Ас-Саади · Тафсир · на индонезийском
Аль-Касас 28:71–88
28:71–73Страница 394
قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِن جَعَلَ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمُ ٱلَّيۡلَ سَرۡمَدًا إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ مَنۡ إِلَٰهٌ غَيۡرُ ٱللَّهِ يَأۡتِيكُم بِضِيَآءٍۚ أَفَلَا تَسۡمَعُونَ ٧١
Скажи: «Как вы думаете, какой бог, кроме Аллаха, сможет принести вам свет, если Аллах продлит вам ночь до Дня воскресения? Неужели вы не слышите?».
قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِن جَعَلَ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمُ ٱلنَّهَارَ سَرۡمَدًا إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ مَنۡ إِلَٰهٌ غَيۡرُ ٱللَّهِ يَأۡتِيكُم بِلَيۡلٖ تَسۡكُنُونَ فِيهِۚ أَفَلَا تُبۡصِرُونَ ٧٢
Скажи: «Как вы думаете, какой бог, кроме Аллаха, сможет принести вам ночь, чтобы вы могли отдохнуть во время нее, если Аллах продлит вам день до Дня воскресения? Неужели вы не видите?».
وَمِن رَّحۡمَتِهِۦ جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ لِتَسۡكُنُواْ فِيهِ وَلِتَبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِهِۦ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ٧٣
По милости Своей Он сотворил для вас ночь и день, чтобы вы отдыхали во время нее и искали Его милость, - быть может, вы будете благодарны.
"Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadi-kan untukmu malam itu terus-menerus sampai Hari Kiamat, siapa-kah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?' Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai Hari Kiamat, siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristira-hat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?' Dan karena rahmatNya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari seba-gian dari karuniaNya (pada siang hari), dan agar kamu bersyukur kepadaNya." (Al-Qashash: 71-73).
(71-73) Ini adalah karunia dari Allah سبحانه وتعالى terhadap hamba-hambaNya. Dia mengajak mereka bersyukur (berterima-kasih) kepadaNya, melaksanakan pengabdian kepadaNya dan menunai-kan hakNya, karena Dia telah menjadikan untuk mereka sebagian dari rahmat (kasih sayang)Nya berupa siang, agar mereka dapat mencari karunia Allah dan bertebaran untuk mencari rizki dan penghidupan di bawah cahayaNya, dan berupa malam agar me-reka merasakan ketenangan dan kedamaian, agar jasad dan jiwa mereka beristirahat dari kelelahan beraktifitas di siang hari. Ini semua bagian dari karunia dan rahmatNya kepada hamba-hamba-Nya (manusia). Apakah ada seseorang yang mampu melakukan hal itu? Kalau saja ﴾ جَعَلَ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمُ ٱلَّيۡلَ سَرۡمَدًا إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ مَنۡ إِلَٰهٌ غَيۡرُ ٱللَّهِ يَأۡتِيكُم بِضِيَآءٍۚ أَفَلَا تَسۡمَعُونَ ﴿ "Allah menjadikan untukmu malam itu terus-menerus sampai Hari Kiamat, siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar" nasihat-nasihat Allah dan ayat-ayatNya dengan penuh penghayatan, menerima dan patuh? Dan jika ﴾ جَعَلَ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمُ ٱلنَّهَارَ سَرۡمَدًا إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ مَنۡ إِلَٰهٌ غَيۡرُ ٱللَّهِ يَأۡتِيكُم بِلَيۡلٖ تَسۡكُنُونَ فِيهِۚ أَفَلَا تُبۡصِرُونَ ﴿ "Allah menjadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai Hari Kiamat, siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan" sisi-sisi yang bisa diambil pela-jarannya dan letak-letak berbagai bukti (kekuasaan, keesaan dan rahmatNya. Pent), sehingga mata hati kalian menjadi terang dan kalian dapat menelusuri jalan yang lurus? Dan berkenaan dengan malam Dia mengatakan, ﴾ أَفَلَا تَسۡمَعُونَ ﴿ "Maka apakah kamu tidak mendengar?" sedangkan tentang siang Dia mengatakan, ﴾ أَفَلَا تُبۡصِرُونَ ﴿ "Maka apakah kamu tidak memperhatikan? Karena kekuatan mende-ngar di malam hari itu lebih kuat daripada kekuatan melihat, dan sebaliknya pada siang hari. Di dalam ayat-ayat di atas terkandung peringatan bahwa se-orang hamba hendaklah merenungkan karunia dan nikmat-nikmat Allah kepadanya dan berupaya mengenalnya dan menganalogi-kannya dengan kondisi ketidakberadaannya. Sebab apabila dia membandingkan antara kondisi keberadaan nikmat tersebut de-ngan kondisi ketiadaannya, maka akalnya akan menyadari letak kebaikan Allah. Berbeda halnya dengan orang yang sudah terbiasa dengan berbagai kebiasaan, dan dia melihat bahwa yang menjadi kebiasaan ini adalah perkara yang akan terus berlanjut, sedangkan mata hatinya buta, tidak bisa memuji Allah atas nikmatNya dan tidak bisa merasakan betapa sangat butuhnya dia kepada nikmat-nikmat tersebut setiap saat, maka hal yang seperti ini tidak akan menimbulkan pikiran (kesadaran) untuk bersyukur dan tidak pula mengingat (Allah سبحانه وتعالى).
28:74–75Страница 394
وَيَوۡمَ يُنَادِيهِمۡ فَيَقُولُ أَيۡنَ شُرَكَآءِيَ ٱلَّذِينَ كُنتُمۡ تَزۡعُمُونَ ٧٤
В тот день Он воззовет к ним и скажет: «Где же Мои сотоварищи, о существовании которых вы предполагали?».
وَنَزَعۡنَا مِن كُلِّ أُمَّةٖ شَهِيدٗا فَقُلۡنَا هَاتُواْ بُرۡهَٰنَكُمۡ فَعَلِمُوٓاْ أَنَّ ٱلۡحَقَّ لِلَّهِ وَضَلَّ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ ٧٥
Из каждой общины Мы выберем свидетеля и скажем: «Приведите ваше доказательство!». Тогда они узнают, что истина - с Аллахом. И покинет их (или исчезнет) то, что они измышляли.
"Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata, 'Di manakah sekutu-sekutuKu yang dahulu kamu kata-kan?' Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi, lalu Kami berkata, 'Tunjukkanlah bukti kebenaranmu,' maka tahulah mereka bahwasanya yang haq itu kepunyaan Allah, dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan." (Al-Qashash: 74-75).
(74-75) Maksudnya, dan pada hari di mana Allah memang-gil orang-orang yang telah mempersekutukanNya, yang beralih dari menyembah Allah kepada selain Allah, yaitu mereka yang beranggapan bahwa Allah mempunyai sekutu-sekutu yang berhak disembah, mereka dapat memberikan manfaat dan bisa menimpa-kan bahaya. Maka nanti di Hari Kiamat, Allah hendak memper-lihatkan kelancangan dan kedustaan anggapan mereka serta pen-dustaan mereka terhadap diri mereka sendiri. Allah memanggil mereka, ﴾ أَيۡنَ شُرَكَآءِيَ ٱلَّذِينَ كُنتُمۡ تَزۡعُمُونَ ﴿ "Di manakah sekutu-sekutuKu yang dahulu kamu katakan?" Maksudnya, menurut keyakinan mereka, bukan berdasarkan perintah, seperti dikatakan oleh Allah, ﴾ وَمَا يَتَّبِعُ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ شُرَكَآءَۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنۡ هُمۡ إِلَّا يَخۡرُصُونَ 66 ﴿ "Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidak-lah mengikuti (suatu keyakinan). Tidaklah mereka mengikuti melainkan prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga." (Yunus: 66). Maka apabila mereka itu telah hadir, Allah mengambil,﴾ مِن كُلِّ أُمَّةٖ ﴿ "dari tiap-tiap umat" dari umat-umat yang mendustakan ﴾ شَهِيدٗا ﴿ "seorang saksi," yang memberikan kesaksian atas apa yang telah terjadi di dunia, yaitu perbuatan syirik dan keyakinan mereka. Mereka (yang dipilih itu) tak ubahnya seperti orang-orang pilihan. Allah memilih dari para tokoh pendusta itu orang yang siap meng-hadapi pertengkaran dan debat membela saudara-saudara mereka. Mereka semua satu pandangan. Lalu apabila mereka telah muncul dalam persidangan, ﴾ فَقُلۡنَا هَاتُواْ بُرۡهَٰنَكُمۡ ﴿ "Kami berkata, 'tunjukkanlah bukti kebenaranmu'." Maksudnya, alasan dan argumen kalian yang membuktikan kebenaran perbuatan syirik kalian. Apakah Kami telah menyuruh kalian melakukan hal itu? Apakah para rasulKu juga memerintahkannya kepada kalian? Apakah kalian menemu-kan hal itu di dalam kitab-kitab suciKu? Apakah di antara mereka ada orang yang berhak mendapat ketuhanan? Apakah mereka (para sekutu itu) berguna bagi kalian? Atau dapat mencegah azab Allah dari kalian? Atau mereka bisa melindungi kalian? Jika benar demikian, maka silahkan mereka melakukannya, jika di antara mereka ada yang mampu maka hendaklah mereka memperlihatkan-nya kepada kalian jika mereka benar-benar memiliki kemampuan. ﴾ فَعَلِمُوٓاْ ﴿ "Maka tahulah mereka," pada saat itu akan kepalsuan dan kerusakan keyakinan mereka, dan ﴾ أَنَّ ٱلۡحَقَّ لِلَّهِ ﴿ "bahwasanya yang haq itu kepunyaan Allah" سبحانه وتعالى. Pertengkaran telah menimpa mereka, argumen mereka habis, sedangkan argumen Allah سبحانه وتعالى sangat jelas. ﴾ وَضَلَّ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ ﴿ "Dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan," yaitu kedustaan dan kebohongan. Ia sirna, habis, dan lenyap. Mereka pun mengetahui bahwasanya Allah benar-benar telah berbuat adil terhadap mereka, di mana Dia tidak menempatkan siksa kecuali terhadap orang-orang yang berhak menyandangnya.
28:76–82Страница 394
۞ إِنَّ قَٰرُونَ كَانَ مِن قَوۡمِ مُوسَىٰ فَبَغَىٰ عَلَيۡهِمۡۖ وَءَاتَيۡنَٰهُ مِنَ ٱلۡكُنُوزِ مَآ إِنَّ مَفَاتِحَهُۥ لَتَنُوٓأُ بِٱلۡعُصۡبَةِ أُوْلِي ٱلۡقُوَّةِ إِذۡ قَالَ لَهُۥ قَوۡمُهُۥ لَا تَفۡرَحۡۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡفَرِحِينَ ٧٦
Воистину, Карун (Корей) был соплеменником Мусы, но притеснял их. Мы даровали ему столько сокровищ, что ключи от них были обременительны даже для нескольких силачей. Соплеменники сказали ему: «Не ликуй, ведь Аллах не любит тех, кто ликует.
وَٱبۡتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡيَاۖ وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَۖ وَلَا تَبۡغِ ٱلۡفَسَادَ فِي ٱلۡأَرۡضِۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ٧٧
А посредством того, что Аллах даровал тебе, стремись к Последней обители, но не забывай о своей доле в этом мире! Твори добро, подобно тому, как Аллах сотворил добро для тебя, и не стремись распространять нечестие на земле, ведь Аллах не любит распространяющих нечестие».
قَالَ إِنَّمَآ أُوتِيتُهُۥ عَلَىٰ عِلۡمٍ عِندِيٓۚ أَوَلَمۡ يَعۡلَمۡ أَنَّ ٱللَّهَ قَدۡ أَهۡلَكَ مِن قَبۡلِهِۦ مِنَ ٱلۡقُرُونِ مَنۡ هُوَ أَشَدُّ مِنۡهُ قُوَّةٗ وَأَكۡثَرُ جَمۡعٗاۚ وَلَا يُسۡـَٔلُ عَن ذُنُوبِهِمُ ٱلۡمُجۡرِمُونَ ٧٨
Он сказал: «Все это даровано мне благодаря знанию, которым я обладаю». Неужели он не знал, что до него Аллах погубил целые поколения, которые превосходили его мощью и накоплениями? Грешники не будут спрошены об их грехах.
فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوۡمِهِۦ فِي زِينَتِهِۦۖ قَالَ ٱلَّذِينَ يُرِيدُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا يَٰلَيۡتَ لَنَا مِثۡلَ مَآ أُوتِيَ قَٰرُونُ إِنَّهُۥ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٖ ٧٩
Он вышел к своему народу в своих украшениях. Те, которые желали мирской жизни, сказали: «Вот если бы у нас было то, что даровано Каруну (Корею)! Воистину, он обладает великой долей».
وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ وَيۡلَكُمۡ ثَوَابُ ٱللَّهِ خَيۡرٞ لِّمَنۡ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحٗاۚ وَلَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ٱلصَّٰبِرُونَ ٨٠
А те, которым было даровано знание, сказали: «Горе вам! Вознаграждение Аллаха будет лучше для тех, которые уверовали и поступали праведно. Но не обретет этого никто, кроме терпеливых».
فَخَسَفۡنَا بِهِۦ وَبِدَارِهِ ٱلۡأَرۡضَ فَمَا كَانَ لَهُۥ مِن فِئَةٖ يَنصُرُونَهُۥ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلۡمُنتَصِرِينَ ٨١
Мы заставили землю поглотить его вместе с его домом. Не было у него сторонников, которые помогли бы ему вместо Аллаха, и сам он не мог помочь себе.
وَأَصۡبَحَ ٱلَّذِينَ تَمَنَّوۡاْ مَكَانَهُۥ بِٱلۡأَمۡسِ يَقُولُونَ وَيۡكَأَنَّ ٱللَّهَ يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَيَقۡدِرُۖ لَوۡلَآ أَن مَّنَّ ٱللَّهُ عَلَيۡنَا لَخَسَفَ بِنَاۖ وَيۡكَأَنَّهُۥ لَا يُفۡلِحُ ٱلۡكَٰفِرُونَ ٨٢
А те, которые накануне желали оказаться на его месте, наутро сказали: «Ох! Аллах увеличивает или ограничивает удел тому из Своих рабов, кому пожелает? Если бы Аллах не оказал нам милость, то Он заставил бы землю поглотить нас. Ох! Неверующие не преуспеют».
"Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka dia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganu-gerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingat-lah) ketika kaumnya berkata kepadanya, 'Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.' Dan carilah pada sesuatu yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Qarun berkata, 'Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku.' Dan apakah dia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasa-kan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka. Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia, 'Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah di-berikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar.' Berkatalah orang-orang yang dianu-gerahi ilmu, 'Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah ada-lah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih, dan tidaklah diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar.' Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah dia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Qarun itu berkata, 'Aduhai, benarlah Allah melapangkan rizki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karuniaNya atas kita, benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)'." (Al-Qashash: 76-82).
(76) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang kondisi Qarun, apa yang telah dia perbuat, apa yang ditimpakan terhadapnya, dia telah diberi nasihat dan ditegur. Allah berfirman, ﴾ إِنَّ قَٰرُونَ كَانَ مِن قَوۡمِ مُوسَىٰ ﴿ "Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa," maksudnya, dari bangsa Isra`il, yaitu orang-orang yang mampu mengungguli ma-nusia lainnya dan melebihi mereka di zamannya. Allah telah meng-anugerahkan kepada mereka segala sesuatu yang telah dianugerah-kanNya. Pada awalnya keadaan mereka selaras dengan (keadaan) istiqamah. Akan tetapi Qarun telah berbuat semena-mena terhadap kaumnya, dia menjadi congkak karena harta benda yang berlimpah yang membuat congkak orang yang diberi anugerah dengannya, ﴾ وَءَاتَيۡنَٰهُ مِنَ ٱلۡكُنُوزِ ﴿ "dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbenda-haraan harta." Maksudnya, perbendaharaan harta kekayaan yang sangat besar, ﴾ مَآ إِنَّ مَفَاتِحَهُۥ لَتَنُوٓأُ بِٱلۡعُصۡبَةِ أُوْلِي ٱلۡقُوَّةِ ﴿ "yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat." Ushbah ada-lah sepuluh hingga sembilan orang, hingga tujuh orang. Artinya: hingga kunci-kunci pembendaharan harta kekayaannya dirasa sangat berat untuk dipikul oleh sekelompok manusia. Itu kunci-kuncinya. Lalu bagaimana dengan perbendaharaan-perbendahara-annya (gudang-gudangnya). ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُۥ قَوۡمُهُۥ ﴿ "Ingatlah ketika kaumnya berkata kepadanya" seraya menasihati dan mengingatkannya dari kecongkakannya, ﴾ لَا تَفۡرَحۡۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡفَرِحِينَ ﴿ "Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri." Maksudnya, jangan kamu bangga dengan harta kekayaan yang sangat besar ini, lalu kamu membangga-banggakan-nya dan membuatmu lalai terhadap akhirat, karena sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang membanggakannya, yaitu orang-orang yang tenggelam dalam mencintainya.
(77) ﴾ وَٱبۡتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَۖ ﴿ "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat." Maksudnya, sudah tercapai bagimu berbagai sarana akhirat yang tidak dimiliki oleh orang lain, yaitu berupa harta kekayaan, maka gunakanlah ia untuk memperoleh sesuatu yang ada di sisi Allah dan bersedekahlah; dan jangan sekali-kali kamu merasa cukup dengan hanya sekedar memperoleh kepuasan nafsu dan meraih berbagai kelezatan, ﴾ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡيَاۖ ﴿ "dan janganlah kamu me-lupakan bagianmu dari duniawi." Maksudnya, Kami tidak memerin-tahmu agar menyedekahkan seluruh harta kekayaanmu sehingga engkau menjadi terlantar, akan tetapi berinfaklah untuk akhiratmu dan bersenang-senanglah dengan harta duniamu dengan tidak merusak agamamu dan tidak pula membahayakan akhiratmu, ﴾ وَأَحۡسِن ﴿ "dan berbuat baiklah," kepada hamba-hamba Allah, ﴾ كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ ﴿ "sebagaimana Allah telah berbuat baik" kepadamu dengan menganugerahimu harta kekayaan ini, ﴾ وَلَا تَبۡغِ ٱلۡفَسَادَ فِي ٱلۡأَرۡضِۖ ﴿ "dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi," dengan bersikap sombong dan berbuat berbagai maksiat terhadap Allah serta teng-gelam di dalam kenikmatan dengan melupakan Pemberi nikmat itu. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ﴿ "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." Bahkan Allah akan menyiksa mereka atas perbuatan itu dengan siksaan yang paling berat.
(78) Maka ﴾ قَالَ ﴿ "berkatalah" Qarun untuk menolak nasihat mereka dan kafir terhadap karunia Tuhannya, ﴾ إِنَّمَآ أُوتِيتُهُۥ عَلَىٰ عِلۡمٍ عِندِيٓۚ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku." Maksudnya, sesungguhnya aku memperoleh harta kekayaan ini karena usahaku dan pengetahuanku tentang berbagai bentuk model usaha dan kepandaianku. Atau: berdasarkan pengetahuan Allah tentang keadaanku. Dia telah mengetahui bahwa aku memang berhak untuk itu. Lalu kenapa kalian menasihatiku atas pemberian yang Allah berikan kepadaku? Lalu Allah berfirman untuk menjelaskan bahwa pemberian-Nya bukan berarti bukti atas baiknya keadaan orang yang menda-patkan pemberian, ﴾ أَوَلَمۡ يَعۡلَمۡ أَنَّ ٱللَّهَ قَدۡ أَهۡلَكَ مِن قَبۡلِهِۦ مِنَ ٱلۡقُرُونِ مَنۡ هُوَ أَشَدُّ مِنۡهُ قُوَّةٗ وَأَكۡثَرُ جَمۡعٗاۚ ﴿ "Dan apakah dia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta?" Maka apa yang (bisa menjadi) penghalang untuk membinasakan Qarun, sedangkan ketetapan dan sunnah Kami masih tetap berlaku, yaitu membinasakan orang yang semisal Qarun, bahkan lebih hebat daripada Qarun, apabila dia melakukan hal-hal yang mengakibatkan kebinasaan? ﴾ وَلَا يُسۡـَٔلُ عَن ذُنُوبِهِمُ ٱلۡمُجۡرِمُونَ ﴿ "Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu tentang dosa-dosa mereka," akan tetapi Allah-lah yang akan menghukum mereka dan menyiksa mereka sesuai dengan perbuatan mereka yang Dia ketahui. Jadi, kalau mereka mengklaim bahwa mereka berkondisi baik dan mereka mengaku selamat, maka ucapan mereka itu bukan berarti diterima, dan itu juga bukan pencegah azab dari mereka sedikit pun, karena dosa-dosa mereka tidak tersembunyi. Maka pengingkaran mereka terhadap dosa-dosa adalah pengingkaran yang tidak pada tempat-nya.
(79) Qarun pun terus dalam sikap pembangkangan, kecong-kakan dan tidak mau menerima nasihat kaumnya karena bangga diri dan sombong, dia telah bangga diri dan terpedaya dengan harta yang dikaruniakan kepadanya, ﴾ فَخَرَجَ ﴿ "maka keluarlah dia," pada suatu hari, ﴾ فِي زِينَتِهِۦۖ ﴿ "dalam kemegahannya," maksudnya, dalam keadaan yang paling megah dari harta kekayaannya. Ia memang memiliki harta yang luar biasa; ia pun sudah bersiap-siap dan ber-dandan dengan dandanan mewah yang dapat dilakukannya. Kemegahan itu biasanya, pada orang semisal dia adalah sangat luar biasa. Kemegahan yang mengumpulkan (seluruh) perhiasan dunia, keindahan, kemegahan dan kebanggaannya, sehingga mata terbelalak melihatnya, dandanannya menakjubkan hati, dan per-hiasannya mencengangkan jiwa, sehingga manusia yang meman-dangnya terbagi menjadi dua kelompok. Masing-masing berbicara sesuai dengan kemauan dan harapan yang dimilikinya, lalu ﴾ قَالَ ٱلَّذِينَ يُرِيدُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia." Maksudnya, orang-orang yang keinginannya terpaku pada-nya, dan dunia menjadi akhir dambaannya, mereka tidak memiliki impian kepada selainnya, ﴾ يَٰلَيۡتَ لَنَا مِثۡلَ مَآ أُوتِيَ قَٰرُونُ ﴿ "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti sesuatu yang telah diberikan kepada Qarun," yaitu harta kekayaan dunia, kenikmatan dan kemewahannya, ﴾ إِنَّهُۥ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٖ ﴿ "sesungguhnya dia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar." Mereka membenarkan bahwa Qarun adalah orang yang mendapat keberuntungan yang sangat besar, kalau saja keadaan seperti itu menjadi harapan mereka, sementara di balik kehidupan dunia ini tidak ada kehidupan yang lain. Sungguh dia telah dikarunia puncak kesenangan dari kese-nangan dunia; dia mampu melakukan semua apa yang ia mau dengan harta kekayaannya itu. Inilah keberuntungan yang sangat besar menurut keinginan mereka! Sungguh impian yang telah men-jadikan hal seperti itu sebagai puncak harapan dan angan-angannya adalah benar-benar impian yang paling hina, paling rendah dan paling tidak bernilai. Ia sama sekali tidak memiliki sedikit keinginan untuk naik kepada harapan-harapan yang tinggi dan dambaan-dambaan yang bernilai mulia.
(80) ﴾ وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ ﴿ "Dan berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu." Yaitu mereka yang mengetahui hakikat segala sesuatu dan melihat kepada esensi dunia di saat mereka (golongan yang pertama) hanya melihat kepada bagian luarnya saja. ﴾ وَيۡلَكُمۡ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah bagimu," dengan nada prihatin terhadap apa yang mereka dambakan untuk diri mereka, sambil melihat kondisi mereka, tidak setuju dengan perkataan mereka. ﴾ ثَوَابُ ٱللَّهِ ﴿ "Pahala Allah," yang sekarang berupa kelezatan beribadah, men-cintaiNya, kembali kepadaNya, dan menghadap kepadaNya, dan kelak di akhirat, berupa surga dan segala isinya yang diinginkan oleh jiwa dan sedap dipandang mata itu lebih baik daripada apa yang kalian dambakan dan impikan itu. Itulah hakikat permasalah-an. Akan tetapi tidak semua orang yang mengetahui hal itu akan lebih mengutamakan yang lebih tinggi nilainya daripada yang rendah. Sungguh tidak ada yang akan menerima hal demikian dan mendapat taufik untuknya ﴾ إِلَّا ٱلصَّٰبِرُونَ ﴿ "kecuali orang-orang yang sabar," yaitu mereka yang menahan diri mereka semata-mata untuk taat kepada Allah, menahan diri mereka dari kedurhakaan terhadap Allah, dan menerima takdir-takdir Allah yang menyakit-kan; mereka sabar atas gemerlap dunia dan kenikmatannya se-hingga tidak memalingkan mereka dari Allah, dan tidak menjadi penghalang antara mereka dengan tujuan mereka diciptakan. Me-rekalah orang-orang yang mengutamakan pahala dari Allah atas dunia fana ini.
(81) Tatkala kondisi kezhaliman dan kemegahan sudah memuncak bagi Qarun, harta kekayaan pun telah menghiasinya, dan kesombongan pun telah menguasai dirinya, maka dia ditimpa azab secara mendadak. ﴾ فَخَسَفۡنَا بِهِۦ وَبِدَارِهِ ٱلۡأَرۡضَ ﴿ "Maka Kami timbun Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi," sebagai balasan setimpal atas perbuatannya. Oleh karena dia telah mengangkat dirinya (sombong) di atas hamba-hamba Allah, maka Allah menurunkannya pada derajat manusia yang paling rendah. Dia ditenggelamkan bersama semua harta yang telah menjadikan dirinya terpedaya, yaitu rumah, seluruh harta benda dan kekayaannya. ﴾ فَمَا كَانَ لَهُۥ مِن فِئَةٖ ﴿ "Maka tidak ada baginya suatu golongan pun" satu kelompok, satu kumpulan, para pembantu dan para tentara, ﴾ يَنصُرُونَهُۥ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلۡمُنتَصِرِينَ ﴿ "yang menolongnya terhadap azab Allah, dan tiadalah dia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya)," maksudnya, kala azab menimpanya, dia tidak ditolong dan tidak bisa menolong dirinya sendiri.
(82) ﴾ وَأَصۡبَحَ ٱلَّذِينَ تَمَنَّوۡاْ مَكَانَهُۥ بِٱلۡأَمۡسِ ﴿ "Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Qarun itu." Maksudnya, orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia yang mengatakan, "Kalau saja kita memiliki seperti apa yang dikaruniakan kepada Qarun," ﴾ يَقُولُونَ ﴿ "mereka berkata" sambil berkeluh kesah, mengambil pelajaran dan dengan rasa takut akan ditimpa azab,﴾ وَيۡكَأَنَّ ٱللَّهَ يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَيَقۡدِرُۖ ﴿ "Aduhai, benarlah Allah melapangkan rizki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNya dan menyempitkan-nya." Maksudnya, menyempitkan rizki terhadap orang yang Dia kehendaki. Maka saat itu kami tahu bahwa pelapangan harta (rizki) kepada Qarun sama sekali tidak menunjukkan pada adanya kebaikan padanya; kami keliru dalam perkataan, "Ia sesungguhnya orang yang mendapat karunia yang sangat besar." ﴾ لَوۡلَآ أَن مَّنَّ ٱللَّهُ عَلَيۡنَا ﴿ "Kalau Allah tidak melimpahkan karuniaNya atas kita." Dia tidak meng-hukum kami atas perkataan yang telah kami katakan. Kalau saja bukan karuniaNya dan kemurahanNya, ﴾ لَخَسَفَ بِنَاۖ ﴿ "benar-benar Dia telah menimbun kita (pula)." Dengan demikian, kebinasaan Qarun telah menjadi siksaan baginya, pelajaran dan nasihat bagi yang lain, sampai-sampai orang-orang yang membanggakannya, dapat kamu ketahui bagaimana mereka menyesal, dan pemikiran me-reka yang sebelumnya berubah. ﴾ وَيۡكَأَنَّهُۥ لَا يُفۡلِحُ ٱلۡكَٰفِرُونَ ﴿ "Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari," baik di dunia ini ataupun di akhirat kelak.
28:83Страница 395
تِلۡكَ ٱلدَّارُ ٱلۡأٓخِرَةُ نَجۡعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوّٗا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فَسَادٗاۚ وَٱلۡعَٰقِبَةُ لِلۡمُتَّقِينَ ٨٣
Ту Последнюю обитель Мы определили для тех, которые не желают превозноситься на земле и распространять нечестие. Добрый исход уготован только для богобоязненных.
"Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (Al-Qashash: 83).
(83) Ketika Allah سبحانه وتعالى mengisahkan tentang Qarun dan harta kekayaan dunia yang dianugerahkan kepadanya, serta akhir ke-sudahan yang menimpanya, dan bahwa orang-orang yang berilmu mengatakan, "Pahala Allah itu lebih baik bagi orang yang beriman dan beramal shalih, maka Allah سبحانه وتعالى mengajak untuk mencintai negeri akhirat dan Dia menginformasikan jalan yang bisa mengantarkan kepadanya, seraya berfirman, ﴾ تِلۡكَ ٱلدَّارُ ٱلۡأٓخِرَةُ ﴿ "Negeri akhirat itu," yang diberitakan oleh Allah سبحانه وتعالى di dalam kitab-kitab suciNya dan dikabarkan oleh para RasulNya, yaitu negeri yang menghimpun seluruh kenikmatan, dan tersingkir darinya segala yang dapat mengotori dan menyempitkan, ﴾ نَجۡعَلُهَا ﴿ "Kami jadikan" sebagai negeri dan tempat tinggal ﴾ لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوّٗا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فَسَادٗاۚ ﴿ "untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di bumi." Maksudnya, mereka sama sekali tidak mempunyai niat. Bagaimana mungkin akan berbuat kesombongan di muka bumi ini terhadap hamba-hamba Allah, takabur terhadap mereka dan terhadap kebenaran? ﴾ وَلَا فَسَادٗاۚ ﴿ "Dan tidak pula berbuat kerusakan," ini mencakup seluruh kemaksiatan. Kalau mereka sudah tidak mempunyai niat (keinginan) untuk berbuat sombong di muka bumi ini dan tidak pula kerusakan, maka sudah pasti keinginan mereka terpusatkan kepada Allah, dan tujuan mereka adalah negeri akhirat, sikap mereka adalah merendahkan diri terhadap hamba-hamba Allah, tunduk kepada kebenaran dan beramal shalih. Mereka itulah orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang akan memperoleh keberuntungan. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ وَٱلۡعَٰقِبَةُ ﴿ "Dan ke-sudahan (yang baik) itu." Maksudnya, suasana keberuntungan dan kesuksesan yang pasti dan terus adalah bagi orang yang bertakwa kepada Allah سبحانه وتعالى. Sedangkan selain mereka, sekalipun mereka memperoleh sebagian dari keunggulan (duniawi) dan kelapangan, namun itu semua tidak akan lama waktunya dan akan musnah dalam waktu yang singkat. Dapat diketahui dari uraian dalam ayat di atas bahwa orang-orang yang menginginkan kesombongan di muka bumi atau keru-sakan, mereka di akhirat tidak mempunyai bagian, dan mereka juga tidak mendapatkan bagian sedikit pun darinya.
28:84Страница 395
مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ خَيۡرٞ مِّنۡهَاۖ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجۡزَى ٱلَّذِينَ عَمِلُواْ ٱلسَّيِّـَٔاتِ إِلَّا مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٨٤
Тот, который предстанет с добрым деянием, получит нечто лучшее. А если кто предстанет со злым деянием, то ведь творящие зло получат воздаяние только за то, что они совершали.
"Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu tidaklah diberi pembalasan, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu me-reka kerjakan." (Al-Qashash: 84).
(84) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang pelipatgandaan karu-niaNya dan kesempurnaan keadilanNya, seraya berfirman, ﴾ مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ ﴿ "Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan," Dia mempersyaratkan di dalam kebaikan itu harus dibawa oleh si pelaku. Sebab bisa jadi dia melakukannya akan tetapi dibarengi dengan sesuatu yang tidak bisa diterima, atau sesuatu yang dapat membatalkannya. Orang yang seperti ini tidak disebut datang de-ngan membawa kebaikan. Kebaikan adalah kata jenis (bermakna umum) mencakup seluruh apa yang diperintahkan Allah dan RasulNya, berupa perkataan dan perbuatan yang lahir dan yang batin, yang berhubungan dengan hak Allah سبحانه وتعالى dan hak-hak manusia. ﴾ فَلَهُۥ خَيۡرٞ مِّنۡهَاۖ ﴿ "maka dia mendapatkan (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu," maksudnya, yang lebih besar dan lebih banyak. Di dalam ayat lain disebutkan, ﴾ فَلَهُۥ عَشۡرُ أَمۡثَالِهَاۖ ﴿ "Maka dia mendapat sepuluh kali lipatnya." (Al-An'am: 160). Pelipatgandaan kebaikan ini adalah suatu keharusan. Dan kadang-kadang ia dibarengi dengan sebab-sebab yang bisa menam-bah pelipatgandaan pahalanya, seperti yang difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ 261 ﴿ "Dan Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehen-daki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui." (Al-Baqarah: 261), tergantung kepada keadaan pelaku, amal, manfaat, kedudukan dan tempatnya. ﴾ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ ﴿ "Dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan," yaitu segala hal yang dilarang oleh pembuat syariat de-ngan larangan yang bermakna pengharaman, ﴾ فَلَا يُجۡزَى ٱلَّذِينَ عَمِلُواْ ٱلسَّيِّـَٔاتِ إِلَّا مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ "maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu tidaklah diberi pembalasan, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan." Sebagaimana Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشۡرُ أَمۡثَالِهَاۖ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجۡزَىٰٓ إِلَّا مِثۡلَهَا وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ 160 ﴿ "Barangsiapa yang datang dengan membawa kebaikan, maka dia akan mendapat sepuluh kali lipat (pahala)nya, dan barangsiapa yang datang membawa kejahatan, maka dia tidak dibalasi kecuali yang serupa dengannya, sedangkan mereka tidak dizhalimi." (Al-An'am: 160).
28:85–88Страница 396
إِنَّ ٱلَّذِي فَرَضَ عَلَيۡكَ ٱلۡقُرۡءَانَ لَرَآدُّكَ إِلَىٰ مَعَادٖۚ قُل رَّبِّيٓ أَعۡلَمُ مَن جَآءَ بِٱلۡهُدَىٰ وَمَنۡ هُوَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ٨٥
Тот, кто ниспослал тебе Коран и сделал его предписания обязательными, непременно вернет тебя к месту возвращения (в Мекку или в Рай). Скажи: «Мой Господь лучше знает, кто принес верное руководство, а кто находится в очевидном заблуждении».
وَمَا كُنتَ تَرۡجُوٓاْ أَن يُلۡقَىٰٓ إِلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبُ إِلَّا رَحۡمَةٗ مِّن رَّبِّكَۖ فَلَا تَكُونَنَّ ظَهِيرٗا لِّلۡكَٰفِرِينَ ٨٦
Ты не ожидал, что тебе будет ниспослано Писание, но это было милостью от твоего Господа. Посему никогда не поддерживай неверующих.
وَلَا يَصُدُّنَّكَ عَنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ بَعۡدَ إِذۡ أُنزِلَتۡ إِلَيۡكَۖ وَٱدۡعُ إِلَىٰ رَبِّكَۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ٨٧
Да не отвратят они тебя от аятов Аллаха после того, как они были ниспосланы тебе. Призывай к своему Господу и не будь одним из многобожников.
وَلَا تَدۡعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَۘ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۚ كُلُّ شَيۡءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجۡهَهُۥۚ لَهُ ٱلۡحُكۡمُ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ٨٨
Не взывай наряду с Аллахом к другим богам. Нет божества, кроме Него! Всякая вещь погибнет, кроме Его Лика. Только Он принимает решения, и к Нему вы будете возвращены.
"Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) al-Qur`an, benar-benar Dia akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. Katakanlah, 'Rabbku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata.' Dan kamu tidak pernah mengharap agar al-Qur`an ditu-runkan kepadamu, tetapi ia diturunkan karena suatu rahmat yang besar dari Rabbmu, sebab itu janganlah kamu sekali-kali menjadi penolong bagi orang-orang kafir. Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka ke (jalan) Rabbmu, dan janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Rabb. Janganlah kamu menyembah di samping (menyembah) Allah, tuhan-tuhan apa pun yang lain. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNya-lah segala penentuan, dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan." (Al-Qashash: 85-88).
(85) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِي فَرَضَ عَلَيۡكَ ٱلۡقُرۡءَانَ ﴿ "Sesung-guhnya yang mewajibkan atasmu al-Qur`an," maksudnya, Dzat yang menurunkannya dan mewajibkan hukum-hukum yang ada di dalamnya, yang menjelaskan halal dan haram, dan yang meme-rintahmu menyampaikannya kepada seluruh manusia dan menye-rukan hukum-hukumnya kepada seluruh orang-orang mukallaf, sangatlah tidak selaras dengan hikmahNya kalau kehidupan ini hanyalah kehidupan dunia ini saja tanpa ada pemberian pahala kepada manusia dan tanpa pemberian sanksi. Akan tetapi Dia harus mengembalikanmu kepada tempat kembali di mana orang-orang yang berbuat baik akan diberi balasan atas kebaikan mereka dan orang-orang yang berbuat buruk (akan diberi balasan) sesuai dengan kemaksiatan mereka. Sesungguhnya kamu telah menjelaskan petunjuk (pedoman hidup) kepada mereka, dan kamu telah menerangkan jalan yang benar kepada mereka. Jika kalau mereka mengikutimu, maka itulah bagian dan kebahagiaan mereka. Dan kalau mereka enggan, me-lainkan (berbuat) durhaka terhadapmu dan melecehkan petunjuk yang kamu ajarkan serta lebih mengutamakan kebatilan yang ada pada mereka atas kebenaran, maka tidak ada lagi tempat untuk perdebatan, dan tidak ada lagi yang tersisa kecuali pemberian pem-balasan atas amal perbuatan dari Allah yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, yang mewujudkan dan yang meniadakan. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ قُل رَّبِّيٓ أَعۡلَمُ مَن جَآءَ بِٱلۡهُدَىٰ وَمَنۡ هُوَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ﴿ "Rabbku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata." Dan sudah diketahui bahwa RasulNya adalah yang berada di atas petunjuk lagi membimbing kepada pe-tunjuk, sedangkan para lawannya adalah orang-orang yang sesat lagi menyesatkan.
(86) ﴾ وَمَا كُنتَ تَرۡجُوٓاْ أَن يُلۡقَىٰٓ إِلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبُ ﴿ "Dan kamu tidak pernah mengharap agar al-Qur`an diturunkan kepadamu." Maksudnya, kamu tidak pernah mendambakan turunnya al-Qur`an kepadamu dan tidak pula bersiap-siap untuknya serta tidak pula menghadapinya, ﴾ إِلَّا رَحۡمَةٗ مِّن رَّبِّكَۖ ﴿ "tetapi ia diturunkan karena suatu rahmat yang besar dari Rabbmu," kepadamu dan kepada umat manusia. Lalu Dia me-ngutusmu dengan Kitab al-Qur`an yang dengannya Dia merahmati semesta alam; dan Dia mengajarkan kepada mereka segala sesuatu yang belum mereka ketahui; Dia menyucikan mereka dan menga-jarkan kepada mereka al-Qur`an dan hikmah, walaupun sebelum-nya mereka benar-benar berada di dalam ﴾ ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ﴿ "kesesatan yang nyata." Kalau kamu sudah mengetahui bahwa Dia menurunkan al-Qur`an kepadamu sebagai rahmat dariNya, maka kamu mengetahui bahwa seluruh apa yang diperintahkanNya dan yang dilarangNya merupakan rahmat dan karunia dari Allah. Maka sebab itu jangan sekali-kali di dalam dadamu ada rasa keberatan terhadapnya, dan kamu mengira bahwa orang yang menyelisihinya itu lebih baik dan lebih bermanfaat. ﴾ فَلَا تَكُونَنَّ ظَهِيرٗا لِّلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Sebab itu janganlah kamu sekali-kali men-jadi penolong bagi orang-orang kafir." Maksudnya, menjadi penolong mereka atas kekafiran yang mereka anut. Di antara tindakan me-nolong mereka adalah ungkapan terhadap sebagian darinya, "Se-sungguhnya al-Qur`an itu berlawanan dengan hikmah, maslahat dan manfaatnya."
(87) ﴾ وَلَا يَصُدُّنَّكَ عَنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ بَعۡدَ إِذۡ أُنزِلَتۡ إِلَيۡكَۖ ﴿ "Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu," akan tetapi sampaikanlah dan laksana-kanlah, dan janganlah kamu mempedulikan makar mereka dan jangan sekali-kali hal itu menipumu darinya, dan jangan kamu ikuti kemauan mereka, ﴾ وَٱدۡعُ إِلَىٰ رَبِّكَۖ ﴿ "dan serulah mereka kepada Rabbmu," maksudnya, jadikanlah dakwah kepada Tuhanmu sebagai puncak tujuanmu dan sebagai visi amalmu. Segala sesuatu yang menyelisihi hal itu, seperti riya`, sum'ah atau menyetujui kehendak ahli batil, maka tolaklah. Karena sesungguhnya hal itu bisa menye-babkan ikut serta bersama mereka dan membantu mereka atas kehendak yang mereka suka. Maka dari itu, Allah berfirman, ﴾ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ﴿ "Dan janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Rabb," baik dalam kesyirikan mereka ataupun dalam sendi-sendi dan cabang-cabangnya, yang merupakan pe-ngumpul semua kemaksiatan.
(88) ﴾ وَلَا تَدۡعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَۘ ﴿ "Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan-tuhan yang lain," akan tetapi tuluskanlah ibadahmu hanya kepada Allah, karena sesungguhnya ﴾ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۚ ﴿ "tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia," jadi, tidak ada seorang pun yang berhak dipertuhankan, dicintai dan disembah kecuali Allah, yang Mahasempurna lagi Mahakekal, yang ﴾ كُلُّ شَيۡءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجۡهَهُۥۚ ﴿ "tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah." Kalau segala sesuatu itu binasa lagi sirna kecuali Dia, maka beribadah kepada yang binasa lagi palsu itu batil (kepalsuan) karena kebatilan tujuan dan kerusakan akhir kesudahannya. ﴾ لَهُ ٱلۡحُكۡمُ ﴿ "BagiNya-lah segala penentuan," di dunia dan akhirat, ﴾ وَإِلَيۡهِ ﴿ "dan hanya kepadaNya-lah" bukan kepada selain Dia ﴾ تُرۡجَعُونَ ﴿ "kamu dikembalikan." Apabila sesuatu selain Allah itu batil (palsu) lagi binasa, sedangkan Allah, Dia-lah yang Mahakekal yang tiada sembahan yang haq kecuali Dia, dan kepunyaanNya keputusan di dunia dan akhirat, dan kepadaNya tempat kembali seluruh makh-luk untuk diberikan pembalasan atas amal perbuatan mereka, maka menjadi pasti atas orang yang mempunyai akal sehat untuk beribadah hanya kepada Allah semata, tiada sekutu bagiNya, dan beramal melakukan apa saja yang dapat menjadikannya dekat kepadaNya dan mewaspadai murka dan siksaNya, serta khawatir menghadap kepadaNya dengan tidak bertaubat atau tidak berhenti dari kesalahan dan dosa-dosa.
Selesailah tafsir Surat al-Qashash. Segala puja, puji, dan keagungan hanya milik Allah selama-lamanya.
Текст: Quranic Universal Library (Tarteel) через spa5k/tafsir_api (MIT), в зафиксированной версии. Аяты: Quran Foundation. Источники и лицензии