Ас-Саади · Тафсир · на индонезийском
الزمر
Аз-Зумар
Толпы · Мекканская · 75 аятов
39:1–3Страница 458
تَنزِيلُ ٱلۡكِتَٰبِ مِنَ ٱللَّهِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَكِيمِ ١
Писание ниспослано от Аллаха Могущественного, Мудрого.
إِنَّآ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ بِٱلۡحَقِّ فَٱعۡبُدِ ٱللَّهَ مُخۡلِصٗا لَّهُ ٱلدِّينَ ٢
Мы ниспослали тебе Писание с истиной. Поклоняйся же Аллаху, очищая перед Ним веру.
أَلَا لِلَّهِ ٱلدِّينُ ٱلۡخَالِصُۚ وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِهِۦٓ أَوۡلِيَآءَ مَا نَعۡبُدُهُمۡ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَآ إِلَى ٱللَّهِ زُلۡفَىٰٓ إِنَّ ٱللَّهَ يَحۡكُمُ بَيۡنَهُمۡ فِي مَا هُمۡ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي مَنۡ هُوَ كَٰذِبٞ كَفَّارٞ ٣
Воистину, чистая вера может быть посвящена одному Аллаху. А те, которые взяли себе вместо Него других покровителей и помощников, говорят: «Мы поклоняемся им только для того, чтобы они приблизили нас к Аллаху как можно ближе». Аллах рассудит их в том, в чем они расходились во мнениях. Воистину, Аллах не ведет прямым путем тех, кто лжет и не верует.
"Kitab ini diturunkan dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab dengan benar. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih. Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah, kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka men-dekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Sesungguh-nya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk orang-orang yang pendusta lagi sangat ingkar." (Az-Zumar: 1-3).
Makkiyah
(1) Allah سبحانه وتعالى menginformasikan tentang keagungan al-Qur`an dan keagungan Tuhan yang telah berbicara dengannya dan bahwa ia turun dariNya, dan sesungguhnya ia turun ﮋ مِنَ ٱللَّهِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَكِيمِ ﮊ "dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." Maksudnya, yang sifatNya adalah uluhiyah bagi semua makhluk. Yang demikian itu adalah karena keagungan dan kesempurnaanNya dan karena ke-perkasaan yang dengannya Dia mengalahkan semua makhluk dan segala sesuatu tunduk kepadaNya; dan karena hikmah (kebijak-sanaan) di dalam penciptaan dan perintahNya. Al-Qur`an ini turun dari Tuhan yang seperti itu sifatNya, sedangkan al-kalam (bicara) itulah sifat bagi pembicara, dan sifat selalu tak terpisahkan dari maushuf (yang disifati). Oleh karena Allah سبحانه وتعالى itu sempurna dari segala sisi, yang tiada tandingan bagiNya, maka demikian pula, kalam (pembicaraan, Firman)Nya sempurna dari segala sisinya, tiada tandingannya. Yang satu ini saja sudah cukup untuk menyifati al-Qur`an, membuktikan kedudukannya yang agung.
(2) Dan bersama ini, makin jelas kesempurnaannya dengan orang yang al-Qur`an itu diturunkan kepadanya, yaitu Nabi Muhammad a yang merupakan manusia termulia. Maka dapat diketahui bahwa al-Qur`an adalah kitab termulia, dan dengan membawa apa ia diturunkan, yaitu kebenaran. Al-Qur`an turun dengan membawa kebenaran yang tidak diragukan lagi, untuk mengeluarkan manusia dari berbagai kegelapan menuju nur (cahaya terang); ia turun membawa kebenaran di dalam kabar-kabarnya yang benar dan hukum-hukum (aturan-aturan)nya yang adil. Maka semua apa yang ditunjukkannya adalah merupakan kebenaran yang paling agung dari seluruh tuntutan ilmiah; dan tidak ada se-sudah kebenaran selain kesesatan. Oleh karena ia turun dari Yang Mahabenar, mengandung kebenaran untuk memberi petunjuk kepada manusia melalui ma-nusia yang paling mulia, maka kenikmatan yang terdapat di da-lamnya sangat agung dan sangat besar dan wajib disyukuri, yaitu dengan menuluskan ketaatan hanya kepada Allah. Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ فَٱعۡبُدِ ٱللَّهَ مُخۡلِصٗا لَّهُ ٱلدِّينَ ﴿ "Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya," maksudnya, tuluskanlah kepada Allah سبحانه وتعالى semua agamamu, baik berupa syariat yang nampak dan syariat yang tidak nampak, yaitu Islam, Iman, dan Ihsan, dengan cara mengesakan Allah سبحانه وتعالى dengannya dan dengan niat mengharap-kan keridhaanNya, bukan niat-niat apa pun yang lainnya.
(3) ﮋ أَلَا لِلَّهِ ٱلدِّينُ ٱلۡخَالِصُۚ ﮊ "Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih." Ini adalah penegasan perintah ikhlas dan pen-jelasan bahwasanya Allah سبحانه وتعالى, sebagaimana halnya kepunyaanNya-lah semua kesempurnaan dan karunia atas hamba-hambaNya dari segala sisi, maka demikian juga, hanya milikNya-lah agama yang bersih lagi bebas dari segala noda. Itulah agama yang diridhaiNya dan diridhai oleh manusia pilihanNya dan yang diperintahkan kepada mereka, sebab ia berisi mempertuhankan Allah dalam mencintaiNya, takut dan berharap kepadaNya, berinabah (kembali) kepadaNya dalam beribadah kepadaNya dan berinabah kepadaNya dalam mencari segala kebutuhan hamba-hambaNya. Itulah yang bisa memperbaiki kalbu, membersihkan dan menyucikannya; ke-cuali mempersekutukanNya dalam ibadah apa pun, karena Allah سبحانه وتعالى anti darinya dan persekutuan itu sedikitpun tak layak bagi Allah. Sebab, Dia adalah Tuhan yang paling tidak membutuhkan syirik (persekutuan) dan syirik itu merusak kalbu, ruh, dunia dan akhirat dan sangat menyengsarakan jiwa dengan kesengsaraan yang paling menyakitkan. Maka dari itu, setelah Allah memerintahkan tauhid dan ikhlas, Allah melarang syirik kepadaNya (mempersekutukanNya) dan Dia menginformasikan celaan terhadap siapa pun yang mem-persekutukanNya, seraya berfirman, ﴾ وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِهِۦٓ أَوۡلِيَآءَ ﴿ "Dan orang-orang yang mengambil pelindung selainNya," maksudnya, ber-lindung kepada mereka dengan menyembah dan berdoa kepada mereka, sambil mengemukakan pembelaan terhadap diri mereka dan berkata, ﴾ مَا نَعۡبُدُهُمۡ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَآ إِلَى ٱللَّهِ زُلۡفَىٰٓ ﴿ "Kami tidak menyembah me-reka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya," maksudnya, agar mereka mengajukan segala kebutuhan kami kepada Allah dan menjadi pemberi syafa'at bagi kami di sisiNya, kalau bukan demikian, maka sesungguhnya kami mengetahui bahwasanya berhala-berhala itu tidak bisa menciptakan sesuatu, tidak memberi rizki dan tidak memiliki sesuatu apa pun. Maksudnya, orang-orang musyrik itu telah mengabaikan apa yang telah Allah perintahkan, yaitu ikhlas (tauhid), dan mereka dengan lancang telah berani melakukan perbuatan haram yang paling besar, yaitu syirik. Mereka mengkiaskan Tuhan yang tidak ada sesuatu apa pun yang menyerupaiNya, Yang Maharaja nan Mahaagung dengan raja-raja (para penguasa). Mereka beranggapan berdasarkan akal mereka yang rusak dan pikiran mereka yang sakit, bahwasanya kalaulah para raja tidak mungkin bisa langsung ditemui kecuali melalui orang-orang terdekatnya, orang-orang kepercayaannya dan para menterinya yang mengajukan berbagai kepentingan (tuntutan) rakyatnya, dan membujuknya untuk mengasihani rak-yatnya serta memudahkan segala permasalahan dalam hal tersebut, maka demikian juga Allah سبحانه وتعالى. Analogi (kiyas) seperti ini adalah analogi yang paling rusak; karena mengandung makna penyetaraan sang Khaliq (Pencipta) dengan makhluk, padahal sudah pasti terdapat perbedaan yang sangat besar antara keduanya secara akal, syar'i dan fitrah. Para raja membutuhkan perantara (para pembantu) yang menghubung-kan mereka dengan rakyatnya, sebab mereka tidak mengetahui kondisi rakyat, maka dari itu dibutuhkan orang yang memberitahu mereka tentang kondisi rakyat secara langsung; dan barangkali tidak ada rasa kasih sayang di dalam hati mereka kepada orang yang mempunyai keperluan (tuntutan), sehingga dibutuhkan orang yang bisa membuat hati mereka kasihan kepada orang itu dan membahasakan keperluannya kepada mereka. Dan mereka mem-butuhkan para pembantu dan para menteri, dan rakyat takut kepada mereka, sehingga para raja mau memenuhi kebutuhan orang-orang yang berperantara kepada mereka demi menghormati dan menjaga perasaan mereka. Para raja itu juga sebenarnya orang-orang fakir, kadang menahan sesuatu karena takut miskin. Adapun Rabb, Allah سبحانه وتعالى, Dia-lah yang pengetahuanNya me-liputi segala sesuatu, baik terhadap perkara-perkara yang nampak maupun perkara-perkara yang tidak nampak. Dia tidak membu-tuhkan kepada orang yang menginformasikan kepadaNya tentang keadaan hamba-hambaNya, dan Dia juga adalah Yang Maha Pe-ngasih, Maha Pemurah, tidak membutuhkan kepada salah seorang makhlukNya untuk menjadikanNya mengasihi hamba-hambaNya. Bahkan Dia lebih kasih (sayang) kepada mereka daripada diri mereka sendiri dan daripada kedua orang tua mereka. Dia-lah yang menghimbau dan mengajak mereka untuk melakukan sebab-sebab yang dengannya mereka bisa mendapat rahmat (kasih sayang)Nya, dan Dia menghendaki kemaslahatan mereka yang tidak mereka kehendaki untuk diri mereka. Dia-lah yang Mahakaya, yang milik-Nya-lah kekayaan yang sempurna lagi absolut (mutlak), yang kalau seandainya seluruh manusia dari yang terdahulu hingga yang terkemudian berkumpul di satu tempat lalu semuanya memohon kepadaNya, kemudian Dia beri masing-masing permohonan dan harapannya, maka mereka tidak mengurangi sedikitpun kekayaan-Nya dan mereka juga tidak mengurangi apa-apa yang ada di sisi-Nya kecuali seperti berkurangnya samudra apabila sebilah jarum ditenggelamkan ke dalamnya (lalu diangkat). Dan seluruh pemberi syafa'at takut kepadaNya, sehingga tidak seorang pun di antara mereka dapat memberikan syafa'at kecuali dengan izinNya, dan milikNya-lah seluruh syafa'at. Dengan perbedaan-perbedaan ini dapat diketahui kebodohan orang-orang musyrikin, kedangkalan pikiran mereka dan betapa lancangnya mereka kepada Allah. Dan juga diketahui hikmah (rahasia di balik) kenapa syirik itu tidak diampuni Allah سبحانه وتعالى, yaitu karena syirik mengandung arti melecehkan Allah سبحانه وتعالى. Maka dari itu Dia berfirman seraya memberikan keputusan antara kedua golongan orang-orang yang bertauhid dan orang-orang musyrik, dan di dalamnya terdapat ancaman bagi kaum musyrikin,﴾ إِنَّ ٱللَّهَ يَحۡكُمُ بَيۡنَهُمۡ فِي مَا هُمۡ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَۗ ﴿ "Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya." Sudah di-maklumi bahwa keputusanNya adalah bahwa orang-orang beriman yang berlaku ikhlas ditempatkan di dalam surga-surga kenikmatan, sedangkan siapa saja yang mempersekutukan Allah, maka Allah telah mengharamkan surga baginya dan tempat tinggalnya adalah neraka. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ﴿ "Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk," maksudnya, tidak membimbing menuju hidayah pada jalan yang lurus, ﴾ مَنۡ هُوَ كَٰذِبٞ كَفَّارٞ ﴿ "orang-orang yang pendusta lagi sangat ingkar." Maksudnya, orang yang karakternya adalah dusta atau kufur, di mana nasihat-nasihat dan ayat-ayat sampai kepadanya, namun apa yang menjadi karaternya tidak pernah hilang darinya. Dan Allah memperlihatkan kepadanya tanda-tanda (mukjizat) namun ia mengingkari, kafir dan mendustakannya. Maka orang yang seperti ini, bagaimana mungkin bisa mendapat petunjuk, karena dia telah menutup pintu rapat-rapat atas dirinya sendiri, dan ia dihukum dengan ditutup oleh Allah akan hatinya, maka dari itu ia tidak beriman.
39:4Страница 458
لَّوۡ أَرَادَ ٱللَّهُ أَن يَتَّخِذَ وَلَدٗا لَّٱصۡطَفَىٰ مِمَّا يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُۚ سُبۡحَٰنَهُۥۖ هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ٤
Если бы Аллах захотел иметь детей, то Он избрал бы из Своих творений того, кого бы пожелал. Пречист Он! Он - Аллах, Единственный, Всемогущий.
"Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendakiNya di antara ciptaanNya. Mahasuci Dia dari itu. Dia-lah Allah, Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan." (Az-Zumar: 4).
(4) ﮋ لَّوۡ أَرَادَ ٱللَّهُ أَن يَتَّخِذَ وَلَدٗا ﮊ "Kalau sekiranya Allah hendak meng-ambil "anak," sebagaimana diyakini oleh makhluk-makhluk yang dungu, ﮋ لَّٱصۡطَفَىٰ مِمَّا يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُۚ ﮊ "tentu Dia akan memilih apa yang di-kehendakiNya di antara ciptaanNya." Maksudnya, niscaya Dia memilih salah satu ciptaanNya yang Dia kehendaki dan Dia istimewakan untuk diriNya dan menjadikannya seperti anak dan tidak perlu mengambil istri. ﮋ سُبۡحَٰنَهُۥۖ ﮊ "Mahasuci Dia" dari apa-apa yang didugakan oleh orang-orang kafir atau dari apa-apa yang dinisbatkan kepadaNya oleh orang-orang yang mulhid. ﴾ هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan." Yakni, Yang Esa dalam DzatNya, dalam nama-nama dan sifat-sifatNya serta dalam perbuatanNya, maka tidak ada yang serupa sedikitpun denganNya dalam hal itu dan tidak ada pula yang semisal denganNya. Maka kalau ia mempunyai anak, niscaya ia harus serupa denganNya dalam keesaanNnya, karena anak adalah merupakan sebagian dariNya dan bagian dariNya. Yang Maha Mengalahkan seluruh alam atas (langit) dan alam bawah (bumi). Kalau seandainya Dia punya anak, maka anak itu tidak akan dikalahkan dan sudah tentu ia sangat dimanjakan oleh bapak-nya. Padahal keesaan Allah سبحانه وتعالى dan kemahatidakterkalahkanNya itu adalah satu kesatuan. Jadi, yang Esa itu tidak mungkin ada kecuali Maha Mengalahkan; dan yang Maha Mengalahkan itu tidak mung-kin ada kecuali pasti Esa. Yang demikian ini menafikan persekutuan bagiNya dari segala sisinya.
39:5–7Страница 458
خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ بِٱلۡحَقِّۖ يُكَوِّرُ ٱلَّيۡلَ عَلَى ٱلنَّهَارِ وَيُكَوِّرُ ٱلنَّهَارَ عَلَى ٱلَّيۡلِۖ وَسَخَّرَ ٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَۖ كُلّٞ يَجۡرِي لِأَجَلٖ مُّسَمًّىۗ أَلَا هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفَّٰرُ ٥
Он сотворил небеса и землю ради истины. Он обвивает ночью день и обвивает днем ночь. Он подчинил солнце и луну. Все они движутся к назначенному сроку. Воистину, Он - Могущественный, Всепрощающий.
خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ ثُمَّ جَعَلَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ ٱلۡأَنۡعَٰمِ ثَمَٰنِيَةَ أَزۡوَٰجٖۚ يَخۡلُقُكُمۡ فِي بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡ خَلۡقٗا مِّنۢ بَعۡدِ خَلۡقٖ فِي ظُلُمَٰتٖ ثَلَٰثٖۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡ لَهُ ٱلۡمُلۡكُۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ فَأَنَّىٰ تُصۡرَفُونَ ٦
Он создал вас из одного человека. Он сотворил из него жену и ниспослал для вас из скотины восемь животных парами. Он создает вас в утробах ваших матерей: одно творение появляется вслед за другим в трех мраках. Таков Аллах, ваш Господь. Ему принадлежит власть. Нет божества, кроме Него. До чего же вы отвращены от истины!
إِن تَكۡفُرُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمۡۖ وَلَا يَرۡضَىٰ لِعِبَادِهِ ٱلۡكُفۡرَۖ وَإِن تَشۡكُرُواْ يَرۡضَهُ لَكُمۡۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرۡجِعُكُمۡ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَۚ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ٧
Если вы не уверуете, то ведь Аллах не нуждается в вас. Он не одобряет неверия для Своих рабов. А если вы будете благодарны, то Он одобрит для вас это. Ни одна душа не понесет чужого бремени. Затем вам предстоит вернуться к вашему Господу, и Он поведает вам о том, что вы совершали. Воистину, Он ведает о том, что в груди.
"Dia menciptakan langit dan bumi dengan benar; Dia me-nutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menu-rut waktu yang ditentukan. Ingatlah, Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Pengampun. Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan darinya istrinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang berbuat demikian itu adalah Allah, Rabb kamu, Rabb yang mempunyai kerajaan. Tidak ada sembahan yang haq melainkan Dia; maka bagaimana kamu dapat dipaling-kan. Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlu-kanmu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hambaNya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhainya bagimu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian ke-pada Rabbmu-lah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Menge-tahui apa yang tersimpan dalam dada." (Az-Zumar: 5-7).
(5) Allah سبحانه وتعالى memberitahu bahwasanya Dia ﴾ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ بِٱلۡحَقِّۖ ﴿ "menciptakan langit dan bumi dengan benar," maksudnya, untuk suatu hikmah dan maslahat dan untuk memerintah manusia dan melarang mereka, memberi pahala mereka dan menghukum me-reka. ﴾ يُكَوِّرُ ٱلَّيۡلَ عَلَى ٱلنَّهَارِ وَيُكَوِّرُ ٱلنَّهَارَ عَلَى ٱلَّيۡلِۖ ﴿ "Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam," maksudnya, memasukkan salah satu dari keduanya kepada yang lain dan menduduki posisi-nya, sehingga malam tidak pernah bersatu dengan siang, melain-kan apabila yang satu datang, maka yang lain melepaskan diri dari yang lainnya. ﴾ وَسَخَّرَ ٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَۖ ﴿ "Dan menundukkan matahari dan bulan" dengan penundukan yang teratur dan rotasi yang rapi. ﴾ كُلّٞ ﴿ "masing-masing" matahari dan bulan ﴾ يَجۡرِي ﴿ "berjalan" karena ter-pengaruh oleh aturan Allah سبحانه وتعالى ﴾ لِأَجَلٖ مُّسَمًّىۗ ﴿ "menurut waktu yang ditentukan" yaitu berakhirnya dunia ini dan kemusnahannya, di mana Allah akan memusnahkan segala perlengkapannya, matahari dan bulannya, dan menghidupkan kembali manusia dalam pen-ciptaan yang baru; agar mereka menetap di negeri abadi, surga atau neraka. ﴾ أَلَا هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Ingatlah, Dia-lah Yang Mahaperkasa," Yang tidak bisa dikalahkan, yang mengendalikan segala sesuatu, yang tidak ada sesuatu pun yang sulit bagiNya, yang karena keperkasaanNya Dia menciptakan makhluk-makhluk yang luar biasa ini dan menun-dukkannya, mereka berjalan berdasarkan perintahNya. ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "Lagi Maha Pengampun" terhadap dosa-dosa hamba-hambaNya yang bertaubat lagi beriman, sebagaimana difirmankan-Nya, ﴾ وَإِنِّي لَغَفَّارٞ لِّمَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحٗا ثُمَّ ٱهۡتَدَىٰ 82 ﴿ "Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang ber-taubat, beriman, beramal shalih, kemudian tetap di jalan yang benar." (Thaha: 82). Maha Pengampun bagi orang-orang yang terlanjur mem-persekutukanNya dan setelah melihat ayat-ayat (tanda-tanda kebesaranNya)Nya yang luar biasa, lalu ia bertaubat dan kembali kepadaNya.
(6) Dan di antara keperkasaanNya adalah ﴾ خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ ﴿ "Dia menciptakan kamu dari seorang diri," dengan jumlah kalian yang banyak dan tersebar luasnya kalian di berbagai penjuru bumi, ﴾ ثُمَّ جَعَلَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا ﴿ "kemudian Dia jadikan darinya istrinya." Yang demi-kian itu agar ia merasakan ketentraman pada istrinya, dan istri merasakan ketentraman pada suaminya dan terjadilah kenikmatan dengan cara yang demikian itu. ﴾ وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ ٱلۡأَنۡعَٰمِ ﴿ "Dan Dia menurunkan untuk kamu dari bina-tang ternak," maksudnya, Dia menciptakannya dengan ketentuan yang datang dariNya sebagai rahmat (kasih sayang) kepada kalian ﴾ ثَمَٰنِيَةَ أَزۡوَٰجٖۚ ﴿ "delapan ekor yang berpasangan." Ini adalah yang disebut-kan di dalam Surat al-An'am: Delapan pasangan, dari domba dua, dari kambing dua, dari unta dua dan dari sapi dua. Hanya ini saja yang disebutkan di sini, padahal banyak bintang-binatang ternak lainnya yang Dia ciptakan untuk kemaslahatan hamba-hambaNya, hal itu karena banyaknya manfaatnya, luasnya kemaslahatannya, karena kemuliaannya dan karena keistimewaan-keistimewaan yang dimilikinya yang tidak ada pada yang lainnya, seperti untuk keperluan kurban, membayar hadyu (tebusan haji), aqiqah, kewa-jiban zakat padanya dan khusus untuk membayar diyat (tebusan pembunuhan). Setelah Allah menjelaskan penciptaan bapak dan ibu moyang kita yang pertama, maka Dia menjelaskan permulaan proses pen-ciptaan kita, seraya berfirman, ﴾ يَخۡلُقُكُمۡ فِي بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡ خَلۡقٗا مِّنۢ بَعۡدِ خَلۡقٖ ﴿ "Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian," yakni, dari satu fase ke fase lainnya, dan kalian dalam kondisi tidak ada tangan makhluk yang menyentuh kalian, tidak ada pula mata yang melihat kalian, dan Dia telah memproses (membesarkan) kalian dalam tempat yang sempit itu ﴾ فِي ظُلُمَٰتٖ ثَلَٰثٖۚ ﴿ "dalam tiga kege-lapan," kegelapan perut, kegelapan rahim, dan kegelapan ketuban. ﴾ ذَٰلِكُمُ ﴿ "Yang demikian itu" yakni, Yang menciptakan langit dan bumi, yang menundukkan matahari dan bulan, menciptakan kalian dan menciptakan untuk kalian binatang ternak dan segala nikmat, ﴾ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡ ﴿ "adalah Allah, Rabb kamu." Maksudnya, sembahan yang dipuja yang telah menumbuhkan dan mengatur kalian. Maka se-bagaimana Dia Esa dalam menciptakan dan mengelola (mengatur)-nya, tiada sekutu bagiNya dalam semua itu, maka Dia juga Maha Esa dalam uluhiyahNya, tiada sekutu bagiNya. Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ فَأَنَّىٰ تُصۡرَفُونَ ﴿ "Tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan," setelah penje-lasan di atas, yaitu penjelasan bahwa Allah سبحانه وتعالى lah yang berhak untuk dimurnikan dari penyembahan kepada berhala yang sama sekali tidak mengatur apa pun dan sama sekali tidak memiliki wewenang.
(7) ﴾ إِن تَكۡفُرُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمۡۖ ﴿ "Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu." Artinya, kekafiran kalian tidak akan berpengaruh apa-apa terhadapNya dan Dia pun tidak beruntung karena ketaatan kalian. Semua perintah dan laranganNya kepada kalian adalah murni karunia dan kebaikanNya kepada kalian, ﴾ وَلَا يَرۡضَىٰ لِعِبَادِهِ ٱلۡكُفۡرَۖ ﴿ "dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hambaNya" karena kesempurnaan karuniaNya terhadap mereka dan ilmuNya bahwa kekafiran akan menyengsarakan mereka dengan kesengsaraan yang mereka sama sekali tidak akan berbahagia sesudahnya, dan karena Dia menciptakan mereka untuk beribadah kepadaNya. Itu-lah tujuan yang karenanya Dia menciptakan manusia, maka Dia tidak ridha kalau mereka mengabaikan tujuan mereka diciptakan. ﴾ وَإِن تَشۡكُرُواْ ﴿ "Dan jika kamu bersyukur" kepada Allah سبحانه وتعالى dengan cara mengesakanNya dan memurnikan agama (ketaatan) kepada-Nya, ﴾ يَرۡضَهُ لَكُمۡۗ ﴿ "niscaya Dia meridhainya bagimu," karena sifat rahmat-Nya kepada kalian dan kecintaanNya untuk melimpahkan karunia kepada kalian serta karena kalian mengerjakan tujuan kalian di-ciptakan. Sebagaimana Allah tidak akan dimudaratkan oleh kesyi-rikan kalian dan tidak pula beruntung karena amal dan tauhid kalian, maka demikian pula tiap orang dari kalian hanya akan memperoleh (balasan) amalnya sendiri-sendiri, yang baik atau yang buruk, ﴾ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرۡجِعُكُمۡ ﴿ "dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Rabbmulah kem-balimu" pada Hari Kiamat, ﴾ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَۚ ﴿ "lalu Dia memberita-kan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." Ini adalah berita yang telah diliputi oleh ilmu pengetahuan-Nya, telah dicatat oleh penaNya dan telah dicatat oleh para malaikat yang bertugas menjaga amal perbuatan kalian serta telah disaksi-kan oleh seluruh anggota badan kalian, lalu dia akan memberikan balasan kepada kalian sesuai dengan haknya masing-masing. ﴾ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ﴿ "Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam dada." Maksudnya, mengetahui dada itu sendiri dan isinya, seperti sifat baik ataupun sifat buruk. Yang dimaksud dari semua ini adalah pemberitaan tentang pemberian balasan dengan seadil-adilnya.
39:8Страница 459
۞ وَإِذَا مَسَّ ٱلۡإِنسَٰنَ ضُرّٞ دَعَا رَبَّهُۥ مُنِيبًا إِلَيۡهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُۥ نِعۡمَةٗ مِّنۡهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدۡعُوٓاْ إِلَيۡهِ مِن قَبۡلُ وَجَعَلَ لِلَّهِ أَندَادٗا لِّيُضِلَّ عَن سَبِيلِهِۦۚ قُلۡ تَمَتَّعۡ بِكُفۡرِكَ قَلِيلًا إِنَّكَ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلنَّارِ ٨
Когда человека коснется вред, он взывает к своему Господу, обращаясь к Нему одному. Когда же Он предоставляет ему благо от Себя, человек забывает Того, к Кому он взывал прежде (или забывает то, ради чего он взывал прежде), и равняет с Аллахом других, чтобы сбить других с Его пути. Скажи: «Попользуйся благами со своим неверием немного! Воистину, ты будешь одним из обитателей Огня».
"Dan apabila manusia itu ditimpa kemudaratan, dia memo-hon kepada Rabbnya dengan kembali kepadaNya; kemudian apa-bila Dia memberikan nikmat(Nya) kepadanya lupalah dia kepada apa yang dia berdoa kepadanya sebelum itu, dan dia mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan dari jalanNya. Kata-kanlah, 'Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka'." (Az-Zumar: 8).
(8) Allah سبحانه وتعالى memberitakan tentang kemurahan, kebaikan, dan karuniaNya kepada hambaNya, dan betapa minimnya syukur sang hamba kepadaNya, dan bahwa pada saat dia ditimpa kesem-pitan, seperti sakit, kefakiran, atau terjebak ke dalam suatu kesulitan di laut atau lainnya, sedangkan dia mengetahui saat itu bahwasa-nya tidak ada yang bisa menyelamatkannya dalam kondisi seperti itu kecuali Allah, maka mereka pun berdoa kepadaNya dengan merendahkan diri lagi kembali, dia benar-benar meminta perto-longan kepadaNya agar dibebaskan dari apa yang tengah menim-panya dan ia benar-benar memelas berdoa, ﴾ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُۥ ﴿ "Kemudian apabila Dia memberikan," yakni, Allah memberikan ﴾ نِعۡمَةٗ مِّنۡهُ ﴿ "nik-mat(Nya) kepadanya" seperti, ia dibebaskan dari marabahaya dan k e s e m p i t a n ﴾ نَسِيَ مَا كَانَ يَدۡعُوٓاْ إِلَيۡهِ مِن قَبۡلُ ﴿ "lupalah dia kepada apa yang dia berdoa kepadaNya sebelum itu." Maksudnya, ia lupa kepada mara-bahaya tersebut yang karenanya dia telah berdoa kepada Allah, dan ia terus berjalan seolah-olah ia belum pernah ditimpa mara-bahaya dan ia terus dalam kesyirikannya, ﴾ وَجَعَلَ لِلَّهِ أَندَادٗا لِّيُضِلَّ عَن سَبِيلِهِۦۚ ﴿ "dan dia mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan dari jalanNya." Maksudnya, menyesatkan dirinya dan menyesatkan orang lain, karena penyesatan itu merupakan bagian dari kesesatan; yang disebutkan adalah konsekuensi dari yang lazim untuk me-nunjukkan kepada yang lazim itu sendiri. ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada si pembangkang yang mengganti nikmat Allah dengan kekafiran ini, ﴾ تَمَتَّعۡ بِكُفۡرِكَ قَلِيلًا إِنَّكَ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلنَّارِ ﴿ "Ber-senang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguh-nya kamu termasuk penghuni neraka," maka sama sekali tidak akan berguna bagimu apa yang kamu bersenang-senang dengannya apabila tempat tinggal terakhirnya adalah neraka. ﴾ أَفَرَءَيۡتَ إِن مَّتَّعۡنَٰهُمۡ سِنِينَ 205 ثُمَّ جَآءَهُم مَّا كَانُواْ يُوعَدُونَ 206 مَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يُمَتَّعُونَ 207 ﴿ "Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka, niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang dulu mereka nikmati." (Asy-Syu'ara`: 205-207).
39:9Страница 459
أَمَّنۡ هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيۡلِ سَاجِدٗا وَقَآئِمٗا يَحۡذَرُ ٱلۡأٓخِرَةَ وَيَرۡجُواْ رَحۡمَةَ رَبِّهِۦۗ قُلۡ هَلۡ يَسۡتَوِي ٱلَّذِينَ يَعۡلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٩
Неужели тот, кто смиренно проводит ночные часы, падая ниц и стоя, страшась Последней жизни и надеясь на милость своего Господа, равен неверующему? Скажи: «Неужели равны те, которые знают, и те, которые не знают?». Воистину, поминают назидание только обладающие разумом.
"Ataukah orang yang gemar beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada akhirat dan mengharapkan rahmat Rabbnya. Katakanlah, 'Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?' Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran." (Az-Zumar: 9).
(9) Ini adalah kondisi berlawanan antara orang yang taat kepada Allah dengan yang lainnya (yang tidak taat), dan antara orang yang berilmu dengan orang jahil. Ini sudah merupakan per-kara yang sudah pasti perbedaannya menurut akal yang sehat dan telah diketahui secara pasti perbedaannya yang jauh. Maka tidaklah sama orang yang berpaling dari ketaatan kepada Rabbnya, yang selalu mengikuti hawa nafsunya dengan orang yang gemar beriba-dah, yakni, taat kepada Allah dengan melakukan ibadah-ibadah yang paling utama, yaitu seperti shalat; dan pada waktu-waktu yang paling utama, seperti waktu-waktu di malam hari. Allah menyifati orang yang gemar beribadah itu dengan "banyak beramal dan melakukan yang paling utama." Kemudian Allah menyifatinya dengan "sifat takut dan harap," dan Allah juga menyebutkan sebab yang menimbulkan rasa takut-nya, yaitu takut akan azab di akhirat atas dosa-dosa yang telah lalu yang terlanjur ia lakukan, dan juga sebab yang menimbulkan sifat pengharapan yaitu adanya rahmat Allah. Dengan demikian Allah menyifatinya dengan amal lahiriyah dan amal batiniyah. ﴾ قُلۡ هَلۡ يَسۡتَوِي ٱلَّذِينَ يَعۡلَمُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Apakah sama orang-orang yang mengetahui" Rabb mereka dan juga mengetahui AgamaNya yang bersifat balasan di akhirat, dengan segala rahasia dan hikmah di balik itu, وَٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَۗ ﴿ ﴾ "dengan orang-orang yang tidak mengetahui" sesuatu pun dari semua itu? Mereka yang berilmu tidak sama de-ngan mereka yang bodoh; demikian pula tidak sama antara malam dengan siang, cahaya dan kegelapan, dan air dengan api. ﴾ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ ﴿ "Sesungguhnya orang yang dapat mengambil pelajaran" ketika diberi pelajaran, ﴾ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ﴿ "hanyalah orang-orang yang mempunyai akal," yakni, orang-orang yang mempunyai akal bersih lagi cerdas. Merekalah orang-orang yang lebih mengutamakan yang bernilai tinggi daripada yang bernilai rendah; mereka lebih mengutamakan ilmu daripada kebodohan; ketaatan kepada Allah daripada menyalahiNya, sebab mereka mempunyai akal yang membimbing mereka untuk melihat akhir akibat (semua perbuatan). Berbeda dengan orang yang tidak mempunyai akal dan nurani, ia menjadikan hawa nafsunya sebagai sembahannya.
39:10Страница 459
قُلۡ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمۡۚ لِلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٞۗ وَأَرۡضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجۡرَهُم بِغَيۡرِ حِسَابٖ ١٠
Скажи Моим рабам, которые уверовали: «Бойтесь вашего Господа! Тем, которые совершили добро в этом мире, уготовано добро. Земля Аллаха обширна. Воистину, терпеливым их награда воздастся полностью без счета».
"Katakanlah, 'Hai hamba-hambaKu yang beriman, bertak-walah kepada Rabbmu.' Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesung-guhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (Az-Zumar: 10).
(10) Artinya, katakanlah dengan menyeru manusia-manu-sia termulia, yaitu orang-orang yang beriman, dan dengan meme-rintah mereka melakukan perintah-perintah yang paling utama, yaitu takwa, sambil mengingatkan mereka akan faktor penyebab yang bisa menimbulkan takwa, yaitu rububiyah Allah dan pelim-pahan karuniaNya kepada mereka yang berkonsekuensi mereka harus bertakwa kepadaNya. Termasuk di dalamnya adalah iman yang telah Allah karuniakan kepada mereka, karena sesungguh-nya iman menimbulkan takwa. Itu sama dengan ungkapan: Wahai orang yang pemurah, bersedekahlah! Wahai si pemberani, berpe-ranglah! Dan Allah menjelaskan juga kepada mereka pahala yang dapat merangsang (memicu) mereka di dunia, seraya berfirman, ﴾ لِلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mem-peroleh," karena ibadah mereka kepada Tuhannya, ﴾ حَسَنَةٞۗ ﴿ "kebaikan," berupa rizki yang banyak, jiwa yang tenang dan hati yang lapang, sebagaimana Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَلَنُحۡيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةٗ طَيِّبَةٗۖ وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ 97 ﴿ "Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami beri-kan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (An-Nahl: 97). ﴾ وَأَرۡضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌۗ ﴿ "Dan bumi Allah itu adalah luas," apabila kalian dihalang-halangi untuk beribadah di suatu tempat, maka berhijrah-lah ke tempat lain agar bisa beribadah kepada Rabb kalian di sana dan agar kalian bisa menegakkan agama kalian. Dan tatkala Allah mengatakan, ﴾ لِلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٞۗ ﴿ "Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan," mungkin bagi sebagian jiwa kalimat ini mempunyai celah, yaitu bahwa nash ini bermakna umum, yang berarti bahwa siapa saja yang berbuat baik (ihsan) maka di dunia ini ia mendapat kebaikan; lalu bagaimana dengan orang yang beriman yang berada di negeri yang di sana ia ditindas, dihinakan, apakah ia tidak akan memperoleh kebaikan pula? Maka kemungkinan pengertian seperti ini ditolak oleh Allah dengan FirmanNya, ﴾ وَأَرۡضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌۗ ﴿ "Dan bumi Allah itu adalah luas." Dan di sini ada kabar gembira yang diutarakan oleh Nabi a dengan sabdanya, لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِيْنَ، لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ وَلَا مَنْ خَالَفَهُمْ، حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللّٰهِ وَهُمْ عَلَى ذٰلِكَ. "Akan selalu ada segolongan dari umatku yang berada di atas ke-benaran sebagai orang-orang yang menang, dan orang yang tidak mem-pedulikan mereka sama sekali tidak membahayakan mereka dan tidak pula orang yang menyelisihi mereka, hingga datang ketentuan Allah sedangkan mereka tetap demikian."[78] Ayat di atas mengisyaratkan kepada hadits ini dan dari dekat memang itu yang dimaksud olehnya, yaitu bahwasanya Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwa bumi Allah ini luas sekali; maka bagaimana-pun kalian dicegah dari ibadah kepada Allah di suatu negeri, maka berhijrahlah ke tempat yang lain. Ini adalah umum, berlaku pada setiap masa dan tempat. Maka setiap orang yang berhijrah harus mempunyai tempat berlindung yaitu kaum Muslimin yang bisa mengayominya dan tempat yang mungkin bisa untuk menegakkan agama Allah. ﴾ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجۡرَهُم بِغَيۡرِ حِسَابٖ ﴿ "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." Ini berlaku umum dalam semua bentuk sabar: Sabar dalam menerima takdir-takdir Allah yang menyakitkan, dengan tidak menggerutu karena-nya, sabar dalam menghindari maksiat terhadapNya sehingga tidak melakukannya, dan sabar dalam menjalankan ketaatan kepada-Nya sehingga dilaksanakan dengan baik. Maka Allah menjanjikan kepada orang-orang yang sabar pahala untuk mereka yang tak terhingga. Maksudnya, tanpa batas, tanpa hitungan ataupun kadar. Semua itu tidak lain adalah karena keutamaan sabar dan keduduk-annya di sisi Allah, dan sesungguhnya sabar itu menjadi penolong atas segala perkara.
39:11–16Страница 460
قُلۡ إِنِّيٓ أُمِرۡتُ أَنۡ أَعۡبُدَ ٱللَّهَ مُخۡلِصٗا لَّهُ ٱلدِّينَ ١١
Скажи: «Мне велено поклоняться Аллаху, очищая перед Ним веру.
وَأُمِرۡتُ لِأَنۡ أَكُونَ أَوَّلَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ١٢
Мне также велено быть первым из мусульман».
قُلۡ إِنِّيٓ أَخَافُ إِنۡ عَصَيۡتُ رَبِّي عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ١٣
Скажи: «Я боюсь, что если я ослушаюсь своего Господа, то меня постигнут мучения в Великий день».
قُلِ ٱللَّهَ أَعۡبُدُ مُخۡلِصٗا لَّهُۥ دِينِي ١٤
Скажи: «Я поклоняюсь одному Аллаху, очищая перед Ним веру.
فَٱعۡبُدُواْ مَا شِئۡتُم مِّن دُونِهِۦۗ قُلۡ إِنَّ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ وَأَهۡلِيهِمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ أَلَا ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡخُسۡرَانُ ٱلۡمُبِينُ ١٥
Поклоняйтесь же, помимо Него, чему пожелаете». Скажи: «Воистину, потерпят убыток те, которые потеряют себя и свои семьи в День воскресения. Воистину, это и есть явный убыток!
لَهُم مِّن فَوۡقِهِمۡ ظُلَلٞ مِّنَ ٱلنَّارِ وَمِن تَحۡتِهِمۡ ظُلَلٞۚ ذَٰلِكَ يُخَوِّفُ ٱللَّهُ بِهِۦ عِبَادَهُۥۚ يَٰعِبَادِ فَٱتَّقُونِ ١٦
Над ними будут навесы из огня, и под ними будут навесы». Этим Аллах устрашает Своих рабов. О рабы Мои, бойтесь Меня!
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku diperintahkan supaya me-nyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam menjalankan agama. Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri.' Katakanlah, 'Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar jika aku durhaka kepada Rabbku.' Katakanlah, 'Hanya Allah saja yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam menjalankan agamaku. Maka sembahlah olehmu apa yang kamu kehendaki selain Dia.' Katakanlah, 'Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada Hari Kiamat.' Ingatlah, yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan. Demikianlah Allah mem-pertakuti hamba-hambaNya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepadaKu hai hamba-hambaKu." (Az-Zumar: 11-16).
(11) Yakni, ﴾ قُلۡ ﴿ "katakanlah" wahai rasul, kepada manusia, ﴾ إِنِّيٓ أُمِرۡتُ أَنۡ أَعۡبُدَ ٱللَّهَ مُخۡلِصٗا لَّهُ ٱلدِّينَ ﴿ "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya me-nyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam menja-lankan agama," yaitu (yang telah disebutkan) pada FirmanNya pada awal Surat ini: ﴾ فَٱعۡبُدِ ٱللَّهَ مُخۡلِصٗا لَّهُ ٱلدِّينَ ﴿ "Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam menjalankan agama."
(12) ﴾ وَأُمِرۡتُ لِأَنۡ أَكُونَ أَوَّلَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ﴿ "Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri," karena aku adalah orang yang mengajak dan yang menunjuki manusia kepada Tuhan mereka, maka ini berkonsekuensi pada diriku untuk menjadi orang pertama yang melaksanakan apa yang Dia perintahkan dan orang pertama yang berserah diri. Masalah ini harus terjadi pada diri Nabi Muhammad a, dan pada orang yang mengklaim menjadi pengikutnya. Ia harus ber-serah diri dalam amalan-amalan lahir dan ikhlas kepada Allah dalam amalan-amalan lahir dan batin.
(13) ﴾ قُلۡ إِنِّيٓ أَخَافُ إِنۡ عَصَيۡتُ رَبِّي ﴿ "Katakanlah, 'Sesungguhnya aku takut jika aku durhaka kepada Rabbku'," dalam apa yang diperintahkanNya kepadaku, yaitu ikhlas dan pasrah, ﴾ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "akan siksaan hari yang besar," di mana akan kekal di dalamnya orang yang memper-sekutukanNya dan akan disiksa di dalamnya orang yang mendur-hakaiNya.
(14-15) ﴾ قُلِ ٱللَّهَ أَعۡبُدُ مُخۡلِصٗا لَّهُۥ دِينِي 14 فَٱعۡبُدُواْ مَا شِئۡتُم مِّن دُونِهِۦۗ ﴿ "Katakanlah, 'Hanya Allah saja yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepa-daNya dalam menjalankan agamaku. Maka sembahlah olehmu apa yang kamu kehendaki selain Dia'." Ini sebagaimana difirmankanNya di dalam Surat yang lain, ﴾ قُلۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡكَٰفِرُونَ 1 لَآ أَعۡبُدُ مَا تَعۡبُدُونَ 2 وَلَآ أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ 3 وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٞ مَّا عَبَدتُّمۡ 4 وَلَآ أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ 5 لَكُمۡ دِينُكُمۡ وَلِيَ دِينِ 6 ﴿ "Katakanlah, 'Hai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku." (Al-Kafirun: 1-6). ﴾ قُلۡ إِنَّ ٱلۡخَٰسِرِينَ ﴿ "Katakanlah, 'Sesungguhnya orang-orang yang rugi" yang sesungguhnya ialah ﴾ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ ﴿ "orang-orang yang merugi-kan diri mereka sendiri" di mana mereka mencegahnya mendapat pahala dan karena itu mereka berhak mendapat siksa yang sangat buruk ﴾ وَأَهۡلِيهِمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ ﴿ "dan keluarganya pada Hari Kiamat." Yakni, di-cerai-beraikan di antara mereka, dan mereka sangat bersedih dan (mendapat) kerugian besar. ﴾ أَلَا ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡخُسۡرَانُ ٱلۡمُبِينُ ﴿ "Ingatlah, yang demikian itu adalah kerugian yang nyata," yang tidak ada kerugian yang semisal dengannya, yaitu kerugian yang terus menerus, tiada keuntungannya sesudah-nya, dan bahkan tidak ada keselamatan padanya.
(16) Kemudian Allah menjelaskan betapa dahsyatnya ke-sengsaraan yang mereka alami, seraya berfirman, ﴾ لَهُم مِّن فَوۡقِهِمۡ ظُلَلٞ مِّنَ ٱلنَّارِ ﴿ "Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka," maksudnya, lempengan-lempengan api neraka seperti awan tebal ﴾ وَمِن تَحۡتِهِمۡ ظُلَلٞۚ ذَٰلِكَ ﴿ "dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan. Demikianlah" yakni gambar-an yang Kami uraikan tentang azab para penghuni neraka tersebut adalah cambuk yang dengannya Allah سبحانه وتعالى menghalau hamba-hamba-Nya menuju rahmatNya. ﴾ يُخَوِّفُ ٱللَّهُ بِهِۦ عِبَادَهُۥۚ يَٰعِبَادِ فَٱتَّقُونِ ﴿ "Allah mempertakuti hamba-hambaNya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepadaKu hai hamba-hambaKu." Maksudnya, Allah menjadikan apa yang telah Dia sediakan untuk orang-orang yang celaka itu berupa azab sebagai pembawa hamba-hambaNya menuju takwa dan sebagai peringatan dari apa-apa yang bisa menyebabkan azab. Mahasuci Allah yang telah merahmati hamba-hambaNya dalam segala hal! Dan telah memudahkan jalan-jalan yang bisa mengantarkan mereka kepada-Nya, mendorong mereka untuk menelusurinya dan merangsang mereka dengan segala bentuk rangsangan (motivasi) yang dirindu-kan oleh jiwa dan didambakan oleh kalbu, serta memperingatkan mereka dari beramal kepada selain Dia dengan sebenar-benar pe-ringatan dan menjelaskan kepada mereka segala sebab yang bisa menjadi pendorong untuk meninggalkannya.
Текст: Quranic Universal Library (Tarteel) через spa5k/tafsir_api (MIT), в зафиксированной версии. Аяты: Quran Foundation. Источники и лицензии