelievers say, "This is a magician and a liar.
أَجَعَلَ ٱلۡأٓلِهَةَ إِلَٰهٗا وَٰحِدًاۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيۡءٌ عُجَابٞ ٥
Has he made the gods [only] one God? Indeed, this is a curious thing."
وَٱنطَلَقَ ٱلۡمَلَأُ مِنۡهُمۡ أَنِ ٱمۡشُواْ وَٱصۡبِرُواْ عَلَىٰٓ ءَالِهَتِكُمۡۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيۡءٞ يُرَادُ ٦
And the eminent among them went forth, [saying], "Continue, and be patient over [the defense of] your gods. Indeed, this is a thing intended.1
مَا سَمِعۡنَا بِهَٰذَا فِي ٱلۡمِلَّةِ ٱلۡأٓخِرَةِ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا ٱخۡتِلَٰقٌ ٧
We have not heard of this in the latest religion.1 This is not but a fabrication.
أَءُنزِلَ عَلَيۡهِ ٱلذِّكۡرُ مِنۢ بَيۡنِنَاۚ بَلۡ هُمۡ فِي شَكّٖ مِّن ذِكۡرِيۚ بَل لَّمَّا يَذُوقُواْ عَذَابِ ٨
Has the message been revealed to him out of [all of] us?" Rather, they are in doubt about My message. Rather, they have not yet tasted My punishment.
أَمۡ عِندَهُمۡ خَزَآئِنُ رَحۡمَةِ رَبِّكَ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡوَهَّابِ ٩
Or do they have the depositories of the mercy of your Lord, the Exalted in Might, the Bestower?1
أَمۡ لَهُم مُّلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَاۖ فَلۡيَرۡتَقُواْ فِي ٱلۡأَسۡبَٰبِ ١٠
Or is theirs the dominion of the heavens and the earth and what is between them? Then let them ascend through [any] ways of access.1
جُندٞ مَّا هُنَالِكَ مَهۡزُومٞ مِّنَ ٱلۡأَحۡزَابِ ١١
[They are but] soldiers [who will be] defeated there among the companies [of disbelievers].
"Shad, demi al-Qur`an yang mempunyai keagungan. Sebenar-nya orang-orang kafir itu dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit. Betapa banyaknya umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri. Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan dari ka-langan mereka; dan orang-orang kafir berkata, 'Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta.' Mengapa ia menjadikan sesem-bahan-sesembahan itu sesembahan Yang Satu saja. Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan. Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka, 'Pergilah kamu dan bersabarlah terhadap sembahan-sembahanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki. Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir; ini tidak lain hanyalah pengada-adaan belaka. Mengapa al-Qur`an itu diturunkan kepadanya di antara kita.' Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap al-Qur`anKu, dan sebenarnya mereka belum merasakan azabKu. Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Rabbmu Yang Mahaperkasa lagi Maha Pemberi. Atau apakah mereka memiliki kerajaan langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya? Maka hendaklah mereka menaiki tangga-tangga. Suatu tentara yang besar yang berada di sana dari golongan-golongan yang berserikat, pasti akan dikalahkan." (Shad: 1-11).
Makkiyah
(1) Ini adalah penjelasan dari Allah سبحانه وتعالى perihal al-Qur`an dan perihal orang-orang yang mendustakannya dan mendustakan orang yang datang membawanya, seraya berfirman, ﴾ صٓۚ وَٱلۡقُرۡءَانِ ذِي ٱلذِّكۡرِ ﴿ "Shad, demi al-Qur`an yang mempunyai keagungan." Yakni, yang mempunyai kedudukan yang agung dan kemuliaan, yang mengingatkan ma-nusia akan segala apa yang mereka butuhkan, seperti pengetahuan tentang nama-nama Allah, sifat-sifatNya dan perbuatan-perbuatan-Nya, dan seperti pengetahuan tentang hukum-hukum syariatNya serta pengetahuan tentang hukum-hukum di akhirat kelak dan pembalasan. Jadi, al-Qur`an itu mengingatkan mereka tentang prinsip-prinsip dan cabang-cabang agama mereka. Dan di sini tidak diper-lukan penyebutan apa yang disumpahkan, karena pada hakikatnya yang digunakan bersumpah dan yang disumpahkan adalah satu (sama), yaitu al-Qur`an yang disifati dengan sifat yang mulia ini.
(2) Kalau al-Qur`an seperti itu sifatnya, maka dapat diketa-hui bahwa kebutuhan manusia kepadanya di atas segala kebutuhan. Maka kewajiban mereka adalah meresponsnya dengan mengimani, membenarkan, dan serius untuk mengambil pelajaran darinya. Maka Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang mendapat petunjuk untuknya, sedangkan orang-orang kafir menolaknya dan menolak yang menurunkannya, dan mereka selalu bersikap sombong dan memusuhi, sombong, dan menolak untuk beriman kepadanya, congkak dan memusuhinya. Artinya, menentang dan memusuhi dalam menolak, merusaknya dan dalam memperolok-olokkan Nabi yang datang membawanya.
(3) Maka Allah mengancam mereka dengan kebinasaan seperti yang telah ditimpakan kepada umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul; dan mereka, pada saat kebinasaan datang melanda, mereka menyeru dan meminta keselamatan agar dilepas-kan dari azab itu. Akan tetapi ﴾ وَّلَاتَ حِينَ مَنَاصٖ ﴿ "waktu itu bukanlah saat untuk lari melepaskan diri." Maksudnya, dan waktu itu bukan waktu penyela-matan dari apa yang mereka terjerumus di dalamnya, dan bukan pula waktu pembebasan dari apa yang menimpa mereka. Maka hendaklah mereka berhati-hati kalau tetap pada sikap kesombongan dan permusuhan mereka, karena mereka akan ditimpa oleh apa yang telah menimpa orang-orang sebelumnya.
(4) ﴾ وَعَجِبُوٓاْ أَن جَآءَهُم مُّنذِرٞ مِّنۡهُمۡۖ ﴿ "Dan mereka heran karena mereka keda-tangan seorang pemberi peringatan dari kalangan mereka." Maksudnya, orang-orang yang mendustakan itu merasa heran terhadap suatu perkara yang tidak pantas untuk diherankan, yaitu karena datang-nya seorang pemberi peringatan dari kalangan mereka sendiri supaya mereka bisa belajar kepadanya dan supaya mereka bisa mengenalnya dengan sebenar-benarnya, dan karena ia berasal dari kaum mereka sendiri, sehingga fanatisme kesukuan tidak bisa men-cegah mereka untuk mengikutinya. Padahal perkara ini termasuk hal yang patut disyukuri dan dipatuhi sepenuhnya. Namun mereka malah sebaliknya, mereka sangat heran dengan keheranan yang bermakna mengingkari, dan mereka berkata karena kekafiran dan kezhaliman mereka, ﴾ هَٰذَا سَٰحِرٞ كَذَّابٌ ﴿ "Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta."
(5) Dosanya menurut mereka adalah karena dia ﴾ جَعَلَ ٱلۡأٓلِهَةَ إِلَٰهٗا وَٰحِدًاۖ ﴿ "menjadikan sesembahan-sesembahan itu sesembahan Yang Satu saja." Maksudnya, bagaimana dia melarang mengambil sekutu-sekutu dan tuhan-tuhan tandingan dan memerintahkan supaya menuluskan ibadah hanya kepada Allah saja?! ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguh-nya ini," yang dibawanya ini ﴾ لَشَيۡءٌ عُجَابٞ ﴿ "benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan," maksudnya, menimbulkan keheranan karena kepalsuan dan kerusakan (ketidakbenaran)nya, menurut mereka.
(6) ﴾ وَٱنطَلَقَ ٱلۡمَلَأُ مِنۡهُمۡ ﴿ "Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka" yang perkataan mereka diterima, dengan maksud menghimbau kaumnya supaya mereka tetap berpegang teguh kepada kesyirikan yang mereka anut, ﴾ أَنِ ٱمۡشُواْ وَٱصۡبِرُواْ عَلَىٰٓ ءَالِهَتِكُمۡۖ ﴿ "Pergilah kamu dan bersabar-lah terhadap sembahan-sembahanmu." Maksudnya, teruslah kalian menyembahnya dan bersungguh-sungguhlah dalam memperta-hankan dan menyembahnya, jangan sekali-kali ada apa pun yang mencegah kalian dan jangan pula ada seorang pun yang mengha-lang-halangi kalian, ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "sesungguhnya ini," yang dibawa oleh Muhammad ini, yaitu larangan menyembah mereka, ﴾ لَشَيۡءٞ يُرَادُ ﴿ "benar-benar suatu hal yang dikehendaki," yakni yang dimaksud. Artinya, Muhammad mempunyai niat dan tujuan yang tidak baik padanya. Ini adalah propaganda yang tidak akan pernah laku ke-cuali di kalangan orang-orang yang dungu (tidak berakal). Sebab, sesungguhnya siapa saja yang mengajak kepada perkataan yang benar atau yang tidak benar, maka perkataannya tidak bisa ditolak dengan cara mencemoohkan niatnya, karena niat dan amalnya hanya orang yang bersangkutan yang tahu. Semestinya ia ditolak (ditanggapi) dengan cara menghadapinya dengan apa yang dapat membatalkan dan merusak argumen-argumen dan hujjah-hujjah (dalil)nya; sedangkan tujuan mereka adalah bahwa Muhammad itu sebenarnya mengajak kalian kepada apa yang diserukannya hanyalah untuk (dapat) memimpin kalian dan supaya menjadi orang yang dihormati dan diikuti di kalangan kalian.
(7) ﴾ مَا سَمِعۡنَا بِهَٰذَا ﴿ "Kami tidak pernah mendengar hal ini," artinya paham yang dikatakannya dan agama yang diserukannya ﴾ فِي ٱلۡمِلَّةِ ٱلۡأٓخِرَةِ ﴿ "dalam agama yang terakhir," maksudnya, pada masa terakhir, kita tidak menjumpainya sebagai anutan bapak-bapak kita, dan tidak pula bapak-bapak kita menjumpainya dari nenek moyang mereka. Maka teruslah kalian berpegang kepada apa yang dianut oleh bapak-bapak kalian, sebab itulah yang haq. Sedangkan apa yang diserukan oleh Muhammad itu hanyalah perbuatan mengada-ada yang dilakukannya dan kedustaan yang direkayasanya! Ini juga satu syubhat (kerancuan) dan sejenis dengan syubhat mereka yang pertama, di mana mereka menolak kebenaran dengan sesuatu yang bukan argumen untuk menolak pendapat yang sangat sederhana, yaitu pendapat yang berlawanan dengan paham yang dianut oleh bapak-bapak mereka yang sesat. Di mana yang bisa menunjukkan kepalsuannya?!
(8) ﴾ أَءُنزِلَ عَلَيۡهِ ٱلذِّكۡرُ مِنۢ بَيۡنِنَاۚ ﴿ "Mengapa al-Qur`an itu diturunkan kepadanya di antara kita?" Maksudnya, apa yang telah membuatnya lebih utama daripada kita sehingga al-Qur`an diturunkan kepada-nya, bukan kepada kita dan ia diistimewakan oleh Allah dengan-nya?! Ini juga adalah syubhat mereka. Mana dalil yang terdapat di dalam syubhat ini yang membuktikan penolakan terhadap apa yang ia katakan? Tidakkah semua rasul itu melainkan demikian adanya?! Allah mengaruniakan kerasulan kepada mereka dan me-merintah mereka mengajak manusia kepadaNya. Maka dari itu, tatkala perkataan-perkataan yang bersumber dari mereka tersebut tidak pantas sedikitpun (untuk dijadikan argumen) untuk menolak apa yang dibawa oleh Rasul, maka Allah سبحانه وتعالى memberitahu dari mana perkataan-perkataan seperti itu bersumber, dan sesungguhnya mereka ﴾ فِي شَكّٖ مِّن ذِكۡرِيۚ ﴿ "berada dalam keragu-raguan terhadap al-Qur`an-Ku." Mereka sama sekali tidak mempunyai ilmu pengetahuan dan tidak pula bukti. Tatkala mereka sudah terjerumus dalam lembah keraguan dan puas dengannya, sedangkan kebenaran yang nyata telah datang kepada mereka, dan mereka pun sudah berbulat hati untuk terus berada dalam keraguan, maka mereka mengatakan perkataan-perkataan tersebut untuk menolak kebenaran, tanpa satu bukti pun dari mereka, melainkan hanya bersumber dari kedusta-an yang mereka lakukan. Sudah dimaklumi bahwasanya siapa saja yang berkarakter seperti itu, berbicara berdasarkan keraguan dan sikap keras kepala, maka perkataannya tidak bisa diterima, dan tak seorang pun yang dapat mencemarkan kebenaran; dan sesungguhnya orang yang seperti itu keadaannya mendapat celaan dan cacian akibat perkataannya. Maka dari itu Allah mengancam mereka dengan azab, seraya berfirman, ﴾ بَل لَّمَّا يَذُوقُواْ عَذَابِ ﴿ "Dan sebenarnya mereka belum merasakan azabKu." Maksudnya, mereka telah mengatakan perkataan-per-kataan tersebut dan telah lancang melakukannya, di mana mereka bersenang-senang di dunia, tidak ditimpa azab Allah sedikitpun. Kalau saja mereka merasakan azabNya, tentu mereka tidak akan berani berbuat lancang seperti itu.
(9) ﴾ أَمۡ عِندَهُمۡ خَزَآئِنُ رَحۡمَةِ رَبِّكَ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡوَهَّابِ ﴿ "Atau apakah mereka itu mem-punyai perbendaharaan rahmat Rabbmu Yang Mahaperkasa lagi Maha Pemberi," lalu mereka memberikan sebagian darinya kepada siapa saja yang mereka kehendaki dan tidak memberikannya kepada siapa yang mereka kehendaki, di mana dengan itu mereka bisa mengatakan, ﴾ أَءُنزِلَ عَلَيۡهِ ٱلذِّكۡرُ مِنۢ بَيۡنِنَاۚ ﴿ "Mengapa al-Qur`an itu diturunkan kepadanya di antara kita," maksudnya, ini adalah karunia dan rahmat Allah سبحانه وتعالى, dan hal itu bukan wewenang mereka sehingga mereka berbuat lancang terhadap Allah (dengan bertanya seperti itu).
(10) ﴾ أَمۡ لَهُم مُّلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَاۖ ﴿ "Atau apakah mereka memi-liki kerajaan langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya," sehingga mereka kuasa melakukan apa saja yang mereka inginkan?﴾ فَلۡيَرۡتَقُواْ فِي ٱلۡأَسۡبَٰبِ ﴿ "Maka hendaklah mereka menaiki tangga-tangga," yang dapat mengantarkan mereka ke langit, lalu mereka mencegat Rahmat Allah terhadap Rasulullah a! Beraninya mereka membicarakan, padahal mereka adalah makhluk ciptaan Allah yang paling lemah dan paling tidak berdaya, tentang apa yang mereka bicarakan!
(11) Atau apakah tujuan mereka adalah penggalangan koalisi, pasukan dan saling bahu-membahu dalam membela keba-tilan dan menyia-nyiakan kebenaran. Dan memang inilah realita-nya! Sesungguhnya rencana jahat ini tidak akan bisa mereka capai, malah upaya-upaya mereka pasti sia-sia dan bala tentara mereka pasti tercerai berai. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ جُندٞ مَّا هُنَالِكَ مَهۡزُومٞ مِّنَ ٱلۡأَحۡزَابِ ﴿ "Suatu tentara yang besar yang berada di sana dari golongan-golongan yang berserikat, pasti akan dikalahkan."
38:12–15Page 453
كَذَّبَتۡ قَبۡلَهُمۡ قَوۡمُ نُوحٖ وَعَادٞ وَفِرۡعَوۡنُ ذُو ٱلۡأَوۡتَادِ ١٢
The people of Noah denied before them, and [the tribe of] ʿAad and Pharaoh, the owner of stakes,1
وَثَمُودُ وَقَوۡمُ لُوطٖ وَأَصۡحَٰبُ لۡـَٔيۡكَةِۚ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلۡأَحۡزَابُ ١٣
And [the tribe of] Thamūd and the people of Lot and the companions of the thicket [i.e., people of Madyan]. Those are the companies.1
إِن كُلٌّ إِلَّا كَذَّبَ ٱلرُّسُلَ فَحَقَّ عِقَابِ ١٤
Each of them denied the messengers, so My penalty was justified.
وَمَا يَنظُرُ هَٰٓؤُلَآءِ إِلَّا صَيۡحَةٗ وَٰحِدَةٗ مَّا لَهَا مِن فَوَاقٖ ١٥
And these [disbelievers] await not but one blast [of the Horn]; for it there will be no delay.1
"Telah mendustakan sebelum mereka itu kaum Nuh, 'Ad, Fir'aun yang mempunyai tentara yang banyak, dan Tsamud, kaum Luth dan penduduk Aikah. Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu. Semua mereka itu tidak lain hanyalah mendustakan rasul-rasul, maka pastilah mereka mendapat azabKu. Tidaklah yang mereka tunggu melainkan hanya satu teriakan saja yang tidak ada baginya saat berselang." (Shad: 12-15).
(12-15) Allah سبحانه وتعالى mewanti-wanti akan bertindak terhadap mereka seperti yang dilakukanNya terhadap umat-umat sebelum mereka yang keberadaannya jauh lebih kuat daripada mereka (kaum Quraisy) dan lebih besar jumlah koalisinya dalam kebatilan, yakni ﴾ قَوۡمُ نُوحٖ وَعَادٞ ﴿ "kaum Nuh, 'Ad," kaum nabi Hud, dan ﴾ وَفِرۡعَوۡنُ ذُو ٱلۡأَوۡتَادِ ﴿ "Fir'aun yang mempunyai tentara yang banyak." Maksudnya, bala tentara yang sangat besar jumlahnya dan (memiliki) kekuatan yang luar biasa, ﴾ وَثَمُودُ ﴿ "dan Tsamud" yaitu kaum Nabi Shalih, ﴾ وَقَوۡمُ لُوطٖ وَأَصۡحَٰبُ لۡـَٔيۡكَةِۚ ﴿ "kaum Luth dan penduduk Aikah," yang memiliki banyak pepohonan dan kebun-kebun yang rindang. Mereka adalah kaum Nabi Syu'aib. ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلۡأَحۡزَابُ ﴿ "Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu," yang bersatu dengan kekuatan, jumlah dan per-lengkapan mereka untuk menolak kebenaran. Namun semua itu sama sekali tidak berguna bagi mereka. ﴾ إِن كُلٌّ ﴿ "Semua mereka," masing-masing dari mereka itu ﴾ إِلَّا كَذَّبَ ٱلرُّسُلَ فَحَقَّ ﴿ "tidak lain ha-nyalah mendustakan rasul-rasul, maka pastilah" maka pastilah mereka ditimpa oleh ﴾ عِقَابِ ﴿ "azab" dari Allah. Mereka (kaum musyrikin Quraisy), apa yang dapat menyuci-kan dan membersihkan mereka agar tidak ditimpa oleh apa yang telah menimpa umat-umat sebelumnya?! Maka hendaklah mereka menunggu ﴾ صَيۡحَةٗ وَٰحِدَةٗ مَّا لَهَا مِن فَوَاقٖ ﴿ "satu teriakan saja yang tidak ada baginya saat berselang," maksudnya, untuk kembali. Teriakan (tiupan sangkakala malaikat Israfil) itu akan membinasakan dan memus-nahkan mereka jika mereka tetap ngotot pada kesesatan yang me-reka anut.
38:16Page 453
وَقَالُواْ رَبَّنَا عَجِّل لَّنَا قِطَّنَا قَبۡلَ يَوۡمِ ٱلۡحِسَابِ ١٦
And they say, "Our Lord, hasten for us our share [of the punishment] before the Day of Account."
"Dan mereka berkata, 'Ya Rabb kami, cepatkanlah untuk kami azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum hari berhisab.' Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan." (Shad: 16-17).
(16) Maksudnya, orang-orang yang mendustakan itu, karena kebodohan dan sikap keras kepala, mereka berkata dengan maksud meminta supaya segera ditimpa azab, ﴾ وَقَالُواْ رَبَّنَا عَجِّل لَّنَا قِطَّنَا ﴿ "Dan mereka berkata, 'Ya Rabb kami cepatkanlah untuk kami azab yang diperuntukkan bagi kami', yakni, bagian siksa dan azab yang telah diperuntukkan bagi kami sesegera mungkin, ﴾ قَبۡلَ يَوۡمِ ٱلۡحِسَابِ ﴿ "sebelum hari berhisab." Mereka berkeras hati mengatakan perkataan tersebut dan berang-gapan, bahwa sesungguhnya engkau wahai Muhammad, jika engkau benar-benar orang yang benar, maka tanda kebenaranmu adalah kamu bisa mendatangkan azab terhadap kami.
Maka Allah berfirman kepada RasulNya, ﴾ ٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ ﴿ "Ber-sabarlah atas segala apa yang mereka katakan" sebagaimana para rasul sebelummu telah bersabar, sebab sesungguhnya perkataan mereka sama sekali tidak membahayakan kebenaran dan tidak membahaya-kanmu sedikitpun, melainkan membahayakan diri mereka sendiri.
38:17–20Page 454
ٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَا دَاوُۥدَ ذَا ٱلۡأَيۡدِۖ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ ١٧
Be patient over what they say and remember Our servant, David, the possessor of strength; indeed, he was one who repeatedly turned back [to Allāh].
إِنَّا سَخَّرۡنَا ٱلۡجِبَالَ مَعَهُۥ يُسَبِّحۡنَ بِٱلۡعَشِيِّ وَٱلۡإِشۡرَاقِ ١٨
Indeed, We subjected the mountains [to praise] with him, exalting [Allāh] in the [late] afternoon and [after] sunrise.
وَٱلطَّيۡرَ مَحۡشُورَةٗۖ كُلّٞ لَّهُۥٓ أَوَّابٞ ١٩
And the birds were assembled, all with him repeating [praises].
وَشَدَدۡنَا مُلۡكَهُۥ وَءَاتَيۡنَٰهُ ٱلۡحِكۡمَةَ وَفَصۡلَ ٱلۡخِطَابِ ٢٠
And We strengthened his kingdom and gave him wisdom and discernment in speech.
"Dan ingatlah hamba Kami Dawud yang mempunyai kekuat-an; sesungguhnya dia amat taat. Sesungguhnya Kami menunduk-kan gunung-gunung untuk bertasbih bersamanya di waktu petang dan pagi, dan burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masingnya amat taat kepada Allah. Dan Kami kuatkan kerajaan-nya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan." (Shad: 18-20).
(17) Setelah Allah سبحانه وتعالى memerintah RasulNya untuk bersabar dalam menghadapi kaumnya, Dia memerintah beliau untuk memo-hon pertolongan dalam bersabar tersebut dengan beribadah hanya kepada Allah saja dan mengingat-ingat keadaan para ahli ibadah, sebagaimana dikatakanNya di dalam ayat yang lain, ﴾ فَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ قَبۡلَ طُلُوعِ ٱلشَّمۡسِ وَقَبۡلَ غُرُوبِهَاۖ ﴿ "Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertas-bihlah dengan memuji Rabbmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya." (Thaha: 130). Dan di antara ahli ibadah yang teragung adalah Nabiyullah Dawud عليه السلام, yang ﴾ ذَا ٱلۡأَيۡدِۖ ﴿ "mempunyai kekuatan," maksudnya, ke-kuatan yang sangat besar untuk beribadah kepada Allah سبحانه وتعالى yang terdapat pada jasad dan dalam hatinya, ﴾ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ ﴿ "sesungguhnya dia amat taat," maksudnya, selalu kembali kepada Allah dalam segala permasalahannya dengan inabah kepadaNya, mencintai, meng-hambakan diri, takut, berharap dan selalu merendahkan diri dan berdoa kepadaNya; selalu kembali kepadaNya di kala terlanjur melakukan kekeliruan dengan cara menghentikan kesalahan itu dan bertaubat dengan sebenarnya.
(18-19) Di antara kesungguhan inabah dan ibadahnya ke-pada Rabbnya adalah, Allah menundukkan gunung-gunung untuk turut bertasbih bersamanya dengan memuji Rabbnya, ﴾ بِٱلۡعَشِيِّ وَٱلۡإِشۡرَاقِ ﴿ "di waktu petang dan pagi," pada waktu menjelang siang dan men-jelang malam, ﴾ وَ﴿ "dan" Allah juga menundukkan ﴾ وَٱلطَّيۡرَ مَحۡشُورَةٗۖ ﴿ "burung-burung dalam keadaan terkumpul" yakni bergerombolan dan terhimpun. ﴾ كُلّٞ ﴿ "Masing-masing," baik gunung maupun burung ﴾ لَّهُۥٓ ﴿ "kepadaNya" kepada Allah سبحانه وتعالى ﴾ أَوَّابٞ ﴿ "amat taat," sebagai pe-ngamalan terhadap Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَٰجِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُۥ وَٱلطَّيۡرَۖ ﴿ "Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud." (Saba`: 10). Itu adalah karunia Allah kepadanya yakni kekuatan dalam ibadah.
(20) Kemudian Allah menyebutkan karuniaNya kepada beliau, yaitu kerajaan agung, seraya berfirman, ﴾ وَشَدَدۡنَا مُلۡكَهُۥ ﴿ "Dan Kami kuatkan kerajaannya," maksudnya, Kami mengokohkannya dengan apa-apa yang Kami anugerahkan kepadanya, seperti ber-bagai fasilitas, banyaknya jumlah pasukan dan perlengkapan yang dengannya Allah menguatkan kerajaannya. Kemudian Allah me-nyebutkan karuniaNya yang lain kepada beliau berupa ilmu, seraya berfirman, ﴾ وَءَاتَيۡنَٰهُ ٱلۡحِكۡمَةَ ﴿ "Dan Kami berikan kepadanya hikmah," mak-sudnya, kenabian dan ilmu yang agung, ﴾ وَفَصۡلَ ٱلۡخِطَابِ ﴿ "dan kebijak-sanaan dalam menyelesaikan perselisihan," yakni pertikaian dan per-selisihan di antara manusia.
38:21–26Page 454
۞ وَهَلۡ أَتَىٰكَ نَبَؤُاْ ٱلۡخَصۡمِ إِذۡ تَسَوَّرُواْ ٱلۡمِحۡرَابَ ٢١
And has there come to you the news of the adversaries, when they climbed over the wall of [his] prayer chamber -
إِذۡ دَخَلُواْ عَلَىٰ دَاوُۥدَ فَفَزِعَ مِنۡهُمۡۖ قَالُواْ لَا تَخَفۡۖ خَصۡمَانِ بَغَىٰ بَعۡضُنَا عَلَىٰ بَعۡضٖ فَٱحۡكُم بَيۡنَنَا بِٱلۡحَقِّ وَلَا تُشۡطِطۡ وَٱهۡدِنَآ إِلَىٰ سَوَآءِ ٱلصِّرَٰطِ ٢٢
When they entered upon David and he was alarmed by them? They said, "Fear not. [We are] two adversaries, one of whom has wronged the other, so judge between us with truth and do not exceed [it] and guide us to the sound path.
إِنَّ هَٰذَآ أَخِي لَهُۥ تِسۡعٞ وَتِسۡعُونَ نَعۡجَةٗ وَلِيَ نَعۡجَةٞ وَٰحِدَةٞ فَقَالَ أَكۡفِلۡنِيهَا وَعَزَّنِي فِي ٱلۡخِطَابِ ٢٣
Indeed this, my brother, has ninety-nine ewes, and I have one ewe; so he said, 'Entrust her to me,' and he overpowered me in speech."
قَالَ لَقَدۡ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعۡجَتِكَ إِلَىٰ نِعَاجِهِۦۖ وَإِنَّ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلۡخُلَطَآءِ لَيَبۡغِي بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٍ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَقَلِيلٞ مَّا هُمۡۗ وَظَنَّ دَاوُۥدُ أَنَّمَا فَتَنَّٰهُ فَٱسۡتَغۡفَرَ رَبَّهُۥ وَخَرَّۤ رَاكِعٗاۤ وَأَنَابَ۩ ٢٤
[David] said, "He has certainly wronged you in demanding your ewe [in addition] to his ewes. And indeed, many associates oppress one another, except for those who believe and do righteous deeds - and few are they." And David became certain that We had tried him, and he asked forgiveness of his Lord1 and fell down bowing [in prostration] and turned in repentance [to Allāh].
فَغَفَرۡنَا لَهُۥ ذَٰلِكَۖ وَإِنَّ لَهُۥ عِندَنَا لَزُلۡفَىٰ وَحُسۡنَ مَـَٔابٖ ٢٥
So We forgave him that; and indeed, for him is nearness to Us and a good place of return.
يَٰدَاوُۥدُ إِنَّا جَعَلۡنَٰكَ خَلِيفَةٗ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱحۡكُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ بِٱلۡحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ ٱلۡهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ لَهُمۡ عَذَابٞ شَدِيدُۢ بِمَا نَسُواْ يَوۡمَ ٱلۡحِسَابِ ٢٦
[We said], "O David, indeed We have made you a successor upon the earth, so judge between the people in truth and do not follow [your own] desire, as it will lead you astray from the way of Allāh." Indeed, those who go astray from the way of Allāh will have a severe punishment for having forgotten the Day of Account.
"Dan adakah sampai kepadamu berita orang-orang yang berperkara ketika mereka memanjat pagar di mihrab? Ketika me-reka masuk kepada Dawud lalu ia terkejut karena mereka. Mereka berkata, 'Janganlah kamu merasa takut; kami adalah dua orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat zhalim ke-pada yang lain; maka berilah keputusan antara kami dengan haq (adil) dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjuki-lah kami ke jalan yang lurus. Sesungguhnya saudaraku ini mem-punyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mem-punyai seekor saja. Maka ia berkata, 'Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan.' Dawud berkata, 'Sesungguhnya dia telah berbuat zhalim kepadapmu de-ngan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kam-bingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zhalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih; dan amat sedikitlah mereka ini.' Dan Dawud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Rabbnya lalu menyungkur sujud dan bertaubat. Maka Kami ampuni baginya kesalahannya itu. Dan sesungguhnya dia mem-punyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik. Hai Dawud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah di muka bumi, maka berilah keputusan di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan." (Shad: 21-26).
(21) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan bahwasanya Dia telah menganugerahkan kepada NabiNya, Dawud عليه السلام, kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan di antara manusia, hingga ia menjadi terkenal dengan sifat itu dan menjadi sandaran, maka Allah menyebutkan berita tentang dua orang yang berselisih di hadapannya dalam suatu perkara yang mana keduanya dijadikan oleh Allah sebagai fitnah (cobaan) bagi Nabi Dawud عليه السلام dan pelajaran (nasihat) atas kekeliruan yang dilakukannya. Lalu Allah menerima taubat dan mengampuninya, dan Allah menakdirkan perkara tersebut baginya. Maka Allah تعالى berkata kepada NabiNya, Muhammad a, ﴾ وَهَلۡ أَتَىٰكَ نَبَؤُاْ ٱلۡخَصۡمِ ﴿ "Dan adakah sampai kepadamu berita orang-orang yang berperkara?" Sebab ia merupakan berita yang sa-ngat menakjubkan, ﴾ إِذۡ تَسَوَّرُواْ ﴿ "ketika mereka memanjat pagar" untuk menemui Nabi Dawud ﴾ ٱلۡمِحۡرَابَ ﴿ "di Mihrab," yaitu tempat ibadah beliau tanpa izin dan tanpa minta izin terlebih dahulu, mereka tidak masuk untuk menjumpainya lewat pintu.
(22) Maka dari itu, setelah mereka masuk menemuinya dengan cara seperti itu, ia merasa sangat terkejut dan takut. Maka mereka berkata kepadanya, "Kami adalah dua orang yang berseng-keta, maka jangan takut," ﴾ بَغَىٰ بَعۡضُنَا عَلَىٰ بَعۡضٖ ﴿ "yang salah seorang dari kami berbuat melampaui batas kepada yang lain" dengan melakukan ke-zhaliman, ﴾ فَٱحۡكُم بَيۡنَنَا بِٱلۡحَقِّ ﴿ "maka berilah keputusan antara kami dengan haq," maksudnya, dengan adil dan jangan berpihak kepada salah satu di antara kami, ﴾ وَلَا تُشۡطِطۡ وَٱهۡدِنَآ إِلَىٰ سَوَآءِ ٱلصِّرَٰطِ ﴿ "dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus."
(23) Maksudnya adalah, bahwa kedua orang yang berseng-keta ini telah diketahui bahwa tujuan mereka adalah mencari ke-benaran yang jelas lagi murni. Jika demikian, maka mereka akan menceritakan kepada Dawud tentang informasi mereka dengan benar. Nabiyullah Dawud sama sekali tidak merasa muak oleh nasihat mereka berdua padanya dan tidak pula mencela keduanya, di mana salah satu dari keduanya berkata, ﴾ إِنَّ هَٰذَآ أَخِي ﴿ "Sesungguhnya saudaraku ini," artinya ia menyatakan persaudaraan seagama atau seketurunan atau persahabatan untuk menyatakan tidak adanya perbuatan zhalim, dan bahwa perbuatan zhalimnya yang keluar darinya lebih besar daripada yang lain; ﴾ لَهُۥ تِسۡعٞ وَتِسۡعُونَ نَعۡجَةٗ ﴿ "mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina." Ini adalah suatu keun-tungan yang sangat besar yang patut diterima dengan puas hati atas apa yang telah dikaruniakan Allah, ﴾ وَلِيَ نَعۡجَةٞ وَٰحِدَةٞ ﴿ "dan aku mempunyai seekor saja." Lalu ia berambisi memilikinya. ﴾ فَقَالَ أَكۡفِلۡنِيهَا ﴿ "Maka ia berkata, 'Serahkanlah kambingmu itu kepadaku'," maksudnya, biarkan-lah semuanya padaku dalam tanggunganku, ﴾ وَعَزَّنِي فِي ٱلۡخِطَابِ ﴿ "dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan." Yakni, dia telah mengalahkanku dalam perkataan, dan ia terus mengalahkanku atau hampir.
(24) Maka Nabi Dawud berkata demikian tadi setelah men-dengar perkataannya. Dan merupakan hal yang telah dimaklumi dari konteks terdahulu, dari perkataan mereka berdua, bahwa yang demikian itulah yang terjadi, maka dari itu, yang satu tidak perlu untuk bicara dan juga tidak ada alasan untuk menentang dengan perkataan yang mengatakan, "Kenapa Dawud memberikan kepu-tusan sebelum mendengar pembicaraan lawan sengketa orang itu?" ﴾ لَقَدۡ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعۡجَتِكَ إِلَىٰ نِعَاجِهِۦۖ ﴿ "Sesungguhnya dia telah berbuat zhalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya," dan inilah kebiasaan orang-orang yang berserikat, kebiasaan kebanyakan mereka. Beliau berkata, ﴾ وَإِنَّ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلۡخُلَطَآءِ لَيَبۡغِي بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٍ ﴿ "Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berseri-kat itu sebagian mereka berbuat zhalim kepada sebagian yang lain," sebab kezhaliman itu merupakan sifat (ciri khas)nya nafsu. ﴾ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih," sebab iman dan amal-amal shalih yang mereka miliki dapat mencegah mereka melakukan kezhaliman, ﴾ وَقَلِيلٞ مَّا هُمۡۗ ﴿ "Dan amat sedikitlah mereka ini," seperti yang difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَقَلِيلٞ مِّنۡ عِبَادِيَ ٱلشَّكُورُ 13 ﴿ "Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur." (Saba`: 13). ﴾ وَظَنَّ دَاوُۥدُ ﴿ "Dan Dawud mengetahui" pada saat memberikan keputusan di antara mereka berdua, ﴾ أَنَّمَا فَتَنَّٰهُ ﴿ "bahwa Kami meng-ujinya." Kami memberinya cobaan dan Kami yang merekayasa persengketaan itu kepadanya agar ia waspada, ﴾ فَٱسۡتَغۡفَرَ رَبَّهُۥ ﴿ "maka ia meminta ampun kepada Rabbnya" atas keluputan yang terjadi dari dirinya ﴾ وَخَرَّۤ رَاكِعٗاۤ ﴿ "lalu menyungkur rukuk," maksudnya, bersujud, ﴾ وَأَنَابَ۩ ﴿ "dan kembali" kepada Allah dengan bertaubat yang tulus dan beribadah.
(25) ﴾ فَغَفَرۡنَا لَهُۥ ذَٰلِكَۖ ﴿ "Maka Kami ampuni baginya kesalahannya" yang terjadi darinya dan Allah memuliakannya dengan berbagai macam karamah. Allah berfirman, ﴾ وَإِنَّ لَهُۥ عِندَنَا لَزُلۡفَىٰ ﴿ "Dan sesungguhnya dia mem-punyai kedudukan dekat pada sisi Kami." Maksudnya, kedudukan tinggi dan kedekatan kepada Kami, ﴾ وَحُسۡنَ مَـَٔابٖ ﴿ "dan tempat kembali yang baik," yakni tempat berpulang yang baik. Dosa yang terjadi dari Nabi Dawud عليه السلام ini tidak dijelaskan oleh Allah, karena tidak ada faidahnya kalau dijelaskan. Siapa pun yang mencoba mem-bahasnya maka itu merupakan sikap memaksakan diri. Sedangkan yang mengandung faidah adalah apa yang telah Allah kisahkan kepada kita, yaitu kelembutan Allah padanya, menerima taubat dan inabahnya, dan kedudukannya yang makin tinggi. Dan setelah Nabi Dawud bertaubat, kedudukannya lebih baik dari sebelumnya.
(26) ﴾ يَٰدَاوُۥدُ إِنَّا جَعَلۡنَٰكَ خَلِيفَةٗ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Hai Dawud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah di muka bumi," di sana engkau mene-rapkan berbagai persoalan agama dan dunia, ﴾ فَٱحۡكُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ بِٱلۡحَقِّ ﴿ "maka berilah keputusan di antara manusia dengan haq." Maksudnya, dengan adil. Hal ini tidak mungkin dapat beliau lakukan kecuali dengan ilmu pengetahuan tentang yang wajib, pengetahuan tentang realita dan kemampuan menegakkan yang haq, ﴾ وَلَا تَتَّبِعِ ٱلۡهَوَىٰ ﴿ "dan jangan-lah kamu mengikuti hawa nafsu," seperti lebih condong kepada sese-orang karena adanya hubungan keluarga, atau hubungan persaha-batan, rasa cinta atau rasa tidak suka kepada yang lain. ﴾ فَيُضِلَّكَ ﴿ "Karena ia akan menyesatkan kamu," maksudnya, hawa nafsu,﴾ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ ﴿ "dari jalan Allah," dan mengeluarkanmu dari jalan yang lurus. ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah," terutama orang-orang yang berbuat sengaja di antara mereka, ﴾ لَهُمۡ عَذَابٞ شَدِيدُۢ بِمَا نَسُواْ يَوۡمَ ٱلۡحِسَابِ ﴿ "akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan." Kalau saja mereka meng-ingatnya dan ada rasa takut di dalam hati mereka, tentu mereka tidak condong bersama hawa nafsu yang menyesatkan tersebut.
38:27–29Page 455
وَمَا خَلَقۡنَا ٱلسَّمَآءَ وَٱلۡأَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا بَٰطِلٗاۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْۚ فَوَيۡلٞ لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنَ ٱلنَّارِ ٢٧
And We did not create the heaven and the earth and that between them aimlessly. That is the assumption of those who disbelieve, so woe to those who disbelieve from the Fire.
أَمۡ نَجۡعَلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ كَٱلۡمُفۡسِدِينَ فِي ٱلۡأَرۡضِ أَمۡ نَجۡعَلُ ٱلۡمُتَّقِينَ كَٱلۡفُجَّارِ ٢٨
Or should We treat those who believe and do righteous deeds like corrupters in the land? Or should We treat those who fear Allāh like the wicked?
كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٢٩
[This is] a blessed Book which We have revealed to you, [O Muḥammad], that they might reflect upon its verses and that those of understanding would be reminded.
"Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya sebagai suatu yang batil. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu, karena mereka akan masuk neraka. Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah pula Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat? Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya orang-orang yang mempunyai pikiran mendapat pelajaran." (Shad: 27-29).
(27) Allah سبحانه وتعالى memberitahu tentang kesempurnaan hikmah-Nya dalam penciptaan langit dan bumi, dan sesungguhnya Dia tidak menciptakannya ﴾ بَٰطِلٗاۚ ﴿ "sebagai suatu yang batil," artinya, dengan sia-sia dan main-main, tanpa ada faidah ataupun maslahatnya. ﴾ ذَٰلِكَ ظَنُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْۚ ﴿ "Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir" terhadap Rabb mereka, di mana mereka meyakini apa yang tidak pantas bagi kebesaranNya. ﴾ فَوَيۡلٞ لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنَ ٱلنَّارِ ﴿ "Maka celakalah orang-orang kafir itu, karena mereka akan masuk neraka." Nerakalah yang akan mengambil yang hak dari mereka dan akan menghanguskan mereka. Sebab, sesung-guhnya Allah سبحانه وتعالى menciptakan langit dan bumi ini dengan (alasan) yang hak dan untuk (tujuan) yang hak. Allah menciptakan kedua-nya agar manusia mengetahui kemahasempurnaan ilmuNya, ke-mampuanNya dan keluasan KuasaNya, dan bahwa sesungguhnya hanya Allah سبحانه وتعالى semata sembahan, bukan yang tidak pernah men-ciptakan sebesar biji sawi pun dari langit dan bumi ini; dan sesung-guhnya kebangkitan itu benar adanya dan Allah akan memberikan keputusan antara para pelaku kebaikan dan para pelaku keburukan. Dan hendaknya orang yang tidak mengetahui (bodoh) terhadap hikmah (kebijaksanaan) Allah, tidak menyangka bahwa Allah akan menyetarakan antara kedua golongan itu dalam putusan hukum-Nya kelak.
(28) Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ أَمۡ نَجۡعَلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ كَٱلۡمُفۡسِدِينَ فِي ٱلۡأَرۡضِ أَمۡ نَجۡعَلُ ٱلۡمُتَّقِينَ كَٱلۡفُجَّارِ ﴿ "Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah pula Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat?" Ini sama sekali tidak patut bagi kebijakan dan keputusan Kami.
(29) ﴾ كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ ﴿ "Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah." Di dalamnya terkandung banyak kebaikan dan ilmu yang banyak. Dan di dalamnya terdapat setiap petunjuk dari kesesatan, penawar dari segala penyakit dan cahaya yang dapat dijadikan penerang di dalam berbagai kegelapan serta segala hukum yang dibutuhkan oleh orang-orang mukallaf. Dan di dalamnya juga terdapat dalil-dalil qath'i (pasti) untuk segala hal yang diinginkan, yang menjadikannya sebagai suatu kitab pa-ling agung yang pernah mengetuk dunia ini semenjak diciptakan oleh Allah, ﴾ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ ﴿ "supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya." Maksudnya, inilah hikmah diturunkannya al-Qur`an ini, yaitu agar manusia merenungkan ayat-ayatnya lalu mereka mendapatkan ilmunya, dan agar mereka menghayati rahasia-rahasia dan hikmah-hikmahnya. Sebab sesungguhnya dengan menghayatinya, mere-nungkan makna-maknanya dan kembali memikirnya secara ber-ulang-ulang akan diketahui berkah dan kebaikan di dalamnya. Ini menunjukkan anjuran (himbauan) untuk menghayati dan mere-nungkan al-Qur`an, dan ia termasuk amal yang paling utama, dan bahwa bacaan yang disertai dengan penghayatan itu lebih utama daripada bacaan cepat yang maksud seperti ini tidak akan bisa dicapai. ﴾ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ﴿ "Dan supaya orang-orang yang mempunyai pikiran mendapat pelajaran," maksudnya, orang-orang yang berakal sehat. Dengan perenungan dan penghayatan yang mereka lakukan itu mereka dapat mempelajari berbagai ilmu dan segala apa yang dicari. Ini membuktikan bahwa pelajaran dan manfaat dari al-Qur`an itu dapat diperoleh tergantung kepada daya akal dan pikiran seseorang.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences