Ас-СаадиАн‑Назиат · 79:1–46

Ас-Саади · Тафсир · на индонезийском

النازعات

Ан-Назиат

Исторгающие · Мекканская · 46 аятов

79:1–14Страница 583

وَٱلنَّٰزِعَٰتِ غَرۡقٗا ١

Клянусь исторгающими души неверующих жестоко!

وَٱلنَّٰشِطَٰتِ نَشۡطٗا ٢

Клянусь извлекающими души верующих нежно!

وَٱلسَّٰبِحَٰتِ سَبۡحٗا ٣

Клянусь плывущими стремительно,

فَٱلسَّٰبِقَٰتِ سَبۡقٗا ٤

опережающими уверенно

فَٱلۡمُدَبِّرَٰتِ أَمۡرٗا ٥

и исполняющими повеления!

يَوۡمَ تَرۡجُفُ ٱلرَّاجِفَةُ ٦

В тот день сотрясется сотрясающаяся (раздастся первый трубный глас, после которого творения умрут),

تَتۡبَعُهَا ٱلرَّادِفَةُ ٧

вслед за чем последует еще одно сотрясение (раздастся второй трубный глас, после которого начнется воскрешение),

قُلُوبٞ يَوۡمَئِذٖ وَاجِفَةٌ ٨

В тот день затрепещут сердца,

أَبۡصَٰرُهَا خَٰشِعَةٞ ٩

а их взоры будут смиренны.

يَقُولُونَ أَءِنَّا لَمَرۡدُودُونَ فِي ٱلۡحَافِرَةِ ١٠

Они говорят: «Неужели мы вернемся в прежнее состояние

أَءِذَا كُنَّا عِظَٰمٗا نَّخِرَةٗ ١١

после того, как станем истлевшими костями?!».

قَالُواْ تِلۡكَ إِذٗا كَرَّةٌ خَاسِرَةٞ ١٢

Они говорят: «Если так, то это - невыгодное возвращение!».

فَإِنَّمَا هِيَ زَجۡرَةٞ وَٰحِدَةٞ ١٣

Но раздастся лишь один глас,

فَإِذَا هُم بِٱلسَّاهِرَةِ ١٤

и все они окажутся на поверхности земли.

"Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras, dan demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut, dan demi (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat, dan demi (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang, dan demi (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia). (Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncangkan alam, tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua. Hati manusia pada waktu itu sangat takut, pandangannya tunduk. (Orang-orang kafir) ber-kata, 'Apakah kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula? Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?' Mereka berkata, 'Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan.' Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja, maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permuka-an bumi." (An-Nazi'at: 1-14).

Makkiyah

"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."

(1-5) Sumpah-sumpah dengan para malaikat mulia dan pekerjaan mereka ini menunjukkan sempurnanya ketundukan mereka pada perintah Allah سبحانه وتعالى dan cepatnya mereka dalam melak-sanakannya. Kemungkinan yang menjadi obyek sumpah adalah pembalasan dan kebangkitan, karena setelahnya menyebutkan kondisi-kondisi Hari Kiamat. Dan kemungkinan juga obyek sum-pah dan yang disumpahkan sama. Allah سبحانه وتعالى bersumpah atas para malaikat karena beriman pada malaikat merupakan salah satu dari enam rukun iman dan karena menyebutkan pekerjaan mereka di sini mencakup balasan yang diemban oleh para malaikat pada saat kematian, sebelum dan sesudahnya. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلنَّٰزِعَٰتِ غَرۡقٗا ﴿ "Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras," me-reka adalah para malaikat yang mencabut nyawa dengan sekeras-kerasnya dan kencang dalam mencabutnya hingga ruh keluar dari raga, supaya diberi balasan atas amal perbuatannya. ﴾ وَٱلنَّٰشِطَٰتِ نَشۡطٗا ﴿ "Dan demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut," mereka juga para malaikat yang mencabut ruh dengan kuat dan giat. Atau yang dimaksudkan dengan lembut adalah bagi ruh orang-orang Mukmin sedangkan cabutan keras berlaku bagi ruh orang-orang kafir. ﴾ وَٱلسَّٰبِحَٰتِ سَبۡحٗا ﴿ "Dan demi (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat," yaitu para malaikat yang turun-naik di udara. ﴾ فَٱلسَّٰبِقَٰتِ ﴿ "Dan demi (malaikat-malaikat) yang mendahului" malaikat lainnya, ﴾ سَبۡقٗا ﴿ "dengan kencang," segera menunaikan perintah Allah سبحانه وتعالى dan mendahului para setan dalam menyampaikan wahyu kepada para rasul agar tidak dicuri. ﴾ فَٱلۡمُدَبِّرَٰتِ أَمۡرٗا ﴿ "Dan demi (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia)," yakni, para malaikat yang ditugaskan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mengatur berbagai urusan alam atas dan alam bawah, seperti hujan, tumbuh-tumbuhan, angin, laut, janin, hewan, surga, neraka, dan tugas lainnya.

(6-9) ﴾ يَوۡمَ تَرۡجُفُ ٱلرَّاجِفَةُ ﴿ "(Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncangkan alam," itulah datang-nya Hari Kiamat, ﴾ تَتۡبَعُهَا ٱلرَّادِفَةُ ﴿ "tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua," yaitu goncangan lain yang mengiringi dan datang berikut-nya. ﴾ قُلُوبٞ يَوۡمَئِذٖ وَاجِفَةٌ ﴿ "Hati manusia pada waktu itu sangat takut," yakni takut karena dahsyatnya apa yang dilihat dan didengar. ﴾ أَبۡصَٰرُهَا خَٰشِعَةٞ ﴿ "Pandangannya tunduk," yakni hina dina, karena hati mereka telah dikuasai oleh rasa takut, penyesalan, serta kerugian.

(10-14) ﴾ يَقُولُونَ ﴿ "(Orang-orang kafir) berkata," di dunia seraya mendustakan, ﴾ أَءِنَّا لَمَرۡدُودُونَ فِي ٱلۡحَافِرَةِ 10 أَءِذَا كُنَّا عِظَٰمٗا نَّخِرَةٗ 11 ﴿ "Apakah kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula? Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?" Artinya, mereka menganggap mustahil bahwa Allah سبحانه وتعالى akan membangkitkan mereka dan mengembalikan mereka setelah mereka menjadi tulang belulang karena ketidaktahuan mereka akan kuasa Allah سبحانه وتعالى dan karena sikap sembrono mereka. Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam menjelaskan mudahnya hal itu, ﴾ فَإِنَّمَا هِيَ زَجۡرَةٞ وَٰحِدَةٞ ﴿ "Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja," yakni, ditiupnya sangkakala, maka tiba-tiba semua manusia ﴾ بِٱلسَّاهِرَةِ ﴿ "hidup kembali di permukaan bumi," yakni berada di atas permukaan bumi seraya berdiri menatap, kemudian Allah سبحانه وتعالى me-ngumpulkan mereka semua dan memutuskan perkara di antara mereka dengan hukumNya yang Mahaadil lalu memberi mereka balasan.

79:15–26Страница 583

هَلۡ أَتَىٰكَ حَدِيثُ مُوسَىٰٓ ١٥

Дошел ли до тебя рассказ о Мусе (Моисее)?

إِذۡ نَادَىٰهُ رَبُّهُۥ بِٱلۡوَادِ ٱلۡمُقَدَّسِ طُوًى ١٦

Вот Господь его воззвал к нему в священной долине Тува (Това):

ٱذۡهَبۡ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ ١٧

«Ступай к Фараону, ибо он преступил границы дозволенного,

فَقُلۡ هَل لَّكَ إِلَىٰٓ أَن تَزَكَّىٰ ١٨

и скажи: «Не следует ли тебе очиститься?

وَأَهۡدِيَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ فَتَخۡشَىٰ ١٩

Я укажу тебе путь к твоему Господу, и ты станешь богобоязнен»».

فَأَرَىٰهُ ٱلۡأٓيَةَ ٱلۡكُبۡرَىٰ ٢٠

Он показал ему величайшее знамение,

فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ ٢١

но тот счел его ложью и ослушался,

ثُمَّ أَدۡبَرَ يَسۡعَىٰ ٢٢

а потом отвернулся, принявшись усердствовать.

فَحَشَرَ فَنَادَىٰ ٢٣

Он собрал толпу и громко воззвал,

فَقَالَ أَنَا۠ رَبُّكُمُ ٱلۡأَعۡلَىٰ ٢٤

и сказал: «Я - ваш всевышний господь!».

فَأَخَذَهُ ٱللَّهُ نَكَالَ ٱلۡأٓخِرَةِ وَٱلۡأُولَىٰٓ ٢٥

Тогда Аллах подверг его наказанию как в Последней жизни, так и в первой жизни.

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبۡرَةٗ لِّمَن يَخۡشَىٰٓ ٢٦

Воистину, в этом было назидание для тех, кто богобоязнен.

"Sudahkah sampai kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa? Tatkala Rabbnya memanggilnya di lembah suci, yaitu lembah Thuwa; 'Pergilah kamu kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas, dan katakanlah (kepada Fir'aun), 'Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan). Dan kamu akan kupimpin ke jalan Rabbmu agar supaya kamu takut kepadaNya.' Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. Tetapi Fir'aun mendustakan dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). Maka ia mengum-pulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya, (seraya) berkata, 'Akulah Rabbmu yang paling tinggi.' Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. Sesung-guhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Rabbnya)." (An-Nazi'at: 15-26).

(15-25) Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada NabiNya Muhammad a, ﴾ هَلۡ أَتَىٰكَ حَدِيثُ مُوسَىٰٓ ﴿ "Sudahkah sampai kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa?" Ini adalah pertanyaan atas urusan besar yang pasti terjadi. Apakah berita tentangnya telah sampai? ﴾ إِذۡ نَادَىٰهُ رَبُّهُۥ بِٱلۡوَادِ ٱلۡمُقَدَّسِ طُوًى ﴿ "Tat-kala Rabbnya memanggilnya di lembah suci, yaitu lembah Thuwa," yakni tempat di mana Allah سبحانه وتعالى berbicara dengan Musa عليه السلام dan memberi karunia risalah pada beliau. Allah سبحانه وتعالى mengutus beliau dengan wahyu dan menguji beliau, ﴾ ٱذۡهَبۡ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ ﴿ "Pergilah kamu kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas," yakni, meski ia melampaui batas, berbuat syirik dan durhaka, berkatalah padanya dengan lemah lembut, semoga ia ingat atau takut. ﴾ فَقُلۡ هَل لَّكَ إِلَىٰٓ أَن تَزَكَّىٰ ﴿ "Dan ka-takanlah (kepada Fir'aun), 'Adakah keinginan bagimu untuk membersih-kan diri (dari kesesatan)'," apakah pada dirimu terdapat sifat terpuji dan indah yang diperebutkan oleh orang-orang berakal? Yaitu dengan menyucikan dirimu dari kotoran kufur dan tindakan yang melampaui batas menuju keimanan dan amal baik. ﴾ وَأَهۡدِيَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ ﴿ "Dan kamu akan kupimpin ke jalan Rabbmu," yakni aku tunjukkan padaNya dan aku jelaskan faktor-faktor keridhaanNya padamu dan juga faktor-faktor kemurkaanNya, ﴾ فَتَخۡشَىٰ ﴿ "agar supaya kamu takut" kepada Allah سبحانه وتعالى bila kau mengetahui jalan yang lurus. Fir'aun enggan atas seruan Musa. ﴾ فَأَرَىٰهُ ٱلۡأٓيَةَ ٱلۡكُبۡرَىٰ ﴿ "Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar," yaitu jenis tanda-tanda kebesaran yang agung yang tidak menafikan mukjizat-mukjizat lain yang beragam. ﴾ فَأَلۡقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعۡبَانٞ مُّبِينٞ 107 وَنَزَعَ يَدَهُۥ فَإِذَا هِيَ بَيۡضَآءُ لِلنَّٰظِرِينَ 108 ﴿ "Maka Musa menjatuhkan tongkatnya, lalu seketika itu juga tong-kat itu menjadi ular yang sebenarnya. Dan ia mengeluarkan tangannya, maka seketika itu juga tangan itu menjadi putih bercahaya (kelihatan) oleh orang-orang yang melihatnya." (Al-A'raf: 107-108). ﴾ فَكَذَّبَ ﴿ "Tetapi Fir'aun mendustakan" kebenaran ﴾ وَعَصَىٰ ﴿ "dan mendurhakai" perintah. ﴾ ثُمَّ أَدۡبَرَ يَسۡعَىٰ ﴿ "Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa)," yaitu berusaha melawan kebenaran dan memeranginya. ﴾ فَحَشَرَ ﴿ "Maka ia mengumpulkan (pembesar-pem-besarnya)," yakni dari tentaranya, ﴾ فَنَادَىٰ 23 فَقَالَ أَنَا۠ رَبُّكُمُ ٱلۡأَعۡلَىٰ ﴿ "lalu berseru memanggil kaumnya (seraya) berkata, 'Akulah Rabbmu yang paling tinggi'." Kaumnya tunduk pada Fir'aun dan mengakui kebatilan Musa عليه السلام. Ketika Fir'aun meremehkan Musa عليه السلام, ﴾ فَأَخَذَهُ ٱللَّهُ نَكَالَ ٱلۡأٓخِرَةِ وَٱلۡأُولَىٰٓ ﴿ "maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia," yakni, Allah سبحانه وتعالى menjadikan hukuman terhadapnya sebagai petunjuk dan peringatan keras, serta untuk menjelaskan azab dunia-akhirat.

(26) ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبۡرَةٗ لِّمَن يَخۡشَىٰٓ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Rabbnya)," karena orang yang takut kepada Allah سبحانه وتعالى adalah orang yang mendapat-kan manfaat dari tanda-tanda kebesaran serta pelajaran-pelajaran. Ketika mengetahui hukuman dan azab Fir'aun, ia mengetahui bahwa semua orang yang menyombongkan diri, durhaka, dan menentang Allah Yang Mahatinggi akan mendapatkan siksaan di dunia dan di akhirat. Sedangkan orang yang rasa takutnya pada Allah سبحانه وتعالى lenyap dari hatinya, meski semua tanda kebesaran datang padanya, maka ia tetap tidak akan beriman.

79:27–33Страница 584

ءَأَنتُمۡ أَشَدُّ خَلۡقًا أَمِ ٱلسَّمَآءُۚ بَنَىٰهَا ٢٧

Вас ли труднее создать или небо? Он воздвиг его,

رَفَعَ سَمۡكَهَا فَسَوَّىٰهَا ٢٨

поднял его своды и сделал его совершенным.

وَأَغۡطَشَ لَيۡلَهَا وَأَخۡرَجَ ضُحَىٰهَا ٢٩

Он сделал темной ночь его (неба) и вывел его утреннюю зарю.

وَٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ ذَٰلِكَ دَحَىٰهَآ ٣٠

После этого Он распростер землю,

أَخۡرَجَ مِنۡهَا مَآءَهَا وَمَرۡعَىٰهَا ٣١

вывел из нее воду и пастбища

وَٱلۡجِبَالَ أَرۡسَىٰهَا ٣٢

и утвердил на ней горы

مَتَٰعٗا لَّكُمۡ وَلِأَنۡعَٰمِكُمۡ ٣٣

на пользу вам и вашему скоту.

"Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. Dan bumi sesudah itu dihamparkanNya. Ia memancarkan dari padanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. Dan gunung-gunung dipancangkanNya dengan teguh. (Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu." (An-Nazi'at: 27-33).

(27-33) Allah سبحانه وتعالى berfirman menjelaskan petunjuk terang bagi mereka yang mengingkari Hari Kebangkitan dan yang meng-anggap mustahil pengembalian jasad oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ ءَأَنتُمۡ ﴿ "Apakah kamu," wahai manusia, ﴾ أَشَدُّ خَلۡقًا أَمِ ٱلسَّمَآءُۚ ﴿ "yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit," yang berbintang besar, makhluk kuat dan tinggi? ﴾ بَنَىٰهَا 27 رَفَعَ سَمۡكَهَا ﴿ "Allah telah membangunnya. Dia meninggikan bangun-annya," yaitu wujud dan bentuknya, ﴾ فَسَوَّىٰهَا ﴿ "lalu menyempurnakan-nya" dengan mantap dan rapi, yang membuat akal kagum dan terperangah (amat menakjubkan). ﴾ وَأَغۡطَشَ لَيۡلَهَا ﴿ "Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita," yakni, menggelapkannya. Kegelapan me-nyelimuti seluruh penjuru langit sehingga membuat permukaan bumi menjadi gelap. ﴾ وَأَخۡرَجَ ضُحَىٰهَا ﴿ "Dan menjadikan siangnya terang benderang," yakni, menampakkan cahaya besar padanya ketika matahari terbit. Manusia pun bertebaran untuk kepentingan-ke-pentingan agama dan dunia mereka. ﴾ وَٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ ذَٰلِكَ ﴿ "Dan bumi sesudah itu," yaitu setelah penciptaan langit, ﴾ دَحَىٰهَآ ﴿ "dihamparkanNya," yakni Allah سبحانه وتعالى menempatkan di dalamnya berbagai manfaat. Hal itu dijelaskan dengan Firman-Nya, ﴾ أَخۡرَجَ مِنۡهَا مَآءَهَا وَمَرۡعَىٰهَا 31 وَٱلۡجِبَالَ أَرۡسَىٰهَا 32 ﴿ "Ia memancarkan dari padanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. Dan gunung-gunung dipancangkanNya dengan teguh," yakni dikokohkan dengan bumi sehingga bumi terhampar setelah penciptaan langit sebagai-mana dijelaskan secara nash dalam ayat-ayat al-Qur`an. Bumi di-ciptakan sebelum penciptaan langit sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ قُلۡ أَئِنَّكُمۡ لَتَكۡفُرُونَ بِٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡأَرۡضَ فِي يَوۡمَيۡنِ وَتَجۡعَلُونَ لَهُۥٓ أَندَادٗاۚ ذَٰلِكَ رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَ 9 وَجَعَلَ فِيهَا رَوَٰسِيَ مِن فَوۡقِهَا وَبَٰرَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَآ أَقۡوَٰتَهَا فِيٓ أَرۡبَعَةِ أَيَّامٖ سَوَآءٗ لِّلسَّآئِلِينَ 10 ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ وَهِيَ دُخَانٞ فَقَالَ لَهَا وَلِلۡأَرۡضِ ٱئۡتِيَا طَوۡعًا أَوۡ كَرۡهٗا قَالَتَآ أَتَيۡنَا طَآئِعِينَ 11 فَقَضَىٰهُنَّ سَبۡعَ سَمَٰوَاتٖ فِي يَوۡمَيۡنِ وَأَوۡحَىٰ فِي كُلِّ سَمَآءٍ أَمۡرَهَاۚ وَزَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنۡيَا بِمَصَٰبِيحَ وَحِفۡظٗاۚ ذَٰلِكَ تَقۡدِيرُ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡعَلِيمِ 12 ﴿ "Katakanlah, 'Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (Yang bersifat) demikian itulah Rabb semesta alam.' Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuninya) dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, 'Datanglah kamu berdua menurut perintahKu dengan suka hati atau terpaksa.' Keduanya menjawab, 'Kami datang dengan suka hati.' Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengeta-hui'." (Fushshilat: 9-12). Karena itu, Dzat yang menciptakan langit besar dengan ber-bagai cahaya dan gugusan yang ada, serta bumi berdebu lagi tebal serta berbagai kepentingan-kepentingan makhluk dan manfaat mereka di dalamnya, pasti mampu untuk membangkitkan manusia mukallaf lalu memberi balasan atas amal perbuatan mereka. Yang berbuat baik akan mendapatkan kebaikan dan yang berbuat buruk janganlah mencela siapa pun kecuali dirinya sendiri.

Karena itulah, selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan datangnya Hari Kiamat kemudian pembalasan seraya berfirman,

79:34–41Страница 584

فَإِذَا جَآءَتِ ٱلطَّآمَّةُ ٱلۡكُبۡرَىٰ ٣٤

Когда же наступит Величайшее бедствие (День воскресения),

يَوۡمَ يَتَذَكَّرُ ٱلۡإِنسَٰنُ مَا سَعَىٰ ٣٥

в тот день человек вспомнит о том, в чем он усердствовал,

وَبُرِّزَتِ ٱلۡجَحِيمُ لِمَن يَرَىٰ ٣٦

и Ад будет ясно виден тем, кто будет видеть.

فَأَمَّا مَن طَغَىٰ ٣٧

Тому, кто преступил границы дозволенного

وَءَاثَرَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ٣٨

и отдал предпочтение мирской жизни,

فَإِنَّ ٱلۡجَحِيمَ هِيَ ٱلۡمَأۡوَىٰ ٣٩

пристанищем будет Ад.

وَأَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفۡسَ عَنِ ٱلۡهَوَىٰ ٤٠

Тому же, кто боялся предстать перед своим Господом и удерживал себя от страстей,

فَإِنَّ ٱلۡجَنَّةَ هِيَ ٱلۡمَأۡوَىٰ ٤١

пристанищем будет Рай.

"Maka apabila malapetaka yang sangat besar (Hari Kiamat) telah datang, pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat, adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)." (An-Nazi'at: 34-41).

(34-36) Maknanya, bila Kiamat besar dan huru-hara besar telah tiba yang menyebabkan semua huru-hara lain menjadi kecil dibanding dengannya, pada saat itu, orang tua tidak lagi ingat anaknya, seseorang tidak lagi ingat pada temannya, semua orang yang mencintai tidak lagi ingat pada kekasih yang dicintainya, ﴾ يَتَذَكَّرُ ٱلۡإِنسَٰنُ مَا سَعَىٰ ﴿ "manusia (hanya) teringat akan apa yang telah dikerja-kannya," baik dan buruknya selama di dunia. Masing-masing meng-harapkan kebaikannya ditambah meski seberat biji atom dan amat bersedih dan berduka karena amal buruknya bertambah meski seberat biji atom. Manusia mengetahui kala itu bahwa modal ke-untungan dan kerugiannya adalah perbuatan yang telah dilakukan semasa di dunia. Semua sebab dan ikatan di dunia terputus, kecuali amal perbuatan. ﴾ وَبُرِّزَتِ ٱلۡجَحِيمُ لِمَن يَرَىٰ ﴿ "Dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat," yakni dijadikan jelas dan nyata bagi setiap orang. Telah disiapkan bagi penghuninya dan siap untuk menyambar mereka seraya menanti perintah Rabbnya.

(38-39) ﴾ فَأَمَّا مَن طَغَىٰ ﴿ "Adapun orang yang melampaui batas," yaitu melanggar batas seraya berani menerjang maksiat-maksiat besar dan tidak mencukupkan diri pada batasan-batasan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَءَاثَرَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "dan lebih mengutamakan kehidupan dunia," daripada akhirat; usahanya hanya tertuju pada dunia dan waktunya dihabiskan untuk bagian dan kepentingan dunia dengan melupakan akhirat dan berbuat untuknya, ﴾ فَإِنَّ ٱلۡجَحِيمَ هِيَ ٱلۡمَأۡوَىٰ ﴿ "maka sesungguhnya neraka-lah tempat tinggal" baginya. Neraka menjadi tempat tinggal dan menetap bagi orang yang kondisinya seperti itu.

(40-41) ﴾ وَأَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ ﴿ "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya," yakni takut berdiri di hadapanNya dan pembalasanNya yang adil, lalu rasa takut ini berpengaruh di hati-nya ﴾ وَنَهَى ٱلنَّفۡسَ عَنِ ٱلۡهَوَىٰ ﴿ "dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya," yang menghadangnya dari ketaatan kepada Allah سبحانه وتعالى sehingga ke-inginan hawa nafsunya mengikuti ajaran yang dibawa Rasul, dia menahan hawa nafsu dan keinginan yang menghadang kebaikan, ﴾ فَإِنَّ ٱلۡجَنَّةَ ﴿ "maka sesungguhnya surgalah," yang mencakup segala kebaikan, kesenangan, dan nikmat ﴾ هِيَ ٱلۡمَأۡوَىٰ ﴿ "tempat tinggal" bagi orang yang sifatnya seperti itu.

79:42–46Страница 584

يَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرۡسَىٰهَا ٤٢

Тебя спрашивают о Часе: «Когда же он настанет?».

فِيمَ أَنتَ مِن ذِكۡرَىٰهَآ ٤٣

К чему тебе упоминать об этом?

إِلَىٰ رَبِّكَ مُنتَهَىٰهَآ ٤٤

Только твой Господь ведает об этом.

إِنَّمَآ أَنتَ مُنذِرُ مَن يَخۡشَىٰهَا ٤٥

Воистину, ты - всего лишь предостерегающий увещеватель для тех, кто опасается этого.

كَأَنَّهُمۡ يَوۡمَ يَرَوۡنَهَا لَمۡ يَلۡبَثُوٓاْ إِلَّا عَشِيَّةً أَوۡ ضُحَىٰهَا ٤٦

В тот день, когда они увидят его, им покажется, что они провели в этом мире лишь послеполуденные часы или утро.

"(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) ten-tang Hari Kiamat, kapankah terjadinya. Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya). Kepada Rabbmulah dikembali-kan kesudahannya (ketentuan waktunya). Kamu hanya memberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (Hari Kiamat). Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi." (An-Nazi'at: 42-46).

(42-44) Maknanya, orang-orang yang membangkang dan mendustakan Hari Kiamat bertanya kepadamu ﴾ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرۡسَىٰهَا ﴿ "ten-tang hari berbangkit kapankah terjadinya," Allah سبحانه وتعالى menjawab dengan FirmanNya, ﴾ فِيمَ أَنتَ مِن ذِكۡرَىٰهَآ ﴿ "Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebut-kan (waktunya)," yakni apa gunanya bagimu dan mereka dalam menyebutnya dan mengetahui waktu kedatangannya. Hal itu tidak membawa manfaat. Karena itu, mengingat tahunya manusia akan Hari Kiamat tidak membawa maslahat, baik dunia maupun akhirat, justru maslahatnya adalah dengan disembunyikannya waktu ke-jadian Hari Kiamat, maka Allah سبحانه وتعالى menyembunyikan hal itu dari semua makhluk, dan hanya Dia sendiri yang tahu seraya berfirman, ﴾ إِلَىٰ رَبِّكَ مُنتَهَىٰهَآ ﴿ "Kepada Rabbmu-lah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya)," yakni padaNya-lah berakhir pengetahuan tentang Hari Kiamat, seperti disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى lain, ﴾ يَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرۡسَىٰهَاۖ قُلۡ إِنَّمَا عِلۡمُهَا عِندَ رَبِّيۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقۡتِهَآ إِلَّا هُوَۚ ﴿ "Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, 'Bilakah terjadi-nya.' Katakanlah, 'Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu hanya-lah pada sisi Rabbku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia'." (Al-A'raf: 187).

(45-46) ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مُنذِرُ مَن يَخۡشَىٰهَا ﴿ "Kamu hanya memberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit)," yakni ancamanmu hanya berguna bagi orang yang takut akan datangnya Hari Kiamat dan takut berdiri di hadapan Allah سبحانه وتعالى. Mereka adalah orang-orang yang perhatiannya tertuju untuk mempersiapkan diri menghadapi-nya dan beramal untuk menyongsongnya. Adapun orang yang tidak beriman pada Hari Kiamat, ia tidak mempedulikannya karena sikap pembangkangannya berdasarkan kedustaan dan pembang-kangan. Bila sifatnya sudah seperti ini, maka jawaban atasnya adalah sia-sia Yang Mahasuci Allah lagi Yang Mahabijaksana dari hal itu.

Selesai. Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam.

Текст: Quranic Universal Library (Tarteel) через spa5k/tafsir_api (MIT), в зафиксированной версии. Аяты: Quran Foundation. Источники и лицензии

Содержание

Аят аль-Курси36Аль-Кахфстр. 42джуз 15Бухари 1Муслим 2999

Вид

Тема
Размер текста
Вид

Read in English