Ас-СаадиАль Имран · 3:1–28

Ас-Саади · Тафсир · на индонезийском

آل عمران

Аль Имран

Семейство Имрана · Мединская · 200 аятов

3:1–6Страница 50

الٓمٓ ١

Алиф. Лам. Мим.

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَيُّ ٱلۡقَيُّومُ ٢

Аллах - нет божества, кроме Него, Живого, Вседержителя.

نَزَّلَ عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ بِٱلۡحَقِّ مُصَدِّقٗا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَأَنزَلَ ٱلتَّوۡرَىٰةَ وَٱلۡإِنجِيلَ ٣

Он ниспослал тебе Писание с истиной в подтверждение того, что было до него. Он ниспослал Таурат (Тору) и Инджил (Евангелие),

مِن قَبۡلُ هُدٗى لِّلنَّاسِ وَأَنزَلَ ٱلۡفُرۡقَانَۗ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ لَهُمۡ عَذَابٞ شَدِيدٞۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٞ ذُو ٱنتِقَامٍ ٤

которые прежде были руководством для людей. Он также ниспослал Различение (Коран). Воистину, тем, кто не верует в знамения Аллаха, уготованы тяжкие мучения, ведь Аллах - Могущественный, Способный на возмездие.

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَخۡفَىٰ عَلَيۡهِ شَيۡءٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِي ٱلسَّمَآءِ ٥

Воистину, ничто не скроется от Аллаха ни на земле, ни на небесах.

هُوَ ٱلَّذِي يُصَوِّرُكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡحَامِ كَيۡفَ يَشَآءُۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ٦

Он - Тот, Кто придает вам в утробах такой облик, какой пожелает. Нет божества, кроме Него, Могущественного, Мудрого.

"Alif lam mim. Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disem-bah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhlukNya). Dia menurunkan al-Kitab (al-Qur`an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil, sebelum (al-Qur`an), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan al-Furqan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat dan Allah Mahaperkasa lagi mempunyai pembalasan (siksa). Sesungguhnya bagi Allah, tidak ada satu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit. Dia-lah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dike-hendakiNya. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (Ali Imran: 1-6).

Madaniyah

(1) ﴾ الٓمٓ ﴿ "Alif lam mim" adalah di antara huruf-huruf yang tidak ada yang mengetahui maknanya kecuali Allah.

(2) Allah memberitakan bahwa Dia ﴾ ٱلۡحَيُّ ﴿ "Hidup kekal" yakni hidup yang sempurna, ﴾ ٱلۡقَيُّومُ ﴿ "Terus menerus mengurus makhluk-Nya," yang melakukannya sendiri dan mengurus segala kondisi makhlukNya, di mana Allah telah mengurus kondisi agama, kondisi dunia, dan kondisi takdir-takdir mereka, lalu Allah menurunkan kepada RasulNya, Muhammad ﷺ al-Kitab dengan kebenaran, yang tidak ada keraguan padanya, dan kitab itu mencakup kebenaran.

(3-4) ﴾ مُصَدِّقٗا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ ﴿ "Membenarkan kitab yang telah diturun-kan sebelumnya" dari kitab-kitab suci, artinya, kitab ini mempersak-sikan apa yang dipersaksikan oleh kitab-kitab tersebut, dan mem-benarkan para Rasul yang membawa kitab-kitab tersebut. Demikian juga, ﴾ وَأَنزَلَ ٱلتَّوۡرَىٰةَ وَٱلۡإِنجِيلَ 3 مِن قَبۡلُ ﴿ "dan menurunkan Taurat dan Injil sebe-lum (al-Qur`an)," yakni kitab Allah ini, ﴾ هُدٗى لِّلنَّاسِ ﴿ "menjadi petunjuk bagi manusia," dan Allah menyempurnakan risalah dan menutup-nya dengan Nabi Muhammad ﷺ dan kitabnya yang agung, yang dengannya Allah memberikan petunjukNya kepada makhluk dari kesesatan dan menyelamatkan mereka dari kebodohan, dan dengan-nya Allah memisahkan antara kebenaran dan kebatilan, kebaha-giaan dan kesengsaraan, jalan yang lurus (ke surga) dan jalan ke neraka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya dan meng-ambil petunjuk niscaya mereka akan memperoleh kebaikan yang melimpah dan pahala yang segera maupun yang tertunda, dan ﴾ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ ﴿ "orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah" yang telah dijelaskan oleh Allah dalam KitabNya dan melalui lisan RasulNya, ﴾ لَهُمۡ عَذَابٞ شَدِيدٞۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٞ ذُو ٱنتِقَامٍ ﴿ "akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Mahaperkasa lagi mempunyai pembalasan (siksa)" bagi orang-orang yang maksiat kepadaNya.

(5-6) Dan di antara kesempurnaan pengaturanNya (atas hamba-hambaNya) تعالى adalah bahwa ilmuNya meliputi seluruh makhluk, ﴾ لَا يَخۡفَىٰ عَلَيۡهِ شَيۡءٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِي ٱلسَّمَآءِ ﴿ "bagi Allah tidak ada satu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit," hingga apa yang ada di dalam perut wanita-wanita hamil, Allah-l a h ﴾ ٱلَّذِي يُصَوِّرُكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡحَامِ كَيۡفَ يَشَآءُۚ ﴿ "yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dike-hendakiNya," berupa laki-laki, wanita, bentuk yang sempurna, ben-tuk yang cacat, yang selalu berganti dalam tahapan pembentukan-Nya dan keindahan hikmahNya. Oleh karena Dia-lah Dzat yang seperti ini terhadap hamba-hambaNya dan perhatianNya yang besar terhadap kondisi mereka dari permulaan ketika Dia mencip-takan mereka hingga akhir dari perkara mereka, tidak ada sekutu bagiNya dalam semua itu, maka menjadi jelaslah bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Dia, ﴾ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Mahaperkasa," Yang me-nguasai segala makhluk dengan kekuatanNya, dan Perkasa dari sifat kekurangan atau dari sifat tercela, ﴾ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "lagi Mahabijaksana" dalam penciptaan dan syariatNya.

3:7–8Страница 50

هُوَ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ مِنۡهُ ءَايَٰتٞ مُّحۡكَمَٰتٌ هُنَّ أُمُّ ٱلۡكِتَٰبِ وَأُخَرُ مُتَشَٰبِهَٰتٞۖ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمۡ زَيۡغٞ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَٰبَهَ مِنۡهُ ٱبۡتِغَآءَ ٱلۡفِتۡنَةِ وَٱبۡتِغَآءَ تَأۡوِيلِهِۦۖ وَمَا يَعۡلَمُ تَأۡوِيلَهُۥٓ إِلَّا ٱللَّهُۗ وَٱلرَّٰسِخُونَ فِي ٱلۡعِلۡمِ يَقُولُونَ ءَامَنَّا بِهِۦ كُلّٞ مِّنۡ عِندِ رَبِّنَاۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٧

Он - Тот, Кто ниспослал тебе Писание, в котором есть ясно изложенные аяты, составляющие мать Писания, а также другие аяты, являющиеся иносказательными. Те, чьи сердца уклоняются в сторону, следуют за иносказательными аятами, желая посеять смуту и добиться толкования, хотя толкования этого не знает никто, кроме Аллаха. А обладающие основательными знаниями говорят: «Мы уверовали в него (в Коран). Все это - от нашего Господа». Но поминают назидание только обладающие разумом.

رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوبَنَا بَعۡدَ إِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةًۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ ٨

Господь наш! Не уклоняй наши сердца в сторону после того, как Ты наставил нас на прямой путь, и даруй нам милость от Себя, ведь Ты - Дарующий!

"Dia-lah yang menurunkan al-Kitab (al-Qur`an) kepadamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi al-Qur`an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat. Ada-pun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat dari padanya untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya me-lainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata, 'Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.' Dan tidak dapat mengambil pelajaran (dari padanya) melainkan orang-orang yang berakal. (Mereka berdoa), 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisiMu; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)'." (Ali Imran: 7-8).

(7) Allah تعالى memberitakan tentang keagunganNya dan ke-sempurnaan pengaturanNya, yakni bahwa Dia-lah yang Esa yang menurunkan kitab yang agung ini, yang tidak ditemukan dan tidak akan ditemukan tandingannya dan semisalnya dalam petunjuk, keindahan bahasa, kemukjizatan, dan kebaikannya bagi makhluk. Dan bahwasanya kitab ini mencakup yang muhkam, yakni yang jelas sekali artinya, yang terang, yang tidak samar tentangnya, dan juga mencakup ayat-ayat mutasyabihat yang mengandung beberapa arti yang tidak ada satu pun dari arti-arti itu yang lebih kuat kalau hanya berpegang dengan ayat tersebut hingga disatukan kepada ayat yang muhkam. Orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit, penyimpangan dan penyelewengan karena niat mereka yang buruk justru mengikuti ayat-ayat yang mutasyabih tersebut. Mereka meng-ambilnya sebagai dalil demi memperkuat tulisan-tulisan mereka yang batil dan pemikiran-pemikiran mereka yang palsu, hanya untuk mengobarkan fitnah dan penyimpangan terhadap kitabullah, serta menjadikannya sebagai tafsiran untuknya sesuai dengan jalan dan madzhab mereka yang akhirnya mereka itu tersesat dan menyesatkan orang lain. Adapun orang-orang yang berilmu lagi mendalam ilmunya yang ilmu dan keyakinan telah mencapai hati mereka, lalu mem-buahkan bagi mereka perbuatan dan pengetahuan, maka mereka ini mengetahui bahwa al-Qur`an itu semuanya dari sisi Allah, dan bahwa semua yang ada di dalamnya adalah haq, baik yang muta-syabih maupun yang muhkam, dan bahwasanya yang haq itu tidak akan saling bertentangan dan tidak saling berbeda. Dan karena mereka mengetahui dengan jelas bahwa ayat-ayat yang muhkam mengandung makna yang tegas dan jelas, maka mereka mengem-balikan ayat-ayat mustasyabih yang sering menimbulkan kebingung-an bagi orang-orang yang kurang ilmu dan pengetahuan, kepada yang muhkam. Mereka mengembalikan ayat-ayat yang mutasyabih kepada ayat-ayat yang muhkam hingga akhirnya seluruhnya menjadi muhkam dan mereka berkata, ﴾ ءَامَنَّا بِهِۦ كُلّٞ مِّنۡ عِندِ رَبِّنَاۗ وَمَا يَذَّكَّرُ ﴿ "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." ﴾ وَمَا يَذَّكَّرُ ﴿ "Dan tidak dapat mengambil pelajaran, (dari padanya)," yakni perkara-perkara yang bermanfaat dan ilmu pengetahuan yang mendalam, ﴾ إِلَّآ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ﴿ "melainkan orang-orang yang berakal," yakni orang-orang yang memiliki akal yang cerdas. Dalam ayat ini terdapat dalil yang menunjukkan bahwa sikap ini adalah tanda orang-orang yang berakal, dan bahwa mengikuti ayat-ayat yang mutasyabih adalah sifat orang-orang yang pemikiran-nya sakit, akalnya rendah, dan tujuan-tujuannya yang buruk. Dan FirmanNya, ﴾ وَمَا يَعۡلَمُ تَأۡوِيلَهُۥٓ إِلَّا ٱللَّهُۗ ﴿ "Padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah," apabila yang dimaksud dari takwil itu adalah pengetahuan tentang akibat dari suatu perkara, hasilnya, serta mengarah kepadanya, maka wajiblah berpatokan dengan, ﴾ إِلَّا ٱللَّهُۗ ﴿ "melainkan Allah;" di mana hanya Allah saja yang melakukan takwil dengan makna tersebut. Namun apabila takwil tersebut dimaksudkan dengan makna tafsir dan ilmu tentang arti dari perkataan tersebut, maka yang lebih baik adalah menyam-bung dengan kalimat sebelumnya, hingga hal ini menjadi sebuah pujian terhadap orang-orang yang ilmunya mendalam, yaitu bah-wasanya mereka mengetahui bagaimana menempatkan nash-nash al-Qur`an dan as-Sunnah, baik yang muhkamnya maupun yang mutasyabihnya. Dan ketika konteksnya adalah tentang perpecahan orang-orang (sehingga) ada yang menyimpang dan ada yang istiqamah, maka mereka berdoa kepada Allah تعالى agar menetapkan mereka di atas keimanan seraya berkata,

(8) ﴾ رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوبَنَا ﴿ "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan," maksudnya, janganlah Engkau menyimpangkan hati kami dari kebenaran kepada kebatilan, ﴾ بَعۡدَ إِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةًۚ ﴿ "sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan ka-runiakanlah kepada kami rahmat dari sisiMu" yang dengannya akan baik segala kondisi kami, ﴾ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ ﴿ "karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)," yakni, karunia dan pemberian yang banyak. Ayat ini patut menjadi sebuah contoh metode yang harus ditempuh dalam memahami ayat-ayat mutasyabih, yaitu bahwasanya Allah تعالى menyebutkan tentang orang-orang yang ilmunya mendalam di mana mereka berdoa kepadaNya agar Allah tidak menjadikan hati-hati mereka condong setelah Dia memberi petunjuk kepada mereka. Dan Allah telah memberitakan pada ayat-ayat yang lain tentang sebab-sebab dari condongnya hati orang-orang yang me-nyimpang tersebut yaitu bahwa hal itu disebabkan oleh perbuatan mereka sendiri, seperti FirmanNya, ﴾ فَلَمَّا زَاغُوٓاْ أَزَاغَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُمۡۚ ﴿ "Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memaling-kan hati mereka." (Ash-Shaf: 5), dan FirmanNya, ﴾ ثُمَّ ٱنصَرَفُواْۚ صَرَفَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُم ﴿ "Sesudah itu mereka pun pergi. Allah telah memalingkan hati me-reka." (At-Taubah: 127), dan juga FirmanNya, ﴾ وَنُقَلِّبُ أَفۡـِٔدَتَهُمۡ وَأَبۡصَٰرَهُمۡ كَمَا لَمۡ يُؤۡمِنُواْ بِهِۦٓ أَوَّلَ مَرَّةٖ ﴿ "Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (al-Qur`an) pada per-mulaannya." (Al-An'am: 110). Dan seorang hamba bila berpaling dari Rabbnya dan men-cintai musuhNya, ia mengetahui kebenaran namun ia berpaling darinya dan mengetahui kebatilan namun memilihnya, maka Allah palingkan ia kepada sesuatu yang ia berpaling kepadanya, dan Allah condongkan hatinya sebagai suatu hukuman baginya atas kecondongannya tersebut, dan tidaklah Allah menganiaya dirinya akan tetapi ia telah menganiaya dirinya sendiri, maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri yang memerintahkan kepada ke-burukan, wallahu a'lam.

3:9Страница 50

رَبَّنَآ إِنَّكَ جَامِعُ ٱلنَّاسِ لِيَوۡمٖ لَّا رَيۡبَ فِيهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ ٩

Господь наш! Ты соберешь людей в день, в котором нет сомнения. Воистину, Аллах не нарушает обещания.

"Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan ma-nusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada kera-guan padanya. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji." (Ali Imran: 9).

(9) Ayat ini adalah penyempurna perkataan orang-orang yang mendalam ilmunya, yaitu mengandung kepercayaan terhadap kebangkitan, pembalasan dan keyakinan yang sempurna, dan bah-wasanya Allah pasti menunaikan janjiNya. Dan itu semua meng-haruskan adanya amal dan persiapan untuk menghadapi hari ter-sebut, karena beriman kepada Hari Kebangkitan adalah asas dari kebaikan hati, dasar dari keinginan kepada kebaikan dan kekha-watiran dari kejahatan, di mana kedua hal itu adalah pondasi dari segala kebajikan.

3:10–11Страница 51

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَن تُغۡنِيَ عَنۡهُمۡ أَمۡوَٰلُهُمۡ وَلَآ أَوۡلَٰدُهُم مِّنَ ٱللَّهِ شَيۡـٔٗاۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمۡ وَقُودُ ٱلنَّارِ ١٠

Ни богатство, ни дети ничем не помогут перед Аллахом тем, кто не уверовал. Они являются растопкой для Огня.

كَدَأۡبِ ءَالِ فِرۡعَوۡنَ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۚ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا فَأَخَذَهُمُ ٱللَّهُ بِذُنُوبِهِمۡۗ وَٱللَّهُ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ١١

Таким же образом вели себя сородичи Фараона и те, которые жили до них. Они сочли ложью Наши знамения, и Аллах схватил их за грехи, ведь Аллах суров в наказании.

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka. (Ke-adaan mereka) adalah seperti keadaan kaum Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya; mereka mendustakan ayat-ayat Kami; karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan Allah sangat keras siksaNya." (Ali Imran: 10-11).

(10-11) Setelah Allah menyebutkan tentang Hari Kiamat, Allah memberitakan tentang semua orang-orang yang mengingkari Allah dan mendustakan para Rasul Allah, bahwa mereka pasti akan masuk ke dalam neraka dan tersiksa di dalamnya, dan bahwa harta dan anak-anak mereka tidak berguna bagi mereka sama sekali dari siksa Allah تعالى, dan bahwasanya Allah akan menimpakan atas mereka hukuman-hukuman dan siksaan-siksaan di dunia sebagai-mana yang ditimpakan kepada Fir'aun dan seluruh umat yang mendustakan ayat-ayat Allah. ﴾ فَأَخَذَهُمُ ٱللَّهُ بِذُنُوبِهِمۡۗ ﴿ "Karena itu Allah me-nyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka." Dan Allah menyegerakan atas mereka siksaan-siksaan dunia yang berlanjut hingga siksaan-siksaan akhirat, ﴾ وَٱللَّهُ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ﴿ "Dan Allah sangat keras siksaNya." Maka janganlah kalian meremehkan siksaan Allah hingga kalian akan merasa biasa hidup di atas keku-furan dan sikap mendustakan.

3:12–13Страница 51

قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ سَتُغۡلَبُونَ وَتُحۡشَرُونَ إِلَىٰ جَهَنَّمَۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ ١٢

Скажи тем, которые не уверовали: «Вы будете побеждены и собраны в Геенне. Как же скверно это ложе!».

قَدۡ كَانَ لَكُمۡ ءَايَةٞ فِي فِئَتَيۡنِ ٱلۡتَقَتَاۖ فِئَةٞ تُقَٰتِلُ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَأُخۡرَىٰ كَافِرَةٞ يَرَوۡنَهُم مِّثۡلَيۡهِمۡ رَأۡيَ ٱلۡعَيۡنِۚ وَٱللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصۡرِهِۦ مَن يَشَآءُۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبۡرَةٗ لِّأُوْلِي ٱلۡأَبۡصَٰرِ ١٣

Знамением для вас стали две армии при Бадре: одна армия сражалась на пути Аллаха, другая же состояла из неверующих. Своими глазами они увидели, что неверующие вдвое превышают их числом. Аллах оказывает поддержку тому, кому пожелает. Воистину, в этом есть назидание для обладающих зрением.

"Katakanlah kepada orang-orang yang kafir, 'Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam Neraka Jahanam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya.' Sesungguh-nya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir, yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang Muslim dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuanNya siapa yang dikehendakiNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati." (Ali Imran: 12-13).

(12-13) Ayat ini merupakan informasi dan kabar gembira bagi kaum Mukminin, dan ancaman bagi orang-orang kafir, yakni bahwasanya mereka akan dikalahkan di dunia ini. Dan terbukti benar telah terjadi sesuai dengan yang Allah kabarkan, di mana mereka telah dikalahkan dengan kekalahan yang tidak ada tan-dingan dan tidak ada yang setara dengannya. Allah تعالى menjadikan apa yang terjadi dalam peperangan Badar sebagai tanda-tandaNya yang menunjukkan atas kebenaran RasulNya, dan bahwa beliau berada di atas kebenaran sedangkan musuh-musuhnya berada di atas kebatilan, di mana kedua pasukan bertemu dengan jumlah pasukan kaum Muslimin yang hanya mencapai tiga ratus sekian belas orang ditambah dengan peralatan yang sedikit, dan pasukan kaum kafir yang mencapai seribu orang ditambah dengan persiap-an mereka yang sempurna dalam persenjataan dan lain-lainnya. Namun Allah membela kaum Mukminin dengan pertolonganNya hingga mereka mampu mengalahkan kaum kafir dengan izin Allah. Ayat ini mengandung pelajaran bagi orang-orang yang memi-liki mata hati, bahwa sekiranya ini bukan kebenaran yang apabila menghadapi kebatilan pasti akan melenyapkan dan merendahkan-nya, maka pastilah, jika diukur dari sebab-sebab yang kongkret, kenyataannya akan terbalik.

3:14–15Страница 51

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلۡبَنِينَ وَٱلۡقَنَٰطِيرِ ٱلۡمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلۡفِضَّةِ وَٱلۡخَيۡلِ ٱلۡمُسَوَّمَةِ وَٱلۡأَنۡعَٰمِ وَٱلۡحَرۡثِۗ ذَٰلِكَ مَتَٰعُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسۡنُ ٱلۡمَـَٔابِ ١٤

Приукрашена для людей любовь к удовольствиям, доставляемым женщинами, сыновьями, накопленными кантарами золота и серебра, прекрасными конями, скотиной и нивами. Таково преходящее удовольствие мирской жизни, но у Аллаха есть лучшее место возвращения.

۞ قُلۡ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيۡرٖ مِّن ذَٰلِكُمۡۖ لِلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ عِندَ رَبِّهِمۡ جَنَّٰتٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا وَأَزۡوَٰجٞ مُّطَهَّرَةٞ وَرِضۡوَٰنٞ مِّنَ ٱللَّهِۗ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِٱلۡعِبَادِ ١٥

Скажи: «Рассказать ли вам о том, что лучше этого? Для тех, кто богобоязнен, у Господа есть Райские сады, в которых текут реки, и в которых они пребудут вечно, а также очищенные супруги и довольство от Аллаха». Аллах видит рабов,

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan ke-pada apa-apa yang diingini, berupa wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). Katakanlah, 'Maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?' Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (me-reka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya." (Ali Imran: 14-15).

(14) Allah تعالى mengabarkan dalam dua ayat ini tentang kondisi manusia ketika mendahulukan dunia atas akhirat, lalu Allah menjelaskan perbedaan yang besar dan ketidaksamaan antara kedua alam tersebut, di mana Allah mengabarkan bahwa manusia dihiasi dengan perkara-perkara tersebut hingga mereka meliriknya dengan mata mereka, dan mereka ilusikan manisnya dalam hati mereka, jiwa-jiwa mereka terbuai dalam kenikmatan-kenikmatannya. Dan setiap kelompok dari manusia itu condong kepada salah satu jenis dari jenis-jenis kenikmatan tersebut, yang sebenarnya mereka telah menjadikannya sebagai cita-cita terbesar mereka dan puncak dari pengetahuan mereka. Padahal itu semua hanyalah kenikmatan yang sedikit yang akan lenyap dalam waktu yang sekejap, maka itulah ﴾ مَتَٰعُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسۡنُ ٱلۡمَـَٔابِ ﴿ "kese-nangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)."

(15) Kemudian Allah تعالى memberitakan tentang hal itu yaitu bahwasanya orang-orang yang bertakwa kepada Allah yang menegakkan penghambaan hanya kepadaNya, maka bagi mereka kesenangan yang lebih baik dari semua kenikmatan itu. Mereka akan mendapatkan berbagai bentuk kebaikan dan kenikmatan yang abadi yang belum pernah dilihat oleh mata, tidak pernah di-dengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dalam benak seorang manusia pun. Dan bagi mereka keridhaan Allah yang merupakan perkara yang paling agung dari segala sesuatu, bagi mereka istri-istri yang suci dari segala kekurangan dan cacat, akhlak mereka baik, bentuk mereka sangat sempurna, karena peniadaan itu ber-konsekuensi kepada hal yang bertentangan dengannya, oleh karena itu kesuciannya dari kekurangan menunjukkan kepada kesempur-naannya. ﴾ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِٱلۡعِبَادِ ﴿ "Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya," maka Allah memudahkan setiap orang itu kepada apa yang telah diciptakan untuknya. Orang-orang yang bahagia, Allah me-mudahkan mereka dalam beramal untuk negeri yang abadi ter-sebut dan mereka menjadikan kehidupan dunia ini dan segala hal yang ada padanya untuk membantunya dalam beribadah kepada Allah dan taat kepadaNya. Sedangkan orang-orang yang sengsara dan yang berpaling, Allah membiarkan mereka melakukan per-buatan orang-orang yang sengsara dan mereka ridha terhadap kehidupan dunia, senang padanya, serta mereka menjadikannya sebagai tempat menetap mereka.

3:16–17Страница 52

ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَآ إِنَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ ١٦

которые говорят: «Господь наш! Воистину, мы уверовали. Прости же нам наши грехи и защити нас от мучений в Огне».

ٱلصَّٰبِرِينَ وَٱلصَّٰدِقِينَ وَٱلۡقَٰنِتِينَ وَٱلۡمُنفِقِينَ وَٱلۡمُسۡتَغۡفِرِينَ بِٱلۡأَسۡحَارِ ١٧

Они терпеливы, правдивы, смиренны, делают пожертвования и просят прощения перед рассветом.

"(Yaitu) orang-orang yang berdoa, 'Ya Tuhan kami, sesung-guhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,' (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur." (Ali Imran: 16-17).

(16) Maksudnya, orang-orang yang ilmunya mendalam itu adalah ulama dan ahli iman, di mana mereka bertawassul dengan keimanan mereka itu kepada Tuhan mereka demi meraih ampunan atas dosa-dosa mereka dan pemeliharaan mereka dari siksa neraka. Hal-hal yang seperti ini adalah di antara sarana yang dicintai oleh Allah dari seorang hamba yang bertawassul kepada Tuhannya dengan apa yang telah Dia karuniakan kepada hamba tersebut berupa keimanan dan amal-amal shalih hingga penyempurnaan kenikmatan atas dirinya yaitu dengan memperoleh pahala yang sempurna dan penghindaran dari siksaan.

(17) Lalu Allah menyifati mereka dengan sebaik-baik sifat yaitu, dengan kesabaran, yang artinya adalah pengendalian diri berdasarkan perkara yang dicintai oleh Allah demi mengharap ke-ridhaanNya, mereka bersabar atas ketaatan kepada Allah, bersabar dalam meninggalkan maksiat kepadaNya dan bersabar atas takdir-takdir Allah yang menyakitkan, dan bersabar dengan sifat jujur dalam segala perkataan maupun kondisi yaitu kesesuaian antara lahir maupun batin, tekad yang benar dalam menempuh jalan yang lurus, dan dengan sifat patuh yang artinya ketaatan yang terus menerus disertai dengan kekhusyu'an dan ketundukan, juga de-ngan memberi nafkah pada jalan-jalan kebajikan, kepada para fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan, dan dengan permo-honan ampunan khususnya di waktu sepertiga malam yang ter-akhir, karena mereka memanjangkan shalat mereka hingga waktu sahur lalu mereka tetap dalam hal itu seraya memohon ampun kepada Allah تعالى.

3:18Страница 52

شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَأُوْلُواْ ٱلۡعِلۡمِ قَآئِمَۢا بِٱلۡقِسۡطِۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ١٨

Аллах засвидетельствовал, что нет божества, кроме Него, а также ангелы и обладающие знанием. Он поддерживает справедливость. Нет божества, кроме Него, Могущественного, Мудрого.

"Allah menyatakan bahwasanya tidak ada tuhan (yang ber-hak disembah) melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang me-negakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijak-sana." (Ali Imran: 18).

(18) Ini adalah persaksian paling mulia yang bersumber dari Raja Yang Mahaagung, dan dari para malaikat serta orang-orang yang berilmu, atas suatu perkara yang paling mulia yang disaksi-kan yaitu pengesaan Allah dan penegakanNya akan keadilan. Itu semua mengandung persaksian atas seluruh Syariat dan seluruh hukum-hukum pembalasan, karena syariat dan ajaran itu dasar dan pondasinya adalah tauhidullah dan pengesaanNya dengan ibadah dan pengakuan akan keesaanNya dalam sifat-sifat keagungan, kesombongan, kebesaran, keperkasaan, kuasa dan kemuliaan, juga dengan sifat kedermawanan, kebajikan, kasih sayang, perbuatan baik, keindahan, dan dengan kesempurnaanNya yang mutlak yang tidak dapat dihitung oleh seorang pun dari makhluk untuk meliputi sedikit pun darinya atau mereka mencapainya atau me-reka sampai kepada sanjungan atasNya. Dan ibadah-ibadah yang syar'i dan muamalah serta hal-hal yang mengikutinya, perintah maupun larangan, semua itu adalah keadilan yang tidak ada kezha-liman padanya, tidak ada kesewenang-wenangan dalam keadaan apa pun, sebaliknya semua itu berada pada puncak dari hikmah dan kepastian, serta balasan terhadap amalan-amalan shalih mau-pun buruk, semua itu adalah keadilan, ﴾ قُلۡ أَيُّ شَيۡءٍ أَكۡبَرُ شَهَٰدَةٗۖ قُلِ ٱللَّهُۖ ﴿ "Katakanlah, 'Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?' Katakanlah, 'Allah'." (Al-An'am: 19). Maka tauhidullah, AgamaNya dan pembalasanNya telah tetap (tsabit) dengan ketetapan yang kuat yang tidak ada keraguan padanya dan ia merupakan hakikat yang paling agung dan paling jelas. Dan Allah telah menegakkan atas hal itu bukti-bukti nyata dan dalil-dalil yang tidak mungkin lagi dihitung dan dijumlah. Dalam ayat ini terdapat keutamaan ilmu dan ulama, karena Allah تعالى mengkhususkan mereka dalam penyebutan tanpa me-nyertakan manusia lainnya. Allah menyandingkan kesaksian me-reka dengan kesaksianNya dan kesaksian para malaikatNya, dan Allah menjadikan kesaksian mereka adalah keterangan dan dalil yang paling besar atas ketauhidanNya, AgamaNya dan pemba-lasanNya. Seorang yang mukallaf wajib menerima kesaksian yang adil lagi benar tersebut, dan termasuk di antara kandungannya adalah membenarkan mereka, bahwa para makhluk mengikuti mereka dan bahwa mereka adalah para pemimpin yang diikuti. Dalam poin ini terdapat keutamaan, kemuliaan, dan kedudukan yang tinggi yang tidak dapat diukur kadarnya.

3:19Страница 52

إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَٰمُۗ وَمَا ٱخۡتَلَفَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلۡعِلۡمُ بَغۡيَۢا بَيۡنَهُمۡۗ وَمَن يَكۡفُرۡ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلۡحِسَابِ ١٩

Воистину, религией у Аллаха является ислам. Те, кому было даровано Писание, впали в разногласия только после того, как к ним явилось знание, по причине зависти и несправедливого отношения друг к другу. Если кто не уверовал в знамения Аллаха, то ведь Аллах скор на расчет.

"Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena ke-dengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisabNya." (Ali Imran: 19).

(19) Allah تعالى memberitakan, ﴾ إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ﴿ "Sesungguh-nya agama (yang diridhai) di sisi Allah" maksudnya, agama yang mana Allah tidak memiliki agama selainnya dan tidak pula diterima se-lainnya adalah ﴾ ٱلۡإِسۡلَٰمُۗ ﴿ "Islam," yang artinya ketundukan kepada Allah semata, secara lahir maupun batin dengan apa yang disyariat-kanNya melalui lisan rasul-rasulNya. Allah تعالى berfirman, ﴾ وَمَن يَبۡتَغِ غَيۡرَ ٱلۡإِسۡلَٰمِ دِينٗا فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ 85 ﴿ "Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat ter-masuk orang-orang yang rugi." (Ali Imran: 85). Maka barangsiapa yang beragama dengan selain agama Islam, maka hakikatnya ia tidak beragama untuk Allah. Karena ia tidak menempuh jalan yang disyariatkanNya melalui lisan rasul-rasul-Nya. Kemudian Allah تعالى memberitakan bahwasanya ahli kitab mengetahui hal itu, dan mereka berselisih dan menyimpang dari-nya hanya karena keras kepala dan kedengkian, sebab jika bukan karena itu, maka sesungguhnya telah datang kepada mereka ilmu, yang mengharuskan tidak terjadinya perselisihan bahkan yang mengharuskan mereka memasuki agama yang sebenarnya. Kemu-dian setelah datang Nabi Muhammad ﷺ kepada mereka, maka mereka mengetahuinya dengan sebenar-benarnya, akan tetapi ke-dengkian, kezhaliman, dan kekufuran kepada ayat-ayat Allah telah menghalangi mereka dari mengikuti kebenaran.﴾ وَمَن يَكۡفُرۡ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلۡحِسَابِ ﴿ "Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisabNya." Maksudnya, hendaklah mereka menunggu hal tersebut, karena itu semua pasti akan tiba, dan Allah akan membalas mereka semua menurut apa yang telah mereka kerjakan.

3:20Страница 52

فَإِنۡ حَآجُّوكَ فَقُلۡ أَسۡلَمۡتُ وَجۡهِيَ لِلَّهِ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِۗ وَقُل لِّلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡأُمِّيِّـۧنَ ءَأَسۡلَمۡتُمۡۚ فَإِنۡ أَسۡلَمُواْ فَقَدِ ٱهۡتَدَواْۖ وَّإِن تَوَلَّوۡاْ فَإِنَّمَا عَلَيۡكَ ٱلۡبَلَٰغُۗ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِٱلۡعِبَادِ ٢٠

Если они станут препираться с тобой, то скажи: «Я подчинил свой лик Аллаху вместе с теми, кто последовал за мной». Скажи тем, кому даровано Писание, а также необразованным людям: «Обратились ли вы в ислам?». Если они обратятся в ислам, то последуют прямым путем. Если же они отвернутся, то ведь на тебя возложена только передача откровения. Аллах видит рабов.

"Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah, 'Aku menyerahkan diriku kepada Allah, dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.' Dan kata-kanlah kepada orang-orang yang telah diberi al-Kitab dan kepada orang-orang yang ummi, 'Apakah kamu (mau) masuk Islam?' Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petun-juk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya." (Ali Imran: 20).

(20) Ketika Allah menjelaskan bahwa agama yang benar di sisiNya hanya Islam, dan ahli kitab itu telah berdialog dengan Nabi ﷺ dengan perdebatan, dan hujjah telah tegak atas mereka, tetapi mereka membangkang terhadapnya, maka Allah memerintahkan kepada NabiNya pada kondisi itu agar berkata dan memberitakan bahwasanya ia telah berserah diri lahir maupun batin kepada Allah, dan bahwa orang-orang yang mengikutinya juga tetap sepakat dengannya dalam ketundukan yang tulus. Dan agar beliau berkata kepada manusia seluruhnya, dari ahli kitab dan orang-orang yang ummi -orang-orang yang tidak memiliki kitab dari bangsa Arab- dan selain mereka bahwa apabila mereka berserah diri, maka mereka berada di atas jalan yang lurus, petunjuk, dan kebenaran. Dan apabila kalian berpaling, maka perhitungan kalian hanya pada Allah, sedang saya tidak memiliki tugas kecuali menyampaikan saja, dan telah saya sampaikan kepada kalian dan telah saya tegak-kan hujjah atas kalian.

3:21–22Страница 52

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكۡفُرُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَيَقۡتُلُونَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ بِغَيۡرِ حَقّٖ وَيَقۡتُلُونَ ٱلَّذِينَ يَأۡمُرُونَ بِٱلۡقِسۡطِ مِنَ ٱلنَّاسِ فَبَشِّرۡهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ ٢١

Тех, которые не веруют в знамения Аллаха, и убивают пророков, не имея на это никакого права, и убивают тех из людей, которые повелевают поступать справедливо, обрадуй мучительными страданиями.

أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ حَبِطَتۡ أَعۡمَٰلُهُمۡ فِي ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةِ وَمَا لَهُم مِّن نَّٰصِرِينَ ٢٢

Их деяния окажутся тщетными в этом мире и в Последней жизни, и не будет у них помощников.

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar) dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih. Mereka itu adalah orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh penolong." (Ali Imran: 21-22).

(21-22) Maksudnya, orang-orang yang mengumpulkan ke-jahatan-kejahatan ini; kufur kepada ayat-ayat Allah, mendustakan rasul-rasul Allah, dan kejahatan terbesar terhadap makhluk yang paling agung, yang benar-benar paling agung di atas semua makh-luk, yaitu para rasul dan para pemimpin petunjuk, yang memerin-tahkan manusia dengan keadilan yang disepakati oleh agama dan akal, maka mereka itu, telah ﴾ حَبِطَتۡ أَعۡمَٰلُهُمۡ فِي ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةِ ﴿ "lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat," dan mereka berhak me-nerima siksaan yang pedih, dan mereka tidak memiliki penolong dari siksaan Allah dan tidak pula memiliki penyelamat dari hukum-anNya.

3:23–25Страница 53

أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ أُوتُواْ نَصِيبٗا مِّنَ ٱلۡكِتَٰبِ يُدۡعَوۡنَ إِلَىٰ كِتَٰبِ ٱللَّهِ لِيَحۡكُمَ بَيۡنَهُمۡ ثُمَّ يَتَوَلَّىٰ فَرِيقٞ مِّنۡهُمۡ وَهُم مُّعۡرِضُونَ ٢٣

Разве ты не видел, что тех, кому была дарована часть Писания, призывают к Писанию Аллаха, дабы оно рассудило между ними, но часть из них отворачивается с отвращением?

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ قَالُواْ لَن تَمَسَّنَا ٱلنَّارُ إِلَّآ أَيَّامٗا مَّعۡدُودَٰتٖۖ وَغَرَّهُمۡ فِي دِينِهِم مَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ ٢٤

Это потому, что они говорят: «Огонь коснется нас лишь на считанные дни!». Их обольстило в их религии то, что они измышляли.

فَكَيۡفَ إِذَا جَمَعۡنَٰهُمۡ لِيَوۡمٖ لَّا رَيۡبَ فِيهِ وَوُفِّيَتۡ كُلُّ نَفۡسٖ مَّا كَسَبَتۡ وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ ٢٥

А что произойдет, когда Мы соберем их в тот день, в котором нет сомнения, когда каждая душа сполна получит то, что она приобрела, и когда с ними не поступят несправедливо?

"Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bagian yaitu al-Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum di antara mereka; ke-mudian sebagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu mem-belakangi (kebenaran). Hal itu adalah karena mereka berkata, 'Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari yang dapat dihitung.' Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-adakan. Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya? Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya sedang mereka tidak di-aniaya (dirugikan)." (Ali Imran: 23-25).

(23-25) Maksudnya, tidakkah Anda perhatikan dan heran terhadap mereka, ﴾ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ نَصِيبٗا مِّنَ ٱلۡكِتَٰبِ ﴿ "orang-orang yang telah diberi bagian yaitu al-Kitab (Taurat)", dan ﴾ يُدۡعَوۡنَ إِلَىٰ كِتَٰبِ ٱللَّهِ ﴿ "mereka diseru kepada kitab Allah" yang membenarkan apa yang diturunkan Allah kepada Rasul-rasulNya, ﴾ ثُمَّ يَتَوَلَّىٰ فَرِيقٞ مِّنۡهُمۡ وَهُم مُّعۡرِضُونَ ﴿ "kemudian sebagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi" dari mengikuti kebenaran. Seolah-olah dikatakan, apa pendorong mereka berpa-ling seperti itu, padahal mereka adalah orang-orang yang paling berhak untuk mengikuti dan paling mengetahui hakikat dari apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ? Lalu Allah menyebutkan dua sebab dari hal itu: Pertama, rasa aman dan persaksian mereka yang batil bagi diri mereka sendiri akan keselamatan dan bahwa neraka itu tidak-lah akan menyentuh mereka kecuali hanya beberapa waktu saja yang mereka tentukan menurut hawa nafsu mereka sendiri yang rusak. Seolah-olah pengaturan kepemilikan kembali kepada me-reka, di mana mereka berkata, ﴾ لَن يَدۡخُلَ ٱلۡجَنَّةَ إِلَّا مَن كَانَ هُودًا أَوۡ نَصَٰرَىٰۗ ﴿ "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang ber-agama) Yahudi atau Nasrani." (Al-Baqarah: 111). Telah diketahui bahwa hal ini merupakan angan-angan kosong yang batil secara syar'i maupun akal. Kedua, bahwasanya mereka ketika mendustakan ayat-ayat Allah dan membuat kebohongan atasnya, setan menghiasi per-buatan-perbuatan mereka yang buruk, dan mereka terpedaya oleh hal tersebut, hingga nampak oleh mereka bahwa itu merupakan suatu yang benar, (dan itu adalah) sebagai suatu hukuman atas keberpalingan mereka dari kebenaran, oleh karena itu, bagaimana-kah kondisi mereka ketika Allah mengumpulkan mereka pada Hari Kiamat nanti? Di mana Allah akan memberikan balasan akan perbuatan manusia dan berlakulah keadilan Allah terhadap hamba-hambaNya. Saat itu tidaklah perlu ditanya lagi tentang siksaan yang akan mereka rasakan, kebaikan dan pahala tidak mungkin didapatkan. Dan itu adalah karena tindakan yang diperbuat oleh tangan mereka sendiri, dan tidaklah Tuhanmu itu berlaku zhalim terhadap hamba-hambaNya.

3:26–27Страница 53

قُلِ ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلۡمُلۡكِ تُؤۡتِي ٱلۡمُلۡكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلۡمُلۡكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُۖ بِيَدِكَ ٱلۡخَيۡرُۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ٢٦

Скажи: «О Аллах, Владыка царства! Ты даруешь власть, кому пожелаешь, и отнимаешь власть, у кого пожелаешь. Ты возвеличиваешь, кого пожелаешь, и унижаешь, кого пожелаешь. Все благо - в Твоей Руке. Воистину, Ты способен на всякую вещь.

تُولِجُ ٱلَّيۡلَ فِي ٱلنَّهَارِ وَتُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِي ٱلَّيۡلِۖ وَتُخۡرِجُ ٱلۡحَيَّ مِنَ ٱلۡمَيِّتِ وَتُخۡرِجُ ٱلۡمَيِّتَ مِنَ ٱلۡحَيِّۖ وَتَرۡزُقُ مَن تَشَآءُ بِغَيۡرِ حِسَابٖ ٢٧

Ты удлиняешь день за счет ночи и удлиняешь ночь за счет дня. Ты выводишь живое из мертвого и выводишь мертвое из живого. Ты даруешь удел без счета, кому пожелаешь».

"Katakanlah, 'Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki, di TanganMu-lah segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang, dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rizki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)." (Ali Imran: 26-27).

(26-27) Pada dasarnya Allah تعالى memerintahkan kepada NabiNya ﷺ dan orang lain yang mengikuti (beliau) agar menyam-paikan dari Tuhannya secara tegas akan keesaanNya dalam me-ngatur segala perkara, mengontrol seluruh alam, baik langit maupun bumi, dan juga tentang hakNya untuk dikhususkan dengan kekua-saan yang mutlak dan pengaturan yang bijaksana, dan bahwasanya Dia memberikan kekuasaan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mencabut kekuasaan itu dari siapa yang Dia kehendaki, Dia memuliakan siapa yang dikehendakiNya dan menghinakan siapa yang dikehendakiNya. Dan itu tidak berdasarkan angan-angan ahli Kitab atau selain mereka, namun perkara itu semuanya adalah di Tangan Allah, dan pengaturan berada di bawah kekuasaanNya. Maka tidak ada yang dapat menolaknya dalam pengaturanNya tersebut, tidak pula ada penolong untukNya dalam ketetapan tak-dirNya. Dan bahwasanya sebagaimana Dia adalah Pengatur per-putaran hari (kemenangan) di antara manusia, Dia pun Pengatur akan masa itu sendiri, di mana Dia memasukkan siang ke dalam malam dan memasukkan malam ke dalam siang. Artinya Allah memasukkan yang ini ke dalam yang itu dan yang ini menempati posisi yang itu, Dia menambah yang ini apa yang kurang dari yang itu agar dengan hal itu semua tegaklah kemaslahatan makhluk-makhlukNya. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati seba-gaimana Dia mengeluarkan tumbuh-tumbuhan, pepohonan yang bermacam-macam dari biji-biji benih, orang Mukmin dari orang kafir, orang hidup dari yang mati, sebagaimana juga Allah menge-luarkan biji-bijian, benih, tanaman, pepohonan dan telur dari bu-rung. Dia-lah yang mengeluarkan segala bentuk benda-benda yang berlawanan sebagiannya dari sebagian yang lain, dan sesungguh-nya seluruh unsur-unsur yang ada di alam ini patuh terhadapNya. Dan FirmanNya, ﴾ بِيَدِكَ ٱلۡخَيۡرُۖ ﴿ "Di TanganMu-lah segala kebaikan," artinya segala kebajikan itu berasal dariMu dan tidaklah ada yang mendatangkan kebaikan dan karunia kecuali Allah. Sedangkan keburukan tidaklah dinisbatkan kepada Allah تعالى, baik secara sifat maupun nama dan tidak pula perbuatan, akan tetapi termasuk dalam tindakan-tindakan makhlukNya dan di bawah ketetapan dan takdirNya. Kebaikan dan keburukan termasuk dalam Qadha` dan Qadar. Dan tidak ada sesuatu pun yang terjadi di dalam kerajaan-Nya kecuali yang Dia kehendaki. Akan tetapi hal yang buruk itu tidaklah dinisbatkan kepada Allah, maka tidaklah dikatakan, "di TanganMu-lah segala kebaikan dan keburukan," namun seharus-nya dikatakan, di TanganMu-lah segala kebaikan sebagaimana yang telah dikatakan oleh Allah dan oleh RasulNya. Adapun kesimpulan temuan yang dikatakan oleh sebagian ahli tafsir, di mana mereka berkata, "Demikian pula keburukan, berada di TanganNya," maka itu adalah sebuah kesalahan yang murni. Pandangan mereka di-dasari oleh karena mereka mengira bahwa pengkhususan kebaikan dalam penyebutan itu meniadakan Qadha` dan QadarNya yang umum. Dan bantahan terhadap pandangan ini, adalah apa yang telah kami jelaskan secara rinci. Dan FirmanNya, ﴾ وَتَرۡزُقُ مَن تَشَآءُ بِغَيۡرِ حِسَابٖ ﴿ "Dan Engkau beri rizki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)." Allah تعالى telah me-nyebutkan pada ayat yang lain sebab-sebab yang mengakibatkan datangnya rizki Allah, seperti FirmanNya, ﴾ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجٗا 2 وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ ﴿ "Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (Ath-Thalaq: 2-3), ﴾ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُۥٓۚ ﴿ "Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (Ath-Thalaq: 3). Karena itu wajib atas manusia agar tidak memohon rizki kecuali dari Allah, lalu mereka berusaha meraihnya dengan mela-kukan sebab-sebabnya yang telah dimudahkan oleh Allah dan dibolehkanNya.

3:28Страница 53

لَّا يَتَّخِذِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَۖ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ فَلَيۡسَ مِنَ ٱللَّهِ فِي شَيۡءٍ إِلَّآ أَن تَتَّقُواْ مِنۡهُمۡ تُقَىٰةٗۗ وَيُحَذِّرُكُمُ ٱللَّهُ نَفۡسَهُۥۗ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلۡمَصِيرُ ٢٨

Верующие не должны считать неверующих своими помощниками и друзьями вместо верующих. А кто поступает так, тот не имеет никакого отношения к Аллаху, за исключением тех случаев, когда вы действительно опасаетесь их. Аллах предостерегает вас от Самого Себя, и к Аллаху предстоит прибытие.

"Janganlah orang-orang Mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang Mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari perto-longan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu ter-hadap diri (siksa)Nya. Dan hanya kepada Allah-lah kembali(mu)." (Ali Imran: 28).

(28) Ini adalah larangan Allah dan peringatan bagi kaum Mukminin agar tidak menjadikan orang-orang kafir sebagai wali-wali (pemimpin-pemimpin) mereka selain kaum Mukminin. Karena kaum Mukminin itu sebagian mereka adalah wali bagi sebagian lainnya. Dan Allah adalah wali bagi mereka. ﴾ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ ﴿ "Barang-siapa berbuat demikian", yakni menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin (pelindung dan penolong), ﴾ فَلَيۡسَ مِنَ ٱللَّهِ فِي شَيۡءٍ ﴿ "niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah," artinya, niscaya ia terlepas dari Allah dan Allah juga berlepas diri (bara`) darinya, sebagaimana Firman Allah تعالى, ﴾ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمۡ فَإِنَّهُۥ مِنۡهُمۡۗ ﴿ "Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka." (Al-Ma`idah: 51). Dan Firman Allah, ﴾ إِلَّآ أَن تَتَّقُواْ مِنۡهُمۡ تُقَىٰةٗۗ ﴿ "Kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka," yakni, kecuali bila kalian khawatir akan diri kalian dalam memulai permusuhan terhadap kaum kafir, maka kalian mendapatkan keringanan, dalam kondisi seperti itu, untuk mengadakan perjanjian dan perdamaian, bukan dalam kapasitas memberi loyalitas (wala`) yang merupakan bentuk kecintaan hati lalu diikuti oleh pembelaan. ﴾ وَيُحَذِّرُكُمُ ٱللَّهُ نَفۡسَهُۥۗ ﴿ "Dan Allah memperingatkan kamu terhadap Diri (siksa)Nya." Maksudnya, takutlah kalian dariNya, khawatirlah terhadapNya, dan dahulukanlah rasa takut kepadaNya itu dari rasa takut kalian terhadap manusia, karena Dia-lah yang mengurus segala urusan manusia, dan Dia-lah yang mengendalikan (mengua-sai) diri mereka, dan kepadaNya-lah mereka akan kembali dan pulang. Kemudian Dia akan membalas orang-orang yang menda-hulukan rasa takutnya terhadapNya dan rasa harapnya kepadaNya atas selainNya dengan pahala yang melimpah, dan menyiksa orang-orang kafir dan orang-orang yang menjadikan mereka pemimpin dengan siksaan yang menghinakan.

Текст: Quranic Universal Library (Tarteel) через spa5k/tafsir_api (MIT), в зафиксированной версии. Аяты: Quran Foundation. Источники и лицензии

Содержание

Аят аль-Курси36Аль-Кахфстр. 42джуз 15Бухари 1Муслим 2999

Вид

Тема
Размер текста
Вид

Read in English