Ас-Саади · Тафсир · на индонезийском
Аз-Зумар 39:62–75
39:62–63Страница 465
ٱللَّهُ خَٰلِقُ كُلِّ شَيۡءٖۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ وَكِيلٞ ٦٢
Аллах - Творец всякой вещи. Он - Попечитель и Хранитель всякой вещи.
لَّهُۥ مَقَالِيدُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ ٦٣
Ему принадлежат ключи небес и земли. А те, которые не веруют в знамения Аллаха, являются потерпевшими убыток.
"Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. KepunyaanNya-lah kunci-kunci langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi." (Az-Zumar: 62-63).
(62) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang keagungan dan kesem-purnaanNya yang memastikan kerugian siapa saja yang kafir kepa-daNya, seraya berfirman, ﴾ ٱللَّهُ خَٰلِقُ كُلِّ شَيۡءٖۖ ﴿ "Allah menciptakan segala sesuatu." Ungkapan ini dan yang serupa dengannya yang banyak sekali di dalam al-Qur`an menunjukkan bahwa segala sesuatu, selain Allah, adalah makhluk (diciptakan). Maka di dalamnya ter-kandung bantahan terhadap orang yang berpendapat (meyakini) qadim (tidak bermula)nya sebagian makhluk, seperti kaum filosuf yang meyakini qadimnya bumi dan langit; dan seperti orang-orang yang meyakini qadimnya ruh dan keyakinan-keyakinan ahlul batil lainnya yang mengandung makna menanggalkan sang Khaliq dari ciptaanNya. Dan kalamullah (Firman Allah) tidak termasuk sesuatu yang diciptakan, sebab kalamullah adalah sifat yang berfirman, sedang-kan Allah سبحانه وتعالى dengan nama-nama dan sifat-sifatNya Mahaawal yang tidak ada sesuatu apa pun sebelumNya. Maka, kaum Mu'tazilah yang berargumen dengan ayat ini dan ayat-ayat lainnya (atas ke-yakinan mereka) bahwa kalamullah itu makhluk adalah merupakan kebodohan yang paling besar, sebab sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى tetap dan senantiasa dengan nama-nama dan sifat-sifatNya, Dia tidak pernah menciptakan satu sifat pun dari sifat-sifatNya dan juga tidak pernah tertanggalkan dariNya sesaat pun. Yang menjadi inti dari ini semua adalah bahwasanya Allah سبحانه وتعالى telah memberitahu tentang DiriNya yang mulia bahwasanya Dia adalah Pencipta seluruh alam atas dan alam bawah, dan bahwa sesungguhnya Dia ﴾ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ وَكِيلٞ ﴿ "memelihara segala sesuatu." Pen-jagaan yang sempurna itu harus ada ilmu dari sang Penjaga terha-dap segala apa yang diserahkan kepadaNya dan harus menguasai segala perinciannya, dan juga harus ada kuasa (kemampuan) yang sempurna atas apa yang diserahkan kepadaNya, dan harus ada hikmah dan pengetahuan akan cara-cara mengatur untuk mengatur dan mengurusnya menurut apa yang terlaik. Sebab, penjagaan tidak akan bisa terlaksana kecuali dengan adanya itu semua. Maka adanya kekurangan yang sedikit sekalipun dariNya, merupakan kekurangan (kelemahan) di dalam penjagaan tersebut. Dan sudah merupakan hal yang sudah dimaklumi secara pasti bahwasanya Allah سبحانه وتعالى Suci dari segala kekurangan dalam sifat-sifatNya. Maka pemberitahuanNya bahwasanya Dia Memelihara segala sesuatu menunjukkan pada cakupan ilmu pengetahuanNya terhadap segala sesuatu, kesempurnaan KuasaNya dalam mengatur, kesempurnaan pengendalianNya dan kesempurnaan hikmahNya yang dengannya Dia menempatkan segala sesuatu masing-masing pada tempatnya.
(63) ﴾ لَّهُۥ مَقَالِيدُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ ﴿ "KepunyaanNya-lah kunci-kunci langit dan bumi," maksudnya, kunci-kuncinya berupa ilmu dan pengendalian, maka, ﴾ مَّا يَفۡتَحِ ٱللَّهُ لِلنَّاسِ مِن رَّحۡمَةٖ فَلَا مُمۡسِكَ لَهَاۖ وَمَا يُمۡسِكۡ فَلَا مُرۡسِلَ لَهُۥ مِنۢ بَعۡدِهِۦۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ 2 ﴿ "Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha-bijaksana." (Fathir: 2). Setelah Allah menjelaskan sebagian dari keagunganNya yang menuntut keharusan hati untuk penuh dengan rasa mengagungkan dan memuliakanNya, maka Dia menjelaskan keadaan orang-orang yang kebalikan dari itu, yang tidak mengagungkanNya dengan pengagungan yang sebenar-benarnya, seraya berfirman, ﴾ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ ﴿ "Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah" yang menunjukkan kepada al-haqqul yaqin (kebenaran sejati) dan jalan yang lurus, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ ﴿ "mereka itulah orang-orang yang merugi," mereka mendapatkan kerugian karena tidak meraih apa-apa yang karenanya hati mereka menjadi shalih (baik), seperti penghambaan dan keikhlasan kepada Allah, dan apa-apa yang dengannya lisan menjadi lurus seperti sibuk mengingat Allah, dan apa-apa yang dengannya seluruh anggota tubuh menjadi baik, seperti taat kepada Allah. Mereka menggantikan semua itu dengan apa-apa yang justru merusak hati dan badan. Mereka rugi karena tidak meraih surga yang penuh kenikmatan dan menggantikannya dengan azab yang sangat pedih.
39:64–66Страница 465
قُلۡ أَفَغَيۡرَ ٱللَّهِ تَأۡمُرُوٓنِّيٓ أَعۡبُدُ أَيُّهَا ٱلۡجَٰهِلُونَ ٦٤
Скажи: «Неужели вы повелеваете мне поклоняться кому-либо другому вместо Аллаха, о невежды?».
وَلَقَدۡ أُوحِيَ إِلَيۡكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكَ لَئِنۡ أَشۡرَكۡتَ لَيَحۡبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٦٥
Тебе и твоим предшественникам уже было внушено: «Если ты станешь приобщать сотоварищей, то тщетными будут твои деяния и ты непременно окажешься одним из потерпевших убыток».
بَلِ ٱللَّهَ فَٱعۡبُدۡ وَكُن مِّنَ ٱلشَّٰكِرِينَ ٦٦
Поклоняйся же одному Аллаху и будь в числе благодарных.
"Katakanlah, 'Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang jahil (bodoh)?' Dan sesungguh-nya telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelum-mu: Jika kamu mempersekutukan Allah, niscaya akan terhapus amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Karena itu, maka hendaklah Allah saja yang kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur." (Az-Zumar: 64-66).
(64) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" wahai rasul, kepada orang-orang bodoh itu, yaitu orang-orang yang mengajakmu menyembah selain Allah, ﴾ أَفَغَيۡرَ ٱللَّهِ تَأۡمُرُوٓنِّيٓ أَعۡبُدُ أَيُّهَا ٱلۡجَٰهِلُونَ ﴿ "Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang jahil (bodoh)." Maksud-nya, perintah ini bersumber dari kebodohan kalian. Kalau tidak, maka kalau sekiranya kalian mempunyai ilmu pengetahuan bah-wasanya Allah سبحانه وتعالى Yang Mahasempurna dari segala sisiNya, yang melimpahkan seluruh kenikmatan adalah yang berhak diibadahi, bukan selainNya yang lemah dari segala sisinya, tidak dapat mem-berikan manfaat ataupun menimpakan mudarat; lalu kenapa kalian menyuruhku melakukan hal itu? Padahal sesungguhnya kesyirikan (mempersekutukan Allah) itu dapat menghapus semua amal-amal kebaikan dan merusak semua keadaan.
(65) Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ وَلَقَدۡ أُوحِيَ إِلَيۡكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكَ ﴿ "Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelummu," dari seluruh nabi-nabi, ﴾ لَئِنۡ أَشۡرَكۡتَ لَيَحۡبَطَنَّ عَمَلُكَ ﴿ "Jika kamu mempersekutukan Allah, niscaya akan terhapus amalmu." Ini ada-lah kata mufrad (tunggal) yang di-idhafah-kan yang berarti mencakup setiap amal perbuatan. Jadi, di dalam kenabian seluruh nabi-nabi (diajarkan bahwa) syirik itu menghapus seluruh amal-amal shalih, sebagaimana dikatakan oleh Allah سبحانه وتعالى di dalam Surat al-An'am setelah Dia menyebutkan banyak nabi-nabi dan Rasul-rasulNya, Dia berfirman mengenai mereka, ﴾ ذَٰلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهۡدِي بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۚ وَلَوۡ أَشۡرَكُواْ لَحَبِطَ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ 88 ﴿ "Itulah petunjuk Allah yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya. Seandai-nya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan." (Al-An'am: 88). ﴾ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ﴿ "Dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi" untuk agama dan akhiratmu. Jadi disebabkan syirik, amal-amal kebajikan dihapuskan dan dipastikan berhak mendapat siksaan dan hukuman.
(66) Kemudian Dia berfirman, ﴾ بَلِ ٱللَّهَ فَٱعۡبُدۡ ﴿ "Karena itu, maka hendaklah Allah saja yang kamu sembah." Setelah Allah memberitahu bahwa orang-orang yang jahil (bodoh) itu memerintah beliau untuk melakukan syirik dan Allah mengabarkan kekejian syirik, maka Dia memerintahnya untuk ikhlas (bertauhid), seraya berfirman, ﴾ بَلِ ٱللَّهَ فَٱعۡبُدۡ ﴿ "Karena itu, maka hendaklah Allah saja yang kamu sembah." Maksudnya, murnikanlah ibadah hanya kepadaNya saja, tiada se-kutu bagiNya, ﴾ وَكُن مِّنَ ٱلشَّٰكِرِينَ ﴿ "dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur" kepada Allah atas taufikNya. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى disyukuri atas segala nikmat duniawi, seperti kesehatan tubuh dan keselamatannya, perolehan rizki dan lain-lainnya, maka demikian pula Dia disyukuri dan dipuji atas nikmat-nikmat AgamaNya seperti taufik (bimbingan) kepada keikhlasan dan takwa. Bahkan nikmat agama adalah nikmat yang sesungguhnya dan bila direnungkan, maka ia sesungguhnya ber-asal dari Allah سبحانه وتعالى. Bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat ter-sebut merupakan penyelamatan (diri) dari sifat ujub (bangga diri) yang sering menghampiri (hati) orang-orang yang beramal disebab-kan kebodohan mereka. Kalau tidak, sekiranya saja sang hamba mengetahui keadaan yang sebenarnya, tentu ia tidak akan ber-bangga diri oleh nikmat yang sebenarnya harus lebih disyukuri.
39:67Страница 465
وَمَا قَدَرُواْ ٱللَّهَ حَقَّ قَدۡرِهِۦ وَٱلۡأَرۡضُ جَمِيعٗا قَبۡضَتُهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَٱلسَّمَٰوَٰتُ مَطۡوِيَّٰتُۢ بِيَمِينِهِۦۚ سُبۡحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ٦٧
Не ценили они Аллаха должным образом, а ведь вся земля в День воскресения будет всего лишь Пригоршней Его, а небеса будут свернуты Его Десницей. Пречист Он и превыше того, что они приобщают к Нему в сотоварищи.
"Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggamanNya pada Hari Kiamat dan langit digulung dengan Tangan kananNya. Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan." (Az-Zumar: 67).
(67) Allah سبحانه وتعالى mengatakan, bahwa orang-orang musyrik itu tidak menghargai Allah, Rabb mereka, ﴾ حَقَّ قَدۡرِهِۦ ﴿ "dengan peng-agungan yang semestinya" dan tidak pula mereka mengagungkanNya dengan sebenar-benar pengagungan, bahkan mereka melakukan apa-apa yang berlawanan dengan itu semua, seperti memperseku-tukanNya dengan sesuatu yang sangat rapuh dalam sifat-sifat dan perbuatan-perbuatannya, sifat-sifatnya rapuh dari segala sisinya, bahkan perbuatan-perbuatannya sama sekali tidak mempunyai manfaat dan mudarat dan tidak pula dapat memberi dan menahan, dan tidak memiliki wewenang apa pun. Kemudian mereka menye-tarakan makhluk nan lemah ini dengan sang Pencipta, Rabb Yang Mahaagung, yang di antara tanda keagunganNya yang luar biasa dan KuasaNya yang mengalahkan adalah bahwa semua bumi ini di Hari Kiamat kelak ada dalam genggaman Allah yang Maha Pengasih, dan bahwa langit dengan keluasan dan kebesarannya dilipat dengan Tangan kananNya. Maka orang yang menyama-kanNya dengan yang lain itu tidak mengagungkanNya dengan sebenar-benar pengagungan, dan tidak ada orang yang lebih zhalim daripadanya. ﴾ سُبۡحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ﴿ "Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan." Maksudnya, Dia Mahasuci lagi Mahatinggi dari perbuatan syirik mereka.
39:68–70Страница 466
وَنُفِخَ فِي ٱلصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِي ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخۡرَىٰ فَإِذَا هُمۡ قِيَامٞ يَنظُرُونَ ٦٨
Но подуют в Рог, и тогда потеряют сознание (или умрут) те, кто на небесах, и те, кто на земле, кроме тех, кого Аллах пожелает оставить. Потом в нее подуют еще раз, и тогда они встанут и будут смотреть.
وَأَشۡرَقَتِ ٱلۡأَرۡضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ ٱلۡكِتَٰبُ وَجِاْيٓءَ بِٱلنَّبِيِّـۧنَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَقُضِيَ بَيۡنَهُم بِٱلۡحَقِّ وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ ٦٩
Земля озарится светом своего Господа. Будет положено Писание, и будут приведены пророки и свидетели. Между ними рассудят по справедливости, и с ними не поступят несправедливо.
وَوُفِّيَتۡ كُلُّ نَفۡسٖ مَّا عَمِلَتۡ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِمَا يَفۡعَلُونَ ٧٠
Каждой душе воздастся сполна за то, что она совершила. Ему лучше знать о том, что они делают.
"Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di la-ngit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu. Dan terang benderanglah bumi dengan cahaya Rabb-nya; dan diberikanlah buku dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan haq (adil), sedang mereka tidak dizhalimi (dirugikan). Dan dipenuhi bagi tiap-tiap jiwa apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan." (Az-Zumar: 68-70).
(68) Setelah Allah سبحانه وتعالى mempertakuti mereka dengan keagung-anNya, maka di sini Dia mempertakuti mereka dengan keadaan Hari Kiamat, Dia memberi mereka semangat dan (sekaligus) mem-beri mereka ancaman, seraya berfirman, ﴾ وَنُفِخَ فِي ٱلصُّورِ ﴿ "Dan ditiup-lah sangkakala." Ia adalah (tanduk) terompet raksasa yang tidak bisa diketahui kebesarannya selain oleh sang Pencipta yang telah menciptakannya dan orang yang telah diberi kesempatan oleh Allah untuk mengetahuinya di antara makhlukNya. Maka Israfil, salah seorang malaikat yang memiliki tugas penting dan merupa-kan salah satu malaikat yang memikul Arasy, meniup sangkakala itu, ﴾ فَصَعِقَ ﴿ "maka matilah," maksudnya, pingsanlah, atau matilah (demikian maknanya menurut dua pendapat yang berbeda)﴾ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "siapa yang di langit dan di bumi." Maksudnya, semua mereka ketika mendengar tiupan terompet itu, mereka ter-sentak karena kedahsyatan dan amat sangat kerasnya, sedangkan mereka tidak mengetahui bahwa itu adalah awal dari datangnya Hari Kiamat, ﴾ إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُۖ ﴿ "kecuali siapa yang dikehendaki Allah" arti-nya di antara mereka ada yang diberi keteguhan oleh Allah saat ditiupnya sangkakala itu, mereka tidak pingsan atau mati. (Mereka adalah) seperti para syuhada atau sebagian di antara mereka atau lainnya. Ini adalah tiupan yang pertama, yaitu tiupan untuk kematian dan ketakutan, ﴾ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخۡرَىٰ ﴿ "kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi," untuk kedua kalinya, yaitu tiupan kebangkitan, ﴾ فَإِذَا هُمۡ قِيَامٞ يَنظُرُونَ ﴿ "maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu," maksudnya, mereka berdiri dari dalam kubur untuk kebangkitan dan hisab (perhitungan amal), mereka melihat bahwa penciptaan jasad dan ruh mereka kembali telah selesai dan mata mereka memandang dengan tajam, ﴾ يَنظُرُونَ ﴿ "mereka menunggu" apa yang akan dilakukan Allah سبحانه وتعالى terhadap mereka.
(69) ﴾ وَأَشۡرَقَتِ ٱلۡأَرۡضُ بِنُورِ رَبِّهَا ﴿ "Dan terang benderanglah bumi de-ngan cahaya Rabbnya." Dapat diketahui di sini bahwa cahaya-cahaya yang ada akan lenyap di Hari Kiamat dan sirna, dan memang demi-kian, sebab Allah سبحانه وتعالى telah menginformasikan bahwa matahari akan digulung dan bulan menjadi gerhana, bintang-bintang berjatuhan dan manusia benar-benar berada dalam kegelapan. Maka pada saat itu bumi menjadi terang benderang karena cahaya Rabbnya ketika Dia menampakkan DiriNya dan turun untuk memberikan keputusan di antara mereka. Pada hari itu Allah memberikan kekuatan kepada manusia, Dia menghidupkan mereka dengan kehidupan di mana mereka menjadi kuat tidak terbakar oleh cahayaNya dan mereka juga mampu melihatNya. Kalau tidak, maka sesungguhnya nur (cahaya) Allah سبحانه وتعالى itu sangat luar biasa besarnya, kalau saja Dia menyingkap-nya, niscaya pancaran sinar WajahNya akan membakar sejauh pandanganNya dari makhlukNya,[79] ﴾ وَوُضِعَ ٱلۡكِتَٰبُ ﴿ "dan diberikanlah buku," maksudnya, buku catatan amal-amal perbuatan dan doku-mennya, ia diletakkan dan dibagi-bagikan untuk dibaca apa-apa yang ada di dalamnya dari amal-amal kebajikan dan amal-amal buruk, sebagaimana difirmankan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَوُضِعَ ٱلۡكِتَٰبُ فَتَرَى ٱلۡمُجۡرِمِينَ مُشۡفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَٰوَيۡلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلۡكِتَٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةٗ وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحۡصَىٰهَاۚ وَوَجَدُواْ مَا عَمِلُواْ حَاضِرٗاۗ وَلَا يَظۡلِمُ رَبُّكَ أَحَدٗا 49 ﴿ "Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang tertulis di dalamnya, dan mereka berkata, 'Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak pula yang besar, melainkan ia mencatat semuanya,' dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada tertulis. Dan Rabb-mu tidak menganiaya seorang jua pun." (Al-Kahfi: 49). Dan dikatakan kepada pelaku, sebagai tanda kesempurnaan keadilan, ﴾ ٱقۡرَأۡ كِتَٰبَكَ كَفَىٰ بِنَفۡسِكَ ٱلۡيَوۡمَ عَلَيۡكَ حَسِيبٗا 14 ﴿ "Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu." (Al-Isra`: 14). ﴾ وَجِاْيٓءَ بِٱلنَّبِيِّـۧنَ ﴿ "Dan didatangkanlah para nabi" untuk ditanya tentang tabligh (penyampaian risalah) dan tentang umat-umatnya dan supaya mereka memberikan kesaksian terhadap mereka, ﴾ وَٱلشُّهَدَآءِ ﴿ "dan saksi-saksi" dari golongan malaikat, anggota-anggota tubuh, dan bumi. ﴾ وَقُضِيَ بَيۡنَهُم بِٱلۡحَقِّ ﴿ "Dan diberi keputusan di antara mereka dengan haq (adil)," maksudnya, dengan keadilan yang sem-purna, keadilan yang agung, sebab ia adalah hisab (perhitungan amal) yang bersumber dari Tuhan yang tidak melakukan kezha-liman seberat biji sawi pun jua dan dari Tuhan yang Maha Meliputi segala sesuatu, dan kitabNya, yaitu al-Lauhul Mahfuzh mencakup segala sesuatu yang pernah mereka lakukan, dan para malaikat yang mulia yang bertugas mencatat amal perbuatan manusia tidak pernah mendurhakai Rabbnya, mereka telah mencatat apa saja yang telah dilakukan oleh manusia, dan saksi yang paling adil pun telah memberikan kesaksian atas keputusan itu. Maka Tuhan yang mengetahui kadar-kadar amal-amal perbuatan dan kadar-kadar keberhakannya untuk mendapat pahala dan siksa memberikan keputusan berdasarkan itu semua, sehingga terjadilah suatu kepu-tusan yang diakui oleh semua makhluk dan mereka mengakui bahwa segala puji dan keadilan hanya milik Allah, dan mereka mengakuinya dari keagungan, ilmu, hikmah dan rahmatNya yang belum pernah terlintas di dalam hati manusia dan tidak bisa diung-kapkan oleh lisan mereka.
(70) Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ وَوُفِّيَتۡ كُلُّ نَفۡسٖ مَّا عَمِلَتۡ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِمَا يَفۡعَلُونَ ﴿ "Dan dipenuhi bagi tiap-tiap jiwa apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan."
39:71–75Страница 466
وَسِيقَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًاۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا فُتِحَتۡ أَبۡوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمۡ خَزَنَتُهَآ أَلَمۡ يَأۡتِكُمۡ رُسُلٞ مِّنكُمۡ يَتۡلُونَ عَلَيۡكُمۡ ءَايَٰتِ رَبِّكُمۡ وَيُنذِرُونَكُمۡ لِقَآءَ يَوۡمِكُمۡ هَٰذَاۚ قَالُواْ بَلَىٰ وَلَٰكِنۡ حَقَّتۡ كَلِمَةُ ٱلۡعَذَابِ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ٧١
Тех, которые не уверовали, толпами погонят в Геенну. Когда они подойдут в ней, ее врата будут распахнуты, и ее стражи скажут им: «Разве не приходили к вам посланники из вас самих, которые читали вам аяты вашего Господа и предупреждали вас о встрече с этим днем вашим?». Они скажут: «Конечно!». Но сбылось относительно неверующих Слово о мучениях.
قِيلَ ٱدۡخُلُوٓاْ أَبۡوَٰبَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَاۖ فَبِئۡسَ مَثۡوَى ٱلۡمُتَكَبِّرِينَ ٧٢
Будет сказано: «Войдите во врата Геенны и пребудьте там вечно!». Как же скверна обитель возгордившихся!
وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّهُمۡ إِلَى ٱلۡجَنَّةِ زُمَرًاۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتۡ أَبۡوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمۡ خَزَنَتُهَا سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡ طِبۡتُمۡ فَٱدۡخُلُوهَا خَٰلِدِينَ ٧٣
А тех, которые боялись своего Господа, толпами проводят в Рай. Когда они приблизятся, и его врата распахнутся, его стражи скажут им: «Мир вам! Вы были хороши. Входите же сюда навечно!».
وَقَالُواْ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي صَدَقَنَا وَعۡدَهُۥ وَأَوۡرَثَنَا ٱلۡأَرۡضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ ٱلۡجَنَّةِ حَيۡثُ نَشَآءُۖ فَنِعۡمَ أَجۡرُ ٱلۡعَٰمِلِينَ ٧٤
Они скажут: «Хвала Аллаху, Который дал нам правдивое обещание и позволил нам унаследовать райскую землю. Мы можем поселиться в Раю, где пожелаем. Как же прекрасна награда тружеников!».
وَتَرَى ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ حَآفِّينَ مِنۡ حَوۡلِ ٱلۡعَرۡشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمۡدِ رَبِّهِمۡۚ وَقُضِيَ بَيۡنَهُم بِٱلۡحَقِّۚ وَقِيلَ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٧٥
Ты увидишь ангелов, окружающих Трон и прославляющих хвалой своего Господа. Между ними рассудят по справедливости, и будет сказано: «Хвала Аллаху, Господу миров!».
"Orang-orang kafir digiring ke Neraka Jahanam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka telah sampai ke neraka itu dibukakan pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, 'Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Rabbmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?' Mereka menjawab, 'Benar.' Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. Dikatakan, 'Masukilah pintu-pintu Neraka Jahanam itu, sedang kamu kekal di dalamnya.' Maka Neraka Jahanam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri. Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabbnya dibawa ke surga berombong-rombongan pula. Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka, maka berkatalah kepada mereka penjaga-penjaga-nya, 'Kesejahteraan atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuki-lah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.' Dan mereka me-ngucapkan, 'Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janjiNya kepada kami dan telah diwariskan kepada kami tempat ini, sedang kami menempati tempat dalam surga di mana saja kami kehendaki.' Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat berlingkar di sekeliling Arasy bertasbih sambil memuji RabbNya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan haq (adil) dan diucapkan, 'Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam'." (Az-Zumar: 71-75).
(71) Setelah Allah menjelaskan keputusanNya di antara hamba-hambaNya yang telah menghimpun mereka dalam ciptaan-Nya, rizkiNya dan kendaliNya, serta perkumpulan mereka di pa-dang Mahsyar di Hari Kiamat, maka Allah سبحانه وتعالى memisah-misahkan mereka saat mereka diberi balasan, sebagaimana mereka telah ter-pisah-pisah waktu di dunia dengan iman dan kekafiran, takwa dan kedurhakaan, seraya berfirman, ﴾ وَسِيقَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ ﴿ "Orang-orang kafir digiring ke Neraka Jahanam," secara kasar dan keras, me-reka dicambuk dengan cambuk yang menyakitkan oleh malaikat Zabaniyah yang sangat kasar lagi ganas, menuju tempat penjara yang terburuk, tempat yang paling keji, yaitu Jahanam yang telah penuh dengan berbagai bentuk siksaan dan dipenuhi oleh setiap kesengsaraan dan tidak ada sama sekali di dalamnya setiap rasa kebahagiaan, sebagaimana difirmankan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَوۡمَ يُدَعُّونَ إِلَىٰ نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا 13 ﴿ "Pada hari mereka didorong ke Neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya." (ath-Thur:13). Maksudnya, mereka didorong secara paksa ke dalamnya se-kuat-kuatnya, hal itu karena mereka tidak mau masuk ke dalamnya, dan mereka digiring kepadanya secara ﴾ زُمَرًاۖ ﴿ "berombong-rombong-an," yakni, secara berkelompok-kelompok yang berbeda-beda, setiap rombongan bersama rombongan yang sesuai amal perbuat-annya dan serupa dengan usahanya, di mana sebagian di antara mereka mengutuk sebagian yang lain dan sebagian ada yang ber-lepas diri dari sebagian yang lain. ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا ﴿ "Sehingga apabila mereka telah sampai ke sana," maksudnya, mereka telah tiba di ha-lamannya, ﴾ فُتِحَتۡ ﴿ "dibukakan" untuk mereka, maksudnya, demi mereka, ﴾ أَبۡوَٰبُهَا ﴿ "pintu-pintunya," karena kedatangan mereka dan sebagai sambutan atas kedatangan mereka. ﴾ وَقَالَ لَهُمۡ خَزَنَتُهَآ ﴿ "Dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaga-nya," seraya mengucapkan selamat atas kesengsaraan abadi dan azab yang kekal, dan sambil menjelek-jelekkan mereka atas amal perbuatan yang telah mengantar mereka kepada tempat yang sa-ngat keji ini, ﴾ أَلَمۡ يَأۡتِكُمۡ رُسُلٞ مِّنكُمۡ ﴿ "Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu," maksudnya, dari bangsa kalian sendiri, yang kalian mengenal mereka, kalian mengenali kejujuran mereka dan kalian sangat memungkinkan untuk belajar kepada mereka, ﴾ يَتۡلُونَ عَلَيۡكُمۡ ءَايَٰتِ رَبِّكُمۡ ﴿ "yang membacakan kepadamu ayat-ayat Rabbmu" yang untuk itu mereka diutus oleh Allah, yang membuktikan ke-benaran yang meyakinkan dengan argumen-argumen yang paling jelas, ﴾ وَيُنذِرُونَكُمۡ لِقَآءَ يَوۡمِكُمۡ هَٰذَاۚ ﴿ "dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?" Maksudnya, hal ini memastikan terha-dap kalian untuk mengikuti mereka dan waspada terhadap siksaan di Hari Kiamat ini dengan menggunakan takwa kepadaNya. Dan sesungguhnya keadaan kalian berlawanan dengan keadaan ini. ﴾ قَالُواْ ﴿ "Mereka menjawab" dengan mengakui dosa mereka dan bahwasanya hujjah Allah سبحانه وتعالى telah ditegakkan terhadap mereka, ﴾ بَلَىٰ ﴿ "Benar." Telah datang rasul-rasul Rabb kami kepada kami dengan ayat-ayatNya dan bukti-buktiNya, dan mereka telah men-jelaskan kepada kami dengan sejelas-jelasnya, dan mereka juga telah memperingatkan kepada kami akan hari pertemuan ini. ﴾ وَلَٰكِنۡ حَقَّتۡ كَلِمَةُ ٱلۡعَذَابِ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir." Maksudnya, disebabkan keka-firan mereka, maka ketetapan azab menjadi pasti atas mereka, yang telah ditetapkan bagi setiap orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan mengingkari apa-apa yang dibawa oleh para rasul. Jadi, mereka mengakui dosa mereka dan tegaknya hujjah atas mereka.
(72) Maka dikatakan kepada mereka seraya mencela dan menghina ﴾ ٱدۡخُلُوٓاْ أَبۡوَٰبَ جَهَنَّمَ ﴿ "Masukilah pintu-pintu Neraka Jahanam itu." Setiap golongan masuk lewat pintu yang sesuai dengannya dan sejalan dengan amal perbuatannya ﴾ خَٰلِدِينَ فِيهَاۖ ﴿ "sedang kamu kekal di dalamnya" selama-lamanya. Mereka tidak dikeluarkan dari-nya dan tidak pula azab itu dihentikan sesaat pun, dan tidak pula mereka diberi tangguhan waktu. ﴾ فَبِئۡسَ مَثۡوَى ٱلۡمُتَكَبِّرِينَ ﴿ "Maka Neraka Jahanam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri." Maksudnya, seburuk-buruk tempat adalah neraka, tempat tinggal mereka. Yang demikian itu disebabkan karena mereka telah menyom-bongkan diri terhadap kebenaran, maka dari itu Allah memberikan pembalasan kepada mereka dari jenis perbuatan mereka sendiri, yaitu dihinakan, dinistakan, dan dicampakkan.
(73) Kemudian Allah berfirman tentang para penghuni surga, ﴾ وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّهُمۡ ﴿ "Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabbnya dibawa," karena telah mengesakanNya dan beramal mela-kukan ketaatan kepadaNya, mereka digiring dengan penuh peng-hormatan dan pemuliaan, mereka dihimpun sebagai delegasi atas para malaikat yang mulia, ﴾ إِلَى ٱلۡجَنَّةِ زُمَرًاۖ ﴿ "ke surga berombong-rom-bongan pula," dengan riang gembira dan senang hati, setiap rom-bongan beserta rombongan yang sesuai dengan amal perbuatannya. ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا ﴿ "Sehingga apabila mereka sampai ke sana," maksudnya, mereka tiba ke tempat yang sangat lapang dan tempat-tempat tinggal yang unik itu, dan aroma wangi dan angin sepoi-sepoinya bertiup menghembusi mereka, dan telah tiba saat kekekalan dan kenikmatannya, ﴾ وَفُتِحَتۡ ﴿ "sedang telah dibuka" untuk mereka ﴾ أَبۡوَٰبُهَا ﴿ "pintu-pintunya," dibuka sebagai penghormatan untuk manusia-manusia yang mulia, agar mereka dimuliakan di dalamnya,﴾ وَقَالَ لَهُمۡ خَزَنَتُهَا ﴿ "maka berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya," sebagai ucapan selamat dan sambutan hangat untuk mereka, ﴾ سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Kesejahteraan atasmu," maksudnya, keselamatan dari segala kebu-rukan telah menjadi milik kalian. ﴾ طِبۡتُمۡ ﴿ "Berbahagialah kamu," maksudnya, berbahagialah hati kalian dengan ma'rifatullah, men-cintaiNya, dan takut kepadaNya, dan lisan kalian dengan berdzikir mengingatNya, serta anggota-anggota tubuh kalian dengan ketaat-an kepadaNya ﴾ فَـ﴿ "maka" disebabkan kebahagiaan kalian ﴾ ٱدۡخُلُوهَا خَٰلِدِينَ ﴿ "masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya," sebab ia adalah negeri yang suci dan tidak pantas menghuninya kecuali orang-orang yang suci pula. Dan tentang neraka, Allah berfirman, ﴾ فُتِحَتۡ أَبۡوَٰبُهَا ﴿, sedang-kan tentang surga Dia berfirman, ﴾ وَفُتِحَتۡ ﴿ , dengan menggunakan huruf wau, adalah sebagai isyarat bahwa saat para penghuni neraka tiba di (depan pintunya), pintu-pintu neraka itu pun langsung di-buka tanpa menunggu-nunggu lagi atau menunda-nunda waktu, dan agar saat pembukaannya di hadapan muka mereka dan saat mereka tiba, panasnya terasa lebih hebat dan azabnya lebih dahsyat. Adapun surga adalah negeri yang sangat tinggi lagi mahal yang tidak akan bisa dicapai dan tidak bisa diraih oleh setiap orang kecuali orang-orang yang telah memenuhi berbagai wasa`il (sarana dan persyaratan) yang dapat mengantarkannya kepadanya. Dan di samping itu pula mereka masih memerlukan syafa'atnya pemberi syafa'at termulia untuk bisa memasukinya. Surga tidak langsung dibukakan untuk mereka saat mereka sampai di hadapannya. Akan tetapi mereka harus meminta syafa'at kepada Allah melalui Nabi Muhammad a hingga beliau memberikan syafa'atnya, lalu Allah memperkenankan syafa'at beliau.[80] Pada ayat-ayat di atas terdapat satu dalil yang menunjukkan bahwa neraka dan surga mempunyai pintu-pintu yang dapat dibuka dan ditutup, dan masing-masing dari keduanya memiliki para penjaga atau petugas. Keduanya adalah negeri yang khusus yang tidak akan dimasuki kecuali oleh manusia-manusia yang berhak untuk menempatinya. Keduanya sangat berbeda dengan tempat-tempat tinggal dan negeri-negeri lainnya.
(74) ﴾ وَقَالُواْ ﴿ "Dan mereka mengucapkan" pada saat mema-sukinya dan saat sudah tinggal di dalamnya, seraya memuji Allah atas apa yang telah Dia karuniakan dan anugerahkan kepada me-reka, ﴾ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي صَدَقَنَا وَعۡدَهُۥ ﴿ "Segala puji bagi Allah yang telah meme-nuhi janjiNya kepada kami." Maksudnya, Dia telah menjanjikan surga kepada kami melalui lisan para RasulNya jika kami beriman dan beramal shalih, dan Dia penuhi apa yang telah dijanjikanNya ke-pada kami tersebut dan Dia telah tunaikan untuk kami apa yang telah dikaruniakan kepada kami. ﴾ وَأَوۡرَثَنَا ٱلۡأَرۡضَ ﴿ "Dan telah diwariskan kepada kami bumi ini," maksudnya, bumi surga, ﴾ نَتَبَوَّأُ مِنَ ٱلۡجَنَّةِ حَيۡثُ نَشَآءُۖ ﴿ "sedang kami menempati tempat dalam surga di mana saja kami kehen-daki." Maksudnya, kami menempati tempat yang mana saja yang kami suka di dalamnya dan kami menikmati kenikmatan apa saja yang kami mau darinya, tidak ada sesuatu apa pun yang terlarang bagi kami dari yang kami kehendaki, ﴾ فَنِعۡمَ أَجۡرُ ٱلۡعَٰمِلِينَ ﴿ "maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal," yaitu orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam menaati Rabbnya dalam waktu yang sangat singkat lagi terbatas. Maka dengannya mereka memperoleh kebaikan yang sangat besar nan abadi lagi terus tak terputus. Negeri inilah yang sebenarnya berhak dibanggakan, yang di dalamnya Allah memuliakan manusia-manusia pilihanNya, yang diridhai oleh Yang Maha Pemurah lagi Mahamulia sebagai tempat tinggal. Dia telah membangun yang tertinggi dan terbaik dan telah menanamnya dengan TanganNya dan telah Dia penuhi dengan rahmat dan karamahNya, yang hanya dengan sebagiannya saja orang-orang yang bersedih menjadi gembira, semua kekeruhan menjadi sirna, dan kejernihan menjadi sempurna.
(75) ﴾ وَتَرَى ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ ﴿ "Dan kamu akan melihat malaikat-malaikat" wahai orang yang melihat pada hari yang agung itu ﴾ حَآفِّينَ مِنۡ حَوۡلِ ٱلۡعَرۡشِ ﴿ "berlingkar di sekeliling Arasy," maksudnya, mereka berkhid-mah kepada Rabbnya dan berkumpul di sekitar Arasy dengan rasa tunduk karena kebesaranNya sambil mengakui kesempurnaanNya, tenggelam dalam keindahanNya. Mereka ﴾ يُسَبِّحُونَ بِحَمۡدِ رَبِّهِمۡۚ ﴿ "bertasbih sambil memuji RabbNya," maksudnya, mereka menyucikanNya dari segala apa yang tidak pantas dengan kebesaranNya dari hal-hal yang disandarkan oleh kaum musyrikin kepadaNya dan apa-apa yang tidak mereka nisbatkan. ﴾ وَقُضِيَ بَيۡنَهُم ﴿ "Dan diberi putusan di antara mereka," maksudnya, di antara segenap umat manusia yang terdahulu dan yang kemu-dian, ﴾ بِٱلۡحَقِّۚ ﴿ "dengan haq (adil)," yang tidak ada kesamaran padanya dan tidak pula ada pengingkaran dari orang-orang yang sudah diputuskan dengan benar itu. ﴾ وَقِيلَ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan diucapkan, 'Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam'." Di sini tidak disebutkan siapa yang mengucapkan kalimat ini, agar mengisyaratkan kepada bahwa seluruh makhluk berbicara dengan pujian Rabbnya dan hikmahNya atas keputusan yang telah Dia putuskan atas para penghuni surga dan para peng-huni neraka, sebagai pujian karunia dan ihsan, pujian keadilan dan hikmah (kebijaksanaan).
Selesailah tafsir Surat az-Zumar, dengan segala puji bagi Allah dan karena pertolonganNya.
Текст: Quranic Universal Library (Tarteel) через spa5k/tafsir_api (MIT), в зафиксированной версии. Аяты: Quran Foundation. Источники и лицензии