Al-Hajj 22:52
The Pilgrimage · Juz 17 · Page 338
وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ مِن رَّسُولٖ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّآ إِذَا تَمَنَّىٰٓ أَلۡقَى ٱلشَّيۡطَٰنُ فِيٓ أُمۡنِيَّتِهِۦ فَيَنسَخُ ٱللَّهُ مَا يُلۡقِي ٱلشَّيۡطَٰنُ ثُمَّ يُحۡكِمُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٞ ٥٢
And We did not send before you any messenger or prophet except that when he spoke [or recited], Satan threw into it [some misunderstanding]. But Allāh abolishes that which Satan throws in; then Allāh makes precise His verses.1 And Allāh is Knowing and Wise.
1 translator’s note
- Clarifying those issues which were misunderstood to remove any doubt. ↩
Tafsir · in Indonesian
As-Sa'di
Medium · Clear and to the point: what to take from each passage.
Change
Commentary on 22:52–54
"Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, lalu Allah menghilangkan apa yang dimaksud oleh setan itu, kemudian Allah menguatkan ayat-ayatNya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana, agar Dia menjadikan apa yang dimaksudkan oleh setan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat, dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya al-Qur`an itulah yang hak dari Rabb-mu lalu mereka beriman dan hati mereka tunduk kepadanya, dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus." (Al-Hajj: 52-54).
(52) Allah تعالى memberitahukan kandungan hikmahNya yang luhur dan seleksi yang Allah tentukan untuk memilih salah seorang dari kalangan para hambaNya, dan bahwa Allah tidaklah mendelegasikan sebelum Muhammad ﴾ مِن رَّسُولٖ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّآ إِذَا تَمَنَّىٰٓ ﴿ "seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan," maksudnya dia membaca sesuatu untuk menggugah umat manusia dan memerintahkan mereka serta melarang mereka ﴾ أَلۡقَى ٱلشَّيۡطَٰنُ فِيٓ أُمۡنِيَّتِهِۦ ﴿ "setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu," yaitu pada bacaannya, berupa trik-trik dan tipu-daya yang menghantam bacaan tersebut, kendati-pun Allah telah membentengi para rasul pada aspek risalah yang mereka sampaikan dari Allah dan memelihara wahyuNya biar tidak rancu dan bercampur-aduk dengan lainnya. Akan tetapi, lontaran godaan dari setan ini tidak selalu eksis dan berlangsung terus-menerus. Itu hanyalah sekedar hambatan yang timbul ke-mudian lenyap. Hambatan-hambatan ini terbatasi oleh ketentuan-ketentuan. Untuk itu, Allah berfirman, ﴾ فَيَنسَخُ ٱللَّهُ مَا يُلۡقِي ٱلشَّيۡطَٰنُ ﴿ "Maka Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu," maksudnya Allah melenyapkan dan menghilangkannya serta menggugurkan-nya, dan menerangkan bahwa itu bukan dari bagian ayat-ayatNya. Dan ﴾ يُحۡكِمُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦۗ ﴿ "Allah menguatkan ayat-ayatNya," mengokoh-kannya dan mensterilkan serta menjaganya, hingga tetap bersih murni dari dampak pencampuran hembusan godaan setan. ﴾ وَٱللَّهُ [عَزِيزٌ]﴿ "Dan Allah [Mahaperkasa],"[4] Sempurna kekuatan dan kuasa-Nya. Dengan kesempurnaan kekuatanNya, Dia memelihara wah-yuNya dan mengenyahkan lontaran campur tangan setan-setan. ﴾ حَكِيمٞ ﴿ "Lagi Mahabijaksana," meletakkan seluruh perkara pada tempatnya.
(53) Termasuk tanda kesempurnaan sifat hikmah Allah, Dia membuat setan mampu untuk melontarkan godaan-godaan itu, biar nyata apa yang disampaikan dalam FirmanNya,﴾ لِّيَجۡعَلَ مَا يُلۡقِي ٱلشَّيۡطَٰنُ فِتۡنَةٗ ﴿ "agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh setan itu sebagai fitnah," bagi dua golongan manusia yang Allah tidak mem-pedulikan mereka. [Mereka itu orang yang] ﴾ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ ﴿ "di dalam hatinya ada penyakit," yaitu kelemahan dan kekosongan iman yang sampai titik nadir dan (tidak adanya) pembenaran yang teguh. Hingga syubhat paling ringan saja yang muncul sudah dapat ber-pengaruh pada hati mereka. Apabila mereka mendengarkan lon-taran godaan dari setan, maka keraguan dan syak pun melekat pada hati mereka. Maka, jadilah ia fitnah bagi mereka. ﴾ وَٱلۡقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمۡۗ ﴿ "Dan yang kasar hatinya," maksudnya yang kaku, yang tidak mempan oleh larangan dan peringatan, tidak mencerna maksud dari Allah dan RasulNya, lantaran kekerasannya. Jika mendengarkan lontaran godaan setan, mereka menjadikannya sebagai hujjah mereka atas kebatilan mereka. Dengan dasar itu, mereka melancarkan adu argumentasi. Mereka menentang Allah dan RasulNya. Oleh karena itu, Allah berfirman,﴾ وَإِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ لَفِي شِقَاقِۭ بَعِيدٖ 53 ﴿ "Dan sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu benar-benar dalam permusuhan yang sangat," maksudnya dalam persengketaan mereka dengan Allah, perlawanan terhadap al-haq dan penentangan terhadapnya, jauh dari rel kebenaran. Tipu daya yang dilancarkan setan berubah menjadi fitnah bagi kedua belah kelompok ini. De-ngan itu, terlihat kebusukan yang tersembunyi di hati-hati mereka.
(54) Sementara golongan ketiga, hal itu menjadi pancaran rahmat bagi mereka. Mereka itulah yang disebutkan pada Firman-Nya, ﴾ وَلِيَعۡلَمَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ ﴿ "Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya al-Qur`an itulah yang haq dari Rabbmu." Allah mencurahkan anugerah ilmu bagi mereka yang menjadi (piranti) mereka untuk mengetahui antara kebenaran dan kebatilan, hidayah dan kesesatan, dan mereka pun membedakan antara dua hal itu, antara kebenaran yang kokoh yang Allah teguh-kan dan kebatilan yang timbul yang Allah hapuskan, dengan dasar bukti-bukti dari masing-masing. Dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Allah Mahabijaksana, Dia mendatangkan beberapa ujian yang dengan itu, tersibak rahasia-rahasia jiwa-jiwa yang baik dan jelek. ﴾ فَيُؤۡمِنُواْ بِهِۦ ﴿ "Lalu mereka beriman kepadanya," dengan sebab tersebut, dan keimanan mereka terderek naik manakala halangan dan syubhat-syubhat telah terhindarkan. ﴾ فَتُخۡبِتَ لَهُۥ قُلُوبُهُمۡۗ ﴿ "Dan hati mereka tunduk kepadanya," maksudnya khusyu' tunduk dan berserah diri terhadap kandungan hikmahNya. Ini termasuk (pertanda) limpahan hidayah Allah pada mereka. ﴾ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ ﴿ "Dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman," karena keimanan mereka ﴾ إِلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ 54 ﴿ "kepada jalan yang lurus," mengetahui kebenaran dan mengamalkan tuntutan-nya. Maka, Allah meneguhkan orang-orang yang beriman melalui perkataan yang teguh di kehidupan dunia dan akhirat. Ini salah satu macam peneguhan Allah bagi hambaNya. Ayat-ayat ini memuat penjelasan bahwa Rasulullah mem-punyai sumber teladan dari rekan-rekan beliau dari kalangan para rasul, lantaran apa yang terjadi pada beliau ketika membaca ﴾ وَٱلنَّجۡمِ ﴿ "Demi bintang," ketika sampai pada ayat, ﴾ أَفَرَءَيۡتُمُ ٱللَّٰتَ وَٱلۡعُزَّىٰ 19 وَمَنَوٰةَ ٱلثَّالِثَةَ ٱلۡأُخۡرَىٰٓ 20 ﴿ "Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap al-Latta dan al-'Uzza dan Manah yang ketiga, yang paling terakhir (seba-gai anak perempuan Allah)?" (An-Najm: 19-20). Setan melontarkan godaannya pada bacaan beliau, "Itu adalah burung-burung yang tinggi, dan sesungguhnya syafa'at mereka benar-benar diharapkan." Maka, dengan peristiwa itu, timbullah kesedihan pada diri Rasulullah dan fitnah bagi umat manusia. Se-bagaimana telah dipaparkan oleh Allah. Maka, Allah menurunkan ayat-ayat ini.[5]
Page 338
22:47
وَيَسۡتَعۡجِلُونَكَ بِٱلۡعَذَابِ وَلَن يُخۡلِفَ ٱللَّهُ وَعۡدَهُۥۚ وَإِنَّ يَوۡمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلۡفِ سَنَةٖ مِّمَّا تَعُدُّونَ ٤٧
And they urge you to hasten the punishment. But Allāh will never fail in His promise. And indeed, a day with your Lord is like a thousand years of those which you count.
22:48
وَكَأَيِّن مِّن قَرۡيَةٍ أَمۡلَيۡتُ لَهَا وَهِيَ ظَالِمَةٞ ثُمَّ أَخَذۡتُهَا وَإِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ ٤٨
And for how many a city did I prolong enjoyment while it was committing wrong. Then I seized it, and to Me is the [final] destination.
22:49
قُلۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّمَآ أَنَا۠ لَكُمۡ نَذِيرٞ مُّبِينٞ ٤٩
Say, "O people, I am only to you a clear warner."
22:50
فَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُم مَّغۡفِرَةٞ وَرِزۡقٞ كَرِيمٞ ٥٠
And those who have believed and done righteous deeds - for them is forgiveness and noble provision.
22:51
وَٱلَّذِينَ سَعَوۡاْ فِيٓ ءَايَٰتِنَا مُعَٰجِزِينَ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَحِيمِ ٥١
But the ones who strove against Our verses, [seeking] to cause failure1 - those are the companions of Hellfire.
1 translator’s note
- i.e., trying to undermine their credibility and thereby defeat the Prophet (ﷺ). ↩
22:52
وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ مِن رَّسُولٖ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّآ إِذَا تَمَنَّىٰٓ أَلۡقَى ٱلشَّيۡطَٰنُ فِيٓ أُمۡنِيَّتِهِۦ فَيَنسَخُ ٱللَّهُ مَا يُلۡقِي ٱلشَّيۡطَٰنُ ثُمَّ يُحۡكِمُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٞ ٥٢
And We did not send before you any messenger or prophet except that when he spoke [or recited], Satan threw into it [some misunderstanding]. But Allāh abolishes that which Satan throws in; then Allāh makes precise His verses.1 And Allāh is Knowing and Wise.
1 translator’s note
- Clarifying those issues which were misunderstood to remove any doubt. ↩
22:53
لِّيَجۡعَلَ مَا يُلۡقِي ٱلشَّيۡطَٰنُ فِتۡنَةٗ لِّلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ وَٱلۡقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمۡۗ وَإِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ لَفِي شِقَاقِۭ بَعِيدٖ ٥٣
[That is] so He may make what Satan throws in [i.e., asserts] a trial for those within whose hearts is disease1 and those hard of heart. And indeed, the wrongdoers are in extreme dissension.
1 translator’s note
- See footnote to 2:10. ↩
22:54
وَلِيَعۡلَمَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَيُؤۡمِنُواْ بِهِۦ فَتُخۡبِتَ لَهُۥ قُلُوبُهُمۡۗ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ٥٤
And so those who were given knowledge may know that it is the truth from your Lord and [therefore] believe in it, and their hearts humbly submit to it. And indeed is Allāh the Guide of those who have believed to a straight path.
22:55
وَلَا يَزَالُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِي مِرۡيَةٖ مِّنۡهُ حَتَّىٰ تَأۡتِيَهُمُ ٱلسَّاعَةُ بَغۡتَةً أَوۡ يَأۡتِيَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَقِيمٍ ٥٥
But those who disbelieve will not cease to be in doubt of it until the Hour comes upon them unexpectedly or there comes to them the punishment of a barren Day.1
1 translator’s note
- One which will not be followed by night and therefore will not give birth to a new day, referring to the Day of Resurrection. ↩