Ас-Саади · Тафсир · на индонезийском
Юсуф 12:23–42
12:23–29Страница 238
وَرَٰوَدَتۡهُ ٱلَّتِي هُوَ فِي بَيۡتِهَا عَن نَّفۡسِهِۦ وَغَلَّقَتِ ٱلۡأَبۡوَٰبَ وَقَالَتۡ هَيۡتَ لَكَۚ قَالَ مَعَاذَ ٱللَّهِۖ إِنَّهُۥ رَبِّيٓ أَحۡسَنَ مَثۡوَايَۖ إِنَّهُۥ لَا يُفۡلِحُ ٱلظَّٰلِمُونَ ٢٣
Женщина, в доме которой он жил, стала соблазнять его, заперла двери и сказала: «Иди ко мне». Он сказал: «Упаси Аллах! Ведь он - мой господин, обеспечивший мне прекрасную жизнь. Воистину, беззаконники не преуспеют».
وَلَقَدۡ هَمَّتۡ بِهِۦۖ وَهَمَّ بِهَا لَوۡلَآ أَن رَّءَا بُرۡهَٰنَ رَبِّهِۦۚ كَذَٰلِكَ لِنَصۡرِفَ عَنۡهُ ٱلسُّوٓءَ وَٱلۡفَحۡشَآءَۚ إِنَّهُۥ مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُخۡلَصِينَ ٢٤
Она возжелала его, и он возжелал бы ее, если бы не увидел знамение своего Господа. Так Мы отвратили от него зло и мерзость. Воистину, он был из числа Наших избранных (или искренних) рабов.
وَٱسۡتَبَقَا ٱلۡبَابَ وَقَدَّتۡ قَمِيصَهُۥ مِن دُبُرٖ وَأَلۡفَيَا سَيِّدَهَا لَدَا ٱلۡبَابِۚ قَالَتۡ مَا جَزَآءُ مَنۡ أَرَادَ بِأَهۡلِكَ سُوٓءًا إِلَّآ أَن يُسۡجَنَ أَوۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ٢٥
Они бросились к двери, пытаясь опередить друг друга, и она порвала его рубаху со спины. У двери они встретили ее господина. Она сказала: «Как иначе можно покарать того, кто хотел причинить зло твоей жене, если не заточить его в темницу или не подвергнуть мучительным страданиям?!».
قَالَ هِيَ رَٰوَدَتۡنِي عَن نَّفۡسِيۚ وَشَهِدَ شَاهِدٞ مِّنۡ أَهۡلِهَآ إِن كَانَ قَمِيصُهُۥ قُدَّ مِن قُبُلٖ فَصَدَقَتۡ وَهُوَ مِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ٢٦
Он сказал: «Это она пыталась соблазнить меня». А свидетель из ее семьи сказал: «Если его рубаха разорвана спереди, то она говорит правду, а он - один из тех, кто лжет.
وَإِن كَانَ قَمِيصُهُۥ قُدَّ مِن دُبُرٖ فَكَذَبَتۡ وَهُوَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ٢٧
А если его рубаха разорвана со спины, то она лжет, а он - один из тех, кто говорит правду».
فَلَمَّا رَءَا قَمِيصَهُۥ قُدَّ مِن دُبُرٖ قَالَ إِنَّهُۥ مِن كَيۡدِكُنَّۖ إِنَّ كَيۡدَكُنَّ عَظِيمٞ ٢٨
Увидев, что его рубаха разорвана со спины, он сказал: «Воистину, все это - ваши женские козни. Воистину, ваши козни велики!
يُوسُفُ أَعۡرِضۡ عَنۡ هَٰذَاۚ وَٱسۡتَغۡفِرِي لِذَنۢبِكِۖ إِنَّكِ كُنتِ مِنَ ٱلۡخَاطِـِٔينَ ٢٩
Йусуф (Иосиф), забудь об этом! А ты проси прощения за свое прегрешение, ибо ты совершила грех».
"Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, 'Marilah ke sini.' Yusuf ber-kata, 'Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memper-lakukanku dengan baik.' Sesungguhnya orang-orang yang zhalim tiada akan beruntung. Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Rabbnya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu ter-masuk hamba-hamba Kami yang terpilih. Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu, dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga terkoyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata, 'Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud serong dengan istrimu, selain dipen-jarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih.' Yusuf berkata, 'Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya),' dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya, 'Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar, dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta. Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf ter-masuk orang-orang yang benar.' Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang, berkatalah dia, 'Se-sungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daya kamu, se-sungguhnya tipu daya kamu adalah besar.' (Hai) Yusuf, 'Berpaling-lah dari ini, dan (kamu hai istriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah'." (Yusuf: 23-29).
(23-24) Hal itu, karena Yusuf عليه السلام tinggal di rumah al-Aziz dalam keadaan terhormat. Ia memiliki ketampanan, kesempurnaan dan daya pikat yang mengakibatkan, ﴾ وَرَٰوَدَتۡهُ ٱلَّتِي هُوَ فِي بَيۡتِهَا عَن نَّفۡسِهِۦ ﴿ "wa-nita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya)", maksudnya Yusuf adalah budak-nya, berada di bawah pengaturannya sementara tempat tinggal keduanya sama, hingga menjadi mudah untuk menjalankan per-buatan buruk tanpa disadari atau diketahui orang-orang. ﴾ وَ﴿ "Dan", tingkat beratnya musibah semakin bertambah dengan ﴾ غ َ ل ّ َ ق َ ت ِ ٱلۡأَبۡوَٰبَ ﴿ "dia menutup pintu-pintu" sehingga tempat menjadi benar-benar kosong, dan mereka berdua merasa aman dari kehadiran seseorang kepada mereka berdua karena pintu-pintu sudah terkunci. Sang wanita memintanya untuk menggaulinya, sembari berkata,﴾ هَيۡتَ لَكَۚ ﴿ "Marilah ke sini", lakukan perbuatan yang dibenci ini, marilah kemari! Ditambah lagi, ia orang asing (di sana), rasa malu orang seperti dirinya tidak seperti rasa malu yang muncul ketika ia berada di kampung halamannya sendiri dan di tengah orang-orang yang mengenalnya. Ia bagai tawanan di tangan wanita tersebut. Sedang-kan wanita itu adalah majikannya. Pada diri wanita itu terpancar kecantikan yang berpotensi untuk menyeret Yusuf menuju perbuat-an itu. Yusuf sendiri seorang pemuda lajang, yang diancam wanita itu dengan hukuman penjara atau siksa yang pedih bila tidak me-nyambut apa yang diperintahkan majikan perempuannya. Lalu dia mampu bersabar untuk tidak bermaksiat kepada Allah meskipun ada rangsangan kuat untuk melakukannya. Karena dia telah berkeinginan melakukannya dengan si wanita itu, lalu dia menyingkirkan hasrat tersebut karena Allah. Ia lebih mengutama-kan ridha Allah daripada keinginan pribadi yang kerap memerin-tahkan kepada perkara yang buruk. Ia telah melihat petunjuk Rabb-nya berupa ilmu dan iman yang menumbuhkan sikap menghindari perbuatan yang diharamkan Allah, yang mewajibkannya mengambil jarak dan menahan diri dari maksiat yang besar ini. D a n ﴾ قَالَ مَعَاذَ ٱللَّهِۖ ﴿ "dia berkata, 'Aku berlindung kepada Allah', maksudnya aku berlindung kepada Allah dari perbuatan yang buruk ini. Karena itu termasuk tindakan yang membuat Allah murka dan menjauhkan diriku dari-Nya. Itu adalah sebuah bentuk pengkhianatanku terhadap hak ke-hormatan majikan (lelakiku) yang telah memuliakan keberadaanku, maka tidak sepantasnya aku membalasnya dengan memperlakukan istrinya dengan balasan yang sangat jelek. Itu bentuk perbuatan aniaya yang paling besar, dan orang yang berbuat kezhaliman tidak akan pernah jaya. Ringkasnya, Allah menyusun berbagai penghalang baginya dari perbuatan itu yaitu ketakwaan kepada Allah, memperhatikan hak majikan yang telah memuliakannya, memelihara diri dari tin-dakan aniaya yang mana pelakunya tidak akan selamat. Demikian pula anugerah yang Allah berikan kepadanya berupa petunjuk iman yang menuntut munculnya ketaatan untuk mengerjakan perintah-perintah dan menghindari larangan-larangan. Inti dari itu semua, Allah telah memalingkannya dari kebu-rukan dan perbuatan yang keji itu. Karena ia tergolong hamba-ham-baNya yang ikhlas kepadaNya dalam beribadah, dan Allah sudah mengikhlaskan hati mereka, memilih dan mengistimewakan mereka bagi diriNya, mencurahkan kepada mereka beraneka kenikmatan dan menyelamatkan mereka dari berbagai keburukan. Dengan itu semua, mereka menjadi insan-insan pilihanNya.
(25) Saat menampik ajakan si wanita usai lontaran godaan yang sangat berat, Yusuf bergegas melarikan diri darinya, dan ber-segera keluar melalui pintu, supaya terbebas dan lari dari fitnah. Wanita itu (juga) dengan cepat mengikuti dan menarik bajunya sehingga robek. Ketika mereka berdua sampai ke pintu dalam kon-disi demikian, maka mereka berdua menjumpai majikannya, yaitu suaminya (wanita itu) berada di dekat pintu. Suaminya menyaksi-kan kejadian yang sulit diterima olehnya. Dengan sigap, wanita itu memilih untuk berdusta, dan (menyatakan) bahwasanya bujuk-rayu berasal dari Yusuf. Wanita itu mengatakan, ﴾ مَا جَزَآءُ مَنۡ أَرَادَ بِأَهۡلِكَ سُوٓءًا ﴿ "Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud serong dengan istrimu." Ia tidak mengatakan, '(Apakah balasan) orang yang telah berbuat buruk kepada keluargamu', sebagai usaha untuk berkelit membebaskan dirinya dan diri Yusuf dari tindakan itu. Hal yang diperkarakan ialah, menyoal hasrat dan bujuk-rayu semata. ﴾ إِلَّآ أَن يُسۡجَنَ أَوۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "Selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih", atau disiksa dengan siksaan yang menyakitkan.
(26) Maka Yusuf membela dirinya dari tuduhan yang dilan-carkan wanita itu dan ﴾ قَالَ هِيَ رَٰوَدَتۡنِي عَن نَّفۡسِيۚ ﴿ "dia berkata, 'Dia menggoda-ku untuk menundukkan diriku (kepadanya)'." Pada saat itu kondisinya mengandung kemungkinan adanya kejujuran ada pada salah satu orang dari keduanya, namun tidak diketahui siapa di antara kedua-nya (yang jujur). Tapi, Allah تعالى menjadikan beberapa indikasi dan petunjuk bagi kebenaran dan kejujuran yang memandu menyibak kebenaran. Terkadang orang-orang mengetahuinya dan kadang-kadang tidak menyadarinya. Allah تعالى mencurahkan anugerahNya dalam polemik ini dengan memperjelas pihak yang jujur dari kedua-nya, untuk membebaskan Nabi dan kekasihNya Yusuf عليه السلام. Maka, tergugahlah seorang saksi (ahli) dari anggota keluarga wanita itu, ia mempersaksikan melalui sebuah hipotesa, barangsiapa pada dirinya terdapat bukti itu maka dialah orang yang jujur. Ia berkata, ﴾ إِن كَانَ قَمِيصُهُۥ قُدَّ مِن قُبُلٖ فَصَدَقَتۡ وَهُوَ مِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ﴿ "Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar, dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta", hal itu karena mengindikasikan bahwa Yusuflah yang menghampiri sang wanita, yang merayu dan berusaha melakukannya. Sementara wanita tersebut ingin menyingkirkannya dari dirinya, sehingga merobek bajunya dari sisi ini (bagian depan).
(27) ﴾ وَإِن كَانَ قَمِيصُهُۥ قُدَّ مِن دُبُرٖ فَكَذَبَتۡ وَهُوَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "Dan jika baju gamis-nya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar", karena fakta itu menunjukkan ia berusaha melarikan diri dari wanita itu. Dan wanita itulah yang mengingin-kannya, sehingga ia merobekkan bajunya dari bagian ini (belakang).
(28) ﴾ فَلَمَّا رَءَا قَمِيصَهُۥ قُدَّ مِن دُبُرٖ ﴿ "Maka tatkala suami wanita itu meli-hat baju gamis Yusuf koyak di belakang", dengan itu, dia mengetahui kejujuran Yusuf dan kesuciannya, dan bahwa wanita itulah yang berdusta. Maka sang majikan pun berkata kepada wanita itu, ﴾ إِنَّهُۥ مِن كَيۡدِكُنَّۖ إِنَّ كَيۡدَكُنَّ عَظِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya (kejadian) itu adalah di an-tara tipu daya kamu, sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar", apa-kah ada tipu daya yang lebih berbahaya daripada rekayasa yang ia pakai untuk membebaskan dirinya dari sesuatu yang dia ingin-kan dan lakukan serta tuduhkan kepada Nabi Allah Yusuf عليه السلام?
(29) Selanjutnya, tatkala majikannya telah mengetahui fakta sesungguhnya, maka dia berpesan kepada Yusuf, ﴾ يُوسُفُ أَعۡرِضۡ عَنۡ هَٰذَاۚ ﴿ "Hai Yusuf, berpalinglah dari ini", maksudnya, tinggalkan pembica-raan tentang ini lagi, berpura-puralah tidak mengingatnya, jangan engkau singgung hal ini kepada siapa pun, tujuannya untuk menu-tupi aib keluarganya. ﴾ وَٱسۡتَغۡفِرِي ﴿ "Dan (kamu hai istriku) mohon am-punanlah", wahai istriku, ﴾ لِذَنۢبِكِۖ إِنَّكِ كُنتِ مِنَ ٱلۡخَاطِـِٔينَ ﴿ "atas dosamu, ka-rena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah", Ia memerintahkan Yusuf untuk melupakan perkara itu dan (meminta) istrinya untuk memohon ampunan dan bertaubat kepada Allah.
12:30–35Страница 238
۞ وَقَالَ نِسۡوَةٞ فِي ٱلۡمَدِينَةِ ٱمۡرَأَتُ ٱلۡعَزِيزِ تُرَٰوِدُ فَتَىٰهَا عَن نَّفۡسِهِۦۖ قَدۡ شَغَفَهَا حُبًّاۖ إِنَّا لَنَرَىٰهَا فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ٣٠
Женщины в городе стали говорить: «Жена знатного мужа пыталась соблазнить своего юного раба! Она страстно возлюбила его, и мы полагаем, что она впала в очевидное заблуждение».
فَلَمَّا سَمِعَتۡ بِمَكۡرِهِنَّ أَرۡسَلَتۡ إِلَيۡهِنَّ وَأَعۡتَدَتۡ لَهُنَّ مُتَّكَـٔٗا وَءَاتَتۡ كُلَّ وَٰحِدَةٖ مِّنۡهُنَّ سِكِّينٗا وَقَالَتِ ٱخۡرُجۡ عَلَيۡهِنَّۖ فَلَمَّا رَأَيۡنَهُۥٓ أَكۡبَرۡنَهُۥ وَقَطَّعۡنَ أَيۡدِيَهُنَّ وَقُلۡنَ حَٰشَ لِلَّهِ مَا هَٰذَا بَشَرًا إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا مَلَكٞ كَرِيمٞ ٣١
Когда она услышала про их хитрость, то пригласила их, велела приготовить им подушки, дала каждой по ножу для фруктов и сказала: «Выйди к ним». Когда они увидели его, то так превознесли его, что порезали ножами себе руки и сказали: «Упаси Аллах! Да ведь это - не человек. Он - не кто иной, как благородный ангел».
قَالَتۡ فَذَٰلِكُنَّ ٱلَّذِي لُمۡتُنَّنِي فِيهِۖ وَلَقَدۡ رَٰوَدتُّهُۥ عَن نَّفۡسِهِۦ فَٱسۡتَعۡصَمَۖ وَلَئِن لَّمۡ يَفۡعَلۡ مَآ ءَامُرُهُۥ لَيُسۡجَنَنَّ وَلَيَكُونٗا مِّنَ ٱلصَّٰغِرِينَ ٣٢
Она сказала: «Перед вами тот, из-за которого вы меня порицали. Я действительно пыталась его соблазнить, но он отказался. Но если он не выполнит мой приказ, то будет заточен в темницу и окажется в числе презренных».
قَالَ رَبِّ ٱلسِّجۡنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدۡعُونَنِيٓ إِلَيۡهِۖ وَإِلَّا تَصۡرِفۡ عَنِّي كَيۡدَهُنَّ أَصۡبُ إِلَيۡهِنَّ وَأَكُن مِّنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ٣٣
Он сказал: «Господи! Темница мне милее того, к чему меня призывают. Если Ты не отвратишь от меня их козни, то я уступлю им и окажусь в числе невежд».
فَٱسۡتَجَابَ لَهُۥ رَبُّهُۥ فَصَرَفَ عَنۡهُ كَيۡدَهُنَّۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ ٣٤
Господь ответил на его мольбу и отвратил от него их козни. Воистину, Он - Слышащий, Знающий.
ثُمَّ بَدَا لَهُم مِّنۢ بَعۡدِ مَا رَأَوُاْ ٱلۡأٓيَٰتِ لَيَسۡجُنُنَّهُۥ حَتَّىٰ حِينٖ ٣٥
Они увидели его доказательства, но после этого все равно решили заточить его на некоторое время.
"Dan wanita-wanita di kota berkata, 'Istri al-Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sungguh cinta-nya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata.' Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka, diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk, dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf), 'Keluarlah (tampakkanlah dirimu) kepada mereka.' Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa)nya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata, 'Ma-hasempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia.' Wanita itu berkata, 'Itulah orang yang mana kamu mencelaku karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak menaati apa yang aku perintahkan kepadanya, nis-caya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina.' Yusuf berkata, 'Wahai Rabbku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika Eng-kau tidak hindarkan diriku dari tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.' Maka Rabbnya memperkenan-kan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya me-reka. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjara-kannya sampai suatu saat nanti." (Yusuf: 30-35).
(30) Maksudnya bahwa berita tersebut menjadi populer dan menyebar seantero negeri. Kaum wanita membicarakannya dan mulai mencibir dan mengatakan, ﴾ ٱمۡرَأَتُ ٱلۡعَزِيزِ تُرَٰوِدُ فَتَىٰهَا عَن نَّفۡسِهِۦۖ قَدۡ شَغَفَهَا حُبًّاۖ ﴿ "Istri al-Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepada-nya), sungguh cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam", maksudnya itu adalah kejadian yang buruk! Ia adalah seorang wa-nita berderajat tinggi, suaminya pun orang berkedudukan. Kendati-pun demikian, ternyata ia masih menggoda budak lelakinya yang berada di bawah kekuasaan dan bertugas melayaninya. Bersama ini semua, kecintaan kepadanya (Yusuf) sudah menempati hatinya pada kadar yang sangat kuat. ﴾ قَدۡ شَغَفَهَا حُبًّاۖ ﴿ "Sungguh cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam", kecintaan sang wanita itu ke-pada Yusuf sudah mencapai relung hatinya, yaitu batin dan jantung hatinya. Itu adalah kecintaan yang paling tinggi. ﴾ إِنَّا لَنَرَىٰهَا فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ﴿ "Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata", di mana kondisi ini terdapat padanya, yang mana kondisi ini tidak la-yak bersumber darinya. Itu merupakan sebuah kejadian yang akan mendiskreditkan kedudukannya dan menghinakannya di tengah orang-orang.
(31) Pernyataan tersebut hanyalah bentuk tipu daya wanita-wanita itu saja, bukan murni untuk mencerca dan menghinanya. Tetapi mereka menjadikan perkataan tadi sebagai jembatan yang akan mengantarkan mereka guna menyaksikan Yusuf yang menjadi penyebab terfitnahnya istri al-Aziz agar ia menjadi geram dan selan-jutnya supaya mau memperlihatkan Yusuf kepada mereka hingga mereka pun memaklumi kondisinya. Oleh karenanya, Allah menye-butnya sebagai makar. Allah berfirman ﴾ فَلَمَّا سَمِعَتۡ بِمَكۡرِهِنَّ أَرۡسَلَتۡ إِلَيۡهِنَّ ﴿ "Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka, diundangnya-lah wanita-wanita itu", ia meminta mereka datang ke kediamannya untuk bertamu ﴾ وَأَعۡتَدَتۡ لَهُنَّ مُتَّكَـٔٗا ﴿ "dan disediakannya bagi mereka tempat duduk", tempat yang telah dipersiapkan dengan bermacam perma-dani dan bantal-bantal serta kelengkapannya berupa macam-macam makanan dan minuman yang lezat. Di antara suguhan yang ia sodor-kan dan hadirkan dalam jamuan tersebut adalah sebuah makanan yang membutuhkan pisau, baik itu merupakan buah utrujah (jenis buah limau) atau buah lainnya. ﴾ وَءَاتَتۡ كُلَّ وَٰحِدَةٖ مِّنۡهُنَّ سِكِّينٗا ﴿ "Dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan)", untuk memotong makanan itu dengannya ﴾ وَقَالَتِ ﴿ "kemudian dia berkata", kepada Yusuf ﴾ ٱخۡرُجۡ عَلَيۡهِنَّۖ ﴿ "Keluarlah (tampakkanlah dirimu) kepada mereka", dalam pesona ketampanan dan pancaran keelokan-nya, ﴾ فَلَمَّا رَأَيۡنَهُۥٓ أَكۡبَرۡنَهُۥ ﴿ "maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa)nya", maksudnya mereka mengagumi-nya di hati mereka dan menyaksikan sebuah panorama yang tidak pernah mereka lihat seindah itu ﴾ وَقَطَّعۡنَ ﴿ "dan mereka melukai", lan-taran kekaguman mereka ﴾ أَيۡدِيَهُنَّ ﴿ "(jari) tangannya", dengan pisau-pisau itu yang mereka bawa ﴾ وَقُلۡنَ حَٰشَ لِلَّهِ ﴿ "dan berkata, 'Mahasempurna Allah'," sebagai bentuk penyucian terhadap A l l a h ﴾ مَا هَٰذَا بَشَرًا إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا مَلَكٞ كَرِيمٞ ﴿ "ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia", demikian itu, lantaran Yusuf dikaruniai ketam-panan yang fantastis dan pesona yang menjadi tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memperhatikannya.
(32) Tatkala ketampanan Yusuf secara fisik sudah terakui oleh mereka, dan benar-benar mengagumkan mereka serta telah tampak oleh mereka alasan (pembenaran) bagi istri al-Aziz, ia ingin memperlihatkan ketampanan batiniah Yusuf berupa 'iffahnya yang sempurna. Untuk tujuan itu, wanita tersebut pun mengumumkan dan menjelaskan kecintaannya kepada Yusuf yang sangat menda-lam, tanpa mempedulikan apa pun. Karena celaan yang terarah kepadanya dari wanita-wanita itu sudah berakhir.﴾ وَلَقَدۡ رَٰوَدتُّهُۥ عَن نَّفۡسِهِۦ فَٱسۡتَعۡصَمَۖ ﴿ "Dan sesungguhnya aku telah menggodanya untuk menunduk-kan dirinya (kepadaku), akan tetapi dia menolak", artinya menampik, padahal ia (istri al-Aziz) sangat antusias dalam menggodanya. Per-jalanan masa demi masa tidak menambahinya kecuali kecintaan, kerinduan dan kegelisahan untuk dapat berjumpa serta rasa kangen-nya kepada Yusuf. Oleh karenanya, dia berkata di hadapan wanita-wanita itu, ﴾ وَلَئِن لَّمۡ يَفۡعَلۡ مَآ ءَامُرُهُۥ لَيُسۡجَنَنَّ وَلَيَكُونٗا مِّنَ ٱلصَّٰغِرِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya jika dia tidak menaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina", dengan ancaman ini, dia ingin memaksa Yusuf untuk mereali-sasikan hasratnya bersama Yusuf.
(33) Pada saat itulah, Yusuf berlindung diri kepada Rabbnya dan memohon pertolongan kepadaNya dari bahaya makar mereka. ﴾ قَالَ رَبِّ ٱلسِّجۡنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدۡعُونَنِيٓ إِلَيۡهِۖ ﴿ "Yusuf berkata, 'Wahai Rabbku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku'," ini menun-jukkan bahwa para wanita itu menyarankan Yusuf untuk patuh terhadap tuan putrinya, dan mengupayakan untuk memperdaya Yusuf dalam masalah ini. Yusuf ternyata lebih menyukai masuk penjara dan siksaan duniawi ketimbang kenikmatan sesaat yang akan mendatangkan siksaan yang pedih. ﴾ وَإِلَّا تَصۡرِفۡ عَنِّي كَيۡدَهُنَّ أَصۡبُ إِلَيۡهِنَّ ﴿ "Dan jika Engkau tidak hindarkan diriku dari tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka)", maka aku akan condong kepada mereka. Karena aku orang yang lemah, tak berda-ya, bila Engkau tidak melenyapkan (godaan) keburukan ini dariku, niscaya aku akan murtad (cenderung) berlari kepada mereka ﴾ وَأَكُن مِّنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ﴿ "dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh", sesung-guhnya tindakan ini merupakan kebodohan. Sebab, ia lebih meng-utamakan kenikmatan secuil yang akan menyusahkan diri pada kenikmatan yang kontinyu dan kesenangan yang beraneka macam di surga yang penuh kenikmatan. Orang yang memilih ini daripada itu, apakah ada orang yang lebih bodoh daripadanya? (Tentu tidak). Sesungguhnya ilmu dan akal pikiran (yang sehat) akan mengajak kepada pengutamaan maslahat dan kenikmatan yang terbesar, serta lebih mengedepankan perkara yang kesudahannya terpuji.
(34) ﴾ فَٱسۡتَجَابَ لَهُۥ رَبُّهُۥ ﴿ "Maka Rabbnya memperkenankan doa Yusuf", saat memanjatkan doa kepadaNya ﴾ فَصَرَفَ عَنۡهُ كَيۡدَهُنَّۚ ﴿ "dan Dia menghin-darkan Yusuf dari tipu daya mereka" wanita itu masih saja antusias untuk menggoda Yusuf dan menempuh segala cara yang mampu ia usahakan, sampai Yusuf membuatnya putus asa dan Allah me-malingkan tipu daya mereka dari Yusuf. ﴾ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ﴿ "Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar" doa orang yang berdoa ﴾ ٱلۡعَلِيمُ ﴿ "lagi Maha Mengetahui", niatnya yang baik dan niatnya yang lemah yang menuntut adanya tambahan pertolongan dan perhatianNya. Ini adalah bentuk pertolongan Allah kepada Yusuf dari fitnah yang menjerat dan ujian yang berat ini.
(35) Adapun para tuannya, ketika berita itu telah tersebar dan semakin jelas, sementara orang-orang pun berbeda-beda menang-ggapinya, ada yang memberikan toleransi, mencela dan mencaci-maki. ﴾ بَدَا لَهُم ﴿ "Kemudian timbul pikiran pada mereka", maksudnya muncul (sebuah gagasan) pada mereka ﴾ مِّنۢ بَعۡدِ مَا رَأَوُاْ ٱلۡأٓيَٰتِ ﴿ "setelah me-lihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf)", yang menunjukkan kesuciannya ﴾ لَيَسۡجُنُنَّهُۥ حَتَّىٰ حِينٖ ﴿ "bahwa mereka harus memenjarakannya sampai suatu saat nanti," agar berita itu berhenti dan orang-orang pun melupa-kannya. Sesungguhnya suatu perkara bila telah berkembang, akan selalu dibicarakan dan disebarluaskan, bersama dengan adanya faktor-faktor yang mendukungnya. Jika faktor-faktor ini dihilang-kan, niscaya suatu berita akan terlupakan. Mereka pun memandang tindakan ini baik bagi kemaslahatan mereka. Maka, mereka pun menjebloskannya ke dalam penjara.
12:36–41Страница 239
وَدَخَلَ مَعَهُ ٱلسِّجۡنَ فَتَيَانِۖ قَالَ أَحَدُهُمَآ إِنِّيٓ أَرَىٰنِيٓ أَعۡصِرُ خَمۡرٗاۖ وَقَالَ ٱلۡأٓخَرُ إِنِّيٓ أَرَىٰنِيٓ أَحۡمِلُ فَوۡقَ رَأۡسِي خُبۡزٗا تَأۡكُلُ ٱلطَّيۡرُ مِنۡهُۖ نَبِّئۡنَا بِتَأۡوِيلِهِۦٓۖ إِنَّا نَرَىٰكَ مِنَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٣٦
Вместе с ним в темницу попали двое юношей. Один из них сказал: «Я видел, что выжимаю виноград». Другой сказал: «Я видел, что несу на голове хлеб, который клюют птицы. Поведай нам толкование этого, ибо мы считаем тебя одним из праведников».
قَالَ لَا يَأۡتِيكُمَا طَعَامٞ تُرۡزَقَانِهِۦٓ إِلَّا نَبَّأۡتُكُمَا بِتَأۡوِيلِهِۦ قَبۡلَ أَن يَأۡتِيَكُمَاۚ ذَٰلِكُمَا مِمَّا عَلَّمَنِي رَبِّيٓۚ إِنِّي تَرَكۡتُ مِلَّةَ قَوۡمٖ لَّا يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَهُم بِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ كَٰفِرُونَ ٣٧
Он сказал: «Не успеют принести еду, которой вас кормят, как еще раньше я растолкую ваши сновидения. Это - часть того, чему научил меня мой Господь. Воистину, я отрекся от религии людей, которые не веруют в Аллаха и не признают Последнюю жизнь.
وَٱتَّبَعۡتُ مِلَّةَ ءَابَآءِيٓ إِبۡرَٰهِيمَ وَإِسۡحَٰقَ وَيَعۡقُوبَۚ مَا كَانَ لَنَآ أَن نُّشۡرِكَ بِٱللَّهِ مِن شَيۡءٖۚ ذَٰلِكَ مِن فَضۡلِ ٱللَّهِ عَلَيۡنَا وَعَلَى ٱلنَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَشۡكُرُونَ ٣٨
Я последовал за верой моих отцов Ибрахима (Авраама), Исхака (Исаака) и Йакуба (Иакова). Нам не подобает поклоняться никому, кроме Аллаха. Такова милость Аллаха к нам и к человечеству, но большинство людей неблагодарны.
يَٰصَٰحِبَيِ ٱلسِّجۡنِ ءَأَرۡبَابٞ مُّتَفَرِّقُونَ خَيۡرٌ أَمِ ٱللَّهُ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ٣٩
О мои товарищи по темнице! Множество различных богов лучше или же Аллах, Единственный, Могущественный?
مَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِهِۦٓ إِلَّآ أَسۡمَآءٗ سَمَّيۡتُمُوهَآ أَنتُمۡ وَءَابَآؤُكُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلۡطَٰنٍۚ إِنِ ٱلۡحُكۡمُ إِلَّا لِلَّهِ أَمَرَ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّآ إِيَّاهُۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ٤٠
Помимо Него вы поклоняетесь лишь именам, которые придумали вы и ваши отцы. Аллах не ниспослал о них никакого доказательства. Решение принимает только Аллах. Он повелел, чтобы вы не поклонялись никому, кроме Него. Это и есть правая вера, но большая часть людей не знает этого.
يَٰصَٰحِبَيِ ٱلسِّجۡنِ أَمَّآ أَحَدُكُمَا فَيَسۡقِي رَبَّهُۥ خَمۡرٗاۖ وَأَمَّا ٱلۡأٓخَرُ فَيُصۡلَبُ فَتَأۡكُلُ ٱلطَّيۡرُ مِن رَّأۡسِهِۦۚ قُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ٱلَّذِي فِيهِ تَسۡتَفۡتِيَانِ ٤١
О мои товарищи по темнице! Один из вас будет разливать вино для своего господина, а другой будет распят, и птицы будут клевать с его головы. Дело, о котором вы спрашивали, уже предрешено».
"Dan bersama dengannya, masuk pula ke dalam penjara dua orang pemuda. Berkatalah salah seorang di antara keduanya, 'Se-sungguhnya aku bermimpi, bahwa aku memeras anggur.' Dan yang lainnya berkata, 'Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, sebagiannya dimakan burung.' Berikanlah kepada kami ta'birnya; sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang pandai (mena'birkan mimpi). Yusuf berkata, 'Tidaklah disampaikan kepada kamu berdua makanan yang akan diberikan kepadamu, melainkan aku telah dapat mene-rangkan jenis makanan itu, sebelum makanan itu sampai kepada-mu. Yang demikian itu adalah sebagian dari apa yang diajarkan kepadaku oleh Rabbku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedang me-reka ingkar kepada Hari Kemudian. Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak, dan Ya'qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah. Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya), tetapi kebanyakan manusia itu tidak mensyukuri(Nya). Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. Keputusan itu ha-nyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah melainkan kepadaNya. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. [Hai kedua peng-huni penjara, 'Adapun salah seorang di antara kamu berdua, akan memberi minum tuannya dengan khamar; adapun yang seorang lagi maka ia akan disalib, lalu burung memakan sebagian dari kepala-nya. Telah diputuskan perkara yang kamu berdua menanyakannya (kepadaku)']."[6](Yusuf: 36-41).
(36)(وَ) "Dan", tatkala Yusuf masuk penjara, maka di antara orang ﴾ وَدَخَلَ مَعَهُ ٱلسِّجۡنَ فَتَيَانِۖ ﴿ "yang bersama dengannya, masuk pula ke dalam penjara dua orang pemuda", keduanya masih remaja. Masing-masing bermimpi lalu menceritakannya kepada Yusuf agar dia menakwilkan maknanya. ﴾ قَالَ أَحَدُهُمَآ إِنِّيٓ أَرَىٰنِيٓ أَعۡصِرُ خَمۡرٗاۖ وَقَالَ ٱلۡأٓخَرُ إِنِّيٓ أَرَىٰنِيٓ أَحۡمِلُ فَوۡقَ رَأۡسِي خُبۡزٗا ﴿ "Berkatalah salah seorang di antara keduanya, 'Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku memeras anggur.' Dan yang lainnya berkata, 'Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku membawa roti di atas kepalaku'," dan roti itu ﴾ تَأۡكُلُ ٱلطَّيۡرُ مِنۡهُۖ نَبِّئۡنَا بِتَأۡوِيلِهِۦٓۖ ﴿ "sebagiannya dimakan burung, beri-kanlah kepada kami ta'birnya", yakni penjelasannya dan kondisi kesu-dahan mereka berdua nantinya. Perkataan mereka berdua ﴾ إِنَّا نَرَىٰكَ مِنَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ﴿ "Sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang pandai (mena'birkan mimpi)", maksudnya kamu termasuk orang-orang yang berbuat baik kepada orang lain. Maka berbuat baiklah kepada kami dalam menakwilkannya sebagaimana engkau telah berbuat baik kepada selain kami. Mereka berdua melakukan pendekatan kepada Yusuf melalui penyebutan kebaikannya.
(37) Maka ﴾ قَالَ ﴿ "Yusuf berkata", kepada mereka berdua un-tuk menyambut permintaan mereka.﴾ لَا يَأۡتِيكُمَا طَعَامٞ تُرۡزَقَانِهِۦٓ إِلَّا نَبَّأۡتُكُمَا بِتَأۡوِيلِهِۦ قَبۡلَ أَن يَأۡتِيَكُمَاۚ ﴿ "Tidaklah disampaikan kepada kamu berdua makanan yang akan diberikan kepadamu, melainkan aku telah dapat menerangkan jenis makanan itu, sebelum makanan itu sampai kepadamu" maksudnya, hen-daknya hati kalian berdua tenang-tenang saja. Sesungguhnya aku akan bersegera menakwilkan mimpi kalian berdua. Makan siang atau makan malam kalian berdua tidaklah akan datang kepada ka-lian pada permulaan waktunya melainkan aku telah menceritakan ta'birnya sebelum makanan itu sampai kepada kalian. Boleh jadi Yusuf عليه السلام bermaksud mendakwahi mereka agar beriman dalam kondisi ini yang mana mereka betul-betul tampak membutuhkan-nya (keimanan). Tujuannya, agar lebih manjur dan diterima dak-wahnya. Kemudian dia berkata ﴾ ذَٰلِكُمَا ﴿ "Yang demikian itu", penak-wilan mimpi yang akan aku lakukan untuk kalian berdua ﴾ مِمَّا عَلَّمَنِي رَبِّيٓۚ ﴿ "adalah sebagian dari apa yang diajarkan kepadaku oleh Rabbku" maksudnya ini termasuk ilmu Allah yang Dia ajarkan kepadaku dan mencurahkan kebaikanNya kepadaku dengan bentuk itu. Hal itu lantaran ﴾ إِنِّي تَرَكۡتُ مِلَّةَ قَوۡمٖ لَّا يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَهُم بِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ كَٰفِرُونَ ﴿ "sesung-guhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedang mereka ingkar kepada Hari Kemudian", makna kata اَلتَّرْكُ (meninggalkan) sebagaimana berlaku bagi orang yang pernah memasuki sesuatu kemudian berpindah darinya, maka juga ber-laku bagi orang yang memang tidak pernah memasukinya sama sekali. Jadi, tidak bisa dikatakan bahwa Yusuf sebelumnya meme-luk agama selain millah (agama) Nabi Ibrahim.
(38) ﴾ وَٱتَّبَعۡتُ مِلَّةَ ءَابَآءِيٓ إِبۡرَٰهِيمَ وَإِسۡحَٰقَ وَيَعۡقُوبَۚ ﴿ "Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak, dan Ya'qub." Kemudian dia me-nerangkan apa yang dimaksud dengan millah (agama) tadi dengan ucapannya ﴾ مَا كَانَ لَنَآ ﴿ "Tiadalah patut bagi kami (para Nabi)", artinya tidak sepatutnya dan tidak pantas bagi kami ﴾ أَن نُّشۡرِكَ بِٱللَّهِ مِن شَيۡءٖۚ ﴿ "mem-persekutukan sesuatu apa pun dengan Allah." Bahkan kami hanya meng-esakan Allah dengan tauhid dan memurnikan agama dan ibadah bagiNya. ﴾ ذَٰلِكَ مِن فَضۡلِ ٱللَّهِ عَلَيۡنَا وَعَلَى ٱلنَّاسِ ﴿ "Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya)", ini termasuk anugerah, curahan kebaikan dan keutamaan paling tinggi kepada kami dan kepada orang-orang yang Allah berikan hidayah kepada mereka, sebagaimana Dia telah memberikan hidayah kepada kami. Sesungguhnya, tidak ada karunia yang lebih baik daripada karunia Allah kepada para hambaNya dengan Islam dan agama yang lurus. Barangsiapa menerima dan mematuhinya, maka itulah bagian kebe-runtungannya. Sungguh dia telah meraup kebaikan yang terbesar dan keutamaan yang paling mulia. ﴾ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَشۡكُرُونَ ﴿ "Tetapi kebanyakan manusia itu tidak mensyukuri(Nya)." Oleh karenanya, (ketika) karunia dan curahan kebaikan (Allah) datang kepada mereka, maka mereka tidak mene-rimanya, tidak melaksanakan hak Allah dengan sebaik-baiknya. Dalam ayat ini, terkandung ajakan (dari Yusuf) menuju jalan yang dia pegang teguh, sebagaimana terlihat jelas. Sesungguhnya dua pemuda itu, ketika menurut Yusuf mereka berdua memandang di-rinya dengan penuh penghormatan dan pengagungan, dan mereka mengetahui bahwa dia adalah seorang yang berbuat baik lagi men-didik, maka Yusuf menjelaskan "Bahwa kemampuan yang aku miliki berasal dari keutamaan dan curahan kebaikan dari Allah. Dia telah memberikan kepadaku anugerah untuk meninggalkan kesyirikan dan hanya mengikuti agama moyangku saja. Dengan itulah aku mampu mencapai tingkat yang kalian saksikan. Seyogyanya kalian berdua pun mengikuti apa yang aku peluk."
(39) Selanjutnya ia mendakwahi mereka dengan terang-te-rangan. Ia berkata, ﴾ يَٰصَٰحِبَيِ ٱلسِّجۡنِ ءَأَرۡبَابٞ مُّتَفَرِّقُونَ خَيۡرٌ أَمِ ٱللَّهُ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa" maksud-nya, apakah tuhan-tuhan yang lemah tidak berdaya, tidak dapat mencurahkan manfaat dan menimpakan bahaya, tidak sanggup memberi dan tidak mampu menahan, bentuknya bermacam-macam, ada yang berbentuk pepohonan, bebatuan, malaikat, orang-orang yang telah mati dan sesembahan lainnya yang didaulat oleh kaum musyrikin, apakah itu semua lebih baik ataukah Allah yang mem-punyai sifat-sifat kesempurnaan, Esa dalam Dzat dan Sifat-sifatNya serta perbuatan-perbuatanNya? Allah tidak ada sekutu bagiNya dalam hal-hal itu sedikit pun. Al-Qahhar (Mahaperkasa) yang segala sesuatu tunduk patuh kepada keperkasaan dan kekuasaanNya. Apa pun yang diinginkanNya, maka langsung terwujud. Dan apa saja yang tidak Allah kehendaki, maka tidak akan terjadi. Tidak ada satu binatang melata pun melainkan Allah mampu memegangi ubun-ubunnya.
(40) Dan sudah dapat dimaklumi bahwa Dzat yang karakte-ristik dan sifatNya demikian ini lebih baik daripada sesembahan-sesembahan beraneka macam yang hanya berbentuk nama-nama (kosong) semata, tanpa ada unsur kesempurnaan dan kemampuan baginya. Oleh karenanya, beliau berkata, ﴾ مَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِهِۦٓ إِلَّآ أَسۡمَآءٗ سَمَّيۡتُمُوهَآ أَنتُمۡ وَءَابَآؤُكُم ﴿ "Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya", maksudnya, kalian telah memberikan predikat nama-nama padanya, dan kalian menamakannya sebagai tuhan. Padahal benda-benda itu tidak ada artinya sama sekali, juga tidak mempu-nyai sifat-sifat ketuhanan sedikit pun. ﴾ مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلۡطَٰنٍۚ ﴿ "Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu", bahkan Allah telah menurunkan keterangan tentang larangan untuk menyembahnya dan penjelasan tentang ke-batilannya. Apabila Allah tidak menurunkan sebuah bukti penguat apa pun, maka tidak ada jalan, cara dan petunjuk tentang ketuhanan benda-benda itu. Karena keputusan itu ﴾ لِلَّهِ ﴿ "hanyalah kepunyaan Allah", semata. Dia-lah Dzat yang memerintahkan, melarang dan menetapkan aturan-aturan syariat dan menggariskan hukum-hu-kum. Dia-lah Dzat yang memerintahkan kalian ﴾ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّآ إِيَّاهُۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُ ﴿ "agar kamu tidak menyembah melainkan kepadaNya. Itulah agama yang lurus", maksudnya, agama yang lurus lagi mengantarkan ke-pada segala kebaikan. Sedangkan semua agama selainnya, merupa-kan agama yang tidak lurus, jalan yang bengkok, menyeret kepada segala kejelekan. ﴾ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui", hakikat-hakikat segala sesuatu. Kalau tidak de-mikian, maka sesungguhnya perbedaan antara beribadah kepada Allah semata (tidak ada sekutu bagiNya) dengan praktik syirik ter-masuk perkara yang jelas lagi terang. Namun, lantaran tidak adanya ilmu pada kebanyakan orang tentang itu, maka terjadilah apa yang telah terjadi, berupa praktik syirik. Yusuf عليه السلام mengajak penghuni penjara untuk beribadah kepada Allah semata, dan mengikhlaskan agama bagiNya. Ini mengandung kemungkinan bahwa mereka ber-dua menyambut ajakan itu dan menaatinya, hingga kenikmatan Allah terwujud pada mereka berdua. Dan ada juga kemungkinan bahwa mereka tetap berada dalam kesyirikan mereka, sehingga hujjah telah tegak pada mereka berdua.
(41) Kemudian, beliau عليه السلام mulai menakwilkan mimpi me-reka berdua yang sebelumnya telah beliau janjikan. Beliau berkata, ﴾ يَٰصَٰحِبَيِ ٱلسِّجۡنِ أَمَّآ أَحَدُكُمَا ﴿ "Hai kedua penghuni penjara, 'Adapun salah seorang di antara kamu berdua'," yaitu orang yang melihat dirinya memeras anggur, ia akan bebas dari penjara dan memberi minum ﴾ رَبَّهُۥ خَمۡرٗاۖ ﴿ "tuannya dengan khamar" maksudnya ia akan memberikan minuman kepada tuannya yang ia layani berupa minuman khamar. Ini adalah konsekuensi atas kebebasannya dari penjara. ﴾ وَأَمَّا ٱلۡأٓخَرُ ﴿ "Adapun yang seorang lagi", yaitu orang yang bermimpi dirinya me-manggul roti di atas kepalanya, kemudian seekor burung memakan sebagian roti itu ﴾ فَيُصۡلَبُ فَتَأۡكُلُ ٱلطَّيۡرُ مِن رَّأۡسِهِۦۚ ﴿ "maka ia akan disalib, lalu burung memakan sebagian dari kepalanya", Yusuf menakwilkan roti yang dimakan oleh burung dengan daging kepalanya, dan seisinya termasuk otaknya juga. Ia tidak dikubur dan tidak disembunyikan dari jangkauan burung-burung. Justru disalib dan ditempatkan di sebuah tempat, di mana burung-burung bisa leluasa mematukinya. Kemudian Yusuf mengabarkan bahwa hasil penakwilan mimpi ini yang ia sebutkan, pasti akan terjadi. Ia berkata, ﴾ قُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ٱلَّذِي فِيهِ تَسۡتَفۡتِيَانِ ﴿ "Telah diputuskan perkara yang kamu berdua menanyakannya (kepada-ku)", yaitu perkara yang kalian berdua menanyakan tentang takwil dan penjelasannya.
12:42Страница 240
وَقَالَ لِلَّذِي ظَنَّ أَنَّهُۥ نَاجٖ مِّنۡهُمَا ٱذۡكُرۡنِي عِندَ رَبِّكَ فَأَنسَىٰهُ ٱلشَّيۡطَٰنُ ذِكۡرَ رَبِّهِۦ فَلَبِثَ فِي ٱلسِّجۡنِ بِضۡعَ سِنِينَ ٤٢
Он попросил того, который, по его предположению, должен был спастись: «Напомни обо мне твоему господину». Но дьявол побудил его позабыть напомнить это его господину (или дьявол побудил Йусуфа забыть помянуть своего Господа), и он пробыл в темнице несколько лет.
"Dan dia berkata kepada orang yang diketahuinya akan se-lamat di antara mereka berdua, 'Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu.' Maka setan menjadikannya lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu tetaplah Yusuf dalam penjara beberapa tahun lamanya." (Yusuf: 42).
(42) Maksudnya ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan dia berkata", yaitu Yusuf عليه السلام ﴾ لِلَّذِي ظَنَّ أَنَّهُۥ نَاجٖ مِّنۡهُمَا ﴿ "kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua", orang yang bermimpi melihat dirinya meme-ras anggur agar menjadi khamar, ﴾ ٱذۡكُرۡنِي عِندَ رَبِّكَ ﴿ "Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu", jelaskan kepadanya tentang kondisi dan kisahku, semoga saja dia berubah dan bersikap lunak serta membe-baskanku dari keadaanku sekarang. ﴾ فَأَنسَىٰهُ ٱلشَّيۡطَٰنُ ذِكۡرَ رَبِّهِۦ ﴿ "Maka setan menjadikannya lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya," setan menjadikan orang yang selamat tadi lupa dari mengingat Allah تعالى dan melakukan perbuatan yang mendekatkan dirinya kepada-Nya. Termasuk yang ia lupakan adalah menyebutkan (keadaan) Yusuf yang berhak untuk mendapatkan balasan sebaik-baiknya. Kejadian ini bertujuan agar Allah menyempurnakan ketetapan dan keputusanNya. ﴾ فَلَبِثَ فِي ٱلسِّجۡنِ بِضۡعَ سِنِينَ ﴿ "Karena itu, tetaplah Yusuf dalam penjara beberapa tahun lamanya," berkisar antara tiga sampai sembilan tahun lamanya. Oleh karena itu, ada pendapat yang menyatakan, "Ia tetap menghuninya selama tujuh tahun." Tatkala Allah berkehendak untuk menyempurnakan kepu-tusanNya dan membuka jalan bagi kebebasan Yusuf dari penjara, maka Allah menetapkan faktor penyebab kebebasan Yusuf, meng-angkat harga diri dan ketinggian kharismanya, yaitu melalui mimpi sang raja.
Ketika Allah تعالى berkehendak mengeluarkan Yusuf dari pen-jara, maka Allah memperlihatkan mimpi yang aneh tersebut pada sang raja yang penakwilannya mengundang semua orang, agar penakwilan mimpi itu nanti terjawab di tangan Yusuf, hingga akan tampak sisi keutamaan Yusuf dan menjadi jelas kapasitas ilmunya, yang selanjutnya akan menjadi sumber pengangkatan ketinggian martabatnya di dunia dan akhirat. Dan termasuk dari ketentuan takdir yang bersifat selaras adalah, bahwa sang rajalah -orang yang menjadi tumpuan permasalahan rakyat- yang bermimpi melihat-nya. Karena kemaslahatannya terkait dengannya (raja). Pasalnya, ia menyaksikan mimpi yang menyeramkannya. Ia pun mengumpul-kan orang-orang berilmu dan para pemikir dari bangsanya seraya berkata,
( 43) ﴾ إِنِّيٓ أَرَىٰ سَبۡعَ بَقَرَٰتٖ سِمَانٖ يَأۡكُلُهُنَّ سَبۡعٌ ﴿ "Sesungguhnya aku ber-mimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh", tujuh ekor sapi betina ﴾ عِجَافٞ ﴿ "yang kurus-kurus", inilah sisi keanehannya, tujuh sapi yang kurus dan tak bertenaga yang ke-kuatannya sudah tidak ada lagi, memakan tujuh sapi betina yang gemuk-gemuk, yang merupakan sapi-sapi paling kuat. (وَ) " Dan", aku menyaksikan ﴾ سَبۡعَ سُنۢبُلَٰتٍ خُضۡرٖ ﴿ "tujuh butir (gandum) yang hijau", dimusnahkan oleh tujuh butir yang kering. ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمَلَأُ أَفۡتُونِي فِي رُءۡيَٰيَ ﴿ "Hai orang-orang yang terkemuka, 'Terangkanlah kepadaku tentang ta'bir mimpiku'," sebab pena'biran semua orang adalah satu, dan penak-wilan itu semua hanya satu macam ﴾ إِن كُنتُمۡ لِلرُّءۡيَا تَعۡبُرُونَ ﴿ "jika kamu dapat mena'birkan mimpi."
Текст: Quranic Universal Library (Tarteel) через spa5k/tafsir_api (MIT), в зафиксированной версии. Аяты: Quran Foundation. Источники и лицензии