As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
الإسراء
Al-Isra
The Night Journey · Meccan · 111 ayahs
17:1Page 282
سُبۡحَٰنَ ٱلَّذِيٓ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلٗا مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِي بَٰرَكۡنَا حَوۡلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنۡ ءَايَٰتِنَآۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ ١
Exalted1 is He who took His Servant [i.e., Prophet Muḥammad (ﷺ)] by night from al-Masjid al-Ḥarām to al-Masjid al-Aqṣā,2 whose surroundings We have blessed, to show him of Our signs. Indeed, He is the Hearing,3 the Seeing.4
"Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepada-nya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Al-Isra`: 1).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang"
(1) Allah تعالى menyucikan dan mengagungkan diriNya, ka-rena Dia memiliki perbuatan-perbuatan dan aneka karunia yang agung. Termasuk dalam kategori itu adalah bahwa Dia ﴾ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ ﴿ "yang telah memperjalankan hambaNya," yaitu RasulNya, Muhammad ﴾ مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ ﴿ "dari Masjidil Haram," masjid yang paling agung secara mutlak ﴾ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ﴿ "ke Masjidil Aqsha," sebuah masjid yang termasuk kategori masjid-masjid yang utama dan tempat (pusat) para nabi. Beliau diperjalankan dalam satu malam melintasi jarak yang sangat jauh, dan kembali pada malam itu juga. Allah menun-jukkan tanda-tanda kebesaranNya kepada beliau, yang menyebab-kan beliau mendapatkan tambahan petunjuk, kekuatan bashirah, ketetapan hati serta pembeda (antara yang benar dan batil). Peristiwa ini menunjukkan perhatian dan kelembutan Allah تعالى terhadap Nabi, lantaran Dia memberikan kemudahan dalam se-luruh urusan serta melimpahkan karunia-karuniaNya kepada beliau hingga mengungguli orang-orang terdahulu dan generasi yang akan datang dengannya. Zahirnya ayat menunjukkan bahwa, peristiwa Isra` terjadi pada permulaan malam dan sejak dari tempat Masjidil Haram itu sendiri. Akan tetapi, telah disebutkan dalam kitab ash-Shahih bahwa-sanya Rasulullah memulai perjalanan Isra` dari rumah Ummu Hani'[20]. Berdasarkan ini maka keutamaan Masjidil Haram berlaku untuk seluruh tanah Haram. Di setiap tanah Haram, (pahala) beribadah akan berlipatganda sebagaimana pelipatgandaan (pahala) ibadah di dalam Masjidil Haram. (Selain itu), ayat ini menunjukkan bahwasanya peristiwa Isra` (dan Mi'raj) berlangsung dengan ruh dan jasad Nabi sekaligus. Karena jika tidak demikian, maka kejadian ini bukanlah termasuk tanda kebesaran yang besar dan keistimewaan yang agung. Begitu banyak hadits yang diriwayatkan dari Nabi berkaitan dengan peristiwa Isra` (dan Mi'raj)[21]. Nabi menerangkan secara rinci kejadian-kejadian yang telah beliau lihat, dan bahwasanya beliau diperjalankan di malam hari menuju Baitul Maqdis, kemudian di-naikkan dari sana menuju langit-langit hingga sampai pada permu-kaan atas langit yang tertinggi. Beliau telah menyaksikan surga dan neraka, (bertemu dengan) sejumlah Nabi sesuai dengan kedudukan mereka, lantas ditetapkan atas beliau kewajiban shalat lima puluh waktu (dalam sehari semalam). Atas arahan dari Nabi Musa al-Kalim, beliau berbolak-balik kepada Rabbnya (untuk meminta ke-ringanan) hingga menjadi lima kali waktu secara perbuatan, dan menjadi 50 dalam pahala dan balasannya. Beliau dan umatnya telah meraih sumber-sumber kebanggaan di malam itu, yang tidak ada yang mengetahui kadarnya kecuali Allah تعالى. Allah menyebut Mu-hammad di sini dan di dalam kesempatan menurunkan al-Qur`an dan di tempat penentangan sifat 'ubudiyyah. Lantaran Rasulullah telah meraih kedudukan-kedudukan yang tinggi ini melalui penyem-purnaan penghambaan beliau kepada Rabbnya. Dan Firman Allah تعالى, ﴾ ٱلَّذِي بَٰرَكۡنَا حَوۡلَهُۥ ﴿ "Yang telah Kami berkahi sekelilingnya," dengan pepohonan yang banyak dan sungai-sungai dan kesuburan yang langgeng. Di antara keberkahan (Masjidil Aq-sha) adalah pengutamaan Masjid ini dibandingkan masjid-masjid lainnya selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, dan bahwasanya dituntut untuk memaksakan bepergian ke masjid-masjid ini semata-mata untuk beribadah dan shalat di dalamnya. Dan bahwa Allah telah mengkhususkan tempat ini bagi kebanyakan para nabi dan orang-orang pilihanNya.
17:2–8Page 282
وَءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ وَجَعَلۡنَٰهُ هُدٗى لِّبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ أَلَّا تَتَّخِذُواْ مِن دُونِي وَكِيلٗا ٢
And We gave Moses the Scripture and made it a guidance for the Children of Israel that you not take other than Me as Disposer of affairs,1
ذُرِّيَّةَ مَنۡ حَمَلۡنَا مَعَ نُوحٍۚ إِنَّهُۥ كَانَ عَبۡدٗا شَكُورٗا ٣
O descendants of those We carried [in the ship] with Noah. Indeed, he was a grateful servant.
وَقَضَيۡنَآ إِلَىٰ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ فِي ٱلۡكِتَٰبِ لَتُفۡسِدُنَّ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَّتَيۡنِ وَلَتَعۡلُنَّ عُلُوّٗا كَبِيرٗا ٤
And We conveyed1 to the Children of Israel in the Scripture that, "You will surely cause corruption on the earth twice, and you will surely reach [a degree of] great haughtiness."
فَإِذَا جَآءَ وَعۡدُ أُولَىٰهُمَا بَعَثۡنَا عَلَيۡكُمۡ عِبَادٗا لَّنَآ أُوْلِي بَأۡسٖ شَدِيدٖ فَجَاسُواْ خِلَٰلَ ٱلدِّيَارِۚ وَكَانَ وَعۡدٗا مَّفۡعُولٗا ٥
So when the [time of] promise came for the first of them,1 We sent against you servants of Ours - those of great military might, and they probed [even] into the homes,2 and it was a promise fulfilled.
ثُمَّ رَدَدۡنَا لَكُمُ ٱلۡكَرَّةَ عَلَيۡهِمۡ وَأَمۡدَدۡنَٰكُم بِأَمۡوَٰلٖ وَبَنِينَ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ أَكۡثَرَ نَفِيرًا ٦
Then We gave back to you a return victory over them. And We reinforced you with wealth and sons and made you more numerous in manpower.
إِنۡ أَحۡسَنتُمۡ أَحۡسَنتُمۡ لِأَنفُسِكُمۡۖ وَإِنۡ أَسَأۡتُمۡ فَلَهَاۚ فَإِذَا جَآءَ وَعۡدُ ٱلۡأٓخِرَةِ لِيَسُـُٔواْ وُجُوهَكُمۡ وَلِيَدۡخُلُواْ ٱلۡمَسۡجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٖ وَلِيُتَبِّرُواْ مَا عَلَوۡاْ تَتۡبِيرًا ٧
[And said], "If you do good, you do good for yourselves; and if you do evil, [you do it] to them [i.e., yourselves]." Then when the final [i.e., second] promise came, [We sent your enemies] to sadden your faces and to enter the masjid [i.e., the temple in Jerusalem], as they entered it the first time, and to destroy what they had taken over with [total] destruction.
عَسَىٰ رَبُّكُمۡ أَن يَرۡحَمَكُمۡۚ وَإِنۡ عُدتُّمۡ عُدۡنَاۚ وَجَعَلۡنَا جَهَنَّمَ لِلۡكَٰفِرِينَ حَصِيرًا ٨
[Then Allāh said], "It is expected, [if you repent], that your Lord will have mercy upon you. But if you return [to sin], We will return [to punishment]. And We have made Hell, for the disbelievers, a prison-bed."
"Dan Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat), dan Kami jadikan Kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Isra`il (dengan Fir-man), 'Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku. (Yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.' Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Isra`il dalam Kitab itu, 'Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali, dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesom-bongan yang besar.' Apabila datang saat hukuman bagi (kejaha-tan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, maka Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian Kami berikan kepada-mu giliran untuk mengalahkan mereka kembali, dan Kami memban-tumu dengan harta kekayaan dan anak-anak, dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat ja-hat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (maka Kami datang-kan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu, dan agar mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasa-kan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. Mudah-mudah-an Rabbmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekira-nya kamu kembali kepada (kedurhakaan), niscaya Kami kembali (mengazabmu), dan Kami jadikan Neraka Jahanam penjara bagi orang-orang kafir." (Al-Isra`: 2-8).
(2) Seringkali Allah Yang Maha Pencipta menghubungkan antara kenabian Muhammad dengan kenabian Musa, kitab dan syariat mereka berdua. Karena kitab keduanya adalah sebaik-baik kitab, syariat mereka merupakan syariat yang paling sempurna, dan kenabian mereka adalah (tingkat) kenabian yang tertinggi serta para pengikut mereka adalah bagian terbesar kaum Mukminin. Oleh karenanya, Allah berfirman, ﴾ وَءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ ﴿ "Dan Kami berikan kepada Musa Kitab," yaitu Taurat. ﴾ وَجَعَلۡنَٰهُ هُدٗى لِّبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "Dan Kami jadi-kan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Isra`il," yang bisa mereka jadi-kan petunjuk dari dalam kegelapan kebodohan menuju keilmuan tentang kebenaran (dengan berfirman), ﴾ أَلَّا تَتَّخِذُواْ مِن دُونِي وَكِيلٗا ﴿ "Jangan-lah kamu mengambil penolong selain Aku," maksudnya Kami telah katakan hal itu kepada mereka. Dan untuk tujuan itu pula, Kami telah menurunkan al-Kitab (Taurat). (Yaitu) supaya mereka ber-ibadah hanya kepada Allah, kembali kepadaNya, menjadikanNya sebagai satu-satunya Penolong dan Pengatur, baik dalam urusan agama ataupun perkara duniawi mereka, serta tidak bergantung kepada selainNya dari makhluk yang tidak memiliki sesuatu pun (kekuasaan) dan tidak bisa memberi manfaat sedikit pun bagi mereka.
(3) ﴾ ذُرِّيَّةَ مَنۡ حَمَلۡنَا مَعَ نُوحٍۚ ﴿ "(Yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh," maksudnya "Wahai anak cucu dari orang-orang yang telah Kami beri anugerah dan Kami angkut ber-sama Nuh." ﴾ إِنَّهُۥ كَانَ عَبۡدٗا شَكُورٗا ﴿ "Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur," pada ayat ini terkandung keterangan pemu-liaan terhadap Nabi Nuh عليه السلام yang berbentuk pujian, lantaran be-liau telah menjalankan kewajibannya untuk bersyukur kepada Allah dan telah menyandang sifat tersebut. (Di dalamnya juga terkandung) anjuran bagi keturunannya untuk menapaki jalan hidup dengan mengaca kepada beliau dalam bersyukur (kepada Allah), serta (pe-rintah) supaya mereka selalu mengingat nikmat-nikmat Allah bagi mereka tatkala Allah menjadikan mereka tetap survive dan menem-patkan mereka di bumi sebagai khalifah serta menenggelamkan selain mereka, (kaum yang tidak beriman).
(4) ﴾ وَقَضَيۡنَآ إِلَىٰ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Isra`il," maksudnya sudah berlalu (ketetapan) Kami, telah Kami pe-rintahkan mereka, dan Kami beritahukan dalam kitab mereka, bah-wasanya pasti timbul pada mereka tindakan pengrusakan di bumi dua kali dengan perbuatan maksiat, pengingkaran nikmat, tinggi hati dan arogan di bumi, bahwa bila telah berlangsung salah satu dari kedua kerusakan itu, maka Allah akan menjadikan musuh berkuasa atas mereka dan menyiksa mereka. Ini merupakan peringat-an dan ancaman supaya mereka kembali dan ingat kepada Allah.
(5) ﴾ فَإِذَا جَآءَ وَعۡدُ أُولَىٰهُمَا ﴿ "Maka apabila datang saat hukuman bagi (ke-jahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu," kerusakan pertama dari dua kerusakan yang akan mereka perbuat. Maksudnya, jika telah terjadi kerusakan (pertama) dari mereka, maka ﴾ بَعَثۡنَا عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Kami datangkan kepadamu," kedatangan ketetapan takdir, dan Kami akan menguasakan (musuh-musuh) atas kalian yang merupakan ketetapan kauni dan sebagai pembalasan, ﴾ عِبَادٗا لَّنَآ أُوْلِي بَأۡسٖ شَدِيدٖ ﴿ "hamba-hamba Ka-mi yang mempunyai kekuatan besar," yaitu orang-orang yang memiliki keberanian, jumlah personel yang banyak dan kekuatan (yang penuh). Lalu Allah akan memenangkan mereka atas kalian. Mereka akan membunuhi kalian, menawan anak-anak kalian, dan merampasi kekayaan-kekayaan kalian serta merajalela ﴾ خِلَٰلَ ٱلدِّيَارِۚ ﴿ "di kampung-kampung," menerjang kampung-kampung. Mereka juga akan mene-robos ke Masjidil Haram dan merusaknya. ﴾ وَكَانَ وَعۡدٗا مَّفۡعُولٗا ﴿ "Dan itu-lah ketetapan yang pasti terlaksana," yang pasti akan terjadi karena adanya faktor penyebab dari mereka. Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang penentuan siapakah mereka yang diberi kekuasaan (mengalahkan Bani Isra`il). Hanya saja, para ulama itu bersepakat bahwasanya mereka adalah kaum kuffar, bisa jadi dari penduduk Irak, Jazirah Arab atau selain mereka. Allah akan memberikan kekuasaan pada kaum itu atas Bani Isra`il, di kala telah merebak kemaksiatan di tengah-tengah Bani Isra`il dan meninggalkan banyak aturan syariat Allah dan melampaui batas di atas bumi.
(6) ﴾ ثُمَّ رَدَدۡنَا لَكُمُ ٱلۡكَرَّةَ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali," yaitu atas orang-orang yang telah diberi keleluasaan untuk menguasai kalian. Kemudian kalian sanggup mengusir mereka dari kampung-kampung halaman. ﴾ وَأَمۡدَدۡنَٰكُم بِأَمۡوَٰلٖ وَبَنِينَ ﴿ "Dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak," maksudnya Kami memperbanyak kucuran rizki dan jumlah kalian, serta Kami besarkan kekuatan kalian (untuk menga-lahkan) mereka, ﴾ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ أَكۡثَرَ نَفِيرًا ﴿ "dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar," daripada mereka dengan sebab perbuatan baik dan ketundukan kalian kepada Allah تعالى.
(7) ﴾ إِنۡ أَحۡسَنتُمۡ أَحۡسَنتُمۡ لِأَنفُسِكُمۡۖ ﴿ "Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri," karena manfaat dari perbuatan baik kalian kembali kepada kalian sendiri (bukan kepada orang lain), bahkan saat kalian masih berada di dunia, seperti yang telah kalian saksikan, berupa kemenangan kalian terhadap musuh-musuh kalian ﴾ وَإِنۡ أَسَأۡتُمۡ فَلَهَاۚ ﴿ "dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi diri-mu sendiri," kepada diri kalian sendirilah bahaya itu berbalik arah, sebagaimana yang telah Allah perlihatkan kepada kalian berupa penguasaan musuh atas kalian ﴾ فَإِذَا جَآءَ وَعۡدُ ٱلۡأٓخِرَةِ ﴿ "dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua," yaitu kejadian berikutnya yang kalian kembali berbuat kerusakan di muka bumi pada waktu tersebut, maka Allah akan memberikan kekuasaan musuh-musuh atas kalian juga. ﴾ لِيَسُـُٔواْ وُجُوهَكُمۡ ﴿ "(Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu," melalui kemenangan mereka atas kalian dan keberhasilan menawan kalian. ﴾ وَلِيَدۡخُلُواْ ٱلۡمَسۡجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٖ ﴿ "Supaya mereka masuk ke dalam Masjidil Haram sebagaimana mereka dahulu pernah masuk untuk yang pertama kalinya," masjid yang dimaksudkan dalam ayat adalah mas-jid Baitul Maqdis ﴾ وَلِيُتَبِّرُواْ ﴿ "dan untuk membinasakan," meruntuhkan dan menghancurkan ﴾ مَا عَلَوۡاْ ﴿ "apa saja yang mereka kuasai," atas ke-kuasaan yang mereka pegangi ﴾ ت َ ت ْ ب ِ ي ْ ر ً ا ﴿ "sehabis-habisnya," maka mereka akan menghacurkan rumah-rumah, masjid-masjid serta ladang-ladang kalian.
(8) ﴾ عَسَىٰ رَبُّكُمۡ أَن يَرۡحَمَكُمۡۚ ﴿ "Mudah-mudahan Rabbmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu," kemudian Allah membalikkan kemenangan bagi kalian terhadap mereka. Lantas Allah merahmati mereka dan memberikan negeri bagi mereka disertai ancaman terhadap mereka bila berbuat maksiat-maksiat, seraya berfirman, ﴾ وَإِنۡ عُدتُّمۡ ﴿ "Dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan)," mengulang berbuat kerusakan di muka bumi, ﴾ عُدۡنَاۚ ﴿ "niscaya Kami kembali," mengazab kalian. Ternyata mereka kembali melakukan kerusakan di muka bumi, maka Allah (meng-hukum mereka dengan) menjadikan RasulNya, Muhammad ber-kuasa atas mereka. Allah membalas mereka lewat beliau. Ini adalah balasan mereka di dunia. Adapun siksa Allah bagi mereka di akhi-rat lebih dahsyat dan menghinakan. Oleh karena itu, Allah berfirman selanjutnya, ﴾ وَجَعَلۡنَا جَهَنَّمَ لِلۡكَٰفِرِينَ حَصِيرًا ﴿ "Dan Kami jadikan Neraka Jahanam penjara bagi orang-orang kafir," mereka akan masuk dan menghuni-nya, tidak akan pernah keluar dari tempat itu selama-lamanya. Dalam ayat-ayat ini terdapat peringatan bagi umat Islam dari perbuatan maksiat, supaya mereka tidak tertimpa oleh siksaan yang telah menimpa Bani Isra`il. Ketetapan Allah hanyalah satu, dan tidak akan dirubah-rubah atau direvisi. Orang yang mau mencermati penguasaan kaum kuffar dan tindak kesewenangan mereka terhadap kaum Muslimin, tentu akan mengetahui (kesimpulan) bahwasanya itu semua sebagai hukuman bagi mereka disebabkan dosa-dosa kaum Muslimin itu sendiri. Apabila kaum Muslimin kembali me-laksanakan Kitabullah dan Sunnah RasulNya, niscaya Allah akan menjadikan mereka pengendali kekuasaan di muka bumi, dan Dia akan memberikan pertolongan kepada mereka terhadap musuh-musuhnya.
17:9–10Page 283
إِنَّ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ يَهۡدِي لِلَّتِي هِيَ أَقۡوَمُ وَيُبَشِّرُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمۡ أَجۡرٗا كَبِيرٗا ٩
Indeed, this Qur’ān guides to that which is most suitable and gives good tidings to the believers who do righteous deeds that they will have a great reward
وَأَنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ أَعۡتَدۡنَا لَهُمۡ عَذَابًا أَلِيمٗا ١٠
And that those who do not believe in the Hereafter - We have prepared for them a painful punishment.
"Sesungguhnya al-Qur`an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal shalih bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih." (Al-Isra`: 9-10).
(9-10) Allah تعالى mengabarkan tentang kemuliaan dan ke-agungan al-Qur`an, bahwasanya ia ﴾ يَهۡدِي لِلَّتِي هِيَ أَقۡوَمُ ﴿ "memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus," lebih adil dan mulia dalam aspek akidah, amal-perbuatan maupun akhlak. Barangsiapa yang meraih petunjuk dengan seruan ajaran al-Qur`an, maka dialah manusia yang paling sempurna, paling lurus dan paling sarat dengan petunjuk dalam segala urusannya ﴾ وَيُبَشِّرُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal shalih," yang berbentuk kewajiban-kewajiban maupun per-buatan-perbuatan yang bersifat sunnah ﴾ أَنَّ لَهُمۡ أَجۡرٗا كَبِيرٗا ﴿ "bahwa bagi mereka ada pahala yang besar." Allah telah menyediakannya bagi mereka di tempat kemuliaanNya (surga), yang tidak ada yang menge-tahui karakteristiknya kecuali Allah. ﴾ وَأَنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ أَعۡتَدۡنَا لَهُمۡ عَذَابًا أَلِيمٗا ﴿ "Dan bahwa orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih." Al-Qur`an mengandung kabar gembira dan ancaman, serta cara-cara perolehan kabar gem-bira itu, yaitu (dengan cara) beriman dan beramal shalih, dan sebab-sebab yang memastikan (datangnya) ancaman yaitu (dengan me-lakukan) perkara yang berlawanan dengannya.
17:11Page 283
وَيَدۡعُ ٱلۡإِنسَٰنُ بِٱلشَّرِّ دُعَآءَهُۥ بِٱلۡخَيۡرِۖ وَكَانَ ٱلۡإِنسَٰنُ عَجُولٗا ١١
And man supplicates for evil [when angry] as he supplicates for good, and man is ever hasty.1
"Dan manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana dia ber-doa untuk kebaikan. Dan manusia bersifat tergesa-gesa." (Al-Isra`: 11).
(11) Inilah salah satu bentuk kebodohan manusia dan sifatnya yang terburu-buru. Dia tergesa-gesa untuk berdoa bagi dirinya, anak dan hartanya dengan doa keburukan tatkala dia marah, seba-gaimana dia (juga) bersegera dalam berdoa meminta kebaikan. Akan tetapi, Allah dengan sifat kelembutanNya kepada para hamba, ha-nya mengabulkan doa kebaikan dan tidak mengabulkan doa ke-burukannya. ﴾ وَلَوۡ يُعَجِّلُ ٱللَّهُ لِلنَّاسِ ٱلشَّرَّ ٱسۡتِعۡجَالَهُم بِٱلۡخَيۡرِ لَقُضِيَ إِلَيۡهِمۡ أَجَلُهُمۡۖ ﴿ "Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka." (Yunus: 11).
17:12Page 283
وَجَعَلۡنَا ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ ءَايَتَيۡنِۖ فَمَحَوۡنَآ ءَايَةَ ٱلَّيۡلِ وَجَعَلۡنَآ ءَايَةَ ٱلنَّهَارِ مُبۡصِرَةٗ لِّتَبۡتَغُواْ فَضۡلٗا مِّن رَّبِّكُمۡ وَلِتَعۡلَمُواْ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلۡحِسَابَۚ وَكُلَّ شَيۡءٖ فَصَّلۡنَٰهُ تَفۡصِيلٗا ١٢
And We have made the night and day two signs, and We erased the sign of the night and made the sign of the day visible1 that you may seek bounty from your Lord and may know the number of years and the account [of time]. And everything We have set out in detail.
"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam, dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari karunia dari Rabbmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala se-suatu telah Kami terangkan dengan jelas." (Al-Isra`: 12).
(12) Allah تعالى berfirman, ﴾ وَجَعَلۡنَا ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ ءَايَتَيۡنِۖ ﴿ "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda," maksudnya keduanya merupakan bukti yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan Allah dan ke-luasan rahmatNya. Dia-lah Dzat yang tidak selayaknya peribadahan ditujukan kecuali untukNya. ﴾ فَمَحَوۡنَآ ءَايَةَ ٱلَّيۡلِ ﴿ "Lalu Kami hapuskan tanda malam," maksudnya, Kami menjadikannya gelap untuk tenang dan beristirahat. ﴾ وَجَعَلۡنَآ ءَايَةَ ٱلنَّهَارِ مُبۡصِرَةٗ ﴿ "Dan Kami jadikan tanda siang itu te-rang," maksudnya bercahaya, ﴾ لِّتَبۡتَغُواْ فَضۡلٗا مِّن رَّبِّكُمۡ ﴿ "agar kamu mencari karunia dari Rabbmu," melalui mata pencaharian, proses produksi, perdagangan dan perjalanan kalian, ﴾ وَلِتَعۡلَمُواْ ﴿ "dan supaya kamu mengetahui," dengan beriringannya siang-malam dan pergantian bulan ﴾ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلۡحِسَابَۚ ﴿ "bilangan tahun-tahun dan perhitungan," maka kalian (bisa merencanakan) segala kemaslahatan yang kalian kehen-daki berdasarkan itu, ﴾ وَكُلَّ شَيۡءٖ فَصَّلۡنَٰهُ تَفۡصِيلٗا ﴿ "dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas," maksudnya Kami sudah menerangkan ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran Kami) dan menguraikannya sehingga jelaslah perbedaan segala sesuatu, dan kebenaran pun menjadi te-rang di antara kebatilan. Sebagaimana Firman Allah, ﴾ مَّا فَرَّطۡنَا فِي ٱلۡكِتَٰبِ مِن شَيۡءٖۚ ﴿ "Tidaklah Kami menyia-nyiakan sesuatu pun di dalam kitab. (Al- An'am: 8).
17:13–14Page 283
وَكُلَّ إِنسَٰنٍ أَلۡزَمۡنَٰهُ طَٰٓئِرَهُۥ فِي عُنُقِهِۦۖ وَنُخۡرِجُ لَهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ كِتَٰبٗا يَلۡقَىٰهُ مَنشُورًا ١٣
And [for] every person We have imposed his fate upon his neck,1 and We will produce for him on the Day of Resurrection a record which he will encounter spread open.
ٱقۡرَأۡ كِتَٰبَكَ كَفَىٰ بِنَفۡسِكَ ٱلۡيَوۡمَ عَلَيۡكَ حَسِيبٗا ١٤
[It will be said], "Read your record. Sufficient is yourself against you this Day as accountant."
"Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal per-buatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada Hari Kiamat sebuah Kitab yang di-jumpainya terbuka. Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu." (Al-Isra`: 13-14).
(13-14) Ini merupakan pemberitahuan tentang kesempurnaan keadilan Allah; bahwasanya Dia menetapkan amal perbuatan pada setiap orang (sebagaimana kalung yang menempel) pada lehernya. Maksudnya, setiap amal perbuatan yang dikerjakan, baik ataupun buruk, niscaya Allah menetapkan (ganjarannya) pada pelakunya, tidak akan berpindah kepada orang lain. Ia tidak akan dihisab ber-dasarkan amal orang lain. (Begitu pula) orang lain pun tidak dimintai pertanggungjawaban berdasarkan amalan orang tadi. ﴾ وَنُخۡرِجُ لَهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ كِتَٰبٗا يَلۡقَىٰهُ مَنشُورًا ﴿ "Kami keluarkan baginya pada Hari Kiamat sebuah Kitab yang dijumpainya terbuka." Di dalamnya terdapat segala sesuatu yang pernah dia kerjakan berupa kebaikan dan keburukan, baik yang besar maupun kecil. Kemudian dikatakan kepadanya, ﴾ ٱقۡرَأۡ كِتَٰبَكَ كَفَىٰ بِنَفۡسِكَ ٱلۡيَوۡمَ عَلَيۡكَ حَسِيبٗا ﴿ "Bacalah kitabmu. Cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu." Inilah bentuk keadilan dan keobyek-tifan terbesar, manakala dikatakan kepada seorang hamba, "Hisablah dirimu sendiri." Supaya dia mengetahui fakta dosa yang ada pada dirinya yang mendatangkan azab. 9
17:15Page 283
مَّنِ ٱهۡتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهۡتَدِي لِنَفۡسِهِۦۖ وَمَن ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيۡهَاۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبۡعَثَ رَسُولٗا ١٥
Whoever is guided is only guided for [the benefit of] his soul. And whoever errs only errs against it. And no bearer of burdens will bear the burden of another. And never would We punish until We sent a messenger.
"Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia ter-sesat untuk (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng-azab sehingga Kami mengutus seorang rasul." (Al-Isra`: 15).
(15) Maksudnya, hidayah dan kesesatan seseorang itu (dam-paknya) akan kembali pada dirinya sendiri. Seseorang tidak akan menanggung dosa orang lain. Dia pun tidak dapat menampik ke-salahan yang dia kerjakan sekecil biji sawi pun. Allah adalah Dzat yang paling adil, tidak akan mengazab seseorang sehingga hujjah tegak atasnya melalui risalah, kemudian orang itu (merespon de-ngan) menentangnya. Adapun orang-orang yang tunduk dengan hujjah atau belum sampai hujjah Allah kepadanya, maka Allah tidak akan mengazabnya. Ayat ini dijadikan dalil bahwasanya Allah tidak akan mengazab ahlul fathrah (orang-orang yang hidup di masa transisi kenabian, pent) dan anak-anak kaum musyrikin (yang meninggal sebelum dewasa), sampai Dia mengutus seorang rasul kepada mereka. Karena sesungguhnya Allah itu suci dari segala bentuk tindak aniaya.
17:16–17Page 283
وَإِذَآ أَرَدۡنَآ أَن نُّهۡلِكَ قَرۡيَةً أَمَرۡنَا مُتۡرَفِيهَا فَفَسَقُواْ فِيهَا فَحَقَّ عَلَيۡهَا ٱلۡقَوۡلُ فَدَمَّرۡنَٰهَا تَدۡمِيرٗا ١٦
And when We intend to destroy a city, We command its affluent1 but they defiantly disobey therein; so the word [i.e., deserved decree] comes into effect upon it, and We destroy it with [complete] destruction.
وَكَمۡ أَهۡلَكۡنَا مِنَ ٱلۡقُرُونِ مِنۢ بَعۡدِ نُوحٖۗ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِۦ خَبِيرَۢا بَصِيرٗا ١٧
And how many have We destroyed from the generations after Noah. And sufficient is your Lord, concerning the sins of His servants, as Aware and Seeing.
"Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah), tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan dari Kami), kemudian Kami hancurkan ne-geri itu sehancur-hancurnya. Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Maha Menge-tahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hambaNya." (Al-Isra`: 16-17).
(16) Allah تعالى memberitahukan bahwasanya apabila Dia ingin menghancurkan salah satu negeri yang berbuat sewenang-wenang dan meluluhlantakkannya dengan azab sampai tak tersisa, maka Dia akan memberikan perintah kepada orang-orang kala-ngan mewah mereka dalam bentuk ketetapan takdir (untuk menaati Allah). Lalu mereka berbuat kefasikan sampai tindakan melampaui batas mereka sudah parah ﴾ فَحَقَّ عَلَيۡهَا ٱلۡقَوۡلُ ﴿ "maka sudah sepantasnya ber-laku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami)," yaitu ketentuan azab (Kami), yang mana tidak ada (seorang pun) yang sanggup menolak-nya ﴾ فَدَمَّرۡنَٰهَا تَدۡمِيرٗا ﴿ "kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-han-curnya."
(17) Mereka itu umat manusia yang banyak, setelah kaum Nabi Nuh yang mana Allah memusnahkannya dengan azab, seperti kaum 'Ad, Tsamud, kaum Nabi Luth, dan kaum lainnya yang telah Allah siksa ketika tindakan melampaui batas mereka sudah mera-jalela dan kekufuran mereka semakin menjadi-jadi. Akibatnya, Allah menurunkan hukuman yang dahsyat kepada mereka, ﴾ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِۦ خَبِيرَۢا بَصِيرٗا ﴿ "dan cukuplah Rabbmu Maha Mengetahui lagi Maha Meli-hat dosa hamba-hambaNya." Janganlah mereka merasa takut muncul-nya tindakan kezhaliman dari Allah, karena sesungguhnya Allah hanya mengazab atas dasar perbuatan yang mereka lakukan saja.
17:18–21Page 284
مَّن كَانَ يُرِيدُ ٱلۡعَاجِلَةَ عَجَّلۡنَا لَهُۥ فِيهَا مَا نَشَآءُ لِمَن نُّرِيدُ ثُمَّ جَعَلۡنَا لَهُۥ جَهَنَّمَ يَصۡلَىٰهَا مَذۡمُومٗا مَّدۡحُورٗا ١٨
Whoever should desire the immediate1 - We hasten for him from it what We will to whom We intend. Then We have made for him Hell, which he will [enter to] burn, censured and banished.
وَمَنۡ أَرَادَ ٱلۡأٓخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعۡيَهَا وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَأُوْلَٰٓئِكَ كَانَ سَعۡيُهُم مَّشۡكُورٗا ١٩
But whoever desires the Hereafter and exerts the effort due to it while he is a believer - it is those whose effort is ever appreciated [by Allāh].
كُلّٗا نُّمِدُّ هَٰٓؤُلَآءِ وَهَٰٓؤُلَآءِ مِنۡ عَطَآءِ رَبِّكَۚ وَمَا كَانَ عَطَآءُ رَبِّكَ مَحۡظُورًا ٢٠
To each [category] We extend - to these and to those - from the gift of your Lord. And never has the gift of your Lord been restricted.
ٱنظُرۡ كَيۡفَ فَضَّلۡنَا بَعۡضَهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖۚ وَلَلۡأٓخِرَةُ أَكۡبَرُ دَرَجَٰتٖ وَأَكۡبَرُ تَفۡضِيلٗا ٢١
Look how We have favored [in provision] some of them over others. But the Hereafter is greater in degrees [of difference] and greater in distinction.
"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehen-daki bagi orang yang Kami kehendaki, kemudian Kami tentukan baginya Neraka Jahanam; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang dia adalah Mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. Kepada masing-masing golongan, baik golongan ini maupun golongan itu, Kami berikan bantuan dari kemurahan Rabbmu. Dan kemurahan Rabbmu tidak dapat dihala-ngi. Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari me-reka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya." (Al-Isra`: 18-21).
(18) Allah تعالى memberitahukan bahwasanya ﴾ مَّن كَانَ يُرِيدُ ﴿ "ba-rangsiapa menghendaki," (kehidupan) dunia ﴾ ٱلۡعَاجِلَةَ ﴿ "kehidupan se-karang," yang akan berakhir lagi fana, kemudian dia bekerja dan ber-usaha untuk meraihnya sehingga dia lupa tempat asal dan tujuan akhir hidupnya (akhirat), maka Allah akan segera memberikan sebagian kekayaan dan perhiasan dunia yang dia inginkan dan kehendaki, (sesuai jatah) yang telah Allah tulis baginya di Lauhul Mahfuzh. Hanya saja, semua itu bukanlah kenikmatan yang mem-punyai nilai manfaat lagi tidak kekal baginya. Kemudian di akhirat kelak, Allah menyediakan baginya ﴾ جَهَنَّمَ يَصۡلَىٰهَا ﴿ "Neraka Jahanam, dia memasukinya," maksudnya dia merasakan langsung siksaanNya ﴾ مَذۡمُومٗا مَّدۡحُورٗا ﴿ "dalam keadaan tercela dan terusir," dalam keadaan ke-hinaan, terbongkar seluruh aibnya dan tercela di hadapan Allah dan para makhluk (juga) jauh dari rahmat Allah. Maka Allah menyatu-kan baginya antara deraan siksa dengan kehinaan bagi orang itu.
(19) ﴾ وَمَنۡ أَرَادَ ٱلۡأٓخِرَةَ ﴿ "Dan barangsiapa yang menghendaki kehi-dupan akhirat," kemudian dia menyukai dan mengutamakannya daripada kehidupan dunia ﴾ وَسَعَىٰ لَهَا سَعۡيَهَا ﴿ "dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh," (tempat) yang mana kitab samawi dan atsar nabi mengajak kepadanya, lalu dia beramal sesuai dengan batas (maksimal) kemampuannya ﴾ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ ﴿ "sedang dia orang yang beriman," kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para rasulNya, dan Hari Akhir, ﴾ فَأُوْلَٰٓئِكَ كَانَ سَعۡيُهُم مَّشۡكُورٗا ﴿ "maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik," maksudnya, amalnya diterima, berkembang dan tersimpan. Bagi mereka pahala dan ganjaran di sisi Rabbnya.
(20) Walaupun demikian, jatah mereka di dunia tidak terle-watkan. Masing-masing pihak dibantu oleh Allah dari bagian kenik-matan dunia, karena itu merupakan cerminan curahan karunia dan kebaikan Allah تعالى.
(21) ﴾ ٱنظُرۡ كَيۡفَ فَضَّلۡنَا بَعۡضَهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖۚ ﴿ "Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain)," di dunia dengan kelapangan rizki dan keterbatasannya, kemudahan dan kesusahan, pengetahuan dan kebodohan, kecerdasan dan ketololan, dan aspek-aspek lainnya yang mana Allah melebihkan sebagian orang dari sebagian yang lain dengannya. ﴾ وَلَلۡأٓخِرَةُ أَكۡبَرُ دَرَجَٰتٖ وَأَكۡبَرُ تَفۡضِيلٗا ﴿ "Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya." Maka tidak bisa di-perbandingkan antara kenikmatan dunia dengan kenikmatan akhi-rat dalam segala sudut. Alangkah jauh perbedaan antara orang yang berada di istana-istana yang tinggi, aneka kelezatan yang bermacam-macam, beragam jenis kebaikan, rangkaian kebahagiaan, dengan orang yang menggelepar-gelepar di dalam Neraka Jahim, tersiksa dengan azab yang pedih, dan kemurkaan Rabb Yang Maha Penya-yang sudah mengenainya. Dan masing-masing dari dua kampung itu (dunia dan akhirat) di hadapan para penghuninya mempunyai sisi-sisi perbedaan yang tidak terhitung jumlahnya oleh seseorang.
17:22Page 284
لَّا تَجۡعَلۡ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ فَتَقۡعُدَ مَذۡمُومٗا مَّخۡذُولٗا ٢٢
Do not make [as equal] with Allāh another deity and [thereby] become censured and forsaken.
"Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah)." (Al-Isra`: 22).
(22) Maknanya: Janganlah kalian meyakini bahwasanya ada salah satu dari makhluk yang berhak untuk diibadahi. Jangan (pula) kalian menyekutukan siapa pun denganNya dalam beribadah. Se-sungguhnya itu semua merupakan penyulut celaan dan penelantaran (tanpa bimbingan Allah). Allah, para malaikat dan para rasulNya telah melarang syirik, betul-betul mencela pelakunya, dan menyan-dangkan predikat-predikat tercela dan ciri-ciri yang buruk lantaran tindak kesyirikan, selama pelakunya merupakan orang yang sifat-nya paling jelek dan citranya paling buruk. Dalam urusan agama dan dunianya, dia mengalami penelantaran sesuai besar kecilnya tindakannya meninggalkan ketergantungan kepada Rabbnya. Barangsiapa yang bersandar kepada selain Allah, maka (kondi-sinya) akan terlantar, dia pun akan dibuat memiliki ketergantungan kepada obyek yang digantunginya tersebut. Padahal tidak ada se-seorang pun yang mampu memberi manfaat bagi orang lain kecuali dengan izin Allah. Sebagaimana orang yang menjadikan sesembah-an selain Allah mendapatkan celaan dan kenistaan, maka orang yang bertauhid dan mengikhlaskan agamanya hanya kepada Allah serta bergantung hanya kepadaNya, maka dia dalam keadaan ter-puji dan tertolong dalam segala keadaannya. 9
17:23–24Page 284
۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنًاۚ إِمَّا يَبۡلُغَنَّ عِندَكَ ٱلۡكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوۡ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفّٖ وَلَا تَنۡهَرۡهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوۡلٗا كَرِيمٗا ٢٣
And your Lord has decreed that you worship not except Him, and to parents, good treatment. Whether one or both of them reach old age [while] with you, say not to them [so much as], "uff,"1 and do not repel them but speak to them a noble word.
وَٱخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحۡمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرۡحَمۡهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرٗا ٢٤
And lower to them the wing of humility out of mercy and say, "My Lord, have mercy upon them as they brought me up [when I was] small."
"Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan me-nyembah kecuali kepadaNya, dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan, 'Ah' dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesa-yangan, dan ucapkanlah, 'Wahai Rabbku, kasihilah mereka kedua-nya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil'." (Al-Isra`: 23-24).
(23) Ketika Allah melarang perbuatan syirik, maka Dia me-merintahkan untuk bertauhid, seraya berfirman, ﴾ وَقَضَىٰ رَبُّكَ ﴿ "Dan Rabbmu telah memerintahkan," dengan ketetapan agama dan memerin-tahkan dengan perintah syar'i (yang berhubungan dengan mahabbah Allah terhadap perintah tersebut. Pent.) ﴾ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ ﴿ "janganlah kalian menyembah," siapa pun dari penduduk bumi ataupun langit, yang masih hidup maupun yang sudah mati ﴾ إِلَّآ إِيَّاهُ ﴿ "kecuali kepadaNya," karena Dia-lah Mahatunggal, Maha Esa dan Satu, tempat bergan-tung, yang memiliki semua sifat kesempurnaan, (dan memiliki sifat) paling agung di antara sifat-sifat yang sempurna itu dalam bentuk tingkatan yang tidak ada satu makhluk pun yang menyeru-paiNya. Dia-lah Pemberi nikmat lahiriyah dan batiniyah, Dzat yang mampu menolak semua siksaan, Yang Menciptakan, Pemberi rizki dan Pengatur segala urusan. Dia Esa dengan segala sifat itu. Adapun selain Allah, maka tidak ada yang memiliki sedikit pun dari sifat-sifat tersebut. Setelah menyebutkan hak-hakNya, Allah kemudian menyebut-kan masalah pelaksanaan hak kedua orang tua dengan FirmanNya, ﴾ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنًاۚ ﴿ "Dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya," maksudnya berbuatlah kebaikan kepada orang tua dengan segala bentuk kebaktian yang bersifat perkataan ataupun perbuatan. Hal ini dikarenakan mereka merupakan penye-bab munculnya seseorang di dunia ini. Mereka mempunyai rasa kecintaan dan keinginan berbuat baik serta kedekatan kepada anak yang menorehkan tuntutan semakin kuatnya hak mereka dan se-makin wajibnya berbakti kepada mereka. ﴾ إِمَّا يَبۡلُغَنَّ عِندَكَ ٱلۡكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوۡ كِلَاهُمَا ﴿ "Jika salah seorang di antara ke-duanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaan-mu," maksudnya apabila keduanya telah memasuki usia (lanjut), saat kekuatan mereka mulai melemah, dan membutuhkan sikap kelembutan dan baik dalam kadar yang sudah semestinya ﴾ فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفّٖ ﴿ "maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan, 'Ah'." Ini adalah bentuk gangguan yang paling ringan, Allah memperingatkan dengan bentuk gangguan ini terhadap jenis gangguan lain (yang lebih besar). Pengertiannya, janganlah kamu menyakiti keduanya dengan gangguan sekecil apa pun, ﴾ وَلَا تَنۡهَرۡهُمَا ﴿ "dan janganlah kamu membentak mereka," maksudnya janganlah meng-gertak dan berkata kepada keduanya dengan kata-kata yang kasar. ﴾ وَقُل لَّهُمَا قَوۡلٗا كَرِيمٗا ﴿ "Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia," dengan ungkapan yang mereka sukai dengan penuh sopan-santun, dengan omongan yang lemah-lembut nan elok, yang menye-jukkan hati dan menentramkan jiwa mereka. Semuanya itu disesuai-kan dengan situasi dan kondisi serta masa.
(24) ﴾ وَٱخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحۡمَةِ ﴿ "Dan rendahkanlah dirimu ter-hadap mereka berdua dengan penuh kesayangan," maksudnya, rendah dirilah kepada mereka berdua dalam rangka menghinakan diri, ung-kapan sayang dan berharap pahala (dari Allah), bukan lantaran takut atau mengharap sesuatu dari mereka atau kepentingan-kepentingan lain yang tidak mendatangkan pahala bagi seseorang. ﴾ وَقُل رَّبِّ ٱرۡحَمۡهُمَا ﴿ "Dan ucapkanlah, 'Wahai Rabbku, kasihilah mereka kedua-nya'," maksudnya mintakanlah rahmat bagi keduanya, baik mereka masih hidup ataupun sudah meninggal, sebagai balasan atas pem-binaan terhadapmu yang mereka lakukan di kala kamu masih kecil. Dari ayat ini bisa dipahami, bahwasanya semakin besar pendidikan yang diberikan orang tua kepada anak, semakin besar pula hak orang tua itu (atas anaknya). Begitu pula orang yang menangani pendidikan keagamaan dan keduniaan seorang anak dengan cara yang baik, selain kedua orang tuanya, maka dia memiliki hak yang menjadi kewajiban anak yang dia didik dengan sebaik-baiknya.
17:25Page 284
رَّبُّكُمۡ أَعۡلَمُ بِمَا فِي نُفُوسِكُمۡۚ إِن تَكُونُواْ صَٰلِحِينَ فَإِنَّهُۥ كَانَ لِلۡأَوَّٰبِينَ غَفُورٗا ٢٥
Your Lord is most knowing of what is within yourselves. If you should be righteous [in intention] - then indeed He is ever, to the often returning [to Him], Forgiving.1
"Rabbmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu. Jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Peng-ampun bagi orang-orang yang bertaubat." (Al-Isra`: 25).
(25) Maksudnya, Rabb kalian سبحانه وتعالى mengetahui semua rahasia yang kalian sembunyikan yang berbentuk kebaikan dan keburuk-an. Dia tidak semata-mata melihat tindak-tanduk dan rupa fisik kalian, Dia hanyalah memandang apa yang ada di dalam hati, berupa kebaikan dan keburukan ﴾ إِن تَكُونُواْ صَٰلِحِينَ ﴿ "jika kamu orang-orang yang baik," dengan menjadikan hasrat dan orientasi-orientasi kalian ber-kisar pada keridhaan Allah, kesukaan kalian tertuju pada obyek yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, dan tidak ada keinginan-keinginan yang mengendap dalam hatinya untuk selain Allah. ﴾ فَإِنَّهُۥ كَانَ لِلۡأَوَّٰبِينَ ﴿ "Sesungguhnya Dia bagi orang-orang yang ber-taubat," yaitu orang-orang yang senantiasa kembali kepada Allah di segala waktunya ﴾ غَفُورٗا ﴿ "Maha Pengampun." Maka siapa saja yang telah Allah lihat (dalam) hatinya, dan Dia mengetahui tidak ada di dalamnya selain (kerinduan) kembali dan kecintaan kepadaNya serta mencintai segala sesuatu yang bisa mendekatkan kepadaNya, maka –sekalipun terkadang muncul pada dirinya efek (keterlenaan) yang berasal dari sifat-sifat manusiawinya–, sesungguhnya Allah akan memaafkannya dan mengampuni perkara-perkara yang insi-dentil, yang bukan permanen.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences