As-Sa'diAl‑Hajj · 22:42–64

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Al-Hajj 22:42–64

22:42–46Page 337

وَإِن يُكَذِّبُوكَ فَقَدۡ كَذَّبَتۡ قَبۡلَهُمۡ قَوۡمُ نُوحٖ وَعَادٞ وَثَمُودُ ٤٢

And if they deny you, [O Muḥammad] - so, before them, did the people of Noah and ʿAad and Thamūd deny [their prophets],

وَقَوۡمُ إِبۡرَٰهِيمَ وَقَوۡمُ لُوطٖ ٤٣

And the people of Abraham and the people of Lot

وَأَصۡحَٰبُ مَدۡيَنَۖ وَكُذِّبَ مُوسَىٰۖ فَأَمۡلَيۡتُ لِلۡكَٰفِرِينَ ثُمَّ أَخَذۡتُهُمۡۖ فَكَيۡفَ كَانَ نَكِيرِ ٤٤

And the inhabitants of Madyan. And Moses was denied, so I prolonged enjoyment for the disbelievers; then I seized them, and how [terrible] was My reproach.

فَكَأَيِّن مِّن قَرۡيَةٍ أَهۡلَكۡنَٰهَا وَهِيَ ظَالِمَةٞ فَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَبِئۡرٖ مُّعَطَّلَةٖ وَقَصۡرٖ مَّشِيدٍ ٤٥

And how many a city did We destroy while it was committing wrong - so it is [now] fallen into ruin1 - and [how many] an abandoned well and [how many] a lofty palace.2

أَفَلَمۡ يَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَتَكُونَ لَهُمۡ قُلُوبٞ يَعۡقِلُونَ بِهَآ أَوۡ ءَاذَانٞ يَسۡمَعُونَ بِهَاۖ فَإِنَّهَا لَا تَعۡمَى ٱلۡأَبۡصَٰرُ وَلَٰكِن تَعۡمَى ٱلۡقُلُوبُ ٱلَّتِي فِي ٱلصُّدُورِ ٤٦

So have they not traveled through the earth and have hearts by which to reason and ears by which to hear? For indeed, it is not eyes that are blinded, but blinded are the hearts which are within the breasts.

"Dan jika mereka (orang-orang musyrik) mendustakan kamu, maka sesungguhnya telah mendustakan juga sebelum mereka kaum Nuh, 'Ad dan Tsamud, dan kaum Ibrahim dan kaum Luth, dan penduduk Madyan, dan telah didustakan Musa, lalu Aku tangguh-kan (azabKu) untuk orang-orang kafir, kemudian Aku azab mereka, maka (lihatlah) bagaimana besarnya kebencianKu (kepada mereka itu). Betapa banyaknya kota yang telah Kami binasakan, yang penduduknya dalam keadaan zhalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi. Maka apa-kah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesung-guhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada." (Al-Hajj: 42-46).

(42-44) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya, Muhammad a, "Kendatipun kaum musyrikin mendustakan dirimu, tapi engkau bukanlah rasul yang pertama kali didustakan. Dan mereka pun bukan umat manusia yang pertama kalian mendustakan rasul mereka." ﴾ فَقَدۡ كَذَّبَتۡ قَبۡلَهُمۡ قَوۡمُ نُوحٖ وَعَادٞ وَثَمُودُ 42 وَقَوۡمُ إِبۡرَٰهِيمَ وَقَوۡمُ لُوطٖ 43 وَأَصۡحَٰبُ مَدۡيَنَۖ ﴿ "Sesungguhnya telah mendustakan juga sebelum mereka kaum Nuh, 'Ad dan Tsamud dan kaum Ibrahim dan kaum Luth dan penduduk Madyan," yaitu kaum Nabi Syu'aib. ﴾ وَكُذِّبَ مُوسَىٰۖ فَأَمۡلَيۡتُ لِلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Dan telah didus-takan Musa, lalu Aku tangguhkan (azabKu) untuk orang -orang kafir," yaitu orang-orang yang mendustakan. Aku tidak menyegerakan siksaan bagi mereka. Justru Aku memberikan masa penangguhan lagi sehingga mereka menjalankan tindak melampaui batas mereka dalam keadaan pandangan yang tertutup, dan semakin bertambah kekufuran dan keburukan mereka. ﴾ ثُمَّ أَخَذۡتُهُمۡۖ ﴿ "Kemudian Aku azab mereka," dengan siksaan oleh Dzat Yang Mahaperkasa lagi Maha-kuasa. ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ نَكِيرِ 44 ﴿ "Maka (lihatlah) bagaimana besarnya keben-cianKu (kepada mereka itu)," maksudnya pengingkaranKu terhadap kekufuran dan pendustaan mereka. Bagaimanakah keadaannya? Bentuknya adalah hukuman yang sangat berat dan siksaan yang sangat mengerikan. Di antara mereka ada yang ditenggelamkan. Ada yang disambar oleh petir. Sebagian lain dibinasakan oleh angin kencang. Ada yang diratakan dengan bumi. Dan di antara mereka ada yang dikirimi siksaan hari yang dinaungi oleh gumpalan mendung. Hendaknya kaum yang mendustakan memetik pelajaran (dari kejadian-kejadian yang menimpa mereka ini), agar (tidak) ditimpa oleh siksaan yang melanda mereka. Sesungguhnya mereka tidak lebih baik daripada orang-orang sebelumnya. Dan tidak tertuliskan surat bebas (siksaan bagi mereka) di dalam kitab-kitab yang diturunkan dari Allah. Berapa banyak orang-orang yang di-timpa siksaan lagi binasa semisal mereka!

(45) Untuk itu, Allah berfirman, ﴾ فَكَأَيِّن مِّن قَرۡيَةٍ ﴿ "Berapa banyaknya kota," maksudnya alangkah banyak kota ﴾ أَهۡلَكۡنَٰهَا ﴿ "yang telah Kami binasakan," dengan siksaan yang keras dan kehinaan di dunia, ﴾ وَهِيَ ظَالِمَةٞ ﴿ "yang penduduknya dalam keadaan zhalim," lan-taran kekufuran mereka terhadap Allah dan pendustaan mereka kepada para RasulNya. Hukuman yang Kami timpakan bukan bentuk kezhaliman Kami kepada mereka. ﴾ فَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا ﴿ "Maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya," maksud-nya tempat-tempat tinggal mereka berhancuran, istana dan dinding-dindingnya telah roboh dengan atapnya, sehingga berubah luluh-lantak padahal sebelumnya terpelihara, dan terlihat kuat, setelah sebelumnya layak dihuni dan nyaman bagi penghuninya. ﴾ وَبِئۡرٖ مُّعَطَّلَةٖ وَقَصۡرٖ مَّشِيدٍ 45 ﴿ "Dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi," maksudnya, berapa banyak sumur yang da-hulu orang-orang berdesakan di sana untuk mengambil air minum bagi mereka dan hewan-hewan ternak mereka. Orang-orang itu lenyap. Tiada lagi sesosok orang pun yang datang dan muncul di situ. Alangkah banyak istana, yang pemiliknya telah susah payah membangun dan meninggikannya, menguatkan dan menghiasinya, lalu ketika ketetapan (siksaan) Allah menghampiri mereka, maka itu semua tidak bermanfaat sama sekali bagi mereka. Tempat ini menjadi kosong dari penghuninya. Mereka telah menjadi sumber pelajaran bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran dan permisalan bagi orang-orang yang mau berpikir dan merenung.

(46) Oleh karena itu, Allah menyeru para hambaNya untuk mengembara di bumi supaya mereka merenung dan mengambil pelajaran. Allah berfirman, ﴾ أَفَلَمۡ يَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi," dengan fisik dan hati mereka, ﴾ فَتَكُونَ لَهُمۡ قُلُوبٞ يَعۡقِلُونَ بِهَآ ﴿ "lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami," ayat-ayat Allah dan mencermati sumber-sumber pelajaran dengannya ﴾ أَوۡ ءَاذَانٞ يَسۡمَعُونَ بِهَاۖ ﴿ "atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar," berita-berita umat yang telah berlalu dan kabar-kabar mengenai bangsa-bangsa yang dilanda siksaan. Kalau tidak ditujukan untuk maksud demikian, maka pandangan mata, pendengaran telinga dan gerakan tubuh yang nihil dari upaya perenungan dan pengambilan pelajaran tidak ber-manfaat dan tidak mengantarkan kepada tujuan yang mesti dicapai. Karena alasan itu, Allah berfirman, ﴾ فَإِنَّهَا لَا تَعۡمَى ٱلۡأَبۡصَٰرُ وَلَٰكِن تَعۡمَى ٱلۡقُلُوبُ ٱلَّتِي فِي ٱلصُّدُورِ 46 ﴿ "Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada," maksudnya model kebutaan yang membahayakan dalam agama ini adalah kebutaan hati ter-hadap kebenaran. Akibatnya tidak mampu menyaksikannya seba-gaimana orang buta tidak dapat melihat obyek-obyek pandangan. Sementara itu, kebutaan pandangan indra mata, maka puncak (pengaruh negatifnya) hanya mengganggu mata pencaharian dan kemanfaatan duniawi saja.

22:47–48Page 338

وَيَسۡتَعۡجِلُونَكَ بِٱلۡعَذَابِ وَلَن يُخۡلِفَ ٱللَّهُ وَعۡدَهُۥۚ وَإِنَّ يَوۡمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلۡفِ سَنَةٖ مِّمَّا تَعُدُّونَ ٤٧

And they urge you to hasten the punishment. But Allāh will never fail in His promise. And indeed, a day with your Lord is like a thousand years of those which you count.

وَكَأَيِّن مِّن قَرۡيَةٍ أَمۡلَيۡتُ لَهَا وَهِيَ ظَالِمَةٞ ثُمَّ أَخَذۡتُهَا وَإِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ ٤٨

And for how many a city did I prolong enjoyment while it was committing wrong. Then I seized it, and to Me is the [final] destination.

"Dan mereka meminta kepadamu agar azab disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan mengingkari janjiNya. Dan sesungguhnya sehari di sisi Rabbmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. Dan berapa banyak kota yang Aku tang-guhkan (azabKu) kepadanya, yang penduduknya berbuat zhalim, kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepadaKu-lah kembalinya (segala sesuatu)." (Al-Hajj: 47-48).

(47) Kaum yang mendustakan meminta engkau menye-gerakan datangnya siksaan, lantaran kebodohan, kezhaliman dan penentangan mereka, dalam rangka untuk melumpuhkan kekuatan (hujjah) Allah dan mendustakan para RasulNya. Allah tidak akan memungkiri janjiNya. Siksaan yang telah dijanjikan, pasti tiba. Tidak ada penghalang yang bisa menghambatnya. Tentang mem-percepat dan menyegerakan waktu kedatangannya maka bukan tergantung pada dirimu, wahai Muhammad. Janganlah permintaan mereka dan tindakan untuk melemahkan Kami membuatmu kendor. Sesungguhnya, di hadapan mereka terdapat Hari Kiamat yang mana orang-orang dahulu dan orang-orang belakangan akan dikumpulkan di hari tersebut. Mereka dibalasi berdasarkan amali-yah mereka. Dan siksaan yang abadi lagi menyakitkan akan meli-puti mereka. Oleh sebab itu, Allah berfirman, ﴾ وَإِنَّ يَوۡمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلۡفِ سَنَةٖ مِّمَّا تَعُدُّونَ 47 ﴿ "Sesungguhnya sehari di sisi Rabbmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu," lantaran waktunya yang pan-jang, kedahsyatan dan kengeriannya. Sama saja, baik mereka telah ditimpa siksaan di dunia atau siksaan itu tertunda di akhirat, karena sesungguhnya hari itu pasti akan menghadang mereka. Makna yang dimaksud dengan ayat ini juga mengarah ke pengertian, bahwasanya Allah itu Mahabijak, walaupun mereka meminta penyegeraan azab. Sesungguhnya satu hari di sisiNya bagaikan seribu tahun lamanya dalam hitungan kalian. Jarak ini, kendatipun kalian anggap masih lama, dan kalian anggap keda-tangan siksaan itu lamban, maka sesungguhnya Allah sekedar memberikan tempo yang panjang, tidak sedang melupakan kalian. Manakala tiba waktu Allah untuk menyiksa orang-orang zhalim dengan siksaanNya, niscaya Dia tidak akan meloloskan mereka.

(48) ﴾ وَكَأَيِّن مِّن قَرۡيَةٍ أَمۡلَيۡتُ لَهَا ﴿ "Dan berapa banyak kota yang Aku tangguhkan (azabKu) kepadanya," Kami menundanya untuk waktu yang lama ﴾ وَهِيَ ظَالِمَةٞ ﴿ "yang penduduknya berbuat zhalim," meskipun mereka berbuat kezhaliman, laju mereka untuk berbuat kezhaliman tidak serta-merta membuat Kami mempercepat hu-kuman (mereka). ﴾ ثُمَّ أَخَذۡتُهَا وَإِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ 48 ﴿ "Kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepadaKu-lah kembalinya (segala sesuatu)," disertai siksa yang menghampiri mereka di dunia, mereka akan kembali kepada Allah, lalu menyiksa mereka dengan siksaNya. Maka, hati-hatilah orang-orang yang berbuat kezhaliman terhadap datangnya hukuman Allah. Jangan sampai mereka terpedaya dengan penangguhan waktu.

22:49–51Page 338

قُلۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّمَآ أَنَا۠ لَكُمۡ نَذِيرٞ مُّبِينٞ ٤٩

Say, "O people, I am only to you a clear warner."

فَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُم مَّغۡفِرَةٞ وَرِزۡقٞ كَرِيمٞ ٥٠

And those who have believed and done righteous deeds - for them is forgiveness and noble provision.

وَٱلَّذِينَ سَعَوۡاْ فِيٓ ءَايَٰتِنَا مُعَٰجِزِينَ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَحِيمِ ٥١

But the ones who strove against Our verses, [seeking] to cause failure1 - those are the companions of Hellfire.

"Katakanlah, 'Hai manusia, sesungguhnya aku adalah se-orang pemberi peringatan yang nyata kepada kamu.' Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shalih, mereka mendapatkan ampunan dan rizki yang mulia. Dan orang-orang yang berusaha dengan maksud menentang ayat-ayat Kami dengan melemahkan (kemauan untuk beriman), mereka itu adalah penghuni-penghuni Neraka Jahim." (Al-Hajj: 49-51).

(49) Allah تعالى menitahkan hamba dan RasulNya, Muhammad untuk memberitahu umat manusia bahwa dirinya adalah utusan Allah dengan sebenar-benarnya, menyampaikan kabar gembira bagi kaum Mukminin tentang pahala Allah, memperingatkan orang-orang kafir dan orang-orang yang zhalim dari hukuman-Nya. FirmanNya, ﴾ مُّبِينٞ 49 ﴿ "Yang nyata," maksudnya, yang jelas peringatannya. Indzar (penyampaian peringatan) pengertiannya menakut-nakuti disertai dengan pemberitahuan obyek yang harus ditakuti. Demikian ini, lantaran beliau telah menegakkan bukti-bukti yang kokoh yang menunjukkan kebenaran peringatan yang beliau arahkan kepada mereka.

(50) Berikutnya, Allah menguraikan bentuk peringatan dan kabar gembira itu. Maka, Dia berfirman, ﴾ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "Maka orang-orang yang beriman," dengan kalbu-kalbu mereka secara benar dan jujur ﴾ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "dan mengerjakan amal-amal shalih," dengan anggota-anggota tubuh mereka, [﴾ فِي جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ 56 ﴿ "mereka berada di surga-surga Na'im," (Al-Hajj: 56), maksudnya surga-surga yang sarat dengan aneka kenikmatan, dari makanan, minuman, perni-kahan, pemandangan-pemandangan dan lantunan suara-suara dan menikmati kenikmatan memandang Rabb Yang Mahamulia dan mendengarkan Firman-firmanNya.

(51) ﴾ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ﴿ "Dan orang-orang yang kafir,"][3] mengingkari nikmat Rabb mereka dan mendustai para utusanNya dan ayat-ayatNya, mereka itu ﴾ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَحِيمِ 51 ﴿ "para penghuni Neraka Jahim," maksudnya mereka menetap di sana, setiap waktu. Siksaannya tidak diringankan bagi mereka dan hukumannya tidak mengendor sekejap pun atas mereka.

22:52–54Page 338

وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ مِن رَّسُولٖ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّآ إِذَا تَمَنَّىٰٓ أَلۡقَى ٱلشَّيۡطَٰنُ فِيٓ أُمۡنِيَّتِهِۦ فَيَنسَخُ ٱللَّهُ مَا يُلۡقِي ٱلشَّيۡطَٰنُ ثُمَّ يُحۡكِمُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٞ ٥٢

And We did not send before you any messenger or prophet except that when he spoke [or recited], Satan threw into it [some misunderstanding]. But Allāh abolishes that which Satan throws in; then Allāh makes precise His verses.1 And Allāh is Knowing and Wise.

لِّيَجۡعَلَ مَا يُلۡقِي ٱلشَّيۡطَٰنُ فِتۡنَةٗ لِّلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ وَٱلۡقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمۡۗ وَإِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ لَفِي شِقَاقِۭ بَعِيدٖ ٥٣

[That is] so He may make what Satan throws in [i.e., asserts] a trial for those within whose hearts is disease1 and those hard of heart. And indeed, the wrongdoers are in extreme dissension.

وَلِيَعۡلَمَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَيُؤۡمِنُواْ بِهِۦ فَتُخۡبِتَ لَهُۥ قُلُوبُهُمۡۗ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ٥٤

And so those who were given knowledge may know that it is the truth from your Lord and [therefore] believe in it, and their hearts humbly submit to it. And indeed is Allāh the Guide of those who have believed to a straight path.

"Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, lalu Allah menghilangkan apa yang dimaksud oleh setan itu, kemudian Allah menguatkan ayat-ayatNya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana, agar Dia menjadikan apa yang dimaksudkan oleh setan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat, dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya al-Qur`an itulah yang hak dari Rabb-mu lalu mereka beriman dan hati mereka tunduk kepadanya, dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus." (Al-Hajj: 52-54).

(52) Allah تعالى memberitahukan kandungan hikmahNya yang luhur dan seleksi yang Allah tentukan untuk memilih salah seorang dari kalangan para hambaNya, dan bahwa Allah tidaklah mendelegasikan sebelum Muhammad ﴾ مِن رَّسُولٖ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّآ إِذَا تَمَنَّىٰٓ ﴿ "seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan," maksudnya dia membaca sesuatu untuk menggugah umat manusia dan memerintahkan mereka serta melarang mereka ﴾ أَلۡقَى ٱلشَّيۡطَٰنُ فِيٓ أُمۡنِيَّتِهِۦ ﴿ "setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu," yaitu pada bacaannya, berupa trik-trik dan tipu-daya yang menghantam bacaan tersebut, kendati-pun Allah telah membentengi para rasul pada aspek risalah yang mereka sampaikan dari Allah dan memelihara wahyuNya biar tidak rancu dan bercampur-aduk dengan lainnya. Akan tetapi, lontaran godaan dari setan ini tidak selalu eksis dan berlangsung terus-menerus. Itu hanyalah sekedar hambatan yang timbul ke-mudian lenyap. Hambatan-hambatan ini terbatasi oleh ketentuan-ketentuan. Untuk itu, Allah berfirman, ﴾ فَيَنسَخُ ٱللَّهُ مَا يُلۡقِي ٱلشَّيۡطَٰنُ ﴿ "Maka Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu," maksudnya Allah melenyapkan dan menghilangkannya serta menggugurkan-nya, dan menerangkan bahwa itu bukan dari bagian ayat-ayatNya. Dan ﴾ يُحۡكِمُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦۗ ﴿ "Allah menguatkan ayat-ayatNya," mengokoh-kannya dan mensterilkan serta menjaganya, hingga tetap bersih murni dari dampak pencampuran hembusan godaan setan. ﴾ وَٱللَّهُ [عَزِيزٌ]﴿ "Dan Allah [Mahaperkasa],"[4] Sempurna kekuatan dan kuasa-Nya. Dengan kesempurnaan kekuatanNya, Dia memelihara wah-yuNya dan mengenyahkan lontaran campur tangan setan-setan. ﴾ حَكِيمٞ ﴿ "Lagi Mahabijaksana," meletakkan seluruh perkara pada tempatnya.

(53) Termasuk tanda kesempurnaan sifat hikmah Allah, Dia membuat setan mampu untuk melontarkan godaan-godaan itu, biar nyata apa yang disampaikan dalam FirmanNya,﴾ لِّيَجۡعَلَ مَا يُلۡقِي ٱلشَّيۡطَٰنُ فِتۡنَةٗ ﴿ "agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh setan itu sebagai fitnah," bagi dua golongan manusia yang Allah tidak mem-pedulikan mereka. [Mereka itu orang yang] ﴾ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ ﴿ "di dalam hatinya ada penyakit," yaitu kelemahan dan kekosongan iman yang sampai titik nadir dan (tidak adanya) pembenaran yang teguh. Hingga syubhat paling ringan saja yang muncul sudah dapat ber-pengaruh pada hati mereka. Apabila mereka mendengarkan lon-taran godaan dari setan, maka keraguan dan syak pun melekat pada hati mereka. Maka, jadilah ia fitnah bagi mereka. ﴾ وَٱلۡقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمۡۗ ﴿ "Dan yang kasar hatinya," maksudnya yang kaku, yang tidak mempan oleh larangan dan peringatan, tidak mencerna maksud dari Allah dan RasulNya, lantaran kekerasannya. Jika mendengarkan lontaran godaan setan, mereka menjadikannya sebagai hujjah mereka atas kebatilan mereka. Dengan dasar itu, mereka melancarkan adu argumentasi. Mereka menentang Allah dan RasulNya. Oleh karena itu, Allah berfirman,﴾ وَإِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ لَفِي شِقَاقِۭ بَعِيدٖ 53 ﴿ "Dan sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu benar-benar dalam permusuhan yang sangat," maksudnya dalam persengketaan mereka dengan Allah, perlawanan terhadap al-haq dan penentangan terhadapnya, jauh dari rel kebenaran. Tipu daya yang dilancarkan setan berubah menjadi fitnah bagi kedua belah kelompok ini. De-ngan itu, terlihat kebusukan yang tersembunyi di hati-hati mereka.

(54) Sementara golongan ketiga, hal itu menjadi pancaran rahmat bagi mereka. Mereka itulah yang disebutkan pada Firman-Nya, ﴾ وَلِيَعۡلَمَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ ﴿ "Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya al-Qur`an itulah yang haq dari Rabbmu." Allah mencurahkan anugerah ilmu bagi mereka yang menjadi (piranti) mereka untuk mengetahui antara kebenaran dan kebatilan, hidayah dan kesesatan, dan mereka pun membedakan antara dua hal itu, antara kebenaran yang kokoh yang Allah teguh-kan dan kebatilan yang timbul yang Allah hapuskan, dengan dasar bukti-bukti dari masing-masing. Dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Allah Mahabijaksana, Dia mendatangkan beberapa ujian yang dengan itu, tersibak rahasia-rahasia jiwa-jiwa yang baik dan jelek. ﴾ فَيُؤۡمِنُواْ بِهِۦ ﴿ "Lalu mereka beriman kepadanya," dengan sebab tersebut, dan keimanan mereka terderek naik manakala halangan dan syubhat-syubhat telah terhindarkan. ﴾ فَتُخۡبِتَ لَهُۥ قُلُوبُهُمۡۗ ﴿ "Dan hati mereka tunduk kepadanya," maksudnya khusyu' tunduk dan berserah diri terhadap kandungan hikmahNya. Ini termasuk (pertanda) limpahan hidayah Allah pada mereka. ﴾ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ ﴿ "Dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman," karena keimanan mereka ﴾ إِلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ 54 ﴿ "kepada jalan yang lurus," mengetahui kebenaran dan mengamalkan tuntutan-nya. Maka, Allah meneguhkan orang-orang yang beriman melalui perkataan yang teguh di kehidupan dunia dan akhirat. Ini salah satu macam peneguhan Allah bagi hambaNya. Ayat-ayat ini memuat penjelasan bahwa Rasulullah mem-punyai sumber teladan dari rekan-rekan beliau dari kalangan para rasul, lantaran apa yang terjadi pada beliau ketika membaca ﴾ وَٱلنَّجۡمِ ﴿ "Demi bintang," ketika sampai pada ayat, ﴾ أَفَرَءَيۡتُمُ ٱللَّٰتَ وَٱلۡعُزَّىٰ 19 وَمَنَوٰةَ ٱلثَّالِثَةَ ٱلۡأُخۡرَىٰٓ 20 ﴿ "Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap al-Latta dan al-'Uzza dan Manah yang ketiga, yang paling terakhir (seba-gai anak perempuan Allah)?" (An-Najm: 19-20). Setan melontarkan godaannya pada bacaan beliau, "Itu adalah burung-burung yang tinggi, dan sesungguhnya syafa'at mereka benar-benar diharapkan." Maka, dengan peristiwa itu, timbullah kesedihan pada diri Rasulullah dan fitnah bagi umat manusia. Se-bagaimana telah dipaparkan oleh Allah. Maka, Allah menurunkan ayat-ayat ini.[5]

22:55–57Page 338

وَلَا يَزَالُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِي مِرۡيَةٖ مِّنۡهُ حَتَّىٰ تَأۡتِيَهُمُ ٱلسَّاعَةُ بَغۡتَةً أَوۡ يَأۡتِيَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَقِيمٍ ٥٥

But those who disbelieve will not cease to be in doubt of it until the Hour comes upon them unexpectedly or there comes to them the punishment of a barren Day.1

ٱلۡمُلۡكُ يَوۡمَئِذٖ لِّلَّهِ يَحۡكُمُ بَيۡنَهُمۡۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فِي جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ ٥٦

[All] sovereignty that Day is for Allāh;1 He will judge between them. So they who believed and did righteous deeds will be in the Gardens of Pleasure.

وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا فَأُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ عَذَابٞ مُّهِينٞ ٥٧

And they who disbelieved and denied Our signs - for those there will be a humiliating punishment.

"Dan senantiasalah orang-orang kafir itu berada dalam keragu-raguan terhadap al-Qur`an, hingga datang kepada mereka saat (kematiannya) dengan tiba-tiba atau datang kepada mereka azab Hari Kiamat. Kekuasaan di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal shalih berada di dalam surga yang penuh kenikmatan. Sedangkan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, maka mereka mendapatkan azab yang menghina-kan." (Al-Hajj: 55-57).

(55) Allah تعالى mengabarkan mengenai kondisi orang-orang kafir bahwa mereka senantiasa ragu terhadap risalah yang engkau emban, wahai Muhammad, karena dorongan sikap penentangan dan penyimpangan mereka. Mereka masih saja konsisten berada dalam keadaan ini, ﴾ حَتَّىٰ تَأۡتِيَهُمُ ٱلسَّاعَةُ بَغۡتَةً ﴿ "hingga datang kepada mereka saat (kematiannya) dengan tiba-tiba," maksudnya dengan sekonyong-konyong. ﴾ أَوۡ يَأۡتِيَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَقِيمٍ 55 ﴿ "Atau datang kepada mereka azab Hari Kiamat," maksudnya yang tidak ada kebaikannya sedikit pun, yaitu Hari Kiamat. Apabila telah datang waktu yang telah ditentu-kan atau hari itu telah mendatangi mereka, niscaya orang-orang kafir itu mengetahui bahwa mereka telah melakukan kebohongan (atas ucapan-ucapan mereka di dunia), dirundung penyesalan pada saat penyesalan tidak berguna bagi mereka, tersiksa dan putus asa dari segala kebaikan. Mereka berharap-harap, seandainya dahulu beriman kepada Rasul dan menempuh jalan bersama beliau. Dalam ayat ini terkandung peringatan terhadap mereka karena konsistensi mereka dalam keragu-raguan dan kedustaan.

(56–57) ﴾ ٱلۡمُلۡكُ يَوۡمَئِذٖ ﴿ "Kekuasaan di hari itu," yaitu Hari Kiamat ﴾ لِّلَّهِ ﴿ "ada pada Allah," Yang Mahatinggi, bukan bagi selain-Nya. ﴾ يَحۡكُمُ بَيۡنَهُمۡۚ ﴿ "Dia memberi keputusan di antara mereka," dengan ketetapan hukumNya yang adil dan keputusanNya yang tuntas. ﴾ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "Maka orang-orang yang beriman," kepada Allah dan para RasulNya serta risalah-risalah yang mereka bawa ﴾ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "dan beramal shalih," untuk membuktikan kebenaran keimanan me-reka dengannya ﴾ فِي جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ 56 ﴿ "berada di dalam surga yang penuh dengan kenikmatan." Kenikmatan hati, jiwa dan raga, yang tidak dapat dideskripsikan oleh orang-orang dan tidak mampu ditera-wang oleh akal. ﴾ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ﴿ "Sedangkan orang-orang yang kafir," kepada Allah dan para RasulNya ﴾ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا ﴿ "dan mendustakan ayat-ayat Kami," yang menunjukkan kepada al-haq dan jalan yang benar, maka mereka berpaling darinya atau menentangnya ﴾ فَأُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ عَذَابٞ مُّهِينٞ 57 ﴿ "maka mereka mendapatkan azab yang menghinakan," mereka mendapatkan siksaan yang keras lagi pedih, dan siksaan tersebut sampai ke kalbu-kalbu mereka. Sebagaimana mereka telah menghinakan para RasulNya dan ayat-ayatNya, maka Allah meng-hinakan mereka dengan siksaan.

22:58–59Page 339

وَٱلَّذِينَ هَاجَرُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ ثُمَّ قُتِلُوٓاْ أَوۡ مَاتُواْ لَيَرۡزُقَنَّهُمُ ٱللَّهُ رِزۡقًا حَسَنٗاۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهُوَ خَيۡرُ ٱلرَّٰزِقِينَ ٥٨

And those who emigrated for the cause of Allāh and then were killed or died - Allāh will surely provide for them a good provision. And indeed, it is Allāh who is the best of providers.

لَيُدۡخِلَنَّهُم مُّدۡخَلٗا يَرۡضَوۡنَهُۥۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَعَلِيمٌ حَلِيمٞ ٥٩

He will surely cause them to enter an entrance with which they will be pleased, and indeed, Allāh is Knowing and Forbearing.

"Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka dibunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rizki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah Sebaik-baiknya Pemberi rizki. Sesungguhnya Allah akan memasukkan mereka ke dalam suatu tempat (surga) yang mereka menyukainya. Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun." (Al-Hajj: 58-59).

(58) Ini merupakan berita gembira besar bagi yang me-nempuh perjalanan hijrah di jalan Allah. Dia keluar meninggalkan kampung halaman dan wilayahnya, anak-anak serta harta kekaya-annya dalam rangka menggapai ridha Allah, dan membela agama Allah. Orang ini mesti mendapat pahala dari Allah, baik dia me-ninggal di atas kasurnya atau terbunuh sebagai mujahid di jalan Allah. ﴾ لَيَرۡزُقَنَّهُمُ ٱللَّهُ رِزۡقًا حَسَنٗاۚ ﴿ "Benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rizki yang baik (surga)," di alam Barzakh dan di Hari Kiamat dengan masuk surga yang berisikan rahmat, keindahan, kebaikan, dan kenikmatan hati dan jasmani. Ayat ini juga bisa mengandung pengertian bahwasanya orang yang berhijrah di jalan Allah, sungguh Allah telah menjamin rizkinya di dunia dengan rizki yang melimpah lagi baik. Sama saja, baik Allah mengetahui-nya akan meninggal di atas ranjangnya atau terbunuh di medan laga (mati syahid). Masing-masing akan terjamin rizkinya. Maka, jangan dikira bahwa orang yang pergi meninggalkan kampung halamannya, harta-bendanya (hijrah karena Allah) akan mengalami kemiskinan dan membutuhkan uluran tangan orang. Karena Pem-beri rizkinya adalah sebaik-baik Dzat yang melimpahkan rizki. Sungguh, telah terjadi sebagaimana yang diberitakan. Sesungguh-nya kaum Muhajirin terdahulu, telah meninggalkan kampung halaman, anak keturunan mereka, dan harta-benda mereka demi membela agama Allah. Tidak berapa lama, Allah menaklukkan negeri-negeri bagi mereka dan menjadikan mereka penguasa atas umat manusia. Mereka berhasil menggenggam harta kekayaan negeri-negeri itu. Dengan itu, mereka tergolong orang-orang yang terkaya.

(59) Berdasarkan pernyataan ini, Firman Allah, ﴾ لَيُدۡخِلَنَّهُم مُّدۡخَلٗا يَرۡضَوۡنَهُۥۚ ﴿ "Sesungguhnya Allah akan memasukkan mereka ke dalam suatu tempat (surga) yang mereka menyukainya," baik bermakna Allah menaklukkan negeri-negeri bagi mereka, terutama penaklukan kota Makkah yang dimuliakan. Mereka memasukinya dengan diliputi rasa ridha dan suka cita. Atau yang dimaksudkan adalah rizki di akhirat yang berbentuk masuk ke dalam surga. Sehingga ayat ini memadukan antara dua jenis limpahan rizki; rizki di dunia dan rizki di akhirat. Lafazh (yang dipakai) sejalan dengan seluruh makna ini. Dan maknanya tetap benar. Maka, tidak ada salahnya ditujukan pada semua makna itu. ﴾ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَعَلِيمٌ ﴿ "Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui," segala urusan, yang zahir maupun batin, yang terdahulu dan yang terjadi belakangan ﴾ حَلِيمٞ 59 ﴿ "lagi Maha Penyantun," para makhluk mendurhakaiNya dan menentangNya dengan berbagai macam dosa besar, akan tetapi Dia tidak menye-gerakan siksaan atas mereka, kendatipun sangat mampu melaku-kannya. Justru tetap mencurahkan rizki bagi mereka dan mengu-curkan kebaikan untuk mereka.

22:60Page 339

۞ ذَٰلِكَۖ وَمَنۡ عَاقَبَ بِمِثۡلِ مَا عُوقِبَ بِهِۦ ثُمَّ بُغِيَ عَلَيۡهِ لَيَنصُرَنَّهُ ٱللَّهُۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٞ ٦٠

That [is so]. And whoever responds [to injustice] with the equivalent of that with which he was harmed and then is tyrannized - Allāh will surely aid him. Indeed, Allāh is Pardoning and Forgiving.1

"Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah dia derita, kemudian dia dianiaya (lagi), pasti Allah akan menolongnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun." (Al-Hajj: 60).

(60) Hal demikian ini, karena orang yang ditimpa kejahatan dan penganiayaan, maka dia boleh membalas pelaku dengan ba-lasan serupa. Bila dia melakukan pembalasan itu, maka tidak ada cara untuk menyalahkannya dan ia pun tidak tercela. Jika setelah itu, dia diperlakukan semena-mena lagi, sungguh Allah akan me-nolongnya. Pasalnya, dia seorang yang mazhlum (teraniaya). Maka, dia tidak boleh dianiaya lagi karena dia (hanyalah) meminta haknya dikembalikan secara utuh. Apabila ada seseorang yang membalas orang lain atas ulah buruknya saat dia dizhalimi lagi, niscaya Allah akan menolongnya, maka sosok yang pada dasarnya tidak berusaha balas dendam terhadap siapa pun jika dia menjadi obyek peng-aniayaan dan kejahatan, tentu pertolongan (dari Allah) akan lebih dekat dengannya. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٞ 60 ﴿ "Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun," maksudnya, Allah me-maafkan orang-orang yang berbuat dosa, tidak mempercepat keda-tangan hukuman bagi mereka dan mengampuni dosa-dosa mereka serta menghapuskannya dan menghilangkan dampak-dampaknya dari mereka. Inilah sifat Allah yang selalu menyertai DzatNya dan cara pendekatanNya kepada para makhlukNya dalam semua waktu dengan membuka pintu maaf dan ampunan. Maka sudah sepatutnya kalian wahai orang-orang yang teraniaya lagi ditimpa kejahatan, untuk membuka pintu maaf dan ampunan. Agar Allah memperlakukan kalian sebagaimana sikap kalian memperlakukan sesama. Barangsiapa memaafkan dan mengusahakan perbaikan, maka pahalanya ada di tanggungan Allah.

22:61–62Page 339

ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ يُولِجُ ٱلَّيۡلَ فِي ٱلنَّهَارِ وَيُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِي ٱلَّيۡلِ وَأَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعُۢ بَصِيرٞ ٦١

That1 is because Allāh causes the night to enter the day and causes the day to enter the night and because Allāh is Hearing and Seeing.

ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدۡعُونَ مِن دُونِهِۦ هُوَ ٱلۡبَٰطِلُ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡعَلِيُّ ٱلۡكَبِيرُ ٦٢

That is because Allāh is the True Reality, and that which they call upon other than Him is falsehood, and because Allāh is the Most High, the Grand.

"Yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah (kuasa) memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam, dan bahwasanya Allah Maha Mendengar lagi Maha melihat. (Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dia-lah (Rabb) yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang batil, dan bahwasanya Allah, Dia-lah yang Mahatinggi lagi Mahabesar." (Al-Hajj: 61-62).

(61) Dzat yang menetapkan hukum-hukum yang baik lagi (berorientasi kepada) keadilan, ialah Dzat Yang Mahabaik penge-lolaannya dalam menentukan dan mengatur, yang ﴾ يُولِجُ ٱلَّيۡلَ فِي ٱلنَّهَارِ ﴿ "(kuasa) memasukkan malam ke dalam siang," maksudnya memasukkan ini ke sana dan itu ke sini. Dia mendatangkan malam setelah waktu siang hari dan mendatangkan waktu siang sesudah waktu malam hari. Allah menambahkan perpanjangan durasi pada salah satu waktu tersebut yang mengurangi durasi yang sama dari waktu yang lain, dan sebaliknya. Sebagai akibatnya, muncullah berbagai macam musim, kemaslahatan yang timbul dari pergantian malam dan siang hari, serta kegunaan keberadaan matahari dan bulan yang merupakan sebagian kenikmatan terbesar yang dianu-gerahkan kepada para hambaNya yang mana ia merupakan kebu-tuhan-kebutuhan primer bagi mereka. ﴾ وَأَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعُۢ ﴿ "Dan bahwasanya Allah Maha Mendengar," mendengarkan gemuruh suara-suara dalam berbagai bahasa untuk bermacam-macam permohonan. ﴾ بَصِيرٞ 61 ﴿ "Lagi Maha Melihat," menyaksikan langkah semut hitam yang berada di bawah batu berwarna hitam-pekat di malam hari yang gelap-gulita, sama saja, baik salah seorang di antara kalian yang melirihkan perkataannya dan mengeraskannya dan orang-orang yang tersembunyi di malam hari dan bergerak-gerak di siang hari.

(62) ﴾ ذَٰلِكَ ﴿ "(Kuasa Allah) yang demikian itu," Dzat yang memegang kekuasaan dan menetapkan hukum-hukum ﴾ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "adalah karena sesungguhnya Dia-lah (Rabb) Yang Haq," maksud-nya yang tetap eksis, senantiasa ada dan tidak akan pupus. Allah bernama al-Awwal, yang tidak ada sesuatu pun yang mendahului-Nya. Dia-lah al-Akhir, yang tidak ada sesuatu pun setelahNya, sem-purna dalam nama-nama dan sifat-sifatNya, jujur dalam janjiNya, yang janjiNya benar-benar terjadi, perjumpaan denganNya pasti, agamaNya benar, peribadahan untukNya itulah (pilihan) yang benar, yang akan bermanfaat lagi lestari dalam keabadian. ﴾ وَأَنَّ مَا يَدۡعُونَ مِن دُونِهِۦ ﴿ "Dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah," berupa arca-arca, tandingan-tandingan dari bangsa binatang dan benda-benda mati ﴾ هُوَ ٱلۡبَٰطِلُ ﴿ "itulah yang batil," yang memang keberadaannya merupakan kebatilan dan peribadahan untuknya pun satu bentuk kebatilan. Lantaran ia bertumpu pada benda yang lemah lagi binasa, maka ia menjadi batil pula akibat terpengaruh dengan tujuan dan maksudnya yang batil. ﴾ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡعَلِيُّ ٱلۡكَبِيرُ 62 ﴿ "Dan bahwasanya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar." Yang Mahatinggi dalam DzatNya, Dia Mahatinggi di atas segala makhlukNya, (Mahatinggi) dalam kemuliaanNya. Dia Mahasempurna dalam sifat-sifatNya, (Mahatinggi) dalam (kekuasaanNya), menguasai seluruh makhluk, Mahabesar dalam DzatNya, Nama-nama dan Sifat-sifatNya, yang termasuk petunjuk keagungan dan kebesaranNya, bahwa bumi berada di Genggaman-Nya di Hari Kiamat, langit-langit terlipat-lipat di Tangan kanan-Nya. Dan termasuk tanda kebesaranNya bahwa KursiNya telah memenuhi langit dan bumi. Termasuk pertanda keagungan dan kebesaranNya, bahwa ubun-ubun para hambaNya berada di Tangan-Nya. Tidaklah mereka menjalankan apa pun melainkan tergantung kehendakNya, tidaklah mereka bergerak dan diam melainkan de-ngan iradahNya. Dan hakikat kibriya` (kebesaran) Allah tidak diketa-hui kecuali oleh Allah saja, tidak diketahui oleh malaikat terdekat, nabi yang diutus; yaitu setiap sifat kesempurnaan, kemuliaan, ke-besaran dan keagungan. Sifat-sifat itu melekat pada Allah. Kepemi-likan Allah terhadap sifat-sifat itu, adalah sisi yang paling sempurna dari sifat-sifat itu. Di antara (indikasi) kebesaranNya, bahwasanya seluruh ibadah yang berasal dari penghuni langit dan bumi secara keseluruhan, tujuannya untuk membesar-besarkan, mengagungkan, memuliakan, dan menghormatiNya. Untuk itu, takbir menjadi simbol bagi ibadah-ibadah yang utama seperti shalat dan ibadah lainnya.

22:63–64Page 339

أَلَمۡ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَتُصۡبِحُ ٱلۡأَرۡضُ مُخۡضَرَّةًۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٞ ٦٣

Do you not see that Allāh has sent down rain from the sky and the earth becomes green? Indeed, Allāh is Subtle1 and Aware.2

لَّهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهُوَ ٱلۡغَنِيُّ ٱلۡحَمِيدُ ٦٤

To Him belongs what is in the heavens and what is on the earth. And indeed, Allāh is the Free of need, the Praiseworthy.

"Apakah kamu tiada melihat, bahwasanya Allah menurun-kan air dari langit, lalu jadilah bumi itu hijau. Sesungguhnya Allah Mahahalus lagi Maha Mengetahui. Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Mahakaya lagi Maha Terpuji." (Al-Hajj: 63-64).

(63) Ini adalah himbauan dariNya dan anjuran untuk me-nyaksikan tanda-tanda kekuasaanNya yang menandakan keesaan dan kesempurnaanNya. Allah berfirman, ﴾ أَلَمۡ تَرَ ﴿ "Apakah kamu tidak melihat," maksudnya tidakkah engkau menyaksikan dengan pandanganmu dan mata hatimu ﴾ أَنَّ ٱللَّهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ ﴿ "bahwasa-nya Allah menurunkan air dari langit," yaitu hujan. Ia turun di tanah keras lagi tandus, seluruh sisinya telah tertutupi oleh debu, tanaman dan pepohonan yang berada di atasnya telah mengering sehingga menjadi kehijau-hijauan. Telah terhiasi dengan segala tanaman yang berpasangan lagi menarik. Maka, muncullah panorama yang memikat darinya. Sesungguhnya Dzat yang menghidupkannya setelah kematian dan kegersangannya adalah Dzat yang benar-benar berkuasa menghidupkan orang-orang yang mati pasca peru-bahan mereka menjadi debu-debu. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٞ 63 ﴿ "Sesungguh-nya Allah Mahahalus lagi Maha Mengetahui," yang mengetahui kan-dungan-kandungan segala sesuatu yang tersembunyi, rinciannya dan rahasia-rahasianya yang mendatangkan kebaikan kepada para hambaNya, mengenyahkan kejelekan dari mereka melalui cara-cara yang lembut yang tidak terdeteksi oleh manusia. Di antara tanda kelembutanNya bahwa Allah memperlihatkan kekuatanNya saat melakukan pembalasan (kepada para hambaNya yang durhaka), dan kesempurnaan kekuasaanNya, selanjutnya mempertontonkan kelembutanNya setelah seorang hamba merasa berada di ujung kebinasaan. Tanda kelembutan Allah (lainnya) bahwa Dia menge-tahui tempat-tempat sumber hujan di bumi ini dan benih-benih yang tertanam di dalamnya. Maka Dia mengarahkan air ke tempat benih-benih itu yang tidak terjangkau oleh makhluk-makhluk. Dari situ, tumbuhlah berbagai macam tumbuh-tumbuhan. ﴾ خَبِيرٞ ﴿ "Maha Mengetahui," rahasia-rahasia dari berbagai perkara, misteri-misteri hati dan teka-teki permasalahan-permasalahan.

(64) ﴾ لَّهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ ﴿ "Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit," dan (apa yang ada) di bumi sebagai makhluk ciptaan dan hambaNya. Allah menetapkan apa saja pada mereka dengan ke-kuasaan, hikmah, dan kesempurnaan kemampuanNya. Tidak ada seorang pun yang memiliki wewenang pengaturan sedikit pun. ﴾ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهُوَ ٱلۡغَنِيُّ ﴿ "Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha-kaya," dengan DzatNya, yang mempunyai kekayaan mutlak lagi sempurna dari segala sisi. Pertanda kekayaanNya bahwa Dia tidak memerlukan (bantuan) siapa pun dari makhlukNya, tidak meng-angkat mereka sebagai pembela karena kehinaan, dan tidak ingin terlihat banyak dalam pandangan mereka karena memiliki sedikit (miskin). Di antara bukti kekayaanNya, Allah tidak memiliki istri dan anak. Termasuk tanda kekayaanNya, bahwa Allah adalah tempat bergantung, tidak makan dan tidak minum, dan tidak mem-butuhkan seperti apa yang dibutuhkan oleh makhluk dari sisi apa pun. Dia-lah yang memberikan makanan, tanpa diberi makan (oleh siapa pun). Di antara kekayaanNya bahwa seluruh makhluk mem-butuhkanNya dalam penciptaan, perkembangan dan dukungan serta dalam masalah agama dan duniawi mereka. Termasuk tanda kekayaanNya bahwa andai seluruh penghuni langit dan bumi, baik yang masih hidup ataupun yang sudah mati berada di satu tanah lapang, masing-masing memanjatkan permohonan apa yang mereka angan-angankan, kemudian Allah memberi mereka lebih dari apa yang mereka harapkan, maka ini tidak mengurangi kekuasaanNya sedikit pun. Tanda kekayaanNya yang lain bahwa Tangan Allah selalu terbuka dengan kebaikan dan keberkahan, malam dan siang hari. Kemurahan Allah senantiasa tercurah pada makhluk-makhluk. Pertanda kekayaan dan kemurahanNya adalah sesuatu yang Dia sediakan di tempat kemuliaanNya (surga) berupa kenikmatan-ke-nikmatan yang tidak pernah terlihat oleh pandangan mata, belum terdengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik di hati orang. ﴾ ٱلۡحَمِيدُ ﴿ "Lagi Maha Terpuji," yang terpuji pada DzatNya, nama-nama dan sifat-sifatNya, karena nama-namaNya mengan-dung keindahan dan sifat-sifatNya seluruhnya merupakan kesem-purnaan, dan (terpuji) pada perbuatan-perbuatanNya, karena ber-poros pada keadilan, curahan kebaikan dan rahmat serta hikmah. Dan (terpuji) karena aturan syariatNya, lantaran tidaklah Dia me-merintahkan melainkan perkara yang mengandung kemaslahatan murni atau yang dominan kebaikannya, dan tidaklah dia menge-luarkan larangan melainkan pasti karena sesuatu yang berisi keru-sakan total atau dominan unsur kerusakannya. BagiNya pujian yang memenuhi tempat-tempat di langit dan bumi, dan tempat yang terletak antara keduanya dan tempat-tempat lain yang dike-hendaki olehNya, yang bentuk pujian-pujian bagiNya tidak dapat dihitung oleh para hambaNya. Akan tetapi Dia sesuai dengan pujian yang Dia sampaikan untuk DiriNya dan lebih tinggi dari sanjungan yang diungkapkan oleh para hambaNya. Dia terpuji atas pemberian taufik kepada orang-orang yang Allah limpahi kemudahan, dan (terpuji) atas penetapan kesesatan bagi orang yang Allah terlantarkan. Dia Mahakaya pada sanjunganNya dan Yang Maha Terpuji pada kekayaanNya.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском