Ас-Саади · Тафсир · на индонезийском
Ат-Тавба 9:97–112
9:97–99Страница 202
ٱلۡأَعۡرَابُ أَشَدُّ كُفۡرٗا وَنِفَاقٗا وَأَجۡدَرُ أَلَّا يَعۡلَمُواْ حُدُودَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٞ ٩٧
Бедуины оказываются самыми упорными в неверии и лицемерии. Они больше других не признают ограничений, которые Аллах ниспослал Своему Посланнику. Воистину, Аллах - Знающий, Мудрый.
وَمِنَ ٱلۡأَعۡرَابِ مَن يَتَّخِذُ مَا يُنفِقُ مَغۡرَمٗا وَيَتَرَبَّصُ بِكُمُ ٱلدَّوَآئِرَۚ عَلَيۡهِمۡ دَآئِرَةُ ٱلسَّوۡءِۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٞ ٩٨
Среди бедуинов есть и такие, которые считают свои пожертвования убытком и выжидают, когда вас постигнут превратности судьбы. Их самих постигнут превратности судьбы. Воистину, Аллах - Слышащий, Знающий.
وَمِنَ ٱلۡأَعۡرَابِ مَن يُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَيَتَّخِذُ مَا يُنفِقُ قُرُبَٰتٍ عِندَ ٱللَّهِ وَصَلَوَٰتِ ٱلرَّسُولِۚ أَلَآ إِنَّهَا قُرۡبَةٞ لَّهُمۡۚ سَيُدۡخِلُهُمُ ٱللَّهُ فِي رَحۡمَتِهِۦٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٩٩
Среди бедуинов есть и такие, которые веруют в Аллаха и Последний день и считают, что их пожертвования приблизят их к Аллаху и помогут заслужить молитвы Посланника. Воистину, они (пожертвования) действительно являются средством приближения. Аллах введет их в Свою милость, ведь Аллах - Прощающий, Милосердный.
"Orang-orang Arab Badui itu, lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada RasulNya. Dan Allah Maha Menge-tahui lagi Mahabijaksana. Di antara orang-orang Arab Badui itu, ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) sebagai suatu kerugian dan dia menanti-nanti marabahaya menimpamu, merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan di antara orang-orang Arab Badui itu, ada orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesung-guhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mende-katkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (Surga)Nya, sesungguhnya Allah Maha Pengam-pun lagi Maha Penyayang." (At-Taubah: 97-99).
(97) Allah تعالى berfirman, ﴾ ٱلۡأَعۡرَابُ ﴿ "Orang-orang Arab Badui itu", yaitu mereka yang tinggal di pelosok dan pedalaman ﴾ أَشَدُّ كُفۡرٗا وَنِفَاقٗا ﴿ "lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya", daripada orang-orang kota meskipun mereka juga ada yang kafir dan munafik, hal itu karena beberapa sebab, di antaranya adalah jauhnya mereka dari pengetahuan tentang syariat-syariat agama, amal perbuatan dan hukum-hukum, maka mereka lebih layak, ﴾ وَأَجۡدَرُ أَلَّا يَعۡلَمُواْ حُدُودَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦۗ ﴿ "dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada RasulNya," berupa dasar-dasar iman dan hukum-hukum perintah dan larangan. Lain halnya dengan orang-orang yang tinggal di kota, mereka lebih mungkin mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada RasulNya. Dengan ilmu ini, muncul pada mereka gambaran-gambaran yang baik dan keinginan kepada kebaikan yang mereka ketahui hal mana itu ti-dak ada di pedalaman. Pada orang-orang kota juga terdapat tabiat yang lembut dan ketundukan kepada penyeru yang mana hal itu tidak terdapat pada orang-orang pedalaman. Orang-orang kota juga bergaul dengan ahli iman dan berinteraksi lebih banyak daripada orang yang tinggal di pedalaman. Oleh karenanya orang-orang kota lebih layak mengetahui kebaikan daripada orang-orang di pe-dalaman, meski di kota dan di desa tetap ada orang-orang munafik dan kafir, hanya saja yang di pedalaman lebih keras dan lebih sangat.
(98) Di antara sebab yang lain juga adalah bahwa orang-orang Arab Badui lebih kikir dan lebih berambisi dalam urusan harta, di antara mereka terdapat ﴾ مَن يَتَّخِذُ مَا يُنفِقُ ﴿ "orang yang meman-dang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah)", berupa zakat, nafkah di jalan Allah, dan lain-lain ﴾ مَغۡرَمٗا ﴿ "sebagai suatu kerugian." Yakni dia memandangnya sebagai kerugian dan kekurangan, tidak ber-harap pahala dari Allah, tidak berharap dengannya Wajah Allah, dan hampir tidak dilaksanakan kecuali dengan terpaksa. ﴾ وَيَتَرَبَّصُ بِكُمُ ٱلدَّوَآئِرَۚ ﴿ "Dan dia menanti-nanti marabahaya menimpamu." Yakni di an-tara bukti permusuhan dan kebencian mereka kepada orang-orang yang beriman adalah bahwa mereka menginginkan dan menanti-nantikan musibah dan marabahaya yang ditimpakan kepada orang-orang Mukmin. Justru yang terjadi sebaliknya. ﴾ عَلَيۡهِمۡ دَآئِرَةُ ٱلسَّوۡءِۗ ﴿ "Me-rekalah yang akan ditimpa marabahaya." Adapun orang-orang Mukmin, maka mereka akan meraih hasil baik atas musuhnya dan akibat yang menggembirakan. ﴾ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٞ ﴿ "Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." Mengetahui niat manusia dan amal yang dilakukannya, apakah ia ikhlas atau tidak.
(99) Namun tidak semua orang-orang Arab Badui itu tercela, di antara mereka ﴾ مَن يُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ ﴿ "ada orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian." Maka dia selamat dari kekufuran dan kemunafikan dan melakukan tuntutan iman. ﴾ وَيَتَّخِذُ مَا يُنفِقُ قُرُبَٰتٍ عِندَ ٱللَّهِ ﴿ "Dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan mendekatkannya kepada Allah." Yakni, dia berharap pa-hala dari Allah dengan infaknya dan mencari Wajah Allah serta ke-dekatan kepadaNya. ﴾ وَ﴿ "Dan" menjadikannya sebagai jalan untuk memperoleh doa ﴾ ٱلرَّسُولِۚ ﴿ "Rasul." Dan permohonan keberkahan (kepada Allah) untuk mereka. Allah berfirman menjelaskan manfaat doa Rasul. ﴾ أَلَآ إِنَّهَا قُرۡبَةٞ لَّهُمۡۚ ﴿ "Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi me-reka untuk mendekatkan diri (kepada Allah)." Mendekatkan mereka kepada Allah, mengembangkan harta mereka dan memberkahinya. ﴾ سَيُدۡخِلُهُمُ ٱللَّهُ فِي رَحۡمَتِهِۦٓۚ ﴿ "Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (Surga)Nya", dalam golongan hamba-hambaNya yang shalih. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Pe-nyayang." Dia mengampuni dosa-dosa besar bagi yang bertaubat kepadaNya, menaungi hamba-hambaNya dengan rahmatNya yang meliputi segala sesuatu dan mengkhususkan hamba-hambaNya yang beriman dengan rahmatNya yang membimbing mereka kepada kebaikan, melindungi mereka dari penyimpangan, serta memberi mereka balasan yang besar. Ayat ini mengandung dalil bahwa orang-orang Arab Badui sama dengan orang-orang kota. Di antara mereka ada yang tercela dan ada yang terpuji. Allah tidak mencela mereka hanya karena mereka arab badui, akan tetapi karena meninggalkan perintah-pe-rintah Allah dan mereka kemungkinan besar melakukan itu. Di antaranya: Bahwa kekufuran dan kemunafikan dapat ber-tambah dan berkurang, menguat dan melemah, berdasarkan kondisi. Di antaranya: Keutamaan ilmu, dan bahwa orang yang tidak berilmu lebih dekat kepada keburukan daripada orang yang ber-ilmu, karena Allah mencela orang-orang Arab Badui dan menya-takan bahwa mereka lebih keras kekufuran dan kemunafikannya serta menjelaskan penyebabnya dan bahwa mereka layak untuk tidak mengetahui hukum-hukum yang Allah turunkan kepada Ra-sulNya. Di antaranya: Bahwa ilmu bermanfaat yang merupakan ilmu yang paling bermanfaat adalah mengetahui hukum-hukum yang diturunkan oleh Allah kepada RasulNya yang meliputi dasar-dasar dan cabang agama seperti mengetahui batasan-batasan Iman, Islam, Ihsan, takwa, keberuntungan, ketaatan, kebaikan, berbuat baik, si-laturahim, kekufuran, kemunafikan, kefasikan, kemaksiatan, zina, khamar, riba dan lain-lain, karena dengan mengetahuinya ia bisa dilaksanakan jika ia diperintahkan dan dijauhi jika ia adalah lara-ngan, serta memungkinkan pula untuk memerintahkannya atau melarangnya. Di antaranya juga: Hendaknya seorang hamba yang beriman melaksanakan hak-haknya dengan lapang dada, jiwa tentram, ber-usaha meraih untung dan tidak merugi.
9:100Страница 203
وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلۡأَوَّلُونَ مِنَ ٱلۡمُهَٰجِرِينَ وَٱلۡأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحۡسَٰنٖ رَّضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُ وَأَعَدَّ لَهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي تَحۡتَهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۚ ذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ١٠٠
Аллах доволен первыми из мухаджиров и ансаров, которые опередили остальных, и теми, которые последовали строго за ними. Они также довольны Аллахом. Он приготовил для них Райские сады, в которых текут реки. Они пребудут там вечно. Это - великое преуспеяние.
"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada me-reka dan mereka pun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka Surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar." (At-Taubah: 100).
(100) As-Sabiqun adalah orang-orang yang mendahului umat ini kepada iman, hijrah, jihad, dan menegakkan Agama Allah, ﴾ مِنَ ٱلۡمُهَٰجِرِينَ ﴿ "di antara orang-orang Muhajirin", ﴾ ٱلَّذِينَ أُخۡرِجُواْ مِن دِيَٰرِهِمۡ وَأَمۡوَٰلِهِمۡ يَبۡتَغُونَ فَضۡلٗا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٰنٗا وَيَنصُرُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّٰدِقُونَ 8 ﴿ "Yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan(Nya) dan mereka me-nolong Allah dan RasulNya. Mereka itulah orang-orang yang benar." (Al-Hasyr: 8). ﴾ وَٱلۡأَنصَارِ ﴿ "dan orang-orang Anshar", ﴾ ٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلۡإِيمَٰنَ مِن قَبۡلِهِمۡ يُحِبُّونَ مَنۡ هَاجَرَ إِلَيۡهِمۡ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمۡ حَاجَةٗ مِّمَّآ أُوتُواْ وَيُؤۡثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ وَلَوۡ كَانَ بِهِمۡ خَصَاصَةٞۚ ﴿ "Orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah ber-iman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka men-cintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada me-reka (orang-orang Muhajirin), dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu)." (Al-Hasyr: 9). ﴾ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحۡسَٰنٖ ﴿ "Dan orang-orang yang mengikuti mereka de-ngan baik", dalam akidah, perkataan, dan perbuatan. Mereka itulah yang selamat dari celaan, mendapatkan pujian yang tinggi, dan ke-muliaan terbaik dari Allah. ﴾ رَّضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ ﴿ "Allah ridha kepada mereka." Dan Ridha Allah تعالى lebih besar daripada nikmat Surga. ﴾ وَرَضُواْ عَنۡهُ وَأَعَدَّ لَهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي تَحۡتَهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ ﴿ "Dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka Surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya", yang mengalir ke pangkal-pangkal pohon dan kebun yang elok lagi indah dan taman yang mempesona. ﴾ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۚ ﴿ "Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya." Mereka tidak ingin ber-pindah darinya, dan tidak mencari penggantinya, karena apa pun yang mereka inginkan akan mereka dapatkan dan apa yang mereka harapkan pasti terlaksana. ﴾ ذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ﴿ "Itulah kemenangan yang besar", yang padanya terwujud bagi mereka semua yang disukai oleh jiwa, yang dinikmati oleh ruh, yang diinginkan oleh hati dan yang dihasrati oleh jasmani serta tertolak dari mereka segala yang tidak diinginkan.
9:101Страница 203
وَمِمَّنۡ حَوۡلَكُم مِّنَ ٱلۡأَعۡرَابِ مُنَٰفِقُونَۖ وَمِنۡ أَهۡلِ ٱلۡمَدِينَةِ مَرَدُواْ عَلَى ٱلنِّفَاقِ لَا تَعۡلَمُهُمۡۖ نَحۡنُ نَعۡلَمُهُمۡۚ سَنُعَذِّبُهُم مَّرَّتَيۡنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَىٰ عَذَابٍ عَظِيمٖ ١٠١
Среди бедуинов, которые живут вокруг вас, а также среди жителей Медины есть лицемеры. Они упорствуют в лицемерии, но ты не знаешь их. Мы же знаем их и подвергнем их мучениям дважды. А затем они будут возвращены в великие мучения.
"Di antara orang-orang Arab Badui yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik, dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kami-lah yang mengetahui me-reka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar." (At-Taubah: 101).
(101) Allah تعالى berfirman,﴾ وَمِمَّنۡ حَوۡلَكُم مِّنَ ٱلۡأَعۡرَابِ مُنَٰفِقُونَۖ وَمِنۡ أَهۡلِ ٱلۡمَدِينَةِ ﴿ "Di antara orang-orang Arab Badui yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik, dan (juga) di antara penduduk Madinah", juga ter-dapat orang-orang munafik. ﴾ مَرَدُواْ عَلَى ٱلنِّفَاقِ ﴿ "Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya." Yakni, mereka terbiasa di atasnya (terus menerus) dan bertambah kuat kemunafikannya. ﴾ لَا تَعۡلَمُهُمۡۖ ﴿ "Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka", yaitu nama-nama mereka sehingga kamu bisa menghukum mereka atau kamu memperlakukan mereka sesuai dengan kemunafikannya, karena dalam hal itu Allah mempunyai hikmah yang mengagum-kan. ﴾ نَحۡنُ نَعۡلَمُهُمۡۚ سَنُعَذِّبُهُم مَّرَّتَيۡنِ ﴿ "(Tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali." Ada kemungkinan dua kali itu adalah dua kali yang sebenarnya yaitu di dunia dan di akhirat. Di dunia dalam bentuk kecemasan, kesedihan, dan kebencian ter-hadap kemenangan dan keunggulan yang diraih oleh orang-orang Mukmin, dan di akhirat adalah azab neraka yang merupakan tem-pat terburuk. Ada kemungkinan bahwa maksudnya adalah Kami akan memberatkan azab atas mereka, melipatgandakannya dan mengulang-ulangnya atas mereka.
9:102–103Страница 203
وَءَاخَرُونَ ٱعۡتَرَفُواْ بِذُنُوبِهِمۡ خَلَطُواْ عَمَلٗا صَٰلِحٗا وَءَاخَرَ سَيِّئًا عَسَى ٱللَّهُ أَن يَتُوبَ عَلَيۡهِمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمٌ ١٠٢
Есть и другие люди, которые признались в своих грехах. Они смешали праведные поступки со злыми. Возможно, Аллах примет их покаяния. Воистину, Аллах - Прощающий, Милосердный.
خُذۡ مِنۡ أَمۡوَٰلِهِمۡ صَدَقَةٗ تُطَهِّرُهُمۡ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيۡهِمۡۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٞ لَّهُمۡۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ١٠٣
Бери из их имущества пожертвования, чтобы ими очистить и возвысить их. Молись за них, ибо твои молитвы - успокоение для них. Воистину, Аллах - Слышащий, Знающий.
"Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampur-baurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penya-yang. Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Menge-tahui." (At-Taubah: 102-103).
(102) Allah تعالى berfirman, ﴾ وَءَاخَرُونَ ﴿ "Dan (ada pula) orang-orang lain", yang di Madinah dan sekitarnya bahkan di negeri-ne-geri Islam yang lain ﴾ ٱعۡتَرَفُواْ بِذُنُوبِهِمۡ ﴿ "yang mengakui dosa-dosa mereka." Yakni, mereka mengakuinya, menyesalinya, berusaha bertaubat darinya dan menyucikan dari kotorannya. ﴾ خَلَطُواْ عَمَلٗا صَٰلِحٗا وَءَاخَرَ سَيِّئًا ﴿ "Mereka mencampur-baurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk." Dan suatu amal bukanlah amal shalih kecuali jika se-orang hamba mempunyai dasar tauhid dan iman yang mengeluar-kan dari kekufuran dan kesyirikan yang merupakan syarat bagi seluruh amal shalih, mereka mencampuradukkan antara amal yang baik dengan amal yang buruk dalam bentuk keberaniannya mela-kukan sebagian yang diharamkan dan kelalaian melakukan sebagian kewajiban. Namun bersamaan dengan itu mereka mengakui itu dan berharap Allah mengampuninya. Mereka itu ﴾ عَسَى ٱللَّهُ أَن يَتُوبَ عَلَيۡهِمۡۚ ﴿ "mu-dah-mudahan Allah menerima taubat mereka." Taubat Allah kepada hambaNya ada dua: pertama, memberi taufik kepada mereka untuk taubat, kedua, menerimanya setelah taubat itu dilakukan mereka. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمٌ ﴿ "Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penya-yang", yakni sifatNya adalah maghfirah dan rahmat di mana tidak ada makhluk yang terlepas darinya, bahkan tidak ada keberadaan alam langit dan bumi kecuali dengan keduanya. Seandainya Allah menyiksa manusia karena kezhaliman mereka, niscaya Dia tidak membiarkan satu pun binatang melata di muka bumi ini. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ يُمۡسِكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ أَن تَزُولَاۚ وَلَئِن زَالَتَآ إِنۡ أَمۡسَكَهُمَا مِنۡ أَحَدٖ مِّنۢ بَعۡدِهِۦٓۚ إِنَّهُۥ كَانَ حَلِيمًا غَفُورٗا 41 ﴿ "Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap, dan sungguh jika keduanya akan lenyap, tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun." (Fathir: 41). Di antara ampunanNya adalah bahwa orang-orang yang ber-sikap berlebih-lebihan terhadap diri mereka, yang menghabiskan umur mereka dengan amal-amal buruk, jika mereka bertaubat dan kembali kepadaNya meski hanya sesaat sebelum mati, maka Allah akan memaafkan mereka dan mengampuni kesalahan mereka. Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang mencampuradukkan antara keburukan dengan kebaikan, yang mengakui dan menyesali dosa-dosanya namun tidak bertaubat dengan taubat yang nasuha, maka dia berada di antara ketakutan dan harapan, dan dia lebih dekat kepada keselamatan. Adapun orang yang mencampuradukkan antara kebaikan dan keburukan yang tidak mengakui dan tidak menyesali kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan, bahkan dia masih terus melakukan dosanya, maka sangat dikhawatirkan dia akan diazab.
(103) Allah تعالى berfirman kepada RasulNya dan kepada orang yang menempati kedudukannya (pemimpin) seraya meme-rintahkannya dengan apa yang dapat menyucikan orang-orang Mukmin dan menyempurnakan iman mereka, ﴾ خُذۡ مِنۡ أَمۡوَٰلِهِمۡ صَدَقَةٗ ﴿ "am-billah zakat dari sebagian harta mereka", yakni zakat yang diwajibkan, ﴾ تُطَهِّرُهُمۡ وَتُزَكِّيهِم بِهَا ﴿ "dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka", yakni membersihkan mereka dari dosa-dosa dan akhlak-akhlak tercela. ﴾ وَتُزَكِّيهِم ﴿ "Dan menyucikan mereka," yakni, menum-buhkan dan menambahkan akhlak-akhlak mereka yang baik dan amal mereka yang shalih, menambah pahala mereka di dunia dan di akhirat, menyuburkan harta mereka. ﴾ وَصَلِّ عَلَيۡهِمۡۖ ﴿ "Dan berdoalah untuk mereka." Yakni untuk orang-orang Mukmin secara umum dan secara khusus pada waktu mereka membayarkan zakatnya kepada-mu. ﴾ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٞ لَّهُمۡۗ ﴿ "Sesungguhnya doamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka." Yakni ketenangan bagi hati mereka dan kegem-biraan bagi mereka. ﴾ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ ﴿ "Dan Allah Maha Mendengar", doamu dengan menerima dan mengabulkan, ﴾ عَلِيمٌ ﴿ "lagi Maha Mengeta-hui", tentang keadaan dan niat hamba-hambaNya, kemudian Dia akan membalas masing-masing pelaku sesuai dengan amalnya dan niatnya. Nabi ﷺ melaksanakan perintah Allah, memerintahkan me-reka bersedekah, serta mengutus amil-amil untuk mengambilnya, dan jika ada yang datang membawa zakatnya, maka Nabi ﷺ men-doakan kebaikan untuknya dan mendoakan keberkahan atasnya. Ayat ini mengandung dalil diwajibkannya zakat pada semua harta. Jika harta tersebut diperdagangkan, maka ini jelas, karena ia adalah harta yang tumbuh dan menghasilkan, maka termasuk ke-adilan jika ia digunakan untuk menghibur orang-orang miskin de-ngan menunaikan zakat yang diwajibkan Allah kepadanya. Adapun selain harta perniagaan, jika harta itu berkembang seperti biji-bijian, buah-buahan, binatang ternak yang dimiliki agar ia beranak pinak, maka ia terkena wajib zakat, jika tidak, maka tidak wajib zakat, ka-rena jika hanya sekedar untuk dimiliki, maka ia tidak sama dengan harta yang biasanya dimiliki seseorang dengan tujuan-tujuan ter-tentu yang bersifat finansial, jadi ia dipalingkan dari tujuan tersebut kepada tujuan kepemilikan murni. Dalam ayat ini juga terkandung dalil bahwa seorang hamba tidak mungkin menyucikan dan membersihkan diri sebelum dia mengeluarkan zakat hartanya, dan tidak ada yang menggantikan-nya kecuali dengan membayarnya, karena kesucian dan kebersihan bergantung kepada mengeluarkannya. Dalam ayat ini juga terkandung dalil dianjurkannya bagi imam atau wakilnya agar mendoakan orang yang berzakat dengan keber-kahan dan hendaknya doa tersebut diucapkan dengan suara keras di mana pembayar zakat itu dapat mendengarnya sehingga dia pun tenang. Dipahami suatu faidah dari makna ayat bahwa hendaknya kita memberikan kebahagiaan kepada seorang Mukmin dengan ucapan yang lembut, mendoakan kebaikan untuknya, dan hal lain semisalnya yang menyebabkan ketenangan jiwa dan ketentraman-nya. (Hendaknya menyemangati orang yang berinfak dan melaku-kan amal baik dengan mendoakannya, memujinya, dan semisalnya).
9:104Страница 203
أَلَمۡ يَعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ هُوَ يَقۡبَلُ ٱلتَّوۡبَةَ عَنۡ عِبَادِهِۦ وَيَأۡخُذُ ٱلصَّدَقَٰتِ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ ١٠٤
Неужели они не знают, что Аллах принимает покаяния от Своих рабов и принимает пожертвования, что Аллах - Принимающий покаяния, Милосердный?
"Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hambaNya dan menerima zakat, dan bahwa-sanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?" (At-Taubah: 104).
(104) Yakni, apakah mereka tidak mengetahui rahmat Allah yang luas dan karuniaNya yang menyeluruh, dan bahwa Dia ﴾ يَقۡبَلُ ٱلتَّوۡبَةَ عَنۡ عِبَادِهِۦ ﴿ "menerima taubat dari hamba-hambaNya", yang bertaubat dari dosa apa pun, bahkan Dia تعالى berbahagia karena taubat ham-baNya jika dia bertaubat dengan kebahagiaan yang besar,﴾ وَيَأۡخُذُ ٱلصَّدَقَٰتِ ﴿ "dan menerima zakat", dari mereka, yakni menerima, dan mengambilnya dengan Tangan KananNya. Maka Dia menumbuh-kannya seperti seorang laki-laki menumbuhkan anak kudanya, sehingga satu biji kurma bisa menjadi seperti gunung yang besar. Lalu, bagaimana dengan yang lebih besar dan lebih banyak dari itu? ﴾ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?" Yakni banyak mengampuni orang-orang yang bertaubat. Siapa yang bertaubat kepadaNya, maka Allah akan me-nerima taubatnya, meskipun kemaksiatan yang dilakukannya ber-ulang-ulang. Dan Allah tidak akan merasa bosan memberi ampun kepada hamba-hambaNya sehingga mereka sendiri yang merasa bosan dan menolak kecuali menjauh dan menghindar dari pintuNya sambil berkawan dengan musuh mereka. ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Maha Penyayang", yang rahmatNya meliputi segala sesuatu dan Dia menetapkannya untuk orang-orang yang bertakwa, membayar zakat, beriman kepada ayat-ayatNya, dan mengikuti RasulNya.
9:105Страница 203
وَقُلِ ٱعۡمَلُواْ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمۡ وَرَسُولُهُۥ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ١٠٥
Скажи: «Трудитесь, и увидят ваши деяния Аллах, Его Посланник и верующие. Вы предстанете перед Ведающим сокровенное и явное, и Он поведает вам о том, что вы совершали».
"Dan katakanlah, 'Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang Mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepadamu apa yang telah kamu kerjakan'." (At-Taubah: 105).
(105) Allah تعالى berfirman, ﴾ وَقُل ﴿ "Dan katakanlah", kepada orang-orang munafik itu, ﴾ ٱعۡمَلُواْ ﴿ "bekerjalah kamu", dengan peker-jaan yang menurutmu sesuai, teruskan kebatilanmu, jangan mengira bahwa amalanmu itu akan samar atas Allah, ﴾ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمۡ وَرَسُولُهُۥ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۖ ﴿ "maka Allah dan RasulNya serta orang-orang Mukmin akan melihat pe-kerjaanmu itu." Yakni, pekerjaanmu pasti akan terlihat dan terbukti. ﴾ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "Dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepadamu apa yang telah kamu kerjakan," yang baik maupun yang buruk. Ini mengandung ancaman yang keras terhadap orang yang meneruskan kebatilannya, kezhalimannya, kesesatannya dan penyimpangannya. Ada kemungkinan maknanya adalah bah-wa apa pun yang kamu lakukan, baik maupun buruk, maka Allah akan melihatmu dan Dia akan menunjukkannya kepada RasulNya dan hamba-hambaNya yang beriman, meskipun ia adalah amalan batin.
9:106Страница 203
وَءَاخَرُونَ مُرۡجَوۡنَ لِأَمۡرِ ٱللَّهِ إِمَّا يُعَذِّبُهُمۡ وَإِمَّا يَتُوبُ عَلَيۡهِمۡۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٞ ١٠٦
Есть и такие, которые выжидают веления Аллаха. Он либо накажет их, либо примет их покаяния. Аллах - Знающий, Мудрый.
"Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah, adakalanya Allah akan mengazab mereka dan adakalanya Allah akan menerima taubat mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana." (At-Taubah: 106).
(106) ﴾ وَءَاخَرُونَ ﴿ "Dan ada (pula) orang-orang lain", yang ti-dak berangkat berjihad, yang ditangguhkan ﴾ لِأَمۡرِ ٱللَّهِ إِمَّا يُعَذِّبُهُمۡ وَإِمَّا يَتُوبُ عَلَيۡهِمۡۗ ﴿ "sampai ada keputusan Allah, adakalanya Allah akan mengazab mereka dan adakalanya Allah akan menerima taubat mereka." Ini mengandung ancaman yang keras bagi orang-orang yang tidak berangkat berjihad dan anjuran kepada mereka agar menyesal dan bertaubat. ﴾ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ ﴿ "Dan Allah Maha Mengetahui", keadaan dan niat hamba-hambaNya, ﴾ حَكِيمٞ ﴿ "lagi Mahabijaksana." Dia meletakkan segala sesuatu pada tempatnya dan mendudukkannya pada posisinya. Jika hikmahNya menuntut mengampuni dan menerima taubat mereka, maka Dia akan mengampuni dan menerima taubat mereka, namun jika hik-mahNya menuntut tidak memberi mereka taufik kepada taubat, maka Dia akan melakukan itu.
9:107–110Страница 204
وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مَسۡجِدٗا ضِرَارٗا وَكُفۡرٗا وَتَفۡرِيقَۢا بَيۡنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَإِرۡصَادٗا لِّمَنۡ حَارَبَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ مِن قَبۡلُۚ وَلَيَحۡلِفُنَّ إِنۡ أَرَدۡنَآ إِلَّا ٱلۡحُسۡنَىٰۖ وَٱللَّهُ يَشۡهَدُ إِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ ١٠٧
Те, которые построили мечеть для нанесения вреда, поддержания неверия, внесения раскола в ряды мусульман и создания заставы для тех, кто издавна сражается против Аллаха и Его Посланника, непременно будут клясться: «Мы не хотели ничего, кроме добра». Аллах свидетельствует, что они являются лжецами.
لَا تَقُمۡ فِيهِ أَبَدٗاۚ لَّمَسۡجِدٌ أُسِّسَ عَلَى ٱلتَّقۡوَىٰ مِنۡ أَوَّلِ يَوۡمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِۚ فِيهِ رِجَالٞ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُواْۚ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُطَّهِّرِينَ ١٠٨
Никогда не совершай в ней намаз. Мечеть, которая с первого дня была основана на богобоязненности, больше заслуживает того, чтобы ты выстаивал в ней. В ней есть мужи, которые любят очищаться. Воистину, Аллах любит очищающихся.
أَفَمَنۡ أَسَّسَ بُنۡيَٰنَهُۥ عَلَىٰ تَقۡوَىٰ مِنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٰنٍ خَيۡرٌ أَم مَّنۡ أَسَّسَ بُنۡيَٰنَهُۥ عَلَىٰ شَفَا جُرُفٍ هَارٖ فَٱنۡهَارَ بِهِۦ فِي نَارِ جَهَنَّمَۗ وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ١٠٩
Тот ли, кто заложил основание своего строения на страхе перед Аллахом и стремлении к Его довольству, лучше или же тот, кто заложил его на самом краю обрыва, готового обвалиться, так что он обвалился вместе с ним в огонь Геенны? Воистину, Аллах не ведет прямым путем несправедливых людей.
لَا يَزَالُ بُنۡيَٰنُهُمُ ٱلَّذِي بَنَوۡاْ رِيبَةٗ فِي قُلُوبِهِمۡ إِلَّآ أَن تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمۡۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ ١١٠
Строение, которое они построили, всегда будет порождать сомнения в их сердцах, пока их сердца не разорвутся. Аллах - Знающий, Мудрый.
"Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudaratan (pada orang-orang Mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang Mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan RasulNya sejak dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah, 'Kami tidak menghendaki selain kebaikan.' Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). Janganlah kamu shalat dalam masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang di-dirikan atas dasar takwa (masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih. Maka apakah orang-orang yang mendirikan masjidnya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengannya ke dalam Neraka Jahanam? Dan Allah tidak mem-berikan petunjuk kepada orang-orang yang zhalim. Bangunan-bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi pangkal keraguan dalam hati mereka, kecuali bila hati mereka itu telah hancur. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana." (At-Taubah: 107-110).
(107) Ada beberapa orang munafik dari penduduk Quba membangun masjid dekat masjid Quba dengan maksud memecah belah dan menanamkan benih fitnah di antara orang-orang yang beriman, dan mereka menyiapkannya untuk orang-orang yang me-reka harapkan memerangi Allah dan RasulNya, sekaligus sebagai benteng mereka jika ia diperlukan. Maka Allah تعالى membuka kebu-sukannya dan menampakkan rahasia mereka. ﴾ وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مَسۡجِدٗا ضِرَارٗا ﴿ "Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendiri-kan masjid untuk menimbulkan kemudaratan (pada orang-orang Mukmin)." Yakni, kemudaratan kepada orang-orang Mukmin dan masjid yang mereka gunakan untuk berkumpul kepadanya, ﴾ وَكُفۡرٗا ﴿ "untuk kekafiran." Yakni maksud mereka adalah kekufuran, jika maksud selain mereka adalah untuk keimanan, ﴾ وَتَفۡرِيقَۢا بَيۡنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "dan untuk memecah belah antara orang-orang Mukmin." Yakni agar orang-orang Mukmin berpecah belah, berselisih, dan bersengketa, ﴾ وَإِرۡصَادٗا ﴿ "dan menunggu kedatangan", ﴾ لِّمَنۡ حَارَبَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ مِن قَبۡلُۚ ﴿ "orang-orang yang telah memerangi Allah dan RasulNya sejak dahulu." Yakni untuk membantu orang-orang yang memerangi Allah dan RasulNya yang telah lama memusuhi dengan keras, seperti Abu Amir ar-Rahib, salah seorang penduduk Madinah. Ketika Nabi ﷺ hijrah ke Madinah, Abu Amir ini menolak beriman kepadanya, dia adalah orang ahli ibadah pada masa jahiliyah, maka dia pergi kepada orang-orang musyrik untuk meminta tolong kepada mereka memerangi Rasulullah ﷺ, ketika keinginannya pada orang-orang musyrik tidak terpenuhi, maka dia berangkat ke Kaisar Romawi dengan anggapan dia mau me-nolongnya, tetapi orang yang terlaknat ini mati di jalan, padahal sebelumnya dia dengan orang-orang munafik telah berjanji dan bersekutu (untuk menghancurkan kaum Muslimin). Di antara yang mereka siapkan untuknya adalah masjid dhirar, maka wahyu turun menyampaikan hal itu, lalu Nabi ﷺ mengutus orang-orang untuk merobohkannya dan membakarnya.[99] Masjid itu pun kemudian di-robohkan dan dibakar, dan setelah itu menjadi tempat pembuangan sampah. Allah تعالى berfirman setelah menjelaskan tujuan buruk mereka pada masjid itu. ﴾ وَلَيَحۡلِفُنَّ إِنۡ أَرَدۡنَآ ﴿ "Mereka sesungguhnya bersumpah, 'Kami tidak menghendaki", dalam membangunnya ﴾ إِلَّا ٱلۡحُسۡنَىٰۖ ﴿ "selain kebaik-an." Yakni, membantu orang yang lemah dan buta. ﴾ وَٱللَّهُ يَشۡهَدُ إِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ ﴿ "Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya)." Kesaksian Allah lebih benar daripada sumpah mereka.
(108) ﴾ لَا تَقُمۡ فِيهِ أَبَدٗاۚ ﴿ "Janganlah kamu shalat di dalam masjid itu selama-lamanya." Janganlah kamu shalat di masjid yang dibangun untuk dhirar tersebut selama-lamanya, karena Allah telah mencu-kupimu darinya dan kamu tidaklah memerlukannya. ﴾ لَّمَسۡجِدٌ أُسِّسَ عَلَى ٱلتَّقۡوَىٰ مِنۡ أَوَّلِ يَوۡمٍ ﴿ "Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (masjid Quba), sejak hari pertama", munculnya Islam di Quba, ia adalah masjid Quba yang didirikan di atas dasar keikhlasan menja-lankan ketaatan kepada Allah, menegakkan dzikir kepadaNya, dan menegakkan syiar-syiar agamaNya, ia adalah masjid tua yang ter-kenal dengan itu. Masjid yang utama ini ﴾ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِۚ ﴿ "adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya," juga beribadah dan berdzikir kepada Allah تعالى. Ia adalah masjid mulia, dan orang-orangnya juga mulia. Oleh ka-rena itu Allah memuji mereka dengan FirmanNya,﴾ فِيهِ رِجَالٞ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُواْۚ ﴿ "Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri", dari dosa, menyucikan diri dari kotoran, najis, dan hadats. Dan se-perti yang telah diketahui bahwa siapa yang menginginkan sesuatu, maka dia akan berusaha dan bersungguh-sungguh dalam apa yang dicintai, mereka pasti berusaha dengan sungguh-sungguh bersuci dari dosa-dosa, kotoran, dan hadats. Oleh karena itu mereka terma-suk golongan pendahulu dalam Islam, mereka adalah orang-orang yang mendirikan shalat, memelihara jihad bersama Rasulullah ﷺ, menegakkan syariat agama dan mereka termasuk orang-orang yang tidak menyelisihi Allah dan RasulNya. Setelah ayat ini turun yang berisi pujian atas bersucinya mereka, maka Nabi bertanya kepada mereka tentang cara mereka bersuci,[100] mereka menjawab bahwa mereka memakai air (dalam bersuci) setelah sebelumnya mereka memakai batu, maka Allah memuji perbuatan mereka. ﴾ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُطَّهِّرِينَ ﴿ "Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih", bersih secara maknawi seperti menjauhi kesyirikan dan akhlak-akhlak yang buruk, bersih secara materi seperti menghilangkan najis dan mengangkat hadats.
(109) Kemudian Allah membandingkan antara masjid-mas-jid sesuai dengan maksud para penghuninya dan kesesuaiannya dengan keridhaan Allah. Dia berfirman, ﴾ أَفَمَنۡ أَسَّسَ بُنۡيَٰنَهُۥ عَلَىٰ تَقۡوَىٰ مِنَ ٱللَّهِ ﴿ "Maka apakah orang-orang yang mendirikan masjidnya di atas dasar takwa kepada Allah," yakni di atas niat baik dan ikhlas, ﴾ وَرِضۡوَٰنٍ ﴿ "dan keridhaan(Nya)," yakni ia sesuai dengan perintahNya, dia mengga-bungkan antara ikhlas dan mutaba'ah dalam amalnya,﴾ خَيۡرٌ أَم مَّنۡ أَسَّسَ بُنۡيَٰنَهُۥ عَلَىٰ شَفَا ﴿ "itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan ba-ngunannya di tepi", yakni di ujung, ﴾ جُرُفٍ هَارٖ ﴿ "jurang yang runtuh", yakni yang rapuh, hampir-hampir roboh,﴾ فَٱنۡهَارَ بِهِۦ فِي نَارِ جَهَنَّمَۗ وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengannya ke dalam Neraka Jahanam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zhalim", yakni, Allah tidak memberi petunjuk ke-pada apa yang menjadi kemaslahatan agama dan dunia.
(110) ﴾ لَا يَزَالُ بُنۡيَٰنُهُمُ ٱلَّذِي بَنَوۡاْ رِيبَةٗ فِي قُلُوبِهِمۡ ﴿ "Bangunan-bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi pangkal keraguan dalam hati me-reka", yakni kebimbangan yang bersemayam di dalam hati mereka. ﴾ إِلَّآ أَن تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمۡۗ ﴿ "Kecuali bila hati mereka itu telah hancur", dengan penyesalan yang paripurna, bertaubat kepada Allah, dan takut kepa-daNya dengan sangat. Dengan itu Allah akan memaafkan mereka, namun jika tidak, maka bangunan mereka tidak menambah kecuali keraguan di atas keraguan mereka, dan kemunafikan di atas kemu-nafikan mereka. ﴾ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ ﴿ "Dan Allah Maha Mengetahui", segala hal, yang lahir dan yang batin, yang samar dan yang terang, serta apa yang dirahasiakan dan ditampakkan oleh hamba-hambaNya. ﴾ حَكِيمٌ ﴿ "Lagi Mahabijaksana." Dia tidak melakukan, tidak menciptakan, ti-dak memerintahkan, dan tidak melarang kecuali apa yang menjadi tuntutan hikmahNya dan Dia memerintahkannya. Oleh karena itu segala puji hanya milik Allah. Di dalam ayat-ayat ini terkandung beberapa faidah: Di antaranya: Haram membangun masjid dengan tujuan me-mudaratkan masjid lain yang di dekatnya, dan wajib merobohkan masjid dhirar tersebut jika maksud orang-orang yang membangun-nya telah diketahui. Di antaranya: Walaupun suatu amal itu adalah baik, ia bisa dirubah oleh niat sehingga berubah menjadi dilarang, sebagaimana niat orang-orang yang membangun masjid dhirar telah merubah amal mereka seperti yang Anda lihat. Di antaranya: Bahwa segala hal yang menyebabkan perpe-cahan di antara orang-orang yang beriman adalah termasuk ke-maksiatan yang harus ditinggalkan dan dilenyapkan, sebagaimana segala hal yang menyebabkan persatuan dan kekompakan kaum Muslimin haruslah diikuti, diperintahkan, dan didorong, karena Allah menjelaskan alasan pembangunan masjid dhirar dengan tujuan yang harus dilarang ini, sebagaimana hal itu mewajibkan kekufuran dan peperangan melawan Allah dan RasulNya. Di antaranya: Larangan shalat di tempat kemaksiatan dan kewajiban menjauhinya. Di antaranya: Bahwa kemaksiatan dapat mempengaruhi tem-pat, sebagaimana kemaksiatan orang-orang munafik mempengaruhi masjid dhirar, sehingga turun larangan shalat di dalamnya. Begitu pula ketaatan berpengaruh pada tempat, sebagaimana ia berpenga-ruh pada masjid Quba, sehingga Allah berfirman tentangnya, ﴾ لَّمَسۡجِدٌ أُسِّسَ عَلَى ٱلتَّقۡوَىٰ مِنۡ أَوَّلِ يَوۡمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِۚ ﴿ "Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya." Oleh karenanya masjid Quba memiliki keutamaan yang tidak dimiliki selainnya, bahkan Nabi ﷺ selalu mengunjungi masjid Quba setiap Hari Sabtu untuk shalat di dalamnya[101] dan Nabi ﷺ mengan-jurkan shalat di dalamnya.[102] Di antaranya: Disimpulkan dari pernyataan illat-illat yang disebutkan di dalam ayat ini, empat kaidah penting yakni; semua perbuatan yang memudaratkan orang Muslim, atau padanya terda-pat kemaksiatan kepada Allah, karena kemaksiatan adalah cabang dari kekufuran, atau menimbulkan perpecahan di kalangan orang-orang yang beriman, atau mengandung dukungan kepada kelom-pok yang memusuhi Allah dan RasulNya, maka ia haram dan di-larang, dan begitu sebaliknya. Di antaranya: Bahwa amalan-amalan lahir yang timbul karena kemaksiatan kepada Allah, akan senantiasa menjauhkan pelakunya dari Allah, ia sama dengan terus menerus melakukan kemaksiatan, sehingga dia menyingkirkannya dan bertaubat darinya dengan tau-bat yang sempurna, di mana hatinya terasa hancur karena menyesal dan bersedih. Di antaranya: Jika masjid Quba adalah masjid yang didirikan di atas dasar takwa, maka masjid Nabawi yang beliau dirikan de-ngan tangannya yang penuh berkah, dan Nabi ﷺ bekerja di dalam-nya serta Allah memilihnya untuknya, adalah lebih utama dan lebih layak (untuk dinyatakan bahwa ia didirikan di atas dasar takwa). Di antaranya: Bahwa amal yang dilandasi oleh keikhlasan dan mutaba'ah adalah amal yang dibangun di atas takwa yang membawa pelakunya kepada Surga yang penuh kenikmatan. Dan amal yang dilandasi maksud yang buruk, bid'ah, dan kesesatan, adalah amal yang dibangun di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengannya ke dalam Neraka Jahanam, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zhalim.
9:111Страница 204
۞ إِنَّ ٱللَّهَ ٱشۡتَرَىٰ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَنفُسَهُمۡ وَأَمۡوَٰلَهُم بِأَنَّ لَهُمُ ٱلۡجَنَّةَۚ يُقَٰتِلُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ فَيَقۡتُلُونَ وَيُقۡتَلُونَۖ وَعۡدًا عَلَيۡهِ حَقّٗا فِي ٱلتَّوۡرَىٰةِ وَٱلۡإِنجِيلِ وَٱلۡقُرۡءَانِۚ وَمَنۡ أَوۡفَىٰ بِعَهۡدِهِۦ مِنَ ٱللَّهِۚ فَٱسۡتَبۡشِرُواْ بِبَيۡعِكُمُ ٱلَّذِي بَايَعۡتُم بِهِۦۚ وَذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ١١١
Воистину, Аллах купил у верующих их души и имущество в обмен на Рай. Они сражаются на пути Аллаха, убивая и погибая. Таково Его обещание и обязательство в Таурате (Торе), Инджиле (Евангелии) и Коране. Кто выполняет свои обещания лучше Аллаха? Возрадуйтесь же сделке, которую вы заключили. Это и есть великое преуспеяние.
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang Muk-min, diri dan harta mereka dengan memberikan Surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan al-Qur`an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar." (At-Taubah: 111).
(111) Allah تعالى mengabarkan suatu berita yang benar dan menjanjikan janji yang benar dengan jual beli dan tukar menukar yang agung, yaitu bahwa Dia ﴾ ٱشۡتَرَىٰ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَنفُسَهُمۡ وَأَمۡوَٰلَهُم ﴿ "membeli dari orang-orang Mukmin, diri dan harta mereka." Diri dan harta ter-sebut adalah harga dan barang yang dijual ﴾ بِأَنَّ لَهُمُ ٱلۡجَنَّةَۚ ﴿ "dengan memberikan Surga untuk mereka", yang di dalamnya terdapat segala yang diinginkan oleh jiwa dan yang dinikmati oleh mata, dari ber-bagai bentuk kenikmatan, kesenangan, kebahagiaan, bidadari-bida-dari yang jelita, dan tempat tinggal yang indah. Bentuk akad dan jual belinya adalah hendaknya mereka mengorbankan jiwa dan harta mereka untuk Allah dalam berjihad melawan musuh-musuh-Nya, untuk meninggikan kalimatNya dan menampakkan agama-Nya. ﴾ يُقَٰتِلُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ فَيَقۡتُلُونَ وَيُقۡتَلُونَۖ ﴿ "Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh." Akad dan jual beli ini dinyatakan Allah dengan ditegaskan dengan berbagai penegasan. ﴾ وَعۡدًا عَلَيۡهِ حَقّٗا فِي ٱلتَّوۡرَىٰةِ وَٱلۡإِنجِيلِ وَٱلۡقُرۡءَانِۚ ﴿ "(Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan al-Qur`an." Yang merupa-kan kitab paling mulia, paling sempurna, dan paling tinggi, yang hadir di dunia, ia dibawa oleh para rasul ulul azmi paling sempurna, dan semuanya sepakat di atas janji yang benar ini.﴾ وَمَنۡ أَوۡفَىٰ بِعَهۡدِهِۦ مِنَ ٱللَّهِۚ فَٱسۡتَبۡشِرُواْ ﴿ "Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah", wahai orang-orang Mukmin yang me-laksanakan apa yang telah Allah janjikan ﴾ بِبَيۡعِكُمُ ٱلَّذِي بَايَعۡتُم بِهِۦۚ ﴿ "dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu", yakni agar kamu berbahagia dengan itu, agar sebagian menyampaikan berita kepada sebagian yang lain, dan sebagian mendorong sebagian yang lain. ﴾ وَذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ﴿ "Dan itulah kemenangan yang besar", yang tidak ada ke-beruntungan yang lebih besar dan lebih mulia darinya, karena ia mengandung kebahagiaan abadi dan nikmat yang langgeng, serta keridhaan Allah yang lebih besar daripada kenikmatan Surga. Jika kamu ingin mengetahui kadar transaksi perdagangan ter-sebut, maka lihatlah kepada pembeli, siapa dia? Dia-lah Allah r, lihatlah gantinya, yaitu ganti yang paling agung dan paling mulia, Surga yang penuh dengan segala kenikmatan, lihatlah kepada harga yang dibayarkan padanya, yaitu jiwa dan harta yang merupakan sesuatu yang paling dicintai oleh manusia, lihatlah kepada orang yang mana jual beli ini terjadi melalui kedua tangannya, yaitu Rasul paling mulia, dengan kitab apa ia dicatat? Dengan Kitab Allah yang termulia yang dibawa oleh makhluk termulia.
9:112Страница 205
ٱلتَّٰٓئِبُونَ ٱلۡعَٰبِدُونَ ٱلۡحَٰمِدُونَ ٱلسَّٰٓئِحُونَ ٱلرَّٰكِعُونَ ٱلسَّٰجِدُونَ ٱلۡأٓمِرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَٱلنَّاهُونَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡحَٰفِظُونَ لِحُدُودِ ٱللَّهِۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١١٢
Обрадуй верующих, которые каются и поклоняются, восхваляют и постятся (или путешествуют), кланяются и падают ниц, повелевают совершать одобряемое и запрещают предосудительное, и соблюдают ограничения Аллаха.
"Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beriba-dah, yang memuji (Allah), yang melawat, yang ruku', yang sujud, yang menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat mungkar, dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan berilah kabar gem-bira orang-orang Mukmin itu." (At-Taubah: 112).
(112) Sepertinya dikatakan, siapakah orang-orang Mukmin yang memperoleh berita gembira dari Allah dengan surga dan ke-muliaan? Mereka itu adalah ﴾ ٱلتَّٰٓئِبُونَ ﴿ "orang-orang yang bertaubat", yaitu orang-orang yang selalu bertaubat dari seluruh kesalahan da-lam setiap waktu ﴾ ٱلۡعَٰبِدُونَ ﴿ "yang beribadah", yang memiliki sifat ubudiyah kepada Allah, terus menerus menaatiNya dengan mela-kukan perkara-perkara yang wajib dan yang dianjurkan setiap saat. Dengan itu seorang hamba termasuk orang-orang yang beribadah ﴾ ٱلۡحَٰمِدُونَ ﴿ "yang memuji (Allah)", dalam keadaan susah, senang, mudah maupun sulit, mengakui nikmat-nikmat Allah atasnya, baik yang lahir dan yang batin, yang memuji Allah dengan menyebut nikmat dan menyebut Pemberi nikmat di malam dan siang hari ﴾ ٱلسَّٰٓئِحُونَ ﴿ "yang melawat", ia ditafsirkan dengan puasa atau dengan menuntut ilmu, ditafsirkan pula dengan melawatnya hati untuk mengetahui Allah, mencintaiNya, dan selalu kembali kepadaNya. Dan yang benar adalah bahwa ia adalah bepergian untuk ibadah seperti haji, umrah, jihad, mencari ilmu, silaturahim dan lain-lain. ﴾ ٱلرَّٰكِعُونَ ٱلسَّٰجِدُونَ ﴿ "Yang rukuk, yang sujud." Yakni orang-orang yang memperbanyak shalat yang berisi rukuk dan sujud ﴾ ٱلۡأٓمِرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ ﴿ "yang menyuruh berbuat ma'ruf," termasuk di dalam-nya adalah yang wajib dan yang dianjurkan ﴾ وَٱلنَّاهُونَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ ﴿ "dan mencegah berbuat mungkar", yaitu semua yang dilarang oleh Allah dan RasulNya. ﴾ وَٱلۡحَٰفِظُونَ لِحُدُودِ ٱللَّهِۗ ﴿ "Dan yang memelihara hukum-hukum Allah", dengan mempelajari hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada RasulNya dan apa yang masuk ke dalam perintah, larangan, dan hukum-hukum yang lain, serta apa yang tidak masuk ke dalam perkara tersebut, dan mereka senantiasa melakukan (yang diperintahkan) dan meninggalkan (yang dilarang). ﴾ وَبَشِّرِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan berilah kabar gembira orang-orang Mukmin itu." Tidak disebut-kan dengan apa mereka digembirakan, agar ia mencakup pahala dunia, agama, dan akhirat yang merupakan buah dari iman. Berita gembira ini meliputi setiap Mukmin. Adapun kadar dan sifatnya, maka ia sesuai dengan keadaan dan keimanan seorang Mukmin dari segi lemah, kuat, dan penerapan terhadap konsekuensinya.
Текст: Quranic Universal Library (Tarteel) через spa5k/tafsir_api (MIT), в зафиксированной версии. Аяты: Quran Foundation. Источники и лицензии