As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
الزخرف
Az-Zukhruf
The Ornaments of Gold · Meccan · 89 ayahs
43:1–5Page 489
حمٓ ١
Ḥā, Meem.1
وَٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡمُبِينِ ٢
By the clear Book,
إِنَّا جَعَلۡنَٰهُ قُرۡءَٰنًا عَرَبِيّٗا لَّعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ ٣
Indeed, We have made it an Arabic Qur’ān that you might understand.
وَإِنَّهُۥ فِيٓ أُمِّ ٱلۡكِتَٰبِ لَدَيۡنَا لَعَلِيٌّ حَكِيمٌ ٤
And indeed it is, in the Mother of the Book1 with Us, exalted and full of wisdom.2
أَفَنَضۡرِبُ عَنكُمُ ٱلذِّكۡرَ صَفۡحًا أَن كُنتُمۡ قَوۡمٗا مُّسۡرِفِينَ ٥
Then should We turn the message away, disregarding you, because you are a transgressing people?
"Ha Mim. Demi Kitab (al-Qur`an) yang menerangkan. Se-sungguhnya Kami menjadikan al-Qur`an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya). Dan sesungguhnya al-Qur`an itu dalam induk al-Kitab (Lauhil Mahfuzh) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah. Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan al-Qur`an kepa-damu, karena kamu adalah kaum yang melampaui batas?" (az-Zukhruf: 1-5).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
(1-3) Ini adalah sumpah dengan al-Qur`an terhadap al-Qur`an. Allah سبحانه وتعالى bersumpah dengan al-Qur`an yang nyata secara mutlak dan tidak menyebutkan sesuatu yang dikaitkan dengannya, untuk menunjukkan bahwa al-Qur`an menjelaskan segala masalah dunia-akhirat yang diperlukan para hamba. ﴾ إِنَّا جَعَلۡنَٰهُ قُرۡءَٰنًا عَرَبِيّٗا ﴿ "Sesungguhnya Kami menjadikan al-Qur`an dalam bahasa Arab." Inilah yang disumpahkan, al-Qur`an dijadikan dengan bahasa yang paling fasih, jelas dan nyata. Dan inilah salah satu dari penjelasannya. Allah سبحانه وتعالى menyebutkan hikmah mengenai hal itu seraya berfirman, ﴾ لَّعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ ﴿ "Supaya kamu memahami-(nya)," kata-kata dan maknanya agar mudah dan dekat di pende-ngaran.
(4) ﴾ وَإِنَّهُۥ فِيٓ أُمِّ ٱلۡكِتَٰبِ لَدَيۡنَا ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an itu dalam induk al-Kitab (Lauhil Mahfuzh) di sisi Kami," berada di al-Mala` al-A'la di tingkat paling atas dan paling mulia, ﴾ لَعَلِيٌّ حَكِيمٌ ﴿ "adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah," yaitu, benar-benar tinggi dalam tingkatan, kemuliaan, dan posisi-nya, bijaksana dalam segala perintah, larangan, dan berita yang tercakup. Di dalamnya tidak ada hukum yang berseberangan de-ngan hikmah, keadilan, dan keseimbangan.
(5) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwa hikmah dan karuniaNya mengharuskan tidak membiarkan para hambanya begitu saja, dan tidak mengutus rasul dan tidak menurunkan kitab kepada mereka meski mereka melampaui batas dan berbuat zhalim. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَفَنَضۡرِبُ عَنكُمُ ٱلذِّكۡرَ صَفۡحًا ﴿ "Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan al-Qur`an kepadamu," yaitu apakah Kami berpaling dari kalian dan tidak menurunkan peringatan kepada kalian dan berhenti menurunkan al-Qur`an karena kalian berpaling dan tidak tunduk kepada Allah سبحانه وتعالى? Meski demikian, Allah سبحانه وتعالى tetap menurunkan al-Qur`an dan memberi penjelasan segala sesuatu kepada kalian. Bila kalian beriman dan menjadikannya sebagai petunjuk, itulah taufik untuk kalian, namun bila tidak dipercayai dan tidak dijadikan sebagai petunjuk, maka hujjah telah tegak atas kalian dan kalian berada di atas kejelasan berbagai hal.
43:6–8Page 489
وَكَمۡ أَرۡسَلۡنَا مِن نَّبِيّٖ فِي ٱلۡأَوَّلِينَ ٦
And how many a prophet We sent among the former peoples,
وَمَا يَأۡتِيهِم مِّن نَّبِيٍّ إِلَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ ٧
But there would not come to them a prophet except that they used to ridicule him.
فَأَهۡلَكۡنَآ أَشَدَّ مِنۡهُم بَطۡشٗا وَمَضَىٰ مَثَلُ ٱلۡأَوَّلِينَ ٨
And We destroyed greater than them1 in [striking] power, and the example of the former peoples has preceded.
"Berapa banyaknya nabi-nabi yang telah Kami utus kepada umat-umat yang terdahulu. Dan tiada seorang nabi pun datang kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya. Maka telah Kami binasakan orang-orang yang lebih besar ke-kuatannya dari mereka itu (musyrikin Makkah) dan telah terdahulu (tersebut dalam al-Qur`an) perumpamaan umat-umat masa dahulu." (Az-Zukhruf: 6-8).
(6-8) Allah سبحانه وتعالى berfirman, bahwa ini adalah ketetapan Kami pada makhluk, untuk tidak membiarkan mereka sia-sia,﴾ أَرۡسَلۡنَا مِن نَّبِيّٖ فِي ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Berapa banyaknya nabi-nabi yang telah Kami utus kepada umat-umat yang terdahulu," memerintahkan mereka untuk menyem-bah Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya. Akan tetapi sikap mendustakan tetap saja ada di berbagai umat.﴾ وَمَا يَأۡتِيهِم مِّن نَّبِيٍّ إِلَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ ﴿ "Dan tiada seorang nabi pun datang kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya," karena membantah ajaran yang dibawa serta merasa congkak pada kebenaran.﴾ فَأَهۡلَكۡنَآ أَشَدَّ ﴿ "Maka telah Kami binasakan orang-orang yang lebih besar," dari mereka, ﴾ بَطۡشٗا ﴿ "kekuatannya," yaitu kekuatan, tindakan, dan bekas-bekasnya di bumi, ﴾ وَمَضَىٰ مَثَلُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan telah terdahulu (tersebut dalam al-Qur`an) perumpamaan umat-umat masa dahulu," yaitu, orang-orang seperti mereka dan berita mereka telah berlalu, dan Kami juga telah menjelaskan pelajaran dan larangan untuk tidak mendus-takan dan mengingkari. 9
43:9–14Page 489
وَلَئِن سَأَلۡتَهُم مَّنۡ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡعَلِيمُ ٩
And if you should ask them, "Who has created the heavens and the earth?" they would surely say, "They were created by the Exalted in Might, the Knowing,"
ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ مَهۡدٗا وَجَعَلَ لَكُمۡ فِيهَا سُبُلٗا لَّعَلَّكُمۡ تَهۡتَدُونَ ١٠
[The one] who has made for you the earth a bed and made for you upon it roads that you might be guided
وَٱلَّذِي نَزَّلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءَۢ بِقَدَرٖ فَأَنشَرۡنَا بِهِۦ بَلۡدَةٗ مَّيۡتٗاۚ كَذَٰلِكَ تُخۡرَجُونَ ١١
And who sends down rain from the sky in measured amounts, and We revive thereby a dead land - thus will you be brought forth -
وَٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡأَزۡوَٰجَ كُلَّهَا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ ٱلۡفُلۡكِ وَٱلۡأَنۡعَٰمِ مَا تَرۡكَبُونَ ١٢
And who created the species, all of them, and has made for you of ships and animals those which you mount
لِتَسۡتَوُۥاْ عَلَىٰ ظُهُورِهِۦ ثُمَّ تَذۡكُرُواْ نِعۡمَةَ رَبِّكُمۡ إِذَا ٱسۡتَوَيۡتُمۡ عَلَيۡهِ وَتَقُولُواْ سُبۡحَٰنَ ٱلَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُۥ مُقۡرِنِينَ ١٣
That you may settle yourselves upon their backs and then remember the favor of your Lord when you have settled upon them and say, "Exalted is He who has subjected this to us, and we could not have [otherwise] subdued it.1
وَإِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ ١٤
And indeed we, to our Lord, will [surely] return."
"Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka, 'Siapakah yang menciptakan langit dan bumi,' niscaya mereka akan men-jawab, 'Semuanya diciptakan oleh Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui.' Yang menjadikan bumi untuk kamu sebagai tempat menetap dan Dia membuat jalan-jalan di atas bumi untuk kamu supaya kamu mendapat petunjuk. Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur). Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi. Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Rabbmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan, 'Mahasuci Dia yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami'." (Az-Zukhruf: 9-14).
(9) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang orang-orang musyrik, bahwa jika engkau bertanya kepada mereka, ﴾ سَأَلۡتَهُم مَّنۡ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ لَيَقُولُنَّ ﴿ "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Niscaya mereka akan menjawab," hanya Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang semua makhluk tunduk kepada keperkasaanNya, ﴾ ٱلۡعَلِيمُ ﴿ "Lagi Maha Mengetahui" semua masalah-masalah zahir dan batin, permulaan dan akhirnya. Bila mereka mengakui hal itu, lantas mengapa mereka menganggap Allah سبحانه وتعالى memiliki anak, pendamping dan sekutu? Dan bagaimana mereka menyekutukanNya dengan sesuatu yang tidak bisa men-ciptakan, memberi rizki, mematikan, dan menghidupkan?
(10) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى juga menyebutkan berbagai dalil yang menunjukkan kesempurnaan nikmat dan kekuasaanNya dengan apa-apa yang diciptakan untuk hamba-hambaNya, seperti bumi yang dihamparkan dan dijadikan sebagai tempat menetap untuk para hamba yang memungkinkan mereka melakukan apa pun yang diinginkan. ﴾ وَجَعَلَ لَكُمۡ فِيهَا سُبُلٗا ﴿ "Dan Dia membuat jalan-jalan di atas bumi untuk kamu," yaitu, Allah سبحانه وتعالى membuatkan jalan-jalan di antara gunung-gunung, dari jalan itu kalian menembus berbagai wilayah di baliknya, ﴾ لَّعَلَّكُمۡ تَهۡتَدُونَ ﴿ "supaya kamu mendapat petun-juk" kala menempuh perjalanan, agar kalian tidak tersesat dan supaya kalian juga mendapat petunjuk dengan mengambil i'tibar (pelajaran) serta mengingat Allah karenanya.
(11) ﴾ وَٱلَّذِي نَزَّلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءَۢ بِقَدَرٖ ﴿ "Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan)," tidak lebih dan tidak kurang dan juga sesuatu ukuran yang diperlukan. Tidak kurang sekiranya tidak terdapat manfaat padanya dan tidak lebih sekiranya mem-bahayakan para hamba dan negeri, tapi dengan air itu Allah سبحانه وتعالى menolong para hamba dan menyelamatkan negeri dari kesempitan. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَأَنشَرۡنَا بِهِۦ بَلۡدَةٗ مَّيۡتٗاۚ ﴿ "Lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati," yakni, Kami menghidupkannya setelah kematiannya. ﴾ كَذَٰلِكَ تُخۡرَجُونَ ﴿ "Seperti itulah kamu akan dike-luarkan (dari dalam kubur)," yakni, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى menghidup-kan bumi mati dengan air, seperti itu juga Allah سبحانه وتعالى menghidupkan kembali kalian setelah kalian berada di alam barzakh untuk mem-beri balasan berdasarkan amal perbuatan kalian.
(12) ﴾ وَٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡأَزۡوَٰجَ كُلَّهَا ﴿ "Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan," yaitu seluruh jenis yang tumbuh di bumi dan dari diri kalian serta segala sesuatu yang tidak kalian ketahui seperti waktu malam dan siang, hangat dan dingin, lelaki dan perempuan dan lain sebagainya, ﴾ وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ ٱلۡفُلۡكِ ﴿ "dan menjadikan untukmu kapal," yaitu kapal laut dan kendaraan yang kalian tumpangi, ﴾ وَ﴿ "dan," dari ﴾ ٱلۡأَنۡعَٰمِ مَا تَرۡكَبُونَ ﴿ "binatang ternak yang kamu tunggangi."
(13) ﴾ لِتَسۡتَوُۥاْ عَلَىٰ ظُهُورِهِۦ ﴿ "Supaya kamu duduk di atas punggungnya," ini mencakup punggung kapal dan binatang. Artinya, agar kalian tegak di atasnya. ﴾ ثُمَّ تَذۡكُرُواْ نِعۡمَةَ رَبِّكُمۡ إِذَا ٱسۡتَوَيۡتُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Kemudian kamu ingat nikmat Rabbmu apabila kamu telah duduk di atasnya," dengan menga-kui nikmat Dzat yang menundukkannya dan memujiNya atas hal itu. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَتَقُولُواْ سُبۡحَٰنَ ٱلَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُۥ مُقۡرِنِينَ ﴿ "Dan supaya kamu mengucapkan, 'Mahasuci Dia yang telah me-nundukkan semua ini bagi kami padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya'." Maksudnya, andaikan Allah سبحانه وتعالى tidak menundukkan kapal dan binatang bagi kami, pasti kami tidak kuasa dan mampu atasnya. Tapi karena kelembutan dan kemuliaanNya, Allah سبحانه وتعالى menundukkan dan memudahkan sebab-sebabnya. Maksud dari semua ini adalah penjelasan bahwa Rabb yang disifati sebagai yang memberi nikmat kepada para hamba itulah Yang berhak disembah, shalat, dan sujud kepadaNya.[87]
43:15–25Page 490
وَجَعَلُواْ لَهُۥ مِنۡ عِبَادِهِۦ جُزۡءًاۚ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَكَفُورٞ مُّبِينٌ ١٥
But they have attributed to Him from His servants a portion.1 Indeed, man is clearly ungrateful.
أَمِ ٱتَّخَذَ مِمَّا يَخۡلُقُ بَنَاتٖ وَأَصۡفَىٰكُم بِٱلۡبَنِينَ ١٦
Or has He taken, out of what He has created, daughters and chosen you for [having] sons?
وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِمَا ضَرَبَ لِلرَّحۡمَٰنِ مَثَلٗا ظَلَّ وَجۡهُهُۥ مُسۡوَدّٗا وَهُوَ كَظِيمٌ ١٧
And when one of them is given good tidings of that which he attributes to the Most Merciful in comparison [i.e., a daughter], his face becomes dark, and he suppresses grief.
أَوَمَن يُنَشَّؤُاْ فِي ٱلۡحِلۡيَةِ وَهُوَ فِي ٱلۡخِصَامِ غَيۡرُ مُبِينٖ ١٨
So is one brought up in ornaments while being during conflict unevident1 [attributed to Allāh]?
وَجَعَلُواْ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ ٱلَّذِينَ هُمۡ عِبَٰدُ ٱلرَّحۡمَٰنِ إِنَٰثًاۚ أَشَهِدُواْ خَلۡقَهُمۡۚ سَتُكۡتَبُ شَهَٰدَتُهُمۡ وَيُسۡـَٔلُونَ ١٩
And they described the angels, who are servants of the Most Merciful, as females. Did they witness their creation? Their testimony will be recorded, and they will be questioned.
وَقَالُواْ لَوۡ شَآءَ ٱلرَّحۡمَٰنُ مَا عَبَدۡنَٰهُمۗ مَّا لَهُم بِذَٰلِكَ مِنۡ عِلۡمٍۖ إِنۡ هُمۡ إِلَّا يَخۡرُصُونَ ٢٠
And they said, "If the Most Merciful had willed, we would not have worshipped them." They have of that no knowledge. They are not but misjudging.
أَمۡ ءَاتَيۡنَٰهُمۡ كِتَٰبٗا مِّن قَبۡلِهِۦ فَهُم بِهِۦ مُسۡتَمۡسِكُونَ ٢١
Or have We given them a book before it [i.e., the Qur’ān] to which they are adhering?
بَلۡ قَالُوٓاْ إِنَّا وَجَدۡنَآ ءَابَآءَنَا عَلَىٰٓ أُمَّةٖ وَإِنَّا عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِم مُّهۡتَدُونَ ٢٢
Rather, they say, "Indeed, we found our fathers upon a religion, and we are in their footsteps [rightly] guided."
وَكَذَٰلِكَ مَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ فِي قَرۡيَةٖ مِّن نَّذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتۡرَفُوهَآ إِنَّا وَجَدۡنَآ ءَابَآءَنَا عَلَىٰٓ أُمَّةٖ وَإِنَّا عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِم مُّقۡتَدُونَ ٢٣
And similarly, We did not send before you any warner into a city except that its affluent said, "Indeed, we found our fathers upon a religion, and we are, in their footsteps, following."
۞ قَٰلَ أَوَلَوۡ جِئۡتُكُم بِأَهۡدَىٰ مِمَّا وَجَدتُّمۡ عَلَيۡهِ ءَابَآءَكُمۡۖ قَالُوٓاْ إِنَّا بِمَآ أُرۡسِلۡتُم بِهِۦ كَٰفِرُونَ ٢٤
[Each warner] said, "Even if I brought you better guidance than that [religion] upon which you found your fathers?" They said, "Indeed we, in that with which you were sent, are disbelievers."
فَٱنتَقَمۡنَا مِنۡهُمۡۖ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِينَ ٢٥
So We took retribution from them; then see how was the end of the deniers.
"Dan mereka menjadikan sebagian dari hamba-hambaNya sebagai bagian dariNya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah). Patutkah Dia mengambil anak perempuan dari yang diciptakan-Nya dan Dia mengkhususkan buat kamu anak laki-laki? Padahal apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa yang dijadikan sebagai misal bagi Allah Yang Maha Pemurah; jadilah mukanya hitam pekat sedang dia amat menahan sedih. Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran. Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mana mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyak-sikan penciptaan malaikat-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban. Dan mereka berkata, 'Jikalau Allah Yang Maha Pemurah menghen-daki, tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat).' Mereka tidak mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga belaka. Atau adakah Kami memberikan sebuah kitab kepada mereka sebelum al-Qur`an lalu mereka berpegang dengan kitab itu? Bahkan mereka berkata, 'Se-sungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang menda-pat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka.' Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, 'Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka.' (Rasul itu) berkata, 'Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya?' Mereka menjawab, 'Se-sungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya.' Maka Kami binasakan mereka, maka perha-tikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu." (Az-Zukhruf: 15-25).
(15) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan kejinya perkataan orang-orang musyrik yang menganggap Allah سبحانه وتعالى memiliki anak, padahal Dia-lah Yang Maha Esa, Maha Tunggal dan Tempat bergantung segala sesuatu, yang tidak memiliki pendamping dan tidak juga anak dan tidak ada satu sekutu pun bagiNya. Anggapan tersebut batil dari berbagai segi; pertama, semua makhluk adalah hamba-hambaNya sedangkan ubudiyah itu menafikan memiliki anak. Kedua, anak adalah bagian dari ayah, sedangkan Allah سبحانه وتعالى berbeda dengan makhlukNya dari segi sifat-sifat dan keluhuranNya. Karena itu, mustahil bagi Allah سبحانه وتعالى memiliki anak.
(16) Ketiga, mereka mengira bahwa para malaikat adalah putri-putri Allah سبحانه وتعالى. Dan sudah dimaklumi bahwa perempuan itu adalah yang lebih rendah di antara dua golongan, lantas bagaimana Allah سبحانه وتعالى memiliki anak perempuan sedangkan mereka memilih anak lelaki, serta lebih memuliakan diri mereka dengannya. Artinya, mereka lebih mulia dari Allah سبحانه وتعالى. Mahatinggi Allah سبحانه وتعالى dari hal itu karena kesombongan dan kecongkakan.
(17) Keempat, jenis yang dinasabkan kepada Allah سبحانه وتعالى –yakni, perempuan– adalah jenis yang lebih rendah dan lebih mereka benci, hingga begitu bencinya mereka karena hal itu, ﴾ وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِمَا ضَرَبَ لِلرَّحۡمَٰنِ مَثَلٗا ظَلَّ وَجۡهُهُۥ مُسۡوَدّٗا ﴿ "apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa yang dijadikan sebagai misal bagi Allah Yang Maha Pemurah; jadilah mukanya hitam pekat" dan murka. Lantas bagaimana mereka menjadikan sesuatu yang mereka benci untuk Allah سبحانه وتعالى?
(18) Kelima, golongan wanita memiliki kekurangan dari segi sifat, cara bicara dan penjelasan, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَوَمَن يُنَشَّؤُاْ فِي ٱلۡحِلۡيَةِ ﴿ "Dan apakah patut (menjadi anak Allah), orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan," yaitu, diberi perhiasan karena kurang elok, diberi perhiasan dengan sesuatu dari luar, ﴾ وَهُوَ فِي ٱلۡخِصَامِ ﴿ "sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran," yaitu pada saat pertengkaran yang mengharuskan seseorang menampakkan ucapannya, ﴾ غَيۡرُ مُبِينٖ ﴿ "yang tidak nyata," yaitu tidak diperjelas dengan hujjah dan penjelas dari apa yang terdapat dalam benaknya. Lantas bagaimana mereka menisbatkan anak perempuan pada Allah سبحانه وتعالى?
(19) Keenam, mereka ﴾ وَجَعَلُواْ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ ٱلَّذِينَ هُمۡ عِبَٰدُ ٱلرَّحۡمَٰنِ إِنَٰثًاۚ ﴿ "men-jadikan malaikat-malaikat yang mana mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan," mereka bersikap sembrono terhadap para malaikat, para hamba yang men-dekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى. Mereka mengangkat mereka dari derajat sebagai hamba dan ketundukan ke tingkat sekutu bagi Allah سبحانه وتعالى dalam sesuatu yang menjadi kekhususanNya serta menurunkan martabat kejantanan para malaikat ke tingkat feminis. Mahasuci Dzat yang menampakkan kerancuan orang yang mendustakanNya dan menentang rasulNya. Ketujuh, Allah سبحانه وتعالى menolak mereka bahwa mereka tidak me-nyaksikan penciptaan malaikat, lantas bagaimana mereka mem-bicarakan sesuatu yang telah diketahui semua orang bahwa mereka tidak memiliki ilmu? Mereka harus ditanyakan tentang kesaksian ini. Persaksian itu dicatat sebagai dosa atas mereka dan mereka akan disiksa karenanya.
(20) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَقَالُواْ لَوۡ شَآءَ ٱلرَّحۡمَٰنُ مَا عَبَدۡنَٰهُمۗ ﴿ "Dan mereka berkata, 'Jikalau Allah Yang Maha Pemurah menghendaki, tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat)'." Mereka berhujjah atas penyem-bahan mereka terhadap para malaikat dengan kehendak. Itulah hujjah yang tetap saja didengung-dengungkan oleh orang-orang musyrik yang merupakan hujjah batil dengan sendirinya secara logis dan syariat. Semua orang yang berakal tidak menerima hujjah takdir, dan andai yang bersangkutan menempuh di antara salah satu kondisinya, pasti pendirian mereka tidak kuat. Dan secara syariat, Allah سبحانه وتعالى tidak membenarkan berhujjah dengan takdir dan tidak menyebutnya dari selain orang-orang yang menyekutukan-Nya dan mendustakan RasulNya. Allah سبحانه وتعالى telah menegakkan hujjah atas para hamba sehingga tidak tersisa satu hujjah pun bagi setiap orang. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ مَّا لَهُم بِذَٰلِكَ مِنۡ عِلۡمٍۖ إِنۡ هُمۡ إِلَّا يَخۡرُصُونَ ﴿ "Mereka tidak mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga belaka," yaitu hanya menduga tanpa didasari dalil dan hanya serampangan saja.
(21) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَمۡ ءَاتَيۡنَٰهُمۡ كِتَٰبٗا مِّن قَبۡلِهِۦ فَهُم بِهِۦ مُسۡتَمۡسِكُونَ ﴿ "Atau adakah Kami memberikan sebuah kitab kepada mereka sebelum al-Qur`an lalu mereka berpegang dengan kitab itu?" Artinya, seakan Allah سبحانه وتعالى memberitahu mereka benarnya tindakan serta perkataan mereka. Tetapi sama sekali tidak demikian, karena Allah سبحانه وتعالى telah mengutus Muhammad sebagai pemberi kabar ancaman kepada mereka dan tidak ada orang lain yang memberi peringatan selain beliau. Mereka tidak memiliki dalil aqli dan juga naqli. Ketika kedua dalil tersebut tidak ada, berarti yang ada hanya kebatilan.
(22) Ya, mereka memiliki syubhat yang paling lemah, yaitu hanya mengikuti nenak moyang mereka yang sesat. Mereka adalah orang-orang yang selalu menentang seruan para rasul karena mengikuti nenek moyang mereka. Karena itu dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ بَلۡ قَالُوٓاْ إِنَّا وَجَدۡنَآ ءَابَآءَنَا عَلَىٰٓ أُمَّةٖ ﴿ "Bahkan mereka berkata, 'Se-sungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama'," yaitu berada di atas ajaran dan aliran, ﴾ وَإِنَّا عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِم مُّهۡتَدُونَ ﴿ "dan se-sungguhnya kami adalah orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka," karena itu, kami tidak mengikuti agama yang dibawa Muhammad a.
(23) ﴾ وَكَذَٰلِكَ مَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ فِي قَرۡيَةٖ مِّن نَّذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتۡرَفُوهَآ ﴿ "Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata," yaitu orang-orang yang hidup mewah dan para pem-besar yang dibuat angkuh oleh dunia dan tertipu karena harta, serta merasa tinggi hati terhadap kebenaran, ﴾ إِنَّا وَجَدۡنَآ ءَابَآءَنَا عَلَىٰٓ أُمَّةٖ وَإِنَّا عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِم مُّقۡتَدُونَ ﴿ "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami meng-anut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka." Artinya, mereka itu bukanlah orang-orang pertama dan mereka bukanlah orang yang pertama kali mengucapkan kata-kata itu. Inilah hujjah orang-orang musyrik yang sesat karena mengikuti nenek moyang mereka yang sesat. Mereka tidak bermaksud meng-ikuti kebenaran dan petunjuk, tapi hanya karena rasa fanatisme semata yang dimaksudkan untuk menolong kebatilan mereka.
(24) Karena itu, setiap rasul menanggapi orang yang menen-tangnya dengan syubhat batil ini dengan, ﴾ قَٰلَ أَوَلَوۡ جِئۡتُكُم بِأَهۡدَىٰ مِمَّا وَجَدتُّمۡ عَلَيۡهِ ءَابَآءَكُمۡۖ ﴿ "berkata, 'Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya'," yaitu, maukah kalian mengikuti demi petunjuk? ﴾ قَالُوٓاْ إِنَّا بِمَآ أُرۡسِلۡتُم بِهِۦ كَٰفِرُونَ ﴿ "Mereka menjawab, 'Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya." Ber-dasar tanggapan mereka itu dapat diketahui bahwa mereka tidak ingin mengikuti kebenaran dan petunjuk tapi hanya ingin mengikuti kebatilan dan kemauan hawa nafsu mereka.
(25) ﴾ فَٱنتَقَمۡنَا مِنۡهُمۡۖ ﴿ "Maka Kami binasakan mereka," karena sikap mendustakan dan penentangan mereka terhadap kebenaran de-ngan syubhat batil itu. ﴾ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu." Maka hen-daklah mereka itu waspada agar tidak terus mendustakan agar mereka tidak tertimpa sebagaimana yang pernah menimpa orang-orang sebelum mereka.
43:26–32Page 491
وَإِذۡ قَالَ إِبۡرَٰهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوۡمِهِۦٓ إِنَّنِي بَرَآءٞ مِّمَّا تَعۡبُدُونَ ٢٦
And [mention, O Muḥammad], when Abraham said to his father and his people, "Indeed, I am disassociated from that which you worship
إِلَّا ٱلَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُۥ سَيَهۡدِينِ ٢٧
Except for He who created me; and indeed, He will guide me."
وَجَعَلَهَا كَلِمَةَۢ بَاقِيَةٗ فِي عَقِبِهِۦ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ٢٨
And he made it1 a word remaining among his descendants that they might return [to it].
بَلۡ مَتَّعۡتُ هَٰٓؤُلَآءِ وَءَابَآءَهُمۡ حَتَّىٰ جَآءَهُمُ ٱلۡحَقُّ وَرَسُولٞ مُّبِينٞ ٢٩
However, I gave enjoyment to these [people of Makkah] and their fathers1 until there came to them the truth and a clear Messenger.2
وَلَمَّا جَآءَهُمُ ٱلۡحَقُّ قَالُواْ هَٰذَا سِحۡرٞ وَإِنَّا بِهِۦ كَٰفِرُونَ ٣٠
But when the truth came to them, they said, "This is magic, and indeed we are, concerning it, disbelievers."
وَقَالُواْ لَوۡلَا نُزِّلَ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانُ عَلَىٰ رَجُلٖ مِّنَ ٱلۡقَرۡيَتَيۡنِ عَظِيمٍ ٣١
And they said, "Why was this Qur’ān not sent down upon a great man from [one of] the two cities?"1
أَهُمۡ يَقۡسِمُونَ رَحۡمَتَ رَبِّكَۚ نَحۡنُ قَسَمۡنَا بَيۡنَهُم مَّعِيشَتَهُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۚ وَرَفَعۡنَا بَعۡضَهُمۡ فَوۡقَ بَعۡضٖ دَرَجَٰتٖ لِّيَتَّخِذَ بَعۡضُهُم بَعۡضٗا سُخۡرِيّٗاۗ وَرَحۡمَتُ رَبِّكَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ ٣٢
Do they distribute the mercy of your Lord? It is We who have apportioned among them their livelihood in the life of this world and have raised some of them above others in degrees [of rank] that they may make use of one another for service. But the mercy of your Lord is better than whatever they accumulate.
"Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya, 'Sesungguhnya aku anti terhadap apa yang kamu sem-bah, tetapi (aku menyembah Rabb) Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku.' Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunan-nya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu. Tetapi Aku telah memberikan kenikmatan hidup kepada mereka dan kepada bapak-bapak mereka sehingga datanglah kepada mereka kebenaran (al-Qur`an) dan seorang rasul yang memberi penjelasan. Dan takkala kebenaran (al-Qur`an) itu datang kepada mereka, mereka berkata, 'Ini adalah sihir dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkarinya.' Dan mereka berkata, 'Mengapa al-Qur`an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Makkah dan Tha`if) ini? Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabbmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." (Az-Zukhruf: 26-32).
(26) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang agama Nabi Ibrahim عليه السلام, kekasih dekat Allah سبحانه وتعالى, agama yang diklaim oleh ahli kitab dan orang-orang musyrik sebagai agama mereka, di mana masing-masing mengklaim berada di atas agama Ibrahim. Allah سبحانه وتعالى mem-beritahukan tentang agama Ibrahim yang diwariskan pada ketu-runannya, maka FirmanNya, ﴾ وَإِذۡ قَالَ إِبۡرَٰهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوۡمِهِۦٓ ﴿ "Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya," yaitu orang-orang yang menyembah tuhan-tuhan lain bersama Allah سبحانه وتعالى, mereka menyembah dan mendekatkan diri kepada mereka, ﴾ إِنَّنِي بَرَآءٞ مِّمَّا تَعۡبُدُونَ ﴿ "Sesungguhnya aku anti terhadap apa yang kamu sembah," yakni, mem-bencinya, menjauhi dan menentang para penganutnya.
(27) ﴾ إِلَّا ٱلَّذِي فَطَرَنِي ﴿ "Tetapi (aku menyembah Rabb) Yang menja-dikanku," aku menjadikanNya sebagai pelindungku dan aku meng-harap agar Dia memberi petunjuk kepadaku ilmu dan mengamal-kan kebenaran. Sebagaimana Dia menciptakanku dan mengaturku dengan apa-apa yang menjadikan agama dan duniaku menjadi baik, Dia juga akan memberi petunjuk untukku kepada apa-apa yang menjadikan agama dan akhiratku baik.
(28) ﴾ وَجَعَلَهَا ﴿ "Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu," perkara terpuji yang merupakan induk dan asas segala perkara, yaitu memurnikan ibadah hanya untuk Allah سبحانه وتعالى semata dan mele-paskan diri (anti) dari menyembah sesuatu pun selainNya, sebagai ﴾ كَلِمَةَۢ بَاقِيَةٗ فِي عَقِبِهِۦ ﴿ "kalimat yang kekal pada keturunannya," yaitu pada anak cucunya, ﴾ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ﴿ "supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu." Karena masyhur dari Nabi Ibrahim dan diwasiatkan kepada keturunannya dan diwasiatkan pada beberapa anaknya seperti Ishaq dan Ya'qub pada sebagian yang lain, senada dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَمَن يَرۡغَبُ عَن مِّلَّةِ إِبۡرَٰهِـۧمَ إِلَّا مَن سَفِهَ نَفۡسَهُۥۚ وَلَقَدِ ٱصۡطَفَيۡنَٰهُ فِي ٱلدُّنۡيَاۖ وَإِنَّهُۥ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ لَمِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ 130 ﴿ "Dan tidak ada yang benci kepada agama Nabi Ibrahim, kecuali orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah me-milihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang yang shalih." (Al-Baqarah: 130).
(29) Kalimat tauhid itu senantiasa ada pada keturunan Nabi Ibrahim hingga kemewahan dan sikap melampaui batas masuk dalam diri mereka. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ بَلۡ مَتَّعۡتُ هَٰٓؤُلَآءِ وَءَابَآءَهُمۡ ﴿ "Tetapi Aku telah memberikan kenikmatan hidup kepada mereka dan kepada bapak-bapak mereka," dengan berbagai kesenangan hingga kesenangan menjadi tujuan dan puncak tujuan mereka, rasa cinta pada kese-nangan senantiasa tumbuh di hati mereka hingga menjadi sifat lekat dan keyakinan yang mengakar, ﴾ حَتَّىٰ جَآءَهُمُ ٱلۡحَقُّ ﴿ "sehingga datang-lah kepada mereka kebenaran (al-Qur`an)," yang tidak menyimpan keraguan dan keserupaan, ﴾ وَرَسُولٞ مُّبِينٞ ﴿ "dan seorang rasul yang mem-beri penjelasan," yang menjelaskan risalah. Dalil-dalil kerasulannya tegak secara nyata pada akhlak dan mukjizat-mukjizatnya serta apa yang dibawanya serta ajaran yang membenarkan para rasul yang sama dengan seruan Nabi Muhammad a.
(30) ﴾ وَلَمَّا جَآءَهُمُ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Pada saat kebenaran datang pada mereka," yang mengharuskan orang berakal dan memiliki agama meski hanya sedikit untuk menerima dan tunduk padanya, ﴾ قَالُواْ هَٰذَا سِحۡرٞ وَإِنَّا بِهِۦ كَٰفِرُونَ ﴿ "mereka berkata, 'Ini adalah sihir dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkarinya'." Dan inilah salah satu bentuk penentangan dan keberatan terbesar mereka. Mereka tidak hanya berpaling dari kebenaran dan mengingkarinya. Mereka belum puas hingga menuduhnya secara keji. Mereka menganggapnya sebagai sihir batil yang hanya dibawa oleh makhluk paling keji dan paling pandai berdusta. Yang mendorong mereka melakukan hal itu adalah keangkuhan mereka yang melampaui batas karena berbagai nikmat yang diberikan oleh Allah سبحانه وتعالى kepada mereka dan nenek moyang mereka.
(31) ﴾ وَقَالُواْ ﴿ "Dan mereka berkata," seraya membuat usulan kepada Allah سبحانه وتعالى berdasarkan akal rusak mereka, ﴾ لَوۡلَا نُزِّلَ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانُ عَلَىٰ رَجُلٖ مِّنَ ٱلۡقَرۡيَتَيۡنِ عَظِيمٍ ﴿ "Mengapa al-Qur`an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Makkah dan Tha`if) ini," yaitu orang terhormat di kalangan mereka dari kalangan Makkah dan Tha`if seperti al-Walid bin al-Mughirah dan lainnya yang merupakan orang-orang besar bagi mereka.
(32) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menyangkal usulan mereka, ﴾ أَهُمۡ يَقۡسِمُونَ رَحۡمَتَ رَبِّكَۚ ﴿ "Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabbmu," artinya, apakah mereka memegang perbendaharaan rahmat Allah سبحانه وتعالى dan pengaturan rahmat ada dia tangan mereka sehingga mereka bisa memberikan kenabian dan risalah pada siapa saja yang mereka kehendaki serta menahannya dari siapa saja yang mereka kehen-daki? ﴾ نَحۡنُ قَسَمۡنَا بَيۡنَهُم مَّعِيشَتَهُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۚ وَرَفَعۡنَا بَعۡضَهُمۡ فَوۡقَ بَعۡضٖ دَرَجَٰتٖ ﴿ "Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat," yakni, dalam kehidupan dunia, ﴾ و َ ﴿ "dan" (padahal) ﴾ وَرَحۡمَتُ رَبِّكَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ ﴿ "Rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang me-reka kumpulkan," dari dunia. Mengingat penghidupan para hamba serta rizki duniawi mereka berada di Tangan Allah سبحانه وتعالى yang mana Dia-lah yang mem-bagikannya di antara para hamba, Dia memperluas rizki bagi siapa saja yang dikehendaki dan menyempitkannya bagi siapa saja yang dikehendaki berdasarkan kebijaksanaanNya, maka, rahmat dunia-wiNya –yang mana yang tertinggi darinya adalah rahmat kenabian dan risalah– tentu lebih utama dan layak berada di Tangan Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى lebih tahu di mana menempatkan tugas kerasulan. Sehingga dapat diketahui bahwa usulan orang-orang musyrik gugur serta sia-sia dan pengaturan seluruh masalah, baik yang bersifat duniawi dan Agama berada di Tangan Allah سبحانه وتعالى semata. Ini adalah pemuasan bagi mereka dari segi kesalahan dalam membuat usulan yang sama sekali tidak mereka kuasai. Itu semua tidak lain hanyalah kezhaliman dari mereka dan penentangan terhadap ke-benaran. Perkataan mereka, ﴾ لَوۡلَا نُزِّلَ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانُ عَلَىٰ رَجُلٖ مِّنَ ٱلۡقَرۡيَتَيۡنِ عَظِيمٍ ﴿ "Mengapa al-Qur`an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Makkah dan Tha`if) ini," andai saja mereka mengetahui haki-kat orang-orang besar dan sifat-sifat yang dengannya bisa diketahui tingginya derajat seseorang serta agungnya derajat di sisi Allah سبحانه وتعالى dan makhlukNya, pasti mereka mengetahui bahwa Nabi Muham-mad bin Abdullah bin Abdul Muththalib adalah orang yang paling agung derajatnya, paling tinggi kebanggaannya, paling sempurna akalnya, paling banyak ilmunya, paling agung pandangan dan tekadnya, paling sempurna akhlaknya, paling luas kasih sayangnya, sangat berbelas kasih, orang yang paling mendapat petunjuk, dan paling bertakwa. Beliaulah kutub inti kesempurnaan, pada diri beliau bermuara sifat-sifat lelaki sejati. Beliaulah lelaki paling segalanya di dunia secara mutlak. Dan itu diketahui oleh kawan maupun lawan, kecuali orang-orang yang sesat dan angkuh. Maka bagaimana orang seperti itu bisa lebih mengutamakan orang-orang musyrik yang seberat biji sawi sekalipun tidak dapat menyamai tingkat kesempurnaan beliau, dan siapa pun yang tekad dan puncak akalnya adalah menjadikan patung, pohon, batu sebagai tuhan yang disembah dan dijadikan sebagai tempat mendekatkan diri, padahal tidak bisa membahayakan dan juga tidak bisa memberi manfaat, padahal ia sendiri bergantung pada Rabbnya dan memer-lukan bantuan orang untuk kepentingannya? Hanya orang-orang bodoh dan gila yang melakukan hal ini. Lantas bagaimana orang seperti itu dijadikan orang besar, atau bagaimana bisa lebih diuta-makan daripada penutup para rasul dan penghulu anak cucu Nabi Adam عليه السلام? Tapi orang-orang kafir tidak berakal. Dalam ayat ini terdapat peringatan atas hikmah Allah سبحانه وتعالى da-lam hal melebihkan sebagian orang atas yang lain di dunia, ﴾ لِّيَتَّخِذَ بَعۡضُهُم بَعۡضٗا سُخۡرِيّٗاۗ ﴿ "agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain," yaitu agar sebagian dari mereka menguasa atas sebagian yang lain dalam tugas, pekerjaan, dan perindustrian. Andai semua orang sama dari segi kekayaan, pasti tidak ada yang saling memer-lukan satu sama lain dan pasti banyak kepentingan dan manfaat mereka yang terbengkalai. Di dalam ayat ini juga terdapat dalil bahwa nikmat agama lebih baik daripada nikmat duniawi, sebagaimana yang difirman-kan Allah سبحانه وتعالى dalam ayat lainnya, ﴾ قُلۡ بِفَضۡلِ ٱللَّهِ وَبِرَحۡمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلۡيَفۡرَحُواْ هُوَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ 58 ﴿ "Katakanlah, 'Dengan karunia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia dan rahmatNya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan'." (Yunus: 58).
43:33–35Page 491
وَلَوۡلَآ أَن يَكُونَ ٱلنَّاسُ أُمَّةٗ وَٰحِدَةٗ لَّجَعَلۡنَا لِمَن يَكۡفُرُ بِٱلرَّحۡمَٰنِ لِبُيُوتِهِمۡ سُقُفٗا مِّن فِضَّةٖ وَمَعَارِجَ عَلَيۡهَا يَظۡهَرُونَ ٣٣
And if it were not that the people would become one community [of disbelievers],1 We would have made for those who disbelieve in the Most Merciful - for their houses - ceilings and stairways of silver upon which to mount.
وَلِبُيُوتِهِمۡ أَبۡوَٰبٗا وَسُرُرًا عَلَيۡهَا يَتَّكِـُٔونَ ٣٤
And for their houses - doors and couches [of silver] upon which to recline
وَزُخۡرُفٗاۚ وَإِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَٰعُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۚ وَٱلۡأٓخِرَةُ عِندَ رَبِّكَ لِلۡمُتَّقِينَ ٣٥
And gold ornament. But all that is not but the enjoyment of worldly life. And the Hereafter with your Lord is for the righteous.
"Dan sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), tentulah Kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada (Rabb) Yang Maha Pemurah loteng-loteng perak bagi rumah mereka dan (juga) tangga-tangga (perak) yang mereka naiki. Dan (Kami buatkan pula) pintu-pintu (perak) bagi rumah-rumah mereka dan (begitu pula) dipan-dipan yang mereka bertelekan atasnya. Dan (Kami buatkan pula) per-hiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka). Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat itu di sisi Rabbmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (Az-Zukhruf: 33-35).
(33-35) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwa dunia tidak bernilai apa pun di sisiNya dan seandainya bukan karena kelembutan dan rahmatNya terhadap hamba-hambaNya yang tidak terlalu agresif mencari dunia, niscaya Allah سبحانه وتعالى amat melapangkan dunia bagi orang-orang kafir, dan menjadikan ﴾ لِبُيُوتِهِمۡ سُقُفٗا مِّن فِضَّةٖ وَمَعَارِجَ ﴿ "loteng-loteng perak bagi rumah mereka dan (juga) tangga-tangga (perak)" ﴾ عَلَيۡهَا يَظۡهَرُونَ ﴿ "yang mereka naiki," yakni ke atapnya, ﴾ وَلِبُيُوتِهِمۡ أَبۡوَٰبٗا وَسُرُرًا عَلَيۡهَا يَتَّكِـُٔونَ ﴿ "dan (Kami buatkan pula) pintu-pintu (perak) bagi rumah-rumah mereka dan (begitu pula) dipan-dipan yang mereka bertelekan atasnya," yang terbuat dari perak, dan pasti Allah سبحانه وتعالى menjadikan bagi mereka ﴾ وَزُخۡرُفٗاۚ ﴿ "perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka)." Artinya, niscaya Allah سبحانه وتعالى menghiasi dunia mereka dengan berbagai macam perhiasan, dan pasti memberi apa pun yang mereka inginkan, tapi hal itu terhalang oleh rahmatNya pada hamba-hambaNya karena khawatir mereka akan cepat kufur dan banyaknya kemaksiatan karena cinta dunia. Dalam ayat ini terdapat petunjuk bahwa Allah سبحانه وتعالى menghalangi sebagian orang dari hal-hal duniawi secara umum dan khusus untuk kepentingan-kepentingan mereka, dan dunia itu tidak me-nyamai sayap nyamuk pun di sisi Allah سبحانه وتعالى. Dan yang disebutkan itu tadi hanyalah nikmat-nikmat duniawi yang kotor dan fana, dan akhirat di sisi Allah سبحانه وتعالى lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka dengan mengerjakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, karena nikmat akhirat adalah nikmat yang sempurna dari berbagai segi. Di dalam surga terdapat apa pun yang diinginkan jiwa dan dipandang nikmat oleh mata. Mereka kekal di dalamnya. Alangkah berbedanya kedua negeri akhirat itu.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences