As-Sa'diAl‑Hadid · 57:1–21

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

الحديد

Al-Hadid

The Iron · Medinan · 29 ayahs

57:1–6Page 537

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ١

Whatever is in the heavens and earth exalts Allāh,1 and He is the Exalted in Might, the Wise.

لَهُۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ يُحۡيِۦ وَيُمِيتُۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ ٢

His is the dominion of the heavens and earth. He gives life and causes death, and He is over all things competent.

هُوَ ٱلۡأَوَّلُ وَٱلۡأٓخِرُ وَٱلظَّٰهِرُ وَٱلۡبَاطِنُۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٌ ٣

He is the First1 and the Last,2 the Ascendant3 and the Intimate,4 and He is, of all things, Knowing.

هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ يَعۡلَمُ مَا يَلِجُ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَمَا يَخۡرُجُ مِنۡهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا يَعۡرُجُ فِيهَاۖ وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ٤

It is He who created the heavens and earth in six days and then established Himself above the Throne.1 He knows what penetrates into the earth and what emerges from it and what descends from the heaven and what ascends therein; and He is with you2 wherever you are. And Allāh, of what you do, is Seeing.

لَّهُۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرۡجَعُ ٱلۡأُمُورُ ٥

His is the dominion of the heavens and earth. And to Allāh are returned [all] matters.

يُولِجُ ٱلَّيۡلَ فِي ٱلنَّهَارِ وَيُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِي ٱلَّيۡلِۚ وَهُوَ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ٦

He causes the night to enter the day and causes the day to enter the night, and He is Knowing of that within the breasts.

"Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi ber-tasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. KepunyaanNya-lah kera-jaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Dia-lah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; Kemudian Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menge-tahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. KepunyaanNya-lah kerajaan langit dan bumi, dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. Dia-lah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasuk-kan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati." (Al-Hadid: 1-6).

Madaniyah

"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."

(1) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang keagungan dan kemulia-anNya, serta keluasan kekuasaanNya, bahwasanya ﴾ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ ﴿ "semua yang berada di langit dan yang berada di bumi," dari makhluk yang dapat berbicara hingga yang tidak dapat berbicara, dan juga benda-benda padat, bertasbih memuji Rabbnya dan menyucikan-Nya dari segala sesuatu yang tidak pantas bagiNya. Semuanya taat kepada Rabbnya dan tunduk kepada kekuasaanNya. Pada semua benda tersebut terlihat pengaruh-pengaruh hikmahNya. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "Dan Dia-lah Yang Maha-perkasa lagi Mahabijaksana." Di dalam ayat ini terdapat penjelasan bahwa seluruh makhluk yang ada di langit maupun di bumi me-merlukan Allah سبحانه وتعالى di berbagai kondisinya secara umum, kekuasaan dan keperkasaan Allah سبحانه وتعالى atas segala sesuatu dan kebijaksanaan Allah سبحانه وتعالى dalam mencipta dan menetapkan urusan.

(2) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengabarkan kepemilikanNya yang menyeluruh seraya berfirman, ﴾ لَهُۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ يُحۡيِۦ وَيُمِيتُۖ ﴿ "Kepunya-anNya-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan." Maksudnya, Dia-lah yang menciptakan semua itu, Yang Memberi rizki dan Mengatur dengan kekuasaanNya. ﴾ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ ﴿ "Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."

(3) ﴾ هُوَ ٱلۡأَوَّلُ ﴿ "Dia-lah Yang Awal," yang sebelumNya tidak ada sesuatu pun, ﴾ وَٱلۡأٓخِرُ ﴿ "dan Yang Akhir," yang sesudahNya tidak ada sesuatu pun, ﴾ وَٱلظَّٰهِرُ ﴿ "Yang Zhahir," yang di atasNya tidak ada sesuatu pun, ﴾ وَٱلۡبَاطِنُۖ ﴿ "dan Yang Bathin," yang di bawahNya tidak ada sesuatu pun, ﴾ وَهُوَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٌ ﴿ "dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu," pengetahuanNya meliputi segala sesuatu yang nampak dan yang tersembunyi, meliputi segala rahasia dan segala hal yang telah terdahulu dan yang akan terjadi kemudian.

(4) ﴾ هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ ﴿ "Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa," dimulai dari Hari Ahad dan ber-akhir pada Hari Jum'at, ﴾ ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ ﴿ "kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy," bersemayam dengan cara yang sesuai dengan ke-agunganNya di atas seluruh makhlukNya. ﴾ يَعۡلَمُ مَا يَلِجُ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi," baik yang berupa biji-bijian, hewan, hujan, dan lainnya, ﴾ وَمَا يَخۡرُجُ مِنۡهَا ﴿ "dan apa yang keluar darinya," baik berupa tumbuh-tumbuhan, pepohonan, hewan, dan lainnya, ﴾ وَمَا يَنزِلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ ﴿ "dan apa yang turun dari langit," yaitu para malaikat, ruh, takdir, dan rizki, ﴾ وَمَا يَعۡرُجُ فِيهَاۖ ﴿ "dan apa yang naik kepa-danya," yaitu para malaikat, ruh, doa, amalan-amalan shalih, dan lainnya. ﴾ وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡۚ ﴿ "Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada," ini semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ مَا يَكُونُ مِن نَّجۡوَىٰ ثَلَٰثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمۡ وَلَا خَمۡسَةٍ إِلَّا هُوَ سَادِسُهُمۡ وَلَآ أَدۡنَىٰ مِن ذَٰلِكَ وَلَآ أَكۡثَرَ إِلَّا هُوَ مَعَهُمۡ أَيۡنَ مَا كَانُواْۖ ﴿ "Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah yang keenamnya. Dan tidak (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama me-reka di manapun mereka berada." (Mujadilah: 7). Allah سبحانه وتعالى bersama hambaNya maksudnya adalah Allah سبحانه وتعالى selalu mengetahui dan melihat (mereka). Karena itulah Allah سبحانه وتعالى membe-rikan peringatan akan adanya pembalasan atas segala perbuatan dengan berfirman, ﴾ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ﴿ "Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." Maksudnya, Allah سبحانه وتعالى mengetahui apa saja yang kalian kerjakan serta kebaikan dan keburukan yang muncul dari pekerjaan tersebut, selanjutnya kalian akan diberi balasan dan Allah سبحانه وتعالى memelihara balasan amal itu untuk kalian.

(5) ﴾ لَّهُۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ ﴿ "KepunyaanNya-lah kerajaan langit dan bumi," kerajaan, makhluk, dan hamba. Allah سبحانه وتعالى mengatur semuanya sesuai dengan yang dikehendaki berupa takdir dan syariat yang berlaku berdasarkan hikmah rabbani. ﴾ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرۡجَعُ ٱلۡأُمُورُ ﴿ "Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan," segala pekerjaan dan perbuatan. Semua manusia akan memperlihatkan amalannya kepada Allah سبحانه وتعالى dan Allah سبحانه وتعالى membedakan antara yang buruk dan yang baik, ke-mudian orang yang berbuat baik dibalas karena kebaikannya dan yang berbuat buruk dibalas karena keburukannya.

(6) ﴾ يُولِجُ ٱلَّيۡلَ فِي ٱلنَّهَارِ وَيُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِي ٱلَّيۡلِۚ ﴿ "Dia-lah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam," mak-sudnya, Allah سبحانه وتعالى memasukkan siang ke dalam malam kemudian diselimuti dengan kegelapan sehingga manusia merasa aman dan tenang. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى memasukkan malam ke dalam siang sehingga kegelapan yang ada di bumi pun sirna. Bumi disinari dan manusia pun bergerak melakukan pekerjaan demi kepentingan dan kehidupan mereka. Allah سبحانه وتعالى senantiasa memutar siang ke dalam malam dan malam ke dalam siang dengan adanya tambahan dan pengurangan waktu serta panjang dan pendeknya waktu, sehingga musim dan masa menjadi stabil dan berbagai kepentingan pun di-dapatkan. Mahasuci Allah سبحانه وتعالى, Rabb seluruh alam. Mahaagung dan Mulia Allah yang memberi nikmat kepada seluruh hambaNya dengan berbagai macam nikmat yang nampak dan yang samar. ﴾ وَهُوَ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ﴿ "Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati." Maksud-nya, Allah سبحانه وتعالى mengetahui seluruh isi hati makhluk di seluruh alam ini. Allah سبحانه وتعالى memberikan taufik pada siapa saja yang diketahui Allah سبحانه وتعالى sebagai orang yang pantas untuk menerimanya dan me-rendahkan orang yang diketahui sebagai orang yang tidak patut menerima hidayahNya.

57:7–11Page 538

ءَامِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَأَنفِقُواْ مِمَّا جَعَلَكُم مُّسۡتَخۡلَفِينَ فِيهِۖ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَأَنفَقُواْ لَهُمۡ أَجۡرٞ كَبِيرٞ ٧

Believe in Allāh and His Messenger and spend out of that in which He has made you successive inheritors. For those who have believed among you and spent,1 there will be a great reward.

وَمَا لَكُمۡ لَا تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلرَّسُولُ يَدۡعُوكُمۡ لِتُؤۡمِنُواْ بِرَبِّكُمۡ وَقَدۡ أَخَذَ مِيثَٰقَكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ٨

And why do you not believe in Allāh while the Messenger invites you to believe in your Lord and He has taken your covenant, if you should [truly] be believers?

هُوَ ٱلَّذِي يُنَزِّلُ عَلَىٰ عَبۡدِهِۦٓ ءَايَٰتِۭ بَيِّنَٰتٖ لِّيُخۡرِجَكُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ بِكُمۡ لَرَءُوفٞ رَّحِيمٞ ٩

It is He who sends down upon His Servant [Muḥammad (ﷺ)] verses of clear evidence that He may bring you out from darknesses into the light. And indeed, Allāh is to you Kind and Merciful.

وَمَا لَكُمۡ أَلَّا تُنفِقُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلِلَّهِ مِيرَٰثُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ لَا يَسۡتَوِي مِنكُم مَّنۡ أَنفَقَ مِن قَبۡلِ ٱلۡفَتۡحِ وَقَٰتَلَۚ أُوْلَٰٓئِكَ أَعۡظَمُ دَرَجَةٗ مِّنَ ٱلَّذِينَ أَنفَقُواْ مِنۢ بَعۡدُ وَقَٰتَلُواْۚ وَكُلّٗا وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلۡحُسۡنَىٰۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ ١٠

And why do you not spend in the cause of Allāh while to Allāh belongs the heritage of the heavens and the earth? Not equal among you are those who spent before the conquest [of Makkah] and fought [and those who did so after it]. Those are greater in degree than they who spent afterwards and fought. But to all Allāh has promised the best [reward]. And Allāh, of what you do, is Aware.

مَّن ذَا ٱلَّذِي يُقۡرِضُ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا فَيُضَٰعِفَهُۥ لَهُۥ وَلَهُۥٓ أَجۡرٞ كَرِيمٞ ١١

Who is it that would loan Allāh a goodly loan so He will multiply it for him and he will have a noble reward?

"Berimanlah kamu kepada Allah dan RasulNya dan nafkah-kanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar. Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah pada-hal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Rabbmu. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu jika kamu adalah orang-orang yang beriman. Dia-lah yang menurunkan kepada hambaNya ayat-ayat yang terang (al-Qur`an) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesung-guhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu. Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah, padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi? Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (kemenangan). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Hadid: 7-10).

(7) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan seluruh hambaNya agar beriman padaNya, beriman kepada RasulNya dan risalah yang dibawanya. Allah سبحانه وتعالى juga memerintahkan agar para hambaNya membelanja-kan harta yang diberikan Allah سبحانه وتعالى pada mereka dan juga menjadi-kan mereka sebagai khalifah dalam menggunakan harta itu. Allah سبحانه وتعالى mendorong mereka untuk membelanjakan harta tersebut di jalanNya dengan memberitahukan pahala yang akan didapatkan. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَأَنفَقُواْ لَهُمۡ أَجۡرٞ كَبِيرٞ ﴿ "Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar." Dan pahala yang paling besar adalah keridhaan Rabb mereka serta memperoleh tempat kemuliaanNya yang berisi berbagai kenikmatan abadi yang disediakan Allah سبحانه وتعالى untuk mereka yang beriman dan berjihad tersebut.

(8) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan sebab yang mendorong mereka untuk beriman dan jangan berpaling dari keimanan seraya berfirman, ﴾ وَمَا لَكُمۡ لَا تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلرَّسُولُ يَدۡعُوكُمۡ لِتُؤۡمِنُواْ بِرَبِّكُمۡ وَقَدۡ أَخَذَ مِيثَٰقَكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Rabbmu. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu jika kamu adalah orang-orang yang ber-iman." Maksudnya, apakah gerangan yang menghalangi kalian untuk beriman, padahal Muhammad a adalah rasul terbaik dan penyeru paling mulia yang menyeru kalian menuju Allah سبحانه وتعالى. Inilah faktor yang seharusnya mengharuskan mereka untuk segera me-menuhi seruan beliau menuju kebenaran yang dibawa beliau dan Allah سبحانه وتعالى telah mengambil perjanjian dari kalian untuk beriman, jika memang kalian adalah orang-orang yang beriman.

(9) Namun demikian, meski Nabi Muhammad a bersifat lemah lembut dan begitu memperhatikan kalian, tidak cukup hanya karena seruan rasul yang sebenarnya adalah makhluk paling mulia, akan tetapi Allah سبحانه وتعالى menguatkannya dengan berbagai muk-jizat dan menunjukkan kalian akan kebenaran apa yang beliau bawa melalui ayat-ayat yang terang. Oleh karena itu Dia سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ هُوَ ٱلَّذِي يُنَزِّلُ عَلَىٰ عَبۡدِهِۦٓ ءَايَٰتِۭ بَيِّنَٰتٖ ﴿ "Dia-lah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (al-Qur`an)" maksudnya, tanda-tanda yang jelas yang menunjukkan orang-orang yang memiliki akal akan kebenaran seluruh yang beliau bawa, dan bahwasanya ia adalah kebenaran yang pasti. ﴾ لِّيُخۡرِجَكُم ﴿ "Supaya Dia mengeluarkan kamu" dengan mengutus seorang Rasul kepada kalian, serta al-Kitab dan as-Sunnah yang diturunkan Allah سبحانه وتعالى di tangannya, ﴾ مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِۚ ﴿ "dari kegelapan kepada cahaya." Maksudnya, dari gelapnya kebodohan dan kekufuran menuju cahaya ilmu dan iman. Inilah di antara kasih sayang dan cintaNya kepada kalian, karena Dia adalah Maha Pemurah kepada seluruh hambaNya melebihi cinta seorang ayah terhadap anaknya, ﴾ وَإِنَّ ٱللَّهَ بِكُمۡ لَرَءُوفٞ رَّحِيمٞ ﴿ "dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu."

(10) ﴾ وَمَا لَكُمۡ أَلَّا تُنفِقُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلِلَّهِ مِيرَٰثُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ ﴿ "Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah, padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi," maksud-nya, apa gerangan yang mencegah kalian untuk membelanjakan harta di jalan Allah سبحانه وتعالى yang merupakan jalan seluruh kebaikan, mengapa kalian bersikap kikir padahal kalian sama sekali tidak memiliki apa pun, tapi ﴾ وَلِلَّهِ مِيرَٰثُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ ﴿ "Allah-lah yang mempu-sakai (mempunyai) langit dan bumi," dan seluruhnya akan berpindah dari tangan kalian atau dipindahkan dari kalian kemudian kepe-milikannya akan berpindah pada Pemilik sejatiNya yang Mahasuci dan Mahatinggi. Untuk itu manfaatkan harta kalian untuk berinfak selagi masih berada di tangan kalian dan gunakanlah kesempatan tersebut secara maksimal. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menjelaskan perbedaan tingkat amal ber-dasarkan kondisi dan hikmah ilahiyah seraya berfirman, ﴾ لَا يَسۡتَوِي مِنكُم مَّنۡ أَنفَقَ مِن قَبۡلِ ٱلۡفَتۡحِ وَقَٰتَلَۚ أُوْلَٰٓئِكَ أَعۡظَمُ دَرَجَةٗ مِّنَ ٱلَّذِينَ أَنفَقُواْ مِنۢ بَعۡدُ وَقَٰتَلُواْۚ ﴿ "Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan. Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu." Yang dimaksud penaklukan (kemenangan) dalam ayat ini adalah perjanjian Hudaibiyah, pada saat terjadinya perjanjian antara Rasulullah a dengan kaum Quraisy yang merupakan penaklukan (kemenangan) terbesar, sehingga Islam pun tersebar luas, kaum Muslimin juga berbaur dengan orang-orang kafir untuk diseru masuk ke dalam Agama Islam tanpa adanya halangan apa pun. Kala itu tidak sedikit orang-orang masuk Islam secara bergelom-bang, sehingga Islam menjadi kuat dan besar. Sebelum terjadinya perjanjian Hudaibiyah ini, Kaum Muslimin sama sekali tidak mampu menyeru orang-orang untuk masuk Islam selain di tempat-tempat yang penduduknya telah masuk Islam sebelumnya seperti Madinah dan sekelilingnya. Dan sebelum ter-jadinya perjanjian Hudaibiyah ini, orang-orang yang masuk Islam yang berada di kawasan kafir mendapatkan siksaan dan merasa takut. Karena itu, orang yang masuk Islam sebelum peristiwa Hudaibiyah, membelanjakan harta serta berjihad, itu pahalanya lebih besar dari orang yang masuk Islam, berperang dan membe-lanjakan hartanya setelah peristiwa Hudaibiyah sesuai kebijakan Allah سبحانه وتعالى. Karena itulah sebagian besar generasi pertama yang masuk Islam serta para pembesar sahabat masuk Islam sebelum penaklukan Hudaibiyah. Mengingat pembedaan pahala amal antara kedua masa terse-but bisa menimbulkan kesalahpahaman yang membuat seseorang meremehkan amalan yang pahalanya lebih kecil, Allah سبحانه وتعالى mencegah pintu kesalahpahaman tersebut seraya berfirman, ﴾ وَكُلّٗا وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلۡحُسۡنَىٰۚ ﴿ "Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik." Maksudnya, orang-orang yang masuk Islam, berjihad dan berinfak, baik sebelum maupun sesudah kemenangan Hudaibiyah, semuanya dijanjikan surga oleh Allah سبحانه وتعالى karena Allah سبحانه وتعالى bersaksi atas keimanan mereka dan menjanjikan surga bagi mereka, ﴾ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ ﴿ "dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan," Allah سبحانه وتعالى akan membalas masing-masing dari kalian berdasarkan amalan yang dikerjakan.

(11) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menganjurkan untuk berinfak di jalanNya, sebab aktivitas jihad bergantung pada tersedianya dana serta harta untuk mempersiapkan jihad, seraya berfirman, ﴾ مَّن ذَا ٱلَّذِي يُقۡرِضُ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا ﴿ "Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik," yaitu infak yang baik yang diberikan secara ikhlas se-mata karena Allah سبحانه وتعالى dan demi mengharap ridhaNya yang berasal dari harta halal yang diberikan secara suka rela. Inilah di antara kemuliaan Allah سبحانه وتعالى yang menyebut infak dengan pinjaman, padahal harta yang dibelanjakan itu adalah harta Allah سبحانه وتعالى dan manusia pun milikNya. Allah سبحانه وتعالى menjanjikan pahala yang berlipat ganda padanya dan Dia-lah Yang Mahamulia lagi Maha Pemberi. Pahala yang dilipatgandakan tersebut berlaku di Hari Kiamat, yaitu suatu hari yang masing-masing orang terlihat dengan jelas kefakirannya yang amat memerlukan balasan baik meski sedikit. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman,

57:12–15Page 539

يَوۡمَ تَرَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَسۡعَىٰ نُورُهُم بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَبِأَيۡمَٰنِهِمۖ بُشۡرَىٰكُمُ ٱلۡيَوۡمَ جَنَّٰتٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ١٢

On the Day you see the believing men and believing women, their light proceeding before them and on their right, [it will be said], "Your good tidings today are [of] gardens beneath which rivers flow, wherein you will abide eternally." That is what is the great attainment.

يَوۡمَ يَقُولُ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلۡمُنَٰفِقَٰتُ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱنظُرُونَا نَقۡتَبِسۡ مِن نُّورِكُمۡ قِيلَ ٱرۡجِعُواْ وَرَآءَكُمۡ فَٱلۡتَمِسُواْ نُورٗاۖ فَضُرِبَ بَيۡنَهُم بِسُورٖ لَّهُۥ بَابُۢ بَاطِنُهُۥ فِيهِ ٱلرَّحۡمَةُ وَظَٰهِرُهُۥ مِن قِبَلِهِ ٱلۡعَذَابُ ١٣

On the [same] Day the hypocrite men and hypocrite women will say to those who believed, "Wait for us that we may acquire some of your light." It will be said, "Go back behind you1 and seek light." And a wall will be placed between them with a door, its interior containing mercy, but on the outside of it is torment.

يُنَادُونَهُمۡ أَلَمۡ نَكُن مَّعَكُمۡۖ قَالُواْ بَلَىٰ وَلَٰكِنَّكُمۡ فَتَنتُمۡ أَنفُسَكُمۡ وَتَرَبَّصۡتُمۡ وَٱرۡتَبۡتُمۡ وَغَرَّتۡكُمُ ٱلۡأَمَانِيُّ حَتَّىٰ جَآءَ أَمۡرُ ٱللَّهِ وَغَرَّكُم بِٱللَّهِ ٱلۡغَرُورُ ١٤

They [i.e., the hypocrites] will call to them [i.e., the believers], "Were we not with you?" They will say, "Yes, but you afflicted yourselves1 and awaited [misfortune for us] and doubted, and wishful thinking deluded you until there came the command of Allāh. And the Deceiver [i.e., Satan] deceived you concerning Allāh.

فَٱلۡيَوۡمَ لَا يُؤۡخَذُ مِنكُمۡ فِدۡيَةٞ وَلَا مِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْۚ مَأۡوَىٰكُمُ ٱلنَّارُۖ هِيَ مَوۡلَىٰكُمۡۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ ١٥

So today no ransom will be taken from you or from those who disbelieved. Your refuge is the Fire. It is most worthy of you, and wretched is the destination."

"(Yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang Mukmin laki-laki dan perempuan sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka), 'Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.' Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang ber-iman, 'Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu.' Dikatakan (kepada mereka), 'Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu).' Lalu diada-kan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa. Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang Mukmin) seraya berkata, 'Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?' Mereka menjawab, 'Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (setan) yang amat penipu. Maka pada hari ini tidak diterima tebusan dari kamu dan tidak pula dari orang-orang kafir. Tempat kamu ialah neraka. Ialah tempat berlindungmu. Dan dia adalah seburuk-buruk tempat kembali." (Al-Hadid: 12-15).

(12) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan keutamaan iman serta keberuntungan para pemilik keimanan pada Hari Kiamat sehingga yang lain merasa iri, ﴾ يَوۡمَ تَرَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَسۡعَىٰ نُورُهُم بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَبِأَيۡمَٰنِهِمۖ ﴿ "(Yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang Mukmin laki-laki dan pe-rempuan sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka." Maksudnya, ketika Hari Kiamat terjadi, ketika matahari digulung, rembulan pun mengalami gerhana, manusia pun berada dalam kegelapan, shirath ditegakkan di atas Neraka Jahanam, pada hari itu orang-orang Mukmin, baik lelaki maupun perempuan ter-lihat cahayanya, cahaya mereka berjalan di hadapan dan di sebelah kanan mereka, mereka pun berjalan dengan cahaya di depan dan sebelah kanan mereka. Di tempat yang amat mengerikan itu, ma-sing-masing orang berdasarkan keimanannya. Dan orang-orang yang beriman kala itu diberi kabar gembira besar seraya dikatakan, ﴾ بُشۡرَىٰكُمُ ٱلۡيَوۡمَ جَنَّٰتٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ﴿ "Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-su-ngai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar." Demi Allah, alangkah bergembiranya hati mereka dengan kabar gembira ini dan alangkah nikmat terasa dalam diri mereka, karena mereka memperoleh segala yang diminta dan selamat dari segala keburukan dan semua yang ditakutkan.

(13) Pada saat orang-orang munafik melihat orang-orang Mukmin berjalan dengan cahaya mereka, di mana cahaya orang-orang munafik kala itu padam dan mereka berada dalam kegelapan dan kebimbangan, mereka berkata pada orang-orang yang beriman, ﴾ ٱنظُرُونَا نَقۡتَبِسۡ مِن نُّورِكُمۡ ﴿ "Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil seba-gian dari cahayamu," maksudnya, berjalanlah pelan-pelan dan tung-gulah kami agar kami sedikit memperoleh cahaya kalian supaya dapat kami jadikan lentera untuk berjalan di dalam kegelapan dan agar kami selamat dari siksaan. ﴾ قِيلَ ٱرۡجِعُواْ وَرَآءَكُمۡ فَٱلۡتَمِسُواْ نُورٗاۖ ﴿ "Dikatakan (kepada mereka), 'Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)'," maksudnya, jika memang hal itu mungkin, padahal sebenarnya tidak mungkin dan mustahil. ﴾ فَضُرِبَ بَيۡنَهُم بِسُورٖ ﴿ "Lalu diada-kan di antara mereka dinding," yaitu dinding yang menghalangi serta benteng yang menjaga, ﴾ لَّهُۥ بَابُۢ بَاطِنُهُۥ فِيهِ ٱلرَّحۡمَةُ وَظَٰهِرُهُۥ مِن قِبَلِهِ ٱلۡعَذَابُ ﴿ "yang mem-punyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa." Siksa itulah yang menyertai kaum munafik.

(14) Orang-orang munafik pun memanggil-manggil orang-orang yang beriman, mereka berkata dengan suara rendah dan meminta belas kasih, ﴾ أَلَمۡ نَكُن مَّعَكُمۡۖ ﴿ "Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu," ketika di dunia kami mengucapkan "Tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah سبحانه وتعالى, kami juga shalat, puasa dan mengerjakan amal seperti halnya kalian?" ﴾ قَالُواْ بَلَىٰ ﴿ "Mereka menjawab, 'Benar'," kalian bersama-sama kami ketika di dunia dan kalian juga mengerjakan amalan yang secara zahir se-perti yang kami lakukan, hanya saja amalan kalian adalah amalan orang-orang munafik tanpa didasari iman dan niat tulus serta baik, ﴾ وَلَٰكِنَّكُمۡ فَتَنتُمۡ أَنفُسَكُمۡ وَتَرَبَّصۡتُمۡ وَٱرۡتَبۡتُمۡ ﴿ "tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu," kalian mera-gukan berita Allah سبحانه وتعالى yang seharusnya tidak diragukan, karena ﴾ وَغَرَّتۡكُمُ ٱلۡأَمَانِيُّ ﴿ "kalian ditipu oleh angan-angan kosong" yang batil, di mana kalian hanya mengkhayalkan meraih apa yang diraih oleh orang-orang Mukmin padahal kalian tidak yakin, ﴾ ﮓ ﮔ ﮕ ﮖ ﴿ "se-hingga datanglah ketentuan Allah," hingga kematian pun menjemput kalian sedangkan kalian masih tetap berada dalam situasi tercela seperti itu, ﴾ وَغَرَّكُم بِٱللَّهِ ٱلۡغَرُورُ ﴿ "dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (setan) yang amat penipu." Yaitu setan yang menghiasi kekufuran dan keraguan pada kalian sehingga kalian merasa aman dan kalian pun percaya pada janji setan dan membenarkan kabar yang disam-paikan setan.

(15) ﴾ فَٱلۡيَوۡمَ لَا يُؤۡخَذُ مِنكُمۡ فِدۡيَةٞ وَلَا مِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْۚ ﴿ "Maka pada hari ini tidak diterima tebusan dari kamu dan tidak pula dari orang-orang kafir." An-daikan kalian menebus dengan emas sepenuh bumi dan seperti-nya juga, tentu tidak akan diterima. ﴾ مَأۡوَىٰكُمُ ٱلنَّارُۖ ﴿ "Tempat kamu ialah Neraka." Maksudnya, tempat tinggal kalian. ﴾ هِيَ مَوۡلَىٰكُمۡۖ ﴿ "Ialah tempat berlindungmu." Yang meladeni dan mengitari kalian, ﴾ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ ﴿ "dan ia adalah seburuk-buruk tempat kembali," yaitu neraka. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَأَمَّا مَنۡ خَفَّتۡ مَوَٰزِينُهُۥ 8 فَأُمُّهُۥ هَاوِيَةٞ 9 وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا هِيَهۡ 10 نَارٌ حَامِيَةُۢ 11 ﴿ "Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah Neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah Neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas." (Al-Qari'ah: 8-11).

57:16–17Page 539

۞ أَلَمۡ يَأۡنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَن تَخۡشَعَ قُلُوبُهُمۡ لِذِكۡرِ ٱللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ ٱلۡحَقِّ وَلَا يَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلُ فَطَالَ عَلَيۡهِمُ ٱلۡأَمَدُ فَقَسَتۡ قُلُوبُهُمۡۖ وَكَثِيرٞ مِّنۡهُمۡ فَٰسِقُونَ ١٦

Has the time not come for those who have believed that their hearts should become humbly submissive at the remembrance of Allāh and what has come down of the truth? And let them not be like those who were given the Scripture before, and a long period passed over them, so their hearts hardened; and many of them are defiantly disobedient.

ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يُحۡيِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَاۚ قَدۡ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلۡأٓيَٰتِ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ ١٧

Know that Allāh gives life to the earth after its lifelessness. We have made clear to you the signs; perhaps you will understand.1

"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka terhadap dzikrullah (al-Qur`an) dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan jangan-lah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesung-guhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya." (Al-Hadid: 16-17).

(16) Pada saat Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kondisi orang-orang Mukmin dan munafik di akhirat, baik lelaki maupun perempuan, hal itu menyerukan hati agar khusyu' terhadap Rabbnya serta merasa rendah karena keagunganNya. Allah سبحانه وتعالى mencela seraya mendidik orang Mukmin karena tidak mengkhusyu'kan dan me-rendahkan hati di hadapan keagunganNya seraya berfirman, ﴾ أَلَمۡ يَأۡنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَن تَخۡشَعَ قُلُوبُهُمۡ لِذِكۡرِ ٱللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ ٱلۡحَقِّ ﴿ "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka terhadap dzikrullah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka)," maksudnya, apakah belum tiba waktunya bagi hati untuk melunak dan merasa khusyu' terhadap dzikrullah, yaitu al-Qur`an, serta taat terhadap perintah-perintah dan laranganNya dan kebenaran yang diturunkan pada Muhammad a. Dalam ayat ini terdapat dorongan untuk mengkhusyu'kan hati kepada Allah سبحانه وتعالى secara sungguh-sungguh, mengkhusyu'kan hati terhadap al-Qur`an dan as-Sunnah serta mengingat petuah-petuah ilahiyah serta hukum-hukum syariat di setiap waktu serta mengintrospeksi diri untuk hal itu, ﴾ وَلَا يَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلُ فَطَالَ عَلَيۡهِمُ ٱلۡأَمَدُ ﴿ "Dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka," maksudnya, jangan menjadi seperti orang-orang yang diberi kitab sebelumnya yang mengharuskan mereka untuk khusyu' dan taat secara total, namun mereka tidak bisa menunaikannya dengan lama bahkan masa pun berlalu, kelalaian mereka berlanjut hingga keimanan dan keyakinan mereka lenyap, ﴾ فَقَسَتۡ قُلُوبُهُمۡۖ وَكَثِيرٞ مِّنۡهُمۡ فَٰسِقُونَ ﴿ "lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyak-an di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." Hati setiap saat memerlukan peringatan al-Qur`an yang diturunkan Allah سبحانه وتعالى dan berbicara dengan hikmah, tidak sepatutnya lalai dari hal itu, ka-rena lalai dari al-Qur`an dan berdzikir merupakan sebab kerasnya hati dan membekunya air mata.

(17) ﴾ ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يُحۡيِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَاۚ قَدۡ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلۡأٓيَٰتِ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ ﴿ "Ketahui-lah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya." Karena tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى menunjukkan akal pada perintah-perintah ila-hiyah. Dzat yang kuasa menghidupkan bumi setelah sebelumnya mati juga kuasa menghidupkan orang-orang mati setelah meninggal dunia kemudian diberi balasan atas amal perbuatannya. Dzat yang menghidupkan bumi dengan air hujan setelah sebelumnya mati juga kuasa menghidupkan hati yang mati dengan kebenaran yang diturunkan oleh Allah سبحانه وتعالى kepada RasulNya. Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang tidak bisa men-dapatkan petunjuk dari tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى dan tidak tunduk pada peraturan-peraturan Allah سبحانه وتعالى adalah orang-orang yang tidak berakal.

57:18–19Page 539

إِنَّ ٱلۡمُصَّدِّقِينَ وَٱلۡمُصَّدِّقَٰتِ وَأَقۡرَضُواْ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا يُضَٰعَفُ لَهُمۡ وَلَهُمۡ أَجۡرٞ كَرِيمٞ ١٨

Indeed, the men who practice charity and the women who practice charity and [they who] have loaned Allāh a goodly loan - it will be multiplied for them, and they will have a noble reward.

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦٓ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصِّدِّيقُونَۖ وَٱلشُّهَدَآءُ عِندَ رَبِّهِمۡ لَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ وَنُورُهُمۡۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَآ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَحِيمِ ١٩

And those who have believed in Allāh and His messengers - those are [in the ranks of] the supporters of truth and the martyrs, with their Lord. For them is their reward and their light.1 But those who have disbelieved and denied Our verses - those are the companions of Hellfire.

"Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah, baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak. Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, mereka itu orang-orang yang Shiddiqin dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Rabb mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan (sedangkan) orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka." (Al-Hadid: 18-19).

(18) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُصَّدِّقِينَ وَٱلۡمُصَّدِّقَٰتِ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah, baik laki-laki maupun perempuan," dengan tasydid pada kata اَلْمُصَّدِّقِيْنَ dan اَلْمُصَّدِّقَات yakni orang-orang yang banyak bersede-kah yang ditetapkan syariat dan memberikan nafkah yang baik, ﴾ وَأَقۡرَضُواْ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا ﴿ "dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik," dengan cara membelanjakan harta mereka untuk kebaikan yang menjadi simpanan bagi mereka di sisi Rabb mereka, ﴾ يُضَٰعَفُ لَهُمۡ ﴿ "niscaya akan dilipatgandakan," pahala kebaikan sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali sampai tidak terhingga, ﴾ وَلَهُمۡ أَجۡرٞ كَرِيمٞ ﴿ "dan bagi mereka pahala yang mulia," yakni, pahala yang disediakan Allah سبحانه وتعالى bagi mereka di surga yang tidak diketahui oleh jiwa.

(19) ﴾ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦٓ ﴿ "Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya." Iman menurut Ahlussunnah sebagaimana yang ditunjukkan oleh al-Qur`an dan as-Sunnah, adalah ucapan hati dan lisan serta amalan hati, lisan dan raga. Semua itu mencakup seluruh syariat agama baik yang lahir maupun yang batin. Orang-orang yang melakukan semua hal i n i ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصِّدِّيقُونَۖ ﴿ "mereka itu orang-orang yang Shiddiqin," yaitu orang yang tingkatnya di atas orang-orang Mukmin secara umum dan berada di bawah tingkatan para nabi. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَٱلشُّهَدَآءُ عِندَ رَبِّهِمۡ لَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ وَنُورُهُمۡۖ ﴿ "Dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Rabb mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka," sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih, إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ، مَا بَيْنَ كُلِّ دَرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، أَعَدَّهَا اللّٰهُ لِلْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ. "Sesungguhnya di dalam surga terdapat seratus tingkat, jarak antara masing-masing tingkatan sejauh antara langit dan bumi, yang disediakan Allah untuk orang-orang yang berjihad di jalanNya." Hadits ini menunjukkan tingginya tempat mereka serta de-katnya mereka dengan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَآ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَحِيمِ ﴿ "Dan (sedangkan) orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah peng-huni-penghuni neraka." Ayat-ayat ini merangkum tingkatan-tingkatan manusia yaitu; orang-orang yang gemar bersedekah, orang-orang yang membenar-kan, para syuhada dan para penghuni Neraka Jahim. Orang-orang yang gemar bersedekah, amal terbesar mereka adalah berbuat baik terhadap sesama serta mencurahkan segala sesuatu yang berguna bagi mereka, khususnya dalam membelanjakan harta di jalan Allah سبحانه وتعالى. Sedangkan orang-orang yang benar (shiddiqun) adalah mereka yang menyempurnakan tingkatan-tingkatan iman, amal shalih, ilmu yang berguna dan keyakinan tulus. Para syuhada adalah mereka yang berjuang di jalan Allah سبحانه وتعالى untuk menjunjung tinggi kalimat Allah سبحانه وتعالى, mereka mencurahkan harta dan jiwa raga untuk berperang. Dan para penghuni Neraka Jahim itu adalah orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah سبحانه وتعالى. Masih ada lagi satu golongan yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى dalam surat Fathir, yaitu para muqtashidun, yaitu mereka yang menunaikan kewajiban-ke-wajiban dan menjauhi semua yang diharamkan, hanya saja mereka melakukan beberapa kekurangan dalam menunaikan hak-hak Allah سبحانه وتعالى dan hak-hak sesama manusia. Tempat kembali tingkatan ini adalah surga meski ada di antara mereka yang mendapatkan hukuman terlebih dahulu sebagai balasan atas sebagian amal per-buatannya (yang buruk).

57:20–21Page 540

ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا لَعِبٞ وَلَهۡوٞ وَزِينَةٞ وَتَفَاخُرُۢ بَيۡنَكُمۡ وَتَكَاثُرٞ فِي ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَوۡلَٰدِۖ كَمَثَلِ غَيۡثٍ أَعۡجَبَ ٱلۡكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصۡفَرّٗا ثُمَّ يَكُونُ حُطَٰمٗاۖ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ عَذَابٞ شَدِيدٞ وَمَغۡفِرَةٞ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٰنٞۚ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلۡغُرُورِ ٢٠

Know that the life of this world is but amusement and diversion and adornment and boasting to one another and competition in increase of wealth and children - like the example of a rain whose [resulting] plant growth pleases the tillers; then it dries and you see it turned yellow; then it becomes [scattered] debris. And in the Hereafter is severe punishment and forgiveness from Allāh and approval. And what is the worldly life except the enjoyment of delusion.

سَابِقُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٖ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا كَعَرۡضِ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ أُعِدَّتۡ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦۚ ذَٰلِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ ذُو ٱلۡفَضۡلِ ٱلۡعَظِيمِ ٢١

Race [i.e., compete] toward forgiveness from your Lord and a Garden whose width is like the width of the heavens and earth, prepared for those who believed in Allāh and His messengers. That is the bounty of Allāh which He gives to whom He wills, and Allāh is the possessor of great bounty.

"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanaman-nya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaanNya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah ke-senangan yang menipu. Berlomba-lombalah kamu kepada (men-dapatkan) ampunan dari Rabbmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasulNya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendakiNya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar." (Al-Hadid: 20-21).

(20) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan hakikat dunia dan seluruh isinya, dan Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kesudahan dunia dan kesudahan manusia yang menghuninya, bahwa dunia adalah ﴾ لَعِبٞ وَلَهۡوٞ ﴿ "per-mainan dan suatu yang melalaikan." Raga manusia bermain-main de-ngan dunia dan hati mereka lalai. Hal ini terjadi dan berlaku bagi mereka yang mencintai dunia. Anda melihat mereka menghabiskan sebagian besar usia mereka dengan kelalaian hati serta lalai untuk mengingat Allah سبحانه وتعالى serta lalai akan janji dan ancaman yang ada di hadapan mereka. Anda juga melihat mereka menjadikan agama sebagai permainan dan kelalaian. Lain halnya dengan orang-orang yang sadar dan bekerja untuk akhirat. Hati mereka penuh dengan dzikir, ma'rifah dan mahabbah. Mereka gunakan sebagian besar waktu mereka untuk amalan-amalan yang mendekatkan mereka kepada Allah سبحانه وتعالى sehingga tidak sempat melakukan perbuatan-per-buatan yang kurang bermanfaat. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَزِينَةٞ ﴿ "perhiasan," maksudnya, berhias dalam pakaian, makanan, minuman, kendaraan, rumah, istana, penampilan, dan lainnya, ﴾ وَتَفَاخُرُۢ بَيۡنَكُمۡ ﴿ "dan bermegah-megah antara kamu," maksudnya, masing-masing orang yang memiliki tiap-tiap perhiasan dunia saling membangga-banggakan diri terhadap yang lain dan selalu berusaha untuk menjadi yang terdepan di bidang-nya dan yang kondisinya ternama, ﴾ وَتَكَاثُرٞ فِي ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَوۡلَٰدِۖ ﴿ "serta ber-bangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak," maksudnya, ma-sing-masing ingin menjadi yang terbanyak dari segi harta dan anak dari yang lain. Ini terjadi pada mereka yang gila dunia dan merasa tenang terhadap dunia. Lain halnya orang yang mengetahui dunia dan hakikatnya. Mereka menjadikan dunia sebagai tempat berlalu, bukan dijadikan sebagai tempat tinggal. Mereka selalu berlomba-lomba dan menyaingi segala hal yang bisa mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى dengan menggunakan berbagai media yang bisa mengantarkan menuju surga, tempat kemuliaan Allah سبحانه وتعالى, ketika melihat orang yang menyainginya dengan memperbanyak harta dan anak, dihadapinya dengan memperbanyak amalan-amalan shalih. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى membuat perumpamaan bagi dunia yaitu seperti air hujan yang turun ke bumi dan berbaur dengan tumbuh-tumbuhan yang dimakan oleh manusia dan juga hewan, hingga ketika bumi menampakkan keindahannya, tumbuh-tum-buhan itu pun membuat orang-orang kafir heran, tetapi lalai dari memperhatikannya, pandangan dan perhatian mereka hanya ter-tuju pada dunia. Kemudian datanglah sesuatu yang menghancur-kan tanaman tersebut atas perintah dari Allah سبحانه وتعالى hingga tanaman itu pun rusak, mengering dan kembali pada kondisi semula, seolah-olah sama sekali tidak pernah menghijau dan tidak pernah dilihat menarik. Seperti itu juga dunia, pada saat menyinari para penggila-nya, apa pun yang diinginkan selalu terpenuhi, apa pun yang di-kehendaki pasti menemukan pintunya yang terbuka, di saat seperti itu, tiba-tiba takdirnya datang dan melenyapkan semua yang ada di tangannya, melenyapkan semua kekuasaan yang dimiliki dan menghilangkan semua itu darinya. Ia pun meninggalkan dunia dengan tangan hampa. Tidak berbekal apa pun selain sehelai kain kafan. Amat celakalah orang yang menjadikan dunia sebagai tujuan dari angan-angannya serta tujuan dari segala usaha dan pekerja-annya. Lain halnya dengan amalan-amalan akhirat yang berguna dan disimpan untuk para pemiliknya yang akan selalu menemani hamba selamanya. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ عَذَابٞ شَدِيدٞ وَمَغۡفِرَةٞ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٰنٞۚ ﴿ "Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan am-punan dari Allah serta keridhaanNya." Maksudnya, hanya ada dua kemungkinan di akhirat: Siksaan pedih di Neraka Jahanam dengan belenggu, rantai dan kengeriannya bagi orang yang menjadikan dunia sebagai tujuan dan puncak keinginannya sehingga berlaku sembrono dengan berbagai kemaksiatan, mendustakan ayat-ayat Allah سبحانه وتعالى dan mengkufuri semua nikmat Allah سبحانه وتعالى, atau ampunan dari semua kesalahan dari Allah سبحانه وتعالى, penghapusan dari berbagai hukuman dan keridhaan Allah yang berhak diperoleh oleh orang yang berhak mendapatkannya, berada di tempat keridhaan bagi orang yang mengetahui hakikat dunia dan mengerahkan segenap usahanya untuk kepentingan akhirat. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى ber-firman, ﴾ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلۡغُرُورِ ﴿ "Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." Maksudnya, tidak lain hanyalah kesenangan yang dinikmati dan dipakai untuk berbagai keperluan yang tidak akan menipu dan membuat tenang kecuali orang yang lemah akalnya, yaitu mereka yang tertipu oleh dunia terhadap Allah سبحانه وتعالى.

(21) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى memerintahkan untuk berlomba-lomba menggapai ampunan, keridhaan, dan surgaNya. Hal itu bisa dicapai dengan melakukan berbagai sebab-sebab ampunan seperti taubat yang sungguh-sungguh, istighfar yang berguna, jauh dari dosa dan perantaranya, berlomba-lomba menggapai keridha-an Allah سبحانه وتعالى dengan amal shalih, berusaha terus melakukan semua amalan yang diridhai Allah سبحانه وتعالى berupa ibadah secara baik, bersikap baik terhadap sesama makhluk dengan berbagai perbuatan yang berguna. Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyebutkan amalan-amalan yang mewajibkan pelakunya mendapatkan semua itu seraya berfirman, ﴾ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا كَعَرۡضِ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ أُعِدَّتۡ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦۚ ﴿ "Dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya." Termasuk iman kepada Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya adalah seluruh pokok-pokok agama dan cabang-cabangnya. ﴾ ذَٰلِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُۚ ﴿ "Itulah karunia Allah, diberikanNya kepada siapa yang dikehendakiNya." Maksudnya, balasan untuk kalian yang Kami jelaskan ini berupa jalan yang mengantarkan kalian menuju surga dan jalan yang mengantarkan kalian menuju neraka, dan sesungguhnya pahala Allah سبحانه وتعالى yang diberikan dengan balasan yang besar merupakan pemberian dan karunia terbesar untuk hamba-hambaNya, ﴾ وَٱللَّهُ ذُو ٱلۡفَضۡلِ ٱلۡعَظِيمِ ﴿ "Dan Allah mempunyai karunia yang besar," yang pujianNya tidak terhingga, seperti Dia memuji diriNya, lebih dari pujian seluruh makhlukNya.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском