Al-Mukhtasar · Tafsir · in Indonesian
العلق
Al-'Alaq
The Clot · Meccan · 19 ayahs
Bacalah -wahai Rasul- apa yang diwahyukan Allah kepadamu, dimulai dengan membaca nama Tuhanmu yang telah menciptakan seluruh makhluk.
Dia telah menciptakan manusia dari sepotong darah padat setelah sebelumnya berupa air mani.
Bacalah -wahai Rasul- apa yang diwahyukan Allah kepadamu dan Tuhanmu Mahamulia yang tidak ada kemuliaan yang mendekati kemuliaan-Nya, Dia telah berbuat banyak derma dan kebaikan.
Dialah yang telah mengajarkan tulisan dan cara menulis dengan pena.
Dia mengajari manusia apa-apa yang sebelumnya tidak diketahuinya.
Sungguh, orang yang jahat semisal Abu Jahal telah melampaui batas dalam melanggar batasan-batasan Allah.
Hal itu karena ia melihat dirinya telah merasa cukup dengan martabat dan harta yang dimilikinya.
Sesungguhnya kepada Tuhanmu -wahai manusia- tempat kembali di hari Kiamat, lalu Allah membalas masing-masing sesuai dengan bagiannya.
Apakah kamu melihat perkara yang lebih aneh dari perkara Abu Jahal yang melarang
hamba Kami, Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, ketika dia melakukan salat di sisi Kakbah?!
Bagaimana pendapatmu apabila orang yang dilarang ini ternyata berada di atas petunjuk dan ilmu dari Tuhannya?!
Atau ternyata dia memerintahkan manusia untuk bertakwa kepada Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, apakah orang yang seperti ini harus dilarang?!
Bagaimana pendapatmu apabila orang yang melarang ini ternyata mendustakan apa yang dibawa oleh Rasul dan berpaling darinya, tidakkah ia takut kepada Allah?
Tidakkah orang yang melarang seorang hamba dari salat ini tahu bahwa Allah melihat perbuatannya karena tidak ada sedikit pun yang tersembunyi dari-Nya?!
96:15Page 597
كـَلَّا لَئِن لَّمۡ يَنتَهِ لَنَسۡفَعَۢا بِٱلنَّاصِيَةِ ١٥
No! If he does not desist, We will surely drag him by the forelock1 –
Kenyataannya tidak seperti apa yang dibayangkan oleh orang bodoh ini, jika ia tidak berhenti menyakiti hamba-Ku dan mendustakannya, niscaya Kami seret ubun-ubun kepalanya dengan paksa menuju neraka.
Pemilik ubun-ubun itu dusta dalam ucapan dan salah dalam perbuatan.
Sebab itu -ketika Kami tarik ubun-ubun kepalanya menuju neraka- hendaknya ia memanggil teman-temannya dan anggota kelompoknya agar ia meminta pertolongan kepada mereka untuk menyelamatkannya dari siksa.
Kami akan memanggil para malaikat penjaga neraka Jahanam yang kasar, yang tidak pernah mendurhakai perintah Allah terhadap mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan kepada mereka. Lalu hendaknya ia melihat, mana dari kedua golongan ini yang lebih kuat dan lebih kuasa.
96:19Page 597
كـَلَّا لَا تُطِعۡهُ وَٱسۡجُدۡۤ وَٱقۡتَرِب۩ ١٩
No! Do not obey him. But prostrate and draw near [to Allāh].
Perkaranya tidak sebagaimana yang dikira oleh orang yang zalim ini bahwa ia bisa menimpakan keburukan kepadamu. Oleh sebab itu, janganlah engkau menaati perintah ataupun larangannya, bersujudlah kepada Allah, dan mendekatlah kepada-Nya dengan ketaatan, sesungguhnya ketaatan itu mendekatkanmu kepada-Nya.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences