Ас-Саади · Тафсир · на индонезийском
الأعراف
Аль-Араф
Ограды · Мекканская · 206 аятов
7:1–7Страница 151
الٓمٓصٓ ١
Алиф. Лам. Мим. Сад.
كِتَٰبٌ أُنزِلَ إِلَيۡكَ فَلَا يَكُن فِي صَدۡرِكَ حَرَجٞ مِّنۡهُ لِتُنذِرَ بِهِۦ وَذِكۡرَىٰ لِلۡمُؤۡمِنِينَ ٢
Тебе ниспослано Писание, которое не должно сжимать твою грудь, дабы ты увещевал им и напоминал верующим.
ٱتَّبِعُواْ مَآ أُنزِلَ إِلَيۡكُم مِّن رَّبِّكُمۡ وَلَا تَتَّبِعُواْ مِن دُونِهِۦٓ أَوۡلِيَآءَۗ قَلِيلٗا مَّا تَذَكَّرُونَ ٣
Следуйте за тем, что ниспослано вам от вашего Господа, и не следуйте за иными помощниками, помимо Него. Как же мало вы поминаете назидание!
وَكَم مِّن قَرۡيَةٍ أَهۡلَكۡنَٰهَا فَجَآءَهَا بَأۡسُنَا بَيَٰتًا أَوۡ هُمۡ قَآئِلُونَ ٤
Сколько же селений Мы погубили! Наше наказание поражало их ночью или во время полуденного отдыха.
فَمَا كَانَ دَعۡوَىٰهُمۡ إِذۡ جَآءَهُم بَأۡسُنَآ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ إِنَّا كُنَّا ظَٰلِمِينَ ٥
А когда Наше наказание поражало их, они лишь говорили: «Воистину, мы были несправедливы!».
فَلَنَسۡـَٔلَنَّ ٱلَّذِينَ أُرۡسِلَ إِلَيۡهِمۡ وَلَنَسۡـَٔلَنَّ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ٦
Мы непременно спросим тех, к кому были отправлены посланники, и непременно спросим самих посланников.
فَلَنَقُصَّنَّ عَلَيۡهِم بِعِلۡمٖۖ وَمَا كُنَّا غَآئِبِينَ ٧
Мы непременно расскажем им об их деяниях на основании знания. Мы никогда не отсутствовали.
"Alif lam mim shad. Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu ka-renanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang-orang kafir) dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainNya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya). Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk)nya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka sedang beristirahat di tengah hari. Maka tidaklah ada keluhan mereka di waktu datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan, 'Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zhalim.' Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) rasul-rasul (Kami). Maka sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat), sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka), dan Kami sekali-kali tidak jauh (dari mereka)." (Al-A'raf: 1-7).
Makkiyah
(1-2) Allah تعالى berfirman kepada RasulNya, menjelaskan keagungan al-Qur`an kepadanya, ﴾ كِتَٰبٌ أُنزِلَ إِلَيۡكَ ﴿ "Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu." Yakni kitab mulia yang memuat segala sesuatu yang dibutuhkan oleh semua hamba, dan seluruh tuntutan-tuntutan ilahiyah, serta tujuan-tujuan syar'i yang akurat lagi ter-perinci. Maka janganlah ada rasa di dadamu karenanya, ﴾ حَرَجٞ ﴿ "ke-sempitan." Yakni kesulitan, keraguan dan kebimbangan. Bahkan agar kamu mengetahui bahwa ia diturunkan dari Dzat Yang Maha-bijaksana lagi Maha terpuji. Tidak ada kebatilan yang datang dari hadapanNya dan tidak pula dari belakangNya. Oleh karena itu hendaknya dadamu menjadi lapang karenanya, jiwamu menjadi tenang dengannya, dan kamu mau menjelaskan perintah-perintah dan larangan-larangannya (kepada para hamba). Jangan takut ke-pada orang yang mencela dan menentang, ﴾ لِتُنذِرَ بِهِۦ ﴿ "supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu", kepada seluruh manusia, kamu menasihati dan mengingatkan mereka, sehingga hujjah menjadi tegak atas orang-orang yang menentang, ﴾ وَذِكۡرَىٰ لِلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman." Sebagaimana Firman Allah تعالى, ﴾ وَذَكِّرۡ فَإِنَّ ٱلذِّكۡرَىٰ تَنفَعُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ 55 ﴿ "Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringa-tan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman." (Adz-Dzariyat: 55). Dengan kitab itu mereka mengingat jalan yang lurus, amal-amal mereka yang lahir maupun yang batin, dan apa yang menjadi penghalang bagi hamba untuk menitinya."
(3) Kemudian Allah berbicara kepada hamba-hambaNya dan mengarahkan pandangan mereka kepada kitab ini. Dia berfir-man, ﴾ ٱتَّبِعُواْ مَآ أُنزِلَ إِلَيۡكُم مِّن رَّبِّكُمۡ ﴿ "Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu." Yakni kitab yang memang diturunkan demi kamu dan ia ﴾ مِّن رَّبِّكُمۡ ﴿ "dari Rabbmu," yang ingin menyempurnakan pendidikan-Nya kepadamu. Maka Dia menurunkan kepadamu kitab ini yang mana jika kamu mengikutinya, maka pendidikanmu sempurna, nikmatNya atasmu menjadi lengkap dan kamu dibimbing kepada amal dan akhlak terbaik dan termulia. ﴾ وَلَا تَتَّبِعُواْ مِن دُونِهِۦٓ أَوۡلِيَآءَۗ ﴿ "Dan ja-nganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainNya." Yakni kamu menjadikan mereka sebagai pemimpin, mengikuti hawa nafsu me-reka dan karenanya kamu meninggalkan kebenaran. ﴾ قَلِيلٗا مَّا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya)." Sekiranya kamu mengambil pelajaran dan mengetahui maslahatnya, niscaya kamu tidak akan mengutamakan yang membahayakan daripada yang bermanfaat, dan mengutamakan musuh daripada teman.
(4) Kemudian Allah memperingatkan mereka terhadap huku-man-hukumanNya yang menimpa umat-umat yang mendustakan apa yang dibawa oleh Rasul mereka, agar mereka tidak meniru umat-umat itu. Dia berfirman, ﴾ وَكَم مِّن قَرۡيَةٍ أَهۡلَكۡنَٰهَا فَجَآءَهَا بَأۡسُنَا ﴿ "Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk)nya." Yakni azab kami yang keras, ﴾ بَيَٰتًا أَوۡ هُمۡ قَآئِلُونَ ﴿ "di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka sedang beristirahat di tengah hari." Yakni pada waktu mereka lalai, pada waktu mereka bersantai, di mana mereka sama sekali tidak menyangka akan ter-timpa kebinasaan, sehingga manakala azab datang, mereka tidak bisa melindungi diri mereka. Tuhan-tuhan mereka yang mereka harapkan tidak berguna sedikit pun bagi mereka dan tidak pula mengingkari kezhaliman dan kemaksiatan yang mereka lakukan.
(5) ﴾ فَمَا كَانَ دَعۡوَىٰهُمۡ إِذۡ جَآءَهُم بَأۡسُنَآ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ إِنَّا كُنَّا ظَٰلِمِينَ ﴿ "Maka tidaklah ada keluhan mereka di waktu datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan, 'Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zhalim'." Sebagaimana Firman Allah تعالى, ﴾ وَكَمۡ قَصَمۡنَا مِن قَرۡيَةٖ كَانَتۡ ظَالِمَةٗ وَأَنشَأۡنَا بَعۡدَهَا قَوۡمًا ءَاخَرِينَ 11 فَلَمَّآ أَحَسُّواْ بَأۡسَنَآ إِذَا هُم مِّنۡهَا يَرۡكُضُونَ 12 لَا تَرۡكُضُواْ وَٱرۡجِعُوٓاْ إِلَىٰ مَآ أُتۡرِفۡتُمۡ فِيهِ وَمَسَٰكِنِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تُسۡـَٔلُونَ 13 قَالُواْ يَٰوَيۡلَنَآ إِنَّا كُنَّا ظَٰلِمِينَ 14 فَمَا زَالَت تِّلۡكَ دَعۡوَىٰهُمۡ حَتَّىٰ جَعَلۡنَٰهُمۡ حَصِيدًا خَٰمِدِينَ 15 ﴿ "Dan berapa banyak (penduduk) negeri yang zhalim yang telah Kami binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya). Maka tatkala mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya. Janganlah kamu lari tergesa-gesa, kembalilah kamu kepada nikmat yang telah kamu rasakan dan kepada tempat-tempat kediamanmu (yang baik), supaya kamu ditanya. Mereka berkata, 'Aduhai, celaka kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zhalim'. Maka tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga Kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi." (Al-Anbiya`: 11-15).
(6) Dan FirmanNya, ﴾ فَلَنَسۡـَٔلَنَّ ٱلَّذِينَ أُرۡسِلَ إِلَيۡهِمۡ ﴿ "Maka sesungguh-nya kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus rasul-rasul kepada mereka", tentang bagaimana mereka menjawab rasul-rasul itu. ﴾ وَيَوۡمَ يُنَادِيهِمۡ فَيَقُولُ مَاذَآ أَجَبۡتُمُ ٱلۡمُرۡسَلِينَ 65 ﴿ "Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya ber-kata, 'Apakah jawabanmu kepada para rasul?'" (Al-Qashash: 65). ﴾ وَلَنَسۡـَٔلَنَّ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) rasul-rasul (Kami)." Tentang penyampaian mereka terhadap risalah Allah dan apa jawaban umat mereka kepada mereka.
(7) ﴾ فَلَنَقُصَّنَّ عَلَيۡهِم ﴿ "Maka sesungguhnya akan kami kabarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat)." Yakni kepada seluruh manusia apa yang telah mereka perbuat. ﴾ بِعِلۡمٖۖ ﴿ "Sedang (Kami) me-ngetahui (keadaan mereka)", terhadap amal-amal mereka. ﴾ وَمَا كُنَّا غَآئِبِينَ ﴿ "Dan Kami sekali-kali tidak jauh (dari mereka)." Sebagaimana Firman Allah تعالى, ﴾ أَحۡصَىٰهُ ٱللَّهُ وَنَسُوهُۚ ﴿ "Allah mengumpulkan (mencatat) amal mereka padahal mereka telah melupakannya." (Al-Mujadalah: 6). Dan juga Firman Allah, ﴾ وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا فَوۡقَكُمۡ سَبۡعَ طَرَآئِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ ٱلۡخَلۡقِ غَٰفِلِينَ 17 ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit). Dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami)."(Al-Mukminun: 17).
Kemudian Allah menjelaskan balasan amal. Dia berfirman,
7:8–9Страница 151
وَٱلۡوَزۡنُ يَوۡمَئِذٍ ٱلۡحَقُّۚ فَمَن ثَقُلَتۡ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ ٨
В тот день взвешивать будут правильно. Те, чья чаша Весов будет перевешивать, окажутся преуспевшими.
وَمَنۡ خَفَّتۡ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُم بِمَا كَانُواْ بِـَٔايَٰتِنَا يَظۡلِمُونَ ٩
Те же, чья чаша Весов окажется легче, потеряют самих себя, поскольку они были несправедливы к Нашим знамениям.
"Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barangsiapa yang ringan tim-bangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami." (Al-A'raf: 8-9).
(8) Yakni timbangan pada Hari Kiamat adalah timbangan yang adil yang tidak ada unsur kesewenang-wenangan dan kezha-liman padanya. ﴾ فَمَن ثَقُلَتۡ مَوَٰزِينُهُۥ ﴿ "Maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya", di mana daun timbangan kebaikan lebih berat dari-pada daun timbangan keburukan, ﴾ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ ﴿ "maka mereka itulah orang-orang yang beruntung." Yakni orang-orang yang selamat dari apa yang dibenci, dan meraih apa yang diharapkan. Orang-orang yang mendapatkan keuntungan besar dan kebahagiaan yang terus menerus.
(9) ﴾ وَمَنۡ خَفَّتۡ مَوَٰزِينُهُۥ ﴿ "Dan barangsiapa yang ringan timbangan kebaikannya", di mana keburukannya lebih berat dan hukumnya berdasarkan kepadanya, ﴾ فَأُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُم ﴿ "maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri", karena mereka gagal menda-patkan nikmat abadi dan justru mendapatkan azab yang pedih. ﴾ بِمَا كَانُواْ بِـَٔايَٰتِنَا يَظۡلِمُونَ ﴿ "Disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami." Mereka tidak tunduk kepadanya padahal itu adalah wajib atas mereka.
7:10Страница 151
وَلَقَدۡ مَكَّنَّٰكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَجَعَلۡنَا لَكُمۡ فِيهَا مَعَٰيِشَۗ قَلِيلٗا مَّا تَشۡكُرُونَ ١٠
Мы наделили вас властью на земле и определили для вас средства к существованию. Как же мала ваша благодарность!
"Dan sungguh Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur." (Al-A'raf: 10).
(10) Allah تعالى menjelaskan nikmatNya kepada hamba-ham-baNya berupa tempat tinggal dan kehidupan. ﴾ وَلَقَدۡ مَكَّنَّٰكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dan sungguh Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi." Yakni Kami menyiapkannya untukmu di mana kamu bisa mem-bangun bangunan di atasnya, menanam tanaman dan mengambil manfaat-manfaat. ﴾ وَجَعَلۡنَا لَكُمۡ فِيهَا مَعَٰيِشَۗ ﴿ "Dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan," dari hasil pohon-pohonan, tanaman, tambang bumi, dan berbagai macam kerajinan dan perniagaan. Sesungguhnya Dia-lah yang menyiapkannya dan menundukkan sebab-sebabnya. ﴾ قَلِيلٗا مَّا تَشۡكُرُونَ ﴿ "Amat sedikitlah kamu bersyukur," ke-pada Allah yang telah melimpahkan nikmat-nikmat kepadamu dan menolak berbagai kesulitan darimu.
7:11–15Страница 151
وَلَقَدۡ خَلَقۡنَٰكُمۡ ثُمَّ صَوَّرۡنَٰكُمۡ ثُمَّ قُلۡنَا لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ٱسۡجُدُواْ لِأٓدَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبۡلِيسَ لَمۡ يَكُن مِّنَ ٱلسَّٰجِدِينَ ١١
Мы сотворили вас, потом придали вам облик. Потом Мы сказали ангелам: «Падите ниц перед Адамом!». Они пали ниц, и только Иблис не был в числе поклонившихся.
قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسۡجُدَ إِذۡ أَمَرۡتُكَۖ قَالَ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ١٢
Аллах сказал: «Что помешало тебе пасть ниц, когда Я приказал тебе?». Иблис сказал: «Я лучше него. Ты сотворил меня из огня, а его - из глины».
قَالَ فَٱهۡبِطۡ مِنۡهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَن تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَٱخۡرُجۡ إِنَّكَ مِنَ ٱلصَّٰغِرِينَ ١٣
Аллах сказал: «Низвергнись отсюда! Негоже тебе превозноситься здесь. Изыди, ибо ты - один из униженных».
قَالَ أَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ١٤
Иблис сказал: «Предоставь мне отсрочку до того дня, когда они будут воскрешены».
قَالَ إِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ ١٥
Аллах сказал: «Воистину, ты - один из тех, кому предоставлена отсрочка».
"Dan sungguh Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat, 'Bersujudlah kamu kepada Adam.' Maka mereka pun bersujud kecuali iblis, ia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman, 'Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?' Iblis menjawab, 'Saya lebih baik daripadanya. Engkau menciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.' Allah berfirman, 'Turunlah kamu dari surga itu, karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah. Sesungguh-nya kamu termasuk orang-orang yang hina.' Iblis menjawab, 'Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan.' Allah berfirman, 'Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh'." (Al-A'raf: 11-15).
(11) Allah تعالى berfirman kepada Bani Adam, ﴾ وَلَقَدۡ خَلَقۡنَٰكُمۡ ﴿ "Dan sungguh Kami telah menciptakan kamu." Dengan menciptakan asal-usul dan bahan yang darinya kamu keluar, yaitu bapakmu Adam عليه السلام. ﴾ ثُمَّ صَوَّرۡنَٰكُمۡ ﴿ "Lalu kami bentuk tubuhmu", dengan bentuk dan wujud yang paling baik, dan Allah mengajarkan kepadanya apa yang melengkapi gambaran batinnya, yaitu nama-nama segala sesuatu, kemudian Dia memerintahkan para malaikat yang mulia agar bersujud kepada Adam sebagai penghormatan, penghargaan, dan kemuliaan terhadap keutamaannya, lalu para malaikat pun tunduk kepada perintah Allah. ﴾ فَسَجَدُوٓاْ ﴿ "Maka mereka pun bersu-jud", seluruhnya ﴾ إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "kecuali iblis." Iblis menolak bersujud karena kesombongan diri dan ujub terhadap dirinya.
(12) Maka Allah mencelanya karena itu, Dia berfirman, Me-ngapa kamu menolak bersujud kepada dia yang telah Aku ciptakan dengan kedua TanganKu. Yakni Aku memuliakannya dan membe-rinya keutamaan dengan keutamaan yang tidak diberikan kepada selainnya. Kamu mendurhakai perintahKu dan meremehkanKu. ﴾ قَالَ ﴿ "Dia berkata", iblis menentang Tuhannya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ ﴿ "Saya lebih baik daripadanya." Kemudian dia berdalil atas klaim yang batil ini dengan ucapannya. ﴾ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Engkau menciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah." Konsekuensinya ada-lah bahwa apa yang diciptakan dari api adalah lebih baik dari apa yang diciptakan dari tanah, karena api di atas tanah. Ini adalah kias paling rusak. Ia batil dari berbagai segi: Di antaranya bahwa ia merupakan bentuk penentangan ter-hadap perintah sujud dari Allah, dan suatu kias yang bertentangan dengan dalil adalah kias batil, karena maksud dari kias adalah men-jadikan hukum yang tidak ada dalil padanya mendekati perkara yang ada dalil padanya dan mengikutinya. Adapun kias yang ber-tabrakan dengannya yang jika ia diambil maka ia berkonsekuensi dibuangnya dalil, maka ini merupakan kias paling buruk. Di antaranya juga, bahwa ucapannya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ ﴿ "Saya lebih baik daripadanya." Sudah cukup dengan sendirinya menunjukkan keku-rangan iblis yang busuk, karena dia telah membuktikan kekura-ngannya dengan ujub dan takaburnya. Berbicara atas nama Allah tanpa ilmu. Adakah kekurangan yang lebih besar dari ini? Di antaranya juga, bahwa dia telah berdusta dalam mengung-gulkan api di atas tanah, karena tanah mengandung ketenangan, ketenteraman, dan keseimbangan. Darinya muncul keberkahan bumi dari pohon-pohonan dan berbagai macam tanaman dengan berbagai jenis dan macamnya. Lain halnya dengan api, ia membakar, mudah terombang-ambing dan ceroboh.
(13) Oleh karena itu, manakala terjadi penentangan dari iblis, maka dia terdegradasi ke derajat yang paling rendah. Allah berfirman kepadanya, turunlah kamu ﴾ مِنۡهَا ﴿"dari surganya," yakni dari surga. ﴾ فَمَا يَكُونُ لَكَ أَن تَتَكَبَّرَ فِيهَا ﴿ "Karena kamu tidak sepatutnya menyom-bongkan diri di dalamnya." Karena ia adalah rumah orang-orang yang baik lagi suci, maka ia tidak layak dihuni oleh makhluk yang paling buruk dan paling jahat. ﴾ فَٱخۡرُجۡ إِنَّكَ مِنَ ٱلصَّٰغِرِينَ ﴿ "Maka keluarlah, sesungguh-nya kamu termasuk orang-orang yang hina." Yakni termasuk orang-orang yang hina-dina sebagai balasan atas kesombongan dan ujubnya.
(14-15) Ketika musuh Allah mengumumkan permusuhan-nya kepada Allah, Adam dan anak cucunya, dia meminta kepada Allah penangguhan tempo sampai Hari Kebangkitan, agar dapat menyesatkan Bani Adam dengan apa yang dia mampu. Manakala hikmah Allah menuntut adanya ujian kepada hamba-hambaNya agar jelas mana yang benar keimanannya dan mana yang dusta, siapa yang taat kepadaNya dan siapa yang taat kepada musuhNya, maka Allah mengabulkan permintaannya. Dia berfirman, ﴾ إِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh."
7:16–17Страница 152
قَالَ فَبِمَآ أَغۡوَيۡتَنِي لَأَقۡعُدَنَّ لَهُمۡ صِرَٰطَكَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ١٦
Иблис сказал: «За то, что Ты совратил меня, я непременно засяду против них на Твоем прямом пути.
ثُمَّ لَأٓتِيَنَّهُم مِّنۢ بَيۡنِ أَيۡدِيهِمۡ وَمِنۡ خَلۡفِهِمۡ وَعَنۡ أَيۡمَٰنِهِمۡ وَعَن شَمَآئِلِهِمۡۖ وَلَا تَجِدُ أَكۡثَرَهُمۡ شَٰكِرِينَ ١٧
А затем я буду подходить к ним спереди и сзади, справа и слева, и Ты не найдешь большинство из них благодарными».
"Iblis menjawab, 'Karena Engkau telah menghukum saya ter-sesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalanMu yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)'." (Al-A'raf: 16-17).
(16) Yakni iblis berkata manakala dia telah putus harapan dan putus asa dari rahmat Allah, ﴾ فَبِمَآ أَغۡوَيۡتَنِي لَأَقۡعُدَنَّ لَهُمۡ ﴿ "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-ha-langi)" mereka, yakni manusia ﴾ صِرَٰطَكَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ﴿ "dari jalanMu yang lurus." Yakni aku akan menguntit jalan dan aku benar-benar akan berusaha dengan segenap kemampuanku untuk mencegah orang-orang dari-nya agar tidak melewati jalan itu.
(17) ﴾ ثُمَّ لَأٓتِيَنَّهُم مِّنۢ بَيۡنِ أَيۡدِيهِمۡ وَمِنۡ خَلۡفِهِمۡ وَعَنۡ أَيۡمَٰنِهِمۡ وَعَن شَمَآئِلِهِمۡۖ ﴿ "Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka." Yakni dari segala arah dan jurusan dan dari segala jalan yang padanya dia mampu mewujudkan maksudnya pada mereka. Manakala iblis yang buruk ini mengetahui bahwa mereka adalah lemah, kelalaian telah menguasai banyak dari mereka, dan dia sendiri telah bertekad bulat untuk mengeluarkan segala upaya-nya untuk menyesatkan mereka, maka dia mengira –dan memang perkiraannya benar– dia berkata, ﴾ وَلَا تَجِدُ أَكۡثَرَهُمۡ شَٰكِرِينَ ﴿ "Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)." Karena bersyukur termasuk meniti jalan yang lurus. Sementara dia ingin menghalang-halangi manusia darinya dan dari bersyukur. Allah تعالى berfirman, ﴾ إِنَّمَا يَدۡعُواْ حِزۡبَهُۥ لِيَكُونُواْ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ 6 ﴿ "Karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." (Fathir: 6). Allah memperingatkan kita dari apa yang iblis katakan dan dia tekadkan untuk melakukannya, agar kita berhati-hati darinya, bersiap-siap menghadapi musuh kita, menjaga diri darinya. Dengan kita berilmu (mengetahui) jalan-jalan dari mana dia datang, dan celah-celah di mana dia menyusup darinya, maka dengan itu Allah telah memberi nikmat kepada kita dengan kenikmatan yang paling sempurna.
7:18Страница 152
قَالَ ٱخۡرُجۡ مِنۡهَا مَذۡءُومٗا مَّدۡحُورٗاۖ لَّمَن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكُمۡ أَجۡمَعِينَ ١٨
Аллах сказал: «Изыди презренным и отверженным! А если кто из них последует за тобой, то Я заполню Геенну всеми вами.
"Allah berfirman, 'Keluarlah kamu dari surga itu sebagai yang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya'." (Al-A'raf: 18).
(18) Yakni Allah تعالى berfirman kepada iblis ketika dia menga-takan apa yang dikatakannya, ﴾ ٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Keluarlah kamu dari surga itu", dalam keadaan hina-dina, bukan mulia, akan tetapi ﴾ مَذۡءُومٗا مَّدۡحُورٗاۖ ﴿ "sebagai yang terhina lagi terusir." Dalam keadaan dijauhkan dari Allah, dari RahmatNya, dan dari segala kebaikan. ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ ﴿ "Be-nar-benar Aku akan mengisi Neraka Jahanam", denganmu dan dengan orang-orang yang mengikutimu ﴾ أَجۡمَعِينَ ﴿ "semuanya." Ini adalah sum-pah dari Allah bahwa neraka adalah tempat para ahli maksiat. Dia pasti memenuhinya dengan iblis dan para pengikutnya dari go-longan jin dan manusia.
Kemudian Allah memperingatkan Adam terhadap kejahatan dan fitnah iblis. Maka Dia berfirman,
7:19–23Страница 152
وَيَٰٓـَٔادَمُ ٱسۡكُنۡ أَنتَ وَزَوۡجُكَ ٱلۡجَنَّةَ فَكُلَا مِنۡ حَيۡثُ شِئۡتُمَا وَلَا تَقۡرَبَا هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ١٩
О Адам! Поселись в Раю вместе со своей супругой. Ешьте, где (или когда) пожелаете, но не приближайтесь к этому дереву, а не то окажетесь беззаконниками».
فَوَسۡوَسَ لَهُمَا ٱلشَّيۡطَٰنُ لِيُبۡدِيَ لَهُمَا مَا وُۥرِيَ عَنۡهُمَا مِن سَوۡءَٰتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَىٰكُمَا رَبُّكُمَا عَنۡ هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةِ إِلَّآ أَن تَكُونَا مَلَكَيۡنِ أَوۡ تَكُونَا مِنَ ٱلۡخَٰلِدِينَ ٢٠
Дьявол стал наущать их, чтобы обнажить их срамные места, которые были сокрыты от них. Он сказал им: «Ваш Господь запретил вам это дерево только для того, чтобы вы не стали ангелами или бессмертными».
وَقَاسَمَهُمَآ إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ ٱلنَّٰصِحِينَ ٢١
Он поклялся им: «Воистину, я для вас - искренний доброжелатель».
فَدَلَّىٰهُمَا بِغُرُورٖۚ فَلَمَّا ذَاقَا ٱلشَّجَرَةَ بَدَتۡ لَهُمَا سَوۡءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخۡصِفَانِ عَلَيۡهِمَا مِن وَرَقِ ٱلۡجَنَّةِۖ وَنَادَىٰهُمَا رَبُّهُمَآ أَلَمۡ أَنۡهَكُمَا عَن تِلۡكُمَا ٱلشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَآ إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ لَكُمَا عَدُوّٞ مُّبِينٞ ٢٢
Он низвел их (вывел из Рая или воодушевил на грех) обманом, и когда они вкусили от этого дерева, то обнажились их срамные места, и они стали прилеплять на себя райские листья. Тогда Господь их воззвал к ним: «Разве Я не запретил вам это дерево и не сказал вам, что дьявол для вас - явный враг?».
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمۡنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٢٣
Они сказали: «Господь наш! Мы поступили несправедливо по отношению к себе, и если Ты не простишь нас и не смилостивишься над нами, то мы непременно окажемся одними из потерпевших урон».
"(Dan Allah berfirman), 'Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua ter-masuk orang-orang yang zhalim.' Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya, dan setan berkata, 'Rabb kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malai-kat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga).' Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, 'Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu ber-dua.' Maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah po-hon itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Rabb mereka menyeru mereka, 'Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon itu dan Aku katakan kepadamu, 'Se-sungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu ber-dua.' Keduanya berkata, 'Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri. Dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi'." (Al-A'raf: 19-23).
(19) Yakni, Allah memerintahkan Adam dan istrinya, Haw-wa` yang Allah berikan kepada Adam sebagai nikmat agar dia merasa tenteram karenanya. Allah memerintahkan mereka berdua untuk makan dari surga apa saja yang mereka inginkan, dan me-nikmati di dalamnya apa saja yang mereka sukai. Hanya saja Dia menentukan sebuah pohon dan melarang mereka untuk memakan-nya. Allah lebih mengetahui pohon apa itu. Pohon apa tepatnya tidaklah penting bagi kita untuk mengetahuinya. Pohon ini diha-ramkan atas mereka berdua dengan dalil FirmanNya, ﴾ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zhalim."
(20) Keduanya senantiasa menaati perintah Allah sampai iblis datang kepada mereka dengan makarnya. Dia menggoda me-reka berdua dengan godaan yang menipu dan memperdaya kedua-nya. Dia berkata, ﴾ مَا نَهَىٰكُمَا رَبُّكُمَا عَنۡ هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةِ إِلَّآ أَن تَكُونَا مَلَكَيۡنِ ﴿ "Rabb kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat", yakni dari jenis malaikat. ﴾ أَوۡ تَكُونَا مِنَ ٱلۡخَٰلِدِينَ ﴿ "Atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)." Seperti disebutkan di ayat yang lain, ﴾ هَلۡ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ ٱلۡخُلۡدِ وَمُلۡكٖ لَّا يَبۡلَىٰ 120 ﴿ "Maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi (keabadian) dan kerajaan yang tidak akan binasa?" (Thaha: 120).
(21) Tetapi bersama ucapannya (yang menyesatkan) itu dia bersumpah dengan Nama Allah di depan keduanya, ﴾ إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ ٱلنَّٰصِحِينَ ﴿ "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua." Yakni termasuk dalam golongan para pemberi nasi-hat di mana aku telah berkata kepada kalian berdua apa yang aku katakan ini.
(22) Keduanya tertipu dengan godaan iblis, nafsu dalam kondisi itu mengalahkan akal. ﴾ فَدَلَّىٰهُمَا ﴿ "Maka setan membujuk kedua-nya (untuk memakan buah itu)." Yakni setan menurunkan keduanya dari derajat yang tinggi, yaitu bersihnya mereka dari dosa-dosa dan kemaksiatan kepada pengotoran diri dengan kotoran-kotorannya, maka keduanya pun makan buah pohon itu. ﴾ فَلَمَّا ذَاقَا ٱلشَّجَرَةَ بَدَتۡ لَهُمَا سَوۡءَٰتُهُمَا ﴿ "Tatkala keduanya telah merasai buah pohon itu, nampaklah bagi kedua-nya aurat-auratnya." Yakni tampaklah aurat mereka setelah sebelum-nya tertutup. Dalam kondisi ini ketelanjangan batin dari takwa mempengaruhi pakaian lahir, sehingga ia pun terlepas, maka ter-bukalah aurat keduanya. Tatkala aurat keduanya terlihat, keduanya malu dan mulai menutupinya dengan daun-daun surga. ﴾ وَنَادَىٰهُمَا رَبُّهُمَآ ﴿ "Kemudian Rabb mereka menyeru mereka." Mencela dan menyalahkan mereka -sementara mereka dalam kondisi seperti itu-. ﴾ أَلَمۡ أَنۡهَكُمَا عَن تِلۡكُمَا ٱلشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَآ إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ لَكُمَا عَدُوّٞ مُّبِينٞ ﴿ "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon itu dan Aku katakan kepadamu, 'Sesungguhnya setan itu ada-lah musuh yang nyata bagi kamu berdua." Mengapa kamu berdua me-lakukan yang dilarang dan menaati musuhmu?
(23) Pada saat itu Allah memberi keduanya nikmat untuk bertaubat dan sekaligus menerimanya, keduanya mengakui dosa yang mereka lakukan kemudian memohon ampunan kepada Allah, keduanya berkata ﴾ رَبَّنَا ظَلَمۡنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ﴿ "Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri. Dan jika Engkau tidak me-ngampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." Yakni kami melakukan dosa yang telah Engkau peringatkan kepada kami. Kami telah merugikan diri kami sendiri dengan melakukan dosa. Kami telah melakukan penye-bab kerugian, jika Engkau tidak mengampuni kami dengan meng-hapus akibat dosa dan hukumannya, menyayangi kami dengan menerima taubat, dan memaafkan kami dari dosa-dosa seperti ini. Maka Allah pun mengampuni keduanya. Adam telah bersalah ke-pada Rabbnya maka dia tersesat. Kemudian Rabbnya memilihnya dan menerima taubatnya dan memberinya petunjuk. Adapun iblis, maka ia tidak mau berhenti dari kesewenang-wenangannya dan tidak mau meninggalkan kemaksiatannya. Barangsiapa yang meniru Adam dengan mengakui dosa dan memohon ampunan, menyesal dan meninggalkan dosa jika dia melakukannya, maka Rabbnya akan memilihnya dan memberinya petunjuk. Barangsiapa yang meniru iblis jika dia melakukan dosa di mana dia semakin menam-bah kemaksiatan, maka dia hanya menjauhkan dirinya dari Allah.
7:24–26Страница 153
قَالَ ٱهۡبِطُواْ بَعۡضُكُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوّٞۖ وَلَكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُسۡتَقَرّٞ وَمَتَٰعٌ إِلَىٰ حِينٖ ٢٤
Аллах сказал: «Низвергнитесь и будьте врагами друг другу! Земля будет для вас обителью и предметом пользования на некоторое время».
قَالَ فِيهَا تَحۡيَوۡنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنۡهَا تُخۡرَجُونَ ٢٥
Аллах сказал: «На ней вы будете жить, на ней будете умирать и из нее будете выведены».
يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ قَدۡ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكُمۡ لِبَاسٗا يُوَٰرِي سَوۡءَٰتِكُمۡ وَرِيشٗاۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقۡوَىٰ ذَٰلِكَ خَيۡرٞۚ ذَٰلِكَ مِنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُونَ ٢٦
О сыны Адама! Мы ниспослали вам одеяние для прикрытия ваших срамных мест и украшения. Однако одеяние из богобоязненности - лучше. Таково одно из знамений Аллаха. Быть может, они помянут назидание.
"Allah berfirman, 'Turunlah kamu sekalian, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan.' Allah berfirman, 'Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.' Hai anak Adam, sesungguh-nya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat." (Al-A'raf: 24-26).
(24-25) Yakni, manakala Allah menurunkan Adam dan is-trinya dan keturunan mereka ke bumi, Dia memberitakan kepada keduanya tentang keadaan kehidupan mereka di sana, bahwa Dia menjadikan padanya kehidupan yang akan disusul dengan kema-tian, yang akan diiringi dengan ujian dan cobaan, dan mereka se-nantiasa di dalamnya. Dia mengutus rasul-rasul kepada mereka, menurunkan kitab-kitab kepada mereka, sampai kematian datang dan mereka dikubur di dalamnya. Kemudian jika telah sempurna, maka Allah akan membangkitkan mereka dan mengeluarkan mere-ka darinya ke alam yang merupakan alam yang sebenarnya yaitu alam Akhirat.
(26) Kemudian Allah memberi nikmat kepada mereka de-ngan apa yang Dia sediakan untuk mereka berupa pakaian pokok dan pakaian lain yang tujuannya adalah keindahan. Begitu pula kebutuhan lainnya, seperti makanan, minuman, kendaraan, perni-kahan, dan perkara-perkara lain yang disediakan oleh Allah bagi manusia; baik yang bersifat pokok maupun yang bersifat peleng-kap. Kemudian Dia menjelaskan kepada mereka bahwa semua itu bukanlah tujuan itu sendiri, akan tetapi Allah menyediakannya se-bagai pendukung dan penopang untuk beribadah dan melakukan ketaatan kepadaNya. Oleh karena itu Dia berfirman, ﴾ وَلِبَاسُ ٱلتَّقۡوَىٰ ذَٰلِكَ خَيۡرٞۚ ﴿ "Dan pakaian takwa itulah yang paling baik," daripada pakaian badan, karena pakaian takwa akan selalu bersama hamba, tidak usang dan tidak rusak. Ia adalah keindahan hati dan rohani. Ada-pun pakaian yang nampak, maka ia hanyalah menutupi aurat yang nampak pada suatu waktu atau ia menjadi keindahan bagi pema-kainya. Di balik itu tidak ada lagi kegunaan. Seandainya pakaian ini tidak ada, maka aurat lahirnya terlihat di mana tidak mengapa membukanya dalam keadaan darurat. Adapun seandainya pakaian takwa tidak ada, maka aurat batinnya akan terlihat dan dia akan mendapat kehinaan dan aib. FirmanNya, ﴾ ذَٰلِكَ مِنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُونَ ﴿ "Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat." Yakni, pakaian yang disebutkan itu termasuk yang mengingatkanmu tentang apa-apa yang berguna dan apa yang tidak berguna bagimu, dan kamu memakai pakaian lahir sebagai sarana untuk menopang batin.
7:27Страница 153
يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ لَا يَفۡتِنَنَّكُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ كَمَآ أَخۡرَجَ أَبَوَيۡكُم مِّنَ ٱلۡجَنَّةِ يَنزِعُ عَنۡهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوۡءَٰتِهِمَآۚ إِنَّهُۥ يَرَىٰكُمۡ هُوَ وَقَبِيلُهُۥ مِنۡ حَيۡثُ لَا تَرَوۡنَهُمۡۗ إِنَّا جَعَلۡنَا ٱلشَّيَٰطِينَ أَوۡلِيَآءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ ٢٧
О сыны Адама! Не позволяйте дьяволу совратить вас, подобно тому, как он вывел из Рая ваших родителей. Он сорвал с них одежды, чтобы показать им их срамные места. Воистину, он и его сородичи видят вас оттуда, где вы их не видите. Воистину, Мы сделали дьяволов покровителями и помощниками тех, которые не веруют.
"Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapak-mu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman." (Al-A'raf: 27).
(27) Allah تعالى memperingatkan Bani Adam agar tidak diper-lakukan oleh setan seperti dia melakukan itu kepada bapak mereka. ﴾ يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ لَا يَفۡتِنَنَّكُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ ﴿ "Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu da-pat ditipu oleh setan." Di mana dia menghiasi kemaksiatan kepadamu, mengajakmu dan mendorongmu untuk melakukannya lalu kamu pun tunduk kepadanya. ﴾ كَمَآ أَخۡرَجَ أَبَوَيۡكُم مِّنَ ٱلۡجَنَّةِ ﴿ "Sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga." Dia menurunkan kedua-nya dari tempat yang tinggi kepada yang paling rendah darinya. Setan juga ingin melakukan itu kepadamu, dia memfokuskan sega-la usahanya sehingga dia dapat menipumu jika dia mampu. Maka hendaknya kamu selalu menanamkan kewaspadaan di benakmu. Pakailah baju perang untuk menghadapinya, dan jangan melupakan celah-celah di mana darinya dia dapat masuk kepadamu, karena dia selalu memata-mataimu. ﴾ يَرَىٰكُمۡ هُوَ وَقَبِيلُهُۥ ﴿ "Sesungguhnya ia dan pe-ngikut-pengikutnya melihat kamu", dari kalangan jin ﴾ مِنۡ حَيۡثُ لَا تَرَوۡنَهُمۡۗ إِنَّا جَعَلۡنَا ٱلشَّيَٰطِينَ أَوۡلِيَآءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ ﴿ "dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman." Kekufuranlah yang menjadi pemicu tersambungnya hubungan pertemanan antara ma-nusia dengan setan. ﴾ إِنَّهُۥ لَيۡسَ لَهُۥ سُلۡطَٰنٌ عَلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ 99 إِنَّمَا سُلۡطَٰنُهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ يَتَوَلَّوۡنَهُۥ وَٱلَّذِينَ هُم بِهِۦ مُشۡرِكُونَ 100 ﴿ "Sesungguhnya setan itu tidak memiliki kekuasaan apa pun atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Rabbnya. Sesungguh-nya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang menjadikan-nya sebagai pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah." (An-Nahl: 99-100).
7:28–30Страница 153
وَإِذَا فَعَلُواْ فَٰحِشَةٗ قَالُواْ وَجَدۡنَا عَلَيۡهَآ ءَابَآءَنَا وَٱللَّهُ أَمَرَنَا بِهَاۗ قُلۡ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَأۡمُرُ بِٱلۡفَحۡشَآءِۖ أَتَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ٢٨
Когда они совершают мерзость, они говорят: «Мы видели, что наши отцы поступали таким образом. Аллах повелел нам это». Скажи: «Аллах не велит совершать мерзость. Неужели вы станете наговаривать на Аллаха то, чего не знаете?».
قُلۡ أَمَرَ رَبِّي بِٱلۡقِسۡطِۖ وَأَقِيمُواْ وُجُوهَكُمۡ عِندَ كُلِّ مَسۡجِدٖ وَٱدۡعُوهُ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَۚ كَمَا بَدَأَكُمۡ تَعُودُونَ ٢٩
Скажи: «Мой Господь велел поступать справедливо». Обращайте к Нему лица в любом месте поклонения и взывайте к Нему, очищая перед Ним веру. Он сотворил вас изначально, и так же вы будете возвращены».
فَرِيقًا هَدَىٰ وَفَرِيقًا حَقَّ عَلَيۡهِمُ ٱلضَّلَٰلَةُۚ إِنَّهُمُ ٱتَّخَذُواْ ٱلشَّيَٰطِينَ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَيَحۡسَبُونَ أَنَّهُم مُّهۡتَدُونَ ٣٠
Он одних наставил на прямой путь, а другим заслуженно предписал заблуждение. Они сочли дьяволов своими покровителями и помощниками вместо Аллаха и полагают, что следуют прямым путем.
"Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka ber-kata, 'Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.' Kata-kanlah, 'Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) per-buatan yang keji.' Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. Katakanlah, 'Rabbku menyuruh men-jalankan keadilan.' Dan (katakanlah), 'Luruskanlah muka (diri)mu di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ke-taatanmu kepadaNya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepada-Nya.' Sebagian diberiNya petunjuk dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk." (Al-A'raf: 28-30).
(28) Allah تعالى menjelaskan buruknya keadaan orang-orang musyrik yang melakukan dosa dan mengklaim bahwasanya Allah telah menyuruh mereka melakukannya. ﴾ وَإِذَا فَعَلُواْ فَٰحِشَةٗ ﴿ "Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji." Yaitu segala sesuatu yang buruk lagi jelek, di antaranya adalah thawaf di Ka'bah dengan telanjang. ﴾ قَالُواْ وَجَدۡنَا عَلَيۡهَآ ءَابَآءَنَا ﴿ "Mereka berkata, 'Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu'." Mereka benar dalam hal itu. ﴾ وَٱللَّهُ أَمَرَنَا بِهَاۗ ﴿ "Dan Allah menyuruh kami mengerjakannya." Dalam hal ini me-reka berdusta. Oleh karena itu Allah membantah penisbatan ini. Dia berfirman, ﴾ قُلۡ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَأۡمُرُ بِٱلۡفَحۡشَآءِۖ ﴿ "Katakanlah, 'Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji'." Yakni tidak layak dengan kesempurnaanNya dan hikmahNya, Dia menyuruh hamba-hambaNya melakukan perbuatan keji. Tidak yang dilakukan orang-orang musyrik itu dan tidak pula lainnya. ﴾ أَتَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "Me-ngapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?" Adakah kedustaan yang lebih besar dari ini?
(29) Kemudian Allah menyebutkan apa yang diperintah-kanNya, ﴾ قُلۡ أَمَرَ رَبِّي بِٱلۡقِسۡطِۖ ﴿ "Katakanlah, 'Rabbku menyuruh menjalankan keadilan." Adil dalam ibadah dan muamalat, bukan dengan kezha-liman dan kesewenang-wenangan. ﴾ وَأَقِيمُواْ وُجُوهَكُمۡ عِندَ كُلِّ مَسۡجِدٖ ﴿ "Dan (katakanlah), 'Luruskanlah muka (diri)mu di setiap shalat." Yakni menghadaplah kepada Allah, ber-sungguh-sungguhlah dalam menyempurnakan ibadah, khususnya shalat. Tegakkanlah ia lahir dan batin. Bersihkan ia dari segala yang mengurangi dan merusaknya. ﴾ وَٱدۡعُوهُ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَۚ ﴿ "Dan berdoalah (sembahlah) Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepadaNya." Yakni, bertujuan dengan itu WajahNya semata, tidak ada sekutu bagiNya. Doa di sini mencakup doa permohonan dan doa ibadah, yakni janganlah kamu mencari tujuan dan sasaran dalam doamu selain penghambaan kepada Allah dan ridhaNya. ﴾ كَمَا بَدَأَكُمۡ ﴿ "Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu", pada per-mulaan. ﴾ تَعُودُونَ ﴿ "(Demikian pulalah) kamu akan kembali kepadaNya," de-ngan dibangkitkan. Yang mampu menciptakanmu pertama kali pasti mampu mengembalikannya, bahkan lebih mudah daripada menciptakan pertama kali.
(30) ﴾ فَرِيقًا ﴿ "Sebagian", dari mereka ﴾ هَدَىٰ ﴿ "diberiNya petun-juk", oleh Allah. Yakni Allah memberinya taufik kepada hidayah, memudahkan sebab-sebabnya bagi mereka, dan menepis pengha-lang-penghalangnya. ﴾ وَفَرِيقًا حَقَّ عَلَيۡهِمُ ٱلضَّلَٰلَةُۚ ﴿ "Dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka." Yakni mereka pasti akan sesat karena mereka sendiri yang melakukan sebab-sebabnya untuk diri mereka, karena mereka ﴾ ٱتَّخَذُواْ ٰٱلشَّيَٰطِينَ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ﴿ "menjadikan setan-setan pelindung (mereka) selain Allah." Barangsiapa menjadikan setan sebagai pelin-dung selain Allah, maka dia telah merugi dengan kerugian yang nyata. Manakala mereka berlepas diri dari perlindungan Allah dan masuk ke dalam perlindungan setan, maka mereka mendapatkan bagian kekalahan yang melimpah dan dijadikan bersandar kepada diri mereka, sehingga merugilah mereka dengan kerugian yang be-sar, padahal mereka mengira, ﴾ أَنَّهُم مُّهۡتَدُونَ ﴿ "bahwa mereka mendapat petunjuk." Karena Hakikat perkaranya telah terbalik bagi mereka. Mereka mengira bahwa yang batil adalah benar dan yang benar adalah batil. Ayat-ayat ini mengandung dalil bahwa perintah dan larangan berinduk kepada hikmah dan kemaslahatan, di mana Allah menya-takan bahwa Dia tidak mungkin memerintahkan sesuatu yang keji dan diingkari oleh akal, dan bahwa Dia tidak memerintahkan ke-cuali yang adil penuh keikhlasan. Dalam ayat ini terdapat dalil bahwa hidayah akan didapatkan dengan karunia dan nikmat Allah, sementara kesesatan adalah jika Allah menelantarkan hamba, karena dengan kebodohan dan kezha-limannya dia menjadikan setan sebagai pelindung, dan dia menye-babkan kesesatan untuk dirinya sendiri, dan bahwa barangsiapa menduga dirinya di atas petunjuk padahal sebenarnya dia sesat, maka tidak ada udzur baginya (yakni udzurnya tidak akan diteri-ma), karena dia tetap berpeluang mendapatkan petunjuk, akan te-tapi dugaannya itu datang kepadanya hanyalah dari kezhalimannya dengan berpaling dari jalan yang mengantarkan kepada petunjuk.
Текст: Quranic Universal Library (Tarteel) через spa5k/tafsir_api (MIT), в зафиксированной версии. Аяты: Quran Foundation. Источники и лицензии