As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
يوسف
Yusuf
Joseph · Meccan · 111 ayahs
12:1–3Page 235
الٓرۚ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡمُبِينِ ١
Alif, Lām, Rā.1 These are the verses of the clear Book.
إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ قُرۡءَٰنًا عَرَبِيّٗا لَّعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ ٢
Indeed, We have sent it down as an Arabic Qur’ān1 that you might understand.
نَحۡنُ نَقُصُّ عَلَيۡكَ أَحۡسَنَ ٱلۡقَصَصِ بِمَآ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ وَإِن كُنتَ مِن قَبۡلِهِۦ لَمِنَ ٱلۡغَٰفِلِينَ ٣
We relate to you, [O Muḥammad], the best of stories in what We have revealed to you of this Qur’ān although you were, before it, among the unaware.
"Alif, lam, ra. Ini adalah ayat-ayat Kitab (al-Qur`an) yang nyata (dari Allah). Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa al-Qur`an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewah-yukan al-Qur`an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui." (Yusuf: 1-3).
Makkiyah
(1) Allah تعالى mengabarkan bahwa ayat-ayat al-Qur`an a d a l a h ﴾ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡمُبِينِ ﴿ "ayat-ayat Kitab (al-Qur`an) yang nyata" (dari Allah). Maksudnya ayat yang jelas lagi terang, lafazh dan makna-maknanya.
(2) Di antara aspek kejelasan dan terangnya, Allah menurun-kannya dengan bahasa Arab, bahasa yang paling mulia dan fasih, ia (al-Qur`an) menerangkan segala hal yang dibutuhkan oleh manu-sia yang berupa fakta-fakta yang bermanfaat. Seluruh segi kejelasan dan terangnya al-Qur`an ini tujuannya ﴾ لَّعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ ﴿ "agar kamu me-mahaminya", supaya kalian memahami batasan-batasan Allah, ma-salah-masalah yang prinsip ataupun cabang-cabangnya, perintah-perintah dan larangan-laranganNya. Apabila kalian sudah mema-haminya dengan dasar keyakinan, dan hati-hati kalian menguasai pengetahuan tentangnya, maka hal itu akan membuahkan amalan anggota tubuh dan ketundukan hati kepadaNya. Dan ﴾ لَّعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ ﴿ "agar kamu memahaminya", agar akal-akal kalian bertambah matang melalui pengulangan makna-makna yang mulia lagi luhur pada benak-benak kalian. Hingga kalian akan berada dalam perubahan dari suatu kondisi kepada kondisi-kondisi lainnya, yang lebih tinggi dan sempurna.
(3) ﴾ نَحۡنُ نَقُصُّ عَلَيۡكَ أَحۡسَنَ ٱلۡقَصَصِ ﴿ "Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik", ditinjau dari keotentikannya dan pengungkapan-nya yang mengalir dengan halus dan keelokan makna-maknanya ﴾ بِمَآ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ ﴿ "dengan mewahyukan al-Qur`an ini kepadamu", dengan kandungan yang dicakup oleh al-Qur`an yang Kami wahyu-kan kepadamu dan Kami telah memuliakan dirimu di atas segenap para nabi. Ini merupakan anugerah murni dan limpahan kebaikan dari Allah. ﴾ وَإِن كُنتَ مِن قَبۡلِهِۦ لَمِنَ ٱلۡغَٰفِلِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu se-belum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui", engkau tidak tahu apakah al-Kitab itu, dan apakah hakikat keimanan itu, sebelum Allah mewahyukan (wahyu) kepada-mu. Namun Kami menjadikannya sebagai lentera cahaya. Dengan itu, Kami memberi hidayah kepada orang yang Kami kehendaki dari hamba-hamba Kami. Ketika Dia memuji kandungan kisah yang ada pada al-Qur`an, yang merupakan kisah terbaik secara mutlak, maka tidak ada satu kisah pun dalam kitab-kitab (lain) yang sebanding tingkatannya de-ngan kisah al-Qur`an ini, maka Allah mengetengahkan kisah Nabi Yusuf dan ayah serta saudara-saudaranya, yang merupakan sebuah kisah yang menakjubkan. Allah berfirman,
Ketahuilah bahwasanya Allah menyebutkan bahwa Dia men-ceritakan kisah terbaik dalam al-Qur`an kepada RasulNya. Kemu-dian, Dia menyampaikan kisah ini dan memaparkannya disertai uraian peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalamnya. Sehingga bisa dimengerti bahwa kisah itu merupakan kisah yang sempurna, leng-kap lagi baik. Maka barangsiapa yang ingin menyempurnakannya atau membaguskannya dengan riwayat-riwayat Israiliyat yang tidak jelas sanad atau perawinya, yang pada umumnya merupakan kedus-taan, berarti ia telah berupaya mengetengahkan koreksian terhadap Allah, ia ingin menyempurnakan suatu bagian darinya yang dia klaim memiliki kekurangan. Cukuplah buat Anda untuk berhenti pada batas ini sebagai suatu kejelekan, karena tambahan-tambahan pada detail cerita surat tersebut telah menyesaki kitab-kitab tafsir, berupa kedustaan-kedustaan dan perkara-perkara menjijikkan yang banyak bertentangan dengan sesuatu yang difirmankan Allah تعالى. Maka kewajiban seorang hamba adalah untuk memahami apa yang telah diceritakan oleh Allah dan menyingkirkan penjelasan lainnya, yang bukan berupa nukilan yang berasal dari Nabi.
12:4–6Page 235
إِذۡ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَٰٓأَبَتِ إِنِّي رَأَيۡتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوۡكَبٗا وَٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ رَأَيۡتُهُمۡ لِي سَٰجِدِينَ ٤
[Of these stories mention] when Joseph said to his father,1 "O my father, indeed I have seen [in a dream] eleven stars and the sun and the moon; I saw them prostrating to me."
قَالَ يَٰبُنَيَّ لَا تَقۡصُصۡ رُءۡيَاكَ عَلَىٰٓ إِخۡوَتِكَ فَيَكِيدُواْ لَكَ كَيۡدًاۖ إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ لِلۡإِنسَٰنِ عَدُوّٞ مُّبِينٞ ٥
He said, "O my son, do not relate your vision to your brothers or they will contrive against you a plan. Indeed Satan, to man, is a manifest enemy.
وَكَذَٰلِكَ يَجۡتَبِيكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِن تَأۡوِيلِ ٱلۡأَحَادِيثِ وَيُتِمُّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ ءَالِ يَعۡقُوبَ كَمَآ أَتَمَّهَا عَلَىٰٓ أَبَوَيۡكَ مِن قَبۡلُ إِبۡرَٰهِيمَ وَإِسۡحَٰقَۚ إِنَّ رَبَّكَ عَلِيمٌ حَكِيمٞ ٦
And thus will your Lord choose you and teach you the interpretation of narratives [i.e., events or dreams] and complete His favor upon you and upon the family of Jacob, as He completed it upon your fathers before, Abraham and Isaac. Indeed, your Lord is Knowing and Wise."
"(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, 'Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas buah bintang, matahari dan bulan; aku melihat semuanya sujud kepadaku.' Ayah-nya berkata, 'Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, sehingga mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. Dan demikianlah Rabbmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan Dia mengajarkan kepadamu sebagian dari ta'bir mimpi-mimpi dan Dia menyempurnakan nikmatNya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmatNya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishaq. Sesungguhnya Rabbmu Maha Me-ngetahui lagi Mahabijaksana'." (Yusuf: 4-6).
(4) Firman Allah تعالى, ﴾ إِذۡ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ ﴿ "(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya", Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim al-Khalil k, ﴾ يَٰٓأَبَتِ إِنِّي رَأَيۡتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوۡكَبٗا وَٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ رَأَيۡتُهُمۡ لِي سَٰجِدِينَ ﴿ "Wahai ayahku, sesung-guhnya aku bermimpi melihat sebelas buah bintang, matahari dan bulan; aku melihat semuanya sujud kepadaku", mimpi inilah yang menjadi permulaan ketinggian martabat yang direngkuh Nabi Yusuf di du-nia dan akhirat. Demikianlah, jika Allah menghendaki sesuatu yang luar biasa, maka Dia akan memberikan peristiwa pendahuluan sebagai sinyal pembuka dan untuk memuluskan prosesnya, serta sebagai tindakan antisipasi terhadap kesulitan-kesulitan yang akan menghadang hambaNya itu serta sebagai bentuk kelembutan dan kebaikan Allah padanya. Ya'qub menakwilkannya dengan penjela-san bahwa matahari adalah ibunya, bulan berarti ayahnya. Sedang-kan bintang-bintang merupakan (cerminan) saudara-saudaranya. Berbagai fase kehidupan akan melewatinya, hingga berujung pada momentum saudara-saudaranya tunduk dan bersujud kepadanya, sebagai cerminan penghormatan dan pengagungan kepadanya. Peristiwa itu tidaklah terjadi melainkan dengan beberapa faktor pendahulu, berupa ketentuan seleksi dan pilihan dari Allah yang jatuh padanya (untuk menjadi Nabi), penyempurnaan nikmatNya baginya dengan ilmu, amal dan kekuasaan di dunia. Karunia itu akan menaungi semua anggota keluarga Ya'qub yang nantinya akan bersujud kepadanya dan menjadi pengikutnya.
(6) Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ وَكَذَٰلِكَ يَجۡتَبِيكَ رَبُّكَ ﴿ "Dan demikianlah Rabbmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi)", maksudnya, menyeleksi dan memilihmu atas dasar sifat-sifat luhur dan perangai bagus yang Allah anugerahkan kepadamu. ﴾ وَيُعَلِّمُكَ مِن تَأۡوِيلِ ٱلۡأَحَادِيثِ ﴿ "Dan Dia mengajarkan kepadamu sebagian dari ta'bir mimpi-mimpi", berupa kemampuan menakwilkan mimpi dan penjelasan tentang kesuda-han di balik berita-berita yang benar seperti kitab-kitab samawi dan lainnya. ﴾ وَيُتِمُّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكَ ﴿ "Dan Dia menyempurnakan nikmatNya kepa-damu", di dunia dan akhirat dengan memberikan karunia kebaikan padamu di dunia dan karunia kebaikan di akhirat,﴾ كَمَآ أَتَمَّهَا عَلَىٰٓ أَبَوَيۡكَ مِن قَبۡلُ إِبۡرَٰهِيمَ وَإِسۡحَٰقَۚ ﴿ "sebagaimana dulu Allah menyempurnakannya (kenikmatan) kepada dua orang ayahmu, Ibrahim dan Ishaq", di mana Allah membe-rikan kenikmatan bagi mereka berdua berupa bermacam-macam kenikmatan yang besar lagi melimpah, bersifat agamis dan duniawi. ﴾ إِنَّ رَبَّكَ عَلِيمٌ حَكِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbmu Maha Mengetahui lagi Maha-bijaksana", maksudnya ilmu Allah meliputi segala sesuatu, termasuk mencakup pula isi hati para manusia, yang berisi kebaikan atau lainnya. Lalu Dia menganugerahi setiap orang sesuai dengan hik-mah dan pujianNya. Sesungguhnya Allah Mahabijaksana, Dia me-letakkan segala sesuatu pada letaknya, dan menempatkannya pada tempatnya masing-masing.
(5) Usai penakwilan mimpi itu (oleh Ya'qub) untuk Yusuf, maka sang ayah berkata kepadanya, ﴾ يَٰبُنَيَّ لَا تَقۡصُصۡ رُءۡيَاكَ عَلَىٰٓ إِخۡوَتِكَ فَيَكِيدُواْ لَكَ كَيۡدًاۖ ﴿ "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, sehingga mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu", yaitu disebabkan dorongan kedengkian mereka kepadamu, lantaran engkau akan menjelma sebagai pemimpin yang mulia atas mereka. ﴾ إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ لِلۡإِنسَٰنِ عَدُوّٞ مُّبِينٞ ﴿ "Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia", ia tidak akan jemu-jemu (mengganggumu) pada malam dan siang hari, dengan sembunyi-sembunyi atau terang-terangan. Menjauhi faktor-faktor yang bisa menyebabkan setan berkuasa atas seorang hamba tentu lebih tepat, maka Yusuf menaati perintah ayahnya, dia tidak memberitahu saudara-saudaranya tentang mim-pinya itu. Ia menyembunyikannya dari hadapan mereka.
12:7–9Page 236
۞ لَّقَدۡ كَانَ فِي يُوسُفَ وَإِخۡوَتِهِۦٓ ءَايَٰتٞ لِّلسَّآئِلِينَ ٧
Certainly were there in Joseph and his brothers signs for those who ask, [such as]
إِذۡ قَالُواْ لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَىٰٓ أَبِينَا مِنَّا وَنَحۡنُ عُصۡبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ ٨
When they said, "Joseph and his brother1 are more beloved to our father than we, while we are a clan. Indeed, our father is in clear error.
ٱقۡتُلُواْ يُوسُفَ أَوِ ٱطۡرَحُوهُ أَرۡضٗا يَخۡلُ لَكُمۡ وَجۡهُ أَبِيكُمۡ وَتَكُونُواْ مِنۢ بَعۡدِهِۦ قَوۡمٗا صَٰلِحِينَ ٩
Kill Joseph or cast him out to [another] land; the countenance [i.e., attention] of your father will [then] be only for you, and you will be after that a righteous people."1
"Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya. (Yaitu) ketika mereka berkata, 'Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita da-ripada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita dalam kekeliruan yang nyata. Bu-nuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah (yang tak dikenal) niscaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik'." (Yusuf: 7-9).
(7) Allah تعالى berfirman, ﴾ لَّقَدۡ كَانَ فِي يُوسُفَ وَإِخۡوَتِهِۦٓ ءَايَٰتٞ ﴿ "Sesungguh-nya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya", maksudnya ada beberapa pelajaran dan bukti atas banyak tuntutan hidup, ﴾ لِّلسَّآئِلِينَ ﴿ "bagi orang-orang yang berta-nya", bagi orang-orang yang menanyakan tentangnya baik melalui tindak-tanduknya yang terbaca maksudnya ataupun melalui bahasa verbal. Orang-orang yang bertanyalah yang akan mendulang man-faat dari ayat-ayat dan pelajaran-pelajaran itu. Sementara orang-orang yang memalingkan diri darinya, maka mereka tidak bisa mengais manfaat dari ayat-ayat dan kisah-kisah serta keterangan-keterangan yang ada.
(8) ﴾ إِذۡ قَالُواْ ﴿ "(Yaitu) ketika mereka berkata", mereka saling berbicara di antara mereka, ﴾ لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ ﴿ "Sesungguhnya Yusuf dan saudara (kandungnya)", Bunyamin, yaitu saudara kandungnya. Kalau tidak demikian, maka mereka semua adalah bersaudara.﴾ أَحَبُّ إِلَىٰٓ أَبِينَا مِنَّا وَنَحۡنُ عُصۡبَةٌ ﴿ "Lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat)", padahal kita adalah satu kelompok (yang kuat). Kenapa ayah lebih mengutamakan mereka berdua atas kita ini dalam cinta dan kasih sayang? ﴾ إِنَّ أَبَانَا لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ ﴿ "Sesungguhnya ayah kita dalam kekeliruan yang nyata", beliau berada dalam kesalahan yang jelas, di mana dia lebih mengutamakan me-reka berdua dibandingkan kami, tanpa alasan logis yang dapat kita lihat dan latar belakang yang bisa kita saksikan.
(9) ﴾ ٱقۡتُلُواْ يُوسُفَ أَوِ ٱطۡرَحُوهُ أَرۡضٗا ﴿ "Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah (yang tak dikenal)." Sembunyikan dia dari (jangkauan) ayahnya di daerah yang jauh, yang tidak mungkin terlihat olehnya di tempat itu. Apabila kalian melaksanakan salah satu dari dua ren-cana ini ﴾ يَخۡلُ لَكُمۡ وَجۡهُ أَبِيكُمۡ ﴿ "niscaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja" tentulah beliau akan mengarahkan konsentrasinya kepada ka-lian dan memberikan perhatian kepada kalian dengan penuh kasih dan cinta. Karena hatinya sedang sibuk dengan Yusuf dengan kesi-bukan yang mengakibatkan beliau tidak meluangkan diri untuk kalian. ﴾ وَتَكُونُواْ مِنۢ بَعۡدِهِۦ ﴿ "Dan sesudah itu hendaknya kalian menjadi", se-sudah perbuatan itu, kalian hendaknya menjadi orang-orang yang shalih, yakni bertaubat kepada Allah dan meminta ampunan ke-padaNya setelah kalian melakukan perbuatan dosa kalian. Maka, berniatlah untuk mencanangkan taubat sebelum terjadinya perbuat-an dosa untuk memudahkan pelaksanaannya dan menghilangkan unsur keburukannya serta supaya bisa saling memberikan motivasi.
12:10Page 236
قَالَ قَآئِلٞ مِّنۡهُمۡ لَا تَقۡتُلُواْ يُوسُفَ وَأَلۡقُوهُ فِي غَيَٰبَتِ ٱلۡجُبِّ يَلۡتَقِطۡهُ بَعۡضُ ٱلسَّيَّارَةِ إِن كُنتُمۡ فَٰعِلِينَ ١٠
Said a speaker among them, "Do not kill Joseph but throw him into the bottom of the well; some travelers will pick him up - if you would do [something]."
"Seorang di antara mereka berkata, 'Janganlah kalian mem-bunuh Yusuf, tetapi masukkanlah dia ke dasar sumur supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir, jika kamu hendak berbuat'." (Yusuf: 10).
(10) ﴾ قَالَ قَآئِلٞ ﴿ "Seorang di antara mereka berkata." Salah seorang saudara Yusuf yang ingin membunuh atau mengasingkannya ber-kata, ﴾ لَا تَقۡتُلُواْ يُوسُفَ ﴿ "Janganlah kalian membunuh Yusuf, " karena pem-bunuhan terhadap dirinya merupakan dosa yang besar dan tindakan yang sangat keji. Sedangkan tujuannya bisa terlaksana dengan men-jauhkan keberadaan Yusuf dari ayahnya tanpa harus membunuh. Usahakan untuk menjauhkannya dengan menceburkannya ﴾ فِي غَيَٰبَتِ ٱلۡجُبِّ ﴿ "di dasar sumur", dan mengancamnya agar tidak memberitahu-kan tentang apa yang mereka lakukan. Tapi (hendaknya mengaku sebagai) budak yang dimiliki seseorang yang melarikan diri (dari kalian) agar (dinyatakan sebagai) anak temuan ﴾ بَعۡضُ ٱلسَّيَّارَةِ ﴿ "oleh beberapa orang musafir", oleh sebagian kafilah yang akan menempuh perjalanan ke tempat yang jauh lalu mereka memeliharanya. Orang yang mengatakan rencana ini adalah orang yang paling bagus ga-gasannya, dan paling bagus hatinya dan paling bertakwa dalam konteks ini. Sebab sebagian kejelekan itu lebih ringan dibanding-kan jenis kejelekan lainnya, dan bahaya yang ringan bisa dijadikan alat untuk menepis bahaya yang lebih berat. Tatkala mereka telah menyetujui pendapat ini, maka:
12:11–14Page 236
قَالُواْ يَٰٓأَبَانَا مَا لَكَ لَا تَأۡمَ۬نَّا عَلَىٰ يُوسُفَ وَإِنَّا لَهُۥ لَنَٰصِحُونَ ١١
They said, "O our father, why do you not entrust us with Joseph while indeed, we are to him sincere counselors?
أَرۡسِلۡهُ مَعَنَا غَدٗا يَرۡتَعۡ وَيَلۡعَبۡ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ ١٢
Send him with us tomorrow that he may eat well and play. And indeed, we will be his guardians."
قَالَ إِنِّي لَيَحۡزُنُنِيٓ أَن تَذۡهَبُواْ بِهِۦ وَأَخَافُ أَن يَأۡكُلَهُ ٱلذِّئۡبُ وَأَنتُمۡ عَنۡهُ غَٰفِلُونَ ١٣
[Jacob] said, "Indeed, it saddens me that you should take him, and I fear that a wolf would eat him while you are of him unaware."
قَالُواْ لَئِنۡ أَكَلَهُ ٱلذِّئۡبُ وَنَحۡنُ عُصۡبَةٌ إِنَّآ إِذٗا لَّخَٰسِرُونَ ١٤
They said, "If a wolf should eat him while we are a [strong] clan, indeed, we would then be losers."
"Mereka berkata, 'Wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang menginginkan kebaikan baginya. Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya.' Ya'qub berkata, 'Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku dan aku khawatir ka-lau-kalau dia dimakan serigala, sedang kamu lengah dari padanya.' Mereka berkata, 'Jika ia benar-benar dimakan serigala, sedang kami golongan (yang kuat), sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang merugi'." (Yusuf: 11-14).
(11) Untuk dapat mewujudkan tujuan, saudara-saudara Yusuf berkata kepada ayahnya, ﴾ يَٰٓأَبَانَا مَا لَكَ لَا تَأۡمَ۬نَّا عَلَىٰ يُوسُفَ وَإِنَّا لَهُۥ لَنَٰصِحُونَ ﴿ "Wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingin-kan kebaikan baginya", maksudnya kenapa ada rasa takut yang me-rasuki hatimu kepada kami atas (keselamatan) Yusuf tanpa sebab dan alasan (yang jelas). Padahal, kami adalah ﴾ لَهُۥ لَنَٰصِحُونَ ﴿ "orang-orang yang menginginkan (kebaikan) baginya", maksudnya kami sayang kepadanya, maka kami menginginkan kebaikan baginya sebagai-mana kami menginginkan kebaikan bagi diri kami. Ini menandakan bahwa Ya'qub عليه السلام tidak membiarkan Yusuf bepergian bersama saudara-saudaranya menuju tempat yang sunyi (lagi jauh) atau tempat serupa lainnya.
(12) Kala mereka sudah mampu menepis tuduhan dari diri mereka yang bisa menghalangi kepergian Yusuf bersama mereka, maka mereka menyampaikan kepada Ya'qub, bahwa di antara ben-tuk kemaslahatan dan hiburan bagi Yusuf yang diinginkan ayahnya terhadap Yusuf adalah mengharuskan beliau memberi izin keper-giannya bersama mereka. Mereka mengatakan, ﴾ أَرۡسِلۡهُ مَعَنَا غَدٗا يَرۡتَعۡ وَيَلۡعَبۡ ﴿ "Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main", untuk bertamasya di tempat yang jauh lagi sunyi dan bergembira. ﴾ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ ﴿ "dan sesungguhnya kami pasti menjaganya." Kami akan memperhatikannya dan melin-dunginya dari gangguan apa pun yang akan menimpanya.
(13) Beliau (Ya'qub) menjawab pernyataan mereka dengan berkata, ﴾ إِنِّي لَيَحۡزُنُنِيٓ أَن تَذۡهَبُواْ بِهِۦ ﴿ "Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku", maksudnya kepergiannya bersama ka-lian saja sudah membuatku bersedih dan memberatkanku. Sebab, aku tidak bisa berpisah darinya kendatipun sejenak saja. Ini adalah faktor yang menghalangi izinku untuk melepasnya. (وَ) "Dan", faktor penghalang kedua, yakni sesungguhnya ﴾ أَخَافُ أَن يَأۡكُلَهُ ٱلذِّئۡبُ وَأَنتُمۡ عَنۡهُ غَٰفِلُونَ ﴿ "aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala, sedang kamu lengah dari padanya", maksudnya aku khawatir saat kalian melalaikannya. Sebab ia masih kanak-kanak, tidak bisa menyelamatkan diri dari serigala.
(14) ﴾ قَالُواْ لَئِنۡ أَكَلَهُ ٱلذِّئۡبُ وَنَحۡنُ عُصۡبَةٌ ﴿ "Mereka berkata, 'Jika ia benar-benar dimakan serigala, sedang kami golongan (yang kuat)', yakni kami terdiri dari sekelompok orang yang sangat antusias untuk menjaga-nya. ﴾ إِنَّآ إِذٗا لَّخَٰسِرُونَ ﴿ "Sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang merugi." Maka tidak ada kebaikan pada kami dan tidak ada manfaat yang masih bisa diharapkan dari diri kami, seandainya dia dimangsa oleh serigala dan berhasil mengalahkan kami untuk menjaganya. Tatkala mereka menyampaikan argumen-argumen kepada ayahnya agar beliau sudi melepaskan kepergiannya dan menghi-langkan faktor-faktor penghambat, maka beliau melepas kepergian Yusuf bersama mereka sebagai hiburan baginya.
12:15–18Page 237
فَلَمَّا ذَهَبُواْ بِهِۦ وَأَجۡمَعُوٓاْ أَن يَجۡعَلُوهُ فِي غَيَٰبَتِ ٱلۡجُبِّۚ وَأَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡهِ لَتُنَبِّئَنَّهُم بِأَمۡرِهِمۡ هَٰذَا وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ١٥
So when they took him [out] and agreed to put him into the bottom of the well...1 But We inspired to him, "You will surely inform them [someday] about this affair of theirs while they do not perceive [your identity]."
وَجَآءُوٓ أَبَاهُمۡ عِشَآءٗ يَبۡكُونَ ١٦
And they came to their father at night, weeping.
قَالُواْ يَٰٓأَبَانَآ إِنَّا ذَهَبۡنَا نَسۡتَبِقُ وَتَرَكۡنَا يُوسُفَ عِندَ مَتَٰعِنَا فَأَكَلَهُ ٱلذِّئۡبُۖ وَمَآ أَنتَ بِمُؤۡمِنٖ لَّنَا وَلَوۡ كُنَّا صَٰدِقِينَ ١٧
They said, "O our father, indeed we went racing each other and left Joseph with our possessions, and a wolf ate him. But you would not believe us, even if we were truthful."
وَجَآءُو عَلَىٰ قَمِيصِهِۦ بِدَمٖ كَذِبٖۚ قَالَ بَلۡ سَوَّلَتۡ لَكُمۡ أَنفُسُكُمۡ أَمۡرٗاۖ فَصَبۡرٞ جَمِيلٞۖ وَٱللَّهُ ٱلۡمُسۡتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ ١٨
And they brought upon his shirt false blood.1 [Jacob] said, "Rather, your souls have enticed you to something, so patience is most fitting. And Allāh is the one sought for help against that which you describe."
"Maka tatkala mereka membawanya dan sepakat memasuk-kannya ke dasar sumur (lalu mereka memasukkannya), dan (di waktu dia sudah dalam sumur) Kami wahyukan kepada Yusuf, 'Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi.' Kemudian mereka da-tang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis. Mereka berkata, 'Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar.' Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Ya'qub berkata, 'Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu, maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon per-tolonganNya terhadap apa yang kamu ceritakan'." (Yusuf: 15-18).
(15) Ketika saudara-saudara Yusuf pergi bersamanya setelah memperoleh izin dari ayahnya, mereka berketetapan untuk mence-burkannya ke dasar sumur seperti yang telah dikatakan sebelum-nya oleh si penggagas. Mereka mampu untuk merealisasikan ren-cana yang telah mereka sepakati. Akhirnya, mereka menjalankan rencana mereka terhadapnya dan melemparkannya ke dasar sumur. Kemudian Allah menghiburnya dengan mewahyukan kepadanya saat dia dalam kondisi yang sulit tersebut, ﴾ لَتُنَبِّئَنَّهُم بِأَمۡرِهِمۡ هَٰذَا وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi", maksudnya akan terlontar celaan darimu kepada mereka dan (pembongkaran) informasi tentang tin-dakan mereka sementara mereka tidak menyadarinya. Dalam ayat ini, terdapat kabar gembira baginya bahwa ia akan selamat dari ma-salah yang sedang menghimpitnya, dan bahwa Allah akan menya-tukannya dengan keluarga dan saudara-saudaranya dalam keadaan penuh dengan kemuliaan dan kedudukan mapan di dunia ini.
(16) ﴾ وَجَآءُوٓ أَبَاهُمۡ عِشَآءٗ يَبۡكُونَ ﴿ "Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis", agar keterlambatan mereka dari kebiasaannya, dan tangisan mereka menjadi bukti dan penguat atas kejujuran mereka.
(17) Mereka berkata dengan mengajukan alasan yang dusta, ﴾ يَٰٓأَبَانَآ إِنَّا ذَهَبۡنَا نَسۡتَبِقُ ﴿ "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba", baik lomba lari, memanah atau bertarung,﴾ وَتَرَكۡنَا يُوسُفَ عِندَ مَتَٰعِنَا ﴿ "dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami", untuk lebih menjaga energinya dan supaya beristirahat. ﴾ فَأَكَلَهُ ٱلذِّئۡبُۖ ﴿ "Lalu ia dimakan serigala", ketika kami tidak bersamanya dan asyik berlom-ba. ﴾ وَمَآ أَنتَ بِمُؤۡمِنٖ لَّنَا وَلَوۡ كُنَّا صَٰدِقِينَ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar." Maksud-nya engkau tentu tidak akan memberikan maaf kepada kami dengan alasan ini. Secara zahir engkau tidak mempercayai kami, lantaran kesedihan dan kegetiran yang ada di dalam di hatimu terhadap Yusuf. Meskipun engkau tidak mempercayai kami, namun kami tidak bisa menyampaikan kecuali alasan yang sebenarnya. Ini se-mua (mereka lakukan) untuk lebih mengokohkan alasan mereka.
(18)(وَ) "Dan", bukti lain yang mereka pakai untuk mendu-kung pernyataan yang disampaikan, ﴾ جَآءُو عَلَىٰ قَمِيصِهِۦ بِدَمٖ كَذِبٖۚ ﴿ "mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu", mereka mengklaim bahwa itu adalah bekas darah Yusuf ketika di-mangsa serigala. Namun ayah mereka tidak mempercayai mereka tentang itu. ﴾ قَالَ بَلۡ سَوَّلَتۡ لَكُمۡ أَنفُسُكُمۡ أَمۡرٗاۖ ﴿ "Dia berkata, 'Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu", jiwa-jiwa kalian telah memperindah tindakan buruk (pada pandangan kalian) dalam memisahkan diriku dengannya. Sebab, beliau memperhati-kan adanya beberapa konteks yang menyertai dan kondisi-kondisi yang melatarbelakanginya serta melalui mimpi Yusuf yang telah ia ceritakan kepada beliau yang mendukung apa yang beliau ungkap-kan. ﴾ فَصَبۡرٞ جَمِيلٞۖ وَٱللَّهُ ٱلۡمُسۡتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ ﴿ "maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolonganNya terhadap apa yang kamu ceritakan", maksudnya kewajibanku adalah aku akan tetap semangat untuk melakukannya, yakni bersabar atas musibah ini dengan kesabaran yang baik, bebas dari bentuk emosi dan ke-luhan kepada manusia. Aku memohon pertolongan dari Allah untuk menghadapinya, bukan bertumpu kepada daya dan kekuatanku. Beliau berjanji pada diri sendiri untuk ini, dan mengeluhkannya kepada Penciptanya dengan bertutur, ﴾ إِنَّمَآ أَشۡكُواْ بَثِّي وَحُزۡنِيٓ إِلَى ٱللَّهِ ﴿ "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah, aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku." (Yusuf: 86). Karena pengajuan keluhan kepada sang Pencipta tidak menafikan kesabaran yang baik. Sebab seorang nabi, apabila berjanji, niscaya ia akan menepatinya.
12:19–20Page 237
وَجَآءَتۡ سَيَّارَةٞ فَأَرۡسَلُواْ وَارِدَهُمۡ فَأَدۡلَىٰ دَلۡوَهُۥۖ قَالَ يَٰبُشۡرَىٰ هَٰذَا غُلَٰمٞۚ وَأَسَرُّوهُ بِضَٰعَةٗۚ وَٱللَّهُ عَلِيمُۢ بِمَا يَعۡمَلُونَ ١٩
And there came a company of travelers; then they sent their water drawer, and he let down his bucket. He said, "Good news! Here is a boy." And they concealed him, [taking him] as merchandise;1 and Allāh was Knowing of what they did.
وَشَرَوۡهُ بِثَمَنِۭ بَخۡسٖ دَرَٰهِمَ مَعۡدُودَةٖ وَكَانُواْ فِيهِ مِنَ ٱلزَّٰهِدِينَ ٢٠
And they sold him for a reduced price - a few dirhams - and they were, concerning him, of those content with little.
"Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir, lalu mereka menyuruh seorang pengambil air, maka dia menurunkan timbanya, dia berkata, 'Oh, kabar gembira, ini seorang anak muda!' Kemudian mereka menyembunyikannya sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. Dan me-reka menjual Yusuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa dir-ham saja, dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf." (Yusuf: 19-20).
(19) Maksudnya, Yusuf berada di dasar sumur selama be-berapa waktu yang dia jalani di sana. Sampai akhirnya ﴾ وَجَآءَتۡ سَيَّارَةٞ ﴿ "datanglah beberapa kelompok musafir", sebuah kafilah yang bertolak menuju Mesir. ﴾ فَأَرۡسَلُواْ وَارِدَهُمۡ ﴿ "Lalu mereka menyuruh seorang pengambil air", orang yang pertama dan terdepan (dalam rombongan) yang menimba air bagi mereka dan mengumpulkannya serta memper-siapkan pembuatan kolam atau semacamnya bagi mereka. ﴾ فَأَدۡلَىٰ ﴿ "Maka ia menurunkan", yaitu pengambil air itu (menurunkan) ﴾ دَلۡوَهُۥۖ ﴿ "timbanya". Maka Yusuf menggantungkan diri padanya dan ber-hasil keluar. Ia berkata, ﴾ يَٰبُشۡرَىٰ هَٰذَا غُلَٰمٞۚ ﴿ "oh, kabar gembira, ini seorang anak muda", orang ini begitu gembira seraya berkata, "Ini bocah kecil yang berharga mahal" ﴾ وَأَسَرُّوهُ بِضَٰعَةٗۚ ﴿ "kemudian mereka menyembunyikan-nya sebagai barang dagangan".
(20) Saudara-saudara Yusuf masih berada di dekatnya, maka kafilah itu membelinya dari mereka ﴾ بِثَمَنِۭ بَخۡسٖ ﴿ "dengan harga yang murah", harga yang rendah sekali, yang dijelaskan Allah dengan ayat lanjutannya, ﴾ دَرَٰهِمَ مَعۡدُودَةٖ وَكَانُواْ فِيهِ مِنَ ٱلزَّٰهِدِينَ ﴿ "yaitu beberapa dir-ham saja, dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf", karena tidak ada maksud pada mereka kecuali hanya hasrat menyembu-nyikan dan menjauhkan dirinya dari sang ayah, tidak ada maksud di hati mereka untuk mengambil harga penjualannya. Makna pada ayat ini, bahwa ketika kafilah yang sedang lewat itu mendapatkan-nya, maka mereka ingin menutup-nutupi tentangnya dan menaruh-nya dalam bagian barang-barang yang mereka bawa. Sampai akhir-nya datanglah saudara-saudaranya. Mereka mengklaim bahwa itu adalah budak yang melarikan diri dari mereka. Lantas kafilah itu membelinya dengan harga tersebut dan meminta jaminan dari me-reka (saudara-saudaranya) untuk memastikan agar dia tidak me-larikan diri lagi.
12:21Page 237
وَقَالَ ٱلَّذِي ٱشۡتَرَىٰهُ مِن مِّصۡرَ لِٱمۡرَأَتِهِۦٓ أَكۡرِمِي مَثۡوَىٰهُ عَسَىٰٓ أَن يَنفَعَنَآ أَوۡ نَتَّخِذَهُۥ وَلَدٗاۚ وَكَذَٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلِنُعَلِّمَهُۥ مِن تَأۡوِيلِ ٱلۡأَحَادِيثِۚ وَٱللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰٓ أَمۡرِهِۦ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ٢١
And the one from Egypt1 who bought him said to his wife, "Make his residence comfortable. Perhaps he will benefit us, or we will adopt him as a son." And thus, We established Joseph in the land that We might teach him the interpretation of events [i.e., dreams]. And Allāh is predominant over His affair, but most of the people do not know.
"Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada istrinya, 'Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh ja-di dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak.' Dan demikian pulalah, Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi (Mesir), dan agar Kami ajarkan ke-padanya ta'bir mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusanNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya'." (Yusuf: 21).
(21) Ketika kafilah itu membawanya pergi menuju Mesir dan menjualnya di sana, ternyata seorang pembesar negeri Mesir mem-belinya. Setelah dia membelinya, dia terpukau dengannya sehingga berpesan kepada istrinya, ﴾ أَكۡرِمِي مَثۡوَىٰهُ عَسَىٰٓ أَن يَنفَعَنَآ أَوۡ نَتَّخِذَهُۥ وَلَدٗاۚ ﴿ "Berikan-lah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh jadi dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak", maksudnya barangkali dia dapat memberikan manfaat bagi kita sebagaimana manfaat yang bisa didapat dari seorang budak berupa berbagai macam pelayanan atau boleh jadi kita bisa bersenang-senang dengannya sebagaimana kita bisa bersenang-senang dengan anak-anak kita. Perkataan itu diungkapkan kemungkinan lantaran mereka belum dikarunia anak. ﴾ وَكَذَٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dan demikian pulalah, Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi (Mesir)", maksudnya sebagaimana Kami telah memudahkan bagi Yusuf agar dibeli se-orang pejabat tinggi negeri Mesir dan memuliakannya dengan ben-tuk kemuliaan seperti itu, maka Kami juga menjadikan peristiwa ini sebagai mukadimah pemberian kekuasaan baginya di dunia me-lalui jalan ini. ﴾ وَلِنُعَلِّمَهُۥ مِن تَأۡوِيلِ ٱلۡأَحَادِيثِۚ ﴿ "Dan agar Kami ajarkan kepadanya ta'bir mimpi", jika dia tetap hidup tanpa kesibukan dan tanpa masa-lah kecuali (memperdalam) ilmu saja, maka keadaan (yang kondusif) itu merupakan salah satu faktor (yang memudahkan) ia mempela-jari ilmu yang banyak dari berbagai ilmu-ilmu hukum, ilmu takwil mimpi dan ilmu lainnya. ﴾ وَٱللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰٓ أَمۡرِهِۦ ﴿ "Dan Allah berkuasa terha-dap urusanNya", ketetapan Allah تعالى pasti berlaku, tidak ada pihak yang bisa menghentikannya, dan tidak ada sesuatu pun yang dapat menundukkannya. ﴾ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "Tetapi kebanyakan ma-nusia tidak mengetahuinya", karena itu terjadilah peristiwa itu dari mereka, dan muncul dari mereka usaha mengganjal ketetapan-ketetapan takdir Allah, padahal mereka itu tak berdaya dan sangat lemah untuk dapat melakukannya.
12:22Page 237
وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُۥٓ ءَاتَيۡنَٰهُ حُكۡمٗا وَعِلۡمٗاۚ وَكَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٢٢
And when he [i.e., Joseph] reached maturity, We gave him judgement and knowledge. And thus We reward the doers of good.
"Dan tatkala dia mencapai (usia) cukup dewasa, Kami beri-kan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." (Yusuf: 22).
(22) Maksudnya, ﴾ وَلَمَّا بَلَغَ ﴿ "dan tatkala dia mencapai (usia)", yaitu Yusuf ﴾ أَشُدَّهُۥٓ ﴿ "cukup dewasa", maksudnya mencapai usia ke-sempurnaan kekuatan maknawi dan jasmaninya dan sudah layak untuk mengemban beban-beban yang berat berupa kenabian dan risalah, maka ﴾ ءَاتَيۡنَٰهُ حُكۡمٗا وَعِلۡمٗاۚ ﴿ "Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu", Kami jadikan ia sebagai nabi dan rasul, seorang ulama yang rabbani. ﴾ وَكَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ ﴿ "Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik", dalam ibadahnya kepada al-Khaliq dengan mengerahkan kemampuan dan ketulusan saat mengerjakannya. Sedangkan bagi yang (berbuat baik) kepada sesama hamba Allah, (maka Kami memberikan balasan) dengan mencurahkan keman-faatan dan kebaikan kepada mereka. Di antara balasan Kami atas kebaikannya, Kami menganugerahinya ilmu yang berguna. Ini mengindikasikan bahwa Yusuf sudah mencapai tingkatan ihsan. Maka Allah mengaruniakan kepadanya hikmah dan ilmu yang banyak serta kenabian di antara manusia.
Cobaan yang besar ini lebih dahsyat bagi Yusuf daripada co-baan yang dilakukan saudara-saudaranya serta lebih berat dalam bersabar untuk menghadapinya. Pahalanya pun lebih besar, karena merupakan kesabaran yang bersifat ikthiyari (pilihan), padahal ba-nyak faktor yang bisa menyeretnya untuk melakukan hal itu. Lalu dia lebih mengutamakan kecintaan kepada Allah daripada fitnah itu. Sementara cobaan yang dihadapi dari saudara-saudaranya, kesabarannya bersifat idthirari (terpaksa) sebagaimana berbagai macam penyakit dan peristiwa yang tidak mengenakkan yang me-nimpa seseorang tanpa bisa mengelak. Tidak ada tempat berkelit kecuali dengan bersabar dalam menghadapinya, suka atau tidak.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences