Ас-Саади · Тафсир · на индонезийском
القيامة
Аль-Кияма
Воскресение · Мекканская · 40 аятов
75:1–6Страница 577
لَآ أُقۡسِمُ بِيَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ ١
Нет, клянусь Днем воскресения!
وَلَآ أُقۡسِمُ بِٱلنَّفۡسِ ٱللَّوَّامَةِ ٢
Клянусь душой попрекающей!
أَيَحۡسَبُ ٱلۡإِنسَٰنُ أَلَّن نَّجۡمَعَ عِظَامَهُۥ ٣
Неужели человек полагает, что Мы не соберем его костей?
بَلَىٰ قَٰدِرِينَ عَلَىٰٓ أَن نُّسَوِّيَ بَنَانَهُۥ ٤
Конечно! Мы способны восстановить даже кончики его пальцев (или сделать всего его пальцы одинаковыми, так что он не сможет пользоваться ими, как прежде).
بَلۡ يُرِيدُ ٱلۡإِنسَٰنُ لِيَفۡجُرَ أَمَامَهُۥ ٥
Но человек желает и впредь совершать грехи.
يَسۡـَٔلُ أَيَّانَ يَوۡمُ ٱلۡقِيَٰمَةِ ٦
Он спрашивает, когда же наступит День воскресения?
"Aku bersumpah dengan Hari Kiamat, dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri). Apakah ma-nusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya. Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna. Bahkan manusia itu hendak berbuat maksiat terus menerus. Ia bertanya, 'Bilakah Hari Kiamat itu'." (Al-Qiyamah: 1-6).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1) Kata ﴾ لَآ ﴿ di sini bukan لَا nafiyah dan bukan pula tam-bahan. Kata لَا disebut hanya sebagai pembukaan dan perhatian atas apa yang setelahnya. Karena kata ini sering digunakan untuk sumpah, bukan berarti asing bila digunakan sebagai kata pembuka, meski pada asalnya tidak dipakai untuk kata pembuka. Yang di-jadikan sumpah dalam ayat ini adalah obyek sumpah, yaitu Hari Kebangkitan setelah kematian, yakni bangkitnya manusia dari kubur dan berdirinya mereka untuk menanti putusan Allah pada mereka.
(2) ﴾ وَلَآ أُقۡسِمُ بِٱلنَّفۡسِ ٱللَّوَّامَةِ ﴿ "Dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri)." Ini mencakup seluruh jiwa yang baik dan yang keji. Disebut sebagai jiwa yang amat menyesali karena banyaknya berganti warna berulang-ulang dan tidak berada dalam satu keadaan, dan karena jiwa ini mencela orangnya pada saat meninggal dunia atas apa telah dilakukan. Sedangkan jiwa orang yang beriman mencela orangnya ketika berada di dunia atas ke-malasan atau tidak menunaikan kewajiban secara sempurna atau karena kelalaian. Dalam ayat ini sumpah atas pembalasan dan balasan disatukan dan juga antara pembalasan dengan orang yang berhak mendapatkannya.
(3-4) Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bersamaan dengan hal di atas bahwa sesungguhnya sebagian orang-orang menentang dan mendustakan Hari Kiamat seraya berfirman, ﴾ أَيَحۡسَبُ ٱلۡإِنسَٰنُ أَلَّن نَّجۡمَعَ عِظَامَهُۥ ﴿ "Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya," setelah kematian, sebagaimana dise-butkan dalam Firman lain, ﴾ وَضَرَبَ لَنَا مَثَلٗا وَنَسِيَ خَلۡقَهُۥۖ قَالَ مَن يُحۡيِ ٱلۡعِظَٰمَ وَهِيَ رَمِيمٞ 78 ﴿ "Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata, 'Siapakah yang dapat menghidupkan tulang be-lulang yang telah hancur luluh?'" (Yasin: 78). Karena kebodohan dan permusuhannya, ia menganggap mustahil kemampuan Allah سبحانه وتعالى untuk menciptakan tulang yang merupakan tonggak raga. Allah سبحانه وتعالى membantahnya dengan berfir-man, ﴾ بَلَىٰ قَٰدِرِينَ عَلَىٰٓ أَن نُّسَوِّيَ بَنَانَهُۥ ﴿ "Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa me-nyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna." Yakni, ujung-ujung jari dan tulangnya sekalipun. Hal itu mengharuskan penciptaan seluruh anggota badan, karena bila ujung-ujung jari ada, berarti penciptaan raga sempurna.
(5-6) Keingkarannya pada Kuasa Allah سبحانه وتعالى bukan karena kurangnya dalil dan bukti yang menunjukkan atas hal itu, tapi keingkarannya berasal dari dirinya sendiri, karena tujuan dan maksudnya memang untuk mendustakan Hari Kebangkitan yang ada di hadapan matanya. اَلْفُجُوْرُ berarti berdusta secara sengaja.
Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi-kondisi Hari Kiamat seraya berfirman,
75:7–15Страница 577
فَإِذَا بَرِقَ ٱلۡبَصَرُ ٧
Когда взор будет ошеломлен,
وَخَسَفَ ٱلۡقَمَرُ ٨
луна затмится,
وَجُمِعَ ٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُ ٩
а солнце и луна сойдутся.
يَقُولُ ٱلۡإِنسَٰنُ يَوۡمَئِذٍ أَيۡنَ ٱلۡمَفَرُّ ١٠
В тот день человек скажет: «Куда бежать?».
كـَلَّا لَا وَزَرَ ١١
О нет! Не будет убежища!
إِلَىٰ رَبِّكَ يَوۡمَئِذٍ ٱلۡمُسۡتَقَرُّ ١٢
В тот день возвращение будет к твоему Господу.
يُنَبَّؤُاْ ٱلۡإِنسَٰنُ يَوۡمَئِذِۭ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ ١٣
В тот день человеку возвестят о том, что он совершил заранее и что оставил после себя.
بَلِ ٱلۡإِنسَٰنُ عَلَىٰ نَفۡسِهِۦ بَصِيرَةٞ ١٤
Но человек будет свидетельствовать против самого себя,
وَلَوۡ أَلۡقَىٰ مَعَاذِيرَهُۥ ١٥
даже если он будет оправдываться.
"Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), dan apabila bulan telah hilang cahayanya, dan matahari dan bulan dikumpul-kan, pada hari itu manusia berkata, 'Ke mana tempat lari.' Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung! Hanya kepada Rabbmu sajalah pada hari itu tempat kembali. Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dila-laikannya. Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya." (Al-Qiyamah: 7-15).
(7-10) Maksudnya, ﴾ فَإِذَا ﴿ "maka apabila," tiba Hari Kiamat, ﴾ بَرِقَ ٱلۡبَصَرُ ﴿ "mata terbelalak (ketakutan)," yakni, mata terbelalak (melotot) oleh kengerian karena huru-hara besar, dan terbelalak tidak terpe-jam, sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى yang lain, ﴾ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمۡ لِيَوۡمٖ تَشۡخَصُ فِيهِ ٱلۡأَبۡصَٰرُ 42 مُهۡطِعِينَ مُقۡنِعِي رُءُوسِهِمۡ لَا يَرۡتَدُّ إِلَيۡهِمۡ طَرۡفُهُمۡۖ وَأَفۡـِٔدَتُهُمۡ هَوَآءٞ 43 ﴿ "Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. Mereka datang bergegas-gegas dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong." (Ibrahim: 42-43). ﴾ وَخَسَفَ ٱلۡقَمَرُ ﴿ "Dan apabila bulan telah hilang cahayanya," yakni, hilang sinar dan kekuatannya, ﴾ وَجُمِعَ ٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُ ﴿ "dan matahari dan bulan dikumpulkan." Keduanya sejak diciptakan Allah سبحانه وتعالى tidak pernah di-satukan, dan pada Hari Kiamat Allah سبحانه وتعالى akan menyatukan kedua-nya. Cahaya rembulan dilenyapkan, matahari digulung, kemudian keduanya dilemparkan ke dalam neraka agar semua manusia mengetahui bahwa keduanya adalah dua ciptaan dan hamba Allah سبحانه وتعالى yang ditundukkan, dan agar orang-orang yang menyembah keduanya mengetahui bahwa mereka berdusta. ﴾ يَقُولُ ٱلۡإِنسَٰنُ ﴿ "Pada hari itu manusia berkata," ketika melihat hal-hal mengerikan, ﴾ أَيۡنَ ٱلۡمَفَرُّ ﴿ "Ke mana tempat lari?" Yakni, kemanakah tempat lari dan terlepas dari semua yang akan menimpa kami?
(11-13) ﴾ كـَلَّا لَا وَزَرَ ﴿ "Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlin-dung," yakni, tidak ada tempat untuk mendapatkan perlindungan untuk siapa pun kecuali kepada Allah سبحانه وتعالى. ﴾ إِلَىٰ رَبِّكَ يَوۡمَئِذٍ ٱلۡمُسۡتَقَرُّ ﴿ "Hanya kepada Rabbmu sajalah pada hari itu tempat kembali," untuk seluruh manusia. Tidak mungkin bagi seorang pun untuk sembunyi atau lari dari tempat itu. Semua pasti akan berdiri di situ untuk menda-patkan balasan atas amal perbuatannya. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfir-man, ﴾ يُنَبَّؤُاْ ٱلۡإِنسَٰنُ يَوۡمَئِذِۭ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ ﴿ "Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya," yakni, seluruh perbuatannya yang baik dan yang buruk dari pertama kali hingga terakhir kalinya. Manusia diberitakan sesuatu yang tidak bisa ia ingkari.
(14-15) ﴾ بَلِ ٱلۡإِنسَٰنُ عَلَىٰ نَفۡسِهِۦ بَصِيرَةٞ ﴿ "Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri," yakni sebagai saksi dan yang menghisab, ﴾ وَلَوۡ أَلۡقَىٰ مَعَاذِيرَهُۥ ﴿ "meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya," semua alasan-alasannya tidak diterima, dan ia akan mengakui amalannya sendiri dan menegaskannya sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ ٱقۡرَأۡ كِتَٰبَكَ كَفَىٰ بِنَفۡسِكَ ٱلۡيَوۡمَ عَلَيۡكَ حَسِيبٗا 14 ﴿ "Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu." (Al-Isra`: 14). Meski manusia mengingkari dan beralasan atas apa yang telah dilakukan, keingkaran dan alasan tersebut sama sekali tidak berguna, sebab perbuatannya disaksikan oleh pendengaran, peng-lihatan, dan seluruh anggota badannya atas apa yang telah diper-buat, karena waktu penyesalan sudah berakhir dan tidak lagi ber-guna. ﴾ فَيَوۡمَئِذٖ لَّا يَنفَعُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مَعۡذِرَتُهُمۡ وَلَا هُمۡ يُسۡتَعۡتَبُونَ 57 ﴿ "Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zhalim permintaan udzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi." (Ar-Rum: 57).
75:16–19Страница 577
لَا تُحَرِّكۡ بِهِۦ لِسَانَكَ لِتَعۡجَلَ بِهِۦٓ ١٦
Не шевели своим языком, повторяя его (Коран), чтобы поскорее запомнить.
إِنَّ عَلَيۡنَا جَمۡعَهُۥ وَقُرۡءَانَهُۥ ١٧
Нам надлежит собрать его и прочесть.
فَإِذَا قَرَأۡنَٰهُ فَٱتَّبِعۡ قُرۡءَانَهُۥ ١٨
Когда же Мы прочтем его, то читай его следом.
ثُمَّ إِنَّ عَلَيۡنَا بَيَانَهُۥ ١٩
Нам надлежит разъяснять его.
"Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) al-Qur`an karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, sesung-guhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya." (Al-Qiyamah: 16-19).
(16-19) Ketika Jibril mendatangi Nabi a untuk menyam-paikan wahyu dan hendak mulai membacakannya pada Nabi a, beliau a bersegera membacanya dengan penuh perhatian sebelum Jibril selesai membaca. Nabi a mengikuti bacaan Jibril.[129] Kemudian Allah سبحانه وتعالى melarang hal itu seraya berfirman dalam ayat yang lain, ﴾ وَلَا تَعۡجَلۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مِن قَبۡلِ أَن يُقۡضَىٰٓ إِلَيۡكَ وَحۡيُهُۥۖ ﴿ "Dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca al-Qur`an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu." (Thaha: 114). Dan dalam surat ini Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ لَا تُحَرِّكۡ بِهِۦ لِسَانَكَ لِتَعۡجَلَ بِهِۦٓ ﴿ "Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) al-Qur`an karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya." Allah سبحانه وتعالى memberi jaminan bahwa Rasulullah a pasti menghafalnya, membacanya, dan Allah سبحانه وتعالى akan mengumpulkannya di dalam hati Rasulullah a seraya berfirman, ﴾ إِنَّ عَلَيۡنَا جَمۡعَهُۥ وَقُرۡءَانَهُۥ ﴿ "Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpul-kannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya," maka kegigihan yang ada dalam benakmu hanyalah disebabkan oleh kekhawatiran akan lenyapnya hafalan dan lupa, (namun) karena Allah سبحانه وتعالى telah menjamin hal itu padamu, maka tidak perlu dilaku-kan. ﴾ فَإِذَا قَرَأۡنَٰهُ فَٱتَّبِعۡ قُرۡءَانَهُۥ ﴿ "Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu," yakni, ketika Jibril telah menyampaikan wahyu secara keseluruhan, pada saat itu ikutilah bacaannya. Ke-mudian Rasulullah a membacanya. ﴾ ثُمَّ إِنَّ عَلَيۡنَا بَيَانَهُۥ ﴿ "Kemudian, se-sungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya," yaitu penjelasan makna-maknanya. Allah سبحانه وتعالى memberi janji bahwa Rasulullah a akan menghafal kata-kata dan maknanya dan inilah puncak ter-tingginya. Rasulullah a kemudian melaksanakan ajaran Rabbnya. Bila Jibril membacakan wahyu padanya setelah ini, beliau diam mendengar, dan setelah Jibril usai, beliau a baru membacanya. Dalam ayat ini terkandung etika menuntut ilmu, yaitu murid tidak boleh langsung bertanya pada guru sebelum usai memberi penjelasan. Setelah guru selesai, murid boleh menanyakan apa yang tidak dipahami. Begitu juga bila ada sesuatu di awal pembicaraan mengharuskan diberi tanggapan, sebaiknya tidak langsung di-tanggapi atau diterima terlebih dahulu sebelum guru selesai bicara agar dapat diketahui dengan jelas apakah yang dikatakan itu benar atau salah. Di samping itu agar murid bisa memahami penjelasan gurunya secara benar. Di dalam ayat ini juga terkandung penjelasan bahwa Nabi a sebagaimana memberi penjelasan kata-kata wahyu pada umat, beliau a juga menjelaskan makna-maknanya pada mereka.
75:20–25Страница 578
كـَلَّا بَلۡ تُحِبُّونَ ٱلۡعَاجِلَةَ ٢٠
Но нет! Вы любите жизнь ближнюю
وَتَذَرُونَ ٱلۡأٓخِرَةَ ٢١
и пренебрегаете Последней жизнью.
وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ نَّاضِرَةٌ ٢٢
Одни лица в тот день будут сиять
إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٞ ٢٣
и взирать на своего Господа.
وَوُجُوهٞ يَوۡمَئِذِۭ بَاسِرَةٞ ٢٤
Другие же лица в тот день будут омрачены.
تَظُنُّ أَن يُفۡعَلَ بِهَا فَاقِرَةٞ ٢٥
Они убедятся о том, что их поразит беда.
"Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai ma-nusia) mencintai kehidupan dunia, dan meninggalkan (kehidupan) akhirat. Wajah-wajah (orang-orang Mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Rabbnyalah mereka melihat. Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram, mereka yakin bahwa akan ditimpa-kan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat." (Al-Qiyamah: 20-25).
(20-21) Maknanya, inilah yang menyebabkan kalian lalai dan berpaling dari nasihat dan peringatan Allah سبحانه وتعالى, karena sesung-guhnya kalian ﴾ تُحِبُّونَ ٱلۡعَاجِلَةَ ﴿ "sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia," kalian berusaha untuk mendapatkan kenikmatan-kenikmatan dan kesenangan-kesenangannya. Kalian lebih memen-tingkan dunia daripada akhirat sehingga kalian tidak beramal untuk akhirat, karena kenikmatan dan kesenangan dunia memang disegerakan. Manusia silau dalam mencintai sesuatu yang bersifat segera sedangkan akhirat dilalaikan, padahal di sanalah tempat kenikmatan abadi. Karena itulah kalian melalaikannya dan kalian meninggalkannya seolah-olah kalian tidak diciptakan untuk akhirat. Dan seolah-olah dunia ini adalah tempat keabadian yang mengha-ruskan usia-usia berharga dicurahkan untuknya dan diusahakan siang malam. Dengan demikian, kebenaran terbalik bagi kalian dan kalian mendapatkan kerugian. Andai kalian lebih memen-tingkan akhirat daripada dunia dan bisa melihat resiko berbagai perbuatan secara mendalam dan dengan akal, niscaya kalian akan berhasil dan mendapatkan keuntungan yang tidak terselip adanya kerugian dan niscaya kalian akan mendapatkan kemenangan yang tidak disertai kesengsaraan.
(22-23) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan apa-apa yang menumbuhkan semangat untuk lebih mementingkan akhirat dan menjelaskan kondisi penghuninya serta tingkatan-tingkatan me-reka. Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang balasan orang-orang yang lebih mementingkan akhirat daripada dunia, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ نَّاضِرَةٌ ﴿ "Wajah-wajah (orang-orang Mukmin) pada hari itu berseri-seri," yakni berseri, cerah dan bercahaya, karena dalam diri mereka terdapat kenikmatan hati, kebahagiaan jiwa, serta kenikmatan ruhani. ﴾ إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٞ ﴿ "Kepada Rabbnyalah mereka melihat," yakni, mereka memandang Rabb mereka berdasarkan tingkatan mereka. Ada di antara mereka yang me-mandang setiap hari, di pagi dan di sore hari. Ada di antara mereka yang memandang pada Hari Jum'at saja. Mereka bersenang-senang dengan melihat Wajah Allah Yang Mahamulia dan keindahanNya yang jelas yang tidak ada sesuatu pun menyerupaiNya. Ketika para penghuni surga melihatNya, mereka lupa akan kenikmatan yang ada pada mereka dan mereka mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Wajah-wajah mereka kian berseri dan indah. Kita memohon kepada Allah سبحانه وتعالى agar menjadikan kita bersama mereka.
(24-25) Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang orang-orang yang lebih mementingkan kehidupan dunia, ﴾ وَوُجُوهٞ يَوۡمَئِذِۭ بَاسِرَةٞ ﴿ "Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram," yakni bermuka masam, lusuh, tunduk, dan hina, ﴾ تَظُنُّ أَن يُفۡعَلَ بِهَا فَاقِرَةٞ ﴿ "mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat," yakni siksaan berat dan azab yang pedih. Karena itulah wajah mereka berubah dan menjadi muram.
75:26–40Страница 578
كـَلَّآ إِذَا بَلَغَتِ ٱلتَّرَاقِيَ ٢٦
Но нет! Когда душа достигнет ключицы,
وَقِيلَ مَنۡۜ رَاقٖ ٢٧
будет сказано: «Кто же прочтет заклинание?».
وَظَنَّ أَنَّهُ ٱلۡفِرَاقُ ٢٨
Умирающий поймет, что наступило расставание.
وَٱلۡتَفَّتِ ٱلسَّاقُ بِٱلسَّاقِ ٢٩
Голень сойдется с голенью (тяготы мирской жизни объединятся с тяготами последней жизни или голени человека будут сложены вместе в саване),
إِلَىٰ رَبِّكَ يَوۡمَئِذٍ ٱلۡمَسَاقُ ٣٠
и в тот день его пригонят к твоему Господу.
فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلَّىٰ ٣١
Он не уверовал и не совершал намаз.
وَلَٰكِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ ٣٢
Напротив, он счел это ложью и отвернулся,
ثُمَّ ذَهَبَ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِۦ يَتَمَطَّىٰٓ ٣٣
а затем горделиво отправился к своей семье.
أَوۡلَىٰ لَكَ فَأَوۡلَىٰ ٣٤
Горе тебе, горе!
ثُمَّ أَوۡلَىٰ لَكَ فَأَوۡلَىٰٓ ٣٥
Еще раз горе тебе, горе!
أَيَحۡسَبُ ٱلۡإِنسَٰنُ أَن يُتۡرَكَ سُدًى ٣٦
Неужели человек полагает, что он будет оставлен без присмотра?
أَلَمۡ يَكُ نُطۡفَةٗ مِّن مَّنِيّٖ يُمۡنَىٰ ٣٧
Разве он не был каплей из семени источаемого?
ثُمَّ كَانَ عَلَقَةٗ فَخَلَقَ فَسَوَّىٰ ٣٨
Потом он превратился в сгусток крови, после чего Он создал его и придал ему соразмерный облик.
فَجَعَلَ مِنۡهُ ٱلزَّوۡجَيۡنِ ٱلذَّكَرَ وَٱلۡأُنثَىٰٓ ٣٩
Он сотворил из него чету: мужчину и женщину.
أَلَيۡسَ ذَٰلِكَ بِقَٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يُحۡـِۧيَ ٱلۡمَوۡتَىٰ ٤٠
Неужели Он не способен воскресить мертвых?
"Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mende-sak) sampai ke kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya), 'Siapa-kah yang dapat menyembuhkanmu.' Dan dia yakin bahwa sesung-guhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan), kepada Rabbmulah pada hari itu kamu dihalau. Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan al-Qur`an) dan tidak mau mengerjakan shalat, tetapi ia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran), kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlagak (sombong). Kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu, kemudian kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu. Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)? Bukankah dia dahulu dari setetes mani yang ditumpah-kan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, lalu Allah menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan. Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?" (Al-Qiyamah: 26-40).
(26-30) Allah سبحانه وتعالى memberi petuah kepada para hambaNya dengan menyebutkan orang yang kedatangan ajal, ketika ia sedang dalam keadaan berbaring dan ruhnya telah mencapai ﴾ ٱلتَّرَاقِيَ ﴿ "ke-rongkongan," yaitu tulang tempat lubang kerongkongan, yang pada saat itu bencana kian dahsyat, ia mencari segala cara dan sebab yang dikira bisa menyembuhkan dan memberi kenikmatan. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَقِيلَ مَنۡۜ رَاقٖ ﴿ "Dan dikatakan (kepadanya), 'Siapa-kah yang dapat menyembuhkanmu'," yakni, siapa yang meruqyahnya, karena angan-angannya sudah terputus dari berbagai sebab normal, ia pun bergantung pada sebab-sebab ilahiyah. Sayangnya, bila ketentuan dan takdir telah dipastikan dan berlaku, tidak ada yang bisa menangkalnya. ﴾ وَظَنَّ أَنَّهُ ٱلۡفِرَاقُ ﴿ "Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia)," berpisah dengan dunia, ﴾ وَٱلۡتَفَّتِ ٱلسَّاقُ بِٱلسَّاقِ ﴿ "dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan)," yakni segala musibah menyatu dan bertaut, masalah kian membesar, bencana kian memuncak serta menginginkan agar ruh yang menyatu de-ngan raga berpisah tapi ruh tetap saja ada bersamanya. Kemudian ia digiring menuju Allah سبحانه وتعالى agar seluruh amal perbuatannya dibalas dan ditegaskan. Ini adalah peringatan keras dari Allah سبحانه وتعالى dengan tujuan menggiring hati kepada keselamatan dan peringatan keras Allah سبحانه وتعالى dari segala sesuatu yang membinasakannya.
(31-33) Tapi orang yang membangkang yang tidak berguna baginya tanda-tanda kebesaran tetap saja berada dalam kesesatan, kekufuran, dan pembangkangan. ﴾ فَلَا صَدَّقَ ﴿ "Dan ia tidak mau mem-benarkan (Rasul dan al-Qur`an)," yakni, tidak beriman pada Allah سبحانه وتعالى, malaikat, para rasul, Hari Akhir, dan takdir baik maupun buruk, ﴾ وَلَا صَلَّىٰ 31 وَلَٰكِن كَذَّبَ ﴿ "dan tidak mau mengerjakan shalat, tetapi ia mendusta-kan (Rasul)," dan kebenaran, bukan malah membenarkan, ﴾ وَتَوَلَّىٰ ﴿ "dan berpaling (dari kebenaran)," berpaling dari perintah dan larangan. Inilah orang yang hatinya tenang dan tidak takut pada Rabbnya, bahkan ia ﴾ ذَهَبَ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِۦ يَتَمَطَّىٰٓ ﴿ "pergi kepada ahlinya dengan berlagak (som-bong)," yakni, tidak ada sesuatu pun di benaknya.
(34-35) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancamnya dengan Fir-manNya, ﴾ أَوۡلَىٰ لَكَ فَأَوۡلَىٰ 34 ثُمَّ أَوۡلَىٰ لَكَ فَأَوۡلَىٰٓ 35 ﴿ "Kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu, kemudian kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu." Ini adalah kata-kata ancaman. Dan Allah سبحانه وتعالى mengulang untuk menegaskan ancamanNya.
(36-40) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengingatkan manusia pada penciptaan awal seraya berfirman, ﴾ أَيَحۡسَبُ ٱلۡإِنسَٰنُ أَن يُتۡرَكَ سُدًى ﴿ "Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)," yakni, dilalaikan tanpa diberi perintah dan larangan, tidak diberi pahala dan juga siksaan? Ini adalah dugaan keliru dan dugaan terhadap Allah سبحانه وتعالى yang tidak sesuai dengan keMahabijak-sanaanNya. ﴾ أَلَمۡ يَكُ نُطۡفَةٗ مِّن مَّنِيّٖ يُمۡنَىٰ 37 ثُمَّ كَانَ عَلَقَةٗ فَخَلَقَ ﴿ "Bukankah dia dahulu dari setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya," menciptakan makhluk hidup dari air mani dan menyempurnakannya. ﴾ فَجَعَلَ مِنۡهُ ٱلزَّوۡجَيۡنِ ٱلذَّكَرَ وَٱلۡأُنثَىٰٓ 39 أَلَيۡسَ ذَٰلِكَ ﴿ "Lalu Allah menjadikan dari padanya sepasang laki-laki dan perempuan. Bukankah (Allah yang berbuat) demikian," yakni Yang telah menciptakan manusia dan membuatnya melalui ber-bagai fase ini, ﴾ بِقَٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يُحۡـِۧيَ ٱلۡمَوۡتَىٰ ﴿ "berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?" Tentu, karena Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Selesai tafsir Surat al-Qiyamah. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى semata, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tetap terlimpah kepada Nabi Muhammad a.[130]
Текст: Quranic Universal Library (Tarteel) через spa5k/tafsir_api (MIT), в зафиксированной версии. Аяты: Quran Foundation. Источники и лицензии