Ас-Саади · Тафсир · на индонезийском
الأنفال
Аль-Анфаль
Трофеи · Мединская · 75 аятов
8:1–4Страница 177
يَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡأَنفَالِۖ قُلِ ٱلۡأَنفَالُ لِلَّهِ وَٱلرَّسُولِۖ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَصۡلِحُواْ ذَاتَ بَيۡنِكُمۡۖ وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ١
Они спрашивают тебя о трофеях. Скажи: «Трофеи принадлежат Аллаху и Посланнику». Побойтесь же Аллаха и урегулируйте разногласия между собой. Повинуйтесь Аллаху и Его Посланнику, если вы являетесь верующими.
إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتۡ قُلُوبُهُمۡ وَإِذَا تُلِيَتۡ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتۡهُمۡ إِيمَٰنٗا وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ ٢
Верующими являются только те, сердца которых испытывают страх при упоминании Аллаха, вера которых усиливается, когда им читают Его аяты, которые уповают на своего Господа,
ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ ٣
которые совершают намаз и расходуют из того, чем Мы их наделили.
أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ حَقّٗاۚ لَّهُمۡ دَرَجَٰتٌ عِندَ رَبِّهِمۡ وَمَغۡفِرَةٞ وَرِزۡقٞ كَرِيمٞ ٤
Они являются истинно верующими. Им уготованы высокое положение у их Господа, прощение и щедрый удел.
"Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, 'Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul, sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan RasulNya jika kamu adalah orang-orang yang beriman.' Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabb-lah me-reka bertawakal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Rabb mereka dan ampunan serta rizki (nikmat) yang mulia." (Al-Anfal: 1-4).
Madaniyah
(1) Anfal adalah harta rampasan perang yang Allah berikan kepada kaum Muslimin yang berasal dari harta orang-orang kafir. Ayat-ayat dalam surat ini turun terkait dengan kisah perang Badar, tentang ghanimah (harta rampasan perang) besar pertama kali yang didapatkan kaum Muslimin dari kaum musyrikin, maka di kalangan sebagian kaum Muslimin terjadi sengketa tentangnya, lalu mereka bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentangnya, maka Allah menurun-kan ayat, ﴾ يَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡأَنفَالِۖ ﴿ "mereka menanyakan kepadamu tentang (pem-bagian) harta rampasan perang," bagaimana ia dibagi dan kepada siapa ia dibagi? ﴾ قُلِ ﴿ "Katakanlah", kepada mereka bahwa anfal itu adalah hak Allah dan RasulNya. Keduanya memberikannya kepada yang dikehendaki, maka kamu tidak berhak menentang ketetapan hukum Allah dan RasulNya. Sebaliknya jika Allah dan RasulNya telah menetapkan hukum, kamu wajib menerima dan menyerahkan perkara kepada keduanya. Dan hal itu masuk ke dalam FirmanNya, ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ﴿ "Sebab itu bertakwalah kepada Allah", dengan menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. ﴾ وَأَصۡلِحُواْ ذَاتَ بَيۡنِكُمۡۖ ﴿ "Dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu," yakni perbaikilah kebencian, permusuhan, dan persengketaan di antara-mu dengan kasih sayang, hubungan baik, dan saling cinta. Dengan itu kalian bisa bersepakat, dan kebencian, permusuhan, serta per-sengketaan di antara kalian bisa sirna. Termasuk dalam perbaikan di antara sesama adalah memba-guskan akhlak kepada mereka dan memaafkan mereka yang berbuat salah, karena dengan itu permusuhan dan kebencian yang ada di dalam hati bisa disingkirkan. Perkara yang menggabungkan semua itu adalah Firman Allah, ﴾ وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan taatlah ke-pada Allah dan RasulNya jika kamu adalah orang-orang yang beriman." Karena iman mengajak kepada ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana orang yang tidak menaati Allah dan RasulNya adalah bukan orang Mukmin, dan barangsiapa yang ketaatannya kepada Allah dan RasulNya berkurang, maka itu karena imannya yang kurang.
(2) Karena iman ada dua bagian, yaitu iman yang sempurna yang menghasilkan pujian dan keberuntungan yang sempurna; dan iman yang selain itu, maka di sini Allah menyebutkan yang pertama yaitu iman yang sempurna, Dia berfirman, ﴾ إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ﴿ "Sesung-guhnya orang-orang yang beriman itu." Alif dan lam menunjukkan cakupan terhadap cabang-cabang iman, ﴾ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتۡ قُلُوبُهُمۡ ﴿ "ada-lah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka." Yakni takut kepada Allah sehingga ia menahan dirinya dari yang haram, karena bukti ketakutan kepada Allah yang paling besar ada-lah mengendalikan pemiliknya dari dosa-dosa. ﴾ وَإِذَا تُلِيَتۡ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتۡهُمۡ إِيمَٰنٗا ﴿ "Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka (karenanya)." Hal itu karena mereka menyimaknya de-ngan baik dan menghadirkan hati untuk merenungkannya. Dengan itu iman mereka bertambah, karena merenungkan termasuk per-buatan hati, dan juga karena mereka akan menemukan makna yang baru yang sebelumnya belum mereka ketahui dan mengingat apa yang telah mereka lupakan, atau memunculkan keinginan dalam hati mereka kepada kebaikan dan kerinduan kepada kemuliaan Allah, atau memunculkan rasa takut berbuat dosa dan azab Allah, yang semua itu akan menambah keimanan. ﴾ وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ ﴿ "Dan kepada Rabb-lah", semata tanpa sekutu bagiNya, ﴾ يَتَوَكَّلُونَ ﴿ "mereka bertawa-kal." Yakni mereka menyandarkan hati mereka kepada Allah dalam mendatangkan kemaslahatan dan menolak kemudaratan, baik da-lam urusan agama maupun duniawi. Mereka percaya bahwa Allah تعالى akan melakukan itu, dan tawakal adalah pendorong kepada seluruh amal, di mana amal itu tidak ada dan tidak sempurna tan-panya.
(3) ﴾ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ ﴿ "(Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat", yang fardhu dan yang sunnah, dengan amal-amalnya yang lahir dan yang batin, seperti hadirnya hati yang merupakan inti dan ruh shalat, ﴾ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ ﴿ "dan yang menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka," yakni nafkah-nafkah wajib seperti zakat, kafarat, nafkah kepada istri, kerabat dan hamba sahaya, dan nafkah sunnah seperti sedekah pada jalan-jalan kebaikan.
(4) ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ﴿ "Mereka itulah", yang memiliki sifat-sifat di atas adalah ﴾ هُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ حَقّٗاۚ ﴿ "orang-orang yang beriman dengan sebenar-benar-nya," karena mereka menggabungkan antara Islam dengan iman, antara amal lahir dengan amal batin, antara ilmu dengan amal, dan antara hak Allah dengan hak hamba-hambaNya. Allah تعالى mendahulukan amalan hati karena ia adalah dasar bagi amalan anggota tubuh sekaligus ia lebih utama darinya. Dan di dalam ayat ini terkandung dalil bahwa iman itu bertambah dan berkurang, ia bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan sebaliknya. Bahwa seorang hamba harus menjaga dan memupuk imannya, dan bahwa perkara pertama yang menghasilkan itu ada-lah mentadaburi dan merenungkan makna Kitabullah. Kemudian Allah menyebutkan pahala orang-orang yang beriman dengan se-benar-benarnya, Dia berfirman, ﴾ لَّهُمۡ دَرَجَٰتٌ عِندَ رَبِّهِمۡ ﴿ "Mereka akan mem-peroleh beberapa derajat ketinggian di sisi Rabb mereka," yakni derajat yang tinggi sesuai dengan ketinggian amal mereka, ﴾ وَمَغۡفِرَةٞ ﴿ "dan ampunan" bagi dosa-dosa mereka ﴾ وَرِزۡقٞ كَرِيمٞ ﴿ "serta rizki (nikmat) yang mulia," yaitu apa yang Allah sediakan untuk mereka di Surga dari apa yang belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah ter-dengar oleh telinga dan belum pernah terlintas di benak manusia. Ini menunjukkan bahwa barangsiapa yang tidak sampai pada derajat mereka dalam keimanan, maka walaupun dia masuk surga, namun dia tidak mendapatkan kemuliaan dari Allah yang sempurna seperti yang mereka dapatkan.
Allah تعالى mengemukakan di depan perang besar yang penuh berkah ini sifat-sifat yang selayaknya bagi orang-orang Mukmin untuk melakukannya, karena barangsiapa yang melakukannya ma-ka keadaannya akan lurus dan amalnya akan baik, di mana yang paling besar adalah berjihad di jalanNya.
8:5–8Страница 177
كَمَآ أَخۡرَجَكَ رَبُّكَ مِنۢ بَيۡتِكَ بِٱلۡحَقِّ وَإِنَّ فَرِيقٗا مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ لَكَٰرِهُونَ ٥
Таким же образом твой Господь побудил тебя выйти из дома (в направлении Бадра) ради истины, хотя некоторые из верующих не хотели этого.
يُجَٰدِلُونَكَ فِي ٱلۡحَقِّ بَعۡدَ مَا تَبَيَّنَ كَأَنَّمَا يُسَاقُونَ إِلَى ٱلۡمَوۡتِ وَهُمۡ يَنظُرُونَ ٦
Они препирались с тобой относительно истины после того, как она стала очевидна, словно их вели на смерть, и они наблюдали за этим.
وَإِذۡ يَعِدُكُمُ ٱللَّهُ إِحۡدَى ٱلطَّآئِفَتَيۡنِ أَنَّهَا لَكُمۡ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيۡرَ ذَاتِ ٱلشَّوۡكَةِ تَكُونُ لَكُمۡ وَيُرِيدُ ٱللَّهُ أَن يُحِقَّ ٱلۡحَقَّ بِكَلِمَٰتِهِۦ وَيَقۡطَعَ دَابِرَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ٧
Вот Аллах обещал вам, что вам достанется один из двух отрядов (торговый караван или вооруженный отряд мекканцев). Вы пожелали, чтобы вам достался невооруженный отряд. Но Аллах желает подтвердить истину своими словами и искоренить неверующих,
لِيُحِقَّ ٱلۡحَقَّ وَيُبۡطِلَ ٱلۡبَٰطِلَ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡمُجۡرِمُونَ ٨
чтобы восторжествовала истина и исчезла ложь, даже если это ненавистно грешникам.
"Sebagaimana Rabbmu menyuruhmu pergi dari rumahmu de-ngan kebenaran, padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya. Mereka membantahmu ten-tang kebenaran sesudah nyata (bahwa mereka pasti menang), se-olah-olah mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab-sebab kematian itu). Dan (ingatlah), ketika Allah menjanji-kan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah yang untukmu, dan Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayatNya dan memusnahkan orang-orang kafir, agar Allah menetapkan yang hak (Islam) dan membatalkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya." (Al-Anfal: 5-8).
(5-6) Sebagaimana iman mereka adalah iman yang hakiki dan balasan mereka adalah kebenaran yang Allah janjikan kepada mereka, maka begitulah Allah memerintahkan RasulNya ﷺ keluar dari rumahnya untuk berperang dengan orang-orang musyrik di Badar dengan kebenaran yang dicintai dan diputuskan serta ditak-dirkan oleh Allah تعالى meskipun orang-orang Mukmin tidak pernah menyangka akan terjadi perang antara mereka dengan orang-orang musyrik, maka ketika mereka mengetahui bahwa hal itu benar ter-jadi, muncullah sebagian orang-orang Mukmin yang membantah Nabi ﷺ dalam hal itu dan tidak menyukai bertemu musuh, seolah-olah mereka itu digiring kepada kematian sedangkan mereka me-lihatnya. Padahal sebenarnya hal ini tidak sepatutnya mereka laku-kan, lebih-lebih setelah jelas bahwa keluarnya mereka adalah dengan kebenaran dan itu termasuk yang diperintahkan dan diridhai oleh Allah, keadaan seperti itu tidak membuka peluang untuk berban-tah-bantahan, karena tempat dan faidah berbantah-bantahan adalah pada saat perkara kebenaran itu samar. Adapun jika ia telah jelas dan nyata, maka yang ada hanya patuh dan tunduk. Namun keba-nyakan orang-orang Mukmin saat itu tidak terpengaruh sedikit pun oleh bantahan-bantahan ini, mereka juga tidak membenci bertemu musuh, demikian juga dengan orang-orang yang ditegur oleh Allah, mereka tetap patuh kepada jihad dengan sempurna dan Allah me-neguhkan mereka serta memudahkan sebab-sebab yang menenang-kan hati mereka sebagaimana sebagian darinya akan dijelaskan nanti.
(7) Keluarnya kaum Muslimin pada mulanya adalah untuk mencegat kafilah dagang besar Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan bin Harb yang sedang berangkat ke Syam. Manakala kaum Muslimin mendengar kepulangan kafilah tersebut dari Syam, Nabi ﷺ mengajak para sahabat, maka berangkatlah tiga ratus ditambah belasan orang dengan dilengkapi tujuh puluh unta yang mereka tunggangi secara bergiliran sekaligus untuk mengangkut perleng-kapan mereka. Orang-orang Quraisy mendengar persiapan kaum Muslimin tersebut, maka mereka pun keluar demi melindungi ka-filah mereka dengan kekuatan pasukan, senjata, dan kuda dalam jumlah yang besar. Jumlah mereka mendekati seribu prajurit. Allah menjanjikan kepada orang-orang Mukmin satu dari dua perkara: menguasai kafilah dagang atau memenangi peperangan. Kaum Muslimin menyukai yang pertama karena minimnya persiapan mereka dan tentu tanpa peperangan yang berarti. Akan tetapi Allah تعالى menginginkan dan mencintai perkara yang lebih tinggi daripada apa yang mereka inginkan. Allah ingin kaum Muslimin memenang-kan peperangan yang dihadiri oleh para pembesar dan tokoh Quraisy. Allah ingin menetapkan yang haq dengan kalimat-kalimatNya dan memenangkan pengikutnya. ﴾ وَيَقۡطَعَ دَابِرَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Dan memusnahkan orang-orang kafir." Yakni mengikis pengikut kebatilan dan menun-jukkan pertolonganNya untuk kebenaran kepada hamba-hambaNya yang sebelumnya tidak mereka duga.
(8) ﴾ لِيُحِقَّ ٱلۡحَقَّ ﴿ "Agar Allah menetapkan yang haq (Islam)", dengan bukti-bukti dan argumen-argumen yang kuat yang menunjukkan kebenarannya dan keabsahannya, ﴾ وَيُبۡطِلَ ٱلۡبَٰطِلَ ﴿ "dan membatalkan yang batil (syirik)", dengan bukti-bukti dan argumen-argumen kuat atas kebatilannya. ﴾ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡمُجۡرِمُونَ ﴿ "Walaupun orang-orang yang ber-dosa (musyrik) itu tidak menyukainya." Allah tidak mempedulikan mereka.
8:9–14Страница 178
إِذۡ تَسۡتَغِيثُونَ رَبَّكُمۡ فَٱسۡتَجَابَ لَكُمۡ أَنِّي مُمِدُّكُم بِأَلۡفٖ مِّنَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ مُرۡدِفِينَ ٩
Вот вы попросили своего Господа о помощи, и Он ответил вам: «Я помогу вам тысячью ангелов, следующих друг за другом».
وَمَا جَعَلَهُ ٱللَّهُ إِلَّا بُشۡرَىٰ وَلِتَطۡمَئِنَّ بِهِۦ قُلُوبُكُمۡۚ وَمَا ٱلنَّصۡرُ إِلَّا مِنۡ عِندِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ ١٠
Аллах сделал это доброй вестью, дабы ваши сердца обрели покой. Победа может быть только от Аллаха. Воистину, Аллах - Могущественный, Мудрый.
إِذۡ يُغَشِّيكُمُ ٱلنُّعَاسَ أَمَنَةٗ مِّنۡهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيۡكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ لِّيُطَهِّرَكُم بِهِۦ وَيُذۡهِبَ عَنكُمۡ رِجۡزَ ٱلشَّيۡطَٰنِ وَلِيَرۡبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمۡ وَيُثَبِّتَ بِهِ ٱلۡأَقۡدَامَ ١١
Вот Он наслал на вас дремоту, чтобы вы почувствовали себя в безопасности, и ниспослал вам с неба воду, чтобы очистить вас ею и удалить c вас скверну дьявола, чтобы сделать ваши сердца стойкими и утвердить этим ваши стопы.
إِذۡ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ أَنِّي مَعَكُمۡ فَثَبِّتُواْ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْۚ سَأُلۡقِي فِي قُلُوبِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱلرُّعۡبَ فَٱضۡرِبُواْ فَوۡقَ ٱلۡأَعۡنَاقِ وَٱضۡرِبُواْ مِنۡهُمۡ كُلَّ بَنَانٖ ١٢
Вот твой Господь внушил ангелам: «Я - с вами. Укрепите тех, которые уверовали! Я же вселю ужас в сердца тех, которые не веруют. Рубите им головы и рубите им все пальцы».
ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ شَآقُّواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥۚ وَمَن يُشَاقِقِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَإِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ١٣
Это потому, что они воспротивились Аллаху и Его Посланнику. А если кто противится Аллаху и Его Посланнику, то ведь Аллах суров в наказании.
ذَٰلِكُمۡ فَذُوقُوهُ وَأَنَّ لِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابَ ٱلنَّارِ ١٤
Вот так! Вкусите же его! Воистину, неверующим уготованы мучения в Огне.
"(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabb-mu, lalu diperkenankanNya bagimu, 'Sesungguhnya Aku akan men-datangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.' Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hati-mu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijak-sana. (Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman dariNya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan setan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu). (Ingatlah), ketika Rabbmu mewahyukan kepada para malaikat, 'Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman.' Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka, (Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan RasulNya, dan barangsiapa menentang Allah dan Ra-sulNya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaanNya. Itulah (hukum dunia yang ditimpakan atasmu), maka rasakanlah hukum-an itu. Sesungguhnya bagi orang-orang yang kafir itu ada (lagi) azab neraka." (Al-Anfal: 9-14).
(9) Yakni ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu hampir bertemu dengan musuhmu, kamu memohon pertolongan dan kemenangan kepada Rabbmu, ﴾ فَٱسۡتَجَابَ لَكُمۡ ﴿ "lalu diperkenan-kanNya bagimu." Allah menolongmu dengan beberapa perkara, di antaranya adalah bahwa Allah menghadirkan bala bantuan kepa-damu, ﴾ بِأَلۡفٖ مِّنَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ مُرۡدِفِينَ ﴿ "dengan seribu malaikat yang datang ber-turut-turut." Yakni sebagian datang dengan disusul oleh yang lain.
(10) ﴾ وَمَا جَعَلَهُ ٱللَّهُ ﴿ "Dan Allah tidak menjadikannya", yakni pengi-riman malaikat tersebut ﴾ إِلَّا بُشۡرَىٰ ﴿ "melainkan sebagai kabar gembira", agar jiwa mereka gembira dengan itu. ﴾ وَلِتَطۡمَئِنَّ بِهِۦ قُلُوبُكُمۡۚ ﴿ "Dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya." Namun pada hakikatnya keme-nangan itu di Tangan Allah, bukan dengan banyaknya tentara dan senjata. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ ﴿ "Sesungguhnya Allah Mahaperkasa", tidak ada yang mengalahkanNya. Dia-lah yang Mahaperkasa yang menga-lahkan siapa pun, walaupun orang itu dilengkapi oleh kekuatan jumlah dan senjata yang demikian besarnya. ﴾ حَكِيمٌ ﴿ "Lagi Maha-bijaksana." Di mana Dia menentukan perkara dengan sebab-sebabnya dan meletakkan segala urusan pada tempatnya.
(11) Di antara pertolongan Allah kepadamu dan jawaban-Nya terhadap doamu adalah bahwa Dia mengirimkan rasa kantuk kepadamu. ﴾ يُغَشِّيكُمُ ﴿ "Allah menjadikan kamu mengantuk." Yakni de-ngan kantuk itu Allah melenyapkan rasa takut dan cemas yang ada di dalam hatimu. Dan ia sebagai ﴾ أَمَنَةٗ ﴿ "penenteraman", bagimu dan tanda ketenangan dan kemenangan. Di antara pertolonganNya kepadamu juga adalah bahwa Dia menurunkan hujan kepadamu dari langit untuk menyucikanmu dari hadas dan najis, dan untuk menyucikanmu dari godaan dan bisikan setan. ﴾ وَلِيَرۡبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمۡ ﴿ "Dan untuk menguatkan hatimu." Yakni meneguhkannya, karena keteguhan hati adalah dasar bagi keteguhan badan. ﴾ وَيُثَبِّتَ بِهِ ٱلۡأَقۡدَامَ ﴿ "Dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu)", karena bumi se-belum hujan rata dan datar, dan setelah hujan ia menjadi kempal dan dapat meneguhkan telapak kaki.
(12) Termasuk pertolongan Allah juga adalah bahwa Dia mewahyukan kepada para malaikat, ﴾ أَنِّي مَعَكُمۡ ﴿ "Sesungguhnya Aku bersama kamu", dengan bantuan, pertolongan, dan kemenangan. ﴾ فَثَبِّتُواْ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْۚ ﴿ "Maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman." Yakni tanamkanlah di dalam hati mereka keberanian melawan musuh serta doronglah mereka kepada jihad dan keuta-maannya. ﴾ سَأُلۡقِي فِي قُلُوبِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱلرُّعۡبَ ﴿ "Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir," yang merupakan tentara terbesarmu dalam menghadapi mereka, karena jika Allah meneguh-kan orang-orang yang beriman dan menyusupkan rasa takut di hati orang-orang kafir, maka orang-orang kafir tidak akan mampu teguh di hadapan kaum Muslimin, dan Allah menyerahkan pundak-pun-dak mereka kepada orang-orang Mukmin. ﴾ فَٱضۡرِبُواْ فَوۡقَ ٱلۡأَعۡنَاقِ ﴿ "Maka penggallah kepala mereka." Yakni leher mereka. ﴾ وَٱضۡرِبُواْ مِنۡهُمۡ كُلَّ بَنَانٖ ﴿ "Dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka." Yakni pergelangan. Ucapan ini bisa jadi untuk para malaikat yang mana Allah mewah-yukan kepada mereka agar meneguhkan hati orang-orang beriman. Ini menunjukkan bahwa para malaikat turut berpartisipasi secara langsung dalam perang Badar. Bisa pula ucapan ini tertuju kepada orang-orang yang beriman di mana Allah menyemangati mereka dan mengajarkan kepada mereka bagaimana mereka membunuh orang-orang kafir dan bahwa mereka tidak perlu mengasihani orang-orang kafir.
(13) Hal itu karena orang-orang kafir itu menentang Allah dan RasulNya, yakni memerangi dan memusuhi secara terang-te-rangan. ﴾ وَمَن يُشَاقِقِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَإِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ﴿ "Dan barangsiapa me-nentang Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya Allah amat keras sik-saanNya." Di antara siksaNya terhadap orang-orang kafir adalah kemenangan yang diberikanNya kepada orang-orang yang beriman atas mereka dan pembunuhan terhadap mereka.
(14) ﴾ ذَٰلِكُمۡ ﴿ "Itulah (hukum dunia yang ditimpakan atasmu), yakni siksa yang disebutkan di atas, ﴾ فَذُوقُوهُ ﴿ "maka rasakanlah hu-kuman itu," wahai orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, sebagai hukuman yang disegerakan. ﴾ وَأَنَّ لِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابَ ٱلنَّارِ ﴿ "Sesung-guhnya bagi orang-orang yang kafir itu ada (lagi) azab Neraka." Kisah ini mengandung tanda-tanda kekuasaan Allah yang agung yang menunjukkan bahwa apa yang dibawa oleh Muhammad ﷺ sebagai Rasul Allah adalah benar. Di antaranya adalah, bahwa Allah menjanjikan sesuatu kepada kaum Mukminin dan merealisasikan janji tersebut. Di antaranya adalah, Firman Allah تعالى, ﴾ قَدۡ كَانَ لَكُمۡ ءَايَةٞ فِي فِئَتَيۡنِ ٱلۡتَقَتَاۖ فِئَةٞ تُقَٰتِلُ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَأُخۡرَىٰ كَافِرَةٞ يَرَوۡنَهُم مِّثۡلَيۡهِمۡ رَأۡيَ ٱلۡعَيۡنِۚ ﴿ "Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (se-golongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang Muslimin dua kali jumlah mereka." (Ali Imran: 13). Di antaranya adalah, jawaban Allah terhadap doa orang-orang Mukmin ketika mereka memohon pertolongan kepadaNya dengan sebab-sebab yang dijelaskanNya. Kisah ini juga menunjukkan bahwa Allah sangat perhatian terhadap kondisi hamba-hambaNya yang beriman dan Dia menda-tangkan sebab-sebab (kemenangan) yang dengannya iman mereka menjadi teguh dan hal yang tidak diinginkan serta godaan setan pun lenyap. Di antaranya juga adalah, bahwa di antara kasih sayang Allah terhadap hambaNya adalah bahwa Allah memudahkannya untuk menaatiNya dan memudahkannya dengan sebab-sebab dari dalam dan dari luar. 9
8:15–16Страница 178
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا لَقِيتُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ زَحۡفٗا فَلَا تُوَلُّوهُمُ ٱلۡأَدۡبَارَ ١٥
О те, которые уверовали! Когда вы встретитесь с неверующими на поле битвы, то не поворачивайтесь к ним спиной.
وَمَن يُوَلِّهِمۡ يَوۡمَئِذٖ دُبُرَهُۥٓ إِلَّا مُتَحَرِّفٗا لِّقِتَالٍ أَوۡ مُتَحَيِّزًا إِلَىٰ فِئَةٖ فَقَدۡ بَآءَ بِغَضَبٖ مِّنَ ٱللَّهِ وَمَأۡوَىٰهُ جَهَنَّمُۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ ١٦
Те, которые в такой день повернутся спиной к неверующим, кроме тех, кто разворачивается для боя или для присоединения с отрядом, навлекут на себя гнев Аллаха. Их пристанищем будет Геенна. Как же скверно это место прибытия!
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka jangan-lah kamu membelakangi mereka (mundur). Barangsiapa yang mem-belakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah Neraka Jahanam. Dan amat buruklah tempat kembalinya." (Al-Anfal: 15-16).
(15) Allah memerintahkan hamba-hambaNya yang beriman dengan keberanian iman, keteguhan dalam menjalankan perintah-Nya, dan usaha untuk mendatangkan sebab-sebab yang menguat-kan hati dan badan. Dan Dia melarang mereka kabur pada saat dua pasukan telah bertemu. Dia berfirman, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا لَقِيتُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ زَحۡفٗا ﴿ "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu," yakni di barisan perang, pada saat pasukan saling serang dan sebagian mendekat kepada sebagian yang lain, ﴾ فَلَا تُوَلُّوهُمُ ٱلۡأَدۡبَارَ ﴿ "maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur)." Akan tetapi teguhkanlah dirimu untuk memerangi mereka dan sabarlah dalam menghadapi mereka, karena hal itu berarti menolong agama Allah, menguatkan hati orang-orang Mukminin, dan menakut-nakuti orang-orang kafir.
(16) ﴾ وَمَن يُوَلِّهِمۡ يَوۡمَئِذٖ دُبُرَهُۥٓ إِلَّا مُتَحَرِّفٗا لِّقِتَالٍ أَوۡ مُتَحَيِّزًا إِلَىٰ فِئَةٖ فَقَدۡ بَآءَ بِغَضَبٖ مِّنَ ٱللَّهِ وَمَأۡوَىٰهُ جَهَنَّمُۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ ﴿ "Barangsiapa yang membelakangi mereka (mun-dur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan lain, maka sesungguhnya orang itu kembali membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahanam. Dan amat buruklah tempat kembalinya." Ini menunjukkan bahwa berlari dari medan perang tanpa alasan adalah termasuk dosa besar, sebagaimana hal itu dinyatakan oleh hadits-hadits shahih,[75] dan sebagaimana dinyatakan secara tegas dalam ayat ini akan ancaman yang keras atas perbuatan itu. Mahfum ayat ini menunjukkan bahwa orang yang berbelok untuk siasat dalam perang –yaitu dia berpindah dari satu arah ke arah lainnya agar lebih leluasa untuk berperang dan lebih kuat dalam menghadapi musuh–, tidaklah mengapa, karena dia tidak mundur untuk berlari. Dia hanyalah mundur untuk strategi agar dapat me-ngalahkan musuh, atau menyerang dari arah yang merupakan titik lengah atau lemah mereka, atau sebagai siasat-siasat perang lain-nya. Dan bahwa orang yang bergabung dengan pasukan lain yang membuatnya kuat dan membantunya dalam memerangi orang-orang kafir juga dibolehkan, jika kelompok lain tersebut berada di markas pasukan maka perkaranya jelas. Jika pasukan itu tidak di tempat perang seperti mundurnya kaum Muslimin dari hadapan orang-orang kafir dan mereka mundur masuk ke sebuah kota kaum Muslimin atau kepada pasukan kaum Muslimin yang lain, maka terdapat atsar sahabat yang menunjukkan bahwa hal itu diboleh-kan. Mungkin ini dibatasi dengan apabila kaum Muslimin mengira bahwa mundur dari medan perang lebih baik akibatnya dan lebih menjamin keberadaan mereka. Adapun jika mereka menduga bah-wa kemenangan mereka atas kaum kafir adalah dengan keteguhan di depan mereka, maka sulit dikatakan bahwa ia termasuk keadaan yang dibolehkan, karena dalam keadaan tersebut sulit dibayangkan adanya berlari dari medan perang yang dilarang. Ayat ini bersifat mutlak, dan di akhir surat akan disebutkan pembatasannya dengan jumlah pasukan. 9
8:17–19Страница 179
فَلَمۡ تَقۡتُلُوهُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ قَتَلَهُمۡۚ وَمَا رَمَيۡتَ إِذۡ رَمَيۡتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ رَمَىٰ وَلِيُبۡلِيَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ مِنۡهُ بَلَآءً حَسَنًاۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٞ ١٧
Не вы убили их, а Аллах убил их. Не ты бросил горсть песку, когда бросал, а Аллах бросил, дабы подвергнуть верующих прекрасному испытанию от Себя. Воистину, Аллах - Слышащий, Знающий.
ذَٰلِكُمۡ وَأَنَّ ٱللَّهَ مُوهِنُ كَيۡدِ ٱلۡكَٰفِرِينَ ١٨
Вот так! Воистину, Аллах ослабляет козни неверующих.
إِن تَسۡتَفۡتِحُواْ فَقَدۡ جَآءَكُمُ ٱلۡفَتۡحُۖ وَإِن تَنتَهُواْ فَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۖ وَإِن تَعُودُواْ نَعُدۡ وَلَن تُغۡنِيَ عَنكُمۡ فِئَتُكُمۡ شَيۡـٔٗا وَلَوۡ كَثُرَتۡ وَأَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١٩
Если вы (неверующие) просили вынести приговор, то приговор уже явился к вам. Если вы прекратите, то так будет лучше для вас. Но если вы возобновите, то и Мы возобновим (если вы вновь станете сражаться против верующих, то Мы вновь нанесем вам поражение), и ваш отряд не принесет вам никакой пользы, даже если будет многочисленным. Воистину, Аллах - с верующими.
"Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh me-reka, akan tetapi Allah-lah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang Mukmin, de-ngan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Itulah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang yang kafir. Jika kamu (orang-orang musyrikin) mencari ke-putusan, maka telah datang keputusan kepadamu, dan jika kamu berhenti, maka itulah yang lebih baik bagimu, dan jika kamu kem-bali, niscaya Kami kembali (pula), dan angkatan perangmu sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sesuatu bahaya pun, biarpun dia banyak, dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman." (Al-Anfal: 17-19).
(17) Allah تعالى berfirman ketika orang-orang musyrik kalah di perang Badar dan kaum Muslimin berhasil membunuh mereka, ﴾ فَلَمۡ تَقۡتُلُوهُمۡ ﴿ "maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh me-reka", dengan kemampuan dan kekuatanmu. ﴾ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ قَتَلَهُمۡۚ ﴿ "Akan tetapi Allah-lah yang membunuh mereka." Di mana Dia membantu melakukan itu dengan apa yang telah disebutkan. ﴾ وَمَا رَمَيۡتَ إِذۡ رَمَيۡتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ رَمَىٰ ﴿ "Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar." Hal itu karena Nabi ﷺ pada saat ter-jadi perang, beliau masuk ke kemah beliau. Beliau berdoa kepada Allah dan memohon pertolonganNya,[76] kemudian Nabi keluar dari-nya lalu mengambil segenggam tanah dan menaburkannya ke wajah orang-orang kafir, dan Allah menyampaikan tanah itu ke semua wajah mereka. Tidak seorang pun dari mereka kecuali tanah ter-sebut mengenai wajah, mulut dan kedua matanya.[77] Dalam kondisi tersebut kekuatan mereka luruh, semangat mereka melemah, dan nampaklah kegagalan dan kelemahan mereka, sehingga mereka pun kalah. Allah تعالى berfirman kepada NabiNya, "Ketika kamu melempar tanah dan ia sampai pada mata mereka, itu bukan dengan kekuatan-mu, akan tetapi ia sampai kepada mereka dengan kekuatan dan kemampuan Kami." ﴾ وَلِيُبۡلِيَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ مِنۡهُ بَلَآءً حَسَنًاۚ ﴿ "(Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang Mukmin." Yakni Allah تعالى Mahamampu memberi keme-nangan kepada orang-orang Mukmin atas orang-orang kafir tanpa harus ada perang, akan tetapi Allah hendak menguji orang-orang Mukmin dan menyampaikan mereka dengan jihad ke derajat ter-tinggi dan maqam termulia serta memberi mereka pahala yang baik lagi besar. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." Allah تعالى mendengar apa yang dirahasiakan dan ditampakkan oleh hamba. Dia mengetahui niat baik dan niat buruk yang disembunyikannya. Dia menakdirkan untuk hamba-hamba ketentuan-ketentuan yang sesuai dengan ilmuNya, hikmah-Nya dan kemaslahatan hambaNya, dan Dia membalas setiap hamba sesuai dengan niat dan amalnya.
(18) ﴾ ذَٰلِكُمۡ ﴿ "Itulah (karunia Allah yang dilimpahkan kepada-mu)." Yakni kemenangan dari Allah kepadamu. ﴾ وَأَنَّ ٱللَّهَ مُوهِنُ كَيۡدِ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang yang kafir." Yakni mematahkan segala makar dan tipu daya yang dilancarkan oleh musuh kepada Islam dan kaum Muslimin, dan menjadikan makar mereka menimpa diri mereka sendiri.
(19) ﴾ إِن تَسۡتَفۡتِحُواْ ﴿ "Jika kamu (orang-orang musyrikin) mencari keputusan." Yakni kamu menuntut Allah menurunkan siksa dan azabNya kepada orang-orang yang zhalim lagi melampaui batas, ﴾ فَقَدۡ جَآءَكُمُ ٱلۡفَتۡحُۖ ﴿ "maka telah datang keputusan kepadamu." Ketika Dia menimpakan kepadamu azabNya sebagai hukuman bagimu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. ﴾ وَإِن تَنتَهُواْ ﴿ "Dan jika kamu berhenti", menuntut datangnya keputusan, ﴾ فَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۖ ﴿ "maka itulah yang lebih baik bagimu" karena mungkin Dia memberimu tempo dan tidak menyegerakan azabNya, ﴾ وَإِن تَعُودُواْ ﴿ "dan jika kamu kembali", menuntut keputusan dan memerangi tentara Allah yaitu orang-orang Mukmin, ﴾ نَعُدۡ ﴿ "niscaya Kami kembali (pula)", memenangkan tentara Kami atasmu. ﴾ وَلَن تُغۡنِيَ عَنكُمۡ فِئَتُكُمۡ شَيۡـٔٗا ﴿ "Dan angkatan perangmu sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sesuatu bahaya pun." Yakni penolongmu dan pembantumu yang berperang dengan sengaja melawan mereka. ﴾ وَأَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman." Barangsiapa yang Allah bersamanya, niscaya dia akan menang meskipun dia lemah dan kekuatannya minim. Ma'iyah (kebersamaan) Allah ini yang dengannya Dia mem-bantu orang-orang yang beriman adalah sesuai dengan amal-amal iman yang mereka kerjakan, jika terkadang musuh menang atas orang-orang Mukmin, maka hal itu tidak lain kecuali karena kela-laian mereka dan karena mereka tidak melakukan kewajiban iman dan tuntutanNya. Seandainya mereka melakukan perintah Allah dari berbagai segi, niscaya tidak ada panji mereka yang terkalahkan dan tidak ada musuh yang mengungguli mereka untuk selama-lamanya.
8:20–21Страница 179
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَوَلَّوۡاْ عَنۡهُ وَأَنتُمۡ تَسۡمَعُونَ ٢٠
О те, которые уверовали! Повинуйтесь Аллаху и Его Посланнику и не отворачивайтесь от него, пока вы слышите.
وَلَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ قَالُواْ سَمِعۡنَا وَهُمۡ لَا يَسۡمَعُونَ ٢١
Не уподобляйтесь тем, которые говорят: «Мы слышали», - а сами не слушают.
"Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan RasulNya, dan janganlah kamu berpaling dariNya, sedang kamu mendengar (perintah-perintahNya). Dan janganlah kamu menjadi orang-orang (munafik) yang berkata, 'Kami mendengarkan,' pada-hal mereka tidak mendengarkan." (Al-Anfal: 20-21).
(20) Ketika Allah تعالى memberitahukan bahwa Dia bersama orang-orang Mukmin, maka Dia memerintahkan mereka agar me-laksanakan konsekuensi iman yang dengannya mereka mendapat-kan ma'iyahNya. Dia berfirman, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ ﴿ "Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan RasulNya," dengan menjalankan perintah keduanya dan menjauhi larangan keduanya. ﴾ وَلَا تَوَلَّوۡاْ عَنۡهُ ﴿ "Dan janganlah kamu berpaling dariNya," yakni dari perka-ra ini yang merupakan ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada RasulNya, ﴾ وَأَنتُمۡ تَسۡمَعُونَ ﴿ "sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya)." Yakni, Kitab Allah yang dibacakan kepadamu, perintah-perin-tah, wasiat-wasiat, dan nasihat-nasihatNya. Berpalingnya dirimu dalam kondisi tersebut merupakan perbuatan terburuk.
(21) ﴾ وَلَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ قَالُواْ سَمِعۡنَا وَهُمۡ لَا يَسۡمَعُونَ ﴿ "Dan janganlah kamu menjadi orang-orang (munafik) yang berkata, 'Kami mendengarkan,' padahal mereka tidak mendengarkan." Yakni, jangan merasa cukup dengan klaim kosong yang tanpa hakikat, karena hal tersebut tidak diridhai oleh Allah dan RasulNya. Iman bukanlah dengan angan-angan dan impian, akan tetapi ia adalah apa yang menancap dalam hati dan dibenarkan oleh perbuatan.
8:22–23Страница 179
۞ إِنَّ شَرَّ ٱلدَّوَآبِّ عِندَ ٱللَّهِ ٱلصُّمُّ ٱلۡبُكۡمُ ٱلَّذِينَ لَا يَعۡقِلُونَ ٢٢
Воистину, наихудшими из живых существ перед Аллахом являются глухие и немые, которые не способны понимать.
وَلَوۡ عَلِمَ ٱللَّهُ فِيهِمۡ خَيۡرٗا لَّأَسۡمَعَهُمۡۖ وَلَوۡ أَسۡمَعَهُمۡ لَتَوَلَّواْ وَّهُم مُّعۡرِضُونَ ٢٣
Если бы Аллах знал, что в них есть добро, Он непременно наделил бы их слухом. Но даже если бы Он наделил их слухом, они все равно бы отвернулись с отвращением.
"Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang tuli dan bisu yang tidak mengerti apa-apa. Kalau kiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. Dan jikalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu)." (Al-Anfal: 22-23).
(22) Allah berfirman, ﴾ إِنَّ شَرَّ ٱلدَّوَآبِّ عِندَ ٱللَّهِ ﴿ "Sesungguhnya bina-tang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah." Yakni orang-orang yang peringatan dan ayat-ayat Allah tidak berguna bagi me-reka, dan mereka ﴾ ٱلصُّمُّ ﴿ "ialah orang-orang yang tuli", dari mendengar kebenaran, ﴾ ٱلۡبُكۡمُ ﴿ "dan bisu", dari menyuarakan kebenaran, ﴾ ٱلَّذِينَ لَا يَعۡقِلُونَ ﴿ "yang tidak mengerti apa-apa," yang bermanfaat bagi mereka dan terpengaruh oleh apa yang merugikan mereka. Mereka itu lebih buruk di sisi Allah daripada binatang yang buruk, karena Allah telah memberi mereka pendengaran, penglihatan, dan hati agar digunakan dalam ketaatan kepadaNya, tetapi mereka meng-gunakannya untuk bermaksiat kepadaNya. Dengan itu mereka kehilangan banyak kebaikan. Mereka berada di ujung jalan yang membawa mereka untuk menjadi makhluk mulia, tetapi mereka menolak jalan itu dan mereka malah memilih menjadi manusia yang buruk. Pendengaran yang dinafikan oleh Allah dari mereka adalah pendengaran yang berpengaruh kepada hati. Adapun pendengaran yang merupakan hujjah, maka ia telah tegak atas mereka dengan ayat-ayatNya yang mereka dengar.
(23) Allah tidak membuat mereka mendengar dengan pen-dengaran yang berguna, karena Dia tidak mendapati adanya ke-baikan pada mereka yang menjadikan mereka layak mendengar ayat-ayatNya. ﴾ وَلَوۡ عَلِمَ ٱللَّهُ فِيهِمۡ خَيۡرٗا لَّأَسۡمَعَهُمۡۖ وَلَوۡ أَسۡمَعَهُمۡ ﴿ "Kalau kiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar." Berdasarkan dugaan dan perkiraan ﴾ لَتَوَلَّواْ ﴿ "niscaya mereka pasti berpaling juga", dari ketaatan. ﴾ وَّهُم مُّعۡرِضُونَ ﴿ "Sedang me-reka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu)." Tak menoleh sedikit pun kepada kebenaran. Ini menunjukkan bahwa Allah تعالى tidak menghalangi iman dan kebaikan kecuali bagi orang yang tidak ada kebaikan padanya, yang tidak suci di sisiNya dan tidak berman-faat di sisiNya. Segala puji dan hikmah bagiNya dalam hal ini.
8:24–25Страница 179
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَجِيبُواْ لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمۡ لِمَا يُحۡيِيكُمۡۖ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يَحُولُ بَيۡنَ ٱلۡمَرۡءِ وَقَلۡبِهِۦ وَأَنَّهُۥٓ إِلَيۡهِ تُحۡشَرُونَ ٢٤
О те, которые уверовали! Отвечайте Аллаху и Посланнику, когда он призывает вас к тому, что дарует вам жизнь. Знайте, что Аллах - между человеком и его сердцем (может помешать человеку добиться того, что он желает), и что вы будете собраны к Нему.
وَٱتَّقُواْ فِتۡنَةٗ لَّا تُصِيبَنَّ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنكُمۡ خَآصَّةٗۖ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ٢٥
Бойтесь искушения, которое поразит не только тех из вас, кто был несправедлив. И знайте, что Аллах суров в наказании.
"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang mem-beri kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepadaNya-lah kamu akan dikumpulkan. Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaanNya." (Al-Anfal: 24-25).
(24) Allah تعالى memerintahkan hamba-hambaNya yang ber-iman dengan apa yang menjadi konsekuensi keimanan mereka, yaitu memenuhi seruan Allah dan RasulNya, yakni tunduk kepada perintah keduanya, bersegera melakukannya, dan berdakwah (me-nyeru manusia) kepadaNya, menjauhi sesuatu yang dilarang oleh Allah dan Rasulullah, menahan diri dan mencegah darinya. Firman-Nya, ﴾ إِذَا دَعَاكُمۡ لِمَا يُحۡيِيكُمۡۖ ﴿ "Apabila Rasul menyeru kamu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepada kamu", adalah suatu sifat yang pasti ada pada semua perkara yang diserukan oleh Allah dan RasulNya sekaligus penjelasan tentang faidah dan hikmahNya, karena kehi-dupan hati dan rohani adalah dengan beribadah kepada Allah, senantiasa menaatiNya dan menaati RasulNya. Kemudian Allah memperingatkan hamba-hambaNya dari sikap tidak menjawab seruan Allah dan RasulNya. Dia berfirman, ﴾ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يَحُولُ بَيۡنَ ٱلۡمَرۡءِ وَقَلۡبِهِۦ ﴿ "Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya." Maka janganlah kamu menentang perintah Allah saat pertama kali ia datang kepadamu, karena akibatnya adalah kamu dihalangi darinya jika kamu meng-inginkannya setelah itu, selanjutnya hatimu pun berselisih, karena Allah membatasi antara manusia dengan hatinya. Allah membolak-balik hati sesukaNya, dan memalingkannya kemana yang Dia ingin-kan, maka hendaknya seorang hamba memperbanyak doa, يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبَ ِثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ، يَا مُصَرِّفَ الْقُلُوْبَ صَرَّفْ قَلْبِيْ إِلَى طَاعَتِكَ. "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamaMu. Wahai Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hatiku kepada ketaatan kepadaMu."[78] ﴾ وَأَنَّهُۥٓ إِلَيۡهِ تُحۡشَرُونَ ﴿ "Dan sesungguhnya kepadaNya-lah kamu akan dikumpulkan." Yakni kamu dikumpulkan untuk suatu hari yang tiada keraguan padanya, lalu orang yang baik akan dibalas dengan kebaikannya dan orang jahat akan dibalas dengan kejahatannya.
(25) ﴾ وَٱتَّقُواْ فِتۡنَةٗ لَّا تُصِيبَنَّ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنكُمۡ خَآصَّةٗۖ ﴿ "Dan peliharalah diri-mu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu." Akan tetapi ia menimpa pelaku kezhaliman dan juga selainnya. Hal itu jika kezhaliman muncul dan tidak dirubah, maka azabnya akan menimpa pelaku dan selainnya. Menghindari fitnah ini adalah dengan melarang kemungkaran dan melawan para pengusung kejahatan dan kerusakan serta tidak memberi mereka peluang untuk berbuat dosa dan kemaksiatan sebisa mungkin. ﴾ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ﴿ "Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksa-anNya," bagi orang yang melakukan penyebab kemurkaanNya dan menjauhi ridhaNya.
8:26Страница 180
وَٱذۡكُرُوٓاْ إِذۡ أَنتُمۡ قَلِيلٞ مُّسۡتَضۡعَفُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ تَخَافُونَ أَن يَتَخَطَّفَكُمُ ٱلنَّاسُ فَـَٔاوَىٰكُمۡ وَأَيَّدَكُم بِنَصۡرِهِۦ وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ٢٦
Помните, что вы были малочисленны и считались слабыми на земле. Вы опасались, что люди схватят вас, но Он дал вам убежище, подкрепил вас Своей помощью и наделил вас благами, чтобы вы были благодарны.
"Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih ber-jumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Makkah), kamu takut orang-orang (Makkah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikanNya kamu kuat dengan pertolonganNya dan diberiNya kamu rizki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur." (Al-Anfal: 26).
(26) Allah تعالى berfirman menjelaskan nikmatNya kepada hamba-hambaNya dalam bentuk pertolonganNya kepada mereka setelah sebelumnya terhina, memperbanyak mereka setelah sebe-lumnya sedikit, dan mencukupi mereka setelah sebelumnya keku-rangan, ﴾ وَٱذۡكُرُوٓاْ إِذۡ أَنتُمۡ قَلِيلٞ مُّسۡتَضۡعَفُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "dan ingatlah (hai para mu-hajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit lagi tertindas di muka bumi (Makkah)." Yakni tertindas di bawah hukum orang lain. ﴾ تَخَافُونَ أَن يَتَخَطَّفَكُمُ ٱلنَّاسُ ﴿ "Kamu takut orang-orang (Makkah) akan menculik kamu." Yakni mengambilmu. ﴾ فَـَٔاوَىٰكُمۡ وَأَيَّدَكُم بِنَصۡرِهِۦ وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ ﴿ "Maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikanNya kamu kuat dengan pertolonganNya dan diberiNya kamu rizki dari yang baik-baik." Allah menyediakan kota tempat tinggal untukmu, mengalahkan musuh-musuhmu dengan tanganmu, dan kamu dapat merampas harta perang dari mereka yang dengannya kamu berkecukupan. ﴾ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ﴿ "Agar kamu bersyukur", kepada Allah atas nikmatNya yang besar dan kebaikanNya yang sempurna, dengan menyembah-Nya tanpa menyekutukanNya dengan sesuatu pun.
Текст: Quranic Universal Library (Tarteel) через spa5k/tafsir_api (MIT), в зафиксированной версии. Аяты: Quran Foundation. Источники и лицензии