As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
Yusuf 12:43–68
12:43–49Page 240
وَقَالَ ٱلۡمَلِكُ إِنِّيٓ أَرَىٰ سَبۡعَ بَقَرَٰتٖ سِمَانٖ يَأۡكُلُهُنَّ سَبۡعٌ عِجَافٞ وَسَبۡعَ سُنۢبُلَٰتٍ خُضۡرٖ وَأُخَرَ يَابِسَٰتٖۖ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمَلَأُ أَفۡتُونِي فِي رُءۡيَٰيَ إِن كُنتُمۡ لِلرُّءۡيَا تَعۡبُرُونَ ٤٣
And [subsequently] the king said, "Indeed, I have seen [in a dream] seven fat cows being eaten by seven [that were] lean, and seven green spikes [of grain] and others [that were] dry. O eminent ones, explain to me my vision, if you should interpret visions."
قَالُوٓاْ أَضۡغَٰثُ أَحۡلَٰمٖۖ وَمَا نَحۡنُ بِتَأۡوِيلِ ٱلۡأَحۡلَٰمِ بِعَٰلِمِينَ ٤٤
They said, "[It is but] a mixture of false dreams, and we are not learned in the interpretation of dreams."
وَقَالَ ٱلَّذِي نَجَا مِنۡهُمَا وَٱدَّكَرَ بَعۡدَ أُمَّةٍ أَنَا۠ أُنَبِّئُكُم بِتَأۡوِيلِهِۦ فَأَرۡسِلُونِ ٤٥
But the one who was freed and remembered after a time said, "I will inform you of its interpretation, so send me forth."
يُوسُفُ أَيُّهَا ٱلصِّدِّيقُ أَفۡتِنَا فِي سَبۡعِ بَقَرَٰتٖ سِمَانٖ يَأۡكُلُهُنَّ سَبۡعٌ عِجَافٞ وَسَبۡعِ سُنۢبُلَٰتٍ خُضۡرٖ وَأُخَرَ يَابِسَٰتٖ لَّعَلِّيٓ أَرۡجِعُ إِلَى ٱلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَعۡلَمُونَ ٤٦
[He said], "Joseph, O man of truth, explain to us about seven fat cows eaten by seven [that were] lean, and seven green spikes [of grain] and others [that were] dry - that I may return to the people [i.e., the king and his court]; perhaps they will know [about you]."
قَالَ تَزۡرَعُونَ سَبۡعَ سِنِينَ دَأَبٗا فَمَا حَصَدتُّمۡ فَذَرُوهُ فِي سُنۢبُلِهِۦٓ إِلَّا قَلِيلٗا مِّمَّا تَأۡكُلُونَ ٤٧
[Joseph] said, "You will plant for seven years consecutively; and what you harvest leave in its spikes, except a little from which you will eat.
ثُمَّ يَأۡتِي مِنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ سَبۡعٞ شِدَادٞ يَأۡكُلۡنَ مَا قَدَّمۡتُمۡ لَهُنَّ إِلَّا قَلِيلٗا مِّمَّا تُحۡصِنُونَ ٤٨
Then will come after that seven difficult [years] which will consume what you advanced [i.e., saved] for them, except a little from which you will store.
ثُمَّ يَأۡتِي مِنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ عَامٞ فِيهِ يُغَاثُ ٱلنَّاسُ وَفِيهِ يَعۡصِرُونَ ٤٩
Then will come after that a year in which the people will be given rain and in which they will press [olives and grapes]."
"Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaum-nya), 'Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus, dan tujuh butir (gandum) yang hijau dan tujuh butir lainnya yang kering. Hai orang-orang yang terkemuka, terangkanlah ke-padaku tentang ta'bir mimpiku itu jika kamu dapat mena'birkan mimpi.' Mereka menjawab, '(Itu) adalah mimpi-mimpi yang kosong dan kami sekali-kali tidak tahu mena'birkan mimpi itu.' Dan ber-katalah orang yang selamat di antara mereka berdua dan teringat (kepada) Yusuf sesudah beberapa waktu lamanya, 'Aku akan mem-beritakan kepadamu tentang (orang yang pandai) mena'birkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya).' (Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf, dia berseru), 'Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang ku-rus-kurus, dan tujuh butir (gandum) yang hijau dan tujuh lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahui.' Yusuf berkata, 'Supaya kamu bercocok tanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa, maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk mengha-dapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari bibit gandum yang akan kamu simpan. Kemudian setelah itu akan datang tahun yang pada-nya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa itu mereka memeras anggur'." (Yusuf: 43-49).
(44) Mereka dilanda kebingungan, tidak mengetahui takwil mimpi itu sama sekali. ﴾ قَالُوٓاْ أَضۡغَٰثُ أَحۡلَٰمٖۖ ﴿ "Mereka menjawab, '(Itu) adalah mimpi-mimpi yang kosong'," mimpi-mimpi yang tidak memiliki hasil apa pun dan tidak mempunyai penakwilan. Ini adalah kemantapan pendapat dari mereka atas perkara yang tidak mereka ketahui dan pengajuan alasan dari mereka dengan sesuatu yang tidak pantas untuk dijadikan alasan. Kemudian, mereka berkata, ﴾ وَمَا نَحۡنُ بِتَأۡوِيلِ ٱلۡأَحۡلَٰمِ بِعَٰلِمِينَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak tahu mena'birkan mimpi itu", mak-sudnya, kami tidak mampu menafsirkan kecuali hanya mimpi saja. Adapun tentang bunga tidur, yang berasal dari setan atau dari bi-sikan hati (yang mendominasi), maka kami tidak (perlu) menafsir-kannya. Akhirnya, mereka memadukan antara ketidaktahuan dan ke-tegasan bahwa itu merupakan mimpi-mimpi kosong semata, dengan sikap ujub terhadap diri sendiri, di mana mereka tidak (terus terang) mengucapkan, "Kami tidak mengetahui penakwilannya!"Ini ter-masuk perkara yang tidak sepatutnya dilakukan oleh orang-orang yang menguasai agama dan berakal. Kejadian itu juga merupakan bukti perhatian Allah kepada Yusuf عليه السلام. Seandainya dia langsung mena'birkan kandungan mimpi itu, sebelum ditawarkan oleh raja kepada orang-orang terkemuka dan para ulama negeri itu lalu me-reka tidak mampu menakwilkannya, maka tidak akan menimbul-kan pengaruh yang membekas. Namun, ketika sang raja menyam-paikannya kepada mereka dan akhirnya tidak mampu menjawab, maka sang raja akan benar-benar memikirkannya. Ketika Yusuf berhasil mena'birkannya, maka dia mempunyai kedudukan tinggi di sisi mereka. Ini sepadan dengan peristiwa saat Allah memperlihatkan keutamaan Adam di atas para malaikat dengan ilmu setelah Allah mengajukan pertanyaan kepada mereka, tapi mereka tidak menge-tahuinya. Kemudian Allah bertanya kepada Adam, maka ia mampu menjelaskan kepada mereka nama-nama segala sesuatu. Melalui itu, terbuktilah kelebihannya. Sebagaimana Allah memperlihatkan keutamaan manusia yang paling utama Muhammad, di Hari Kiamat kelak, dengan mengil-hamkan makhluk-makhluk untuk memohon syafa'at melalui Adam, kemudian Nuh, selanjutnya kepada Ibrahim, lalu Musa dan beri-kutnya kepada Isa k. Lalu mereka merasa tidak mampu mem-berikannya, kemudian mereka mendatangi Muhammad ﷺ. Beliau pun berkata, "Akulah orangnya, akulah orangnya (yang berhak memberikan syafa'at)[7]." Maka beliau pun mengusahakan syafa'at bagi semua makhluk dan berhasil merengkuh maqam mahmud (kedu-dukan terpuji) yang diincar orang-orang terdahulu dan orang-orang akhir zaman. Mahasuci Dzat yang kelembutanNya tersembunyi dan teliti dalam mencurahkan kebaikan dan kenikmatan bagi orang-orang pilihan dan wali-waliNya.
(45) ﴾ وَقَالَ ٱلَّذِي نَجَا مِنۡهُمَا ﴿ "Dan berkatalah orang yang selamat di antara mereka berdua", dari dua pemuda tadi, yaitu orang yang bermimpi melihat dirinya memeras anggur untuk dijadikan minuman khamar. Dialah orang yang dititipi pesan oleh Yusuf untuk mengingatkan tentang keadaannya kepada tuannya. ﴾ وَٱدَّكَرَ بَعۡدَ أُمَّةٍ ﴿ "Dan teringat (kepada Yusuf) sesudah beberapa waktu lamanya", maksudnya dan ia mengingat Yusuf beserta peristiwa yang terjadi pada dirinya dalam pena'biran yang dilakukan Yusuf terhadap mimpi mereka berdua serta pesan yang disampaikannya kepada dirinya. Dia pun tahu, bahwa Yusuf akan menyelesaikan penakwilan mimpi ini. (Ingatan-nya tergugah) setelah beberapa waktu lamanya. Dia pun berkata, ﴾ أَنَا۠ أُنَبِّئُكُم بِتَأۡوِيلِهِۦ فَأَرۡسِلُونِ ﴿ "Aku akan memberitakan kepadamu tentang (orang yang pandai) mena'birkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya)", kepada Yusuf, aku ingin menanyakan mimpi itu kepadanya.
(46) Mereka akhirnya mengutusnya. Ia pun menemui Yusuf. Yusuf tidak mencacinya atas kealpaannya. Bahkan langsung menyi-mak pertanyaan yang dia lontarkan kepadanya dan menjawabnya. Dia berseru, ﴾ يُوسُفُ أَيُّهَا ٱلصِّدِّيقُ ﴿ "Yusuf, hai orang yang amat dipercaya", yaitu sangat jujur dalam ucapan-ucapan dan tindak-tanduknya ﴾ أَفۡتِنَا فِي سَبۡعِ بَقَرَٰتٖ سِمَانٖ يَأۡكُلُهُنَّ سَبۡعٌ عِجَافٞ وَسَبۡعِ سُنۢبُلَٰتٍ خُضۡرٖ وَأُخَرَ يَابِسَٰتٖ لَّعَلِّيٓ أَرۡجِعُ إِلَى ٱلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَعۡلَمُونَ ﴿ "Terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus, dan tujuh butir (gandum) yang hijau dan tujuh lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahui", karena me-reka benar-benar beranimo untuk mengetahui ta'birnya, yaitu ta'bir sebuah mimpi yang telah membebani pikiran mereka.
(47) Yusuf menakwilkan tujuh ekor sapi yang gemuk-gemuk dan tujuh butir (gandum) yang hijau bahwa itu adalah masa tujuh tahun yang subur. Sedangkan tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang kering-kering bahwa itu me-rupakan masa tujuh tahun penuh dengan paceklik. Boleh jadi sisi penjelasan adalah –wallahu a'lam– bahwasanya masa subur dan pa-ceklik menjadi acuan penggarapan tanaman. Apabila terjadi masa kesuburan, maka tanaman dan tetumbuhan menjadi kuat. Peman-dangannya pun indah dan hasil panenannya pun banyak. Sedang-kan pada masa paceklik, keadaan menjadi sebaliknya. Dahulu, pada umumnya sapilah yang digunakan untuk membajak tanah dan mengairi tanaman. Bulir gandum merupakan makanan pokok pa-ling penting dan paling utama. Dia menakwilkan demikian, lantaran adanya relevansi. Dalam menafsirkan mimpi itu kepada mereka, dia memadukan antara penakwilan mimpi dengan petunjuk me-ngenai kebijakan yang harus mereka kerjakan dan persiapan yang mereka lakukan berupa pengelolaan (hasil panen) di musim subur sampai musim paceklik. Ia berkata, ﴾ تَزۡرَعُونَ سَبۡعَ سِنِينَ دَأَبٗا ﴿ "Supaya kamu bercocok tanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa", berturut-turut ﴾ فَمَا حَصَدتُّمۡ ﴿ "Maka apa yang kamu tuai" dari tanaman itu ﴾ فَذَرُوهُ ﴿ "hendaklah kamu tinggalkan", kamu biarkan ﴾ فِي سُنۢبُلِهِۦٓ ﴿ "di bulirnya", karena akan lebih menjamin keawetannya dan akan semakin jarang diperhatikan (sehingga tidak dikonsumsi) ﴾ إِلَّا قَلِيلٗا مِّمَّا تَأۡكُلُونَ ﴿ "kecuali sedikit untuk kamu makan", aturlah [juga] kuantitas makanan kalian di musim-musim subur, hendaknya porsinya sedikit, agar simpanan kalian banyak, kemanfaatannya dan peranannya pun besar.
(48) ﴾ ثُمَّ يَأۡتِي مِنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ ﴿ "Kemudian sesudah itu akan datang", pasca tujuh musim yang subur ﴾ سَبۡعٞ شِدَادٞ ﴿ "tujuh tahun yang amat sulit", musim-musim paceklik ﴾ يَأۡكُلۡنَ مَا قَدَّمۡتُمۡ لَهُنَّ ﴿ "yang menghabiskan sesuatu yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit)", akan mengha-biskan semua yang kalian simpan meskipun jumlahnya berlimpah ﴾ إِلَّا قَلِيلٗا مِّمَّا تُحۡصِنُونَ ﴿ "kecuali sedikit dari bibit gandum yang akan kamu sim-pan", yaitu yang tidak kalian persiapkan untuk menghadapi musim-musim yang berat.
(49) ﴾ ثُمَّ يَأۡتِي مِنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ ﴿ "Kemudian setelah itu akan datang", tujuh tahun yang berat ﴾ عَامٞ فِيهِ يُغَاثُ ٱلنَّاسُ وَفِيهِ يَعۡصِرُونَ ﴿ "tahun yang padanya manu-sia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa itu mereka memeras anggur", maksudnya pada tahun itu, curah hujan dan aliran air akan deras. Hasil panen pun melimpah, melebihi kebutuhan pokok mereka se-hingga mereka dapat memeras anggur dan lainnya, sebagai bentuk keberlimpahan makanan mereka. Mungkin saja keterangan nabi Yusuf tentang keberadaan tahun yang subur ini, -padahal tidak di-sebutkan dengan jelas dalam mimpi sang raja-, adalah karena beliau memahami dari penakwilan tujuh tahun yang berat, bahwa tahun berikutnya, kesengsaraan itu akan sirna. Dan sudah diketahui ber-sama, masa paceklik yang berlanjut selama tujuh tahun secara ber-turutan tidak akan hilang (bekasnya) melainkan dengan satu musim yang sangat subur sekali. Kalau tidak demikian, maka prediksi ini tidak ada manfaatnya. Tatkala utusan sudah kembali ke hadapan raja dan orang-orang, dan memberitahukan pena'biran yang dilakukan oleh Yusuf terhadap mimpi itu, maka mereka takjub mendengarnya dan sangat berbahagia karenanya.
12:50–57Page 241
وَقَالَ ٱلۡمَلِكُ ٱئۡتُونِي بِهِۦۖ فَلَمَّا جَآءَهُ ٱلرَّسُولُ قَالَ ٱرۡجِعۡ إِلَىٰ رَبِّكَ فَسۡـَٔلۡهُ مَا بَالُ ٱلنِّسۡوَةِ ٱلَّٰتِي قَطَّعۡنَ أَيۡدِيَهُنَّۚ إِنَّ رَبِّي بِكَيۡدِهِنَّ عَلِيمٞ ٥٠
And the king said, "Bring him to me." But when the messenger came to him, [Joseph] said, "Return to your master and ask him what is the case of the women who cut their hands. Indeed, my Lord is Knowing of their plan."
قَالَ مَا خَطۡبُكُنَّ إِذۡ رَٰوَدتُّنَّ يُوسُفَ عَن نَّفۡسِهِۦۚ قُلۡنَ حَٰشَ لِلَّهِ مَا عَلِمۡنَا عَلَيۡهِ مِن سُوٓءٖۚ قَالَتِ ٱمۡرَأَتُ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡـَٰٔنَ حَصۡحَصَ ٱلۡحَقُّ أَنَا۠ رَٰوَدتُّهُۥ عَن نَّفۡسِهِۦ وَإِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ٥١
Said [the king to the women], "What was your condition when you sought to seduce Joseph?" They said, "Perfect is Allāh!1 We know about him no evil." The wife of al-ʿAzeez said, "Now the truth has become evident. It was I who sought to seduce him, and indeed, he is of the truthful.
ذَٰلِكَ لِيَعۡلَمَ أَنِّي لَمۡ أَخُنۡهُ بِٱلۡغَيۡبِ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي كَيۡدَ ٱلۡخَآئِنِينَ ٥٢
That is so he [i.e., al-ʿAzeez] will know that I did not betray him in [his] absence and that Allāh does not guide the plan of betrayers.
۞ وَمَآ أُبَرِّئُ نَفۡسِيٓۚ إِنَّ ٱلنَّفۡسَ لَأَمَّارَةُۢ بِٱلسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيٓۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٥٣
And I do not acquit myself. Indeed, the soul is a persistent enjoiner of evil, except those upon which my Lord has mercy. Indeed, my Lord is Forgiving and Merciful."1
وَقَالَ ٱلۡمَلِكُ ٱئۡتُونِي بِهِۦٓ أَسۡتَخۡلِصۡهُ لِنَفۡسِيۖ فَلَمَّا كَلَّمَهُۥ قَالَ إِنَّكَ ٱلۡيَوۡمَ لَدَيۡنَا مَكِينٌ أَمِينٞ ٥٤
And the king said, "Bring him to me; I will appoint him exclusively for myself." And when he spoke to him, he said, "Indeed, you are today established [in position] and trusted."
قَالَ ٱجۡعَلۡنِي عَلَىٰ خَزَآئِنِ ٱلۡأَرۡضِۖ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٞ ٥٥
[Joseph] said, "Appoint me over the storehouses of the land. Indeed, I will be a knowing guardian."
وَكَذَٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِي ٱلۡأَرۡضِ يَتَبَوَّأُ مِنۡهَا حَيۡثُ يَشَآءُۚ نُصِيبُ بِرَحۡمَتِنَا مَن نَّشَآءُۖ وَلَا نُضِيعُ أَجۡرَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٥٦
And thus We established Joseph in the land to settle therein wherever he willed. We touch with Our mercy whom We will, and We do not allow to be lost the reward of those who do good.
وَلَأَجۡرُ ٱلۡأٓخِرَةِ خَيۡرٞ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ ٥٧
And the reward of the Hereafter is better for those who believed and were fearing Allāh.
"Raja berkata, 'Bawalah dia kepadaku.' Maka tatkala utusan itu datang kepada Yusuf, berkatalah Yusuf, 'Kembalilah kepada tuanmu lalu tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya. Sesungguhnya Rabbku Maha Mengetahui tipu daya mereka.' Raja berkata (kepada wanita-wa-nita itu), 'Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadamu).' Mereka berkata, 'Maha-sempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan dari padanya.' Istri al-Aziz berkata, 'Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepada-ku), dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar.' (Se-lanjutnya dia berkata), 'Yang demikian itu agar dia (al-Aziz) me-ngetahui bahwa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya, dan bahwasanya Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat. Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Rabbku. Sesungguhnya Rabbku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.' Dan raja berkata, 'Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilihnya sebagai orang yang khusus bagi diriku.' Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengannya, dia berkata, 'Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi orang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi kami.' Yusuf ber-kata, 'Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan.' Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju ke mana saja dia kehen-daki di bumi Mesir ini. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki, dan Kami tidak menyia-nyiakan pa-hala orang-orang yang berbuat baik. Dan sungguh pahala di akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa." (Yusuf: 50-57).
(50) Allah تعالى berfirman, ﴾ وَقَالَ ٱلۡمَلِكُ ﴿ "Raja berkata", kepada orang-orang yang ada di sisinya, ﴾ ٱئۡتُونِي بِهِۦۖ ﴿ "Bawalah dia kepadaku", yakni Yusuf dengan cara mengeluarkannya dari penjara dan meng-hadirkannya ke hadapan raja. Ketika sang utusan mendatangi Yusuf untuk memerintahkannya menghadap raja, maka Yusuf tidak lang-sung keluar, sampai terbukti kesuciannya yang utuh (dari tuduhan yang silam). Ini menunjukkan kesabaran, kecerdasan dan pikiran-nya yang matang. Dia berkata kepada utusan itu, ﴾ ٱرۡجِعۡ إِلَىٰ رَبِّكَ ﴿ "Kem-balilah kepada tuanmu", maksudnya sang r a j a ﴾ فَسۡـَٔلۡهُ مَا بَالُ ٱلنِّسۡوَةِ ٱلَّٰتِي قَطَّعۡنَ أَيۡدِيَهُنَّۚ ﴿ "lalu tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya", tanyalah dia tentang seluk-beluk dan kisah mereka. Sesungguhnya jati diri mereka sudah tampak dan jelas. ﴾ إِنَّ رَبِّي بِكَيۡدِهِنَّ عَلِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku, Maha Mengetahui tipu daya mereka."
(51) Raja menghadirkan wanita-wanita itu seraya melempar-kan pertanyaan kepada mereka, ﴾ مَا خَطۡبُكُنَّ ﴿ "Bagaimana keadaanmu", apa maksud kalian ﴾ إِذۡ رَٰوَدتُّنَّ يُوسُفَ عَن نَّفۡسِهِۦۚ ﴿ "ketika kalian menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepada kalian)", apakah kalian menyak-sikan pada dirinya sesuatu yang mencurigakan? Mereka pun me-rehabilitasi nama baik Yusuf dan, ﴾ قُلۡنَ حَٰشَ لِلَّهِ مَا عَلِمۡنَا عَلَيۡهِ مِن سُوٓءٖۚ ﴿ "mereka berkata, 'Mahasempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan dari padanya'," baik sedikit ataupun banyak. Saat itu, lenyaplah fak-tor penyebab yang menjadi sumber tuduhan. Tidak ada yang tersisa kecuali yang ada pada istri al-Aziz. Maka b e r k a t a l a h ﴾ ٱمۡرَأَتُ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡـَٰٔنَ حَصۡحَصَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "istri al-Aziz, 'Sekarang jelaslah kebenaran itu'," maksudnya, kebenaran itu menjadi terang dan tampak setelah sebelumnya kami melekatkan keburukan dan tuduhan kepadanya yang mengharus-kannya menghuni penjara. ﴾ أَنَا۠ رَٰوَدتُّهُۥ عَن نَّفۡسِهِۦ وَإِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "Akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), dan sesungguh-nya dia termasuk orang-orang yang benar", dalam ucapan-ucapannya dan dalam pembelaannya atas kehormatannya.
(52) ﴾ ذَٰلِكَ ﴿ "Yang demikian itu", pengakuan itu yang menya-takan akulah (wanita itu) orang yang menggoda Yusuf ﴾ لِيَعۡلَمَ أَنِّي لَمۡ أَخُنۡهُ بِٱلۡغَيۡبِ ﴿ "agar dia (al-Aziz) mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak ber-khianat kepadanya di belakangnya", ini mengandung pengertian bahwa yang dimaksud wanita itu ialah suaminya, maksudnya agar suami-ku mengetahui bahwa saat aku mengaku menggoda Yusuf, aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya. Maksudnya, tidak terjadi padaku suatu tindakan melainkan hanya menggoda semata. Aku tidak menodai ranjangnya. Bisa juga mengandung pengertian agar Yusuf mengetahui (saat aku mengakui bahwa akulah yang menggodanya dan dia adalah orang yang jujur), bahwa aku belum berkhianat kepada suamiku saat tidak bersamaku. ﴾ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي كَيۡدَ ٱلۡخَآئِنِينَ ﴿ "Dan bahwasanya Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang ber-khianat", karena setiap orang yang berkhianat, perbuatan khianat dan tipu dayanya kembali kepada dirinya sendiri saja dan pasti jati dirinya akan terungkap.
(53) Tatkala pernyataan semacam ini mencerminkan sejenis tazkiyah (penyucian) pada dirinya, maka ia segera melanjutkan de-ngan penuturan, ﴾ وَمَآ أُبَرِّئُ نَفۡسِيٓۚ ﴿ "Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan)", dari tindakan menggoda, pemusatan pikiran, semangat kuat dan mengupayakan tipu daya untuk merealisasikannya, ﴾ إِنَّ ٱلنَّفۡسَ لَأَمَّارَةُۢ بِٱلسُّوٓءِ ﴿ "karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada ke-jahatan", maksudnya sering sekali memerintahkan pemiliknya untuk berbuat kejelekan yakni perbuatan keji dan segala dosa. Sesungguh-nya jiwa merupakan kendaraan tunggangan setan. Dari situlah setan menyusup kepada manusia ﴾ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيٓۚ ﴿ "kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Rabbku", sehingga Dia menyelamatkannya dari jiwanya yang selalu memerintahkan kepada kejelekan maka jiwanya menjadi jiwa yang merasa tenang dengan Rabbnya, patuh terhadap penyeru hidayah, enggan terhadap penyeru kenistaan. Kebaikan ini bukan berasal dari jiwa itu sendiri, tetapi merupakan curahan keutamaan dan rahmat Allah kepada hambaNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي غَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang", mak-sudnya, Dia Maha Pengampun bagi orang yang telah nekat berani melakukan dosa-dosa dan maksiat-maksiat jika ia sudi bertaubat dan kembali kepada Allah. Dia Maha Kasih dengan menerima tau-batnya dan memberikan taufikNya (kemudahan) untuk melakukan amalan-amalan shalih. Jadi, inilah yang benar, bahwa pernyataan tersebut merupa-kan ucapan istri al-Aziz, bukan ucapan Yusuf. Karena susunan redaksinya masuk ke dalam substansi arah pembicaraan si wanita, sementara itu, Yusuf belum muncul, dia masih berada di bui.
(54) Ketika Sang Raja dan orang-orang yakin dengan kesuci-an Yusuf sepenuhnya, maka dia mengirim utusan untuk membawa Yusuf. Dia berkata, ﴾ ٱئۡتُونِي بِهِۦٓ أَسۡتَخۡلِصۡهُ لِنَفۡسِيۖ ﴿ "Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilihnya sebagai orang yang khusus bagi diriku", maksudnya aku ingin menjadikannya orang khusus bagiku dan orang dekat bagiku. Lalu mereka membawa Yusuf dengan penuh pemuliaan dan penghormatan. ﴾ فَلَمَّا كَلَّمَهُۥ ﴿ "Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengannya", ungkapannya sangat membuatnya terpukau dan me-ninggalkan kesan baik pada diri raja, maka dia berkata, ﴾ إِنَّكَ ٱلۡيَوۡمَ لَدَيۡنَا ﴿ "Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini pada sisi kami" maksudnya di dekat kami ﴾ مَكِينٌ أَمِينٞ ﴿ "menjadi orang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi kami", yakni berkuasa dan dipercaya memegang rahasia-rahasia.
(55) Maka Yusuf berkata dalam rangka meminta (keduduk-an) untuk kemaslahatan umum, ﴾ ٱجۡعَلۡنِي عَلَىٰ خَزَآئِنِ ٱلۡأَرۡضِۖ ﴿ "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir)", perbendaharaan hasil-hasil bumi dan panenannya sebagai pemegang wewenang, penjaga dan pengatur ﴾ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٞ ﴿ "sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan", maksudnya saya akan memelihara (tanggung jawab urusan) yang saya tangani, sehingga tidak ada sesuatu yang hilang pada selain posnya, dan meneliti secara seksama barang yang masuk maupun keluar, mengetahui teknik pengaturan, pendistri-busian, penahanan (barang) dan segala jenis pengelolaan. Hal itu bukanlah bentuk ketamakan terhadap jabatan dari Yusuf. Itu hanya-lah kehendak beliau untuk menciptakan kemanfaatan kepentingan umum. Beliau mengetahui kapasitas diri sendiri berupa kecakapan, sifat amanah dan penjagaan yang belum mereka mengerti. Oleh karena itu, beliau meminta Raja agar mendudukkannya sebagai bendaharawan negara. Maka Raja mendaulat beliau sebagai benda-harawan negara dan menyerahkan urusan itu kepada beliau.
(56-57) Allah تعالى berfirman, ﴾ وَكَذَٰلِكَ ﴿ "Dan demikianlah", de-ngan faktor-faktor dan pendahuluan yang sudah berlalu,﴾ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِي ٱلۡأَرۡضِ يَتَبَوَّأُ مِنۡهَا حَيۡثُ يَشَآءُۚ ﴿ "Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju ke mana saja dia kehendaki di bumi Mesir ini", dalam gaya hidup yang enak, kenikmatan yang luas dan jabatan yang terhormat. ﴾ نُصِيبُ بِرَحۡمَتِنَا مَن نَّشَآءُۖ ﴿ "Kami melimpah-kan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki", maksudnya ini merupakan bagian dari rahmat Allah bagi Yusuf yang Allah curah-kan kepada beliau dan sudah ditetapkan bagi beliau. Tidak hanya terbatas pada kenikmatan duniawi semata. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. Dan Yusuf sendiri termasuk dari kalangan pembesar orang-orang yang berbuat baik. Di dunia beliau meraih kebaikan dan di akhirat beliau menerima kebaikan. Karena itu, Allah berfirman, ﴾ وَلَأَجۡرُ ٱلۡأٓخِرَةِ خَيۡرٞ ﴿ "Dan sungguh pahala di akhirat itu lebih baik", daripada pahala dunia ﴾ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ ﴿ "bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa", yaitu bagi orang yang telah memadukan antara ketakwaan dan keimanan. Dengan ketakwaan, perkara-perkara yang diharamkan yang beru-pa dosa-dosa besar dan kecil ditinggalkan. Dan dengan keimanan yang sempurna, muncul pembenaran hati terhadap perintah Allah dan mengimaninya, yang akan diikuti oleh amalan-amalan hati dan amalan-amalan anggota tubuh lainnya, berupa ibadah-ibadah yang wajib maupun sunnah. 9
Maksudnya, manakala Yusuf عليه السلام memegang pengaturan per-bendaharaan hasil bumi, maka beliau mengelolanya dengan cara yang terbaik. Lalu beliau menanam tanaman dalam jumlah yang sangat besar di seluruh tanah Mesir sepanjang tahun yang subur, dan membuat tempat-tempat gudang besar untuk menampungnya serta berhasil memunguti (bahan) makanan dalam jumlah besar. Dia menjaga dan menelitinya dengan ketat sekali. Ketika musim-musim kering telah tiba, dan masa paceklik berjalan bahkan sam-pai menerjang Palestina yang menjadi tempat tinggal Ya'qub dan anak-anaknya, maka Ya'qub mengutus anak-anaknya untuk meng-ambil persediaan bahan makanan dari Mesir.
12:58–68Page 242
وَجَآءَ إِخۡوَةُ يُوسُفَ فَدَخَلُواْ عَلَيۡهِ فَعَرَفَهُمۡ وَهُمۡ لَهُۥ مُنكِرُونَ ٥٨
And the brothers of Joseph came [seeking food], and they entered upon him; and he recognized them, but he was to them unknown.1
وَلَمَّا جَهَّزَهُم بِجَهَازِهِمۡ قَالَ ٱئۡتُونِي بِأَخٖ لَّكُم مِّنۡ أَبِيكُمۡۚ أَلَا تَرَوۡنَ أَنِّيٓ أُوفِي ٱلۡكَيۡلَ وَأَنَا۠ خَيۡرُ ٱلۡمُنزِلِينَ ٥٩
And when he had furnished them with their supplies, he said, "Bring me a brother of yours from your father.1 Do you not see that I give full measure and that I am the best of accommodators?
فَإِن لَّمۡ تَأۡتُونِي بِهِۦ فَلَا كَيۡلَ لَكُمۡ عِندِي وَلَا تَقۡرَبُونِ ٦٠
But if you do not bring him to me, no measure will there be [hereafter] for you from me, nor will you approach me."
قَالُواْ سَنُرَٰوِدُ عَنۡهُ أَبَاهُ وَإِنَّا لَفَٰعِلُونَ ٦١
They said, "We will attempt to dissuade his father from [keeping] him, and indeed, we will do [it]."
وَقَالَ لِفِتۡيَٰنِهِ ٱجۡعَلُواْ بِضَٰعَتَهُمۡ فِي رِحَالِهِمۡ لَعَلَّهُمۡ يَعۡرِفُونَهَآ إِذَا ٱنقَلَبُوٓاْ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِمۡ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ٦٢
And [Joseph] said to his servants, "Put their merchandise1 into their saddlebags so they might recognize it when they have gone back to their people that perhaps they will [again] return."
فَلَمَّا رَجَعُوٓاْ إِلَىٰٓ أَبِيهِمۡ قَالُواْ يَٰٓأَبَانَا مُنِعَ مِنَّا ٱلۡكَيۡلُ فَأَرۡسِلۡ مَعَنَآ أَخَانَا نَكۡتَلۡ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ ٦٣
So when they returned to their father, they said, "O our father, [further] measure has been denied to us, so send with us our brother [that] we will be given measure. And indeed, we will be his guardians."
قَالَ هَلۡ ءَامَنُكُمۡ عَلَيۡهِ إِلَّا كَمَآ أَمِنتُكُمۡ عَلَىٰٓ أَخِيهِ مِن قَبۡلُ فَٱللَّهُ خَيۡرٌ حَٰفِظٗاۖ وَهُوَ أَرۡحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ ٦٤
He said, "Should I entrust you with him except [under coercion] as I entrusted you with his brother before? But Allāh is the best guardian, and He is the most merciful of the merciful."
وَلَمَّا فَتَحُواْ مَتَٰعَهُمۡ وَجَدُواْ بِضَٰعَتَهُمۡ رُدَّتۡ إِلَيۡهِمۡۖ قَالُواْ يَٰٓأَبَانَا مَا نَبۡغِيۖ هَٰذِهِۦ بِضَٰعَتُنَا رُدَّتۡ إِلَيۡنَاۖ وَنَمِيرُ أَهۡلَنَا وَنَحۡفَظُ أَخَانَا وَنَزۡدَادُ كَيۡلَ بَعِيرٖۖ ذَٰلِكَ كَيۡلٞ يَسِيرٞ ٦٥
And when they opened their baggage, they found their merchandise returned to them. They said, "O our father, what [more] could we desire? This is our merchandise returned to us. And we will obtain supplies [i.e., food] for our family and protect our brother and obtain an increase of a camel's load; that is an easy measurement."1
قَالَ لَنۡ أُرۡسِلَهُۥ مَعَكُمۡ حَتَّىٰ تُؤۡتُونِ مَوۡثِقٗا مِّنَ ٱللَّهِ لَتَأۡتُنَّنِي بِهِۦٓ إِلَّآ أَن يُحَاطَ بِكُمۡۖ فَلَمَّآ ءَاتَوۡهُ مَوۡثِقَهُمۡ قَالَ ٱللَّهُ عَلَىٰ مَا نَقُولُ وَكِيلٞ ٦٦
[Jacob] said, "Never will I send him with you until you give me a promise [i.e., oath] by Allāh that you will bring him [back] to me, unless you should be surrounded [i.e., overcome by enemies]." And when they had given their promise, he said, "Allāh, over what we say, is Entrusted."1
وَقَالَ يَٰبَنِيَّ لَا تَدۡخُلُواْ مِنۢ بَابٖ وَٰحِدٖ وَٱدۡخُلُواْ مِنۡ أَبۡوَٰبٖ مُّتَفَرِّقَةٖۖ وَمَآ أُغۡنِي عَنكُم مِّنَ ٱللَّهِ مِن شَيۡءٍۖ إِنِ ٱلۡحُكۡمُ إِلَّا لِلَّهِۖ عَلَيۡهِ تَوَكَّلۡتُۖ وَعَلَيۡهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُتَوَكِّلُونَ ٦٧
And he said, "O my sons, do not enter from one gate but enter from different gates; and I cannot avail you against [the decree of] Allāh at all. The decision is only for Allāh; upon Him I have relied, and upon Him let those who would rely [indeed] rely."
وَلَمَّا دَخَلُواْ مِنۡ حَيۡثُ أَمَرَهُمۡ أَبُوهُم مَّا كَانَ يُغۡنِي عَنۡهُم مِّنَ ٱللَّهِ مِن شَيۡءٍ إِلَّا حَاجَةٗ فِي نَفۡسِ يَعۡقُوبَ قَضَىٰهَاۚ وَإِنَّهُۥ لَذُو عِلۡمٖ لِّمَا عَلَّمۡنَٰهُ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ٦٨
And when they entered from where their father had ordered them, it did not avail them against Allāh at all except [it was] a need [i.e., concern] within the soul of Jacob, which he satisfied. And indeed, he was a possessor of knowledge because of what We had taught him, but most of the people do not know.
"Dan saudara-saudara Yusuf datang (ke Mesir) lalu mereka ke (tempat)nya. Maka Yusuf mengenal mereka, sedang mereka tidak kenal (lagi) kepadanya. Dan tatkala Yusuf menyiapkan untuk mereka bahan makanannya, dia berkata, 'Bawalah kepadaku sau-daramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin), tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan sukatan (takaran) dan aku adalah sebaik-baik penerima tamu. Jika kamu tidak membawanya kepadaku, maka kamu tidak akan mendapatkan sukatan lagi dariku dan jangan kamu mendekatiku.' Mereka berkata, 'Kami akan mem-bujuk ayahnya untuk membawanya (ke mari) dan sesungguhnya kami benar-benar akan melaksanakannya.' Yusuf berkata kepada pelayan-pelayannya, 'Masukkanlah barang-barang (penukar kepu-nyaan mereka) ke dalam karung-karung mereka, supaya mereka mengetahuinya apabila mereka telah kembali kepada keluarganya, mudah-mudahan mereka kembali lagi.' Maka tatkala mereka telah kembali kepada ayah mereka (Ya'qub) maka mereka berkata, 'Wa-hai ayah kami, kami tidak akan mendapat sukatan (gandum) lagi, (jika tidak membawa saudara kami), sebab itu biarkanlah saudara kami pergi bersama-sama kami supaya kami mendapat sukatan, dan sesungguhnya kami benar-benar akan menjaganya.' Ya'qub ber-kata, 'Bagaimana (mungkin) aku akan mempercayakannya (Bunya-min) kepadamu, melainkan sebagaimana aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu.' Maka Allah adalah se-baik-baik Penjaga, dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para Penyayang. Tatkala mereka membuka barang-barangnya, maka mereka menemukan kembali barang-barang (penukaran) mereka, dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata, 'Wahai ayah kami, apalagi yang kita inginkan. Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita, dan kami akan dapat memberi makan keluarga kami, dan kami akan dapat memelihara saudara kami, dan kami akan mendapat tambahan sukatan (gandum) seberat beban seekor unta. Itu adalah sukatan yang mudah (bagi raja Mesir).' Ya'qub berkata, 'Aku sekali-kali tidak akan melepaskannya (pergi) bersama-sama kamu, sehingga kamu memberikan kepadaku janji yang teguh atas Nama Allah, bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu dikepung musuh.' Tatkala mereka mem-berikan janji mereka, maka Ya'qub berkata, 'Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan (ini).' Dan Ya'qub berkata, 'Hai anak-anakku, janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lainan; namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikit pun dari (takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepadaNyalah aku bertawakal dan hendak-lah kepadaNya saja orang-orang yang bertawakal berserah diri.' Dan tatkala mereka masuk menurut yang diperintahkan ayah me-reka, maka (cara yang mereka lakukan itu) tiadalah melepaskan mereka sedikit pun dari takdir Allah, akan tetapi itu hanya suatu keinginan pada diri Ya'qub yang telah ditetapkannya. Dan sesung-guhnya dia mempunyai pengetahuan karena Kami telah mengajar-kan kepadanya. Akan tetapi, kebanyakan manusia tiada mengeta-hui." (Yusuf: 58-68).
(58) Maka datanglah ﴾ إِخۡوَةُ يُوسُفَ فَدَخَلُواْ عَلَيۡهِ فَعَرَفَهُمۡ وَهُمۡ لَهُۥ مُنكِرُونَ ﴿ "sau-dara-saudara Yusuf (ke Mesir) lalu mereka ke (tempat)nya. Maka Yusuf mengenal mereka, sedang mereka tidak kenal (lagi) kepadanya," maksud-nya, mereka tidak mengenalinya.
(59) ﴾ وَلَمَّا جَهَّزَهُم بِجَهَازِهِمۡ ﴿ "Dan tatkala Yusuf menyiapkan untuk me-reka bahan makanannya", maksudnya dia menakar jumlah makanan bagi mereka seperti yang dia lakukan untuk orang lain. Termasuk dari kebijakannya, tidak memberi takaran makanan bagi setiap orang melebihi beban yang diangkut seekor unta. Sebelumnya, dia telah menanyakan tentang kondisi mereka. Maka, mereka itu (saudara-saudaranya) memberitahukan kepadanya bahwa mereka memiliki seorang saudara lagi bersama ayahnya, yaitu Bunyamin. Maka dia berkata, ﴾ ٱئۡتُونِي بِأَخٖ لَّكُم مِّنۡ أَبِيكُمۡۚ ﴿ "Bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin)", lalu dia membujuk mereka untuk membawanya. Dia berkata, ﴾ أَلَا تَرَوۡنَ أَنِّيٓ أُوفِي ٱلۡكَيۡلَ وَأَنَا۠ خَيۡرُ ٱلۡمُنزِلِينَ ﴿ "tidak-kah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan sukatan, dan aku adalah sebaik-baik penerima tamu", dalam masalah perjamuan tamu dan pemuliaan baginya.
(60) Kemudian dia memperingatkan mereka jika tidak mem-bawanya bersama dengan berkata, ﴾ فَإِن لَّمۡ تَأۡتُونِي بِهِۦ فَلَا كَيۡلَ لَكُمۡ عِندِي وَلَا تَقۡرَبُونِ ﴿ "Jika kamu tidak membawanya kepadaku, maka kamu tidak akan menda-patkan sukatan lagi dari padaku dan jangan kamu mendekatiku", ucapan itu (dia lontarkan) karena dia tahu mereka akan terpaksa menda-tangkannya ke hadapan Yusuf dan akan mendorong mereka untuk membawanya.
(61) Mereka berkata, ﴾ سَنُرَٰوِدُ عَنۡهُ أَبَاهُ ﴿ "Kami akan membujuk ayah-nya untuk membawanya (ke mari)", ini menunjukkan bahwa Ya`qub عليه السلام sangat mencintainya, tidak tahan jauh darinya. Beliau meng-hibur diri dengan Bunyamin setelah Yusuf (tidak ada lagi). Oleh karena itu, membutuhkan proses pendekatan untuk membawanya bersama mereka ﴾ وَإِنَّا لَفَٰعِلُونَ ﴿ "dan sesungguhnya kami benar-benar akan melaksanakannya", atas perintahmu kepada kami.
(62) ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan dia berkata", yaitu Yusuf ﴾ لِفِتۡيَٰنِهِ ﴿ "kepada pe-layan-pelayannya", yang membantu pelayanannya, ﴾ ٱجۡعَلُواْ بِضَٰعَتَهُمۡ ﴿ "Ma-sukkanlah barang-barang (penukar kepunyaan mereka)", alat penukar mereka untuk membeli bahan makanan dari Yusuf ﴾ فِي رِحَالِهِمۡ لَعَلَّهُمۡ يَعۡرِفُونَهَآ ﴿ "ke dalam karung-karung mereka, supaya mereka mengetahuinya", mak-sudnya mengetahui barang-barang kepunyaan mereka, ketika me-reka melihatnya nanti di dalam karung-karung mereka ﴾ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ﴿ "mudah-mudahan mereka kembali lagi." Disebabkan ketidaknyamanan perasaan pada diri mereka untuk mengambilnya setelah mendengar apa yang dikatakan Yusuf. Tampaknya, Yusuf ingin memotivasi mereka untuk mendapatkan kebaikan dari Yusuf bagi mereka de-ngan cara memberi sukatan yang penuh disertai mengembalikan barang-barang mereka dengan cara yang tidak dapat dijangkau oleh kepekaan mereka dan tanpa mereka sadari apa yang terjadi nanti-nya. Sesungguhnya sikap baik mengharuskan seseorang untuk memenuhi janji kepada orang yang telah berbuat baik kepadanya.
(63) ﴾ فَلَمَّا رَجَعُوٓاْ إِلَىٰٓ أَبِيهِمۡ قَالُواْ يَٰٓأَبَانَا مُنِعَ مِنَّا ٱلۡكَيۡلُ ﴿ "Maka tatkala mereka telah kembali kepada ayah mereka (Ya'qub), mereka berkata, 'Wahai ayah kami, kami tidak akan mendapat sukatan (gandum) lagi'," jika kamu tidak mengutus saudara kami bersama kami ﴾ فَأَرۡسِلۡ مَعَنَآ أَخَانَا نَكۡتَلۡ ﴿ "sebab itu biarkanlah saudara kami pergi bersama-sama kami supaya kami mendapat sukatan", maksudnya agar hal itu menjadi penyebab kita mendapatkan sukatan lagi, kemudian mereka akan benar-benar menjaganya. Mereka berkata, ﴾ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ ﴿ "dan sesungguhnya kami benar-benar akan menjaganya", dari hal-hal buruk yang mengancamnya.
(64) ﴾ قَالَ ﴿ "Dia berkata", yakni Ya'qub عليه السلام berkata kepada mereka ﴾ هَلۡ ءَامَنُكُمۡ عَلَيۡهِ إِلَّا كَمَآ أَمِنتُكُمۡ عَلَىٰٓ أَخِيهِ مِن قَبۡلُ ﴿ "Bagaimana (mungkin) aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, melainkan sebagai-mana aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu", maksudnya sebelumnya, kalian telah bersumpah pada diri sendiri dengan penegasan yang lebih daripada ini untuk menjaga Yusuf, namun demikian kalian tidak menepati janji (penegasan melindungi Yusuf) yang kalian canangkan. Saya sudah tidak percaya lagi de-ngan janji dan perlindungan kalian. Saya hanya percaya dengan Allah تعالى saja. ﴾ فَٱللَّهُ خَيۡرٌ حَٰفِظٗاۖ وَهُوَ أَرۡحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ ﴿ "Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga, dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang", maksudnya Dia mengetahui kondisiku dan aku berharap agar Dia merahmatiku sehingga menjaga Bunyamin dan memulangkannya kepadaku. Seakan-akan dalam ungkapan ini, hati beliau sudah lunak untuk melepas kepergian Bunyamin bersama mereka
(65) Kemudian mereka itu ﴾ وَلَمَّا فَتَحُواْ مَتَٰعَهُمۡ وَجَدُواْ بِضَٰعَتَهُمۡ رُدَّتۡ إِلَيۡهِمۡۖ ﴿ "Tatkala mereka membuka barang-barangnya, mereka menemukan kem-bali barang-barang (penukaran) mereka, dikembalikan kepada mereka", ini merupakan bukti petunjuk bahwa telah diketahui oleh mereka bahwa Yusuf mengembalikan barang-barang itu dengan sengaja, ia ingin mereka tetap memilikinya. Maka mereka berkata kepada sang ayah untuk mendorongnya agar melepaskan saudara mereka bersama mereka, ﴾ يَٰٓأَبَانَا مَا نَبۡغِيۖ ﴿ "Wahai ayah kami apalagi yang kita ingin-kan", apa yang ingin kita cari-cari lagi setelah penyambutan yang baik ini dengan cara menyempurnakan sukatan bagi kita dan me-ngembalikan barang-barang kita dalam bentuk yang (baik semacam ini) yang mengandung makna keikhlasan dan keluruhan budi? ﴾ هَٰذِهِۦ بِضَٰعَتُنَا رُدَّتۡ إِلَيۡنَاۖ وَنَمِيرُ أَهۡلَنَا ﴿ "Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita, dan kami akan dapat memberi makan keluarga kami", maksudnya jika kami pergi bersama saudara kami ini, maka itu akan menjadi penyebab Yusuf memberi sukatan kepada kita sehingga kita bisa memberi makan kepada keluarga kita dan dapat membawakan kepada mereka bahan makanan yang mereka butuhkan. ﴾ وَنَحۡفَظُ أَخَانَا وَنَزۡدَادُ كَيۡلَ بَعِيرٖۖ ﴿ "Dan kami akan dapat memelihara saudara kami, dan kami akan mendapat tambahan sukatan (gandum) seberat beban seekor unta", lantaran mengirimkan saudara kami bersama kami, karena Yusuf memberi takaran setiap orang seberat pikulan yang dibawa oleh unta. ﴾ ذَٰلِكَ كَيۡلٞ يَسِيرٞ ﴿ "Itu adalah sukatan yang mudah (bagi raja Mesir)", dan tidak mengakibatkan bahaya pada dirimu. Karena masa per-jalanan tidak lama, sementara itu kemaslahatan (yang akan diraih) sudah sangat jelas.
(66) Ya'qub berkata kepada mereka, ﴾ لَنۡ أُرۡسِلَهُۥ مَعَكُمۡ حَتَّىٰ تُؤۡتُونِ مَوۡثِقٗا مِّنَ ٱللَّهِ ﴿ "Aku sekali-kali tidak akan melepaskannya (pergi) bersama-sama kamu, sehingga kamu memberikan kepadaku janji yang teguh atas Nama Allah", yaitu janji kuat, kalian bersumpah atas nama Allah ﴾ لَتَأۡتُنَّنِي بِهِۦٓ إِلَّآ أَن يُحَاطَ بِكُمۡۖ ﴿ "bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu dikepung musuh", maksudnya kecuali kalian ditimpa masalah yang kalian tidak dapat menghadapinya dan tidak berdaya untuk menyingkirkannya, ﴾ فَلَمَّآ ءَاتَوۡهُ مَوۡثِقَهُمۡ ﴿ "Tatkala mereka memberikan janji mereka", terhadap yang beliau ucapkan dan inginkan, ﴾ قَالَ ٱللَّهُ عَلَىٰ مَا نَقُولُ وَكِيلٞ ﴿ "maka Ya'qub berkata, 'Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan (ini)'." PersaksianNya atas diri kita dan penjagaan serta pemeliharaanNya sudah cukup bagi kami.
(67) Kemudian ketika Ya'qub melepaskan Bunyamin ber-sama mereka, beliau berpesan kepada mereka, jika akan memasuki negeri Mesir hendaknya mereka tidak memasukinya ﴾ مِنۢ بَابٖ وَٰحِدٖ وَٱدۡخُلُواْ مِنۡ أَبۡوَٰبٖ مُّتَفَرِّقَةٖۖ ﴿ "dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lainan", hal tersebut karena beliau mengkhawa-tirkan adanya (seseorang yang mengidap penyakit) 'ain (hasad), lantaran jumlah mereka banyak dan penampilan mereka yang meng-undang perhatian, karena mereka merupakan putra-putra milik se-orang lelaki saja. Inilah sebab (keluarnya wasiat tersebut). (وَ) "Dan", apabila tidak demikian ﴾ م َ آ أُغۡنِي عَنكُم مِّنَ ٱللَّهِ ﴿ "aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikit pun dari (takdir) Allah", sedikit pun. Apa saja yang telah ditakdirkan pasti akan terjadi ﴾ إِنِ ٱلۡحُكۡمُ إِلَّا لِلَّهِۖ ﴿ "keputusan menetap-kan (sesuatu) hanyalah hak Allah", keputusan itu adalah keputusan-Nya dan perintah itu adalah perintahNya. Apa saja yang telah di-putuskan dan ditetapkan pasti akan terjadi ﴾ عَلَيۡهِ تَوَكَّلۡتُۖ ﴿ "kepadaNya-lah aku bertawakal", aku bergantung kepada Allah, tidak bertumpu pada faktor sebab pesanku kepada kalian ﴾ وَعَلَيۡهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُتَوَكِّلُونَ ﴿ "dan hendaklah kepadaNya saja orang-orang yang bertawakal berserah diri", karena dengan tawakal, sasaran-sasaran yang baik akan terwujud, dan kejadian-kejadian yang menakutkan akan menyingkir.
(68) ﴾ وَلَمَّا ﴿ "Dan tatkala", mereka pergi dan ﴾ دَخَلُواْ مِنۡ حَيۡثُ أَمَرَهُمۡ أَبُوهُم مَّا كَانَ ﴿ "masuk menurut yang diperintahkan ayah mereka, maka itu" yaitu cara yang mereka tempuh itu, ﴾ يُغۡنِي عَنۡهُم مِّنَ ٱللَّهِ مِن شَيۡءٍ إِلَّا حَاجَةٗ فِي نَفۡسِ يَعۡقُوبَ قَضَىٰهَاۚ ﴿ "tiadalah melepaskan mereka sedikit pun dari takdir Allah, akan tetapi itu hanya suatu keinginan pada diri Ya'qub yang telah dite-tapkannya", itu merupakan dorongan rasa sayang dan cinta kepada anak-anaknya. Dengan itu, telah tercapai unsur ketentraman hati padanya dan menuntaskan apa yang ada di pikiran beliau. Pesan tersebut bukan karena kedangkalan ilmu beliau. Karena, beliau adalah salah seorang rasul yang mulia, dan orang alim yang rabbani. Karena itu, Allah berbicara tentang beliau, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَذُو عِلۡمٖ ﴿ "Dan sesung-guhnya dia mempunyai pengetahuan", maksudnya benar-benar me-miliki ilmu yang agung ﴾ لِّمَا عَلَّمۡنَٰهُ ﴿ "karena Kami telah mengajarkan kepadanya", karena Kami mengajarkan ilmu kepadanya, bukan atas daya dan kekuatannya sendiri sehingga berhasil mengetahuinya. Akan tetapi, dengan karunia dan pengajaran Allah (baginya) ﴾ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "akan tetapi, kebanyakan manusia tiada mengetahui", muara-muara permasalahan dan urusan-urusan yang pelik. Demi-kian juga para ahli ilmu, di antara mereka samar terhadap berbagai ilmu, hukum, dan pelengkapnya.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences