Ас-СаадиАс‑Саффат · 37:139–182

Ас-Саади · Тафсир · на индонезийском

Ас-Саффат 37:139–182

37:139–148Страница 451

وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٣٩

Йунус (Иона) также был одним из посланников.

إِذۡ أَبَقَ إِلَى ٱلۡفُلۡكِ ٱلۡمَشۡحُونِ ١٤٠

Он сбежал на переполненный корабль.

فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُدۡحَضِينَ ١٤١

Он бросил жребий вместе с другими и оказался проигравшим.

فَٱلۡتَقَمَهُ ٱلۡحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٞ ١٤٢

Его проглотила рыба, когда он был достоин порицания.

فَلَوۡلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلۡمُسَبِّحِينَ ١٤٣

Если бы он не был одним из прославляющих Аллаха,

لَلَبِثَ فِي بَطۡنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ١٤٤

то непременно остался бы в ее чреве до того дня, когда они будут воскрешены.

۞ فَنَبَذۡنَٰهُ بِٱلۡعَرَآءِ وَهُوَ سَقِيمٞ ١٤٥

Мы выбросили его на открытую местность, и он был болен.

وَأَنۢبَتۡنَا عَلَيۡهِ شَجَرَةٗ مِّن يَقۡطِينٖ ١٤٦

Мы взрастили над ним (или возле него) тыкву.

وَأَرۡسَلۡنَٰهُ إِلَىٰ مِاْئَةِ أَلۡفٍ أَوۡ يَزِيدُونَ ١٤٧

Мы отправили его к ста тысячам или даже больше того.

فَـَٔامَنُواْ فَمَتَّعۡنَٰهُمۡ إِلَىٰ حِينٖ ١٤٨

Они уверовали, и Мы позволили им пользоваться благами до определенного времени.

"Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, (ingat-lah) ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan, kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit. Dan Kami tumbuh-kan untuknya sebatang pohon dari jenis labu. Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu." (Ash-Shaffat: 139-148).

(139) Ini adalah satu pujian dari Allah سبحانه وتعالى terhadap hamba dan RasulNya, Yunus bin Matta عليه السلام, sebagaimana Dia telah memuji saudara-saudaranya, para nabi yang lain semuanya dengan kena-bian, kerasulan, dan berdakwah kepada Allah سبحانه وتعالى.

(140) Dan Allah سبحانه وتعالى menyebutkan tentangnya, bahwa Allah telah menghukumnya dengan hukuman duniawi yang kemudian Allah menyelamatkannya darinya disebabkan iman dan amal-amal shalihnya, seraya berfirman, ﴾ إِذۡ أَبَقَ ﴿ "Ketika ia lari," dari Rabbnya dengan rasa jengkel kepadaNya dan menyangka bahwa Dia tidak akan mampu menguasainya; dan Allah menahannya di dalam perut ikan paus. Allah سبحانه وتعالى tidak menjelaskan apa yang membuat Nabi Yunus jengkel dan tidak pula dosa yang dilakukannya, karena tidak ada gunanya bagi kita kalaupun dijelaskan. Sedangkan yang berguna bagi kita adalah apa yang telah kami sebutkan, yaitu ia berbuat dosa dan ia dihukum oleh Allah سبحانه وتعالى, padahal beliau adalah salah seorang rasul yang mulia, dan kemudian, sesudah itu Allah menyelamatkannya, menghapus celaan darinya, dan Allah menak-dirkan sebab-sebab keshalihannya. Maka setelah lari, Nabi Yunus naik ﴾ إِلَى ٱلۡفُلۡكِ ٱلۡمَشۡحُونِ ﴿ "ke kapal yang penuh muatan," dengan para pe-numpang dan barang-barang angkutan.

(141) Setelah ia berangkat bersama yang lainnya, sedang-kan kapal itu sangat sarat (penuh muatan), dan keberatan hingga para awak kapal harus membuang sebagian dari para penumpang ke laut, seolah-olah mereka sudah tidak menemukan suatu keisti-mewaan pada siapa pun dalam masalah ini. Untuk itu mereka melakukan undian terhadap para penumpang, maka siapa yang terkena undian dan kalah, ia harus dibuang ke laut sebagai per-lakuan adil dari para awak kapal. Apabila Allah سبحانه وتعالى menghendaki suatu perkara, maka Dia mempermudah segala sebab-sebabnya. Setelah mereka melakukan pengundian, maka undian itu pun jatuh kepada Nabi Yunus ﴾ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُدۡحَضِينَ ﴿ "lalu dia termasuk orang-orang yang kalah untuk undian," maksudnya: Kalah. Dan beliau pun di-ceburkan ke laut.

(142) ﴾ فَٱلۡتَقَمَهُ ٱلۡحُوتُ وَهُوَ ﴿ "Maka ia ditelan oleh ikan yang besar dalam keadaan," yakni pada saat ia ditelan, ﴾ مُلِيمٞ ﴿ "tercela." Maksud-nya, tercela sebagai yang melakukan perbuatan yang menyebab-kannya dicela, yaitu merasa jengkel hingga Tuhannya marah.

(143-144) ﴾ فَلَوۡلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلۡمُسَبِّحِينَ ﴿ "Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak bertasbih," maksudnya, pada waktu-waktu sebelumnya banyak melakukan ibadah kepada Rabb-nya, bertasbih dan bertahmid kepadaNya, dan ketika berada di dalam perut ikan paus itu, di mana dia berdoa dengan mengucap-kan, ﴾ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبۡحَٰنَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ 87 ﴿ "Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim." (Al-Anbiya`: 87). (Kalau tidak), ﴾ لَلَبِثَ فِي بَطۡنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit." Maksudnya, niscaya perut ikan itu menjadi kuburannya, akan tetapi disebabkan tasbih (me-nyucikan Allah) dan ibadahnya kepada Allah, maka ia diselamat-kan oleh Allah سبحانه وتعالى, dan demikianlah Allah menyelamatkan orang-orang beriman di kala mereka terjatuh dalam kesempitan.

(145) ﴾ فَنَبَذۡنَٰهُ بِٱلۡعَرَآءِ ﴿ "Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus," dengan dilemparkan oleh ikan paus itu dari dalam perutnya ke tanah yang tandus, yaitu tanah yang kosong lagi tidak ada siapa-siapa pun, bahkan bisa jadi kosong dari pepohonan dan naungan, ﴾ وَهُوَ سَقِيمٞ ﴿ "sedang ia dalam keadaan sakit." Maksudnya, ia menderita sakit karena terkurung lama di dalam perut ikan paus hingga seperti anak burung yang baru menetas dari telur.

(146) ﴾ وَأَنۢبَتۡنَا عَلَيۡهِ شَجَرَةٗ مِّن يَقۡطِينٖ ﴿ "Dan Kami tumbuhkan untuknya sebatang pohon dari jenis labu," yang menaunginya dengan naungan-nya yang rindang, sebab naungannya sejuk dan tidak dihinggapi oleh lalat. Ini adalah bagian dari kasih sayang dan kebaikan dari Allah سبحانه وتعالى kepadanya.

(147-148) Kemudian Allah memberikan kasih sayang lagi padanya dalam bentuk yang lain dan mengaruniakan kepadanya suatu karunia yang sangat besar, yaitu Dia mengutusnya ﴾ إِلَىٰ مِاْئَةِ أَلۡفٍ ﴿ "kepada seratus ribu," orang manusia ﴾ أَوۡ يَزِيدُونَ ﴿ "atau lebih" dari itu. Artinya, mereka kalau tidak lebih dari itu, maka tidak kurang dari itu. Yunus pun mengajak mereka kepada Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَـَٔامَنُواْ ﴿ "Lalu mereka beriman," sehingga mereka menjadi timbangan kebaikan-kebaikan Nabi Yunus عليه السلام, karena beliaulah yang mengajak me-reka. ﴾ فَمَتَّعۡنَٰهُمۡ إِلَىٰ حِينٖ ﴿ "Karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu." Allah menjauhkan azab dari mereka setelah faktor-faktornya sudah ada semua. Allah ber-firman, ﴾ فَلَوۡلَا كَانَتۡ قَرۡيَةٌ ءَامَنَتۡ فَنَفَعَهَآ إِيمَٰنُهَآ إِلَّا قَوۡمَ يُونُسَ لَمَّآ ءَامَنُواْ كَشَفۡنَا عَنۡهُمۡ عَذَابَ ٱلۡخِزۡيِ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَمَتَّعۡنَٰهُمۡ إِلَىٰ حِينٖ 98 ﴿ "Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus. Tatkala mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang meng-hinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai pada waktu yang tertentu." (Yunus: 98).

37:149–157Страница 451

فَٱسۡتَفۡتِهِمۡ أَلِرَبِّكَ ٱلۡبَنَاتُ وَلَهُمُ ٱلۡبَنُونَ ١٤٩

Спроси их, почему это у твоего Господа дочери, а у них - сыновья?

أَمۡ خَلَقۡنَا ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ إِنَٰثٗا وَهُمۡ شَٰهِدُونَ ١٥٠

Или же Мы сотворили ангелов женщинами, и они присутствовали при этом?

أَلَآ إِنَّهُم مِّنۡ إِفۡكِهِمۡ لَيَقُولُونَ ١٥١

Воистину, по своей лживости они говорят:

وَلَدَ ٱللَّهُ وَإِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ ١٥٢

«Аллах родил». Воистину, они - лжецы.

أَصۡطَفَى ٱلۡبَنَاتِ عَلَى ٱلۡبَنِينَ ١٥٣

Неужели Он избрал дочерей и возвысил их над сыновьями?

مَا لَكُمۡ كَيۡفَ تَحۡكُمُونَ ١٥٤

Что с вами? Как вы судите?

أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ١٥٥

Не помянуть ли вам назидание?

أَمۡ لَكُمۡ سُلۡطَٰنٞ مُّبِينٞ ١٥٦

Или у вас есть ясное доказательство?

فَأۡتُواْ بِكِتَٰبِكُمۡ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ١٥٧

Принесите же ваше Писание, если вы говорите правду.

"Tanyakanlah kepada mereka: Apakah untuk Rabbmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki, atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan? Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan, 'Allah beranak.' Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta. Apa-kah Dia memilih anak-anak perempuan daripada anak laki-laki, apakah yang terjadi padamu? Bagaimana kamu menetapkan? Maka apakah kamu tidak memikirkan? Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata. Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang-orang yang benar." (Ash-Shaffat: 149-157).

(149) Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad a, ﴾ فَٱسۡتَفۡتِهِمۡ ﴿ "Tanyakanlah kepada mereka." Maksudnya, tanyakanlah kepada orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan yang lainnya, yaitu kepada mereka yang menyembah para malaikat dan mereka meyakini bahwa para malaikat adalah putri-putri Allah! Mereka benar-benar telah memadukan kesyirikan kepada Allah dengan menyifatiNya dengan hal-hal yang sangat tidak layak de-ngan keagunganNya. ﴾ أَلِرَبِّكَ ٱلۡبَنَاتُ وَلَهُمُ ٱلۡبَنُونَ ﴿ "Apakah untuk Rabbmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki?" Maksudnya, ini adalah pembagian yang sangat curang dan perkataan zhalim, dilihat dari sudut mereka menetapkan anak bagi Allah سبحانه وتعالى, dan juga dari sudut mereka menetapkan bagian yang paling buruk dan paling nista untukNya, yaitu anak-anak perempuan, yang mereka sendiri tidak meridhainya untuk diri mereka sendiri, sebagaimana Allah firmankan di dalam ayat yang lain, ﴾ وَيَجۡعَلُونَ لِلَّهِ ٱلۡبَنَٰتِ سُبۡحَٰنَهُۥ وَلَهُم مَّا يَشۡتَهُونَ 57 ﴿ "Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan. Maha-suci Allah, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang me-reka sukai (yaitu anak-anak laki-laki)." (An-Nahl: 57). Dan dari sudut lain, mereka menetapkan para malaikat se-bagai putri-putri Allah dan mereka menetapkan demikian.

(150) Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam menjelaskan kedustaan mereka, ﴾ أَمۡ خَلَقۡنَا ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ إِنَٰثٗا وَهُمۡ شَٰهِدُونَ ﴿ "Atau apakah Kami mencip-takan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan" penciptaan mereka. Artinya, kenyataannya tidak demikian, karena mereka sesungguhnya sama sekali tidak menyaksikan penciptaan para malaikat. Maka hal ini membuktikan bahwa mereka mengata-kan perkataan tersebut tanpa landasan ilmu, melainkan perbuatan mengada-ada terhadap Allah.

(151-157) Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ أَلَآ إِنَّهُم مِّنۡ إِفۡكِهِمۡ ﴿ "Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya," yakni, dengan kedustaan yang sangat jelas, ﴾ لَيَقُولُونَ 151 وَلَدَ ٱللَّهُ وَإِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ 152 ﴿ (mereka benar-benar mengatakan, 'Allah beranak.' Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta." ﴾ أَصۡطَفَى ﴿ "Apakah Dia memilih," yakni, m e n g u t a m a k a n ﴾ ٱلۡبَنَاتِ عَلَى ٱلۡبَنِينَ 153 مَا لَكُمۡ كَيۡفَ تَحۡكُمُونَ 154 ﴿ "anak-anak perempuan daripada anak laki-laki. Apakah yang terjadi padamu? Bagaimana kamu menetapkan" kepu-tusan yang sangat zhalim ini? ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka apakah kamu tidak memikirkan," apakah kalian tidak bisa membedakan perkataan yang palsu lagi sangat zhalim ini? Sebab, kalau saja kalian memikir-kannya, tentu kalian tidak akan mengatakan perkataan demikian. ﴾ أَمۡ لَكُمۡ سُلۡطَٰنٞ مُّبِينٞ ﴿ "Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata." Maksudnya, argumen yang jelas atas perkataan kalian ini dari suatu Kitab atau dari seorang Rasul. Semua ini tidak pernah terjadi! Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ فَأۡتُواْ بِكِتَٰبِكُمۡ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ﴿ "Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang-orang yang benar," sebab, sesungguhnya orang yang mengatakan suatu perkataan yang tidak berdasarkan bukti syar'i adalah pendusta yang sengaja, atau orang yang mengatakan sesuatu terhadap Allah tanpa dasar ilmu.

37:158–160Страница 452

وَجَعَلُواْ بَيۡنَهُۥ وَبَيۡنَ ٱلۡجِنَّةِ نَسَبٗاۚ وَلَقَدۡ عَلِمَتِ ٱلۡجِنَّةُ إِنَّهُمۡ لَمُحۡضَرُونَ ١٥٨

Они установили родство между Ним и джиннами, но джинны знают, что они будут собраны (неверующие будут собраны в Геенне, или джинны будут собраны для расчета).

سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ ١٥٩

Аллах превыше того, что они приписывают Ему.

إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ١٦٠

Не делают этого только избранные (или искренние) рабы Аллаха.

"Dan mereka adakan nasab antara Allah dengan jin. Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan, kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan." (Ash-Shaffat: 158-160).

(158) Orang-orang yang mempersekutukan Allah itu mene-tapkan adanya hubungan nasab antara Allah dengan jin, di mana mereka beranggapan bahwa sesungguhnya para malaikat adalah putri-putri Allah dan sesungguhnya ibu-ibu mereka adalah jin-jin perempuan! Padahal jin-jin itu nanti, sebagaimana telah diketahui, akan dihadirkan ke hadapan Allah سبحانه وتعالى untuk diberikan pembalasan. Jadi, mereka adalah hamba-hamba yang hina-dina. Kalau saja ada hubungan nasab antara Allah dengan mereka tentu mereka tidak diperlakukan demikian.

(159-160) ﴾ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ ﴿ "Mahasuci Allah" Yang Maharaja lagi Mahaagung, Mahasempurna lagi Maha Penyantun dari apa-apa yang diungkapkan oleh kaum musyrikin berupa segala ungkapan yang menyebabkan kekafiran dan kemusyrikan mereka; ﴾ إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hamba Allah yang diberi ke-ikhlasan," di mana Allah tidak menyucikan diriNya dari apa yang mereka sifatkan bagiNya, karena mereka tidak menyifatiNya ke-cuali dengan apa-apa yang pantas dengan keagunganNya, maka dari itu mereka menjadi orang-orang yang dianugerahi keikhlasan.

37:161–163Страница 452

فَإِنَّكُمۡ وَمَا تَعۡبُدُونَ ١٦١

Вы (многобожники) и то, чему вы поклоняетесь,

مَآ أَنتُمۡ عَلَيۡهِ بِفَٰتِنِينَ ١٦٢

не сможете отвратить от Него никого,

إِلَّا مَنۡ هُوَ صَالِ ٱلۡجَحِيمِ ١٦٣

кроме тех, кому суждено сгореть в Аду.

"Maka sesungguhnya kamu dan apa-apa yang kamu sembah itu, sekali-kali tidak dapat menyesatkan terhadap Allah, kecuali orang-orang yang akan masuk neraka yang menyala." (Ash-Shaffat: 161-163).

(161-163) Maksudnya, sesungguhnya kalian, wahai orang-orang musyrik dan juga apa-apa yang kalian sembah selain Allah, tidak akan mampu memperdayakan dan menyesatkan seseorang kecuali orang yang telah ditetapkan Allah sebagai penghuni neraka yang menyala-nyala, yang padanya berlaku takdir ilahi. Maksud dari ini semua adalah menjelaskan ketidak-berdayaan mereka dan ketidakberdayaan sembahan-sembahan mereka untuk melakukan penyesatan terhadap seseorang, dan menjelaskan kemahasempur-naan kekuasaan Allah سبحانه وتعالى. Artinya, Maka janganlah kalian berambisi untuk menyesatkan hamba-hamba Allah yang disucikan dan go-longanNya yang beruntung.

37:164–166Страница 452

وَمَا مِنَّآ إِلَّا لَهُۥ مَقَامٞ مَّعۡلُومٞ ١٦٤

Ангелы сказали: «У каждого из нас есть известное место.

وَإِنَّا لَنَحۡنُ ٱلصَّآفُّونَ ١٦٥

Воистину, мы выстраиваемся рядами.

وَإِنَّا لَنَحۡنُ ٱلۡمُسَبِّحُونَ ١٦٦

Воистину, мы прославляем Аллаха».

"Tiada seorang pun di antara kami melainkan mempunyai kedudukan yang tertentu, dan sesungguhnya kami benar-benar bershaf-shaf. Dan sesungguhnya kami benar-benar bertasbih." (Ash-Shaffat: 164-166).

(164-166) Di sini terdapat penjelasan tentang kebersihan para Malaikat k dari apa yang dikatakan oleh kaum musyrikin tentang mereka, dan bahwasanya mereka adalah juga hamba-hamba Allah yang tidak pernah mendurhakaiNya sekejap mata pun. Tiada seorang pun di antara mereka melainkan mempunyai kedudukan dan tugas mengatur yang telah diperintahkan oleh Allah kepadanya, ia tidak akan melampaui atau melanggarnya, dan mereka juga sama sekali tidak mempunyai hak perintah. ﴾ وَإِنَّا لَنَحۡنُ ٱلصَّآفُّونَ ﴿ "Dan sesungguhnya kami benar-benar bershaf-shaf" dalam menaati Allah dan berbakti kepadaNya. ﴾ وَإِنَّا لَنَحۡنُ ٱلۡمُسَبِّحُونَ ﴿ "Dan sesungguhnya kami benar-benar bertasbih," menyucikan Allah dari apa-apa yang tidak pantas bagiNya. Kalau sedemikian adanya, maka bagaimana mereka pantas menjadi sekutu-sekutu bagi Allah? Mahasuci Allah.

37:167–182Страница 452

وَإِن كَانُواْ لَيَقُولُونَ ١٦٧

Они (мекканские многобожники) сказали:

لَوۡ أَنَّ عِندَنَا ذِكۡرٗا مِّنَ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٦٨

«Если бы у нас было напоминание от первых поколений,

لَكُنَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ١٦٩

то мы непременно были бы избранными рабами Аллаха».

فَكَفَرُواْ بِهِۦۖ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ ١٧٠

Они не уверовали в него, и скоро они узнают.

وَلَقَدۡ سَبَقَتۡ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٧١

Нашим посланным рабам уже было сказано Наше Слово.

إِنَّهُمۡ لَهُمُ ٱلۡمَنصُورُونَ ١٧٢

Воистину, им будет оказана помощь.

وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ ٱلۡغَٰلِبُونَ ١٧٣

Воистину, Наше войско одержит победу.

فَتَوَلَّ عَنۡهُمۡ حَتَّىٰ حِينٖ ١٧٤

Отвернись же от них до определенного срока.

وَأَبۡصِرۡهُمۡ فَسَوۡفَ يُبۡصِرُونَ ١٧٥

Посмотри на них, и скоро они увидят.

أَفَبِعَذَابِنَا يَسۡتَعۡجِلُونَ ١٧٦

Неужели они торопят мучения от Нас?

فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمۡ فَسَآءَ صَبَاحُ ٱلۡمُنذَرِينَ ١٧٧

Когда они сойдут на их участки, то скверно будет утро тех, кого предостерегали.

وَتَوَلَّ عَنۡهُمۡ حَتَّىٰ حِينٖ ١٧٨

Отвернись же от них до определенного срока.

وَأَبۡصِرۡ فَسَوۡفَ يُبۡصِرُونَ ١٧٩

Посмотри, и скоро они увидят.

سُبۡحَٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ ١٨٠

Твой Господь, Господь могущества, пречист и далек от того, что они приписывают Ему.

وَسَلَٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٨١

Мир посланникам!

وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٨٢

Хвала Аллаху, Господу миров!

"Sesungguhnya mereka benar-benar akan berkata, 'Kalau sekiranya di sisi kami ada sebuah dzikir dari orang-orang dahulu, benar-benar kami akan jadi hamba Allah yang dibersihkan.' Te-tapi mereka mengingkarinya; maka kelak mereka akan mengetahui. Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, yaitu sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang. Maka berpalinglah kamu dari mereka sampai suatu ketika. Dan lihatlah mereka, maka kelak mereka akan melihat. Maka apakah mereka meminta supaya siksa Kami disegerakan. Maka apabila siksaan itu turun di halaman mereka, maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu. Dan berpalinglah kamu dari mereka hingga suatu ketika. Dan lihatlah, maka kelak mereka juga akan melihat. Mahasuci Rabbmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul. Dan segala puji bagi Allah, Rabb seru sekalian alam." (Ash-Shaf-fat: 167-178).

(167-170) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwa kaum musyrikin itu akan menampakkan angan-angan dan mengatakan, Kalau saja datang kepada kami pelajaran dan kitab seperti yang telah datang kepada orang-orang yang terdahulu, tentu kami pasti mengikhlas-kan ibadah hanya kepada Allah, bahkan kami pasti menjadi orang-orang yang tulus dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya mereka adalah dusta dalam hal ini, karena sesungguhnya kitab yang paling utama telah datang kepada mereka, namun mereka mengingkari-nya. Maka dengan demikian dapat diketahui bahwa mereka adalah orang-orang yang membangkang terhadap kebenaran. ﴾ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ ﴿ "Maka kelak mereka akan mengetahui" azab yang menimpa mereka.

(171-179) Dan mereka juga jangan mengira bahwa mereka di dunia akan menang, sebab ketetapan Allah سبحانه وتعالى sudah ditetapkan, tidak akan bisa ditolak dan tidak pula bisa diselisihi, bagi hamba-hambaNya, para rasul dan bala tentaranya yang beruntung, adalah bahwa merekalah yang menang terhadap orang-orang lainnya, merekalah yang mendapatkan pertolongan dari Rabb mereka de-ngan pertolongan yang sangat besar, di mana mereka dapat me-negakkan agamaNya. Ini adalah suatu berita gembira yang sangat agung bagi siapa saja yang menyifatkan dirinya sebagai tentara Allah, yaitu orang-orang yang kepribadiannya lurus (konsisten) dan berperang (berjihad) bersama pemimpin yang memerintah-kan untuk memerangi kaum musyrikin, maka dialah yang akan menang lagi mendapat pertolongan. Kemudian Allah memerintah RasulNya supaya berpaling dari orang-orang yang bersikap keras kepala dan tidak mau menerima kebenaran. Sesungguhnya yang tersisa hanyalah menunggu turun-nya azab yang akan menimpa mereka. Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ وَأَبۡصِرۡهُمۡ فَسَوۡفَ يُبۡصِرُونَ ﴿ "Dan lihatlah mereka, maka kelak mereka akan melihat," orang-orang yang akan ditimpa azab, sebab ia pasti menimpa me-reka. ﴾ فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمۡ ﴿ "Maka apabila siksaan itu turun di halaman mereka." Artinya, menimpa mereka dan dekat dari mereka, ﴾ فَسَآءَ صَبَاحُ ٱلۡمُنذَرِينَ ﴿ "maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang di-peringatkan itu." Sebab, ia adalah pagi hari yang penuh keburukan, siksaan, dan pemusnahan. Kemudian Allah mengulangi perintah berpaling dari mereka dan mengancam mereka dengan azab yang akan menimpa.

(180-182)0 Setelah Allah menyebutkan di dalam Surat ini banyak sekali perkataan-perkataan mereka yang sangat keji yang mereka lontarkan terhadapNya, maka Allah menyucikan diriNya dari perkataan-perkataan keji itu, seraya berfirman, ﴾ سُبۡحَٰنَ رَبِّكَ ﴿ "Mahasuci Rabbmu," artinya, Mahabebas dan Mahatinggi D i a ﴾ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ ﴿ "Rabb Yang mempunyai keperkasaan," Yang tidak bisa dikalahkan, maka dari itu Dia menundukkan segala sesuatu, dan suci dari segala keburukan yang mereka sandangkan terhadapNya; ﴾ وَسَلَٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul," ka-rena keselamatan mereka dari dosa-dosa dan noda-noda dan se-lamatnya apa yang mereka sandangkan terhadap Pencipta langit dan bumi. ﴾ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam." Alif dan lam ("al" pada al-hamdu) bermakna meliputi (lil istighrâq). Artinya, seluruh bentuk pujian dari berbagai sifat yang sempurna lagi agung dan perbuatan-perbuatan yang dengan-nya Dia mengatur semesta alam ini, melimpahkan berbagai nikmat kepada mereka, dan dengannya Dia melepaskan berbagai bencana dari mereka, serta mengendalikan mereka dalam segala gerak dan diam mereka dan dalam seluruh kondisi mereka. Semua itu adalah milik Allah سبحانه وتعالى. Jadi, Dia-lah Yang Maha Qudus (suci) dari segala kekurangan, Yang Terpuji dengan segala kesempurnaan, Yang Dicintai lagi Diagungkan. Para RasulNya sejahtera dan diucapkan selamat (salam sejahtera) atas mereka, dan bagi siapa yang meng-ikuti mereka dalam hal ini, maka dia memperoleh kesejahteraan di dunia dan akhirat, sedangkan bagi musuh mereka adalah kebina-saan dan bencana di dunia dan akhirat.

Selesailah Tafsir Surat ash-Shaffât, pada tanggal 6 Syawwal, tahun 1343 H[76], oleh penyusun dan penulisnya: Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di. Shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad. Dan segala puji hanyalah bagi Allah yang dengan nikmatNya segala amal shalih dapat terselesaikan.[77] 9

Текст: Quranic Universal Library (Tarteel) через spa5k/tafsir_api (MIT), в зафиксированной версии. Аяты: Quran Foundation. Источники и лицензии

Содержание

Аят аль-Курси36Аль-Кахфстр. 42джуз 15Бухари 1Муслим 2999

Вид

Тема
Размер текста
Вид

Read in English