Ас-СаадиФуссилят · 41:1–25

Ас-Саади · Тафсир · на индонезийском

فصلت

Фуссилят

Разъяснены · Мекканская · 54 аята

41:1–8Страница 477

حمٓ ١

Ха. Мим.

تَنزِيلٞ مِّنَ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٢

Ниспосланное от Милостивого, Милосердного

كِتَٰبٞ فُصِّلَتۡ ءَايَٰتُهُۥ قُرۡءَانًا عَرَبِيّٗا لِّقَوۡمٖ يَعۡلَمُونَ ٣

является Писанием, аяты которого разъяснены в виде Корана на арабском языке для людей знающих.

بَشِيرٗا وَنَذِيرٗا فَأَعۡرَضَ أَكۡثَرُهُمۡ فَهُمۡ لَا يَسۡمَعُونَ ٤

Оно возвещает благую весть и предостерегает, однако большинство их отворачивается и не слышит.

وَقَالُواْ قُلُوبُنَا فِيٓ أَكِنَّةٖ مِّمَّا تَدۡعُونَآ إِلَيۡهِ وَفِيٓ ءَاذَانِنَا وَقۡرٞ وَمِنۢ بَيۡنِنَا وَبَيۡنِكَ حِجَابٞ فَٱعۡمَلۡ إِنَّنَا عَٰمِلُونَ ٥

Они говорят: «Наши сердца закрыты для того, к чему ты призываешь нас, наши уши поражены глухотой, а между нами и тобой - завеса. Трудись же, и мы будем трудиться».

قُلۡ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ يُوحَىٰٓ إِلَيَّ أَنَّمَآ إِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞ فَٱسۡتَقِيمُوٓاْ إِلَيۡهِ وَٱسۡتَغۡفِرُوهُۗ وَوَيۡلٞ لِّلۡمُشۡرِكِينَ ٦

Скажи: «Я - такой же человек, как и вы. Мне внушено в откровении, что ваш бог - Бог Единственный. Идите к Нему прямым путем и просите у Него прощения. И горе многобожникам,

ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُم بِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ كَٰفِرُونَ ٧

которые не выплачивают закята и не веруют в Последнюю жизнь».

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُمۡ أَجۡرٌ غَيۡرُ مَمۡنُونٖ ٨

Воистину, тем, которые уверовали и совершали праведные деяния, уготована неиссякаемая награда.

"Ha Mim. Diturunkan dari Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui, yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling; maka mereka tidak mau mendengarkan. Mereka berkata, 'Hati kami berada dalam tutupan terhadap apa yang kamu seru kami kepadanya dan di telinga kami ada sumbatan dan di antara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja pula.' Katakanlah, 'Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya sesembahan kamu adalah sesembahan Yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepadaNya dan mohonlah ampun kepadaNya. Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukanNya, yaitu orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya akhirat. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih mereka mendapat pahala yang tiada putus-putusnya'." (Fushshilat: 1-8).

Makkiyah

(2) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan hamba-hambaNya bahwa Kitab suci yang sangat mulia dan al-Qur`an yang sangat indah ini adalah ﴾ تَنزِيلٞ ﴿ "diturunkan," dan berasal ﴾ مِّنَ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ﴿ "dari Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang," yang rahmatNya meliputi segala sesuatu, yang di antara rahmatNya yang paling besar dan paling mulia adalah diturunkannya al-Kitab (al-Qur`an) ini sendiri, yang dengannya dapat diraih berbagai ilmu, petunjuk, nur, kesembuhan, rahmat, dan kebaikan yang berlimpah, yang menjadikannya di antara nikmatNya yang termulia atas hamba-hambaNya, dan ia adalah jalan kebahagiaan di dua negeri (dunia dan akhirat).

(3) Kemudian Allah menyanjung al-Qur`an ini dengan ke-sempurnaan penjelasan, seraya berfirman, ﴾ فُصِّلَتۡ ءَايَٰتُهُۥ ﴿ "Yang di-jelaskan ayat-ayatnya," artinya, yang dijelaskan segala sesuatu dari macam-macamnya satu-persatu. Ini mengharuskan penjelasan yang sempurna dan pembedaan antara segala sesuatu serta pemilahan hal-hal yang sesungguhnya, ﴾ قُرۡءَانًا عَرَبِيّٗا ﴿ "yakni bacaan dalam bahasa Arab," maksudnya, dengan bahasa yang fasih, bahasa yang paling sempurna. Ayat-ayatnya dijelaskan dan dijadikan dalam bahasa Arab, ﴾ لِّقَوۡمٖ يَعۡلَمُونَ ﴿ "untuk kaum yang mengetahui." Maksudnya, su-paya maknanya jelas bagi mereka sebagaimana lafazhnya, supaya petunjuknya jelas (dapat dipisahkan) dari kesesatan dan yang bengkok dari yang lurus. Adapun orang-orang yang bodoh yang petunjuk malah makin membuat mereka sesat, dan penjelasan makin membuat mereka buta, maka al-kalam (al-Qur`an) ini tidak dimaksudkan untuk mereka, dan ﴾ سَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡ ءَأَنذَرۡتَهُمۡ أَمۡ لَمۡ تُنذِرۡهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ 6 ﴿ "Sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman." (Al-Baqarah: 6).

(4) ﴾ بَشِيرٗا وَنَذِيرٗا ﴿ "Yang membawa berita gembira dan yang mem-bawa peringatan," maksudnya, membawa berita gembira berupa pahala di dunia dan di akhirat, dan membawa peringatan berupa siksa di dunia dan akhirat. Lalu Allah menjelaskan rinciannya, menyebutkan sebab-sebab dan karakter-karakter yang dengannya kabar gembira dan peringatan itu terlaksana. Ciri-ciri yang dimiliki al-Qur`an ini meng-haruskan supaya ia direspon dengan sikap menerima, tunduk, meyakini, dan mengamalkannya. Akan tetapi kebanyakan manusia berpaling seperti berpalingnya orang-orang yang menyombongkan diri, ﴾ فَهُمۡ لَا يَسۡمَعُونَ ﴿ "maka mereka tidak mau mendengarkan"nya dengan tujuan menerima dan merespon positif, sekalipun mereka telah mendengarnya yang dengannya hujjah syar'i telah tegak atas mereka.

(5) ﴾ وَقَالُواْ ﴿ "Mereka berkata," maksudnya, orang-orang yang berpaling dari al-Qur`an itu berkata untuk menjelaskan keengganan mereka mengambil pelajaran darinya dengan menutup semua pintu yang bisa menyampaikan kepadanya, ﴾ قُلُوبُنَا فِيٓ أَكِنَّةٖ ﴿ "Hati kami ber-ada dalam tutupan," penutup yang menutupi ﴾ مِّمَّا تَدۡعُونَآ إِلَيۡهِ وَفِيٓ ءَاذَانِنَا وَقۡرٞ ﴿ "terhadap apa yang kamu seru kami kepadanya, dan di telinga kami ada sumbatan," maksudnya, tuli sehingga kami tidak dapat mendengar-mu, ﴾ وَمِنۢ بَيۡنِنَا وَبَيۡنِكَ حِجَابٞ ﴿ "dan di antara kami dan kamu ada dinding," sehingga kami tidak dapat melihatmu. Maksudnya, mereka me-nampakkan sikap berpaling dari al-Qur`an dari segala sisi, dan mereka menampakkan kebencian kepadanya dan puas dengan apa yang mereka anut. Maka dari itu mereka berkata, ﴾ فَٱعۡمَلۡ إِنَّنَا عَٰمِلُونَ ﴿ "Maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja pula," maksudnya, sebagaimana kamu puas mengamalkan agamamu, maka kami pun sangat puas mengamalkan agama kami. Ini benar-benar sikap mengabaikan yang sangat kentara, di mana mereka rela dengan kesesatan, menjauhi petunjuk dan lebih mengutamakan kekafiran daripada keimanan, dan mereka menjual akhirat dengan dunia.

(6-7) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, wahai Nabi ﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ يُوحَىٰٓ إِلَيَّ ﴿ "Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku," inilah sifat dan tugasku, yaitu bahwa aku adalah manusia biasa, aku tidak memiliki wewenang apa pun, dan aku juga tidak memiliki apa yang kalian minta segera. Sesung-guhnya Allah hanya mengutamakanku atas kalian, mengistimewa-kanku dengan wahyu yang diwahyukanNya kepadaku dan me-merintahku untuk mengikutinya dan mengajak kalian kepadanya. ﴾ فَٱسۡتَقِيمُوٓاْ إِلَيۡهِ ﴿ "Maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepadaNya," maksudnya, tempuhlah jalan yang dapat mengantarkan kepada Allah سبحانه وتعالى, dengan cara membenarkan berita yang aku sampaikan dan mengikuti perintah dan menjauhi larangan. Inilah hakikat istiqamah. Kemudian konsisten kepadanya. Ungkapan, ﴾ إِلَيۡهِ ﴿ "ke-padaNya" mengingatkan tentang keikhlasan, dan orang yang akan beramal hendaknya menjadikan tujuan dan niat beramalnya adalah untuk sampai kepada Allah dan kepada negeri kemuliaanNya. Maka dengan begitu amalnya tulus, shalih lagi bermanfaat, dan dengan terabaikannya ikhlas maka amalnya menjadi sia-sia. Oleh karena seorang hamba, sekalipun ia telah bersungguh-sungguh untuk tetap istiqamah, pasti terjadi kekeliruan darinya karena mengabaikan perintah atau melakukan yang dilarang, maka Allah menyuruh mengobatinya dengan beristighfar yang mengan-dung makna taubat, seraya berfirman, ﴾ وَٱسۡتَغۡفِرُوهُۗ ﴿ "Dan mohonlah ampun kepadaNya." Kemudian Allah mengancam orang yang menga-baikan istiqamah, seraya berfirman, ﴾ وَوَيۡلٞ لِّلۡمُشۡرِكِينَ 6 ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ ﴿ "Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutu-kanNya, yaitu orang-orang yang tidak menunaikan zakat." Yaitu orang-orang yang menyembah apa-apa yang tidak mampu mendatang-kan manfaat, mudarat, kematian, kehidupan dan tidak pula mampu menghidupkan kembali. Dan mereka menginjak-injak diri mereka[84], tidak membersihkannya dengan mengesakan Allah, Rabb mereka dan ikhlas kepadaNya. Mereka tidak melakukan shalat dan tidak juga membayar zakat. Tidak ada keikhlasan kepada sang Pencipta dengan tauhid dan shalat, dan tidak ada pula pemberian manfaat kepada sesama dengan menunaikan zakat dan lain-lainnya. ﴾ وَهُم بِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ كَٰفِرُونَ ﴿ "Dan mereka kafir akan adanya akhirat." Arti-nya, mereka tidak beriman kepada kebangkitan, kepada adanya surga ataupun adanya neraka. Maka dari itu, setelah rasa takut sirna dari hati mereka, maka mereka berani melakukan apa yang telah mereka lakukan, yaitu perbuatan yang dapat mencelakakan mereka di akhirat.

(8) Setelah menjelaskan orang-orang kafir, maka Allah menjelaskan orang-orang beriman, sifat mereka dan balasan untuk mereka, seraya berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang beriman" kepada kitab al-Qur`an ini dan apa-apa yang dikan-dungnya dari iman yang diserukan kepadanya, dan mereka mem-benarkan iman mereka dengan amal shalih yang mencakup ikhlas dan mutaba'ah (mengikuti Rasulullah), ﴾ لَهُمۡ أَجۡرٌ ﴿ "mereka mendapat pahala" yang sangat besar ﴾ غَيۡرُ مَمۡنُونٖ ﴿ "yang tiada putus-putusnya," yakni, tidak pernah terhenti dan tidak pernah habis, melainkan terus mengalir sepanjang waktu, selalu bertambah sepanjang masa, penuh dengan semua kelezatan dan hal-hal yang menyenangkan.

41:9–12Страница 477

۞ قُلۡ أَئِنَّكُمۡ لَتَكۡفُرُونَ بِٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡأَرۡضَ فِي يَوۡمَيۡنِ وَتَجۡعَلُونَ لَهُۥٓ أَندَادٗاۚ ذَٰلِكَ رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٩

Скажи: «Неужели вы не веруете в Того, Кто создал землю за два дня, и равняете с Ним других? Он же - Господь миров.

وَجَعَلَ فِيهَا رَوَٰسِيَ مِن فَوۡقِهَا وَبَٰرَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَآ أَقۡوَٰتَهَا فِيٓ أَرۡبَعَةِ أَيَّامٖ سَوَآءٗ لِّلسَّآئِلِينَ ١٠

Он воздвиг над землей незыблемые горы, наделил ее благодатью и распределил на ней пропитание для страждущих (или для тех, кто спрашивает) за четыре полных дня.

ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ وَهِيَ دُخَانٞ فَقَالَ لَهَا وَلِلۡأَرۡضِ ٱئۡتِيَا طَوۡعًا أَوۡ كَرۡهٗا قَالَتَآ أَتَيۡنَا طَآئِعِينَ ١١

Потом Он обратился к небу, которое было дымом, и сказал ему и земле: «Придите по доброй воле или по принуждению». Они сказали: «Мы пришли по доброй воле».

فَقَضَىٰهُنَّ سَبۡعَ سَمَٰوَاتٖ فِي يَوۡمَيۡنِ وَأَوۡحَىٰ فِي كُلِّ سَمَآءٍ أَمۡرَهَاۚ وَزَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنۡيَا بِمَصَٰبِيحَ وَحِفۡظٗاۚ ذَٰلِكَ تَقۡدِيرُ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡعَلِيمِ ١٢

Он сотворил их семью небесами за два дня и внушил каждому небу его обязанности. Мы украсили нижнее небо светильниками и оберегаем его (или для оберегания его). Таково предопределение Могущественного, Знающего».

"Katakanlah, 'Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya.' Itulah Rabb semesta alam. Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia member-kahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan-nya dalam empat masa, sebagai jawaban bagi orang-orang yang bertanya. Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih me-rupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, 'Da-tanglah kamu berdua menurut perintahKu dengan suka hati atau terpaksa.' Keduanya menjawab, 'Kami datang dengan suka hati.' Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit dunia dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui." (Fushshilat: 9-12).

(9-10) Allah سبحانه وتعالى mengingkari dan heran terhadap kekafiran orang-orang yang kafir kepadaNya, yaitu mereka yang menjadikan sekutu-sekutu bagiNya, mereka persekutukan denganNya, dan mereka menyembah kepada sekutu-sekutu itu apa saja yang mereka suka dari pemujaan-pemujaan mereka, dan mereka menyetarakan-nya dengan Rabb yang Mahaagung, Maharaja lagi Maha Pemurah, Yang telah menciptakan bumi yang tebal lagi amat sangat besar dalam dua hari, lalu membentangkannya dalam dua hari dengan menjadikan gunung-gunung di atasnya yang menjadi pasak bagi-nya agar tidak goyah, tidak goncang dan agar diam. Dia pun me-nyempurnakan penciptaannya dan membentangkannya serta me-ngeluarkan makanan-makanannya serta segala hal yang berkaitan dengannya ﴾ فِيٓ أَرۡبَعَةِ أَيَّامٖ سَوَآءٗ لِّلسَّآئِلِينَ ﴿ "dalam empat masa, sebagai jawaban bagi orang-orang yang bertanya" tentang hal ini. Tidak ada yang me-ngabarkannya kepadamu sebagaimana Allah Yang Maha Menge-tahui. Inilah informasi yang benar, tidak ditambah dan tidak dikurangi sedikitpun.

(11) ﴾ ثُمَّ ﴿ "Kemudian" setelah Dia menciptakan bumi ﴾ ٱسۡتَوَىٰٓ ﴿ "Dia menuju" mengarah ﴾ إِلَى ﴿ "kepada" penciptaan ﴾ ٱلسَّمَآءِ وَهِيَ دُخَانٞ ﴿ "la-ngit dan ia (ketika itu) masih merupakan asap," yang menguap di atas permukaan air ﴾ فَقَالَ لَهَا ﴿ "lalu Dia berkata kepadanya." Oleh karena takhsish (pengkhususan) ini mengisaratkan pengecualian, maka Allah menyambungnya dengan FirmanNya, ﴾ وَلِلۡأَرۡضِ ٱئۡتِيَا طَوۡعًا أَوۡ كَرۡهٗا ﴿ "Dan kepada bumi, 'Datanglah kamu berdua menurut perintahKu dengan suka hati atau terpaksa'," maksudnya, tunduklah kepada perintahKu dengan suka hati atau terpaksa, karena ia harus terlaksana.﴾ قَالَتَآ أَتَيۡنَا طَآئِعِينَ ﴿ "Keduanya menjawab, 'Kami datang dengan suka hati'." Artinya, kami tidak mempunyai keinginan yang menyelisihi keinginanMu.

(12) ﴾ فَقَضَىٰهُنَّ سَبۡعَ سَمَٰوَاتٖ فِي يَوۡمَيۡنِ ﴿ "Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa." Dengan demikian, selesailah penciptaan langit dan bumi dalam enam hari, dimulai dari Hari Ahad dan berakhir pada Hari Jum'at, sekalipun sebenarnya kekuasaan Allah dan kehendakNya bisa menciptakan itu semua dalam sekejap saja. Namun, sekalipun Dia Mahakuasa, namun Dia Mahabijaksana lagi Mahalembut. Di antara kebijaksanaan dan kelembutanNya itu adalah, Dia menciptakan langit dan bumi ini dalam tempo yang telah ditetapkan. Ketahuilah bahwa zahir (leterasi) ayat ini bila dipadukan dengan FirmanNya dalam Surah an-Nazi'at, yaitu setelah Allah menyebutkan penciptaan langit berfirman, ﴾ وَٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ ذَٰلِكَ دَحَىٰهَآ 30 ﴿ "Dan bumi sesudah itu Kami bentangkan," (An-Nazi'at: 30), nampak ada kontradiksi (pertentangan) pada keduanya! Padahal Kitabullah (al-Qur`an) ini tidak ada kontradiksi atau perselisihan padanya! Jawabnya adalah apa yang sudah dikatakan oleh banyak kaum Salaf, bahwa sesungguhnya penciptaan bumi dan bentuknya itu lebih dahulu daripada penciptaan langit, seperti dijelaskan di sini. Pembentangan bumi maksudnya adalah, ﴾ أَخۡرَجَ مِنۡهَا مَآءَهَا وَمَرۡعَىٰهَا 31 وَٱلۡجِبَالَ أَرۡسَىٰهَا 32 ﴿ "Mengeluarkan air dan rumput-rumputan darinya menancapkan gunung," dan itu belakangan, lebih dahulu penciptaan langit, seba-gaimana dijelaskan dalam surah an-Nazi'at. Maka dari itu, di sana Dia berfirman, ﴾ وَٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ ذَٰلِكَ دَحَىٰهَآ 30 أَخۡرَجَ مِنۡهَا...31 ﴿ "Dan bumi sesudah itu Dia bentangkan, Dia keluarkan darinya...," hingga akhir ayat. Dia tidak mengatakan: Dan bumi sesudah itu Dia ciptakan. FirmanNya, ﴾ وَأَوۡحَىٰ فِي كُلِّ سَمَآءٍ أَمۡرَهَاۚ ﴿ "Dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya," maksudnya, urusan dan wewenang yang layak dengannya, sesuai dengan tuntutan kebijaksanaan Tuhan Yang Mahabijaksana. ﴾ وَزَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنۡيَا بِمَصَٰبِيحَ ﴿ "Dan Kami hiasi langit dunia dengan lampu-lampu yang cemerlang," yaitu bintang-bintang yang dapat dijadikan penerang dan pedoman arah, dan menjadi keindahan dan perhiasan bagi langit secara lahiriyah, dan sebagai keindahannya secara batin yang mana ia dijadikan sebagai alat untuk melempari setan-setan agar mereka tidak mencuri untuk mendengarkan wahyu di sana. ﴾ ذَٰلِكَ ﴿ "Demikianlah," yang disebutkan di atas, yaitu bumi dengan segala isinya dan langit dengan segala isinya, adalah ﴾ تَقۡدِيرُ ٱلۡعَزِيزِ ﴿ "ketentuan Yang Mahaperkasa," yang dengan keperkasaanNya Dia mengalahkan segala sesuatu, Dia mengaturnya dan dengan-nya pula Dia menciptakan semua makhluk; ﴾ ٱلۡعَلِيمِ ﴿ "lagi Maha Me-ngetahui" yang pengetahuanNya meliputi (menjangkau) seluruh makhluk, yang ghaib dan yang nyata. Maka pengabaian kaum musyrikin terhadap sikap ikhlas (bertauhid) kepada Rabb yang Mahaagung, Maha Esa lagi Maha Mengalahkan, yang semua makhluk tunduk kepada perintahNya, dan ketentuanNya berlaku padanya, adalah merupakan hal yang paling mengherankan. Dan pengangkatan sekutu-sekutu bagiNya yang mereka sejajarkan denganNya, padahal sekutu-sekutu itu lemah pada sifat-sifat dan perbuatan-perbuatannya, adalah lebih mengherankan dan lebih mengherankan lagi! Tidak ada terapi bagi mereka jika sikap berpaling mereka terus berlanjut selain hukuman-hukuman duniawi dan ukhrawi. Maka dari itu Allah mempertakuti mereka dengan FirmanNya,

41:13–14Страница 478

فَإِنۡ أَعۡرَضُواْ فَقُلۡ أَنذَرۡتُكُمۡ صَٰعِقَةٗ مِّثۡلَ صَٰعِقَةِ عَادٖ وَثَمُودَ ١٣

Если же они отвернутся, то скажи: «Я предостерегаю вас от мучений, подобных мучениям адитов и самудян».

إِذۡ جَآءَتۡهُمُ ٱلرُّسُلُ مِنۢ بَيۡنِ أَيۡدِيهِمۡ وَمِنۡ خَلۡفِهِمۡ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَۖ قَالُواْ لَوۡ شَآءَ رَبُّنَا لَأَنزَلَ مَلَٰٓئِكَةٗ فَإِنَّا بِمَآ أُرۡسِلۡتُم بِهِۦ كَٰفِرُونَ ١٤

Посланники приходили к ним спереди и сзади: «Не поклоняйтесь никому, кроме Аллаха». Они же говорили: «Если бы наш Господь захотел, то ниспослал бы ангелов. Воистину, Мы не веруем в то, с чем вы посланы».

"Jika mereka berpaling maka katakanlah, 'Aku telah mem-peringatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum 'Ad dan kaum Tsamud. Ketika rasul-rasul datang kepada mereka dari depan dan dari belakang mereka. Janganlah kamu menyembah selain Allah.' Mereka menjawab, 'Kalau Rabb kami menghendaki, tentu Dia akan menurunkan malaikat-malaikatNya, maka sesung-guhnya kami kafir kepada wahyu yang kamu diutus membawa-nya'." (Fushshilat: 13-14).

(13-14) Maknanya, jika orang-orang yang mendustakan itu berpaling setelah beberapa ciri (beberapa karakteristik) al-Qur`an yang sangat terpuji dan sebagian sifat-sifat ilah (sembahan) yang Mahaagung dijelaskan kepada mereka, ﴾ فَقُلۡ أَنذَرۡتُكُمۡ صَٰعِقَةٗ ﴿ "maka kata-kanlah, 'Aku telah memperingatkan kamu dengan petir'," maksudnya, azab yang membinasakan dan menghabisi kalian semua, ﴾ مِّثۡلَ صَٰعِقَةِ عَادٖ وَثَمُودَ ﴿ "seperti petir yang menimpa kaum 'Ad dan kaum Tsamud," dua kaum yang sangat terkenal, di mana mereka dibinasakan oleh azab dan mereka ditimpa seburuk-buruk hukuman. Semua itu terjadi karena kezhaliman dan kekafiran mereka, di m a n a ﴾ جَآءَتۡهُمُ ٱلرُّسُلُ مِنۢ بَيۡنِ أَيۡدِيهِمۡ وَمِنۡ خَلۡفِهِمۡ ﴿ "ketika rasul-rasul datang kepada mereka dari depan dan dari belakang mereka." Artinya, silih berganti kedatangan mereka secara berurutan, sedangkan dakwah (seruan) mereka semua sama, yaitu ﴾ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَۖ ﴿ "Janganlah kamu menyembah selain Allah," artinya, mereka (para rasul itu) memerintahkan untuk ikhlas kepada Allah dan melarang mereka dari perbuatan memperseku-tukanNya, namun mereka menolak kerasulan para rasul itu dan mereka mendustakannya. Dan ﴾ قَالُواْ لَوۡ شَآءَ رَبُّنَا لَأَنزَلَ مَلَٰٓئِكَةٗ ﴿ "mereka menjawab, 'Kalau Rabb kami menghendaki, tentu Dia akan menurunkan malaikat-malaikatNya'." Arti-nya, sedangkan kalian (para rasul) hanyalah manusia biasa seperti kami. ﴾ فَإِنَّا بِمَآ أُرۡسِلۡتُم بِهِۦ كَٰفِرُونَ ﴿ "Maka sesungguhnya kami kafir kepada wahyu yang kamu diutus membawanya." Ini adalah suatu alasan rapuh (syubhat) yang terus diwariskan secara turun-temurun di kalangan orang-orang yang mendustakan. Ia merupakan syubhat yang sangat rapuh, sebab tidak termasuk syarat dalam pengutusan rasul itu harus dari seorang malaikat. Yang sebenarnya menjadi persyaratan kerasulan adalah sang rasul mendatangkan bukti yang membukti-kan kebenarannya. Setelah itu silahkan mereka mencari kecacatan kebenaran (kejujuran) rasul itu jika mereka mampu dengan cara yang rasional maupun yang syar'i! Tentu mereka sama sekali tidak akan pernah menemukan jalan ke sana!

41:15–16Страница 478

فَأَمَّا عَادٞ فَٱسۡتَكۡبَرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّ وَقَالُواْ مَنۡ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةًۖ أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّ ٱللَّهَ ٱلَّذِي خَلَقَهُمۡ هُوَ أَشَدُّ مِنۡهُمۡ قُوَّةٗۖ وَكَانُواْ بِـَٔايَٰتِنَا يَجۡحَدُونَ ١٥

Что касается адитов, то они возгордились на земле без всякого права и сказали: «Кто может превзойти нас силой?». Неужели они не видели, что Аллах, Который сотворил их, превосходит их силой? Они отвергали Наши знамения.

فَأَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ رِيحٗا صَرۡصَرٗا فِيٓ أَيَّامٖ نَّحِسَاتٖ لِّنُذِيقَهُمۡ عَذَابَ ٱلۡخِزۡيِ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ وَلَعَذَابُ ٱلۡأٓخِرَةِ أَخۡزَىٰۖ وَهُمۡ لَا يُنصَرُونَ ١٦

Мы наслали на них морозный (или завывающий) ветер в злополучные дни, чтобы дать им вкусить муки позора в мирской жизни. А мучения в Последней жизни будут еще более позорными, и им не будет оказана помощь.

"Adapun kaum 'Ad, maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata, 'Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami.' Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatanNya dari mereka? Dan mereka mengingkari ayat-ayat Kami. Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan sesungguhnya siksaan akhirat lebih meng-hinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan." (Fushshilat: 15-16).

(15) Kaum 'Ad, di samping mereka kafir kepada Allah, ingkar kepada ayat-ayat Allah dan kafir kepada rasul-rasulNya, mereka juga menyombongkan diri ﴾ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "di muka bumi," semena-mena terhadap masyarakat sekitarnya, zhalim terhadap mereka, dan mereka terpedaya dengan kekuatan yang mereka miliki, ﴾ وَقَالُواْ مَنۡ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةًۖ ﴿ "dan berkata, 'Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?'" Allah berfirman menolak mereka dengan apa yang diketahui oleh setiap orang, ﴾ أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّ ٱللَّهَ ٱلَّذِي خَلَقَهُمۡ هُوَ أَشَدُّ مِنۡهُمۡ قُوَّةٗۖ ﴿ "Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatanNya dari mereka?" Kalau saja bukan karena Allah yang menciptakan mereka, tentu mereka tidak akan ada. Kalau saja mereka memperhatikan kenyataan ini dengan benar, tentu mereka tidak terpedaya dengan kekuatan mereka.

(16) Lalu mereka dihukum oleh Allah dengan hukuman yang setara dengan kekuatan mereka yang membuat mereka ter-pedaya. ﴾ فَأَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ رِيحٗا صَرۡصَرٗا ﴿ "Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka," yakni, angin yang sangat besar karena kekuatan dan kedahsyatannya, mempunyai gemuruh yang sangat menakutkan bagaikan petir yang menyambar. Allah menunduk-kannya, ﴾ عَلَيۡهِمۡ سَبۡعَ لَيَالٖ وَثَمَٰنِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومٗاۖ فَتَرَى ٱلۡقَوۡمَ فِيهَا صَرۡعَىٰ كَأَنَّهُمۡ أَعۡجَازُ نَخۡلٍ خَاوِيَةٖ 7 ﴿ "Terhadap mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus me-nerus; maka kamu lihat kaum 'Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tanggul-tanggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk)." (Al-Haqqah: 7). Pada hari-hari ﴾ نَّحِسَاتٖ ﴿ "yang sial," yang menghancurkan dan membinasakan mereka, sehingga mereka tidak tampak kecuali tempat-tempat tinggal mereka saja. Dan di sini Allah berfirman, ﴾ لِّنُذِيقَهُمۡ عَذَابَ ٱلۡخِزۡيِ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ ﴿ "Karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia," yang dengannya mereka menjadi hina dan dipermalukan di tengah-te-ngah manusia, ﴾ وَلَعَذَابُ ٱلۡأٓخِرَةِ أَخۡزَىٰۖ وَهُمۡ لَا يُنصَرُونَ ﴿ "dan sesungguhnya siksaan akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan," yakni, mereka tidak dicegah dari azab Allah dan mereka tidak dapat me-nyelamatkan diri mereka.

41:17–18Страница 478

وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيۡنَٰهُمۡ فَٱسۡتَحَبُّواْ ٱلۡعَمَىٰ عَلَى ٱلۡهُدَىٰ فَأَخَذَتۡهُمۡ صَٰعِقَةُ ٱلۡعَذَابِ ٱلۡهُونِ بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ١٧

Что же касается самудян, то Мы указали им на прямой путь, но они предпочли слепоту верному руководству, и их поразила молния унизительных мучений за то, что они приобретали.

وَنَجَّيۡنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ ١٨

А тех, которые уверовали и были богобоязненны, Мы спасли.

"Dan adapun kaum Tsamud, mereka telah Kami beri petunjuk, tetapi mereka lebih menyukai kebutaan dari petunjuk itu, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan. Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka adalah orang-orang yang bertakwa." (Fushshilat: 17-18).

(17) ﴾ وَأَمَّا ثَمُودُ ﴿ "Dan adapun kaum Tsamud," mereka adalah suku (kaum) yang sangat terkenal, mereka mendiami daerah Al-Hijr dan sekitarnya. Kepada mereka Allah mengutus Nabi Shaleh عليه السلام yang mengajak mereka untuk bertauhid, mengesakan Allah dan mencegah mereka dari perbuatan mempersekutukanNya. Dan Allah mendatangkan kepada mereka seekor unta betina sebagai bukti yang sangat agung, ia mempunyai giliran untuk mendapat-kan air, dan mereka mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari yang tertentu. Mereka minum air susunya satu hari dan minum air biasa satu hari, dan mereka tidak memberinya makan apa-apa, melainkan ia mencari makanan sendiri di bumi Allah. Maka dari itu Allah berfirman di sini, ﴾ وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيۡنَٰهُمۡ ﴿ "Dan adapun kaum Tsamud, mereka telah Kami beri petunjuk." Maksudnya, petunjuk penjelasan. Kenapa mereka yang disebutkan secara khusus di dalam ayat ini, padahal seluruh umat yang dibinasakan telah ditegakkan hujjah dan penjelasan terhadap mereka, hal itu karena tanda (muk-jizat) yang diberikan kepada kaum Tsamud adalah mukjizat yang luar biasa, dilihat oleh anak-anak dan orang-orang dewasa mereka, yang laki-laki dan yang perempuan. Dan ayat itu adalah ayat yang sangat jelas sekali. Maka dari itu Allah mengistimewakan mereka dengan tambahan penjelasan dan petunjuk. Akan tetapi karena kezhaliman dan kejahatan mereka, maka mereka lebih mencintai ﴾ ٱلۡعَمَىٰ ﴿ "kebutaan" yakni kekafiran dan kesesatan, ﴾ عَلَى ٱلۡهُدَىٰ ﴿ "dari-pada petunjuk," yaitu ilmu dan iman. Maka mereka dilanda ﴾ ٱلۡعَذَابِ ﴿ "azab" disebabkan apa yang telah mereka kerjakan, bukan karena kezhaliman Allah terhadap mereka.

(18) ﴾ وَنَجَّيۡنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ ﴿ "Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka adalah orang-orang yang bertakwa." Maksudnya, Kami selamatkan Nabi Shaleh عليه السلام dan orang-orang yang mengikuti beliau dari orang-orang yang beriman yang meng-hindarkan diri dari syirik dan maksiat.

41:19–24Страница 478

وَيَوۡمَ يُحۡشَرُ أَعۡدَآءُ ٱللَّهِ إِلَى ٱلنَّارِ فَهُمۡ يُوزَعُونَ ١٩

В тот день, когда враги Аллаха будут собраны перед Огнем, их задержат.

حَتَّىٰٓ إِذَا مَا جَآءُوهَا شَهِدَ عَلَيۡهِمۡ سَمۡعُهُمۡ وَأَبۡصَٰرُهُمۡ وَجُلُودُهُم بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٢٠

Когда же они достигнут его, их слух, их взоры и их кожа станут свидетельствовать против них о том, что они совершали.

وَقَالُواْ لِجُلُودِهِمۡ لِمَ شَهِدتُّمۡ عَلَيۡنَاۖ قَالُوٓاْ أَنطَقَنَا ٱللَّهُ ٱلَّذِيٓ أَنطَقَ كُلَّ شَيۡءٖۚ وَهُوَ خَلَقَكُمۡ أَوَّلَ مَرَّةٖ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ٢١

Они скажут своей коже: «Почему вы стали свидетельствовать против нас?». Они скажут: «Нас заставил говорить Аллах, Который заставил говорить всякую вещь». Он сотворил вас в первый раз, и к Нему вы будете возвращены.

وَمَا كُنتُمۡ تَسۡتَتِرُونَ أَن يَشۡهَدَ عَلَيۡكُمۡ سَمۡعُكُمۡ وَلَآ أَبۡصَٰرُكُمۡ وَلَا جُلُودُكُمۡ وَلَٰكِن ظَنَنتُمۡ أَنَّ ٱللَّهَ لَا يَعۡلَمُ كَثِيرٗا مِّمَّا تَعۡمَلُونَ ٢٢

Вы не укрывались от свидетельств вашего слуха, ваших взоров и вашей кожи. Но вы предполагали, что Аллах не знает многого из того, что вы совершали.

وَذَٰلِكُمۡ ظَنُّكُمُ ٱلَّذِي ظَنَنتُم بِرَبِّكُمۡ أَرۡدَىٰكُمۡ فَأَصۡبَحۡتُم مِّنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٢٣

Эти ваши предположения, которые вы делали о вашем Господе, погубили вас, и вы оказались одними из потерпевших убыток.

فَإِن يَصۡبِرُواْ فَٱلنَّارُ مَثۡوٗى لَّهُمۡۖ وَإِن يَسۡتَعۡتِبُواْ فَمَا هُم مِّنَ ٱلۡمُعۡتَبِينَ ٢٤

Если даже они проявят терпение, их обителью будет Огонь. Если же они попросят о благосклонности, то к ним не будут благосклонны (или если к ним проявят благосклонность, то они не станут искать благосклонности).

"Dan hari ketika musuh-musuh Allah digiring ke dalam neraka lalu mereka dikumpulkan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka bersaksi melawan mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka berkata kepada kulit mereka, 'Mengapa kamu menjadi saksi melawan kami?' Kulit mereka menjawab, 'Allah yang telah menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai pula berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan.' Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pende-ngaran, penglihatan, dan kulitmu yang melawanmu, bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan. Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka terhadap Rabbmu, prasangka itu telah mem-binasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Jika mereka bersabar, maka nerakalah tempat diam mereka dan jika mereka mengemukakan alasan-alasan, maka tidaklah mereka termasuk orang-orang yang diterima alasannya." (Fush-shilat: 19-24).

(19) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang musuh-musuhNya yang telah menantangNya dengan bersikap kafir kepadaNya dan kepada ayat-ayatNya, mendustakan para rasulNya, memusuhi dan memerangi mereka, dan tentang kondisi keji mereka pada saat mereka dihimpun kelak. Maksudnya, saat mereka dikumpulkan ﴾ إِلَى ٱلنَّارِ فَهُمۡ يُوزَعُونَ ﴿ "ke dalam neraka, lalu mereka dikumpulkan," yang awal dikembalikan kepada yang terakhir, dan yang terakhir mengikuti yang awal. Mereka digiring ke neraka dengan sangat kasar, mereka tidak dapat menolak, tidak pula mereka dapat menolong diri me-reka dan mereka pun tidak ditolong.

(20) ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا مَا جَآءُوهَا ﴿ "Sehingga apabila mereka sampai ke sana," maksudnya, hingga apabila mereka sudah tiba di neraka dan hen-dak melakukan pengingkaran, atau mengingkari kemaksiatan-ke-maksiatan yang telah mereka kerjakan, ﴾ شَهِدَ عَلَيۡهِمۡ سَمۡعُهُمۡ وَأَبۡصَٰرُهُمۡ وَجُلُودُهُم ﴿ "pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka bersaksi melawan mereka." Ini adalah ungkapan umum setelah ungkapan yang bermakna khusus, ﴾ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ "tentang apa yang telah mereka kerjakan." Setiap anggota tubuh mereka memberikan kesaksian. Setiap anggota badan itu mengatakan: Aku telah melakukan perbuatan ini pada hari anu, dan seterusnya. Hanya tiga anggota tubuh ini saja yang disebutkan, karena kebanyakan dosa-dosa disebabkan karenanya atau disebabkan olehnya.

(21) Apabila anggota-anggota tubuh itu telah memberikan kesaksiannya, mereka pun mencelanya, ﴾ وَقَالُواْ لِجُلُودِهِمۡ ﴿ "dan mereka berkata kepada kulit mereka." Ini dalil (bukti) bahwa kesaksian dila-kukan oleh setiap anggota tubuh, sebagaimana kami sebutkan tadi, ﴾ لِمَ شَهِدتُّمۡ عَلَيۡنَاۖ ﴿ "Mengapa kamu menjadi saksi melawan kami" pada kami membela kalian? ﴾ قَالُوٓاْ أَنطَقَنَا ٱللَّهُ ٱلَّذِيٓ أَنطَقَ كُلَّ شَيۡءٖۚ ﴿ "Kulit mereka menjawab, 'Allah yang telah menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadi-kan kami pandai pula berkata'." Jadi kami tidak mempunyai kemam-puan untuk menghindari pemberian kesaksian saat kami dijadikan pandai berbicara oleh Tuhan yang tidak ada seorang pun yang bisa terlepas dari masyi`ah (kehendak)Nya, ﴾ وَهُوَ خَلَقَكُمۡ أَوَّلَ مَرَّةٖ ﴿ "dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama," sebagaimana Dia telah menciptakan kalian dengan perangkat tubuh kalian, Dia juga telah menciptakan sifat-sifat kalian, yang di antaranya adalah kemampuan berbicara, ﴾ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ﴿ "dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan" di akhirat kelak, lalu Dia akan memberikan balasan atas apa yang telah kalian kerjakan. Ada kemungkinan maksud dari penjelasan di atas adalah berargumen dengan penciptaan pertama untuk membenarkan kebangkitan, sebagaimana itu adalah metode al-Qur`an.

(22) ﴾ وَمَا كُنتُمۡ تَسۡتَتِرُونَ أَن يَشۡهَدَ عَلَيۡكُمۡ سَمۡعُكُمۡ وَلَآ أَبۡصَٰرُكُمۡ وَلَا جُلُودُكُمۡ ﴿ "Kamu se-kali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran, penglihatan, dan kulitmu yang melawanmu." Artinya, kalian sekali-kali tidak akan bisa bersembunyi dari persaksian anggota tubuh kalian yang me-lawan kalian dan kalian tidak akan dapat menghindarinya,﴾ وَلَٰكِن ظَنَنتُمۡ ﴿ "bahkan kamu mengira" dengan kelancangan kalian melaku-kan maksiat-maksiat, ﴾ أَنَّ ٱللَّهَ لَا يَعۡلَمُ كَثِيرٗا مِّمَّا تَعۡمَلُونَ ﴿ "bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan." Maka dari itu lahirlah apa yang telah lahir dari perbuatan kalian.

(23) Prasangka ini menjadi sebab kebinasaan dan kesengsa-raan kalian. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ وَذَٰلِكُمۡ ظَنُّكُمُ ٱلَّذِي ظَنَنتُم بِرَبِّكُمۡ ﴿ "Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka terhadap Rabbmu," yaitu prasangka buruk, di mana kalian berpra-sangka terhadapnya sesuatu yang sangat tidak layak dengan ke-besaranNya ﴾ أَرۡدَىٰكُمۡ ﴿ "dan ia telah membinasakan kamu" maksudnya, mencelakakan kalian, ﴾ فَأَصۡبَحۡتُم مِّنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ﴿ "maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi," merugikan diri mereka, keluarga, dan agama mereka sendiri, disebabkan amal-amal perbuatan yang di-akibatkan oleh prasangka buruk kalian terhadap Rabb kalian. Maka pastilah ketetapan azab dan kesengsaraan terhadap kalian, maka kekekalan abadi di dalam azab itu pun menjadi pasti terhadap kalian, azab yang tidak akan pernah dihentikan sesaat pun terhadap kalian.

(24) ﴾ فَإِن يَصۡبِرُواْ فَٱلنَّارُ مَثۡوٗى لَّهُمۡۖ ﴿ "Jika mereka bersabar, maka neraka-lah tempat diam mereka," dan tidak akan ada kesanggupan ataupun kesabaran untuk menanggungnya. Setiap kondisi dimungkinkan untuk bisa disikapi dengan sabar, namun neraka tidak mungkin sabar atasnya. Bagaimana mungkin bisa sabar atas neraka yang panasnya makin dahsyat dan panasnya melebihi panas api di dunia sampai lebih dari tujuh puluh kali lipat, dan didihan airnya pun sangat dahsyat, bau busuk nanah yang bercampur darah yang ada di dalamnya pun makin bertambah, air dinginnya berlipat-lipat derajat, belenggu dan rantai pengikatnya pun amat sangat besar, alat-alat cambuknya besar-besar, para petugasnya sangat kasar, mereka sama sekali tidak mempunyai rasa belas kasih, dan yang terakhir adalah kemurkaan Allah Yang Mahaperkasa. Jawaban Allah ketika mereka menyeruNya dan meminta keselamatan kepa-daNya adalah: ﴾ قَالَ ٱخۡسَـُٔواْ فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ 108 ﴿ "Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu ber-bicara dengan Aku." (Al-Mu`minun: 108). ﴾ وَإِن يَسۡتَعۡتِبُواْ ﴿ "Dan jika mereka mengemukakan alasan-alasan," maksudnya, mereka minta agar celaan dilepaskan dari mereka, lalu dikembalikan ke dunia untuk memulai amal perbuatan yang baru, ﴾ فَمَا هُم مِّنَ ٱلۡمُعۡتَبِينَ ﴿ "maka tidaklah mereka termasuk orang-orang yang diterima alasannya," karena waktu sudah berlalu, mereka telah diberi usia cukup untuk mengambil pelajaran, dan mereka pun telah didatangi oleh pemberi peringatan (rasul), hujjah mereka pun sudah terputus, dan di sisi lain alasan yang mereka kemukakan adalah dusta dari mereka, sebab kalau mereka dikembalikan ke dunia, tentu mereka akan kembali melakukan apa-apa yang dila-rang. Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta.

41:25Страница 479

۞ وَقَيَّضۡنَا لَهُمۡ قُرَنَآءَ فَزَيَّنُواْ لَهُم مَّا بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡ وَحَقَّ عَلَيۡهِمُ ٱلۡقَوۡلُ فِيٓ أُمَمٖ قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِهِم مِّنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِۖ إِنَّهُمۡ كَانُواْ خَٰسِرِينَ ٢٥

Мы приставили к ним товарищей, которые представили им прекрасным их настоящее и будущее, и сбылось Слово относительно них и относительно живших до них народов из числа джиннов и людей. Воистину, они были потерпевшими убыток.

"Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman yang men-jadikan mereka memandang bagus apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka, dari jin dan manusia; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi." (Fush-shilat: 25).

(25) ﴾ وَقَيَّضۡنَا ﴿ "Dan Kami tetapkan" bagi mereka orang-orang yang zhalim lagi mengingkari kebenaran itu, sebagai ﴾ قُرَنَآءَ ﴿ "teman-teman," dari bangsa setan, sebagaimana yang difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ أَلَمۡ تَرَ أَنَّآ أَرۡسَلۡنَا ٱلشَّيَٰطِينَ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ تَؤُزُّهُمۡ أَزّٗا 83 ﴿ "Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka membuat maksiat dengan sungguh-sungguh?" (Maryam: 83). Maksudnya, menyeret mereka kepada perbuatan-perbuatan maksiat dan merayu mereka disebabkan bujukan mereka,﴾ لَهُم مَّا بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡ ﴿ "menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka," dunia mereka percantik di pan-dangan mata mereka, dan setan pun menyeru mereka untuk mem-peroleh kelezatan dan kenikmatannya yang diharamkan, sehingga mereka terpedaya, lalu mereka berani melakukan maksiat-maksiat terhadap Allah, dan mereka menempuh cara-cara apa saja yang mereka suka untuk memerangi Allah dan RasulNya. Sedangkan terhadap alam akhirat, setan-setan berhasil menjadikan mereka memandangnya tidak mungkin terjadi, dan setan-setan berhasil membuat mereka lupa kepadanya. Dan kadang-kadang setan membisikkan berbagai syubhat (pemikiran rancu) kepada mereka bahwa akhirat itu tidak akan pernah ada, sehingga rasa takut kepada alam akhirat tersingkir dari dalam hati mereka. Kemudian setan-setan menggiring mereka kepada kekafiran, berbagai bid'ah, dan maksiat. Pemberian ke-kuasaan kepada setan dan penetapan qarin (teman) adalah berasal dari Allah bagi setan-setan yang mendustakan, disebabkan mereka berpaling dari dzikrullah, ayat-ayatnya, dan disebabkan kekafiran mereka terhadap kebenaran, sebagaimana dikatakan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَمَن يَعۡشُ عَن ذِكۡرِ ٱلرَّحۡمَٰنِ نُقَيِّضۡ لَهُۥ شَيۡطَٰنٗا فَهُوَ لَهُۥ قَرِينٞ 36 وَإِنَّهُمۡ لَيَصُدُّونَهُمۡ عَنِ ٱلسَّبِيلِ وَيَحۡسَبُونَ أَنَّهُم مُّهۡتَدُونَ 37 ﴿ "Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran (Rabb) Yang Maha Pemurah (al-Qur`an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan), maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk." (Az-Zukhruf: 36-37). ﴾ وَحَقَّ عَلَيۡهِمُ ٱلۡقَوۡلُ ﴿ "Dan tetaplah atas mereka keputusan," yakni, maka pastilah atas mereka dan turunlah ketetapan Qadha` dan Qadar siksaan bagi mereka, ﴾ فِيٓ ﴿ "pada" s e d e r e t ﴾ أُمَمٖ قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِهِم مِّنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِۖ إِنَّهُمۡ كَانُواْ خَٰسِرِينَ ﴿ "umat-umat yang terdahulu sebelum mereka, dari jin dan manusia; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi," merugikan agama dan akhirat mereka. Dan siapa yang merugi, maka pasti menjadi hina, sengsara, dan diazab.

Текст: Quranic Universal Library (Tarteel) через spa5k/tafsir_api (MIT), в зафиксированной версии. Аяты: Quran Foundation. Источники и лицензии

Содержание

Аят аль-Курси36Аль-Кахфстр. 42джуз 15Бухари 1Муслим 2999

Вид

Тема
Размер текста
Вид

Read in English