Ас-Саади · Тафсир · на индонезийском
غافر
Гафир
Прощающий · Мекканская · 85 аятов
40:1–3Страница 467
حمٓ ١
Ха. Мим.
تَنزِيلُ ٱلۡكِتَٰبِ مِنَ ٱللَّهِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡعَلِيمِ ٢
Писание ниспослано от Аллаха Могущественного, Знающего,
غَافِرِ ٱلذَّنۢبِ وَقَابِلِ ٱلتَّوۡبِ شَدِيدِ ٱلۡعِقَابِ ذِي ٱلطَّوۡلِۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ إِلَيۡهِ ٱلۡمَصِيرُ ٣
Прощающего грехи, Принимающего покаяния, Сурового в наказании, Обладающего милостью. Нет божества, кроме Него, и к Нему предстоит прибытие.
"Ha Mim. Kitab ini diturunkan dari Allah Yang Mahaper-kasa lagi Maha Mengetahui, Yang mengampuni dosa dan menerima taubat, lagi keras hukumanNya; Yang mempunyai karunia. Tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Dia. Hanya kepada-Nya-lah (semua makhluk) kembali." (Ghafir: 1-3).
Makkiyah
(1) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang KitabNya yang agung, yaitu bahwa sesungguhnya ia berasal dan diturunkan dari sisi Allah yang berhak dipuja dan disembah, karena kemaha-sempurnaanNya dan keesaanNya dalam segala perbuatanNya. ﴾ ٱلۡعَزِيزِ ﴿ "Yang Mahaperkasa" yang dengan keperkasaanNya Dia menundukkan (mengalahkan) semua makhluk. ﴾ ٱلۡعَلِيمِ ﴿ "Lagi Maha Mengetahui" segala sesuatu. ﴾ غَافِرِ ٱلذَّنۢبِ ﴿ "Yang mengampuni dosa" orang-orang yang berbuat dosa. ﴾ وَقَابِلِ ٱلتَّوۡبِ ﴿ "Dan menerima taubat" dari orang-orang yang ber-taubat. ﴾ شَدِيدِ ٱلۡعِقَابِ ﴿ "Lagi keras hukumanNya" terhadap siapa saja yang lancang berbuat dosa dan tidak bertaubat darinya. ﴾ ذِي ٱلطَّوۡلِۖ ﴿ "Yang mempunyai karunia," maksudnya, pemilik karunia dan kebaikan yang menyeluruh. Setelah Allah menetapkan sebagian dari kemahasempurnaan-Nya, dan hal itu memastikan bahwa hanya Dia saja yang berhak disembah, yang semua amal ibadah hanya dimurnikan untukNya, maka karena itu Dia kemudian berfirman, ﴾ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ إِلَيۡهِ ٱلۡمَصِيرُ ﴿ "Tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Dia. Hanya kepadaNya-lah (semua makhluk) kembali." Sisi korelasi penyebutan turunnya al-Qur`an dari sisi Allah yang mempunyai sifat-sifat tersebut tadi adalah bahwa sifat-sifat tersebut memastikan seluruh makna yang terkandung di dalam al-Qur`an. Karena itu, sesungguhnya (isi) al-Qur`an boleh jadi adalah informasi tentang nama-nama, sifat-sifat, dan af'al (perbuatan-per-buatan) Allah, dan ini adalah nama-nama, sifat-sifat dan af'al, dan boleh jadi informasi tentang hal-hal yang ghaib yang telah lalu dan yang akan datang, dan ini adalah pemberitahuan (pengajaran) dari yang Maha Mengetahui kepada hamba-hambaNya. Boleh jadi pula informasi tentang karunia-karuniaNya yang sangat besar dan nikmat-nikmatNya yang luar biasa dan segala perintah yang me-ngantarkan kepada nikmat-nikmat tersebut. Yang demikian ini ditunjukkan oleh FirmanNya, ﴾ ذِي ٱلطَّوۡلِۖ ﴿ "Yang mempunyai karunia." Boleh jadi juga informasi tentang hukumanNya yang sangat keras dan hal-hal apa saja yang menyebabkan dan memastikannya dari berbagai perbuatan maksiat. Hal ini ditunjukkan oleh FirmanNya, ﴾ شَدِيدِ ٱلۡعِقَابِ ﴿ "Yang amat keras hukumanNya." Boleh jadi juga seruan kepada orang-orang yang berdosa untuk bertaubat, berinabah dan memohon ampun (kepada Allah). Ini diisyaratkan oleh FirmanNya, ﴾ غَافِرِ ٱلذَّنۢبِ وَقَابِلِ ٱلتَّوۡبِ شَدِيدِ ٱلۡعِقَابِ ﴿ "Yang mengampuni dosa dan menerima taubat lagi keras hukumanNya." Boleh jadi juga informasi bahwa hanya Dia yang berhak diibadahi dan disembah, kemudian ber-bagai dalil aqli dan naqli dikemukakan untuknya, himbauan untuk beribadah kepadaNya dan larangan beribadah kepada selain Dia, serta penegakan argumen-argumen naqli dan aqli terhadap ketidak-benaran penyembahan kepada selain Allah itu serta ancamannya. Itulah sebabnya Dia berfirman, ﴾ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ ﴿ "Tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Dia." Serta boleh jadi juga informasi (pemberita-an) tentang balasanNya yang sangat adil dan pahala bagi orang-orang yang berbuat baik serta siksaan bagi orang-orang yang dur-haka. Hal ini diisyaratkan oleh FirmanNya, ﴾ إِلَيۡهِ ٱلۡمَصِيرُ ﴿ "Hanya ke-padaNya-lah (semua makhluk) kembali." Itulah yang dicakup di dalam al-Qur`an berupa al-Mathalib al-'Aliyah (nilai-nilai luhur).
40:4–6Страница 467
مَا يُجَٰدِلُ فِيٓ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فَلَا يَغۡرُرۡكَ تَقَلُّبُهُمۡ فِي ٱلۡبِلَٰدِ ٤
Знамения Аллаха оспаривают только неверующие. Пусть не обольщает тебя то, как они мечутся на земле.
كَذَّبَتۡ قَبۡلَهُمۡ قَوۡمُ نُوحٖ وَٱلۡأَحۡزَابُ مِنۢ بَعۡدِهِمۡۖ وَهَمَّتۡ كُلُّ أُمَّةِۭ بِرَسُولِهِمۡ لِيَأۡخُذُوهُۖ وَجَٰدَلُواْ بِٱلۡبَٰطِلِ لِيُدۡحِضُواْ بِهِ ٱلۡحَقَّ فَأَخَذۡتُهُمۡۖ فَكَيۡفَ كَانَ عِقَابِ ٥
До них сочли лжецами посланников народ Нуха (Ноя) и соумышленники после них. Каждый народ намеревался схватить своего посланника. Они спорили, прибегая ко лжи, чтобы опровергнуть ею истину. Но Я схватил их, и каким же было Мое наказание!
وَكَذَٰلِكَ حَقَّتۡ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَنَّهُمۡ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِ ٦
Так сбылось Слово твоего Господа относительно того, что неверующие окажутся обитателями Огня.
"Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperda-yakan kamu. Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu sesudah mereka telah mendustakan dan tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan batil untuk mele-nyapkan kebenaran dengan yang batil itu; karena itu Aku azab mereka. Maka betapa pedihnya azabKu. Dan demikianlah, telah pasti berlaku ketetapan azab Rabbmu terhadap orang-orang kafir, karena sesungguhnya mereka adalah penghuni neraka." (Ghafir: 4-6).
(4) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwa tidak ada yang memper-debatkan ayat-ayatNya selain orang-orang yang kafir. Yang dimak-sud memperdebatkan di sini adalah perdebatan untuk menolak ayat-ayat Allah dan meresponsnya dengan cara yang tidak benar. Inilah bagian dari perilaku orang-orang kafir. Adapun orang-orang yang beriman, mereka tunduk kepada kebenaran dan dengannya mereka mencampakkan kebatilan.[81] Maka hendaknya seseorang tidak terpedaya dengan kondisi duniawi seseorang, dan hendaknya ia tidak mengira bahwa pem-berian Allah yang dilimpahkan kepadanya di dunia ini adalah sebagai bukti atas cinta Allah kepadanya, dan bahwa dia berada dalam kebenaran! Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ فَلَا يَغۡرُرۡكَ تَقَلُّبُهُمۡ فِي ٱلۡبِلَٰدِ ﴿ "Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu." Maksudnya, pulang-pergi (bolak-balik) mereka di negeri ini dengan berbagai bentuk pernia-gaan dan usaha bisnis (jangan sampai membuatmu terlena). Malah yang wajib atas setiap orang adalah menilai orang lain dari sisi kebenarannya dan melihat kepada nilai-nilai syariat (norma-norma agama) dan dengannya ia menilai manusia; jangan menilai kebe-naran dengan manusia, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak berilmu dan tidak berakal!
(5) Kemudian Allah mengancam siapa saja yang memper-debatkan ayat-ayat Allah dengan tujuan merusaknya (menolaknya) sebagaimana telah dilakukan oleh umat-umat sebelumnya dari ﴾ قَوۡمُ نُوحٖ ﴿ "kaum Nuh" dan 'Ad ﴾ وَٱلۡأَحۡزَابُ مِنۢ بَعۡدِهِمۡۖ ﴿ "dan golongan-go-longan yang bersekutu sesudah mereka" yang berkoalisi dan bergabung untuk memberangus kebenaran dan (sebaliknya) membela keba-tilan. ﴾ و َ ﴿ "Dan" keadaannya sampai membuat mereka, dan koalisi mereka, telah menyeret mereka untuk melakukan tindakan,﴾ هَمَّت كُلُّ أُمَّةِۭ ﴿ "tiap-tiap umat telah merencanakan," maksudnya, tiap-tiap umat telah merencanakan makar ﴾ بِرَسُولِهِمۡ لِيَأۡخُذُوهُۖ ﴿ "terhadap rasul mereka untuk menawannya." Maksudnya, untuk membunuhnya. Inilah cobaan hebat yang dihadapi oleh para rasul, para pe-lopor ahli kebaikan, yang membawa kebenaran murni yang tidak ada keraguan atau ketidakjelasan padanya. Kaum yang bersekutu itu benar-benar telah merencanakan untuk membunuh mereka. Maka apakah sesudah kezhaliman, kesesatan, dan kesengsaraan ini ada hal lain selain azab yang berat yang bisa membebaskan mereka darinya?! Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang hukuman duniawi dan ukhrawi mereka, ﴾ فَأَخَذۡتُهُمۡۖ ﴿ "karena itu Aku azab mereka" disebabkan pendustaan yang mereka lakukan dan persekutuan jahat mereka itu. ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عِقَابِ ﴿ "Maka betapa pedihnya azabKu," ia adalah azab yang paling berat dan paling keji, ia tiada lain adalah suara keras atau bencana yang menimpa mereka dari langit, atau Allah memerintahkan kepada bumi untuk menelan mereka, atau kepada laut untuk menenggelamkan mereka. Maka mereka pun menjadi mati tidak berdaya.
(6) ﴾ وَكَذَٰلِكَ حَقَّتۡ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ ﴿ "Dan demikianlah, telah pasti berlaku ketetapan azab Rabbmu terhadap orang-orang kafir," maksudnya, sebagaimana ketetapan azab itu telah ditetapkan terhadap orang-orang terdahulu, maka demikian pula ketetapan kesesatan telah dipastikan terhadap mereka, yang karenanya azab ditimpakan kepada mereka. Maka dari itu dikatakan, ﴾ أَنَّهُمۡ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِ ﴿ "sesung-guhnya mereka adalah penghuni neraka."
40:7–9Страница 467
ٱلَّذِينَ يَحۡمِلُونَ ٱلۡعَرۡشَ وَمَنۡ حَوۡلَهُۥ يُسَبِّحُونَ بِحَمۡدِ رَبِّهِمۡ وَيُؤۡمِنُونَ بِهِۦ وَيَسۡتَغۡفِرُونَ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْۖ رَبَّنَا وَسِعۡتَ كُلَّ شَيۡءٖ رَّحۡمَةٗ وَعِلۡمٗا فَٱغۡفِرۡ لِلَّذِينَ تَابُواْ وَٱتَّبَعُواْ سَبِيلَكَ وَقِهِمۡ عَذَابَ ٱلۡجَحِيمِ ٧
Те, которые несут Трон, и те, которые вокруг него, прославляют хвалой своего Господа, веруют в Него и просят прощения для верующих: «Господь наш! Ты объял всякую вещь милостью и знанием. Прости же тех, которые раскаялись и последовали Твоим путем, и защити их от мучений в Аду.
رَبَّنَا وَأَدۡخِلۡهُمۡ جَنَّٰتِ عَدۡنٍ ٱلَّتِي وَعَدتَّهُمۡ وَمَن صَلَحَ مِنۡ ءَابَآئِهِمۡ وَأَزۡوَٰجِهِمۡ وَذُرِّيَّٰتِهِمۡۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ٨
Господь наш! Введи их в сады Эдема, которые Ты обещал им, а также праведников из числа их отцов, супруг и потомков. Воистину, Ты - Могущественный, Мудрый.
وَقِهِمُ ٱلسَّيِّـَٔاتِۚ وَمَن تَقِ ٱلسَّيِّـَٔاتِ يَوۡمَئِذٖ فَقَدۡ رَحِمۡتَهُۥۚ وَذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ٩
Защити их от грехов, ведь только тот, кого Ты защитишь в тот день от грехов, будет помилован Тобой. Это и есть великое преуспеяние».
"Yang memikul 'Arasy dan malaikat yang berada di sekeli-lingnya bertasbih memuji Rabbnya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman, 'Ya Rabb kami, rahmat dan ilmuMu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan meng-ikuti jalanMu dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala. Ya Rabb kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang shalih di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Dan peliharalah mereka dari keburukan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari keburukan pada hari itu, maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar'." (Ghafir: 7-9).
(7) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang kesempurnaan kemaha-lembutanNya terhadap hamba-hambaNya yang beriman dan ber-bagai sebab-sebab yang di luar kemampuan mereka yang telah Dia sediakan untuk kebahagiaan mereka, seperti permohonan ampunan para malaikat al-muqarrabin untuk mereka dan doa-doanya untuk kebaikan agama dan akhirat mereka. Dan di dalam kabar itu ter-dapat informasi tentang kemuliaan para malaikat yang bertugas memikul Arasy dan para malaikat lainnya yang berada di dekat-nya, serta kedekatan mereka dari Allah, Rabb mereka, dan betapa banyaknya ibadah (pengabdian mereka kepada Allah) dan nasihat mereka kepada hamba-hamba Allah, karena mereka mengetahui bahwa Allah mencintai perbuatan yang mereka lakukan itu. Allah berfirman, ﴾ ٱلَّذِينَ يَحۡمِلُونَ ٱلۡعَرۡشَ ﴿ "Yang memikul 'Arasy," maksudnya, Arasy Allah Yang Maha Pengasih, yang merupakan atap bagi seluruh makhluk, ia adalah makhluk yang paling besar, paling luas, paling indah dan terdekat kepada Allah سبحانه وتعالى, yang luasnya melebihi langit, bumi, dan kursiNya. Para malaikat tersebut telah diberi tugas oleh Allah سبحانه وتعالى untuk memikul 'ArasyNya yang agung itu. Maka tidak diragukan bahwa mereka lebih besar, lebih agung, dan lebih kuat daripada para malaikat lainnya. Mereka dipilih oleh Allah untuk memikul 'ArasyNya dan diistimewakan dengan dzikir dan dekat dariNya, membuktikan bahwa mereka adalah jenis malaikat yang paling utama. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَيَحۡمِلُ عَرۡشَ رَبِّكَ فَوۡقَهُمۡ يَوۡمَئِذٖ ثَمَٰنِيَةٞ 17 ﴿ "Dan ada delapan malaikat yang memikul Arasy Rabbmu pada saat itu." (Al-Haqqah: 17). ﴾ وَمَنۡ حَوۡلَهُۥ ﴿ "Dan para malaikat yang berada di sekelilingnya," yaitu para malaikat yang didekatkan karena kedudukan dan keutamaan mereka, ﴾ يُسَبِّحُونَ بِحَمۡدِ رَبِّهِمۡ ﴿ "bertasbih memuji Rabbnya." Ini adalah suatu sanjungan buat mereka karena betapa banyaknya ibadah mereka kepada Tuhannya, terutama ibadah dalam bentuk tasbih dan tahmid. Semua bentuk ibadah-ibadah lainnya adalah termasuk dalam tasbih dan tahmid kepada Allah. Sebab, ia merupakan pe-nyucian terhadap Allah dari perbuatan mengalihkan ibadah-ibadah kepada selain Dia, dan merupakan pujian kepadaNya. Bahkan pu-jian itu adalah ibadah kepada Allah سبحانه وتعالى. Adapun ucapan seseorang, "Subhanallah wa bihamdih," termasuk di dalamnya dan merupakan salah satu bentuk ibadah. ﴾ وَيَسۡتَغۡفِرُونَ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْۖ ﴿ "Dan mereka meminta-kan ampun bagi orang-orang yang beriman." Ini adalah salah satu di antara faidah-faidah dan keutamaan-keutamaan beriman yang sangat banyak itu, yaitu di mana para malaikat yang sama sekali tidak mempunyai dosa memohonkan ampun untuk orang-orang yang beriman. Jadi, seorang Mukmin, karena imannya memperoleh karunia yang sangat agung ini. Oleh karena ampunan itu mempunyai sebab-sebab lazim yang tidak akan bisa diperoleh tanpanya, -tidak seperti yang terbesit dalam banyak dugaan orang, yaitu bahwa memohon dan meminta ampunan itu bisa diperoleh, yang ujungnya adalah hanya sekedar pengampunan dosa- maka Allah menyebutkan pola permohonan para malaikat tersebut untuk orang-orang yang beriman supaya diberi ampun, yaitu menyebutkan hal-hal yang harus, yang tidak akan pernah tercapai kecuali dengannya, seraya berfirman, ﴾ رَبَّنَا وَسِعۡتَ كُلَّ شَيۡءٖ رَّحۡمَةٗ وَعِلۡمٗا ﴿ "Ya Rabb kami, rahmat dan ilmuMu meliputi segala sesuatu." Jadi, ilmu pengetahuanMu sudah meliputi segala sesuatu, tidak ada sesuatu apa pun yang tersembunyi dariMu dan tidak ada sesuatu apa pun sebesar dzarrah (biji sawi) di bumi atau di langit, atau yang lebih kecil atau yang lebih besar darinya yang lepas dari pengetahuanMu. Dan rahmatMu (kasih sayangMu) meliputi segala sesuatu. Alam semesta, yang di atas dan yang di bawah telah dipenuhi oleh rahmat Allah سبحانه وتعالى dan meliputi mereka semuanya dan yang telah sampai kepada apa yang telah dirasakan oleh makhlukNya. ﴾ فَٱغۡفِرۡ لِلَّذِينَ تَابُواْ ﴿ "Maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat" dari syirik dan maksiat, ﴾ وَٱتَّبَعُواْ سَبِيلَكَ ﴿ "dan mengikuti jalanMu," yaitu mengikuti para rasulMu dengan mengesakanMu dan taat kepadaMu, ﴾ وَقِهِمۡ عَذَابَ ٱلۡجَحِيمِ ﴿ "dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala," maksudnya, lindungi-lah mereka dari azab itu sendiri dan lindungilah mereka dari se-gala sebab-sebab yang dapat menceburkan mereka ke dalam azab tersebut.
(8) ﴾ رَبَّنَا وَأَدۡخِلۡهُمۡ جَنَّٰتِ عَدۡنٍ ٱلَّتِي وَعَدتَّهُمۡ ﴿ "Ya Rabb kami, dan masuk-kanlah mereka ke dalam surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka" melalui lisan para rasulMu, ﴾ وَمَن صَلَحَ ﴿ "dan orang-orang shalih," maksudnya, orang yang shalih karena beriman dan beramal kebajikan, ﴾ مِنۡ ءَابَآئِهِمۡ وَأَزۡوَٰجِهِمۡ ﴿ "di antara bapak-bapak dan istri-istri mereka," maksudnya, istri-istri mereka, suami-suami mereka, para sahabat dan rekan-rekan mereka, ﴾ وَذُرِّيَّٰتِهِمۡۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "dan ketu-runan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah yang Mahaperkasa," Yang Mengalahkan segala sesuatu, maka dengan keperkasaanMu itulah Engkau mengampuni mereka dan mengangkat segala mara-bahaya dari mereka serta mengantarkan mereka dengannya kepada segala kebaikan, ﴾ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "lagi Mahabijaksana" Yang meletakkan segala sesuatu tepat pada tempat-tempatnya. Kami tidak memohon kepadaMu, wahai Rabb kami suatu perkara yang kebijakanMu menghendaki lain dari itu, melainkan dari kebijaksanaanMu yang telah Engkau beritakan melalui lisan para rasulMu dan menjadi tun-tutan karuniaMu, yaitu ampunan bagi orang-orang yang beriman.
(9) ﴾ وَقِهِمُ ٱلسَّيِّـَٔاتِۚ ﴿ "Dan peliharalah mereka dari keburukan," yakni, dari amal perbuatan jahat dan balasannya, sebab ia akan mendatangkan keburukan bagi pelakunya. ﴾ وَمَن تَقِ ٱلسَّيِّـَٔاتِ يَوۡمَئِذٖ ﴿ "Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari keburukan pada hari itu," maksudnya, pada Hari Kiamat, ﴾ فَقَدۡ رَحِمۡتَهُۥۚ ﴿ "maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya," sebab rahmatMu terus tercurah kepada manusia, tidak ada yang bisa menghalanginya kecuali dosa mereka dan amal perbuatan buruk mereka. Maka siapa saja yang Engkau pelihara dari kebu-rukan dan Engkau bimbing ia untuk beramal kebajikan dan mem-peroleh pahalanya yang sangat besar, ﴾ وَذَٰلِكَ ﴿ "dan itulah," yakni, hilangnya hal-hal yang membahayakan karena dipelihara dari keburukan-keburukan dan karena tercapainya hal-hal yang disukai dengan tercapainya rahmat itu, ﴾ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ﴿ "adalah kemenangan yang besar" yang tidak ada kemenangan yang sebanding dengan-nya dan tidak ada pula yang diperlombakan oleh manusia yang lebih baik darinya. Doa para malaikat di atas mengandung dalil sempurnanya pengetahuan mereka tentang Tuhannya, juga (disyariatkannya) bertawasul kepada Allah dengan nama-namaNya yang indah yang Dia suka kalau hamba-hambaNya bertawasul kepadaNya dengan nama-nama tersebut dan memohon dengan apa-apa yang sangat pantas untuk dijadikan doa kepadaNya. Oleh karena doa mereka demi tercapainya rahmat dan dihapusnya segala bekas dosa yang telah dikerjakan oleh jiwa manusia yang telah diketahui oleh Allah kelemahan dan akibatnya karena kemaksiatan-kemaksiatan yang telah dilakukannya, dan prinsip-prinsip serta sebab-sebab lainnya yang semua itu telah diketahui Allah, maka para malaikat bertawa-sul dengan اَلرَّحِيْمُ dan اَلْعَلِيْمُ (Yang Maha Pengasih lagi Maha Menge-tahui). (Doa di atas juga) mengandung makna kesempurnaan etika (adab) mereka terhadap Allah سبحانه وتعالى, di mana mereka mengikrarkan rububiyahNya terhadap mereka dengan rububiyah yang umum dan yang khusus, dan ikrar mereka bahwa mereka sama sekali tidak memiliki wewenang sedikitpun. Doa yang mereka lakukan kepada Allah itu benar-benar hanya berasal dari hamba yang faqir (butuh) dari segala sisinya, tidak pernah berjasa sedikitpun kepada Rabb, melainkan semua itu adalah murni merupakan karunia Allah, ke-murahan dan kebaikanNya. Dan ia juga mengandung makna sikap sempurna mereka yang selalu sejalan dengan kehendak Allah, yaitu mencintai amal perbuatan apa saja yang dicintaiNya, yang sebenarnya ia adalah berupa amal ibadah yang mereka lakukan, dan mereka bersungguh-sungguh seperti kesungguhan orang-orang yang mencintai, dan dari para pengabdi yang mana mereka adalah orang-orang Mukmin yang dicintai Allah سبحانه وتعالى di antara makh-lukNya. Semua makhluk yang mukallaf itu dibenci oleh Allah kecuali orang-orang yang beriman di antara mereka. Dan di antara bentuk kecintaan para malaikat kepada mereka adalah mereka berdoa kepada Allah dan berusaha keras untuk kebaikan kondisi mereka. Sebab doa bagi seseorang adalah merupakan bukti yang paling tinggi yang menunjukkan kecintaannya (kepada orang yang di-doakannya), ia tidak akan berdoa kecuali untuk orang yang dicin-tainya. Dan juga mengandung makna tentang apa yang Allah uraikan dan rincikan dari doa mereka setelah FirmanNya, ﴾ وَيَسۡتَغۡفِرُونَ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْۖ ﴿ "Mereka memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman," yaitu peringatan yang sangat lembut tentang bagaimana mentadabburi (menghayati) KitabNya, dan seharusnya orang yang menghayati, tidak berhenti hanya sekedar pada lafazhnya saja, melainkan se-mestinya ia menghayati makna yang terkandung di dalam lafazh itu. Lalu apabila ia telah memahaminya dengan pemahaman yang benar sebagaimana mestinya, maka ia mencermati dengan akal pikirannya kepada perintah (yang terkandung dalam lafazh terse-but. Pent) dan kepada metode-metode yang dapat mengantarkan kepadanya, kepada apa-apa yang tidak akan bisa tercapai kecuali dengannya, dan kepada apa yang menjadi sandarannya, lalu me-mastikan bahwa itulah yang Allah kehendaki, dan sebagaimana Dia pastikan bahwa Dia menghendaki makna khusus yang dikan-dung oleh lafazh itu. Dan yang wajib dipastikan bahwa Allah meng-hendakinya adalah dua hal: Pertama, pengetahuan dan keyakinan-nya bahwasanya makna tersebut termasuk bagian dari makna (lafazh) dan yang dimaksud. Kedua, pengetahuannya bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, dan bahwa Allah memerintah hamba-hambaNya untuk menghayati makna-makna kitabNya. Dia-lah yang menginformasikan bahwa kitabNya itu adalah pe-tunjuk, cahaya, dan penjelasan bagi segala sesuatu, dan ia adalah ungkapan (perkataan) yang paling fasih dan paling jelas. Maka dengan demikian seseorang akan memperoleh ilmu yang sangat agung dan kebaikan yang berlimpah sesuai dengan bimbingan Allah kepadanya. Dan di dalam tafsir kami ini terdapat hal-hal seperti ini yang sangat banyak sekali, Allah telah mengaruniakan kepada kami, yang kadang-kadang pada sebagian ayat tidak tampak bagi orang yang tidak merenungkan akan kebenaran makna tersebut. Kami memohon kepada Allah سبحانه وتعالى, semoga Dia berkenan membukakan kepada kami sebagian dari perbendaharaan rahmatNya yang men-jadi sebab bagi kebaikan (keshalihan) kondisi kami dan kondisi kaum Muslimin. Kami tidak memiliki selain ketergantungan kepada kemurahanNya dan bertawasul dengan kebaikanNya yang terus kami panjatkan pada setiap saat dan setiap waktu. Dan kami me-mohon kepadaNya sebagian dari karuniaNya untuk memelihara kami dari kejahatan jiwa kami yang selalu menjadi penghalang dan rintangan untuk memperoleh rahmatNya. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Pemberi, yang telah mengaruniakan segala sebab-sebab dan faktor-faktornya. Dan doa itu juga mengandung makna bahwa pendamping, yaitu seperti istri, anak, dan sahabat akan merasa berbahagia de-ngan teman karibnya, dan bahkan hubungannya dengannya men-jadi sebab bagi kebaikan yang ia raih di luar amalnya dan menjadi sebab amalnya, sebagaimana para malaikat mendoakan orang-orang Mukmin dan orang-orang shalih dari bapak-bapak mereka, istri-istri, dan anak keturunan mereka. Jadi, harus ada keshalihan mereka, sebab Allah berfirman, ﴾ وَمَن صَلَحَ ﴿ "Dan orang-orang shalih," barulah yang demikian itu merupakan hasil dari amal mereka. Wallahu a'lam.
40:10–12Страница 468
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُنَادَوۡنَ لَمَقۡتُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُ مِن مَّقۡتِكُمۡ أَنفُسَكُمۡ إِذۡ تُدۡعَوۡنَ إِلَى ٱلۡإِيمَٰنِ فَتَكۡفُرُونَ ١٠
Воистину, к неверующим воззовут: «Ненависть Аллаха к вам тогда, когда вас призывали к вере, а вы не веровали, была сильнее, чем ваша ненависть к самим себе».
قَالُواْ رَبَّنَآ أَمَتَّنَا ٱثۡنَتَيۡنِ وَأَحۡيَيۡتَنَا ٱثۡنَتَيۡنِ فَٱعۡتَرَفۡنَا بِذُنُوبِنَا فَهَلۡ إِلَىٰ خُرُوجٖ مِّن سَبِيلٖ ١١
Они скажут: «Господь наш! По Твоей воле дважды мы были мертвы, и дважды Ты оживил нас. Мы признались в своих грехах. Нет ли пути к выходу?».
ذَٰلِكُم بِأَنَّهُۥٓ إِذَا دُعِيَ ٱللَّهُ وَحۡدَهُۥ كَفَرۡتُمۡ وَإِن يُشۡرَكۡ بِهِۦ تُؤۡمِنُواْۚ فَٱلۡحُكۡمُ لِلَّهِ ٱلۡعَلِيِّ ٱلۡكَبِيرِ ١٢
Это потому, что когда призывали одного Аллаха, вы не веровали. Если же к Нему приобщали сотоварищей, вы верили. Решение принимает только Аллах, Возвышенный, Большой».
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir diseru, 'Sesungguhnya kebencian Allah lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman tapi kamu kafir.' Mereka menjawab, 'Ya Rabb kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali pula, lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah suatu jalan untuk keluar?' Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja yang disembah, dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan. Maka keputusan adalah pada Allah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar." (Ghafir: 10-12).
(10) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang kenistaan dan kehinaan yang menimpa orang-orang kafir, dan tentang permohonan mereka untuk dikembalikan ke dunia dan dikeluarkan dari neraka serta ketidakmungkinan hal tersebut bagi mereka dan cercaan terhadap mereka, seraya berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang kafir," yang di sini diungkapkan secara umum, agar makna-nya meliputi segala bentuk kekafiran, seperti kafir terhadap Allah, terhadap kitab-kitabNya, para RasulNya dan terhadap Hari Ke-mudian. Nanti pada saat mereka masuk ke neraka dan mereka mengakui bahwa mereka memang berhak (pantas) memasukinya karena berbagai dosa dan kejahatan yang telah mereka lakukan, lalu mereka membenci diri mereka sendiri karenanya dengan ke-bencian yang paling hebat, mereka sangat memurkainya dengan puncak kemurkaan, maka mereka pun diseru pada saat itu dan dikatakan kepada mereka, ﴾ لَمَقۡتُ ٱللَّهِ ﴿ "Sesungguhnya kebencian Allah" terhadap kalian, karena saat kalian diajak untuk beriman namun kalian mengingkari, yakni, pada saat para rasul dan para pengikut-nya menyeru kalian untuk beriman dan mengemukakan berbagai bukti penjelasan yang dengannya kebenaran menjadi jelas, namun kalian mengingkarinya dan kalian tidak mau beriman, padahal itu adalah tujuan Allah menciptakan kalian, dan kalian pun keluar dari rahmatNya yang Mahaluas itu, maka dari itu Dia membenci dan memurkai kalian, maka yang demikian ini, ﴾ أَكۡبَرُ مِن مَّقۡتِكُمۡ أَنفُسَكُمۡ ﴿ "lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri." Maksudnya, kebencian ini akan terus melanda kalian dan kemurkaan dari Allah yang Maha Pemurah menimpa kalian, hingga kalian menjadi seperti yang sedang kalian rasakan ini. Maka pada hari ini, kemurkaan dan hukuman Allah menimpa kalian, di mana pada saat yang sama orang-orang yang beriman memperoleh keridhaan Allah dan pa-halaNya.
(11) Lalu mereka berangan-angan kembali ke dunia dan ﴾ قَالُواْ رَبَّنَآ أَمَتَّنَا ٱثۡنَتَيۡنِ ﴿ "mereka berkata, 'Ya Rabb kami, Engkau telah memati-kan kami dua kali," yang mereka maksud adalah kematian yang pertama dan kematian yang terjadi antara dua tiupan sangkakala menurut suatu pendapat, atau ketiadaan total sebelum mereka diciptakan lalu mereka dimatikan sesudah itu. ﴾ وَأَحۡيَيۡتَنَا ٱثۡنَتَيۡنِ ﴿ "Dan telah menghidupkan kami dua kali pula," kehidupan dunia dan kehi-dupan akhirat, ﴾ فَٱعۡتَرَفۡنَا بِذُنُوبِنَا فَهَلۡ إِلَىٰ خُرُوجٖ مِّن سَبِيلٖ ﴿ "lalu kami mengakui dosa-dosa kami; maka adakah suatu jalan untuk keluar?" Maksudnya, mereka mengeluh dan mengatakan perkataan tersebut, namun (hal itu) tidak berguna dan tidak bermanfaat.
(12) Mereka dicerca karena tidak melakukan sebab-sebab keselamatan. Dikatakan kepada mereka, ﴾ ذَٰلِكُم بِأَنَّهُۥٓ إِذَا دُعِيَ ٱللَّهُ وَحۡدَهُۥ ﴿ "Yang demikian itu adalah karena apabila Allah saja yang disembah," yakni, apabila diserukan untuk mengesakan Allah dan mengikhlas-kan amal kepadaNya serta menjauhi perbuatan syirik kepadaNya ﴾ كَفَرۡتُمۡ ﴿ "kamu kafir" kepadaNya, hati kalian merasa jijik terhadap hal itu dan kalian benar-benar sangat menghindar, ﴾ وَإِن يُشۡرَكۡ بِهِۦ تُؤۡمِنُواْۚ ﴿ "dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan," yakni, inilah yang telah menceburkan kalian kepada jurang ini dan menempatkan kalian pada tempat ini, yaitu kalian kafir kepada iman dan kalian (sebaliknya) mempercayai kekafiran. Kalian rela dengan keburukan dan kerusakan di dunia dan akhirat, dan kalian tidak menyukai apa yang menjadi kebaikan dan keshalihan di dunia dan akhirat. Kalian lebih mengutamakan sebab-sebab kesengsaraan, kehinaan, dan murka, dan kalian tidak menyukai sebab-sebab kemenangan, keberuntungan, dan nasib baik. ﴾ وَإِن يَرَوۡاْ سَبِيلَ ٱلرُّشۡدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلٗا وَإِن يَرَوۡاْ سَبِيلَ ٱلۡغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلٗاۚ ﴿ "Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tak mau menempuhnya, dan jika mereka melihat jalan yang mem-bawa kepada kesesatan, maka mereka menempuhnya." (Al-A'raf: 146). ﴾ فَٱلۡحُكۡمُ لِلَّهِ ٱلۡعَلِيِّ ٱلۡكَبِيرِ ﴿ "Maka keputusan adalah pada Allah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar," Yang Mahatinggi, yang milikNya-lah ketinggian absolut dari semua sisinya: Ketinggian Dzat, ketinggian kedudukan, dan ketinggian keperkasaan. Di antara ketinggian ke-dudukanNya adalah kemahasempurnaan keadilanNya, yang Dia menempatkan tiap sesuatu masing-masing pada tempatnya dan Dia tidak menyamakan orang-orang yang bertakwa dengan para pelaku dosa. Yang Mahabesar, yang hanya milikNya-lah kebesaran, ke-agungan, dan kemuliaan pada nama-nama, sifat-sifat, dan perbuat-an-perbuatanNya, Yang Mahasuci dari segala penyakit, cela, dan kekurangan. Apabila keputusan itu adalah milikNya dan Dia telah memutuskan kekekalan abadi terhadap kalian, maka keputusan-Nya tidak akan dirubah atau diganti.
40:13–17Страница 468
هُوَ ٱلَّذِي يُرِيكُمۡ ءَايَٰتِهِۦ وَيُنَزِّلُ لَكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ رِزۡقٗاۚ وَمَا يَتَذَكَّرُ إِلَّا مَن يُنِيبُ ١٣
Он - Тот, Кто показывает вам Свои знамения и ниспосылает вам с неба удел, но поминают назидание только обращающиеся к Аллаху.
فَٱدۡعُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡكَٰفِرُونَ ١٤
Взывайте же к Аллаху, очищая перед Ним веру, даже если это ненавистно неверующим.
رَفِيعُ ٱلدَّرَجَٰتِ ذُو ٱلۡعَرۡشِ يُلۡقِي ٱلرُّوحَ مِنۡ أَمۡرِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ لِيُنذِرَ يَوۡمَ ٱلتَّلَاقِ ١٥
Он обладает возвышенными качествами (или возвышает по степеням) и владеет Троном. Он ниспосылает дух (откровение) со Своими велениями тем из Своих рабов, кому пожелает, чтобы предупредить о Дне встречи.
يَوۡمَ هُم بَٰرِزُونَۖ لَا يَخۡفَىٰ عَلَى ٱللَّهِ مِنۡهُمۡ شَيۡءٞۚ لِّمَنِ ٱلۡمُلۡكُ ٱلۡيَوۡمَۖ لِلَّهِ ٱلۡوَٰحِدِ ٱلۡقَهَّارِ ١٦
В тот день, когда они появятся на поверхности земли после воскрешения, ничто о них не скроется от Аллаха. Кому же принадлежит власть сегодня? Аллаху, Единственному, Всемогущему.
ٱلۡيَوۡمَ تُجۡزَىٰ كُلُّ نَفۡسِۭ بِمَا كَسَبَتۡۚ لَا ظُلۡمَ ٱلۡيَوۡمَۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلۡحِسَابِ ١٧
Сегодня каждая душа получит только то, что она приобрела, и не будет сегодня несправедливости. Воистину, Аллах скор в расчете!
"Dia-lah yang memperlihatkan kepadamu beberapa tanda-tandaNya dan menurunkan rizki dari langit. Dan tiadalah menda-pat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan kepatuhan kepadaNya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai. Yang Mahatinggi derajatNya, Yang mempunyai 'Arasy, Yang mengutus Jibril dengan perintahNya kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya, supaya dia memperingatkan tentang Hari Pertemuan , yaitu hari ketika mereka keluar, tiada suatu pun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. 'Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?' Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang di-usahakannya. Tidak ada kezhaliman pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya." (Ghafir: 13-17).
(13) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan nikmat-nikmatNya yang sangat besar atas hamba-hambaNya yaitu telah menjelaskan yang haq dari yang batil, dengan cara memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat (tanda-tanda)Nya di dalam diri manusia, di jagat raya dan di dalam al-Qur`an, yang membuktikan segala yang dicari lagi diinginkan, yang menjelaskan petunjuk dari kesesatan, sehingga tidak ada sedikit keraguan apa pun dalam mengetahui kenyataan yang sebe-narnya bagi orang yang mengamati dan orang yang merenung-kannya. Ini merupakan bagian dari nikmatNya yang terbesar atas hamba-hambaNya, sehingga yang haq (kebenaran) tidak menjadi samar dan yang benar tidak campur aduk. Bahkan Allah meragam-kan bukti-bukti dan menjelaskan tanda-tanda agar orang yang binasa itu binasa berdasarkan bukti yang pasti dan supaya orang yang hidup itu hidup berdasarkan bukti yang pasti pula. Semakin besar dan agung permasalahan-permasalahnya, maka bukti-bukti yang membuktikannya semakin banyak dan semakin mudah. Per-hatikanlah masalah tauhid! Oleh karena permasalahan tauhid itu merupakan permasalahan yang paling besar, bahkan yang terbesar, maka dalil-dalil aqli dan naqli yang membuktikannya pun sangat banyak dan beragam. Dan Allah سبحانه وتعالى memberikan berbagai perum-pamaan untuknya dan Allah juga memberikan cara-cara pembuk-tian (dalil) yang banyak. Maka dari itu, pada tempat ini Dia menye-butkannya dan menjelaskan sejumlah dari dalil-dalilnya, seraya berfirman, ﴾ فَٱدۡعُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ ﴿ "Maka sembahlah Allah dengan me-murnikan kepatuhan kepadaNya." Setelah Allah menjelaskan bahwasanya Dia memperlihatkan beberapa ayat-ayatNya kepada hamba-hambaNya, maka Dia meng-ingatkan akan satu ayat (tanda) yang sangat besar dan luar biasa, seraya berfirman, ﴾ وَيُنَزِّلُ لَكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ رِزۡقٗاۚ ﴿ "Dan Dia menurunkan rizki dari langit," maksudnya, hujan yang dengannya kalian diberi rizki dan kalian beserta hewan ternak kalian hidup. Itu membuktikan bahwa semua nikmat (karunia) adalah berasal dariNya. Di antara karuniaNya adalah agama. Ia adalah permasalahan-permasalahan religi dengan dalil-dalilnya serta pengamalannya. Semua nikmat duniawi, seperti nikmat yang timbul akibat hujan yang dengannya daerah-daerah dan manusia bisa hidup, mem-buktikan dengan pasti bahwasanya hanya Dia-lah yang berhak disembah, dan ketaatan harus murni kepadaNya, sebagaimana Dia sematalah pemberi nikmat. ﴾ وَمَا يَتَذَكَّرُ ﴿ "Dan tiadalah mendapat pelajaran" dari tanda-tanda ketika ia diingatkan dengannya ﴾ إِلَّا مَن يُنِيبُ ﴿ "kecuali orang-orang yang kembali" kepada Allah سبحانه وتعالى dengan memusatkan diri mencintaiNya, takut kepadaNya, taat kepadaNya dan merendahkan diri di hadapanNya. Inilah orang yang bisa mengambil manfaat (pelajaran) dari tanda-tanda itu, dan tanda-tanda itu menjadi rahmat baginya dan dengannya ia menjadi lebih mengetahui (sadar).
(14) Oleh karena ayat-ayat (tanda-tanda) itu membuahkan kesadaran dan kesadaran menimbulkan keikhlasan kepada Allah, maka perintah untuk memurnikan kepatuhan kepadaNya didahu-lui dengan "fa" yang bermakna sababiyah (yang menunjukkan sebab akibat), seraya berfirman ﴾ فَٱدۡعُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ﴿ "Maka sembahlah Allah dengan memurnikan kepatuhan kepadaNya." Perintah ini mencakup doa ibadah dan doa mas`alah (permohonan). Ikhlash di sini artinya memurnikan niat hanya kepada Allah سبحانه وتعالى dalam seluruh bentuk ibadah yang wajib dan yang sunnah, hak-hak Allah dan hak-hak hamba-hambaNya. Maksudnya, ikhlaskanlah untuk Allah سبحانه وتعالى setiap apa yang kalian jadikan sebagai agama dan apa yang kalian jadi-kan sebagai taqarrub kepadaNya, ﴾ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡكَٰفِرُونَ ﴿ "meskipun orang-orang kafir tidak menyukai" hal itu, jangan hiraukan mereka dan hal itu jangan sampai menghalangi kalian dari agama kalian, dan jangan sampai cacian orang yang mencaci membuat kalian diam, sebab orang-orang kafir itu memang selalu membenci ikhlash (tauhid) kepada Allah dengan sebenci-bencinya, seperti yang di-firmankan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَإِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَحۡدَهُ ٱشۡمَأَزَّتۡ قُلُوبُ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِۖ وَإِذَا ذُكِرَ ٱلَّذِينَ مِن دُونِهِۦٓ إِذَا هُمۡ يَسۡتَبۡشِرُونَ 45 ﴿ "Dan apabila nama Allah saja yang disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati." (Az-Zumar: 45).
(15) Kemudian Allah menjelaskan bagian dari kebesaran dan kesempurnaanNya, hal yang menuntut keharusan memurnikan ibadah kepadaNya, seraya berfirman, ﴾ رَفِيعُ ٱلدَّرَجَٰتِ ذُو ٱلۡعَرۡشِ ﴿ "Yang Mahatinggi derajatNya, Yang mempunyai 'Arasy," yakni, Yang Maha-tinggi lagi Tertinggi, yang bersemayam di atas Arasy dan itu adalah keistimewaanNya. Derajatnya tinggi dengan ketinggian yang men-jadikan Dia terpisah dari semua makhlukNya dan dengan itu pula martabatNya semakin tinggi, sifat-sifatNya luhur, DzatNya Maha-tinggi, tidak bisa didekati kecuali dengan amal yang bersih lagi suci dan menyucikan, yaitu ikhlash yang bisa mengangkat derajat para pelakunya, mendekatkan mereka kepadaNya dan menjadikan mereka berada di atas makhlukNya. Kemudian Allah mengingatkan akan nikmatNya atas hamba-hambaNya berupa kerasulan dan wahyu seraya berfirman,﴾ يُلۡقِي ٱلرُّوحَ ﴿ "Yang menyampaikan ruh." Maksudnya adalah: Wahyu yang bagi ruh dan hati laksana ruh bagi jasad. Jasad tanpa ruh tidak akan bisa hidup, dan demikian pula ruh dan hati tanpa ruh wahyu tidak bisa menjadi baik dan tidak akan beruntung. Maka Allah سبحانه وتعالى ﴾ يُلۡقِي ٱلرُّوحَ مِنۡ أَمۡرِهِۦ ﴿ "yang menyampaikan ruh dengan perintahNya" yang di dalamnya terkandung kebaikan dan kemaslahatan bagi manusia, ﴾ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ ﴿ "kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya," yaitu, para rasul yang telah Dia utamakan dan diistime-wakan dengan wahyu dan berdakwah kepada hamba-hambaNya. Faidah dari diutusnya para rasul adalah menggapai kebaha-giaan untuk manusia di dunia, agama dan akhirat mereka, dan menghilangkan kesengsaraan dari mereka dalam urusan dunia, agama, dan akhirat mereka, maka dari itu Dia berfirman, ﴾ لِيُنذِرَ ﴿ "Supaya dia memperingatkan." Maksudnya, supaya orang yang diberi wahyu oleh Allah itu memberikan peringatan, ﴾ يَوۡمَ ٱلتَّلَاقِ ﴿ "tentang Hari Pertemuan." Maksudnya, supaya ia mempertakuti manusia akan hari itu dan menghimbau mereka untuk mempersiapkan diri dengan melakukan sebab-sebab yang dapat menyelamatkan diri mereka dari apa yang akan terjadi pada hari itu. Allah menyebut-nya yaumut talaq (hari pertemuan) adalah karena pada hari itu sang Khaliq (Pencipta) bertemu dengan makhluk-makhlukNya, dan pertemuan antara sesama mereka serta pertemuan para pelaku de-ngan amal-amal perbuatannya dan juga balasannya untuk mereka.
(16) ﴾ يَوۡمَ هُم بَٰرِزُونَۖ ﴿ "Yaitu hari ketika mereka keluar," yakni, tampak di atas bumi dan mereka berkumpul di satu padang yang datar yang tidak ada cekung atau gundukannya. Mereka akan di-perdengarkan oleh seorang penyeru, dan mata mereka akan benar-benar melihat, ﴾ لَا يَخۡفَىٰ عَلَى ٱللَّهِ مِنۡهُمۡ شَيۡءٞۚ ﴿ "tiada suatu pun yang tersembunyi bagi Allah" dari bagian-bagian jasad mereka, amal mereka ataupun balasan atas amal-amal mereka tersebut. ﴾ لِّمَنِ ٱلۡمُلۡكُ ٱلۡيَوۡمَۖ ﴿ "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?" Mak-sudnya, siapakah yang memiliki hari yang sangat dahsyat yang menghimpun seluruh umat manusia yang terdahulu dan yang terkemudian, para penghuni langit dan para penghuni bumi, yang pada hari itu semua perserikatan terputus, tidak ada sesuatu pun yang tersisa selain amal-amal shalih dan amal-amal buruk? Kera-jaan itu adalah, ﴾ لِلَّهِ ٱلۡوَٰحِدِ ٱلۡقَهَّارِ ﴿ "kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan." Yakni, Yang Esa pada Dzat, nama-nama, sifat-sifat, dan perbuatan-perbuatanNya, tidak ada sekutu apa pun bagiNya dalam semua itu dari sisi manapun, Maha Mengalahkan seluruh makhlukNya, yang kepadaNya-lah seluruh makhluk tunduk, hina dan patuh, terutama pada hari itu, hari yang semua wajah tunduk kepada Yang Mahahidup lagi Maha Mengurusi makhlukNya, tidak ada seorang pun yang berbicara kecuali dengan izin dariNya.
(17) ﴾ ٱلۡيَوۡمَ تُجۡزَىٰ كُلُّ نَفۡسِۭ بِمَا كَسَبَتۡۚ ﴿ "Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya" di dunia, yang baik dan yang buruk, yang sedikit ataupun yang banyak. ﴾ لَا ظُلۡمَ ٱلۡيَوۡمَۚ ﴿ "Tidak ada kezhaliman pada hari ini" terhadap seseorang, dengan ditambah kejahatan-kejahatannya atau dikurangi sebagian dari kebaikan-kebaikannya. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلۡحِسَابِ ﴿ "Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya." Maksudnya, jangan kalian menganggap hari itu masih sangat jauh, karena ia pasti datang, dan setiap yang pasti datang itu dekat. Dan Dia juga sangat cepat perhitunganNya terhadap hamba-hambaNya pada Hari Kiamat itu karena pengetahuanNya yang meliputi dan kemahasempurnaan kekuasaanNya.
40:18–20Страница 469
وَأَنذِرۡهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡأٓزِفَةِ إِذِ ٱلۡقُلُوبُ لَدَى ٱلۡحَنَاجِرِ كَٰظِمِينَۚ مَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنۡ حَمِيمٖ وَلَا شَفِيعٖ يُطَاعُ ١٨
Предупреди их о приближающемся дне, когда сердца подступят к горлу, и они будут опечалены. Не будет у беззаконников ни любящего родственника, ни заступника, которому подчиняются.
يَعۡلَمُ خَآئِنَةَ ٱلۡأَعۡيُنِ وَمَا تُخۡفِي ٱلصُّدُورُ ١٩
Он знает о предательском взгляде и том, что скрывают груди.
وَٱللَّهُ يَقۡضِي بِٱلۡحَقِّۖ وَٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِهِۦ لَا يَقۡضُونَ بِشَيۡءٍۗ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ ٢٠
Аллах решает по справедливости, а те, которых призывают вместо Него, не решают ничего. Воистину, Аллах - Слышащий, Видящий.
"Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat, ketika hati menyesak sampai di kerongkongan dengan menahan kese-dihan. Orang-orang yang zhalim tidak mempunyai teman setia seorang pun dan tidak pula mempunyai seorang pemberi syafa'at yang diterima syafa'atnya. Dia mengetahui pengkhianatan pan-dangan mata dan apa yang disembunyikan oleh hati. Dan Allah menghukum dengan haq. Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat menghukum dengan suatu apa pun. Sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (Ghafir: 18-20).
(18) Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada nabiNya, Nabi Muhammad a, ﴾ وَأَنذِرۡهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡأٓزِفَةِ ﴿ "Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat," maksudnya, Hari Kiamat yang sesungguhnya telah dekat dan waktunya sudah hampir mencapai kepada prahara, keganasan, dan kegoncangannya, ﴾ إِذِ ٱلۡقُلُوبُ لَدَى ٱلۡحَنَاجِرِ ﴿ "ketika hati menyesak sampai di kerongkongan," yakni, sudah naik menyesak dan hatinya sudah menjadi hampa dan ruh menyesak ke kerongkongan karena rasa takut dan kengerian hebat yang menyelimuti dengan mata terbela-lak, ﴾ كَٰظِمِينَۚ ﴿ "dengan menahan kesedihan," di mana mereka tidak berbicara kecuali orang yang diberi izin oleh Allah Yang Rahman, dan ia mengatakan yang benar, mereka menahan rasa takut yang sangat dahsyat. ﴾ مَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنۡ حَمِيمٖ ﴿ "Orang-orang yang zhalim tidak mempunyai teman setia seorang pun," tidak teman dekat ataupun sa-habat karib, ﴾ وَلَا شَفِيعٖ يُطَاعُ ﴿ "dan tidak pula mempunyai seorang pemberi syafa'at yang dipatuhi," karena para pemberi syafa'at tidak akan dapat memberikan syafa'at terhadap orang zhalim karena berbuat syirik. Kalaupun dipastikan bisa memberikan syafa'at, namun Allah tidak akan meridhai syafa'atnya dan tidak memperkenankannya.
(19) ﴾ يَعۡلَمُ خَآئِنَةَ ٱلۡأَعۡيُنِ ﴿ "Dia mengetahui pengkhianatan pandangan mata." Maksudnya, pandangan yang disembunyikan oleh sese-orang dari temannya dan dari rekan-rekannya, yaitu mencuri pan-dangan, ﴾ وَمَا تُخۡفِي ٱلصُّدُورُ ﴿ "dan apa yang disembunyikan oleh hati" dari hal-hal yang tidak dijelaskan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi Allah سبحانه وتعالى mengetahui semua yang tersembunyi itu, apalagi perkara-perkara yang nyata, tentu Dia lebih mengetahui lagi.
(20) ﴾ وَٱللَّهُ يَقۡضِي بِٱلۡحَقِّۖ ﴿ "Dan Allah menghukum dengan haq," se-bab FirmanNya adalah haq dan hukum syariatNya juga haq serta hukum balasanNya pun haq. Dia-lah yang meliputi segala sesuatu dengan ilmuNya, catatan maupun pemeliharaan. Dia-lah Yang Suci dari perbuatan zhalim, kekurangan, dan dari seluruh cacat. Dia-lah yang memutuskan keputusan takdirNya yang apabila Dia menghendaki sesuatu, pasti terjadi, dan bila tidak Dia kehendaki, tidak terjadi. Dan Dia-lah yang memberikan keputusan di antara segenap hamba-hambaNya yang beriman dan yang kafir di dunia dan memisah di antara mereka dengan suatu kemenangan yang dengannya Dia membela para wali dan hamba-hamba yang di-cintaiNya. ﴾ وَٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِهِۦ ﴿ "Dan sembahan-sembahan yang mereka sem-bah selain Allah." Ini mencakup segala sesuatu yang disembah selain Allah, ﴾ لَا يَقۡضُونَ بِشَيۡءٍۗ ﴿ "tiada dapat menghukum dengan suatu apa pun," karena mereka lemah dan tidak mempunyai keinginan kepada kebaikan dan tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ﴿ "Sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Men-dengar" segenap suara dengan berbagai macam perbedaan bahasa dan beragamnya kebutuhan, ﴾ ٱلۡبَصِيرُ ﴿ "lagi Maha Melihat"[82] terhadap apa yang terjadi dan yang akan terjadi, dan apa yang bisa dilihat dan apa yang tidak bisa dilihat, apa yang diketahui oleh manusia dan apa yang tidak mereka ketahui. Pada awal dua ayat di atas Dia berfirman, ﴾ وَأَنذِرۡهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡأٓزِفَةِ ﴿ "Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat," kemudian Dia menyifatinya (mendeskripsikannya) dengan beberapa sifat yang bisa mengantarkan kepada persiapan untuk menghadapi hari nan dahsyat itu, karena sifat-sifat tersebut mengandung dorongan (dari satu sisi) dan ancaman (dari sisi yang lainnya).
Текст: Quranic Universal Library (Tarteel) через spa5k/tafsir_api (MIT), в зафиксированной версии. Аяты: Quran Foundation. Источники и лицензии