As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
Yusuf 12:99–109
12:99–100Page 247
فَلَمَّا دَخَلُواْ عَلَىٰ يُوسُفَ ءَاوَىٰٓ إِلَيۡهِ أَبَوَيۡهِ وَقَالَ ٱدۡخُلُواْ مِصۡرَ إِن شَآءَ ٱللَّهُ ءَامِنِينَ ٩٩
And when they entered upon Joseph, he took his parents to himself [i.e., embraced them] and said, "Enter Egypt, Allāh willing, safe [and secure]."
وَرَفَعَ أَبَوَيۡهِ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ وَخَرُّواْ لَهُۥ سُجَّدٗاۖ وَقَالَ يَٰٓأَبَتِ هَٰذَا تَأۡوِيلُ رُءۡيَٰيَ مِن قَبۡلُ قَدۡ جَعَلَهَا رَبِّي حَقّٗاۖ وَقَدۡ أَحۡسَنَ بِيٓ إِذۡ أَخۡرَجَنِي مِنَ ٱلسِّجۡنِ وَجَآءَ بِكُم مِّنَ ٱلۡبَدۡوِ مِنۢ بَعۡدِ أَن نَّزَغَ ٱلشَّيۡطَٰنُ بَيۡنِي وَبَيۡنَ إِخۡوَتِيٓۚ إِنَّ رَبِّي لَطِيفٞ لِّمَا يَشَآءُۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡعَلِيمُ ٱلۡحَكِيمُ ١٠٠
And he raised his parents upon the throne, and they bowed to him in prostration.1 And he said, "O my father, this is the explanation of my vision of before. My Lord has made it reality. And He was certainly good to me when He took me out of prison and brought you [here] from bedouin life after Satan had induced [estrangement] between me and my brothers. Indeed, my Lord is Subtle2 in what He wills. Indeed, it is He who is the Knowing, the Wise.
"Maka tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf, Yusuf me-rangkul ibu bapaknya, dan dia berkata, 'Masuklah kamu sekalian ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman.' Dan dia me-naikkan kedua ibu bapaknya ke atas singgasana. Dan mereka (se-muanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan Yusuf berkata, 'Wahai ayahku, inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Rabbku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Rabbku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskanku dari rumah penjara dan ketika (Dia) membawamu dari dusun padang pasir, setelah setan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Rabbku Maha-lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana'." (Yusuf: 99-100).
(99) ﴾ فَلَمَّا ﴿ "Maka tatkala", Ya'qub, anak-anak beliau dan ke-luarga mereka telah berangkat meninggalkan negeri mereka menuju ke tempat Yusuf di Mesir dan pemukimannya, dan ketika mereka telah sampai ﴾ دَخَلُواْ عَلَىٰ يُوسُفَ ءَاوَىٰٓ إِلَيۡهِ أَبَوَيۡهِ ﴿ "mereka masuk ke (tempat) Yusuf. Yusuf merangkul ibu bapaknya", mendekatkan mereka berdua kepada dirinya dan mengistimewakan mereka dengan mendekatkannya, serta memperlihatkan kebaktian, kebaikan, penghormatan, dan pengagungan yang besar kepada kedua orang tuanya ﴾ وَقَالَ ﴿ "dan dia berkata", kepada seluruh anggota keluarganya, ﴾ ٱدۡخُلُواْ مِصۡرَ إِن شَآءَ ٱللَّهُ ءَامِنِينَ ﴿ "Masuklah kamu sekalian ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman", dari segala yang dibenci dan menakutkan. Mereka masuk dalam suasana yang menyenangkan. Kelelahan dan kesusah-an penghidupan mereka pun pupus, dan terwujudlah kebahagiaan dan keceriaan.
(100) ﴾ وَرَفَعَ أَبَوَيۡهِ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ ﴿ "Dan dia menaikkan kedua ibu bapak-nya ke atas singgasana", di atas tahta raja dan tempat duduk al-Aziz ﴾ وَخَرُّواْ لَهُۥ سُجَّدٗاۖ ﴿ "dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud ke-pada Yusuf", maksudnya ayah dan ibunya, serta para saudaranya bersujud kepada Yusuf dalam rangka mengagungkan, menghor-mati, dan memuliakan Yusuf. ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan berkatalah Yusuf", ketika menyaksikan pemandangan ini dan melihat sujud mereka kepada dirinya, ﴾ يَٰٓأَبَتِ هَٰذَا تَأۡوِيلُ رُءۡيَٰيَ مِن قَبۡلُ ﴿ "Wahai ayahku, inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu", saat bermimpi melihat sebelas bintang beserta matahari dan bulan bersujud kepadanya. Inilah kejadian nyata dari mimpinya yang kembali kepada dirinya sendiri dan sampai ke-padanya. ﴾ قَدۡ جَعَلَهَا رَبِّي حَقّٗاۖ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku telah menjadikannya suatu kenyataan", Allah tidak menjadikannya hanya mimpi-mimpi kosong semata, ﴾ وَقَدۡ أَحۡسَنَ بِيٓ ﴿ "dan sesungguhnya Rabbku telah berbuat baik kepadaku", dengan kebaikan yang sangat besar ﴾ إِذۡ أَخۡرَجَنِي مِنَ ٱلسِّجۡنِ وَجَآءَ بِكُم مِّنَ ٱلۡبَدۡوِ ﴿ "ketika Dia membebaskanku dari rumah penjara dan ketika Dia membawamu dari dusun padang pasir", ini termasuk cerminan sikap lembut dan keelokan gayanya عليه السلام dalam berbicara, di mana dia hanya menyebutkan kisah saat di penjara, tanpa menyinggung kondisi saat berada di dasar sumur, karena ketulusan maafnya bagi para saudaranya, dia tidak menyinggung kesalahan itu. Dan keda-tangan kalian dari dusun termasuk karena kebaikan Allah kepada diriku. Dia tidak berkata, "Dia membawa kalian dari kondisi kela-paran dan kesulitan", juga tidak mengatakan, "Dia telah berbuat baik kepada kalian semua", akan tetapi mengatakan, "Dia telah mencurahkan kebaikan kepadaku", akan tetapi Yusuf menjadikan kebaikan Allah kembali kepadanya. Mahaberkah Allah, Dzat yang telah mengistimewakan (dengan curahan rahmatNya) kepada orang yang Dia kehendaki dari kalangan para hambaNya dan memberi rahmat kepada mereka dari sisiNya, sesungguhnya Dia Dzat Yang Maha Memberi, ﴾ مِنۢ بَعۡدِ أَن نَّزَغَ ٱلشَّيۡطَٰنُ بَيۡنِي وَبَيۡنَ إِخۡوَتِيٓۚ ﴿ "setelah setan meru-sakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku", dia pun tidak mengatakan, "Setelah setan merusak saudara-saudaraku," akan tetapi menganggap seakan-akan keteledoran dan dosa berasal dari kedua pihak. Maka segala puji bagi Allah yang telah menghinakan setan dan mengusirnya, dan mengumpulkan kita setelah perpe-cahan yang mencerai-beraikan. ﴾ إِنَّ رَبِّي لَطِيفٞ لِّمَا يَشَآءُۚ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku Mahalembut terhadap apa yang Dia kehendaki", Dia menyalurkan kebajikan dan kebaikan-Nya kepada seorang hamba tanpa dia (hamba itu) sadari dan me-nempatkannya pada kedudukan yang tinggi yang bebas dari segala urusan yang dibencinya. ﴾ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡعَلِيمُ ﴿ "Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui", segenap perkara yang zahir dan batin, rahasia-rahasia para hambaNya serta bisikan hati mereka. ﴾ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "Lagi Mahabijaksana", dalam meletakkan urusan-urusan pada tempat se-mestinya dan mengerahkan perkara-perkara pada waktunya yang telah ditentukan.
12:101Page 247
۞ رَبِّ قَدۡ ءَاتَيۡتَنِي مِنَ ٱلۡمُلۡكِ وَعَلَّمۡتَنِي مِن تَأۡوِيلِ ٱلۡأَحَادِيثِۚ فَاطِرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ أَنتَ وَلِيِّۦ فِي ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةِۖ تَوَفَّنِي مُسۡلِمٗا وَأَلۡحِقۡنِي بِٱلصَّٰلِحِينَ ١٠١
My Lord, You have given me [something] of sovereignty and taught me of the interpretation of dreams. Creator of the heavens and earth, You are my protector in this world and the Hereafter. Cause me to die a Muslim and join me with the righteous."
"Ya Rabbku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian ta'bir mimpi. (Ya Rabb) Pencipta langit dan bumi. Eng-kaulah Pelindungku di dunia dan akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shalih." (Yusuf: 101).
(101) Tatkala Allah menyempurnakan karuniaNya bagi Yusuf berupa pengendalian kekuasaan di bumi, dan sebagian kera-jaan serta menentramkan pandangan matanya dengan berkumpul bersama kedua orang tuanya dan para saudaranya dan setelah per-olehan ilmu agung yang Allah berikan kepadanya, maka dia ber-kata untuk mengakui nikmat Allah sebagai bentuk kesyukuran dan ajakan agar tetap istiqamah di atas Islam, ﴾ رَبِّ قَدۡ ءَاتَيۡتَنِي مِنَ ٱلۡمُلۡكِ ﴿ "Ya Rabbku, Sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku seba-gian kerajaan", lantaran dia memegang kendali dan pengaturan per-bendaharaan bumi (Mesir), serta menjadi menteri besar bagi raja ﴾ وَعَلَّمۡتَنِي مِن تَأۡوِيلِ ٱلۡأَحَادِيثِۚ ﴿ "dan Engkau telah mengajarkan kepadaku sebagian ta'bir mimpi", berupa penakwilan makna kisah-kisah yang ada di kitab-kitab yang diturunkan (oleh Allah) dan penakwilan mimpi dan ilmu lainnya. ﴾ فَاطِرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ أَنتَ وَلِيِّۦ فِي ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةِۖ تَوَفَّنِي مُسۡلِمٗا ﴿ "(Ya Rabb) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam", maksudnya lestarikan akidah Islam pada diriku dan teguhkanlah hatiku di atasnya hingga Engkau mewafatkanku dalam keadaan berpegang teguh padanya. Permohonan ini bukanlah doa permintaan agar kematian dipercepat untuknya ﴾ وَأَلۡحِقۡنِي بِٱلصَّٰلِحِينَ ﴿ "dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shalih", dari kalangan para nabi yang berbakti kepadaMu dan orang-orang yang terbaik lagi terpilih.
12:102Page 247
ذَٰلِكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡغَيۡبِ نُوحِيهِ إِلَيۡكَۖ وَمَا كُنتَ لَدَيۡهِمۡ إِذۡ أَجۡمَعُوٓاْ أَمۡرَهُمۡ وَهُمۡ يَمۡكُرُونَ ١٠٢
That is from the news of the unseen which We reveal, [O Muḥammad], to you. And you were not with them when they put together their plan while they conspired.
"Demikian itu (adalah) di antara berita-berita yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); padahal kamu tidak berada pada sisi mereka, ketika mereka memutuskan rencananya (untuk memasukkan Yusuf ke dalam sumur) dan mereka sedang mengatur tipu daya." (Yusuf: 102).
(102) Tatkala Allah menceritakan kisah ini kepada Muham-mad, Allah berfirman kepada beliau, ﴾ ذَٰلِكَ ﴿ "Demikian itu", yaitu (para nabi) yang Kami beritahukan kepadamu ﴾ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡغَيۡبِ ﴿ "(adalah) di antara berita-berita yang ghaib", yang bila tidak Kami wahyukan kepadamu, tentulah kisah agung tersebut tidak akan sampai kepa-damu. Sesungguhnya engkau tidak hadir ﴾ لَدَيۡهِمۡ إِذۡ أَجۡمَعُوٓاْ أَمۡرَهُمۡ ﴿ "di sisi mereka ketika mereka memutuskan rencananya (untuk memasukkan Yusuf ke dalam sumur)", yakni para saudara Yusuf ﴾ وَهُمۡ يَمۡكُرُونَ ﴿ "dan mereka sedang mengatur tipu daya", kepadanya, ketika mereka telah saling bertekad untuk memisahkannya dari sang ayah dalam kondisi yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah تعالى saja, dan tidak mungkin ada orang yang sanggup mengetahuinya kecuali dengan pemberitahuan dari Allah kepadanya. Sebagaimana halnya Allah menceritakan kisah Musa dan peristiwa yang terjadi pada beliau. Dia menyebutkan sebuah keadaan yang tidak ada cara bagi manu-sia untuk mengetahuinya melainkan dengan melalui wahyu. Allah berfirman, ﴾ وَمَا كُنتَ بِجَانِبِ ٱلۡغَرۡبِيِّ إِذۡ قَضَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَى ٱلۡأَمۡرَ وَمَا كُنتَ مِنَ ٱلشَّٰهِدِينَ 44 ﴿ "Dan tidaklah kamu (Muhammad) berada di sisi yang sebelah barat ketika Kami menyampaikan perintah kepada Musa dan tiada pula kamu termasuk orang-orang yang menyaksikan." (Al-Qashash: 44), ini merupakan petunjuk yang sangat tajam bahwa risalah yang di-bawa oleh Rasulullah adalah benar adanya.
12:103–107Page 247
وَمَآ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوۡ حَرَصۡتَ بِمُؤۡمِنِينَ ١٠٣
And most of the people, although you strive [for it], are not believers.
وَمَا تَسۡـَٔلُهُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۚ إِنۡ هُوَ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ١٠٤
And you do not ask of them for it any payment. It is not except a reminder to the worlds.
وَكَأَيِّن مِّنۡ ءَايَةٖ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ يَمُرُّونَ عَلَيۡهَا وَهُمۡ عَنۡهَا مُعۡرِضُونَ ١٠٥
And how many a sign within the heavens and earth do they pass over while they, therefrom, are turning away.
وَمَا يُؤۡمِنُ أَكۡثَرُهُم بِٱللَّهِ إِلَّا وَهُم مُّشۡرِكُونَ ١٠٦
And most of them believe not in Allāh except while they associate others with Him.
أَفَأَمِنُوٓاْ أَن تَأۡتِيَهُمۡ غَٰشِيَةٞ مِّنۡ عَذَابِ ٱللَّهِ أَوۡ تَأۡتِيَهُمُ ٱلسَّاعَةُ بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ١٠٧
Then do they feel secure that there will not come to them an overwhelming [aspect] of the punishment of Allāh or that the Hour will not come upon them suddenly while they do not perceive?
"Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya. Dan kamu sekali-kali tidak me-minta upah kepada mereka (terhadap seruanmu ini), itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam. Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan bumi yang mereka lalui, sedang mereka berpaling darinya. Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan memperse-kutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain). Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan Kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya?" (Yusuf: 103-107).
(103) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya, Muhammad ﴾ وَمَآ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوۡ حَرَصۡتَ ﴿ "Dan sebagian besar manusia walaupun kamu sangat menginginkannya", yaitu menginginkan keimanan mereka, mereka ﴾ بِمُؤۡمِنِينَ ﴿ "tidak akan beriman", karena daya tangkap dan orientasi-orientasi mereka sungguh telah mengalami kerusakan. Hasrat besar para pemberi nasihat kepada mereka tidaklah berguna, walaupun sama sekali tidak ada penghalang dan pengganjal. Para pemberi nasihat itu telah mengajari dan menyeru mereka kepada hal-hal yang mengandung kebaikan bagi mereka dan menolak kejelekan dari mereka, tanpa meminta upah maupun timbal-balik. Walaupun para da'i tersebut telah menunjukkan bukti-bukti dan tanda-tanda kebenaran kepada mereka yang menunjukkan kebe-naran mereka, namun segala sesuatu yang sudah mereka tunjuk-kan, tetap tidak bermanfaat.
(104) Karena itu, Allah berfirman ﴾ وَمَا تَسۡـَٔلُهُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۚ إِنۡ هُوَ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka (terhadap seruanmu ini), itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam." Dengan itu, mereka akan mengingat-ingat apa saja yang berguna bagi mereka agar (hendaknya) mereka melaksanakannya dan apa saja yang berbahaya hendaklah mereka meninggalkannya.
(105) ﴾ وَكَأَيِّن ﴿ "Dan banyak sekali", berapa b a n y a k ﴾ مِّنۡ ءَايَةٖ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ يَمُرُّونَ عَلَيۡهَا ﴿ "tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan bumi yang mereka lalui", yang menandakan keesaan Allah (tauhidullah) ﴾ وَهُمۡ عَنۡهَا مُعۡرِضُونَ ﴿ "sedang mereka berpaling darinya."
(106) Kendatipun demikian, jika dijumpai ada sebagian ke-imanan dari mereka ﴾ وَمَا يُؤۡمِنُ أَكۡثَرُهُم بِٱللَّهِ إِلَّا وَهُم مُّشۡرِكُونَ ﴿ "dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mem-persekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain)", mereka itu, meski mengakui rububiyah Allah تعالى dan bahwa Dia-lah al-Khaliq (Pencipta), ar-Raziq (Pemberi rizki), Pengatur seluruh urusan, maka mereka tetap menyekutukan Allah dalam uluhiyah dan tauhidNya.
(107) Mereka itu yang sudah sampai pada kondisi demikian, tidaklah tersisa bagi mereka melainkan azab yang akan menimpa mereka dan hukuman akan mendatangi mereka secara tiba-tiba ke-tika mereka merasa aman (dari ancaman itu semua sebelumnya). Untuk itu, Allah berfirman, ﴾ أَفَأَمِنُوٓاْ ﴿ "Apakah mereka merasa aman", yaitu orang-orang yang melakukan perbuatan di atas, yang berpa-ling dari ayat-ayat Allah ﴾ أَن تَأۡتِيَهُمۡ غَٰشِيَةٞ مِّنۡ عَذَابِ ٱللَّهِ ﴿ "dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka", yaitu siksa yang menyelimuti mereka, merata menimpa mereka semua dan menghabisi mereka sampai tuntas. ﴾ أَوۡ تَأۡتِيَهُمُ ٱلسَّاعَةُ بَغۡتَةٗ ﴿ "atau (merasa aman dari) kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak", tiba-tiba ﴾ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "sedang mereka tidak menyadarinya?" Karena mereka itu memang pantas untuk di-perlakukan demikian. Hendaknya mereka bertaubat kepada Allah dan meninggalkan segala perkara yang menjadi penyebab datang-nya hukuman.
12:108–109Page 248
قُلۡ هَٰذِهِۦ سَبِيلِيٓ أَدۡعُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِيۖ وَسُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ١٠٨
Say, "This is my way; I invite to Allāh with insight, I and those who follow me. And exalted is Allāh; and I am not of those who associate others with Him."
وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ إِلَّا رِجَالٗا نُّوحِيٓ إِلَيۡهِم مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡقُرَىٰٓۗ أَفَلَمۡ يَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَيَنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۗ وَلَدَارُ ٱلۡأٓخِرَةِ خَيۡرٞ لِّلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ١٠٩
And We sent not before you [as messengers] except men to whom We revealed from among the people of cities. So have they1 not traveled through the earth and observed how was the end of those before them? And the home of the Hereafter is best for those who fear Allāh; then will you not reason?
"Katakanlah, 'Inilah jalanku (agamaku). Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Mahasuci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.' Kami tidak mengutus sebelum kamu, melain-kan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepada mereka di antara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?" (Yusuf: 108-109).
(108) Allah berfirman kepada NabiNya Muhammad, ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah", kepada manusia ﴾ هَٰذِهِۦ سَبِيلِيٓ ﴿ "Inilah jalanku (agamaku)", yaitu jalanku yang aku mengajak (orang) ke sana. Ia adalah lintasan yang mengantarkan menuju kepada Allah dan menuju tempat ke-muliaanNya, yang mengandung adanya pengetahuan tentang ke-benaran dan pengamalannya serta lebih mendahulukan kebenaran itu (daripada segala sesuatu), memurnikan agama hanya untuk Allah semata, tiada sekutu bagiNya. ﴾ أَدۡعُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِۚ ﴿ "Aku mengajak (kamu) kepada Allah", maksudnya aku menganjurkan umat manusia dan para hamba untuk berjalan menuju Rabb mereka, dan aku meng-himbau mereka untuk me-nyambutnya dan memperingatkan mereka dari perkara-perkara yang menjauhkan mereka dariNya. Ditambah lagi, bahwa aku ﴾ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ ﴿ "(mengajak) dengan hujjah yang nyata", yang berasal dari aga-maku. Maksudnya, aku bertumpu pada ilmu dan keyakinan tanpa ada unsur syak, kebimbangan dan keraguan. Begitu pula, ﴾ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِيۖ ﴿ "orang-orang yang mengikutiku", mereka mengajak kepada Allah se-bagaimana aku mengajak berdasarkan hujjah yang nyata tentang urusan (yang mereka dakwahkan). ﴾ وَسُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ ﴿ "Mahasuci Allah", dari hal-hal yang dinisbatkan kepada Allah dari sesuatu yang tidak pantas dengan keagungannya atau menafikan kesempurnaanNya. ﴾ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ﴿ "Dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik", pada semua urusanku. Bahkan aku hanya menyembah Allah dengan memurnikan agama bagiNya.
(109) Selanjutnya Allah berfirman, ﴾ وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ إِلَّا رِجَالٗا ﴿ "Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki", mak-sudnya Kami tidak mengutus dari golongan malaikat dan tidak pula selain mereka dari golongan makhluk-makhluk lainnya. Mengapa kaummu menganggap aneh risalah (yang engkau bawa) dan meng-klaim bahwa dirimu tidak memiliki keutamaan apa pun atas me-reka. Engkau memiliki teladan yang baik dari para rasul yang diutus sebelummu, ﴾ نُّوحِيٓ إِلَيۡهِم مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡقُرَىٰٓۗ ﴿ "yang Kami berikan wahyu kepada me-reka di antara penduduk negeri", maksudnya bukan dari perdusunan. Justru dari penduduk negeri yang mana mereka itu akal-akalnya lebih sempurna dan pikirannya pun lebih akurat, supaya urusan mereka menjadi jelas dan kepentingan mereka menjadi terang. ﴾ أَفَلَمۡ يَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi", jika mereka tidak mempercayai perkataanmu, ﴾ فَيَنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۗ ﴿ "lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)", bagaimana Allah membinasakan mereka atas pendustaan yang mereka lakukan. Maka berhati-hati-lah, (jangan sampai) kalian berkubang pada kebiasaan yang mereka kerjakan, akibatnya kalian akan ditimpa azab yang telah menimpa mereka ﴾ وَلَدَارُ ٱلۡأٓخِرَةِ ﴿ "dan sesungguhnya kampung akhirat", surga de-ngan seisinya berupa kenikmatan yang lestari ﴾ خَيۡرٞ لِّلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْۚ ﴿ "adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa", kepada Allah dengan me-naati perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Karena kenikmatan dunia menyusahkan, menyulitkan, dan pasti akan berhenti. Sedangkan kenikmatan akhirat adalah sempurna, paripurna tidak lenyap selamanya. Bahkan abadi dengan selalu mengalami pertambahan dan kontinyu, dan pemberian yang tiada pernah terputus. ﴾ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ﴿ "Maka tidakkah kamu memikirkannya?" Tidakkah kalian mempunyai akal sehat yang mau mengedepankan sesuatu yang lebih baik daripada yang kenikmatan yang lebih rendah?
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences