Ас-СаадиАр‑Рад · 13:1–17

Ас-Саади · Тафсир · на индонезийском

الرعد

Ар-Рад

Гром · Мединская · 43 аята

13:1Страница 249

الٓمٓرۚ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِۗ وَٱلَّذِيٓ أُنزِلَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَ ٱلۡحَقُّ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يُؤۡمِنُونَ ١

Алиф. Лам. Мим. Ра. Это - аяты Писания. Ниспосланное тебе от твоего Господа является истиной, однако большинство людей не верует.

"Alif lam mim ra. Ini adalah ayat-ayat al-Kitab (al-Qur`an). Dan Kitab yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu itu adalah benar, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepada-nya)." (Ar-Ra'd: 1).

Madaniyah –Versi Lain- Makkiyah

"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang"

(1) Allah تعالى mengabarkan bahwa al-Qur`an merupakan himpunan ayat-ayat yang dapat menunjukkan kebutuhan manusia, berupa prinsip-prinsip agama dan cabang-cabangnya. (Juga mem-beritahukan) bahwa wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah dari Rabbnya adalah kebenaran yang nyata. Sebab, berita-beritanya merupakan kebenaran, seluruh perintah dan larangannya mencer-minkan keadilan, dengan didukung oleh berbagai dalil dan petunjuk yang pasti. Barangsiapa yang menyambutnya dan merengkuh ilmunya, maka dia termasuk dari orang-orang yang menguasai kebenaran. Ilmu mereka akan mewajibkan mereka untuk mengamalkan hal-hal yang dicintai oleh Allah. ﴾ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يُؤۡمِنُونَ ﴿ "Akan tetapi kebanya-kan manusia tidak beriman (kepadanya)," yaitu beriman kepada al-Qur`-an, baik karena kebodohan mereka, sikap antipati, tidak peduli atau lantaran sikap penentangan dan kezhaliman. Oleh karena itu, mayo-ritas manusia tidak mengambil manfaat dengannya, lantaran tidak ada faktor yang mendukung untuk menerima manfaat dengannya.

13:2–4Страница 249

ٱللَّهُ ٱلَّذِي رَفَعَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ بِغَيۡرِ عَمَدٖ تَرَوۡنَهَاۖ ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ وَسَخَّرَ ٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَۖ كُلّٞ يَجۡرِي لِأَجَلٖ مُّسَمّٗىۚ يُدَبِّرُ ٱلۡأَمۡرَ يُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ لَعَلَّكُم بِلِقَآءِ رَبِّكُمۡ تُوقِنُونَ ٢

Аллах вознес небеса без опор, которые вы могли бы увидеть, а затем вознесся на Трон (или утвердился на Троне). Он подчинил солнце и луну, и они движутся к назначенному сроку. Он управляет делами и разъясняет знамения, - быть может, вы будете убеждены во встрече со своим Господом.

وَهُوَ ٱلَّذِي مَدَّ ٱلۡأَرۡضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَٰسِيَ وَأَنۡهَٰرٗاۖ وَمِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ جَعَلَ فِيهَا زَوۡجَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِۖ يُغۡشِي ٱلَّيۡلَ ٱلنَّهَارَۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ ٣

Он - Тот, Кто распростер землю, установил на ней незыблемые горы и реки, взрастил на ней из разных плодов по паре. Он покрывает день ночью. Воистину, в этом - знамения для людей размышляющих.

وَفِي ٱلۡأَرۡضِ قِطَعٞ مُّتَجَٰوِرَٰتٞ وَجَنَّٰتٞ مِّنۡ أَعۡنَٰبٖ وَزَرۡعٞ وَنَخِيلٞ صِنۡوَانٞ وَغَيۡرُ صِنۡوَانٖ يُسۡقَىٰ بِمَآءٖ وَٰحِدٖ وَنُفَضِّلُ بَعۡضَهَا عَلَىٰ بَعۡضٖ فِي ٱلۡأُكُلِۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَ ٤

На земле есть сопредельные участки, виноградные сады, посевы, финиковые пальмы, растущие из одного корня или из разных корней. Их орошают одной водой, но одни из них Мы создаем более вкусными, чем другие. Воистину, в этом - знамения для людей разумеющих.

"Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagai-mana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaranNya), supaya kamu me-yakini pertemuan(mu) dengan Rabbmu. Dan Dia-lah Rabb yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan ber-pasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesung-guhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. Dan di bumi ini terdapat ba-gian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanam-an-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan se-bagian tanaman-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasa-nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." (Ar-Ra'd: 2-4).

(2) Allah تعالى memberitahukan tentang keesaanNya dalam penciptaan, pengaturan, dan keagungan, serta kekuasaan yang me-nandakan bahwa Dia-lah Dzat satu-satunya yang berhak disembah, tidak sepantasnya ibadah dilakukan kecuali untukNya saja. Allah berfirman, ﴾ ٱللَّهُ ٱلَّذِي رَفَعَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ ﴿ "Allah-lah Yang meninggikan langit," sesuai dengan bentuknya yang besar dan begitu luas dengan (menggunakan) kekuasaanNya yang agung ﴾ بِغَيۡرِ عَمَدٖ تَرَوۡنَهَاۖ ﴿ "tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat," maksudnya tidak ada tiang dari arah bawahnya. Karena seandainya langit mempunyai tiang, niscaya kalian akan benar-benar menyaksikannya. ﴾ ثُمَّ ﴿ "Kemudian" usai menciptakan langit dan bumi ﴾ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ ﴿ "Dia bersemayam di atas 'Arasy," yang agung yang merupakan makhluk Allah yang berada di tempat paling tinggi, dengan cara istiwa` (bersemayam) yang selaras dengan keagunganNya dan sesuai dengan kesempurnaanNya. ﴾ وَسَخَّرَ ٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَۖ ﴿ "Dan menundukkan ma-tahari dan bulan," bagi kepentingan manusia dan kemaslahatan bagi hewan-hewan ternak serta tanaman-tanaman mereka. ﴾ كُلّٞ ﴿ "Ma-sing-masing," dari matahari dan bulan ﴾ يَجۡرِي ﴿ "beredar," atas dasar pengaturan al-'Aziz al-'Alim (Yang Mahaperkasa lagi Maha Menge-tahui) ﴾ لِأَجَلٖ مُّسَمّٗىۚ ﴿ "hingga waktu yang ditentukan," dengan bentuk perjalanan yang teratur, tidak lamban dan tidak melemah, sampai datang masa yang telah ditentukan, yaitu saat Allah melipat alam semesta ini dan mengalihkan mereka ke kampung akhirat, yang merupakan tempat hunian abadi. Pada waktu itu, Allah melipat langit-langit dan bulan, serta merubah bumi dan menggantikannya. Matahari dan bulan terbelah dan [disatukan], selanjutnya keduanya dilemparkan di neraka, agar orang yang menyembah keduanya (matahari dan bulan) menyaksi-kan bahwa keduanya (matahari dan bulan) tidak sepantasnya me-nerima ibadah (dari manusia). Dengan kejadian itu, dia akan mera-sakan penyesalan yang tiada taranya, dan supaya orang-orang kafir mengetahui bahwa mereka sebenarnya telah berbohong. Firman Allah, ﴾ يُدَبِّرُ ٱلۡأَمۡرَ يُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ ﴿ "Allah mengatur urusan (makh-lukNya) dan menjelaskan tanda-tanda (kebesaranNya)," keterangan ini berbentuk kombinasi antara al-Khalqu (kekuasaan dalam mencip-takan) dan al-amru (perintah). Maksudnya, Allah al-'Azhim (Yang Mahaagung) bersemayam di singgasana kerajaan, mengendalikan segala urusan di alam semesta bagian atas dan di bagian bawah. Dia menciptakan dan memberi rizki, membuat orang menjadi ke-cukupan dan kekurangan, mengangkat derajat sejumlah orang dan menghinakan yang lain. Dia memuliakan dan merendahkan, me-nurunkan dan mengangkat (tingkatan makhlukNya), memberikan toleransi pada kekeliruan-kekeliruan (makhluk), mengentaskan ber-bagai permasalahan pelik, mengaktualisasikan berbagai ketentuan takdir di waktu-waktunya yang telah diketahui sebelumnya oleh Allah dan ditulis dengan al-Qalam (penaNya). Allah mendelegasikan para malaikat yang mulia untuk meng-atur segala sesuatu, sehingga semua makhluk berada di bawah peng-aturanNya. Dia menurunkan kitab-kitab ilahiyah (yang berasal dari-Nya) kepada para rasulNya, menerangkan apa saja yang mereka butuhkan, berupa hukum-hukum syariat, perintah-perintah dan larangan-larangan. Dia memaparkannya dengan sangat gamblang, melalui keterangan dan penjelasan dan pemilah-milahannya. ﴾ لَعَلَّكُم ﴿ "Supaya kamu," disebabkan berbagai tanda-tanda ke-kuasaan alam dan ayat-ayat al-Qur`an yang sudah ditampilkan ﴾ بِلِقَآءِ رَبِّكُمۡ تُوقِنُونَ ﴿ "meyakini pertemuan(mu) dengan Rabbmu". Karena kuantitas dalil yang banyak, keterangan dan kejelasannya termasuk sebab kausalitas yang bisa menghadirkan keyakinan dalam perkara-per-kara ilahiyah (yang berhubungan dengan Allah), terutama dalam perkara-perkara akidah yang sangat prinsipil, seperti Hari Kebangkit-an, hari Penyebaran dan keluar dari kubur. Begitu pula, telah diketahui bahwa Allah تعالى Mahabijaksana, tidak menciptakan makhluk tanpa tujuan pasti, tidak membiarkan mereka (dalam permainan) yang sia-sia. Sebagaimana Dia telah meng-utus para rasulNya dan menurunkan kitab-kitabNya untuk memerin-tahkan para hamba dan melarang mereka, maka pasti Dia juga me-mindahkan mereka menuju tempat pembalasan bagi mereka. Dia akan membalas orang-orang yang berbuat baik dengan balasan ter-baik dan membalas orang-orang yang berbuat buruk sesuai keburuk-an mereka.

(3) ﴾ وَهُوَ ٱلَّذِي مَدَّ ٱلۡأَرۡضَ ﴿ "Dan Dia-lah Rabb yang membentangkan bumi," Dia menciptakannya bagi manusia dan melebarkannya serta mencurahkan berkah padanya. Dia mempersiapkannya sebagai pijakan bagi manusia serta memasukkan ke dalamnya segala sesuatu yang menjadi maslahat bagi mereka. ﴾ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَٰسِيَ ﴿ "Dan menjadikan gunung-gunung padanya," yaitu gunung-gunung yang besar, supaya bumi tidak bergoncang disebab-kan penghuninya. Bila wujud gunung-gunung tidak ada, sudah tentu bumi akan bergoncang beserta isinya. Sebab, bumi berada di atas aliran air, sehingga tidak ada kekokohan dan tidak ada kestabilan kecuali dengan sebab keberadaan gunung-gunung yang besar yang Allah jadikan sebagai pasak-pasaknya. ﴾ و َ ﴿ "dan" menjadikan di dalamnya ﴾ أ َ ن ْ ه َ ا ر ً ا ﴿ "sungai-sungai," yang menyediakan air minum bagi manusia dan hewan-hewan ternak serta tanaman pertanian mereka. Dengan air itu, Dia mengeluarkan berbagai kebaikan yang banyak dalam bentuk pepohonan, tanaman, buah-buahan. Oleh karenanya, Dia berfirman, ﴾ وَمِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ جَعَلَ فِيهَا زَوۡجَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِۖ ﴿ "dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan," dua jenis yang dibutuhkan manusia. ﴾ يُغۡشِي ٱلَّيۡلَ ٱلنَّهَارَۚ ﴿ "Dia menutupkan malam kepada siang," sehingga cakrawala menjadi gelap dan setiap binatang berteduh kepada tempat bermalamnya. Manusia beristirahat dari rasa capek dan kelelahan di siang hari. Lantas, bila mereka telah menuntaskan kebutuhan-kebutuhan mereka berupa tidur, maka siang akan menutupi malam. Kemudian mereka akan berada di pagi hari untuk [bertebaran] kembali memenuhi kepentingan-ke-pentingan dan pekerjaan-pekerjaan mereka di siang hari. ﴾ وَمِن رَّحۡمَتِهِۦ جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ لِتَسۡكُنُواْ فِيهِ وَلِتَبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِهِۦ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ 73 ﴿ "Dan karena rahmatNya, Dia menjadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu men-cari sebagian dari karuniaNya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepadaNya." (Al-Qashash: 73). ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah)," yang menunjukkan orientasi-orientasi ilahiyah ﴾ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ ﴿ "bagi kaum yang memikirkan," tentangnya, dan mencermatinya dengan pandangan kognitif yang menunjukkan bahwa Dzat yang menciptakan, mengatur, dan mengendalikannya adalah Allah, yang tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Dia, tidak ada sesembahan selainNya. Dia mengetahui alam ghaib dan alam nyata, ar-Rahman ar-Rahim (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang), Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, al-Hakim (Maha-bijaksana) dalam segala urusan, al-Mahmud (Yang Maha Terpuji) atas seluruh yang diciptakan dan diperintahkanNya Yang Mahasuci lagi Mahatinggi.

(4) ﴾ و َ ﴿ "Dan," di antara tanda kebesaran Allah yang menun-jukkan kesempurnaan kekuasaan dan keistimewaan ciptaanNya, Dia menjadikan ﴾ ف ِ ي ٱلۡأَرۡضِ قِطَعٞ مُّتَجَٰوِرَٰتٞ وَجَنَّٰتٞ ﴿ "di bumi ini bagian-bagian yang berdampingan dan kebun-kebun," di dalamnya terdapat berbagai macam pepohonan, berupa pohon anggur, kurma, biji-bijian dan lain-lain. Ada pohon kurma yang sebagiannya ﴾ صِنۡوَانٞ ﴿ "bercabang-cabang," artinya beberapa batang pohon berada di atas satu pongkol tanaman ﴾ وَغَيۡرُ صِنۡوَانٖ ﴿ "yang tidak bercabang-cabang," maksudnya setiap pohon berada pada pongkolnya masing-masing. Semuanya ﴾ يُسۡقَىٰ بِمَآءٖ وَٰحِدٖ ﴿ "disirami dengan air yang sama," dan tanahnya pun sejenis. ﴾ وَنُفَضِّلُ بَعۡضَهَا عَلَىٰ بَعۡضٖ فِي ٱلۡأُكُلِۚ ﴿ "Kami melebihkan sebagian tanaman itu di atas sebagian tanaman yang lain tentang rasanya," dalam aspek warna, cita rasa, manfaat, dan tingkat kelezatan. Ada jenis tanah yang baik (subur), bisa menumbuhkan ilalang dan rerumputan yang banyak, bermacam pohon dan tanaman. Ada tanah yang berada di dekat tanah tadi, (namun) tidak bisa menumbuhkan tanaman atau-pun menyimpan cadangan air. Ada tanah yang mampu menyimpan suplai air, namun tidak mampu menumbuhkan ilalang. Ada tanah yang lain mampu menumbuhkan tanaman biji-bijian dan berbagai pepohonan, namun tidak menumbuhkan rumput ilalang. Buah ini begitu manis, sementara buah itu pahit. Dan buah yang lain rasanya sedang-sedang saja. Apakah keanekaragaman ini muncul dari dzat-nya itu sendiri dan karakteristiknya, ataukah merupakan ketentuan dari al-Aziz ar-Rahim (Dzat Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang)? ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir," mak-sudnya bagi orang-orang yang mempunyai akal pikiran yang meng-antarkan mereka menuju hal-hal yang bermanfaat bagi mereka dan mengajak mereka kepada kematangan hidayah dan berpikir tentang Allah, berupa pesan-pesan, perintah-perintah dan larangan-larangan-Nya. Adapun orang-orang yang kerap berpaling dan orang-orang yang berpikiran tumpul, maka mereka berada dalam kubangan ke-gelapan tanpa mengetahui apa-apa, berjalan mondar-mandir dalam kesesatan mereka, tidak mendapatkan jalan petunjuk kepada Rabb mereka, dan tidak memahami ucapan-ucapanNya. 9

13:5Страница 249

۞ وَإِن تَعۡجَبۡ فَعَجَبٞ قَوۡلُهُمۡ أَءِذَا كُنَّا تُرَٰبًا أَءِنَّا لَفِي خَلۡقٖ جَدِيدٍۗ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِمۡۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ ٱلۡأَغۡلَٰلُ فِيٓ أَعۡنَاقِهِمۡۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ٥

Если ты удивляешься, то удивляйся их словам: «Неужели после того, как мы станем прахом, мы возродимся в новом творении?». Они - те, которые не уверовали в своего Господа. Они - те, у кого на шеях оковы. Они - обитатели Огня, которые пребудут в нем вечно.

"Dan jika (ada sesuatu) yang kamu herankan, maka yang patut mengherankan adalah ucapan mereka, 'Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?' Orang-orang itulah yang kafir kepada Rabb-nya; dan orang-orang itulah (yang dilekatkan) belenggu di leher-nya; mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." (Ar-Ra'd: 5).

(5) Firman Allah tersebut mengandung kemungkinan penger-tian, ﴾ وَإِن تَعۡجَبۡ ﴿ "Dan jika (ada sesuatu) yang kamu herankan," karena keagungan Allah تعالى dan banyaknya jumlah petunjuk tentang ke-esaanNya, maka sesungguhnya keheranan yang bersama ini adalah sikap pengingkaran para pendusta serta pengingkaran mereka ter-hadap Hari Kebangkitan, dan komentar mereka, ﴾ أَءِذَا كُنَّا تُرَٰبًا أَءِنَّا لَفِي خَلۡقٖ جَدِيدٍۗ ﴿ "Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?" maksudnya bahwa setelah mereka menjadi tanah, lalu Allah akan mengembalikan mereka (hidup kembali), maka ini terlalu mustahil untuk terjadi menurut anggapan mereka. Karena sebagian tanda kebodohan mereka adalah mereka menganalogikan kekuasaan Allah al-Khaliq (Sang Pencipta) dengan kekuatan makhluk. Ketika mereka menyaksikan hal tersebut mustahil dalam koridor kemampuan makhluk, maka mereka berasumsi bah-wa kejadian itu juga tidak mungkin terjadi dengan kekuasaan Allah. Mereka lupa bahwa Allah telah menciptakan mereka pertama kali saat mereka tidak berwujud apa-apa. Pengertian ayat ini juga bisa diarahkan kepada makna, kalau engkau keheranan terhadap ucapan dan pendustaan mereka ter-hadap Hari Kebangkitan, maka sungguh itu merupakan salah satu keajaiban. Sesungguhnya orang yang telah menerima penjelasan tentang berbagai tanda kebesaran Allah dan menyaksikan berbagai bukti pasti yang menunjukkan kedatangan Hari Kebangkitan, dengan keterangan yang tidak menimbulkan keraguan dan rasa syak pun, kemudian dia mengingkarinya, maka perkataan itu termasuk ke-ajaiban. Namun (sebenarnya) hal itu tidak perlu menjadi bahan ke-heranan pada ﴾ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِمۡۖ ﴿ "orang-orang yang kafir kepada Rabbnya," dan mereka menentang keesaanNya, padahal merupakan hakikat yang sangat jelas lagi paling tampak terang. ﴾ وَأُوْلَٰٓئِكَ ٱلۡأَغۡلَٰلُ ﴿ "Dan orang-orang itulah (yang dilekatkan) belenggu," yang memasung mereka dari petunjuk Allah ﴾ فِيٓ أَعۡنَاقِهِمۡۖ ﴿ "di lehernya," di mana mereka diseru kepada keimanan namun tidak menyambut, ditawarkan kepada mereka hidayah, namun mereka tidak berhasil mendapatkan hidayah. Maka hati dan kalbu mereka terombang-ambing, sebagai bentuk hukuman bagi mereka karena tidak ber-iman kepadaNya secara langsung ﴾ وَأُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ﴿ "mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya," mereka tidak akan keluar darinya selama-lamanya.

13:6Страница 250

وَيَسۡتَعۡجِلُونَكَ بِٱلسَّيِّئَةِ قَبۡلَ ٱلۡحَسَنَةِ وَقَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِهِمُ ٱلۡمَثُلَٰتُۗ وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغۡفِرَةٖ لِّلنَّاسِ عَلَىٰ ظُلۡمِهِمۡۖ وَإِنَّ رَبَّكَ لَشَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ٦

Они торопят тебя со злом прежде добра, но ведь до них уже были примеры поучительного наказания. Воистину, твой Господь прощает людей, несмотря на их несправедливость. Воистину, твой Господь суров в наказании.

"Mereka meminta kepadamu supaya disegerakan (datangnya) siksa, sebelum (mereka meminta) kebaikan, padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksa sebelum mereka. Sesungguhnya Rabbmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manu-sia atas kezhaliman mereka, dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar sangat keras siksanya." (Ar-Ra'd: 6)

(6) Allah تعالى mengabarkan tentang kebodohan orang-orang yang mendustakan rasulNya lagi menyekutukanNya. Mereka diberi nasihat tetapi mereka tidak mengambil nasihat itu. Bermacam-ma-cam dalil disampaikan kepada mereka, namun mereka tidak tunduk kepadanya. Justru terang-terangan melakukan pengingkaran dan (membela diri) berdalih dengan kelembutan Allah al-Wahid al-Qahhar (kepada mereka) dan tidak mengobati dosa-dosa mereka dengan alasan bahwa mereka berada di atas kebenaran. Mereka pun me-mulai meminta kepada rasul untuk menyegerakan siksaan. Ada yang berkata, ﴾ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ 32 ﴿ "Ya Allah, jika (al-Qur`an) ini adalah benar dari sisiMu, maka hu-janilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih." (Al-Anfal: 32), padahal mereka itu ﴾ وَقَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِهِمُ ٱلۡمَثُلَٰتُۗ ﴿ "padahal telah terjadi bermacam-macam siksa sebelum mereka," maksud-nya berbagai peristiwa dan sejarah yang menimpa umat-umat pen-dusta. Apakah mereka tidak merenungi kondisi orang-orang itu dan meninggalkan kebodohan mereka? ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغۡفِرَةٖ لِّلنَّاسِ عَلَىٰ ظُلۡمِهِمۡۖ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia atas kezhaliman mereka," maksudnya senantiasa kebaikan, kebajikan dan maafNya tercurah kepada para hamba. Sementara, praktik syirik dan maksiat mereka masih saja melaju kepada Allah. Mereka bermaksiat kepada-Nya, tetapi Allah menyuruh mereka menuju pintuNya. Mereka ber-buat jahat, tetapi Dia tetap tidak menghalangi kebaikanNya bagi mereka. Bila mereka bertaubat kepadaNya, niscaya Dia menjadi kekasih mereka, sebab Dia mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri. Bila mereka tidak bertaubat, maka Dia akan memberikan terapi penyembuhan bagi mereka dengan menimpakan berbagai musibah atas mereka untuk membersihkan mereka dari keburukan-keburukan. ﴾ قُلۡ يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًاۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ 53 ﴿ "Katakanlah, 'Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesung-guhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'." (Az Zumar: 53). ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَشَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar sangat keras siksaanNya," terhadap orang yang kontinyu berulang-berulang dalam bermaksiat. Ia sudah benar-benar enggan bertaubat, beristighfar, dan kembali kepada al-Aziz al-Ghaffar (Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun). Hendaknya para hamba berhati-hati terhadap siksa-siksaNya (yang menimpa) orang-orang yang berbuat jahat. Sesungguhnya siksaNya sangat pedih lagi keras.

13:7Страница 250

وَيَقُولُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡهِ ءَايَةٞ مِّن رَّبِّهِۦٓۗ إِنَّمَآ أَنتَ مُنذِرٞۖ وَلِكُلِّ قَوۡمٍ هَادٍ ٧

Неверующие говорят: «Почему ему не ниспослано знамение от его Господа?». Воистину, ты - всего лишь предостерегающий увещеватель, и у каждого народа есть наставник.

"Orang-orang yang kafir berkata, 'Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Rabbnya?' Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk." (Ar-Ra'd: 7).

(7) Maksudnya, orang-orang kafir melontarkan usulan ke-padamu tentang tanda-tanda kebenaran (adanya Hari Kebangkitan) sesuai yang mereka tentukan sendiri. Mereka menyatakan, ﴾ لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡهِ ءَايَةٞ مِّن رَّبِّهِۦٓۗ ﴿ "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Rabbnya?" Pernyataan ini, mereka jadikan se-bagai alasan untuk menjastifikasi sikap penolakan mereka terhadap Rasul. Padahal, beliau hanyalah seorang pemberi peringatan, tidak memiliki wewenang atas sesuatu pun. Allah-lah yang menurunkan tanda-tanda kebenaran risalah. Dia telah mendukung beliau dengan beraneka bukti kebenaran yang tidak tersembunyi bagi orang-orang yang berakal. Dengan itu, orang yang niatnya mencari kebenaran akan mendapatkan petunjuk. Adapun orang kafir, dikarenakan kezhaliman dan kebodohannya, maka akan melontarkan usulan kepada Allah tentang tanda-tanda kebenaran (yang mesti diturun-kan). Itu me-rupakan pengajuan usulan yang batil, kedustaan, dan mengada-ada. Sesungguhnya bila datang sebuah ayat (tanda ke-benaran) apa pun itu, niscaya dia tidak akan beriman dan tidak akan tunduk kepadanya. Dia menampik beriman bukan lantaran tidak ada yang menunjukkannya kepada kebenaran, tapi karena hawa nafsu dan menuruti syahwat belaka. ﴾ وَلِكُلِّ قَوۡمٍ هَادٍ ﴿ "Dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk," maksudnya mem-punyai penyeru yang mengajak mereka menuju hidayah, dari ka-langan para rasul dan pengikut-pengikut mereka. Mereka dibekali bermacam-macam dalil dan bukti kebenaran yang menunjukkan kebenaran hidayah yang ada pada mereka.

13:8–11Страница 250

ٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَحۡمِلُ كُلُّ أُنثَىٰ وَمَا تَغِيضُ ٱلۡأَرۡحَامُ وَمَا تَزۡدَادُۚ وَكُلُّ شَيۡءٍ عِندَهُۥ بِمِقۡدَارٍ ٨

Аллаху известно, что носит каждая самка, насколько сжимается или расширяется каждая утроба. Всякая вещь у Него имеет меру.

عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ٱلۡكَبِيرُ ٱلۡمُتَعَالِ ٩

Он - Ведающий сокровенное и явное, Большой, Превознесшийся.

سَوَآءٞ مِّنكُم مَّنۡ أَسَرَّ ٱلۡقَوۡلَ وَمَن جَهَرَ بِهِۦ وَمَنۡ هُوَ مُسۡتَخۡفِۭ بِٱلَّيۡلِ وَسَارِبُۢ بِٱلنَّهَارِ ١٠

Скрываете вы свои речи или произносите их вслух, прячетесь вы ночью или открыто передвигаетесь днем - все вы равны перед Аллахом.

لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٞ مِّنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦ يَحۡفَظُونَهُۥ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمۡۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوۡمٖ سُوٓءٗا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ ١١

Есть у него (человека) ангелы, следующие впереди него и позади него и охраняющие его по повелению Аллаха. Воистину, Аллах не меняет положения людей, пока они не изменят самих себя. Если же Аллах пожелает людям зла, то ничто не предотвратит этого. Нет у них властелина, кроме Него.

"Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perem-puan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang ber-tambah. Dan segala sesuatu pada sisiNya ada ukurannya. Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak; Yang Mahabesar lagi Mahatinggi. Sama saja (bagi Allah), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari. Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Se-sungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (Ar-Ra'd: 8-11).

(8-9) Allah تعالى memberitahukan tentang cakupan ilmuNya yang merata dan luasnya pengetahuan dan penguasaanNya yang meliputi segala sesuatu, Dia berfirman, ﴾ ٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَحۡمِلُ كُلُّ أُنثَىٰ ﴿ "Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan," baik pada ka-langan anak Adam dan lainnya ﴾ وَمَا تَغِيضُ ٱلۡأَرۡحَامُ ﴿ "dan kandungan rahim yang kurang sempurna," yang mengalami penyusutan apa yang ada di dalamnya, baik kandungannya rusak atau mengecil ataupun mengerut, ﴾ وَمَا تَزۡدَادُۚ ﴿ "dan (kandungan rahim) yang bertambah," pada rahim-rahim wanita, dan (proses) besarnya janin di dalamnya. ﴾ وَكُلُّ شَيۡءٍ عِندَهُۥ بِمِقۡدَارٍ ﴿ "Dan segala sesuatu pada sisiNya ada ukurannya," tidak maju maupun mundur, tidak bertambah ataupun berkurang kecuali berdasarkan tuntutan hikmah dan ilmuNya. Sesungguhnya Allah, ﴾ عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ٱلۡكَبِيرُ ﴿ "Dzat yang menge-tahui semua yang ghaib dan yang nampak, Yang Mahabesar," dalam Dzat, Nama dan SifatNya, ﴾ ٱلۡمُتَعَالِ ﴿ "Yang Mahatinggi," di atas se-luruh makhlukNya dengan Dzat, kekuasaan dan KeperkasaanNya.

(10) ﴾ سَوَآءٞ ﴿ "Sama saja (bagi Allah),"pada ilmu, pendengaran, dan pandanganNya ﴾ مَّنۡ أَسَرَّ ٱلۡقَوۡلَ وَمَن جَهَرَ بِهِۦ وَمَنۡ هُوَ مُسۡتَخۡفِۭ بِٱلَّيۡلِ ﴿ "siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari," berdiam di suatu tempat, tersembunyi. ﴾ وَسَارِبُۢ بِٱلنَّهَارِ ﴿ "Dan yang berjalan (menam-pakkan diri) di siang hari," maksudnya berada dalam tempat tinggal-nya di siang hari. Yang dimaksud dengan اَلسِّرْبُ, ialah tempat yang dijadikan oleh seseorang sebagai tempat persembunyian, baik di tengah rumahnya, gua, atau lubang persembunyian dan lain-lain.

(11) ﴾ لَهُۥ ﴿ "Baginya," yaitu bagi manusia ﴾ مُعَقِّبَٰتٞ ﴿ "ada yang selalu mengikutinya bergiliran," dari kalangan malaikat, mereka silih berganti di malam dan siang hari ﴾ مِّنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦ يَحۡفَظُونَهُۥ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِۗ ﴿ "di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah," mak-sudnya memelihara jasmani dan nyawanya dari setiap orang yang ingin berbuat buruk padanya. Mereka memelihara amalan-amalan-nya, selalu menyertainya terus-menerus. Sebagaimana juga ilmu Allah meliputinya, maka Allah pun telah mengutus para malaikat penjaga kepada hamba-hambaNya, di mana hal itu menjadikan kondisi-kondisi dan amalan-amalan mereka tidak tersembunyi, juga tidak dilupakan sedikit pun darinya. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ ﴿ "Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum," berupa kenikmatan, curahan kebaikan, dan kehidupan yang enak, ﴾ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمۡۗ ﴿ "sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri," dengan beralih dari keimanan kepada kekufuran, dari ketaatan menuju maksiat atau dari mensyukuri nikmat-nikmat Allah kepada mengingkarinya, maka Allah akan mencabut semua kenikmatan itu dari mereka. Begitu pula, jikalau para hamba merubah kondisi mereka, dari maksiat menuju ketaatan kepada Allah, niscaya Allah akan merubah kondisi yang menyelimuti mereka sebelumnya berupa kesengsaraan menuju kepada kebaikan, kebahagiaan, dan ghibthah (semangat iri dalam kebaikan) serta rahmat. ﴾ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوۡمٖ سُوٓءٗا ﴿ "Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum," berupa siksa, perkara yang berat, serta hal yang mereka benci, maka sesungguhnya kehendakNya pasti ter-laksana pada mereka. Karena ﴾ ل َ ا مَرَدَّ لَهُۥۚ ﴿ "tidak ada yang dapat menolak-nya," tidak ada seorang pun yang mampu menghindarkan mereka darinya. ﴾ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ ﴿ "Dan sekali-kali tak ada pelindung bagi me-reka selain Dia," yang menangani urusan-urusan mereka, mendatang-kan hal-hal yang disukai bagi mereka dan menyingkirkan hal-hal yang dibenci dari mereka. Maka, hendaklah mereka berhati-hati agar tidak berkutat pada perkara-perkara yang dibenci oleh Allah, karena dikhawatirkan siksa Allah akan menimpa mereka, yang tidak bisa ditolak dari kaum yang telah berbuat jahat.

13:12–13Страница 250

هُوَ ٱلَّذِي يُرِيكُمُ ٱلۡبَرۡقَ خَوۡفٗا وَطَمَعٗا وَيُنشِئُ ٱلسَّحَابَ ٱلثِّقَالَ ١٢

Он - Тот, Кто показывает вам молнию, чтобы вы боялись и надеялись, и создает тяжелые тучи.

وَيُسَبِّحُ ٱلرَّعۡدُ بِحَمۡدِهِۦ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ مِنۡ خِيفَتِهِۦ وَيُرۡسِلُ ٱلصَّوَٰعِقَ فَيُصِيبُ بِهَا مَن يَشَآءُ وَهُمۡ يُجَٰدِلُونَ فِي ٱللَّهِ وَهُوَ شَدِيدُ ٱلۡمِحَالِ ١٣

Гром прославляет Его хвалой, а также ангелы от страха перед Ним. Он мечет молнии и поражает ими, кого пожелает. Они спорят об Аллахе, а ведь Он силен и суров в наказании.

"Dia-lah Rabb yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung. Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepadaNya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Rabb Yang Mahakeras siksaNya." (Ar-Ra'd: 12-13).

(12) Allah تعالى berfirman, ﴾ هُوَ ٱلَّذِي يُرِيكُمُ ٱلۡبَرۡقَ خَوۡفٗا وَطَمَعٗا ﴿ "Dia-lah Rabb yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ke-takutan dan harapan," menjadi sumber ketakutan karena kemunculan suara-suara guruh, kehancuran dan berbagai macam bahaya yang bisa menimpa sebagian buah-buahan dan lainnya, dan (menjadi sumber harapan) kebaikan dan manfaatnya darinya. ﴾ وَيُنشِئُ ٱلسَّحَابَ ٱلثِّقَالَ ﴿ "Dan Dia mengadakan awan mendung," dengan curahan hujan lebat yang mengandung manfaat bagi umat manusia dan negeri-negeri.

(13) ﴾ وَيُسَبِّحُ ٱلرَّعۡدُ ﴿ "Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah," yaitu suara yang terdengar dari mendung, yang mengagetkan ma-nusia. Ia tunduk kepada Rabbnya, melantunkan tasbih dengan me-mujiNya ﴾ و َ ﴿ "dan" bertasbih ﴾ ا ل ْ م َ ل َ ا ئ ِ ك َ ة ُ مِنۡ خِيفَتِهِۦ ﴿ "para malaikat karena takut kepadaNya," dalam keadaan khusyu' kepada Rabb mereka dan takut dari kemurkaanNya ﴾ وَيُرۡسِلُ ٱلصَّوَٰعِقَ ﴿ "dan Allah melepaskan hali-lintar," yaitu percikan api yang muncul dari sela-sela awan mendung ﴾ فَيُصِيبُ بِهَا مَن يَشَآءُ ﴿ "lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki," dari kalangan manusia, tergantung pada kehendak dan iradahNya. ﴾ وَهُوَ شَدِيدُ ٱلۡمِحَالِ ﴿ "Dan Dia-lah Rabb Yang Mahakeras siksaNya," maksud-nya Dia sangat dahsyat daya dan kekuatanNya. Tidaklah Dia ber-kehendak berbuat sesuatu melainkan pasti merealisasikannya. Tidak ada urusan yang sulit bagiNya. Tidak terlewatkan dariNya obyek yang telah melarikan diri. Apabila Allah semata yang mendatang-kan hujan bagi hamba-hambaNya, dan mendung yang berisi sumber rizki mereka, (dan Dia-lah yang mengatur segala urusan, semua makhluk yang besar yang ditakuti dan membuat orang-orang terusik, semuanya sangat tunduk patuh kepadaNya, Dia sangat dahsyat kekuatanNya), maka Dia-lah yang berhak untuk diibadahi semata, tidak ada sekutu bagiNya. Oleh karena itu, Allah berfirman,

13:14Страница 251

لَهُۥ دَعۡوَةُ ٱلۡحَقِّۚ وَٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِهِۦ لَا يَسۡتَجِيبُونَ لَهُم بِشَيۡءٍ إِلَّا كَبَٰسِطِ كَفَّيۡهِ إِلَى ٱلۡمَآءِ لِيَبۡلُغَ فَاهُ وَمَا هُوَ بِبَٰلِغِهِۦۚ وَمَا دُعَآءُ ٱلۡكَٰفِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَٰلٖ ١٤

К Нему обращен призыв истины. А те, которых они призывают вместо Него, ничем не отвечают им. Они подобны тому, кто простирает руки к воде, чтобы поднести ее ко рту, но не может этого сделать. Воистину, мольба неверующих является всего лишь заблуждением.

"Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) doa yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatu pun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya air sampai ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sam-pai ke mulutnya. Dan doa (ibadah) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka." (Ar-Ra'd: 14).

(14) Maksudnya, hanya bagi Allah semata (hak mengabul-kan) ﴾ دَعۡوَةُ ٱلۡحَقِّۚ ﴿ "doa yang benar," yaitu beribadah kepadaNya saja, tidak ada sekutu bagiNya serta mengikhlaskan doa ibadah dan doa permintaan kepadaNya تعالى. Maksudnya, sepatutnya seluruh ibadah doa, khauf (rasa takut), raja` (rasa berharap), kecintaan, ke-inginan dan kekhawatiran serta taubah diarahkan hanya kepada-Nya. Sebab aspek ketuhananNya adalah benar. Sementara sisi ke-tuhanan selainNya adalah batil. Maka, ﴾ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِهِۦ ﴿ "berhala-ber-hala yang mereka sembah selain Allah," yang berupa patung-patung dan tandingan-tandingan yang mereka jadikan sebagai sekutu bagi Allah, ﴾ لَا يَسۡتَجِيبُونَ لَهُم ﴿ "tidak dapat memperkenankan sesuatu pun bagi me-reka," yaitu bagi orang yang menyeru dan menyembahnya, dengan (memberikan jawaban) yang sedikit atau banyak, baik berkaitan de-ngan urusan duniawi maupun urusan ukhrawi, ﴾ إِلَّا كَبَٰسِطِ كَفَّيۡهِ إِلَى ٱلۡمَآءِ ﴿ "melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air," yang tidak bisa dijangkau oleh dua telapak tangannya karena letaknya yang jauh. ﴾ لِيَبۡلُغَ ﴿ "Supaya sampai," dengan memben-tangkan tangannya ke air ﴾ فَاهُ ﴿ "ke mulutnya," karena dia sedang kehausan. Saking hausnya, dia menyodorkan telapak tangan dan membukanya ke arah air yang mustahil sampai kepadanya. Maka air itu pun tidak bisa sampai kepadanya. Demikian juga, orang-orang kafir yang menyembah sesembahan lain bersama Allah, me-reka (sesembahan-sesembahan itu) tidak bisa merealisasikan apa pun bagi mereka, tidak bermanfaat bagi mereka pada kondisi-kon-disi yang mana mereka benar-benar membutuhkannya. Sebab me-reka makhluk-makhluk yang tidak memiliki apa pun, begitu pula orang-orang yang menyeru mereka dalam keadaan kekurangan. ﴾ لَا يَمۡلِكُونَ مِثۡقَالَ ذَرَّةٖ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَلَا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَمَا لَهُمۡ فِيهِمَا مِن شِرۡكٖ وَمَا لَهُۥ مِنۡهُم مِّن ظَهِيرٖ 22 ﴿ "Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat dzarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu saham pun dalam (pen-ciptaan) langit dan bumi, dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagiNya." (Saba`: 22). ﴾ وَمَا دُعَآءُ ٱلۡكَٰفِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَٰلٖ ﴿ "Dan doa (ibadah) orang-orang kafir itu hanya-lah sia-sia belaka," karena kebatilan sesuatu yang mereka seru, selain Allah. Maka, ibadah dan doa mereka pun batil (sia-sia). Sebab, peran-taranya pun (wasilah) batil disebabkan kebatilan tujuannya. Karena Allah adalah Raja, Pemilik kebenaran yang nyata, maka beribadah kepadaNya merupakan perkara yang benar, manfaatnya benar-benar mengalir kepada pelakunya di dunia dan akhirat. Permisalan doa orang-orang kafir kepada selain Allah dengan (permisalan) orang yang membentangkan dua telapak tangannya ke arah air agar supaya mencapai mulutnya adalah termasuk analogi yang terbaik. Itu merupakan permisalan dengan perkara yang muhal terjadi. Sebagaimana hal itu mustahil terjadi, maka perkara yang dianalogikan dengannya pun tidak mungkin terwujud. Pengaitan kepada perkara yang mustahil terjadi adalah termasuk cara penafian masalah yang paling mengena. Seperti yang diungkapkan Allah تعالى, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَٱسۡتَكۡبَرُواْ عَنۡهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمۡ أَبۡوَٰبُ ٱلسَّمَآءِ وَلَا يَدۡخُلُونَ ٱلۡجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ ٱلۡجَمَلُ فِي سَمِّ ٱلۡخِيَاطِۚ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum." (Al A'raf: 40).

13:15Страница 251

وَلِلَّهِۤ يَسۡجُدُۤ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ طَوۡعٗا وَكَرۡهٗا وَظِلَٰلُهُم بِٱلۡغُدُوِّ وَٱلۡأٓصَالِ۩ ١٥

Те, кто на небесах и на земле, а также их тени добровольно или невольно падают ниц перед Аллахом по утрам и перед закатом.

"Hanya kepada Allah-lah, segala apa yang di langit dan di bumi sujud (patuh), baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa, dan bayang-bayangnya di waktu pagi dan waktu petang sujud pula." (Ar-Ra'd: 15).

(15) Segala sesuatu yang berada di dalam langit dan bumi tunduk patuh kepada Rabbnya, sujud kepadaNya ﴾ طَوۡعٗا وَكَرۡهٗا ﴿ "baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa," maka sikap sukarela adalah bagi orang yang melakukan sujud dan tunduk patuh atas keinginan sendiri sebagaimana (tunduknya) kaum Mukminin. Sementara ke-terpaksaan adalah bagi orang yang menyombongkan diri dari ber-ibadah kepada Rabbnya. Padahal kondisi dan fitrahnya mendusta-kannya dalam hal tersebut. ﴾ وَظِلَٰلُهُم بِٱلۡغُدُوِّ وَٱلۡأٓصَالِ۩ ﴿ "Dan bayang-bayang-nya di waktu pagi dan waktu petang sujud pula," dan bayang-bayang para makhluk di permulaan hari dan penghujungnya bersujud pula. Cara bersujud masing-masing makhluk sesuai dengan kondisinya sebagaimana yang difirmankan oleh Allah تعالى, ﴾ وَإِن مِّن شَيۡءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمۡدِهِۦ وَلَٰكِن لَّا تَفۡقَهُونَ تَسۡبِيحَهُمۡۚ ﴿ "Dan tiada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memujiNya, akan tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka." (Al-Isra`: 44). Apabila setiap makhluk telah bersujud kepada Rabbnya, baik dengan sukarela atau terpaksa, maka Dia-lah sesembahan yang benar, Dzat yang disembah lagi terpuji dengan sebenarnya. Maka, label ketuhanan bagi selainnya adalah batil. 9 Oleh karenanya, Dia menyebutkan kebatilan ketuhanan bagi selainNya, dan mengetengahkan sejumlah buktinya dengan berfirman,

13:16Страница 251

قُلۡ مَن رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ قُلِ ٱللَّهُۚ قُلۡ أَفَٱتَّخَذۡتُم مِّن دُونِهِۦٓ أَوۡلِيَآءَ لَا يَمۡلِكُونَ لِأَنفُسِهِمۡ نَفۡعٗا وَلَا ضَرّٗاۚ قُلۡ هَلۡ يَسۡتَوِي ٱلۡأَعۡمَىٰ وَٱلۡبَصِيرُ أَمۡ هَلۡ تَسۡتَوِي ٱلظُّلُمَٰتُ وَٱلنُّورُۗ أَمۡ جَعَلُواْ لِلَّهِ شُرَكَآءَ خَلَقُواْ كَخَلۡقِهِۦ فَتَشَٰبَهَ ٱلۡخَلۡقُ عَلَيۡهِمۡۚ قُلِ ٱللَّهُ خَٰلِقُ كُلِّ شَيۡءٖ وَهُوَ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّٰرُ ١٦

Скажи: «Кто Господь небес и земли?». Скажи: «Аллах». Скажи: «Неужели вы взяли себе вместо Него покровителей и помощников, которые не властны принести пользу и вред даже самим себе?». Скажи: «Разве равны слепой и зрячий? Или же равны мраки и свет?». Или же они нашли сотоварищей Аллаха, которые творят так, как творит Аллах, и эти творения кажутся им схожими? Скажи: «Аллах - Творец всякой вещи. Он - Единственный, Всемогущий».

"Katakanlah, 'Siapakah Rabb langit dan bumi?' Jawablah, 'Allah.' Katakanlah, 'Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudaratan bagi diri mereka sen-diri?' Katakanlah, 'Adakah sama orang buta dan yang dapat me-lihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat mencip-takan seperti ciptaanNya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?' Katakanlah, 'Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Rabb Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa'." (Ar-Ra'd: 16).

(16) Maksudnya, 'Katakanlah kepada orang-orang yang me-nyekutukan berhala-berhala dan sesembahan-sesembahan tandingan lainnya dengan Allah, yang mana mereka mencintai sesembahan-sesembahan itu layaknya kecintaan mereka kepada Allah, mem-persembahkan bermacam-macam bentuk qurbah (untuk mendekat-kan diri kepada Allah) dan ibadah baginya. Apakah akal pikiran kalian telah tumpul sehingga mendaulat selain Allah sebagai wali (penolong) yang mereka agungkan dengan ibadah, padahal mereka itu tidak patut untuk diperlakukan demikian? Mereka (sesembahan selain Allah) itu ﴾ لَا يَمۡلِكُونَ لِأَنفُسِهِمۡ نَفۡعٗا وَلَا ضَرّٗاۚ ﴿ "mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri," dan kalian mengenyampingkan pertolongan dari Dzat yang sempurna Nama-nama dan Sifat-sifatNya, Pemilik semua makhluk hidup dan benda yang mati. Di TanganNya-lah hak penciptaan, pengaturan, pemberian manfaat dan pengarahan bahaya. Maka tidak sama, ibadah kepada Allah semata dengan ibadah kepada tuhan yang disekutukan dengan Allah, sebagaimana tidak sama orang buta dengan orang yang bisa melihat, juga sebagai-mana tidak ﴾ تَسۡتَوِي ٱلظُّلُمَٰتُ وَٱلنُّورُۗ ﴿ "sama gelap gulita dengan terang bende-rang." Apabila mereka mempunyai unsur keragu-raguan serta ke-tidakjelasan sehingga mengangkat beberapa sekutu bagiNya, dengan beranggapan bahwa sekutu-sekutu itu mampu menciptakan seperti penciptaan Allah, dan sanggup berbuat apa saja seperti yang di-perbuat Allah, maka singkirkanlah kesimpangsiuran dan kerancuan ini dari mereka dengan bukti yang menunjukkan ketauhidan Allah dengan keesaanNya dan katakanlah kepada mereka, "Allah-lah pencipta segala sesuatu." Sungguh merupakan perkara mustahil, sesuatu bisa mencipta-kan dirinya sendiri. Begitu pula, termasuk hal yang tidak mungkin terjadi, sesuatu muncul tanpa pencipta. Maka akan teridentifikasilah bahwa makhluk itu memiliki Pencipta yang menciptakan, tidak ada sekutu bagiNya dalam penciptaan. Karena Dia-lah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa. Tidak ada keesaan dan keperkasaan kecuali bagi Allah semata. Seluruh makhluk, masing-masing saling menundukkan makhluk lainnya dengan kegagahannya. Kemudian di atas sang penakluk tadi terdapat Dzat Yang Maha Penakluk yang lebih kuat darinya, sampai berakhir kepada keperkasaan Dzat Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa. Keperkasaan dan keesaan, dua sifat yang saling berkorelasi yang mesti dimiliki oleh Allah saja, maka jelaslah sebuah keniscayaan, ditinjau dari sudut nalar akal bahwa segala sesuatu yang diseru selain Allah, tidak mempunyai sedikit pun andil dalam penciptaan makhluk-makhluk. Dengan berdasarkan itu, maka ibadah kepadanya menjadi sebuah kebatilan. 9

13:17Страница 251

أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَسَالَتۡ أَوۡدِيَةُۢ بِقَدَرِهَا فَٱحۡتَمَلَ ٱلسَّيۡلُ زَبَدٗا رَّابِيٗاۖ وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيۡهِ فِي ٱلنَّارِ ٱبۡتِغَآءَ حِلۡيَةٍ أَوۡ مَتَٰعٖ زَبَدٞ مِّثۡلُهُۥۚ كَذَٰلِكَ يَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡحَقَّ وَٱلۡبَٰطِلَۚ فَأَمَّا ٱلزَّبَدُ فَيَذۡهَبُ جُفَآءٗۖ وَأَمَّا مَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ فَيَمۡكُثُ فِي ٱلۡأَرۡضِۚ كَذَٰلِكَ يَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَالَ ١٧

Он ниспосылает с неба воду, и долины наполняются потоками в соответствии с их размерами. Поток несет пену, поднявшуюся на поверхность. Подобная же пена появляется на том, что раскаливают в огне для изготовления украшений или утвари. Такими притчами Аллах разъясняет истину и ложь. Пена будет выброшена, а то, что приносит людям пользу, останется в земле. Такие притчи приводит Аллах.

"Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka me-ngalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah mem-buat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang batil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; sedangkan yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan." (Ar-Ra'd: 17).

(17) Allah تعالى menyerupakan hidayah yang diturunkan ke-pada RasulNya bagi kehidupan kalbu dan ruh manusia dengan air yang diturunkan bagi kehidupan pepohonan. Allah menganalogikan manfaat luas lagi melimpah yang terkandung dalam hidayah yang sangat dibutuhkan oleh manusia dengan hal-hal yang dikandung oleh hujan, berupa manfaat-manfaat makro yang mendesak. Allah mempermisalkan hati yang berhasil mengemas hidayah dan ting-katan-tingkatannya dengan lembah-lembah yang menjadi muara aliran air. Lembah yang luas, mampu menampung air yang banyak ada-lah ibarat hati lapang, yang memuat ilmu yang banyak. Sedangkan lembah kecil yang hanya membutuhkan sedikit air seperti halnya hati yang sempit yang hanya memuat ilmu yang sedikit….dan de-mikianlah seterusnya. Selanjutnya, Allah mengumpamakan nafsu syahwat dan syu-bhat (kerancuan) pada hati manusia saat kebenaran datang kepada-nya dengan buih yang berada di atas permukaan air, dan benda yang dipanaskan di atas api berupa perhiasan yang akan dimurnikan dan dilebur untuk dimasukkan dalam cetakan. Ia akan tetap di atas air dalam keadaan mengambang menyebabkannya keruh sampai akhir-nya hilang dan lenyap. Dan akan tersisa hal-hal yang berguna bagi manusia dalam wujud air jernih dan perhiasan yang murni. Demikian pula keadaan dengan syahwat dan syubhat, karena hati akan senantiasa membenci dan berusaha menaklukkannya me-lalui bukti-bukti yang benar dan tekad-tekad yang bulat agar pergi dan lenyap. Hati pun menjadi bersih lagi murni, di dalamnya hanya ada hal-hal yang bermanfaat bagi manusia berupa ilmu dan kebenar-an serta tindakan untuk mengutamakan dan mencintainya. Kebatil-an akan lenyap, dan kebenaranlah yang menyirnakannya. ﴾ إِنَّ ٱلۡبَٰطِلَ كَانَ زَهُوقٗا 81 ﴿ "Sesungguhnya kebatilan itu adalah sesuatu yang pasti lenyap." (Al-Isra`: 81). Di sini, Allah berfirman, ﴾ كَذَٰلِكَ يَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَالَ ﴿ "Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan," tujuannya agar kebenaran menjadi jelas dan terbedakan dari kebatilan, dan hidayah terbeda-kan dari kesesatan.

Текст: Quranic Universal Library (Tarteel) через spa5k/tafsir_api (MIT), в зафиксированной версии. Аяты: Quran Foundation. Источники и лицензии

Содержание

Аят аль-Курси36Аль-Кахфстр. 42джуз 15Бухари 1Муслим 2999

Вид

Тема
Размер текста
Вид

Read in English