As-Sa'diHud · 11:50–68

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Hud 11:50–68

11:50–60Page 227

وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمۡ هُودٗاۚ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓۖ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا مُفۡتَرُونَ ٥٠

And to ʿAad [We sent] their brother Hūd. He said, "O my people, worship Allāh; you have no deity other than Him. You are not but inventors [of falsehood].

يَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ أَجۡرًاۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱلَّذِي فَطَرَنِيٓۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ٥١

O my people, I do not ask you for it [i.e., my advice] any reward. My reward is only from the one who created me. Then will you not reason?

وَيَٰقَوۡمِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡكُم مِّدۡرَارٗا وَيَزِدۡكُمۡ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمۡ وَلَا تَتَوَلَّوۡاْ مُجۡرِمِينَ ٥٢

And O my people, ask forgiveness of your Lord and then repent to Him. He will send [rain from] the sky upon you in showers and increase you in strength [added] to your strength. And do not turn away, [being] criminals."

قَالُواْ يَٰهُودُ مَا جِئۡتَنَا بِبَيِّنَةٖ وَمَا نَحۡنُ بِتَارِكِيٓ ءَالِهَتِنَا عَن قَوۡلِكَ وَمَا نَحۡنُ لَكَ بِمُؤۡمِنِينَ ٥٣

They said, "O Hūd, you have not brought us clear evidence, and we are not ones to leave our gods on your say-so. Nor are we believers in you.

إِن نَّقُولُ إِلَّا ٱعۡتَرَىٰكَ بَعۡضُ ءَالِهَتِنَا بِسُوٓءٖۗ قَالَ إِنِّيٓ أُشۡهِدُ ٱللَّهَ وَٱشۡهَدُوٓاْ أَنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ ٥٤

We only say that some of our gods have possessed you with evil [i.e., insanity]." He said, "Indeed, I call Allāh to witness, and witness [yourselves] that I am free from whatever you associate with Allāh

مِن دُونِهِۦۖ فَكِيدُونِي جَمِيعٗا ثُمَّ لَا تُنظِرُونِ ٥٥

Other than Him. So plot against me all together; then do not give me respite.

إِنِّي تَوَكَّلۡتُ عَلَى ٱللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُمۚ مَّا مِن دَآبَّةٍ إِلَّا هُوَ ءَاخِذُۢ بِنَاصِيَتِهَآۚ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ٥٦

Indeed, I have relied upon Allāh, my Lord and your Lord. There is no creature but that He holds it by its forelock [i.e., controls it]. Indeed, my Lord is on a path [that is] straight.

فَإِن تَوَلَّوۡاْ فَقَدۡ أَبۡلَغۡتُكُم مَّآ أُرۡسِلۡتُ بِهِۦٓ إِلَيۡكُمۡۚ وَيَسۡتَخۡلِفُ رَبِّي قَوۡمًا غَيۡرَكُمۡ وَلَا تَضُرُّونَهُۥ شَيۡـًٔاۚ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ حَفِيظٞ ٥٧

But if you turn away, then I have already conveyed that with which I was sent to you. My Lord will give succession to a people other than you, and you will not harm Him at all. Indeed my Lord is, over all things, Guardian."1

وَلَمَّا جَآءَ أَمۡرُنَا نَجَّيۡنَا هُودٗا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا وَنَجَّيۡنَٰهُم مِّنۡ عَذَابٍ غَلِيظٖ ٥٨

And when Our command came, We saved Hūd and those who believed with him, by mercy from Us; and We saved them from a harsh punishment.

وَتِلۡكَ عَادٞۖ جَحَدُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ وَعَصَوۡاْ رُسُلَهُۥ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَمۡرَ كُلِّ جَبَّارٍ عَنِيدٖ ٥٩

And that was ʿAad, who rejected the signs of their Lord and disobeyed His messengers and followed the order of every obstinate tyrant.

وَأُتۡبِعُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا لَعۡنَةٗ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ أَلَآ إِنَّ عَادٗا كَفَرُواْ رَبَّهُمۡۗ أَلَا بُعۡدٗا لِّعَادٖ قَوۡمِ هُودٖ ٦٠

And they were [therefore] followed in this world with a curse and [as well] on the Day of Resurrection. Unquestionably, ʿAad denied their Lord; then away with ʿAad, the people of Hūd.

"Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) saudara mereka Hud. Ia berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada ba-gimu Ilah selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja. Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruan-ku ini. Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah mencipta-kanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu taubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatan-mu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.' Kaum 'Ad berkata, 'Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu'." (Hud: 50-53) "Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sesem-bahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu." Hud menjawab, "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tang-guh kepadaku." (Hud: 54-55). "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat memu-daratNya sedikit pun. Sesungguhnya Rabbku Maha Pemelihara segala sesuatu." (Hud: 56-57). "Dan tatkala datang azab Kami, maka Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat. Dan itulah (kisah) kaum 'Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran). Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di Hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." (Hud: 58-60).

(50) Maksudnya, (وَ) "dan", Kami utus, ﴾ إِلَىٰ عَادٍ ﴿ "kepada kaum 'Ad." Mereka adalah suku yang terkenal yang tinggal di negeri Ahqaf di daerah Yaman ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka", dalam nasab ﴾ هُودٗاۚ ﴿ "Hud", agar mereka bisa mengambil darinya dan mengetahui ke-benarannya. Dia berkata kepada kaumnya, ﴾ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓۖ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا مُفۡتَرُونَ ﴿ "Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu tuhan selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja." Maksudnya, dia memerintahkan kaumnya agar beribadah hanya kepada Allah dan melarang mereka dari ibadah kepada selain Allah yang mereka lakukan selama ini. Dia mengabarkan kepada mereka bahwa mereka telah berbuat dusta terhadap Allah dalam urusan beribadah kepada selainNya dan pembolehan mereka terhadap hal itu dan dia men-jelaskan kepada mereka kewajiban beribadah kepada Allah dan kebatilan beribadah kepada selainNya.

(51) Kemudian Hud menyebutkan tidak adanya penghalang bagi mereka untuk patuh kepadanya, ﴾ يَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ أَجۡرًاۖ ﴿ "Hai kaum-ku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini." Yakni bayaran dari hartamu atas ajakanku yang akibatnya kamu akan berkata bahwa orang ini hendak mengambil harta kami. Aku berdakwah dan mengajar cuma-cuma. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱلَّذِي فَطَرَنِيٓۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah menciptakanku, maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?" Sesuatu yang aku dakwahkan kepadamu, yang harus diterima. Berpikir adalah penghilang suatu penghalang dari penolakan terhadap dakwah.

(52) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ﴿ "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu", terhadap dosa-dosamu yang telah berlalu. ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ ﴿ "Lalu bertaubatlah kepadaNya", terhadap dosa-dosamu yang akan datang dengan taubat yang nasuha dan inabah (kembali) kepada Allah, karena jika kamu melakukan itu, ﴾ يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡكُم مِّدۡرَارٗا ﴿ "niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu", dengan banyaknya hujan yang membuat bumi subur dan menghasilkan banyak ke-baikan. ﴾ وَيَزِدۡكُمۡ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمۡ ﴿ "Dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu", karena mereka termasuk orang-orang yang kuat. Oleh karena itu, mereka berkata, "Siapakah yang lebih kuat dari kami." Hud menjanjikan kepada mereka bahwa jika mereka beriman, maka Allah akan menambahkan kekuatan di atas kekuatan mereka. ﴾ وَلَا تَتَوَلَّوۡاْ ﴿ "Dan janganlah kamu berpaling", dari Rabbmu ﴾ مُجۡرِمِينَ ﴿ "de-ngan berbuat dosa", dengan menolak beribadah kepadaNya, berani melanggar larangan-laranganNya.

(53) Mereka menjawab ucapan Hud, ﴾ يَٰهُودُ مَا جِئۡتَنَا بِبَيِّنَةٖ ﴿ "Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata", jika yang mereka maksud adalah bukti yang nyata yang mereka usul-kan, maka ini tidaklah lazim bagi kebenaran. Yang lazim adalah seorang nabi menghadirkan bukti yang nyata yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawanya. Jika maksud mereka adalah bahwa dia tidak membawakan bukti nyata yang menjadi saksi atas perkataannya sebagai suatu kebenaran, maka mereka telah berdusta dalam hal ini karena tiada seorang Nabi pun yang datang kepada kaumnya melainkan Allah pasti memberinya ayat-ayat mukjizat yang membuat orang beriman. Kalaupun dia tidak menghadirkan ayat-ayat kecuali ajakannya kepa-da mereka agar mengikhlaskan agama hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, perintahnya kepada semua perbuatan baik dan perilaku yang terpuji, larangannya terhadap sifat-sifat tercela berupa menyekutukan Allah, perbuatan-perbuatan keji, per-buatan aniaya dan macam-macam kemungkaran disertai sifat-sifat yang dimiliki sendiri oleh Hud عليه السلام yang tidak dimiliki kecuali oleh orang-orang yang jujur lagi terpilih, niscaya cukuplah itu sebagai tanda dan bukti atas kebenarannya, bahkan orang-orang yang ber-akal dan ulil albab melihat bahwa tanda ini lebih besar daripada sekedar mukjizat yang dilihat oleh sebagian orang saja. Di antara tanda-tanda dan bukti-bukti yang menunjukkan atas kebenarannya adalah bahwa dia adalah satu orang, tanpa kawan dan pendukung sedangkan dia menyeru kepada kaumnya, memang-gil mereka, menantang mereka dan berkata kepada mereka, "Sesung-guhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu." Mereka adalah musuh, pemegang kendali kekuasaan, mereka hendak memadamkan cahaya yang dibawanya dengan cara apa pun. Namun Hud tidak menghiraukan dan mempedulikan mereka. Dan mereka tidak mampu dan tidak kuasa sedikit pun menimpa-kan keburukan kepadanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Ucapan mereka, ﴾ وَمَا نَحۡنُ بِتَارِكِيٓ ءَالِهَتِنَا عَن قَوۡلِكَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu." Maksudnya, kami tidak akan meninggalkan penyembahan terha-dap tuhan-tuhan kami hanya disebabkan oleh perkataanmu yang mana kamu tidak mendukungnya –menurut mereka– dengan bukti apa pun. ﴾ وَمَا نَحۡنُ لَكَ بِمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu." Ini adalah pemutusasaan dari mereka kepada Nabi mereka Hud عليه السلام terhadap kemungkinan mereka beriman, dan bahwa me-reka akan tetap tersesat di dalam kekufuran mereka.

(54) ﴾ إِن نَّقُولُ ﴿ "Kami tidak mengatakan", t e n t a n g m u ﴾ إِلَّا ٱعۡتَرَىٰكَ بَعۡضُ ءَالِهَتِنَا بِسُوٓءٖۗ ﴿ "melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menim-pakan penyakit gila atas dirimu." Yakni kamu ditimpa kegilaan dan kerusakan akal, akibatnya kamu mengatakan apa yang tidak dime-ngerti. Mahasuci Allah yang mengunci mati hati orang-orang zhalim, bagaimana bisa mereka menjadikan orang paling jujur (dengan kebenaran yang paling benar) pada kedudukan ini di mana orang yang berakal merasa malu untuk menceritakannya dari mereka, kalau seandainya Allah tidak menceritakannya dari mereka?

(55) Oleh karena itu, Hud menjelaskan bahwa dia benar-benar percaya diri bahwa dia tidak akan tertimpa kesulitan dari mereka dan dari sesembahan-sesembahan mereka, dia berkata,﴾ إِنِّيٓ أُشۡهِدُ ٱللَّهَ وَٱشۡهَدُوٓاْ أَنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ 54 مِن دُونِهِۦۖ فَكِيدُونِي جَمِيعٗا ﴿ "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankan-lah tipu dayamu semuanya terhadapku." Yakni carilah kemudaratan untukku semuanya dengan segala cara yang bisa kamu lakukan, ﴾ ثُمَّ لَا تُنظِرُونِ ﴿ "dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku."

(56) ﴾ إِنِّي تَوَكَّلۡتُ عَلَى ٱللَّهِ ﴿ "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah." Aku bersandar kepada Allah dalam segala urusanku. ﴾ رَبِّي وَرَبِّكُمۚ ﴿ "Rabb-ku dan Rabbmu." Dia Pencipta semuanya, Pengatur kami dan kamu. Dia-lah yang mendidik kami. ﴾ مَّا مِن دَآبَّةٍ إِلَّا هُوَ ءَاخِذُۢ بِنَاصِيَتِهَآۚ ﴿ "Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya." Dia tidak diam dan tidak bergerak kecuali dengan izinNya, jika kamu semua bersepakat mencelakaiku sementara Allah tidak menguasa-kanmu atasku, niscaya kamu tidak akan mampu melakukannya. Jika Dia menguasakanmu, maka itu karena suatu hikmah yang di-inginkanNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus." Yakni di atas keadilan, hikmah dan pujian dalam kete-tapan, takdir, syariat, perintah, balasan, pahala dan azabNya. Per-buatan-perbuatanNya tidak keluar dari jalan yang lurus yang terpuji karenanya.

(57) ﴾ فَإِن تَوَلَّوۡاْ ﴿ "Jika kamu berpaling", dari apa yang aku dak-wahkan kepadamu, ﴾ فَقَدۡ أَبۡلَغۡتُكُم مَّآ أُرۡسِلۡتُ بِهِۦٓ إِلَيۡكُمۡۚ ﴿ "maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk me-nyampaikan)nya kepadamu." Tidak ada lagi tanggung jawab atasku dalam urusanmu. ﴾ وَيَسۡتَخۡلِفُ رَبِّي قَوۡمًا غَيۡرَكُمۡ ﴿ "Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu", yang menjalankan ibadah kepadaNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu. ﴾ وَلَا تَضُرُّونَهُۥ شَيۡـًٔاۚ ﴿ "Dan kamu tidak dapat memudaratNya sedikit pun." Karena muda-ratmu akan kembali kepada dirimu. Kemaksiatan yang dilakukan oleh seseorang tidak merugikan Allah dan ketaatan yang dilakukan oleh seseorang tidak berguna bagi Allah. Siapa berbuat baik, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri.﴾ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ حَفِيظٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu."

(58) ﴾ وَلَمَّا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Dan tatkala datang azab Kami", dengan diki-rimnya angin yang kencang yang tidak berhembus kepada sesuatu melainkan ia menjadikannya seperti debu,﴾ نَجَّيۡنَا هُودٗا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا وَنَجَّيۡنَٰهُم مِّنۡ عَذَابٍ غَلِيظٖ ﴿ "Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat." Yang keras lagi berat yang diturun-kan oleh Allah kepada 'Ad sehingga mereka pada waktu pagi tidak terlihat kecuali tempat tinggal mereka.

(59) ﴾ وَتِلۡكَ عَادٞۖ ﴿ "Dan itulah (kisah) kaum 'Ad", yang mana Allah menimpakan azab kepada mereka karena kezhaliman mereka, ka-rena mereka ﴾ جَحَدُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ ﴿ "mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka." Oleh karena itu, mereka berkata kepada Hud, "Kamu tidak datang kepada kami dengan membawa bukti." Jelaslah dengan ini bahwa sebenarnya mereka itu meyakini dakwahnya, hanya saja mereka menentang dan mengingkarinya, ﴾ وَعَصَوۡاْ رُسُلَهُۥ ﴿ "dan mendur-hakai rasul-rasul Allah", karena barangsiapa yang mendurhakai rasul, maka dia mendurhakai semua rasul, hal itu karena dakwah mereka adalah sama. ﴾ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَمۡرَ كُلِّ جَبَّارٍ ﴿ "Dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang," yang menguasai hamba Allah dengan kezhaliman ﴾ عَنِيدٖ ﴿ "yang menentang (kebenaran)" yakni ayat-ayat Allah, mereka mendurhakai semua orang yang memberi na-sihat dan menyayangi mereka, dan mereka menuruti penipu yang hendak mencelakakan mereka, maka tidak heran kalau Allah mem-binasakan mereka.

(60) ﴾ وَأُتۡبِعُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا لَعۡنَةٗ ﴿ "Dan mereka selalu diikuti dengan kutu-kan di dunia ini", di setiap waktu dan pada semua generasi. Sungguh cerita mereka yang buruk dan berita mereka yang jelek selalu dise-but-sebut dengan celaan dan cibiran. ﴾ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ ﴿ "Dan (begitu pula) di Hari Kiamat." Mereka mendapatkan laknat pula. ﴾ أَلَآ إِنَّ عَادٗا كَفَرُواْ رَبَّهُمۡۗ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka." Yakni mengingkari Penciptanya, Pemberi rizkinya dan Pemberi nikmat-nya. ﴾ أَلَا بُعۡدٗا لِّعَادٖ قَوۡمِ هُودٖ ﴿ "Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." Maksudnya, semoga Allah menjauhkan mereka dari kebaikan dan mendekatkan kepada keburukan.

11:61–68Page 228

۞ وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمۡ صَٰلِحٗاۚ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥۖ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ وَٱسۡتَعۡمَرَكُمۡ فِيهَا فَٱسۡتَغۡفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِۚ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٞ مُّجِيبٞ ٦١

And to Thamūd [We sent] their brother Ṣāliḥ. He said, "O my people, worship Allāh; you have no deity other than Him. He has produced you from the earth and settled you in it, so ask forgiveness of Him and then repent to Him. Indeed, my Lord is near and responsive."

قَالُواْ يَٰصَٰلِحُ قَدۡ كُنتَ فِينَا مَرۡجُوّٗا قَبۡلَ هَٰذَآۖ أَتَنۡهَىٰنَآ أَن نَّعۡبُدَ مَا يَعۡبُدُ ءَابَآؤُنَا وَإِنَّنَا لَفِي شَكّٖ مِّمَّا تَدۡعُونَآ إِلَيۡهِ مُرِيبٖ ٦٢

They said, "O Ṣāliḥ, you were among us a man of promise before this. Do you forbid us to worship what our fathers worshipped? And indeed we are, about that to which you invite us, in disquieting doubt."

قَالَ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي وَءَاتَىٰنِي مِنۡهُ رَحۡمَةٗ فَمَن يَنصُرُنِي مِنَ ٱللَّهِ إِنۡ عَصَيۡتُهُۥۖ فَمَا تَزِيدُونَنِي غَيۡرَ تَخۡسِيرٖ ٦٣

He said, "O my people, have you considered: if I should be upon clear evidence from my Lord and He has given me mercy from Himself, who would protect me from Allāh if I disobeyed Him? So you would not increase me except in loss.

وَيَٰقَوۡمِ هَٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمۡ ءَايَةٗۖ فَذَرُوهَا تَأۡكُلۡ فِيٓ أَرۡضِ ٱللَّهِۖ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابٞ قَرِيبٞ ٦٤

And O my people, this is the she-camel of Allāh - [she is] to you a sign. So let her feed upon Allāh's earth and do not touch her with harm, or you will be taken by an impending punishment."

فَعَقَرُوهَا فَقَالَ تَمَتَّعُواْ فِي دَارِكُمۡ ثَلَٰثَةَ أَيَّامٖۖ ذَٰلِكَ وَعۡدٌ غَيۡرُ مَكۡذُوبٖ ٦٥

But they hamstrung her, so he said, "Enjoy yourselves in your homes for three days. That is a promise not to be denied [i.e., unfailing]."

فَلَمَّا جَآءَ أَمۡرُنَا نَجَّيۡنَا صَٰلِحٗا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا وَمِنۡ خِزۡيِ يَوۡمِئِذٍۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ ٱلۡقَوِيُّ ٱلۡعَزِيزُ ٦٦

So when Our command came, We saved Ṣāliḥ and those who believed with him, by mercy from Us, and [saved them] from the disgrace of that day.1 Indeed, it is your Lord who is the Powerful, the Exalted in Might.

وَأَخَذَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ ٱلصَّيۡحَةُ فَأَصۡبَحُواْ فِي دِيَٰرِهِمۡ جَٰثِمِينَ ٦٧

And the shriek1 seized those who had wronged, and they became within their homes [corpses] fallen prone

كَأَن لَّمۡ يَغۡنَوۡاْ فِيهَآۗ أَلَآ إِنَّ ثَمُودَاْ كَفَرُواْ رَبَّهُمۡۗ أَلَا بُعۡدٗا لِّثَمُودَ ٦٨

As if they had never prospered therein. Unquestionably, Thamūd denied their Lord; then, away with Thamūd.

"Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Ilah selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikan pemakmurnya, karena itu mohonlah am-punanNya kemudian bertaubatlah kepadaNya. Sesungguhnya Rabbku amat dekat (rahmatNya) lagi memperkenankan (doa ham-baNya).' Kaum Tsamud berkata, 'Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah tuhan yang disem-bah oleh bapak-bapak kami, dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami'." (Hud: 61-62). "Shaleh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku dan Dia memberi-ku rahmat dari padaNya, maka siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mendurhakaiNya. Sebab itu kamu tidak menambah apapun kepadaku selain dari pada kerugian. Hai kaum-ku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjuk-kan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah ia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa-pun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat'. Mereka membunuh unta itu, maka Shaleh berkata, 'Bersu-karialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.' Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami dan (kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Rabbmu Dia-lah Yang Maha-kuat lagi Mahaperkasa. Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zhalim itu, lalu mereka mati bergelim-pangan di tempat tinggal mereka, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud meng-ingkari Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud." (Hud: 63-68)

(61)(وَ) "Dan" Kami utus, ﴾ إِلَىٰ ثَمُودَ ﴿ "kepada Tsamud", mereka adalah 'Ad yang kedua yang terkenal yang tinggal di Hijr dan Wadil Qura ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka" dalam nasab ﴾ صَٰلِحٗاۚ ﴿ "Shaleh." Hamba Allah dan RasulNya yang menyeru mereka kepada beribadah hanya kepada Allah. Dia berkata, ﴾ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ ﴿ "Hai kaumku, sembahlah Allah." Tauhidkanlah Dia dan ikhlaskanlah agama untukNya. ﴾ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥۖ ﴿ "Sekali-kali tidak ada bagimu tuhan selain Dia." Tidak dari penduduk langit atau bumi. ﴾ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dia telah menciptakan-mu dari bumi (tanah)," yakni menciptakan kamu di dalamnya, ﴾ وَٱسۡتَعۡمَرَكُمۡ فِيهَا ﴿ "dan menjadikan kamu pemakmurnya." Menjadikanmu sebagai khalifah di dalamnya dan memberimu nikmat lahir dan batin, dan menempatkanmu di bumi. Kamu membangun, menanam sesuka-mu, mengambil manfaatnya dan mengeruk keuntungannya. Karena Dia tidak memiliki sekutu dalam semua itu, maka janganlah kamu menyekutukanNya dengan sesuatu. ﴾ فَٱسۡتَغۡفِرُوهُ ﴿ "Karena itu mohonlah ampunanNya", dari kekufuran, kesyirikan, kemaksiatan yang telah kamu lakukan. Tinggalkanlah semua itu ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِۚ ﴿ "kemudian ber-taubatlah kepadaNya." Yakni kembalilah kepadaNya dengan bertaubat yang nasuhah. ﴾ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٞ مُّجِيبٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku amat dekat (rah-matNya) lagi memperkenankan (doa hambaNya)." Yakni dekat kepada orang yang berdoa kepadaNya dengan doa permintaan dan doa ibadah, menjawabNya dengan mengabulkan permintaannya, me-nerima ibadahnya dan memberinya pahala yang besar. Ketahuilah bahwa kedekatan Allah ada dua macam: umum dan khusus. Yang pertama adalah kedekatan umum, yaitu kede-katan dengan ilmuNya dari seluruh makhlukNya, kedekatan ini tersebut dalam Firman Allah, ﴾ وَنَحۡنُ أَقۡرَبُ إِلَيۡهِ مِنۡ حَبۡلِ ٱلۡوَرِيدِ 16 ﴿ "Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." (Qaf: 16). Yang kedua adalah kedekatan khusus yaitu, kedekatanNya kepada orang-orang yang beribadah, memohon dan mencintaiNya. Ia tersebut dalam Firman Allah, ﴾ وَٱسۡجُدۡۤ وَٱقۡتَرِب۩ 19 ﴿ "Dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Rabb)." (Al-Alaq: 19), dan dalam Firman Allah تعالى, ﴾ وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ ﴿ "Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan per-mohonan orang yang berdoa." (Al-Baqarah: 186). Kedekatan ini adalah kedekatan yang menuntut kasih sayang Allah (kepada hamba-hambaNya), jawabanNya terhadap doa-doa mereka, dan mewujudkan keinginan-keinginan mereka. Oleh karena itu, nama al-Qarib disandingkan dengan nama al-Mujib.

(62) Tatkala Nabi mereka, Shaleh عليه السلام memerintahkan dan mendorong mereka kepada keikhlasan hanya kepada Allah semata maka mereka menolak dakwahnya dan menyambutnya dengan sambutan yang buruk. ﴾ قَالُواْ يَٰصَٰلِحُ قَدۡ كُنتَ فِينَا مَرۡجُوّٗا قَبۡلَ هَٰذَآۖ ﴿ "Kaum Tsamud berkata, 'Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan." Kami mengharapkan dan menung-gu-nunggu manfaat dan pendapat yang baik darimu. Ini adalah kesaksian dari mereka kepada Nabi mereka, Shaleh, bahwa dia masih terkenal dengan kemuliaan akhlak dan kebaikan sifat, bahwa dia termasuk orang terpilih dari kaumnya, akan tetapi ketika Shaleh hadir dengan perkara yang tidak sesuai hawa nafsu mereka yang rusak, maka mereka mengucapkan kata-kata ini yang isinya adalah bahwa kamu –hai Shaleh– adalah orang yang sempurna sebelum-nya, tetapi sekarang kamu menyelisihi dugaan kami padamu, kamu sekarang dalam keadaan tidak lagi diharapkan kebaikannya. Dosa-Shaleh adalah apa yang mereka katakan tentangnya [ini merupakan perkataan mereka] yaitu, ﴾ أَتَنۡهَىٰنَآ أَن نَّعۡبُدَ مَا يَعۡبُدُ ءَابَآؤُنَا ﴿ "Apakah kamu me-larang kami untuk menyembah tuhan yang disembah oleh bapak-bapak kami?" Menurut mereka, ini adalah perkara terbesar yang menco-reng Shaleh. Bagaimana dia mencela akal mereka dan akal nenek moyang mereka yang tersesat? Bagaimana dia melarang mereka menyembah yang tidak bermanfaat dan tidak bermudarat serta tidak berguna sedikit pun dari batu, pohon dan lain-lain, dan dia memerintahkan mereka mengikhlaskan agama hanya kepada Allah, Rabb mereka yang senantiasa melimpahkan nikmat-nikmat kepada mereka terus menerus, kebaikanNya kepada mereka selalu turun, yang mana tiada nikmat pada mereka kecuali dariNya dan tiada yang menangkal keburukan kecuali Dia? ﴾ وَإِنَّنَا لَفِي شَكّٖ مِّمَّا تَدۡعُونَآ إِلَيۡهِ مُرِيبٖ ﴿ "Dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisah-kan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami." Yakni kami masih ragu terhadap dakwahmu dengan keraguan yang berpengaruh pada hati kami.

(63) Mereka mengklaim bahwa seandainya mereka menge-tahui kebenaran dakwahnya niscaya mereka akan mengikutinya, padahal sebenarnya mereka berdusta dalam hal ini. Oleh karena itu, Shaleh menjelaskan kedustaan mereka dengan ucapannya. ﴾ قَالَ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Shaleh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Yakni dalil dan keyakinan dariku. ﴾ وَءَاتَىٰنِي مِنۡهُ رَحۡمَةٗ ﴿ "Dan Dia memberiku rahmat (kenabian) dariNya." Maksudnya, Dia memberiku nikmat wahyu dan kerasulan lalu apakah aku mengikuti keyakinanmu dan dakwahmu? ﴾ فَمَن يَنصُرُنِي مِنَ ٱللَّهِ إِنۡ عَصَيۡتُهُۥۖ فَمَا تَزِيدُونَنِي غَيۡرَ تَخۡسِيرٖ ﴿ "Maka siapakah yang akan meno-longku dari (azab) Allah jika aku mendurhakaiNya. Sebab itu kamu tidak menambah apa pun kepadaku selain dari kerugian." Yakni selain keka-lahan, kesialan, dan kemudaratan.

(64) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ هَٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمۡ ءَايَةٗۖ ﴿ "Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu", ia memiliki hari untuk minum dari sumur kemudian mereka me-merah air susunya, dan mereka pun memiliki hari untuk minum pula. ﴾ فَذَرُوهَا تَأۡكُلۡ فِيٓ أَرۡضِ ٱللَّهِۖ ﴿ "Sebab itu biarkanlah ia makan di bumi Allah", perawatan dan makanannya bukan tanggung jawabmu se-dikit pun. ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "Dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun." Yakni menyembelihnya ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابٞ قَرِيبٞ ﴿ "yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat."

(65) ﴾ فَعَقَرُوهَا فَقَالَ ﴿ "Mereka membunuh unta itu, maka Shaleh berkata", kepada mereka, ﴾ تَمَتَّعُواْ فِي دَارِكُمۡ ثَلَٰثَةَ أَيَّامٖۖ ذَٰلِكَ وَعۡدٌ غَيۡرُ مَكۡذُوبٖ ﴿ "Ber-sukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan." Ia pasti terjadi.

(66) ﴾ فَلَمَّا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Maka tatkala datang urusan kami, dengan terjadinya azab, ﴾ نَجَّيۡنَا صَٰلِحٗا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا وَمِنۡ خِزۡيِ يَوۡمِئِذٍۚ ﴿ "Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan (Kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu." Yakni Kami menyelamatkan mereka dari azab, kehinaan dan kenistaan. ﴾ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ ٱلۡقَوِيُّ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah Yang Mahakuat lagi Mahaperkasa." Termasuk kekuatan dan keperkasaanNya adalah Dia membinasakan umat-umat yang melampaui batas dan menye-lamatkan para rasul dan pengikutnya.

(67) ﴾ وَأَخَذَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ ٱلصَّيۡحَةُ ﴿ "Dan satu suara keras yang meng-guntur menimpa orang-orang yang zhalim itu", ia memutuskan jantung mereka, ﴾ فَأَصۡبَحُواْ فِي دِيَٰرِهِمۡ جَٰثِمِينَ ﴿ "lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya." Tergeletak bertumbangan tanpa bergerak.

(68) ﴾ كَأَن لَّمۡ يَغۡنَوۡاْ فِيهَآۗ ﴿ "Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu." Maksudnya, ketika azab datang kepada mereka seolah-olah mereka tidak bernikmat ria di negeri mereka, tidak tenteram padanya dan tidak bersuka ria sesaat pun. Nikmat telah berpisah dari mereka, azab yang terus menerus tak terhenti telah mencaplok mereka, seolah-olah ia masih terasa. ﴾ أَلَآ إِنَّ ثَمُودَاْ كَفَرُواْ رَبَّهُمۡۗ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari tuhan mereka." Maksudnya, mereka ingkar setelah ayat-ayat Allah yang terang datang kepada mereka. ﴾ أَلَا بُعۡدٗا لِّثَمُودَ ﴿ "Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud", be-tapa hina dan sengsaranya mereka. Kita berlindung kepada Allah dari azab dan kehinaan dunia.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском