As-Sa'diAs‑Saffat · 37:1–49

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

الصافات

As-Saffat

Those who set the Ranks · Meccan · 182 ayahs

37:1–11Page 446

وَٱلصَّٰٓفَّٰتِ صَفّٗا ١

By those [angels] lined up in rows

فَٱلزَّٰجِرَٰتِ زَجۡرٗا ٢

And those who drive [the clouds]

فَٱلتَّٰلِيَٰتِ ذِكۡرًا ٣

And those who recite the message,1

إِنَّ إِلَٰهَكُمۡ لَوَٰحِدٞ ٤

Indeed, your God is One,

رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا وَرَبُّ ٱلۡمَشَٰرِقِ ٥

Lord of the heavens and the earth and that between them and Lord of the sunrises.1

إِنَّا زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنۡيَا بِزِينَةٍ ٱلۡكَوَاكِبِ ٦

Indeed, We have adorned the nearest heaven with an adornment of stars

وَحِفۡظٗا مِّن كُلِّ شَيۡطَٰنٖ مَّارِدٖ ٧

And as protection against every rebellious devil

لَّا يَسَّمَّعُونَ إِلَى ٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰ وَيُقۡذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٖ ٨

[So] they may not listen to the exalted assembly [of angels] and are pelted from every side,1

دُحُورٗاۖ وَلَهُمۡ عَذَابٞ وَاصِبٌ ٩

Repelled; and for them is a constant punishment,

إِلَّا مَنۡ خَطِفَ ٱلۡخَطۡفَةَ فَأَتۡبَعَهُۥ شِهَابٞ ثَاقِبٞ ١٠

Except one who snatches [some words] by theft, but they are pursued by a burning flame, piercing [in brightness].

فَٱسۡتَفۡتِهِمۡ أَهُمۡ أَشَدُّ خَلۡقًا أَم مَّنۡ خَلَقۡنَآۚ إِنَّا خَلَقۡنَٰهُم مِّن طِينٖ لَّازِبِۭ ١١

Then inquire of them, [O Muḥammad], "Are they a stronger [or more difficult] creation or those [others] We have created?" Indeed, We created them [i.e., men] from sticky clay.

"Demi rombongan yang bershaf-shaf dengan sebenar-benar-nya, dan demi rombongan yang melarang dengan sebenar-benarnya, dan demi rombongan yang membacakan pelajaran, sesungguhnya sembahanmu benar-benar Esa. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dan Rabb tempat-tempat terbit matahari. Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan bintang-bintang, dan telah memeliharanya dari setiap setan yang sangat durhaka, setan-setan itu tidak dapat mendengar (pem-bicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal, akan tetapi barangsiapa yang mencuri (pendengaran); maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang. Maka tanyakanlah kepada mereka, 'Apakah mereka lebih kukuh kejadiannya ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?' Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat." (Ash-Shaffat: 1-11).

Makkiyah

(1-4) Ini adalah sumpah dari Allah سبحانه وتعالى dengan malaikat-ma-laikatNya yang mulia dalam kondisi ibadah mereka dan pengaturan yang mereka jalankan berdasarkan izin Rabbnya, dalam menegas-kan Uluhiyah dan RububiyahNya, seraya berfirman, ﴾ وَٱلصَّٰٓفَّٰتِ صَفّٗا ﴿ "Demi rombongan yang bershaf-shaf dengan sebenar-benarnya," maksud-nya, berbaris dalam mengabdi kepada Rabbnya. Mereka adalah para malaikat. ﴾ فَٱلزَّٰجِرَٰتِ زَجۡرٗا ﴿ "Dan demi rombongan yang melarang dengan sebe-nar-benarnya." Mereka adalah para malaikat yang menahan awan dan lain-lain berdasarkan perintah Allah. ﴾ فَٱلتَّٰلِيَٰتِ ذِكۡرًا ﴿ "Dan demi rombongan yang membacakan pelajaran." Mereka adalah para malaikat yang membacakan Firman Allah سبحانه وتعالى. Oleh karena mereka selalu tunduk kepada Rabbnya dan beribadah di dalam pengabdian kepadaNya dan mereka tidak pernah men-durhakaiNya sekejap mata pun, maka Allah bersumpah dengan mereka menegaskan UluhiyahNya, seraya berfirman, ﴾ إِنَّ إِلَٰهَكُمۡ لَوَٰحِدٞ ﴿ "Sesungguhnya sembahanmu benar-benar Esa" Dia tidak mempunyai sekutu di dalam status sebagai tuhan yang berhak disembah, maka dari itu ikhlaskanlah rasa cinta, takut dan harapan, serta segala bentuk ibadah kepadaNya.

(5) ﴾ رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا وَرَبُّ ٱلۡمَشَٰرِقِ ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dan Rabb tempat-tempat terbit matahari." Maksudnya, Dia-lah Pencipta semua makhluk ini, Pemberi rizki dan Pengaturnya. Sebagaimana tiada sekutu bagiNya di dalam rububiyahNya ini, maka tiada sekutu pula bagiNya di dalam ulu-hiyahNya. Banyak sekali Allah سبحانه وتعالى mengukuhkan Tauhid Uluhiyah dengan Tauhid Rububiyah, sebab tauhid rububiyah menunjukkan kepada tauhid uluhiyah; dan tauhid rububiyah juga telah diakui oleh orang-orang musyrikin dalam ibadah, maka dari itu Allah menun-tut mereka dengan apa yang mereka akui atas apa yang mereka ingkari. Dalam ayat ini, secara khusus Allah menyebutkan al-masyâriq (tempat terbit matahari) karena dilalahnya kepada magharib (tempat terbenamnya); atau karena dia merupakan tempat-tempat terbitnya bintang-bintang yang akan Dia sebutkan berikut. Maka dari itu Dia berfirman,

(6-9) ﴾ إِنَّا زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنۡيَا بِزِينَةٍ ٱلۡكَوَاكِبِ 6 وَحِفۡظٗا مِّن كُلِّ شَيۡطَٰنٖ مَّارِدٖ 7 لَّا يَسَّمَّعُونَ إِلَى ٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰ ﴿ "Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia (yang ter-dekat) dengan hiasan bintang-bintang, dan telah memeliharanya dari setiap setan yang sangat durhaka, setan-setan itu tidak dapat mendengar-pem-bicaraan para malaikat." Allah سبحانه وتعالى menjelaskan dua faidah besar berikut ini berkaitan dengan bintang-bintang, salah satunya adalah kebe-radaannya sebagai perhiasan langit, sebab kalau tidak ada bintang, niscaya langit ini akan menjadi gelap gulita, tidak memiliki cahaya. Maka Allah menjadikan bintang sebagai hiasan di dalamnya agar segenap penjurunya terang dan bentuknya menjadi indah serta bisa dijadikan sebagai pedoman (petunjuk arah) dalam kegelapan darat dan lautan serta banyak terdapat maslahat besar lain darinya. Kedua, menjaga langit dari segala setan pembangkang yang dengan pembangkangannya sampai kepada al-mala`il-a'la, yaitu para ma-laikat. Apabila setan-setan itu berusaha mencuri informasi dengan menguping, maka para malaikat melemparnya dengan suluh api yang cemerlang ﴾ مِن كُلِّ جَانِبٖ ﴿ "dari segala penjuru," untuk mengusir dan menghalau mereka supaya tidak mendengar apa yang dikata-kan oleh para malaikat tersebut. ﴾ وَلَهُمۡ عَذَابٞ وَاصِبٌ ﴿ "Dan bagi mereka siksaan yang kekal." Maksudnya, yang terus menerus, yang telah dipersiapkan untuk mereka karena pembangkangannya dari ketaatan kepada Allah, Rabb mereka.

(10) Kalau saja Allah سبحانه وتعالى tidak mengecualikan, niscaya hal itu menjadi dalil yang membuktikan bahwasanya setan-setan itu tidak akan dapat mendengar apa pun sama sekali. Akan tetapi Dia berfir-man, ﴾ إِلَّا مَنۡ خَطِفَ ٱلۡخَطۡفَةَ ﴿ "Akan tetapi barangsiapa yang mencuri (pendengar-an." Maksudnya, kecuali siapa di antara setan-setan pembangkang itu yang mengambil secara rahasia dan mencuri satu kata,﴾ فَأَتۡبَعَهُۥ شِهَابٞ ثَاقِبٞ ﴿ "maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang" kadang ia dapat menghanguskannya sebelum setan itu menyampaikannya kepada para sekutunya sehingga berita dari langit pun terputus (terjaga), dan kadang ia sempat menyampaikannya sebelum suluh api itu menghanguskannya. Pada saat itulah setan-setan itu menambah kalimat yang dicuri itu dengan seratus dusta, mereka mempropa-gandakannya disebabkan satu kata yang berhasil ia curi dari langit.

(11) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan makhluk-makhluk agung tersebut, Dia berfirman, ﴾ فَٱسۡتَفۡتِهِمۡ ﴿ "Maka tanyakanlah kepada mereka." Maksudnya, tanyakanlah (olehmu wahai Muhammad) kepada orang-orang yang mengingkari penciptaan mereka setelah kematian mereka, ﴾ أَهُمۡ أَشَدُّ خَلۡقًا ﴿ "Apakah mereka lebih kukuh kejadiannya?" Mak-sudnya, apakah penciptaannya sesudah kematiannya lebih berat dan lebih sulit, ﴾ أَم مَّنۡ خَلَقۡنَآۚ ﴿ "ataukah apa yang telah Kami ciptakan" di antara makhluk-makhluk ini? Maka mereka harus mengakui bahwa penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan ma-nusia. Maka jika demikian, mereka harus mengakui (meyakini) kebangkitan. Bahkan kalau seandainya mereka kembali kepada diri mereka sendiri dan merenungkannya, tentu mereka mengetahui bahwa permulaan penciptaan mereka dari tanah liat itu lebih sulit -saat direnungkan-, daripada penciptaan mereka kembali sesudah mereka mati. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ إِنَّا خَلَقۡنَٰهُم مِّن طِينٖ لَّازِبِۭ ﴿ "Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat." Maksud-nya, yang sangat kuat lagi keras. Ini seperti dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ مِن صَلۡصَٰلٖ مِّنۡ حَمَإٖ مَّسۡنُونٖ 26 ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (Al-Hijr: 26).

37:12–21Page 446

بَلۡ عَجِبۡتَ وَيَسۡخَرُونَ ١٢

But you wonder, while they mock,

وَإِذَا ذُكِّرُواْ لَا يَذۡكُرُونَ ١٣

And when they are reminded, they remember not.

وَإِذَا رَأَوۡاْ ءَايَةٗ يَسۡتَسۡخِرُونَ ١٤

And when they see a sign, they ridicule.

وَقَالُوٓاْ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ مُّبِينٌ ١٥

And say, "This is not but obvious magic.

أَءِذَا مِتۡنَا وَكُنَّا تُرَابٗا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَبۡعُوثُونَ ١٦

When we have died and become dust and bones, are we indeed to be resurrected?

أَوَءَابَآؤُنَا ٱلۡأَوَّلُونَ ١٧

And our forefathers [as well]?"

قُلۡ نَعَمۡ وَأَنتُمۡ دَٰخِرُونَ ١٨

Say, "Yes, and you will be [rendered] contemptible."

فَإِنَّمَا هِيَ زَجۡرَةٞ وَٰحِدَةٞ فَإِذَا هُمۡ يَنظُرُونَ ١٩

It will be only one shout, and at once they will be observing.

وَقَالُواْ يَٰوَيۡلَنَا هَٰذَا يَوۡمُ ٱلدِّينِ ٢٠

They will say, "O woe to us! This is the Day of Recompense."

هَٰذَا يَوۡمُ ٱلۡفَصۡلِ ٱلَّذِي كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ ٢١

[They will be told], "This is the Day of Judgement which you used to deny."

"Bahkan kamu menjadi heran dan mereka menghinakan kamu. Dan apabila mereka diberi pelajaran, mereka tiada meng-ingatnya. Dan apabila mereka melihat sesuatu tanda, mereka sangat menghinakan. Dan mereka berkata, 'Ini tiada lain adalah sihir yang nyata.' Apakah apabila kami telah mati dan telah men-jadi tanah serta menjadi tulang, apakah benar-benar kami akan dibangkitkan. Dan apakah bapak-bapak kami yang telah terdahulu (juga demikian)? Katakanlah, 'Ya, dan kamu akan terhina.' Maka sesungguhnya ia hanya satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka melihatnya. Dan mereka berkata, 'Aduhai celakalah kita!' Inilah Hari Pembalasan. Inilah hari keputusan yang kamu selalu mendus-takannya." (Ash-Shaffat: 12-21).

(12) ﴾ بَلۡ عَجِبۡتَ ﴿ "Bahkan kamu menjadi heran" wahai rasul, atau wahai manusia, kepada pendustaan orang yang mendustakan kebangkitan, setelah kamu memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat (tanda-tanda, bukti) yang luar biasa dan dalil-dalil yang lurus itu. Ini benar-benar sangat aneh dan mengherankan, sebab ia sudah termasuk hal yang tidak diingkari lagi, ﴾ وَ﴿ "dan" lebih mengheran-kan dari keingkaran mereka dan lebih kentara lagi, adalah bahwa mereka ﴾ ي َ س ْ خ َ ر ُ و ْ ن َ ﴿ "menghinakan" orang yang datang dengan mem-bawa berita tentang kebangkitan. Tidak cukup bagi mereka hanya sekedar mengingkari, hingga mereka tambah dengan memperolok-olokkan perkataan yang haq.

(13) ﴾ وَ﴿ "Dan" termasuk yang mengherankan juga adalah ﴾ إ ِ ذ َ ا ذُكِّرُواْ ﴿ "apabila mereka diingatkan," tentang apa yang mereka ketahui dalam fitrah dan akal mereka sendiri, mereka menyadari-nya dan perhatian mereka dialihkan kepadanya, ﴾ لَا يَذۡكُرُونَ ﴿ "mereka tidak mengingat" nya. Kalau yang demikian itu adalah kebodohan, maka sesungguhnya ia merupakan bukti yang paling kuat yang menunjukkan pada kedunguan mereka yang sangat kentara, di mana mereka diingatkan tentang hal yang sudah ada dalam fitrah dan sudah diketahui oleh akal sehat, tidak ada kesulitan lagi pada-nya. Kalau ia adalah sikap berpura-pura bodoh dan keras kepala, maka hal itu lebih aneh dan lebih mengherankan lagi!

(14) Dan di antara yang mengherankan juga adalah bahwa mereka apabila telah dikemukakan dalil-dalil kepada mereka dan mereka diingatkan dengan ayat-ayat yang biasanya orang-orang yang berakal dan para pakar tunduk kepadanya, maka mereka memperolok-olokkannya dan merasa heran.

(15) Dan di antara yang mengherankan juga adalah perka-taan mereka kepada kebenaran saat datang kepada mereka,﴾ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Ini tiada lain adalah sihir yang nyata." Mereka menjadikan sesuatu yang paling tinggi lagi paling mulia, yaitu al-haq (kebenaran), pada tingkat sesuatu yang paling hina dan paling tercela, sihir.

(16-17) Dan di antara yang aneh juga adalah mereka meng-kiaskan (menganalogikan) kekuasaan Rabb Pencipta langit dan bumi ini dengan kekuasaan manusia yang sangat rapuh dari segala sisinya. Mereka berkata dengan nada mengingkari dan mengang-gap tidak mungkin akan terjadi,﴾ أَءِذَا مِتۡنَا وَكُنَّا تُرَابٗا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَبۡعُوثُونَ 16 أَوَءَابَآؤُنَا ٱلۡأَوَّلُونَ 17 ﴿ "Apakah apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah serta menjadi tulang, apakah benar-benar kami akan dibangkitkan. Dan apakah bapak-bapak kami yang telah terdahulu (juga demikian)?"

(18) Setelah sedemikian rupa puncak sikap yang mereka miliki, maka Allah memerintah RasulNya agar menjawab mereka dengan jawaban yang mengandung pemberian ancaman (menakut-nakuti) terhadap mereka, seraya berfirman, ﴾ قُلۡ نَعَمۡ ﴿ "Katakanlah, 'Ya'," kalian dan bapak-bapak kalian terdahulu akan dibangkitkan, ﴾ وَأَنتُمۡ دَٰخِرُونَ ﴿ "dan kamu akan terhina," nista lagi tercela, kalian tidak bisa bertahan dan kalian tidak sulit bagi kekuasaan Allah.

(19) ﴾ فَإِنَّمَا هِيَ زَجۡرَةٞ وَٰحِدَةٞ ﴿ "Maka sesungguhnya ia hanya satu teriakan saja" yang ditiupkan oleh Israfil pada sangkakala, ﴾ فَإِذَا هُمۡ ﴿ "maka tiba-tiba mereka" dibangkitkan dari kuburannya, ﴾ يَنظُرُونَ ﴿ "mereka melihat," sebagaimana penciptaan mereka semula, mereka dibangkitkan dengan seluruh bagian-bagiannya dalam keadaan kaki telanjang, badan telanjang, dan tidak bersunat.

(20) Dan pada saat itu mereka menampakkan penyesalan, kehinaan, dan kerugian, dan mereka mengucapkan kecelakaan, ﴾ وَقَالُواْ يَٰوَيۡلَنَا هَٰذَا يَوۡمُ ٱلدِّينِ ﴿ "Dan mereka berkata, 'Aduhai celakalah kita'." Inilah Hari Pembalasan," maka mereka mengakui apa yang dahulu di dunia mereka olok-olokkan.

(21) Lalu dikatakan kepada mereka, ﴾ هَٰذَا يَوۡمُ ٱلۡفَصۡلِ ﴿ "Inilah hari keputusan" di antara manusia tentang urusan yang bersangkutan dengan Tuhan mereka, yaitu berupa hak-hak dan juga di antara sesama mereka.

37:22–26Page 446

۞ ٱحۡشُرُواْ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ وَأَزۡوَٰجَهُمۡ وَمَا كَانُواْ يَعۡبُدُونَ ٢٢

[The angels will be ordered], "Gather those who committed wrong, their kinds,1 and what they used to worship

مِن دُونِ ٱللَّهِ فَٱهۡدُوهُمۡ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلۡجَحِيمِ ٢٣

Other than Allāh, and guide them to the path of Hellfire

وَقِفُوهُمۡۖ إِنَّهُم مَّسۡـُٔولُونَ ٢٤

And stop them; indeed, they are to be questioned."

مَا لَكُمۡ لَا تَنَاصَرُونَ ٢٥

[They will be asked], "What is [wrong] with you? Why do you not help each other?"

بَلۡ هُمُ ٱلۡيَوۡمَ مُسۡتَسۡلِمُونَ ٢٦

But they, that Day, are in surrender.

"Kumpulkanlah orang-orang yang zhalim bersama teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah, selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka. Dan tahanlah mereka, karena sesungguhnya mereka akan ditanya, 'Kenapa kamu tidak tolong-menolong?' Bahkan mereka pada hari itu menyerahkan diri." (Ash-Shaffat: 22-26).

(22-23) Maksudnya, apabila mereka telah berkumpul di Hari Kiamat kelak, mereka melihat dengan mata kepala apa yang dahulu mereka dustakan dan mereka melihat apa yang telah mereka perolok-olokkan, maka mereka diperintah supaya masuk ke neraka yang pernah mereka dustakan itu, seraya dikatakan, ﴾ ٱحۡشُرُواْ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ ﴿ "Kumpulkanlah orang-orang yang zhalim" terhadap diri mereka sendiri dengan melakukan kekafiran, syirik, dan berbagai maksiat, ﴾ وَأَزۡوَٰجَهُمۡ ﴿ "bersama pasangan-pasangan (teman sejawat) me-reka" yakni yang perbuatannya sejenis dengan mereka. Semuanya dikumpulkan dengan orang-orang yang amal perbuatannya sejenis, ﴾ وَمَا كَانُواْ يَعۡبُدُونَ 22 مِن دُونِ ٱللَّهِ ﴿ "dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah selain Allah," seperti patung-patung dan para sekutu yang mereka klaim; kumpulkanlah mereka semua dan tunjukkanlah mereka ﴾ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلۡجَحِيمِ ﴿ "jalan ke neraka." Maksudnya, halaulah me-reka dengan keras menuju Neraka Jahanam.

(24) ﴾ وَ﴿ "Dan" setelah dipastikan keputusan terhadap mereka, yaitu ke neraka dan mereka mengetahui bahwa mereka adalah termasuk para penghuni negeri kesengsaraan, maka dikata-kan, ﴾ قِفُوهُمْ﴿ "Tahanlah mereka" sebelum kalian mengantar mereka ke Jahanam, ﴾ إِنَّهُم مَّسۡـُٔولُونَ ﴿ "karena sesungguhnya mereka akan ditanya" tentang kedustaan yang mereka lakukan di dunia, agar kedok me-reka tampak di hadapan seluruh orang-orang yang menyaksikan.

(25) Lalu dikatakan kepada mereka, ﴾ مَا لَكُمۡ لَا تَنَاصَرُونَ ﴿ "Kenapa kamu tidak tolong-menolong?" Maksudnya, apa gerangan yang telah terjadi pada kalian hari ini, dan apa yang telah menyebabkan kalian tidak menolong sebagian yang lain, sebagian kalian tidak menye-lamatkan sebagian yang lain setelah kalian dahulu di dunia meng-klaim bahwa sembahan-sembahan kalian akan mencegah kalian dari azab, menyelamatkan kalian atau memberikan syafa'atnya kepada kalian dari sisi Allah?!

(26) Seakan-akan mereka tidak bisa menjawab pertanyaan ini, sebab mereka diliputi oleh kehinaan dan kenistaan; dan mereka pun berserah diri untuk menerima azab neraka, mereka tunduk, hina, dan putus asa, dan mereka tidak bisa berbicara. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ بَلۡ هُمُ ٱلۡيَوۡمَ مُسۡتَسۡلِمُونَ ﴿ "Bahkan mereka pada hari itu menyerahkan diri."

37:27–39Page 447

وَأَقۡبَلَ بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ يَتَسَآءَلُونَ ٢٧

And they will approach one another asking [i.e., blaming] each other.

قَالُوٓاْ إِنَّكُمۡ كُنتُمۡ تَأۡتُونَنَا عَنِ ٱلۡيَمِينِ ٢٨

They will say, "Indeed, you used to come at us from the right."1

قَالُواْ بَل لَّمۡ تَكُونُواْ مُؤۡمِنِينَ ٢٩

They [i.e., the oppressors] will say, "Rather, you [yourselves] were not believers,

وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيۡكُم مِّن سُلۡطَٰنِۭۖ بَلۡ كُنتُمۡ قَوۡمٗا طَٰغِينَ ٣٠

And we had over you no authority, but you were a transgressing people.

فَحَقَّ عَلَيۡنَا قَوۡلُ رَبِّنَآۖ إِنَّا لَذَآئِقُونَ ٣١

So the word [i.e., decree] of our Lord has come into effect upon us; indeed, we will taste [punishment].

فَأَغۡوَيۡنَٰكُمۡ إِنَّا كُنَّا غَٰوِينَ ٣٢

And we led you to deviation; indeed, we were deviators."

فَإِنَّهُمۡ يَوۡمَئِذٖ فِي ٱلۡعَذَابِ مُشۡتَرِكُونَ ٣٣

So indeed they, that Day, will be sharing in the punishment.

إِنَّا كَذَٰلِكَ نَفۡعَلُ بِٱلۡمُجۡرِمِينَ ٣٤

Indeed, that is how We deal with the criminals.

إِنَّهُمۡ كَانُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ يَسۡتَكۡبِرُونَ ٣٥

Indeed they, when it was said to them, "There is no deity but Allāh," were arrogant

وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوٓاْ ءَالِهَتِنَا لِشَاعِرٖ مَّجۡنُونِۭ ٣٦

And were saying, "Are we to leave our gods for a mad poet?"

بَلۡ جَآءَ بِٱلۡحَقِّ وَصَدَّقَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ٣٧

Rather, he [i.e., the Prophet (ﷺ)] has come with the truth and confirmed the [previous] messengers.

إِنَّكُمۡ لَذَآئِقُواْ ٱلۡعَذَابِ ٱلۡأَلِيمِ ٣٨

Indeed, you [disbelievers] will be tasters of the painful punishment,

وَمَا تُجۡزَوۡنَ إِلَّا مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٣٩

And you will not be recompensed except for what you used to do -

"Sebagian dari mereka menghadap kepada sebagian yang lain berbantah-bantahan. Mereka berkata, 'Sesungguhnya kamulah yang datang kepada kami dari kanan.' Mereka menjawab, 'Sebe-narnya kamulah yang tidak mau beriman.' Dan sekali-kali kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamulah kaum yang melam-paui batas. Maka pastilah putusan Rabb kita menimpa kita; se-sungguhnya kita akan merasakan. Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang sesat. Maka sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama dalam azab. Sesungguhnya demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berbuat jahat. Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikata-kan kepada mereka, 'La ilaha illallah' mereka menyombongkan diri, dan mereka berkata, 'Apakah sesungguhnya kami harus me-ninggalkan sesembahan-sesembahan kami karena seorang penyair gila?' Sebenarnya dia telah datang membawa kebenaran dan mem-benarkan rasul-rasul. Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan azab yang pedih. Dan kamu tidak diberi pembalasan melainkan terhadap kejahatan yang telah kamu kerjakan. " (Ash-Shaffat: 27-39).

(27-28) Setelah mereka dikumpulkan, juga teman-teman sejawat mereka serta sembahan-sembahannya dan mereka telah digiring ke jalan neraka serta ditahan lalu ditanya dan mereka tidak dapat menjawab, maka mereka menghadap kepada sesama mereka, lalu sebagian mereka mencela sebagian yang lain atas penyesatan dan kesesatan mereka. Maka para pengikut berkata kepada pemimpinnya, ﴾ إِنَّكُمۡ كُنتُمۡ تَأۡتُونَنَا عَنِ ٱلۡيَمِينِ ﴿ "Sesungguhnya kamulah yang datang kepada kami dari kanan," maksudnya, dengan kekuatan dan kekuasaan hingga kalian dapat menyesatkan kami; kalau saja bukan karena kalian, tentu kami menjadi orang-orang yang beriman.

(29-32) ﴾ قَالُواْ ﴿ "Mereka menjawab" kepada mereka, ﴾ بَل لَّمۡ تَكُونُواْ مُؤۡمِنِينَ ﴿ "Sebenarnya kamulah yang tidak mau beriman." Maksudnya, kalian tetap sebagai orang-orang musyrik sebagaimana kami adalah orang-orang musyrik, lalu apa yang mengutamakan kalian atas kami?! Apa pula yang mengharuskan kami tercela? ! ﴾ وَ﴿ "Dan" sesungguhnya ﴾ م َ ا كَانَ لَنَا عَلَيۡكُم مِّن سُلۡطَٰنِۭۖ ﴿ "sekali-kali kami tidak berkuasa terhadapmu," artinya, kami tidak memiliki kekuasaan untuk me-maksa kalian memilih kekafiran, ﴾ بَلۡ كُنتُمۡ قَوۡمٗا طَٰغِينَ ﴿ "bahkan kamulah kaum yang melampaui batas," kalian melampaui batas, ﴾ فَحَقَّ عَلَيۡنَا ﴿ "maka pastilah terhadap kita," berlaku terhadap kami dan kalian, ﴾ قَوۡلُ رَبِّنَآۖ إِنَّا لَذَآئِقُونَ ﴿ "putusan Rabb kita; sesungguhnya kita akan merasakan" azab. Maksudnya, sudah pasti menimpa kita keputusan Rabb kita dan hukumNya, kami dan kalian akan merasakan azab dan sama-sama di dalam hukuman. ﴾ ف َ ـ ﴿ "Maka" karena itu, ﴾ فَأَغۡوَيۡنَٰكُمۡ إِنَّا كُنَّا غَٰوِينَ ﴿ "kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang sesat." Maksudnya, kami telah mengajak kalian kepada jalan hidup yang kami anut, yaitu kesesatan, lalu kalian memenuhi seruan kami, maka kalian jangan mencela kami, tetapi celalah diri kalian sendiri.

(33-34) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَإِنَّهُمۡ يَوۡمَئِذٖ ﴿ "Maka sesungguhnya mereka pada hari itu," maksudnya, pada Hari Kiamat, ﴾ فِي ٱلۡعَذَابِ مُشۡتَرِكُونَ ﴿ "bersama-sama dalam azab," sekalipun berbeda-beda kadar azab mereka tergantung kepada dosa kejahatan mereka, sebagaimana dahulu mereka sama-sama di dunia dalam kekafiran, maka sama-sama pula mereka di akhirat dalam merasakan balasannya. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَفۡعَلُ بِٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Sesungguhnya demi-kianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berbuat jahat."

(35-36) Kemudian Allah menjelaskan bahwa kejahatan mereka telah sampai pada puncaknya dan melampaui batas pun-caknya, seraya berfirman, ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka, 'La ilaha illallah'," lalu diserukan kepadanya dan mereka diperintah supaya meninggal-kan penyembahan kepada selain Dia, ﴾ يَسۡتَكۡبِرُونَ ﴿ "mereka menyom-bongkan diri," darinya dan terhadap orang yang datang membawa-nya. ﴾ وَيَقُولُونَ ﴿ "Dan mereka berkata" dengan maksud menentangnya, ﴾ أَئِنَّا لَتَارِكُوٓاْ ءَالِهَتِنَا ﴿ "Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan se-sembahan-sesembahan kami" yang tetap kami sembah dan juga oleh bapak-bapak kami hanya karena perkataan ﴾ لِشَاعِرٖ مَّجۡنُونِۭ ﴿ "seorang penyair gila?" Yang mereka maksud adalah Nabi Muhammad a. Mereka tidak cukup hanya berpaling darinya (semoga Allah meng-azab mereka) dan tidak pula hanya mendustakan hingga mereka mencapnya dengan hukum yang paling zhalim serta menjadikan-nya sebagai seorang penyair yang gila, padahal mereka mengetahui bahwa beliau tidak mengenal syair dan para penyair, tidak pula cirinya dan ciri mereka. Dan sesungguhnya beliau adalah manusia yang paling berakal dan paling lurus cara pandangnya.

(37) Maka dari itu Allah سبحانه وتعالى berfirman mematahkan perkata-an mereka, ﴾ بَلۡ جَآءَ ﴿ "Sebenarnya dia telah datang." Maksudnya, Nabi Muhammad, ﴾ بِٱلۡحَقِّ ﴿ "membawa kebenaran," maksudnya, kedatang-annya benar dan apa yang dibawanya juga benar, yaitu syariat dan Kitab Suci adalah haq, ﴾ وَصَدَّقَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "dan membenarkan rasul-rasul," maksudnya, kedatangannya membenarkan para rasul sebelumnya. Kalau saja tidak ada kedatangan dan diutusnya beliau sebagai rasul, maka para rasul itu bukan orang-orang yang jujur. Jadi, beliau adalah tanda dan mukjizat bagi setiap rasul sebelumnya, sebab mereka telah menginformasikan dan memberitakan akan keda-tangan beliau, dan Allah telah mengambil janji dan sumpah mereka, yaitu jika beliau kelak datang kepada mereka, niscaya mereka akan beriman kepadanya dan akan membelanya. Para rasul itu meng-ambil sumpah itu pada umat-umat mereka. Maka setelah beliau dating, tampaklah kebenaran para rasul sebelumnya dan menjadi nyata pula kedustaan orang-orang yang menyalahi para rasul itu. Kalau saja tidak ditakdirkan kedatangannya padahal para rasul itu telah memberitakannya, maka hal itu menjadi bumerang bagi kejujuran mereka. Dan beliau juga membenarkan para rasul, artinya beliau datang dengan membawa apa yang telah dibawa oleh me-reka dan beliau menyeru kepada apa yang telah diserukan mereka. Beliau beriman kepada mereka dan beliau mengabarkan tentang shahihnya risalah (kerasulan), kenabian, dan syariat mereka.

(38-39) Oleh karena perkataan mereka yang d a h u l u ﴾ إِنَّا لَذَآئِقُونَ ﴿ "Sesungguhnya kita akan merasakan," yang merupakan per-kataan yang berasal dari mereka, bisa berarti benar atau lainnya; maka Allah mengabarkan tentang perkataan pamungkas yang tidak mengandung makna selain kejujuran dan keyakinan, yaitu informasi yang berasal dari Allah سبحانه وتعالى, seraya berfirman, ﴾ إِنَّكُمۡ لَذَآئِقُواْ ٱلۡعَذَابِ ٱلۡأَلِيمِ ﴿ "Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan azab yang pedih," artinya, yang sangat menyakitkan, ﴾ وَمَا تُجۡزَوۡنَ ﴿ "Dan kamu tidak diberi pembalasan" di dalam penimpaan azab yang sangat pedih itu ﴾ إِلَّا مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "melainkan terhadap kejahatan yang telah kamu kerjakan." Jadi, Kami tidak menzhalimi kalian, melainkan sesungguhnya Kami berlaku adil terhadap kalian.

Oleh karena lafazh sapaan (khithab) ini umum, padahal yang dimaksud adalah orang-orang musyrik, maka Allah سبحانه وتعالى memper-kecualikan orang-orang beriman, seraya berfirman,

37:40–49Page 447

إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ٤٠

But not the chosen servants of Allāh.

أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ رِزۡقٞ مَّعۡلُومٞ ٤١

Those will have a provision determined -

فَوَٰكِهُ وَهُم مُّكۡرَمُونَ ٤٢

Fruits;1 and they will be honored

فِي جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ ٤٣

In gardens of pleasure

عَلَىٰ سُرُرٖ مُّتَقَٰبِلِينَ ٤٤

On thrones facing one another.

يُطَافُ عَلَيۡهِم بِكَأۡسٖ مِّن مَّعِينِۭ ٤٥

There will be circulated among them a cup [of wine] from a flowing spring,

بَيۡضَآءَ لَذَّةٖ لِّلشَّٰرِبِينَ ٤٦

White and delicious to the drinkers;

لَا فِيهَا غَوۡلٞ وَلَا هُمۡ عَنۡهَا يُنزَفُونَ ٤٧

No bad effect is there in it, nor from it will they be intoxicated.

وَعِندَهُمۡ قَٰصِرَٰتُ ٱلطَّرۡفِ عِينٞ ٤٨

And with them will be women limiting [their] glances,1 with large, [beautiful] eyes,

كَأَنَّهُنَّ بَيۡضٞ مَّكۡنُونٞ ٤٩

As if they were [delicate] eggs, well-protected.

"Kecuali hamba-hamba Allah yang diberi keikhlasan. Me-reka itu memperoleh rizki yang tertentu, yaitu buah-buahan, dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan, di dalam surga-surga yang penuh nikmat, di atas tahta-tahta kebesaran berhadap-hadapan. Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir. Putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum. Tidak ada dalam khamar itu unsur yang memabuk-kan dan mereka tiada mabuk karenanya. Di sisi-sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita mata-nya. Seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik." (Ash-Shaffat: 40-49).

(40) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "Kecuali hamba-hamba Allah yang diberi keikhlasan," maka mereka tidak akan mera-sakan azab yang pedih, sebab mereka telah mengikhlaskan amal kepada Allah, maka dari itu Allah tulus kepada mereka dan meng-istimewakan mereka dengan rahmatNya dan mengaruniakan ke-pada mereka kelembutanNya.

(41-42) ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ رِزۡقٞ مَّعۡلُومٞ ﴿ "Mereka itu memperoleh rizki yang tertentu," artinya, tidak semu, melainkan ia adalah rizki yang sangat agung lagi besar yang tidak semu keadaannya dan tidak dapat dibayangkan hakikatnya. Lalu Allah memperjelasnya dengan FirmanNya, ﴾ فَوَٰكِهُ ﴿ "Yaitu buah-buahan" dari semua jenis buah-buahan yang sangat disenangi oleh jiwa karena kelezatan, warna, dan rasanya. ﴾ وَهُم مُّكۡرَمُونَ ﴿ "Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan," bukan dihinakan lagi dicela, melainkan diagungkan, dimuliakan dan dihormati. Satu sama lain memuliakan dan mereka pun di-muliakan oleh para malaikat yang mulia, mereka masuk menjum-painya dari semua pintu, dan para malaikat juga mengucapkan selamat atas diraihnya pahala yang paling menyenangkan, dan mereka dimuliakan pula oleh akramul akramin (Allah سبحانه وتعالى) dan Dia mengaruniakan kepada mereka berbagai macam karamah berupa kenikmatan hati, ruh, dan badan.

(43) ﴾ فِي جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ ﴿ "Di dalam surga-surga yang penuh nikmat," yakni, surga-surga yang kekhasannya adalah kenikmatan dan cirinya adalah kesenangan. Yang demikian itu karena surga-surga itu berisi apa-apa yang belum pernah dilihat mata, tidak pula di-dengar oleh telinga, ataupun terlintas pada hati seorang manusia, dan ia bersih dari segala yang bisa merusak kenikmatannya dari hal-hal yang dapat mencemari dan mengotorinya.

(44) Di antara kemuliaan mereka di sisi Rabb mereka dan saling hormat-menghormati satu sama lain di antara mereka ada-lah bahwa mereka berada di atas ﴾ سُرُرٖ ﴿ "tahta-tahta kebesaran," yaitu tempat-tempat duduk yang tinggi yang terhias dengan berbagai macam kain yang termewah yang sangat indah. Mereka bersandar di atasnya dengan penuh kebahagiaan, ketenangan, dan kegem-biraan, ﴾ مُّتَقَٰبِلِينَ ﴿ "berhadap-hadapan" di antara sesama mereka. Hati dan rasa cinta mereka sudah menjadi tulus di antara sesama me-reka dan mereka bersenang-senang dengan berkumpulnya sesama mereka. Sebab sesungguhnya saling berhadapannya wajah mereka menunjukkan saling berhadapannya hati mereka dan saling hormat-menghormati satu sama lain di antara mereka. Tidak ada seorang pun yang membelakangi atau menjadikannya di samping. Bahkan termasuk kesempurnaan kebahagiaan dan etika adalah apa yang ditunjukkan oleh posisi saling berhadapan tersebut.

(45-47) ﴾ يُطَافُ عَلَيۡهِم بِكَأۡسٖ مِّن مَّعِينِۭ ﴿ "Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir." Maksudnya, anak-anak yang selalu siap membantu mereka selalu hadir membawakan minuman lezat dengan gelas-gelas yang sangat indah dipandang yang berisikan ar-rahiq al-makhtum yang beraroma minyak kasturi. Ia adalah gelas-gelas penuh dengan khamar. Khamar tersebut berbeda dengan khamar yang ada di dunia ini dari segala sisinya. Sebab warnanya saja ﴾ بَيۡضَآءَ ﴿ "putih bersih" yang merupakan warna terbaik, dan rasanya ﴾ لَذَّةٖ لِّلشَّٰرِبِينَ ﴿ "sedap bagi orang-orang yang minum," dirasakan kelezatannya oleh orang yang meminumnya pada saat diminum dan sesudahnya; dan ia bebas dari unsur-unsur yang dapat menghilangkan kesadaran akal dan tidak memabukkan serta tidak menghabiskan harta pemiliknya, tidak ada rasa pusing dan teler karenanya.

(48-49) Setelah Allah menjelaskan makanan, minuman, dan tempat-tempat duduk mereka, di mana kebanyakan kenik-matan dan rinciannya sudah masuk dalam FirmanNya, ﴾ جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ ﴿ "Surga-surga yang penuh kenikmatan," namun hal-hal tersebut di-rincikan agar diketahui lalu dirindukan oleh jiwa manusia, maka Allah kemudian menjelaskan istri-istri mereka seraya berfirman, ﴾ وَعِندَهُمۡ قَٰصِرَٰتُ ٱلطَّرۡفِ عِينٞ ﴿ "Di sisi-sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya." Maksudnya, di sisi para penghuni negeri kenikmatan itu di tempat-tempat dekat (sekitar) mereka ada bida-dari-bidadari cantik jelita nan sempurna lagi tidak liar pandangan matanya, baik karena pandangan matanya hanya dibatasi kepada suaminya saja karena sangat menjaga kesuciannya dan tidak me-lampaui kepada selain suaminya, atau karena ketampanan suami dan kesempurnaannya hingga di surga itu ia tidak mencari selain dia, dan tidak suka kecuali kepadanya, atau juga karena dia mampu membatasi pandangan suaminya hanya kepada dirinya saja, dan hal ini membuktikan kesempurnaan dan kecantikannya yang luar biasa yang membuat pandangan sang suami hanya terpaku kepa-danya saja. Dan tidak liarnya pandangan mata juga menunjukkan pada tidak liarnya jiwa dan rasa kasih sayang kepadanya. Kedua makna di atas sangat mungkin dan keduanya shahih. Semua ini menunjukkan ketampanan kaum lelaki dan kejelita-an wanita di dalam surga dan kecintaan satu sama lainnya dengan cinta yang membuatnya tidak berkeinginan kepada yang lain dan betapa sangat terpeliharanya kehormatan mereka semuanya, dan bahwasanya tidak ada rasa hasad (iri hati), rasa saling membenci, ataupun rasa permusuhan di sana. Hal itu terjadi karena tidak adanya faktor-faktor penyebabnya. ﴾ عِينٞ ﴿ "Dan jelita matanya." Maksudnya, jelita dan molek ma-tanya, sedap dilihat, ﴾ كَأَنَّهُنَّ ﴿ "seakan-akan mereka," yakni, bidadari-bidadari itu ﴾ بَيۡضٞ مَّكۡنُونٞ ﴿ "adalah telur yang tersimpan dengan baik," maksudnya, tertutup, karena kecantikan dan kebeningannya, dan warna kulit mereka adalah warna kulit yang terindah dan merona, tidak ada cacat ataupun noda.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском