Ас-СаадиАль‑Бакара · 2:94–115

Ас-Саади · Тафсир · на индонезийском

Аль-Бакара 2:94–115

2:94–96Страница 15

قُلۡ إِن كَانَتۡ لَكُمُ ٱلدَّارُ ٱلۡأٓخِرَةُ عِندَ ٱللَّهِ خَالِصَةٗ مِّن دُونِ ٱلنَّاسِ فَتَمَنَّوُاْ ٱلۡمَوۡتَ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٩٤

Скажи: «Если Последняя обитель у Аллаха предназначена только для вас, а не для других людей, то пожелайте себе смерти, если вы говорите правду».

وَلَن يَتَمَنَّوۡهُ أَبَدَۢا بِمَا قَدَّمَتۡ أَيۡدِيهِمۡۚ وَٱللَّهُ عَلِيمُۢ بِٱلظَّٰلِمِينَ ٩٥

Однако они никогда не пожелают себе этого из-за того, что приготовили их руки. Аллах ведает о беззаконниках.

وَلَتَجِدَنَّهُمۡ أَحۡرَصَ ٱلنَّاسِ عَلَىٰ حَيَوٰةٖ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْۚ يَوَدُّ أَحَدُهُمۡ لَوۡ يُعَمَّرُ أَلۡفَ سَنَةٖ وَمَا هُوَ بِمُزَحۡزِحِهِۦ مِنَ ٱلۡعَذَابِ أَن يُعَمَّرَۗ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِمَا يَعۡمَلُونَ ٩٦

Ты непременно убедишься, что они жаждут жизни больше всех людей, даже больше многобожников. Каждый из них желал бы прожить тысячу лет. Но даже долгая жизнь ничуть не отдалит их от мучений. Аллах видит то, что они совершают.

"Katakanlah, 'Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian(mu), jika kamu memang benar.' Dan sekali-kali mereka tidak akan menginginkan kema-tian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri), dan Allah Maha Menge-tahui orang-orang yang berbuat zhalim. Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, pada-hal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan." (Al-Baqarah: 94-96).

(94) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka dalam bentuk mem-benarkan pengakuan mereka, ﴾ إِن كَانَتۡ لَكُمُ ٱلدَّارُ ٱلۡأٓخِرَةُ ﴿ "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat itu," maksudnya surga, ﴾ خَالِصَةٗ مِّن دُونِ ٱلنَّاسِ ﴿ "khusus untukmu di sisi Allah bukan untuk orang lain," sebagaimana yang kalian klaim bahwasanya tidaklah akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani, dan bahwasanya neraka tidaklah akan menyentuh mereka kecuali hanya dalam waktu yang dapat dihitung saja, maka bila kalian benar dalam pengakuan ini, ﴾ فَتَمَنَّوُاْ ٱلۡمَوۡتَ ﴿ "maka inginilah kematian(mu)." Ini adalah sebuah bentuk mubahalah (saling mendoakan agar orang yang dusta dilaknat Allah) antara mereka dan Rasulullah ﷺ, dan tidak ada lagi setelah pemaksaan dan tekanan bagi mereka setelah kedurhakaan mereka kecuali salah satu dari dua perkara, pertama mereka beriman ke-pada Allah dan RasulNya, atau kedua, bermubahalah dengan sesuatu yang mereka jadikan sebagai pedoman untuk dipertaruhkan de-ngan perkara yang ringan yaitu keinginan untuk mati yang akan menyampaikan mereka kepada negeri yang khusus bagi mereka tersebut. Namun mereka menolak hal tersebut, sehingga setiap orang dapat mengetahui bahwa mereka itu hakikatnya benar-benar dalam kondisi durhaka dan menentang Allah dan RasulNya pada-hal mereka mengetahui hal tersebut. Oleh karena itu Allah berfirman,

(95) ﴾ وَلَن يَتَمَنَّوۡهُ أَبَدَۢا بِمَا قَدَّمَتۡ أَيۡدِيهِمۡۚ ﴿ "Dan sekali-kali mereka tidak akan menginginkan kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-ke-salahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri)" disebabkan kekufuran dan kemaksiatan, karena mereka sangat mengetahui bahwa hal itu adalah jalan bagi mereka kepada pembalasan atas perbuatan-perbuatan mereka yang buruk, maka kematian itu ada-lah suatu perkara yang paling mereka benci, dan mereka adalah orang yang paling rakus terhadap kehidupan dibanding setiap manusia hingga dari kaum musyrikin yang tidak beriman kepada salah seorang Rasul pun dari para Rasul dan kitab-kitab. Kemudian Allah menyebutkan tentang sifat cinta mereka yang begitu besar terhadap kehidupan dunia seraya berfirman,

(96) ﴾ يَوَدُّ أَحَدُهُمۡ لَوۡ يُعَمَّرُ أَلۡفَ سَنَةٖ ﴿ "Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun." Hal ini, adalah lebih dalam maknanya dari sekedar ketamakan, di mana mereka berkhayal tentang suatu hal yang paling mustahil di antara hal-hal yang mustahil, walau-pun faktanya bila mereka diberikan kehidupan sebanyak yang di-sebutkan dalam ayat ini, tetap saja tidak ada gunanya sama sekali bagi mereka, dan tidak juga menyelamatkan mereka dari azab. ﴾ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِمَا يَعۡمَلُونَ ﴿ "Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan." Ini adalah sebuah ancaman bagi mereka dengan adanya pembalasan terhadap perbuatan-perbuatan mereka.

2:97–98Страница 15

قُلۡ مَن كَانَ عَدُوّٗا لِّـجِبۡرِيلَ فَإِنَّهُۥ نَزَّلَهُۥ عَلَىٰ قَلۡبِكَ بِإِذۡنِ ٱللَّهِ مُصَدِّقٗا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَهُدٗى وَبُشۡرَىٰ لِلۡمُؤۡمِنِينَ ٩٧

Скажи: «Кто является врагом Джибрилу (Гавриилу)?». Он низвел его (Коран) на твое сердце с соизволения Аллаха в подтверждение правдивости того, что было прежде, в качестве верного руководства и благой вести для верующих.

مَن كَانَ عَدُوّٗا لِّلَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَجِبۡرِيلَ وَمِيكَىٰلَ فَإِنَّ ٱللَّهَ عَدُوّٞ لِّلۡكَٰفِرِينَ ٩٨

Если кто враждует с Аллахом и Его ангелами, посланниками, Джибрилом (Гавриилом) и Микаилом (Михаилом), то ведь Аллах является врагом неверующих.

"Katakanlah, 'Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (al-Qur`an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-ma-laikatNya, rasul-rasulNya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir'." (Al-Baqarah: 97-98).

(97-98) Maksudnya, katakanlah kepada orang-orang Ya-hudi yang mengklaim bahwasanya hal yang menghalangi mereka dari beriman adalah bahwa Jibril عليه السلام, walimu (Muhammad ﷺ), seandainya dia adalah berupa malaikat-malaikat Allah yang lain selain Jibril, niscaya mereka beriman kepadamu dan memper-cayaimu. Sesungguhnya klaim seperti ini saling bertentangan dan merupakan kesombongan terhadap Allah, karena Jibril عليه السلام itu adalah malaikat yang turun dengan membawa al-Qur`an dari Allah kepada hatimu, dan dialah yang turun juga kepada para Nabi se-belummu, dan Allah-lah yang memerintahkan dan mengutusnya dengan tugas seperti itu, maka dia sebatas malaikat yang diutus, padahal kitab yang diturunkan oleh Jibril itu telah membenarkan apa yang telah lewat dari kitab-kitab yang sebelumnya dan tidak menyelisihi dan bertentangan dengannya. Kitab ini berisi petunjuk yang sempurna dari segala bentuk kesesatan, juga berisi kabar gembira tentang kebaikan dunia dan akhirat bagi orang yang ber-iman kepadanya, maka permusuhan terhadap Jibril yang dijelaskan sifat-sifatnya di atas adalah sebuah pengingkaran terhadap Allah dan ayat-ayatNya serta permusuhan kepada Allah, kepada Rasul-rasulNya dan malaikat-malaikatNya. Sesungguhnya permusuhan mereka terhadap Jibril bukanlah kepada Jibril pribadi, namun juga terhadap al-Qur`an yang dibawa olehnya dari sisi Allah berupa kebenaran (yang diturunkan) kepada Rasul-rasul Allah, maka permusuhan dan pengingkaran itu mencakup kepada Dzat yang menyuruhnya turun dan kepada al-Qur`an yang diturunkan olehNya serta kepada Rasul yang diturunkan kitab itu kepadanya, inilah maksud dari hal itu.

2:99Страница 15

وَلَقَدۡ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ ءَايَٰتِۭ بَيِّنَٰتٖۖ وَمَا يَكۡفُرُ بِهَآ إِلَّا ٱلۡفَٰسِقُونَ ٩٩

Мы ниспосылали тебе ясные знамения, и не веруют в них только нечестивцы.

"Dan sungguh Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik." (Al-Baqarah: 99).

(99) Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad ﷺ, ﴾ وَلَقَدۡ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ ءَايَٰتِۭ بَيِّنَٰتٖۖ ﴿ "Dan sungguh Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas," yang dapat diperoleh darinya petunjuk bagi orang yang mencari hidayah, dan menegakkan hujjah atas orang yang menentangnya, di mana ayat-ayat itu dalam penjelasan dan penunjukannya (dilalah) kepada kebenaran sangatlah jelas, hingga tidak mungkin ditolak kecuali oleh orang-orang yang menyimpang dari perintah Allah dan bermaksiat dari ketaatan kepadaNya, serta berlaku sombong dengan kesombongan yang besar.

2:100Страница 15

أَوَكُلَّمَا عَٰهَدُواْ عَهۡدٗا نَّبَذَهُۥ فَرِيقٞ مِّنۡهُمۚ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ ١٠٠

Неужели всякий раз, когда они заключают завет, часть из них отбрасывает его? Более того, большинство из них не веруют.

"Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman." (Al-Baqarah: 100).

(100) Ayat ini menunjukkan tentang suatu keheranan karena banyaknya perjanjian mereka dan tidak sabarnya mereka untuk menunaikan janji-janji itu. Kata "setiap kali" mengandung makna pengulangan, maka setiap kali ada janji, setiap kali itu juga ada pengingkaran. Apakah sebab dari semua itu? Sebabnya adalah bahwa mayoritas mereka tidak beriman, oleh karena ketiadaan iman mereka itulah yang membawa mereka kepada pengingkaran terhadap janji-janji tersebut, seandainya keimanan mereka itu benar, niscaya mereka seperti orang-orang yang Allah تعالى Firmankan, ﴾ مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ رِجَالٞ صَدَقُواْ مَا عَٰهَدُواْ ٱللَّهَ عَلَيۡهِۖ ﴿ "Di antara orang-orang Mukmin itu ada orang-orang yang mene-pati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah." (Al-Ahzab: 23).

2:101–103Страница 15

وَلَمَّا جَآءَهُمۡ رَسُولٞ مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِ مُصَدِّقٞ لِّمَا مَعَهُمۡ نَبَذَ فَرِيقٞ مِّنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَرَآءَ ظُهُورِهِمۡ كَأَنَّهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ١٠١

Когда к ним пришел Посланник от Аллаха (Мухаммад), подтвердивший правдивость того, что было у них, некоторые из тех, кому было даровано Писание, отбросили Писание Аллаха за спины, словно они не знают истины.

وَٱتَّبَعُواْ مَا تَتۡلُواْ ٱلشَّيَٰطِينُ عَلَىٰ مُلۡكِ سُلَيۡمَٰنَۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيۡمَٰنُ وَلَٰكِنَّ ٱلشَّيَٰطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ ٱلنَّاسَ ٱلسِّحۡرَ وَمَآ أُنزِلَ عَلَى ٱلۡمَلَكَيۡنِ بِبَابِلَ هَٰرُوتَ وَمَٰرُوتَۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنۡ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَآ إِنَّمَا نَحۡنُ فِتۡنَةٞ فَلَا تَكۡفُرۡۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنۡهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِۦ بَيۡنَ ٱلۡمَرۡءِ وَزَوۡجِهِۦۚ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِۦ مِنۡ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمۡ وَلَا يَنفَعُهُمۡۚ وَلَقَدۡ عَلِمُواْ لَمَنِ ٱشۡتَرَىٰهُ مَا لَهُۥ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنۡ خَلَٰقٖۚ وَلَبِئۡسَ مَا شَرَوۡاْ بِهِۦٓ أَنفُسَهُمۡۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ ١٠٢

Они последовали за тем, что читали дьяволы в царстве Сулеймана (Соломона). Сулейман (Соломон) не был неверующим. Неверующими были дьяволы, и они обучали людей колдовству, а также тому, что было ниспослано двум ангелам в Вавилоне - Харуту и Маруту. Но они (ангелы) никого не обучали, не сказав: «Воистину, мы являемся искушением, не становись же неверующим». Они обучались у них тому, как разлучать мужа с женой, но никому не могли причинить вред без соизволения Аллаха. Они обучались тому, что приносило им вред и не приносило им пользы. Они знали, что тому, кто приобрел это, нет доли в Последней жизни. Скверно то, что они купили за свои души! Если бы они только знали!

وَلَوۡ أَنَّهُمۡ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَمَثُوبَةٞ مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِ خَيۡرٞۚ لَّوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ ١٠٣

Если бы они уверовали в Аллаха и были богобоязненны, то вознаграждение от Аллаха было бы лучше для них. Если бы они только знали!

"Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan kitab yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak me-ngetahui (bahwa itu adalah kitab Allah). Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setanlah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajar-kan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun hingga mengatakan, 'Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir.' Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat tersebut sihir yang membuat mereka dapat menceraikan antara seorang suami dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Sungguh mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menu-karnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui. Kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sungguh pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengeta-hui."[12](Al-Baqarah: 101-103).

(101) Maksudnya, ketika Rasul yang mulia ini, Muhammad ﷺ, telah datang kepada mereka dengan membawa kitab yang agung dengan kebenaran yang sesuai dengan apa yang ada pada mereka, sedang mereka mengaku bahwa mereka berpegang teguh kepada kitab mereka tersebut, lalu ketika mereka mengingkari Rasul tersebut dan apa yang beliau bawa, maka ﴾ نَبَذَ فَرِيقٞ مِّنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ ﴿ "orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah" yang diturunkan kepada mereka, maksudnya mereka melemparnya karena benci terhadapnya, ﴾ وَرَآءَ ظُهُورِهِمۡ ﴿ "ke belakang (punggung)nya." Ini adalah sikap parah dalam pengingkaran, seolah-olah mereka, dengan tindakannya itu, adalah orang-orang yang tidak tahu, padahal mereka mengetahui kebenarannya dan hakikat kitab yang dibawanya. Maka jelaslah dengan hal ini bahwa kelom-pok ini berasal dari ahli kitab yang mana kitab tersebut tidak akan tetap berada di tangan mereka selama mereka tidak beriman kepada Rasul tersebut, maka kekufuran mereka kepada Nabi ﷺ adalah sebuah pengingkaran terhadap kitab mereka sendiri, tanpa mereka sadari. Ketika hukum takdir dan hikmah Tuhan bahwa barangsiapa yang meninggalkan suatu hal yang bermanfaat baginya dan sangat mungkin dia mengambil manfaat darinya, namun tidak dia man-faatkan, niscaya dia akan diuji dengan disibukkan oleh suatu hal yang justru memudaratkannya, maka barangsiapa yang mening-galkan penyembahan kepada Dzat yang Maha Pengasih, niscaya dia diuji dengan menyembah berhala, dan barangsiapa yang me-ninggalkan cinta kepada Allah, takut dan berharap kepadaNya, niscaya akan diuji dengan cinta kepada selain Allah, takut dan mengharapnya, barangsiapa yang tidak mengeluarkan hartanya dalam ketaatan kepada Allah, niscaya dia akan mengeluarkannya dalam ketaatan kepada setan, barangsiapa yang meninggalkan kepasrahan hanya kepada Rabbnya, niscaya ia akan diuji dengan kepasrahan kepada hamba-hambaNya, dan barangsiapa yang me-ninggalkan kebenaran, niscaya dia akan diuji dengan kebatilan.

(102-103) Seperti itu juga, orang-orang Yahudi ketika mereka melemparkan Kitabullah, mereka akhirnya mengikuti apa yang dibaca oleh setan dan diciptakan dari sebuah sihir pada masa kerajaan Sulaiman, di mana setan-setan mengeluarkan sihir kepada manusia hingga mereka menyangka bahwasanya Sulaiman memakai sihir dan menggunakannya untuk mendapatkan kerajaan yang besar. Mereka adalah pendusta dalam hal itu karena Sulaiman tidak memakainya, karena Allah telah menyucikannya dalam FirmanNya, ﴾ وَمَا كَفَرَ سُلَيۡمَٰنُ ﴿ "Padahal Sulaiman tidaklah kafir," yakni dengan mempelajari sihir karena dia tidak mempelajarinya,﴾ وَلَٰكِنَّ ٱلشَّيَٰطِينَ كَفَرُواْ ﴿ "akan tetapi setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir)" dalam hal itu, ﴾ يُعَلِّمُونَ ٱلنَّاسَ ٱلسِّحۡرَ ﴿ "mereka mengajarkan sihir kepada manusia" karena usaha penyesatan mereka dan semangat mereka untuk menggoda anak Adam, kaum Yahudi juga mengikuti sihir yang diturunkan oleh dua malaikat yang berada di Babil, negeri Irak, di mana sihir diturunkan kepada mereka sebagai ujian dan cobaan dari Allah untuk hamba-hambaNya, lalu mereka berdua mengajarkan sihir kepada orang-orang, ﴾ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنۡ أَحَدٍ حَتَّىٰ ﴿ "sedang keduanya tidak mengajarkan kepada siapa pun hingga" mereka berdua menasihatinya, dan ﴾ يَقُولَآ إِنَّمَا نَحۡنُ فِتۡنَةٞ فَلَا تَكۡفُرۡۖ ﴿ "berkata, 'Sesungguhnya kami hanya cobaan bagimu, sebab itu janganlah kamu kafir'." Maksud-nya, janganlah kamu mempelajari sihir, karena sihir itu adalah kekufuran, mereka berdua melarangnya mempelajari sihir seraya mengabarkan tentang tingkatannya. Pengajaran setan akan sihir dalam bentuk pengaburan dan penyesatan lalu menisbatkan dan melariskannya kepada seseorang yang telah disucikan oleh Allah dari sihir, yaitu Nabi Sulaiman عليه السلام. Adapun pengajaran kedua malaikat itu adalah sebagai cobaan dengan adanya nasihat keduanya, agar tidak menjadi hujjah bagi mereka. Orang-orang Yahudi mengikuti sihir yang diajarkan oleh setan dan sihir yang diajarkan oleh kedua malaikat tersebut, kemu-dian mereka meninggalkan ilmu-ilmu dari para Nabi dan Rasul, dan menerima ilmu-ilmu setan, maka masing-masing orang akan cenderung kepada hal yang sesuai dengannya. Kemudian Allah menyebutkan tentang kemudaratan sihir seraya berfirman, ﴾ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنۡهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِۦ بَيۡنَ ٱلۡمَرۡءِ وَزَوۡجِهِۦۚ ﴿ "Maka me-reka mempelajari dari kedua malaikat sihir yang membuat mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya" padahal cinta kasih kedua suami istri tidaklah dapat diukur dengan cinta kasih selain mereka, karena Allah تعالى telah berfirman tentang mereka berdua, ﴾ وَجَعَلَ بَيۡنَكُم مَّوَدَّةٗ وَرَحۡمَةًۚ ﴿ "Dan dijadikanNya di antara kamu rasa kasih dan sayang." (Ar-Rum: 21). Hal ini menunjukkan bahwa sihir itu memiliki hakikat dan bahwa dia dapat memudaratkan atas izin dari Allah dan atas ke-hendak Allah. Adapun izin itu ada dua macam; izin yang bersifat takdir (penciptaan) yaitu yang bersangkutan dengan kehendak Allah sebagaimana yang ada dalam ayat ini, dan izin yang bersifat syariat sebagaimana dalam FirmanNya تعالى yang lalu, ﴾ فَإِنَّهُۥ نَزَّلَهُۥ عَلَىٰ قَلۡبِكَ بِإِذۡنِ ٱللَّهِ ﴿ "Maka Jibril itu telah menurunkannya (al-Qur`an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah." (Al-Baqarah: 97). Dalam ayat ini dan ayat-ayat yang semisalnya menjelaskan bahwa apa pun sebabnya walaupun ia memiliki pengaruh yang sangat besar, ia tetap saja mengikuti qadha dan takdir di mana sebab-sebab tersebut tidak berdiri sendiri (independent) dalam pengaruhnya, dan tidak ada satu pun dari kelompok-kelompok umat Islam yang menentang dasar kerangka ini selain al-Qadariyah dalam pembahasan perbuatan-perbuatan hamba, di mana mereka menyatakan bahwasanya perbuatan-perbuatan hamba itu terpisah dan tidak tunduk kepada kehendak, mereka mengeluarkannya dari takdir Allah dan mereka menyalahi Kitabullah dan Sunnah Rasulullah ﷺ serta ijma' para sahabat dan tabi'in. Kemudian Allah menyebutkan bahwa ilmu sihir itu murni berbahaya, tidak ada manfaatnya sedikit pun, baik secara agama maupun dunia, sebagaimana terdapat beberapa manfaat pada be-berapa kemaksiatan seperti dalam Firman Allah tentang khamar dan judi, ﴾ قُلۡ فِيهِمَآ إِثۡمٞ كَبِيرٞ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثۡمُهُمَآ أَكۡبَرُ مِن نَّفۡعِهِمَاۗ ﴿ "Katakanlah, 'Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya'." (Al-Baqarah: 219). Sihir itu murni berbahaya bahkan ia tidak memiliki faktor penunjang sama sekali, dan hal-hal yang dilarang itu semuanya murni berbahaya atau mudaratnya lebih besar daripada manfaat-nya, sebagaimana perkara-perkara yang diperintahkan itu juga murni bermanfaat atau manfaatnya lebih besar daripada mudarat-nya. ﴾ وَلَقَدۡ عَلِمُواْ ﴿ "Sungguh mereka telah meyakini," yaitu orang-orang Yahudi, bahwa ﴾ لَمَنِ ٱشۡتَرَىٰهُ ﴿ "barangsiapa yang menukarnya dengan sihir itu," yaitu menyukai sihir sebagaimana pembeli menyukai suatu barang dagangan, ﴾ مَا لَهُۥ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنۡ خَلَٰقٖۚ ﴿ "tiadalah baginya keuntungan di akhirat," maksudnya tidak mendapat bagian, bahkan hal itu mengakibatkan hukuman, dan tidaklah perbuatan mereka itu atas dasar kebodohan, akan tetapi karena sangat menyukai kehidupan dunia daripada akhirat, maka sangat j e l e k l a h ﴾ مَا شَرَوۡاْ بِهِۦٓ أَنفُسَهُمۡۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ ﴿ "perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui," maksudnya, mengetahui akan buah dari per-buatan yang telah mereka lakukan.

2:104–105Страница 16

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَقُولُواْ رَٰعِنَا وَقُولُواْ ٱنظُرۡنَا وَٱسۡمَعُواْۗ وَلِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٞ ١٠٤

О те, которые уверовали! Не говорите Пророку: «Заботься о нас», а говорите: «Присматривай за нами» и слушайте. А неверующим уготованы мучительные страдания.

مَّا يَوَدُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ وَلَا ٱلۡمُشۡرِكِينَ أَن يُنَزَّلَ عَلَيۡكُم مِّنۡ خَيۡرٖ مِّن رَّبِّكُمۡۚ وَٱللَّهُ يَخۡتَصُّ بِرَحۡمَتِهِۦ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ ذُو ٱلۡفَضۡلِ ٱلۡعَظِيمِ ١٠٥

Неверующие из людей Писания и многобожники не хотят, чтобы вам ниспосылалось благо от вашего Господа. Аллах же отмечает Своей милостью, кого пожелает. Аллах обладает великой милостью.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad), 'Ra'ina,' tetapi katakanlah, 'Unzhurna,' dan 'dengarlah.' Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih. Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya suatu kebaikan kepadamu dari Tu-hanmu. Dan Allah menentukan siapa yang dikehendakiNya (untuk diberi) rahmatNya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar." (Al-Baqarah: 104-105).

(104) Kaum Muslimin berkata di tengah perbincangan mereka bersama Rasul saat mereka belajar perkara-perkara agama mereka, ﴾ رَٰعِنَا ﴿ "Perhatikanlah kami," maksudnya perhatikan kon-disi kami, dan mereka bermaksud baik, sedangkan orang-orang Yahudi juga mengatakan seperti itu namun dengan maksud jelek, mereka memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengatakan hal itu kepada Rasulullah ﷺ dengan maksud yang jelek, maka Allah melarang orang-orang beriman mengucapkan kalimat itu untuk mencegah masalah tersebut. Ayat ini menunjukkan larangan tentang suatu perkara yang (pada dasarnya) boleh tetapi bisa menjadi jalan menuju kepada hal yang haram. Juga menunjukkan akhlak dan pemakaian kalimat yang tidak bermakna kecuali hanya yang baik dan tidak keji serta meninggalkan kalimat-kalimat yang jelek, atau yang mengandung makna mengganggu atau perkara yang tidak patut, maka Allah memerintahkan mereka kepada ka-limat-kalimat yang tidak bermaksud kecuali hanya yang baik saja. Allah berfirman, ﴾ وَقُولُواْ ٱنظُرۡنَا ﴿ "Namun katakanlah, 'Lihatlah kami'." dengan kalimat ini cukup mewakili maksud yang dikehendaki tanpa ada sedikit pun masalah, ﴾ وَٱسۡمَعُواْۗ ﴿ "dan dengarlah," Allah tidak menyebutkan hal yang didengar agar menjadi lebih umum kepada segala perkara yang diperintahkan untuk didengar, maka hal itu mencakup perintah mendengar al-Qur`an dan mendengar sunnah yang merupakan hikmah secara lafazh maupun makna dan sebagai respon. Ayat ini juga menunjukkan adab dan ketaatan, kemudian Allah mengancam orang-orang kafir dengan azab yang pedih lagi menyakitkan.

(105) Dan Allah mengabarkan tentang permusuhan orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik terhadap orang-orang beriman yaitu bahwasanya mereka tidaklah menginginkan, ﴾ أَن يُنَزَّلَ عَلَيۡكُم مِّنۡ خَيۡرٖ ﴿ "diturunkannya suatu kebaikan kepadamu," maksudnya, tidak menginginkan kamu (kaum Muslimin) mendapat kebaikan, baik sedikit ataupun banyak ﴾ مِّن رَّبِّكُمۡۚ ﴿ "dari Tuhanmu," karena kedengkian dan kebencian mereka kepada kamu, karena Allah memberikan keistimewaan kepada kalian dari karuniaNya, oleh karena ﴾ ذُو ٱلۡفَضۡلِ ٱلۡعَظِيمِ ﴿ "Allah mempunyai karunia yang besar," dan di antara karuniaNya atas kalian adalah menurunkan kitab kepada Rasul kalian untuk menyucikan kalian, mengajarkan kalian kitab dan hikmah tersebut, dan mengajarkan kalian apa yang belum ka-lian ketahui, maka segala pujian dan pengagungan hanya bagiNya.

2:106–107Страница 17

۞ مَا نَنسَخۡ مِنۡ ءَايَةٍ أَوۡ نُنسِهَا نَأۡتِ بِخَيۡرٖ مِّنۡهَآ أَوۡ مِثۡلِهَآۗ أَلَمۡ تَعۡلَمۡ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ ١٠٦

Когда Мы отменяем или заставляем забыть один аят, то приводим тот, который лучше его, или равный ему. Разве ты не знаешь, что Аллах способен на всякую вещь?

أَلَمۡ تَعۡلَمۡ أَنَّ ٱللَّهَ لَهُۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِن وَلِيّٖ وَلَا نَصِيرٍ ١٠٧

Разве ты не знаешь, что Аллаху принадлежит власть над небесами и землей, и что нет у вас, кроме Аллаха, ни покровителя, ни помощника?

"Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik dari-padanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu menge-tahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu? Tidakkah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepu-nyaan Allah? Dan tiada seorang pelindung maupun seorang peno-long pun bagimu selain Allah." (Al-Baqarah: 106-107).

(106) Nasakh (mengganti dan menghapus) bermakna me-mindahkan, maka hakikat dari nasakh itu adalah memindahkan seorang mukallaf dari suatu hukum syariat kepada hukum syariat yang lain atau bahkan digugurkan. Hukum nasakh ini diingkari oleh orang-orang Yahudi bahkan mereka mengira bahwa hal itu tidak boleh, padahal telah disebutkan dalam kitab mereka Taurat. Oleh karena itu, pengingkaran mereka terhadapnya merupakan kekufuran dan hawa nafsu belaka, dan Allah mengabarkan ten-tang hikmahNya dalam nasakh tersebut dan bahwasanya tidaklah dinasakh, ﴾ مِنۡ ءَايَةٍ أَوۡ نُنسِهَا ﴿ "ayat mana saja, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya," maksudnya Kami jadikan manusia melupakannya dan Kami menghilangkannya dari hati mereka, ﴾ نَأۡتِ بِخَيۡرٖ مِّنۡهَآ ﴿ "Kami datangkan yang lebih baik darinya" dan lebih berguna bagi kalian, ﴾ أَوۡ مِثۡلِهَآۗ ﴿ "atau sebanding dengannya." Maka ayat ini menunjukkan bahwa yang menasakh tidak akan menjadi maslahat yang lebih kecil daripada yang dinasakh, karena karunia Allah تعالى itu selalu bertambah, khususnya terhadap umat ini yang telah Dia mudahkan urusan agamanya dengan semudah-mudahnya, dan Dia mengabar-kan bahwa siapa yang menghina nasakh, maka sesungguhnya dia telah menghina kerajaan dan KuasaNya. Allah berfirman,﴾ أَلَمۡ تَعۡلَمۡ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ ﴿ "Tidakkah kamu mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu?"

(107) ﴾ أَلَمۡ تَعۡلَمۡ أَنَّ ٱللَّهَ لَهُۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ ﴿ "Tidakkah kamu menge-tahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah?" Apabila Dia adalah Raja kalian Yang memerintah kalian sebagai perintah Raja Yang Pemurah lagi Pengasih dalam ketetapan-ketetapanNya, perintah-perintahNya, larangan-laranganNya, sebagaimana tidak ada halangan bagiNya dalam menakdirkan sesuatu yang ditakdir-kanNya, maka tidak ada pula yang menghalangiNya dalam segala yang ditetapkanNya tentang hukum-hukum syariat bagi hamba-hambaNya. Maka seorang hamba telah diatur dan disiapkan untuk tunduk di bawah perintah-perintah Tuhannya, baik agama maupun hal-hal yang telah ditentukan, maka kenapa dia menolak? Allah juga pelindung bagi hambaNya dan penolong mereka, Dia menjadi Pelindung mereka dalam memperoleh hal-hal yang ber-guna bagi mereka, menolong mereka dalam menjauhkan mereka dari hal-hal yang mudarat, maka di antara perlindungan Allah terhadap mereka adalah Dia mensyariatkan bagi mereka hukum-hukum yang didasarkan oleh hikmah dan kasih sayangNya kepada mereka. Barangsiapa yang memperhatikan nasakh yang terjadi dalam al-Qur`an dan as-Sunnah, niscaya dia akan mengetahui hikmah-hikmah Allah, kasih sayangNya terhadap hamba-hambaNya, dan membawa mereka kepada kemaslahatan tanpa mereka sadari akan kemurahanNya.

2:108–110Страница 17

أَمۡ تُرِيدُونَ أَن تَسۡـَٔلُواْ رَسُولَكُمۡ كَمَا سُئِلَ مُوسَىٰ مِن قَبۡلُۗ وَمَن يَتَبَدَّلِ ٱلۡكُفۡرَ بِٱلۡإِيمَٰنِ فَقَدۡ ضَلَّ سَوَآءَ ٱلسَّبِيلِ ١٠٨

Или же вы хотите попросить вашего Посланника, как прежде они (сыны Исраила) попросили Мусу (Моисея)? Кто сменил веру на неверие, тот уже сбился с прямого пути.

وَدَّ كَثِيرٞ مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ لَوۡ يَرُدُّونَكُم مِّنۢ بَعۡدِ إِيمَٰنِكُمۡ كُفَّارًا حَسَدٗا مِّنۡ عِندِ أَنفُسِهِم مِّنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ ٱلۡحَقُّۖ فَٱعۡفُواْ وَٱصۡفَحُواْ حَتَّىٰ يَأۡتِيَ ٱللَّهُ بِأَمۡرِهِۦٓۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ١٠٩

После того как прояснилась им истина, многие из людей Писания из зависти своей хотели бы отвратить вас от веры, когда вы уже приняли ее. Простите их и будьте великодушны, пока Аллах не явится со Своим повелением. Воистину, Аллах способен на всякую вещь.

وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَۚ وَمَا تُقَدِّمُواْ لِأَنفُسِكُم مِّنۡ خَيۡرٖ تَجِدُوهُ عِندَ ٱللَّهِۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ١١٠

Совершайте намаз и выплачивайте закят. Все то доброе, что вы предварите для себя, вы найдете у Аллаха. Воистину, Аллах видит то, что вы совершаете.

"Apakah kamu ingin bertanya kepada Rasulmu seperti Bani Israil bertanya kepada Musa pada zaman dahulu? Dan barang-siapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus. Sebagian besar ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkan dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintahNya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan." (Al-Baqarah: 108-110).

(108) Allah melarang orang-orang yang beriman atau orang-orang Yahudi untuk bertanya kepada Rasul mereka,﴾ كَمَا سُئِلَ مُوسَىٰ مِن قَبۡلُۗ ﴿ "sebagaimana Bani Israil bertanya kepada Musa pada zaman dahulu?" Maksud dari hal itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang menyu-litkan dan menantang, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah, ﴾ يَسۡـَٔلُكَ أَهۡلُ ٱلۡكِتَٰبِ أَن تُنَزِّلَ عَلَيۡهِمۡ كِتَٰبٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِۚ فَقَدۡ سَأَلُواْ مُوسَىٰٓ أَكۡبَرَ مِن ذَٰلِكَ فَقَالُوٓاْ أَرِنَا ٱللَّهَ جَهۡرَةٗ ﴿ "Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sungguh mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata, 'Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata'." (An-Nisa`: 153). Allah تعالى juga berfirman, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَسۡـَٔلُواْ عَنۡ أَشۡيَآءَ إِن تُبۡدَ لَكُمۡ تَسُؤۡكُمۡ ﴿ "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyu-sahkanmu." (Al-Ma`idah: 101). Ayat-ayat ini dan yang semisalnya adalah pertanyaan-perta-nyaan yang dilarang. Adapun pertanyaan untuk mendapat arahan dan ilmu, maka yang demikian itu adalah terpuji, dan sesungguhnya Allah telah memerintahkannya sebagaimana dalam FirmanNya, ﴾ فَسۡـَٔلُوٓاْ أَهۡلَ ٱلذِّكۡرِ إِن كُنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ 43 ﴿ "Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui." (An-Nahl: 43). Dan Allah menyetujui mereka dalam hal itu dalam Firman-Nya, ﴾ يَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡخَمۡرِ وَٱلۡمَيۡسِرِۖ ﴿ "Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi." (Al-Baqa-rah: 219). ﴾ وَيَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡيَتَٰمَىٰۖ ﴿ "Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim." (Al-Baqarah: 220). Dan semacamnya. Ketika hal-hal yang dilarang darinya itu tercela, yang mung-kin saja membawa pelakunya jatuh kepada kekufuran, maka Allah berfirman, ﴾ وَمَن يَتَبَدَّلِ ٱلۡكُفۡرَ بِٱلۡإِيمَٰنِ فَقَدۡ ضَلَّ سَوَآءَ ٱلسَّبِيلِ ﴿ "Dan barangsiapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus."

(109) Kemudian Allah mengabarkan tentang sifat hasad sebagian besar dari orang-orang ahli Kitab dan bahwasanya kondisi tersebut memuncak hingga mereka berkeinginan,﴾ لَوۡ يَرُدُّونَكُم مِّنۢ بَعۡدِ إِيمَٰنِكُمۡ كُفَّارًا ﴿ "agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman," dan mereka berusaha untuk itu, dan meng-gunakan segala tipu daya, namun tipu daya mereka itu kembali kepada mereka sendiri, sebagaimana Allah berfirman, ﴾ وَقَالَت طَّآئِفَةٞ مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ ءَامِنُواْ بِٱلَّذِيٓ أُنزِلَ عَلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَجۡهَ ٱلنَّهَارِ وَٱكۡفُرُوٓاْ ءَاخِرَهُۥ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ 72 ﴿ "Segolongan (lain) dari ahli Kitab berkata (kepada sesamanya), 'Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada al-Qur`an yang ditu-runkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada per-mulaan siang, dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang Mukmin) kembali (kepada kekafiran)'." (Ali Imran: 72). Ini adalah kedengkian mereka yang timbul dari diri mereka sendiri, lalu Allah memerintahkan kepada mereka untuk membalas orang-orang yang sangat berlaku buruk terhadap mereka dengan cara memaafkan mereka dan berlapang dada hingga datang keten-tuan Allah, kemudian setelah itu datanglah ketentuan Allah kepada mereka agar berjihad, maka Allah menenangkan hati orang-orang yang beriman di antara mereka. Mereka memerangi orang-orang yang telah memerangi, mereka menawan orang-orang yang telah menawan dan mereka mengusir orang-orang yang telah mengusir. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ﴿ "Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala se-suatu."

(110) Kemudian Allah memerintahkan mereka untuk me-nyibukkan diri mereka pada saat ini dengan menegakkan shalat, menunaikan zakat, dan mengerjakan segala ibadah, dan Allah menjanjikan bagi mereka bahwasanya bagaimana pun mereka melakukan suatu kebaikan, niscaya tidak akan disia-siakan. Bahkan mereka akan mendapatkan balasan dariNya dengan sempurna dan tidak kurang sedikit pun, karena telah dijaga olehNya.﴾ إِنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ﴿ "Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan."

2:111–112Страница 17

وَقَالُواْ لَن يَدۡخُلَ ٱلۡجَنَّةَ إِلَّا مَن كَانَ هُودًا أَوۡ نَصَٰرَىٰۗ تِلۡكَ أَمَانِيُّهُمۡۗ قُلۡ هَاتُواْ بُرۡهَٰنَكُمۡ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ١١١

Они сказали: «Не войдет в Рай никто, кроме иудеев или христиан». Таковы их мечты. Скажи: «Приведите ваше доказательство, если вы говорите правду».

بَلَىٰۚ مَنۡ أَسۡلَمَ وَجۡهَهُۥ لِلَّهِ وَهُوَ مُحۡسِنٞ فَلَهُۥٓ أَجۡرُهُۥ عِندَ رَبِّهِۦ وَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ١١٢

О нет! Кто покорит свой лик Аллаху, совершая добро, тот получит награду от своего Господа. Они не познают страха и не будут опечалены.

"Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, 'Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani.' Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah, 'Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar.' (Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang dia ber-buat kebajikan, maka baginya pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka ber-sedih hati." (Al-Baqarah: 111-112).

(111) Maksudnya, orang-orang Yahudi berkata, "Tidaklah akan masuk surga kecuali orang Yahudi," dan orang-orang Nasrani berkata, 'Tidaklah akan masuk surga kecuali orang Nasrani." Me-reka menentukan bahwa surga itu bagi mereka sendiri, namun hal ini hanya sebatas angan-angan kosong belaka yang tidak dapat diterima kecuali dengan hujjah dan keterangan yang jelas, maka berikanlah hujjah dan keterangan yang jelas jikalau kalian adalah orang-orang yang benar, demikianlah seharusnya bagi orang yang mengaku dengan suatu pengakuan bahwa dia harus memberikan keterangan dan hujjahnya untuk membenarkan pengakuannya tersebut, namun bila dia tidak memberikannya, maka pengakuan-nya itu dikembalikan kepadanya dan jika ada seseorang yang mengaku dengan hal yang bertentangan dengan pengakuan yang tadi juga tanpa ada keterangan dan hujjah, maka tidaklah ada perbedaan antara kedua pengakuan tersebut. Bukti nyata (burhan) adalah hal yang membenarkan pengakuan atau mendustakannya, dan ketika mereka semua tidak memiliki keterangan yang jelas, maka diketahuilah kebohongan mereka dalam pengakuan tersebut.

(112) Kemudian Allah تعالى menyebutkan keterangan yang jelas dan bersifat umum bagi setiap orang seraya berfirman, ﴾ بَلَىٰۚ ﴿ "(Tidak demikian) tentu," maksudnya tidak seperti angan-angan dan klaim kalian, akan tetapi ﴾ مَنۡ أَسۡلَمَ وَجۡهَهُۥ لِلَّهِ ﴿ "barangsiapa yang menye-rahkan diri kepada Allah," maksudnya mengikhlaskan segala perbuat-annya dan dengan menyerahkan hatinya kepadaNya, ﴾ وَهُوَ ﴿ "sedang ia" dengan keikhlasannya itu, ﴾ مُحۡسِنٞ ﴿ "berbuat kebajikan" dalam menyembah Rabbnya dengan menyembahNya sesuai syariatNya, maka mereka itulah penghuni surga, dan bagi mereka ganjaran di sisi Rabb mereka yaitu surga dengan segala kenikmatan yang ada padanya, ﴾ وَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ﴿ "dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati," mereka memperoleh apa yang diharapkan dan terhindar dari apa yang dikhawatirkan. Dapat dipahami dari sini bahwa barangsiapa yang berbeda dengan keterangan di atas, maka dia adalah penghuni neraka lagi sengsara. Oleh karena itu, tidaklah ada keselamatan kecuali bagi orang-orang yang ikhlas dalam beribadah kepada Tuhannya dan mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ.

2:113Страница 18

وَقَالَتِ ٱلۡيَهُودُ لَيۡسَتِ ٱلنَّصَٰرَىٰ عَلَىٰ شَيۡءٖ وَقَالَتِ ٱلنَّصَٰرَىٰ لَيۡسَتِ ٱلۡيَهُودُ عَلَىٰ شَيۡءٖ وَهُمۡ يَتۡلُونَ ٱلۡكِتَٰبَۗ كَذَٰلِكَ قَالَ ٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَ مِثۡلَ قَوۡلِهِمۡۚ فَٱللَّهُ يَحۡكُمُ بَيۡنَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ فِيمَا كَانُواْ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَ ١١٣

Иудеи сказали: «Христиане не следуют прямым путем». А христиане сказали: «Иудеи не следуют прямым путем». Все они читают Писание, но слова невежественных людей похожи на их слова. В День воскресения Аллах рассудит их в том, в чем они расходились во мнениях.

"Dan orang-orang Yahudi berkata, 'Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan,' dan orang-orang Nasrani ber-kata, 'Orang-orang Yahudi tidak mempunyai suatu pegangan,' padahal mereka (sama-sama) membaca al-Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka. Maka Allah akan mengadili di antara mereka pada Hari Kiamat tentang sesuatu yang mereka berselisih padanya." (Al-Baqarah: 113).

(113) Yang demikian itu disebabkan karena orang-orang ahli Kitab menyimpan hawa nafsu dan dengki yang besar hingga sebagian mereka menyesatkan sebagian lain, dan sebagian lagi mengkafirkan sebagian lain sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak membaca dan menulis dari kaum musy-rikin Arab dan selainnya, setiap kelompok menyesatkan kelompok lainnya. Dan Allah akan menghakimi di antara kelompok-kelom-pok yang bertikai itu dengan ketetapanNya yang adil yang telah dikabarkan kepada hamba-hambaNya, maka tidaklah ada keber-hasilan dan tidak juga ada keselamatan kecuali bagi orang yang mempercayai seluruh Rasul dan Nabi, dan menaati perintah-perin-tah Rabbnya, menjauhi larangan-laranganNya; sedangkan orang yang selain mereka, maka dia termasuk yang binasa.

2:114Страница 18

وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّن مَّنَعَ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ أَن يُذۡكَرَ فِيهَا ٱسۡمُهُۥ وَسَعَىٰ فِي خَرَابِهَآۚ أُوْلَٰٓئِكَ مَا كَانَ لَهُمۡ أَن يَدۡخُلُوهَآ إِلَّا خَآئِفِينَۚ لَهُمۡ فِي ٱلدُّنۡيَا خِزۡيٞ وَلَهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٞ ١١٤

Кто может быть несправедливее того, кто запрещает в мечетях Аллаха поминать имя Его и стремится разрушить их? Им следовало бы входить туда только с чувством страха. Позор им в мирской жизни и великие мучения в Последней жизни.

"Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang meng-halang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjidNya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (masjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Di dunia mereka mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat." (Al-Baqarah: 114).

(114) Maksudnya, tidak ada seorang pun yang lebih zhalim dan lebih jahat daripada orang yang menghalang-halangi menye-but nama Allah, mendirikan shalat, dan ibadah ketaatan lainnya dalam masjidNya, ﴾ وَسَعَىٰ ﴿ "dan berusaha" yaitu bersungguh-sungguh dan mengerahkan segala kemampuannya ﴾ فِي خَرَابِهَآۚ ﴿ "untuk mero-bohkannya," baik dengan fisik maupun maknawi. Makna meroboh-kannya dalam bentuk fisik adalah menghancurkan, membongkar dan mengotorinya, sedangkan merobohkannya dalam bentuk maknawi adalah menghalangi orang-orang dari berdzikir kepada Allah di dalamnya. Keterangan ini bersifat umum bagi setiap orang yang berciri dengan sifat-sifat seperti itu. Oleh karena itu, termasuk di dalamnya bala tentara gajah Abrahah dan orang-orang Quraisy yang menghalangi Rasulullah ﷺ dari Ka'bah dalam peristiwa Hudaibiyah, dan juga Nasrani ketika mereka menghancurkan Baitul Maqdis dan selain mereka dari orang-orang zhalim yang berusaha menghancurkannya sebagai bentuk permusuhan kepada Allah dan peperangan terhadapNya, lalu Allah membalas mereka dengan melarang mereka memasukinya secara syar'i maupun takdir pen-ciptaan kecuali mereka dalam kondisi terhina dan takut, dan ketika mereka menimbulkan rasa ketakutan bagi hamba-hamba Allah, maka Allah menciptakan ketakutan bagi mereka. Adapun kondisi orang-orang musyrik yang menghalangi Rasulullah ﷺ, tak lama kemudian Allah mengizinkan beliau untuk menaklukkan mereka pada Fathu Makkah dan kemudian melarang kaum musyrikin untuk mendekati rumahNya dalam FirmanNya, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡمُشۡرِكُونَ نَجَسٞ فَلَا يَقۡرَبُواْ ٱلۡمَسۡجِدَ ٱلۡحَرَامَ بَعۡدَ عَامِهِمۡ هَٰذَاۚ ﴿ "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini." (At-Taubah: 28). Adapun bala tentara gajah, maka Allah telah menyebutkan kisahnya (dalam surat al-Fil) dan apa yang telah menimpa mereka, dan juga Nasrani, maka Allah menjadikan kaum Muslimin mengua-sai mereka hingga mampu mengusir mereka dari Baitul Maqdis. Seperti itulah bagi setiap orang yang berciri seperti mereka di mana pasti akan mendapatkan bagiannya. Ini semua adalah di antara ayat-ayat yang agung yang dika-barkan oleh Allah sebelum terjadi yang pada akhirnya terbukti terjadi sesuai dengan apa yang Dia kabarkan. Dan para ulama mengambil ayat ini sebagai dalil bahwasanya tidak boleh memberi kesempatan bagi kaum kafir untuk memasuki masjid-masjid. ﴾ لَهُمۡ فِي ٱلدُّنۡيَا خِزۡيٞ ﴿ "Mereka di dunia mendapat kehinaan," yaitu celaan, seba-gaimana yang telah dijelaskan, ﴾ وَلَهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٞ ﴿ "dan di akhirat mereka mendapat siksa yang berat." Apabila tidak ada yang lebih zhalim daripada para penghalang yang menghalangi orang-orang yang berdzikir kepadaNya dalam masjidNya, maka tidak ada juga yang lebih beriman daripada orang-orang yang memakmurkan masjid, baik memakmurkan dengan fisik maupun maknawi seba-gaimana Firman Allah, ﴾ إِنَّمَا يَعۡمُرُ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ ﴿ "Hanya orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirlah yang memakmurkan masjid-masjid Allah." (At-Taubah: 19). Bahkan Allah تعالى telah memerintahkan untuk meninggikan rumah-rumahNya, mengagungkannya, dan memuliakannya. Allah berfirman, ﴾ فِي بُيُوتٍ أَذِنَ ٱللَّهُ أَن تُرۡفَعَ وَيُذۡكَرَ فِيهَا ٱسۡمُهُۥ ﴿ "Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut namaNya di dalamnya." (An-Nur: 36). Dan masjid memiliki hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan yang tidak sedikit, yang pada intinya semuanya berdasar dari kan-dungan ayat-ayat yang mulia ini.

2:115Страница 18

وَلِلَّهِ ٱلۡمَشۡرِقُ وَٱلۡمَغۡرِبُۚ فَأَيۡنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجۡهُ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ وَٰسِعٌ عَلِيمٞ ١١٥

Аллаху принадлежат восток и запад. Куда бы вы ни повернулись, там будет Лик Аллаха. Воистину, Аллах - Объемлющий, Знающий.

"Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap, di situlah Wajah Allah. Sesungguhnya Allah Mahaluas (rahmatNya) lagi Maha Mengetahui." (Al-Baqarah: 115).

(115) ﴾ وَلِلَّهِ ٱلۡمَشۡرِقُ وَٱلۡمَغۡرِبُۚ ﴿ "Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat." Allah menyebutkan keduanya secara khusus, karena kedua-nya adalah poros dari ayat-ayat Allah yang agung pada tempat terbitnya cahaya dan terbenamnya, apabila Dia adalah Penguasa bagi kedua arah tersebut, maka pastilah Dia adalah Penguasa se-luruh arah, ﴾ فَأَيۡنَمَا تُوَلُّواْ ﴿ "maka ke mana pun kamu menghadap," yakni (menghadapkan) wajah kalian di antara arah-arah yang ada, apa-bila penghadapan wajah kalian itu karena perintahNya, baik dengan perintahNya untuk menghadap Ka'bah setelah sebelumnya kalian diperintahkan untuk menghadap Baitul Maqdis atau kalian dipe-rintahkan untuk menegakkan shalat di atas kendaraan dalam perjalanan atau semacamnya, maka kiblat itu adalah ke manapun seorang hamba menghadapkan wajahnya, atau kiblatnya tidak jelas maka dia menetapkan dengan dugaan terkuat dalam meng-hadap kepadanya, kemudian jelas setelah itu kesalahan dugaannya, atau dia mendapat udzur karena sakit atau lainnya, maka dalam perkara ini seorang hamba boleh jadi diperintahkan atau dimaafkan. Yang jelas, tidaklah mungkin seseorang menghadap ke suatu arah dari arah-arah yang ada yang keluar dari kerajaan Tuhannya, ﴾ فَثَمَّ وَجۡهُ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ وَٰسِعٌ عَلِيمٞ ﴿ "karena di situlah Wajah Allah. Sesung-guhnya Allah Mahaluas (rahmatNya) lagi Maha Mengetahui." Ayat ini merupakan dalil tentang penetapan akan Wajah Allah تعالى yang sesuai denganNya. Oleh karena itu Allah memiliki Wajah, yang semua wajah tidak serupa denganNya dan Dia تعالى sangat luas karunia dan sifatNya, dan yang terbesar darinya adalah Dia Mahatahu tentang yang kalian sembunyikan dan kalian niat-kan, dan di antara karunia dan ilmuNya adalah Dia memudahkan segala perkara bagi kalian dan Dia menerima apa yang diperintah-kan kepada kalian, maka segala puji dan syukur hanya bagiNya.

Текст: Quranic Universal Library (Tarteel) через spa5k/tafsir_api (MIT), в зафиксированной версии. Аяты: Quran Foundation. Источники и лицензии

Содержание

Аят аль-Курси36Аль-Кахфстр. 42джуз 15Бухари 1Муслим 2999

Вид

Тема
Размер текста
Вид

Read in English