As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
Yunus 10:94–109
10:94–95Page 219
فَإِن كُنتَ فِي شَكّٖ مِّمَّآ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ فَسۡـَٔلِ ٱلَّذِينَ يَقۡرَءُونَ ٱلۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلِكَۚ لَقَدۡ جَآءَكَ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُمۡتَرِينَ ٩٤
So if you are in doubt, [O Muḥammad], about that which We have revealed to you, then ask those who have been reading the Scripture before you. The truth has certainly come to you from your Lord, so never be among the doubters.
وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَتَكُونَ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٩٥
And never be of those who deny the signs of Allāh and [thus] be among the losers.1
"Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang sesuatu yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakan-lah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelummu. Sesung-guhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Rabbmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu. Dan sekali-kali janganlah kamu termasuk orang-orang yang men-dustakan ayat-ayat Allah sehingga menyebabkanmu termasuk orang-orang yang rugi." (Yunus: 94-95).
(94) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya, Muhammad, ﴾ فَإِن كُنتَ فِي شَكّٖ مِّمَّآ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ ﴿ "Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang sesuatu yang Kami turunkan kepadamu," apakah ia benar atau tidak benar, ﴾ فَسۡـَٔلِ ٱلَّذِينَ يَقۡرَءُونَ ٱلۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلِكَۚ ﴿ "maka tanya-kanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelummu." Maksudnya, tanyakan kepada ahli kitab yang obyektif dan ulama yang ilmunya mendalam, karena mereka pasti mengakui kebenaran beritamu dan bahwa ia sesuai dengan apa yang ada pada mereka. Jika dikatakan bahwa banyak dari ahli kitab Yahudi dan Nasrani bahkan mungkin kebanyakan dari mereka mendustakan Rasulullah, menentangnya dan menolak dakwahnya sedangkan Allah memerintahkan RasulNya agar menjadikan mereka saksi dan menjadikan kesaksian mereka sebagai hujjah atas apa yang dibawa-nya dan bukti atas kebenarannya, bagaimana itu bisa terjadi? Ja-wabannya dari beberapa segi: Di antaranya: Jika kesaksian disandarkan kepada kelompok orang atau pengikut aliran atau penduduk suatu daerah dan lain-lain, maka ia hanya mencakup orang-orang adil yang jujur dari mereka. Adapun selain mereka meskipun lebih banyak jumlahnya, maka mereka tidak dijadikan pedoman, karena kesaksian berpijak kepada keadilan dan kejujuran, dan hal itu telah terbukti dengan berimannya banyak rahib Rabbaniyin dari mereka, seperti Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya dan masih banyak lagi yang ber-iman pada masa nabi dan para khalifah serta tabi'in yang sesudah mereka. Di antaranya: Bahwa kesaksian ahli kitab kepada Rasul dida-sarkan kepada kitab mereka yaitu Taurat yang mana mereka me-nisbatkan diri mereka kepadanya. Jika di dalam Taurat terdapat sesuatu yang sesuai dengan al-Qur`an, membenarkan dan mengakui keshahihannya, namun semua ahli kitab dari awal sampai akhir bersepakat mengingkari hal itu, maka hal itu tidak menodai sesuatu yang dibawa oleh Rasul. Di antaranya: Allah memerintahkan RasulNya agar menjadi-kan ahli kitab sebagai saksi atas kebenaran sesuatu yang dibawanya, Nabi menampakkan dan menunjukkan hal itu di depan khalayak umum, dan sebagaimana yang sudah diketahui bahwa kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang berusaha dengan serius mem-batalkan dakwah Rasulullah Muhammad. Jika mereka memiliki sesuatu yang bisa menangkal sesuatu yang dinyatakan Allah, nis-caya mereka akan memunculkan, menampakkan dan menjelaskan-nya. Ketika hal yang demikian itu tidak terjadi, maka tidak adanya penolakan dari musuh dan pengakuan para pengikut adalah bukti kuat atas keabsahan al-Qur`an dan kebenarannya. Di antaranya: Mayoritas ahli kitab tidak menolak dakwah Nabi, justru kebanyakan dari mereka mengikuti dan tunduk kepa-danya dengan suka rela. Rasul diutus, sementara kebanyakan pen-duduk bumi yang beragama adalah ahli kitab, sehingga dakwah Nabi tidak perlu waktu lama hingga kebanyakan penduduk Syam, Mesir, Irak dan kota-kota di sekitarnya yang merupakan pusat agama ahli kitab tunduk kepada Islam kecuali para pemegang kekuasaan yang lebih mementingkan kekuasaan di atas kebenaran dan orang-orang awam yang bodoh yang mengikuti mereka serta orang-orang yang beragama dengan agama mereka hanya sekedar nama saja bukan hakikat yang sebenarnya seperti orang-orang Eropa yang pada hakikatnya adalah Dahriyin yang tidak terikat dengan agama para rasul, mereka mengaku Nasrani hanya untuk mendukung ke-kuasaan mereka dan menutupi kebatilan mereka sebagaimana hal itu diketahui oleh orang-orang yang mengetahui keadaan mereka yang jelas lagi nyata. FirmanNya, ﴾ لَقَدۡ جَآءَكَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu", yang tidak ada keraguan padanya sedikit pun ﴾ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُمۡتَرِينَ ﴿ "dari Rabbmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu ter-masuk orang-orang yang ragu-ragu." Seperti Firman Allah, ﴾ كِتَٰبٌ أُنزِلَ إِلَيۡكَ فَلَا يَكُن فِي صَدۡرِكَ حَرَجٞ مِّنۡهُ ﴿ "Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka jangan-lah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya." (Al-A'raf : 2).
(95) ﴾ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَتَكُونَ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ﴿ "Dan sekali-kali janganlah kamu termasuk orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah sehingga menyebabkanmu termasuk orang-orang yang rugi." Kesim-pulannya adalah bahwa Allah melarang dua perkara: Meragukan al-Qur`an dan mempertanyakan kebenarannya, lebih buruk dari itu adalah mendustakannya. Padahal al-Qur`an itu adalah ayat-ayat Allah yang jelas yang tidak menerima pendustaan dari segi mana-pun. Allah menjadikan kerugian sebagai akibat atas hal ini yaitu ketidakberuntungan dengan pendustaan ini, dan kerugian itu de-ngan lenyapnya pahala di dunia dan akhirat dan diraihnya azab di dunia dan akhirat. Larangan terhadap sesuatu adalah perintah kepada sebaliknya, maka ini berarti perintah untuk membenarkan al-Qur`an secara sempurna, kemantapan hati kepadanya dan mem-perhatikannya dengan mengkaji dan mengamalkannya. Dengan itu seorang hamba termasuk orang-orang yang beruntung yang men-dapatkan keinginan mulia, sasaran yang berharga, dan keutamaan yang sempurna, serta kerugian menjauh darinya.
10:96–97Page 219
إِنَّ ٱلَّذِينَ حَقَّتۡ عَلَيۡهِمۡ كَلِمَتُ رَبِّكَ لَا يُؤۡمِنُونَ ٩٦
Indeed, those upon whom the word [i.e., decree] of your Lord has come into effect will not believe,
وَلَوۡ جَآءَتۡهُمۡ كُلُّ ءَايَةٍ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ ٩٧
Even if every sign should come to them, until they see the painful punishment.
"Sesungguhnya orang-orang yang kalimat (ketetapan azab) Rabbmu telah pasti terhadap mereka, tidaklah akan beriman, mes-kipun segala macam keterangan datang kepada mereka, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih." (Yunus: 96-97).
(96-97) Allah تعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ حَقَّتۡ عَلَيۡهِمۡ كَلِمَتُ رَبِّكَ ﴿ "Se-sungguhnya orang-orang yang kalimat (ketetapan azab) Rabbmu telah pasti terhadap mereka." Yakni mereka termasuk orang-orang yang menyimpang, sesat dan penghuni Neraka. Mereka pasti menuju kepada apa yang ditetapkan dan ditakdirkan oleh Allah. Mereka tidak akan beriman walaupun setiap ayat datang kepadanya. Ayat-ayat Allah hanya menambah kesesatan di atas kesesatan mereka. Allah tidak menzhalimi mereka, akan tetapi merekalah yang men-zhalimi diri mereka sendiri dengan menolak kebenaran manakala ia hadir kepada mereka pertama kali, maka Allah menghukum mereka dengan menutup rapat hati, pendengaran dan penglihatan mereka. Mereka tidak beriman sehingga mereka melihat siksa yang pedih yang dijanjikan kepada mereka. Pada saat itu, mereka menge-tahui haqqul yaqin bahwa apa yang mereka pegang itulah kesesatan sebenarnya dan apa yang dibawa oleh para rasul itulah kebenaran, akan tetapi pada waktu itu iman mereka tidak lagi berguna untuk mereka. Pada hari itu dalih orang-orang zhalim tidak bermanfaat bagi mereka, dan mereka tidak diberi maaf. Adapun ayat-ayat Allah maka ia berguna bagi orang yang berhati atau dia menyimak se-dangkan dia menyaksikan.
10:98Page 220
فَلَوۡلَا كَانَتۡ قَرۡيَةٌ ءَامَنَتۡ فَنَفَعَهَآ إِيمَٰنُهَآ إِلَّا قَوۡمَ يُونُسَ لَمَّآ ءَامَنُواْ كَشَفۡنَا عَنۡهُمۡ عَذَابَ ٱلۡخِزۡيِ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَمَتَّعۡنَٰهُمۡ إِلَىٰ حِينٖ ٩٨
Then has there not been a [single] city that believed so its faith benefited it except the people of Jonah? When they believed, We removed from them the punishment of disgrace in worldly life and gave them enjoyment [i.e., provision] for a time.
"Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang ber-iman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya melainkan kaum Yunus? Tatkala mereka (Kaum Yunus itu) beriman, Kami hilang-kan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu." (Yunus: 98).
(98) Allah تعالى berfirman, ﴾ فَلَوۡلَا كَانَتۡ قَرۡيَةٌ ﴿ "Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota", dari kota-kota yang mendustakan ﴾ ءَامَنَتۡ ﴿ "yang beriman", ketika melihat azab. ﴾ فَنَفَعَهَآ إِيمَٰنُهَآ ﴿ "Lalu imannya itu bermanfaat kepadanya." Maksudnya, tak seorang pun mengambil manfaat dari imannya ketika melihat azab, sebagaimana Allah ber-firman tentang Fir'aun dalam ayat yang belum jauh berlalu, ketika dia berkata, ﴾ ءَامَنتُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱلَّذِيٓ ءَامَنَتۡ بِهِۦ بَنُوٓاْ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَأَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ 90 ﴿ "Saya percaya bahwa tidak ada Rabb melainkan Rabb yang diper-cayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." (Yunus: 90). Maka dikatakan kepadanya, ﴾ ءَآلۡـَٰٔنَ وَقَدۡ عَصَيۡتَ قَبۡلُ وَكُنتَ مِنَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ 91 ﴿ "Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan." (Yunus: 91). Sebagaimana Firman Allah, ﴾ فَلَمَّا رَأَوۡاْ بَأۡسَنَا قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَحۡدَهُۥ وَكَفَرۡنَا بِمَا كُنَّا بِهِۦ مُشۡرِكِينَ 84 فَلَمۡ يَكُ يَنفَعُهُمۡ إِيمَٰنُهُمۡ لَمَّا رَأَوۡاْ بَأۡسَنَاۖ سُنَّتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي قَدۡ خَلَتۡ فِي عِبَادِهِۦۖ ﴿ "Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata, 'Kami beriman hanya kepada Allah saja dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah'. Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah Sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hambaNya." (Al-Mu`min: 84-85). Firman Allah, ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلۡمَوۡتُ قَالَ رَبِّ ٱرۡجِعُونِ 99 لَعَلِّيٓ أَعۡمَلُ صَٰلِحٗا فِيمَا تَرَكۡتُۚ كـَلَّآۚ ﴿ "(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila kema-tian datang kepada seseorang dari mereka, dia berkata, 'Ya Rabbku kemba-likanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang shalih terhadap yang telah aku tinggalkan.' Sekali-kali tidak." (Al-Mu`minun: 99-100). Hikmahnya dalam hal ini jelas karena iman yang terpaksa bu-kanlah iman yang sebenarnya karena seandainya siksa yang memak-sanya beriman dibatalkan niscaya dia kembali kepada kekufuran, FirmanNya, ﴾ إِلَّا قَوۡمَ يُونُسَ لَمَّآ ءَامَنُواْ كَشَفۡنَا عَنۡهُمۡ عَذَابَ ٱلۡخِزۡيِ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَمَتَّعۡنَٰهُمۡ إِلَىٰ حِينٖ ﴿ "Melainkan kaum Yunus? Tatkala mereka (Kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu." Kaum Yunus dikecualikan dari keumuman di atas, dan tentu pasti ada hikmah di balik itu (bagi Allah yang mengetahui yang ghaib dan yang nampak) yang tidak kita ketahui dan tidak terjang-kau oleh pemahaman kita, Allah تعالى berfirman, ﴾ وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ 139 إِذۡ أَبَقَ إِلَى ٱلۡفُلۡكِ ٱلۡمَشۡحُونِ 140 فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُدۡحَضِينَ 141 فَٱلۡتَقَمَهُ ٱلۡحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٞ 142 فَلَوۡلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلۡمُسَبِّحِينَ 143 لَلَبِثَ فِي بَطۡنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ 144 فَنَبَذۡنَٰهُ بِٱلۡعَرَآءِ وَهُوَ سَقِيمٞ 145 وَأَنۢبَتۡنَا عَلَيۡهِ شَجَرَةٗ مِّن يَقۡطِينٖ 146 وَأَرۡسَلۡنَٰهُ إِلَىٰ مِاْئَةِ أَلۡفٍ أَوۡ يَزِيدُونَ 147 فَـَٔامَنُواْ فَمَتَّعۡنَٰهُمۡ إِلَىٰ حِينٖ 148 ﴿ "Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, (ingatlah) ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan, kemudian ia ikut berundi lalu ia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya ia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan ia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit. Dan Kami tum-buhkan untuknya sebatang pohon dari jenis labu. Dan Kami utus ia kepada seratus ribu orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu Kami anu-gerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu." (Ash-Shaffat: 139-148). Mungkin hikmahnya adalah bahwa selain mereka dari kala-ngan orang-orang yang celaka, kalau mereka dikembalikan (seperti keadaan mereka semula), niscaya mereka akan kembali kepada sesuatu yang mereka dilarang darinya. Lain halnya dengan kaum Yunus عليه السلام, Allah mengetahui bahwa iman mereka akan berlanjut bahkan memang berlanjut, dan mereka berpegang teguh padanya. Wallahu a'lam. @
10:99–100Page 220
وَلَوۡ شَآءَ رَبُّكَ لَأٓمَنَ مَن فِي ٱلۡأَرۡضِ كُلُّهُمۡ جَمِيعًاۚ أَفَأَنتَ تُكۡرِهُ ٱلنَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُواْ مُؤۡمِنِينَ ٩٩
And had your Lord willed, those on earth would have believed - all of them entirely. Then, [O Muḥammad], would you compel the people in order that they become believers?
وَمَا كَانَ لِنَفۡسٍ أَن تُؤۡمِنَ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ وَيَجۡعَلُ ٱلرِّجۡسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يَعۡقِلُونَ ١٠٠
And it is not for a soul [i.e., anyone] to believe except by permission of Allāh, and He will place defilement1 upon those who will not use reason.
"Dan jikalau Rabbmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang ber-iman semuanya? Dan tidak ada seorang pun yang akan beriman melainkan dengan izin Allah, dan Allah menimpakan azab kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya." (Yunus: 99-100).
(99) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya, Muhammad, ﴾ وَلَوۡ شَآءَ رَبُّكَ لَأٓمَنَ مَن فِي ٱلۡأَرۡضِ كُلُّهُمۡ جَمِيعًاۚ ﴿ "Dan jikalau Rabbmu menghendaki, tentu-lah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya", dengan cara mengilhamkan iman kepada mereka dan mengarahkan hati mereka kepada takwa, kodratNya layak untuk itu, akan tetapi hikmahNya menuntut ada yang beriman dan ada yang kafir. ﴾ أَفَأَنتَ تُكۡرِهُ ٱلنَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُواْ مُؤۡمِنِينَ ﴿ "Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?" Maksudnya kamu tidak mampu melakukan itu, hal itu di luar kemampuanmu, karena selain Allah tak ada yang mampu melakukannya.
(100) ﴾ وَمَا كَانَ لِنَفۡسٍ أَن تُؤۡمِنَ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ ﴿ "Dan tidak ada seorang pun yang akan beriman melainkan dengan izin Allah", dengan kehendak dan keinginanNya qadariyah dan syar'iyyah. Siapa pun makhluk yang layak untuk itu, yang mana iman tumbuh padanya maka Allah memberinya hidayah dan taufik. ﴾ وَيَجۡعَلُ ٱلرِّجۡسَ ﴿ "Dan Allah menimpa-kan azab", kese-satan dan keburukan ﴾ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يَعۡقِلُونَ ﴿ "kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya", untuk memikirkan perin-tah-perintah dan larangan-larangan Allah, tidak mempedulikan nasihat-nasihat dan wasiat-wasiatNya.
10:101–103Page 220
قُلِ ٱنظُرُواْ مَاذَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ وَمَا تُغۡنِي ٱلۡأٓيَٰتُ وَٱلنُّذُرُ عَن قَوۡمٖ لَّا يُؤۡمِنُونَ ١٠١
Say, "Observe what is in the heavens and the earth." But of no avail will be signs or warners to a people who do not believe.
فَهَلۡ يَنتَظِرُونَ إِلَّا مِثۡلَ أَيَّامِ ٱلَّذِينَ خَلَوۡاْ مِن قَبۡلِهِمۡۚ قُلۡ فَٱنتَظِرُوٓاْ إِنِّي مَعَكُم مِّنَ ٱلۡمُنتَظِرِينَ ١٠٢
So do they wait except for like [what occurred in] the days of those who passed on before them? Say, "Then wait; indeed, I am with you among those who wait."
ثُمَّ نُنَجِّي رُسُلَنَا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْۚ كَذَٰلِكَ حَقًّا عَلَيۡنَا نُنجِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١٠٣
Then We will save Our messengers and those who have believed. Thus, it is an obligation upon Us that We save the believers.1
"Katakanlah, 'Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman.' Tidaklah mereka menunggu-nunggu melainkan (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang telah terdahulu sebelum mereka. Katakanlah, 'Maka tunggu-lah, sesungguhnya aku pun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu.' Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman." (Yunus: 101-103).
(101) Allah mengajak hamba-hambaNya agar melihat se-suatu yang ada di langit dan di bumi, maksudnya adalah melihat dengan merenungkan, memikirkan dan mengambil pelajaran ter-hadap apa yang ada padanya dan apa yang dikandungnya, karena di dalamnya terdapat tanda-tanda bagi kaum yang beriman dan pelajaran bagi kaum yang meyakini. Ia menunjukkan bahwa hanya-lah Allah semata yang disembah, yang dipuji, Pemilik keagungan dan kebesaran, dan Pemilik Asma` dan Sifat yang agung.﴾ وَمَا تُغۡنِي ٱلۡأٓيَٰتُ وَٱلنُّذُرُ عَن قَوۡمٖ لَّا يُؤۡمِنُونَ ﴿ "Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman." Mereka tidak mengambil manfaat dari ayat-ayat Allah karena me-reka berpaling dan menyombongkan diri.
(102-103) ﴾ فَهَلۡ يَنتَظِرُونَ إِلَّا مِثۡلَ أَيَّامِ ٱلَّذِينَ خَلَوۡاْ مِن قَبۡلِهِمۡۚ ﴿ "Tidaklah me-reka menunggu-nunggu melainkan (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang telah terdahulu se-belum mereka." Maksudnya, tidaklah orang-orang yang tidak beriman itu menunggu-nunggu ayat-ayat Allah setelah ia jelas melainkan seperti orang-orang yang berlalu sebelum mereka yaitu hari-hari kebinasaan dan azab, karena mereka melakukan yang mereka la-kukan dan Sunnatullah berlaku untuk orang-orang terdahulu dan yang datang berikutnya. ﴾ قُلۡ فَٱنتَظِرُوٓاْ إِنِّي مَعَكُم مِّنَ ٱلۡمُنتَظِرِينَ ﴿ "Katakanlah, 'Maka tunggulah, sesungguhnya aku pun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu'." Kamu akan mengetahui siapa yang akan mendapatkan akhir yang baik dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ia hanya untuk para Rasul dan pengikut-pengikutnya. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ ثُمَّ نُنَجِّي رُسُلَنَا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْۚ ﴿ "Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman", dari kesulitan dan marabahaya dunia dan akhirat. ﴾ كَذَٰلِكَ حَقًّا عَلَيۡنَا ﴿ "Demikianlah menjadi kewajiban atas Kami", yang Kami wajibkan atas Diri Kami ﴾ نُنجِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "menyelamatkan orang-orang yang beriman." Allah membela orang-orang yang beriman, berdasarkan keimanan yang dimiliki oleh seorang hamba, maka tercapailah keselamatan untuknya dari mara-bahaya.
10:104–106Page 220
قُلۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمۡ فِي شَكّٖ مِّن دِينِي فَلَآ أَعۡبُدُ ٱلَّذِينَ تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلَٰكِنۡ أَعۡبُدُ ٱللَّهَ ٱلَّذِي يَتَوَفَّىٰكُمۡۖ وَأُمِرۡتُ أَنۡ أَكُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١٠٤
Say, [O Muḥammad], "O people, if you are in doubt as to my religion - then I do not worship those which you worship besides Allāh; but I worship Allāh, who causes your death. And I have been commanded to be of the believers
وَأَنۡ أَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفٗا وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ١٠٥
And [commanded], 'Direct your face [i.e., self] toward the religion, inclining to truth, and never be of those who associate others with Allāh;
وَلَا تَدۡعُ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَۖ فَإِن فَعَلۡتَ فَإِنَّكَ إِذٗا مِّنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ١٠٦
And do not invoke1 besides Allāh that which neither benefits you nor harms you, for if you did, then indeed you would be of the wrongdoers.'"2
"Katakanlah (wahai Muhammad), 'Hai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kalian sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu, dan aku telah di-perintah supaya termasuk orang-orang yang beriman.' Dan (aku telah diperintah), 'Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik. Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudarat kepadamu selain Allah, sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zha-lim'." (Yunus: 104-106).
(104) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya, Muhammad Sayyidil Mursalin, Imamul Muttaqin dan Khairul Muqinin, ﴾ قُلۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمۡ فِي شَكّٖ مِّن دِينِي ﴿ "Katakanlah, 'Hai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku," yakni dalam kebimbangan dan kerancuan, maka aku tidak ragu darinya bahkan aku mempunyai ilmu yang yakin bahwa ia adalah kebenaran, dan sesuatu yang kamu sembah selain Allah adalah batil, dan dalam hal itu aku memiliki bukti-bukti kuat dan alasan-alasan yang jelas. Oleh karena itu, dia berkata, ﴾ فَلَآ أَعۡبُدُ ٱلَّذِينَ تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ﴿ "Maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kalian sembah selain Allah", dalam bentuk berhala-berhala, sekutu-sekutu dan lain-lain, karena ia tidak menciptakan, tidak memberi rizki dan tidak mengatur perkara apa pun, ia hanya makhluk yang diatur yang padanya tidak terdapat sesuatu yang menjadikannya berhak untuk disembah. ﴾ وَلَٰكِنۡ أَعۡبُدُ ٱللَّهَ ٱلَّذِي يَتَوَفَّىٰكُمۡۖ ﴿ "Tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu." Dia-lah Allah yang menciptakan-mu, Dia pula yang mematikanmu kemudian membangkitkanmu untuk membalas perbuatanmu, Dia-lah yang berhak untuk disem-bah, dilaksanakan shalat untuknya, dipatuhi dan disujudi. ﴾ وَأُمِرۡتُ أَنۡ أَكُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan aku telah diperintah supaya termasuk orang-orang yang beriman."
(105) ﴾ وَأَنۡ أَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفٗا ﴿ "Dan (aku telah diperintah), 'Ha-dapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas." Maksudnya, ikhlaskanlah perbuatanmu lahir dan batin untuk Allah, tegakkan-lah seluruh syariat agama ﴾ حَنِيفٗا ﴿ "dengan tulus dan ikhlash" mengha-dapkan diri kepada Allah dan berpaling dari selainNya. ﴾ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ﴿ "Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik", jangan seperti keadaan mereka dan jangan bersama mereka.
(106) ﴾ وَلَا تَدۡعُ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَۖ ﴿ "Dan janganlah kamu me-nyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudarat kepadamu selain Allah." Ini adalah sifat setiap makhluk. Ia tidak mendatangkan manfaat dan mudarat. Dzat yang melakukan itu hanyalah Allah. ﴾ فَإِن فَعَلۡتَ ﴿ "Sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu", yakni kamu beribadah kepada selain Allah yang tidak men-datangkan manfaat dan mudarat untukmu, ﴾ فَإِنَّكَ إِذٗا مِّنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zhalim." Maksudnya, yang merugikan dirinya sendiri dengan mencelaka-kannya. Kezhaliman ini adalah kesyirikan, sebagaimana Firman Allah, ﴾ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٞ 13 ﴿ "Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar ke-zhaliman yang besar." (Luqman: 13). Jika sebaik-baik makhluk seandainya dia beribadah kepada selain Allah bersama Allah, maka dia termasuk orang-orang zha-lim lagi musyrik, maka bagaimana dengan selainnya?
10:107Page 221
وَإِن يَمۡسَسۡكَ ٱللَّهُ بِضُرّٖ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَۖ وَإِن يُرِدۡكَ بِخَيۡرٖ فَلَا رَآدَّ لِفَضۡلِهِۦۚ يُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۚ وَهُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ١٠٧
And if Allāh should touch you with adversity, there is no remover of it except Him; and if He intends for you good, then there is no repeller of His bounty. He causes it to reach whom He wills of His servants. And He is the Forgiving, the Merciful.
"Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, ma-ka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagimu, maka tak ada yang dapat menolak karuniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya, dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Yunus: 107).
(107) Ini termasuk dalil paling besar bahwa hanya Allah semata yang berhak untuk disembah karena Dia yang mendatang-kan manfaat dan mudarat, yang memberi dan yang tidak memberi, yang mana jika ada kesulitan menimpa seperti kemiskinan, penyakit dan lain-lain ﴾ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَۖ ﴿ "maka tidak ada yang dapat menghi-langkannya kecuali Dia." Karena jika seluruh makhluk berkumpul untuk memberi manfaat, maka mereka tidak akan dapat memberi manfaat kecuali apa yang telah ditulis oleh Allah, jika mereka hen-dak memudaratkan seseorang maka mereka tidak akan mampu melakukannya jika Allah tidak berkehendak. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ وَإِن يُرِدۡكَ بِخَيۡرٖ فَلَا رَآدَّ لِفَضۡلِهِۦۚ ﴿ "Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagimu, maka tak ada yang dapat menolak karuniaNya." Maksudnya, tak seorang makhluk pun mampu menolak kebaikan dan karunia-Nya sebagaimana FirmanNya, ﴾ مَّا يَفۡتَحِ ٱللَّهُ لِلنَّاسِ مِن رَّحۡمَةٖ فَلَا مُمۡسِكَ لَهَاۖ وَمَا يُمۡسِكۡ فَلَا مُرۡسِلَ لَهُۥ مِنۢ بَعۡدِهِۦۚ ﴿ "Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya, dan apa saja yang ditahan oleh Allah, maka tidak seorang pun yang sanggup untuk melepas-kannya sesudah itu." (Fathir: 2). ﴾ يُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۚ ﴿ "Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya." Maksudnya, Dia mengkhususkan rahmatNya kepada hamba-hambaNya yang di-kehendakiNya, dan Allah adalah pemilik karunia yang agung. ﴾ وَهُوَ ٱلۡغَفُورُ ﴿ "Dan Dia-lah Yang Maha Pengampun", terhadap seluruh kesalahan, yang memberi taufik kepada hamba-hambaNya kepada sebab-sebab ampunanNya kemudian jika hamba tersebut melaku-kannya, maka Dia mengampuni dosa-dosanya yang besar dan yang kecil. ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Lagi Maha Penyayang." Yang rahmatNya meliputi segala sesuatu, kemurahanNya dirasakan oleh semua yang ada di mana tidak ada yang tidak memerlukan kebaikanNya sedetik pun. Jika seorang hamba mengetahui dengan dalil yang kuat bahwa hanya Allah Pemberi segala nikmat, pengangkat segala kesulitan, Pemberi kebaikan, Penolak kesengsaraan dan marabahaya dan bahwa tak seorang pun makhluk yang memiliki sedikit pun dari semua itu kecuali apa yang Allah titipkan melalui tanganNya, maka dia pasti memastikan bahwa Allah-lah yang haq dan sesuatu yang selainNya adalah batil. Oleh karena itu, ketika Dia menjelaskan dalil yang jelas, maka Dia berfirman setelahNya,
10:108–109Page 221
قُلۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَكُمُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكُمۡۖ فَمَنِ ٱهۡتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهۡتَدِي لِنَفۡسِهِۦۖ وَمَن ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيۡهَاۖ وَمَآ أَنَا۠ عَلَيۡكُم بِوَكِيلٖ ١٠٨
Say, "O mankind, the truth has come to you from your Lord, so whoever is guided is only guided for [the benefit of] his soul, and whoever goes astray only goes astray [in violation] against it. And I am not over you a manager."
وَٱتَّبِعۡ مَا يُوحَىٰٓ إِلَيۡكَ وَٱصۡبِرۡ حَتَّىٰ يَحۡكُمَ ٱللَّهُۚ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلۡحَٰكِمِينَ ١٠٩
And follow what is revealed to you, [O Muḥammad], and be patient until Allāh will judge. And He is the best of judges.
"Katakanlah (wahai Muhammad), 'Hai manusia, sesungguh-nya telah datang kepadamu kebenaran (al-Qur`an) dari Rabbmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguh-nya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan di-rinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu.' Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan, dan Dia adalah Hakim yang se-baik-baiknya." (Yunus: 108-109).
(108) Maksudnya, ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah", hai Rasul ketika bukti telah jelas, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَكُمُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكُمۡۖ ﴿ "Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu kebenaran (al-Qur`an) dari Rabbmu." Yakni be-rita yang benar yang didukung dengan bukti-bukti yang tidak ada keraguan padanya sedikit pun dalam bentuk apa pun yang hadir kepadamu dari Rabbmu, yang merupakan salah satu bentuk tarbi-yahNya yang besar bagi kalian, bahwa Dia menurunkan al-Qur`an ini, yang berisi penjelasan tentang segala sesuatu. Di dalamnya ter-kandung hukum-hukum dan tuntutan-tuntutan Ilahiyah, akhlak yang diridhai yang membuktikan besarnya nikmat pengaturan dan perhatianNya kepadamu. Sesungguhnya telah jelas jalan yang be-nar daripada jalan yang sesat, tak tersisa syubhat bagi seorang pun. ﴾ فَمَنِ ٱهۡتَدَىٰ ﴿ "Sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk", dengan hidayah Allah, dengan mengetahui kebenaran, memahaminya dan mementingkannya di atas selainnya maka ia untuk dirinya. Allah Mahakaya terhadap hamba-hambaNya, dan buah amal perbuatan-nya kembali kepadanya. ﴾ وَمَن ضَلَّ ﴿ "Dan barangsiapa yang sesat", dari petunjuk yaitu dengan berpaling dari ilmu tentang kebenaran atau dari mengamalkannya, ﴾ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيۡهَاۖ ﴿ "maka sesungguhnya kesesatan-nya itu mencelakakan dirinya sendiri." Tidak sedikit pun merugikan Allah, ia hanya merugikan dirinya sendiri. ﴾ وَمَآ أَنَا۠ عَلَيۡكُم بِوَكِيلٖ ﴿ "Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu." Aku menjaga dan menghisab amalmu, aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata, dan Allah-lah yang menjagamu, pikirkanlah untuk dirimu sendiri selama kamu masih dalam tempo penangguhan.
(109) ﴾ وَٱتَّبِعۡ ﴿ "Dan ikutilah" wahai Rasul apa yang Allah wah-yukan kepadamu dari segi ilmu, amal, keadaan, dan dakwah kepa-danya. ﴾ وَٱصۡبِرۡ ﴿ "Dan bersabarlah" atas itu, karena ini adalah bentuk kesabaran tertinggi dan bahwa hasil akhirnya sangatlah terpuji. Jangan malas dan jangan mengeluh, teguhkanlah dirimu atas itu, ﴾ حَتَّىٰ يَحۡكُمَ ٱللَّهُۚ ﴿ "hingga Allah memberi keputusan", di antara kamu dengan orang-orang yang mendustakanmu. ﴾ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلۡحَٰكِمِينَ ﴿ "Dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya." Karena hukumNya pasti adil secara sempurna dan dipuji karenanya. Nabi telah menaati perintah Allah, dia teguh di atas jalan yang lurus sehingga Allah memenangkan agamanya atas agama-agama yang lain, dan menolongnya atas musuh-musuhnya dengan pedang dan tombak setelah sebelumnya menolongnya dengan argumen dan bukti. Segala puji bagi Allah sebagaimana yang patut bagi keagungan, kebesaran, kesempur-naan dan keluasan kebaikanNya.
Selesai tafsir surat Yunus. Alhamdulillahi Rabbil 'alamin.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences