As-Sa'diHud · 11:1–24

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

هود

Hud

Hud · Meccan · 123 ayahs

11:1–4Page 221

الٓرۚ كِتَٰبٌ أُحۡكِمَتۡ ءَايَٰتُهُۥ ثُمَّ فُصِّلَتۡ مِن لَّدُنۡ حَكِيمٍ خَبِيرٍ ١

Alif, Lām, Rā.1 [This is] a Book whose verses are perfected and then presented in detail from [one who is] Wise and Aware2

أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَۚ إِنَّنِي لَكُم مِّنۡهُ نَذِيرٞ وَبَشِيرٞ ٢

[Through a messenger, saying], "Do not worship except Allāh. Indeed, I am to you from Him a warner and a bringer of good tidings,"

وَأَنِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ يُمَتِّعۡكُم مَّتَٰعًا حَسَنًا إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗى وَيُؤۡتِ كُلَّ ذِي فَضۡلٖ فَضۡلَهُۥۖ وَإِن تَوَلَّوۡاْ فَإِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٖ كَبِيرٍ ٣

And [saying], "Seek forgiveness of your Lord and repent to Him, [and] He will let you enjoy a good provision for a specified term and give every doer of favor his favor [i.e., reward]. But if you turn away, then indeed, I fear for you the punishment of a great Day.

إِلَى ٱللَّهِ مَرۡجِعُكُمۡۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ ٤

To Allāh is your return, and He is over all things competent."

"Alif lam ra, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana lagi Mahatahu, agar kamu tidak menyembah kecuali Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu dariNya, dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepadaNya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa Hari Kiamat. Kepada Allah-lah kembalimu, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (Hud: 1-4).

Makkiyyah

(1) Allah berfirman, ﴾ كِتَٰبٌ ﴿ "(Inilah) suatu kitab", yang agung yang diturunkan dengan mulia ﴾ أُحۡكِمَتۡ ءَايَٰتُهُۥ ﴿ "yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi." Yakni dengan sempurna dan bagus. Berita-beritanya jujur, perintah dan larangannya adil, lafazhnya fasih, maknanya indah ﴾ ثُمَّ فُصِّلَتۡ ﴿ "kemudian dijelaskan secara terperinci." Yakni diterang-kan dan diperjelas sebagai bentuk penjelasan yang paling tinggi, ﴾ مِن لَّدُنۡ حَكِيمٍ ﴿ "yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana." Meletakkan segala sesuatu di tempatnya, mendudukkannya pada posisinya, tidak memerintahkan dan melarang kecuali sesuai dengan tuntutan hikmahNya. ﴾ خَبِيرٍ ﴿ "Lagi Mahatahu", yang mengetahui lahir dan batin. Jika penataannya yang rapi dan penjelasannya dari Allah Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui, maka sesudah itu janganlah kamu bertanya tentang kebesaranNya, keagungan-Nya dan pencakupanNya atas hikmah yang sempurna dan rahmat yang luas.

(2) Allah hanyalah menurunkan kitabNya agar kamu tidak menyembah kecuali Allah, maksudnya agar mengikhlaskan seluruh agama kepada Allah dan agar tidak seorang pun dari makhlukNya yang disekutukan denganNya. ﴾ إِنَّنِي لَكُم ﴿ "Sesungguhnya aku (Muham-mad) bagimu", wahai manusia. ﴾ مِّنۡهُ ﴿ "DariNya", dari Allah Rabbmu ﴾ نَذِيرٞ ﴿ "adalah pemberi peringatan", bagi yang berani melakukan ke-maksiatan dengan azab dunia dan akhirat. ﴾ وَبَشِيرٞ ﴿ "Dan pembawa kabar gembira", bagi orang-orang yang taat kepada Allah dengan pahala dunia dan akhirat.

(3) ﴾ وَأَنِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ﴿ "Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu", dari dosa-dosa yang kamu kerjakan, ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ ﴿ "dan ber-taubat kepadaNya", pada (sisa) umurmu yang kamu hadapi dengan kembali dan mendekatkan diri kepadaNya, meninggalkan sesuatu yang dibenci Allah kepada sesuatu yang dicintai dan diridhaiNya. Kemudian Allah menyebutkan akibat dari istighfar dan taubat, seraya Dia berfirman, ﴾ يُمَتِّعۡكُم مَّتَٰعًا حَسَنًا ﴿ "Niscaya Dia akan memberi kenik-matan yang baik (terus menerus) kepadamu." Maksudnya, Dia mem-berimu rizki yang bisa kamu nikmati dan manfaatkan, ﴾ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗى ﴿ "sampai kepada waktu yang telah ditentukan." Yakni sampai kamu mati. ﴾ وَيُؤۡتِ كُلَّ ذِي فَضۡلٖ فَضۡلَهُۥۖ ﴿ "Dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya." Maksudnya, Allah memberikan karunia dan kebaikanNya kepada ahli kebaikan dan kebajikan sebagai balasan atas kebaikannya dalam bentuk ke-baikan yang mereka raih dan keburukan yang dijauhkan. ﴾ وَإِن تَوَلَّوۡاْ ﴿ "Jika kamu berpaling", dari apa yang aku dakwahkan kepadamu, kamu berpaling bahkan kamu mungkin mendustakan,﴾ فَإِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٖ كَبِيرٍ ﴿ "maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa Hari Kiamat." Yaitu Hari Kiamat yang padanya Allah mengumpulkan orang-orang terdahulu dan yang datang kemudian.

(4) Lalu Allah membalas perbuatan mereka, jika baik maka baik, jika buruk maka buruk. Dan FirmanNya, ﴾ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ ﴿ "Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." Sebagai dalil bahwa Allah meng-hidupkan yang mati karena Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Termasuk kategori sesuatu itu adalah menghidupkan orang mati. Dia telah mengabarkan itu, dan Dia adalah pembicara paling benar, maka dari segi akal dan syariat hal itu pasti terjadi.

11:5Page 221

أَلَآ إِنَّهُمۡ يَثۡنُونَ صُدُورَهُمۡ لِيَسۡتَخۡفُواْ مِنۡهُۚ أَلَا حِينَ يَسۡتَغۡشُونَ ثِيَابَهُمۡ يَعۡلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعۡلِنُونَۚ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ٥

Unquestionably, they [i.e., the disbelievers] turn away their breasts to hide themselves from him. Unquestionably, [even] when they cover themselves in their clothing, He [i.e., Allāh] knows what they conceal and what they declare. Indeed, He is Knowing of that within the breasts.

"Ingatlah, sesungguhnya (orang munafik itu) memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan diri darinya (Muhammad). Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka tampakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati." (Hud: 5).

(5) Allah mengabarkan kebodohan orang-orang musyrik dan kesesatan mereka yang jauh, bahwa mereka itu ﴾ يَثۡنُونَ صُدُورَهُمۡ ﴿ "memalingkan dada mereka" maksudnya, mereka berpaling agar bisa bersembunyi dari Allah sehingga dada mereka itu menghalangi ilmu Allah tentang keadaan mereka dan menghalangi penglihatan-Nya kepada gerak-gerik mereka. Allah berfirman menjelaskan ke-salahan mereka dalam prasangkanya ini, ﴾ أَلَا حِينَ يَسۡتَغۡشُونَ ثِيَابَهُمۡ ﴿ "Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain." Yakni menutupi dengannya. Dalam kondisi tersebut yang merupakan kondisi paling tersamar, Allah tetap mengetahui keadaan mereka lebih dari itu. ﴾ يَعۡلَمُ مَا يُسِرُّونَ ﴿ "Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan", berupa perkataan dan perbuatan, ﴾ وَمَا يُعۡلِنُونَۚ ﴿ "dan apa yang mereka tampakkan", darinya bahkan apa yang lebih mendalam darinya, yaitu ﴾ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ﴿ "sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati." Yakni keinginan-keinginan, was-was dan pemikiran-pemikiran yang ada di dalamnya yang tidak dikatakan, baik secara rahasia atau terang-terangan, bagaimana mungkin keadaanmu samar bagiNya ketika kamu memalingkan dadamu agar bisa bersembunyi dariNya? Ada kemungkinan makna lain dalam hal ini yaitu bahwa Allah menyebut berpalingnya orang-orang musyrik dari Rasul dan kela-laian mereka terhadap dakwahnya, bahwa karena kerasnya berpa-lingnya mereka, sampai mereka memalingkan dada mereka yakni mereka membelokkan badan manakala mereka melihat Rasul agar beliau tidak melihat mereka, menyampaikan dakwahnya dan me-nasihati mereka dengan sesuatu yang bermanfaat bagi mereka. Ada-kah sesuatu yang melebihi atas berpalingnya mereka ini? Kemudian Allah mengancam mereka dengan ilmuNya terhadap seluruh ke-adaan mereka, dan bahwa mereka tidak ada sesuatu pun yang ter-sembunyi atas Allah dan Dia akan membalas mereka sesuai dengan perbuatan mereka.

11:6Page 222

۞ وَمَا مِن دَآبَّةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزۡقُهَا وَيَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَاۚ كُلّٞ فِي كِتَٰبٖ مُّبِينٖ ٦

And there is no creature on earth but that upon Allāh is its provision, and He knows its place of dwelling and place of storage.1 All is in a clear register.

"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melain-kan Allah-lah yang memberi rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiamnya bintang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (Hud: 6).

(6) Maksudnya, semua yang merayap di muka bumi berupa manusia, binatang darat atau laut maka Allah telah menjamin rizki dan makanan mereka, rizki mereka menjadi kewajiban Allah. ﴾ وَيَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَاۚ ﴿ "Dan Dia mengetahui tempat berdiamnya binatang itu dan tempat penyimpanannya." Maksudnya, Dia mengetahui tempat ber-diam diri binatang-binatang ini yaitu rumah tempat tinggalnya dan perlindungannya, dan mengetahui tempat penyimpanannya yaitu tempat di mana ia berpindah kepadanya pada waktu pulang per-ginya dan kondisi-kondisi tertentunya. ﴾ كُلّٞ ﴿ "Semuanya" seluruh perincian tentang keadaannya ﴾ فِي كِتَٰبٖ مُّبِينٖ ﴿ "tertulis dalam Kitab yang nyata." Yakni Lauh Mahfuzh yang meliputi seluruh peristiwa yang terjadi di langit dan bumi. Semuanya diliputi oleh ilmu Allah, dicatat oleh penaNya, berlaku padanya kehendakNya dan dicukupi olehNya rizkinya. Hendaknya manusia tetap tenang kepada jami-nan Allah yang menjamin rizkinya dan yang ilmuNya meliputi Dzat dan sifat-sifatNya.

11:7–8Page 222

وَهُوَ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ وَكَانَ عَرۡشُهُۥ عَلَى ٱلۡمَآءِ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۗ وَلَئِن قُلۡتَ إِنَّكُم مَّبۡعُوثُونَ مِنۢ بَعۡدِ ٱلۡمَوۡتِ لَيَقُولَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ مُّبِينٞ ٧

And it is He who created the heavens and the earth in six days - and His Throne had been upon water - that He might test you as to which of you is best in deed. But if you say, "Indeed, you are resurrected after death," those who disbelieve will surely say, "This is not but obvious magic."

وَلَئِنۡ أَخَّرۡنَا عَنۡهُمُ ٱلۡعَذَابَ إِلَىٰٓ أُمَّةٖ مَّعۡدُودَةٖ لَّيَقُولُنَّ مَا يَحۡبِسُهُۥٓۗ أَلَا يَوۡمَ يَأۡتِيهِمۡ لَيۡسَ مَصۡرُوفًا عَنۡهُمۡ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ ٨

And if We hold back from them the punishment for a limited time, they will surely say,1 "What detains it?" Unquestionably, on the Day it comes to them, it will not be averted from them, and they will be enveloped by what they used to ridicule.

"Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan ArasyNya berada di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kalian yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Makkah), 'Sesungguhnya kamu akan dibangkit-kan sesudah mati,' niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata, 'Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.' Dan sesungguhnya jika Kami mundurkan azab dari mereka sampai kepada suatu waktu yang ditentukan, niscaya mereka akan berkata, 'Apakah yang meng-halanginya?' Ingatlah, di waktu azab itu datang kepada mereka, tidaklah dapat dipalingkan dari mereka, dan mereka diliputi oleh azab yang dahulunya mereka selalu memperolok-olokkannya." (Hud: 7-8).

(7) Allah mengabarkan bahwa Dia ﴾ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ ﴿ "menciptakan langit dan bumi dalam enam masa", hari pertamanya adalah Hari Ahad dan hari terakhirnya adalah Hari Jum'at. Dan ketika Dia menciptakan langit dan bumi ﴾ وَكَانَ عَرۡشُهُۥ عَلَى ٱلۡمَآءِ ﴿ "yang mana ArasyNya berada di atas air", di atas langit ketujuh, setelah men-ciptakan langit dan bumi, maka Dia bersemayam di atas ArasyNya. Dia mengatur dan menata segala urusan menurut kehendakNya yang meliputi hukum-hukum qadari dan hukum-hukum syar'i. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۗ ﴿ "Agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya." Maksudnya, Allah mengujimu tatkala Dia menciptakan segala sesuatu yang ada di langit dan bumi untukmu. Dia mengujimu dengan perintah dan laranganNya, maka Dia melihat siapa yang lebih baik amalnya di antara kamu. Al-Fudhail bin Iyadh 5 berkata, "Yang paling ikhlas dan yang paling benar." Dia ditanya, "Wahai Abu Ali, apa maksud-nya?" Dia menjawab, "Jika suatu amal perbuatan itu ikhlas, akan tetapi ia tidak benar, maka ia tidak diterima, jika ia benar tetapi ti-dak ikhlas, maka ia tidak diterima, hingga ia dilakukan secara ikhlas dan benar. Yang ikhlas adalah yang dilakukan karena Wajah Allah, dan yang benar adalah yang mengikuti syariat dan sunnah. Ini se-bagaimana Firman Allah, ﴾ وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ 56 ﴿ "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu." (Adz-Dzariyat: 56). Dan Dia berfirman, ﴾ ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَ سَبۡعَ سَمَٰوَٰتٖ وَمِنَ ٱلۡأَرۡضِ مِثۡلَهُنَّۖ يَتَنَزَّلُ ٱلۡأَمۡرُ بَيۡنَهُنَّ لِتَعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ وَأَنَّ ٱللَّهَ قَدۡ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عِلۡمَۢا 12 ﴿ "Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan bahwa Allah, ilmuNya benar-benar meliputi segala sesuatu." (Ath-Thalaq: 12). Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepadaNya dan mengetahuiNya dengan nama-nama dan sifatNya. Dia memerintah mereka dengan itu. Maka barangsiapa yang tunduk dan menunai-kan apa yang diperintahkan maka dia termasuk orang-orang yang beruntung. Barangsiapa yang berpaling maka mereka adalah orang-orang yang merugi, dan pasti Dia akan mengumpulkan mereka di alam yang mana Dia membalas mereka atas dasar perintah dan laranganNya. Oleh karena itu, Allah menyebutkan pendustaan orang-orang musyrik terhadap Hari Pembalasan. Dia berfirman, ﴾ وَلَئِن قُلۡتَ إِنَّكُم مَّبۡعُوثُونَ مِنۢ بَعۡدِ ٱلۡمَوۡتِ لَيَقُولَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ مُّبِينٞ ﴿ "Dan jika kamu berkata (kepada penduduk Makkah), 'Sesungguhnya kamu akan di-bangkitkan sesudah mati,' niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata, 'Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata'." Maksudnya, jika kamu ber-kata dan mengabarkan kepada mereka tentang kebangkitan sesudah kematian niscaya mereka tidak mempercayaimu, justru mereka sangat mendustakanmu dan melecehkan apa yang kamu bawa, dan mereka berkata, ﴾ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ مُّبِينٞ ﴿ "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata." Ketahuilah, ia adalah kebenaran yang nyata.

(8) ﴾ وَلَئِنۡ أَخَّرۡنَا عَنۡهُمُ ٱلۡعَذَابَ إِلَىٰٓ أُمَّةٖ مَّعۡدُودَةٖ ﴿ "Dan sesungguhnya jika Kami mundurkan azab dari mereka sampai kepada suatu waktu yang ditentukan." Yakni kepada waktu yang ditakdirkan, lalu mereka merasakan kelambatannya, niscaya mereka berkata karena kebodohan dan kezhaliman, ﴾ مَا يَحۡبِسُهُۥٓۗ ﴿ "Apakah yang menghalanginya?" Ucapan ini mengandung pendustaan mereka kepadanya. Tidak terjadinya azab yang menimpa mereka, dijadikan sebagai bukti kebohongan Rasulullah yang mengabarkan terjadinya azab, alangkah jauhnya pengambilan dalil ini. ﴾ أَلَا يَوۡمَ يَأۡتِيهِمۡ لَيۡسَ مَصۡرُوفًا عَنۡهُمۡ ﴿ "Ingatlah, di waktu azab itu datang kepada mereka, tidaklah dapat dipalingkan dari mereka", sehingga membuat mereka mampu melihat azab bagi mereka.﴾ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ ﴿ "Dan mereka diliputi oleh azab yang dahulunya me-reka selalu memperolok-olokkannya." Di mana mereka meremehkannya sampai-sampai mereka memastikan kebohongan orang yang hadir membawanya.

11:9–11Page 222

وَلَئِنۡ أَذَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ مِنَّا رَحۡمَةٗ ثُمَّ نَزَعۡنَٰهَا مِنۡهُ إِنَّهُۥ لَيَـُٔوسٞ كَفُورٞ ٩

And if We give man a taste of mercy from Us and then We withdraw it from him, indeed, he is despairing and ungrateful.

وَلَئِنۡ أَذَقۡنَٰهُ نَعۡمَآءَ بَعۡدَ ضَرَّآءَ مَسَّتۡهُ لَيَقُولَنَّ ذَهَبَ ٱلسَّيِّـَٔاتُ عَنِّيٓۚ إِنَّهُۥ لَفَرِحٞ فَخُورٌ ١٠

But if We give him a taste of favor after hardship has touched him, he will surely say, "Bad times have left me." Indeed, he is exultant and boastful -

إِلَّا ٱلَّذِينَ صَبَرُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُم مَّغۡفِرَةٞ وَأَجۡرٞ كَبِيرٞ ١١

Except for those who are patient and do righteous deeds; those will have forgiveness and great reward.

"Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nik-mat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut darinya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih. Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpa-nya, niscaya dia akan berkata, 'Telah hilang bencana-bencana itu dariku.' Sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga, kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar." (Hud: 9-11).

(9-10) Allah mengabarkan tentang tabiat manusia bahwa dia itu bodoh dan zhalim, bahwa jika Allah memberikan rahmat kepadanya seperti rizki, kesehatan, anak keturunan dan lain-lain, kemudian Dia mengambil darinya, maka dia menyerah dan tunduk kepada keputusasaan, tidak berharap pahala Allah dan tidak ter-lintas di benaknya bahwa Allah akan mengembalikannya atau yang sepertinya atau yang lebih baik daripadanya, dan bahwa jika Allah melimpahkan rahmat setelah kesulitan yang menimpanya maka dia berbahagia menyombongkan diri dan menyangka harta yang banyak itu akan langgeng, seraya dia berkata, ﴾ ذَهَبَ ٱلسَّيِّـَٔاتُ عَنِّيٓۚ إِنَّهُۥ لَفَرِحٞ فَخُورٌ ﴿ "'Telah hilang bencana-bencana itu dariku.' Sesungguhnya dia sa-ngat gembira lagi bangga." Maksudnya, dia berbahagia dengan apa yang diberikan kepadanya yang sesuai dengan keinginan dirinya, bangga dengan nikmat Allah kepada hamba-hambaNya. Hal itu membuatnya lupa diri, sombong, angkuh, takabur di hadapan manusia, menghina dan merendahkan mereka. Adakah cacat yang lebih berat daripada ini?

(11) Ini adalah tabiat manusia itu sendiri, kecuali orang yang diberi taufik oleh Allah dan dikeluarkan dari perilaku buruk ini kepada perilaku baik, mereka itu adalah orang-orang yang sabar pada saat sulit, mereka tidak berputus asa karenanya, pada saat senang, mereka tidak sombong dan mengamalkan amal shalih yang wajib dan yang dianjurkan, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُم مَّغۡفِرَةٞ ﴿ "mereka itu beroleh ampun-an", atas dosa-dosa mereka yang dengannya segala perkara yang dikhawatirkan lenyap dari mereka. ﴾ وَأَجۡرٞ كَبِيرٞ ﴿ "Dan pahala yang besar." Maksudnya, beruntung dengan meraih surga kekekalan yang berisi apa yang diinginkan oleh jiwa dan dinikmati oleh mata.

11:12–14Page 222

فَلَعَلَّكَ تَارِكُۢ بَعۡضَ مَا يُوحَىٰٓ إِلَيۡكَ وَضَآئِقُۢ بِهِۦ صَدۡرُكَ أَن يَقُولُواْ لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡهِ كَنزٌ أَوۡ جَآءَ مَعَهُۥ مَلَكٌۚ إِنَّمَآ أَنتَ نَذِيرٞۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ وَكِيلٌ ١٢

Then would you possibly leave [out] some of what is revealed to you,1 or is your breast constrained by it because they say, "Why has there not been sent down to him a treasure or come with him an angel?" But you are only a warner. And Allāh is Disposer of all things.

أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ قُلۡ فَأۡتُواْ بِعَشۡرِ سُوَرٖ مِّثۡلِهِۦ مُفۡتَرَيَٰتٖ وَٱدۡعُواْ مَنِ ٱسۡتَطَعۡتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ١٣

Or do they say, "He invented it"? Say, "Then bring ten sūrahs like it that have been invented and call upon [for assistance] whomever you can besides Allāh, if you should be truthful."

فَإِلَّمۡ يَسۡتَجِيبُواْ لَكُمۡ فَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَآ أُنزِلَ بِعِلۡمِ ٱللَّهِ وَأَن لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ فَهَلۡ أَنتُم مُّسۡلِمُونَ ١٤

And if they do not respond to you - then know that it [i.e., the Qur’ān] was revealed with the knowledge of Allāh1 and that there is no deity except Him. Then,2 would you [not] be Muslims?

"Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan dadamu sempit karenanya, karena khawatir bahwa mereka akan mengatakan, 'Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengannya seorang malaikat?' Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan, dan Allah Pemelihara segala sesuatu. Bahkan mereka mengatakan, 'Muhammad telah membuat-buat al-Qur`an itu.' Katakanlah, '(Kalau demikian), maka datang-kanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar.' Jika me-reka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka (katakanlah olehmu), 'Ketahuilah sesungguhnya al-Qur`an itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?'" (Hud: 12-14).

(12) Allah berfirman menghibur NabiNya Muhammad ter-hadap pendustaan orang-orang yang mendustakan,﴾ فَلَعَلَّكَ تَارِكُۢ بَعۡضَ مَا يُوحَىٰٓ إِلَيۡكَ وَضَآئِقُۢ بِهِۦ صَدۡرُكَ أَن يَقُولُواْ لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡهِ كَنزٌ ﴿ "Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan dada-mu sempit karenanya, karena khawatir bahwa mereka akan mengatakan, 'Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan)'." Maksudnya, ini tidak layak untuk orang sepertimu, karena ucapan mereka berpengaruh padamu dan menghalangi pekerjaan dakwah-mu, akibatnya kamu meninggalkan sebagian yang diwahyukan kepadamu dan dadamu menjadi sempit karena penolakan mereka dengan ucapan mereka, ﴾ لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡهِ كَنزٌ أَوۡ جَآءَ مَعَهُۥ مَلَكٌۚ ﴿ "Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengannya seorang malaikat?" Ucapan ini muncul dari penging-karan, kezhaliman, kesombongan, kesesatan dan kebodohan ter-hadap tempat-tempat dalil dan bukti, maka majulah terus di atas dakwahmu. Ucapan-ucapan yang lemah yang keluar dari orang bodoh ini janganlah menghalangimu, janganlah membuat dadamu sempit karenanya. Apakah mereka menyodorkan dalil-dalil yang kamu tidak bisa membantahnya? Ataukah mereka mencela sebagian dari ajaran yang kamu bawa dengan celaan yang mempengaruhi-nya dan mengurangi nilainya yang akibatnya kamu menjadi sempit dada karenanya? Apakah kamu bertanggung jawab atas hisab me-reka dan dituntut untuk memberi petunjuk kepada mereka? ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ نَذِيرٞۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ وَكِيلٌ ﴿ "Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan, dan Allah Pemelihara segala sesuatu." Dia-lah pemelihara mereka, yang menjaga amal mereka dan membalasnya dengan ba-lasan yang sempurna.

(13) ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Bahkan mereka mengatakan, 'Muhammad telah membuat-buat al-Qur`an itu'." Maksudnya, Muhammad adalah pembuat al-Qur`an, maka Allah menjawab mereka dengan ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah", kepada m e r e k a ﴾ فَأۡتُواْ بِعَشۡرِ سُوَرٖ مِّثۡلِهِۦ مُفۡتَرَيَٰتٖ وَٱدۡعُواْ مَنِ ٱسۡتَطَعۡتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ﴿ "(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar." Maksudnya, kalau memang Muhammad telah membuatnya lalu karena dalam urusan kefasihan dan balaghah tiada beda antara kalian dengan dia, sementara kalian adalah benar-benar musuh, yang berusaha dengan segala upaya yang memung-kinkanmu untuk membatalkan dakwahnya, jika kalian benar maka datangkanlah sepuluh surat yang sepertinya, hasil dari kreasimu.

(14) ﴾ فَإِلَّمۡ يَسۡتَجِيبُواْ لَكُمۡ ﴿ "Jika mereka yang kamu seru itu tidak me-nerima seruanmu (ajakanmu) itu", sedikit pun ﴾ فَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَآ أُنزِلَ بِعِلۡمِ ٱللَّهِ ﴿ "maka (katakanlah olehmu), 'Ketahuilah sesungguhnya al-Qur`an itu diturunkan dengan ilmu Allah'," dari sisi Allah[3] karena adanya dalil dan tuntutan dan hilangnya penghalang. ﴾ وَأَن لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ ﴿ "Dan bahwasanya tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia." Maksudnya, ketahuilah bahwa tiada tuhan yang haq kecuali Dia, yakni hanya Dia semata yang berhak dituhankan dan diibadahi. ﴾ فَهَلۡ أَنتُم مُّسۡلِمُونَ ﴿ "Maka mau-kah kamu berserah diri (kepada Allah)?" Tunduk kepada uluhiyahNya dan pasrah kepada ubudiyahNya. Ayat-ayat ini mengandung petunjuk bahwa tidak seharusnya seorang da'i kepada Allah terhalangi oleh sanggahan orang-orang yang menyanggah dan celaan orang-orang yang mencela, lebih-lebih jika celaannya tidak berdasar dan tidak mengarah kepada apa yang dia dakwahkan. Hendaknya dia tidak bersempit dada, justru dia mesti tetap tenang, maju terus dalam urusannya dan memperhati-kan perkaranya. Dia tidak harus menjawab sanggahan mereka yang berpijak kepada dalil-dalil yang mereka pilih. Cukup baginya me-negakkan dalil yang benar yang bebas dari sanggahan atas segala persoalan dan tuntutan. Ayat ini menunjukkan bahwa al-Qur`an adalah mukjizat de-ngan sendirinya, tak satu pun manusia yang mampu menghadirkan yang sepertinya, tidak pula dengan sepuluh surat sepertinya bah-kan tidak pula dengan satu surat sepertinya, karena para musuh yang fasih dan ahli ilmu balaghah telah ditantang oleh Allah untuk membuat ayat dan mereka tidak menyangkalnya karena mereka mengetahui bahwa mereka tidak memiliki kemampuan untuk itu. Ayat ini menunjukkan bahwa perkara yang padanya dituntut keyakinan (ilm al-Yaqin) dan tidak cukup dengan dugaan semata adalah ilmu al-Qur`an dan ilmu tauhid berdasarkan FirmanNya, ﴾ فَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَآ أُنزِلَ بِعِلۡمِ ٱللَّهِ وَأَن لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ ﴿ "Maka (katakanlah olehmu), 'Ketahuilah sesungguhnya al-Qur`an itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwa-sanya tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia'."

11:15–16Page 223

مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيۡهِمۡ أَعۡمَٰلَهُمۡ فِيهَا وَهُمۡ فِيهَا لَا يُبۡخَسُونَ ١٥

Whoever desires the life of this world and its adornments - We fully repay them for their deeds therein,1 and they therein will not be deprived.

أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيۡسَ لَهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُواْ فِيهَا وَبَٰطِلٞ مَّا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ١٦

Those are the ones for whom there is not in the Hereafter but the Fire. And lost is what they did therein,1 and worthless is what they used to do.

"Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhia-sannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna, dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka, dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia, dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan." (Hud: 15-16).

(15) Allah berfirman, ﴾ مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا وَزِينَتَهَا ﴿ "Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya", maksudnya segala keinginannya terbatas hanya pada kehidupan dunia berupa wanita, anak-anak, emas, dan perak yang melimpah, kuda pilihan, ternak dan tanah pertanian, maka sungguh dia telah memfokuskan keinginannya, usahanya dan pekerjaannya pada hal-hal ini, dan tidak terbetik dalam keinginannya untuk alam akhirat sedikit pun, orang ini tidak lain melainkan orang kafir karena jika dia adalah orang yang beriman, niscaya imannya menghalanginya untuk mem-berikan seluruh keinginannya kepada alam dunia, bahkan imannya itu sendiri dan amal perbuatan yang dilakukannya adalah salah satu tanda kalau dia itu menginginkan alam akhirat, akan tetapi orang yang sengsara ini yang sepertinya hanya diciptakan untuk dunia saja, ﴾ نُوَفِّ إِلَيۡهِمۡ أَعۡمَٰلَهُمۡ فِيهَا ﴿ "niscaya Kami berikan kepada mereka ba-lasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna." Maksudnya, Kami memberi mereka sesuatu yang telah dibagikan kepada mereka di Ummul Kitab berupa balasan dunianya. ﴾ وَهُمۡ فِيهَا لَا يُبۡخَسُونَ ﴿ "Dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan", tidak sedikit pun dari sesuatu yang ditakdirkan untuknya akan dikurangi, akan tetapi ini adalah pun-cak nikmat mereka.

(16) ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيۡسَ لَهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُۖ ﴿ "Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka", mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, azabNya tidak terputus, mereka tidak mendapat-kan balasan yang mulia. ﴾ وَحَبِطَ مَا صَنَعُواْ فِيهَا ﴿ "Dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dalamnya," yakni di dunia, mak-sudnya, batal dan lenyap rencana mereka untuk membuat makar bagi kebenaran dan pengikutnya, begitu pula amal kebaikan yang tidak berdasar dan tidak terpenuhi syaratnya, yaitu iman.

11:17Page 223

أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّهِۦ وَيَتۡلُوهُ شَاهِدٞ مِّنۡهُ وَمِن قَبۡلِهِۦ كِتَٰبُ مُوسَىٰٓ إِمَامٗا وَرَحۡمَةًۚ أُوْلَٰٓئِكَ يُؤۡمِنُونَ بِهِۦۚ وَمَن يَكۡفُرۡ بِهِۦ مِنَ ٱلۡأَحۡزَابِ فَٱلنَّارُ مَوۡعِدُهُۥۚ فَلَا تَكُ فِي مِرۡيَةٖ مِّنۡهُۚ إِنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يُؤۡمِنُونَ ١٧

So is one who [stands] upon a clear evidence from his Lord [like the aforementioned]? And a witness1 from Him follows it,2 and before it was the Scripture of Moses to lead and as mercy. Those [believers in the former revelations] believe in it [i.e., the Qur’ān]. But whoever disbelieves in it from the [various] factions - the Fire is his promised destination. So be not in doubt about it. Indeed, it is the truth from your Lord, but most of the people do not believe.

"Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang sudah mempunyai bukti yang nyata (al-Qur`an) dari Rabb-nya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum al-Qur`an itu telah ada kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada al-Qur`an. Dan barangsiapa mengingkari al-Qur`an di antara kelompok-kelompok, (kaum Quraisy) maka nerakalah tempat yang diancamkan bagi-nya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap al-Qur`an itu. Sesungguhnya (al-Qur`an) itu benar-benar dari Rabbmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman." (Hud: 17).

(17) Allah menyebutkan keadaan RasulNya, Muhammad dan ahli waris dakwahnya yang meneruskan perjuangannya serta para penegak hujjah yang yakin dengan itu dan (menyebutkan) bahwa selain mereka tidak disandangkan sifat-sifat milik mereka dan tidak ada yang sama dengan mereka. ﴾ أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّهِۦ ﴿ "Apa-kah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang sudah mem-punyai bukti yang nyata (al-Qur`an) dari Rabbnya", dengan wahyu yang Allah turunkan, di dalamnya terdapat masalah-masalah penting dengan dalil-dalilnya yang jelas maka dia yakin dengan keterangan itu. ﴾ وَيَتۡلُوهُ ﴿ "Dan diikuti", yakni keterangan dan bukti ini diikuti oleh bukti yang lain, yaitu ﴾ شَاهِدٞ مِّنۡهُ ﴿ "seorang saksi", yakni saksi (yang memliki) fitrah yang lurus dan akal yang benar (yaitu Muhammad ﷺ) ketika dia bersaksi terhadap apa yang diwahyukan dan disya-riatkan Allah dan dia mengetahui kebaikannya dengan akalnya, maka hal itu menambah keimanannya. (وَ) "Dan" ada saksi ketiga, yaitu ﴾ كِتَٰبُ مُوسَىٰٓ ﴿ "Kitab Musa" Taurat yang Allah jadikan sebagai ﴾ إِمَامٗا ﴿ "pedoman" bagi manusia ﴾ وَرَحۡمَةًۚ ﴿ "dan rahmat" bagi mereka. Ia menjadi saksi kebenaran al-Qur`an dan menyetujuinya dalam kebenaran yang dibawanya. Maksudnya, apakah orang dengan sifat begini, yang telah hadir kepadanya bukti-bukti keimanan dan tegak baginya bukti-bukti keyakinan sama dengan orang yang berada di dalam kebodohan dan kegelapan dalam keadaan tidak keluar darinya? Tentu di sisi Allah dan di mata hamba Allah tidaklah sama. ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ﴿ "Mereka itu" yaitu orang-orang yang diberi taufik untuk mengetahui dalil-dalil, mereka beriman kepada al-Qur`an secara hakiki, maka iman mereka membuahkan seluruh kebaikan di dunia dan akhirat. ﴾ وَمَن يَكۡفُرۡ بِهِۦ ﴿ "Dan barangsiapa yang mengingkarinya," yakni al-Qur`an, ﴾ مِنَ ٱلۡأَحۡزَابِ ﴿ "di antara sekutu-sekutunya" Yakni seluruh golo-ngan penduduk bumi yang bersekutu menolak kebenaran,﴾ فَٱلنَّارُ مَوۡعِدُهُۥۚ ﴿ "maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya." Mereka pasti masuk ke dalamnya. ﴾ فَلَا تَكُ فِي مِرۡيَةٖ مِّنۡهُۚ ﴿ "Karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap al-Qur`an itu", dengan kebimbangan sedikit pun. ﴾ إِنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يُؤۡمِنُونَ ﴿ "Sesungguhnya (al-Qur`an) itu benar-benar dari Rabbmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman." Bisa jadi karena ketidaktahuan dan kesesatan, bisa jadi karena kezhaliman, pengingkaran dan kekejian mereka, karena jika tidak maka barang-siapa tujuannya baik dan pemahamannya lurus, niscaya dia pasti beriman kepadanya karena dia melihat ajakan kepada iman dari segala segi.

11:18–22Page 223

وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًاۚ أُوْلَٰٓئِكَ يُعۡرَضُونَ عَلَىٰ رَبِّهِمۡ وَيَقُولُ ٱلۡأَشۡهَٰدُ هَٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ كَذَبُواْ عَلَىٰ رَبِّهِمۡۚ أَلَا لَعۡنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلظَّٰلِمِينَ ١٨

And who is more unjust than he who invents a lie about Allāh? Those will be presented before their Lord, and the witnesses will say, "These are the ones who lied against their Lord." Unquestionably, the curse of Allāh is upon the wrongdoers

ٱلَّذِينَ يَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَيَبۡغُونَهَا عِوَجٗا وَهُم بِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ كَٰفِرُونَ ١٩

Who averted [people] from the way of Allāh and sought to make it [seem] deviant while they, concerning the Hereafter, were disbelievers.

أُوْلَٰٓئِكَ لَمۡ يَكُونُواْ مُعۡجِزِينَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَمَا كَانَ لَهُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِنۡ أَوۡلِيَآءَۘ يُضَٰعَفُ لَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ مَا كَانُواْ يَسۡتَطِيعُونَ ٱلسَّمۡعَ وَمَا كَانُواْ يُبۡصِرُونَ ٢٠

Those were not causing failure [to Allāh] on earth, nor did they have besides Allāh any protectors. For them the punishment will be multiplied. They were not able to hear, nor did they see.1

أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ وَضَلَّ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ ٢١

Those are the ones who will have lost themselves, and lost from them is what they used to invent.

لَا جَرَمَ أَنَّهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ هُمُ ٱلۡأَخۡسَرُونَ ٢٢

Assuredly, it is they in the Hereafter who will be the greatest losers.

"Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mem-buat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Rabb mereka, dan para saksi akan berkata, 'Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Rabb mereka.' Ingatlah, ku-tukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zhalim. (Yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang-orang yang tidak percaya akan adanya Hari Akhirat. Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab me-reka) di bumi ini, dan sekali-kali tidak ada penolong bagi mereka selain Allah. Siksaan itu dilipatgandakan kepada mereka. Mereka selalu tidak dapat mendengar (kebenaran), dan mereka selalu tidak dapat melihat(nya). Mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan. Pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi." (Hud: 18-22).

(18) Allah mengabarkan bahwa tidak seorang p u n ﴾ أَظۡلَمُ مِمَّنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًاۚ ﴿ "yang lebih zhalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah?" Termasuk dalam hal ini adalah semua yang berdusta atas Nama Allah dengan menisbatkan sekutu kepadaNya atau menyifatiNya dengan sifat yang tidak layak dengan kebesaran-Nya atau mengabarkan dariNya sesuatu yang Dia tidak katakan atau mengaku sebagai nabi, atau dusta-dusta lain atas Nama Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang paling besar kezhalimannya. ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ يُعۡرَضُونَ عَلَىٰ رَبِّهِمۡ ﴿ "Mereka itu akan dihadapkan kepada Rabb mereka", untuk membalas kezhalimannya, pada saat Allah memutuskan hukuman yang besar. ﴾ وَيَقُولُ ٱلۡأَشۡهَٰدُ ﴿ "Dan para saksi akan berkata", yaitu orang-orang yang menjadi saksi atas kedustaan dan keboho-ngan mereka, ﴾ هَٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ كَذَبُواْ عَلَىٰ رَبِّهِمۡۚ أَلَا لَعۡنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Rabb mereka." Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zhalim." Yakni laknat yang tak terputus, karena kezhaliman telah menjadi sifat yang melekat pada mereka, tak ada keringanan.

(19) Kemudian Allah menyifati kezhaliman mereka, seraya berfirman, ﴾ ٱلَّذِينَ يَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ﴿ "(Yaitu) orang-orang yang mengha-langi (manusia) dari jalan Allah." Mereka menghalangi jalan Allah dengan diri mereka sendiri yaitu jalan para rasul yang mana mereka menyeru manusia kepadanya. Orang-orang itu menghalangi orang lain darinya. Mereka menjadi imam-imam yang menyeru kepada neraka. ﴾ وَيَبۡغُونَهَا عِوَجٗا ﴿ "Dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok", mereka bersungguh-sungguh membelokkan jalan Allah, menjelek-kannya dan mencorengnya agar ia menurut pandangan manusia menjadi bukan jalan yang lurus, maka mereka memperindah keba-tilan dan memperburuk kebenaran –semoga Allah menimpakan keburukan kepada mereka–. ﴾ وَهُم بِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ كَٰفِرُونَ ﴿ "Dan mereka itulah orang-orang yang tidak percaya akan adanya Hari Akhirat."

(20) ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ لَمۡ يَكُونُواْ مُعۡجِزِينَ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini." Yakni mereka tidak lolos dari azab Allah karena mereka di bawah ceng-keraman dan kekuasaanNya. ﴾ وَمَا كَانَ لَهُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِنۡ أَوۡلِيَآءَۘ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada penolong bagi mereka selain Allah," yang menolak dari mereka perkara yang dibenci dan menolong mewujudkan bagi me-reka apa yang bermanfaat, akan tetapi seluruh sarana dengan para penolong telah terputus. ﴾ يُضَٰعَفُ لَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ ﴿ "Siksaan itu dilipatgandakan kepada mereka." Ditambah dan diberatkan karena mereka telah sesat dan menyesatkan orang lain. ﴾ مَا كَانُواْ يَسۡتَطِيعُونَ ٱلسَّمۡعَ ﴿ "Mereka selalu tidak dapat mendengar (kebenaran)", akibat kebencian dan ketidaksukaan-nya terhadap kebenaran. Mereka tidak bisa mendengar ayat-ayat Allah dengan pendengaran yang bermanfaat. ﴾ فَمَا لَهُمۡ عَنِ ٱلتَّذۡكِرَةِ مُعۡرِضِينَ 49 كَأَنَّهُمۡ حُمُرٞ مُّسۡتَنفِرَةٞ 50 فَرَّتۡ مِن قَسۡوَرَةِۭ 51 ﴿ "Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringa-tan (Allah)? Seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut, lari dari singa." (Al-Muddatstsir: 49-51). ﴾ وَمَا كَانُواْ يُبۡصِرُونَ ﴿ "Dan mereka selalu tidak dapat melihat(nya)." Maksudnya, melihat dengan tujuan mengambil pelajaran dan me-renungkan apa yang berguna bagi mereka. Mereka itu hanyalah orang yang tuli dan bisu yang tidak berakal.

(21) ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ ﴿ "Mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri", di mana mereka menghilangkan pahala besar dan tertimpa siksa yang berat. ﴾ وَضَلَّ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ ﴿ "Dan le-nyaplah dari mereka sesuatu yang selalu mereka ada-adakan." Maksudnya, sirnalah agama yang mereka propagandakan dan mereka anggap baik. Tuhan yang mereka sembah selain Allah tidak memberi man-faat kepada mereka ketika keputusan Rabbmu telah tiba.

(22) ﴾ لَا جَرَمَ ﴿ "Pasti" benar dan jujur ﴾ أَنَّهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ هُمُ ٱلۡأَخۡسَرُونَ ﴿ "mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi." Keru-gian dibatasi pada mereka, bahkan mereka meraih yang paling berat karena beratnya kerugian dan penyesalan serta kesengsaraan yang mereka rasakan akibat siksa Allah. Kita berlindung kepada Allah dari mereka.

Manakala Allah menyebutkan keadaan orang-orang yang sengsara, maka Dia menyebutkan sifat orang-orang yang berbaha-gia dan pahala mereka di sisi Allah, seraya Dia berfirman,

11:23–24Page 224

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَأَخۡبَتُوٓاْ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ٢٣

Indeed, they who have believed and done righteous deeds and humbled themselves to their Lord - those are the companions of Paradise; they will abide eternally therein.

۞ مَثَلُ ٱلۡفَرِيقَيۡنِ كَٱلۡأَعۡمَىٰ وَٱلۡأَصَمِّ وَٱلۡبَصِيرِ وَٱلسَّمِيعِۚ هَلۡ يَسۡتَوِيَانِ مَثَلًاۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ٢٤

The example of the two parties is like the blind and deaf, and the seeing and hearing. Are they equal in comparison? Then, will you not remember?

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih dan merendahkan diri kepada Rabb mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalam-nya. Perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang Mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan mendengar. Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran (dari perbandingan itu)." (Hud: 23-24).

(23) Allah berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang beriman", dengan hati mereka, yakni mereka membenarkan dan mengakui apa yang diperintahkan Allah untuk beriman kepa-da pokok-pokok dan dasar-dasar agama, ﴾ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "dan menger-jakan amal-amal shalih", yang meliputi perbuatan-perbuatan hati, anggota badan dan perkataan-perkataan lisan, ﴾ وَأَخۡبَتُوٓاْ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ ﴿ "dan merendahkan diri kepada Rabb mereka." Yakni mereka tunduk, pasrah dan takluk kepada kebesaran dan kekuasaanNya, mereka kembali kepadaNya dengan kecintaan, ketakutan, harapan dan berserah diri kepadaNya. ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ﴿ "Mereka itu", orang-orang yang mengum-pulkan sifat-sifat tersebut ﴾ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ﴿ "adalah penghuni-penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya." Karena mereka tidak membiarkan kebaikan sebagai tuntutan melainkan pasti mereka mendapatkannya, dan tidak ada kebaikan melainkan mereka ber-lomba kepadanya.

(24) ﴾ مَثَلُ ٱلۡفَرِيقَيۡنِ ﴿ "Perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang Mukmin)," yaitu kelompok orang-orang yang sengsara dan orang-orang yang berbahagia, ﴾ كَٱلۡأَعۡمَىٰ وَٱلۡأَصَمِّ ﴿ "se-perti orang buta dan tuli." Mereka adalah orang-orang yang sengsara ﴾ وَٱلۡبَصِيرِ وَٱلسَّمِيعِۚ ﴿ "dengan orang yang dapat melihat dan mendengar." Me-reka adalah orang-orang yang berbahagia. ﴾ هَلۡ يَسۡتَوِيَانِ مَثَلًاۚ ﴿ "Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya?" Perbandingan yang tidak sama, akan tetapi antara keduanya terdapat perbedaan yang sulit dijelaskan. ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran (dari perbandingan itu)?" Perbuatan-perbuatan yang berguna untuk-mu, kamu melakukannya dan perbuatan-perbuatan yang merugi-kan, kamu menjauhinya.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском